Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)

Oleh Marsigit

Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.


Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Kenyataannya memang bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

141 comments:

  1. Susanah Wati (NIM. 13709251070)
    PPs. P.Mat D

    Pembelajaran matematika seharusnya manjadikan siswa sebagai subjek belajar bukan objek belajar. Siswa diarahkan untuk menemukan konsep sendiri melalui pengalaman-pengalaman ilmiah yang diberikan. Hal ini akan membuat siswa lebih mudah memahami dan konsep yang didapat akan tertanam lama dalam diri siswa. Tetapi kurikulum yang ada juga kadang menuntut guru untuk menyelesaikan materi tepat waktu dan mendapatkan "hasil" dalam bentuk-bentuk "nilai" (angka) sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran. Tuntutan orang tua yang sering melihat keberhasilan diukur dengan nilai-nilai angka yang bagus juga membuat guru sedikit mengesampingkan pengalaman-pengalaman ilmiah yang seharusnya diperoleh siswa. Hal inilah yang membuat guru terkesan hanya memberikan rumus dan latihan-latihan soal untuk menghadapi ujian tanpa memperhatikan pengalaman ilmiah siswa dalam menemukan konsep-konsep matematika. Mungkin seharusnya pemikiran dari pembuat kebijakan kurikulum, guru dan orang tua harus diselaraskan dahuulu agar menghasilkan pembelajaran matematika yang mengedepankan kepentingan siswa.

    ReplyDelete
  2. Margaretha Madha Melissa / 13709251071
    Pend.Matematika PPs UNY Kelas C

    Saya setuju sekali dengan elegy ini. Sebaiknya proses belajar mengajar di sekolah itu bukan kegiatan guru menjelaskan materi/topic matematika kepada siswa kemudian siswa mengerjakan latihan soal. Hendaknya guru sebagai fasilitator yang memotivasi siswa untuk belajar matematika, membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, mendorong siswa untuk berdiskusi dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan, membimbing siswa untuk membangun pengetahuanya sendiri sehingga tercipta pembelajaran matematika yang bermakna dan menghilangkan paradigm bahwa matematika itu sulit dan menakutkan.

    ReplyDelete
  3. Intuisi dalam matematika bagi siswa muncul melalui pengalaman matematika yang diperoleh melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka sehingga dapat membangun pengetahuan dan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Tetapi, pada kenyataannya dengan adanya UN membatasi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan intuisi matematika siswa karena guru dibebani oleh target-target yang harus dicapai. Padahal di sisi lain, intuisi dalam matematika ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas siswa. Sungguh suatu kontradiksi..

    ReplyDelete
  4. Nidya Ferry Wulandari (13709251072)
    Pend. Matematika PPs UNY Kelas C

    Teori belajar konstruktivisme yang diungkapkan oleh Piaget sangat mendukung peranan intuisi dalam pembelajaran matematika. Dalam pembentukan skema awal belajar siswa tentu masih belum berpikir secara rasional dan logis, tentu siswa akan menggunakan intuisinya untuk mempelajarinya. Kemudian dengan asimilasi dan akomodasi dengan bimbingan guru, maka siswa akan semakin bisa berpikir rasional dan logis. Jadi tidak serta merta dalam mengajar matematika kepada siswa yang langsung disuguhkan teori-teori dan definisi. Jika ingin menciptakan lingkungan pembelajaran yang konstruktivis tentu tidaklah mudah karena pendidikan di Indonesia sudah termuat dalam satu sistem yang hasil kelulusan siswa secara utama dinilai dari hasil Ujian Nasional. Fakta menunjukkan bahwa seandainya guru sudah menerapkan pembelajaran konstruktivisme itu pun justru terkadang dari pihak siswa yang cukup dijelaskan saja dengan gurunya. Inilah menunjukkan kreativitas dan intuisi siswa tidak berkembang. Permasalahan pendidikan di Indonesia tidak hanya pada satuan pendidikan saja, namun juga tingkat kompleksitas nasionalnya. Meskipun begitu, sebagai seorang guru setidaknya sudah mencoba untuk menerapkan pembelajaran konstruktivisme untuk sedikit demi sedikit memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Raoda Ismail (13709251060)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas D

    Hal serupa juga saya rasakan, mengajar anak sekolah yang akan menghadapi UN sangat berat bagi guru dan juga murid yang akan menempuh UNl. Rasa tertekan juga ditambah dengan alokasi waktu pembelajaran yang sepertinya kurang mencukupi. Kebimbangan untuk memilih antara penanaman konsep matematika atau latihan soal UN pun menjadi dilema yang sulit untuk dipilih guru. Hal itupun kadang mampu berubah menjadi buah simalakama. Ingin menanamkan konsep matematika yang notabenenya tidak menggunakan waktu yang sedikit atau menambah latihan-latihan soal UN yang juga berat untuk diterima siswa apalagi dalam waktu yang terbatas ditambah saya mengajar di wilayah indonesia paling timur yaitu Papua. Sungguh menjadi guru tidaklah mudah. Membelajarkan anak ternyata sangat terbatas terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Berta Apriza (13709251023)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas A (2013)

    Assalamu'alaikum,Wr,Wb,,,
    Intuisi matematika melalui tahapan-tahapan, dari pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Dari elegi ini, kalimat inilah yang menurut saya menjadi intinya. Dalam belajar matematika kerap terjadi hal dalam proses pembelajaran, pernyataan dapat diterima tanpa memerlukan pembuktian lebih lanjut, hanya berdasarkan pada intuitisi siswa saja, yang secara intuitif dapat diterima kebenarannya namun demikian diperlukan pembuktikan lebih lanjut, yang tidak serta merta dapat diterima dan
    memerlukan pembuktian lebih lanjut agar dapat diterima, bertentangan dengan respon intuitif siswa, dan hal lainnya. Inilah yang membuat ilmu yang didapat siswa pada saat pembelajaran kurang dipahami dengan maksimalnya, sehinnga ketika Ujian (UN) akan berlangsung siswa mengalami belajar SK (Sistem Kebut). Dan disini guru yang lebih SK karena menginginkan anak peserta didiknya lulus dengan harapan awal (hal inilah yang terjadi sekarang ini). Dari sinilah, tugas guru harus dipertanggung jawab dari tahapan pembelajaran, ujian kecil, hingga seterusnya sampai Ujian Nasional. Mungkin demikian,, Terimakasih,,, :-)
    Wassalamu'alaikum,Wr,Wb,,,

    ReplyDelete
  7. Elsa Winda Prastiana ( Pend. Matematika Inter / 09313244015 )

    Metode atau cara yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran matematika memberikan peranan penting atas keberhasilan proses tersebut. Ketika guru tidak 'peka' terhadap kondisi kelas, maka kemungkinan besar pembelajaran matematika yang dilakukan kurang bermakna. Ketika guru ingin menghadirkan 'intuisi' muncul dalam diri masing - masing siswa, salah satu langkah yang harus dilakukan guru adalah memilih metode yang tepat dalam proses belajar mengajar di kelas tersebut. Sehingga tujuan dari pembelajaran matematika yaitu membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar matematika dengan mendorong siswa untuk berdiskusi dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan, membimbing siswa untuk membangun pengetahuanya sendiri sehingga tercipta pembelajaran matematika yang bermakna.

    ReplyDelete
  8. Uun Yuni Armita
    13709251005
    PPs UNY 2013 P. Matematika 2013

    Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)

    Dalam perkuliahan minggu ini telah dikemukakan oleh Prof. Marsigit bahwa 90% hidup seseorang sebenarnya telah terbentuk karena intuisi. Maka ketika seseorang tidak mempunyai intuisi, tidaklah mungkin seseorang itu dapat menjalani kehidupan. Contohnya: ketika manusia merasa lapar, maka melalui intiusinya akan segera makan ; ketika manusia merasa sakit, maka melalui intuisinya akan berobat ; ketika manusia telah selesai dalam menjalani aktivitas kesehariannya, maka melalui intuisinya akan pulang menuju rumahnya ; dll. Jadi betapa pentingnya intusi dalam kehidupan.
    Kemudian untuk intuisi matematika yang dikemukakan oleh Thompson (1993), intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content).
    Faktanya telah dijumpai bahwa intuisi matematika seorang siswa yang seharusnya bisa dimiliki dan dikembangkan dapat terancam karena drill/ latihan soal-soal yang secara terus menerus dan menyebabkan siswa mengalami preasure, hal ini telah terjadi ketika akan menghadapi UN.
    Oleh karena itu, untuk mendukung terbangunnya intuisi matematika sebaiknya didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan) yang dilakukan oleh guru dan siswa yang saling bekerjasama.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  9. uki suhendar
    pps UNY PM D
    13709251057
    semua ada keterbatasan, pembuat kebijakan, palaksana kebijakan, guru maupun siswa semua mempunyai keterbatasan. sehingga semua harus berupaya seoptimal mungkin agar memperoleh hasil yang maksimal dihimpitan keterbatasan.

    ReplyDelete
  10. Yeni Fitriah
    10301241029
    Pendidikan Matematika Sub 2010

    Intuisi matematika dapat dibangun setelah kita melakukan kegiatan secara langsung. Selain itu, intuisi dapat dibentuk apabila ada dorongan dari dalam diri siswa itu sendiri dan metode-metode yang diperoleh oleh siswa. Akan tetapi pada kenyataannya, sekarang banyak guru ayang hanya memperhatikan target saja misal terget mengejar materi yang harus dibrikan kepada siswa. Padahal dengan cara yang seperti ini, maka siswa akan menajdi miskin akan pengalaman belajar sehingga mereka hanya sekedar mendapat ilmu saja dan kemungkinan besar ilmu tersebut tidak dapat terserap dengan baik.

    ReplyDelete
  11. Mega Eriska R.P.(13709251064)
    PPS Pend Mat, Kelas C

    Pembelajaran matematika di kelas sebaiknya tak hanya berorientasi pada drill soal-soal untuk mempersiapkan siswa sukses UN. Bukan sekedar pengetahuan matematika yang menjadi fokusnya. Output dari proses pembelajaran sendiri hakikinya adalah siswa yang memilki kompetensi dalam bidang matematika. Bagaimana cara pandang guru terhadap matematika akan mempengaruhi cara dalam membelajarkan matematika kepada siswanya. Apabila guru mempunyai pandangan bahwa matematika adalah fenomena yang ada di sekitar, maka ia akan membelajarkan matematika kepada siswanya dengan pendekatan kontekstual. Sebaliknya, bila guru berpandangan bahwa matematika adalah menyelesaikan soal, maka guru cenderung membelajarkan matematika melalui drill soal-soal. Baiknya guru dapat mengembangkan pembelajaran yang bermakna bagi benak siswa agar ia dapat mengembangkan intuisi dan kreativitasnya dalam matematika.

    ReplyDelete
  12. Melania Eva Wulanningtyas _PMat A_ 13709251007

    Elegi pemberontakan pendidikan matematika 2 : Intuisi dalam matematika (2) menurut pendapat saya adalah pengalaman matematika yang dibangun di atas akumulasi keterampilan yang didukung juga dengan pemahaman dari konsep matematika itu sendiri. Tidak ada hal di dunia ini yang dapat terjadi secara instant dan cuma – cuma. Untuk sekedar bermimpi saja, kita masih ada syaratnya yaitu tidur, apalagi untuk mencapai tujuan dan impian, harus dibarengi dengan usaha yang keras dan sering, karena mencoba satu kali saja belum tentu dapat langsung berhasil. Begitu juga dengan pelaksanaan ujian nasional. Ujian nasional bukan merupakan test yang harus dilakukan dengan persiapan instant, tetapi melalui proses pembelajaran bertahun – tahun, melalui eksplorasi, pengembangan, dan latihan yang rutin, sebagai bekal menghadapi ujian nasional tersebut, sehingga siswa dapat mampu dan siap melaksanakan ujian nasional tersebut dan akhirnya dapat memperoleh hasil yang maksimal.

    ReplyDelete
  13. ا ﻠسلا م عليكم و ر حمة ﺍﷲ و بر كا ﺗﮫ

    Menurut Immanuel Kant, pemahaman dan konstruksi matematika diperoleh dengan menemukan terlebih dahulu “intuisi murni” (intuisi ruang dan waktu dimana konsep-konsep matematika dapat dikontruksi secara sintesis) pada akal atau pikiran. Hal itu dikarenakan dalam pengambilan keputusan, akan melibatkan logika dan kebenaran yang bekerja melalui konsep-konsep dari pengalaman dengan intuisi matematika tetapi tidak bersifat empiris.

    Wallahu a’lam bish-shawabi…

    ReplyDelete
  14. Auni Shabrina (10301241002)
    Pendidikan Matematika 2010
    Intuisi matematika muncul jika ada pengalaman matematika yang diolah, melalui adanya pengetahuan dan pemahaman matematika. Dalam memahami matematika juga dibutuhkan ketrampilan matematika dalam mengaitkan konsep lama dan konsep baru serta pemecahan masalah dalam matematika menggunakan berbagai metode. Selain itu juga didukung oleh sikap dan motivasi dalam memahaminya. Jika pengalaman yang didapat oleh siswa diolah tanpa memperhatikan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap, dan motivasi maka siswa tidak dapat mengembangkan intuisi matematika dan kreatifitasnya.

    ReplyDelete
  15. Juang Hasdya Firmansyah
    (10301241039)
    Pend. Matematika Sub. 2010

    Sebagai makhluk ciptaan Alaah SWT, manusia bisa membedakan jauh-dekat, besar-kecil, tinggi-rendah, sedikit-banyak, dll karena manusia mempunyai kategori didalam pikirannya yang diperoleh dari intuisi, dan intuisi ini diperoleh dari pengalaman. Contohnya seorang bayi yang baru lahir akan mempunyai banyak pengalaman dan intuisinya akan tumbuh dan berkembang. contoh lain yaitu matematika pada tingkat SD didefinisikan sebagai pengalaman, sebagai kegiatan dan dari pengalaman ini akan memunculkan intuisi siswa. jadi, peran intuisi ini sangatlah penting dalam pembelajaran.

    terimakasih

    ReplyDelete
  16. Chairun Nisa Zarkasyi (10301241003)
    Pendidikan Matematika 2010

    Intuisi matematika adalah melalui pengalaman. Banyaknya manfaat yang akan diperoleh siswa sebanding dengan semakin banyaknya pengalaman yang dilakukan. Salah satu manfaat dari banyaknya pengalaman bermatematika yaitu siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis yang merupakan salah satu dari tingkatan berpikir tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  17. Hanna Filen Sopia (13709251052)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    Intuisi seorang anak bisa dibangun dengan adanya pengalaman mereka dalam meyelesaikan permasalahan matematika, dengan kata lain di akumulasi dari keteramilan yang didukung oleh pemahaman atau pengetahuan siswa tentang matematika. Sehingga intuisi sangat penting dalam mengembangkan kreativitas siswa. Namun jika pengajaran guru tidak mendukung untuk mengembangkan kemampuan intuisinya, misalnya hanya memberikan soal-soal dan penyelesaiannya tanpa mengedepankan keterampilan mengerjakan siswa, maka intuisi anak tidak terbangun dengan baik.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  18. Ahmad Mabruri Wihaskoro
    12709251030

    Menghadapi Ujian Nasional, guru cenderung memberlakukan drill kepada siswa dengan dalih mengasah kemampuan siswa mengerjakan soal tanpa memikirkan apakah siswa menyenangi atau nyaman dalam belajar matematika. Hal itu seakan 'menjajah' siswa dengan berbagai latihan soal yang terkadang tanpa disertai pembahasan. Tekanan yang berat juga dirasakan siswa karena ia harus menguasai semua mata pelajaran dalam waktu singkat yang mengakibatkan siswa sekedar menghafalkan materi tanpa membangun pemahaman konsep, sehingga menjadikan matematika menjadi momok yang membuat sebagian besar siswa tidak menyukai matematika. Dalam hal itu, guru melalaikan suatu hal, bahwa siswa perlu diberikan keterampilan matematika yang didasari oleh pemahaman matematika. Untuk itu, guru perlu menerapkan metode yang tepat dan sesuai dengan perbedaan individu siswa serta kemampuan pengelolaan kelas dengan baik. Guru juga perlu mengembangkan pembelajaran yang efektif dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran agar siswa mempunyai pengalaman matematika, serta mengubah image negative siswa tentang matematika sehingga siswa senang belajar matematika dan memperluas pengetahuan matematikanya. Untuk membuat siswa menyenangi matematika bukanlah hal yang mudah. Guru harus menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, sebab belajar yang menyenangkan membuat siswa lebih paham akan materi dan bersemangat dalam pembelajaran, dan akan lebih baik bila siswa benar-benar diajak untuk terlibat dan menikmati pengalaman belajar matematika sejak berada di kelas rendah agar kelak mereka akan merasakan mathematical intuition secara alami, karena pada hakekatnya ide atau gagasan matematika akan muncul setelah siswa mengalami berbagai pengalaman-pengalaman matematika. Mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas, dan siswa akan secara alamiah memilikinya jika mereka memiliki pengalaman belajar matematika. Siswa diajak untuk berfikir, menemukan dan membangun pengetahuan matematika mereka sendiri. Dengan pengalaman matematika yang dimilikinya, seseorang akan mempunyai intuisi untuk menyelesaikan permasalahan matematika yang ditemuinya dalam kehidupan. Kebermaknaan suatu ilmu adalah bila ilmu itu berguna bagi kehidupan. Jadi, dengan berbekal pengalaman matematika, seseorang dapat memiliki intuisi matematika untuk menyelesaikan masalah yang ditemuinya dalam kehidupan. Jika seseorang yang memiliki intuisi matematika dihadapkan pada suatu permasalahan maka pemikiran logisnya akan untuk mencari solusi atas permasalahannya tersebut…. Terimakasih.

    ReplyDelete
  19. Ekarani Mintarica
    10301241022
    Pendidikan Matematika 2010

    Memang pada saat ini ada banyak guru yang masih menggunakan teacher center sehingga pada proses pembelajaran siswa hanya sebagai obyek dan guru yang mempunyai kuasa. Oleh karena itu siswa akan kekurangan pengalaman. Pengalaman-pengalaman inilah yang nantinya akan membentuk intuisi siswa. Jadi dengan kurangnya pengalaman menyebabkan siswa kekurangan intuisi yang akan berakibat pada rendahnya tingkat pemahaman dan kreativitas siswa.

    ReplyDelete
  20. A;fyanti Cahyaningsih 10301241036
    Pendidikan Matematika 2010

    Intuisi matematika akan diperoleh jika siswa mendapatkan pengalaman matematika. Namun kenyataannya, sekolah-sekolah masih berpegang pada buku dan mengandalkan kemampuan guru dalam menyampaikan materi. Hal ini berakibat proses pembelajaran sering terjadi satu arah. Sudah saatnya bagi guru untuk berusaha merancang dan membuat pembelajaran menjadi pegalaman matematika bagi siswa yang mengikutinya.

    ReplyDelete
  21. Reni Sundari (10301241011)
    Pendidikan Matematika Sub 2010

    Pembelajaran matematika kebanyakan menggunakan pembelajaran dengan cara drill soal, terutama bagi siswa kelas tiga sebagai persiapan UN. Hal tersebut sebenarnya kurang pas dilakukan, karena pembelajaran matematika dengan drill soal meruapakan pembelajaran yang membuat siswa miskin mathematical intuition. Sesungguhnya mathematical intuition ini penting untuk mengembangkan kreatifitas siswa. Oleh karena itu tanamkan konsep matematika disetiap pembelajaran. Dengan konsep yang tertanan maka siswa dapat menyelesaikan fariasi soal-soal matematika yang diberikan.

    ReplyDelete
  22. Erni Kurnianingsih
    10301241001
    Pendidikan Matematika 2010

    Ujian Nasional merupakan salah satu penghambat kreativitas siswa. Sebagai akibatnya, guru belum mampu berperan secara nyata sebagai fasilitator. Guru banyak melakukan drill soal dan pembelajaran masih berpusat di guru karena adanya keterbatasan waktu. LKS yang membantu siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuannya juga belum dapat digunakan secara maksimal. Karena adanya tekanan ujian nasional, siswa hanya menginginkan rumus cepat atau jalan pintas dalam mengerjakan soal, sehingga daya kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa menjadi tidak berkembang. Padahal, kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah itulah yang menjadi salah satu inti kenapa siswa harus belajar matematika. Semoga pembelajaran matematika ke depannya dapat lebih baik lagi dengan memperhatikan hakikat bagaimana siswa belajar matematika.

    ReplyDelete
  23. Erwin Kurniawati (10301241013)
    Pendidikan Matematika 2010

    Intuisi matematika sangat mempengaruhi kreativitas matematika siswa. Siswa yang belajar langsung dari pengalaman-pengalamannya akan memiliki intuisi yang lebih baik daripada siswa yang memperoleh pengalaman melalui jalan pintas guru, yaitu latihan soal yang terus-menerus. Biasanya dalam latihan soal yang terus-menerus akan menyebabkan siswa secara sendirinya melakukan metode belajar matematika yang kurang tepat, yaitu menghafal rumus. Keberadaan Ujian Nasional semakin mendukung membudayanya metode cara pintas atau hafalan rumus ini. Tidak hanya di lembaga bimbingan belajar, keadaan guru yang terdesak oleh target UN memicu diterapkannya cara-cara serupa. Hal ini tentu akan menghambat kreativitas berpikir anak. Selain itu, hal tersebut tidak menjamin pemahaman konsep anak. Sehingga seolah-olah siswa hanya seperti robot saja, mengerjakan sesuatu tanpa mengetahui maknanya. Oleh karena itu dibutuhkan adanya dukungan dari berbagai pihak, terutama guru dan siswa itu sendiri, untuk mengupayakan pembelajaran yang kreativ dan bermakna. Semoga kita sebagai calon guru dapat terus belajar, memperbaiki sistem yang ada agar lebih baik.

    ReplyDelete
  24. Ulfa Arisa Eka C (10301241008)
    Pendidikan Matematika 2010

    Saya sangat setuju dengan elegi ini. Tidak dapat dipungkiri dan memang kejadiannya sudah banyak terjadi bahwa UN memberikan tekanan baik pada pihak sekolah seperti guru dan yang jelas pada siswa. Sehingga pada saat siswa akan memasuki UN mereka merasa tertekan dan akibatnya akan mendapat nilai UN yang tidak maksimal bukan tidak mungkin mereka akan tidak lulus, padahal mereka sudah belajar bertahun-tahun namun gagal begitu saja oleh UN. Menurut saya bukan hanya hasil akhir saja yang harus diperhitungkan, namun proses juga. Untuk apa mendapat hasil UN baik namun menggunakan cara yang buruk. Padahal tujuan pembelajaran yang sebenarnya bukan itu, tujuan pembelajaran adalah mengajarkan kebaikan. Dan tujuan pembelajaran ini tidak akan tercapai jika ada di bawah tekanan.

    ReplyDelete
  25. Tyas Aditya Ningrum
    10301241017
    Pend. Matematika 2010

    Untuk menghadapi Ujian Nasional, banyak guru mengajarkan matematika secara instan. Guru hanya memberikan materi dan banyak latihan soal kepada siswa tanpa membiarkan siswa belajar sendiri melalui pengalaman dalam belajar. Hal ini mengakibatkan siswa kekurangan intuisi dalam belajar matematika karena intuisi diperoleh melalui pengalaman-pengalaman siswa.

    ReplyDelete
  26. Bismillahirrahmanirrahim.

    Pemberontakan pendidikan 2" Dari postingan di atas, intuisi merupakan sesuatu yang didapat melalui pengalaman yang dialami oleh siswa. Peran intuisi dalam mempelajari matematika sangat penting, disamping membantu siswa dalam mengkonstruksi sebuah pemecahan masalah yang dihadapi intuisi juga dapat membantu siswa dalam menerka atau menduga pemecahan masalah yang mungkin untuk digunakan. Berkaitan dengan ujian nasional yang biasa diselenggarakan oleh pemerintah, memang benar bahwa seringkali guru mengejar ketinggalan materi dengan mengerjakan soal-soal untuk meminimalisir kekurangan, namun akibatnya para siswa menjadi miskin mathematical intuition yang seharusnya dengan intuisi tersebut siswa dapat menumbuhkan kreativitas dalam berfikir.

    ReplyDelete
  27. Harry Syafutera ( 13709251056 )
    Pendidikan Matematika 2013 Kelas C

    Intuisi dalam matematika memnag sangat penting dan itu hanya bisa didapatkan dari pengalaman2 dalam mempelajari matematika, namun dengan adanya UN yaang diadakan tiap tahun sehingga membuat guru tidak lagi bisa memberikan pengalaman2 tersebut kepada para siswa karena gurupun telah dituntut agar peserta didik bisa menjawab setiap pertanyaan yang ada pada soal UN, Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

    ReplyDelete
  28. Dewi Mardhiyana (13709251043)
    PPs UNY Pendidikan Matematika kelas B

    Dalam pembelajaran matematika, guru sering memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkan suatu masalah matematika tetapi tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berusaha menemukan sendiri penyelesaiannya, sehingga siswa kurang kreatif dalam memecahkan masalah. Misalnya, guru cenderung memberikan latihan soal-soal ketika siswa akan menghadapi ujian. Peran guru di sini sangat mendominasi siswa sehingga siswa tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan intuisi dalam belajar matematika. Padahal intuisi dibutuhkan dalam pembelajaran matematika agar pembelajaran matematika itu bermakna. Intuisi berperan dalam pembelajaran matematika karena potensinya dalam meningkatkan pemahaman terhadap matematika dan pemecahan masalah matematika. Dengan intuisi yang dimilikinya, siswa mempunyai gagasan yang kreatif dalam memecahkan masalah matematika dengan menggunakan cara-cara yang cerdas sehingga menghasilkan jawaban yang singkat dan akurat. Apabila siswa menggunakan intuisinya dalam belajar maka siswa akan lebih mudah dalam memahami materi pelajaran.

    ReplyDelete
  29. SAMSUL BAHRI (13709251051)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    Assalamualaikum,,,wr,,,wb

    Dunia pendidikan saat ini memang terjadi penikungan/lompatan seperti yang di ungkapkan di atas yang disebabkan oleh patokan adanya UN, hal kurang bagus yang ditimbulkan menurut saya adalah keleluasaan seorang guru untuk mengekplor kemampuan serta mengembangkan intuisi matematika siswa menjadi terbatas karena adanya target UN tersebut.

    ReplyDelete
  30. NIM: 13709251016/PPs UNY P-Mat.A

    Menurut Thomson P., pemahaman matematika (mathematical content), sikap matematika, dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan) merupakan faktor penting yang mendukung terbentuknya intuisi dalam matematika bagi para.

    ReplyDelete
  31. Samsul Feri Apriyadi
    10301241009
    Pendidikan Matematika

    Intuisi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika. Karena dengan adanya intuisi, siswa akan dapat mengembangkan pikirannya. Intuisi diperoleh setelah adanya pengalaman matematika dimana pengalaman matematika tersebut merupakan akumulasi dari keterampilan matematika yang diperoleh melalui pengetahuan matematika dan didukung oleh metode, sikap, dan motivasi dari dalam diri siswa itu sendiri. Dewasa ini, siswa di Indonesia sudah mulai kehilangan intuisinya. Hal tersebut terjadi karena guru hanya memposisikan siswa sebagai objek pembelajaran. Guru hanya berorientasi pada hasil ujian nasional saja. Akibatnya, banyak guru yang mengambil jalan pintas atau melakukan drill dengan cara memberikan latihan-latihan soal dalam jumlah yang banyak. Tidak sedikit guru yang memberikan cara singkat dalam mengerjakan matematika. Sehingga siswa tidak tahu dari mana hasil itu didapatnya. Guru mengabaikan proses yang harus dilalui siswa-siswanya. Mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut menyebabkan siswa kehilangan intuisinya. Agar siswa tidak kehilangan intuisi maka guru perlu menumbuhkan minat, sikap, pengetahuan, keterampilan siswa sehingga siswa memperoleh pengalaman matematika yang pada akhirnya memunculkan intuisi pada diri siswa.

    ReplyDelete
  32. Pasttita Ayu Laksmiwati
    13709251038
    PPs Pendidikan Matematika Kelas B

    Saya belajar bahwa intuisi matematika sangat penting untuk mengembangkan kreativitas, untuk mencapainya dibutuhkan kesatuan yang utuh antara pemahaman matematika ,didukung oleh sikap dan metode matematika, sikap pendukung, serta internal motivation.
    Berdasarkan apa yang saya baca "Intuisi matematika diperoleh dari olah pengalaman matematika”. Pengalaman matematika harus benar-benar dirasakan oleh siwa lewat proses pembelajaran yang dilakukan guru baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Berawal dari pengalaman matematika itulah seorang siswa akan selalu mengingat, menggali kreativitas siswa, sehingga nantinya membangkitkan intuisi siswa.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  33. Lin Dwi Astuti
    10301241030
    P. Matematika 2010

    Matematika adalah intuisi dan pengalaman. Namun, pendidikan sering kali tak fokus mengembangkan intuisi dan pengalaman siswa. UN ini sering membuat siswa dan guru khawatir. Karena itu, siswa yang akan menghadapi UN hanya dipersiapkan untuk lulus ujian. Akibatnya pembelajaran tidak lagi memandang proses, tetapi hasil, yaitu lulus UN. Biasanya materi dipadatkan di semester ganjil. Sehingga, di semester genap siswa dilatih mengerjakan soal yang setipe dengan soal UN. Hal ini mengakibatan intuisi dan pengalaman siswa kurang.

    ReplyDelete
  34. Khairuddin (13709251055)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas 1C Tahun 2013

    Kurangnya Mathematical intuition siswa, tidak hanya karena dampak Pedagogik dari UN. Akan tetapi, sesungguhnya matematika itu selalu dipersepsi sebagai pelajaran yang sulit dan banyak tidak berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, menurut adab filsafat, hal seperti itu seolah-olah mensugesti siswa bahwa sesungguhnya Matematika itu sulit. Persepsi dan Sugesti itu sama halnya dengan apa yang kita rasakan akan mempengaruhi fikiran kita serta sebaliknya apa yang kita fikirkan akan mempengaruhi apa yang kita rasakan. Oleh karena itu, sebagai guru atau calon guru sangat penting mempelajari bagaimana cara mewujudkan pendidikan berkarakter dengan merubah suatu Prasangk Buruk (Negatif thingking) terhadap pelajaran terutama Matematika.

    ReplyDelete
  35. Titik Cahayantari (10313244025)
    Pend. Matematika Int 2010

    Kenyataan yang tidak bisa dihindari pada saat ini adalah target UN yang diterapkan di setiap sekolah sehingga guru sering memberikan soal-soal dan langkah cepat penyelesaiannya tanpa memperhatikan kemampuan pemahaman siswa tentang apa yang dikerjakannya. Akibatnya siswa kurang peka terhadap matematika itu sendiri. Mereka bisa mengerjakan tetapi tidak mengerti apa maksud dari yang mereka kerjakan. Kemampuan mereka dalam berintuisi tidak terasah dengan baik, padahal intuisi adalah hal yang penting dalam kehidupan keseharian siswa nantinya.

    ReplyDelete
  36. St. Rahmah Sami Ahmad
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013
    13709251077 [Kelas D]

    Bismillah...

    Bagi siswa , pengalaman matematika dibangun pada keterampilan akumulasi matematika yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika ( isi matematis ) . Segala sesuatu yang tidak dapat dicapai, jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika dan motivasi internal (matematika yang menyenangkan) .Ujian Nasional sebagai penentu kelulusan siswa hanya akan menambah beban guru dan siswa . Mereka merasa tertekan dengan Ujian Nasional . Berbagai cara akhirnya dilakukan oleh para guru agar siswa dapat lulus , misalnya dengan mengajarkan penggunakan rumus praktis. Tanpa mempedulikan apakah siswa memahami esensi dari materi atau tidak . Hal ini menyebabkan siswa menjadi miskin intuisi matematika . Hal ini sangat tidak relevan dengan tujuan pendidikan . Belajar di kelas , khususnya pembelajaran matematika , yang paling penting adalah proses bukan hasil . Oleh karena itu intuisi sangat penting dalam pola pikir dan perkembangan siswa, khususnya dalam pembelajaran matematika . Tapi dalam kasus ini kita tidak bisa menyalahkan guru sepenuhnya . Perlu dilakukan peninjauan kembali pada sistem pendidikan di Indonesia . Siswa sebagai generasi penerus menjadi korban karena kehilangan intuisi mereka. Hal ini disebabkan kebijakan yang tidak sesuai yang tidak memihak perkembangan intuisi para siswa.

    ReplyDelete
  37. Linda (13709251040)
    PPs Pendidikan Matematika Kelas B

    Saya setuju Prof, pada postingan di atas, bahwa intuisi dalam matematika ini sangat penting untuk mengmbankan kreativitas anak. Sepengalaman saya memang benar Prof, belajar matematika tanpa latihan terus menerus maka kemampuan matematika akan sedikit tumpul ibaratnya pisau kurang diasah, semakin sering latihan tanpa disadari ketika melihat atau bertemu dengan soal matematika maka hati dan pikiran akan bekerja dan langsung menemukan penyelesaian masalahnya langkah-langkah, menggunakan rumus apa, cara penyelesaiannya seperti apa, itu akan segera diselesaiakan tanpa harus membuka buku matematika. Hal ini dikarenakan sudah terbiasa karena sering dilatih dan membentuk pengalaman, maka intuisi pun akan terbentuk dalam diri seseorang apabila orang tersebut setelah tahap olah pengalaman.

    ReplyDelete
  38. Febriana Nurrokhmah
    10313244010
    Pend. Matematika (Int.)

    Intuisi memegang peranan penting dalam kehidupan karena dapat meningkatkan kreativitas seseorang. Kreativitas yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk dapat bertahan hidup, terutama pada era globalisasi seperti saat ini. Namun, agaknya selama ini intuisi belum menjadi prioritas dalam pendidikan, terutama dalam pendidikan matematika. Bahwa tujuan pendidikan seolah-olah dialamatkan untuk mengejar nilai bagus dalam Ujian Nasional, bukan semata-mata untuk "mencerdaskan kehidupan bangsa" seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Hal ini tentunya menyebabkan guru terkesan mengejar waktu dalam memfasilitasi, sehingga tidak jarang mereka lebih memilih menggunakan "menerangkan" dan "drill soal" daripada memfasilitasi siswa untuk menemukan matematika miliknya dan kemudian membangun pengetahuannya. Bahwa akhirnya siswa menjadi miskin pengalaman matematika hingga berakibat pada miskinnya intuisi matematika yang mereka miliki.
    Guru tentunya memegang peran penting dalam memfasilitasi siswa membangun intuisi mereka. Guru dapat membuat pembelajaran menjadi menarik, dengan adanya diskusi, media pembelajaran, LKS, alat peraga, presentasi, praktik, dsb. Hal ini tentunya menyita banyak waktu ketimbang hanya menerangkan, sehingga guru harus pandai merencanakan yang terbaik. Melalui kegiatan ini, siswa akan merasa termotivasi untuk belajar matematika.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  39. Eka Sulistyawati 13709251025
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

    Dalam artikel ini dikemukakan bahwa Thompson (1993) memiliki pendapat bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience). Menanggapi hal ini, saat ini pemerintah telah berusaha agar siswa memiliki pengalaman dalam belajar matematika. Dalam kurikulum 2013 digunakan pendekatan scientific yang menekankan lima aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan komunikasi.
    1. Mengamati
    Pada kurikulum 2013 metode ceramah tidak dilupakan, hanya dikurangi takarannya. Siswa dituntut aktif dalam segala masalah. Proses mengamati dalam pelajaran Fisika, Biologi, Kimia merupakan suatu proses belajar yang sering digunakan. Namun bagi mata pelajaran lain, guru dituntut harus paham materi sebelum menghadirkan siswa ke dunia nyata dengan mengamati sendiri semua fenomena yang terjadi yang berhubungan dengan materi pelajarannya.
    2. Menanya
    Agar siswa merasa bertanya-tanya (rasa ingin tahu), seorang guru harus menyediakan pembelajaran yang menimbulkan masalah. Artinya guru harus mampu menyediakan kegiatan pembelajaran yang menarik yang dapat menimbulkan rasa ngin tahu siswa.
    3. Mencoba
    Dalam pelaksanaan kurikulum 2013, siswa dituntut untuk mencoba sendiri, dan terlibat langsung dalam masalah yang dihadirkan guru. Dalam pembelajaran matematika misalnya, siswa diminta mencoba sendiri mencari data untuk disajikan dalam bentuk diagram, ataupun grafik. Data itu dapat diperoleh melalui pengukuran langsung, melalui wawancara, dan melalui pengamatan.
    4. Menalar
    Siswa dituntut untuk dapat memahami dengan benar pokok materi yang diajarkan guru. Siswa akan mudah menalar suatu materi ajar apabila pelajaran yang diajarkan tidak memberatkan mereka.
    5. Komunikasi
    Dalam proses mengkomunikasian semua permasalahan, siswa diminta mempresentasikan hasil kerja mereka. Kelima aspek dalam pelaksanaan kurikulum 2013 sangat berkaitan satu sama lain. Pada dasarnya, kelima aspek ini sudah pernah dilakukan oleh sebagian guru. namun pendalamannya dilakukan kembali di kurikulum 2013 untuk menyegarkan semangat pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  40. Fadiah Khairina Pertiwi
    10313244027
    P. Matematika Int 2010

    Intuisi dalam pembelajaran matematika memiliki peran penting untuk mengembangkan kreativitas siswa. Kemauan, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman merupakan lima hal penting untuk membangun intuisi seorang siswa dalam belajar matematika. Hal ini dikarenakan, intuisi timbul dari pengalaman-pengalaman yang dimiliki seseorang, sedangkan pengalaman seseorang didukung oleh kemauan, sikap, pengetahuan, serta keterampilan yang dimiliki seseorang. Dimulai dari diri sendiri, marilah kita membangun kemauan pada diri, memperbaiki sikap-sikap yang tidak mendukung, menggali pengetahuan seluas mungkin, serta memperbanyak diri berlatih agar dapat menambah keterampilan kita, sehingga kita dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat, yang sangat berguna untuk menumbuhkan intuisi dalam diri kita masing-masing.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  41. Dewi Nasiroh/10301241037
    Pendidikan Matematika 2010

    Mungkin hal inilah yang sangat disayangkan, keadaan dimana keberadaan intuisi diabaikan. Meski sesuai dengan pendapat Thompson yang menyimpulkan bahwa intuisi muncul setelah tahap olah pengalaman, akan sangat disayangkan jika mereka yang belajar matematika hanya tercukupi dengan pengalaman melalui drill soal dan penyelesaian yang instan. Hal ini tentu sangatlah berdampak buruk untuk kedepannya. Siswa hanya dekat dengan rumus dan jauh dari intuisi matematika yang diharapkan.

    ReplyDelete
  42. Nanang Budi Nugroho (10301241012)
    Pendidikan Matematika 2010

    Kebermaknaan dalam belajar matematika harus diperhatikan apabila mengajarkan suatu materi baru. Materi matematika yang diajarkan dengan tingkat kebermaknaan yang baik akan mengakibatkan siswa tidak mudah lupa dengan materi yang dipelajarinya. Dalam hal ini, kebermaknaan belajar sangat berkaitan dengan pengalaman siswa, sedangkan pengalaman akan menimbulkan intuisi matematika siswa. Akan tetapi, pembelajaran matematika yang sering dilakukan kurang memperhatikan hal-hal diatas atau malah sering mengabaikannya.

    ReplyDelete
  43. Tri Purwanto (13709251084)
    PPs UNY pendidikan Matematika 2013 kelas C
    Assalamualaikum Wr Wb
    intusi, ketika berbicara dalam kacamata kurikulum 2013 dengan pendekatan scientific, intusisi berperan penting disana, ketika berbicara intuisi maka semua kejadian atau peristiwa yang dialami seseorang sejak kecil akan mempengaruhi bagaimana intuisinya bekerja. dan dengan intuisi peserta didik dari titik awal pembelajaran dapat mengaitkan materi yang telah dimilikinya dengan materi yang akan dipelajarinya sehingga secara mental peserta didik menjadi lebih siap

    ReplyDelete
  44. Zuli Nuraeni
    13709251059
    PPs UNY Pend. Matematika Kls D

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas siswa. Banyak guru yang hanya konsen mengajarkan materi-materi yang keluar di UN, sehingga ia mengabaikan ketrampilan-ketrampilan matematika yang seharusnya dimiliki siswa. Ditambah peran bimbel yang menciptakan banyak rumus praktis dan cara cepat untuk mengerjakan soal, ini akan semakin mengikis intuisi matematika siswa, karena siswa lebih menyukai cara instan daripada menggunakan intuisinya.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  45. Anis Senja Arsita (10301241012)
    Pendidikan Matematika Subsidi 2010

    Sedikit banyak saya setuju dengan apa yang disampaikan dalam pembahasan di atas. Tekanan UN dan waktu yang sedikit membuat guru dan siswa sendiri menyukai jalan pintas dalam belajar matematika. Hal tersebut didukung dengan begitu banyaknya trik-trik yang diajarkan beberapa lembaga dalam menyelesaikan persoalan matematika dengan cara cepat. Seperti yang kita ketahui, beberapa siswa percaya dengan trik tersebut padahal trik tersebut mengajarkan siswa untuk mengidentifikasi jawaban pilgan yang mungkin bukan merupakan penyelesaian soalnya. Hal tersebut sangat tidak sesuai karena bahkan siswa tidak diminta untuk menghitungnya, padahal matematika adalah mata pelajaran yang dikenal dengan ilmu hitung. Mungkin karena sistem.
    Itulah mengapa siswa hanya memahami materi matematika pada saat akan ulangan saja, selepas ulangan selesai beberapa siswa akan lupa dengan materi tersebut. Hal ini disebabkan karena materi matematika diajarkan bukan melalui pengalaman, namun hanya sebatas untuk tahu saja.

    ReplyDelete
  46. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  47. Assalamu'alaikum wr. wb.
    Okky Riswandha Imawan (13709251050), PPs UNY, P. Mat. 2013, Kelas D.
    Berdasarkan sumber yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa dampak adanya ujian nasional adalah dapat membunuh intuisi matematika siswa. Ujian nasional membuat siswa ahanya belajar hafalan dan trik-trik dalam menyelasaiakn soal-soal matematika. Dengan pembelajaran hafalan siswa tidak mampu mengetahui proses memperoleh hasil dalam penyelesaian soal matematika. Dengan kehilangan intuisi matematikanya siswa menjadi tergantung pada rumus yang ada, bahkan dalam jangka panjang siswa hanya tergantung pada alat teknologi untu memudahkan perhitungan matematika. Dengan demikian sesorang akan kehilangan jati dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang mendapat anugerah pikiran dan intuisi. Terimakasih kepada Pak Marsigit dan teman-teman karena berkenan membaca dan mengomentari tulisan saya. Mohon maaf jika saya melakukan kesalahan.

    ReplyDelete
  48. Edi Susanto (13709251078)
    PMat Kelas D PPs UNY 2013

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Elegi ini memberikan gambaran bahwa matematika lebih dari suatu struktur, Matematika memiliki cangkupan yang sangat luas matematika dapat dipandang sebagai bahasa, dan saling terkait dengan ilmu-ilmu lainya. Dalam implementasi matematika pun secara terstruktur dan sistematis. Matematika diperguruan tinggi berbeda dengan matematika sekolah menengah dan tidak dapat diganti dalam implementasinya. Dan materi dalam matematika juga dijelaskan secara terstruktur dan sistematis dan tidak dapat saling mendahului karena antara materi satu dan lain terikat. Sebagai contoh:Siswa mampu mempelajari bangun ruang setelah memahami bangun datar.

    ReplyDelete
  49. Irma Septina Pratiwi
    10301241007
    Pendidikan Matematika Subsidi 2010

    Keberadaan "experience" (pengalaman) dalam hal apapun sangatlah dibutuhkan. Matematika sebagai ilmu eksak, akan lebih mudah dipahami jika kita mempunyai banyak pengalaman dalam menyelesaikan berbagai permasalahan matematika. Melalui latihan, drill soal, dan mencari pembuktian dari teorema. Hal-hal tersebut, selain memberikan pengalaman kepada kita, juga dapat mengasah intuisi matematis kita. Sehingga tidak ada ruginya kita mencari sebanyak-banyaknya pengalaman dalam matematis. Karena dengan pengalaman kita dapat semakin meningkatkan intuisi matematis kita.

    ReplyDelete
  50. Pendidikan Matematika Kelas B (13709251032)
    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bismillahirrahmanirrahim
    Intuisi diperlukan untuk mengembangkan kreatifitas pada umumnya. Tetapi pembelajaran matematika disekolah seringkali membuat anak kehilangan intuisi karena lebih mengutamakan drill, dan latihan-latihan soal menggunakan cara cepat atau jalan pintas.

    ReplyDelete
  51. Melda Ariyanti
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C (13709251039)

    Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)
    Dari elegi diatas dapat saya pahami bahwa tekanan kerja dari seorang guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari target guru yang mengejar hasil UN sehingga siswa dipaksa untuk terus berlatih menghadapi soal-soal UN padahal point terpenting dari pembelajaran menurut hemat saya adalah proses belajar, dimana dalam proses tersebut melibatkan banyak hal. Salah satunya yaitu pengalaman hidup dan pembelajaran yang bermakna sehingga sisiwa memiliki kecakapan hidup yang baik untuk bisa hidup mandiri dan berada di masyarakat kelak.


    ReplyDelete
  52. Yudha Prihadi (10313244026)
    Pendidikan Matematika Internasional

    Ketika guru mengambil jalan pintas “cara instan” dalam mengajarkan Matematika, secara tidak langsung guru telah menghilangkan intuisi yang dimiliki siswa. Mereka menjadi selalu bergantung pada apa yang guru berikan. Siswa tidak mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan ide-ide yang dimilikinya dalam proses pembelajaran. Sehingga apa yang ia dapatkan hanya sebatas itu itu saja dan pembelajaran yang dilakukan menjadi kurang bermakna karena apapun yang diperoleh secara instan tidak akan bertahan lama.

    ReplyDelete
  53. Deny Sutrisno
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C (13709251074)

    Intuisi akan didapatkan dari pengalaman. Namun ternyata UN telah menghalangi siswa untuk mendapatkan pengalaman tersebut. UN serasa menakutkan sehingga guru menngambil jalan pintas dalam pembelajaran sehingga siswa minim mendapat intuisi yang dibutuhkan dalam matematika

    ReplyDelete
  54. Anisya Septiana 13709251063
    PPS PMAT C UNY 2013

    Berdasarkan elegi ini maka intuisi matematika akan muncul setelah ada pengalaman dari siswa dalam belajar matematika dan pengalaman itu membutuhkan proses dan waktu. Maka untuk mendapatkan pengalaman itu siswa harus banyak terlibat dalam pembelajaran. Dan guru haruslah dapat menempatkan diri sebagai fasilitator bagi siswa. Sehingga matematika akan menjadi ilmu bila dibangun di atas intuisi.

    ReplyDelete
  55. Ely syafitri 13709251065 PPs UNY PMAT C
    Assalammu'alaikum...
    Intuisi dalam matematika timbul karena melalui proses pengalaman. Dimana semakin sering dalam menyelesaikan permasalahahan matematika, maka intuisi matematika itu akan muncul. Sedangkan bagi sisea sekolah pengalaman dalam matematika merupakan akumulasi dari ketrampilan yang didukung dengan pemahamannya terhadap matematika dan seiringa dengan materi yang diberikan oleh guru di sekolah, dan proses latihan yang dibimbing dan dibantu oleh orang tuanya di rumah.
    Namun karena proses Ujian Nasional menuntut materi yang kadang tidak tercapai dari guru di sekolah, sehingga guru sering melompat kepada pelajaran berikut yang berharap materi habis tercapai tanpa memperhatikan apakah siswa tersebut memahami atau tidak, sehingga intuisi matematika dari siswa tersebut tidak dapat tumbuh dengan baik, padahal intuisi matematika ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas siswa secara keseluruhan.

    ReplyDelete
  56. MUSLIM (13709251061)
    PPs UNY KELAS C P. MAT

    Sebagaimana yg diungkapkan Thompson (1993) bahwa intuisi matematika akan muncul setelah memewati tahap olah pengalaman (experience) matematika.

    Bagi siswa sekolah pengalaman matematika dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content), tentunya didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan).
    Hal yang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Ujian Nasional adalah sesuatu yg buruk bagi guru, dimana mereka dipressure untuk melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya mengolah pengalaman matematika dengan jalan pintas yaitu melakukan drill atau latihan soal-soal yang berdampak pada kurangnya pengalaman siswa dalam bidang matematika. Tidak menutup kemungkinan, jika cara ini terus dilakukan setiap tahunnya walaupun dengan kurikulum yang canggih sekalipun, maka kreativitas siswa lama kelamaan akan terkikis.

    ReplyDelete
  57. Assalamu'alaikum wr. wb.

    Intuisi dalam matematika bagi siswa muncul melalui pengalaman matematika yang diperoleh melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka sehingga dapat membangun pengetahuan dan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Faktanya telah dijumpai bahwa intuisi matematika seorang siswa yang seharusnya bisa dimiliki dan dikembangkan dapat terancam karena drill/ latihan soal-soal yang secara terus menerus dan menyebabkan siswa mengalami preasure, hal ini telah terjadi ketika akan menghadapi UN. Oleh karena itu guru hendaknya dapat mengembangkan pembelajaran yang bermakna bagi benak siswa agar ia dapat mengembangkan intuisi dan kreativitasnya dalam matematika.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  58. Pendidikan Matematika
    Kelas c
    13709251054

    Menurut Thompson intuisi matematika akan muncul setelah tahap pengalaman. Tetapi pada kenyataannya matematika disekolah tidak didukung oleh metode matematika yang dapat mengembangkan pengalaman matematika mereka. Guru cenderung melakukan metode driill dan latihan-latihan soal untuk mempersiapkan uan, dan mereka cenderung melakukan lompatan-lompatan materi agar fokus pada uan. Akibatnya pengalaman matematika siswa tidak terbangun sehingga siswa tidak memiliki intuisi matematika. Padahal intuisi matematika sangat penting untuk mengembangkan kreatifitas siswa

    ReplyDelete
  59. Ria Wijayanti 13709251008
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Intuisi dalam matematika sangat penting untuk mengembangkan kreatifitas siswa. Intuisi diperoleh setelah pengalaman dimana pengalaman tersebut merupakan keseluruhan ketrampilan matematika yang diperoleh melalui pengetahuan matematika yang didukung oleh metode, sikap dan motivasi siswa itu sendiri. Agar siswa tidak kehilangan intuisinya maka guru perlu menumbuhkan motivasi, sikap, pengetahuan dan ketrampilan siswa. Siswa sekarang banyak yang kehilangan intuisinya karena tidak sedikit guru yang memberikan cara singkat dalam mengerjakan matematika, sehingga siswa tidak tahu dari mana hasilnya, akibatnya siswa kehilangan intuisinya.

    ReplyDelete
  60. Nafi' Fauzi (13709251033)
    P.Mat B - PPs UNY


    Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.
    Pengalaman matematika akan muncul bila dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika. Agar tidak terjadi ketidaksesuaian, seorang guru haruslah runtut dalam menyampaikan materi. Sehingga keterampilan matematika yang meliputi pengetahuan atau pemahaman matematika tidak setengah-setengah.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  61. Nadya Armintia 13709251067
    PPs Pendidikan Matematika Kelas D

    Ass. Wr. Wb.
    Kenyataan yang sama saya rasakan ketika dulu saya menghadapi UN. Ada materi yang guru belum selesai terangkan dengan jelas, tetapi karena waktu telah habis, maka yang dilakukan guru adalah memberikan rumus-rumus cepat tanpa menerangkan konsep materi tersebut kepada siswa. Akibatnya, para siswa hanya mengerti cara pengerjaan soal tanpa memahami apa yang mereka kerjakan.

    ReplyDelete
  62. Novferma (13709251042)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B
    Asalamualaikum,wr.wb
    Menurut pendapat saya tentang elegi pemberontakan pendidikan matematika 2: intuisi dalam matematika (2) bahwa intuisi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran matematika karena dengan adanya intuisi siswa akan dapat mengembangkan pikirannya. Intuisi diperoleh setelah adanya pengalaman matematika. Kita ketahui bahwa banyak guru yang memberikan cara singkat dalam mengerjakan soal-soal matematika dalam proses pembelajaran berlangsung sehingga siswa tidak tahu dari mana hasil itu didapatkan. Guru mengabaikan proses yang harus dilalui siswa-siswanya, padahal dengan pengajaran secara singkat akan mengakibatkan siswa kehilngan intuisinya. Semua ini terjadi karena kebanyakan guru hanya memposisikan siswa sebagai objek pada pembelajaran serta guru hanya berorientasi pada hasil ujian nasional saja. Maka dari itu banyak guru yang mengambil jalan pintas dengan memberikan banyak latihan-latihan soal serta cara menyelesaikannya dengan cara yang singkat-singkat yang mengakibatkan siswa kehilangan intuisinya.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  63. Rusnilawati PM D 13709251037
    Assalamu'alaikum wr. wb.

    Fenomena yang terjadi saat ini, guru terkesan hanya memberikan rumus dan latihan-latihan soal untuk menghadapi ujian tanpa memperhatikan pengalaman ilmiah siswa dalam menemukan konsep-konsep matematika. Intuisi dalam matematika muncul melalui pengalaman matematika yang dilakukan oleh siswa. Pengalaman tersebut diperoleh melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan dan bermakna. Guru sebaiknya menciptakan sebuah kondisi pembelajaran matematika yang bermakna dan menghilangkan paradigma bahwa matematika itu sulit dan menakutkan.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  64. Anastasia Shinta Wirasasmita (13709251001)
    Pend. Matematika PPs UNY 2013 Kelas A.

    Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)
    Peran intuisi dalam matematika sangat penting. Intuisi yang dimiliki oleh siswa dapat mengembangkan kreativitas siswa. Intuisi diperoleh setelah pengalaman belajar matematika dimana pengalaman tersebut merupakan akumulasi dari keterampilan matematika yang diperoleh melalui pengetahuan matematika dan didukung oleh metode, sikap, dan motivasi dari dalam siswa itu sendiri. Tetapi dalam kenyataan yang terjadi, guru mengabaikan itu semua. Pada umumnya guru hanya memberikan pengalaman matematika kepada siswa tanpa memperhatikan proses-proses yang harus dicapai untuk menghasilkan pengalaman matematika tersebut.Hal tersebut disebabkan oleh adanya Ujian Nasional. Ujian Nasional dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam pembelajaran matematika. Agar siswa tidak kehilangan intuisinya maka guru perlu menumbuhkan motivasi, sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa sehingga siswa memperoleh pengalaman matematika yang pada akhirnya akan memunculkan intuisi matematika.

    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  65. Fauzia Rahmawati (13709251062)
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas C

    Assalamualaikum wr.wb.

    Setiap individu dilahirkan ke dunia ini tentunya dengan intuisi masing-masing. Begitu pula dengan siswa-siswa. Oleh karena itu di dalam proses pembelajaran guru tidak boleh mematikan intuisi siswanya dengan memaksakan kehendak siswa karena intuisi itu penting adanya. Intuisi merupakan awal dari sebuah penemuan. Dengan adanya intuisi maka seseorang akan mendapatkan sebuah ide untuk mengembangkan sesuatu. Hanya saja intuisi belum bisa menunjukkan bahwa pendapatnya benar, maka dari itu intuisi harus dibuktikan secara analisis. Perlunya pembuktian tersebut tidak berarti mengungkapkan bahwa intuisi tidak penting, akan tetapi justru intuisi adalah inti dari pembuktian.

    Intuisi siswa dapat dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman baik pengalaman ketika ia berada di sekolah, di rumah, di lingkungan keluarga, maupun di masyarakat. Di sekolah guru dapat mengembangkan intuisi siswa melalui pembelajaran yang konkret sehingga siswa dapat menemukan sendiri pola dalam pembelajaran tersebut.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  66. Milah Nurkamilah
    NIM 13709251083
    PPs UNY Pendidikan Matematika kelas B 2013

    Intuisi matematika memerlukan latihan, latihan dengan membiasakan siswa membangun pengetahuan matematika melalui proses berpikir matematik yang didasarkan pada konsep atau pemahaman matematika. Intuisi dapat dikembangkan dengan cara menanamkan rasa senang terhadap matematika pada diri siswa, memberi motivasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Intuisi matematik membantu siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, karena dengan pengalaman matematika maka intuisi siswa akan tajam untuk menyelesaikan soal atau permasalahan matematika karena telah terbiasa. Untuk itu, sangat penting kegiatan pembelajaran matematika hendaknya diupayakan untuk mengembangkan intuisi matematik siswa, apalagi untuk siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

    ReplyDelete
  67. Megita Dwi Pamungkas

    Intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Nah, untuk itu perlu adanya pembiasaan menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  68. Siti Rochana / 13709251079
    PPs Pend. Matematika Kelas D
    Assalammualaikum
    Intuisi dapat muncul karena pegalaman atau setelah tahap pengalaman.Karena itu perlu adanya pengalaman pengalaman yang mendukung siswa dalam belajar agar intuisinya bisa lebih terasah.

    ReplyDelete
  69. Mardiana
    13709251019
    Pend Mat D

    Intuisi matematika itu muncul setlah tahap pengalaman. Maka siswa akan mendapat pengalaman setelah dia memahami benar matematika tersebut dan mengerti benar apa yang sedang ia pelajari. Namun saat ini guru selalu ingin instant, maklum di dunia ini semua serba instant. Guru mengambil jalan pintas dengan memberikan soal- soal dan siswa diharap untuk melakukan pemahaman sendiri dengan membaca soal tersebut. Dengan hal seperti itu siswa menjadi miskin intuisi.

    ReplyDelete
  70. Aep Sunendar (13709251082)
    PPs UNY Pendidikan Matematika C

    Mathematical intuition sangat penting untuk mengembangkan kreativitas, dan intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman.

    ReplyDelete
  71. Siti Umi Rokhani / 13709251048
    PPs UNY Pend.Matematika Kelas D
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Prestasi belajar matematika sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa, sikap siswa terhadap matematika, metode yang digunakan dalam pembelajaran matematika, dan juga motivasi dalam belajar matematika. Pengetahuan dan pemahaman siswa akan lebih baik jika dibangun sendiri oleh siswa dengan guru berperan sebagai fasilitator. Pembangunan pengetahuan secara mandiri oleh siswa akan terjadi jika guru secara sengaja memberikan suatu kegiatan pembelajaran yang bermakna kepada siswa sehingga siswa mempunyai pengalamannya masing-masing dalam menemukan konsep mereka masing-masing pula. Tuntutan keberhasilan dalam UN sudah menjadi beban tersendiri bagi guru dan siswa. Hal ini berimbas pada proses pembelajaran guru yang lebih menekankan pembelajaran pada proses pemecahan masalah, dan begitu juga dengan siswa yang kurang termotivasi dalam belajar.
    Terima kasih.
    wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  72. Meita Fitrianawati
    13709251017
    PPs P.Matematika A

    Setelah membaca Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika 2 Seperti yang sudah saya tesiskan pada posting sebelumnya. Berdasarkan sumber yang saya baca, Intuisi merupakan penangkapan langsung pengetahuan yang bukan hasil dari penalaran kesadaran atau hasil dari cerapan indrawi yang begitu cepat. Siswa akan menggunakan intuisi dalam mengerjakan soal atau memecahkan masalah matematika yang akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kekreatifan siswa. Intuisi adalah sebagian besar dari cara mengetahui yang bersifat personal. Intuisi adalah penangkapan langsung pengetahuan yang disertai dengan kuatnya rasa yakin sehingga seseorang menemukan apa yang sedang ia cari. Kant membangun pengertian intuisi dengan membedakan antara pertimbangan analitik dan pertimbangan sintetik. Matematika berada di dalam pikiran sehingga terdapat jarak antara isi yaitu kenyataan matematika dan wadah yaitu akal pikiran. Di dalam jarak itulah terdapat intuisi ruang dan waktu sehingga sebenar-benarnya matematika itu berada dalam intuisi ruang dan waktu. Oleh karena itu, intuisi sangatlah penting dimiliki siswa untuk mengkonstruksi matematika. Jadi ketika guru melakukan lompatan-lompatan dengan cara praktis atau instan, guru itu telah melakukan lompatan-lompatan proses berpikir siswa, Hal inilah yang kurang disadari oleh guru yang berorientasi pada hasil bukan pada proses berpikir siswa. Terima Kasih

    ReplyDelete
  73. susanti_13709251080_pmatD

    dalam proses pembelajaran matematika perlu menekankan pada kebnermaknaan, karena dengan kebermaknaan membentuk pemehanman dan menajamkan intuisi. Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika

    ReplyDelete
  74. Reni Dwi Astuti (10313244020)
    Pend. Matematika Inter 2010

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Usaha untuk mempertajam intuisi siswa terbatas oleh ruang dan waktu. Keterbatasan ini menjadi kendala tersendiri dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Ditambah lagi dengan tuntutan Ujian Nasional dimana siswa harus lulus dengan nilai yang sebagus-bagusnya. Hal ini menambah tekanan bagi guru yang mengingikan pembelajaran mampu mengarahkan siswa untuk dapat menguasai how to survive in life with math dan tekanan bagi siswa yang haus akan pengalaman hidup khususnya dengan matematika.

    Oleh karena itu, jika keterbatasan ruang dan waktu adalah hal yang tidak dapat diganggu gugat, maka setidakanya tekanan yang dibebankan kepada guru dan murid harus diringankan. Hal ini dapat dilakukan jika pemerintah, orang tua, dan lingkungan sosial menyadari akan penting proses pembelajaran di sekolah. Sehingga orientasi siswa bersekolah tidak lagi untuk mendapat nilai bagus, namun menjadi untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang bagus.
    Semoga bermanfaaat. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  75. Linda Liana (10301241006)
    Pendidikan Matematika 2010

    Pada saat ini jika kita cermati masih banyak ditemukan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. Siswa menjadi kurang aktif dan hanya mengikuti kemauan dari guru. Dengan demikian maka pengalaman siswa untuk menemukan konsep sendiri menjadi berkurang yang berakibat terhadap kurangnya intuisi dalam diri siswa. Dengan intuisi yang kurang maka pada saat dihadapkan pada permasalahan-permasalahan mereka akan merasa kesulitan.

    ReplyDelete
  76. Andi Kusumayanti 13709251047
    Pendidikan Matematika B
    PPs UNY 2013
    intuisi yang baik di karenakan pengalaman yang telah ada, anak yang sering latihan atau mengerjakan soal - soal akan memunculkan intuisi yang baik pula. Oleh karena itu anak di dorong untuk lebih berperan aktif dalam pembelajaran yakni pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  77. Anisah (13709251006)
    PPs UNY P.Mat A

    Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Ujian Nasional selalu diwarnai pro dan kontra. Di satu pihak ada yang meyakini bahwa UjianNasional sebagai syarat kelulusan siswa masih tetap diperlukan. Tetapi dipihak lain, tidak sedikit pula yang menyatakan menolak ujian nasional sebagai syarat kelulusan siswa. Masing-masing pihak memiliki argumentasi sendiri-sendiri. Sebenarnya UN mau dipakai atau tidak, yang terpenting adalah siswa jangan sampai tertekan dan terbebani oleh adanya UN. Berdasarkan Elegi ini, disebutkan bahwa kenyataannya yang terjadi bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

    ReplyDelete
  78. Wita Ratna Puspita 13709251021
    PPs UNY Pend. Matematika Kelas A

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Intuisi sangat berperan penting dalam pembelajaran matematika. Saat ini tidak sedikit siswa kehilangan intuisinya karena sistem pembelajaran yang kurang tepat. Metode tradisional dapat menghambat intuisi seorang anak, metode yang tradisional ini menjadikan guru sebagai pusat perhatian dan siswa hanya sebagai objek yang harus memberikan perhatian penuh pada gurunya, sehingga siswa kurang diberi kesempatan dalam membangun pengetahuannya sendiri yang menyebabkan mereka kurang percaya diri dan sedikit demi sedikit mereka kehilangan intuisinya, padahal intuisi sangat berperan penting dalam pembelajaran khususnya pembelajaran matematika, karena menurut Bruner (1974) dan Hart (1993) mengungkapkan bahwa dalam memecahkan masalah matematika, ada dua pendekatan yaitu secara analitik dan intuisi.

    ReplyDelete
  79. Refiona Andika (10313244024)
    Pendidikan Matematika Internasional

    Intuisi membantu siswa dengan memberi dugaan-dugaan perkiraan dari permasalahan-permasalahan Matematika. Dugaan-dugaan tersebut memotivasi siswa untuk tidak menyerah dan mendorong siswa untuk tetap melakukan proses pemecahan permasalahan Matematika tersebut.

    ReplyDelete
  80. 13709251045 P.Mat D.
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Bagi siswa intuisi dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika. Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika dan sikap pendukung serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan).
    Wallaahu a’alamu bishshawaabi.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  81. Nevi Narendrati (13709251009)
    PPs UNY P.Mat A

    Kesimpulan Thompson (1993) menyatakan bahwa “intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.” Keterampilan, pemahaman, dan sikap serta segala aspek yang ada dan yang mungkin ada dalam proses pembelajaran matematika berperan dalam meningkatkan intuisi matematika. Di sini kata kuncinya adalah proses maka itulah hal yang menjadi perhatian utama; siswa harus menjadi subyek aktif dalam belajar matematika dan bukan sekedar obyek pasif.

    ReplyDelete
  82. Indah Septia Dewi N
    10313244029
    Pend. Matematika (int) 2010

    Intuisi matematika diperoleh dari pengalaman bermatematika, pengalaman menyelesaikan masalah, mengenali pola, dan lain sebagainya. Intuisi sangat penting dalam proses pemebalajaran matematika karena dapat membantu anak memahami konsep lebih mudah dan mampu membuat perkiraan bagaimana menyelesaikan suatu permasalahan. Oleh karena itu pengalaman matematika anak harus dibangun sejak dini.

    ReplyDelete
  83. Gusnandar Yoga Utama
    10313244002
    Pend. Matematika Int

    Dalam membelajarkan dan mempelajari matematika diperlukan intuisi yang didapatkan dari pengalaman-pengalaman yang dimiliki oleh siswa. Dengan intuisi, maka siswa bisa lebih kreatif dan inovatif . Dengan intuisi siswa juga akan timbul rasa senang dan merasakan matematika itu merupakan suatu bahasan yang menarik yang dipelajari. Kebanyakan yang terjadi karena tekanan UN siswa menjadi hanya mementingkan drill untuk bisa mengejar nilai yang tinggi sehingga mereka merasa tertekan dan kreativitasnya tidak bisa berkembang.

    ReplyDelete
  84. Mahasiswa PPs Pendidikan Matematika Kelas D
    NIM. 13709251066

    Pemahaman mengenai intuisi sangat beragam bergantung pada domain pembahasan. Pada domain matematika atau intuisi matematika dapat dikatakan bahwa intuisi merupakan sebuah “proses berpikir” yang unik sehingga dapat diajarkan atau dipelajari melalui pembelajaran yang sesuai.
    Upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir intuitif siswa melalui proses pembelajaran tampak telah dilakukan seiring dengan kajian mengenai intuisi dalam pembelajaran matematika. Berpikir intuitif merupakan suatu karunia mulia yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap individu, namun berpikir intitif cenderung diabaikan dalam masyarakat yang lebih menghargai berpikir rasional.
    Pada beberapa kasus, intuisi seringkali merintangi siswa untuk belajar, tetapi pada umumnya intuisi sejalan dengan konsep-konsep atau teori matematika.

    Terima kasih & Tuhan Memberkati !

    ReplyDelete
  85. Siti Nurrochmah Dani
    10313244004
    Pend. Matematika Int’10

    Setiap negara memiliki sistem pendidikan masing-masing. Indonesia memiliki sistem pendidikan yang mana Ujian Nasional menjadi syarat utama kelulusan. Sehingga orientasi pendidikan lebih cenderung pada hasil akhir. Guru lebih sering menggunakan metode drill and practice agar siswa mampu mencapai standar kelulusan. Namun kegiatan itu juntru menghilangkan intuisi dalam pendidikan matematika. siswa tidak belajar berdasarkan intuisinya dan hanya melahap apa yang disuguhkan guru.

    ReplyDelete
  86. Dedi Saputra
    13709251014
    PPs P.Mat A

    Setelah saya membaca wacana di atas saya memberikan komentar bahwa Seharusnya setiap guru matematika sampai pada tahap pengalaman (experience) matematika sehingga muncul dalam pribadinya intuisi matematika yang akan ditularkannya kepada peserta didiknya, tetapi kenyataannya para guru di Indonesia masih sangat minim yang melakukannya, bagaimana mungkin guru mau memperkaya mathematical intuition siswa- siswa sedangkan untuk dirinya sendiri belum terlaksana. Bahkan para pendidik merasa cukup menjelaskan dan mengerjakan soal – soal di buku yang dijual oleh para penerbit, akibatnya siswa tidak memahami konsep dalam matematika. Dengan tidak pahamnya konsep muncul rasa takut dalam diri siswa, apabila ia menemukan soal yang bentuknya berbeda dengan contoh yang diberikan oleh gurunya. hilang minat, semangat / motivasi untuk menyelesaikannya.UAN menjadi peristiwa yang menakutkan bagi guru dan siswanya, takut hasil yang diperoleh anak tidak mencapai SKL yang telah ditentukan. Karena takut tidak mencapai SKL maka kadang - kadang para guru dan siswa melakukan hal – hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik dan siswa. Kondisi pembelajaran seperti ini yang mesti di tingglkan karena merugikan para guru dan siswa.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
  87. Fitri Nurhayati
    PPs UNY Pendidikan Matematika
    13709251020

    Intuisi matematika dapat dibangun sendiri oleh masing-masing individu. Karena setiap manusia dalam hidupnya sudah terbentuk berdasarkan intuisinya. Tugas guru disekolah hanyalah memberikan stimulun bagi siswanya agar intuisinya dapat digunakan dengan baik, dan dapat terbangun lebih baik lagi. Dengan intuisi matematika yang baik, maka ketika ada pemasalahan matematika siswa akan dengan mudah menyelesaikannya. Begitu juga dalam kehidupannya, ketika ditemui permasalahan yang penyelesaiannya menggunakan matematika, maka siswa dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cepat.

    ReplyDelete
  88. Tri Hidayati (13709251073)
    Pendidikan Matematika Kelas C
    PPS UNY 2013

    Pengalaman, intuisi, keteraturan, dinamis, dan proses yang tersusun hierarkis menjadi cirri khas matematika. Pengetahuan prasyarat atau apriori menjadi penting dalam pembelajaran, sehingga setiap awal pembelajaran perlu adanya apersepsi. Dengan adanya apersepsi guru bisa memantau prasyarat yang dimiliki siswa serta mampu mempersiapkan metode. Sangat disayangkan ketika pembelajaran beralih tujuan hanya sekedar UN. Semoga pendidikan di Indonesia semakin baik dengan adanya para guru yang memiliki kompeten dan kegigihan serta keikhlasan dalam menjalankan kewajibannya

    ReplyDelete
  89. Eny Sulistyaningsih (10313244017)
    Pend. Matematika Inter 2010

    Intuisi matematika telah terdapat pada setiap diri siswa yang mempelajari matematika. Namun, intuisi matematika siswa dapat semakin dikembangkan dengan pembelajaran matematika yang tidak hanya mengutamakan aspek kognitif siswa yang hanya mengutamakan nilai akhir tanpa menghiraukan aspek kepemahaman siswa yang juga mampu meningkatkan intuisi matematika siswa. Dengan sistem pembelajaran dimana siswa mencoba menemukan sendiri konsep yang dipelajarinya sehingga siswa memiliki pengalaman langsung, intuisi matematika siswa akan semakin berkembang dan demikian juga halnya dengan kreativitas siswa pada umumnya.

    ReplyDelete
  90. Pentingnya peran intuisi dalam pembelajaran matematika sudah tidak diragukan lagi. Dengan intuisi siswa akan dapat mengembangkan kreativitas dan potensi-potensi yang dimilikinya. Sayangnya, seringkali guru mengabaikan pentingnya intuisi ini dalam pembelajaran matematika. Guru cenderung menggunakan cara-cara instan dan mengambil jalan pintas dalam membelajarkan matematika. Misalnya saja dengan memberikan drilling soal yang begitu banyak untuk persiapan ujian nasional karena tuntutan siswa harus lulus atau harus mendapatkan nilai yang tinggi dalam UN. Tanpa disadari hal itu akan membuat siswa kehilangan intuisinya. Intuisi diperoleh setelah pengalaman dimana pengalaman tersebut berasal dari keterampilan matematika yang diperoleh dari pengetahuan matematika dan didukung oleh metode, sikap, dan motivasi yang ada pada diri siswa itu sendiri. Apabila siswa kehilangan intuisi maka siswa akan kesulitan menemukan ide-idenya. Sehingga siswa memiliki ketergantungan kepada gurunya. Maka dari itu pembelajaran yang inovatif sangat diperlukan karena pembelajaran inovatif berpusat pada siswa dan guru memfasilitasi siswa-siswanya untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki siswanya.

    Sriyanta (13709251034)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    ReplyDelete
  91. Hasnan Aufika
    10313244007
    Pend Matematika Inter 2010

    Hal yang membedakan antara orang yang satu dengan yang lainnya adalah pengalamn. Matematika sebagai bentuk pengalaman (empiris) digunakan sebagai pembelajaran di sekolah. Pada tingkat yang rendah dimulai dengan mengenalkan hal-hal yang kongkret (terlihat) dahulu untuk mengenalkan konsep-konsep matematika. Sedangkan pada tingkat yang lebih tinggi mulai “dilepaskan” gambaran kongkret nyata untuk mempelajari matematika yang lebih tinggi. Pengalaman matematika diperoleh dengan cara yang tidak tergesa-gesa. Ujian Nasional lebih mengedapankan hasil dibanding proses sehingga pengalaman matematika tidak diperoleh dengan utuh. Selain itu juga dapat menghambat intuisi matematika. Kant berpendapat bahwa matematika dibangun di atas intuisi murni yaitu intuisi ruang dan waktu dimana konsep-konsep matematika dapat dikonstruksi secara sintetis. Intuisi murni tersebut merupakan landasan dari semua penalaran dan keputusan matematika. Jika tidak berlandaskan intuisi murni maka penalaran tersebut tidaklah mungkin.

    ReplyDelete
  92. M.Masruri Burhan
    13709251058
    P.Mat C

    Intuisi dan pengalaman akan lebih bermakna pada seorang anak atau siswa karena pengalaman itulah yang mereka alami, intuisilah yang mereka bentuk sendiri dalam pikiran mereka. Pengalaman lebih dekat dengan siswa dibandingkan sederetan definisi dan teori yang menggunakan bahasa yang mungkin belum mereka pahami sepenuhnya. Ketakutan terbesar seorang pendidik seharusnya adalah ketika ilmu yang dia ajarkan pada siswa dapat dikenal oleh siswa namun siswanya tidak paham untuk apa ilmu ini. Pure logic/knowledge itu hukumnya subjek sama dengan predikat. Dan ini hanya ada dalam pikiran manusia, karena sebenarnya tidak ada yang sama di dunia ini (relatif terhadap ruang dan waktu). Pure logic merupakan pengandaian dalam pikiran manusia.
    Sedangkan dalam sintetik, predikat tidak sepenuhnya termuat dalam subjek. Dengan kata lain ini adalah empirical knowledge, lebih kepada pengalaman. Kebenaran dalam empirical knowledge lebih bersifat korespondensi dan selalu kontradiktif secara filsafat karena dibangun atas dasar kerangka ruang dan waktu. Maka menurut Kant, matematika akan menjadi ilmu dan bermanfaat jika jika dia bersifat sintetik a priori. Matematika sebagai pure logic yang bersifat analitik, dikorespondensikan ke dunia nyata dalam ruang dan waktu berdasarkan pengalaman atau intuisi, inilah matematika sebagai suatu ilmu

    ReplyDelete
  93. Juliana Untayana
    P. Mat A. (13709251015)

    Artikel ini berbicara mengenai beberapa guru di indonesia masih menganggap bahwa nilai UN adalah tujuan pembelajaran, sehingga pembelajaran yang terjadi di kelasnya hanyalah berfokus pada latihan soal UN. Hal tersebut menyebabkan siswa tidak memiliki pengetahuan dasar yang baik mengenai materi pembelajaran sepenuhnya. Mathematical experiences siswapun hanyalah tentang mengerjakan soal saja, tidak ada pengalaman siswa yang dibangun dengan keterampilan matematika, pengetahuan dan pemahaman matematika, sikap dan metode matematika. sikap pendukung, dan mathematical motivation. Tanpa adanya hal tersebut maka siswa akan tidak memiliki mathematical intuition. Karena siswa tidak memiliki mathematical experience yang prasyaratnya tidak terjadi pada pembelajaran dikelas akibat dari terlalu fokusnya guru pada persiapan menghadapi UN

    ReplyDelete
  94. Swasti Diah Widiaswari
    10313244030
    Pendidikan Matematika Int

    Pendidikan memang didapat melalui pengalaman siswa. Pengetahuan dibangun melalui mengetahuan siswa yang ada dikehidupan siswa. Pengetahuan didapatkan melalui proses yang lama. Sehingga terkadang disekolah kurang mengedepankan pengalaman untuk pengetahuan dikarenakan waktu terbatas untuk memperoleh pengetahuan dari pengalaman apalagi dirumah tidak mendukung untuk memperoleh pengetahuan dari pengalama. Padahal evaluasi di indonesia menggunakan UN. Jika pengetahuan didapat melalui pengalaman, alangkah lebih baiknya evaluasi juga berdasarkan proses bukan satu-satunya hanya berdasarkan UN.

    ReplyDelete
  95. Dhanar Dwi Hary J. (13709251076)
    PPs PM Kelas C

    Pengalaman, intuisi, keteraturan, dinamis, dan proses yang tersusun hierarkis menjadi cirri khas matematika. Pengetahuan prasyarat atau apriori menjadi penting dalam pembelajaran, sehingga setiap awal pembelajaran perlu adanya apersepsi. Dengan adanya apersepsi guru bisa memantau prasyarat yang dimiliki siswa serta mampu mempersiapkan metode. Sangat disayangkan ketika pembelajaran beralih tujuan hanya sekedar UN. Semoga pendidikan di Indonesia semakin baik dengan adanya para guru yang memiliki kompeten dan kegigihan serta keikhlasan dalam menjalankan kewajibannya.

    ReplyDelete
  96. Nama : Ibnatusanie Agustien
    Nim : 10313244012
    Pendidikan Matematika Internasional’10

    Intuisi sangatlah membantu siswa untuk mengembangkan kreatifitas setiap individu sehingga ada kemungkinan mereka bisa menemukan sesuatu yang baru dan benar. Akan tetapi terkadang sebagai pendidik lupa akan intusisi setiap siswa sehingga intuisi mereka berhenti dengan adanya patokan nilai yang hanya dilihat dari hasil ujian negara yang menurut saya kurang menghargai usaha siswa untuk mengembangkan pengetahuan mereka.

    Terima Kasih 

    ReplyDelete
  97. Desutri Ulantari 13709251012
    Pendidikan Matematika Kelas A

    Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam matematika 2
    Dijelaskan pada uraian di atas bahwa, Thompson (1993) menyimpulkan intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.
    Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Dalam artikel yang pernah saya baca dikatakan bahwa intuisi itu sangat penting kaitannya dengan proses pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  98. Elsa Winda Prastiana ( Pend. Matematika Inter / 09313244015 )

    Metode atau cara yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran matematika memberikan peranan penting atas keberhasilan proses tersebut. Ketika guru tidak 'peka' terhadap kondisi kelas, maka kemungkinan besar pembelajaran matematika yang dilakukan kurang bermakna. Ketika guru ingin menghadirkan 'intuisi' muncul dalam diri masing - masing siswa, salah satu langkah yang harus dilakukan guru adalah memilih metode yang tepat dalam proses belajar mengajar di kelas tersebut. Sehingga tujuan dari pembelajaran matematika yaitu membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar matematika dengan mendorong siswa untuk berdiskusi dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan, membimbing siswa untuk membangun pengetahuanya sendiri sehingga tercipta pembelajaran matematika yang bermakna.

    ReplyDelete
  99. 13709251046/ PM B/ PPs UNY 2013

    Pada dasarnya, UN merupakan suatu wadah evaluasi. Tapi, bagaimana sebuah evaluasi bisa menjadi tidak humanis? karena ketidak adanya unsur-unsur pengembangan pola pikir dan pengalaman. Semuanya hanya sekedar untuk mengecek, siswa bisa atau tidak. Tanpa melihat prosesnya. Hal ini, lambat laun akan menghilangkan intuisi siswa terhadap proses penemuan dan proses belajarnya sendiri. Terimakasih.

    ReplyDelete
  100. ilmu apapun tanpa didasari dengan rasa suka akan terasa susah dipahami walau memiliki intuisi

    ReplyDelete
  101. Endah Octaningrum Wahani Sejati
    13709251049
    PPs Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

    Assalamu’alaikum Wr Wb.

    Fenomena pembelajaran sekarang memang masih merugikan siswa dalam hal mengembangkan intuisi. Pengalaman yang mereka dapatkan tidak mereka gunakan. Hanya menunggu ilmu yang diberikan guru berupa penjelasan materi yang ada di buku. Berdasakan peraturan yang telah dibuat Menteri, Pendidikan di Indonesia harus berupa student centre dengan berbasis problem solving. Tapi tetap saja guru masih mengajar tanpa melibatkan keaktifan siswa. Pembelajaran dengan mnegembangkan intuisi merupakan salah satu kemandirian dalam belajar sehingga siswa merasa percaya diri.
    Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum Wr Wb.

    ReplyDelete
  102. lilik fauziah
    13709251028 (pps pm d)

    Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)
    Intuisi tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Rasa senang pada pembelajaran matematika datang dari diri siswa sendiri. Pemikiran intuitif dapat dikembangkan dengan terus mengexplore masalah-masalah matematika dari berbagai sudut pandang tanpa batas. Guru dapat member ruang kepada siswa melalui forum diskusi untuk mengembangkan produktivitas intuisi siswa dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  103. Veny Sri Astuti (13709251029)
    Pend. Matematika Kelas B

    AssaLamu’aLaykum Wr. Wb.

    Intuisi diperoleh setelah pengalaman belajar matematika dimana pengalaman tersebut merupakan akumulasi dari keterampilan matematika yang diperoleh melalui pengetahuan matematika dan didukung oleh metode, sikap, dan motivasi dari dalam siswa itu sendiri. Intuisi matematik membantu siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, karena dengan pengalaman matematika maka intuisi siswa akan tajam untuk menyelesaikan soal atau permasalahan matematika karena telah terbiasa.

    ReplyDelete
  104. ANDRIANI SUZANA (13709251003)
    PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS A
    PPS UNY 2013

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Intuisi dalam pembelajaran matematika sangatlah diperlukan, baik dalam pemahaman konsep ataupun pemecahan masalah. Saat ini matematika tampak seperti barang asing yang tidak bersahabat terhadap anak, sehingga anak kurang berminat terhadap pelajaran matematika. Hal ini dapat menyebabkan anak kehilangan intuisinya terhadap matematika. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, maka diperlukan suatu pembelajaran yang membelajarkan siswa secara utuh, pembelajaran bermakna yang dapat mengembangkan intuisi siswa. Intuisi itu sendiri adalah kemampuan nyata untuk memperoleh pengetahuan tanpa menggunakan interferensi atau penalaran. Intuisi tidak membutuhkan jastifikasi atau pembenaran atas hasilnya. Intuisi pada hakekatnya sudah dimiliki oleh masing-masing individu sejak mereka dilahirkan. Begitu juga halnya pada siswa, siswa telah memiliki intuisi sebelumnya dan mereka menggunakan informasi yang ada (berdasarkan pengalaman) dan dibutuhkan sebelum mencoba memecahkan suatu masalah. Intuisi diterima sebagai feeling individu yang tidak membutuhkan pembuktian lebih lanjut, yang perlu dilakukan adalah mengembangkan intuisi yang telah ada. Intuisi akan muncul selama individu memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu. Begitu juga halnya dalam pembelajaran matematika, intuisi siswa akan muncul selama berusaha keras untuk memahami dan memecahkan suatu masalah (materi). Intuisi juga berelasi erat dengan keyakinan, seseorang yang memiliki keyakinan kuat akan sesuatu, berarti intuisinya terhadap hal tersebut juga kuat.

    Terimakasih ^_^
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  105. Psikologis siswa merupakan salah satu satu hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam suatu pembelajaran. Kondisi psikologis masing-masing siswa berbeda. Untuk itulah fungsi guru sangat diperlukan bagi peserta didiknya. Guru harus mampu memahami karakter siswa yang berbeda-beda. Untuk memahami karakter siswanya guru harus berperan menjadi seseorang yang dekat dengan mereka. Maksudnya siswa akan merasa nyaman jika dekat dengan gurunya. Siswa tidak merasa takut dengan gurunya namun justru merasa nyaman dengan guru tersebut dalam keadaan apapun. Dengan begitu guru tidak akan dianggap sebagai orang yang menakutkan namun mereka justru akan menganggap seperti temannya sendiri. Guru pun harus mampu menempatkan dirinya agar tidak dianggap menakutkan di hadapan siswanya. Jangan memaksa siswa untuk belajar terus menerus untuk mendapat nilai yang baik, namun guru harus memahami bagaimana sesungguhnya keadaan psikologis siswa. Apakah siswa sedang dalam keadaan mampu menerima pelajaran atau tidak. Jika tidak guru harus memahaminya dan mampu memberikan solusi yang terbaik untuk siswa tersebut. Dengan demikian peran seorang guru tidak hanya sebagai guru namun juga sebagi teman bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  106. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan).

    jadi bisa dikatakan pengalaman matematika akan mengasah intuisi matematika. Semakin tinggi tingkat pengalaman matematika seseorang maka ia semakin ahli dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan matematika. Terkadang intuisi matematika dapat membimbing seseorang menjawab permasalahan matematika dengan tepat tanpa orang tersebut menghitung atau menuliskan langkah-langkah penyelesaiannya terlebih dahulu. misalnya Tiba-tiba saja tanpa menghitung seseorang bisa menebak banyaknya jumlah tumpukan batu bata dengan jawaban yang hampir mendekati kenyataaannya.

    ReplyDelete
  107. Nuraini mustika sari dewi (137 0925 1035)
    Pendidikan matematika kelas D

    Bagi matematikawan,Mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika . Pembelajaran matematika di kelas sebaiknya tak hanya berorientasi pada drill soal-soal untuk mempersiapkan siswa sukses UN namun guru seharusnya mengembangkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa supaya dapat mengembangkan intuisinya dalam matematika.

    ReplyDelete
  108. Puput Wahyu Hidayat (13709251013)
    Pendidikan Matematika Kelas A PPs UNY 2013

    Assalammualaikum Wr Wb,

    Elegi pemberontakan pendidikan matematika 2 : intuisi dalam matematika. Sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika. Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika dan sikap pendukung serta rasa senang dalam belajar matematika. Sementara itu, dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal peran intuisi dalam matematika ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas siswa.

    Wassalammualaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  109. PM A (13709251024)
    PPs UNY

    Bismillaahirrahmaanirrohiim,
    Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun di atas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika. Namun jika dihubungkan dengan UN, sebagian besar keterampilan matematika siswa tidak dapat terakumulasi dengan baik. Hal itu dikarenakan guru atau pihak yang lainnya cenderung melakukan lompatan untuk mengolah keterampilan matematika tersebut..

    ReplyDelete
  110. Bayu Prasetyo (NIM: 13709259002)
    Prodi Pendidikan Matematika P2TK 2013 PPs UNY

    “Mathematical attitude and method” dan “supporting attitude” serta “internal motivation” sangat mendukung mathematical experiences. Tetapi yang banyak terjadi sekarang ini adalah mathematical experiences diberikan dengan cara drill, dan hanya pada materi-materi UN saja. Jadi siswa memperoleh mathematical experiences dengan cara yang instan, sehingga intuisi siswa tidak berkembang. Sebagian besar sekolah-sekolah hanya mengejar agar siswa mampu mencapai SKL (Standar Kompetensi Lulusan) Ujian Nasional.Padahal SKL sebenar-benar hanyalah standar paling minimum saja.Tetapi banyak kasus bahwa guru hanya “memaksa” siswa agar bisa mengerjakan soal-soal sesuai SKL saja, tanpa memperhatikan materi matematika yang lain, yang mendasarinya.Hal ini sangat berdampak buruk bagi pola pikir siswa terhadap matematika.Pembelajaran matematika pun tidak akan pernah mencapai kebermaknaan. Saya berharap sistem pendidikan di Indonesia ini bisa berubah ke arah yang lebih baik dari praktek yang sekarang ini terjadi dan secara radikal menurutku UN harus dihentikan.

    ReplyDelete
  111. I Ketut Loka Santi / 13709259008
    PPs PMat P2TK 2013

    Salam Sejahtera,

    Intuisi diperoleh dari pengalaman-pengalaman belajar oleh siswa. Pengalaman - pengalaman ini bisa diperoleh melalui latihan-latihan ataupun dengan praktek langsung. Jika standar kelulusan siswa hanya merujuk pada hasil ujian nasional, dan semua sekolah menekan para guru untuk memperoleh hasil yang maksimal di UN, hal ini juga bisa menyebabkan pembelajaran secara instan misalnya dengan "rumus cepat" yang tidak diketahui oleh siswa darimana asalnya ketimbang melatih pengalaman siswa untuk mempertajam intuisinya. terima kasih
    Semoga kebaikan datang dari segala penjuru dan seluruh mahluk hidup berbahagia.

    ReplyDelete
  112. FARIDAH HERNAWATI
    PPs PENDIDIKAN MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM. 13709259009

    Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    "Mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan)"
    pernyataan itu sebagai modal untuk kita belajar matematika agar lebih mengerti tentang matematika beserta penerapannya,
    tetapi kadang-kadang mengakibatkan kurang hasil sifatnya disaat dalam pembelajaran terbatasi oleh waktu yang kurang, materi yang yang banyak, guru harus ditargetkan dengan hasil terutama saat UN.
    Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    ReplyDelete
  113. Khikayah /NIM 13709259005
    PPs P.MAT P2TK 2013
    Assalamu'alaikum Wr Wb
    Intuisi dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan agar dapat mengembangkan kreativitas siswa sesuai dengan karakteristik masing-masing. Tuntutan Ujian Nasional membuat guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Pembelajaran matematika seperti ini akan menyebabkan para siswa menjadi kurang dalam intuisinya. Padahal intuisi matematika ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas siswa. Semoga kita sebagai guru mampu memperhatikan ini, sehingga dapat kita terapkan dalam pembelajaran di kelas.Amin.
    Wassalamu'alaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  114. Maprokhi
    Pmat PPs P2TK 2013 NIM 13709259014
    Memang apa yang disampaikan oleh Profesor benar adanya bahwa dengan adanya UN guru lebih banyak melakukan drill pada siswa dengan memberikan latihan-latihan soal. Sehingga efeknya siswa tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan matematika yang baik karena siswa lebih banyak menghafal contoh-contoh soal yang sama bukan pada belajar memcahkan masalah ketika ada soal yang berbeda. Drill yang terlalu intens juga dapat mengurangi motivasi belajar siswa karena siswa merasakan kebosanan dan monoton. Namun, guru melakukan semua itu karena memang sistem yang kurang mendukung di mana tingkat keberhasilan guru yang dinilai oleh pemangku kebijakan (kepala sekolah, dinas) adalah diukur dari pencapaian UN.

    ReplyDelete
  115. ABDUL KHAMID
    PPS UNY - PMat P2Tk 2013
    NIM. 1370 925 9003

    Dalam belajar matematika diperlukan suatu kreatifitas,,dan untuk mengembangkan kreatifitas diperlukan intuisi,
    intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Pengalamam bisa diperoleh dengan banyak latihan dan didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content), didukung sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan).
    Pengalaman harus melalui proses pembelajaran yang benar dan tidak potong kompas ada (prasarat) yang mendahuluinya sehingga siswa menjadi kaya akan mathematical intuition.

    ReplyDelete
  116. Esti Rahayu (13709259004)
    Pendidikan Matematika P2TK 2013

    Assalamu'alaikum Wr.Wb
    Dalam elegi ini disebutkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika, tetapi dengan adanya Ujian Nasional guru mau tidak mau dituntut untuk membawa siswa - siswa nya agar lulus UN sehingga guru cenderung menggunakan metode drill untuk membelajarkan matematika dengan harapan agar siswa nantinya dapat dengan mudah dan cepat dalam menyelesaikan soal - soal UN dan kurang memperhatikan proses pengalaman. oleh karena itu sebagai guru matematika yang membimbing siswa, terutama yang akan melaksanakan UN perlu untuk mengembangkan metode lain yang tetap memperhatikan pengalaman tetapi siswa juga dapat dengan mudah memahami materi.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  117. Dessi Kristiyani
    PPs PM P2TK _ NIM 13709259010

    Assalamu'alaikum..

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, dengan membaca elegi ini, semakin bertambah pengetahuan saya dan insyaAllah pengetahuan ini akan saya share kan pada teman - teman saya di sekolah tempat saya mengajar. Dengan membaca elegi ini, semakin bertambah pengetahuan saya , bagaimana peranan intuisi dalam pembelajaran matematika siswa khususnya dalam mengkonstruk pengetahuan baru mereka. memang benar, karena tuntutan hasil UN dan khususnya tuntutan dari sekolah maka tak tanggung - tanggung dalam pembelajaran, kita sering melupakan peranan intuisi yang di miliki oleh siswa dan karena tuntutan tersebut menyebabkan tanpa di sengaja kita telah mematikan peran intuisi siswa dan pada akhirnya, dengan pola pembelajaran yang biasa kita laksanakan di kelas menyebabkan banyak akibat dan pengaruh negatif bagi siswa , diantaranya siswa menjadi jenuh dan tidak berminat dengan matematika, itulah salah satu sikap yang ditunjukkan siswa dalam belajar matematika, khususnya yang sering saya jumpai di tempat saya.

    Wassalamu'alaikum..

    ReplyDelete
  118. HESTI SETIANINGSIH
    PEND. MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM 13709259015

    Memang benar, UN secara tidak langsung tetapi perlahan-lahan mengikis dan menghilangkan intuisi siswa. Guru memberikan drill demi kelulusan dan siswa pun harus mengikuti pola yang diberikan guru agar dapat lulus sehingga pengalaman yang mereka dapatkan pun hanya seputar UN, kalau pun ada yang lain kemungkinannya hanya sedikit.

    ReplyDelete
  119. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    P. Matematika A 2013
    Assalamu'alaikum
    I think that teacher teach his students with trick of mathematics just deceives himself, because although his students get good value not necessarily the students understand essentially of mathematics. However, demand to yield good students, so teacher should be toil.
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  120. Septi Puji Rahayu
    Pend. Matematika A 2013
    13301241028

    I think, intuition in mathematics learning are necessary by teachers and learners. Due to the intuition that there can be more than happy to make the child so that the child math ntuk easier to understand what is being taught by the teacher. therefore the teacher must be able to bring the child to the mathematical intuition. Intuition that comes by itself, but if no one is trained then it will be hard to find it intuition.

    ReplyDelete
  121. Kristinawati
    13709259013
    Pend. Matematika P2TK 2013

    Dunia pendidikan Indonesia mengalami krisis dalam sisi teknis pendidikan. Murid dan guru diombang-ambingkan carut-marut pelaksanaan UN dan penggunaan UN sebagai penentu utama kelulusan murid. kebijakan ini berpengaruh negatif pada sisi kognitif dan jiwa-jiwa pembelajar yang dikungkung oleh rantai perpindahan informasi. Bagi murid hal ini mematikan kepekaan intuisi dasar akan kebaruan dan mengubahnya menjadi mekanisme perekaman data, sementara bagi guru alih-alih menjadi rekan dan navigator petualangan tanpa batas mereka diubah menjadi pengamat yang memastikan bahwa murid-murid memberikan output yang positif bagi sekolah, yang telah berubah fungsi dari miniatur dunia menjadi pabrik artificial human intelligence.

    ReplyDelete
  122. PARJO (13709259001)
    PPs Pendidikan Matematika UNY P2TK 2013

    Assalamu’alaikum Wr Wb,
    Dalam elegi ini disebutkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Tetapi kenyataannya guru kurang memperhatikan proses pengalaman kelulusan. Masih banyak siswa yang lulus dengan nilai katrolan. Secara tidak langsung tetapi perlahan-lahan akan mengikis dan menghilangkan intuisi siswa. Guru hanya memberikan drill demi kelulusan dan siswa pun harus mengikuti pola yang diberikan guru agar dapat lulus. Sehingga dampak yang diperoleh kurang baik dan akan menyebabkan pengaruh negatif bagi siswa.
    Sekian, terima kasih

    ReplyDelete
  123. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dear Mr. Marsigit.

    Nowadays, many teachers only give exams and quiz to their students without knowing exactly how far their students understand the subjects. To understand subjects (in this case it's mathematics), students have to pass some processes. Something that going without any process wouldn't be good at the end. In case teachers nowadays (mostly) only give materials without growing students' enthusiastic of loving mathematics, without doing the right methods to teach, it's not only make students don't get what the teachers give, but also make them feeling pressed. That's what make many students hate mathematics. Naturally, humans have high ability to understand mathematics. It is the wrong processes that ruin it. Thank you.

    ReplyDelete
  124. Tyas Kusumawati
    13709259006
    Pend. Matematika P2TK 2013

    Intuisi sangatlah penting dalam pembelajaran matematika. Intuisi bisa didapatkan dari olah pengalaman dan ketrampilan. Jika siswa tidak memiliki intuisi maka dia akan kesulitan belajar matematika di jenjang sekolah berikutnya, karena materi prasyarat belum dikuasainya. Dalam kurikulum 2013 ada 5M yang digunakan, yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan. Jika ini dilaksanakan sungguh-sungguh maka akan semakin menguatkan intuisi siswa. Namun, sayangnya dalam pelaksanaan pembelajaran memerlukan waktu yang lebih panjang, akan tetapi materi yang harus tersampaiakan sangatlah banyak. Itulah yang terkadang menjadi dilema guru, mau mengejar intuisi atau mau mengejar materi pembelajaran..

    ReplyDelete
  125. Harna Yulistiyarini_(NIM 13709259011)_PPs PMAT P2TK 2013

    Guru yang sering melakukan lompatan dalam mengajar matematika akan menyebabkan siswa miskin intuisi karena siswa kurang pengalaman matematika. Padahal intuisi ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam memecahkan masalah rutin maupun non rutin. Tentang dilema UN maka guru perlu memanagemen waktu pembelajaran sebaik baiknya agar hal penting jangan sampai terabaikan

    ReplyDelete
  126. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    13301241019
    Pendidikan Matematika A 2013

    I agree with Mr. Marsigit. In fact, the presence of UN encourages a teacher to pursue the target with only assess learning outcomes and ignore the process. Because there is a target to chase time implementation of the UN to make the students lose time developing mathematical intuition. It will also curb the creativity of the students who should be able to evolve freely.

    ReplyDelete
  127. Mifta Tyas L
    Pend. Matematika A 2013 (13301241005)
    Assalamu'alaiukm
    It is true, in fact, teachers and students are more concerned with the results (good mark) but with simple and short process "formula the king". It's true that good mark depends on the process but process without basic make students ability is'nt developing. Because the most important thing that is process not result, what does it mean if a good mark but not understand with the mature. thank you :)

    ReplyDelete
  128. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Assalamu'alaikum
    In my opinion, the teacher who process mathematical experiences directly by do drill or training issues are not good for the learning of mathematics because with these conditions, it will cause the student to be poor mathematical intuition. Besides that, mathematical intuition is very important to develop students creativity.
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  129. ARI AKHIRNI
    PPS PENDIDIKAN MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM. 13709259007

    Peran intuisi dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan karena dengan adanya intuisi maka siswa akan dapat mengembangkan kreativitas dan potensi-potensi yang dimilikinya. Namun yang terjadi sekarang ini, guru seringkali mengabaikan pentingnya intuisi bagi para siswanya. Guru cenderung memakai cara yang instan dan mengambil jalan pintas dalam memberikan matematika kepada siswanya. Misalnya saja dengan memberikan latihan soal yang begitu banyak tanpa melalui proses-proses yang harus dilalui. Sehingga siswa kehilangan intuisi. Intuisi diperoleh setelah pengalaman dimana pengalaman tersebut berasal dari keterampilan matematika yang diperoleh dari pengetahuan matematika dan didukung oleh metode, sikap, dan motivasi yang ada pada diri siswa itu sendiri. Apabila siswa kehilangan intuisi maka siswa akan kesulitan menemukan ide-idenya. Sehingga siswa memiliki ketergantungan kepada gurunya. Maka dari itu pembelajaran yang inovatif sangat diperlukan karena pembelajaran inovatif berpusat pada siswa dan guru memfasilitasi siswa-siswanya untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki siswanya. Sehingga dengan pembelajaran yang inovatif diharapkan siswa tidak lagi kehilangan intuisi karena intuisi sangat diperlukan dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  130. Harsiti Indrawati
    13301241021
    Pendidikan Matematika A 2013

    Mathematical intuition have important role to solve problem of mathematics. Mathematical intuition can be contructed by mathematical experience. But in the fact, some time many people only want to solve mathematical problem use the fast method, so they do not get mathematical experience well. This condition make us difficult to develop our mathematical intuition. One of this condition is UN. Many teacher use the practical method that will be explain to the student. This is one of the reason UN still considered by many people.

    ReplyDelete
  131. Siti Muzaro’ah, S.Pd.Si
    P.Mat P2TK Dikdas 2013
    NIM. 13709259012

    Bismillah..

    Da lam pendidikan matmatika dikenal istilah intuisi, apa itu intuisi? Intuisi sangat diperlukan bagi seseorang untuk meningkatkan pemahaman terhadap apa yang akan dipelajarinya. Peran intuisi matematika menurut analisis Thompson, yaitu sebuah fleksibilitas intelektual dengan menyajikan konsep tentang struktur abstrak dan hubungan antar struktur. Simbol dirancang untuk ekspresi dan penelitian matematika yang memiliki makna variabel. Intuisi merupakan hasil pengalaman disarikan dari pengalaman sensorik oleh intelek, dibatasi oleh bahasa yang dikuasai, dan dipengaruhi oleh sumber daya sebagai kumpulan warisan budaya dan ilmiah. Intuisi bukanlah merupakan suatu wawasan yang diperoleh oleh akal, melainkan melalui beberapa kekuatan yang luar biasa yang diperoleh dengan sendirinya dalam suatu wawasan.

    ReplyDelete
  132. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    In fact, I also feel like that, teacher directly gives much of questions to face UN, not depend on process, and the point is just gives exercises with much of varians to students and study about it. And usually, the teacher repeat the subject in last time and the subject in the end of semester is teached quickly. Even sometimes the matter is gone beyond, so somestimes different in higher scaffold, it's ever study about the matter or not, whereas the curiculum is same.

    ReplyDelete
  133. Nur Anisa Dika Maharani
    Pend.Matematika A 2013
    13301241030

    We can not deny that in the study for the preparation of the UN, teachers often teach the shortcut ways to get the right results. Actually it is okay, but the resulting impact of all that, the intuition of the students can not develop optimally. Moreover, an understanding of each child is different, the first post about "Elegi Pemberontakan Pendidikan 1" explained that developing intuition as a habit in solving a problem, in this case we discussed is the problems in mathematics.
    For the future it is expected that educators not only teach the ways shortcuts in solving problems, but also provide training to hone intuition learners.

    ReplyDelete
  134. Fandi Kurnia Giri
    13301241012
    P. Matematika A 2013
    Assalamu'alaikum.
    In my opinion, i agree with Thompson argument about intuition math. Intuition and creativity maybe have relation. The people that have more experience. Maybe he/she can do an activty that some people feel difficult but for he/she is very easy. His/her logicaly maybe develop too.
    wassalamu'alaikum.

    ReplyDelete
  135. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    From this post I recently found out that a student's mathematical intuition that should be owned and developed can be threatened because of the drill / exercise questions that continuously and cause students to experience preasure, this has happened when it will face un. I think the exercises students will be accustomed to working on the problems and woke understanding of the work on the problems un. Then the most appropriate way for teachers when faced with students who want to un what? Planting concept of how the most appropriate?

    ReplyDelete
  136. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika A 2013
    Bismillah..,
    I'm absolutely agree with this posted article. It's true that this method and system of educational in Indonesia especially UN have a big effect in learning process in school. It makes the process of learning mathematics doesn't give the student the basic concept but it's just give the student the short period of concept, usually called by "learning with formula without knowing the concept". This method of learning very damage the student though that it must be developed. It makes the student have no intuition in mathematics because the intuition will grew up by experiences in mathematics culture that can improve their mathematics skills. Thanks.

    ReplyDelete
  137. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pend.Matematika A 2013

    I agree with this Elegy. Intuition a student built with their experience in completing math problems, in other words in the accumulation of skills supported by an understanding or knowledge of students about mathematics. therefore, should the process of teaching and learning in the school is not the teacher explains the activity of matter / topic math to students then the students do the exercises, but the teacher serves as a facilitator to motivate students to learn mathematics and makes learning interesting and fun.

    ReplyDelete
  138. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    I absolutely agree with Thompson statement. Intuition and creativity can complete each others. In fact, Indonesian teacher often use fast way to solve the problem in "Ujian Nasional" without thinking about the result from that thought. Fast way? That is good to save time, but not as good as intuition and mathematics experince. Fast way will not survive in long time in brain, different with intuition and mathematics experince. That wiil survive in long time in brain. Teacher have reason and teacher are charged to fullfill maximum score. Eventhough like that, fast way is wrong way to explain mathematics. Intuition and mathematics experience are the best way to understant mathematics. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  139. Iqlima Ramadhani Fabella
    13301241017
    Pendidikan Matematika A 2013

    It's true in this case that the mathematical intuition comes after stages or processes in it. Because of any process that must be carried to produce something that can be useful when actually running the process properly. However, to experience the math skills required are also supported by knowledge and understanding. In addition, attitude and backed by mathematics and also the motivation in it so that the processes are actually getting maximum results

    ReplyDelete
  140. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013
    Mathematics is not the history lesson. But, mathematics is the logic lesson. So that to get it, students should be ordinaried early when they have known the concept of mathematics.

    ReplyDelete