Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)

Oleh Marsigit

Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.


Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Kenyataannya memang bahwa Ujian Nasional telah memberikan tekanan (pressure) kepada guru sehingga guru cenderung melakukan lompatan-lompatan di dalam mendampingi siswanya yaitu langsung kepada mengolah mathematical experiences dengan cara melakukan drill atau latihan soal-soal (jalan pintas). Dengan demikian dampak pedagogik dari UN adalah bahwa guru kurang mampu mengolah proses yang mendahului (prasarat) bagi diperolehnya mathematical experiences. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

49 comments:

  1. Aris Kartikasari
    PPS P. Mat A
    14709251079
    Dalam kurikulum yang diterapkan oleh Indonesia saat ini, guru memang memiliki waktu yang terbatas untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa. Di sisi lain, seorang guru diharapkan agar mampu memberikan kesempatan kepada siswanya agar dapat mengembangkan kemampuan matematika melalui kegiatan-kegiatan eksplorasi dan diskusi kelompok. Akan tetapi, materi pembelajaran yang cukup banyak dan waktu dalam satu semester yang singkat, menyebabkan guru memberikan banyak latihan soal yang hanya memungkinkan siswa berhasil di dalam ulangan maupun Ujian Nasional. Sedangkan pengalaman belajar matematika yang sangat penting dimiliki siswa menjadi terlupakan. Tentu saja hal ini menjadi perhatian bersama, bagaimana caranya agar seorang guru dapat memberikan pengalaman matematika kepada siswa dan tetap menyelesaikan kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa yang telah diatur dalam kurikulum.

    ReplyDelete
  2. Lisaiha Rodiyya Basori (14709251071) P.Mat D


    berarti dapat diambil kesimpulan bahwa, siswa yang kreatif dalam pembelajarannya, memiliki mathematical intuition yang baik. kreatif dalam pembelajaran apapun misalnya. sebagai contoh siswa yang kreatif antara lain, mengerjakan soal-soal pada buku latihan tanpa disuruh. tetapi di beberapa sekolah dasar, khususnya kelas-kelas awal, ada guru yang melarang siswanya untuk mengerjakan soal-soal pada buku latihan tanpa disuruh, hal ini dikatakan untuk menghindari kecurangan dalam pengerjaan soal, atau soal-soal yang dikerjakan oleh orang lain, bukan oleh siswa itu sendiri. siswa yang kreatif akan tetap mengerjakan soal-soal tersebut tetapi di buku/kertas lain, sehingga pada waktu pembahasan soal, ia sudah memiliki alternatif jawabannya

    ReplyDelete
  3. Oktaviana Mutia Dewi
    PPS P. Mat C
    14709251065

    Assalamu'alaikum Wr.Wb
    Dalam proses mengajar belajar, guru perlu menimbulkan aktivitas siswa dalam berpikir maupun berbuat. Penerimaan pelajaran jika dengan aktivitas siswa sendiri, kesan itu tidak akan berlalu begitu saja, tetapi dipikirkan, diolah kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk yang berbeda. Atau siswa akan bertanya, mengajukan pendapat, menimbulkan diskusi dengan guru. Dalam berbuat siswa dapat menjalankan perintah, melaksanakan tugas, membuat grafik atau diagram maupun menyimpulkan dari suatu pelajaran yang disampaikan oleh guru. Bila siswa menjadi partisipasi yang aktif, maka ia memiliki ilmu atau pengetahuan itu dengan baik.

    ReplyDelete
  4. Rydlo Ega Putra
    12313244028
    Pend.matematika (I)

    Matematika memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Faktanya, matematika digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti dalam kegiatan perdagangan, ekonomi, teknologi dan lain sebagainya. Kegiatan dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak akan terlepas dari masalah matematika. Dalam mengajarkan bagaimana memecahkan masalah, seorang guru matematika haruslah mempunyai cara yang kreatif dan inovatif agar siswa dapat memahami dengan baik. Dengan memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkan suatu masalah matematika, tanpa memberikan arahan kepada siswa bagaimana memecahkan masalah matematika maka siswa cenderung diam,membosankan,dankurangnya rasa percaya diri. Sehingga dengan cara demikian siswa kurang kreatif dalam memecahkan masalah. Siswa hanya mampu memecahkan masalah matematika apabila caranya telah diberikan oleh guru. Dengan demikian, maka siswa seringkali dihadapkan pada beberapa kesulitan, misalnya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan masalah yang diberikan. Dalam masalah matematika ini maka diperlukannya suatu intuisi baik intuisi siswa dalam memahami masalah, intuisi siswa dalam merencanakan pemecahan masalah, intuisi siswa dalam melaksanakan pemecahan masalah dan intuisi siswa dalam melihat kembali hasil pemecahan masalah. Para calon guru pengajar matematika khususnya guru matematika sekolah agar mempertimbangkan dan memperhatikan intuisi siswa dalam pengembangan model pembelajaran matematika sekolah yang kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  5. Fattah Aji Prakoso
    12313244022
    P. Matematika (i)

    intuisi dalam matematika pada hakekatnya adalah sebuah perenungan mendalam tentang matematika untuk mencapai pembelajaran matematika secara seutuhnya, yang melibatkan pengambilan keputusan, apersepsi, logika yang mendalam dan berbagai hal yang memang membutuhkan waktu dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. guru matematika jika memperhatikan intuisi siswa maka ia akan memahami sepenuhnya kemampuan siswa, pola pikir siswa, dan cara mendidik siswa. sehingga hal ini akan mengembangkan model pembelajaran matematika sekolah yang kreatif dan inovatif
    terima kasih

    ReplyDelete
  6. Bismillahirrohmaanirrohim ...
    Mengajar yang salah bisa membunuh karakter lebih dari senjata bagi seorang anak kecil. Dalam mengajar anak anak tidak mesti menggunakan definisi, karena itu bisa membuat anak linglung, sama seperti anak usia 2 bulan di kasih makan jagung. Fatalnya bisa tercabut intuisi dan nurani anak. Anak kecil punya definisi tersendiri terhadap apa yang mereka mengerti. Untuk memahami definisi perlu intuisi. Siswa smp belajar bangun ruang sisi lengkung mestinya memperkuat intuisi keruangan. Ciri ciri intuisi yaitu tidak bisa diketahui kapan dan dimana mulainya. Karena muncul dari pengalaman dan interaksi. Ilmu untuk anak kecil didefinisikan aktifitas untuk menggali intuisi. Belajar geometri dengan aktifitas seperti observasi manipulasi mengamarti model2, praktek langsung, menggambar mengukur dan menyimpulkan dapat menggali intuisi sehingga akhirnya anak2 bisa mendefenisikan sendiri apa yang dimaksud dengan bangun ruang. Matematematika sekolah intinya adalh kegiatan yang bertujuan untuk menelusuri pola dan hubungan, problem solfing, investigasi, komunikasi. Perjuangan pendidik saat ini adalah rebut kembali intuisi anak anak kita jangan biarakan orang merampok intuisi mereka.

    ReplyDelete
  7. Samsul Feri Apriyadi (14709251085)
    PMat A PPs UNY 2014

    Intuisi matematika akan diperoleh jika siswa mendapatkan pengalaman matematika. Namun kenyataannya, sekolah-sekolah masih berpegang pada buku dan mengandalkan kemampuan guru dalam menyampaikan materi. Hal ini berakibat proses pembelajaran sering terjadi satu arah. Sudah saatnya bagi guru untuk berusaha merancang dan membuat pembelajaran menjadi pegalaman matematika bagi siswa yang mengikutinya.
    Namun hal ini juga tidak serta merta karena faktor guru, tuntutan mengajar dan kebijakan ujian nasional juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap intuisi matematika siswa. Beban mengajar yang banyak disertai tuntutan administrasi menjadi penghalang guru dalam merangsang dan memfasilitasi perkembangan intuisi matematika siswa. Selain itu adanya UN mau-mau tidak mau mejadikan pembelajaran berorientasi pada hasil yang cepat dan praktis semata bukan pada proses.
    Semoga dengan kurikulum 2013 memberikan ruang yang lebih bagi guru untuk memfasilitasi siswa meningkatkan kemampuan intuisi matematikanya.

    ReplyDelete
  8. Pembeleajaran untuk tes adalah sebuah pembelajaran yang mengejar nilai atau hasil yang baik. Padahal saat belajar proses belajarlah menjadi sangat penting karena disitulah kita belajar, bukan hanya sekedar hasil dari tes. Penggunaan trik yang biasanya melakukan lompatan pada tahap penyelesaian soal juga merupakan hal yang dapat mengurangi pengalaman belajar dari siswa. Dia hanya akan mampu untuk mencari jawaban yang benar, tetapi tidak memahaminya sama sekali. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya. Guru kemudian, diharapkan mampu untuk mengembangkan model, media, perangkat pembelajran, dll untuk mengembangkan pembelajaran dalam kelasnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman matematika siswa dalam kelasnya.

    ReplyDelete
  9. Lidrawati
    P MAT D (14709251058)

    Bismillah....
    Menurut saya hal ini terkait dengan alokasi waktu serta banyaknya materi yang akan dan harus dicapai oleh siswa. hal inilah yang menyebabkan guru mencari jalan pintas untuk membuat siswa memahami dan menguasai materi yang harus dicapai, dan tanpa disadari ini berpengaruh terhadap perkembangan intuisi siswa selama proses belajar. menurut saya mengkaji kurikulum dan menyesuaikannya dengan alokasi waktu yang tepat adalah salah satu cara pemecahan masalah ini.

    ReplyDelete
  10. Ida Trisnadati P Mat D 2014/14709251033
    Assalammualaikum Bapak Marsigit

    Setelah membaca paparan bapak diatas, saya merasakan begitu pentingnya intuisi dalam matematika. Intuisi hadir dari pengalaman, oleh karena itu agar siswa memiliki intuisi yang baik dalam matematika seyogyanya guru mulai mengubah fokus yang tadinya memfokuskan hanya pada nilai menjadi berfokus pada proses. Bagaimanapun juga guru seyogyanya dapat membuat matematika menjadi menyenangkan, agar ketertarikan siswa akan matematika dapat hadir tanpa adanya tekanan. Dengan demikian kemungkinan akan berkembangnya intuisi siswa dalam matematika dapat hadir dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  11. ASLIM ASMAN (14709251057) PM. C

    Bismillaahirrohmaanirrohiim..
    Assalamualaikum. Wr. Wb

    Dalam filsafat kita harus bersikap berani, berani tersebut bisa berupa spekulatif. Jika berupa spekulatif itu dikarenakan terjadi berbagai tuntutan sehinga dengan jalan apapun, kita harus melakukan sesuatu yang menurut kita tepat agar dapat mengakomodasi bebragai tuntutan. Guru dalam hal ini juga melakukan sikap berani yang spekulatif, karena guru juga dilema, antara harus meraih Hasil UN yang bagus atau mengutamakan kemampuan intuisi dan kreativitas siswa. oleh karena lingkungan luar sekolah yang hanya memandang produk bukan proses, maka guru berspekulasi dengan melakukan drill soal kepada siswa agar produk yang dihasilkann sesuai dengan harapan masyarakat luar, namun tidak memperhatikan kualitas proses dalam pembelajaram. Guru dalam hal ini bersifat reduksionis, namun guru bersifat reduksionis dalam ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  12. Usi Susanti
    NIM 14709251019
    P Mat C 2014

    Assalamu’alaikum, wrh.wb
    tekanan dari Ujian Nasional kadang menimbulkan dampak kurang positip terhadap hasil pengajaran yang dilakukan oleh guru matematika terutama dalam menghasilkan intuisi matematika siswa. banyak guru langsung melakukan latihan-latihan untuk mengejar target dengan harapan agar siswa pada saat menghadapi ujian nasional mampu menyeleseaikan soal-soal. tetapi secara tidak sadar hal tersebut sama artinya mematikan intuisi siswa, dengan kata lain menghasilkan siswa yang miskin akan intuisi matematika.
    terima kasih

    ReplyDelete
  13. Pelaksanaan UAN di Indonesia masih menjadi perdebatan hangat oleh para pakar pendidikan. Ada yang setuju dengan pelaksanaan UAN, karena UAN menjadi standar untuk mengukur keberhasilan belajar siswa. Ada pula yang secara tegas menolak pelaksanaan UAN ini. Saya berpendapat bahwasanya pelaksanaan UAN mau tak mau harus memaksa guru untuk banyak-banyak memberikan latihan soal kepada siswa, sehingga tidak ada kesempatan untuk mengembangkan pengalaman belajar matematika siswa. Belum lagi waktu belajar yang sangat terbatas untuk persiapan UAN, maka guru hanya fokus pada pembahasan latihan soal, karena tuntutan UAN adalah hanyalah menjawab soal-soal matematika, tanpa ada unsur pengembangan pengalaman belajar. Singkat kata, penilaian hasil belajar hanya ditentukan oleh ujian yang dilaksanakan selama 120 menit dengan mengerjakan 40 soal, padahal siswa belajar matematika disekolah membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun. Inilah yang menjadi alasan mengapa banyak orang menentang pelaksanaan UAN di Indonesia, karena dirasa tidak adil bagi siswa dan tidak mengandung unsur pengembangan pengalaman belajar. Dengan demikian secara tidak langsung pelaksaan UAN dapat membunuh intuisi siswa, karena selama ini mereka hanya menerima definisi formal saja. Tidak ada kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan intuisinya, karena selama mereka belajar hanya dihadapkan pada soal-soal latihan yang bersifat formal tanpa adanya proses pengembangan pengalaman dalam memahami pelajaran, padahal intuisi dalam pembelajaran matematika itu sangatlah penting dalam rangka mengembangkan kreativitas peserta didik. Sehingga tujuan pendidikan yang diinginkan pemerintah itu sebenarnya mau seperti apa? Anak yang hanya mampu menjawab soal-soal dengan benar? atau anak yang memiliki kreativitas? ...

    ReplyDelete
  14. Karut Marut Pendidikan Indonesia mungkin didasari oleh tidak punyanya Unsur Identitas Pendidikan Indonesia, para petinggi negara ingin meniru negara -negara maju namun lupa bahwa keadaan negerinya, sumber daya alamnya, sumberdaya manusianya tidak sama dengan negara maju tersebut
    Perubahan pola pikir yang harus dilakukan...jika pendidikan kita hanya mengacu pada hasil UN, maka sebaik apapun kurikulumya, ya negeri ini akan begini-begini saja..tanpa perubahan kebaikan signifikan

    ReplyDelete
  15. Risa Handini (14712251035)
    Dikdas Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Dalam elegi diatas menyebutkan bahwa intusi matematika tercipta melalui pengalaman matematika (mathematics experience), menurut saya intuisi matematika tercipta bukan hanya melalui pengalaman matematika saja tetapi juga cara orang tersebut berfikiran kritis dan menggunakan logika berfikirnya juga karena matematika sangat erat kaitanya dengan berfikir kritis, jika kita dapat berfikir kritis maka kita dapat menciptakan matematika itu sendiri, tetapi juga harus didampingi dengan logika berfikir. Selain itu dalam elegi diatas menyebutkan bahwa matematika menurut pandangan siswa, siswa pada kurikulum 2013 ini hanya dituntut untuk dapat menguasai banyak objek materi saja khususnya matematika tetapi tidak ditekankan tentang intuisi matematika itu sendiri, sehingga siswa menganggap bahwa matematika itu suli dan terdiri dari rumus matematika yang banyak yang harus dihafalkan semua. Maka dari itu, seharusnya matematika tidak terlalu banyak materi sehingga siswa dapat menangkap intuisi matematika itu sendiri. Khusunya tentang UN sendiri, yang membuat siswa lebih tertekan dalam pembelajaran matematika.
    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  16. Rila Reva Yanti
    11313244025
    pend matematika 2011

    Intuisi matematika sangat diperlukan bagi seorang siswa. Menurut Kant (Wilder, R. L. , 1952), matematika harus dipahamai dan dikonstruksi menggunakan intuisi murni, yaitu intuisi “ruang” dan “waktu”. Konsep dan keputusan matematika yang bersifat “synthetic a priori” akan menyebabkan ilmu pengetahuan alam pun menjadi tergantung kepada matematika dalam menjelaskan dan memprediksi fenomena alam. Menurutnya, matematika dapat dipahami melalui “intuisi penginderaan”, selama hasilnya dapat disesuaikan dengan intuisi murni kita. Bila siswa tidak terlatih untuk menggunakanintuisi matematika, maka kreativitasnya tidak akan berkembang dan sulit untuk menjelaskan atau memprediksi fenomena alam

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. HASAN DJIDU, S.Pd (P.MAT A/ 14709251030)
    Bismillahirrohmaanirrohim
    Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
    Saya sangat sepakat dengan apa yang diungkapkan Bapak dalam elegi ini. bahwa Proses untuk menemukan intuisi itu harus melalui pengalaman mengolah, menyelsaikan suatu persoalan, memulai sesuatu dari dasar, sehingga ketika persoalan kompleks yang dihadapi, para ssiwa sudah tahu dimana letak permasalahan dan bagaimana menyelesaikannya. Namun dengan mengajarkan cara "Cerdas" cara "Cepat" cara "Smart" menurut saya justru akan mematikan intuisi dari peserta didik. Dampak langsungnya adalah siswa tidak akan menegtahui konsep apa yang dipelajari. Kita semua berharap bahwa perbaikan kurikulum terus dilakukan, agar pemebelajaran dalam kelas teurs ditingkatkan kualitasnya, sehingga generasi yang dihasilkan oleh proses pendidikan ini tidak hanya beprestasi, tetapi juga mampu berpartisipasi dalam menyelesaikan persoalan kompleks yang dihadapi bangsa ini dimasa yang akan datang.
    Aamiin
    Terimakasih...Wassalamu'alaikum Warohamatullahi Wabarokatuh

    ReplyDelete
  19. Assalamualikum.Wr.Wb
    Aqiilah (14709251052)
    Bismillahirrahmanirrahiim
    drill soal akan mengash kemampuan otak siswa namun mematika kretifitas jika drill itu dibahaskan dengan cara guru yang memberikan satu rumus cepat, yang akhirnya memunculkan pertanyya, dari mana rumus itu?maka hilanlah kesempatan untuk berfikir dan berintuisi, maka biarkanlah siswa berlatih soal dengan intuisinya walaupun pada akhirnya guru menyampaikan rumus dari dirinya namun setidaknya telah memberikan kesemptan berfikir kepada siswa. terima kasih salam fastabiqul khoirot

    ReplyDelete
  20. Pendidikan Matematika (14709251075)
    Pembelajaran matematika di Indonesia, khususnya bagi para siswa sekolah, berujung pada keikutsertaan siswa dalam ujian nasional. Ujian nasional menuntut siswa untuk memperoleh jawaban benar sebanyak mungkin tanpa melihat proses dari mendapatkan jawaban benar tersebut. Hal itulah yang sekiranya menyebabkan guru cenderung melakukan lompatan – lompatan saat mendampingi siswa menyelesaikan latihan soal – soal. Pembelajaran yang demikian, disadari atau tidak disadari, menyebabkan siswa kurang dalam hal “mathematical experiences”. Kurangnya mathematical experiences / pengalaman matematika menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition yang sebenarnya dapat mengembangkan kreativitas siswa.

    ReplyDelete
  21. Ristu Haiban Hirzi
    14709251073
    Pmat D
    Bismillah…
    Ujian nasional sampai sekarang masih menjadi kontroversi karena ujian nasional masih memberikan kontradiksi dalam aplikasi pembelajaran di dsekolah. Pembelajraran di sekolah menuntut siswa agar dapat belajar dengan mengaktifkan intuisinya, namun dalam kenyataannya ujian nasional akan membuat para siswa mengambil jalan pintas untuk dapat menyelesaikan permasalahan atau soal-soal contohnya mengikuti bimbel. Langkah seperti ini dapat membuat siswa belajar seperti robot karena siswa hanya menghafalkan trik cepat dalam menyelesaikan masalah, sehinnga kemampuan intuitif siswa tidak berkembang dengan baik. Ini adalah salah satu hal yang menjadi kontroversi ujian nasional ditiadakan atau masih tetap berlaku

    ReplyDelete
  22. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  23. Bayu Widiya Dwi Santoso (14709251023 / PM C)
    Intuisi itu muncul karena dipengaruhi oleh pergaulan dan lingkungan. Intuisi muncul dengan sendirinya tidak dapat dipaksakan atau dalam tekanan. Intuisi matematika berarti intuisi tersebut diperoleh dari pengalaman seseorang dalam belajar matematika. Intuisi matematika siswa tidak dapat berkembang apabila berada dalam tekanan. Biasanya yang menjadi tekanan bagi siswa ialah Ujian Nasional (UN). Sebab untuk mengahadapi UN, guru biasanya cenderung melakukan latihan soal-soal (jalan pintas) atau cara melakukan drill tanpa melalui atau mengolah proses terlebih dahulu. Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.

    ReplyDelete
  24. Nurhayati
    14709251082
    Pmat D
    assalammualaikum wr.wb
    intuisi dalam pembelajaran matematika sangatlah penting.. Namun sayangnya hal ini tidak diperhatikan dengan baik oleh guru.. Guru lebih menekankan cara pintas untuk mengerjakan soal dengan mengabaikan proses proses yang dilalui.. Padahal proses proses tersebut diperlukan untuk membangun intuisi matematika.. Para guru lebih mementingkan cara pintas dikarenakan adanya UN.. Oleh karena itu,dampak tidak langsung dari pelaksanaan UN adalah membunuh pengembangan intuisi matematika siswa..

    ReplyDelete
  25. Selain itu masalah waktu juga perlu dipertimbangkan agar tujuan untuk meningkatkan kemampuan intuisi siswa dapat optimal

    ReplyDelete
  26. Juz'an Afandi
    Kelas P. Mat D
    NIM 14709251069

    Keadaan seperti ini yang telah lama menjadi dilema bagi para pendidik. Bahwa dari tiap-tiap guru berusaha untuk melakukan berbagai cara agar siswa dapat menyelesaikan soal-soal ujian nasional. Yang dampaknya nanti akan lebih banyak bagi kepentingan guru dan sekolah.
    Siswa diberikan latihan-latihan dengan terus menerus untuk mencapai ketuntasan yang diinginkan, tetapi siswa tidak diberi kesempatan untuk bernafas dan membuat matematika itu hidup di dalam diri mereka masing-masing. Sehingga sikap seperti ini akan meminimalisasi intuisi matematika mereka dengan tidak adanya pengalaman mereka dalam menemukan pola matematika mereka sendiri.
    Karena keterampilan matematika siswa itu berkembang dan berbanding luru dengan kekuatan intuisi yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  27. Arifuddin Qadarullah
    DIKDAS S2 (14712251032)

    Intuisi hati adalah fungsi dasar hati untuk selalu berkata jujur dan membimbing seluruh anggota tubuh untuk bertindak dalam kebenaran. Sebagian besar manusia sering mengingkari kata hati atau intuisi hati tersebut karena berbagai alasan keduniawian yang pada akhirnya justru menjerumuskan manusia tersebut ke dalam kemungkaran dan dosa.
    Seperti halnya dengan matematika. membuat kita bersih dalam hati, proses, dan tindakan. Mengenai penyelesaian dan tindakan apa yang harus kita lakukan mengenai permasalahan yang dihadapi. Mengenai kebenaran yang hakiki, kebenaran yang berdasarkan dengan intuisi.

    ReplyDelete
  28. Anggraeni Ratna (14709251009)
    Ikut di kelas P2TK 2014
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Intuisi merupakan pengalaman (experience) yang akan memunculkan pengetahuan baru dan kemudian akan menciptakan gagasan atau ide-ide. Pengalaman matematika dapat dikembangkan dengan memilh metode pembelajaran matematika yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa. Metode pembelajaran yang digunakan sebaiknya mengedepankan proses membangun konsep dan pengetahuan matematika dari hasil kreatifitas penemuan siswa sendiri. Dengan demikian siswa merasa senang ketika mempelajari matematika karena siswa tidak didrill banyak soal dan harus menghafal banyak rumus.


    ReplyDelete
  29. Nurul Iman (14709251027 P.Mat A 2014)
    Assalamualaikum Wr.Wb. Benar sekali. Bahwa yang sering terjadi disekolah adalah materi yang diajarkan oleh guru jarang mengasah kekuatan intuisi siswa. Hal itu dikarenakan seorang guru seperti kejar tayang dalam memberikan materi yang nantinya kira-kira masuk dalam Ujian Nasional. Di satu sisi pemerintah kita juga masih menjadikan UN sebagai salah satu acuan kelulusan siswa. Sehingga mau tidak mau sistem inilah yang mengurangi siswa dalam mengasah intuisi mereka. Perlu dicarikan jalan keluar agar dua duanya dapat berjalan secara linier. Di satu sisi siswa pandai dalam menyelesaikan drill latihan soal-soal, disatu sisi siswa juga mampu mengasah intuisi matematika mereka. Sekian. Wassalamualaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  30. Dijelaskan pada uraian di atas bahwa, Thompson (1993) menyimpulkan intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.
    Sedangkan bagi siswa sekolah mathematical experiences dibangun diatas akumulasi keterampilan matematika (mathematical skills) yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika (mathematical content). Semuanya itu tidak mungkin tercapai jika tidak didukung oleh sikap dan metode matematika (mathematical attitude and method) dan sikap pendukung (supporting attitude) serta internal motivation (rasa senang dan matematika yang menyenangkan). Dalam artikel yang pernah saya baca dikatakan bahwa intuisi itu sangat penting kaitannya dengan proses pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  31. Bismillah.
    Sangatlah benar bahwa intuisi muncul setelah tahap olah pengalaman. Begitu juga dalam belajar matematika, intuisi akan muncul setelah pengalaman belajar matematika. Pengalaman belajar matematika tidak hanya pengalaman belajar biasa, dibutuhkan kebiasaan belajar yang mendalam untuk memperoleh pengalaman belajar yang sebenarnya sehingga intuisi belajar matematika akan terbentuk. Namun, dengan diadakannya UN di Indonesia, pengalaman belajar matematika tidaklah dipentingkan lagi, Yang penting adalah bagaimana siswa - siswa mampu menyelesaikan soal - soal UN dengan cara menghafal rumus - rumus. Hal seperti inilah yang sebenarnya membunuh intuisi dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  32. 14709259014
    pmat p2tk

    pengetahuan intuisi penting pada pembelajaran matematika
    pengetahuan intuisi didapatkan setelah pengalaman diperoleh, pengalaman membangun atau mengkonstruksikan pengetahuannya sendiri, akan tetapi pembelajaran matematika di indonesia selama ini hanya berupa transfer ilmu tanpa menyediakan pengalaman dari maslah konkret bagi peserta didik yang mengakibatkan intuisi matematika peserta didik melemah bahkan kehilngan intuisinya

    ReplyDelete
  33. Assalamu’alaikum wr.wb
    UN sebagai tolak ukur keberhasilan seorang peserta didik pada suatu jenjang sekolah telah membunuh intuisi matematika dari seorang peserta didik. Dengan tekanan bahwa suatu sekolah dikatakan berhasil apabila meluluskan peserta didiknya, maka guru pun berpacu dengan waktu agar materi terselesaikan dan menggunakan rumus-rumus yang sudah jadi tanpa memikirkan intuisi peserta didik. Siswa dengan tekanan harus lulus membuat matematika menjadi suatu pelajaran yang menakutkan.
    Wassalamu;alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  34. Bismillahirahmanirahim
    Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

    Seorang dewasa akan dapat membedakan dengan jelas jumlah suatu cairan (air) yang dipindah dari sebuah piring kedalam gelas dengan mengatakan jumlah cairan tetap sama. Tetapi tidak dengan anak kecil, mereka tertipu oleh tinggi cairan akibat tinggi gelas. Pemikiran anak kecil berkembang pesat secara bertahap ke arah konseptualisasi, tetapi pada masa ini si anak masih mengambil keputusan hanya dengan pemikiran-pemikiran intuitif. Karena intuisi anak adalah sesuatu yang penting maka penting juga sebagai guru maupun calon pendidik untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif guna mengembangkan intuisi siswa.

    Wassalam.

    ReplyDelete
  35. Assalamualaikum Wr Wb
    Bismillah
    Einsten pernah berkata bahwa intusi adalah solusi dari sebuah penemuan. Ungkapan einsten tersebut sangatlah tepat karena intuisi adalah sumber gagasan yang mempunyai kuasa untuk mencerahkan kesadaran dan menaikkan getaran atas segala sesuatu yang di sekitar kita. Kreatifitas tidak akan muncul jika siswa tidak mempunyai intuisi.
    Wassalamualaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  36. Ari Kuntoro
    14709251048
    P.Mat B

    Artikel yang berjudul Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2), menurut saya: dalam artikel diatas menurut Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika. Dimana kebanyakan para guru lupa akan pentingnya pembelajaran yang bermakna bagi para siswa, guru lebih melihat hasil akhirnya saja dengan memberikan banyak soal-soal tanpa melihat proses siswa dalam memahami suatu pembelajaran matematika. Dengan alasan keterbatasan waktu untuk menyelesaikan materi guru lupa akan menciptakan pembelajaran yang mengaitkan pengalaman di lingkungan sekitar siswa hal tersebut berpengaruh pada kekreativitasan siswa menjadi kurang berkembang.

    ReplyDelete
  37. Veronica Wiwik Dwi Astuty PMat B (14709251063)
    Intuisi matematika merupakan pengalaman belajar siswa dalam matematika sebagai bentuk proses membangun pengetahuan dan pemahaman siswa dalam matematika. Hal itu perlu didukung oleh sikap, metode matematika, dan motivasi diri siswa selama proses belajar. Sehingga suasana hati dan kenyamanan di dalam belajar sangat dibutuhkan untuk membangun motivasi dan semangat diri secara aktif dan kreatif.

    ReplyDelete
  38. Rina Susilowati
    P Mat B (14709251055)

    Dalam menghadapi ujian nasional tersebut, guru dituntut agar siswanya mampu lulus dengan nilai yang baik. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara membangun mathematical experiences dalam waktu yang singkat? karena sepengetahuan saya, waktu yang ada untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi ujian nasional tersebut tidaklah lama. Terima kasih.

    ReplyDelete
  39. Saya setuju dengan poin bagaimana dunia pendidikan di Indonesia yang ketuntasan belajarnya, termasuk dalam matematika, seolah-olah hanya ditentukan oleh keberhasilan siswa dalam UN dan melupakan bagaimana proses pembelajaran.Mungkin hal tersebut juga yang mendasari seorang guru hanya melakukan trik-trik agar siswanya berhasil dalam UN, tanpa memikirkan dampak dari proses tersebut. Tak jarang, pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi target tersebut dapat menonaktifkan atau bahkan mematikan sedikit-demi sedikit intuisi siswa.
    Idealnya sebagai seorang guru, selain untuk mencapai aspek utama pembelajaran yakni ketercapaian kompetensi oleh siswa, guru merancang pembelajaran yang benar-benar dapat menumubuhkan dan melatih intuisi siswa, salah satunya dengan memperkaya matematical experiences mereka.

    ReplyDelete
  40. 14709251060 PMAT C
    Intuisi matematika memegang peranan penting dalam matematika. Intuisi matematika di dapatkan dari pengalaman menyelesaikan matematika sehingga memotivasi siswa untuk tidak menyerah dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Intuisi melibatkan suatu proses untuk mencari solusi. Tetapi dalam kenyataanya guru sebagai sumber belajar sehingga pengalaman dan kreatatifitas siswa dalam menyelesaikan persoalan semakin berkurang.

    ReplyDelete
  41. Dita Puspitawedana
    P.Mat D(14709251068)


    Intuisi pada dasarnya sudah dimiliki oleh setiap siswa, dan juga semua manusia. Intusi akan terus berkembang jika terdapat pengalaman didalamnya. Seperti halnya siswa, saat dimana mereka mampu berpikir kritis dan mampu memcahkan masalah matematika yang dihadapi, disitulah intuisi mereka akan terus diasah, dan terus berkembang.

    ReplyDelete
  42. Asalamualaikum wr wb.
    Lisda fitriana masitoh (14709251008 P.Mat A 2014)

    Salah satu cara melatih kemampuan intuisi dalam pembelajaran matematika adalah dengan pengalaman yang dilakukan siswa dalam belajar matematika. Sehingga guru harus merencanakan pembelajaran yang memungkinkan siswa berekspresi dengan pengalamannya. Sayangnya jika masih ada guru yang mengajar dengan cara-cara cepat dan instan serta kurang memperhatikan pengalamaan belajar siswa. Hal demikian berdampak siswa akan lemah dalam intuisi matematika, karena intuisi tersebut dari pengalaman siswa dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  43. (14709259008) PM P2TK 2014

    Ujian Nasional membuat lebih guru mengejar target kelulusan siswa daripada mempertimbangkan keberlangsungan ilmu matematika yang didapatnya. tetapi dalam hal ini guru tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena jika terjebak dalam situasi yang demikian pilihan untuk mengejar target kelulusan memang dirasa lebih baik, alasannya tentu demi kebaikan siswa. Karena membiarkan ancaman siswa tidak lulus juga tentu akan berpengaruh buruk terhadap siswa yang bersangkutan. Guru hanyalah pelaksana kebijakan, sebaiknya pembuat kebijakan yang lebih bijaksana dalam menentukan kebijakannya dan memperhatikan segala kebaikan dan keburukan dari setiap kebijakan yang diputuskannya.

    ReplyDelete
  44. Aristolanika
    14305141053
    Math E 2014

    The national test always make student and teacher become dizzy, the specially is teacher, so teacher mush give mathematical lesson to student with shortcut to get result the question.., finally lessson of mathematic will make student become poor mathematical intuition. Whereas mathematical intuition is very important to develop kreativity

    ReplyDelete
  45. Risnawati Amiluddin (13709251022/P.MAT A)
    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Menurut Kant, matematika akan menjadi ilmu dan bermanfaat jika ia bersifat sintetik a priori. Matematika sebagai pure logic yang bersifat analitik, dikorespondensikan ke dunia nyata dalam ruang dan waktu berdasarkan pengalaman atau intuisi, inilah matematika sebagai suatu ilmu.

    Andaikan kita sepaham dengan Imanuel Kant dalam memandang matematika sebagai suatu ilmu yang bersifat sintetik a priori, maka penanaman konsep matematika yang bersifat formal pada anak (siswa) haruslah dibangun dalam kerangka ruang dan waktu, berdasarkan pengalaman dan intuisi siswa. Siswa harus mampu membangun pengalaman mereka sendiri, mampu membangun intuisi mereka sendiri, dan mampu membangun pengetahuan mereka sendiri, dan kemudian difasilitasi oleh pendidiknya ke dalam bentuk matematika yang lebih formal (matematika konsep).

    Terimakasih

    ReplyDelete
  46. (14709259005, PM P2TK)
    Intuisi dalam matematika berperan dalam meningkatkan kreativitas. Untuk membangun intuisi tersebut hendaknya siswa diberikan kesempatan untuk terlibat dalam pengalaman matematika. Namun karena sistem pendidikan yang berlaku saat ini, baik guru maupun siswa merasa terburu-buru dan dikejar-kejar dalam menjalani proses pembelajaran. Jalan pintas pun diambil: guru kurang memberikan apersepsi dan materi prasyarat, dan langsung pada pembahasan soal; sedangkan siswa memilih untuk mengikuti bimbingan belajar yang menawarkan berbagai macam rumus praktis tanpa tahu bagaimana memperolehnya. Dengan fakta demikian, di manakah celah untuk membangun intuisi siswa untuk kemudian membangun kreativitasnya..

    ReplyDelete
  47. Assalamualaikum. Wr. Wb
    Weni Gurita Aedi. P. Mat B (14709251012)
    Intuisi dapat diperoleh dari pengalaman-pengalaman siswa. Intuisi yang dimiliki siswa dapat mengembangkan kreativitas siswa itu sendiri. Namun saat ini masih terdapat banyak siswa yang kehilangan intuisinya karena sistem pembelajaran yang kurang tepat. Metode tradisional atau ceramah dapat menghambat intuisi seorang siswa karena pembelajaran yang berpusat kepada guru. Dengan pemberian rumus-rumus praktis dengan soal-soal yang pemecahan permasalahannya sudah di tentukan oleh guru tanpa disadari hal tersebut juga dapat membuat para siswa terhambat pada kreativitasnya dan sedikit demi sedikit kehilangan intuisinya. Terima kasih
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  48. Ass.
    Mhs IP S3 B (rosidah)

    Mengajar matematika yang efektif memerlukan pemahaman tentang apa yang siswa ketahui dan perlukan untuk belajar dan kemudian memberi tantangan dan mendukung mereka untuk mempelajarinya dengan baik. Sedangkan para siswa harus belajar matematika dengan pemahaman, secara aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Sekian dan terimakasih.
    Salam.

    ReplyDelete
  49. Norma Eka W
    11313244011
    P Mat Inter 2011

    Menurut Kant (Wilder, R. L. , 1952), matematika harus dipahamai dan dikonstruksi menggunakan intuisi murni, yaitu intuisi “ruang” dan “waktu”. Konsep dan keputusan matematika yang bersifat “synthetic a priori” akan menyebabkan ilmu pengetahuan alam pun menjadi tergantung kepada matematika dalam menjelaskan dan memprediksi fenomena alam.
    intuisi matematika tentunya sangat diperlukan bagi siswa yang belajar matematika karena hal itu akan sangat membantu kelangsungan pembelajarannya. dengan menggunakan intuisi, kita sebagai pendidik pun jadi lebih tahu apa yang diinginakn dan dibutuhkan oleh siswa sehingga kita tidak salah dalam menyampaikan materi.

    ReplyDelete