Oct 21, 2012

Elegi Refleksi Elegi




Mahasiswa:
Maaf Pak, masih banyak hal yang perlu kami tanyakan.


Marsigit:
Silahkan

Mahasiswa:
Lha, apakah yang disebut Filsafat Ilmu? Apa bedanya Filsafat Ilmu dengan Filsafat?

Marsigit:
Filsafat Ilmu mempelajari sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu dan pembenaran ilmu.
Filsafat Ilmu tidak lain tidak bukan adalah Epistemologi itu sendiri.

Mahasiswa:
Apa hubungan antara Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi?

Marsigit:
Ontologi mempelajari hakekat atau makna segala sesuatu. Epistemologi adalah metodenya. Sedangkan Aksiologi adalah normanya. Tiadalah metode berpikir tanpa obyek berpikir. Metode berpikir adalah epistemology, obyek berpikir adalah ontology, maka tiadalah dapat dipisahkan antara epistemology dan ontology.

Mahasiswa:
Apa hubungan antara Filsafat dengan Filsuf?

Marsigit:
Filsafat adalah pikiran para Filsuf. Maka mempelajari Filsafat adalah mempelajari Pikiran Para Filsuf. Adalah omong kosong jika engkau ingin mempelajari Filsafat tetapi tidak mempelajari Pikiran para Filsuf.

Mahasiswa:
Kalau begitu bagaimana aku bisa mempelajari pikiran para Filsuf dalam perkuliahan Bapak?

Marsigit:
Baca dan bacalah referensinya. Sumber Primer adalah Buku-buku karya Filsuf yang berisi pikiran mereka. Sumber Sekunder adalah buku-buku yang berisi Pikiran para Filsuf yang dituturkan oleh orang lain. Demikian ada sumber Tersier, Kuarter dst.

Mahasiswa:
Apa relevansi pikiran Pak Marsigit dalam perkuliahan Filsafat.

Marsigit:
Dalam perkuliahan Filsafat maka mahasiswa perlu mempelajari pikiran para Filsuf. Seorang Dosen Filsafat seperti saya berkewajiban menghadirkan pikiran para Filsuf dengan berbagai cara.

Mahasiswa:
Maksud saya, apakah pikiran Pak Marsigit mencerminkan Filsafat?

Marsigit:
Tidaklah mudah menerima amanah menjadi dosen Filsafat itu. Maka ujilah pikiran-pikiranku itu melalui tulisan-tulisanku dalam Elegi-elegi. Anda sendiri yang kemudian menentukan seberapa jauh pikirankumencerminkan Filsafat.

Mahasiswa:
Kenapa P Marsigit tidak menjelaskan Filsafat secara singkat, padat, gambling sehingga mudah dipelajari? Kemudian, apakah dan bagaimanakah metode mengajar Filsafat yang diterapkan?

Marsigit:
Aku berusaha membelajarkan Filsafat dengan metode filsafat. Aku membiarkan murid-muridku membangun sendiri Filsafatnya. Aku hanya berusaha sekeras mungkin melayani kebutuhan muridku dalam membangun Filsafat. Maka tidaklah aku memberikan Filsafat itu kepada murid-muridku, kecuali anda semua mencari dan membangunnya sendiri.

Mahasiswa:
Mengapa Bapak membuat Blog dan Elegi-elegi?

Marsigit:
Blog adalah teknologi, sedangkan Elegi adalah pikiranku. Jikalau engkau ingin belajar Filsafat kepadaku maka pelajarilah Pikiranku. Pikiranku sudah aku sebarkan di dalam Elegi-elegi.

Mahasiswa:
Paradigma apa yang melatarbelakangi cara Bapak mendidik kami?

Marsigit:
Berdasarkan pengalaman saya, maka dengan ini aku proklamirkan bahwa aku telah menemukan dan mengembangkan Paradigma Belajar sebagai berikut: “Belajar adalah sintesis dari tesis-tesis dan anti-tesis anti tesis dari segala yang ada dan yang mungkin ada dari diriku maupun dari luar diriku yang merentang dalam ruang dan waktu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan, baik secara intensif maupun ekstensif”

Mahasiswa:
Wah saya agak bingung, karena kalimatnya telalu panjang. Singkatnya bagaimana Pak?

Marsigit:
Singkatnya, “Belajar itu kapanpun dan dimanapun secara kontinu”. Itulah relevansi penggunaan Blog, karena Blog akan menjamin dan menfasilitasi anda dapat belajar kapanpun dan di manapun.

Mahasiswa:
Kenapa Pak Marsigit pernah mengatakan bahwa pada akhir perkuliahan malah nantinya mahasiswa tidak bisa mendefinisikan Filsafat?

Marsigit:
Pada akhir kuliah anda akan tahu bahwa ada berbagai macam kebenaran. Jika kebenaran itu satu maka itu Monisme. Jika kebenaran itu mutlak maka itu Absolutisme. Jika kebanaran itu satu maka cukup mudah mendefinisikan Filsafat, yaitu cukup diambil dari sumbernya saja. Jika kebenaran itu banyak itu Pluralisme. Dalam Pluralisme, maka yang ada dan yang mungkin ada berhak mendefinisikan Filsafat. Jika demikian maka engkau tidak bisa hanya mengambil satu atau beberapa dari semuanya itu. Maka anda tak pernah mampu mendefinisikan Filsafat.

Mahasiswa:
Siapakah yang paling berhak mempelajari Filsafat? Apakah orang beragama? Apakah orang kafir boleh mempelajari Filsafat?

Marsigit:
Setiap orang bisa mempelajari Filsafat. Jika orang Islam berfilsafat maka semoga semakin baik ke Islamannya. Jika orang Majusi belajar filsafat maka semakin baik Majusinya. Jika orang Kafir berfilsafat maka mungin semakin Kafirlah dia.

Mahasiswa:
Kapan dan darimana kita mulai dan berhenti belajar Filsafat

Marsigit:
Anda dapat mempelajari Filsafat kapanpun dan dari manapun. Berhenti kapanpun dan di manapun.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling bodhoh itu?

Marsigit:
Orang yang paling bodhoh adalah orang yang sudah merasa jelas.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling pandai itu?

Marsigit:
Orang yang paling pandai bukanlah diriku.

Mahasiswa:
Siapakah orang yang paling seksi?

Marsigit:
Orang yang paling seksi adalah Barack Obama

Mahasiswa:
Siapa orang yang paling berbahaya?

Marsigit:
Orang yang paling berbahaya adalah diriku.

Mahasiswa:
Saya harus bagaimana Pak, karena kemarin tidak ikut ujian?

Marsigit:
Dunia adalah dirimu. Aku hanya menyaksikannya. Hidup ini berkomponen liner ke depan. Maka sabar, tawakal dan berdoalah secara ikhlas untuk menatap masa esokmu.

Mahasiswa:
Nilaiku Test Jawab singkat jelek Pak. Sedangkan Ujian tertulisnya sangat sulit. Terus bagaimana Pak, apakah saya terancam tidak lulus?

Marsigit:
Semua tes dan ujian bermanfaat untuk melihat diri dan introspeksi. Tes yang telah aku laksanakan menunjukkan lemahnya pikiran kita untuk mengetahui segala yang ada danyang mungkin ada di luar pikiranku. Jika demikian maka satu-satunya harapan adalah dengan cara membaca Elegi-elegi secara ikhlas.

Mahasiswa:
Apa yang dimaksud membaca Elegi secara Ikhlas?

Marsigit:
Pahamilah isinya. Bacalah komen-komennya. Sintesiskan pikiran yang lain dan hasilkanlah anti-tesis anti-tesisnya.

Mahasiswa:
Terimakasih Pak.

Marsigit:
Terimakasih kembali. Selamat berjuang. Semoga sukses. Amin.

42 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Di dalam elegi terdapat pemikiran para filsuf yang dituangkan dalam makna yang tersembunyi. Sehingga diharapkan para mahasiswa untuk membaca, memahami, dan memaknai elegi-elegi tersebut dengan ikhlas. Walaupun secara filsafat pada akhirnya kita tidak akan pernah dapat mendefinisikan sesuatu hal, karena dalam filsafat objek kajiannya selalu menembus ruang dan waktu. Objek kajian filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  2. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Filsafat dimulai dengan bertanya. Dengan pertanyaan itu kita belajar untuk mencari tahu jawaban, berdiskusi dengan yang lain tentang apa yang ada dan yang mungkin ada. Apa yang bisa muncul dari pertanyaan itu dan apa makna dibalik pertanyaan dan jawaban yang mungkin ada. Berfilsafat mengajarkan kita untuk terus belajar mensyukuri nikmat hidup dari berbagai sisi kehidupan. Berfilsafat mengajarkan kita hidup sehat, hidup yang sesuai dengan ruang dan waktu.



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari pemaparan ini, bahwa untuk belajar filsafat tidaklah instan, perlu ada proses berfikir yang kontinu. Salah satunya dengan membaca elegi-elegi. Namun, menurut saya alangkah lebih baik jika ketika mempelajari filsafat, maka harus ada landasan berpikir yang benar terlebih dahulu. Jika kita seorang muslim, maka landasan berpikir kita adalah akidah islam. Hal itu berguna ketika dihadapkan dalam hal-hal yang bertentangan ketika berfilsafat, maka dengan sendiri pikiran kita bisa mem-filter-nya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  4. Vety Triyana Kurniasari
    13301241027 / P. Matematika Internasional 2013

    Berdasarkan apa yang telah saya baca dari elegi di atas. Saya menggaris bawahi pada bagaimana prof. Marsigit mengajak mahasiswanya untuk membangun filsafat pada dirinya masing - masing dan hal tersebut sudah kami rasakan. Tidak hanya dalam mata kuliah filsafat, namun juga pada mata kuliah yang lain sebelumnya. Belajar akan sangat efektif dan dapat bermanfaat banyak apabila pembelajar dapat mengkonstruk sendiri pengetahuan - pengetahuan yang telah dimilikinya lalu menyintesiskannya dengan pengetahuan baru yang didapatkannya. Semoga keikhlasan belajar selalu tercurahkan pada diri kita masing - masing.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  5. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Dalam elegi refleksi elegi, menjelaskan tentang belajar filsafat. Belajar filsafat itu adalah bagaimana kita menggunakan pikiran kita.Karena sesungguhnya kekuatan pikiran kitalah yang akan membuat apakah diri kita ini bisa menggapai sesuatu yang kita inginkan atau tidak. Salah satu refleksi dari elegi adalah dengan mengomentari elegi, karena dengan komen elegi, wawasan kita tentang filsafat akan terasah secara sendirinya. Terimakasih prof metode yang luar biasa.

    ReplyDelete
  6. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Blog ini adalah sarana untuk menghadirkan pemikiran para filsuf dengan cara yang sudah menjadi pikiran Pak Marsigit. Ketika membaca elegi-elegi dalam blog ini, maka kita akan merefleksikannya dengan elegi yang lain. Mencari kebenaran pemikiran para filsuf dengan berbagai sumber yang ada. Maka dari itu, tidak hanya berhenti setelah membaca posting blog lalu memberi komentar, tetapi untuk terus usaha dalam mencari kebenaran yang lainnya. Karena elegi-elegi yang ada di blog ini sifatnya adalah membimbing kita untuk mengenali pemikiran para filsuf. Karena manusia tidak ada yang sama dalam apapun, maka mengambil makna dari sebuah tulisan juga berbeda-beda. Sehingga siapapun yang membaca blog ini akan membangun filsafatnya masing-masing.

    ReplyDelete
  7. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata “filo” dan “sophia” yang artinya filo adalah cinta dan sophia adalah kebijaksanaan. Maka dari kata tersebut, dapat kita ketahhui bersama bahwa dalam filsafat ada kebijaksanaan. Jika mempelajari filsafat maka kita juga akan dapat mempelajarinya dengan menggunakan hubungan ontologi, epistimologi dan aksiologi. Ontologi adalah hakikat substansi dan pola organisasi ilmu pendidikan; Epistimologi adalah hakikat objek formal dan material; aksiologi adalah hakikat nilai kegunaan dan praktis. Cara mempelajari filsafat salah satunya adalah membaca blog yang telah memanfaatkan teknologi, sedangkan elegi adalah pikiran Prof. Karena jika ingin belajar Filsafat kepada beliau maka pelajarilah bagaimana pikiran beliau. Karena pikiran beliau sudah disebarkan di dalam Elegi-elegi.

    ReplyDelete
  8. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Elegi tentang hasil refleksi elegi menguraikan makna bagaimana Prof. Marsigit dalam blog ini membelajarkan filsafat dalam metode yang lain. Prof berusaha membangun filsafat peserta didik dengan konstruktivisme dengan menguraikan pikiran-pikiran para filsuf dengan eleginya Prof. Saya sedang berusaha mensitesiskan tesis dan anti tesis dalam elegi Prof. Akan tetapi saya tidak yakin apakah sintesis saya sesuai atau tidak. Karena memang saya berusaha menggapai pikirannya Prof. Marsigit dan sebagai usaha menggapai logosnya filsuf melalui blog ini.

    ReplyDelete
  9. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Filsafat lebih banyak belajar bagaimana cara kita mampu merefleksikan segala sesuatu. Ketika kita belajar filsafat seperti kita mempelajari pola pikir diri kita dan pola pikir orang lain yang akan sangat berguna bagi kehidupan kita. Dengan belajar filsafat kita dapat mengetahui dengan jelas yang ada dan yang mungkin ada. Selain itu kita juga belajar dari segi ruang dan waktu sehingga menghasilkan pemikiran yang lebih mendalam dan menyeuruh.

    ReplyDelete
  10. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Belajar filsafat itu dimulai dari keihklasan memahami dan membaca pikiran seorang ahli, apabila kita mempelajarinya secara kontinu, maka filsafat akan muncul melalui pikiran. Saya setuju dengan pernyataan Prof. Marsigit bahwa filsafat harus dibangun sendiri dengan membaca elegi-elegi, karena semuanya sudah dijelaskan di blog ini. Setelah membaca, tentunya akan ada banyak pertanyaan di kepala kita tentang sesuatu yang masih belum dimengerti, dan proses inilah merupakan awal seseorang mulai berfilsafat.

    ReplyDelete
  11. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Belajar itu kapanpun dan dimanapun secara kontinu. Termasuk dalam belajar filsafat ini kita dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Di perkuliahan kita belajar, di rumah pun kita dapat belajar melalui elegi- elegi.Pagi, siang, sore, malam kita juga bisa belajar filsafat. Dan yang terpenting adalah kontinu. Belajar itu harus kita lakukan terus- menerus, berkelanjutan. Karena belajar itu merupakan suatu proses sepanjang hayat, harus dilakukan secara kontinu. Dan sebenar- benar belajar itu harus diiringi dengan rasa ikhlas.

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Belajar filsafat ini mengajarkan saya untuk berpikir secara intensif dan ekstensif, yaitu sedalam-dalam dan seluas-luasnya, mensintesiskan tesis-tesis dan ati-tesis anti-tesis dari segala yang ada dan mungkin ada yang merentang dalam ruang dan waktu dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan. Melalui metode belajar Pak Marsigit, saya dapat belajar filsafat ilmu kapan pun dan dimana pun, bahkan walapun saya sudah lulus, saya masih bisa belajar dengan membaca dan memahami elegi-elegi bapak. Dalam istilah model pembelajaran, model yang digunakan Pak Marsigit dapat disebut dengan blended learning. Yang menyatukan pembelajaran tatap muka dan online learning, sehingga guru/dosen dapat mengefektifkan pembelajaran di kelas. Dalam pembelajaran matematika, seringkali waktu belajar menjadi permasalahan utama para guru. Sehingga menggunakan model ini, seperti yang dilakukan Pak Marsigit, dapat menjadi salah satu solusinya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  14. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Setiap orang bisa mempelajari fisafat. Filsafat adalah pikiran para filsuf. Oleh karena itu belajar filsafat adalah belajar pikiran para filsuf. Metode belajar filsafat sangatlah banyak, bisa dari buku atau yang lainnya. Salah satu metode yang digunkan oleh Pak Prof. Marsigit dalam belajar filsafat adalah membaca elegi-elegi pada blog. Disini kita diajarkan dan dilatih untuk memahami setiap elegi dengan cara mengkomentari setiap elegi-elegi pada blog.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  15. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B
    Elegi refleksi elegi ini merupakan gambaran dari persoalan kami sebagai mahasiswa dan bagaimana cara bapak menjawab permasalahan kami. Memang dalam belajar filsafat kami merasa kesulitan karena berpikir apa yang para filsuf pikirkan itu sangat sulit. Bahkan membaca pikiran diri sendiri saja sangat sulit. Akan tetapi metode yang digunakan oleh Bapak dalam membelajarkan filsafat kepada mahasiswa sangatlah unik. Metode yang digunakan dapat melayani kebutuhan belajar mahasiswa dengan luasnya kesempatan mahasiswa dalam membangun filsafatnya sendiri. Elegi-elegi yang diposting dalam blog ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun filsafatnya. Dengan demikian, mahasiswa dapat terus menerus belajar filsafat tanpa melalui tatap muka, bahkan setelah 1 semester perkuliahan filsafat telah berakhir. Saya tengah merasakan banyak manfaat dari elegy-elegi dalam blog ini, elegy-elegi tersebut banyak mengajarkan saya untuk ikhlas, selalu berikhtiar, dan mendekatkan diri dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Refleksi artinya melihat kembali, seperti halnya cermin yang merefleksikan diri kita melalui bayangan pantulnya. Merefleksikan sesuatu berarti meninjau kembali dengan seksama. Elegi merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh Prof.Marsigit untuk mahasiswanya dalam belajar filsafat. Dalam refleksi tersebut dikatakan bahwa pada akhirnya mahasiswa tidak akan bisa mendefinisikan filsafat. Karena semua itu relatif tergantung ruang dan waktunya. Bukankah filsafat adalah pandangan kritis mengenai hidup, dan hidup itu bersifat relatif. Relatif yang dimaksudkan adalah dari sudut pandang mana. Berpikir melalui sudut pandang monisme berbeda dengan berpikir dengan sudut pandang dualisme, berbeda pula dengan sudut pandang pluralisme dan absolutisme.

    ReplyDelete
  17. Dalam elegi refleksi elegi di atas, kita diminta untuk memahami filsafat sesuai dengan yang ada dalam pikiran kita dan yang mungkin ada diluar pikiran kita sesuai dengan dimensi ruang dan waktu yang kita miliki masing-masing dengan tetap mengacu pada pemikiran filsuf yang ada. Kita diminta memahami sejauh mana kita mengerti dan paham pada filsafat-filsafat yang ada yang merupakan hasil pemikiran dari filsuf-filsuf terdahulu sehingga kita dapat menerapkannya dalam kehidupan kita secara nyata.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  18. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Elegi refleksi elegi memberikan makna bahwa sebagai mahasiswa yang sedang atau telah mengikuti perkuliahan filsafat ini mampu mereflesksikan dari berbagai topik yang telah dibahas dalam filsafat yang salah satunya adalah elegi. Dalam perkuliahan ini, oleh Prof. Marsigit telah menyediakan berbagai fasilitas belajar filsafat kapan pun dan di mana pun kita berada yaitu salah satunya dengan membaca blog ini. Dengan demikian porses pembelajaran filsafat kita hanya dibatasi oleh perkuliahan yang sifatnya tatap muka yang terbatas ruang dan waktu tetapi juga dapat membaca refrensi-refrensi yang tersedia di blog ini. Sehingga dengan demikian mahasiswa dapat membangun sendiri filsafatnya.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  19. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Filsafat itu adalah olah pikir, membaca pernyataan itu saja sudah menunjukkan bahwa filsafat itu ada setiap saat kita berpikir, dan kita tidak dapat menghindarinya. Semua hal di dunia itu saling terhubung. Karena olah pikir, maka dalam belajar filsafat harus memperkuat hati kita. Karena jika tidak pikiran kita/ideologi kita akan terpengaruh oleh yang kita pelajari. Sehingga berdoa sebelum belajar itu penting. Selain itu, orang yang menganggap sudah jelas maka itu mitos/berhenti. Karena sesungguhnya orang yang berilmu itu tidak pernah merasa sudah jelas, dan terus muncul pertanyaan-pertanyaan terkait dengan permasalahan yang dihadapi.

    ReplyDelete
  20. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Berfilsafat mengajarkan kita untuk terus belajar mensyukuri nikmat hidup dari berbagai sisi kehidupan. Berfilsafat mengajarkan kita hidup sehat, hidup yang sesuai dengan ruang dan waktu. Belajar filsafat itu dimulai dari keihklasan memahami dan membaca pikiran seorang ahli, apabila kita mempelajarinya secara kontinu, maka filsafat akan muncul melalui pikiran.

    ReplyDelete
  21. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Berfilsafat mengajarkan kita untuk terus belajar mensyukuri nikmat hidup dari berbagai sisi kehidupan. Berfilsafat mengajarkan kita hidup sehat, hidup yang sesuai dengan ruang dan waktu. Belajar filsafat itu dimulai dari keihklasan memahami dan membaca pikiran seorang ahli, apabila kita mempelajarinya secara kontinu, maka filsafat akan muncul melalui pikiran.

    ReplyDelete
  22. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Dari elegi diatas menjelaskan tentang bagaimana caranya kita belajar filsafat. Belajar filsafat harus didasari pada niat yang kuat dan ikhlas agar kita dapat membangun dunia yang independen dan sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Karena itu belajarlah filsafat dengan niat yang kuat dan ikhlas perbanyaklah referensi membaca agar pemahaman kita lebih intensif dan ekstensif misalnya dengan membaca elegi-elegi dari Pak Marsigit dan berusaha memahami isinya sehingga kita mampu mensintesiskan pikiran kita dari membaca elegi yang dapat dituangkan dalam kolom komentar yang disediakan

    ReplyDelete
  23. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Setelah membaca elegi di atas, dipaparkan bahwa “Elegi adalah pikiranku”. Maka, elegi-elegi dalam blog ini adalah buah pemikiran Bapak Prof. Dr. Marsigit, MA. Memahami elegi sama artinya dengan memahami pemikiran pembuat elegi.
    Dan itulah salah satu hakikat filsafat ilmu yang sering diutarakan yakni; terjemah dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  24. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada pak Marsigit, yang telah menuliskan eleginya sebagai cara mentransformasikan pandangan dan pikiran yang sangat diperlukan dalam proses mencari pengetahuan tentang filsafat. Jika ingin mempelajari filsafat maka pelajarilah pikiran pak Marsigit. Elegi yang ditulis adalah pikiran pak Marsigit. Semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  25. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Memahami tentang arti pentingnya belajar. Belajar tidak terbatas ruang ataupun waktu. Belajar dimana dan kapan saja. Ruang kuliah tidak mampu memfasilitasi proses belajar. Ruang kelas terbatas. Sehingga cara yang terbaik adalah belajar yang tidak terbatas ruang dan waktu. Kapan dan dimana saja berada, karena itulah hakikatnya belajar. Maka apresiasi ucapan terimakasih kepada Pak Marsigit atas blog yang digunakan sebagai cara mahasiswa mempelajari materi-materi yang disajikan. Pada hari guru bulan November ini, saya berdoa mudahan apa yang diusahakan beliau menjadi amal ibadah.

    ReplyDelete
  26. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Filsafat itu tidak dapat diberikan dari orang lain, tetapi kita harus mencari dan membangun filsafat kita sendiri, karena filsafat adalah diri kita sendiri. Pak Marsigit pun membiarkan kita sebagai mahasiswa untuk membangun filsafatnya sendiri melalui elegi-elegi yang telah di buat beliau.

    ReplyDelete
  27. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Orang yang paling bodoh adalah orang yang sudah merasa jelas. Ketika seseorang telah merasa jelas akan sesuatu maka orang itu akan puas dengan pengetahuannya akan sesuatu, merasa ilmunya yang paling benar, merasa paham akan ilmunya itu dan tidak akan mencari tahu lebih dalam dan pada saat itulah orang itu akan dianggap paling bodoh karena tidak akan mencari ilmu lebih banyak lagi.

    ReplyDelete
  28. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Filsafat itu adalah dirimu sendiri. Filsafat adalah kegiatan berpikir. Maka, jika kita sudah menggunakan pikiran kita untuk memahami yang ada dan yang mungkin ada tergantung ruang dan waktu, maka kita sedang berfilsafat. Pak Marsigit menyuruh kita untuk menjadi diri sendiri dalam mempelajari filsafat karena tidak mungkin kita bisa meniru bayangan pak Marsigit. Insyaallah pengetahuan yang sudah kita pelajari dapat bermanfaat dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  29. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Hidup adalah tentang sebuah proses dimana belajar pun termasuk di dalamnya. Belajar tidak pernah putus sampai ke liang kubur. Maka secara lebih sempit, dalam belajar filsafat pun, dan dalam memahami elegy elegy dibutuhkan keikhlasan dan ketulusan hati semata mata belajar karena Allah supaya belajar dan ilmunya berkah dan manfaat aamiin.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  30. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dalam membaca elegi-elegi harus didasari perasaan ikhlas. Maksudnya mencoba memahami isinya, karena elegi itu sendiri terkadang sulit dimengerti dalam sekali baca. Untuk itu diperlukan rasa ikhlas untuk membacanya berulang kali agar kita memahami apa maksud sebenarnya dibalik suatu elegi. Dengan mencoba memahami elegi kita akan mendapatkan berbagai pesan yang bermanfaat. Dengan membaca elegi juga kita dapat membangun pemahaman kita tentang filsafat.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  31. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Dalam memperlajari filsafat haruslah kita berolah pikir. Oleh karena hasil pemikiran para filsuf itu tidaklah akan tertulis secara gamblang, sehingga kita perlu membuat sintesis dari pemikiran filsuf-filsuf tersebut. Filsafat itu juga sellau nmenembus ruang dan waktu artinya dia akan mengikuti waktu dan pada kondisi apapun dimana dia berada. Berfilsafat juga akan membuiat kita sellau bersyukur dengan keadaan kita yang ada saat ini.

    ReplyDelete
  32. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Ya, sekali lagi kuproklamirkan juga bahwa sebenar-benar diriku adalah tong kosong dalam memahami filsafat. Aku bersumsi bahwa filsafat adalah A dengan sifat-sifatnya yeang bermiliar-miliar pangkat bermiliar-miliar. Adapula yang menganggap bahwa filsafat adalah A1, B1, B, C2, dan seterusnya. Dengan belajar seperti ini, inilah ikhtiar bapak dan inilah ikhtiarku. Aku hanya tong kosong yangg terus mencari isi dari filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  33. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Thinking could be a tiresome job if you are not the kind who wants to spend his time on empty thought. However, it would be good for you to remember that some of the best writings have come because someone has paused to think and then write on the curiousness of life. In like manner, it would be a good idea for you to spare some time and write a reflective essay on what philosophy is all about.

    ReplyDelete
  34. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    dalam filsafat ada tiga komponen utama yaitu Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi, maka apabila kita ingin belajar filsafat maka ketiga komponen itu harus kita pahami, dan begitu juga elegi refleksi elegi, bahwa dalam elegi itu merupakan refleksi dari elegi-elegi sebulumnya dan elegi yang tertuang dalam blog ini merupakan refleksi dari filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  35. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Tiadalah belajar filsafat apabila tidak bisa merefleksikannya. jika ingin belajar filsafat dan memahaminya maka belajarlah dari para filsuf dan pemikiran filsuf. begitu juga saya dengan membaca elegi-elegi dalam blog ini memberikan gambaran filsafat dan pemikiran filsuf, maka sebenar-benar filsafat adalah untuk menjadi lebih baik lagi, dan saya berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dan lebih memahami filsafat, walaupun ilmu yang saya miliki masih sedikit.

    ReplyDelete
  36. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Dari elegy ini lah kita sadar bahwa kita perlu berpikir secara ekstensif dan intensif yaitu belajar sedalam-dalamnya, berpikir seluas-luasnya, serta sabar, tawakal dan berdoa secara ikhlas agar kita mampu menjadi manusia yang bijaksana, paham terhadap ruang dan waktu. Filsafat adalah olah pikir dan berpikir berdasarkan pemikiran para filsuf. Pemikiran para filsuf ini dapat kita pelajari dalam elegi. Elegi adalah sarana yang pas karena tidak terbatas pada ruang dan waktu. Elegi disusun dengan menggunakan bahasa analog. Betapa berat dan sulit untuk memahami bahasa analog yang terdapat dalam elegi.

    ReplyDelete
  37. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Belajar filsafat itu proses refleksi diri, dan refleksi diri tidak terbatas jumlahnya karena segala sesuatu yang ada maupun yang mungkin ada dalam diri kita maupun diluar dari diri kita itu berstruktur meliki level derajat dan dimensi yang beranekaragam baik secara kuantitatif maupun kulitatitif dan faktanya kesemua dari struktur itu selalu menglami perubahan. Maka dalam belajar filsafat harus diiringi dengan kesadaran sekaligus pengakuan bahwa diri kita ini ternyata tidak tahu apapun, diri kita ini dalam belajar filsafat bagaikan ikan dilautan lepas yang bersifat intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  38. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Filsafat adalah pemikiran para filsuf. Filsafat adalah olah pikir. Sedangkan daya pikir kita cukup luas dan selalu berkembang. Meskipun ada saatnya kita harus berhenti.
    Untuk itu, menurut saya belajar filsafat tidak akan ada habisnya. Tidak bisa kita hanya memandang satu aspek saja. Ada banyak aspek yang bisa kita tinjau dari segi-segi kehidupan hitam putihnya. Seseorang sudah dikatakan berfilsafat menurut saya karena orang lain berpendapat begitu dan mengakuinya. Karena filsafat adalah pikiran.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  39. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  40. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    sebenar-benar filsafat adalah diriku. Hal ini berarti bahwa kebenaran filsafat setiap orang berbeda. Pilihan Bapak Marsigit sebagai fasilitator dalam belajar filsafat tidak lain adalah agar mahasiswanya mampu untuk menemukan filsafatnya, cara berpikirnya, sudut pandangnya dengan cara mensintesis dari tesis dan anti tesis. Belajar filsafat bukanlah hal yang dapat dilakukan secara instan. Belajar harus dilakukan secara berkelanjutan, kapanpun, dan dimanapun.

    ReplyDelete
  41. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Cukup tertegung melihat jawaban yang Prof Marsigit berikan bahwa orang paling seksi adalah Barack Obama. Presiden amerika serikat yang menjabat dari tahun 208, dan baru saja resmi digantikan oleh Donald Trump. Obama mungkin menjadi orang paling seksi karena sikapnya yang tenang, kharismatik, dan menjadi suami yang menakjubkan dan ayah yang sangat baik. Beliau menunjukan kepada dunia bahwa keluarga itu sangat penting, dan ini merupakan salah satu ciri paling seksi yang dimiliki oleh seorang manusia.

    ReplyDelete
  42. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    membaca elegi adalah memahami elegi tersebut secara intensif dan ekstensif. Untuk dapat mengintensif dan mengekstensifkan elegi tersebut maka harus ikhlas, mulai dengan niat yang lurus, sungguh-sungguh dan bersabar dalam menjalaninya. Saya kira membaca elegi adalah memaknai elegi yaitu aktifitas mensintesiskan pikiran dari tesis dan antitesis, memikirkan tesis-tesis dari antithesis dan antithesis antithesis dari tesis yang ada.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id