Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 21: Mengapa 3+4=7 kontradiktif? (Bagian Kesatu)




Oleh Marsigit

Sudah saya buktikan bahwa 3+4=7 tidak berlaku untuk semua Ruang dan Waktu. Maka 3+4=7 adalah absolutely true hanya untuk Dunia yang terbebas oleh Ruang dan Waktu yaitu dunianya para Logicist-Formalist-Foundationalist.

Padahal kita mengetahui bahwa Dunia Anak-anak SD dan SMP itu adalah Dunia yang terikat dengan Ruang dan Waktu. Oleh karena itu jika kita mengatakan 3+4=7 sebagai benar begitu saja tanpa keterangan apapun, maka kita telah bersifat MANIPULATIF. Buktinya saya tidak dapat mengatakan bahwa 3pensil + 4buku = 7buku.

Persoalan pedagogiknya adalah bagaimana guru mampu menjelaskan kajadian ini menggunakan bahasa siswa. Inilah satu kejanggalan yang bisa menjadi awal untuk mempertanyakan Validitasnya karya Logicist-Formalist-Foundationalist dalam usahanya menangani problem-problem pembelajarann matematika di sekolah.

43 comments:

  1. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Pada pelaksanaan matematika disekolah untuk lebih mengena, lebih ramah maka disesuaikan dengan pengalaman anak sehingga penjumlahan seperti 3+4 = 7 harusnya setiap angka mewakili banyak benda yang akan dijumlahkan. Pada usia siswa, mereka lebih mampu memahami sesuatu yang sifatnya riil dan bermanfaat bagi hidupnya, mereka akan lebih menikmati belajar matematika dengan pembelajaran bermakna.

    ReplyDelete
  2. 16709251041
    PPs PMat B 2016

    Memang kadang dalam dunia ini sering terjadi kontradiksi, tapi karena kontradiksi itulah kita belajar. Seperti halnya dalam elegi di atas, kadang yang kita pikir dari dulu adalah benar, ternyata dapat pula menjadi salah ketika konteksnya berbeda, maka dari itu perlu ada batasan atau aturan-aturan yang membatasi, atau ada penjelasan terlebih dahulu agar siswa tidak bingung. Karena siswa SD akan cenderung ercaya pada apa yang diberikan gurunya walaupun itu kurang tepat.

    ReplyDelete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Itulah yang menjadikan matematika itu kontradiktif, karena dengan adanya kontradiktif akan dapat melahirkan ilmu baru untuk semua orang. saya sendiri meyakini bahwa 3+4 =7 adalah kontradiksi yang terikat oleh ruang dan waktu, ketika misalnya 3+4=7 terikat ruang dan waktu anak usia dini mungkin mereka akan menyatakan salah 3+4=7 dan mungkin saja mereka menjawab 1 karena dalam ruang dan waktunya anak usia dini baru dikenal angka 1. untuk calon pendidik sendiri jangan mematasi ikatan ruang dan waktu siswa berkembang, yang perlu kita lakukan fasilitasi keterkaitan tersebut dengan arahan yang benar.

    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Hakikat matematika sekolah untuk anak-anak SD dan SMP adalah matematika konkret. Dalam pembelajaran matematika sekolah akan jauh lebih baik jika menggunakan media konkret. Dalam dunia filsafat 3+4 belum tentu sama dengan 7, hal tersebut karena terikat oleh ruang dan waktu. Begitu juga dalam matematika sekolah. Solusinya adalah melakukan pembelajaran yang kontekstual sehingga dapat memberi penjelasan kepada siswa bahwa 3 + 4 belum tentu 7, tergantung representasi dari angka tersebut. Misalnya 3 buku + 4 pensil, tidak akan menjadi 7.

    ReplyDelete
  5. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Pada pembelajaran matematika sekolah SD dan SMP seharusnya menggunakan benda-benda konkret. Ketika kita mengatakan 3+4=7 itu merupakan hasil yang benar hanya untuk dunia yang terbebas oleh ruang dan waktunya yaitu para Logicist-Formalist-Foundationalist. Dan ketika kita mengatakan 3+4=7 pada anak SD dan SMP maka kita sudah melakukan hal yang manipulated karena dunia pada tingkatan tersebut masih terikat dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Tiap jenjang sekolah, memiliki teknik yang berbeda dalam menjelaskan konsep matematika, dilihat dari bagaimana cara berpikir anak tersebut. Dalam pembelajaran matematika di SD maupun SMP membutuhkan benda yang konkret agar siswa memahami bagaimana 3+4=7 harus berlandaskan kepada benda yang sama. Adapun 3pensil + 4buku = 7buku itu tidak berlaku karena beda bendanya. Maka dalam hal ini, hasil matematika terkadang membutuhkan sebuah pengecualian agar menyesuaikan dengan ruang dan waktunya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  8. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebagai calon guru dan guru kita perlu mengetahui bahwa dalam pembelajaran matematika disekolah itu terikatoleh ruang dan waktu sehingga kebenaran yang terjadi dalam matematika perlulah dijelaskan dengan utuh agar tidak terjadi kesalahan persepsi kedepannya, dan juga ketika kita melupakan itu maka sebenar-benarnya telah terjadi unsur manipulatif didalamnya. untuk itu bagaimana dalam pembuktian itu perlulah kita mengatur dan mengolah perkataan kita tentang apa yang hendak ingin kita jelaskan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  9. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Matematika masih tetap kontradiktif. Buktinya 3+4=7, jika dibiarkan begitu saja tanpa memberikan penjelasan, maka kita telah memanipulasi. Padahal kita tahu bahwa dunia matematika itu terikat ruang dan waktu, sehingga dalam menyampaikan hal di atas diperlukan pemahaman yang utuh untuk menjelaskan secara mendalam agar tidak terjadi kekeliruan dalam berpikir. Dengan begitu, maka seorang guru dapat membuktikan hal-hal yang sifatnya abstrak menjadi lebih logis dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  10. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dengan mengenali hal demikian, maka dapat diambil kesimpulan agar para guru lebih memperhatikan kembali tentang bagaimana cara menyampaikan pelajaran kepada para siswa dengan memperhatikan tingkat umur. Mungkin bisa lebih disesuaikan, sehingga tertanam sejak dalam pertumbuhan siswa yang belajar matematika bahwa matematika memang membawa manfaat yang bermakna dalam kehidupannya sehari-hari dan akan membantu atau mempermudah dalam kehidupan sehari-hari (dunia nyata).

    ReplyDelete
  11. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Dunia anak adalah dunia kenyataan yang bersifat realis murni dengan menganggap sesuatu itu ‘ada’ jika bendanya konkret, sehingga diharapkan bagi guru dalam mengajarkan matematika terutama pada anak SD untuk dapat menyampaikan matematika dengan bahasa komunkasi yang dapat dipahami dan diterima oleh siswa dan disarankan untuk menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kontekstual agar siswa merasa bahwa matematika benar-benar ada di dalam dunianya sehingga pembelajaran matematika dapat lebih dimaknai dan dipahami secara mendalam

    ReplyDelete
  12. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Mengapa 3+4=7 merupakan kontradiktif? Ditegaskan kembali bahwa ini dikarenakan ruang dan waktu. Manusia yang mengklaim berada dalam dimensi ruang dan waktu maka bisa berpotensi terjadinya kesalahan-kesalahan. Maka kontradiktif atau tidak tergantung bagaimana cara guru untuk menjelaskannya kepada anak. Bila guru mampu menjelaskan, membuktikan dan mencontohkan kepada anak secara kontradiksi maka kevalidan dari apa yang dikatakan konsisten oleh logicist-formalist-foundationalist perlu dipertanyakan.

    ReplyDelete
  13. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Menanggapi bagaimana menganggap kebenaran 3 + 4 = 7 yang berkonsekuensi juga membenarkan 3pensil + 4buku = 7buku. Saya kira disini kemampuan pedagogik dan didaktik seorang guru matematika akan bisa menjawab permasalahan atau contoh kasus seperti ini. Namun disamping mengedepankan pendekatan yang komunikatif dengan siswa guru harus tetap menjaga agar konsep-konsep matematika yang diberikan tersampai karna hal ini adalah tujuan.

    ReplyDelete
  14. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Kita sebagai guru tidak hanya harus terampil dalam menguasai materi namun harus terampil pula dalam membagi ilmu tersebut kepada siswa. Bagaimana guru mampu menjelaskan sebuah kejadian menggunakan bahasa siswa itu yang penting. Inilah satu kejanggalan yang bisa menjadi awal untuk mempertanyakan Validitasnya karya Logicist-Formalist-Foundationalist dalam usahanya menangani problem pembelajaran matematika di sekolah.

    ReplyDelete
  15. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Sebagai seorang pendidik perlu disadari bahwa dunia siswa SD, SMP adalah dunia yang terikat ruang dan waktu. Kita tidak bisa hanya mengandalkan paham Pure Mathematic yang tidak memandang adanya ruang dan waktu. Itulah tugas kita sebagai seorang pendidik untuk memberikan pembelajaran yang dapat memasuki dunia siswa itu sendiri.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  16. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Ruang dan waktu anak anak tidak sama dengan ruang dan waktu orang dewasa, pemberian materi matematika juga harus disesuaikan dengan ruang dan waktu serta dimensinya. Jika kita hanya mengatakan 3+4=7 sebagai benar begitu saja tanpa keterangan apapun, maka kita telah bersifat manipulatif sehingga terjadi reduksi makna. Karena 3 + 4 hasilnya belum tentu 7 jika dikaitkan dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  17. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Manusia yang mengklaim berada dalam dimensi ruang dan waktu maka bisa berpotensi terjadinya kesalahan-kesalahan. Maka kontradiktif atau tidak tergantung bagaimana cara guru untuk menjelaskannya kepada anak.Dengan mengenali hal demikian, maka dapat diambil kesimpulan agar para guru lebih memperhatikan kembali tentang bagaimana cara menyampaikan pelajaran kepada para siswa dengan memperhatikan tingkat umur. Mungkin bisa lebih disesuaikan, sehingga tertanam sejak dalam pertumbuhan siswa yang belajar matematika bahwa matematika memang membawa manfaat yang bermakna dalam kehidupannya sehari-hari dan akan membantu atau mempermudah dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  18. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Menanggapi bagaimana menganggap kebenaran 3 + 4 = 7, Tiap jenjang sekolah memiliki teknik yang berbeda dalam menjelaskan konsep matematika, dilihat dari bagaimana cara berpikir anak tersebut. Dalam pembelajaran matematika di SD maupun SMP membutuhkan benda yang konkret agar siswa memahami bagaimana 3+4=7 harus berlandaskan kepada benda yang sama.Dengan begitu, maka seorang guru dapat membuktikan hal-hal yang sifatnya abstrak menjadi lebih logis dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  19. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Orang dewasa berpikir secara abstrak sedangkan anak-anak berpikir secara kontekstual. Untuk mengajarkan matematika kepada anak-anak, maka kita harus memahami pola pikir anak anak agar mereka memahami matematika. Jika anak-anak dipaksakan untuk belajar secara abstrak, maka pelajaran matematikanya menjadi tidak bermakna.

    ReplyDelete
  20. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Dunia Anak-anak sekolah adalah dunia yang terikat dengan ruang dan waktu. Sementara matematika murni pada prinsipnya ialah bersifat identitas, terbebas dari ruang dan waktu. Maka tidaklah tepat jika kita membelajarkan matematika murni tanpa memberikan bantuan jembatan bagi mereka agar dapat mencapai keabstrakan matematika. Selamanya siswa sekolah tidak akan mampu untuk langsung belajar matematika secara abstrak, dan ini telah menyalahi kodrat mereka. Maka inilah pentingnya guru memahami agar guru mampu menjelaskan hal tersebut dengan menggunakan bahasa yang bisa dipahami oleh siswa, atau bahasa siswa.

    ReplyDelete
  21. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    In my opinion, I agree that mathematics is always according to spece and time. Like what Mr. Marsigit's said that 3+7 is not always equal to 10. Well, if we teach students in the primary school, we should give more explanation about that. Because we know that from child, we are taught that 3+7=10. Well, that is wrong, but what we can do? That is past experience. So, now, mathematics teacher should really think about how to be a good mathematics teacher. Don't make mathematics become wrong subject with language of students! I mean, if we want make mathematics become simple subject for children, still, dont make mathematics become wrong. That can make mathematics more complicated in the future becuse there are different explanation in the past and in the future. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  22. Kembali pada hakikat, bahasa pun sebenarnya adalah lambang. Tiap lambang bisa memberi makna dari masing-masing makna. Jika makna sudah disampaikan sebgaai kesepakatan, apapun yang terjadi perubahan adalah makna, dan tiap makna menaruh konsep yang tidak setara di akhir peradilan konsekuensi. 3 buku, bisa saja berganti menjadi 3 manusia.
    Pada pemisalan ini,
    saya ingin mencontohkan 1+1 = 6
    adalah Bapak dan Ibu bisa menjadi 6 anggota keluarga.
    Sekali lagi, tiap makna didapatkan dari kesepakatan yang diatur sebelumnya dengan konsekuensi logis hasil pemahaman bersama. Makna dibentuk oleh pemahaman dan pengalaman. Manusia pada dasarnya sebagai ahli interpretasi adalah pemilik pemahaman yang hakiki. Tiap pemahaman manusia di titik tertentu akhirnya akan terjadi pertemuan-pertemuan baru untuk dipahami bersama antarkomponen yang lebih banyak lagi.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  23. Perlu diketahui, bahwa selain bahasa adalah lambang, ia adalah arbitrer. Bahasa ialah sebenar-benarnya manasuka yang paling bisa ia andalkan. Bahasa bisa menjadi sosok dirinya sendiri dengan apa adanya dia. DI sisi lain, bahasa juga bisa membentuk koloninya sendiri untuk mengubah koloni yang lain dan membentuk koloni selain di luar komposisi utama.
    Bahasa punya hak yang unik, berbeda, dan penangkapannya bisa lebih beragam di samping implementasi komponenen. Jika bahasa tidak ditafsirkan pada aspek paling holistik, maka bahasa akan kehilangan makna. Bahasa akhirnya hanya berupa suara.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  24. MARTIN/RWANDA
    3+4=7 IS can be contradictive because if we take numbers and language together but if we take numbers only, it cannot be contradictory. let us take the following example, 5girls+3boys=? here it is contradictory but it depends on who is judging the answer because i can say that the answer is 7persons because in mathematics we use logics so if a girl is a person and a boy is aperson so if we add a person to another we get persons.

    ReplyDelete
  25. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    saat 3+4=7 dikaitkan dengan materi aljabar saja, sudah terjadi suatu kontradiksi yang sangat mendasar yaitu bahw 3pensil +4buku tidak bisa dijawab sebagai 7 pensil maupun 7 buku atau jawaban apapun karena tidak bisa dijumlahkan. begitulah dunia anak-anak yang snagat terikat dengan ruang dan waktu sehingga banyak sekali kontradiksi yang ada dalam matematika pendidikan.

    ReplyDelete
  26. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Untuk mengajarkan konsep matematika pada anak, tidak bisa disamakan dengan mahasiswa. Cara yang digunakan harus disesuaikan dengan tingkat umur anak didik tersebut. Sebagai seorang calon guru, kita harus belajar untuk dapat menyampaikan matematika dengan cara yang sesuai dengan tingkat umur anak didik kita agar matematika dapat diterima oleh mereka.

    ReplyDelete
  27. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Dalam mengajarkan pembelajaran matematika kita harus memahami subjek yang akan diajarkan, apabila subjek tersebut adalah Dunia Anak-anak SD dan SMP itu adalah Dunia yang terikat dengan Ruang dan Waktu. Sebagai seorang pendidik harus dapat menyesuaikan dengan ruang dan waktunya dalam menyampaikan materi matematika agar siswa tidak mengalami kebingungan dalam memahami materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  28. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sebagaimana telah disebutkan bahwa sebaiknya matematika yang diajarkan disekolah adalah matematika yang bersifat ruang dan waktu. Nah disini adalah peran para pendidik dan para guru untuk bagaimana matematika logic-formal-fundalis bisa dibawa kedalam ranah ruang dan waktu dengan menggunakan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran, misalnya CTL, PMRI, RME, discovery, dsb.Sehingga ketika seorang guru ataupun pendidik telah terampil menggunakan berbagai metode tersebut, maka insha Allah matematika akan dapat dibawa kedalam ruang dan waktunya matematika sekolah.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  29. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dalam elegi ini salah satu yang ditekankan adalah bagaimana guru mampu mentransfer ilmunya menggunaka bahawa siswa. Sehingga menjadi pertanyaan lagi bagaimana guru menerjemahkan matematika ke siswa menggunakan Bahasa yang dimengerti siswa.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Dalam matematika sekolah utamanya untuk siswa SD dan SMP masih membutuhkan bantuan benda konkrit karena kemampuan abstraksi mereka masih belum tinggi, masih pada ukuran yang rendah. Sehingga perlunya guru untuk memberi keterangan pada setiap materi yang diajarkan pada siswa. Karena untuk siswa ini mereka juga masih terbatas pada ruang dan waktu. Kalau ini tidak dilakukan maka kita akan manipulatif pada siswa dan ini akan mengakibatkan hal yang buruk terjadi pada siswa. Kemampuan matematika mereka akan keliru.

    ReplyDelete
  31. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    3 + 4 = 7 adalah benar jika terbebas dari ruang dan waktu. Tetapi matematika SD atau SMP bersifat terikat ruang dan waktu yang tidak bisa benar 3 + 4 = 7 tanpa ada penjelasan. Maka dari itu, guru harus bisa menjelaskan kepada siswa dengan bahasa yang mudah dimengerti.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  32. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dari elegy ini, disajikan contoh lain lagi yang menyatakan bahwa 3+4=7 tidak berlaku untuk semua Ruang dan Waktu. Yaitu kita tidak dapat mengatakan bahwa 3pensil + 4buku = 7buku. Ini lah tugas guru, mengajarkan matematika sesuai dengan konteksnya, sesuai dengan ruang dan waktunya. Sehingga kebenaran matematika dapat diterima oleh siswa.

    ReplyDelete
  33. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    3+4=7 adalah absolutely true hanya untuk dunia yang terbebas oleh ruang dan waktu yaitu dunianya para Logicist-Formalist-Foundationalist. Padahal dunia anak- anak adalah dunia yang terikat dengan ruang dan waktu. Oleh karena itu kita tidak dapat begitu saja mengatakan kepada anak- anak bahwa 3+4=7 adalah benar tanpa penjelasan yang menyertainya. Sebagaimana kita tidak dapat mengatakan bahwa 3pensil + 4buku = 7buku. Karena itulah menjadi tugas seorang guru untuk membawa matematika yang terbebas dengan ruang dan waktu menjadi matematika yang terikat dengan ruang dan waktu sesuai dengan dunia anak.

    ReplyDelete
  34. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikun wr wb.
    Kita mengenal konsep bilangan bahwa 3+4=7 adalah berdasarkan garis bilangan. Sedangkan di aljabar, belum tentu. Untuk itu, dalam belajar matematika, siswa perlu dibekali dengan kemampuan dasar yang bagus untuk belajar dan memahami materi selanjutnya. Contoh penjumlahan tadi saling berkaitan namun berbeda. Pertama-tama, gunakan bahasa yang sederhana. Materi selanjutnya adalah tingkat lanjut dari materi sebelumnya. Minimal, konsep dasarnya sudah dipegang oleh siswa.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  35. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    setelah saya membaca tentang postingan terkait mengapa matematika kontradiktif, dan saya banyak sekai mnemukan 3+4=7, 3+4=7 adalah materi SD, magi matematika murni ini adalah bumi bagi matematika murni, tapi bagi anak SD 3+4=7 adalah langit, adalah sesutau yang sangat abstrak, mungkin siswa bisa mengakap, tapi akan ditakuti jika yang ditangkapa oleh siswa adalah kntradski jika guru tidak mampu menyampiakan dengan benar, 3+4=7 akan salah jika ini brarti 3 buku di tampah 4 pensil sama dengan 7 buku, atau 3 buku ditambah 4 pensil adalah 7 pensil, jadi guru harus bisa menjelsakan dulu kau 3+4 =7 haru sesui dengan ruang dan waktunya, ruang dan waktunya dalah jika 3,4 dan 7 dalh koefisien dari variebel yang sama, karena ika idak dijelaskan karena matematik murni bersifat universal, siswa akan tersesat dalam keuniversalannya matematika murni

    ReplyDelete
  36. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Seorang guru harus mampu menjelaskan kajadian kontradiksi dalam matematika menggunakan bahasa yang lebih dimengerti oleh siswa. Para siswa akan lebih mampu mengerti dengan sesuatu yang penejlasan sifatnya nyata serta mudah dipahami oleh pikirannya. Siswa diharapkan juga setelah paham bisa memanfaatkan apa yang dipahami dalam kehidupan sehari-harinya dan dilingkungannya.

    ReplyDelete
  37. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dari beberapa elegi pemberontakan pendidikan matematika, elegi ini yang bahasanya paling mudah dipahami. Mengapa 3+4=7 adalah kontradiktif, karena 3 buku+ 4 pensil= 7 buku jelas keliru. Maka hal tersebut berarti terbebas dari ruang dan waktu, sedangkan dunia anak-anak itu terikat ruang dan waktu.
    Maka, kuncinya disini adalah peranan guru dalam menjelaskan. Agar matematika lebih mudah dipahami dengan nalar, dan agar anak-anak tertarik dan senang mempelajarinya.

    ReplyDelete
  38. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Pada dasarnya matematika tidak harusnya dipandang pada satu titik saja. Kemungkinan titik yang kita pandang yang sudah diyakini sejak terdahulu , masih memiliki fakta lain yang masih bisa diyakini, hanya saja untuk mengungkap dan meyakini tidaklah menjadi hal yang mudah. 3+4 =7 adalah sebagian dari sifat matematika yang timbul dan sudah diyakini, tetapi 3+4 tidak sama dengan 7 menjadi suatu yang kontradiksi pada sifat matematika yang seharusnya konsisten dan tidak ada kontradiksi. makas sebenar benarnya tidak perlu dilihat secara absolute apa yang tidak absolute didunia ini, maka belajar untuk memecahkan bagaimana pemikiran yang mencitapkan mitos menjadi sebuah logos.

    ReplyDelete
  39. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Persoalan pedagogiknya adalah bagaimana guru mampu menjelaskan kajadian ini menggunakan bahasa siswa. Inilah satu kejanggalan yang bisa menjadi awal untuk mempertanyakan Validitasnya karya Logicist-Formalist-Foundationalist dalam usahanya menangani problem-problem pembelajarann matematika di sekolah.

    ReplyDelete
  40. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    mengapa 3+7= kontadiktif? karena pada dasarnya apabila di buat dalam sesuatu yang konkrit makan akan selalu kontadiktif karena tergantung ruang dan waktunya, karena setiap hal itu akan dan harus sesuai ruang dan waktunya, hal inilah yang membuat kontradiktif, sepertihalnya kata Pak Marsigit, 3 2 kurus di tabah 2 gemuk maka hasilnya tidak dapat dikatakan 4 kurus atau 4 gemuk. itulah ksesuaian ruang dan waktunya.maka bersifat kontradiktif.

    ReplyDelete
  41. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Problem seperti itulah yang saya sebut dengan siswa-siswa hanya disiksa dengan berpikir abstrak ala Logicist-Formalist-Foundationalist. Padahal siswa itu semestinya "merasakan" seperti apa matematika itu. Haruskah para siswa itu di-drill terus-menerus dengan memberikan pembuktian analisis riil untuk menjawab 3+4=7? Haruskah mereka langsung dibebani dengan berpikir deduktif-induktif sebelum mereka betul-betul bisa merasakan matematikanya? Dibandingkan dengan olimpiade matematika yang isinya merupakan siksaan berpikir untuk anak-anak, saya lebih menyukai siswa saya saat itu untuk mempersiapkan diri mengikuti Math Science Fair Project yang bisa membuat siswa terkesima dengan matematika.

    ReplyDelete
  42. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Matematika di sekolah itu school math, bukan pure math. Maka pembelajarannya pun berbeda. Bahasa yang digunakan beda, materi dan komunikasi juga beda. Unsur psikologis siswa pun diperhatikan agar matematika bisa diserap dan dipelajari dengan baik oleh siswa.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  43. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Ketika guru mengajarkan ke siswa bahwa 3 + 4 = 7, maka terjadi pereduksian makna yang luar biasa. Sebenarnya 3+4=7 tidak berlaku benar untuk semua Ruang dan Waktu. Guru tidak boleh mengatakan 3 + 4 = 7 tanpa diikuti keterangan apapun.Itulah, matematika bersifat kontradiksi tergantung ruang dan waktunya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id