Oct 21, 2012

Elegi Wayang Golek




Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai Bagawat kenapa sudah lama engkau tidak menulis elegi?


Bagawat:
Aku belum bisa berpikir jernih.

Cantraka:
Lho kenapa Bagawat tidak bisa berpikir jernh? Bukankah sudah biasa menembarakan pikirannya?

Bagawat:
Saya sedang memikirkan Wayang Golek.

Cantaraka:
Lho apa hubungannya?

Bagawat:
Wayang Golek itu menari setelah Elegi yang terakhir.

Cantraka:
Saya tidak paham apa yang engkau maksud?

Bagawat:
Golek itu bahasa Jawa, artinya mencari. Jadi Wayang Golek itu sebagai simbol carilah hikmah dari elegi saya yang terakhir.

Cantraka:
Lho bukannya elegi yang terakhir itu belum selesai anda buat?

Bagawat:
Oh maaf maksud saya elegi-elegi begitu saja. Atau khususnya Elegi Ketika Pikiranku Tak Berdaya.

Cantaraka:
Tak usah bertele-tele, maksud Bagawat itu apa dengan Pikiran Tak Berdaya.

Bagawat:
Itulah yang sedang aku alami. Ketika aku masuk ranah spiritual itulah maka pikiranku merasa telah hampir mencapai batas hatiku.

Cantraka:
Maksudnya?

Bagawat:
Manusia itu adalah makhluk yang lemah dan tidak sempurna. Tidaklah bisa dia menjangkau semuanya. Ingatlah kembali Elegi Diriku Ketidak adilan. Maka boleh engkau mengatakan diriku tidak adil terhadap elegi karena aku sedang sibut mengurus spiritualku.


Cantraka:
Lho kalau begitu hidupmu bersifat parsial. Bukankah engkau sendiri yang mengajarkan bahwa hidup selalu bersifat komprehensif?

Bagawat:
Jangan salah paham, semuanya bersifat sementara dan relatif terhadap waktu. Maka sebenar-benar hibup adalah dinamis, menterjemahkan dan diterjemahkan.

Cantraka:
Aku masih penasaran apakah sebenarnya arti Wayang Golek.

Bagawat:
Wayang adalah bayangan. Golek adalah mencari. Maka carilah makna dibalik bayangan. Bayangan adalah metafisik, dan metafisik adalah hakekat disebalik penampakan. Maka mencari makna disebalik benda-benda atau disebalik yang ada dan yang mungkin ada adalah pekerjaan filsafat. Maka dapat aku katakan bahwa Wayang Golek ternyata tidak lain tidak bukan adalah filsafat itu sendiri.

Cantraka:
Tetapi aku sangat merindukan elegi-elegimu?

Bagawat:
Segala sesuatu itu terikat ruang dan waktunya. Sekaranglah aku insyaAllah sedang mengaktifkan doa-doaku, ubudiyahku, amal-amalku, permohonan maafku, permohonan perlindungan dari Nya, mendoakan saudara-saudaraku dan murid-muridku, agamaku, keluargaku, masyarakatku, negaraku, duniaku, dan akhiratku.

Cantraka:
Amiin. Aku ikut berdoa semoga ikhtiarmu bermanfaat juga bagi yang lainnya.

Bagawat:
Doa yang tulus dan ikhlas dari muridmu insyaAllah mampu menjaga guru-gurumu dan pemimpinmu. Amiin.

49 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    “Wayang” disini dapat diartikan sebagai bayangan terhadap fisik pribadi individu yakni jiwa, sedangkan “golek” diartikan sebagai mencari sesuatu yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dalam menjalani hidup. Dalam hal ini bayangan itu sendiri disebut metafisik (hakekat dibalik jati diri individu itu sendiri), sesuatu benda yang ada dan yang mungkin ada. Semua hal ini terjadi dalam dimensi ruang dan waktu. Sehingga akhir dari ini bahwa wayang olek tidak lain tidak bukan adalah filsafat sendiri (pikiran yang ada dan yang mungkin ada pada jiwa individu).

    ReplyDelete
  2. . http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/elegi-wayang-golek.html

    Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Wayang golek adalah budaya Jawa. Wayang golek sendiri berarti mencari makna di balik bayangan. Ini senada dengan arti filsafat yang menguraikan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, apa, bagaimana dan untuk apa sesuatu hal tersebut. Dalam wayang golek biasanya menceritakan karakter tokoh. Ada yang bijaksana, adil, sederhana, lemah lembut. Ada pula yang angkuh, iri hati, tamak, dan lain sebagainya. Dari tokoh dan alur cerita serta peristiwa dalam pertunjukan wayang golek itu memiliki hikmah yang sarat pesan untuk kehidupan manusia.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Menurut saya, dalam hidup kita harus hidup berimbang. Yaitu dalam hal meraih kenikmatan dunia dan akhirat. Maka, untuk mendapatkan keduanya, aktivitas kita harus berlandaskan kepada keridho’an-Nya dengan menaati segala aturan dan menjauhi segala larangan-Nya. Maka, dalam membuat elegi pun, kita masih bisa merasakan akan keberadaan Allah dan menjadi ibadah jika ikhlas dan dengan cara yang benar.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  4. Novice Ayu Abrianti
    13301244028
    Pendidikan Matematika C 2013

    Wayang adalah bayangan. Golek adalah mencari. Maka wayang golek adalah mencari makna dibalik bayangan. Terkadang saat kita memandang suatu permasalahan yang ada di sekitar kita, lalu memikirkannya hingga pikiran lelah dan tidak terbagi untuk memikirkan hal-hal lainnya. Padahal jika kita mau menguraikannya perlahan dan menghubungkan benang merahnya, kita akan menemukan ujung itu kembali pada diri kita sendiri. Karena sejatinya segala sesuatu itu mempunyai sebab dan akibat. Apa yang berakibat pada diri kita, pasti juga berasal dari diri kita sendiri. Oleh sebab itu, belajarlah untuk mencari makna dibalik bayangan (diri sendiri) seperti wayang golek.

    ReplyDelete
  5. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Banyak hikmah, pelajaran-pelajaran dalam kehidupan, pesan moral, cerminan seseorang dalam kehidupan yang dikemas menjadi wayang golek. Orientasinya adalah menjadi lebih baik didalam kehidupan yang dijalani didunia. Kita memang selalu dibayang-bayangi oleh pemikiran, akal, dan perbuatan. Sehingga sebaik-baiknya hidup, memikirkan dan merenungkan hakekat hidup didunia, tujuan hidup, mencari bayangan didalam kehidupan, baik spiritual maupun material.

    ReplyDelete
  6. Vety Triyana K
    13301241027 / P. Matematika I 2013

    Dari elegi ini saya belajar bahwa dalam belajar kita harus mencari makna - makna dibalik pengetahuan - pengetahuan yang ada. dimana yang saya tangkap, pengethauan adalah bayangan - bayangan. Apabila kita kurang ikhlas dan kurang memiliki niat dalam memaknai pengetahuan tersebut maka kita tidaklah dapat mendapatkan makna yang akan kita cari. Semoga ikhlas selalu bersama orang - orang yang sedang belajar.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  7. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Melalui elegi wayang golek, saya sedang membaca hermeneutika dari "wayang golek" itu sendiri. Sang bagawat mendefinisikan wayyang golek sebagai simbol carilah hikmah dari eleginya yang terakhir. Bahkan kesenian tradisional seperti wayang golek yang dibuat merupakan salah satu kajian filsafat dimana wayang golek yang berarti mencari bayangan dimana bayangan salah satu bahasan dalam filsafat ditinjau dari aspek metafisiknya. Karena memang filsafat adalah olah pikir, maka semua objek yang ada di dunia kemungkinan dpat dikaji aspek filsafatnya.

    ReplyDelete
  8. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    PendidikanMatematika C 2013

    Wayang adalah bayangan dan Golek adalah mencari. Dalam kehidupan nyata dapat menjadi pelajaran bahwa apa yang tampak dalam hidup kita belum tentu kenyataannya seperti itu. Kita harus mencari makna-makna yang ada di baliknya sehingga kita tidak memandang suatu perkara dari satu sudut pandang saja.

    ReplyDelete
  9. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Ada satu hal yang tidek pernah terputus meskipun manusia telah mati yaitu doa dari orang-orang yang diperuntukkan baginya. Misalnya doa anak untuk kedua orang tuanya, doa siswa kepada gurunya, doa rakyat kepada penguasanya, dsb. Dalam pertunjukkan wayang golek dari tradisi Jawa dapat dipetik banyak sekali pelajaran namun sayangnya generasi sekarang tidak begitu mengetahui apa itu wayang golek.

    ReplyDelete
  10. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Wayang golek artinya mencari makna dibalik bayangan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Dan itulah sebenar- benar pekerjaan filsafat. Maka wayang golek tidak lain adalah filsafat itu sendiri. Dan dalam hidup ini kita sudah seharusnya terus mencari makna dibalik segala sesuatu yang ada dan mungkin ada karena dalam setiap peristiwa yang terjadi atau suatu hal pasti ada hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil. Hikmah inilah yang dapat membantu kita agar menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  11. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Jadi wayang golek adalah filsafat, yang mencari makna disebalik benda-benda atau disebalik yang ada dan yang mungkin ada. Sebab itu pertunjukkan wayang golek selalu memiliki makna-makna implisit yang tersirat dari setiap pertunjukkannya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  12. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Dalam menjalani kehidupan, selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, bahkan dibalik semua yang ada ddan yang mungkin ada. Penting bagi kita untuk senantiasa mencari makna atau hikmah-hikmah tersebut. Seperti halnya ketika kita membaca elegi-elegi dalam blog ini, kita sebenarnya sedang mencari makna melalui sebuah refleksi. Betapa hebatnya pikiran seorang Bapak Marsigit yang dituangkan dalam elegi-elegi dalam blog ini. Elegi-elegi yang dibuat mampu memberikan banyak makna bagi kita, diantaranya ialah untuk senantiasa menimba ilmu dan terus menerus berikhtiar mencari ridho Allah. Disisi lain elegy-elegi tersebut juga tiada henti menyadarkan kita akan keterbatasan kita sebagai manusia sehingga tidak pantaslah kita untuk menyombongkan diri, elegy-elegi tersebut juga mengajarkan untuk sopan santun terhadap ruang dan waktu, senantiasa ikhlas, senantiasa mendekatkan diri dengan Allah SWT, dan masih banyak hikmah-hikmah lainnya yang dapat kita petik.

    ReplyDelete
  13. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Wayang adalah bayangan dan golek adalah mencari, maka kita mencari makna dibalik bayangan. Dari elegi wayang golek, kita sebagai manusia harus dapat bersyukur dan mengambil hikmah dari segala sesuatu yang terjadi. Segala sesuatu yang terjadi baik itu baik atau tidak baik pasti ada hikmah di balik semua itu karena Allah telah merencanakan sesuatu yang baik bagi kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  14. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Filsafat bisa diibaratkan Wayang golek yang merupakan salah satu budaya Jawa. Wayang golek sendiri berarti mencari makna di balik bayangan. Ini senada dengan arti filsafat yang menguraikan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. sama halnya dengan filsafat yang tidak ada batas nya maka dari kita pun harus memiliki prinsip bahwa ilmu yang tidak berbatas adalah ilmu yang akan kita capai. dengan begitu timbul keinginan kuat untuk kita menimba ilmu.

    ReplyDelete
  15. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Elegi wayang golek merupakan analogi filsafat terhadap sebuah benda yaitu 'wayang golek'. Wayang golek berarti mencari bayangan, atau tepatnya mencari makna akan sesuatu, sama seperti halnya dalam berfilsafat. Dalam berfilsafat dibutuhkan hermenutika, yaitu menerjemahkan dan diterjemahkan. Menerjemahkan hidup ini, ke dalam simbol-simbol hermeneutika. Simbol tersebut dapat berupa lingkaran, lurus, spiral konstan, spiral mengembang, atau spiral mengerucut. Begitulah hidup yang dilambangkan dalam dunia ini.Kehidupan pada dunia ini dalam hermenutika dapat berbentuk lingkaran, yang artinya hidup itu berulang, saling berhubungan (membutuhkan) sehingga akan membentuk simbol siklik. Hermeneutika lurus artinya bahwa hidup itu berjalan terus dan tak akan berulang. Hal ini dikarenakan waktu berjalan terus, dalam hitungan detik pun pasti akan berbeda. Hermenutika spiral, berarti kehidupan itu saling ketergantungan, terkadang berulang atau mengalami hal yang sama meski waktu terus berlangsung.

    ReplyDelete
  16. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Dalam elegi ini disebutkan bahwa wayang itu adalah bayangan, sedangkan golek adalah mencari. Maksud elegi wayang golek ini adalah mencari makna dibalik yang ada dan yang mungkin ada. Implikasinya dalam kehidupan kita, misalnya mengintrospeksi diri serta mencari hikmah dari apa yang terjadi dengan melibatkan olah pikir kita.

    ReplyDelete
  17. Wayang golek adalah budaya jawa dimana dapat diartikan mencari bayangan. Bayangan itu bisa diartikan sebagai hikmah dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dari setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Kita harus mencari dan memahami hikmah dari setiap pristiwa yang terjadi sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Jadi wayang golek bisa juga disebut sebagai filsafat itu sendiri dimana kita diminta untuk memahami hal yang ada dan mungkin ada yang tersembunyi dibalik setiap peritiwa yang terjadi yang disebut sebagai hikmah.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  18. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Dalam bahasa jawa golek mempunyai arti bahwa mencari dan wayang mempunyai arti bayangan. Dalam wayang golek dapat diartikan sebagai mencari makna dibalik bayangan. Maka dari sini sesungguhnya manusia hidup bersama bayang-bayangnya. Bayang-bayang pikiran, hati atau pun perbuatan mereka selama ini di dunia. Maka dari itu pada hakekatnya kita hidup untuk mencari makna dari apa yang telah kita lakukan dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari yang kemarin untuk menuju ke kehidupan yang kekal, yaitu akhirat kelak.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  19. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Wayang golek sendiri berarti mencari makna di balik bayangan, dalam kehidupan nyata dapat menjadi pelajaran bahwa apa yang tampak dalam hidup kita belum tentu kenyataannya seperti itu. Dan dalam hidup ini kita sudah seharusnya terus mencari makna dibalik segala sesuatu yang ada dan mungkin ada karena dalam setiap peristiwa yang terjadi atau suatu hal pasti ada hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil.

    ReplyDelete
  20. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dalam berfilsafat dibutuhkan hermenutika, yaitu menerjemahkan dan diterjemahkan. Menerjemahkan hidup ini, ke dalam simbol-simbol hermeneutika. Simbol tersebut dapat berupa lingkaran, lurus, spiral konstan, spiral mengembang, atau spiral mengerucut. terkadang saat kita memandang suatu permasalahan yang ada di sekitar kita, lalu memikirkannya hingga pikiran lelah dan tidak terbagi untuk memikirkan hal-hal lainnya. Padahal jika kita mau menguraikannya perlahan dan menghubungkan benang merahnya, kita akan menemukan ujung itu kembali pada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  21. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Wayang adalah bayangan. Golek adalah mencari. Maka carilah makna dibalik bayangan. Bayangan adalah metafisik, dan metafisik adalah hakekat disebalik penampakan. Maka mencari makna disebalik benda-benda atau disebalik yang ada dan yang mungkin ada adalah pekerjaan filsafat. Maka dapat aku katakan bahwa Wayang Golek ternyata tidak lain tidak bukan adalah filsafat itu sendiri.

    Maka, jika hidup ini mencari makna, yang harus kita ingat adalahs elalu ada makna di balik makna.

    ReplyDelete
  22. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Wayang berarti bayangan dan golek berarti mencari sehingga wayang golek dipahami sebagai mencari hikmah dibalik bayangan.Dalam kehidupan di dunia ada banyak hal yang kita hadapi dan alami sebagai pengalaman dari diri kita masing-masing dan kita dituntut untuk dapat memahami segala sesuatu yang terjadi pada diri kita dari sisi positif agar dapat meningkatkan kualitas diri dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  23. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Budaya jawa sangat banyak mengandung filosofi yang mendalam, terkhusus filosofi yang menjadi motivasi atau bahkan teguran bagi manusia. Wayang golek memiliki filosofi mencari makna disebalik benda-benda atau disebalik yang ada dan yang mungkin ada karena wayang adalah bayangan dan golek adalah mencari. Dari wayang golek ini mengajarkan kepada kita untuk selalu mencari makna dibalik yang ada dan yang mungkin ada serta mengambil kebaikan kebaikan dari yang ada dan yang mungkin ada tersebut.

    ReplyDelete
  24. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia itu adalah makhluk yang lemah dan tidak sempurna. Tidaklah bisa dia menjangkau semuanya. Dan semuanya itu bersifat sementara dan relatif terhadap waktu. Kita mungkin tidak akan selalu sehat, karena sehat itu bersifat sementara sehingga terkadang kita sedang sakit, sehingga sementara itu dapat menjadikan kita lebih baik dengan memanfaatkan waktu yang sementara ada dengan kebaikan-kebaikan.

    ReplyDelete
  25. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    “Wayang adalah bayangan. Golek adalah mencari. Maka carilah makna dibalik bayangan. Bayangan adalah metafisik, dan metafisik adalah hakekat disebalik penampakan. Maka mencari makna disebalik benda-benda atau disebalik yang ada dan yang mungkin ada adalah pekerjaan filsafat. Maka dapat aku katakan bahwa Wayang Golek ternyata tidak lain tidak bukan adalah filsafat itu sendiri.” tontonan wayang golek menceritakan keadaan nyata kehidupan melalui sisi drama wayang. Para pemerhati yang peka akan menangkap isi pesan dari kisah yang disampaikan.

    ReplyDelete
  26. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kisah wayang golek, yang menampilkan beragam karakter adalah gambaran tokoh nyata di dunia. Menampilkan keadaan yang sebenarnya kalau dipahami, adalah kondisi nyata yang pernah terjadi atau meniru fenomena di kehidupan yang sebenarnya. Dimana selalu bertentangan karakter baik dan buruk di dalamnya, dan selalu diakhiri dengan kemenangan golongan yang benar. Kita bisa menjadikan pentas tersebut sebagai contoh konkret di dunia nyata.

    ReplyDelete
  27. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Elegi di atas menceritakan tentang filosofi wayang golek. Wayang sejatinya adalah sebuah benda perantara yang digerakkan oleh manusia untuk menyampaikan sebuah cerita. Wayang adalah bayangan dari dhalang itu sendiri. Wayang adalah benda mati, sehingga tidak membuat bayangannya sendiri. Berbeda dengan wayang golek yang diperankan langsung oleh manusia yang juga berusaham mencari bayangan dari kehidupan.

    ReplyDelete
  28. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Wayang golek adalah mencari bayangan. Sama seperti filsafat, mencari dan memikirkan apa yang ada dan yang mungkin ada. Bayangan paling tinggi adalah baying spiritualitas, semoga kita semua bisa menjadi bayangan Allah yang mampu melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Aamiin.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  29. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Setiap elegi memiliki hikmah, pesan, makna masing-masing. Untuk itu dalam membaca elegi kita mencari apa saja hikmah, pesan, makna yang ingin disampaikan. Mencari makna dari segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada adalah pekerjaan filsafat. Namun manusia juga memiliki keterbatasan, terkadang untuk memahami suatu elegi tidaklah bisa hanya dengan sekali baca. Membacanya berulang kali, baru kita bisa menangkap makna sebenarnya dari suatu elegi.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  30. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Wayang golek adalah sebuah pencarian mencari makna bayangan hidup kita dilihat sebuah pandangan. Bayangan itu bersifat metafisik dan metafisik secara tidak langsung masuk dalam kajian filsafat. Oleh karena itu wayang golek adalah filsafat itu sendiiri.

    ReplyDelete
  31. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Seperti yang telah diungkapkan, wayang adalah bayangan dan golek adalah mencari. Maka sebaik-baik manusia adalah yang mampu memaknai segala dan sesuatu hal. Tidaklah sesuatu itu diciptakan melainkan ada seuatu yang dapat dipikirkan mengena hakekatnya. Mencari apa yang tersembunyi dibalik sesuatu adalah ciri seorang yang berilmu dan ciri orang yang menggunakan hatinya. Karena dibalik sesuatu itu selalu terkandung hikmah yang dapat menerangi kehidupan kita.

    ReplyDelete
  32. martin/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Exactly the meaning of the elegi is about problem solving. problem solving, especially in the case of complex situations, requires breaking down the problem into all of its component parts and analyzing them for information that will help solve that problem. In these ways the elements of analytic philosophy can help you think through the situations and problems that you face in a clear, logical and rational way.

    ReplyDelete
  33. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    berdasarkan elegi di atas maka saya pahami bahwa semua yang ada dan yang mungkin ada itu memiliki makna filsafat, seperti halnya dalam wayang golek tersebut, merupakan budaya jawa yang memiliki nilai filosofi yang tinggi, bahwa dalam pelaksanaannya menunjukkan dengan bayangan, sehingga kita harus mencari dan memahami apa yang tersirat dan tersurat di balik bayangan tersebut. bahwa dimanapun itu selalu bernilai ilmu bahkan dalam memahami wayang golek sejatinya kita telah mencari ilmu di balik sesuatu yang ada dan yang mungkin ada berdasarkan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  34. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Berdasarkan elegi di atas saya tertarik ungkapan di atas yaitu, bahwa semuanya bersifat sementara dan relatif terhadap waktu. Maka sebenar-benar hibup adalah dinamis, menterjemahkan dan diterjemahkan. seperti itulah hidup ini dan seperti itulah yang dipahami dalam wayang goleh seperti di jelaskan di atas. maka yang bersifat tetap dan absolut adalah Tuhan Yanag Maha Esa yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  35. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Dalam Bahasa Jawa, wayang berarti bayangan dan golek berarti mencari. Jadi, wayang golek memiliki arti mencari khikmah dibalik bayangan. Setiap peristiwa itu memiliki hikmah, oleh karena itu hendaknya kita dapat mengambilnya. Lebih lanjut, wayang golek biasanya menceritakan karakter tokoh dalam wayang tersebut. Ada yang bijaksana, adil, sederhana, lemah lembut. Ada pula yang angkuh, iri hati, tamak, dan lain sebagainya. Sebab, pada hakikatnya tak ada makhluk yang sempurna. Seperti pepatah ‘tak ada gading yang tak retak’. Namun, sebagai umat yang beriman, kita harus selalu ikhtiar dan selalu ikhlas menerima kekurangan atau keterbatasan pada diri kita.

    ReplyDelete
  36. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Wayang golek sebagai proses pencarian hakekat makna dari penampakan yang bersifat metafisik terkait makna dari segala sesuatu yang adan dan yang mungkin ada. Maka memperlajari filsafat bisa juga diartikan sebagai usaha untuk menjelaskan makna dari metafisik itu sendiri bisa digapai melalui proses menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  37. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Cerita wayang golek akan habis jika tidak ada cerita lagi. Namun, hidup ini bercerita. Cerita akan selalu ada. Patah tumbuh hilang berganti. Ilmu boleh saja kita sudah tidak mencarinya lagi akan tetapi ilmu tetap ada karena selalu kita wariskan. Itulah spionase. Dan merupakan amalan yang pahalanya tidak pernah putus.
    “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  38. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Jika wayang berarti bayangan, dan golek merati mencari. Maka wayang golek adalah mencari bayangan. Prof.Marsigit mengartikan dengan mencari dibalik bayangan. Menurut saya ini berarti kita tidak bolek memandang sesuatu hanya dari satu sisi. Kita harus dapat mengambil arti dari segala sisi, bahkan dari bayangan. Hal ini akan mampu membuat kita memahami maksa kebenaran yang sebesar-besarnya dari yang sedang dihadapi.

    ReplyDelete
  39. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Wayang golek ini biasanya menceritakan karakter tokoh dalam wayang tersebut. Ada yang bijaksana, adil, sederhana, lemah lembut. Ada pula yang angkuh, iri hati, tamak, dan lain sebagainya. Wayang golek merupakan mencari di balik bayangan. Tidak akan bisa manusia menangkap bayangan namun mencari apa makna dari sebuah bayangan dapat dipelajari dan terus dipelajari. Dengan syarat diperlukan suatu usaha sungguh-sungguh untuk mempelajarinya. Maka proses pembelajaran sangat dibutuhkan. Senantiasa belajar dan terus belajar melalui berbagai sumber pembelajaran akan sangat membantu meningkatkan kapahaman kita masing-masing. Bila diartikan, wayang golek adalah sebuah upaya pencarian hikmah dan nikmat dari setiap peristiwa yang terjadi. Wayang golek bisa juga diartikan sebagai bayangan dari pikiran pikiran yang melahirkan filsafat. wayang golek memiliki arti mencari khikmah dibalik bayangan. Setiap peristiwa itu memiliki hikmah, oleh karena itu hendaknya kita dapat mengambilnya. Dalam setiap elegi pun terdapat hikmah di dalamnya. Kita harus berusaha untuk menemukan hikmah dibalik elegi tersebut dengan cara merefleksikannya.

    ReplyDelete
  40. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Saya kira sepatutnya kita memerlukan waktu khusus untuk mendekatkan diri kepada zat yang maha tau, maha luas ilmunya, yang dengan kemahakuasaannya dia mengetahui apa yang tidak kita tidak tahu. Dialah zat yang tidak pernah bosan mendengar doa kita, cerita manja kita kapanpun dan dimanapun itu. Jika dengan filsafat kita dapat memahami yang tak nampak atau metafisik maka dialah Allah SWT yang membuat kita dapat melihat dibalik bayangan yang Nampak dan tak nampak itu.


    ReplyDelete
  41. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Elegi wayang golek ini mengibaratkan wayang adalah bayangan yang berbentuk metafisik yakni hakikat dibalik penampakan dan golek adalah mencari yang bermaksud untuk mencari makna. Maka carilah makna dibalik bayangan. Dari elegi di atas mengingatkan kita agar selalu ikhlas dan bersyukur atas segala kejadian yang diberikan dalam hidup, karena pastilah setiap kejadian selalu memiliki makna (hikmah) positif di dalamnya.

    ReplyDelete
  42. Hidup ini memang seperti bayangan wayang golek, tidak akan pernah nampak seperti aslinya. Kita harus memikirkan dengan pikiran kita sendiri.Memaknai hidup dengan sebenarnya adalah mencari tahu apa arti hidup itu sendiri dengan pikiran yang jernih dan dengan jalan spritual. Tanpa jalan spritual maka pikiran yang salah akan merajai isi hati dan otak kita. Berfilsafat tanpa berspritual akan menghilangkan makna hidup itu sendiri. Wallahu a’lam.

    M. Saufi Rahman
    PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  43. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Elegi wayang golek ini memberikan pesan moral bagi manusia. Wayang yang artinya bayangan dan golek yang artinya mencari apabila diartikan maka pesan dari wayang golek adalah kita harus mencari hikmah, manfaat dari ilmu yang kita pelajari. Ilmu tidak hanya berupa matematika, fisika , biologi, ekonomi dll. Ilmu bisa dari pengalaman hidup. Terkadamg kita enggan untuk mencari hikmas dari apa yang telah terjadi dikehidupan kita. Kita hanya menyalahkan takdir tanpa mau mencari hikamhya. Karena Allah pasti memberikan hikmah yang baik disetiap perisiwa.

    ReplyDelete
  44. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Menemukan makna dibalik bayangan dengan bayangan sebagai metafisik, dan metafisik adalah hakekat dibalik penampakan. Sehingga mencari makna dibalik benda-benda atau dibalik yang ada dan yang mungkin ada adalah pekerjaan filsafat. Selain itu, segala sesuatu terikat ruang dan waktunya. Hendaklah manusia selalu melafaskan doa-doa, permohonan maaf, permohonan perlindungan dari Allah, mendoakan saudara-saudara, agama, keluarga, masyarakat, negara, dunia, dan akhirat. Harus ipahami bahwa dalam berfilsafat tidak hanya mempelajari yang tampak saja, tetapi juga melihat pada yang tidak tampak yang juga memiliki makna-makna tersirat dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  45. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Yang tersirat dalam elegi tentang wayang golek ini adalah menggambarkan kita sebagai pemeran dalam kehidupan yang nyata ini. Bahwa sebagai manusia kita memiliki bayangan diri yang merupakan cerminan diri kita nantinya di akhirat. Maka tuntutlah ilmu selagi masih di dunia, karena ilmu-ilmu itu akan menjadi bayangan kita ketika di akhirat.

    ReplyDelete
  46. Wayang adalah simbolisasi sifat atau karakter manusia dan diaktualisasi dalam perilakunya. Dalam interaksi sosial sifat dan perilaku ini bisa memicu perbedaan dan terjadi konflik. Dalam Wayang sifat baik akan mengalahkan sifat buruk. Setidaknya salah satu pemikiran Filsafat dalam wayang adalah adanya kontradiksi. Dalam ranah Filsafat sebenar-benar hidup adalah kontradiksi. Hidup ini tidak pernah baik-baik saja, selalu ada kontradiksi, baik kontradiksi batin fikiran maupun kontradiksi sosial.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  47. Wayang memberikan pembelajaran karakter manusia. Selalu ada sifat ksatria dalam diri kita seperti ingin menolong orang, menjadi volunteer dan sejenisnya dimiliki manusia. Sebaliknya kitapun memiliki sifat kemunafikan, pemfitnah dan sejenisnya dapat tumbuh dalam diri kita sekecil apapun itu. Sifat ksatria ditokohkan sebagai Pandawa dan perwakilan sifat buruk adalah pada Kurawa. Sejatinya kedua sifat tersebut dimiliki setiap orang. Bagaimana mengambil yang baik dan menekan yang buruk adalah bergantung pada masing-masing pribadi.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  48. Dalam Wayang sangat kental dengan makna Filsafat. Diantara makna Filsafat dalam wayang adalah makna spiritual, makna keTuhanan. Hampir disetiap episode wayang ada bagian dimana unsur spiritual dilakukan. Dalam cerita Bima Suci adalah proses pencarian Tuhan oleh Bima atau Werkudara sampai ke dasar lautan/samudra dan dialog dengan Sunan Kalijaga. Selain Bima tokoh lain seperti Arjuna juga melakukan hal serupa, sebuah laku spiritual ditengah hutan mencari petunjuk sebelum melakukan tindakan atau mengambil keputusan. Artinya Tuhan adalah pada posisi spiritual tertinggi dalam kehidupan manusia. Ini juga menggambarkan nilai-nilai keTuhanan bangsa Indonesia.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  49. Wayang bersumber dari cerita pokok Mahabharata dan Ramayana. Namun di Indonesia cerita ini dikembangkan oleh para pujangga dan para Wali Sanga yang dengan sangat cerdas memunculkan pengembangan cerita berdasar karakteristik dan nilai spiritual Nusantara. Cerita Bima Suci dan Arjuna Wiwaha misalnya, tidak ditemukan dalam versi asli Mahabharata. Demikianhalnya dengan adanya punakawan yang hanya ada dalam wayang Indonesia atau Mahabharata di Jawa. Artinya Filsafat Nusantara menjadi bagian dari Filsafat Dunia.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id