Oct 21, 2012

Elegi Menggapai Purnakata




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wahai para elegi, berat rasanya aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.


Para elegi:
Wahai orang tua berambut putih, janganlah engkau merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu kepadaku. Berbicara lugaslah kepadaku, jangan sembunyikan identitasmu, dan jangan sembunyikan pula maksudmu.

Orang tua berambut putih:
Sudah saatnya aku menyampaikan bahwa saatnya kita berpisah itu juga sudah dekat. Mengapa? Jika aku terlalu lama dalam elegi maka bukankah engkau itu akan segera menjadi mitos-mitosku. Maka aku juga enggan untuk menyebut sebagai orang tua berambut putih. Aku juga ingin menanggalkan julukanku sebagai orang tua berambut putih. Bukankah jika engkau terlalu lama menyebutku sebagai orang tua berambut putih maka engkau juga akan segera termakan oleh mitos-mitosku. Ketahuilah bahwa orang tua berambut putih itu adalah pikiranku. Sedagkan pikiranku adalah diriku. Sedangkan diriku adalah Marsigit. Setujukah?

Para elegi:
Bagaimana kalau aku katakana bahwa Marsigit adalah pikirannya. Sedangkan pikirannya adalah ilmunya. Sedangkan ilmunya itu adalah orang tua berambut putih.

Marsigit:
Maafkan aku para elegi, bolehkah aku minta tolong kepadamu. Aku mempunyai banyak murid-murid. Apalagi mereka, sedangkan engkau pula akan segera aku tinggalkan. Maka murid-muridku juga akan segera aku tinggalkan. Mengapa aku akan segera meninggalkanmu dan meninggalkan murid-muridku? Itulah suratan takdir. Jika para muridku mengikuti jejakku maka dia melakukan perjalanan maju. Sedangkan jika aku tidak segera meninggalkan muridku maka aku aku akan menghalangi perjalanannya. Aku harus member jalan kepada murid-muridku untuk melenggangkan langkahnya menatap masa depannya.

Mahasiswa:
Maaf pak Marsigit. Saya masih ingin bertanya. Bagaimanakah menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

Marsigit:
Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Seangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disampiang telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, apakah sebenarnya filsafat pendidikan matematika itu? Dan apa bedanya dengan filsafat matematika? Dan apa pula bedanya dengan matematika?

Marsigit:
Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, tetapi aku tidak pernah menemukan semua ungkapanmu itu dalam buku-buku referensi primer?

Marsigit:
Ungkapan-ungkapanku itu adalah kualitas kedua atau ketiga. Kualitas kedua atau ketiga itu merupakan hasil refleksi. Filsafat adalah refleksi. Jadi hanya dapat diketahui melalui kajian metafisik.

Mahasiswa:
Apa pula yang dimaksud metafisik?

Marsigit:
Metafisik adalah setelah yang fisik. Maksudnya adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Maka dirimu itulah metafisik.

Mahasiswa:
Lalu apa bedanya matematika dengan filsafat matematika?

Marsigit:
Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Jadi 3+5=8 itu dapat dipandang sebagai hasil penelitian matematika yang sangat sederhana dan terlalu sia-sia untuk mempersoalkan. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8. Mengapa? Karena filsafat itu refleksi. Ketahuilah 3+5=8 itu, bagi filsafat, hanya betul jika kita mengabaikan ruang dan waktu. Tetapai selama kita masih memperhatika ruang dan waktu maka kita bias mempunyai 3 buku, 3 topi, 3 hari, dst…5 pensil, 5 pikiran, 5pertanyaan, dst…Maka kita tidak bisa mengatakan 3pensil +5 topi = 8 topi, misalnya.

Mahasiswa:
Lalu apa relevansinya mempelajari filsafat dengan pendidikan matematika?

Marsigit:
Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Para pendidik, atau guru atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika, mereka itu ibarat penunmpang KA tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang KA bisa mengetahui semua aspek sudut-sudut gerbong KA dalam perjalanannya. Maka filsafat pendidikan matematika itu ibarat seorang penumpang KA itu keluar dari gerbong KA an kemudian naik helicopter untuk mengikuti dan memonitor laju perjalanan KA itu. Maka orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika.

Mahasiswa:
Aku bingung dengan penjelasanmu itu. Bisakah engkau memberikan gambaran yang lebih jelas?

Marsigit:
Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika? Maka bacalah elegi-elegi itu semua, maka niscaya engkau akan bertambah sensitive terhadap pendidikan matematika. Sensitivitasmu terhadap pendidikan matematika itu merupakan modal dasar bagi dirimu agar mampu merefleksikannya.

Mahasiswa:
Apakah filsafat itu meliputi agama?

Marsigit:
Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatika. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.

Mahasiswa:
Apa yang engkau maksud dengan jebakan filsafat?

Marsigit:
Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika engkau mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. Jika para guru peserta pelatihan, kemudian enggan melaksanakan hasil-hasil pelatihan setelah selesai pelatihan, itu adalah jebakan filsafat. Jika engkau pura-pura disipli maka itu jebakan filsafat. Maka bacalah lagi elegi jebakan filsafat.

Mahasiswa:
Apa pantangan belajar filsafat?

Marsigit:
Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.

Mahasiswa:
Apa tujuan utama mempelajari filsafat?

Marsigit:
Tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Tidaklah mudah menjadi saksi itu. Jika ada seminar tentang pendidikan matematika, tetapi engkau tidak ikut padahal mestinya engkau bisa ikut, maka engkau telah gagal menjadi saksinya pendidikan matematika. Itu hanyalah satu contoh saja. Jika ada perubahan kurikulum tentang pendidikan matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu padahal engkau mestinya bisa, maka engkau telah kehilangan kesempatanmu menjadi saksi. Jika ada praktek-praktek pembelajaran matematika yang tidak sesuai dengan hakekat matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu maka engkau telah gagal menjadi saksi. Dst.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, kenapa engkau melakukan ujian-ujian untuk kuliah filsafat pendidikan matematika? Padahal aku sangat ketakutan dengan ujian-ujian.

Marsigit:
Ujian itu ada dan jika keberadaannnya tersebar sampai kemana-mana untuk berbagai kurun waktu maka mungkin ujian itu termasuk sunatullah. Maka aku mengadakan ujian itu juga dalam rangka menjalani suratan takdir. Padahal bagiku tidaklah mudah untuk mengujimu, karena akan sangat berat mempertangungjawabkannya.

Mahasiswa:
Kenapa bapak kelihatan berkemas-kemas mau meninggalkanku?

Marsigit:
Aku tidak bisa selamanya bersamamu. Paling tidak itu fisikku, tenagaku, energiku, ruangku dan waktuku. Tetapi ada hal yang tidak dapat dipisahkan antara aku dan engkau, yaitu ilmuku dan ilmumu. Diantara ilmuku dan ilmuku ada yang tetap, ada yang sama, ada yang. Tetapi komunikasi kita tidak hanya tentang hal yang sama. Kita bisa berkomunikasi tentang kontradiksi kita masing-masing dan kebenaran kita masing-masing.

Mahasiwa:
Apa bekalku untuk berjalan sendiri tanpa kehadiranmu?

Marsigit:
Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Bagaimana tentang elegi-elegimu itu?

Marsigit:
Bacalah elegi-elegi itu. Itu adalah karya-karyaku yang semata-mata aku berikan kepadamu. Tetapi bacalah elegi-elegi dengan daya kritismu, karena engkau telah paham bahwa setiap kata itu adalah puncaknya gunung es. Maka sebenar-benar ilmumu adalah penjelasanmu tentang kata-kata itu.

Mahasiswa:
Bagaimana dengan elegiku?

Marsigit:
Buatlah dan gunakan elegi itu sebagai latihan untuk memperbincangkan yang ada dan yang mungkin ada. Tetapi gunakan dia itu sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebenar-benar tantanganmu itu bukanlah elegi, tetapi adalah kemampuanmu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Sedangkan tugasmu adalah bagaimana murid-muridmu juga mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Jika engkau ingin mengetahui dunia, maka tengoklah pikiranmu. Maka dunia matematika itu adalah pikiran siswa. Jadi matematika itu adalah siswa itu sendiri. Motivasi adalah siswa itu sendiri. Apersepsi adalah siswa itu sendiri. Maka berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola tugas-tugasmu. Tugas-tugasmu adalah kekuasaanmu. Maka godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu. Siapakah obyek kekuasaanmu itu. Tidak lain tidak bukan adalah murid-muridmu. Tiadalah daya dan upaya bagi murid-muridmu itu dalam genggaman kekuasaanmu kecuali hanya bersaksi kepada rumput yang bergoyang. Tetapi ingatlah bahwa suara rumput itu suara Tuhan. Maka barang siapa menyalahgunakan kekuasaan, dia itulah tergolong orang-orang yang berbuat dholim. Maka renungkanlah.

Mahasiswa:
Terimakasih pak Marsigit.

Marsigit:
Maafkan jika selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Pakailah yang baik dariku, dan campakkan yang buruk dariku. Semoga kecerdasan pikir dan kecerdasan hati senantiasa menyertaimu. Semoga kita semua selalu mendapat rakhmat dan hidayah dari Allah SWT. Amien. …Selamat berjuang.

72 comments:

  1. Seorang pendidik tak akan selamanya bersama peserta didiknya, yang akan selalu dikenang dari seorang guru adalah ilmu yang telah tersampaikan kepada muridnya. Guru yang baik adalah guru yang memberikan ilmu yang bermanfaat bagi para muridnya, walaupun manfaat itu tidak terlihat sekarang mungkin nanti dimasa depan. Guru merupakan dewa, teladan bagi murid-muridnya apa yang ia ajarkan akan menjadi berbekas atau tidak tergantung pada metode sang guru menyampaikannnya.

    Evie Dwy Wahyu Arista (15709251019/S2/PM.B)

    ReplyDelete
  2. Atika Izzatul Jannah
    12301241002
    Pend. Matematika 2012

    Melihat pernyataan Pak Marsigit:
    "Maafkan aku para elegi, bolehkah aku minta tolong kepadamu. Aku mempunyai banyak murid-murid. Apalagi mereka, sedangkan engkau pula akan segera aku tinggalkan. Maka murid-muridku juga akan segera aku tinggalkan. Mengapa aku akan segera meninggalkanmu dan meninggalkan murid-muridku? Itulah suratan takdir. Jika para muridku mengikuti jejakku maka dia melakukan perjalanan maju. Sedangkan jika aku tidak segera meninggalkan muridku maka aku aku akan menghalangi perjalanannya. Aku harus member jalan kepada murid-muridku untuk melenggangkan langkahnya menatap masa depannya."

    Pada bagian ini, terlihat Pak Marsigit ingin membiarkan murid-murid untuk terus melangkah maju dengan pemikiran yang berkembang. Cukuplah selama ini diberi ilmu dan dibimbing oleh Pak Marsigit. Sudah saatnya membuka jalan yang baru bagi para murid untuk menemukan sesuatu yang baru dan tentunya baik. Pak Marsigit ingin para murid menatap pasti masa depan tanpa harus terus terikat dengan ilmu yang selama ini ada yang membuat hanya berpikir stagnan atau bahkan undur.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  3. Atika Izzatul Jannah
    12301241002
    Pend. Matematika 2012

    Mengamati pernyataan terakhir pada tulisan ini dari Pak Marsigit:
    "Maafkan jika selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Pakailah yang baik dariku, dan campakkan yang buruk dariku. Semoga kecerdasan pikir dan kecerdasan hati senantiasa menyertaimu. Semoga kita semua selalu mendapat rakhmat dan hidayah dari Allah SWT. Amien. …Selamat berjuang. "

    Inilah contoh guru yang baik. Rendah hati karena mau minta maaf kepada muridnya, memberi pesan bahwa ambil yang baik buang yang buruk. Kemudian mendoakan muridnya untuk terus memperbaiki diri, lebih mencerdaskan pikir dan hati agar selalu mendapat Rahmat dan Hidayah dari Allah SWT. Semoga bapak juga begitu. Semoga saya bisa menjadi guru seperti bapak pula yang menjadi contoh bagi muridnya. Aamiin.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  4. Asmin Lukman (15701251024)
    PEP B S-2
    As.wr.wb.
    Jawaban atas pertanyaan tentang apakah filsafat itu meliputi agama ini semakin menambah pemahaman saya juga tentang filsafat dan agama. kemudian juga terkait dengan pantangan dalam mempelajari filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. mungkin bukan hanya filsafat tetapi setiap ilmu yang dipelajari sepotong maka hasilnya juga kurang maksimal. semoga dengan dengan rahmat yang masih dilimpahkan kepada kita, bisa membuat kita tatap berusaha untuk belajar dan berilmu.
    ws.wr.wb

    ReplyDelete
  5. Winda Dwi Astuti
    12301241009
    Pendidikan Matematika A 2012

    Menurut artikel ini, filsafat merupakan olah pikir. Ini berarti bahwa filsafat merupakan hasil dari olah pikir manusia. olah pikir tersebut melibatkan berbagai dimensi, baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Filsafat menkaji hal yang mungkin dan tidak mungkin. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya.

    ReplyDelete
  6. Fitriani
    15709251067
    PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015
    mengutu=i dari tulisa belaiu yakni"Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan."
    inilah tantangan terbesar kita dalam kehidupan kelak dimana kita dituntut untuk dapat bermasyarakat dimana kita akan lebih memahami bahwa alangkah banyaknya keragaman yang terjadi di alam semsta sehingga lambat laun potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap manusia tidak terasa secara keseluruhan secara utuh. Ciptakan harmoni kehidupan sebagai wadah berinteraksi salning menerima serta menutupi kekurangan masing-masing indivu.
    wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  7. apa elegi menggapai purna kata ini memebeikan pemahaman bahwa belajar filsafat itu mesti kontinue dan berkelanjutan. Pembelajaran fisafat yang hany 1 semester sama beliau hanya belum tentu dapat memahami filsafat keseluruhan secara intensive dan ekstensive. Tingkatan bacaan dan olah pikir agar sintesis pemikiran dapat memaknai filsafat lebih bermakna.
    Ricky Antonius Leohani
    15709251048
    PPs Pmat A

    ReplyDelete
  8. Mempelajari filsafat adalah penting. Secara spesifik mempelajari filsafat pendidikan matematika maupun filasafat matematika adalah penting bagi calon-calon pendidik. Mengapa? Krena dengan mempelajari filsafat pendidikan matematika dan filsafat matematika kita bisa lebih kritis memahami segala seluk beluk matematika dan pendidikan matematika. Hal yang sangat penting dari mempelajari filsafat matematika ialah dengan menyadari bahwa matematika adalah siswa itu sendiri. Dengan begitu calon pendidik maupun pendidik memahami apa yang semestinya dilakukan untuk membuat siswa memahami matematika.

    Tria Utari
    15709251069
    Pendidikan Matematika PPS UNY kelas B

    ReplyDelete
  9. Winda Nur Akhadya
    12313244029
    P Mat Int 2012

    Semua yang ada di dunia ini pasti memiliki filsafatnya masing-masing. Karena filsafat menembus ruang dan waktu. Semuanya akan ada filsafatnya. Termasuk pendidikan, di dalam pendidikan terdapat filsafat pendidikan. Di dalam pendidikan masih terdapat filafat pembelajaran dan di dalam filsafat pembelanjaran masih terdapat filsafat pembelajaran matematika. Filsafat pendidikan pada dasarnya merupakan tuntunan agar pembelajaran menjadi efektif dan bermakna. Pembelajaran dikatakan bermakna apabila siswa dapat menggunakan intuisinya untuk mengkonstruk pengetahuannya. Oleh sebab itu seorang guru juga harus mempelajari filsafat, agar tidak salam dalam melakukan pembelajaran.

    ReplyDelete
  10. Filsafat adalah hal yang tidak mudah untuk dipahami dan mulai dari banyak asumsi yang memiliki karakter seperti Hidup filsafat. Saya setuju dengan kata bahwa filsafat adalah proses berpikir manusia. Dimana filsafat tercermin dalam bagaimana seseorang mampu merumuskan beberapa asumsi atau opini tentang apa yang terjadi, apa yang tampak, dan terasa. Tujuan dari ini adalah untuk menemukan solusi dari masalah ini yang dihadapi oleh seseorang dalam hidupnya. Asumsi atau argumen dan solusi dari beberapa masalah adalah refleksi dari suatu peristiwa yang terjadi oleh seseorang. Posisi filsafat dalam kehidupan manusia dapat dilihat dari bagaimana seseorang dapat merumuskan solusi dari masalah mereka, seperti bagaimana mereka menemukan solusi dari kesulitan ekonomi mereka. Mereka akan memiliki kerja keras untuk mengatasinya tetapi orang-orang beragama tidak akan lupa bahwa di samping kerja keras mereka harus beribadah (mempesiapkan kehidupan selanjutnya) untuk Allah. Dari contoh ini, saya menyimpulkan bahwa posisi filsafat adalah di atas bahan yang formal tapi persis di bawah spiritual.

    ReplyDelete
  11. Arif Nur Fitriyanti
    12301241004
    Pendidikan Matematika 2012
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Melalui elegi ini, saya akhirnya mengerti mengenai tujuan berfilsafat sebenarnya. Tujuan berfilsafat adalah menjadi saksi. Memang, menurut saya setiap ilmu dasarnya adalah filsafat. Filsafat merefleksikan hakekat ilmu itu sendiri. Selain itu, dari elegi ini saya belajar bahwa jika kita adalah guru maka akan sulit rasanya untuk meninggalkan siswa-siswa. Oleh karena itu, kita harus meninggalkan ilmu atau media pembelajaran yang bermanfaat. Terima kasih.

    ReplyDelete
  12. Rydlo Ega Putra
    12313244028
    Pend. Matematika (I) 2012

    Dari elegi diatas bahwa filsafat adalah pikiran kita. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita, sehingga filsafat itu tidak termasuk agama karena tidak hanya mencakup pikiran kita, tetapi juga hati kita. Filosofinya adalah refleksi. Jadi filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika, meliputi refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika, termasuk matematika, guru, siswa, kelas, dll. Sebagai calon guru matematika untuk membuat kita sebagai tantangan untuk menjelaskan semua apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  13. menurut saya, ari elegi diatas, purnakata merupakan suatu ungkapan untuk mengungkapkan kesimpulan yang dapat diambil dari suatu peristiwa yang merangkum seluruh peristiwa sebagai sebuah kesatuan yang utuh.

    ReplyDelete
  14. Belajar tidak harus sebatas pada pendidikan formal saja. Dalam artian belajar dapat dilakukan dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Jadi ketika proses pembelajaran di kelas sudah berakhir, tidak lantas membuat sang pencari ilmu berhenti untuk belajar. Seorang peserta didik tidak boleh tergantung hanya kepada guru, seorang peserta didik berhenti belajar begitu saja. Mereka dapat belajar mandiri dengan mencari sumber belajar yang lain misal buku, internet, teman yang lebih ahli. Belajar sesuai dengan ruang dan waktu yang ada.

    ReplyDelete
  15. SUhariyono 15701251034 PEP S2 B
    Melalui artikel di atas, saya tahu bahwa filsafat adalah pikiran kita. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita, sehingga filosofi yang tidak termasuk agama karena tidak hanya mencakup pikiran kita, tetapi juga hati kita. Filosofinya adalah refleksi. Jadi filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika, meliputi refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika, termasuk matematika, guru, siswa, kelas, dll Sebagai calon guru matematika untuk membuat kita sebagai tantangan untuk menjelaskan semua apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  16. Dyah Purboningsih
    15709251058
    P. Mtk B (PPS UNY)
    Setiap pertemuan, pasti akan ada pula perpisahan. Perpisahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Allah yang mempertemukan maka Allah juga yang memisahkan. Bila sudah waktunya, maka perpisahan itu akan terjadi. Perpisahan bukanlah menjadi penghalang bagi kita untuk belajar berhenti di situ. Harapannya, perpisahan akan membuat kita untuk selalu berusaha tanpa ada ketergantungan pada siapa pun. Filsafat merupakan proses berpikir. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya, menjadikan diri mereka sosok manusia yang bijaksana, mampu memahami ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  17. Jika pak Marsigit diibaratkan sebagai orangtua berambut putih bagi mahasiswa maka ada saatnya dimana mahasiswa akan berpisah dengan orangtua berambut putih itu karena jika mahasiswa ingin selalu bersamanya maka orangtua berambut putih akan menjadi mitos buat mahasiswa. Tujuan dari penciptaan blog oleh pak Marsigit ini supaya mahasiswa tetap membaca karya-karyanya sehingga walaupun mahasiswa tidak bisa bertemu tatap muka dengan beliau tetapi mahasiswa bisa mempelajari pikirannya pak marsigit lewat blognya. Sesungguhnya sekarang saatnya mahasiswa membangun dunianya sendiri dengan pikiran kritisnya agar tidak termakan oleh mitosnya pak Marsigit. Terimakasih untuk segala ilmu yang telah diberikan kepada kami, ilmu filsafat sangatlah berguna bagi mahasiswa untuk memahami yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  18. Filsafat merupakan segala hal yang ada dan yang munkin ada serta berasal dari pemikiran kita. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua hal sebagai contohnya adalah keyakinan (agama). Karena agama bukan hanya mencakup pikiran kita, tetapi juga hati kita. Filsafat adalah refleksi, artinya filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika itu sendiri. Refleksi ini meliputi refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika, termasuk matematika, guru, siswa, kelas, dan segala hal yang berhubungan dengan pendidikan matematika. Refleksi ini juga hanya dapat diketahui dari kajian metafisik. Kajian metafisik adalah kajian yang menjelaskan segala sesuatu.

    Ricky Antonius Leohani
    15709251048
    Pps Pmat A

    ReplyDelete
  19. Tantangan bagi para guru adalah, bagaimana kita bisa menjelaskan segala hal yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan. Maka, seorang guru harus tahu terlebih dahulu tentang apa yang ada dan yang mungkin ada tersebut. Dengan berfilsafat, guru dapat mengetahui struktur ruang dan waktu mana yang tepat untuk dapat menerapkan hasil-hasil pemikiran, apa yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  20. Hernestri Anggraheni
    12301241040
    Pend Matematika 2012

    Filsafat adalah suatu hasil olah pikir. Filsafat adalah hasil refleksi dan refleksi hanya dapat diketahui dari kajian metafisik. Dalam kehidupan, agama tidak termasuk filsafat karena dalam agama terdapat olah hati dan olah pikir, sedangkan filsafat adalah oalh pikir. Matematika adalah sesuatu yang pasti karena 3+5=8 tetapi dalam filsafat belum tentu 3+5=8 karena filsafat terpengaruh dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  21. Rusi Ulfa Hasanah
    15709251078
    Pendidikan Matematika PPS UNY Kelas B

    Filsafat adalah olah pikir dan refleksi. Perlu diketahui bahwa pemikiran berdimensi, orang yang berpikir juga berdimensi dan yang dipikirkan juga berdimensi sehingga mustahil bagi manusia untuk memikirkan segala yang ada dan mungkin ada dalam satu waktu yang sama. Ketika memikirkan yang satu, hal yang lain akan disingkirkan terlebih dahulu (Epoche). Lain halnya dengan agama atau spiritual, agama tidak perlu dipikirkan kenapa dan mengapanya karena kita sebagai seorang hamba hanya perlu menjalankan dengan hati.

    ReplyDelete
  22. Lia Agustina
    15701251038
    PEP B

    Saya sangat menggarisbawahi pernyataan Prof. Marsigit bahwa Filsafat adalah olah pikir.
    Maka sadar atau tidak kita setiap hari setiap menit dan detiknya sedang berfilsafat.
    Mengapa demikian?
    Karena jika kita tidak berfilsafat maka kita tidak berpikir. Itulah pentingnya filsafat. Semua hal didunia ini adalah berisi tentang filsafat kecuali agama yang tidak hanya sekadar dipikirkan namun juga butuh untuk dirasakan.

    ReplyDelete
  23. Pentingnya memahami filsafat adalah kita bisa senantiasa bersyukur dengan nikmat yang diberikan oleh Tuhan YME.
    Dengan mempelajari filsafat kita bisa lebih kritis dalam berpikir.
    Sehingga kita bisa lebih menyadari betapa besar nikmat Tuhan YME yang diberikan pada kita. Akan tetapi kita juga harus berhati hati dalam mengembarakan pikiran kita saat kita sedang dalam lingkup agama karena agama tidak hanya sekadar olah pikir namun juga keyakinan yang tidak bisa diganggu gugat.

    ReplyDelete
  24. Saya juga tertarik akan pernyataan Prof. Marsigit yang mengatakan bahwa "... bukankah jika aku terlalu lama menjadi orang tua berambut putih maka kau akan termakan oleh mitos mitos ku..." (kurang lebih seperti itu)
    Dalam pernyataan ini tersurat suatu kekhawatiran dari Prof. Marsigit jika kami (muridnya) akan terjebak mitosnya. Kekhawatiran ini muncul karena sesungguhnya filsafat merupakan olah pikir dan setiap orang memiliki filsafatnya sendiri. Dan jika kita terjebak oleh Prof. Marsigit maka kita sedang terjebak dalam mitosnya sehingga kita tidak bisa berpikir kritis yang berarti kita sudah termakan oleh ruang dan waktu. Itu semua tidak bisa dikatakan kita sedang berfilsafat karena kita hanya meniru apa yang dikatakan Prof Marsigit.

    ReplyDelete
  25. Filsafat adalah olah pikir yang melibatkan berbagai dimensi baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Objek kajian filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat juga bisa dikatakan sebagai refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi mengenai pendidikan matematika berkaitan dengan yang ada dan yang mungkin ada. Dengan belajar filsafat kita dapat belajar untuk berpikir kritis.

    ReplyDelete
  26. Sesungguhnya manusia yang menyalahgunakan kekuasaan, maka dia tergolong dalam kategori manusia dengan perbuatan dzalim. Oleh karena itu, dalam menjalankan amanah kita harus berusaha dengan baik, jangan sampai menyalahgunakan bagi diri kita sendiri maupun golongan kita. Tugas kita yang utama adalah bagaimana membuat siswa mampu mengetahui dan memahami apa yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Tugas-tugas kita adalah kekuasaan kita. Maka godaan terbesar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaannya. Sungguh akan berdampak luar biasa bahaya bagi siswa jika guru mereka termasuk dalam golongan manusia dzalim.Sesungguhnya manusia yang menyalahgunakan kekuasaan, maka dia tergolong dalam kategori manusia dengan perbuatan dzalim. Oleh karena itu, dalam menjalankan amanah kita harus berusaha dengan baik, jangan sampai menyalahgunakan bagi diri kita sendiri maupun golongan kita. Tugas kita yang utama adalah bagaimana membuat siswa mampu mengetahui dan memahami apa yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Tugas-tugas kita adalah kekuasaan kita. Maka godaan terbesar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaannya. Sungguh akan berdampak luar biasa bahaya bagi siswa jika guru mereka termasuk dalam golongan manusia dzalim.Sesungguhnya manusia yang menyalahgunakan kekuasaan, maka dia tergolong dalam kategori manusia dengan perbuatan dzalim. Oleh karena itu, dalam menjalankan amanah kita harus berusaha dengan baik, jangan sampai menyalahgunakan bagi diri kita sendiri maupun golongan kita. Tugas kita yang utama adalah bagaimana membuat siswa mampu mengetahui dan memahami apa yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Tugas-tugas kita adalah kekuasaan kita. Maka godaan terbesar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaannya. Sungguh akan berdampak luar biasa bahaya bagi siswa jika guru mereka termasuk dalam golongan manusia dzalim.

    ReplyDelete
  27. Segala sesuatu yangdi dunia ini memiliki kelebihan dan kekurangan, memiliki sisi positif dan sisi negatifnya. Seperti pengalaman yang telah kita miliki, pengalaman yang baik dapat kita refleksikan dan dapat kita gunakan sebagai pembelajaran hidup agar kedepannya semakin lebih baik, namun untuk pengalaman yang buruk perlu kita cari sisi positif dari pengalaman buruk tersebut, karena semua peristiwa yang telah terjadi mengandung suatu hikmah yang dapat kita petik.

    Vincentia S.P
    15709251082 / PPs P.MAT B

    ReplyDelete
  28. Dengan membaca elegi di atas, kita dapat mengetahui bahwa filsafat itu merupakan olah pikir. Objeknya meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Kehidupan juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu juga merupakan filsafat. Untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan metode menterjemahkan dan diterjemahkan (hermenitika). Karena merupakan olah pikir, maka filsafat itu adalah refleksi. Refleksi terhadap yang ada dan yang mungkin ada. Jadi, filsafat pendidikan matematika merupakan refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  29. Mengapa guru dan calon guru matematika perlu untuk mempelajari filsafat pendidikan matematika? pertanyaan tersebut terjawab melalui analogi menarik yang terdapat dalam elegi di atas. Pendidikan matematika diibaratkan sebagai gerbong kereta api, dan filsafat diibaratkan sebagai helikopter pengawal kereta tersebut. Jika kita mempelajari filsafat, maka kita diibaratkan sebagai penumpang helikopter. Dengan menaiki helikopter maka kita dapat mengikuti dan memonitor laju kereta. Sedangkan jika kita tidak mempelajari filsafat, kita ibarat penumpang di dalam gerbong kereta sehingga tidak bisa mengetahui semua aspek kereta. Maka dengan mempelajari filsafat pendidikan matematika, seseorang dapat menjadi lebih kritis dan lebih mampu melihat dan mengetahui berbagai aspek pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  30. Namun, apakah menjadi penumpang helikopter atau kereta saja sudah cukup? Menurut saya, untuk mengetahui semua aspek kereta, kita harus tahu aspek dan kondisi di dalam gerbong, juga tahu aspek dan kondisi di luar gerbong. Maka, menurut saya, menjadi penumpang kereta saja, atau helikopter saja tidak cukup. Akan lebih baik jika kita pernah merasakan keduanya, sehingga kita tahu seluk beluk kereta tersebut, dari dalam maupun dari luar.

    ReplyDelete
  31. Latifatul Karimah
    12301241007

    Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi di atas. Filsafat merupakan olah pikir, objek kajiannya adalah segala hal yang ada dan yang mungkin ada, kehidupan sehari-hari juga meliputi segala hal yang ada dan yang mungkin ada, sehingga kehidupan sehari-hari merupakan objek filsafat. Untuk belajar filsafat seharusnya menggunakan metode menerjemahkan dan diterjemahkan. Belajar filsafat harus ikhlas hati dan ikhlas pikir, agar tidak terjerumus pada jebakan filsafat.

    ReplyDelete
  32. Kholifatun Nur Rokhmah
    12301241039
    Pendidikan Matematika Sub 2012
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Membaca refleksi ini membuat saya mengingat kembali perjalanan saya selama mengikuti perkuliahan filsafat pendidikan matemtika ini. Pada awal perkuliahan saya sangat dibuat bingung dengan filsafat, bagaimana tidak, banyak kata baru, elegi dengan bahasa analog, tes jawab singkat dan komen yang harus memenuhi target. Namun, selama proses ini dan saya terus membaca elegi, memang diawal terasa susah, tetapi ternyata benar apa yang dikatakan Pak Marsigit, diawal kita mempelajari filsafatnya, maka kata pendidikan matematika di belakang dengna sendiri akan mengikuti karena sesungguhnya filsafat itu dapat diletakkan di depan kata apa saja. Saya belajar untuk berpikir kritis dan menata hati. Maka sebenar-benarnya ilmu ini saya peroleh, tidak hanya untuk merefleksikan yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika, namun juga untuk merefleksikan setiap langkah saya. Terimakasih Pak Marsigit.

    ReplyDelete
  33. contoh guru yang baik. Rendah hati karena mau minta maaf kepada muridnya, memberi pesan bahwa ambil yang baik buang yang buruk. Kemudian mendoakan muridnya untuk terus memperbaiki diri, lebih mencerdaskan pikir dan hati agar selalu mendapat Rahmat dan Hidayah dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  34. Fitriani
    15709251067
    PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015
    Memanglah menjadi seorang guru memiliki tuntutan peran yang sangat besar karena bukan hanya melaksanakan profesi semata dalam sebuah pekerjaan tapi melainkan mendidik dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Berkaitan dengan artikel di atas dimana seorang berambut putih yang tidak lain adalah Bapak Prof Marsigit itu sendiri merupakan simbol pengetahuan filsafat namun dengan penggambaran Elegi orangtua berambut putih yang dapat mendapatkan kesombongan maka dengan menggunakan nama sendiri dapat terhindar dari itu. Disinilah kita dapat memetik sebuah pelajaran bahwa sebenar-benar ilmu adalah segala yang ada dan yang mungkin ada yang tak terhingga banyaknya, oleh karena itu jangalah berlaku sobong atas gelar atau capaian ilmu yang dimiliki karena sesungguhnya itu hanyalah seberapa dari sekian banyaknya ilmu yang tersebar di seluruh alam semesta.
    wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  35. Kartina Purnamasari
    12301241017
    Pendidikan Matematika A 2012
    Filsafat Pendidikan

    "Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan."
    Ya, dalam kehidupan ini kita harus bisa menggunakan metode menterjemah dan diterjemahkan. Karena dengan menerapkan metode ini, akan membantu kita dalam berinterkasi dengan sekitar.

    ReplyDelete
  36. Arlina Lili Fatimah
    12301241043

    Filsafat membicarakan hal yang ada dan mungkin ada. Obyeknya bisa dimana-mana dan bisa apa saja. Filsafat memberikan bekal pada seorang untuk dapat hidup di dunia yang penuh dengan tantangan kehidupan. Bekal yang dibawa adalah pemikiran kritis yang akan menjadikan seorang menjadi berpendirian kuat. Oleh karena itu, dalam pendidikan matematika penting untuk mendapatkan ilmu filsafat sehingga pemikiran kritis akan selalu ada dan dapat memanusiakan manusia.

    ReplyDelete
  37. Semua yang ada dikehidupan ini pasti memiliki filsafatnya masing-masing. Karena filsafat menembus ruang dan waktu. Semuanya akan ada filsafatnya. Termasuk di dalam pendidikan terdapat filsafat pendidikan, didalam pendidikan masih terdapat filafat pembelajaran dan di dalam filsafat pembelanjaran masih terdapat filsafat pembelajaran matematika. Filsafat pendidikan pada dasarnya merupakan tuntunan agar pembelajaran menjadi efektif dan bermakna.

    ReplyDelete
  38. Pembelajaran dikatakan bermakna apabila siswa dapat menggunakan intuisinya untuk mengkonstruk pengetahuannya. Oleh sebab itu seorang guru juga harus mempelajari filsafat, agar tidak salam dalam melakukan pembelajaran.

    ReplyDelete
  39. Marissa
    12313244026
    Pendidikan Matematika Internasional 2012

    salah satu hasil dari pembelajaran filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati yang nantinya akan menjadi bekal dalam hidup. Manusia dituntut agar selalu berusaha menigkatkankan dimensi pikiran dan hatinya, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  40. Marissa
    12313244026
    Pendidikan Matematika Internasional 2012

    Filsafat adalah refleksi maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst. Padahal guru memilki banyak tantangan yakni bagaimana bisa memperbincangkan semua obyek-obyek pembelajaran.

    ReplyDelete
  41. Marissa
    12313244026
    Pendidikan Matematika Internasional 2012


    Tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Belajar filsafat tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  42. Filsafat merupakan olah pikir. Objek pikir filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat memperhatikan ruang dan waktu. Jadi tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar dalam filsafat. Dalam filsafat yang ada adalah sesuai atau tidak sesuai dnegan runag dan waktu.

    ReplyDelete
  43. Belajar filsafat itu merefleksikan. Maka dalam belajar filsafat pendidikan matematika itu juga merefleksikan segala yang ada pada pendidikan matematika. Termasuk di dalam guru, siswa, ruang kelas, buku, bahan ajar, metode, dsb.

    ReplyDelete
  44. Belajar filsafat tidak boleh sepotong-potong. Filsafat itu menyeluruh. Filsafat memandang setiap kejadian dari berbagai sudut pandang. Tidak boleh hanya sebgaian dalam memandang dan menilai sesuatu.

    ReplyDelete
  45. Filsafat itu meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat itu merupakan olah pikir. Sedangkan agama itu menggunakan hati dan juga pikiran. Ada hal-hal dalam agama yang tidak dapat di masukkan dalam olah pikir. Maka itulah sebenar-benar batas pikiran.

    ReplyDelete
  46. Yang dimaksud dengan jebakan filsafat adalah ketika tidak ada keikhlasan dalam hati. Tidak ikhlas dalam berpikir. Melakukan kecurangan, meniru , dan juga berpura-pura. Mempelajari filsafat ini harus dengan ikhlas pikir dan ikhlas hati.

    ReplyDelete
  47. Seseorang pasti akan berpindah. Sesorang pasti akan peergi melanjutkan perjalanan. Tidak mungkin selalu bersama dengan orang yang sama. Guru tidak mungkin selalu bersama dengan murid-muridnya. Namun, ingatlah bahwa guru telah mengajarkan ilmu yang ia miliki, guru telah memberikan contoh kebaikan dalam perilakunya. Itulah yang akan tetap dan terus ada bersama murid-muridnya. itulah keistimewan seorang guru. Terimakasih kepada semua guru yang telah membelajarkan saya akan banyak hal dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  48. Filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Padahal diriku, kehidupanku, adalah merupakan hal yang ada, maka diriku dan kehidupanku itu adalah filsafat. Maka filsafat pendidikan matematika adalah segala yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Gunakanlah metode menerjemahkan dan diterjemahkan dalam mendalami filsafat.

    ReplyDelete
  49. Mempelajari filsafat tidak bisa hanya dengan perkuliahan 16 kali tatap muka dalam satu semester. Padahal filsafat sangat berguna dalam kehidupan kita. Perkuliahan hanyalah pendahuluan dalam memasuki dunia filsafat. Pak Marsigit selalu memberikan bekal kepada kami, bahwa berfilsafat harus menggunakan hati dan pikiran yang bersih, dan juga untuk selalu meletakkan spiritualitas di atas filsafat agar kami tidak tersesat.

    ReplyDelete
  50. Jika raga tak lagi dapat mendampingi, maka ilmumu akan dapat selalu kami bawa pergi. Jika raga tak mampu bertemu, cukuplah elegi ini menjadi jalan komunikasi. Doakan kami dalam menempuh perjalanan kami yang masih panjang. Semoga kami tidak terjebak mitos, semoga bukan hanya sekedar nilai yang membekas dari perkuliahan ini, namun ilmu ini akan bermanfaat juga bagi kami dan dapat kami terapkan dalam menyikapi segala sesuatu nantinya. Terimakasih, Pak.

    ReplyDelete
  51. Arina Fauzia Ainani
    12301241037
    Pendidikan Matematika 2012

    Setiap akhir adalah sebuah awal yang baru. Memang benar halnya ketika ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dan setiap pertemuan pasti mengajarkan sesuatu kepada kita. Begitu juga dengan pertemuan mahasiswa dengan Pak Prof Marsigit. Ada banyak hal yang dapat kita ambil dari pertemuan ini. Tentu saja yang paling gamblang terlihat adalah kemajuan kita dalam memahami filsafat pendidikan matematika yang diajarkan oleh Pak Prof Marsigit.

    ReplyDelete
  52. Seperti uraian dalam elegi di atas, dengan mempelajari filsafat pendidikan matematika kita bukanlah menjadi penumpang gerbong KA namun menjadi seorang penumpang helikopter yang mengawal KA tersebut. Kita menjadi lebih luas dalam memandang ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  53. Dan belajar haruslah dilakukan secara kontinu, jangan berhenti dan jangan menyerah. Imam Syafi'i mengatakan bahwa apabila kita enggan belajar maka kita akan menanggung pedihnya kebodohan. Dan siapa di dunia ini yang ingin menjadi bodoh? Oleh karena itu, buanglah rasa malas kita dan tingkatkan rasa ikhlas kita dalam belajar.

    ReplyDelete
  54. Elegi ini menceritakan tentang perpisahan Pak Marsigit dengan elegy-eleginya. Di sini dijelaskan bahwa jika Pak Marsigit tidak segera melangkah, maka itu hanya akan menghalangi perjalanan murid-muridnya untuk maju. Filsafat yang kita pelajari sehari-hari di kelas sebenarnya mempunyai banyak manfaat. Hanya saja banyak mahasiswa yang terkena jebakan filsafat yaitu terpaksa mempelajari filsafat untuk mendapatkan nilai.

    ReplyDelete
  55. Maka mahasiswa itu telah terkena jebakan filsafat. Kasus seperti ini banyak terjadi di kalangan mahasiswa karena membaca filsafat terkesan membuat kita menjadi bingung akan segala sesuatunya. Oleh karenanya kadang kita hanya asal membuat komen untuk mendapatkan nilai. Sesungguhnya pada setiap elegy yang di posting di blog ini, banyak makna yang tersirat di dalamnya jika kita telaah lebih dalam.

    ReplyDelete
  56. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua hal seperti pada ranah spiritual, karena filsafat adalah berdimensi, ketika ada di dimensi yang tertinggi yaitu spiritual, maka filsafat tidak akan pernah bisa menjangkaunya, karena ini adalah pekerjaan hati. Filsafat adalah refleksi, artinya sebagi contoh saja filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika itu sendiri. Jadi ketika orang ingin selalu berkembang dalam dirinya seiring waktu demi waktu maka ia telah berfilsafat dalam dirinya dengan selalu merefleksikan tindak-tanduk dirinya. Wallaahu a’lam bish shoab

    ReplyDelete
  57. Erni Kurnianingsih
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B
    15709251021

    Dengan belajar filsafat, kita akan lebih memahami apa sebenarnya yang terkandung dalam matematika itu, mengapa matematika itu bisa membentuk pola pikir kita, bagaimana kita mengajarkan matematika itu kepada siswa, serta siapa yang telah menemukan formula dalam matematika itu.

    ReplyDelete
  58. filsafat merupakan olah pikir. Ini berarti bahwa filsafat merupakan hasil dari olah pikir manusia. olah pikir tersebut melibatkan berbagai dimensi, baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Filsafat menkaji hal yang mungkin dan tidank mungkin. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya.

    ReplyDelete
  59. Melalui artikel di atas, saya tahu bahwa filsafat adalah pikiran kita. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita, sehingga filosofi yang tidak termasuk agama karena tidak hanya mencakup pikiran kita, tetapi juga hati kita. Filosofinya adalah refleksi.

    ReplyDelete
  60. Jadi filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika, meliputi refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika, termasuk matematika, guru, siswa, kelas, dll Sebagai calon guru matematika untuk membuat kita sebagai tantangan untuk menjelaskan semua apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  61. Dian Permatasari
    15709251070
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Elegi menggapai purnakata memberikan penjelasan bahwa filsafat merupakan refleksi dari kehidupan manusia. Maka sesungguhnya filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Salah satu tantangan yang harus dihadapi kita sebagai calon pendidik matematika adalah bagaimana kita mampu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika tersebut kepada siswa sehingga mereka paham dan mampu menjelaskan kembali tentang semua yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang telah mereka pelajari. Belajar dari elegi ini, semoga kita bisa selalu menerjemahkan segala objek kehidupan yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada hingga pada akhirnya kita dapat melakukan suatu perbuatan, pekerjaan yang sesuai dengan koridor ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  62. Gity Wulang Mandini
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D

    Filsafat menuntut manusia agar berfikir secara cerdas. Alasannya adalah agar manusia dapat berkembang menuju level pemikiran pengetahuan selanjutnya. Filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, dan radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut. Ilmu matematika adalah ilmu yang menuntut agar manusia berfikir kritis, kreatif, mampu melakukan abstraksi, menggunakan logikanya agar manusia tersebut mampu memecahkan masalah. Filsafat matematika adalah cabang dari filsafat yang mengkaji anggapan-anggapan filsafat, dasar-dasar, dan dampak-dampak matematika.

    ReplyDelete
  63. Eki Rahmad
    NIM. 15709251049
    S2 P.Mat (KELAS C)
    http://eki-rahmad.blogspot.co.id/

    Pada elegi ini dapat dipelajari adalah lebih baik menjauhkan sifat sombong terhadap ilmu yang dimiliki, jika tidak ingin termakan oleh para mitos. Filsafat juga memberikan sebuah pembelajaran bahwa apa yang ada pada diri sendiri adalah suatu kegiatan berfilsafat. Maka dari itu, untuk terhindar dari mitos, seringlah berfilsafat atau seringlah melakukan refleksi diri, tujuannya agar bisa menghasilkan sebuah nilai2 moral yang positif

    ReplyDelete
  64. Dian Permatasari
    15709251070
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Elegi menggapai purnakata memberikan penjelasan bahwa filsafat merupakan refleksi dari kehidupan manusia. Maka sesungguhnya filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Salah satu tantangan yang harus dihadapi kita sebagai calon pendidik matematika adalah bagaimana kita mampu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika tersebut kepada siswa sehingga mereka paham dan mampu menjelaskan kembali tentang semua yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang telah mereka pelajari. Belajar dari elegi ini, semoga kita bisa selalu menerjemahkan segala objek kehidupan yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada hingga pada akhirnya kita dapat melakukan suatu perbuatan, pekerjaan yang sesuai dengan koridor ruang dan waktu yang tepat. Terimakasih Prof atas ilmu yang diberikan.

    ReplyDelete
  65. Elegi menggapai purnakata menjelaskan bahwa ketika kita telah usai mengikuti perkuliahan Pak Marsigit itulah awal dari perjalanan kita masing-masing, Salah satu hasil yang bisa kita peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang kita miliki setelah belajar filsafat, sehingga kita senantiasa selalu berusaha meningkatkan dimensi pikiran dan hati dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

    Novita Indah Saputri
    15709251023
    PPs PMAT C

    ReplyDelete
  66. Dari elegi diatas yang bisa saya simpulkan adalah bagaimanapun seorang guru pasti suatu saat akan meninggalkan murid-muridnya, guru tersebut menyadari bahwa jika murid-murid tersebut dituntun terus menerus maka mereka tidak akan mengalami kemajuan. Apabila murid-muridnya mengikuti jalan gurunya walaupun tanpa bimbingan dari gurunya lagi maka murid tersebut mengalami kemajuan.

    ReplyDelete
  67. Hanifah Latifah Hadiat
    15709251074
    PMAT C PPS UNY 2015

    Dalam kehidupan ini, Allah mencipatan segala sesuatu dengan snit thesisnya. Laki-laki perempuan, siang malam, panas dingin. Baik buruk. Awal dan akhir, berhingga ketakberhinggaan. Sebagai manusia yang perlu kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk melakukan yang terbaik. Agar awal dan akhir kita bahagia, agar apa yang kita tinggalkan menjadi kebaikan bagi orang lain, agar kehadiran kita menjadi rahmat bagi orang lain dan bukan sebaliknya. apalagi jika kita seorang guru, kita harus menjadi teladan yang baik bagi murid-murid kita, karena tidak ada contoh yang terbaik selain keteladanan.

    ReplyDelete
  68. Hanifah Latifah Hadiat
    15709251074
    PMAT C PPS UNY 2015

    Purnakata tidak selalu berarti sebagai akhir dari sesuatu. Purnakata terkadang justru menjadi gerbang kita untuk menuju pada permulaan. Saat suatu hal mengalami purna bisa saja itu menjadi awal dari hal dan kejadian lainnya. Misalnya bagi kehidupan manusia, manusia berpikir bahwa kematian adalah purna dari usia kita, kita telah usai dari segala urusan padahal kematian adalah gerbang untuk menuju kehidupan yang selanjutnya.

    ReplyDelete
  69. Elegi menggapai purnakata menjelaskan bahwa meskipun kita telah selesai mengikuti perkuliahan Pak Marsigit, namun ilmu yang diberikan tidak akan pernah hilang. Apalagi meskipun kita tidak bisa belajar di dalam kelas, kita masih bisa membaca elegi-elegi di Blog beliau. Kita dapat menggunakan elegi tersebut sebagai latihan untuk memperbincangkan yang ada dan yang mungkin ada namun tetap sesuai dengan ruang dan waktunya, karena sebenarnya tantangan kita bukanlah elegi melainkan kemampuan dalam menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika yang meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat, bahan, dan lain sebagainya.

    Novita Indah Saputri
    15709251023
    PPs PMAT C

    ReplyDelete
  70. Tidak ada orang yang tidak berfilsafat dalam hidup ini. Kita bersiap untuk berubah, karena filsafat adalah alat yang ampuh untuk menjadikan diri kita menjadi manusia yang utuh, manusia yang siap dan sadar sepenuhnya untuk mengambil pilihan-pilihan di kehidupan ini.

    ReplyDelete
  71. Ini mungkin akhir, tapi menjadi awal. Akhir dari pertemuan dan pembelajaran filsafat yang menjadi awal untuk meneruskan berfilsafat. Bagaimana aku akan memahami yang dimaksud berfilsafat, berfilsafat adalah olahpikir, refleksi diri, mencari makna dari yang ada dan mungkin ada. Olahpikir oleh diriku, refleksi oleh diriku, mencari makna oleh diriku akhirnya filsafat adalah diriku sendiri. Apa yang akan kulakukan sebenarnya sedang berfilsafat. Memahami siswa, materi, sistem, sekolah, media, peraga untuk kemajuan pendidikan.

    ReplyDelete
  72. Siti Nurhayati S2 PMAT-D
    NIM 15709251077
    Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Para pendidik, atau guru atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika, mereka itu ibarat penunmpang KA tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang KA bisa mengetahui semua aspek sudut-sudut gerbong KA dalam perjalanannya. Maka filsafat pendidikan matematika itu ibarat seorang penumpang KA itu keluar dari gerbong KA an kemudian naik helicopter untuk mengikuti dan memonitor laju perjalanan KA itu. Maka orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com