Feb 12, 2013

Sekolah Bertaraf Internasional



Pengembangan Sekolah Menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)


Oleh Marsigit

Ass Wr Wb

Bersama ini kami sediakan Forum untuk diskusi mengenai aspek pengembangan sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Kami mengharap agar forum ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak baik Guru, Mahasiswa maupun klhalayak umum.


Khusus untuk mahasiswa S1 Pendidikan Matematika yang menempuh kuliah Pychology of Mathematics Learning saya tugaskan untuk membuat Makalah Ilmiah bertemakan aspek pengembangan SBI dengan berdasar perkuliahan, pengalaman dan karya penulis (Marsigit).

Sedangkan untuk mahasiswa S2 yang menempuh mata kuliah saya Filsafat Ilmu saya beri kesempatan untuk menulis Artikel tentang pengebangan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) ditinjau dari aspek filsafatnya.

Adapun bagi para guru, maka Forum ini dapat digunakan untuk mengutarakan pendapat dan pertanyaan perihal aspek pengembangan sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional.

Berikut saya sampaikan butir-butir pemikiran (sebagai prolog) dari hasil Supervisi Monitoring dan Evaluasi ke sekolah RSBI menuju SBI tahun 2011, sbb:

" Singkatnya agar sekolah RSBI bisa menjadi SBI harus mempunyai IKKT (Indikator Kinerja Kunci Tambahan) dari pencapaian 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan. Rumusnya adalah SBI = RSBI + X, dimana X adalah IKKTnya. Unsur X tidaklah dapat didefinisikan secara pasti karena hal ini tergantung konteks sekolah dan dimensi pencapaiannya. Namun dari bermacam-macam indikator tambahan yang mungkin, berikut saya sampaikan indikator tambahan yang menonjol. Perlu diingat, berdasarkan hasil supermonev yang saya lakukan, maka terdapat indikator yang seharusnya immanent dan imbeded dalam sekolah.

1. Sekolah SBI haruslah merupakan kebutuhan Daerah dan masyarakat setempat disamping sebagai program Pemerintah Pusat berdasarkan peraturan perundangan. Oleh karena itu dukungan stakeholder dan komitmen daerah sangat diperlukan, baik yang berupa kebijakan yang mendukung maupun berujud dukungan anggaran.

2. Untuk memperoleh dukungan dan komitmen stakeholder, harus terdapat interaksi yang sinergis diantara mereka; terutama sekolah harus terus melakukan sosialisasi dan komunikasi agar diperoleh pemahaman dan pengertian serta adanya rasa memiliki dari masyarakat akan perlu adanya SBI di daerahnya.

3. Sekolah SBI haruslah didukung oleh komponen-komponen yang juga bertaraf internasional. Delapan pilar Standar Pendidikan Nasional ditambah Indikator Kinerja Kunci Tambahan diharapkan memberikan panduan agar suatu RSBI mampu menuju atau menjadi SBI.

4. Tidaklah mudah mencapai IKKT. Kecenderungan secara nasional dan hasil monitoring saya di beberapa RSBI menunjukkan bahwa secara hakiki masih terdapat fakta bawaan yang bersifat tersembunyi yang menjadi kendala bagi suatu RSBI untuk bisa menjadi SBI. Fakta tersebut antara lain metode pembelajaran yang masih bersifat TRADISIONAL dengan ciri-ciri: a) teacher-centered, b) delivery-method, c) directed-teaching, d) dominasi guru (guru mendominasi inisiatif), e) guru masih menjadi satu-satunya sumber belajar, f) guru hanya menggunakan metode tunggal yaitu metode ekspositori (ceramah), g) guru tidak sabar dan merasa sangat terbebani dengan UNAS, h) guru aktif, siswa pasif, i) text-book dan UNAS oriented, dst.

5. Untuk menjadi SBI maka diperlukan metode pembelajaran bertaraf internasional (tentu Standar Proses dapat menjamin kesana). Kecenderungan metode bertaraf internasional adalah pembelajaran yang berorientasi kepada siswa dengan pendekatan konstruktivisme, dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) berorientasi kepada siswa, b) hands-on activity, c) murid secara aktif membangun pengetahuannya dengan cara berdiskusi, mempresentasikannya dan mengambil kesimpulan secara mandiri, d) guru menggunakan metode dan media yang beraneka ragam, fleksibel dan dinamis, e) pengelolaan kelas yang melayani kebutuhan belajar beraneka kemampuan siswa, f) belajar melalui kerjasama dan diskusi, g) belajar sesuai dengan konteksnya, dst

6. Masih terdapat kekeliruan persepsi secara fundamental dalam hal: pengelolaan kelas bertaraf internasional, pemanfaatan media pembelajaran, dan pengembangan sumber belajar. Hampir di setiap RSBI, pengelolaan kelas masih merupakan persoalan, tetapi sebagian guru dan sekolah ybs kurang menyadarinya. Pengelolaan kelas cenderung stagnan, tidak dinamis dan belum berbasis kepada kebutuhan belajar siswa.

7. Terdapat suatu RSBI di mana setting kelas dipatenkan sedemikian rupa sehingga semua kelas mempunyai desain huruf U untuk menata kursi-kursinya. Dari awal pelajaran hingga akhir pelajaran, setting huruf U tetap dipertahankan bahkan dari hari kehari, minggu ke minggu. Ini adalah suatu contoh kurang pahamnya sekolah dalam hal pengembangan pengelolaan kelas oleh para guru-gurunya.

8. Terdapat banyak guru RSBI yang menganggap bahwa setiap penggunaan LCD atau presentasi Power Point telah menjamin bahwa pembelajaran telah menjadi baik. Yang terjadi adalah bahwa justru sebaliknya, yaitu bahwa dengan penggunaan LCD dan presentasi Power Point bahkan semakin memantapkan karakter pembelajaran tersebut yang bersifat teachered-centered.

9. Guru bertaraf internasional adalah guru yang mempunyai pengalaman mengembangkan sendiri berbagai macam sumber belajar, media, alat peraga dan Lembar Kerja Siswa. Dari beberapa sekolah bahkan RSBI masih terdapat sekolah dimana guru belum pernah membuat LKS. Mereka hanya membeli LKS dan memandang LKS hanya sebagai kumpulan soal. Hal ini sangatlah keliru. LKS bukanlah sekedar kumpulan soal, melainkan merupakan wahana bagi siswa untuk menemukan rumus, prinsip, dalil, atau kesimpulan lainnya. Keadaan demikian sedikit banyak juga karena ditentukan oleh kebijakan Kepala Sekolah.

10. Guru bertaraf internasional adalah mereka yang mampu mengomunikasikan pengalaman mengajarnya. Pengalam mengajar yang layak dikomunikasikan secara internasional adalah pengalaman mengajar sebagai KEGIATAN PENELITIAN. Dari hasil monitoring RSBI, saya belum menemukan satupun guru yang menerapkan bahwa mengajarnya sebagai kegiatan penelitian. Maka agar guru mampu menjadi guru bertaraf internasional, salah satu caranya adalah merubah paradigma dan menerapkan paradigma baru yaitu bahwa "MENGAJAR ADALAH KEGIATAN PENELITIAN".

11. Guru bertaraf internasional adalah guru yang mampu menjelaskan mengapa menggunakan metode tertentu, mengapa menggunakan media tertentu, mengapa melakukan kegiatan tertentu, dst. Artinya, guru bertaraf internasional adalah guru yang mampu berkomunikasi tentang konsep atau hakekat segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan mengajarnya. Untuk mencapai hal demikian, maka guru perlu terus menerus belajar dan memperharaui pengetahuannya dengan cara membaca, mengikuti seminar dan workshop. Bacaan guru ditingkatkan menjadi sama atau lebih dengan bacaan guru-guru di luar negeri.

12. Guru bertaraf internasional adalah guru yang AKUNTABEL. Akuntabel maksudnya adalah guru mampu mempertanggungjawabkan secara ilmiah perbuatan mengajarnya baik kepada diri siswa, kepada Kepala Sekolah, kepada masyarakat, negara, maupun kepada komunitas pendidik. Wahana yang sangat baik untuk mewujudkan akuntabilitas mengajar guru adalah Lesson Study.

13. Guru bertaraf internasional adalah guru yang SUSTAINABEL. Sustainabel artinya adalah membudayakan perubahan. Wahana yang sangat baik untuk membudayakan perubahan adalah Lesson Study.

14. Guru bertaraf internasional adalah guru yang profesional. Hakekat profesional adalah melakukan pengembangan kompetensi mengajarnya secara ilmiah berdasarkan hasil-hasil penelitian dan referensi tingkat internasional. Salah satu wahana untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah Lesson Study.

15. Kepala Sekolah bertaraf internasional juga harus mampu mengomunikasikan segala macam kebijakan, pengembangan dan manajemen sekolahnya, secara hakikinya.

16. Kepala Sekolah bertaraf internasional adalah Kepala Sekolah yang AKUNTABEL. Kepala Sekolah yang akuntabel harus mampu mempertanggungjawabkan pengembangan dan implementasi program sekolah secara ilmiah kepada negara, masyarakat baik nasional maupun internasional.

17. Kepala Sekolah bertaraf internasional adalah Kepala Sekolah yang SUSTAINABEL. Kepala Sekolah yang sustainabel adalah Kepala Sekolah yang mampu membudayakan perubahan dan mempromosikan inovasi bertaraf internasional atas segenap unsur sekolahnya.

18. Siswa bertaraf internasional adalah siswa yang mampu mengomunikasikan dunia kesiswaanya ditataran internasional dengan tetap berpegang kepada jati diri atau nilai-nilai lokal dan mempunyai pengetahuan dan ketrampilan global.

19. Agar sekolah bisa menjadi SBI maka perlu mengembangkan JEJARING SISTEMIK mulai dari tingkat sekolah, masyarakat, daerah, nasional, ragional dan internasiona. Kerjasama internasional dan benchmarking perlu diimbangi dengan keteguhan jati diri yang kokoh dan kerampilan serta pengetahuan yang cukup. Jika tidak maka seorang Profesor dari MIT Melbourne bahkan pernah mengingatkan "HATI-HATI DENGAN BENCHMARKING, JIKA TIDAK WASPADA MAKA HABISLAH RIWAYAT SEKOLAHANMU". Ingat bahwa Dunia adalah hutan rimba yang bisa menjadi sangat kejam dan buruk walupun juga bisa menjanjikan.

20. Untuk menuju SBI maka saya menyarankan agar "terjemah dan diterjemahkanlah antar semua unsur di sekolahan, masyarakat, daerah, pemerintah pusat dan atau bahkan dunia internasional". Itulah hakekat sekolah yang hidup. SBI adalah hidup. Hidup adalah proses, berubah dan berkembang. Janganlah pernah mengatakan hanya "pernah memperoleh prestasi", tetapi katakanlah juga "insyaAllah sedang mengukir dan akan memperolah prestasi".

21. Persoalan tersembunyi lainnya yang belum tergali yang dapat menjadi kinerja tambahan adalah BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU SECARA ALAMI, HAKIKI DAN MEMBUDAYA dalam lingkung sekolah. Lesson Study merupakan salah satu jawaban untuk itu. Maka salah satu usaha agar sekolah bisa menjadi SBI adalah mengembangkan Lesson Study di lingkungan sekolah, MGMP atau daerah masing-masing.

22. SBI tidaklah mungkin dicapai secara mandiri. Kerjasama dengan universitas sangat diperlukan, karena universitas menyediakan stok nara sumber dan akses kerjasama luar negeri. SBI memerlukan expert dari universitas maupun dari luar negeri untuk mensupervisi sekolah dan praktik pembelajarannya.
...


Demikian sebahagian dari hasil monitoring saya ke RSBI. Semoga Forum ini merupakan bentuk komunikasi kongkrit dalam rangka memperolah gambaran dan solusi yang komprehensif dan mendasar mengenai penyelenggaraan Kelas atau Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Kontribusi mahasiswa dan khalayak ramai dapat ditulis dan dilihat melalui Comment yang tersedia.

Atas partisipasinya, kami menguapkan terimakasih.

Ws. Wr. Wb.

Marsigit

42 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Memiliki standar yang tinggi dapat meningkatkan kualitas suatu sekolah, Untuk menjadi SBI maka diperlukan metode pembelajaran bertaraf internasional (tentu Standar Proses dapat menjamin kesana) dan tenaga pendidik yang juga bertarag internasional. banyak lembaga atau instansi baik negeri dan swasta yang mengaku telah berstandar internasional dengan menyediakan kelas bertaraf internasional namun hal itu tidak didukung oleh metode dan tenaga pendidik yang sesuai, banyak dari mereka hanya berorientasi agak lembaga nya terkenal atau di gandrungi oleh calon pembelajar. padahal untuk menjadi seseorng dengan standar international dibutuhkan banyak komponen internasional, bukan sekedar sebatas nama dan fasilitas saja.

    ReplyDelete
  2. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Sekolah Berstandar Internasional atau SBI merupakan sekolah yang dapat dikatakan sebagai sekolah unggulan dan menjadi favorit bagi sebagian masyarakat. Namun, sekolah yang bertaraf RSBI dengan sekolah reguler tidak memiliki perbedaan dalam kualitas yang di dapat. Perbedaan hanyalah terdapat pada biaya sekolah yang lebih mahal. Dengan biaya yang sangat tinggi ini namun tidak diikuti dengan sistem pembelajaran serta fasilitas yang memadai pula. Penghapusan SBI terjadi karena pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan SBI belum memahami apa tujuan dan manfaat SBI sesungguhnya.

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam pengembangan SBI di era kapitalis-sekuler itu tidaklah mudah, karena membutuhkan persiapan yang matang baik dari instrumen pendidikan, siswa, maupun guru. Wajar jika sekarang pemerintah menganulir adanya SBI ini, karena dunia yang selalu berkembang dengan adanya globalisasi dan MEA ini maka indonesia mau tidak mau harus ikut dalam kancah internasional tersebut.

    Persiapan instrumen pendidikan juga memerlukan konsep yang matang karena nanti akan berimplikasi kepada penerapan dalam kegiatan belajar mengajar, siswa dan guru pun harus menyiapkan diri di antaranya dengan membekali bahasa asing seperti bahasa inggris. Tidak semua guru dan siswa menguasai bahasa tersebut dengan baik. Hal itu menjadi beban tersendiri bagi siswa dan guru.

    Perkembangan SBI di era kapitalis-sekuler juga bisa berpotensi berbahaya. Karena dengan adanya SBI ini berarti adanya budaya asing yang bebas masuk ke Indonesia. Hal itu diperparah dengan sistem pendidikan sekulerisme yang memang mengesampingkan adanya Tuhan. Jika siswa dan guru tidak dibekali dengan takwa dan ilmu yang memadai, bukan tidak mungkin siswa dan guru akan “terseret” ke dalam budaya barat yang destruktif.

    Penanaman ketakwaan dan pembekalan ilmu yang memadai mutlak diperlukan dan hal itu akan optimal jika dilakukan oleh sebuah negara. Namun, faktanya indonesia sendiri kurang memberikan pembinaan ketakwaan dan pembekalan ilmu. Maka, bisa jadi ini menjadi “bom waktu” yang akan mendestruksi nilai pendidikan bagi negara Indonesia.
    Karenanya penting bagi suatu negara membina ketakwaan warga negaranya, khususnya siswa dan guru. Hal ini tidak akan sempurna tanpa adanya aturan atau sistem yang benar dan pemimpin yang amanah.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.


    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pada sekolah bertaraf internasional pada intinya mengharapkan pembelajaran yang bertaraf internasional juga, yaitu pembelajaran yang inovatif, student centered, guru sebagai fasilitator. Guru yang menggapai kesempatan adalah membuat siswanya menggapai kesempatan juga. Guru harus bisa menjadi progressive educator dan public educator. Progresive Educator, pendidik adalah tidak sekedar pengajar, peserta didik tidak lagi sekedar menerima ilmu tetapi anak telah merasa membutuhkan ilmu sehingga mereka akan mengembangkan sendiri kemampuannya menjadi sesuatu yang kreatif. Public Educator, merupakan pembelajaran berbasis masalah yang ada dalam kehidupan. Matematika bukan lagi menjadi ilmu yang abstrak tetapi konkret. Apabila menjadi guru yang inovatif, maka dalam kondisi apapun, SBI ada atau SBI dihapuskan tetap akan berguna. Karena saat ini kurikulum 2013 pun jug menuntut pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  5. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menuju perubahan dari sekolah RSBI mejadi sekolah SBI tidaklah mudah, karena sekolah tersebut haruslah mempunyai KTTI sebagai suatu faktor pendukungnya. Pendukung SBI juga haruslah ada pada masyarakat atau stakeholder yang berketerkaitan dengan hal itu agar masyarakat dapat mengetahui apakah daerahnya diperlukan SBI atau tidak. akan tetapi kecenderungan pembuatan SBI yang telah digaungkan oleh pemerintah ini terdapat pula kendala dari interennya seperti Siswa, guru bahkan kepala sekolahnya. maka apabila kita ingin membentuk SBI haruslah ada dukungan dari internal maupun eksternalnya.

    ReplyDelete
  6. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman saya terkait sekolah bertaraf nasional.
    Tahun 2009 di Kota Pontianak baru ada 1 SMA Negeri yang berlabel “RSBI”, ayah saya pun mendaftarkan saya ke sekolah tersebut. Berbagai tes masuk dilakukan hingga tes kemampuan Bahasa Inggris. Alhamdulillah saya lolos.
    Menjadi angkatan pertama RSBI artinya kami bisa juga dikatakan sebagai uji coba. Menggunakan buku paket berbahasa inggris dan kelas dengan fasilitas khusus saat itu kami merasa benar-benar sebagai siswa RSBI. Namun sayangnya, saat itu kualitas guru belum memadai karena kebanyakan guru masih menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran sehari-hari. Kami sebagai siswa juga sebenarnya merasa belum siap termasuk saya. Finally, sebelum sekolah ini berubah menjadi SBI, akhirnya RSBI dihapuskan.
    Hal penting yang didapat disini adalah kesiapan dari segala lini. Sekolah bukan ajng coba-coba. Semoga pemerintah ke depannya dalam mengambil kebijakan apapun dapat dipikirkan skala jangka panjang dan yang terpenting adalah kesiapan dari segala lini. Khususnya adalah kesiapan tenaga pendidik, yakni guru. Salam guru berkualitas.

    ReplyDelete
  7. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Untuk menjadi sekolah bertaraf internasional diperlukan kerja sama dari seluruh komponen sekolah. Karena untuk menjadi SBI tidaklah mudah. Harus ada syarat untuk mencapai semua itu. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan pada sistem yang ada di sekolah agar dapat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan siswa. Karena siswa juga memiliki peran dalam mewujudkan sekolah berstandar internasional. Intinya harus saling bahu membahu diantara semua komponen sekolah yang ada.

    ReplyDelete
  8. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Elegi hasil monitoring bapak Prof. Marsigit ke RSBI diatas menyajikan informasi yang penting bagi kita semua sebagai bagian dari semesta pendidikan. Dari sisi metode SBI cenderung pada pembelajaran yang berorientasi pada siswa dengan pendekatan kontruktivisme. Kontruktivisme pada intinya siswa belajar untuk menjadi seorang peneliti, belajar menemukan sesuatu yang sifatnya ilmiah. Posisi guru hanya sebagai fasilitator atau semacamnya dimana guru tidak dikatakan sebagai pengajar tapi lebih kepada pembimbing sama seperti seorang mahasiswa ketika menyusun karya ilmiah sebagai tugas akhir, skripsi misalnya. Guru hadir sebagai penunjuk jalan, korektor, penyedia segala sesuatuyang bisa membantu siswa berkarya. Oleh karnanya sangat berbeda dengan pembelajaran tradisional. Guru mendominasi dengan metode tunggal yang cenderung digunakan ketika pembelajaran dilakukan serta orientasi atau tujuan pembelajaran untuk siswa agar lulus UNAS. saya kira yang tidak kalah penting adalah peran dan dukungan seluruh komponen pendidikan yang sifatnya kolektif dan sistemik.


    ReplyDelete
  9. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Menurut saya, sekolah bertaraf internasional itu sangat bagus. Karena berdasarkan pengalaman di daerah saya SMP RSBI benar-benar menghasilkan lulusan yang bagus. Karena mereka menggunakan bahasa Inggris lebih baik daripada lulusan dari sekolah sekolah lain. Pembelajaran mereka pun berbeda dengan sekolah non RSBI. Mereka lebih banyak praktik dan menggunakan laboratorium. Pembelajaran dengan menggunakan LCD dan komputer itu sudah lumrah. Saya sangat salut dengan adik saya yang pernah bersekolah di sana. Namun sayangnya RSBI dihapuskan dan pada akhirnya pembelajaran di sana kembali menjadi seperti sekolah kebanyakan. Ini untuk pengalaman sekitar tahun 2012.

    ReplyDelete
  10. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Sekolah Bertaraf Internasional merupakan predikat yang dulu diberikan kepada sekolah yang memenuhi syarat tertentu. Sebagai sekolah berlabel SBI tentunya pembelajaran di kelas haruslah baik, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran yang berpusat kepada siswa, tidak berpusat kepada guru (tradisional). Tidak beda jauh dengan kurikulum 2013 sekarang yang mengharuskan pembelajaran di dalam kelas menggunakan model student centered.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  11. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY 2016

    Menjadi sekolah bertaraf Internasional merupakan harapan bagi setiap sekolah, akan tetapi untuk mewujudkan sebuah sekolah berstandar internasional dibutuhkan kontribusi dari seluruh elemen pendukung pendidikan, dari kebijakan pemerintah (terkait dukungan baik material maupun moril) baik pemerintah pusat maupun daerah, dukungan dari masyarakat setempat, dukungan sumber daya dari sekolah, dan yang tidak kalah penting adalah input siswa yang memenuhi standar internasional. Semua itu merupakan satu-kesatuan yang harus dipenuhi untuk membangun suatu sekolah berstandar internasional. Fakta yang saya peroleh dari diskusi bersama teman guru, adalah pada sebagian sekola/madrasah baik pada tingkat sekolah dasar sampai menengah atas masih belum didukung dengan fasilitas dengan standar minimal dan peningkatan standar kompetensi guru perlu dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan. Upaya ini tidak hanya dilakukan/difokuskan pada rintisan sekolah berstandar nasional, tetapi juga sekolah-sekolah yang ingin maju menuju jenjang rintisan sekolah berstandar nasional. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju. Amin.
    Wa'alaikumsalam Wr.Wb.

    ReplyDelete
  12. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    SBI pada tujuan awalnya adalah hal yang baik, yaitu meningkatkan kemampuan siswa dalam bahasa Inggris. Agar siswa memiliki nilai jual lebih tinggi daripada siswa lain. Akan tetapi belakangan ini oleh pihak sekolah digunakan sebagai sarana mencari dana untuk mengembangkan sekolah. Akan tetapi untuk sekolah-sekolah yang berada di pusat kota biasanya kualitas juga pasti akan baik ketika SBI itu dijalankan.

    ReplyDelete
  13. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Sekolah bertaraf internasional pada abad keduapuluh satu ini sudah merupakan sebuah kebutuhan karena pendidikan era ini menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun dari hasil pemantauan pada artikel di atas, pelaksanaan SBI dan RSBI ini masih jauh dari kesempurnaan. Salah satu kritikan pada pelaksanaan SBI dan RSBI adalah tentang keprofesionalan guru. Keprofesionalan guru dalam pelaksanaan ini bukan dilihat dari unjuk kemahirannya menggunakan ICT dalam pembelajaran seperti menjelaskan dengan menggunakan ppt, tetapi lebih kepada bagaimana cara guru dengan menggunakan ICT bisa memfasilitasi agar siswa aktif dalam mengkontruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  14. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Pada artikel diatas diketahui bahwa salah satu cara untuk menjadi guru yang akuntabel, sustainabel, dan profesional adalah dengan dilakukannya Lesson Study. Lesson study adalah model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (Sumar Hendayana, 2009)

    ReplyDelete
  15. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Banyak lembaga atau instansi baik negeri dan swasta yang mengaku telah berstandar internasional dengan menyediakan kelas bertaraf internasional namun hal itu tidak didukung oleh metode dan tenaga pendidik yang sesuai, banyak dari mereka hanya berorientasi agak lembaga nya terkenal atau di gandrungi oleh calon pembelajar. Menjadi sekolah bertaraf Internasional merupakan harapan bagi setiap sekolah, akan tetapi untuk mewujudkan sebuah sekolah berstandar internasional dibutuhkan kontribusi dari seluruh elemen pendukung pendidikan, dari kebijakan pemerintah (terkait dukungan baik material maupun moril) baik pemerintah pusat maupun daerah, dukungan dari masyarakat setempat, dukungan sumber daya dari sekolah, dan yang tidak kalah penting adalah input siswa yang memenuhi standar internasional.

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Menjadi sekolah bertaraf Internasional merupakan harapan bagi setiap sekolah, akan tetapi untuk mewujudkan sebuah sekolah berstandar internasional dibutuhkan kontribusi dari seluruh elemen pendukung pendidikan, dari kebijakan pemerintah (terkait dukungan baik material maupun moril) baik pemerintah pusat maupun daerah, dukungan dari masyarakat setempat, dukungan sumber daya dari sekolah, dan yang tidak kalah penting adalah input siswa yang memenuhi standar internasional.

    ReplyDelete
  17. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Uraian Prof. Marsigit tentang pengembangan Sekolah Menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) sangat runut dan komprehensif. Tidak hanya di kaji dari aspek konseptual dan aspek yuridis, tetapi juga dengan landasan filosofisnya. Menurut saya, RSBI menjadi SBI merupakan cikal bakal perwujudan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu berdaya saing secara global. Pembenahan tidak hanya dari aspek sekolah tetapi diintensifkan ke dalam pembelajaran meliputi buku, materi, kepala sekolah, guru, dan siswa. Akan tetapi, ketika saya menjadi guru di salah satu RSBI terdapat penyimpanan seperti yang disampaikan Prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  18. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Saya sependapat dengan Prof. Marsigit bahwa banyak penyimpangan yang terjadi ketika implementasi RSBI dilakukan. Guru yang belum siap, masih menggunakan metode lama yaitu ekspositori dan hanya mengganti bahasanya dengan bahasa inggris yang terbatas. Siswa menjadi bingung dan tidak paham dengan yang dijelaskan. Kemudian LKS yang digunakan hanya sekedar translate dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

    ReplyDelete
  19. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Mungkin RSBI dapat menjadi baik, apabila SDM, Sarana dan Prasana, Kurikulum dan aspek-aspek yang mendukung RSBI harus menjadi perhatian khusus dan dipersiapkan dengan matang.

    ReplyDelete
  20. 16701251016
    PEP B S2

    Untuk mencapai segala sesuatu maka perlu usaha, dan srtiap usaha selalu terkait dengan daya dukung yang lain. Stakeholder. Maka jika dalam lingkup sekolah daya dukung ini adalah meliputi siswa, orang tua siswa, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana dll sehingga dalam sistemnya akan terwujud standar yang semakin baik jika sistem juga tertata dengan baik.
    Namun pendapat saya mengenai sekolah selain standar internasional yang terpenting adalah output, atau lulusan dati sekolah tersebut yang berkualiatas. Dinyatakan sekolah tersebut bagus tidak hanya dalam sistem nya saja, namun lulusan nya mampu berdaya saing dengan kompetrnsi yang mumpuni dalam segala disiplin ilnu secara terspesifik.

    ReplyDelete
  21. martin/Rwanda
    PPS2016PEP B
    To my mind, the school to be called international, there must be the following criteria:
    1. Transferability of students’ education across international schools
    2. A moving population (higher than in national public schools)
    3. Multinational and multilingual student body
    4. An international curriculum (i.e. IB - DP, MYP, PYP)
    5. International accreditation (e.g. CIS, IBO, North Eastern ASC, Western Ass. of Schools and colleges, etc.)
    6. A transient and multinational teacher population
    7. Non-selective student enrollment
    8. Usually English or bi-lingual as the language of instruction

    ReplyDelete
  22. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    S2 PEP B 2016

    Saya hanya berpendapat bahwa untuk menjadi Sekolah Bertaraf Internasional yang diperlukan hanya KOMITMEN dan PROFESIONALITAS. Ketika kedua hal tersebut akan menutupi keseluruhan 22 point yang Anda sebutkan diatas, atau yang Anda sebutkan sebagai "The X-Factor" untuk merubah RSBI menjadi SBI. Komitmen dari pemangku kebijakan sekolah sangatlah penting. Ketika kepala sekolah dan wk. kurikulum tidak mampu bersikap konsisten dan tidak percaya diri tamatlah riwayat sekolahnya. Ketika para guru hanya sekedar menunaikan kewajibannya sebagai seorang guru tanpa melihat perkembangan peserta didik sesuai perkembangan zaman, maka tamatlah riwayatnya.
    Intinya adalah ikhlas dalm mendidik dan menciptakan dunia yang lebih baik. Lupakan masalah formalitas antara RSBI dan SBI, itu hanya ikon. Namun cobalah untuk merintis sendiri, jika apara guru dan kepala sekolah memang memahami frasa sekolah internasioanl, maka dengan senirinya ia aka menjadi Sekolah Bertaraf Internasional.
    Komitmen, Profesionalitas, dan lupakan aspek formalitas ikonik RSBI dan SBI.

    ReplyDelete
  23. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    point ketigabelas dari artikel ini adalah Guru bertaraf internasional adalah guru yang SUSTAINABEL. Sustainabel artinya adalah membudayakan perubahan.
    membudayakan perubahan berarti guru yang selalu mencari cara agar pembelajaran selalu memiliki inovasi baru sehingga pembelajaran bisa menjadi lebih baik adri waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  24. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Banyak kesalahan persepsi terhadap bagaimana sekolah bertaraf internasional seharusnya. Untuk menjadi sekolah bertaraf internasional maka perlu juga bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di luar negeri untuk menggapai jejaring sistemik. Menjalin hubungan dengan sekolah di luar negeri dengan bertukar persepsi atau pendapat tentang pendidikan, bagaimana mengembangkann pendidikan yang ada, maka akan membantu sekolah untuk berkembang dan maju.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  25. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Sekolah berstandar nasional sekarang sudah dihapuskan. Sebenarnya, menurut saya sekolah berstandar internasional akan menjadi sekolah yang bagus jika dikelola dengan sistem yang benar-benar bertaraf internasional. Guru yang mengajar disana juga paham benar dengan pendekatan pembelajaran dan juga materi yang benar-benar bertaraf internasional. Dengan demikian juga perlu adanya pembinaan khusus untuk guru-guru pengajar sekolah bertastandar Internasional

    ReplyDelete
  26. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Yang saya pahami, di sekolah di luar negeri kebanyakan menggunakan sistem penelitian. Mereka menyukai hal-hal yang berbau eksperimen. Mereka sangat aktif dalam membuat suatu alat peraga, menemukan suatu benda untuk kegiatan pembelajaran dan mampu untuk merefleksikannya. Jadi bukan hanya teacher-centered. Siswa diminta aktif dan mereka sebenarnya sudah aktif sendiri. Jangan dimarahi jika ada siswa bertanya atau melakukan kesalahan, karena itulah pangkal dari pandai dan landasan dari ilmu memang berawal dari kesalahan. Seperti ilmuwan-ilmuwan terdahulu.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  27. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Masih menjadi hal yang banyak terjadi dimasyarakat tentang kesalahan konsep mengenai sekolah standar internasional. Kebanyakan masyarakat melihat SBI ini hanya dari aspek bahasa pengantar yang digunakan saja. Padahal jika kita mengkaji lebih lanjut, indikasi sekolah bertaraf internasional bukanlah semata-mata terbentuk hanya karena bahasa pengantar yang digunakan bahasa inggris. Akan tetapi lebih dari itu, dimana dalam sekolah SBI sejatinya salah satunya lebih berfokus pada strategi dan metode pembelajaran. Metode bertaraf internasional disini maksudnya adalah pembelajaran yang berorientasi kepada siswa dengan pendekatan konstruktivisme.

    ReplyDelete
  28. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) adalah sekolah yang diselenggarakan dengan kurikulum berkarakte-ristik Indonesia tapi bertaraf internasional. SBI dalam pembelajaran di sekolah menggunakan pengantar bahasa Inggris pada kelompok mata pelajaran berkategori hard science seprti matematika, fisika, kimia, biologi dan teknologi informasi, yang memang membutuhkan pertukaran dan kekinian informasi dari negara-negara lain yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan internasional. Sehingga dipersyaratkan juga gurunya harus mengusai bahasa inggris. Calon siswa harus lolos seleksi bahasa Inggris baik reading, listening, writing dan speaking. Walaupun demikian bahasa Indonesia tetap diajarkan, juga sebagai bahasa pengantar pada mata pelajaran tertentu seperti olahraga, sejarah, kesenian dll, supaya tidak melupakan jati diri bangsa.

    ReplyDelete
  29. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B S2 2016

    Pada umumnya sekolah disebut sebagai sekolah internasional antara lain memiliki ciri-ciri sebagai berikut : menjadi anggota atau termasuk dalam komunitas sekolah dari negara-negara/lembaga pendidikan internasional yang ada di negara-negara berkembang atau negara maju lainnya, terdapat guru-guru profesional dari dalam maupun luar negeri, dapat menerima peserta didik dari negara asing, terdapat kegiatan-kegiatan kultur sekolah, memiliki kegiatan pengembangan karakter peserta didik yang menghargai atau menghormati negara lain di dunia, dan yang terpenting guru dan siswanya menggunakan bahasa asing lainnya selain bahasa negara sendiri dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  30. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh Tata Ruang dan Segment Waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut di atas untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  31. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Sekolah bertaraf internasional tidak lepas kaitannya dengan guru yang mendidik didalamnya. Guru bertaraf internasional adalah guru yang mempunyai pengalaman mengembangkan sendiri berbagai macam sumber belajar, media, alat peraga dan Lembar Kerja Siswa.

    ReplyDelete
  32. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Ketika adanya SBI di Indonesia, seharusnya pemerintah memikirkan apa yang menjadi tujuan dibentuknya SBI. Kesiapan pemerintah kepada sekolah-sekolah didaerah benar-benar harus selaras sebelum membentuk SBI. Pendidik yang bertaraf internasional juga perlu. Pendidik dengan meningkatkan kualitasnya seharusnya melakukan lesson study dimana proses kolaborasi dari beberapa guru lainnya untuk pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. Sehingga guru bisa saling bercerita dan memberikan solusi. Pembinaan dan pelatihan ini akan memberikan pendidik acuan untuk lebih meningkatkan kualitas diri. Tidak hanya dari pendidik, tetapi kepala sekolah, sarana dan prasarana, media serta siswa pun harus diarahkan menjadi siswa yang mempunyai nilai-nilai lokal dengan keterampilan yang global.

    ReplyDelete
  33. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Ada beberapa sudut pandang negatif adanya SBI yang kemudian dirujuk menjadi RSBI yaitu adanya penekanan pada penggunaan bahasa Inggris sebagai medium of instruction di kelas oleh guru-guru yang baik kemampuan penguasaan materi, pedagogi, apalagi masih struggling in English jelas akan membuat proses KBM menjadi kacau balau. Program ini jelas merupakan eksperimen yang berresiko tinggi yang belum pernah diteliti dan dikaji secara mendalam dampaknya tapi sudah dilakukan di ratusan sekolah yang sebetulnya merupakan sekolah-sekolah berstandar “A”. Program ini sangat beresiko. Ratusan sekolah-sekolah berstatus Mandiri yang diikutkan program ini beresiko besar untuk mengalami kekacauan dalam proses KBM-nya. Berharap target yang tinggi dari guru yang tidak kompeten (atau kompetensinya merosot karena harus menggunakan bahasa asing) adalah kesalahan yang sangat fatal. Resiko kegagalannya sangat besar untuk ditanggung. Program SBI ini cenderung daoat menghancurkan best practices dalam proses KBM yang selama ini telah dimiliki oleh sekolah-sekolah Mandiri yang dianggap telah mencapai standar SNP tersebut.

    Fakta : Hasil Ujian Nasional baru-baru ini menunjukkan bahwa banyak sekolah-sekolah berstatus RSBI ternyata hasil UN-nya lebih rendah daripada sekolah-sekolah reguler lainnya. Banyak siswa RSBI yang bahkan tidak lulus dalam Ujian nasional tahun 2010. Ini adalah fakta keras yang menunjukkan bahwa program RSBI ini telah menghancurkan

    ReplyDelete
  34. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Sekarang ini secara formal, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI) telah dihapuskan beberapa waktu yang lalu. RSBI dan SBI yang dipahami oleh khalayak umum ialah identik dengan bahasa yang digunakan di dalam proses pembelajaran. Kebanyakan masyarakat menganggap hal ini lah yang menjadi perbedaan utama dan sekaligus menjadi keunggulan sekolah RSBI. Namun, ternyata melalui elegi ini dapat dilihat bahwa banyak sekali hal-hal pokok yang menjadi syarat sekolah RSBI menjadi SBI.

    ReplyDelete
  35. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Perubahan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) mesti melewati proses yang panjang. artinya perubahan tersebut tidak serta merta semudah membalikkan telapak tangan. Banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk perubahan RSBI menjadi SBI

    ReplyDelete
  36. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Kenyataan yang terjadi di lapangan mengenai perubahan RSBI menjadi SBI tidak membutuhkan proses yang matang. Perubahan terjadi cukup instan, sehingga terbukti SBI tidak mampu bertahan dalam penerapannya. Sehingga pada detik ini tidak ada lagi SBI seperti yang sudah-sudah sebelumnya.

    ReplyDelete
  37. Nuha FAzlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c2013

    RSBI ke SBI, sekolah berstandar internasional adalah sebuah simbol dari sekolah yang menuju sekolah yang berkemajuan, sekolah yang berkemajuan artinya sekolah yang sudajh tiudak lagi menggunakan cara tradisioonal, cara tradisional bukan cara yang buruk, namun cara yang taradisional adalah cara kurang menyrluruh, kurang bisa meberikan fasilitas kepada siswa, kurang memberikan proses yang membangun pada siswa,yang menganggapa siswa adalah empty vesel, yang jatuhnya akn mengurangi rasa kreatif, sehingga dengan sekolah berstandar internanional artinya sekolah sudah maju hingg bisa bersaig dengan internasional, artinyas ekolah apapun yang ada di seolah, guru kepala sekolah siswa leson plan, sumber belajatr metode belajhra pendektan belajar sudah bisa mengikuti ranah internsaional yaitu penmbelajaran yang student centered, membenagun pengetahuan siswa dan bisa memfailitasi siswa semaksimalmungkin

    ReplyDelete
  38. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Saya mempunyai pengalaman bersekolah di SBI ketika SMA. Menurut saya, pengalaman bersekolah di SBI sangat baik karena siswa dibimbing menguasai pelajaran dalam dua bahasa. Penggunaan lab, lcd, computer dan sarana lain menjadikan pembelajaran semakin inovatif dan siswa menjadi bisa mengeksplorasi diri dengan maksimal.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  39. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Untuk menjadi sekolah yang memiliki taraf internasional memang tidak mudah. Apalagi sekolah yang bertaraf SBI. Untuk mendapatkan taraf RSBI saja masih sulit. Jumlah sekolah SBI yang terdapat di Indonesia masih dikatakan sedikit. Ketika sekolah ingin menggapai standar taraf internasional, banyak yang harus dibenahi. Sekolah harus mempersiapkan SDM yang profesional dan bertaraf internasional, fasilitas yang digunakan juga memadai, sumber-sumber belajar yang lengkap, sarana prasarana yang mendukung, dan yang paling penting adalah sekolah itu memiliki siswa yang berkualitas.

    ReplyDelete
  40. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Saya pribadi tidak sependapat pada istilah ‘taraf internasional’ yang seringkali diplesetkan menjadi ‘tarif internasional’, dan malah menimbulkan polemik karena adanya unsur-unsur politik serta kepentingan individu atau kelompok serta masalah diskriminasi. Paradigma tentang SBI pun digiring sehingga menimbulkan kesan seolah-olah sekolah non BI tidakmemiliki kompetensi dan kesempatan yang sama dengan SBI. Padahal dari sisi sistem KBM dan kompetensi manusianya tidak berbeda jauh, hal ini terlihat dari beberapa point diatas. Menurut saya, hal ini tentunya menimbulkan dampak psikologis pada siswa-siswa maupun guru-guru dari sekolah non BI yang jumlahnya lebih banyak daripada SBI tersebut. Terbukti dengan telah dicabutnya status RSBI dan SBI ini. Meski begitu penelitian dan kritik yang membangun dari para akademisi tentunya sangat diperlukan dalam menjawab permasalahan untuk memajukan pendidikan di negeri ini.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  41. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dewasa ini sekolah SBI lebih dikenal sebagai sekolah dengan biaya yang mahal sehingga tidak semua anak memiliki kesempatan untuk bersekolah didalamnya. Maka saat ini penting untuk melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia. Tidak hanya menonjolkan satu sekolah tetapi pemerataan pendidikan sehingga semua sekolah dapat menjadi SBI. Maka para calon- calon guru pun juga harus mempersiapkan diri untuk menjadi guru- guru bertaraf internasional. Semua calon guru harus mempersiapkan diri menjadi guru bertaraf internasional agar seluruh siswa di Indonesia dapat merasakan dididik oleh guru- guru bertaraf internasional. Maka juga menjadi tugas LPTK agar tidak hanya satu kelas, tetapi seluruh lulusannya menjadi guru- guru bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  42. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Sekolah Internasional pernah menjadi primadona pada jamannya. Orangtua berlomba-lomba menyekolahkan anaknya di Sekolah tersebut/ Namun, Pada akhirnya sekolah bertaraf internasional atau SBI ini ditiadakan. Hal ini karena menurut MA tidak sesuai dengan peraturan perundang-udangan dimana seluruh warga negara mendapat hak ynag sama dalam mengenyam pendidikan. Berdasarkan pengalaman pribadi saya memang terdapat seperti kesenjangan antara kelas Sbi dan reguler. Misal dari segi fasilitas LCD, pendingin ruangan, buku, SPP dan sebagainya terdapat perbedaan yang lumayan signifikan. Hal ini baik langsung maupun tak langsung seolah memunculkan kecemburaan. Sehingga tepat jika program ini ditiadakan. Selain itu upaya mencapai universal value ini tidak dilandasi dengan local genius ynag matang. Dan akibatnya seperti ini.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id