Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)




Oleh Marsigit

Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.

Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Kenyataannya memang bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

44 comments:

  1. Siti Nurhayati S2 PMAT-D
    NIM 15809251077

    "Intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika."
    Bagi siswa intuisi akan mendorong pada kreatifitas siswa adalam pembaljarana matematika. Bagi seorang guru, tuntutan kurikulum merupakan satu hal yang wajib dipenuhi, sehingga harus dapat ,mengimplementasikan dalam pembelajaran. Pembelajaran yang runtut dan skematis dan tidak ada lompatan kognitif akan sangat membantu siswa dalam memahami konsep yang harus dipahami, dalam hal ini penting bagi seorang guru untuk dapat memahami hipoteticak learnig trajektori.

    ReplyDelete
  2. NIM 15709259014 (PMat P2TK PPs UNY)

    Ujian Nasional memang telah menjadi momok bagi siswa dan guru. Guru karena adanya tekanan harus meraih nilai tertentu dalam UN akan melakukan pembelajaran dengan cara cepat, cepat menyelesaikan soal, sehingga intuisi siswa tidak terasah. Guru-guru tersebut hanya memikirkan tujuan jangka pendek saja, yaitu lulus UN dengan nilai yang baik. Sedangkan tujuan jangka panjang, yaitu membekali siswa dengan kemampuan matematika, khususnya intuisi matematika, jadi terbengkalai. Yang akhirnya generasi kita, 20 tahun mendatang hanya akan menjadi generasi yang hanya mampu menyelesaikan UN, padahal di usia dewasa mereka nanti, mereka tidak membutuhkan itu.

    ReplyDelete
  3. Eka Hedayani
    15709259008
    PPS PMat P2TK 2015

    Saya sependapat dengan elegi Prof.marsigit diatas, kenyataan yang sering terjadi disekolah adalah materi yang diajarkan oleh guru jarang mengasah kekuatan intuisi siswa. Ini disebabkan karena guru lebih fokus kepada pencapaian ketuntasan materi saja, bukan pada pencapaian pemahaman mereka akan suatu materi. Selain itu, pemerintahan juga masih menjadikan UN sebagai salah satu acuan kelulusan siswa. Hal ni menjadi tekanan bagi guru dan siswa dalam mengajarkan dan mempelajari matematika. Sehingga membuat guru lebih fokus kepada hasil UN semata, bagaimana cara agar siswa mereka bisa lulus semua. Karena hal tersebut, maka guru mengesampingkan proses belajar atau prosedur dalam matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  4. Tika Abri Astuti/ PPs P.Mat D 2015
    15709251091


    Dilihat dari Aspek Ontologi, Kenyataan yang terjadi saat ini, banyak Guru cenderung melakukan drill kepada siswa dalam menghadapi UN dengan mengasah kemampuan siswa dalam menjawab soal. Akan tetapi, guru tersebut lupa atau sengaja lupa bahwa siswa perlu diberikan keterampilan matematika yang didasari oleh pemahaman matematika. Pada hakekatnya ide/gagasan matematika hanya akan muncul melalui setelah mengalami berbagai pengalaman-pengalaman matematika. Dengan hanya diajarkan bagaimana cara menyelesaikan soal-soal terutama soal UN, siswa hanya melalui 1 atau sedikit tahapan pengalaman matematika saja. Itu saja tidak cukup. Matematika merupakan dasar dari kehidupan. Dalam kehidupan, matematika memegang peranan penting. Jadi belajar matematika digunakan untuk hidup. Dengan pengalaman matematika yang dimilikinya, seseorang akan mempunyai intuisi dalam matematika untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemuinya dalam kehidupan. Tiadalah berguna ilmu yang diperoleh manusia, jika dia tidak dapat menggunakannya dalam menyelesaikan masalah dia hadapi.

    ReplyDelete
  5. Dilihat dari Aspek Aksiologi, dengan berbekal pengalaman matematika, seseorang dapat memiliki intuisi matematika untuk menyelesaikan masalah yang ditemuinya dalam kehidupan. Jika seseorang yang memiliki intuisi matematika dihadapkan pada suatu permasalahan maka pemikiran logisnya akan digunakannya. Dengan pemikiran-pemikirannya untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi, maka dia dapat menggunakan pengetahuan yang dimilikinya untuk mencari jawaban atas permasalahannya tersebut.

    ReplyDelete
  6. Setelah membaca elegi pemberontakan pendidikan matematika; intuisi dalam matematika, menurut saya bahwa intuisi memiliki peran penting dalam pembelajaran, misalnya pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika menjadi momok dan menakutkan karena gurunya tidak mengerti intuisi, artinya guru hanya mengajarkan definisi-definisi tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami pelajaran menggunakan intuisi. Inilah realita pendidikan yang ada di negeri kita ini hingga membuat guru merasa kebingungan mau pakai cara pintas atau cara pantas. Mau mengajar dengan metode atau cara yang inovatif, kreatif namun terbentur dengan ketercapaian hasil UN. Dalam proses pembelajaran mereka selalu dihantui oleh target bisa lulus Ujian Nasional. Bukan fokus pada mengerti atau tidaknya siswa dalam menerima materi tersebut. mau memperbaiki proses tapi yang dilihat adalah hasil, pada akhirnya guru jadi mengajarakn bagaimana siswa mendapatkan hasil semaksimal mungkin tanpa melihat proses pemahaman siswa. semoga guru tidak lagi mengajar dengan cara pintas, namun cara yang pantas hingga siswa paham betul materi yang di sampaikan.

    Mahasiswa P-Mat P2TK 2015

    ReplyDelete
  7. Menurut Thompson, intuisi matematika akan muncul setelah adanya pengalaman. Saya setuju dengan hal itu, karena intuisi memegang peranan dalam pengembangan pola berfikirnya yang logis. Terkait dengan system pendidikan tentang ujian nasional, tenyata memberikan dampak terhadap kurangnya intuisi. Padahal ,pada dasarnya intuisi tersebut sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika, karena dapat mengembangkan kemampuannya dan mengeksplor tentang persoalan matematika. Selain itu, intuisi matematika juga akan menmbuhkan kreatifitas siswa untuk memunculkan ide-ide pemecahan masalah menuju kebenaran yang logis.

    ReplyDelete
  8. 15709259015/P.MAT-P2TK

    “Belajar matematika mulai dari pandangan anda, pendengaran anda, perasaan anda dan tindakan anda” (Prof Marsigit). Tambahan pendapat Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Kenyataan yang terjadi saat ini adalah guru tidak menggunankan peran intuisi siswa, hal ini dapat terbukti dari bacaan di atas bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Jelas tiadalah siswa yang dapat menggunakan intuisi dalam pembelajran matematika apabila kenyataan dilapangan tidak sesuai dengan pengembangan intuisi terhadap kreatifitas anak.

    ReplyDelete
  9. Asep Tatan Rifa'i
    15709259012
    P.Mat P2TK 2015

    Matematika dapat dipahami melalui intuisi penginderaan, selama hasilnya dapat disesuaikan dengan intuisi murni kita. Pandangan tentang peran intuisi dalam matematika telah memberikan gambaran yang jelas tentang landasan, struktur dan kebenaran matematika yang di dalamnya didominasi pembahasan tentang peran dan kedudukan intuisi.Intuisi sebagai dasar matematika , menurut Immanuel Kant pemahaman maupun konstruksi matematika diperoleh dengan cara terlebih dulu menemukan intuisi murni pada akal atau pikiran kita. Matematika yang bersifat sintetik a priori dapat dikonstruksi melalui tahapan intuisi yaitu Intuisi penginderaan terkait dengan obyek matematika yang dapat diserap sebagai unsur a posteriori.Intuisi, yaitu sesuatu yang sering didengar tetapi sulit untuk mendeskripsikannya. Intuisi mengambil peran penting dalam kehidupan.Peran intuisi dalam pendidikan saat ini pun sangat diperlukan, khususnya dalam matematika. Intuisi sangat berperan dalam memahami pernyataan-pernyataan matematika dan dalam pemecahan masalah matematika.

    ReplyDelete
  10. Inilah sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Banyaknya tuntutan indikator yang harus dikuasai oleh siswa tak sebanding dengan banyaknya pengalaman belajar siswa. Intuisi matematika tidak bisa didapatkan dengan cara yang instant. Butuh proses panjang dalam membangun pengalaman-pengalaman siswa. Tidak heran jika siswa Indonesia memiliki intuisi matematika yang rendah.

    ReplyDelete
  11. Saya sangat sependapat dengan apa yang disampaikan Thompshon yang menyatakan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Kenyataannya memang bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.


    M. Ihsan
    NIM. 15709259005
    PM P2TK 2015 PPs UNY

    ReplyDelete
  12. intuisi dapat dijadikan jembatan pemahaman seorang siswa sehingga dapat memudahkan dalam mengaitkan objek yang dibayangkan dengan alternatif solusi yang diinginkan. Dengan kata lain, intuisi mampu membantu menentukan strategi atau langkah yang harus dilakukan untuk mencapai solusi suatu permasalahan matematika.

    ReplyDelete
  13. Intuisi mengambil peran penting dalam kehidupan. Intuisi diperlukan untuk dapat menyikapi berbagai peristiwa dan kesempatan yang dialami dengan baik. Intuisi adalah kemampuan berpikir melewati batas-batas yang terpikirkan oleh orang lain, intuisi bukanlah kalkulasi. Peran intuisi dalam pendidikan saat ini pun sangat diperlukan, khususnya dalam matematika. Intuisi sangat berperan dalam memahami pernyataan-pernyataan matematika dan dalam pemecahan masalah matematika. Pemecahan masalah merupakan tujuan yang akan dicapai dengan jalan mengadakan pengamatan yang teliti dan reorganisasi terhadap unsur-unsur dari totalitas masalah tersebut sehingga lahirlah suatu pemahaman yang utuh.

    ReplyDelete
  14. intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika.
    intuisi datang sesuai dengan pengalamannya terhadap suatu objek. Objek matematika yang diajarkan diberikan secara urut dan runtut. Jika terjadi lompatan materi maka pengatahuan yang dibangun siswa menjadi tidak utuh, ada yang hilang. Hal ini dapat mengurangi dan mereduksi kemampuan intuisinya. Pendidikan matematika dapat mengembangkan kemampuan intuisi sesorang.

    ReplyDelete
  15. Gity Wulang Mandini
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D

    Intuisi dapat diperoleh dari pengalaman-pengalaman siswa. Intuisi yang dimiliki siswa dapat mengembangkan kreativitas siswa itu sendiri. Namun saat ini masih terdapat banyak siswa yang kehilangan intuisinya karena sistem pembelajaran yang kurang tepat. Metode tradisional atau ceramah dapat menghambat intuisi seorang siswa karena pembelajaran yang berpusat kepada guru. Dengan pemberian rumus-rumus praktis dengan soal-soal yang pemecahan permasalahannya sudah di tentukan oleh guru tanpa disadari hal tersebut juga dapat membuat para siswa terhambat pada kreativitasnya dan sedikit demi sedikit kehilangan intuisinya.

    ReplyDelete
  16. Elmaini
    15709259004/P.MAT-P2TK
    Intuisi memiliki peranan yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Sebagaimana yang tertulis dalam artikel di atas, intuisi siswa dapat muncul dan berkembang seiring dengan pengalaman siswa dalam belajar matematika. Pengalaman matematika dapat dikembangkan dengan menerapkan metode pembelajaran matematika yang tepat. Metode pembelajaran tersebut haruslah menekankan pada pembentukan karakter matematika, membangun konsep dan pengetahuan matematika dari penemuan siswa sendiri, dan memberikan kebebasan siswa untuk berkreativitas dalam berfikir matematika. Hal ini akan membuat siswa merasa senang belajar matematika, tidak merasa dipaksa harus menghafal, dan pengetahuan yang diperoleh juga akan melekat karena dibangun dari penemuan mereka sendiri.

    ReplyDelete
  17. Benar sekali uraian diatas, beberapa dampak yang ditimbulkan ujian nasional. Guru tidak lagi membelajarkan siswanya secara bertahap sesuai dengan perkembangan kognitif anak, tidak lagi mendidik siswa dengan asumsi kemampuan kognitif anak berbeda, tetapi lebih kepada percepatan untuk mencapai indicator yang diujiankan di ujian nasional. Siswa juga tidak akan berkembang intuisi matematikanya karena dibiasakan dengan latihan saja dengan soal bersifat rutin, sehingga matematika dibenah siswa hanya semacam paksaan untuk mencapai kompetensi tertentu saja.

    Martini, PM P2TK
    15709259003

    ReplyDelete
  18. ABSORIN PPs Pmat P2TK 2015
    NIM : 15709259013
    Peranan intuitif sangat penting bukan hanya untuk pelajaran matematika saja tapi untuk yang lainnya. Intuisi merupakan kemampuan memahami suatu masalah atau pengetahuan yang tidak dapat didefinisikan namun pengetahuan itu sudah tertanam dalam pikiran kita

    ReplyDelete
  19. ABSORIN PPs Pmat P2TK 2015
    NIM : 15709259013
    Kita dapat menjawab atau menyelesaikannya tanpa proses berpikir yang panjang, misalnya dalam pembelajaran matematika yaitu mengenai konsep pangkal contohnya definisi panjang, luas, dan sebagainya. Kemampuan yang dimiliki oleh setiap manusia semenjak lahir adalah intuisi kita terhadap sesuatu jika kita bisa mengembangkan intuisi kita menjadi pengetahuan yang lebih kompleks Peran penting intuisi dalam mempelajari suatu ilmu ini lah yang secara langsung juga mengatakan bahwa intuisi penting dalam mempelajari matematika. Ketika manusia mengalami situasi baru dalam bermatematika maka ia akan berpikir bahwa hal tersebut adalah abstrak sehingga ketika kita akan menggunakan pikiran kita untuk memecahkan suatu masalah

    ReplyDelete
  20. Hanifah Latifah Hadiat
    15709251074
    PMAT C PPS UNY 2015

    Pengalaman matematika seseorang menentukan bagus tidaknya kemampuan matematika orang tersebut. pengalaman tersebut didukung oleh pengetahuan dan pemahaman konsep matematika itu sendiri. Agar hal tersebut tercapai maka guru perlu untuk lebih berinovasi dalam pembelajaran. Akantetapi, guru lebih dominan menggunakan ekspositori. Padahal ekspositori tersebut kebermaknaannya masih terlalu sedikit. Terbukti dari setelah UN selesai, siswa lupa dengan apa yang telah dipelajarinya.

    ReplyDelete
  21. Theresia Veni Tri Nugraheni
    15709251090
    PM D PPS UNY

    Berkaitan dengan matematika sekolah, intuisi akan muncul setelah siswa memperoleh pengalaman, dimana pengalaman tersebut merupakan akumulasi ketrampilan matematika yang didukung pemahaman tentang matematika. Dalam pembelajaran, intuisi tidak dapat terbentuk jika pembelajaran yang digunakan cenderung mekanistik, yaitu dengan drill soal dan pemberian cara cepat. Intuisi dapat membantu dalam mengembangkan kreativitas matematika. Misalkan saja melalui pemberian masalah dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  22. Intuisi dalam matematika bagi siswa muncul melalui pengalaman matematika yang diperoleh melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka sehingga dapat membangun pengetahuan dan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.

    ReplyDelete
  23. MONICA RIZKI APRICILIA
    15709251068
    PPS PMAT-D

    Penyataan pada artikel, tentang seorang guru yang cenderung melakukan lompatan-lompatan dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas) akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition yang menjadikan siswa lebih kreatif dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Sehingga untuk mengembangkan intuisi matematika yang saya tangkap dari artikel di atas adalah dengan cara melalui step-step yang sesuai dengan scaffolding yang diperlukan jangan lewati beberapa materi yang dianggap guru tidak penting. Karena belum tentu yang menurut guru tidak penting, bagi siswa juga tidak penting.

    ReplyDelete
  24. Dwi Muryanto
    15709251015
    intuisi tidaklah permanen, dapat tajam dan mungkin pula tumpul. Intuisi matematika akan muncul setelah adanya pengalaman. Semakin banyak pengalaman, semakin terasah intuisinya. Yang menjadi medan bagi insan pendidikan matematika adalah menyediakan sebanyak mungkin pengalaman matematika bagi pelajar

    ReplyDelete
  25. Tapi dari tahun ke tahun UN mengalami perubahan yang sedikit demi sedikit, malah sebaliknya tahun ini siswa dan guru malah melalui dengan tanpa tekanan bahkan cenderung lebih santai. Mungkin karena UN bukan sebagai penentu kelulusan siswa, tapi dampaknya terhadap karakter siswa sangat memprihatinkan.

    ReplyDelete
  26. Untuk membuat siswa mengalami pengalaman dala matematika memang bukan perkara yang mudah, dibutuhkkan pemikiran dan usaha untuk bisa memfasilitasi mereka dalam belajar matematika yang menyenangkan dan berarti. Untuk itu seorang guru harus terus belajar supaya bisa membuat suasana kelas yang kondusif dan bisa memancing intuisi dari siswa.

    ReplyDelete
  27. Uke Ralmugiz
    15709251052
    PMat D 2015 PPs UNY

    Mungkin hal inilah yang sangat disayangkan, keadaan dimana keberadaan intuisi diabaikan. Meski sesuai dengan pendapat Thompson yang menyimpulkan bahwa intuisi muncul setelah tahap olah pengalaman, akan sangat disayangkan jika mereka yang belajar matematika hanya tercukupi dengan pengalaman melalui drill soal dan penyelesaian yang instan. Hal ini tentu sangatlah berdampak buruk untuk kedepannya. Siswa hanya dekat dengan rumus dan jauh dari intuisi matematika yang diharapkan.

    ReplyDelete
  28. Widi Astuti
    15709259009
    PMat P2TK 2015
    Intuisi siswa pada matematika sekolah dan intuisi matematikawan matau atematika formal tentu berbeda. Hal tersebut dikarenakan matematika sekolah sesuai dengan tahap perkembangan anak, lebih bersifat konkret dan akan sulit untuk diajak berasumsi, oleh karena itu intuisi dalam matematika lebih kepada pengalaman menghadapi persoalan dan tidak terlepas dari pemahaman konsep. Sedangkan intuisi untuk matematikawan adalah intuisi tingkat tinggi, matematikawan sering melakukan penelitian atau riset, pengalaman mereka dalam hal ini adalah penelitian mereka sebelumnya. Sehingga intuisi mereka pun dalam rangka penelitian juga, tidak hanya sekedar memecahkan soal matematika.

    ReplyDelete
  29. Eki Rahmad
    NIM. 15709251049
    S2 P.Mat (KELAS C)
    http://eki-rahmad.blogspot.co.id/

    Dalam elegi ini dijelaskan bahwa intuisi merupakan akumulasi keterampilan dan pemahaman matematika. Kemudian harus ada faktor pendukungnya yaitu sikap dan metode serta motivasi internal siswa. Tetapi kenyataannya, banyak guru tidak mampu memfasilitasi untuk terlaksana faktor- faktor pendukungnya. Ya, semua itu karena adanya UN, guru jadi terpaku harus sesuai dengan UN, atau harus terpaku dengan kelulusan UN, dan akhirnya pembelajaran monoton fan cenderung tidak memfasilitasi intuisi siswa.

    ReplyDelete
  30. 15709251055 / PM D

    Kecerdasan atau intelligence memiliki pengertian yang sangat luas. Para ahli psikologi mengartikan kecerdasan sebagai keseluruhan kemampuan individu untuk memperoleh pengetahuan, menguasainya dan mempraktekannya dalam pemecahan suatu masalah. Termasuk menangani diri pada masalah kecemasan menghadapi UN

    ReplyDelete
  31. Uke Ralmugiz
    15709251052
    PMat D 2015 PPs UNY

    Untuk menghadapi Ujian Nasional,banyak guru mengajarkan matematika secara instan.Guru hanya memberikan materi dan banyak latihan soal kepada siswa tanpa membiarkan siswa belajar sendiri melalui pengalaman dalam belajar. Hal ini mengakibatkan siswa kekurangan intuisi dalam belajar matematika karena intuisi diperoleh melalui pengalaman-pengalaman siswa.

    ReplyDelete
  32. DIFIA ESA BUNGA
    15709251083
    PPs UNY PMAT-D

    Intuisi dalam belajar matematika bagi siswa muncul melalui pengalaman matematika yang diperoleh melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka sehingga dapat membangun pengetahuan dan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Pembelajaran matematika terus berkembang sehingga mengharuskan kita memahami secara
    lebih komprehensif tentang hakikat belajar, pembelajaran aktif, pembelajaran berpusat pada siswa, dan bagaimana mengimplementasikan pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa. Siswa yang paham dari awal konsep belajar matematika akan senantiasa paham matematika. Siswa belajar matematika dengan ikhlas tanpa ada rasa takut, sehingga dengan pengalaman belajar matematika yang menyenangkan akan terpatr di dalam hati dan pikiran mereka.

    ReplyDelete
  33. Dian Permatasari
    15709251070
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Intuisi matematika dapat dibangun setelah kita melakukan kegiatan secara langsung. Selain itu, intuisi dapat dibentuk apabila ada dorongan dari dalam diri siswa itu sendiri dan metode-metode yang diperoleh oleh siswa. Akan tetapi pada kenyataannya, sekarang banyak guru ayang hanya memperhatikan target saja misal terget mengejar materi yang harus dibrikan kepada siswa. Padahal dengan cara yang seperti ini, maka siswa akan menajdi miskin akan pengalaman belajar sehingga mereka hanya sekedar mendapat ilmu saja dan kemungkinan besar ilmu tersebut tidak dapat terserap dengan baik. 

    ReplyDelete
  34. Uke Ralmugiz
    15709251052
    PMat D 2015 PPs UNY

    Sedikit banyak saya setuju dengan apa yang disampaikan dalam pembahasan di atas. Tekanan UN dan waktu yang sedikit membuat guru dan siswa sendiri menyukai jalan pintas dalam belajar matematika. Hal tersebut didukung dengan begitu banyaknya trik-trik yang diajarkan beberapa lembaga dalam menyelesaikan persoalan matematika dengan cara cepat. Seperti yang kita ketahui, beberapa siswa percaya dengan trik tersebut padahal trik tersebut mengajarkan siswa untuk mengidentifikasi jawaban pilgan yang mungkin bukan merupakan penyelesaian soalnya. Hal tersebut sangat tidak sesuai karena bahkan siswa tidak diminta untuk menghitungnya, padahal matematika adalah mata pelajaran yang dikenal dengan ilmu hitung. Mungkin karena sistem.
    Itulah mengapa siswa hanya memahami materi matematika pada saat akan ulangan saja, selepas ulangan selesai beberapa siswa akan lupa dengan materi tersebut. Hal ini disebabkan karena materi matematika diajarkan bukan melalui pengalaman, namun hanya sebatas untuk tahu saja.

    ReplyDelete
  35. Irawati Windani (15709251016)
    PPs Pendidikan Matematika C

    Saya sangat sepakat dengan apa yang diungkapkan Bapak dalam elegi ini. bahwa Proses untuk menemukan intuisi itu harus melalui pengalaman mengolah, menyelsaikan suatu persoalan, memulai sesuatu dari dasar, sehingga ketika persoalan kompleks yang dihadapi, para ssiwa sudah tahu dimana letak permasalahan dan bagaimana menyelesaikannya. Namun dengan mengajarkan cara "Cerdas" cara "Cepat" cara "Smart" menurut saya justru akan mematikan intuisi dari peserta didik. Dampak langsungnya adalah siswa tidak akan menegtahui konsep apa yang dipelajari. Kita semua berharap bahwa perbaikan kurikulum terus dilakukan, agar pemebelajaran dalam kelas teurs ditingkatkan kualitasnya, sehingga generasi yang dihasilkan oleh proses pendidikan ini tidak hanya beprestasi, tetapi juga mampu berpartisipasi dalam menyelesaikan persoalan kompleks yang dihadapi bangsa ini dimasa yang akan datang. Aamiin

    ReplyDelete
  36. Eko Hidayati
    15709259011
    PMat P2TK
    Menurut Thompson intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Mathematical experiences tersebut dibangun atas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Tetapi praktek persiapan UN di sekolah guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition.

    ReplyDelete
  37. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika Inter.

    Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematikaakan muncul setelah tahap olah pengalaman matematika. Saya setuju dengan hal ini, intuisis matematika, khussnya siswa, akan terbentuk ketika siswa tersebut memikirkan pengalaman-pengalaman matematika yang ia alami. Contohnya saat siswa SMA menyelesaikan soal sistem persamaan linear. Intuisinya berkembang ketika siswa mengaitkan pengalaman belajar sebelumnya tentang materi persamaan linear atau bahkan pengalamannya dalam kehidupan nyata dalam rangka mencari solusi dari soal sistem persamaan linear tersebut. Intuisinya berkembang dalam rangka memahami hal yang disrasa abstrak dengan bantuan pengalaman yang sesuai tetapi dirasa lebih masuk akal. Semakin banyak pengalam matematika seorang siswa semakin cepat intuisi matematikanya berkembanga.

    ReplyDelete
  38. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika Inter.

    Kita tahu bahwa pengalaman matematika penting dalam pembentukan intuisi matematika. Tetapi kebanyakan guru tidak memberikan fasilitas kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman matematika tersebut. Pengalaman matematika dapat diperoleh siswa ketika ia menjalani proses belajar mengajar sehingga pembelajaran itu menjadi bermakna untuk siswa. Hal ini sering dilewatkan guru dalam pembelajaran matematika karena guru memiliki beban kompetensi yang harus dicapai agar siswa mampu mengikuti UN. Beban ini secara tidak langsung menjadi beban siswa juga karena dengan waktu yang singkat dan materi yang banyak siswa menjadi kurang menjalaniproses bermatematika sehingga tidak cukup banyak pengalaman matematika yang didapat.

    ReplyDelete
  39. NURFARAHIN FANI
    15709251008
    P MAT KELAS D
    Berdasarkan Thompson (1993) yang menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman matematika. maka penting bagi guru untuk melibatkan siswa dalam proses pemecahan masalah dalam pembelajaran dan mengkomunikasikan mengenai yang mereka pelajari. Dalam hal ini guru bisa mengarahkan siswa untuk mendapatkan intuisi matematika secara perlahan dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  40. NURFARAHIN FANI
    15709251008
    P MAT KELAS D
    Secara psikologi, jika terjadi lompatan materi akan menciderai pemikiran anak, jika dalam intuisi matematika, maka siswa belum mendapatkan melakukan proses pemecahan masalah dan komunikasi secara jelas atau adanya unsur yang belum diterima oleh siswa. Untuk pemberian latihan soal-soal juga dapat memberikan beban bagi siswa dalam menyelesaikannya.

    ReplyDelete
  41. Siti Nurhayati S2 PMAT-D
    NIM 15709251077
    Pebelajaran mekanistik dan hanya berorientasi pada hasil akan mematikan kreatifitas siswa. siswa akan cenderung lebih pasif dan bekerja secara prosedural/aplikasi rumus-rumus matematika.hal ini berdampak kepada anggapan siswa bahwa matematika itudalah kumpulan rumus-rumus yang sangat banyak dan sangat prosedural. tidak ada yang dapat menyelesaiakan soal metematika kecuali anak yang mempunyai iintelegensi tinggi.

    ReplyDelete
  42. Matematika sekolah adalah matematika yang bedasarkan aktifitas dan kegiatan siswa yang aktif dan menyenangkan. matematika adalah pola dan bahasa, dan bukan kumpulan rumus dan aksioma. ituisi yang dikembangkan sesuai dengan pengalaman siswa akan membawa situasi belajar yang menyenangkan bagi siswa dan meningkatkan keatifitas siswa.

    ReplyDelete
  43. Sebaiknya proses belajar mengajar di sekolah itu bukan kegiatan guru menjelaskan materi/topic matematika kepada siswa kemudian siswa mengerjakan latihan soal. Hendaknya guru sebagai fasilitator yang memotivasi siswa untuk belajar matematika, membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, mendorong siswa untuk berdiskusi dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan, membimbing siswa untuk membangun pengetahuanya sendiri sehingga tercipta pembelajaran matematika yang bermakna dan menghilangkan paradigm bahwa matematika itu sulit dan menakutkan

    ReplyDelete
  44. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16709251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Islam adalah sebuah ideologi (mabda) yang sempurna, memiliki aturan yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Islam memiliki metode untuk mencetak generasi cemerlang melalui pendidikan.
    Metode pengajaran yang digunakan adalah untuk membangkitkan kecerdasan dan memperbaiki prilaku secara talqiyan fikriyan, dimana bahasa Arab menjadi bahasa pengantar utama.
    talqiyyan fikriyyan adalah metode pembelajaran yg mampu mempengaruhi akal dan perasaan mereka dengan memberikan contoh-contoh soal yang konkrit dalam kehidupan, sehingga mereka termotivasi untuk mengamalkan.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com