Oct 10, 2012

Elegi Menggapai "Kant's Deduction of the Pure Concepts of Understanding"




By Marsigit

Kant, 1787, strives to demonstrate that space and time are neither experience nor concepts, but they are pure intuition.



He calls it as metaphysical demonstrations of space and time; and concludes that: firstly, space is not an empirical concept obtained by abstraction due to any empirical concept obtained from the external senses such as even "next to each other" presupposes the notion of space; and this means that two things are located at two different spaces.

Time is not obtained by abstraction or association from our empirical experience, but is prior to the notion of simultaneous or successive.

Space and time are anticipations of perception and are not the products of our abstraction.

Secondly , the idea of space is necessary due to the fact that we are not able to think of space without everything in it, however we are not able to disregard space itself.

We can think of time without any phenomenon, but it is not possible to think of any phenomenon without time; space and time are a priori as the conditions for the possibility of phenomena.

Thirdly , the idea of space is not a universal concept; it is an individual idea or an intuition. There is only one time and various special times are parts of the whole time and the whole is prior to its parts.

Fourthly, space is infinite and contains in itself infinitely many partial spaces.

Next, Kant, 1787, develops Transcendental Demonstrations to indicate that the possibility of synthetic a priori knowledge is proven only on the basis of Space and Time, as follows: first, if space is a mere concept and not an intuition, a proposition which expands our knowledge about the characters of space beyond the concept cannot be analyzed from that concept.

Therefore, the possibility of synthesis and expansion of Geometric knowledge is thus based on space's being intuited or on the fact that such a proposition may be known true only in intuition.

And thus the truth of a Geometric proposition can be demonstrated only in intuition.

Second , the apodeicticity of Geometric knowledge is explained from the apriority of intuition of space and the apodeicticity of Arithmetics knowledge is explained from the apriority of intuition of time.

If space and time are to be empirical, they do not have necessity; however, both Geometric and Arithmetic propositions are universally valid and necessary true.

Third , mathematical knowledge has the objective reality that based on space and time in which our experiences are possible.

Forth, in regard to time, change and motion are only possible on the basis of time.
ments, by contrast, are non-empirical and non-contingent judgments.

References:

1 Kant, I., 1787, “The Critique of Pure Reason: Preface To The Second Edition”, Translated By J. M. D. Meiklejohn, Retrieved 2003
2 Ibid.
3 Ibid.
4 Ibid.
5 Ibid.
6 Ibid.

20 comments:

  1. Rhomiy handican
    16709251031
    PPs Pendidikan matematika B 2016

    Elegi Menggapai "Kant's Deduction of the Pure Concepts of Understanding", dalam elegi ini diungkapkan, bahwa Kant pada tahun 1787, mengembangkan Demonstrasi Transendental untuk mensintesiskan pengetahuan apriori terbukti hanya atas dasar Ruang dan Waktu. Ada empat demonstrasi menurut Kant, a) jika ruang adalah konsep belaka dan bukan intuisi , proposisi yang mengembang pengetahuan kita tentang karakter ruang luar konsep tidak dapat dianalisis dari konsep itu, b) Jika ruang dan waktu yang menjadi empiris , mereka tidak memiliki keharusan , namun proposisi kedua geometris dan aritmatika yang berlaku secara universal dan diperlukan hal yang benar. c) pengetahuan matematika memiliki realitas yang objektif yang didasarkan pada ruang dan waktu di mana mengambil dari suatu pengalaman. Dan yang d) dalam hal waktu , suatu perubahan itu hanya didasarkan oleh waktu.

    ReplyDelete
  2. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Kita bisa mempelajari dari artikel diatas bahwa Kant menyatakan waktu dan ruang itu bukan konsep bukan pengalaman melainkan intuisi murni. Ia menyebutnya sebagai demonstrasi metafisik ruang dan waktu dan menyimpulkan bahwa ruang bukan konsep empiris. Kedua, jika kita berpikir tentang ruang maka kita membutuhkan waktu, jika kita berpikir tentang waktu berarti kita butuh ruang. Kemudian, pemikiran tentang ruang itu bukan konsep universal melainkan intuisi individu tersebut.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  3. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Metaphysical demonstrations of space and time. Space is not an empirical concept obtained by abstraction due to any empirical concept obtained from the external senses such as even "next to each other" presupposes the notion of space, and this means that two things are located at two different spaces.

    ReplyDelete
  4. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    The possibility of synthetic a priori knowledge is proven only on the basis of Space and Time if space is a mere concept and not an intuition, a proposition which expands our knowledge about the characters of space beyond the concept cannot be analyzed from that concept.

    ReplyDelete
  5. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    menurut Kant bahwa waktu bisa memikirkan tanpa fenomena apapun, tetapi tidak mungkin untuk memikirkan fenomena apapun tanpa waktu; ruang dan waktu yang apriori sebagai kondisi untuk kemungkinan fenomena. Ruang dan waktu adalah antisipasi dari persepsi dan bukan produk abstraksi.

    ReplyDelete
  6. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    menurut Immanuel Kant kebenaran proposisi geometris dapat dibuktikan hanya dalam intuisi. pengetahuan matematika memiliki realitas objektif yang berdasarkan ruang dan waktu di mana pengalaman yang dimiliki itu mungkin benar.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Kant menolak klaim metafisika atas pengetahuan tentang realitas fundamental. Karena ketika kita berhadapan dengan realitas kita selalu mengalami realitas itu dalam kategori-kategori yang sudah tertanam dalam benak kita. Jadi pengetahuan dan pengenalan tentang segala yang ada itu ditentukan oleh hukum-hukum atau prinsip-prinsip pengetahuan yang secara konstitutif ada dalam akal budi mansusia.

    ReplyDelete
  8. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    the idea of space and time are individual ideas or intuitive which are not universal. Geometric knowledge is developed based on intuited space. Somehow, these ideas come to a contradiction to which we consider geometric prepositions are universally valid. However, the idea that geometric knowledge or mathematical objects is free from any individual space and time is fundamental.

    ReplyDelete
  9. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Kant mengembangkan Transcendental Demonstration yang menunjukkan bahwa pengetahuan yang sintetik apriori didasarkan pada ruang dan waktu. Jika ruang adalah konsep dan bukan intuisi, maka konsep tidak dapat dianalisis. Begitupula pada geometri yang didasarkan pada ruang, kebenaran proposisinya hanya dalam intuisi saja. Matematika memiliki realitas objektid yang didasarkan pada ruang dan waktu yang mana pengalaman yang bisa menjadi penting untuk digunakan.

    ReplyDelete
  10. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Kant beranggapan bahwa ruang dan waktu bukanlah sebuah pengetahuan ataupun konsep yang real yang terdapat diluar pikiran. Ruang dan waktu menurut Kant adalah murni muncul dari intuisi seseorang. Ruang dan waktu adalah antisipasi dari presepsi seseorang bukan suatu keabstrakan. Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa ruang dan waktu itu kedudukannya jelas tetapi muncul dari intuisi seseorang sehingga letaknya di dalam pikiran manusia.

    ReplyDelete
  11. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Deduksi adalah pemikiran dari umum ke khusus, atau dari gejala-gejala yang bersifat umum dikerucutkan menjadi hal-hal khusus. Dalam artikel di atas Kant menyatakan bahwa ruang dan waktu bukan pengalaman atau konsep, tetapi mereka intuisi murni. Ruang dan waktu yang seringkali dibahasa dalam filsafat ilmu nyatanya hanyalah intuisi murni. Namun ada pula konsep-konsep apriori, yakni dua belas kategori yang diperoleh Kant dari bentuk-bentuk silogisme. Kedua belas kategori tersebut dibagi menjadi empat bagian: Kuantitas, Kualitas, Relasi dan Modalitas.

    ReplyDelete
  12. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam elegi diatas kant berpendapat Ruang dan waktu adalah antisipasi dari persepsi dan bukan produk abstraksi . gagasan ruang diperlukan karena fakta bahwa kita tidak mampu berpikir ruang tanpa segala isinya, tetapi tidak mungkin untuk memikirkan fenomena apapun tanpa waktu; ruang dan waktu yang apriori sebagai kondisi untuk kemungkinan fenomena.
    Namun, gagasan bahwa pengetahuan geometris atau objek matematika adalah bebas dari ruang individu dan waktu merupakan hal yang fundamental.

    ReplyDelete
  13. 16701251016
    PEP B S2

    Kebenaran geometri adalah bersifat intuitif. Penjelasan tersebut terkait dengan eksistensi ruang dan waktu. Tidak mungkin terjadi fenomena apapun tanpa adanya ruang yang mungkin bisa berdualis makna. Dan tidak mungkin memikirkan waktu pula jika tanpa adanya ruang.

    ReplyDelete
  14. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Kant (1787) mendemonstrasikan bahwa ruang dan waktu bukan pengalaman dan bukan juga sebuah konsep, tetpi murni intuisi. Kita dapat berpikir tentang waktu tanpa fenomena apapun, tetapi tidak mungkin kita dapat memikirkan fenomena tanpa waktu, ruang dan waktu adalah apriori sebagai kondisi untuk kemungkinan fenomena.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb. imm

    ReplyDelete
  15. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    specifically, for reasons described by the empiricists, Kant thinks that we couldn't get the concept of substance from experience; and for reasons described by Hume in particular, that we couldn't get the concept of causal relations (necessary connections) between objects merely from our experience of those objects. But the notions of substance and causation are important parts of the concept of an object.

    ReplyDelete
  16. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    specifically, for reasons described by the empiricists, Kant thinks that we couldn't get the concept of substance from experience; and for reasons described by Hume in particular, that we couldn't get the concept of causal relations (necessary connections) between objects merely from our experience of those objects. But the notions of substance and causation are important parts of the concept of an object.

    ReplyDelete
  17. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari artikel tersebut, Kant menyatakan bahwa konsep bukanlah waktu dan ruang, dan bukan pula dari a posteori yang dibangun dari pengalaman, tetapi dari intuisi murni. Jika seseorang memikirkan sebuah konsep ruang, maka ia pun juga memikirkan masalah waktu. Jadi, dari pikiran tentang sebuah ruang seraya mengabaikan konsep waktu, maka diperoleh konsep yang tidak universal tetapi berasal dari intuisi yang diperoleh.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Menurut Kant, apodiktik dari pengetahuan geometri dijelaskan dari a priori intuisi ruang dan apodiktik dari pengetahuan artimatika dijelaskan dari a priori intuisi waktu. Jika ruang dan waktu yang menjadi empiris, mereka tidak memiliki keharusan; Namun, kedua proposisi Geometric dan aritmatika yang berlaku universal dan diperlukan benar. Ketiga, pengetahuan matematika memiliki realitas objektif yang berdasarkan ruang dan waktu di mana pengalaman kami yang mungkin.

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Menurut Kant matematika harus dipahamai dan dikonstruksi menggunakan intuisi murni, yaitu intuisi “ruang” dan “waktu”. Konsep dan keputusan matematika yang bersifat “synthetic a priori” akan menyebabkan ilmu pengetahuan alam pun menjadi tergantung kepada matematika dalam menjelaskan dan memprediksi fenomena alam. Menurutnya, matematika dapat dipahami melalui “intuisi penginderaan”, selama hasilnya dapat disesuaikan dengan intuisi murni kita.

    ReplyDelete
  20. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Kant menyimpulkan bahwa intuisi dan keputusan yang bersifat `synthetic a priori` berlaku bagi geometri maupun aritmetika. Konsep geometri bersifat `intuitif keruangan` dan konsep aritmetika bersifat `intuitif waktu` dan `bilangan`, dan kedua-duanya bersifat `innate intuitions`. Dengan konsep intuisi tersebut, Kant ingin menunjukkan bahwa matematika juga memerlukan data empiris yaitu bahwa sifat-sifat matematika dapat ditemukan melalui intuisi penginderaan, tetapi akal budi manusia tidak dapat mengungkap hakekat matematika sebagai `noumena` melainkan hanya mengungkap sebagai `phenomena`.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id