Oct 21, 2012

Elegi Menggapai Purnakata

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wahai para elegi, berat rasanya aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.


Para elegi:
Wahai orang tua berambut putih, janganlah engkau merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu kepadaku. Berbicara lugaslah kepadaku, jangan sembunyikan identitasmu, dan jangan sembunyikan pula maksudmu.

Orang tua berambut putih:
Sudah saatnya aku menyampaikan bahwa saatnya kita berpisah itu juga sudah dekat. Mengapa? Jika aku terlalu lama dalam elegi maka bukankah engkau itu akan segera menjadi mitos-mitosku. Maka aku juga enggan untuk menyebut sebagai orang tua berambut putih. Aku juga ingin menanggalkan julukanku sebagai orang tua berambut putih. Bukankah jika engkau terlalu lama menyebutku sebagai orang tua berambut putih maka engkau juga akan segera termakan oleh mitos-mitosku. Ketahuilah bahwa orang tua berambut putih itu adalah pikiranku. Sedagkan pikiranku adalah diriku. Sedangkan diriku adalah Marsigit. Setujukah?

Para elegi:
Bagaimana kalau aku katakana bahwa Marsigit adalah pikirannya. Sedangkan pikirannya adalah ilmunya. Sedangkan ilmunya itu adalah orang tua berambut putih.

Marsigit:
Maafkan aku para elegi, bolehkah aku minta tolong kepadamu. Aku mempunyai banyak murid-murid. Apalagi mereka, sedangkan engkau pula akan segera aku tinggalkan. Maka murid-muridku juga akan segera aku tinggalkan. Mengapa aku akan segera meninggalkanmu dan meninggalkan murid-muridku? Itulah suratan takdir. Jika para muridku mengikuti jejakku maka dia melakukan perjalanan maju. Sedangkan jika aku tidak segera meninggalkan muridku maka aku aku akan menghalangi perjalanannya. Aku harus member jalan kepada murid-muridku untuk melenggangkan langkahnya menatap masa depannya.

Mahasiswa:
Maaf pak Marsigit. Saya masih ingin bertanya. Bagaimanakah menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

Marsigit:
Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Seangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disampiang telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, apakah sebenarnya filsafat pendidikan matematika itu? Dan apa bedanya dengan filsafat matematika? Dan apa pula bedanya dengan matematika?

Marsigit:
Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, tetapi aku tidak pernah menemukan semua ungkapanmu itu dalam buku-buku referensi primer?

Marsigit:
Ungkapan-ungkapanku itu adalah kualitas kedua atau ketiga. Kualitas kedua atau ketiga itu merupakan hasil refleksi. Filsafat adalah refleksi. Jadi hanya dapat diketahui melalui kajian metafisik.

Mahasiswa:
Apa pula yang dimaksud metafisik?

Marsigit:
Metafisik adalah setelah yang fisik. Maksudnya adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Maka dirimu itulah metafisik.

Mahasiswa:
Lalu apa bedanya matematika dengan filsafat matematika?

Marsigit:
Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Jadi 3+5=8 itu dapat dipandang sebagai hasil penelitian matematika yang sangat sederhana dan terlalu sia-sia untuk mempersoalkan. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8. Mengapa? Karena filsafat itu refleksi. Ketahuilah 3+5=8 itu, bagi filsafat, hanya betul jika kita mengabaikan ruang dan waktu. Tetapai selama kita masih memperhatika ruang dan waktu maka kita bias mempunyai 3 buku, 3 topi, 3 hari, dst…5 pensil, 5 pikiran, 5pertanyaan, dst…Maka kita tidak bisa mengatakan 3pensil +5 topi = 8 topi, misalnya.

Mahasiswa:
Lalu apa relevansinya mempelajari filsafat dengan pendidikan matematika?

Marsigit:
Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Para pendidik, atau guru atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika, mereka itu ibarat penunmpang KA tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang KA bisa mengetahui semua aspek sudut-sudut gerbong KA dalam perjalanannya. Maka filsafat pendidikan matematika itu ibarat seorang penumpang KA itu keluar dari gerbong KA an kemudian naik helicopter untuk mengikuti dan memonitor laju perjalanan KA itu. Maka orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika.

Mahasiswa:
Aku bingung dengan penjelasanmu itu. Bisakah engkau memberikan gambaran yang lebih jelas?

Marsigit:
Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika? Maka bacalah elegi-elegi itu semua, maka niscaya engkau akan bertambah sensitive terhadap pendidikan matematika. Sensitivitasmu terhadap pendidikan matematika itu merupakan modal dasar bagi dirimu agar mampu merefleksikannya.

Mahasiswa:
Apakah filsafat itu meliputi agama?

Marsigit:
Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatika. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.

Mahasiswa:
Apa yang engkau maksud dengan jebakan filsafat?

Marsigit:
Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika engkau mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. Jika para guru peserta pelatihan, kemudian enggan melaksanakan hasil-hasil pelatihan setelah selesai pelatihan, itu adalah jebakan filsafat. Jika engkau pura-pura disipli maka itu jebakan filsafat. Maka bacalah lagi elegi jebakan filsafat.

Mahasiswa:
Apa pantangan belajar filsafat?

Marsigit:
Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.

Mahasiswa:
Apa tujuan utama mempelajari filsafat?

Marsigit:
Tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Tidaklah mudah menjadi saksi itu. Jika ada seminar tentang pendidikan matematika, tetapi engkau tidak ikut padahal mestinya engkau bisa ikut, maka engkau telah gagal menjadi saksinya pendidikan matematika. Itu hanyalah satu contoh saja. Jika ada perubahan kurikulum tentang pendidikan matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu padahal engkau mestinya bisa, maka engkau telah kehilangan kesempatanmu menjadi saksi. Jika ada praktek-praktek pembelajaran matematika yang tidak sesuai dengan hakekat matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu maka engkau telah gagal menjadi saksi. Dst.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, kenapa engkau melakukan ujian-ujian untuk kuliah filsafat pendidikan matematika? Padahal aku sangat ketakutan dengan ujian-ujian.

Marsigit:
Ujian itu ada dan jika keberadaannnya tersebar sampai kemana-mana untuk berbagai kurun waktu maka mungkin ujian itu termasuk sunatullah. Maka aku mengadakan ujian itu juga dalam rangka menjalani suratan takdir. Padahal bagiku tidaklah mudah untuk mengujimu, karena akan sangat berat mempertangungjawabkannya.

Mahasiswa:
Kenapa bapak kelihatan berkemas-kemas mau meninggalkanku?

Marsigit:
Aku tidak bisa selamanya bersamamu. Paling tidak itu fisikku, tenagaku, energiku, ruangku dan waktuku. Tetapi ada hal yang tidak dapat dipisahkan antara aku dan engkau, yaitu ilmuku dan ilmumu. Diantara ilmuku dan ilmuku ada yang tetap, ada yang sama, ada yang. Tetapi komunikasi kita tidak hanya tentang hal yang sama. Kita bisa berkomunikasi tentang kontradiksi kita masing-masing dan kebenaran kita masing-masing.

Mahasiwa:
Apa bekalku untuk berjalan sendiri tanpa kehadiranmu?

Marsigit:
Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Bagaimana tentang elegi-elegimu itu?

Marsigit:
Bacalah elegi-elegi itu. Itu adalah karya-karyaku yang semata-mata aku berikan kepadamu. Tetapi bacalah elegi-elegi dengan daya kritismu, karena engkau telah paham bahwa setiap kata itu adalah puncaknya gunung es. Maka sebenar-benar ilmumu adalah penjelasanmu tentang kata-kata itu.

Mahasiswa:
Bagaimana dengan elegiku?

Marsigit:
Buatlah dan gunakan elegi itu sebagai latihan untuk memperbincangkan yang ada dan yang mungkin ada. Tetapi gunakan dia itu sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebenar-benar tantanganmu itu bukanlah elegi, tetapi adalah kemampuanmu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Sedangkan tugasmu adalah bagaimana murid-muridmu juga mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Jika engkau ingin mengetahui dunia, maka tengoklah pikiranmu. Maka dunia matematika itu adalah pikiran siswa. Jadi matematika itu adalah siswa itu sendiri. Motivasi adalah siswa itu sendiri. Apersepsi adalah siswa itu sendiri. Maka berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola tugas-tugasmu. Tugas-tugasmu adalah kekuasaanmu. Maka godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu. Siapakah obyek kekuasaanmu itu. Tidak lain tidak bukan adalah murid-muridmu. Tiadalah daya dan upaya bagi murid-muridmu itu dalam genggaman kekuasaanmu kecuali hanya bersaksi kepada rumput yang bergoyang. Tetapi ingatlah bahwa suara rumput itu suara Tuhan. Maka barang siapa menyalahgunakan kekuasaan, dia itulah tergolong orang-orang yang berbuat dholim. Maka renungkanlah.

Mahasiswa:
Terimakasih pak Marsigit.

Marsigit:
Maafkan jika selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Pakailah yang baik dariku, dan campakkan yang buruk dariku. Semoga kecerdasan pikir dan kecerdasan hati senantiasa menyertaimu. Semoga kita semua selalu mendapat rakhmat dan hidayah dari Allah SWT. Amien. …Selamat berjuang.

54 comments:

  1. Meita Fitrianawati
    13709251017
    P.Mat A 2013

    Setelah membaca elegi menggapai purnakata, Hal yang dapat saya petik adalah bahwa filsafat bukan hanya olah pikir akan tetapi juga olah hati. Banyak hal yang dapat kita petik setelah kita belajar filsafat saalah satunya adalah kita harus sopan santun terhadap ruang dan waktu. Ruang dan waktu merupakan sebuah hal yang harus diperhatikan dalam kita belajar filsafat, karena ilmu maematika murni tidak mengingat ruang dn waktu. selain itu, hal yang dapat kita petik setelah belajar filsafat adalah bagaimana kita tidak menjadikan ada akan tetapi kita harus menjadi pengada dan mengada. dan bagaimana kita mampu menterjemahkan dan diterjemahkan obyek filsafat yaitu yang ada dan yang mungkin ada. Terima Kasih Prof Marsigit atas bimbingannya. Maaf jika saya ada salah kata maupun perbuatan. Semoga kita selalu dibrikan kecerdasan hati dan kecerdasan berpikir. Terima Kasih

    ReplyDelete
  2. St. Rahmah Sami Ahmad
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013
    13709251077 [Kelas D]

    Bismillah...

    Berdasarkan elegi di atas, filsafat merupakan olah pikir. Ini berarti bahwa filsafat merupakan hasil dari olah pikir manusia. olah pikir tersebut melibatkan berbagai dimensi, baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Filsafat menkaji hal yang mungkin dan tidak mungkin. Meski pun belajar filsafat itu terasa sulit awalnya namun jika dijalani dengan ikhlas maka kita akan banyak menemukan hal-hal baru dan menyenangkan, secara tersirat filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya. Terima Kasih Prof atas bimbingannya selama ini.

    ReplyDelete
  3. Berta Apriza (13709251023)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas A (2013)

    Assalamu'alaikum, Wr, Wb,,,
    Bahasan dalam postingan ini mengenai elegi menggapai purnakata. Dari data diatas, disimpulkan bahwa dalam berfilsafat tidak hanya pada pikiran masing-masing individu, namun dalam memahami dan menjalani pada tiap-tiap bahasa analog, haruslah dengan ikhlas. Pola pikir yang sampaikan pun berada dalam dimensi ruang dan waktu tertentu, tergantung pada topik pembicaraan (menggunakan bahasa analog filsafat). Belajar dari dasar, dengan teori-teori yang didapat sehingga kemudian dikembangkan pada aplikasinya kehidupan. Setelah dapat segalanya, barulah mengamalkannya sesuai dengan apa yang telah didapat. Semoga selalu belajar dengan awalan niat, ikhlas, dan mengamalkannya dengan baik. Mungkin demikian,, Terimakasih,,, :-)
    Wassalamu'alaikum, Wr, Wb,,,

    ReplyDelete
  4. Raoda Ismail (13709251060)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas D

    Engkau tidak bisa selamanya bersamaku. Paling tidak itu fisikmu, tenagamu, energimu, ruangmu dan waktumu. Tetapi ada hal yang tidak dapat dipisahkan antara engkau dan aku, yaitu ilmumu dan ilmuku. Diantara ilmumu dan ilmuku ada yang tetap, ada yang sama, ada yang relatif dan ada yang absolut. Tetapi komunikasi kita tidak hanya tentang hal yang sama. Kita bisa berkomunikasi tentang kontradiksi kita masing-masing dan kebenaran kita masing-masing.

    Aku jadi menyadari bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Aku akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Saya menyadari bahwa salah satu hasil yang saya peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang saya miliki. Selalu berusaha meningkatkan dimensi pikiran dan hati, yaitu dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

    Di akhir ini, aku merasa sedih, karena tidak lagi dapat membangun ilmu darimu, tetapi sedihku tidaklah berlarut, karena aku masih bisa membangun ilmu dengan ditemani elegi-elegimu. Terimakasih Profesorku, terimakasih orang tua berambut putih. :)

    ReplyDelete
  5. Lilik Fauziah
    13709251028 PM D

    Elegi Menggapai Purnakata
    filsafat merupakan olah pikir, belajar filsafat berarti berfikir, namun dalam berfilsafat tidak hanya olah pikir saja, namun melibatkan olah hati. dalam berfilsafat setiap orang bebas mendefinisikan, karena filsafat menggunakan bahasa analog yang sulit difahami, namun dalam mendefinisikannya dibutuhkan keikhlasan.

    ReplyDelete
  6. Ferysha Sininggih (10301241010)
    Pendidikan Matematika 2010

    Pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Jadi dalam pendidikan matematika ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Tantangan dalam filsafat pendidikan matematika, adalah bagaimana kita bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya yaitu menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Seorang guru memiliki tanggung jawab yang besar, yaitu bagaimana menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika kepada siswa tanpa adanya kekuasaan yang membatasi dan mendholimi siswa.

    ReplyDelete
  7. Uun Yuni Armita
    13709251005
    PPs UNY 2013 Pendidikan Matematika A

    Filsafat merupakan ilmu yang mempelajari hakekat dari suatu objek yang mencakup ontologi, epistemologi dan aksiologi. Kajian ontologi menjawab apa sebenarnya objek yang kita pelajari. Kajian epistemologi mencakup metode atau tata cara dari objek yang kita pelajari. Sedangkan kajian aksiologi mencakup manfaat apa yang kita dapat dari suatu objek yang kita pelajari.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  8. ANDRIANI SUZANA (13709251003)
    PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS A
    PPS UNY 2013

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Elegi menggapai purnakata memberikan penjelasan bahwa filsafat merupakan refleksi dari kehidupan manusia. Maka sesungguhnya filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Salah satu tantangan yang harus dihadapi kita sebagai calon pendidik matematika adalah bagaimana kita mampu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika tersebut kepada siswa sehingga mereka paham dan mampu menjelaskan kembali tentang semua yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang telah mereka pelajari. Belajar dari elegi ini, semoga kita bisa selalu menerjemahkan segala objek kehidupan yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada hingga pada akhirnya kita dapat melakukan suatu perbuatan, pekerjaan yang sesuai dengan koridor ruang dan waktu yang tepat. Terimakasih Prof atas ilmu yang diberikan.

    Terimakasih ^_^
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  9. Anisah (13709251006)
    PPs UNY P.Mat A

    Saya setuju dengan pendapat Bapak yang mengatakan Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Filsafat harus dipelajari secarah utuh. Karena jika tidak, maka akan memberikan penafsiran yang beda tentang filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  10. Bismillahirrahmanirrahim.

    Elegi ini merupakan pemberi jawaban serta pemberi motivasi bagi saya untuk terus menerus mempelajari filsafat, memang benar sekali bahwa filsafat itu adalah kehidupan kita sendiri, filsafat bisa ditemukan dimana saja dan kapan saja selama dimensi ruang dan waktu kita masih ada. Obyek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada, kita sebagai pendidik/ guru matematika akan menggunakan ilmu filsafat untuk menterjemahkan dan diterjemahkan oleh siswa - siswi kita disekolah, menerapkan filsafat diberbagai bidang ilmu pengetahuan. Sebab filsafat sangat erat kaitannya dengan berfikir kritis dan peka terhadap sebuah fenomena yang kita temukan dilingkungan sekitar kita. Diharapkan sebagai calon guru yang profesional mampu mensintesiskan mereduksi pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dengan begitu siswa - siswi kita menjadi lebih semangat dalam mempelajari matematika serta dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  11. Assalamu'alaikum wr. wb.
    Okky Riswandha Imawan (13709251050), PPs UNY, P. Mat. 2013, Kelas D.
    Segala hal di dunia ini, termasuk setiap kata, merupakan puncaknya gunung es. Sebenar-benar ilmu kita adalah penjelasan kita tentang segala hal/kata-kata yang menjadi puncak gunung es tersebut. kemampuanmu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada itulah ilmu kita. Jika kita mampu menjelaskan setiap hal dengan landasan yang kuat, terutama dengan mengacu pada pemikiran para filusuh, maka itulah sebenar-benarnya belajar filsafat. Semoga sukses bagi rekan-rekan untuk dapat memahami setiap elegi, Amin.

    ReplyDelete
  12. NIM: 13709251016
    PPs UNY P-Mat.A

    Dari elegi ini, ada satu hal yang sangat penting yaitu pentingnya akal sehat kita. Akal sehat dan pengetahuan laksana tubuh dan jiwa. Tanpa tubuh, jiwa bukan apa-apa. Tanpa jiwa, tubuh hanyalah onggokan tak berindra. Metode ilmiah tidak jauh berbeda dari cara belajar kita sehari-hari tentang dunia ini. Tanpa benar-benar berpikir mengenal langkah atau standar, akal sehat mengambil proses bukti dan penalaran yang sama seperti yang diikuti ilmuan. Anda ingin minum susu, tapi susunya sepertinya tidak bagus. Ini adalah hipotesis. Jadi anda memeriksa tanggal di kemasan, dan mencium susunya, dan jelas, susunya sudah lama dan basi. Ini bukan hanya bukti yang mendukung hipotesis susu tidak bagus, ia juga menggunakan dua bukti dari sumber independen, tanggal dan bau. Dan buktinya sendiri ditafsirkan dengan bantuan pengetahuan dasar mengenai usia susu dan hubungan antara sensasi (bau) dan situasi (tidak bagus). Semua hal ini menunjukkan aspek dasar metode ilmiah, dan semua ini terjadi sepanjang hari saat kita berhadapan dengan lingkungan kita.

    ReplyDelete
  13. Zuli Nuraeni
    13709251059
    PPs UNY Pend. Matematika Kls D

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Belajar filsafat selama beberapa bulan ini banyak membawa perubahan dalam diri saya, terutama tentang cara mengolah pikir, memandang semua yang ada dan yang mungkin ada tidak hanya dari segi materialnya saja, tetapi juga dari sisi formal, normatif dan spiritual. Banyak ilmu berharga yang bisa saya abadikan dan bisa saya gunakan sebagai bekal untuk melangkah dalam hidup ini. Belajar filsafat tidak akan berakhir samapi disini, walaupun mungkin tidak kuliah bersama, tetapi masih ada bacaan-bacaan yang bisa senantiasa membangun ilmu baru. Terimakasih Prof Marsigit atas segala ilmu yang telah diberikan, atas bmbingan, saran dan masukan bahan kritik yang membangunkan saya dari tidur panjang dan dalam keterlenaan kenyamanan dunia. Semoga Allah membalas segala amal Prof. dengan pahala yang berlipat-lipat. Amiin.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  14. Mardiana
    13709251019
    Pend Mat D

    Filsafat itu olah pikir...
    Elegi itu adalah masalah yang terjadi...
    Jebakan itu adalah pengerjaan yang tidak ikhlas...
    Elegi pak masigit adalah elegi pak marsigit sendiri, dari olah pikir pak marsigit sendiri, namun dapat dicerminkan dengan kehidupan kita sehari- hari...

    ReplyDelete
  15. Ria Wijayanti 13709251008
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Melalui refleksi di dalam blog yang bapak berikan, kami mendapat banyak ilmu tentang matematika dan filsafat, ilmu-ilmu lain juga banyak kita dapatkan. Menambah banyak pengalaman kita kuliah filsafat dengan Bapak Marsigit. Dengan merefleksikan blog yang bapak berikan, membuat otak dan pikiran kita berfikir, menjadi terarah dan terasah. Belajar filsafat tidak bisa setengah-setengah, belajar filsafat harus kontinu, menyeluruh, tidak putus asa, sungguh-sungguh dan ikhlas, agar ilmu yang kita peroleh tidak setengah-setengah. Meskipun belajar filsafat itu sulit, tetapi filsafat akan memberikan banyak manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya. Terima kasih Bapak Marsigit yang telah memberikan ilmunya kepada kami. Harapannya dengan berakhirnya kuliah filsafat kali ini bukan berarti upaya kita untuk belajar juga berhenti sampai disini. Pembelajaran dan belajar harus terus dilakukan secara berkelanjutan, karena inilah awal perjuangan kita.

    ReplyDelete
  16. Dewi Nasiroh/10301241037
    Pendidikan Matematika 2010


    Dengan belajar filsafat, kita sebagai mahasiswa pendidikan matematika akan lebih memahami apa sebenarnya yang terkandung dalam matematika itu, mengapa matematika itu bisa membentuk pola pikir kita, bagaimana kita mengajarkan matematika itu kepada siswa, serta siapa yang telah menemukan formula dalam matematika itu. Bukan hanya semata-mata memandang matematika sebagai ilmu pasti yang sulit. Sehingga harapannya pada akhirnya apa yang kita dapatkan ini akan terasa manfaatnya.

    ReplyDelete
  17. Nevi Narendrati (13709251009)
    PPs UNY P.Mat A

    Filsafat berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lainnya. Ketika ilmu pengetahuan berusaha menjawab sisi praktis kehidupan, filsafat mencari sisi fundamental kehidupan. Sisi fundamental ini adalah pondasi dari segala sesuatunya maka ini juga merupakan dasar dari segala realitas di dunia. Maka tidak bisa dan tidak boleh mempelajarinya secara parsial, harus menyeluruh dan kontinu. Filsafat bukan hanya mengetahui, tetapi mencoba memahami. Menggunakan pikiran yang kritis dan hati yang ikhlas, serta jangan sampai terjebak pada keadaan berhenti, sehingga kita mampu menerjemahkan dan diterjemahkan. Mohon maaf Prof apabila saya banyak salah pemahaman. Terima kasih atas ilmu dan segala fasilitasnya.

    ReplyDelete
  18. Tri Hidayati (13709251073)
    Pendidikan Matematika Kelas C
    PPS UNY 2013

    Setelah membaca elegi ini, beberapa hal ada dalam pikiran saya. Mungkinkah ini akhir yang menjadi awal atau akhir setelah awal, akhir sebelum awal atau mungkin akhir yang sama dengan awal? Guru merupakan kebijakan, sehingga mendidik tak hanya memberi. Mempelajari filsafat tanpa pembimbing merupakan hal yang sulit karena tidak menutup kemungkinan akan jebakan filsafat yang selalu ada. Namun, mungkin sakhir ini merupakan awal dari kemandirian kami.

    ReplyDelete
  19. Eny Sulistyaningsih (10313244017)
    Pend. Matematika inter 2010

    Setiap ada awal pastilah ada akhir, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Hal tersebut merupakan hal yang alamiah dalam kehidupan. Begitu juga dalam proses pembelajaran. Tidak selamanya seorang guru mampu dan harus menuntun siswa-siswanya. Bagaimanapun setiap siswa memiliki minat dan jalan masing-masing. Ada kalanya menuntun dan membimbing ke arah yang lebih baik, ada kalanya juga melepaskan siswa untuk berjalan sendiri menemukan arah dan tujuannya. Begitu juga halnya dalam belajar filsafat. Setelah dibekali dengan elegi-elegi maka langkah selanjutnya adalah mencoba merefleksikan sendiri segala hal dalam kehidupan dengan ilmu filsafat yang diperoleh. Terimakasih Prof. Marsigit..

    ReplyDelete
  20. Nidya Ferry Wulandari (13709251072)
    Pend. Matematika Kelas C PPs UNY

    Perpisahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Bila sudah waktunya, maka perpisahan itu akan terjadi. Dengan adanya perpisahan, bukan berarti upaya kita untuk belajar berhenti di situ. Harapannya, perpisahan akan membuat kita untuk selalu berusaha tanpa ada ketergantungan pada siapa pun.
    Menurut artikel ini, filsafat merupakan olah pikir. Ini berarti bahwa filsafat merupakan hasil dari olah pikir manusia. olah pikir tersebut melibatkan berbagai dimensi, baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Filsafat menkaji hal yang mungkin dan tidank mungkin. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya.

    ReplyDelete
  21. Mega Eriska R.P.(13709251064)
    PPS Pend Mat, Kelas C

    Ketika ada pertemuan, pasti akan ada pula perpisahan. Perpisahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Bila sudah waktunya, maka perpisahan itu akan terjadi. Perpisahan bukanlah menjadi penghalang bagi kita untuk belajar berhenti di situ. Harapannya, perpisahan akan membuat kita untuk selalu berusaha tanpa ada ketergantungan pada siapa pun. Filsafat merupakan proses berpikir. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya, menjadikan diri mereka sosok manusia yang bijaksana, mampu memahami ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  22. P.mat Kelas C
    13709251054

    Matematika adalah sesuatu yang pasti untuk kaum logism,misal 3+5=8. Namun dalam filsafat belum tentu 3+5=8 masih dapat dipertanyakan mengapa karena hal tersebut masih terpengaruh ruang dan waktu. Filsafat adalah suatu hasil olah pikir. Filsafat adalah hasil refleksi. Refleksi hanya dapat diketahui dari kajian metafisik. Metafisik adalah menjelaskan akan segala sesuatu. Olah pikir dalam filsafat tidak dapat menjelaskan semua hati kita sehingga tak mampu menjelaskan keyakinan kita.

    ReplyDelete
  23. Margaretha Madha Melissa
    13709251071
    Pend.Matematika PPs UNY Kelas C

    Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika yang meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat, dst. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali.Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan.Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya.Dan dalam mempelajari filsafat itu tidak boleh sepenggal-sepenggal.

    ReplyDelete
  24. Eka Sulistyawati 13709251025
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

    Banyak hal tentan filsafat, agama, psikologi yang dapat diperoleh melalui elegi yang disajikan dalam blog powermathematics.blogspot.com ini. Memang tidaklah mudah untuk memahami isinya, apalagi isinya memahami makna tiap kata yan disajikan dalam blog inipun sangat tidak mudah. Oleh karena itu untuk memahami isi atau makna dari elei-elegi dalam blog ini diperlukan strategi menterjemahkan.
    Yang paling penting dalam filsafat adalah penjelasan, karena di dalam filsafat segala sesuatu itu adalah kontradiktif (menembus ruang dan waktu), kebenarannya tidak mutlak. Sehingga apapun yang kita katakan untuk menjawab suatu pertanyaan, yan palin penting adalah bagaimana penjelasan kita tentang jawaban itu. Inilah pentingnya filsafat, yaitu melatih kita untuk menjelaskan atau mempertanggunjawabkan apa yang kita kemukakan.
    Maka pentingnya filsafat pendidikan matematika bagi kita (mahasiswa yang mendalami pendidikan matematika) adalah melatih kita untuk melakukan refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantangannya adalah bagaimana kita bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Misalnya jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika?

    ReplyDelete
  25. Anas Hermawan
    09313244024 / P Math Inter

    Filsafat adalah bentuk kecerdasan.. membutuhkan hati yang bersih, kesabaran, dan pemikiran yang tinggi untuk dapat mempelajari filsafat.

    ReplyDelete
  26. Anas Hermawan
    09313244024 / P Math Inter

    Semangat belajar filsafat..!

    ReplyDelete
  27. Wita Ratna Puspita 13709251021
    PPs UNY Pend. Matematika Kelas A

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Mempelajari filsafat memiliki beberapa manfaat penting, diantaranya ialah memberikan pengertian mendalam tentang manusia, menganalisis & mengkritisi argumentasi, pendapat, ideologi & pandangan dunia (olah pikir).
    S.Takdir Alisyahbana menulis dalam bukunya: filsafat itu dapat memberikan ketenangan pikiran dan kemantapan hati, sekalipun menghadapi maut. Dalam tujuannya yang tunggal (yaitu kebenaran) itulah letaknya kebesaran, kemuliaan, malahan kebangsawanan filsafat di antara kerja manusia yang lain. Kebenaran dalam arti yang sedalam- dalamnya dan seluas-luasnya baginya, itulah tujuan yang tertinggi dan satu- satunya. Bagi manusia, berfilsafat itu bererti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya, senetral- netralnya dengan perasaan tanggung jawab, yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya, baik Tuhan, alam, atau pun kebenaran.

    ReplyDelete
  28. Desutri Ulantari 13709251012
    Pendidikan Matematika Kelas A

    Elegi Menggapai Purnakata
    Yang muncul dipikiran saya ketika membaca elegi ini adalah dalam hidup ini ada pertemuan dan ada pula perpisahan. Kemudian dari elegi ini juga diberian nasehat bagai mana menerapkan filsafat dalam kehidupan dimana objek filsafat itu yang ada dan yang mungkin ada. Menurut saya pada dasarnya filsafat itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Dimana terkadang tanpa sadar kita sedang menerapkan filsafat dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  29. Tri Purwanto (13709251084)
    PPs UNY pendidikan Matematika 2013 kelas C
    Assalamualaikum Wr Wb
    Dengan makna filsafat bahwa filsafat merupakan olah pikir yang berarti bahwa filsafat merupakan hasil dari olah pikir manusia yang melibatkan berbagai dimensi, baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Dari Filsafat bisa mengkaji hal yang ada dan yang mungkin ada, dalam percakapan maupun tindakan sebenarnya manusia tanpa sadar bahwa mereka sedang berfilsafat

    ReplyDelete
  30. Susanah Wati (NIM. 13709251070)
    PPs. P.Mat D

    Belajar filsafat adalah belajar tentang yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat mengajarkan agar menusia menggunakan olah pikir dan olah hati nya dalam setiap aktifitas kehidupannya. Filsafat juga mengajarkan manusia untuk sopan santun terhadap ruang dan waktu. Filsafat sebenarnya adalah diri sendiri. Setiap pemikiran dan perbuatan kita adalah cermin dari filsafat kita.

    ReplyDelete
  31. Nama : Ibnatusanie Agustien
    Nim : 10313244012
    Pendidikan Matematika Internasional’10

    Di dalam filsafat itu merupakan rangkaian kata dari pemikiran setiap manusia, bisa menjadi berbeda dengan yang lain karena tergantung dimensi ruang dan dimensi waktu. Untuk bisa berfilsafat harus mampu merangkai dan mengolah kata-kata sehingga mampu kita komunikasikan kepada dunia.

    Terima Kasih 

    ReplyDelete
  32. Dewi Mardhiyana (13709251043)
    PPs UNY Pendidikan Matematika kelas B

    Filsafat merupakan olah pikir. Ini berarti bahwa filsafat merupakan hasil dari olah pikir manusia. Olah pikir tersebut melibatkan berbagai dimensi, baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Filsafat mengkaji hal yang ada dan yang mungkin ada. Meski pun belajar filsafat itu sulit, tapi filsafat akan memberikan manfaat bagi mereka yang mampu memahaminya. Karena filsafat adalah pikiran kita, maka filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita, sehingga filsafat adalah refleksi. Refleksi hanya dapat diketahui dari kajian metafisik. Metafisik adalah menjelaskan akan segala sesuatu. Jadi filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika, yang meliputi refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika, termasuk matematika, guru, siswa, kelas, dll. Sebagai calon guru matematika, maka kita memiliki tantangan untuk menjelaskan semua apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  33. Muhammad Rizal Fahlevi (13709251011)
    Pendidikan Matematika A PPs UNY 2013

    Setelah membaca elegi ini bisa diperoleh bahwa Matematika adalah sesuatu yan pasti karena merupakan hasil dari penelitian misal 3+5=8. Namun dalam filsafat belum tentu 3+5=8 masih dapat dipertanyakan mengapa karena hal tersebut masih terpengaruh ruang dan waktu. Filsafat adalah suatu hasil olah pikir. Filsafat adalah hasil refleksi. Refleksi hanya dapat diketahui dari kajian metafisik. Metafisik adalah menjelaskan akan segala sesuatu. Agama tidak termasuk filsafat karena dalam agama terdapat olah pikir dan olah hati sedangkan filsafat olah pikir. Olah pikir dalam filsafat tidak dapat menjelaskan semua hati kita sehingga tak mampu menjelaskan keyakinan kita.

    ReplyDelete
  34. Fitri Nurhayati
    PPs UNY Pendidikan Matematika
    13709251020

    Filsafat merupakan olah pikir. Filsafat mengkaji hal-hal yang mungkin ada dan yang ada. Pola pikir yang disampaikan pun berada dalam dimensi ruang dan waktu tertentu, tergantung pada tertentu. Ruang dan waktu merupakan sebuah hal yang harus diperhatikan dalam belajar filsafat. Meskipun belajar filsafat sangat sulit, namun kita harus mempelajarinya dan menjalaninya dengan ikhlas dan sabar.

    ReplyDelete
  35. uki suhendar
    pps UNY PM D
    13709251057
    belajar filsafat adalah belajar untuk menerjemahkan dan diterjemahkan. sehingga nantinya dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan kerja, akan terbiasa menerjemahkan dan diterjemahkan. sehingga mampu sadar terhadap ruang dan waktu, serta sopan terhadap yang ada maupun yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  36. Anisya Septiana 13709251063
    PPS PMAT C UNY 2013

    Melalui artikel di atas, saya tahu bahwa filsafat adalah pikiran kita. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita, sehingga filosofi yang tidak termasuk agama karena tidak hanya mencakup pikiran kita, tetapi juga hati kita. Filosofinya adalah refleksi. Jadi filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika, meliputi refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika, termasuk matematika, guru, siswa, kelas, dll Sebagai calon guru matematika untuk membuat kita sebagai tantangan untuk menjelaskan semua apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  37. Melania Eva Wulanningtyas _PMat A_ 13709251007

    Artikel ini menunjukkan bahwa filsafat merupakan segala hal yang ada dan yang munkin ada dan berasal dari pemikiran kita. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua hal sebagai contohnya adalah keyakinan (agama). Mengapa demikian? Karena agama bukan hanya mencakup pikiran kita, tetapi juga hati kita. Filsafat adalah refleksi, artinya filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika itu sendiri. Refleksi ini meliputi refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika, termasuk matematika, guru, siswa, kelas, dan segala hal yang berhubungan dengan pendidikan matematika. Refleksi ini juga hanya dapat diketahui dari kajian matafisik. Kajian metafisik adalah kajian yang menjelaskan segala sesuatu.

    ReplyDelete
  38. NIM 13709251083
    PPs UNY Pendidikan Matematika kelas B 2013

    Saya mengucapkan terimakasih banyak atas segala arahan dan pengetahuan yang telah Bapak Dr. Marsigit, M.A berikan, sungguh luar biasa, banyak menginspirasi. Membaca elegi-elegi ini seakan membukakan pintu yang lain yang sebenarnya ada tetapi terkadang tidak kita sadari. Filsafat merupakan refleksi terhadap segala yang ada dan yang mungkin ada melalui hasil pemikiran-pemikiran kita terhadap segala yang ada dan yang mungkin ada, dengan tidak prejudgetice, filsafat membantu melihat sesuatu secara keseluruhan maupun secara partial. Sebagai bagian dari pendidikan matematika, maka harus mengerti dan paham tentang seluk beluk pendidikan matematika, yaitu dilakukan dengan cara memikirkannya kemudian merefleksikannya tentang segala yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Namun tetap perlu diingat, ada hal-hal yang tidak dapat dijangkau dengan pikiran, yaitu hati, karena diatas langit filsafat masih ada langit spiritual, dan tentunya hal ini membawa konsekuensi agar setiap langkah dan pikiran kita hendaknya tetap menjadikan hati sebagai komandan agar kita tidak tersesat.

    ReplyDelete
  39. Anastasia Shinta Wirasasmita (13709251001)
    Pend. Matematika PPs UNY Kelas A

    Elegi Menggapai Purnakata
    Filsafat adalah pikiran kita. Filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita, sehingga filosofi yang tidak termasuk agama karena tidak hanya mencakup pikiran kita, tetapi juga hati kita. Filosofinya adalah refleksi. Jadi filsafat pendidikan matematika adalah refleksi pada pendidikan matematika, meliputi refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika, termasuk matematika, guru, siswa, kelas, dll. Sebagai calon guru matematika untuk membuat kita sebagai tantangan untuk menjelaskan semua apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika.

    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  40. 13709251068
    P. Mat C


    Berdasarkan elegi di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa filsafat merupakan olah pikir manusia. Olah pikir tersebut melibatkan berbagai dimensi, baik dimensi ruang maupun dimensi waktu. Filsafat dapat mengkaji hal yang mungkin ada dan tidak mungkin ada. Meskipun belajar filsafat itu terasa sulit, namun jika dijalani dengan ikhlas maka kita akan banyak menemukan informasi baru yang dapat menambah wawasan kita.

    ReplyDelete
  41. Nadya Armintia 13709251067
    PPs Pendidikan Matematika Kelas D

    Ass. Wr. Wb.
    Filsafat itu hidup. Segala yang ada dan yang mungkin ada adalah filsafat. Belajar filsafat tidak dapat dengan hanya menghafal dari buku-buku referensi. Akan tetapi, belajar filsafat adalah dengan cara mencari penjelasan akan sesuatu hal.

    ReplyDelete
  42. Puput Wahyu Hidayat (13709251013)
    Pendidikan Matematika Kelas A PPs UNY 2013

    Assalammu'alaikum wr wb

    Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai sebuah gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika. Filsafat itu diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong kereta api, para pendidik, guru, atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika, mereka itu ibarat penumpang kereta api tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang kereta api bisa mengetahui semua spek sudut-sudut gerbong kereta api dalam perjalanannya. Membangun pendidikan matematika adalah sama dengan membangun pengetahuan tentang pendidikan matematika. Dari sudut pandang filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika meliputi murid, guru, ruang, kegiatan, alat, media, dan seterusnya. Guru dan murid memiliki sifat yang banyak sekali, sehingga ada banyak hal yang dapat direfleksikan.

    Wassalammu'alaikum wr wb

    ReplyDelete
  43. Through the article above, I know that philosophy is our thought. Philosophy is not able to explain all of our beliefs, so that philosophy does not include religion because it does not only include our thought but also our hearts. The philosophy is reflection. So the philosophy of mathematics education is a reflection on mathematics education, covering a reflection of all that exists and may exist in mathematics education, including mathematics, teacher, student, class, etc. As a mathematics prospective teachers to make us as a challenge to explain all of what is meant by all that there is and that there might be in mathematics education.

    ReplyDelete
  44. Khikayah / NIM 13709259005
    PPs P.MAT P2TK 2013
    Assalamu'alaikum Wr Wb
    Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dan lain-lain banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Belajar filsafat tidak boleh setengah-setengah, harus secar menyeluruh. Disini mungkin awalnya kita merasa terpaksa untuk membaca elegi-elegi ini, tapi setelah sekian lama membaca, membuat kita merasa suka,dan semakin ingin mempelajari filsafat. Dan itulah tugas seorang guru/ dosen, hanya mengantarkan kita ke awalnya, selanjutnya untuk pengembangannya menurut masing-masin.
    Wassalamu'alaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  45. I Ketut Loka Santi / 13709259008
    PPs PMat P2TK 2013

    Salam Sejahtera,

    Filsafat adalah olah pikir, pengertian tentang filsafat akan penjelasan terhadap sesuatu bergantung kepada siapa yang memikirkannya. Mempelajari filsafat harus dipelajari secara penuh, tidak sepotong - sepotong karena nanti akan memberikan pengertian yang berbeda. Mempelajari filsafat harus dilandasi dengan keikhlasan. Dengan belajar filsafat kita berusaha memaknai sesuatu yang ada dan mungkin ada. Sopan terhadap ruang dan waktu dan lbih bijak dalam berfikir. Sebagai seorang guru matematika kita hendaknya mampu merefleksikan segala hal yang berkaitan dengan matematika,agar kita mengerti maknanya. Semoga dengan belajar filsafat, kita mampu keluar dari gerbong untuk naik ke helikopter. Terima kasih
    Salam~Namaste

    ReplyDelete
  46. Dessi Kristiyani
    PPs PM P2TK 2013_NIM 13709259010

    Assalamu'alaikum..

    Berfilsafat sama artinya olah pikir dan olah hati, sebagai seorang guru, kita harus selalu berpikir kritis dan selalu ikhlas dalam menjalani tugas dan tanggung jawab kita, sehingga kita mampu menghasilkan output yang tidak hanya berilmu akan tetapi juga berkarakter, tentu saja dengan selalu berdao dalam berpikir akan menjadikan kita tidak hanya menjadi guru yang ada.

    Wassalamu'alaikum..

    ReplyDelete
  47. FARIDAH HERNAWATI
    PPs PENDIDIKAN MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM. 13709259009

    Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Filsafat adalah refleksi. mempelajari objek yang ada dan yang mungkin ada. filsafat pendidikan matematika adalah merefleksikan tentang pendidikan matematika, bagaiman proses pembelajaran, metode pembelajaran, alat pembelajaran, rpp, evaluasi, guru, siswa dan lain-lain yang berkaitan dengan pendidikan matematika agar dapat mengaplikasikan juga dalam kehidupan sehari-hari dan berguna untuk kedepannya.
    selain refleksi juga filsafat merupakan olah pikir dan hati. bagaimana berpikir dengan kritis apa yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan tindaklanjutnya serta dengan hati yang ikhlas mampu melaksanakan dengan setulus-tulusnya untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
    Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    ReplyDelete
  48. ABDUL KHAMID
    PPS UNY- PMat P2Tk 2013
    NIM. 1370 925 9003

    Berfilsafat adalah mengolah pikir dan olah hati dengan cara merefleksikan suatu kejadian yang kita lihat dan dengar.
    Dalam menjalani kehidupan di masyarakat yang semakin kompleks permasalahannya, dengan belajar filsafat diharapkan kita menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan dan bijak dalam bersikap. Jadi hasil yang diperoleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, daya kritis, dan keteguhan hati. Maka kita harus selalu berusaha meningkatkan dimensi pikiran dan hati, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  49. Kristinawati
    13709259013
    Pend. Matematika P2TK 2013

    Elegi ini mengajarkan kita untuk belajar mandiri. Prinsip kemandirian, termasuk didalamnya prinsip individualitas yang dimiliki. Seseorang, yang mengimplikasikan bahwa manusia sebagai makhluk yang dapat dididik. Makhluk yang dapat dididik, mengimplikasikan pula bahwa hakikat manusia dapat mengenal nilai-nilai yang baik maupun yang buruk. Kemampuan mengenal yang baik dan yang buruk pada manusia terletak pada kata hati.

    ReplyDelete
  50. Esti Rahayu (13709259004)
    Pendidikan Matematika P2TK 2013

    Assalamu'alaikum Wr.Wb
    Filsafat adalah refeksi, sedangkan objek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. jada berfilsafat adalah merefleksikan semua yang ada dan yang mungkin ada. Untuk mempelajari filsafat, kita harus ikhlas dan sungguh - sungguh tidak hanya semata mengejar nilai dsb serta tidak boleh sepotong - sepotong karena akan memberikan gambaran yang tidak lengkap. Dengan mempelajari filsafat diharapkan kita menjadi lebih sensistif terhadap ruang dan waktu, berpikir kritis dan mampu terjemah menterjemahkan segala yang ada dan yang mungkin ada.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  51. Harna Yulistiyarini_(NIM 13709259011)_PPs PMAT P2TK UNY 2013

    Apapun yang ada dan yang mungkin ada dapat kita gunakan untuk belajar filsafat. Terlalu banyak yang bisa kita pelajari dari filsafat. Untuk menerjemahkan tetang apa itu matematika saja banyak sekali definisinya. Misalnya saja matematika itu relatif, menurut siapa? Jika kita cari di buku primer takkan kita temukan jawabannya. Maka analogkan dengan relativisme yaitu menurun Einsten. Maka matematika relatif itu menurut einstein. Jadi dapat saya simupulkan pola pikir yang dibangun saat perkuliahan filsafat inilah yang akan sangat berguna di kehidupan kita kelak.

    ReplyDelete
  52. Maprokhi
    PPs PMat P2TK 2013 13709259014

    Saya terkesan dengan bagian dialog:
    Mahasiwa:
    Apa bekalku untuk berjalan sendiri tanpa kehadiranmu?

    Marsigit:
    Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

    Seringkali kita berpikiran bahwa ketika sudah selesai melakukan sesuatu misalnya kuliah maka berakhirlah kuliah itu tanpa kesan apa-apa. Padahal ini adalah awal untuk melakukan atau menerapkan hasil perkuliahan dalam kehidupan kita nantinya. Begitu juga belajar filsafat tidaklah berhenti pada selesainya kuliah Filsafat Ilmu, tetap pasca kuliah harus terus belajar dengan berusaha menerjemahkan dan diterjemahkan dengan menggunkan pikiran yang kritis dan hati yang bersih.
    Terima kasih Prof. telah memberikan pencerahan dengan elegi-elegi yang dapat dijadikan media untuk belajar filsafat, semoga saya tidak terkena jebakan filsafat.

    ReplyDelete
  53. HESTI SETIANINGSIH
    PEND. MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM 13709259015

    Filsafat sebagai olah pikir yang juga menyertakan olah hati. Dengan belajar filsafat, diharapkan memiliki kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Selain itu, selalu berusaha meningkatkan dimensi pikiran dan hati, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan yang ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete
  54. Tyas Kusumawati
    NIM 13709259006
    PPs P.Mat P2TK 2013

    Filsafat adalah ilmu tentang olah pikir, namun tetap menggunakan hati kita sebagai komandannya. Dengan belajar filsafat kita belajar untuk berpikir kritis, dan belajar untuk senantiasa mengikhlaskan hati kita.

    ReplyDelete