Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)




Oleh Marsigit

Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.

Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Kenyataannya memang bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

120 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    12301241023
    Mathematics Education 2012
    Nowadays many teacher who forget about the important of the proses in teaching learning. Many teacher use the simple method to make his student directly can do the exercise. They forget that the proses of study is very important to the student. Teacher just focus in final examination. I think this case is very dangerous to our young, because it will make them can’t apply his knowledge to his life.

    ReplyDelete
  2. Erni Kurnianingsih
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B
    15709251021

    Saya setuju dengan apa yang disampaikan dalam pembahasan di atas. Tekanan yang diberikan oleh UN dan waktu yang sedikit membuat guru dan siswa terpaksa harus menggunakan jalan pintas dalam belajar matematika, yaitu drill latiihan soal. Selain itu banyak juga trik-trik yang diajarkan beberapa lembaga dalam menyelesaikan persoalan matematika dengan cara cepat tanpa mempedulian siswa paham atau tidak darimana trik tersebut berasal. Seperti yang kita ketahui, beberapa siswa percaya dengan trik tersebut padahal trik tersebut mengajarkan siswa untuk mengidentifikasi jawaban pilihan ganda yang mungkin bukan merupakan penyelesaian soalnya. Hal tersebut sangat tidak sesuai karena bahkan siswa tidak diminta untuk menghitungnya, padahal matematika adalah mata pelajaran yang dikenal dengan ilmu hitung. Mungkin karena sistem itulah mengapa siswa hanya memahami materi matematika pada saat akan ulangan saja, selepas ulangan selesai beberapa siswa akan lupa dengan materi tersebut. Hal ini disebabkan karena materi matematika diajarkan bukan melalui pengalaman, namun hanya sebatas agar dapat lulus ujian saja.

    ReplyDelete
  3. Winda Nur Akhadya
    12313244029
    P Mat Int 2012

    Menurut saya di dalam sebuah pembelajaran yang terpenting adalah prosesnya bukan hasilnya. Hasil hanyalah hadiah dari sebuah proses. Namun saat ini, banyak sekolah bahkan guru hanya mementingkan hasil yang dicapai oleh siswa. Ini salah satunya disebabkan karena adanya UN yang mengajarkan kepada siswa bahwa hasil lebih penting dari segalanya. Sehingga banyak siswa bahkan sekolah yang menghalalkan segala cara agar nilai yang didapat baik. Seharusnya sebagai guru mengajarkan kepada siswa bahwa proses itu lebih penting dari segalanya. Melalui proses yang baik maka hasil yang didapatpun juga akan baik.

    ReplyDelete
  4. Dari ellegi diatas daPat dipahami bahwa intuisi matematika bisa muncul setelah ada pengalaman dari siswa dalam belajar matematika, namun pengalaman itu butuh proses dan waktu. Maka, untuk memperoleh pengalaman itu, siswa harus banyak terlibat pada proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus dapat menempatkan diri sbg fasillitator bagi siswa dikelas. Jadi, pelajaran matematika akan menjadi ilmu apabila dibangun diatas intuisi (15709251001 pm b)

    ReplyDelete
  5. Didalam kurikulum 2013 sebenarnya sudah ditekankan bahwa pembelajaran matematika diperoleh melalui pengalam-pengalaman. Namun dalam kehidupan terjadi kontradiksi karena adanya UAN , dimana pengalaman-pengalamn yang digunakan adalah pengalaman ketika drill soal-soal tahun lalu, UAn juga masih terlibat pro dan kontra mengenai eksistensinya dalam dunia pendidikan Indonesia.

    Ricky Antonius Leohani
    15709251048
    PPs Pmat A

    ReplyDelete
  6. Intuisi matematika seseorang juga bisa muncul karena adanya pengalaman dari seseorang tersebut. Tetapi, bagi siswa selain pengalaman, keterampilan juga sangat mempengaruhi akan adanya intuisi. Pengetahuan yang ada ditambah dengan pengalaman akan menghasilkan sesuatu yang baru yang lebih baik. Setelah menguasai suatu proses yang semestinya, diharapkan siswa mampu menggunakan jalan pintas untuk mengerjakan soal-soal yang nantinya akan diaplikasikan ke soal-soal UN. Sehingga hasil yang diharapkan bisa maksimal.

    Titin Rusmawati
    15709251092
    PPs Pend.Matematika 2015 UNY
    PM_B

    ReplyDelete
  7. Intuisi memiliki peran penting dalam matematika, sehingga perlu dilatih dan dikembangkan melalui pengalaman matematika yang dapat mengonstruksi pengetahuan dan pemahaman siswa. Pengalaman tersebut diperoleh siswa melalui pembelajaran matematika. namun sayangnya, seperti disebutkan dalam artikel di atas, bahwa banyak guru yang cenderung memberikan drill (latihan soal) dan kurang memperhatikan proses prasaratnya sehingga terjadi lompatan-lompatan dalam benak siswa.

    ReplyDelete
  8. Bagi anak usia sekolah, matematika perlu dihadirkan sebagai suatu kegiatan, agar mereka dapat mengetahui dan memahami konsep matematika secara mendalam. Mempelajari logika berpikir, dan asosiasi terhadap materi dengan kehidupan nyata. Proses belajar seperti ini akan mudah diterima dan lebih melekat dalam pemahaman anak karena mereka melakukan dan melihat sendiri berdasarkan pengalamannya. Tidak sedikit guru yang mengutamakan drill soal sebagai solusi pemecahan masalah. Namun yang perlu kita pahami di sini bahwa terkadang proses drill soal juga tidak jarang tidak begitu membantu siswa dalam memaknai pemahaman apa yang bisa didapatkan pada soal matematika tersebut. Bagaimana alur berpikirnya. Bagaimana masalah itu dipecahkan dengan alur berpikir masing-masing siswa, bukan hanya rumus tanpa pemahaman sedikit pun.

    Tiara Rusnanda Putri
    12313244020
    P. Mat. Int.

    ReplyDelete
  9. Rydlo Ega Putra
    12313244028
    Pend. Matematika (I) 2012

    Matematika memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Faktanya, matematika digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti dalam kegiatan perdagangan, ekonomi, teknologi dan lain sebagainya. Kegiatan dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak akan terlepas dari masalah matematika. Dalam mengajarkan bagaimana memecahkan masalah, seorang guru matematika haruslah mempunyai cara yang kreatif dan inovatif agar siswa dapat memahami dengan baik. Dengan memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkan suatu masalah matematika, tanpa memberikan arahan kepada siswa bagaimana memecahkan masalah matematika maka siswa cenderung diam,membosankan,dankurangnya rasa percaya diri. Sehingga dengan cara demikian siswa kurang kreatif dalam memecahkan masalah. Siswa hanya mampu memecahkan masalah matematika apabila caranya telah diberikan oleh guru. Dengan demikian, maka siswa seringkali dihadapkan pada beberapa kesulitan, misalnya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan masalah yang diberikan. Dalam masalah matematika ini maka diperlukannya suatu intuisi baik intuisi siswa dalam memahami masalah, intuisi siswa dalam merencanakan pemecahan masalah, intuisi siswa dalam melaksanakan pemecahan masalah dan intuisi siswa dalam melihat kembali hasil pemecahan masalah. Para calon guru pengajar matematika khususnya guru matematika sekolah agar mempertimbangkan dan memperhatikan intuisi siswa dalam pengembangan model pembelajaran matematika sekolah yang kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  10. Intuisi memiliki peranan yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Sebagaimana yang tertulis dalam artikel di atas, intuisi siswa dapat muncul dan berkembang seiring dengan pengalaman siswa dalam belajar matematika. Tetapi, pembelajaran yang dilakukan saat ini lebih berfokus pada pemberian materi dan latihan soal yang terus-menerus sehingga menghasilkan pemahaman siswa yang bersifat instan. Seharusnya, kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada kegiatan-kegiatan atau proses belajar siswa sehingga dapat melatih dan mengembangkan intuisi siswa. Selain itu, saya pun sependapat bahwa salah satu penyebab pembelajaran yang hanya menghasilkan pemahaman instan adalah diadakannya ujian nasional yang menjadi syarat kelulusan bagi siswa.

    Nurul_PMB_2015

    ReplyDelete
  11. Matematika dapat dipahamai dan dikonstruksi menggunakan intuisi murni, yaitu intuisi ruang dan waktu. Apabila peserta diidk tidak terlatih untuk menggunakan intuisinya, maka kreativitasnya tidak akan berkembang dan sulit untuk menjelaskan atau memprediksi fenomena alam yang dapat membantu dalam memahami materi yang hendak diajarkan. Oleh karena itu guru harus memiliki keahlian dan inovasi untuk membuat pembelajaran menjadi bermakna sehingga peserta didik memiliki pengalaman dan dapat membangun intuisi matematika mereka.

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    12313244008
    Pend. Matematika Inter.

    Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematikaakan muncul setelah tahap olah pengalaman matematika. Saya setuju dengan hal ini, intuisis matematika, khussnya siswa, akan terbentuk ketika siswa tersebut memikirkan pengalaman-pengalaman matematika yang ia alami. Contohnya saat siswa SMA menyelesaikan soal sistem persamaan linear. Intuisinya berkembang ketika siswa mengaitkan pengalaman belajar sebelumnya tentang materi persamaan linear atau bahkan pengalamannya dalam kehidupan nyata dalam rangka mencari solusi dari soal sistem persamaan linear tersebut. Intuisinya berkembang dalam rangka memahami hal yang disrasa abstrak dengan bantuan pengalaman yang sesuai tetapi dirasa lebih masuk akal. Semakin banyak pengalam matematika seorang siswa semakin cepat intuisi matematikanya berkembanga.

    ReplyDelete
  13. Elfrida Noviana Dewi
    P. Mat Sub 2012 / 12301241016
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Keadaan pendidikan Matematika saat ini memang dapat dikatakan memprihatinkan. Masih banyak guru yang hanya mementingkan hasil atau nilai dari Ujian Nasional tanpa memperhatikan proses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dari Matematika itu sendiri. Untuk mendapatkan hasil yang baik, siswa diajarkan untuk menghafalkan rumus-rumus yang telah diberikan guru. Padahal seharusnya siswa dapat memahami materi yang diajarkan agar siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupannya. Sehingga siswa mengetahui dan mengerti manfaat belajar Matematika.

    ReplyDelete
  14. Elfrida Noviana Dewi
    P. Mat Sub 2012 / 12301241016
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Sekarang, siswa berpikir bahwa matematika itu sulit dan menakutkan karena mereka merasa tertekan dengan situasi di kelas. Para siswa merasa tertekan karena guru hanya mengaitkan matematika dengan nilai-nilai, hanya peduli dengan hasil yang akan diperoleh tanpa proses pemberitahuan bahwa siswa diminta untuk belajar dan memahami materi matematika.

    ReplyDelete
  15. Jika intuisi dihubungan dengan Ujian Nasioanal maka banyak siswa yang merasa tidak siap bahkan ketakutan ketika mendengar kata ujian tersebut. karena intuisi anak memikirkan bahwa pada dasarnya ujian adalah sosok yang menyeramkan yang dapat membahayakan mereka yaitu mereka takut jika mendapatkan nilai yang jelek. Pada tahap pemikiran intuitif, anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu jawaban atas semua bentuk pertanyaan. Biasanya anak tampak begitu yakin tentang pengetahuan dan pemahaman mereka, tetapi belum begitu sadar bagaimana mereka tahu apa yang mereka ketahui itu. Lebih jelasnya mereka mengatakan mengetahui sesuatu, tetapi mengetahuinya dengan cara tidak menggunakan pemikiran rasional.

    ReplyDelete
  16. Intuisi diperlukan dalam pembelajaran matematika sebab dengan adanya intuisi siswa akan lebih cepat dalam memahami pelajaran matematika. Intuisi dapat diperoleh setelah adanya pengalaman matematika. Saat ini, intuisi siswa cenderung miskin sebab saat ini guru tertekan oleh adanya Ujian Nasional. Ujian Nasional ini menyebabkan guru hanya menekankan pada siswa dapat lulus dengan nilai tinggi dan bukan menekankan pada bagaimana proses-proses siswa dalam menyelesaikan masalah atau soal matematika. Para guru memberikan trik atau rumus cepat yang cenderung mengurangi pemahaman dan ketrampilan matematika siswa yang berakibat pada berkurangnya intuisi siswa. Sering kita jumpai guru melakukan drill atau latihan soal-soal menjelang Ujian Nasional yang membuat siswa cenderung bosan dan penat. Tentu saja ini dapat membuat siswa menjadi kurang menyukai matematika sehingga intuisi siswa pun akan berkurang. Sebab salah satu hal yang mendukung pengalaman matematika siswa adalah motivasi atau rasa senang dari dalam diri siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  17. Peran intuisi bagi siswa sangat penting bagi pengembangan kreativitasnya. Intuisi didapat dari pengalaman-penglaman belajar yang berkesinambungan. Namun, saat ini guru-guru mulai melupakan pentingnya proses belajar yang berkesinambungan. Agar siswa-siswa memahami suatu materi, guru-guru memberikan drill soal kepada siswanya. Hal tersebut dilakukan karena dampak dari diadakannya ujian nasional. Guru-guru harus mengejar materi agar siswanya dapat menguasai segala jenis soal yang keluar pada ujian nasional. Sehingga siswa-siswa akan menjadi miskin intuisi karena banyak proses yang mereka lompati.

    ReplyDelete
  18. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Intuisi memang sangatlah penting dalam pembelajaran matematika, dan intuisi tersebut didapat dari pengalaman. Namun kenyataan sekarang ini, pembelajaran banyak terfokus untuk mecapai hasil ke arah Ujian Nasional tanpa memperhatikan proses pembelajarannya seperti apa. Sesungguhnya dalam pembelajaran, yang terpenting adalah proses mendapatkan ilmu pengetahuan dibandingkan hasil yang didapatkan. Namun dengan adanya UN ini, banyak guru mengajar berpatok ke arah membahas soal-soal UN saja sehingga intuisi kurang diperhatikan yang didapat dari pengalaman pembelajaran memecahkan suatu masalah dalam matematika.

    ReplyDelete
  19. Intuisi pada siswa akan muncul bilamana siswa memahami konsep dari materi pembelajaran. Pengalaman dan pengetahuan siswa terhadap materi akan membangun konsep pada diri siswa. Tetapi jika siswa ditekankan pada perhitungan cepat dalam pembelajaran tanpa menanamkan konsep dasar maka intuisi akan jauh untuk siswa gapai. Hal ini sering terjadi, untuk menggapai kesuksesan UN para siswa hanya diberikan latihan-latihan soal tanpa tahu makna dan konsep dari materi pembelajaran matematika yang sesungguhnya. Sehingga siswa akan sulit mengembangkan kreatifitasnya karena tidak memiliki intuisi hanya fokus pada cara cepat yang diberikan.

    ReplyDelete
  20. Dapat dikatakan bahwa intuisi matematika dan matemathical experience siswa akan muncul apabila guru menyampaikan materi matematika dengan menggunakan metode dan model pembelajaran yang dapat melatih keterampilan dan pemahaman siswa. Namun, guru saat ini diharuskan mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku, dimana pembelajarannya lebih mengarah pada pengetahuan siswa yang instan untuk mencapai nilai yang baik dalam UN. Akibatnya siswa kurang memahami makna pembelajaran yang sebenarnya dan hal ini juga menyebabkan siswa tidak terlatih dalam menggunakan intuisi matematikanya serta siswa tidak memiliki matemathical experience yang cukup untuk pengetahuannya.(Tri kurniah lestar/15709251065/p.mat kelas a/ PPs UNY)

    ReplyDelete
  21. Kumpulan dari keterampilan yang didukung pengetahuan atau pemahaman matematika serta didukung oleh sikap matematika, metode matematika, sikap pendukung dan motivasi internal akan melahirkan mathematical experience. Mathematical experience akan melahirkan intuisi matematika siswa, guna pengembangan kreativitas. Namun dengan diadakannya Ujian Nasional (UN), maka guru lebih fokus pada pemikiran bagaimana siswanya bisa menjawab soal ujian nasional nantinya. Sehingga guru cenderung mengolah mathematical experience siswa dengan pemberian latihan soal. Padahal untuk memperoleh mathematical experience tadi guru perlu mengasah keterampilan matematika siswa yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika, sikap matematika, metode matematika, sikap pendukung dan motivasi internal. Hal inilah yang mengakibatkan intuisi matematika siswa rendah.

    Karina Nurwijayanti/PMat-B Pasca/15709251028

    ReplyDelete
  22. PutriSolekhah
    12313244008
    Pend. Matematika Inter.

    Kita tahu bahwa pengalaman matematika penting dalam pembentukan intuisi matematika. Tetapi kebanyakan guru tidak memberikan fasilitas kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman matematika tersebut. Pengalaman matematika dapat diperoleh siswa ketika ia menjalani proses belajar mengajar sehingga pembelajaran itu menjadi bermakna untuk siswa. Hal ini sering dilewatkan guru dalam pembelajaran matematika karena guru memiliki beban kompetensi yang harus dicapai agar siswa mampu mengikuti UN. Beban ini secara tidak langsung menjadi beban siswa juga karena dengan waktu yang singkat dan materi yang banyak siswa menjadi kurang menjalaniproses bermatematika sehingga tidak cukup banyak pengalaman matematika yang didapat.

    ReplyDelete
  23. Elfrida Noviana Dewi
    P. Mat Sub 2012 / 12301241016
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Semua yang terjadi dapat diakibatkan karena guru yang juga merasa tertekan oleh Ujian Nasional, sehingga mereka lebih memilih untuk mengolah pengalaman matematika dengan cara latihan soal secara terus-menerus (sebagai jalan pintas) agar nilai-nilai yang diperoleh dapat membanggakan nama sekolah. Dan hal itu menyebabkan siswa memiliki intuisi matematika yang miskin. Padahal, intuisi matematika sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

    ReplyDelete
  24. Pratama Wahyu Purnama
    Kapan sebuah intuisi itu muncul? Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.

    ReplyDelete
  25. Kebanyakan guru tidak memberikan fasilitas kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman matematika tersebut. Pengalaman matematika dapat diperoleh siswa ketika ia menjalani proses belajar mengajar sehingga pembelajaran itu menjadi bermakna untuk siswa. Beban ini secara tidak langsung menjadi beban siswa juga karena dengan waktu yang singkat dan materi yang banyak siswa menjadi kurang menjalaniproses bermatematika sehingga tidak cukup banyak pengalaman matematika yang didapat.

    ReplyDelete
  26. Intuisi sangatlah penting dalam pembelajaran matematika, dan intuisi tersebut didapat dari sebuah pengalaman. Kenyataan saat ini, pembelajaran banyak terfokus untuk mecapai hasil ke arah Ujian Nasional tanpa memperhatikan proses pembelajarannya seperti apa. Sesungguhnya dalam pembelajaran, yang terpenting adalah proses mendapatkan ilmu pengetahuan dibandingkan hasil yang didapatkan.

    ReplyDelete
  27. Faqih Mu'tashimbillah
    12313244030
    Pend. Matematika 2012

    Intuisi matematika sangat diperlukan bagi seorang siswa. Menurut Kant (Wilder, R. L. , 1952), matematika harus dipahamai dan dikonstruksi menggunakan intuisi murni, yaitu intuisi “ruang” dan “waktu”. Konsep dan keputusan matematika yang bersifat “synthetic a priori” akan menyebabkan ilmu pengetahuan alam pun menjadi tergantung kepada matematika dalam menjelaskan dan memprediksi fenomena alam. Menurutnya, matematika dapat dipahami melalui “intuisi penginderaan”, selama hasilnya dapat disesuaikan dengan intuisi murni kita. Bila siswa tidak terlatih untuk menggunakan intuisi matematika, maka kreativitasnya tidak akan berkembang dan sulit untuk menjelaskan atau memprediksi fenomena alam

    ReplyDelete
  28. Selain latihan, pengalaman matematika juga memberi pengaruh besar dalam meningkatkan intuisi matematika. Sesorang yang memperbanyak pengalaman matematika yakni seperti membangun konjektur, melakukan kegiatan penalaran dan pembuktian, menemukan konsep, dll maka intuisi matematika akan berkembang. Seseorang yang sudah memiliki intuisi matematika akan lebih mudah melakukan penyelesaian terhadap masalah-masalah baru matematika yang dihadapinya.

    Tria Utari
    15709251069
    Pendidikan Matematika PPS UNY kelas B

    ReplyDelete
  29. Ujian nasional yang disebutkan dalam tulisan ini memacu intuisi guru untuk mengajarkan matematika, sebab dari soal-soal ujian nasional matematika dari tahun ke tahun tentunya di arsipkan oleh sekolah dan menjadi bahan belajar bagi siswa dalam mempersiapkan dirin untuk menghadapi UN. Soal UN memang berbeda di tiap tahun , namun dengan mempelajari soal-soal tersebut guru dan siswa akan mendapatkan pengalaman setidaknya mengerti dengan pola-pola soal sehingga intuisi yang terbangun dari hal itu dapat memudahkan siswa dalam mengerjakan soal tersebut.

    Sri Wahyuni Ningsih 15709251039 P.Mat B Pasca

    ReplyDelete
  30. Intuisi didapatkan dari eksperimen matematika dan intuisi merupakan hal yang penting dalam belajar matematika. Akan tetapi saat ini guru lebih terfokus ada bagaimana agar siswa lulus ujian nasional, sehingga menempuh jalan drill soal dan pemberian cara-cara cepat mengerjakan soal matematika. Akibatnya siswa kehilangan kesempatan untuk mengasiah intuisi mereka.

    ReplyDelete
  31. Intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman. Dalam kurikulum 2013 ini, sekolah dituntut untuk menggunakan metode saintifik dalam proses belajar mengajarnya. Proses belajar mengajarpun diharapkan menjadi student center, siswa diharapkan dapat menjadi lebih aktif, Siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya dan ini semua akan terwujud jika guru menunaikan tugasnya dengan sungguh-sungguh, Membuat RPP secara rinci, membuat LKS yang menarik, menggunakan serta menggunakan berbagai metode pembelajaran yang ada sehingga pembelajaranpun menjadi lebih menarik.

    maulida yulianti 12313244010

    ReplyDelete
  32. Marissa
    12313244026
    Pendidikan matematika Internasional 2012

    Mengembangkan intuisi untuk konsep-konsep matematika abstrak adalah keterampilan yang membutuhkan pengalaman dan latihan yang cukup. Definisi, teorema, dan bukti-bukti penting untuk representasi matematika, namun banyak matematikawan juga mengandalkan memvisualisasikan dan mempertahankan contoh kunci dalam pikiran. Sementara hal tersebut tidak bisa diterapkan dalam matematika sekolah.

    ReplyDelete
  33. Marissa
    12313244026
    Pendidikan matematika Internasional 2012

    Intuisi matematika ibarat benih (bibit). Sedangkan pengalaman matematika ibarat pupuknya. Matematika sekolah sebagai tanah dan guru sebagai petani (perawat tanaman). Rasa ingin tahu peserta didik sebagai air yang membasahi tanah (matematika sekolah) agar tidak tandus dengan kata lain matematika tetap dianggap menyenangkan. Guru sebagai petani memfasilitasi pengalaman matematika peserta didik agar intuisi mereka tumbuh dan berkembang. Sementara sikap dan metode matematika adalah cahaya matahari bagi tanaman tersebut. walaupun tanaman diberi pupuk dan disirami dengan air apabila tidak terkena cahaya matahari (sikap dan metode matematika) maka tidak akan berkembang. Begitupun dengan intuisi matematika yang memerlukan sikap dan metode matematika sebagai penyeimbang tumbuh dan berkembang.

    ReplyDelete
  34. Diah Hapsari Widyarini
    12301241026
    Pend. Matematika 2012

    Berdasarkan elegi diatas, diketahui bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman matematika. Bagi siswa, pengalaman matematika dibangun atas akumulasi keterampilan matematika yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika. Namun, pelaksanaan Ujian Nasional yang diketahui sebagai penentu kelulusan mengakibatkan siswa tidak dapat mendapatkan pengalaman matematika seutuhnya. Kebanyakan siswa yang akan mengikuti UN akan lebih difokuskan pada latihan mengerjakan soal-soal beserta pemberian cara-cara instan, sehingga dalam belajar matematika lebih diutamakan pada hasil daripada proses. Hal tersebut akan menjadikan intuisi siswa tidak berkembang dengan optimal, karena siswa mampu mengerjakan soal tapi ia tidak mengerti makna dari konsep matematika yang terkait.

    ReplyDelete
  35. Dengan demikian ada baiknya guru mulai memperbaiki diri agar dapat menyajikan proses belajar yang dapat membangun kreatifitas siswa sehingga pada saat menjelang UN guru tidak perlu repot-repot mengadakan jam tambahan setiap harinya hanya untuk memahamkan siswa dalam menyelesaikan soal. Inilah pentingnya proses belajar yang menimbulkan kreatifitas. Denga kreatifitas ini siswa dapat menggunakan pengalaman yang sedikit-demi sedikit telah diperoleh selama proses belajar sehingga menghadirkan intuisi untuk menyelesaikan soal yang disajikan dikemudian harinya.

    ReplyDelete
  36. Latifatul Karimah
    12301241007

    Siswa saat ini banyak kehilangan intuisi matematika mereka karena tekanan dari guru tentang pentingnya UN. Kebanyakan siswa satt ini hanya berorientasi pada hasil nilai UN, bukan pada proses pembelajaran matematika. Pada hal ini, kita juga tak bisa menyelahkan guru, karena guru memiliki tanggung jawab pula untuk meluluskan siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  37. Intuisi adalah suatu representasi dimana tergantung pada keberadaan seuatu objek tertentu. Menurut Kant, Geometri didasarkan pada intuisi murni ruang. Sebenarnya matematika murni yang berdasarkan intuisi empiris, terletak sebuah intuisi murni (ruang dan waktu) yang apriori. Namun Brouwer menolak pendapat mengenai intuisi apriori ruang melainkan ia berpikir matematika didasarkan sepenuhnya pada intuisi apriori waktu.

    ReplyDelete
  38. Intuisis muncul berdasarkan pengalaman seseorang . Bagi siswa, intuisi muncul berdasarkan keterampilan dan pemahaman siswa. Oleh karena itu, guru perlu menyiapkan pembelajaran yang baik melalui metode dan suasana kelas yang baik sehingga dapat membatu siswa untuk memunculakn intuisi mereka saat pembelajaran.

    ReplyDelete
  39. Isti Handayani
    12301241045
    Pend. Matematika 2012
    Menurut elegi di atas Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Karena pengalaman merupakan guru yang berharga bagi setiap orang. Dengan banyaknya pengalaman yang seseorang dapatkan tentu saja kemampuan seseorang akan bertambah pula. Seperti halnya para siswa jika mereka memiliki banyak pengalaman matematika tentu saja itu akan menambah kemampuan mereka dalam menyelesaikan suatu masalah matematika dan memunculkan intuisi matematika.

    ReplyDelete
  40. Isti Handayani
    12301241045
    Pend. Matematika 2012
    Ujian Nasional memang memberikan tekanan tersendiri bagi siswa dan guru. Ada kendala yang dialami guru antara lain yaitu tingkat pemahaman siswa dan waktu KBM. Seorang guru tentunya telah sangat berusaha membagikan ilmunya kepada siswa-siswanya dengan tingkat pemahaman yang berbeda-beda dan dalam waktu KBM yang diatur sedemikian rupa. Dan kendala bagi siswa adalah mereka dituntut untuk paham terhadap suatu materi dan dituntut untuk mendapatkan nilai diatas kriteria ketuntasan minimal. Sehingga terkadang mereka berpikir untuk mengetahui cara cepat daripada melakukan proses yang panjang karena hasilnya pun sama.
    Hal itulah yang menjadi kendala dalam tahap olah pengalaman (experience) matematika dalam memunculkan intuisi siswa.

    ReplyDelete
  41. Dibeberapa negara menggunakan nilai UN sebagai tolok ukur dalam tecapainya tujuan pemebelajaran. Padahal di Indonesia sendiri masih memiliki masalah seutar pelaksanaan UN itu sendiri. Masih banyak kasus yang menyebutkan bahwa UN sering memuat anak menjadi sterss dan banyak yang dari mereka mencari jalan keluar dengan cara yang baik agar memperoleh hasil yang baik dalam UN. Banyak kontroversi mengenai pelaksanaan UN itu sendiri.

    ReplyDelete
  42. Padahal dapat ita lihat perkembangan siswa itu bersifat berkelanjuutan sehingga dengan UN yang hanya melihat hasil belajar sebanyak satu kali sering menimbuan kooontrversi bahwa hasil yang diperoleh tidak akurat dan banyak yang tidak setuju dengan penetapan UN sebagai ujian kelulusan. Sebagian dari mereka menilai bahwa nilai yanng diperoleh selama satu kali itu hanya akan menguntungkan beberapa orang saja dan banyak siswa yang akan merasa tertekan

    ReplyDelete
  43. Intuisi matematika didapat dari pengalaman matematika (mathematical experience). Sedangkan mathematical experience didukung oleh pengetahuan dan pemahaman matematika, yang juga didukung oleh sikap siswa terhadap matematika. Kesemua itu tidak dapat hanya dilakukan dengan latihan-latihan soal. Penerapan rumus tanpa pemahaman adalah juga hal yang fatal bagi siswa. Maka dari itu saya kurang setuju dengan sikap bimbingan belajar (bimbel) yang menyuguhkan cara-cara cepat tanpa memperhatikan keadaan siswa. Bolehlah cara cepat diberikan ketika anak telah benar-benar memahami subyek tersebut. Dan cara cepat diberikan sebagai salah satu variasi cara untuk menemukan solusi, bukan cara utama.

    ReplyDelete
  44. Kholifatun Nur Rokhmah
    12301241039
    Pendidikan Matematika Sub 2012
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Dewasa ini, banyak terjadi fenomena-fenomena dimana sekolah-sekolah berlomba-lomba untuk mendapat peringkat atau nilai terbaik dalam pelakasanaan UN. Hal ini memberikan tekanan kepada semua guru untuk mengantarkan siswa-siswanya mendapat target tersebut. Namun, kendala waktu yang terbatas membuat banyak guru melewatkan prosesnya dan hanya melakukan drill latihan soal yang mungkin untuk muncul pada soal UN.

    ReplyDelete
  45. Padahal diciptakan standar dari UN itu adalah dengan untuk arahan proses pembelajaran akan dibawa, namun yang terjadi dilapangna justru malah standar ini membuat proses menjadi ketersampingkan. Pada pembelajaran matematika, jika metode yang digunakan hanya drill maka siswa cenderung lebih menghapal rumus yang sering digunakan tanpa memahami hakekat sesungguhnya sehingga yang mereka dapat hanya sebuah mitos saja.

    ReplyDelete
  46. Perkembangan intuisi yang dimiliki setiap anak, dapat dikembangkan dengan pembelajaran yang mendepankan proses bukan hasil. Dimana anak diberikan penyelesaian permasalahan matematika dengan proses menemukan penyelesaiannya sendiri bukan memberikan hasil yang sudah ada. Oleh karena itu guru diharap untuk bisa mengembangkan intuisi peserta didiknya. Mengembangkan intuisi juga dapat dilkukan misalnya dengan cara memberi pertanyaan secara terus-menerus kepada siswa. Sehingga lmbat laun intuisi seorang siswa akan terasah.

    ReplyDelete
  47. hanifah aabidah f
    12301241038
    pendidikan matematika 2012

    Berdasarkan elegy di atas intuisi matematika dapat berperan penting untuk mengembangkan kreativitas anak pada umumnya. Pembelajaran matematika yang menggunakan metode dan pendekatan yang memberikan siswa untuk mendapatkan pengalaman matematika dan mengembangkan ketrampilan matematika dapat meningkatkan intuisi matematika yang dimiliki oleh anak. kegiatan-kegiatan yang dirancang guru untuk menambah pengalaman matematika siswa sebaiknya dilakukan agar ketrampilan dan kemampuan intuisi matematika anak dapat berkembang.

    ReplyDelete
  48. Seperti yang kita ketahui, beberapa siswa percaya dengan trik tersebut padahal trik tersebut mengajarkan siswa untuk mengidentifikasi jawaban pilihan ganda yang mungkin bukan merupakan penyelesaian soalnya. Hal tersebut sangat tidak sesuai karena bahkan siswa tidak diminta untuk menghitungnya, padahal matematika adalah mata pelajaran yang dikenal dengan ilmu hitung. Mungkin karena sistem itulah mengapa siswa hanya memahami materi matematika pada saat akan ulangan saja, selepas ulangan selesai beberapa siswa akan lupa dengan materi tersebut. Hal ini disebabkan karena materi matematika diajarkan bukan melalui pengalaman, namun hanya sebatas agar dapat lulus ujian saja.

    ReplyDelete
  49. Hernestri anggraheni
    12301241040

    Beberapa guru masih menganggap bahwa nilai UN adalah tujuan pembelajaran karena jika siswanya memperoleh nilai UN tinggi maka guru tersebut akan dipandang sukses dalam mengajar siswa-siswanya. Sehingga pembelajaran yang terjadi di kelas hanyalah berfokus pada latihan soal UN. Hal tersebut menyebabkan siswa tidak memiliki pengetahuan dasar yang baik mengenai materi pembelajaran sepenuhnya. Dengan metode belajar seperti itu, maka intuisi matematika yang dimiliki siswa menjadi kurang karena pengalaman matematika siswa hanyalah sebatas mengerjakan soal-soal latihan.

    ReplyDelete
  50. Fitriana Nurhidayati
    12301241027

    Memberikan pembelajaran matematika yang bermakna adalah tantangan bagi guru. Belajar bermakna akan menyebabkan pengetahuan yang didapat menjadi lebih lama dan paham untuk diingat dan diimplikasikan, sebaliknya memberikan ilmu matematika yang hanya langsung implikasinya saja tanpa sebab asal usul dari rumus atau teori yang digunakan akan dapat menyebabkan berkurangnya atau hilangnya makna darri belajar matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  51. Intuisi muncul dari pengalaman-pengalaman yang diperoleh siswa. Tugas gurulah untuk memberikan pengalaman-pengalaman pembelajaran matematika seluas-luasnya kepada siswa agar siswa semakin terlatih dan berkembanga intuisi mereka.

    ReplyDelete
  52. Serupa dengan yang di sampaikan di atas bahwa intuisi matematika akan muncul ketika sudah ada pengalaman dengan matematika. Hal ini dikarenakan harus ada pengalaman yang berhubungan dengan suatu hal, barulah ada intuisi terhadap hal tersebut.Dalam kasus ini, intuisi matematika berarti harus dibangun oleh seorang pendidik.

    ReplyDelete
  53. Intuisi itu dibangun berdasarkan pengalaman. Untuk siswa di sekolah, pengalaman matematika sendiri dibangun dari berbagai keterampilan matematika yang berdasar pada ilmu pengetahuan atau pemahamannya terhadap matematika itu sendiri. Pemahaman terkait matematika akan tercapai jika didukung oleh sikap dan pendukungnya, baik internal maupun eksternal.

    ReplyDelete
  54. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  55. Namun, terkadang lingkungan siswa kurang mendukung untuk membentuk intuisi tersebut. Jika di sekolah, keadaan yang ada belum mampu memaksimalkan intuisi siswa. Padahal, intuisi matematika ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya. Selain itu, intuisi juga harus dibangun untuk menjadikan siswa lebih berkembang.
    Semoga kelak, banyak lahir guru-guru terbaik yag mampu bekerja dan memaksimalkan setiap potensi siswa yang ada. Amin.

    ReplyDelete
  56. Mathematical experiences di sekolah seharusnya didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Namun karena ujian nasional maka banyak guru yang melompati kegiatan matematika dengan cara ini. Entah dapatkah kita menyalahkan ujian nasional atau tidak, karena pengukuran kompetensi juga penting untuk standar pendidikan nasional,.

    Novia Nuraini
    12301241018

    ReplyDelete
  57. Arina Fauzia Ainani
    12301241037
    Pendidikan Matematika 2012

    Belajar matematika tidak bisa instan. Pemahaman matematika dibangun dari langkah demi langkah. Penting untuk mengetahui bahwa pengalaman siswa untuk terus berlatih soal matematika dengan detail yang akan membuat mereka lebih memahami daripada mereka diberi cara untuk menyelesaikannya. Seiring berjalannya waktu, ketika siswa memahami penyelesaian permasalahan matematika, mereka akan lebih mudah menyelesaikan masalah-masalah matematika yang lain bahkan tanpa cara singkat.

    ReplyDelete
  58. Intuisi dibutuhkan di sini untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan mereka di bidang abstraksi. Memahamkan siswa juga harus berproses. Tidak bisa kita memaksakan siswa untuk langsung memahami apa yang kita sampaikan dan ajarkan. Untuk siswa sekolah dasar misalnya, karena mereka belum mengenal matematika secara abstrak maka kita perlu mengajarkan matematika dari yang konkret dahulu atau ditunjukkan contoh-contohnya baru kemudian membangun konsep matematika dalam diri siswa tersebut.

    ReplyDelete
  59. Menjadi guru memang tidak boleh semena-mena dalam mengajar karena guru adalah orang yang berperan serta dalam mendidik generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, jangan sampai para calon guru hanya mengandalkan pengetahuan yang dimiliki, namun harus terus mau belajar.

    ReplyDelete
  60. Tri Rahmah Silviani
    15709251035
    PPs PMat A
    Ujian Nasional menggambar pembelajaran yang menghafal dan belajar instan, karena terlihat pada setiap sekolah ketika hendak menghadapi ujian nasional para guru memberikan pelajaran yang menuntut anak untuk menghafal rumus-rumus sedangkan agar siswa mampu memahami matematika guru seyogyanya memberikan pemecahan masalah sehingga intuisi matematika dapat dikembangkan oleh anak. Intuisi matematika berasalah dari pengalaman siswa baik pada pengalaman pendidikan formal maupun non formal atau kehidupannya sehari-hari. Pendekatan yang baik digunakan dalam matematika sekolah adalah pendekatan yang mengaitkan pembelajaran matematika dengan dunia nyata atau kehidupan siswa sehari-hari

    ReplyDelete
  61. Intuisi matematika peserta didik diperoleh setelah pengalaman matematika, hal ini berarti peserta didik seharusnya dilibatkan dalam proses pembelajaran yang memberikan pengalaman matematika sehingga mampu memunculkan intuisi matematika. Peserta didik tidak hanya menerima hasil akhir dari pembelajaran.

    ReplyDelete
  62. Hernestri Anggraheni
    12301241040

    Matematika didasarkan pada keterampilan dan kecintaan (kesenangan) terhadap matematika karena jika seseorang tidak suka matematika maka ia tidak akan bisa memahami matematika secara utuh. Seperti kata orang “tak kenal maka tak sayang” begitu juga dengan matematika jika ia dianggap sebagai sesuatu yang menyeramkan yang memebuat ia benci terhadap matematika maka ia tidak akan mampu memahami matematika secara utuh. Dalam hal ini guru memiliki tantangan untuk menjadi fasilitator siswa dalam menemukan intuisi matematika nya.

    ReplyDelete
  63. Intuisi dalam matematika bagi siswa muncul melalui pengalaman matematika yang diperoleh melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka sehingga dapat membangun pengetahuan dan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika.

    ReplyDelete
  64. Tangguh Yudho Pamungkas
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    12301241021

    Saya setuju dengan hal ini, intuisis matematika, khussnya siswa, akan terbentuk ketika siswa tersebut memikirkan pengalaman-pengalaman matematika yang ia alami. Contohnya saat siswa SMA menyelesaikan soal sistem persamaan linear.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  65. Tangguh Yudho Pamungkas
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    12301241021

    Kita tahu bahwa pengalaman matematika penting dalam pembentukan intuisi matematika. Tetapi kebanyakan guru tidak memberikan fasilitas kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman matematika tersebut. Pengalaman matematika dapat diperoleh siswa ketika ia menjalani proses belajar mengajar sehingga pembelajaran itu menjadi bermakna untuk siswa.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  66. masih sama seperti pendapat saya di artikel intuisi dalam matematika ke satu, bahwasannya intuisi memegang peranan penting dalam kemampuan siswa untuk mengkonstruk pengetahuan dan pemikiran mereka sendiri. semakin berkembang intuisi siswa maka semakin besar pula kemampuan mereka dalam mengkonstruk pengetahuan.

    ReplyDelete
  67. sekali lagi dan lagi-lagi yang harus dilakukan guru adalah memfasilitasi siswa untuk melakukan aktivitas. berikan kesempatan kepada siswa untuk beraktivitas menemukan rumus mereka sendiri. berhenti menjejali mereka dengan rumus-rumus singkat cepat dan praktis.

    ReplyDelete
  68. dengan adanya rumus-rumus praktis siswa jadi tidak memiliki pengalaman menemukan rumus. padahal kita tahu intuisi semakin meningkat seiring dengan makin banyak pengalaman yang mereka miliki. dan kita tahu semakin meningkatnya intuisi siswa semakin meningkat pula kemampuan siswa untuk mengkonstruk pengetahuan mereka.

    ReplyDelete
  69. Dalam mengajarkan bagaimana cara memacahkan masalah, seorang guru dituntut untuk mempunyai cara yang kreatif dan inovatif agar siswa dapat memahami dengan baik apa yang diajarkan. Dengan memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkan suatu masalah matematika, tanpa memberikan arahan kepada siswa bagaimana memecahkan masalah matematika maka siswa cenderung diam dan bosan.

    ReplyDelete
  70. Sehingga dengan cara demikian siswa menjadi pasif dan tidak kreatif dalam memecahkan masalah. Siswa hanya mampu memecahkan masalah matematika apabila caranya telah diberikan oleh guru. Dengan demikian, siswa seringkali dihadapkan pada beberapa kesulitan, misalnya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan masalah yang diberikan.

    ReplyDelete
  71. Dalam masalah matematika ini maka diperlukannya suatu intuisi baik intuisi siswa dalam memahami masalah, intuisi siswa dalam merencanakan pemecahan masalah, intuisi siswa dalam melaksanakan pemecahan masalah dan intuisi siswa dalam melihat kembali hasil pemecahan masalah. Para calon guru harusnya memperhatikan intuisi siswa dalam pengembangan model pembelajaran matematika sekolah yang kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  72. Seseorang akan memiliki kemampuan intuisi tentang suatu hal jika ia terlebih dahulu mengalami hal tersebut. Begitu pun dalam matematika, kita akan memiliki intuisi matematika jika kita telah memiliki pengalaman matematika. Namun pengalaman matematika yang dapat membentuk intuisi bukanlah pengalaman matematika yang sekedar di alami saja. Pengalaman matematika tersebut harus mengandung unsur sikap dan metode matematika, sikap pendukung, dan motivasi internal berupa rasa senang akan matematika. Hal ini berarti bahwa intuisi matematika itu tidak dapat terbentuk dari pengalaman yang dipaksakan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk selalu memberikan pengalaman belajar matematika yang menyenangkan bagi siswa karena hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan intuisi matematika siswa tersebut.

    ReplyDelete
  73. Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematikaakan muncul setelah tahap olah pengalaman matematika. Saya setuju dengan hal ini, intuisis matematika, khussnya siswa, akan terbentuk ketika siswa tersebut memikirkan pengalaman-pengalaman matematika yang ia alami.

    ReplyDelete
  74. Berdasarkan elegi ini maka intuisi matematika akan muncul setelah ada pengalaman dari siswa dalam belajar matematika dan pengalaman itu membutuhkan proses dan waktu. Maka untuk mendapatkan pengalaman itu siswa harus banyak terlibat dalam pembelajaran. Dan guru haruslah dapat menempatkan diri sebagai fasilitator bagi siswa. Sehingga matematika akan menjadi ilmu bila dibangun di atas intuisi.

    ReplyDelete
  75. Memang benar adanya akibat UN, guru menjadi tergesa-gesa dalam melakukan pembelajaran dikarenakan waktu yang terbatas. Sehingga menjadikan kita semua menuju pada orientasi hasil dan mengabaikan prosesnya. "Dong ra dong, sing Penting bijine apik", karena itu guru dan siswa menjadi gelisah. Guru gelisah jika anak didiknya tidak lulus maka ia dianggap tidak berkompetensi, siswa sendiri gelisah jika tidak lulus maka akan menemui kegagalan hidup. Tak jarang UN justru menjadi ajang untuk mencari jalan mudah yakni menyontek, bocoran soal, kong kalikong, dsb.

    ReplyDelete
  76. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  77. Dalam Thompson (1993), menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Sedangkan bagi siswa sekolah pengalaman matematika dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika. Namun, semuanya itu akan terwujud jika siswa memiliki sikap yang baik terhadap matematika, artinya siswa merasa senang dalam mempelajari matematika. Untuk itu, guru memiliki peran dalam memotivasi siswa dan menghadirkan matematika secara menyenangkan.

    ReplyDelete
  78. bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content).

    ReplyDelete
  79. Mengetahui hal itu, maka sebagai pendidik harapannya bisa menggunakan metode yang tepat dalam memfasilitasi siswa dalam pembelajaran matematika sehingga mereka dapat mendapatkan pengalaman sendiri dalam menemukan konsep matematika.

    ReplyDelete
  80. Christina Lusiana Hari
    PPS Pmat C (15709251073)

    Pembelajaran yang baik adalah dimana seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa yang dimulai dengan masalah kontekstual. Dalam pembelajaran ini siswa digiring/dipandu untuk mengamati, bertanya, sampai pada menyimpulkan dan mengaitkan dengan konsep lain. Tentunya dalam pembelajaran ini melibatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman siswa. Dari sini diharapkan intuisi siswa dapat terbangun sehingga siswa dapat mengembangkan kreativitasnya.

    ReplyDelete
  81. Memang intuisi dalam matematia sangat penting, hal ini tentu saja tidak bisa dikembangkan oleh guru kalau patokan dalam mengajar adalah untuk mengejar ujian nasional saja. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang inovatif, untuk memfasilitasi siswa bisa memperoleh pengalaman dan juga mengasah intuisi mereka.

    ReplyDelete
  82. Sri ulfa insani
    15709251071
    PPs PMAT C
    Intuisi merupakan pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Intuisi bersifat personal dan tidak dapat diramalkan. Dalam belajar matematika akan lebih baik jika adanya motivasi dan penguatan kepada siswa serta siswa terjun langsung dalam proses belajar. Kemudian guru dapat membantu menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan matematika dengan menggunakan intuisi sampai siswa dapat menangkap permasalah sebenarnya yang dihadapi.

    ReplyDelete
  83. Fitri Ratnasari
    15709251032
    PPS Pmat C 2015

    Peran intuisi dalam pendidikan saat ini pun sangat diperlukan, khususnya dalam pembelajaran Sekolah Dasar . Intuisi sangat berperan dalam memahami pernyataan-pernyataan matematika dan dalam pemecahan masalah matematika. Pemecahan masalah merupakan tujuan yang akan dicapai dengan jalan mengadakan pengamatan yang teliti dan reorganisasi terhadap unsur-unsur dari totalitas masalah tersebut sehingga lahirlah suatu pemahaman yang utuh.

    ReplyDelete
  84. Isnaini Nur Azizah
    15709251006
    PPS PMAT C UNY 2015

    Benar dan saya sependapat dengan hal diatas, bahwa saat ini terkadang kita kurang memperhatikan intuisi siswa yang merupakan hal terpenting di dalam pembelajaran terutama pembelajaran matematika yakni untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya. Contoh mengenai UN diatas, bahwa kurang mampunya guru dalam memberikan proses pengalaman belajar kepada siswa bisa menyebabkan miskinnya intuisi matematika siswa. Dan yang utama, kita juga perlu memperhatikan tingkat pemahaman siswa bahwa apa yang belum seharusnya diterima siswa tidak bisa dipaksakan kepada siswa.

    ReplyDelete
  85. Saat siswa dihadapkan pada masalah matematika yang menuntut untuk segera ditemukan penyelesaiannya, mungkin saja siswa dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan segera. Hal ini dapat terjadi apabila mereka telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik mengenai masalah tersebut. Sebaliknya ketika mereka mengalami kebuntuan dalam penyelesaikannya, tentu mereka akan cenderung berusaha menyajikannya dengan perantara atau model (yang berupa gambar, grafik, atau coretan-coretan lainnya) agar secara intuitif masalah tersebut mudah diterima dan dipahami. Pada kondisi seperti inilah kemampuan intuisi dipandang penting untuk dimiliki siswa, sebab intuisi akan membantu siswa dalam melakukan lompatan pikiran ke arah pemecahan masalah yang diiginkan. Argumen tersebut sesuai dengan pendapat Fischbein yang mengatakan bahwa intuisi dapat dijadikan sebagai “kognisi antara atau mediating cognitive”. Dalam pengertian ini , intuisi dapat dijadikan jembatan pemahaman seorang siswa sehingga dapat memudahkan dalam mengaitkan objek yang dibayangkan dengan alternatif solusi yang diinginkan. Dengan kata lain, intuisi mampu membantu menentukan strategi atau langkah yang harus dilakukan untuk mencapai solusi suatu permasalahan.

    Novita Indah Saputri
    15709251023
    PPs PMAT C

    ReplyDelete
  86. Eki Rahmad
    NIM. 15709251049
    S2 P.Mat (KELAS C)
    http://eki-rahmad.blogspot.co.id/

    Dalam pembelajaran matematika, siswa sangat perlu mendapatkan pengalaman, agar merasakan kebermaknaan belajar matematika dan siswa tidak bosan dalam belajar matematika. Pengalaman matematika juga sangat penting untuk intuisi matematika. Maka dari itu pentingnya proses siswa dalam pengalaman matematika.

    ReplyDelete
  87. Dari elegi diatas, dapat dipahami bahwa matematika intuisi sangat dibutuhkan untuk membangun mengasah kemampuan kreatifitas peserta. Matematika intuisi merupakan produk dari hasil olah pengalaman matematika, yang diciptakan oleh guru melalui metode, model matematika. Namun faktanya dilapangan, guru merasa mendapat desakan atas tuntutan UN sehingga menjadikan ketercapaian kemampuan untuk menyelesaikan soal-soal UN jauh lebih esensial dibanding membangun matematika intuisi peserta didik.
    Pika Merliza
    15709251029
    PPs. PMAT 2015/D

    ReplyDelete
  88. Danu J. P.
    15709251030
    PPs Pmat C 2015

    Intuisi matematika akan muncul ketika kita sudah mendapatkan pengalaman matematika. pengalaman matematika ini diperoleh melalui proses dan hasil riset matematika yang didukung oleh pengetahuan dan pemahaman dalam matematika, serta sikap dan metode matematika, yaitu rasa sengan terhadap matematika. namun UN menjadi tekanan bagi guru dan siswa dalam mengajarkan dan mempelajari matematika. guru dan siswa terpaksa menggunakan jalan pintas dalam mempelajari matematika dan mengesampingkan proses belajar atau prosedur dalam matematika itu sendiri.dampaknya pemahaman siswa terhadap matematika tidaklah mendasar, dan hal ini pun berakibat terhadap kemampuan intuisi matematika siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  89. Dian Permatasari
    15709251070
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Metode atau cara yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran matematika memberikan peranan penting atas keberhasilan proses tersebut. Ketika guru tidak 'peka' terhadap kondisi kelas, maka kemungkinan besar pembelajaran matematika yang dilakukan kurang bermakna. Ketika guru ingin menghadirkan 'intuisi' muncul dalam diri masing - masing siswa, salah satu langkah yang harus dilakukan guru adalah memilih metode yang tepat dalam proses belajar mengajar di kelas tersebut. Sehingga tujuan dari pembelajaran matematika yaitu membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar matematika dengan mendorong siswa untuk berdiskusi dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan, membimbing siswa untuk membangun pengetahuanya sendiri sehingga tercipta pembelajaran matematika yang bermakna.

    ReplyDelete
  90. Sri ulfa insani
    15709251071
    PPs PMAT C
    Patokan belajar tidak hanya lulus UN saja. Ketika kita terpaku pada UN saja, maka guru-guru seolah-olah ingin segera mengambil alih kelas dan langsung mentransfer ilmu kepada siswa tanpa melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Padahal siswa perlu tahu masalah kontekstual dan tujuan pembelajaran serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari agar pembelajaran bisa menjadi menyenangkan dan tidak bosan.

    ReplyDelete
  91. NOVALINDA PUSPITA AYU
    15709251085
    Pmat PPS UNY 2015 Kelas D

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Kenyataan yang sering terjadi disekolah adalah materi yang diajarkan oleh guru jarang mengasah kekuatan intuisi siswa. Ini disebabkan guru lebih fokus kepada pencapaian ketuntasan materi saja, bukan pada pencapaian pemahaman mereka akan suatu materi. Di satu sisi pemerintahan kita juga masih menjadikan UN sebagai salah satu acuan kelulusan siswa. Sehingga mau tidak mau sistem inilah yang mengurangi siswa dalam mengasah intuisi mereka. Perlu dicarikan jalan keluar agar dua duanya dapat berjalan secara linier. Di satu sisi siswa pandai dalam menyelesaikan drill latihan soal-soal, disatu sisi siswa juga mampu mengasah intuisi matematika mereka.

    Terimakasih
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  92. saya sependapat dengan elegi Prof.marsigit diatas memang setelah ada aturan tentang standart kelulusan dalam UN maka seolah olah tugas guru adalah bagaimana caranya agar siswanya dapat lulus dengan hasil yang baik. keadaan ini membuat orientasi guru berubah teradap proses pembelajaran, maka tak jarang saat mendekati UN atau tepatnya semester 5 metode guru mangajarnya jg berubah dan mayoritas mengarah atau mengguanakan metode Drill yang orientasinya pada hasil semata. sebagai pendidik tentunya tugas yang utama adalah mendampingi proses belajar siswa bagaimana siswanya nanti bisa memperoleh ilmu melalui pembelajaran berpikir kritis,penemuan konsep. dari tugas guru fasilitator menuju pragmatis tentunya juga berakibat kurang baik bagi anak dan dunia penddidikan sendiri. Tugas guru adalah memfasilitasi siswa agar siswa mampu membangun dan mempertajam intuisi dalam dirinya. Sehingga dengan intuisi yang dimiliki akan membantu siswa dalam menyelesaikan masalah matematika . Melalui matematika investigasi siswa memperoleh kebebasan berpikir dimana siswalah yang membangun dan menemukan sendiri pengetahuan dan menyelesaikan masalah. Dengan adanya kenyataan bahwa intuisi berperan dalam mathematical research maka semakin menguatkan bahwa ternyata intuisi matematika adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat mendukung dalam meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan siswa dalam berpikir. sehingga keberadaan UN seharusnya jangan menjadi keputusan mutlak untuk meluluskan atau tidak terhadap siswa, alangkah lebih baik jika proses selama 6 semester digunakan sebagai kreteria kelulusan.

    Sdyoko Susanto
    NIM.15709259006
    PPs PMat P2TK 2015

    ReplyDelete
  93. Siti Nurhayati S2 PMAT-D
    NIM 15809251077

    "Intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika."
    Bagi siswa intuisi akan mendorong pada kreatifitas siswa adalam pembaljarana matematika. Bagi seorang guru, tuntutan kurikulum merupakan satu hal yang wajib dipenuhi, sehingga harus dapat ,mengimplementasikan dalam pembelajaran. Pembelajaran yang runtut dan skematis dan tidak ada lompatan kognitif akan sangat membantu siswa dalam memahami konsep yang harus dipahami, dalam hal ini penting bagi seorang guru untuk dapat memahami hipoteticak learnig trajektori.

    ReplyDelete
  94. NIM 15709259014 (PMat P2TK PPs UNY)

    Ujian Nasional memang telah menjadi momok bagi siswa dan guru. Guru karena adanya tekanan harus meraih nilai tertentu dalam UN akan melakukan pembelajaran dengan cara cepat, cepat menyelesaikan soal, sehingga intuisi siswa tidak terasah. Guru-guru tersebut hanya memikirkan tujuan jangka pendek saja, yaitu lulus UN dengan nilai yang baik. Sedangkan tujuan jangka panjang, yaitu membekali siswa dengan kemampuan matematika, khususnya intuisi matematika, jadi terbengkalai. Yang akhirnya generasi kita, 20 tahun mendatang hanya akan menjadi generasi yang hanya mampu menyelesaikan UN, padahal di usia dewasa mereka nanti, mereka tidak membutuhkan itu.

    ReplyDelete
  95. Eka Hedayani
    15709259008
    PPS PMat P2TK 2015

    Saya sependapat dengan elegi Prof.marsigit diatas, kenyataan yang sering terjadi disekolah adalah materi yang diajarkan oleh guru jarang mengasah kekuatan intuisi siswa. Ini disebabkan karena guru lebih fokus kepada pencapaian ketuntasan materi saja, bukan pada pencapaian pemahaman mereka akan suatu materi. Selain itu, pemerintahan juga masih menjadikan UN sebagai salah satu acuan kelulusan siswa. Hal ni menjadi tekanan bagi guru dan siswa dalam mengajarkan dan mempelajari matematika. Sehingga membuat guru lebih fokus kepada hasil UN semata, bagaimana cara agar siswa mereka bisa lulus semua. Karena hal tersebut, maka guru mengesampingkan proses belajar atau prosedur dalam matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  96. Tika Abri Astuti/ PPs P.Mat D 2015
    15709251091


    Dilihat dari Aspek Ontologi, Kenyataan yang terjadi saat ini, banyak Guru cenderung melakukan drill kepada siswa dalam menghadapi UN dengan mengasah kemampuan siswa dalam menjawab soal. Akan tetapi, guru tersebut lupa atau sengaja lupa bahwa siswa perlu diberikan keterampilan matematika yang didasari oleh pemahaman matematika. Pada hakekatnya ide/gagasan matematika hanya akan muncul melalui setelah mengalami berbagai pengalaman-pengalaman matematika. Dengan hanya diajarkan bagaimana cara menyelesaikan soal-soal terutama soal UN, siswa hanya melalui 1 atau sedikit tahapan pengalaman matematika saja. Itu saja tidak cukup. Matematika merupakan dasar dari kehidupan. Dalam kehidupan, matematika memegang peranan penting. Jadi belajar matematika digunakan untuk hidup. Dengan pengalaman matematika yang dimilikinya, seseorang akan mempunyai intuisi dalam matematika untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemuinya dalam kehidupan. Tiadalah berguna ilmu yang diperoleh manusia, jika dia tidak dapat menggunakannya dalam menyelesaikan masalah dia hadapi.

    ReplyDelete
  97. Dilihat dari Aspek Aksiologi, dengan berbekal pengalaman matematika, seseorang dapat memiliki intuisi matematika untuk menyelesaikan masalah yang ditemuinya dalam kehidupan. Jika seseorang yang memiliki intuisi matematika dihadapkan pada suatu permasalahan maka pemikiran logisnya akan digunakannya. Dengan pemikiran-pemikirannya untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi, maka dia dapat menggunakan pengetahuan yang dimilikinya untuk mencari jawaban atas permasalahannya tersebut.

    ReplyDelete
  98. Setelah membaca elegi pemberontakan pendidikan matematika; intuisi dalam matematika, menurut saya bahwa intuisi memiliki peran penting dalam pembelajaran, misalnya pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika menjadi momok dan menakutkan karena gurunya tidak mengerti intuisi, artinya guru hanya mengajarkan definisi-definisi tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami pelajaran menggunakan intuisi. Inilah realita pendidikan yang ada di negeri kita ini hingga membuat guru merasa kebingungan mau pakai cara pintas atau cara pantas. Mau mengajar dengan metode atau cara yang inovatif, kreatif namun terbentur dengan ketercapaian hasil UN. Dalam proses pembelajaran mereka selalu dihantui oleh target bisa lulus Ujian Nasional. Bukan fokus pada mengerti atau tidaknya siswa dalam menerima materi tersebut. mau memperbaiki proses tapi yang dilihat adalah hasil, pada akhirnya guru jadi mengajarakn bagaimana siswa mendapatkan hasil semaksimal mungkin tanpa melihat proses pemahaman siswa. semoga guru tidak lagi mengajar dengan cara pintas, namun cara yang pantas hingga siswa paham betul materi yang di sampaikan.

    Mahasiswa P-Mat P2TK 2015

    ReplyDelete
  99. Menurut Thompson, intuisi matematika akan muncul setelah adanya pengalaman. Saya setuju dengan hal itu, karena intuisi memegang peranan dalam pengembangan pola berfikirnya yang logis. Terkait dengan system pendidikan tentang ujian nasional, tenyata memberikan dampak terhadap kurangnya intuisi. Padahal ,pada dasarnya intuisi tersebut sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika, karena dapat mengembangkan kemampuannya dan mengeksplor tentang persoalan matematika. Selain itu, intuisi matematika juga akan menmbuhkan kreatifitas siswa untuk memunculkan ide-ide pemecahan masalah menuju kebenaran yang logis.

    ReplyDelete
  100. 15709259015/P.MAT-P2TK

    “Belajar matematika mulai dari pandangan anda, pendengaran anda, perasaan anda dan tindakan anda” (Prof Marsigit). Tambahan pendapat Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Kenyataan yang terjadi saat ini adalah guru tidak menggunankan peran intuisi siswa, hal ini dapat terbukti dari bacaan di atas bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Jelas tiadalah siswa yang dapat menggunakan intuisi dalam pembelajran matematika apabila kenyataan dilapangan tidak sesuai dengan pengembangan intuisi terhadap kreatifitas anak.

    ReplyDelete
  101. Asep Tatan Rifa'i
    15709259012
    P.Mat P2TK 2015

    Matematika dapat dipahami melalui intuisi penginderaan, selama hasilnya dapat disesuaikan dengan intuisi murni kita. Pandangan tentang peran intuisi dalam matematika telah memberikan gambaran yang jelas tentang landasan, struktur dan kebenaran matematika yang di dalamnya didominasi pembahasan tentang peran dan kedudukan intuisi.Intuisi sebagai dasar matematika , menurut Immanuel Kant pemahaman maupun konstruksi matematika diperoleh dengan cara terlebih dulu menemukan intuisi murni pada akal atau pikiran kita. Matematika yang bersifat sintetik a priori dapat dikonstruksi melalui tahapan intuisi yaitu Intuisi penginderaan terkait dengan obyek matematika yang dapat diserap sebagai unsur a posteriori.Intuisi, yaitu sesuatu yang sering didengar tetapi sulit untuk mendeskripsikannya. Intuisi mengambil peran penting dalam kehidupan.Peran intuisi dalam pendidikan saat ini pun sangat diperlukan, khususnya dalam matematika. Intuisi sangat berperan dalam memahami pernyataan-pernyataan matematika dan dalam pemecahan masalah matematika.

    ReplyDelete
  102. Inilah sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Banyaknya tuntutan indikator yang harus dikuasai oleh siswa tak sebanding dengan banyaknya pengalaman belajar siswa. Intuisi matematika tidak bisa didapatkan dengan cara yang instant. Butuh proses panjang dalam membangun pengalaman-pengalaman siswa. Tidak heran jika siswa Indonesia memiliki intuisi matematika yang rendah.

    ReplyDelete
  103. Saya sangat sependapat dengan apa yang disampaikan Thompshon yang menyatakan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Kenyataannya memang bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.


    M. Ihsan
    NIM. 15709259005
    PM P2TK 2015 PPs UNY

    ReplyDelete
  104. intuisi dapat dijadikan jembatan pemahaman seorang siswa sehingga dapat memudahkan dalam mengaitkan objek yang dibayangkan dengan alternatif solusi yang diinginkan. Dengan kata lain, intuisi mampu membantu menentukan strategi atau langkah yang harus dilakukan untuk mencapai solusi suatu permasalahan matematika.

    ReplyDelete
  105. Intuisi mengambil peran penting dalam kehidupan. Intuisi diperlukan untuk dapat menyikapi berbagai peristiwa dan kesempatan yang dialami dengan baik. Intuisi adalah kemampuan berpikir melewati batas-batas yang terpikirkan oleh orang lain, intuisi bukanlah kalkulasi. Peran intuisi dalam pendidikan saat ini pun sangat diperlukan, khususnya dalam matematika. Intuisi sangat berperan dalam memahami pernyataan-pernyataan matematika dan dalam pemecahan masalah matematika. Pemecahan masalah merupakan tujuan yang akan dicapai dengan jalan mengadakan pengamatan yang teliti dan reorganisasi terhadap unsur-unsur dari totalitas masalah tersebut sehingga lahirlah suatu pemahaman yang utuh.

    ReplyDelete
  106. intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika.
    intuisi datang sesuai dengan pengalamannya terhadap suatu objek. Objek matematika yang diajarkan diberikan secara urut dan runtut. Jika terjadi lompatan materi maka pengatahuan yang dibangun siswa menjadi tidak utuh, ada yang hilang. Hal ini dapat mengurangi dan mereduksi kemampuan intuisinya. Pendidikan matematika dapat mengembangkan kemampuan intuisi sesorang.

    ReplyDelete
  107. Gity Wulang Mandini
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D

    Intuisi dapat diperoleh dari pengalaman-pengalaman siswa. Intuisi yang dimiliki siswa dapat mengembangkan kreativitas siswa itu sendiri. Namun saat ini masih terdapat banyak siswa yang kehilangan intuisinya karena sistem pembelajaran yang kurang tepat. Metode tradisional atau ceramah dapat menghambat intuisi seorang siswa karena pembelajaran yang berpusat kepada guru. Dengan pemberian rumus-rumus praktis dengan soal-soal yang pemecahan permasalahannya sudah di tentukan oleh guru tanpa disadari hal tersebut juga dapat membuat para siswa terhambat pada kreativitasnya dan sedikit demi sedikit kehilangan intuisinya.

    ReplyDelete
  108. Elmaini
    15709259004/P.MAT-P2TK
    Intuisi memiliki peranan yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Sebagaimana yang tertulis dalam artikel di atas, intuisi siswa dapat muncul dan berkembang seiring dengan pengalaman siswa dalam belajar matematika. Pengalaman matematika dapat dikembangkan dengan menerapkan metode pembelajaran matematika yang tepat. Metode pembelajaran tersebut haruslah menekankan pada pembentukan karakter matematika, membangun konsep dan pengetahuan matematika dari penemuan siswa sendiri, dan memberikan kebebasan siswa untuk berkreativitas dalam berfikir matematika. Hal ini akan membuat siswa merasa senang belajar matematika, tidak merasa dipaksa harus menghafal, dan pengetahuan yang diperoleh juga akan melekat karena dibangun dari penemuan mereka sendiri.

    ReplyDelete
  109. Benar sekali uraian diatas, beberapa dampak yang ditimbulkan ujian nasional. Guru tidak lagi membelajarkan siswanya secara bertahap sesuai dengan perkembangan kognitif anak, tidak lagi mendidik siswa dengan asumsi kemampuan kognitif anak berbeda, tetapi lebih kepada percepatan untuk mencapai indicator yang diujiankan di ujian nasional. Siswa juga tidak akan berkembang intuisi matematikanya karena dibiasakan dengan latihan saja dengan soal bersifat rutin, sehingga matematika dibenah siswa hanya semacam paksaan untuk mencapai kompetensi tertentu saja.

    Martini, PM P2TK
    15709259003

    ReplyDelete
  110. ABSORIN PPs Pmat P2TK 2015
    NIM : 15709259013
    Peranan intuitif sangat penting bukan hanya untuk pelajaran matematika saja tapi untuk yang lainnya. Intuisi merupakan kemampuan memahami suatu masalah atau pengetahuan yang tidak dapat didefinisikan namun pengetahuan itu sudah tertanam dalam pikiran kita

    ReplyDelete
  111. ABSORIN PPs Pmat P2TK 2015
    NIM : 15709259013
    Kita dapat menjawab atau menyelesaikannya tanpa proses berpikir yang panjang, misalnya dalam pembelajaran matematika yaitu mengenai konsep pangkal contohnya definisi panjang, luas, dan sebagainya. Kemampuan yang dimiliki oleh setiap manusia semenjak lahir adalah intuisi kita terhadap sesuatu jika kita bisa mengembangkan intuisi kita menjadi pengetahuan yang lebih kompleks Peran penting intuisi dalam mempelajari suatu ilmu ini lah yang secara langsung juga mengatakan bahwa intuisi penting dalam mempelajari matematika. Ketika manusia mengalami situasi baru dalam bermatematika maka ia akan berpikir bahwa hal tersebut adalah abstrak sehingga ketika kita akan menggunakan pikiran kita untuk memecahkan suatu masalah

    ReplyDelete
  112. Hanifah Latifah Hadiat
    15709251074
    PMAT C PPS UNY 2015

    Pengalaman matematika seseorang menentukan bagus tidaknya kemampuan matematika orang tersebut. pengalaman tersebut didukung oleh pengetahuan dan pemahaman konsep matematika itu sendiri. Agar hal tersebut tercapai maka guru perlu untuk lebih berinovasi dalam pembelajaran. Akantetapi, guru lebih dominan menggunakan ekspositori. Padahal ekspositori tersebut kebermaknaannya masih terlalu sedikit. Terbukti dari setelah UN selesai, siswa lupa dengan apa yang telah dipelajarinya.

    ReplyDelete
  113. Theresia Veni Tri Nugraheni
    15709251090
    PM D PPS UNY

    Berkaitan dengan matematika sekolah, intuisi akan muncul setelah siswa memperoleh pengalaman, dimana pengalaman tersebut merupakan akumulasi ketrampilan matematika yang didukung pemahaman tentang matematika. Dalam pembelajaran, intuisi tidak dapat terbentuk jika pembelajaran yang digunakan cenderung mekanistik, yaitu dengan drill soal dan pemberian cara cepat. Intuisi dapat membantu dalam mengembangkan kreativitas matematika. Misalkan saja melalui pemberian masalah dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  114. Intuisi dalam matematika bagi siswa muncul melalui pengalaman matematika yang diperoleh melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka sehingga dapat membangun pengetahuan dan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.

    ReplyDelete
  115. MONICA RIZKI APRICILIA
    15709251068
    PPS PMAT-D

    Penyataan pada artikel, tentang seorang guru yang cenderung melakukan lompatan-lompatan dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas) akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition yang menjadikan siswa lebih kreatif dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Sehingga untuk mengembangkan intuisi matematika yang saya tangkap dari artikel di atas adalah dengan cara melalui step-step yang sesuai dengan scaffolding yang diperlukan jangan lewati beberapa materi yang dianggap guru tidak penting. Karena belum tentu yang menurut guru tidak penting, bagi siswa juga tidak penting.

    ReplyDelete
  116. Dwi Muryanto
    15709251015
    intuisi tidaklah permanen, dapat tajam dan mungkin pula tumpul. Intuisi matematika akan muncul setelah adanya pengalaman. Semakin banyak pengalaman, semakin terasah intuisinya. Yang menjadi medan bagi insan pendidikan matematika adalah menyediakan sebanyak mungkin pengalaman matematika bagi pelajar

    ReplyDelete
  117. Tapi dari tahun ke tahun UN mengalami perubahan yang sedikit demi sedikit, malah sebaliknya tahun ini siswa dan guru malah melalui dengan tanpa tekanan bahkan cenderung lebih santai. Mungkin karena UN bukan sebagai penentu kelulusan siswa, tapi dampaknya terhadap karakter siswa sangat memprihatinkan.

    ReplyDelete
  118. Untuk membuat siswa mengalami pengalaman dala matematika memang bukan perkara yang mudah, dibutuhkkan pemikiran dan usaha untuk bisa memfasilitasi mereka dalam belajar matematika yang menyenangkan dan berarti. Untuk itu seorang guru harus terus belajar supaya bisa membuat suasana kelas yang kondusif dan bisa memancing intuisi dari siswa.

    ReplyDelete
  119. Uke Ralmugiz
    15709251052
    PMat D 2015 PPs UNY

    Mungkin hal inilah yang sangat disayangkan, keadaan dimana keberadaan intuisi diabaikan. Meski sesuai dengan pendapat Thompson yang menyimpulkan bahwa intuisi muncul setelah tahap olah pengalaman, akan sangat disayangkan jika mereka yang belajar matematika hanya tercukupi dengan pengalaman melalui drill soal dan penyelesaian yang instan. Hal ini tentu sangatlah berdampak buruk untuk kedepannya. Siswa hanya dekat dengan rumus dan jauh dari intuisi matematika yang diharapkan.

    ReplyDelete
  120. Widi Astuti
    15709259009
    PMat P2TK 2015
    Intuisi siswa pada matematika sekolah dan intuisi matematikawan matau atematika formal tentu berbeda. Hal tersebut dikarenakan matematika sekolah sesuai dengan tahap perkembangan anak, lebih bersifat konkret dan akan sulit untuk diajak berasumsi, oleh karena itu intuisi dalam matematika lebih kepada pengalaman menghadapi persoalan dan tidak terlepas dari pemahaman konsep. Sedangkan intuisi untuk matematikawan adalah intuisi tingkat tinggi, matematikawan sering melakukan penelitian atau riset, pengalaman mereka dalam hal ini adalah penelitian mereka sebelumnya. Sehingga intuisi mereka pun dalam rangka penelitian juga, tidak hanya sekedar memecahkan soal matematika.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com