Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)




Oleh Marsigit

Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.

Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Kenyataannya memang bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

27 comments:

  1. Pembelajaran matematika yang berlangsung saat ini yang menggunakan sistem drill akan menghancurkan siswa dalam mengembangkan intuisinya. Seharusnya guru memberikan atau mengembangkan keterampilan yang sudah dimiliki siswa dan mengembangkan pemahaman siswa dalam belajar. Sehingga intuisi siswa dapat berjalan dengan baik dengan demikian maka kreativitas siswa akan meningkat.

    ReplyDelete
  2. Senang belajar atau mempelajari sebuah pelajaran akan menjadi awal yang baik dalam memahami isinya, untuk itu, dalam teori-teori belajar lama sampai saat ini, kegiatan pembuka yang dilakukan oleh guru sangatlah penting untuk membangkitkan rasa senang itu, apalagi sampai bisa muncul rasa butuh akan materi yang akan dipelajari. Untuk melakukan hal itu, tentu diperlukan dukungan suasan yang kondusif, baik itu dukungan sarana, alat, lebih-lebih dukungan keleluasaan bagi guru untuk mengembangkan kreatifitasnya, sehingga siswa mampu mengingat kembali materi atau pengalaman bermatimatikanya, untuk dapat memahami materi matematika lebih lanjut.

    ReplyDelete
  3. PD P2TK

    Ass..
    Pengetahuan intuisi penting pada pembelajaran matematika. Pengetahuan intuisi didapatkan setelah pengalaman diperoleh, pengalaman membangun atau mengkonstruksikan pengetahuannya sendiri, akan tetapi pembelajaran matematika di indonesia selama ini hanya berupa transfer ilmu tanpa menyediakan pengalaman dari maslah konkret bagi peserta didik yang mengakibatkan intuisi matematika peserta didik melemah bahkan peserta didik terancam kehilngan intuisinya.
    Sekian dan terimakasih.

    Ass...

    ReplyDelete
  4. didkas p2tk 2014

    belajar matematika tidaklah bisa instant. tidak bisa cepat secepat kita belajar menyebut nama buah-buahan. belajar matematika butuh proses. semua berawal dari konsep nyata, lalu berkembang menuju abstrak. namun terkadang apa yang ada dilapangan, tidak seperti yang kita bayangkan. terkadang teori yag didapat tidak bisa di implementasikan. semua karena tuntutan, terutama pada saat Ujian National. waktu pembelajran yang sangat sempit, d tambah tuntutan pemerintah Dan kepala sekolah, agar siswa bisa lulus 100% maka, kebanyakan guru mengajarkan matematika cepat (drill). hal ini dilakukan agar tujuan UN lulus 100% tercapai.
    sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  5. ARIFAH NUR (DIKDAS P2TK)
    14712259017

    Bismillahirrahmanirrahim…
    Dengan adanya Ujian Nasional sangat membebani guru dan siswa untuk menguasai materi pelajaran dan bagi guru untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam waktu yang relatif singkat. Hal tersebut menyebabkan guru mengambil jalan pintas dengan banyak memberikan latihan-latihan soal kepada muridnya dan mengesampingkan pengalaman dalam matematika. Setiap hari siswa hanya dijejali dengan latihan-latihan soal untuk menghadapi Ujian Nasional. Dalam hal ini tujuan siswa hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus dengan mengesampingkan proses dalam matematika. Akhir yang didapat bahwa para siswa tidak memiliki skill dan ilmu yang diperolehnya tidak mampu bertahan lama dalam ingatannya.
    Sekian dan terimakasih

    ReplyDelete
  6. Agusti Eka Dyah Larasati
    12313244015
    Int. Mathematics Education

    Saat ini memang banyak sekali ditemui pembelajaran matematika yang hanya mengejar kemampuan siswa dalam mengerjakan soal UN, bukan kemampuan siswa untuk mencapai hakikat pembelajaran matematika yang sesungguhnya. Ini disebabkan karena banyaknya materi yang harus dikuasai untuk menghadapi UN sehingga guru hanya menggunakan sistem drill. Guru tidak memperhatikan lagi pengalaman-pengalaman matematika yang harus didapat siswa untuk mendapat intuisi matematika. Padahal intuisi matematika sangatlah penting untuk mengembangkan kreativitas siswa yang akan berguna di kehidupan sehari-hari.
    Tugas bagi guru/calon guru untuk menemukan desain pembelajaran yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan siswa, baik dalam hal menghadapi ujian maupun pengembangan intuisinya.

    terimakasih

    ReplyDelete
  7. Mei Wahyuni DIKDAS
    Tulisan ini benar-benar seperti apa yang saya rasakan yaitu merasa tertekan dalam membelajarkan matematika di kelas 6 karena tertekan dengan adanya UN. Saat rasa tertekan telah melanda maka yang dirasakan adalah rasa jenuh. Akhirnya hanya drill dan dril saja yang lakukan, tidak melalui serangkaian proses. Sebaiknya memang perlu diatat ualang tentang pelaksanaan UN ini sehingga dari guru dan siswa tidak ada rasa tertekan dalam menghadapinya.

    ReplyDelete
  8. Sri Indhah NIM 14712259012 S2 P2TK DIKDAS
    Sudah menjadi rahasia umum setelah siswa kelas 6 yang akan mengikuti UN guru kemudian memberikan trik-trik dan rumus-rumus praktis untuk mengerjakan soal UN. Guru sepertj dikejar target agar nilai UN siswa tinggi. Fenomena ini membuat guru neninggalkan beberapa pra syarat dalam belajar matematika. Pra syarat yang ditinggalkan banyak sekali. Diantaranya pemahaman tentang materi sebelumnya. Siswa seperti dikarbit, matang sebelum saatnya. Hal ini yang menyebabkan siswa tidak memiliki intuisi dalam belajar matematika. menjadi ironi memang. Tapi memang itu yang menjadi ambisi pendidikan kita.

    ReplyDelete
  9. Intuisi sangat berperan dalam pegembangan kreativitas memecahkan persoalan matematika bagi anak. Intuisi harus selalu dikembangkan dan dibangun. Tgas gurulah untuk memfasilitasi siswa untuk membangun dan mengembangkan intuisi mereka dengan cara mendapatkan pengalaman berkegiatan matematika. Anak perlu melakukan proses bermatematika, tidak langsung mengerjakan soalnya. Anak harus ditntun bagaimana menemukan suatu rumus atau langkah yang tepat untuk menyelesaikan suatu masalah matematika. JAdi anak akan terangsang kreativitasnya untuk menemukan berbagai cara untuk memecahkan berbagai persoalan matematika, bukan hany dengan cara yang diajarkan oleh guru.

    ReplyDelete
  10. Musyafa (11301241032)
    Peran intuisi dalam matematika sangat penting. Intuisi yang dimiliki oleh siswa dapat mengembangkan kreativitas siswa. Intuisi diperoleh setelah pengalaman belajar matematika dimana pengalaman tersebut merupakan akumulasi dari keterampilan matematika yang diperoleh melalui pengetahuan matematika dan didukung oleh metode, sikap, dan motivasi dari dalam siswa itu sendiri. Tetapi dalam kenyataan yang terjadi, guru mengabaikan itu semua. Pada umumnya guru hanya memberikan pengalaman matematika kepada siswa tanpa memperhatikan proses-proses yang harus dicapai untuk menghasilkan pengalaman matematika tersebut.Hal tersebut disebabkan oleh adanya Ujian Nasional. Ujian Nasional dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam pembelajaran matematika. Nilai menjadi indikator yang sangat penting untuk menentukan kelulusan para siswa. Guru merasa tertekan dan terbebani dengan adanya Ujian Nasional tersebut. Adanya tekanan tersebut mengakibatkan guru cenderung melakukan jalan pintas misalnya dengan memberikan latihan-latihan soal kepada siswa. Mereka tidak menyadari bahwa latihan-latihan soal tersebut menyebabkan siswa kehilangan intuisinya. Agar siswa tidak kehilangan intuisinya maka guru perlu menumbuhkan motivasi, sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa sehingga siswa memperoleh pengalaman matematika yang pada akhirnya akan memunculkan intuisi matematika.

    ReplyDelete
  11. Valeria Kartikaningtyas
    11313244007
    P. Matematika Int. 2011

    Siswa menggunakan intuisi dalam pembelajaran matematika sekolah. Intuisi siswa dapat diasah melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukannya selama pembelajaran. Siswa perlu difasilitasi dalam mengasah intuisinya agar semakin peka terhadap suatu persoalan matematika. Intuisi ini tidak hanya ia gunakan dalam pembelajaran. Matematika adalah salah satu saran bagi siswa untuk mengasah intuisinya. Intuisi ini dapat ia gunakan dalam mencari penyelesaian masalah dalam kehidupan, tidak hanya sebatas dalam ruang lingkup pelajaran di sekolah untuk mengejar nilai yang bagus.

    ReplyDelete
  12. HARINI PUJI ASTUTI
    14712251011
    Dikdas
    Konsentrasi Praktisi

    Saya setuju dengan pendapat bapak tersebut. Memang benar sungguh sangat disayangkan, siswa kelas 6 yang usianya sekitar 12/13 tahun yang harusnya belum pada porsinya untuk dibebankan sesuatu hal yang dimana dia sendiri tidak mengetahui artinya. Yang mereka tau jika ingin lulus dan mendapat sekolah yang baik maka harus berhasil dalam UN. Dengan singkatnya waktu menuju UN, guru harus menjejali siswa setiap hari dengan materi UN dengan alasan mengejar waktu. Dalam hal ini proses pembelajaran otomatis guru menggunakan metode drill. Jika Thompson (1993) mengatakan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika, maka intuisi siswa tidak akan muncul jika guru menggunakan metode drill karena siswa tidak mengalami proses experience dalam matematika.

    ReplyDelete
  13. Bismillahirohmanirrohim
    Saya setuju dengan pendapat Bapak bahwa UN merupakan kendala bagi guru dan siswa untuk mendapatkan pengetahuan matematika melalui proses atau aktivitas terutama untuk kelas 5 dan 6.Adanya tuntutan dan persaingan kelulusan antar sekolah menyebabkan fokus pembelajaran hanya untuk menguasai materi sesuai dengan kisi-kisi secepatnya.Bahkan melalui rumus praktis sehingga terlihat seperti mengahafal.Pembelajaran menjadi tidak menyenangkan karena tiap minggu bahkan hari pada semester kedua hanya ada drill soal.Seringkali siswa bahkan merasa jenuh.Alangkah sebaiknya UN diganti dengan semacam proyek sesuai dengan kemampuan siswa.Pembelajaran akan lebih bermanfaat karena banyaknya aktivitas dan proses yang dilakukan.

    ReplyDelete
  14. Dikdas P2TK 2014

    Proses dalam pembelajaran matematika memang sangat penting dalam pencapaian intuisi matematika. Sehingga pelaksanaan UN memang sangat tidak mendukung dalam pencapaian intuisi matematika tersebut, karena penilaian hanya didasarkan pada hasil saja tanpa memperhatikan proses pembelajaran yang sebenarnya. Maka sangat tidak bijaksana jika pelaksanaan UN masih dipertahankan selama ini. Seharusnya sistem evaluasi pendidikan segera dirubah agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik, tanpa ada tekanan dan tuntutan.

    ReplyDelete
  15. Intuisi matematika siswa hendaknya dikembangkan oleh guru dalam proses pembelajaran matematika. Fakta yang terjadi di lapangan selama ini adalah guru dihadapkan dengan UN sehingga membuat guru memusatkan kegiatan pembelajaran untuk proses dan hasil dari pembelajaran matematika (mathematical experiences) dengan memberikan latihan soal-soal kepada siswa dengan terus menerus. Hal ini sebenarnya tidak baik untuk siswa itu sendiri, di samping membuat siswa merasa lelah karena banyaknya latihan soal yang harus mereka kerjakan, keadaan ini juga dapat membuat kreatifitas siswa, serta kemampuan mengeksplorasi ide-ide siswa tidak mampu berkembang dengan maksimal. Kemampuan dan pemahaman siswa di dalam pembelajaran matematika dapat didapat dengan digunakannya suatu metode pembelajaran yang sesuai, yang mampu membuat siswa merasa nyaman di dalam proses kegiatan pembelajaran matematika. Dengan didapatkannya pemahaman serta pengetahuan tentang matematika yang telah dipelajari tersebut, maka intuisi matematika dalam diri siswa itu akan muncul.

    ReplyDelete
  16. Titi Suryansah
    P2TK Dikdas 2014

    Assalamualaikum Wr Wb
    Saya sangat setuju dengan pernyataan di atas. UN benar-benar mampu mematikan kemampuan siswa dalam menguasai pengalaman bermatematika. Secara singkatnya siswa hanya diberikan rumus instan tanpa harus mengetahui preosesnya sehigga pembelajaran terlihat kurang bermakna. Guru juga menjadi serba salah karena kondisi yang memaksa untuk melakukan hal seperti ini. Jika ada kerjasama yang baik dengan pemerintah tentunya kondisi yang demikian tidak akan terjadi. Kondisi yang demikian akan menumbuhkembangkan kemampuan siswa yang hanya sekedar pengolahan matematika. Untuk bisa benar-benar memahami siswa hrusnya melalui proses mencari sehingga apa yang ia dapatkan akan berkesan sehingga akan bertahan lama dalam memori siswa.
    Wassalamualaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  17. Ika Noviana
    14712251002
    Pendidikan Dasar
    Konsentrasi Praktisi

    Selama ini guru memang sering mengabaikan pengembangan intuisi siswa dalam belajar matematika. Guru secara instan melakukan lompatan-lompatan untuk mencapai hasil UN yang maksimal dengan latihan-latihan soal. Seharusnya guru membimbing siswa dalam proses pembelajaran untuk membangun konsep matematika dengan intuisi siswa melalui benda-benda konkrit berdasarkan pengalaman siswa (mathematical experience). Kurang tepat jika UN menjadi tolok ukur kelulusan, karena tujuan pencapaian pembelajaran matematika bukan sekedar hasilnya yaitu siswa mampu menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah matematika tetapi bagaimana proses siswa mampu menemukan konsep matematika dalam memecahkan masalah matematika.

    ReplyDelete
  18. Nugraheni Intan Saputri
    10301241038
    Pendidikan Matematika

    Banyak sekali pendapat, pro dan kontra dengan adanya Ujian Nasional sebagai penentu kelulusan siswa dalam jenjang pendidikan tertentu. Pasalnya, untuk menghadapi Ujian Nasional sendiri, siswa diharuskan untuk belajar dan mengikuti les yang hanya diisi dengan latihan-latihan soal, tanpa adanya proses pembelajaran yang menyenangkan oleh siswa. Karena siswa datang, diberi soal, kemudian dibahas, dan pada waktunya pulang diberi soal lagi untuk dikerjakan dirumah, begitu seterusnya sampai tiba pada waktu UN tersebut.
    Ketika pelaksanaan UN pun, kebanyakan siswa di suatu daerah tidak mampu untuk berlaku jujur dalam penyelesaiannya. Sehingga adanya UN hanya akan mematikan intuisi yang dimiliki para siswa, karena mereka tidak berfikir panjang hanya mengikuti jalan pintas.

    ReplyDelete
  19. Awal Nur Kholifatur Rosyidah
    14712251021
    Pendidikan Dasar
    Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)

    Miris memang ketika siswa dihadapkan pada persiapan menuju pelaksanaan UN. 3-4 bulan menuju UN, guru seolah-olah ngebut materi. Pemberian materi dipercepat tanpa memperhatikan kondisi siswanya paham atau tidak, yang terpenting materi sudah diajarkan. Pemberian soal dengan sistem drill juga dilakukan. Dari awal sampai akhir pada jam-jam sekolah siswa terus dijejali pada latihan-latihan soal yang diberiikan. Bahkan kepala sekolah serta guru hanya fokus pada pencapaian nilai UN saja. Cara yang demikian dengan sistem drill maka tidak mengajar matematika berdasarkan pada pengalaman menemukan konsepnya, tetapi siswa hanya diajarkan pada langkah penyelesaiannya (metode) untuk menjawab dengan benar, tanpa memperhatikan aspek-aspek yang lain. Ini lantas sangat bertentangan dengan apa yang dinamakan dengan melatih intusi matematika siswa karena pemerolehannya bukan berdasarkan pada pengalaman sehingga itu akan berakibat pada miskinnya intuisi dan tingkat kreatifitas siswa saat pemecahan masalah matematika menjadi kurang.

    ReplyDelete
  20. Pendidikan Dasar P2TK 2014

    Seorang guru memang harus benar benar tepat dan cermat dalam penentuan metode pembelajaran untuk siswa-siswanya. Dalam kkenyataan di lapangan, banyak tekanan terhadap guru sehingga pembelajaran yang diberikan masing sering tidak tepat untuk perkembangan siswanya. Tekanan tersebut antara lain yaitu tuntutan nilai UN. Pembelajaran yang diberikan kepada anak harusnya melalui sebuah proses yang benar. Pemberian pemahaman konsep yang tepat melalui pendekatan berbasis masalah riil dan diskusi adalah salah satu cara yang bisa digunakan.

    ReplyDelete
  21. Elfrida Noviana Dewi
    P. Mat Sub 2012 / 12301241016
    Etnomatematika

    Setelah membaca elegi di atas, saya berpikir bahwa elegi ini berkaitan dengan kondisi pendidikan matematika saat ini. Sekarang, siswa berpikir bahwa matematika itu sulit dan menakutkan karena mereka merasa tertekan dengan situasi di kelas. Para siswa merasa tertekan karena guru hanya mengaitkan matematika dengan nilai-nilai, hanya peduli dengan hasil yang akan diperoleh tanpa proses pemberitahuan bahwa siswa diminta untuk belajar dan memahami materi matematika. Semua itu karena guru yang juga merasa tertekan oleh Ujian Nasional, sehingga mereka lebih memilih untuk mengolah pengalaman matematika dengan cara latihan soal secara terus-menerus (sebagai jalan pintas) agar nilai-nilai yang diperoleh dapat membanggakan nama sekolah. Dan hal itu menyebabkan siswa memiliki intuisi matematika yang miskin. Padahal, intuisi matematika sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

    ReplyDelete
  22. Lutfia Afifatul Ainiyah
    11301241042
    Pendidikan Matematika 2011

    Intuisi untuk peserta didik pada matematika sekolah dan intuisi matematika bagi para matematikawan (matematika formal) tentu berbeda. Hal tersebut dikarenakan matematika sekolah sesuai dengan tahap perkembangan anak, lebih bersifat konkret dan akan sulit untuk diajak berasumsi, oleh karena itu intuisi dalam matematika lebih kepada pengalaman menghadapi persoalan dan tidak terlepas dari pemahaman konsep. Sedangkan intuisi untuk matematikawan sudah intuisi tingkat tinggi, matematikawab sering melakukan riset / penelitian, pengalaman mereka dalam hal ini adalah riset riset mereka sebelumnya. Sehingga intuisi mereka pun dalam rangka riset juga, atau tidak hanya sekedar memecahkan soal matematika.

    ReplyDelete
  23. Dian Ikawati Rahayuningtyas
    NIM. 14712251006
    Prodi Pendidikan Dasar Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)

    Dalam pembelajaran matematika terjadi proses-proses yang melibatkan siswa untuk berpikir secara kritis dalam menyelesaikan soal sehingga akan dapat mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun, pembelajaran yang baik tidak dapat dinilai hanya dengan seberapa banyak siswa tersebut menghasilkan jawaban-jawaban yang benar melainkan bagaimana siswa tersebut melewati proses (proses untuk mengerjakan soal) dengan baik. Penyeleggaraan Ujian Nasional di mana hanya mengandalkan aspek kognitif saja yaitu berdasarkan hasil yang siswa peroleh pada saat mengerjakan soal. Hal ini akan mebuat beban tersendiri bagi siswa, di mana siswa harus dituntut untuk menjawab dengan benar setiap butir soal untuk mendapatkan hasil yang bagus. Oleh sebab itu, sebaiknya dalam menentukan standar kelulusan siswa, pemerintah harus mengetahui kondisi pembelajaran yang terjadi di lapangan sehingga tidak hanya mengandalkan aspek kognitif saja melainkan proses selama siswa mengikuti dan belajar matematika. Karena kegiatan pembelajaran yang baik dinilai dari proses yang dilaksanakan dengan baik bukan dinilai dari hasilnya saja. Apabila haslinya baik itu merupakan dampak dari proses pembelajaran yang terlaksanan dengan baik pula.

    ReplyDelete
  24. Sasi Mardikarini
    14712251004
    Pendidikan Dasar Konsentrasi Praktisi


    Matematika akan lebih bermakna pada siswa jika dilakukanb dengan proses-proses yang tepat dibanding diajarkan dengan instan. Karena pengalaman siswa dalam melakukan kegiatan dan bernalar yang akan membuat pembelajaran menjadi bermakna. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran seharusnya tidak memberikan matematika secara praktis saja dan drill soal secara terus menerus. Ha tersebut memang akan membuat siswa menyelesaikan materi dengan cepat namun tidak akan membuat pembelajaran menjadi diingan oleh siswa malah siswa akan cepat lupa.

    ReplyDelete
  25. Atikah Mumpuni
    Program Pascasarjana
    Pendidikan Dasar Kelas A
    Konsentrasi Guru Kelas (Praktisi)
    NIM.14712251003

    Membaca elegi ini saya jadi bertanta-tanya, salah siapa ini? Salah Ujian Nasionalkah? Atau salah guru dalam mengajar? Ujian Nasional selama ini memang jadi momok yang menakutkan dalam dunia pendidikan. Guru, pengawas, kepala sekolah, siswa, bahkan orang tua berujuang keras untuk mensukseskan Ujian Nasional. Fokusnya adalah bagaimana siswa bisa lulus dan mendapatkan nilai terbaik, maka drill soal adalah hal yang biasa dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Sementara itu, drill soal yang mengarah pada mathematical expriences sehingga siswa akan kehilangan mathematical intuitionnya. Namun, bila ujian tersebut ditiadakan, bagaimana penilaian bisa dilakukan??

    ReplyDelete
  26. Hildegardis Mulu (P. Mat Inter 2011/ 11313244023)

    Saya setuju bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Namun, dari segi pedagogis, seorang guru tidak seharusnya mengalah pada tekanan eksternal. UN mungkin akan terus diadakan di Indonesia, bukan berarti guru terus-menerus melakukan drill. Intuisi matematika siswa peru diasah terus-menerus agar mereka mampu menjadi pebelajar yang mandiri.

    ReplyDelete
  27. Hakekat Matematika seperti yang dikisahkan dalam Elegi Matematika yang Tidak Tunggal, merupakan gambaran yang sangat luas dan memiliki hubungan dengan Intuisi Matematika. Intuisi Matematika yang disimpulkan oleh Thompson merupakan gambaran bahwa Intuisi akan muncul setelah tahap olah pengalaman matematika. Saya ingin Intuisi ini tetap ADA dalam Dunia Pendidikan agar Intuisi ini akan melahirkan karya-karya baru dari kreativitas yang di miliki para peserta didik dan juga pendidik.
    Musyafa (11301241032)

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com