Oct 17, 2012

Elegi Kail Bermata Durja

Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai sang Bagawat kelihatannya engkau ingin menyampaikan sesuatu kepadaku?



Bagawat:
Begini Cantraka...yang namanya krisis multidimensi itu ...tidak habis-habisnya untuk dibahas.

Cantraka:
Wah saya sudah mulai jenuh...nih...apa tidak ada topik lain?

Bagawat:
Tunggu dulu...apa kamu tahu apa itu yang namanya Kail Bermata Durja?

Cantraka:
Oh...baru kali ini aku mendengarnya. Kalau yang namanya Kail, aku sudah biasa. Tetapi apa anehnya sebuah Kail mesti engkau persoalkan?

Bagawat:
Bukan Kailnya yang menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah orang yang menggunakan Kail atau Pengail. Dan Ikan tangkapannya.

Cantraka:
Apa pula masalahnya dengan mereka?

Bagawat:
Saya ingin bertanya kepadamu. Adakah kesalahan seorang Pengail itu?

Cantraka:
Menurutku tidak ada kesalahan.

Bagawat:
Itulah gunanya filsafat, yaitu mencoba memikirkan hal sedalam mungkin, bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun. Kesalahan Pengail adalah karena dia telah menipu Ikan. Dia pura-pura memberi umpan, padahal di dalam umpannya itu terdapat senjata untuk membunuh ikan itu.

Cantraka:
Hahaha...haha...haha....wahai sang Bagawat....kali ini ijinkan aku untuk tertawa lebar-lebar. Apalah gunanya engkau persoalankan hal sepele seperti itu? Apakah berpikir filsafat kemudian akan menjadi orang aneh?

Bagawat:
Sebenar-benar tangisan dan tawa seseorang itu menunjuk kepada dimensinya.

Cantraka:
Oh...maaf Bagawat. Kalau begitu...lantas...dimensiku itu seperti apa?

Bagawat:
Dimensimu adalah seorang Cantraka yang belum mengetahui apa itu Kail Bermata Durja.

Cantraka:
Oh..maafkan diriku sang Bagawat. Mohon ampunlah...diriku itu. Bolehkah aku mengetahui apa yang dimaksud Kail Bermata Durja?. Kenapa diberinama Bermata Durja?. Apa itu Durja?

Bagawat:
Jika Durja aku konotasikan dengan sesuatu yang tidak baik, padahal Durja itu menjadi mata pancing; maka Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Segala alat yang kemudian dikonotasikan sebagai Pancing itu bisa bersifat fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa...dst. Sedangkan obyek yang dipancing dapat pula berupa fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa...dst.

Cantraka:
Lantas...seperti apa contohnya Kail Bermata Durja itu?

Bagawat:
Kail Bermata Durja itu adalah Kail Keburukan, Kail Kedholiman, Kail Maksiat, Kail Korupsi, Kail Nepotisme, Kail Kolusi, Kail Penjajahan, Kail Eksploitasi, Kail Kooptasi, Kail Explorasi, Kail Persekongkolan, Kail Powernow, Kail Neokapitalis, Kail Neopragmatis, Kail Posmo, Kail Utilitarian, Kail Hedonisme, Kail Mencari Untung Tanpa Peduli Kepentingan yang Lebih Besar, Kail Ego Diri atau Kelompok yang Ingin Menang Sendiri, Kail Yang Penting Proyek Tanpa Peduli Dampaknya, Kail Feodalisme, Kail Politiking, Kail Markus, Kail Manipulasi, Kail Paternalistik, Kail Syaitoniah...dst.

Cantraka:
Wuoh....wuoh...wuoh....baru sadar aku. Ternyata di dunia ini terdapat banyak sekali ragam Kail itu? Tetapi saya belum begitu paham bagaimana mereka mampu menggunakan Kail Bermata Durja itu?

Bagawat:
Kita dapat menyaksikan perilaku mereka. Bagi seorang Pemancing Ikan maka sebuah Kail telah digunakan untuk menipu Ikan kemudian membunuhnya. Bagai seorang Murid tidak jujur, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek. Bagi seorang Guru tidak jujur, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk memalsu PAK. Bagi seorang Calo Penumpang, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk menipu penumpang dan memperoleh keuntungan. Bagi Para bankir nakal maka Kail Bermata Durja digunakan untuk menipu nasabah. Bagi Petugas Pajak, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk manipulasi pembayaran pajak. Bagi negara super power maka Kail Bermata Durja digunakan untuk ekspansi kekuasaannya.

Cantraka:
Wahai sang Bagawat...bilamana dan bagaimana kita terbebas dari Kail Bermata Durja?

Bagawat:
Bagi Syaitan...maka Kail Bermata Durja digunakan untuk menggelincirkan manusia agar ingkar kepada Tuhan. Maka Kail Bermata Durja ini juga salah satu sebab mengapa kita masih dilanda krisis multidimensi.

49 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Kail bermata durja menggambarkan pemancing untuk mengumpan mangsa dalam hal keburukan. Sehingga elegi ini membicarakan tentang orang yang suka memanfaatkan, memperdaya bahkan menipu orang lain. Pada kehidupan sehari-hari kita biasa menyebutnya sebagai tindak kecurangan, contohnya koruptor yang makin banyak di negeri ini. Agar kita dapat terhindar dari perilaku yang seperti itu yaitu dengan selalu mengingat bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  2. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Benar apa yg dikatakan oleh elegi di ats, bahwa kail bermata durja merupakan kail yang digunakan untuk menggelincirkan manusia kepada Tuhannya. Adapun menurut saya, kail tersebut adalah penerapan sistem kapitalis-sekuler yang diterapkan di indonesia, sehingga manusia ingkar kepada Tuhan-Nya. Penerapan sistem kapitalis-sekuler juga mengindahkan peran Tuhan dalam kehidupan. Peran Tuhan hanya dalam batas tempat ibadah saja. Hal inilah yang menjadi akar masalah persoalan negeri ini. Di mana negeri ini masih mengalami krisis multidimensi.

    Maka solusinya adalah mengganti sistem kapitalis-sekuler dengan sistem islam dalam Daulah Khilafah Islamiyyah yang akan menerapkan segala syariat (aturan) yang in syaa Allah akan mengatasi berbagai problematika krisis multidimensi ini.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi Mengail dengan durja bagaikan membunuh dengan kebahagiaan sementara. Sungguh munafik orang-orang yang mengail dengan durja tersebut. Sumber segala problematika yang menimpa kehidupan bangsa ini dari berbagai aspek kehidupan adalah kemunafikan para subyeknya. Baik itu subyek pendidikan, pemerintahan, atau lainnya.Jiwa ksatria jauh dari realitas para pelaku penggerak kehidupan bangsa.Ironi memang. Karena ketidakprofesionalan seorang pemegang amanah akan sangat berdampak pada seluk beluk kehidupan bangsa ini. maka oleh sebab itu mari kita hindari sifat yang terela ini agar masa depan indonesia semakin cerah.

    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Karena jika kesalahan dikerjakan bersama-sama, maka menjadi kebenaran. Hal-hal keburukan yang dilakukan seperti kemunafikan seseorang untuk terlihat baik-baik saja tapi sebenarnya ada hal buruk yang tersembunyi. Semua itu merupakan melemahkan iman seseorang jika dilakukan secara berkelanjutan. Sifat syaitannya sudah mengalir didalam darah. Semakin lemah imannya maka semakin jauh dirinya dengan Allah SWT. Maka semakin hebat pula ia menipu segala yang ada dan yang mungkin ada di sekitarnya untuk memperoleh keuntungan untuk dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  5. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kail bermata durja merupakan analogi dari alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat dengan cara yang tidak jujur yaitu mengelabuhi obyek yang dituju. Tanpa kita sadari penggunaan kail ini sering terjadi di kehidupan kontemporer saat ini. Mulai dari hal kecil hingga hal besar. Seperti halnya seorang murid tidak jujur, Kail Bermata Durja digunakan untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek. Seperti halnya seorang pemimpin yang tidak jujur, kail bermata durja digunakan untuk korupsi di negeri ini. Dan masih banyak lagi penggunaan kail bermata durja ini, karena banyak manusia yang krisis kejujuran.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  6. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Kail bermata durja merupakan salah satu penyebab dari krisis multidimensi. Dalam elegi ini dapat kita ketahui bawa jika durja itu merupakan konotasi dari sesuatu yang tidak baik, padahal durja itu menjadi mata pancing; maka Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Berikut ini adalah beberapa contoh kail bermata durja, yaitu: kail keburukan, kail kedzaliman, jika kail bermata durja pada diri siswa adalah kail yang digunakan untuk mencari kesempata untuk mencontek, dan lain- lain.

    ReplyDelete
  7. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs Doktoral PEP A 2016

    Berdasarkan elegi kail bermata durja, sang bagawat menyatakan bahwa Kail Bermata Durja merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Berdasarkan narasi besar awal dan akhir jaman yang pernah dipaparkan pada perkuliahan filsafat pendidikan,kemungkinan orang yang paling rawan dengan kail bermata durja adalah peneliti magister dan doktoral program. Jangan-jangan kita banyak melakukan manipulasi obyek yang sedang diuji seolah-olah mereka mengalami masalah yang kita buat. Bahkan, kita juga rawan dengan praktek plagiarisme yang seolah-olah itu hasil pemikiran kita. Oleh karena itu, kita mengkritisi kail bermata durja pada orang lain, tapi 3 jari yang lain menunjuk diri kita yang tak sadar telah menggunakannya.

    ReplyDelete
  8. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dari elegi kail bermata durja, memperoleh sesuatu secara tidak jujur adalah perbuatan syaitan, perbuatan yang akan menjauhkan kita dari Tuhan. Apapun itu, hendaklah kita memperoleh sesuatu dengan cara yang jujur, dengan cara yang baik. Maka ketika sesuatu itu diperoleh dengan cara yang jujur maka sesuatu itu akan dirasakan lebih bermanfaat daripada diperoleh dengan cara yang tidak jujur.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  9. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Dan saat ini banyak kita lihat kail bermata durja digunakan dimana- mana. Banyak masyarakat yang berlaku tidak jujur. Siswa yang mencontek ketika ujian. Pedagang yang menipu pembelinya. Calo yang menipu penumpangnya. Dan penipu- penipu lain yang saat ini mudah kita lihat. Bahkan syaitan menggunakan kail bermata durja untuk menggelincirkan manusia agar ingkar kepada Tuhan. Maka orang- orang yang jauh dari tuhannya akan sangat mudahh terpancing kail bermata durja milik syaitan dan kemudian ikut menggunakan kail bermata durja untuk menipu orang lain. Padahal segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah titipan sehingga tiadalah berguna jika kita sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

    ReplyDelete
  10. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Bagi orang yang tidak mau berfikir, mungkin kail merupakan sesuatu yang tidak bermakna, tetapi bila kita mampu berfikir secara refleksif, kita dapat merefleksikan segala yang ada dan yang mungkin ada di dalam hidup. Contohnya dalam elegy ini, kail dapat dianalogikan sebagai alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dituju. Kail digunakan sebagai umpan, padahal umpan tersebut merupakan senjata yang merugikan objek yang dituju. Banyak sekali kail dalam kehidupan ini yang digunakan oleh setiap orang yang tidak jujur untuk mencapai tujuannya. Kail yang paling mengerikan ialah kail bagi setan, yaitu digunakan untuk menyesatkan manusia hingga mengingkari Tuhan. Maka hendaknya kita senantiasa memohon pertolongan Allah agar selamat dari godaan setan.

    ReplyDelete
  11. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Kail bermata durja merupakan segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing . Menggunakan dan menghalalkan segala cara untuk memperoleh hasil yang diinginkan, meraup keuntungan sebesar-besarnya, meraih kemenangan, dsb tanpa peduli akan adanya Yang Maha Mengawasi. Pada kehidupan sehari-hari kita biasa menyebutnya sebagai tindak kecurangan atau bahkan sampai kepada tindakan KKN. Sesungguhnya orang-orang yang menggunakan kail bermata durja ini telah menjadi mitos. Maka untuk menghindari kail bermata durja ini kita harus selalu mengingat bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  12. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Kail bermata durja merupakan suatu analogi mengenai kejahatan atau perilaku yang tidak baik yaitu ditutupi dengan perilaku kebaikan. Hal tersebut bisa juga disebut dengan kemunafikan. Begitu banyak contoh perilaku bermuka dua yang telah membudaya di Indonesia, seperti mencontek saat ujian, plagiasi, dan korupsi. Mereka melakukan kejahatan di balik tindakan yang baik. Hal tersebut tentulah amat sangat berbahaya. Pencegahan atau cara mengatasinya adalah peningkatan kualitas manusia secara spiritual.

    ReplyDelete
  13. Kail bermata durja merupakan elegi yang menyampaikan pesan bahwa dalam kehidupan kita banyak sekali tipu daya, perilaku yang kurang atau tidak baik seringkali ditutupi dengan kebaikan yang penuh kepalsuan demi tujuan tertentu yang merugikan orang lain. Orang sering kali berusha memperoleh keuntungan dengan berbagai cara seperti kecurangan dan tidak jujur tanpa peduli segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT, maka berbuatlah sebaik mungkin sesuai aturan agama sebagai pedoman hidup.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  14. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Dari elegi di atas dapat dipaahami bahwa kail bermata durja merupakan segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dituju. Bisa bersifat fisik, kongkrit, abstrak, individu, kelompok, dan sebagainya.Misalnya dalam dunia pendidikan matematika dimana ada siswa yang sengaja tidak diluluskan saat ujian dan harus diwajibkan mengikuti perbaikan nilai tapi bukan dengan menggunakan tes mengenai matematika melainkan dengan meminta hal-hal yang bersifat materialistis seperti uang dengan alasan untuk membantu dan mempermudah siswa agar bisa lulus ujian.Hal-hal seperti inilah yang harus benar-benar dihilangkan dalam sistem pendidikan kita agar masa depan Negara kita tidak suram.

    ReplyDelete
  15. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Elegi ini membicarakan tentang orang yang suka memanfaatkan, memperdaya bahkan menipu orang lain. Pada kehidupan sehari-hari kita biasa menyebutnya sebagai tindak kecurangan, contohnya politisi yang menjadi oknum korupsi yang makin banyak di negeri ini. Kail bermata durja merupakan suatu analogi mengenai kejahatan atau perilaku yang tidak baik yaitu ditutupi dengan perilaku kebaikan. Hal tersebut bisa juga disebut dengan kemunafikan. Begitu banyak contoh perilaku bermuka dua yang telah membudaya di Indonesia, seperti mencontek saat ujian, penjilat kepemerintahan dan banyak lainnya. itulah yang banyak muncul di indonesia dan terjadi kepada pemegang kekuasaan

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    kail dapat dianalogikan sebagai alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dituju. Kail digunakan sebagai umpan, padahal umpan tersebut merupakan senjata yang merugikan objek yang dituju.Bagi orang yang tidak mau berfikir, mungkin kail merupakan sesuatu yang tidak bermakna, tetapi bila kita mampu berfikir secara refleksif, kita dapat merefleksikan segala yang ada dan yang mungkin ada di dalam hidup.

    ReplyDelete
  17. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Kail bermata durja pada elegi di atas mungkin dapat dikatakan sebagai salah satu penyebab terjadinya multidimensi. Kail bermata durja diilustrasikan sebagai alat yang digunakan untuk memperoleh keuntungan dan manfaat dari cara-cara yang kurang baik ataupun tidak jujur. Kail bermata durja dapat menggambarkan perilaku-perilaku buruk yang dilakukan tetapi sengaja ditutup-tutupi dengan perilaku yang tampaknya baik. Dalam hal agama perilaku yang demikian disebut dengan kemunafikan. Dalam ranah agama sifat munafik termasuk salah satu penyakit hati. Kaum munafik adalah sumber segala bahaya yang sering mengancam berbagai bangsa di kawasan negara. Sebab utamanya adalah karena mereka berpura-pura bersikap baik terhadap musuh, tetapi di dalam hati mereka sedang mencari kelemahan lawan. Dan yang menjadi tujuan utamanya adalah mencari keuntungan bagi mereka sendiri, walaupun kelakuan itu harus mengorbankan bangsanya. Orang-orang munafik dapat digolongkan sebagai pengkhianat. Sebab, sangat banyak bangsa-bangsa yang dirugikan oleh sikap mereka yang khianat.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  18. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Jika “kail” bermakna sebagai alat umpan, maka dalam hidup ada banyak sekali “umpan” yang akan kita hadapi. Apabila “umpan negatif” , maka hasilnya “ikan” yang kita dapat menggelincirkan kita agar ingkar kepada Tuhandan menjadi salah satu sebab mengapa kita masih dilanda krisis multidimensi.
    Dalam hidup, kita harus selalu mawas diri, menjaga diri kita dari “kail bermata durja” yang dengan mudah dapat mengiring kita pada umpan” “duniawi saja.

    ReplyDelete
  19. “Jika Durja aku konotasikan dengan sesuatu yang tidak baik, padahal Durja itu menjadi mata pancing; maka Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Segala alat yang kemudian dikonotasikan sebagai Pancing itu bisa bersifat fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa...dst. Sedangkan obyek yang dipancing dapat pula berupa fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa...dst.”

    Seperti pisau, maka ditangan orang yang benar menjadi kebaikan, ditangan orang jahat menjadi keburukan

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    “Kail Bermata Durja itu adalah Kail Keburukan, Kail Kedholiman, Kail Maksiat, Kail Korupsi, Kail Nepotisme, Kail Kolusi, Kail Penjajahan, Kail Eksploitasi, Kail Kooptasi, Kail Explorasi, Kail Persekongkolan, Kail Powernow, Kail Neokapitalis, Kail Neopragmatis, Kail Posmo, Kail Utilitarian, Kail Hedonisme, Kail Mencari Untung Tanpa Peduli Kepentingan yang Lebih Besar, Kail Ego Diri atau Kelompok yang Ingin Menang Sendiri, Kail Yang Penting Proyek Tanpa Peduli Dampaknya, Kail Feodalisme, Kail Politiking, Kail Markus, Kail Manipulasi, Kail Paternalistik, Kail Syaitoniah...dst.”

    Jika suatu alat dipergunakan untuk mencelakakan dan membuat kerusakan, maka bagaimana jika alat itu dipakai untuk membuat kebaikan, apa yang akan terjadi?

    ReplyDelete
  22. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Begitu bahayanya kail bermata durja ini bahkan murid dan guru sekalipun dapat menggunakan kail bermata durja ini untuk memenuhi kebutuhan atau manfaat bagi dirinya dan yang penting hanya dirinya tanpa peduli dengan bagaimana caranya.

    ReplyDelete
  23. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas kail bermata durja dapat diartikan sesuatu yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan atau keinginannya dengan cara tidak baik dengan bersikap tidak jujur. Ada banyak sekali ragam kail bermata durja itu, dan orang-orang yang menggunakannya pun juga tidak sedikit. Misalkan saja bagi seorang guru yang tidak jujur, maka kail bermata durja dapat digunakan untuk memalsukan PAK. Syaitan memang akan selalu merayu manusia untuk menggunakan kail bermata durja ini, maka kita harus memiliki prinsip dan tekad yang kuat untuk selalu berbuat jujur.

    ReplyDelete
  24. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Kail bermata durja adalah kail yang digunakan manusia untuk mengelabui dan menipu. Manusia belajar dari pemancing untuk berbuat tidak jujur. Manusia tergiur untuk melakukan perbuatan-perbuatan instan untuk mencapai tujuan mereka. Padahal sesungguhnya untuk mencapai tujuan itu manusia perlu mengerahkan segala usaha dan doa. Ketika kita menggunakan seluruh usaha dan doa kita, kita sudah menghargai anugerah Tuhan dan hasilnya pun pasti menjadi lebih barokah.

    ReplyDelete
  25. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    elegi diats merupakan gambaran sesorang apapun itu yang menggunakan sesuatu yang indah, yang bagus seakan bermanaat sementara didalamnya ada sesuatu yang buruk yang merugikan, dan di gunakan untuk menipu sehingga Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. baik apapun itu dan dalam bentuk sistem maupun yang lainnya.

    ReplyDelete
  26. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Kail bermata durja merupakan alat untuk mencapai tujuan, jauh lebih buruk dari itu adalah bahwa ada niat yang buruk dalam alat tersebut untuk mencapai tujuan, sehingga bisa juga dikatakan orang yang membuat alat tersebut yang di gunakan untuk menipu merupakan orang yang munafik. maka dengan filsafatlah kita memahami hal tersebut, karena dalam filsafat kita memahami bahwa setinggi apapun perbuatan yang di buat oleh seseorang, sehebat apapun alat yang di gunakan masih tetap kalah dan tergantung motifnya dalam melakukan hal tersebut, kail bermata durja merupakan alat, sedangkan motif di belakangnya jauh lebih mematikan.

    ReplyDelete
  27. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Kail bermata durja dalam elegi ini merupakan segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dituju. Bisa bersifat fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa...dst. Kail bermata durja merupakan kail yang membunuh ikannya. Contohnya koruptor yang makin banyak di negeri ini, siswa yang mencontek ketika ulangan, guru yang melakukan plagiarism.

    ReplyDelete
  28. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Ini adalah gambaran dimana kondisi bangsa kita yang sedang terpedaya oleh tren global kekinian. Tren global kekinian menghasilkan beragam dimensi yang mau tidak mau juga disentuh oleh bangsa kita. Ya, dan bagaimanapun bangsa kita akan menyentuh itu. Siap ataupun tidak siap. Kesiapan bisa membuat bangsa kita seperti paus biru atau paus orca yang tidak bisa dipancing tapi justru malah dilindungi. Jika tidak siap maka bersiaplah bangsa ini akan menjadi sarden, yang tidak hanya bisa tertipu oleh kail, lebih dari itupukat harimau pun siap menanti.

    ReplyDelete
  29. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    A honest person is admired by everyone. Honesty comes from the heart and does not depend on whatever anyone else says. So take this quiz and know your honesty level.

    ReplyDelete
  30. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Krisis multi dimensional merupakan suatu situasi dimana bangsa dan negeri kita dewasa ini sedang dilanda oleh beraneka-ragam pertentangan besar maupun kecil dan berbagai keruwetan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan juga kebobrokan moral. Krisis ini telah dan sedang terus memporak-porandakan berbagai sendi-sendi penting kehidupan bangsa. Begitu hebatnya krisis yang bersegi banyak ini, sehingga perlu menjadia kajian kita bersama agar kedepannya tidak terjadi desintegrasi negara dan bangsa karena begitu besarnya kekacauan di berbagai bidang itu

    ReplyDelete
  31. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Menurut saya, elegi ini membicarakan tentang seseorang yang berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak baik. Dalam elegi ini memberikan contoh seseorang yang ingin mendapatkan ikan dengan menipu ikan tersebut. Ikan diberikan umpan yang ternyata didalamnya terdapat kail tajam.

    ReplyDelete
  32. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Dewasa kini banyak manusia yang menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan. Mereka tidak mempedulikan efek dari tingkah lakunya pada orang lain. Contohnya para pejabat yang melakukan korupsi. Mereka menjanjikan hal-hal baik kepada masyarakat saat pemilihan, akan tetapi setelah menjadi pejabat mereka justru mengeruk uang rakyat.

    ReplyDelete
  33. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Kita tentu tahu bahwa menipu untuk mendapatkan keuntungan pribadi bukanlah hal baik. Agama mengajarkan bahwa sesedikit apapun keuntungan yang didapat secara halal lebih barokah. Kebarokahan akan membawa pada kebahagian hidup yang hakiki. Maka sebaik-baik manusia adalah mereka yang pandai bersyukur

    ReplyDelete
  34. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    kail bermata durja merupakan segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dituju. filsafat, memilkirkan segala hal dengan intensif dan ekstensif, bahkan kail pun dapat untuk merefleksikan diri ke kehidupan sehari-hari. Kita biasa menyebutnya sebagai tindak kecurangna atau bahkan sampai kepada tindakan tercela. Sumber segala problematika yang menimpa kehidupan bangsa ini dari berbagai aspek kehidupan adalah kemunafikan para subyeknya. Baik itu subyek pendidikan, pemerintahan, atau lainnya. Ironi memang. Karena ketidakprofesionalan seorang pemegang amanah akan sangat berdampak pada seluk beluk kehidupan bangsa ini. Perbaikan kualitas manusia sangat diperlukan dan merupakan kebutuhan yang begitu mendesak. Bagaimana kita menghindarinya adalah selalu mengingat bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  35. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saat ini tentunya banyak sekali orang yang memfaatkan ‘kail bermata durja’. Mereka adalah orang-orang yang tidak jujur dalam menjalani kehidupan. Mudah terpengaruh bujuk rayu setan, untuk mendapatkan ‘kemudahan’ di dunia dengan cara yang tidak diperkenankan. Selalu ada ganjaran dari setiap perbuatan manusia, semoga kita bukan termasuk orang yang memanfaatkan kail bermata durja dalam menjalani hidup dan dihindari dari hal tersebut. Amin.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  36. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013
    Memikirkan segala hal dengan intensif dan ekstensif, bahkan kail pun dapat untuk merefleksikan diri ke kehidupan sehari-hariadalah filsafat. Kail bermata durja ada pemancing untuk mengumpan mangsa dlam hal keburukan. Pada kehidupan sehari-hari kita biasa menyebutnya sebagai tindak kecurangna atau bahkan sampai kepada tindakan KKN. Bagaiman kita menghindarinya adalah selalu mengingat bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  37. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Bagi seorang Guru tidak jujur, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk memalsu PAK. Bagi Syaitan. Kail Bermata Durja digunakan untuk menggelincirkan manusia agar ingkar kepada Tuhan. Maka Kail Bermata Durja ini juga salah satu sebab mengapa kita masih dilanda krisis multidimensi. Saya kira sekarang ini butuh tenaga extra untuk terhindar dari praktik kail bermata durja ini karna dianggap sebagai hal yang lumrah yang jauh berbeda dengan seorang maling padahal sebetulnya keduanya mirip.

    ReplyDelete
  38. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Kail bermata durja menggambarkan berbagai keburukan-keburukan yang terjadi saat ini seperti maksiat, korupsi, kolusi, nepotisme, penjajahan, eksploitasi kooptasi, neopragmatis, neokapitalis, posmo, utilitarian, hedonism, dst yang bisa dilakukan oleh seseorang, sekelompok orang, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, dsb. Kail ini berusaha memancing ikan kecil yakni manusia. Maka kita sebagai manusia haruslah berhati-hati agar tidak terpengaruh oleh keburukan-keburukan tersebut, gunakanlah filsafat untuk dapat memikirkan segalanya secara lebih kritis dan mendalam.

    ReplyDelete
  39. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Pada elegi diatas dijelaskan bahwa Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Segala alat yang kemudian dikonotasikan sebagai Pancing itu bisa bersifat fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa.Sedangkan obyek yang dipancing dapat pula berupa fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa. Jadi pada intinya, ada sekelompok orang yang menghalalkan segala cara yang buruk termasuk memanfaatkan dan menipu orang lain demi kepentingan dan kebahagian dirinya sendiri tanpa memerdulikan penderitaan orang lain. Dia akan melakukan apa saja dengan cara tidak jujur agar dapat mencapai tujuan yang di inginkannya. Contohnya saja seorang siswa yang ingin mempunyai nilai bagus dan sempurna, akan tetapi dia tidak berindak dengan cara belajar yang rajin melainkan memilih cara yang salah dengan memanfaatkan temannya untuk meminta contekan atau dengan cara menuliskan catatan-catatan kecil untuk dicontek. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa tersebut berusaha menghalalkan segala cara yang buruk untuk mencapai tujuannya. Dalam hal ini siswa tersebut telah menipu gurunya dan dirinya sendiri. Sebenarnya, hal ini akan membuat hatinya tidak tenang karena telah berbuat tidak jujur. 

    ReplyDelete
  40. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Pada elegi diatas dijelaskan bahwa Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Segala alat yang kemudian dikonotasikan sebagai Pancing itu bisa bersifat fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa.Sedangkan obyek yang dipancing dapat pula berupa fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa. Jadi pada intinya, ada sekelompok orang yang menghalalkan segala cara yang buruk termasuk memanfaatkan dan menipu orang lain demi kepentingan dan kebahagian dirinya sendiri tanpa memerdulikan penderitaan orang lain. Dia akan melakukan apa saja dengan cara tidak jujur agar dapat mencapai tujuan yang di inginkannya. Contohnya saja seorang siswa yang ingin mempunyai nilai bagus dan sempurna, akan tetapi dia tidak berindak dengan cara belajar yang rajin melainkan memilih cara yang salah dengan memanfaatkan temannya untuk meminta contekan atau dengan cara menuliskan catatan-catatan kecil untuk dicontek. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa tersebut berusaha menghalalkan segala cara yang buruk untuk mencapai tujuannya. Dalam hal ini siswa tersebut telah menipu gurunya dan dirinya sendiri. Sebenarnya, hal ini akan membuat hatinya tidak tenang karena telah berbuat tidak jujur. 

    ReplyDelete
  41. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Manusia itu sifat, sifat itu senantiasa berubah. Terkadang baik, terkadang jahat. Ada orang yang menginginkan sesuatu maka akan melakukan hal-hal yangbbaik agar mendapatkannya. Tetapi ketika sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, kemudian lupa untuk bersyukur, malah menginginkan hal yang lebih dari itu, begitupun seterusnya. Hal ini berkaitan dengan karakter dasar dari seseorang, yang dikonstruk daam waktu yang sangat lama, tidak instan. Maka karakter itu tidak dapat instan diubah dalam waktu singkat. Sehingga untuk dapat menciptakan karakter yang baik, maka harus dipupuk sejak kecil, harus dibangun dari awal. Jika pondasinya kuat,maka akan menguatkan yang diatasnya.

    ReplyDelete
  42. Kail bermata durja diantaranya kail politik, dimana rakyat diiming-imingi dengan janji-janji namun ketika terpilih jangankan mengingat janji manis tetapi menegurpun tidak mau. Rakyat merasa mereka hanya diperlukan saat pemilihan saja, setelah itu dilupakan.

    ReplyDelete
  43. Salah satu durja politik adalah ketika rakyat dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok. Rakyat yang buta tujuan politiknya melakukan aksi atas sebuah skenario tertentu. Pada akhirnya yang menjadi korban adalah rakyat yang berada di baris depan aksi. Sungguh kasihan rakyat yang menjadi korban politik.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  44. Ada juga kail durja eksploitasi. Indonesia adalah negara kaya sumber alam yang semestinya menjadi bangsa super makmur dibandingkan negara lain yang kecil SDA. Namun kail durja eksploitasi telah mengambil kekayaan alam kita yang berlimpah untuk dimanfaatkan negara maju, sementara kita sebagai tenaga kerja yang murah. Perlu kebijakan pemerintah untuk menguasai sumber-sumber kekayaan sendiri bagi kemakmuran rakyat.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  45. Kail durja pungli juga salah satu bentuknya. Dengan iming-iming fasilitas dan pelayanan yang didahulukan dari yang lain, konsumen diminta memberikan imbalan jasa tertentu sesuai dengan kehendak sang pengail. Adanya Satuan Khusus Sapu Bersih Pungli ditujukan untuk memberantas kail durja pungli. Apakah ini efektif, tergantung diri kita sendiri.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  46. Kail durja korupsi adalah bentuk lain dari iming-iming memperoleh kekayaan dan fasilitas dengan cepat. Korupsi bisa dimana saja, kapan saja dan dalam bentuk yang beragam. Korupsi menjadi penyakit karena hanya berkutat pada proyek sementara kebutuhan masyarakat senyatanya belum terpihaki. Penyusunan anggaran yang copi paste dari tahun ketahun tidak mencerminkan kreatifitas penyusunan anggaran dan tidak mencerminkan dinamika kepentingan masyarakat.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  47. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Manusia tidak akan mudah terbebas dari kail bermata durja karena godaan/jebakan setan pun ada dimana mana. Baik dalam dunia kecil, akademisi maupun lembaga professional nasional yang lain. Pancingan untuk melakukan hal hal buruk juga ada dimana mana. Seperti yang dicontohkan dalam elegi diatas bahwa bagi petugas pajak, kail bermata durja digunakan untuk memanipulasi pembayaran pajak. Maka disini kecurangan, memanfaatkan kekuasaan/jabatan adalah representasi dari kail bermata durja. Ya Rabb. Lindungi kami dari perbuatan perbuatan tersebut.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh


    ReplyDelete
  48. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Elegi di atas mengingatkan saya ketika ada tes jawab singkat sebelum perkuliahan ilsafat Ilmu dengan tema menembus ruang dan waktu yang membicarakan batu. Benar jika dalam belajar filsafat kita akan memikirkan sesuatu yang tak terpikirkan sebelumnya. Contohnya dalam elegi di atas. Prof Marsigit menganalogkan kail sebagai senjata dalam melakukan keburukan. Banyak fenomena sekarang ini yang hidup dalam kepura-puraan untuk mendapatkan keuntungan. Mereka memberikan iming-iming yang ternyata itu merupakan pancingan untuk meraup keuntungan. Jika dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu banyak orang yang mengambil untung dengan cara menipu orang lain. Hal-hal buruk seperti ini saat ini kerap terjadi dikarenakan tuntutan hidup yang semakin keras dimana seseorang harus menjadi keras untuk dapat hidup. Namun hal ini hanya terjadi pada orang-orang yang serakah saja yang tidak puas dengan apa yang sudah dianugerahkan Tuhan kepadanya.

    ReplyDelete
  49. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Kail bermata durja merupakan perumpamaan dari berbagai macam cara siasat yang tidak baik atau tidak jujur, yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dengan alasan untuk mendapatkan sesuatu yang baik, atau untuk sesuatu yang bermanfaat, terkadang manusia menggunakan cara-cara yang tidak baik. Demi apapun alasannya, menggunakan cara yang tidak baik, tidaklah dibenarkan. Tujuan merupakan sesuatu yang penting, namun proses menuju suatu tujuan juga memegang peranan yang tidak kalah pentingnya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id