Oct 13, 2012

Cosmological Approach to Understand the Fourth Dimension




By Marsigit

Emil Mayev, 2003, in his “Glow from the inside out (Great Central Sun transmissions)” elaborated “ascension” to indicate that the third-dimensional physical plane would turn into a fifth-dimensional world within a certain time frame (some claim a couple of decades, some 1000 years); before it would enter this 'fifth dimension' it would go through the fourth dimension. He lectured the following:



“Earth shall continue to illuminate from within following entry into the Great Central Sun. Inside of the Great Central Sun, Earth shall be bathed in light day and night. The illumination of Earth shall be experienced as an increasing light inside and outside of all form. At first the light may glow in the form of a more present auric field or "halo". Later, all living things shall glow from the inside out as if they have a light bulb inside that has been turned on. Over time, the light shall continue to increase until all that appears solid appears semi-etheric, or can be seen through. It is at this point that Earth shall have entered the fourth dimension. It is anticipated that Earth shall not move into the fourth dimension in full for some 300 years into your future. After Earth has stabilized in the fourth dimension, the illumination within all form shall continue to grow, gradually and over time. From a third dimensional experience, Earth shall begin to "melt" with most rock and stone as you know it becoming liquid. However, form shall continue to appear solid within the fourth dimension. As the fire increases in the third dimension to enough of a "heat" over time and with continued illumination, all of Earth shall combust and enter the fifth dimension. At such a time, in the third dimension a star shall be born, and Earth shall be inflamed. However, upon the fifth dimension, all shall appear as it should or solid, but lighter, less dense, more illuminated, more transparent than you experience in present time. Earth is not anticipated to ascend to the fifth dimension for some 1000 years into your future”.

Mayev,E. (2003) further noted that the planet has passed to nadir of its descent into matter, and is now ascending towards the fourth dimension, and this would be a long slow process if there not a steadily increasing body of beings in the fifth dimension who are here to facilitate an accelerated transition towards the fourth dimension.

He then perceived that this translates into meaning that all of those angelic forces who inhabit the fourth dimension will have more influence and effect on your lives, and you will begin to experience that you do create your own experiences though your thoughts and emotions.

He confined that we create an energy field around ourself of emotionally charged thoughts, and these attract various types of devic beings who work to bring people and events of a similar vibration into your sphere of activity.

Further, Mayev,E. (2003) believed that this is where ideas of flow come from, where synchronous events just happen; so, the burden is upon us, as the earth accelerates to higher frequencies, to keep your thoughts positive and kind.

As you work on keeping a positive focus, meditating, and purifying your energy field, you will draw to yourself helpful devic beings, and you will experience a greater sense of synchronicity and flow in your life.

He then stressed that our material world is accelerating rapidly towards the fourth dimension, and just as we cannot always sense speed while traveling in a large vehicle, so we cannot directly sense this acceleration.

At this time it, he confined, is important that we maintain a constant attitude of faith, hope and cheerfulness no matter what your circumstances are, since your thoughts and feelings will affect your energy field on the fourth dimension, and the devic beings who work on this level will have increasingly more power and influence on the physical level.

Reference:
Mayev, E., 2003, Glow from the inside out (Great Central Sun transmissions), The Fourth Dimension, Gibbon's Front Door: http://www.members.aol.com, /Emilmayev/fourthdimension.htm

18 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Manusia hidup di dimensi tiga dan tidak memiliki gambaran mengenai dimensi yang keempat. Kalaupun ada sangat samar. Waktu seringkali disebut sebagai dimensi keempat namun hal ini diperdebatkan. Dalam waktu, kita hanya bisa bergerak maju dan bukan mundur. Ini berbeda dengan dimensi yang lainnya. Karena itulah waktu sering disebut sebagai dimensi spesial. Dunia kita direferensi sebagai dunia 3 Dimensi+Waktu.Tapi di sini ada sebuah twist. Para makhluk di flatland menemukan keanehan pada pengukuran mereka. Misalnya saja pengukuran sebuah lingkaran. Ketika mereka menggambar dan mengukur keliling lingkaran. Ada sedikit perubahan dalam pengukuran mereka. Itu karena walaupun mereka berfikir bahwa mereka berada dalam sebuah dimensi yang lurus, dari sudut pandang tiga dimensi, mereka berada dalam suatu permukaan cembung.

    ReplyDelete
  2. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Dalam elegi ini menceritakan bagaimana hidup manusia yang memiliki dimensi yang berbeda-beda. Kehidupan manusia dalam berdimensi terbatas adanya, yang hanya bisa menggapai dimensi tiga saja. Dan semua itu tergantung dengan apa yang kita pikirkan, sedangkan pikiran manusia adalah terbatas saja, sehingga tidak bisa menggapai dimensi empat. Dan semua itu dikarenakan manusia terbatas pikirannya dan agar manusia tidak sombong. Dimensi empat saat ini hanyalah Allah yang tahu.

    ReplyDelete
  3. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Dari artikel diatas kita belajar bahwa sangat penting bagi kita untuk memelihara sikap, kepercayaan dan harapan serta kebahagiaan apapun lingkungan dan peristiwa yang kita hadapi. Pikiran dan perasaan akan mempengaruhi energy dalam tubuh yang mempunyai empat dimesni. Jaga kefokusan, pikiran positif dan jaga energy kita.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  4. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kosmologi didominasi oleh fisika dan astrofisika. Kosmologi sebagai cabang ilmu pengetahuan tentang alam semesta, dan manusia sebagai makhluk hidup yang hidup didalamnya. Alam semesta tentang apa dan bagaimana asal usul, serta fenomenanya. Dan manusia tentang kehidupan dan keadaannya.

    ReplyDelete
  5. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Sejak zaman pra sejarah, para ilmuan terus menelusuri tentang asal usulnya alam semesta ini. Mencari kebenaran tentang keadaanya dan menyepakati secara absolut sebagai keadaan yang mutlak adanya. Sehingga beberapa menyimpulkan bahwa alam semesta terbentuk seiring ledakan besar yang dikenal sebagai Big Bang.

    ReplyDelete
  6. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Memahami tentang suatu objek yang berstruktur dan dimensi, dimulai melalui latar belakang atau pengetahuan dasarnya, yaitu asal usulnya. Yaitu asal usul ilmu pengetahuan tentang suatu pengetahuan.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Mayev , E . ( 2003) percaya bahwa ini adalah di mana ide-ide dari aliran berasal, di mana peristiwa sinkron terjadi begitu saja; sehingga beban ada di kita , seperti bumi mempercepat ke frekuensi yang lebih tinggi , untuk menjaga pikiran Anda tetap positif dan baik .Ketika Anda bekerja untuk menjaga fokus positif , bermeditasi, dan memurnikan medan energi Anda , Anda akan menarik untuk diri sendiri membantu makhluk Devic , dan Anda akan mengalami rasa yang lebih besar sinkronisitas dan mengalir dalam hidup Anda . Dia kemudian menekankan bahwa dunia materi kita mempercepat cepat menuju dimensi keempat , dan hanya karena kita tidak dapat selalu merasakan kecepatan saat bepergian dengan kendaraan besar , sehingga kita tidak bisa langsung merasakan akselerasi ini.

    ReplyDelete
  8. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    pada dasarnya dunia itu seperti apa yang kita pikirkan seperti yang dikatakan immanuel kant. namun pemikiran manusia itu terbatas dan beda-beda sehingga untuk menggapai dunia ke empat pun akan sulit, walaupun banyak pendapat mengenai dunia ke empat, namun tetap saja itu masih mengalami kontradiksi. keterbatasan kita yang menghalangi memahami hal tersebut, sehingga perlu kiranya kita untuk memadukan antara hati dan pikiran agar tetap terjaga.

    ReplyDelete
  9. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Kosmologi atau Filsafat alam adalah salah satu cabang filsafat yang sangat tua, yang berusaha mencari dan membahas hakikat alam semesta, menyingkap tentang eksistensialnya yang tersembunyi di balik penampakan fisik. Pada tulisan di atas mencoba menggunakan pendekatan kosmologi untuk memahami dimenssi keempat melalui raiso atau pemikiran. Namun demikian, manusia adalah makhluk yang tidak luput dari keterbatasan, dan salah satu keterbatasan itu ada pada pikiran manusia. Setinggi-tinggi ilmu yang dimiliki oleh manusia tidak akan mampu memikirkan atau memahami dimensi keempat. Pemikiran manusia hanya terbatas sampai dimensi ketiga saja, sedangkan dimensi keempat itu sendiri adalah dimensi yang hanya di pahami oleh Tuhan pencipta alam semesta.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  10. Siska Nur Rahmawati
    167012510128
    PEP-B 2016



    Elegi di atas mengajarkan kepada kita untuk selalu memiliki pemikiran positif. Pemikiran yang positif dapat kita terapkan ketika kita menghadapi sebuah masalah. Selain itu, kita harus menjaga sikap, iman, harapan, dan sikap bahagia kita. Karena seperti yang kita tahu bahwa perasaan dan pikiran kita akan mempengaruhi tindakan-tindakan kita.

    ReplyDelete
  11. 16701251016
    PEP B S2

    Eksistensi bumi adalah berlangsung hingga tidak tahu kapan akan berakhirm penelusuran terkait permulaan pun juga begitu, tidak mampu dibuktikan. Hanya mencoba ubtuk menjawab dari struktur terbentuk bumi, dan hingga beberapabkomponen yang membentuk suatu alam yang menyeluruh.
    Terjaut itu maka sikap yabg dapat di implementasikan adalah untuk selalu belajar terhadap fenomena alam, mengambil makna adalah yang paling terbaik

    ReplyDelete
  12. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Humans are three-dimensional, body-soul-spirit entities, but nevertheless unitary, indivisible
    persons. Animal behavior includes deterministic and random constituents. It may be modeled
    in terms of information systems, containing regulatory loops. Goal settings for these may be
    fixed, as in “lower” animals, or governed by internal adaptive supervisory systems freely
    selecting from alternative routines, as in conscious “higher” or “soulish” animals. A metasupervisor
    in humans provides self-consciousness, free will, conscience and spiritual behavior.
    As with space, each further dimension includes the previous one, but cannot emerge from it
    or be reduced to it.

    ReplyDelete
  13. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dari tulisan ini saya semakin yakin bahwa dimensi empat adalah dunianya para malaikat yang dalam artikel ini disebut angelic forces. Bahwa dengan pemahaman bahwa angelic force itu adalah kebaikan-kebaikan yang bisa mempengaruhi kehidupan kita. Dengan memahami konteks keberadaan malaikat atua yang berada pada dimensi diatas kita, kita bisa memperbaiki kelakuan kita.

    ReplyDelete
  14. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Dalam pikiran manusia kita telah memahami tentang tiga dimensi. Dimana 3 dimensi menyatakan pada ruang. 2 dimensi menyatakan bidang datar dan 1 dimensi seperti titik. Namun dunia ini tidak hanya sampai 3 dimensi karena jika kita memahami akan kuasa Allah, maka ada 4 dimensi dimana kita memahami ruang dan waktu. Ruang dan waktu menentukan pergerakan di dunia ini. Pengetahuan dan apapun di dunia ini terkait ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  15. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam kehidupan manusia, manusia hidup dalam dimensi tiga. Sedangkan untuk dimensi ke empat merupakan waktu. Karena waktu sendiri merupakan hal yang istimewa bagi manusia. Dalam TQS Al Asr: 1-3 dijelaskan tentang keutamaan waktu. Barang siapa berbuat kebaikan dan saling menasihati dalam kebenaran, maka manusia dapat masuk ke dimensi ke-empat. Dengan pemanfaatan waktu yang baik itulah maka manusia dapat mencapai dimensi ke-empat berdasarkan izin dan keridho’an Allah SWT.
    Wallahu’alam bi shawab.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  16. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Emil Mayev, menguraikan "kenaikan" untuk mengindikasikan bahwa dimensi ketiga bidang fisik akan berubah menjadi dunia dimensi ke lima dalam jangka waktu yang pasti (beberapa mengklaim dalam waktu beberapa dekade, lainnya mengklaim 1000 tahun); sebelum memasuki dimensi ke lima, bidang fisik akan melalui dimensi ke empat. Dia menggarisbawahi bahwa planet bumi telah melewati titik terendah dari asal usulnya menuju ke isinya, dan sekarang naik menuju dimensi keempat, dan ini akan menjadi proses panjang yang lambat jika tidak ada suatu badan atau benda dimensi ke lima yang meningkat secara stabil ada di sini untuk memfasilitasi percepatan transisi menuju dimensi keempat. Ini artinya bahwa semua makhluk yang menghuni dimensi keempat akan lebih berpengaruh dan mempengaruhi kehidupan kita, dan kita akan mulai mengalami membuat pengalaman sendiri melalui pikiran dan emosi. Kita menciptakan medan energi di sekitar diri kita sendiri dari pengalaman emosional, dan ini menarik berbagai jenis makhluk Devic yang bekerja untuk membawa orang dan peristiwa dari getaran yang sama ke dalam lingkup aktifitas anda. Mayev percaya bahwa dari sinilah asalnya ide perasaan seperti dejavu. Maka sudah menjadi tanggung jawab kita unuk menjaga pikiran kita unuk tetap positif dan baik.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Untuk memahami kosmos, kita membutuhkan sumber dan metodenya. Sumber dan metode tersebut telah ada pada diri manusia. Sumbernya adalah Indra, akal dan hati. Sedangkan metodenya adalah pengalaman indrawi (empirical experience), pemikiran logis (logical thinking), dan penyucian (tadzkiyah al nufus). Metode yang terakhir ini hanya dipakai dalam filsafat Islam/timur. Dengan ketiga sumber dan metode ini maka kita akan bisa memahami keberadaan dimensi keempat dalam artian meyakini tapi kita tidak akan pernah bisa untuk melihat dimensi diatas kita. Mengapa ? karena kita memiliki keterbatasan dalam berfikir sebagai contoh sinetron yang ada di tV itu merupakan 2D maka karena kita berada di 3D tentu kita bisa melihat mereka namun segala yang ada di TV tersebut sudah pasti juga tidak akan bisa melihat kita yang menontonnya. Seperti itu juga analoginya anatara kita yg berada di 3D dengan 4D

    ReplyDelete
  18. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama. Pada awalnya cahaya dapat bersinar dalam bentuk medan aura lebih trang atau disebut "halo". Kemudian, semua makhluk hidup akan bersinar dari dalam ke luar seolah-olah mereka memiliki bola lampu di dalam yang telah diaktifkan. Seiring waktu, cahaya akan terus meningkat sampai semua yang muncul solid semi-eterik, atau dapat dilihat melalui. Hal ini pada titik ini bahwa Bumi akan memasuki dimensi keempat.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id