Feb 12, 2013

Sekolah Bertaraf Internasional : Sebuah Epistemology


Oleh : Marsigit

Ass Wr Wb

Berikut saya sampaikan jawaban saya dari beberapa pertanyaan pembaca tentang aspek pengembangan SBI.

Dalam konteks Filsafat, maka aspek pengembangan SBI dapat dimasukkan ke ranah Epistemologi yang meliputi Sumber-sumber pemahaman SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan.


Dalam persepsi saya Sekolah Bertaraf Internasional, atau Sekolah Berstandar Internasional, atau World Class University, atau apapun namanya, dalam konteks ke Indonesiaan adalah suatu PROSES INTERAKSI antara DUA hal :
-Global VS Indonesia,
-Maju VS Berkembang,
-Sophisticated VS Traditional,
-Teori VS Praktek,
-Produk VS Proses,
-Pemerintah VS Masyarakat,
-Undang-Undang VS Implementasinya,
-Standard VS Non-standard,
-the Winner VS the Looser,
-the Best VS the Least,
-the Fact VS the Potentiality,
-the Idealism VS the Pragmatism,
-the Obligatory VS the Need,
-the Long Term VS the Short Term,
-Centralized VS Decentralized,
-International Value VS Local Value,
-Logic VS Action,
-Knowledge VS Experience,
-Terminal Point VS Starting Point,
-Ego VS Iklhas,
-Moving VS Steadily,
-TESIS VS ANTI-TESIS, dst.


Dengan konsep tersebut di atas maka persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh Tata Ruang dan Segment Waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut di atas untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif dan ekstensif.

Unsur-unsur berkonotasi TERMINAL POINT sengaja saya letakkan dibagian kiri misalnya Internasional, Standard, the Winner, dst.

Sedangkan unsur-unsur berkonotasi STARTING POINT saya letakkan di bagian kanan, misalnya Tradisional, Local, the Loser..dst.

Kondisi psikologis unsur-unsur TERMINAL POINT tentunya berbeda dengan unsur-unsur STARTING POINT.

Dengan kata lain, tantangan pengembangan SBI ke depan adalah seberapa jauh dan bagaimana mampu segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut TERJEMAH dan DITERJEMAHKAN atau saling BERSINTESIS secara sinergis, ekstensif dan intensif.

Faktanya (bagian kanan), yang didukung EVIDENCES ternyata bahwa TIDAKLAH MUDAH melakukan hal tersebut di atas.

Kalau boleh dikatakan bahkan SANGAT SULIT DIWUJUDKAN disebabkan oleh adanya SIFAT EGO yang menonjol, menguasai dan membatasi ruang gerak unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut.

Dalam jangka waktu pendek, hal demikian kelihatan bersifat KONTRA PRODUKTIF, tetapi dalam jangka panjang (setelah mungkin ganti generasi) akan memberi harapan.

Hypothetical analyses saya menyimpulkan bahwa dalam 100 tahun, bangsa kita masih kalah dengan bangsa Jepang, Cina dan Amerika; tetapi kita akan melihat kejayaan Indonesi setelah kurun lebih dari 100 tahun (alih beberapa generasi).

Maka tantangan pengembangan SBI secara konseptual atau secara hakikinya, tidak cukup hanya menemukan anti-tesis tetapi juga MENSINTESISKAN antara TESIS dan ANTI-TESIS.

Apa yang sedang saya lakukan ini adalah kegiatan SINTESIS atas tesis-tesis dan anti tesisnya.

Ruang dan Waktu akan menjadi saksi, kemana dan sampai kapan dan sampai dimana perjalanan bangsa ini khususnya nasib pengembangan SBI.

Demikian semoga memberi kontribusi. Mohon maaf atas kurangnya.

Marsigit
Yogyakarta, 25 Desember 2011

30 comments:

  1. Rhomiy handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Semua hal dapat dipandang oleh filsafat termasuk permasalah SBI ini, menurut pandangan filsafat persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh Tata Ruang dan Segment Waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut di atas untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif dan ekstensif. intesif sedalam-dalamnya dan ekstensif seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  2. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Dengan adanya SBI, pendidikan di Indonesia diharapkan dapat maju seperti bangsa-bangsa lain di dunia. SBI tidak semata-mata pandai berbahasa Inggris. Pemangku program SBI hendaknya mampu pula memberi motivasi kepada seluruh komponen yang ada pada satuan pendidikan tersebut. SBI sesungguhnya baik apabila mampu mensinergikan unsur-unsur pokok SBI, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka waktu lama setelah Indonesia mungkin berganti generasi. Tentu harus ada dukungan dari berbagai aspek untuk mendukung dan mensukseskan progam SBI. Saat ini SBI sudah dihapus, karena progam tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun, pendapat saya pribadi bahwa SBI perlu terus diterapkan, karena apabila dijalankan dengan sebenar-benarnya dan sungguh-sungguh, dengan adanya SBI nantinya akan dapat memajukan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Perkembangan pendidikan negeri indonesia sekarang ini berada dalam tahap yang belum menunjukkan tujuan pendidikan itu sendiri. Pengembangan SBI diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di mata Internasional seiring dengan perkembangan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dan globalisasi yang sudah diterapkan di Indonesia. Namun, yang menjadi persoalan disini ialah kesiapan dari SDM baik siswa mapupun guru dan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Sekolah bertaraf nasional saja ada saja yang masih kurang dalam hal SDM dan sarana-prasarana.

    Akan lebih baik jika nanti tetap ada kebijakan SBI, pemerintah tetap lebih mengutamakan kualitas pendidikan taraf lokal maupun nasional yang masih perlu banyak perbaikan.

    Penerapan aturan kapitalis-sekuler yang dilanggengkan oleh para penjajah dengan dukungan penguasa yang menjadi pijakan bagi pendidikan indonesia, telah membuat tujuan pendidikan kian bias, pendidikan yang seharusnya membentuk individu bertakwa dan menguasai iptek kini mengalami pergeseran nilai, di mana pendidikan hanya dilihat dari sisi materi dan terkadang non-spiritual. Kebijakan bidang pendidikan pun seakan luput dari tujuan pendidikan itu sendiri.

    Oleh karenanya, indonesia membutuhkan suatu ideologi yang shahih, agar Indonesia tidak menjadi obyek bagi negara penjajah yang menganut ideologi kapitalis-sekuler. Jika penjajah menganut ideologi kapitalis sekuler, maka indonesia pun harus menganut ideologi yang menjadi tandingan ideologi penjajah. Ideologi tersebut tidak lain adalah ideologi islam yang berasal dari sang Khalik yang memiliki seperangkat aturan hidup yang komprehensif. Segala aturan hidup dalam islam hanya bisa di naungi oleh institusi negara, yaitu Daulah Khilafah Islamiyyah.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Sekolah Bertarah Internasional pada zamannya pernah diadakan di Indonesia, setiap sekolah Rintisan SBI didukung untuk menuju SBI. Menurut filsafat usaha menjadi SBI itu berart proses ada-mengada-mengada yang berdasarkan dari hati-pikiran-dan kenyataan. Hati menginginkan pembelajaran yang inovatif, pikiran memikirkan bagaimana caranya, dan kenyataan saat ini adalah pembelajaran masih banyak yang tradisional. Ada pembelajaran berbasis guru saat ini. Sistem, kurikulum, guru, sekolah merupakan pengada, yang akan mengadakan Sekolah Berbasis Internasional. Dalam memperjuangkan butuh ikhtiar dan doa yang ikhlas.

    ReplyDelete
  5. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam pengembangan SBI yang merupakan starting poin pada diri Indonesia sendiri merupakan suatu langkah agar bagaimana siswa-siswi di Indonesia dapat di asah secara lebih optimal di masing-masing sekolahnya untuk dapat menuju ke Terminal Poin. Kemajuan perkembangan pendidikan pun tidak serta merta dapat langsung kita rasakan dalam sekejap mata akan tetapi semuanya melalui proses, ketika Indonesia dapat bertahan menjalani rintangan dan hambatan yang dihadapinya pada saat menempuh proses itu maka kedepannya pendidikan di Indonesia akan dilihat sebagai sesuatu yang unggul dan mendunia.

    ReplyDelete
  6. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Sekolah Berstandar Internasional (SBI) merupakan tantangan terbesar untuk sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Karena untuk mencapai semua itu harus ada yang dikorbankan. Dalam memperjuangkan hal ini diperlukan kerja keras dan doa yang ikhlas, sehingga jika dilakukan dengan penuh kesungguhan diharapkan dapat memajukan pendidikan di Indonesia menjadi setara dengan pendidikan pada negara-negara maju.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Ruang dan Waktu akan menjadi saksi, kemana dan sampai kapan dan sampai dimana perjalanan bangsa ini khususnya nasib pengembangan SBI. Artikel ini sangat bermanfaat, salah satu yang dapat dijadikan sumber dalam pengelolaan SBI. Luar biasa.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dahulu Sekolah Bertaraf Internasional atau pernah diterapkan di Indonesia. Banyak sekolah yang mengejar predikat tersebut, sebagai sekolah bertaraf internasional. Sekolah yang memiliki label SBI, menerapkan sistem bilingual dalam pembelajarannya, yaitu menerapkan dua bahasa dalam proses pembelajaran, bahasa indonesia dan bahasa inggris. Namun dalam mewujudkan sekolah bertaraf internasional, dalam ruang dan waktu saat ini tidaklah mudah untuk mewujudkannya dalam waktu yang singkat. Namun untuk generasi Indonesia berikutnya diharapkan Indonesia mengalami kemajuan dalam tingkat Internasional.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Proses interaksi antara the Fact VS the Potentiality sebagaimana disebutkan dalam elegi diatas, hal ini yang ingin saya komentari. The potentiality adalah kemampuan yang hendaknya bisa dicapai atau potensi yang bergantung pada the fact atau daya upaya dalam mencapainya. Saya kira pertanyaanya apakah potensi yang hendaknya dicapai itu telah tercapai, apakah harus menunggu >100 tahun untuk menjawab ini. Jika benar rentang waktu >100 tahun yang diperlukan maka perjuangan dalam rangka mencapai titik puncak dari potensi itu menjadi abstrak untuk waktu sekarang. Sehingga semangat yang benar adalah semangat membangun tanpa berpikir kapan akan sampai pada titik puncakdari potensi tersebut.

    ReplyDelete
  10. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Secara filsafat pengembangan SBI termasuk ke dalam ranah Epistemologi yang meliputi Sumber-sumber pemahaman SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan. Jadi untuk mengembangkan SBI, harus adanya pemahaman tentang SBI dengan baik, sumber yang dipakai pun jelas dan sesuai dengan tujuan serta fasilitas dan hal lainnya yang mendukung dalam pembelajaran SBI.

    ReplyDelete
  11. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Trimakasih kasih Prof. Marsigit atas pengetahuan yang telah dibagikan kepada kami melalui artikel ini. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju, dan selalu mampu bersaing dikancah internasional. Amiin.

    ReplyDelete
  12. 16701251016
    PEP B S2

    Dunia ini antitesis dan tesis. Maka sebaik baiknya dunia adalah mensintetiskan seluruhnya. Dua sikap yang selalu beriringan bisa disebut sebagai dualis, maka sempurnalah dunia kareana ada sifat dan kontradiksi sofat. Jika hanya salah satunya maka itu adalah separuh dunia, belum sempurna.
    Jika melihat perkembangan bangsa indonesia dalam konteks kependidikan maka perlu sebuah persiapan yang matang. Pediksi seratus tahun lebih bangsa ini akan melihat bersaing di kancah global, maka d3gan sibtesis yang ada bukan menunggu, tapi kita kejar, untuk menggapau kesuksesan tersebut

    ReplyDelete
  13. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Sekolah-sekolah bertaraf internasional muncul di Indonesia sejak tahuan 1990an yang kemudian meluas di sekolah negeri dan swasta di berbagai kota besar. Sekolah ini berhubungan erat dengan perspektif global untuk membangun sekolah-sekolah berkinerja tinggi dengan karakteristik otonomi yang lebih lugas, kapasitas inovatif, kinerja berkualitas, dan orientasi nilai. Penerapan sekolah seperti ini biasa dilakukan oleh Negara-negara maju sementara Indonesia masih termasuk pada kategori Negara berkembang yang sampai saat ini masih belum dapat menentukan identitas pendidikannya. Maka dalam pengembangan dan implementasi SBI di Indonesia memiliki tantangan yang sangat besar baik dari segi epistemologi meliputi sumber-sumber pemahaman SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan seperti yang disebutkan pada elegi di atas.

    ReplyDelete
  14. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Sharing yang sangat luar biasa Prof. Saya tidak tahu apakah dalam pembentukan nya dulu telah dikaji dari sisi filsafatnya atau tidak. Sehingga yang terjadi adalah kebijakan tersebut setelah dibuat, selang tidak dalam waktu yang lama dihapus atau dibatalkan.Semoga para petinggi disana dapat melakukan kajian filsafat dengan Prof. Marsigit agar kebijakannya tidak asal dibuat.

    ReplyDelete
  15. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    SBI sesungguhnya baik apabila mampu mensinergikan unsur-unsur pokok SBI, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka waktu lama setelah Indonesia mungkin berganti generasi. Tentu harus ada dukungan dari berbagai aspek untuk mendukung dan mensukseskan progam SBI. Namun dalam mewujudkan sekolah bertaraf internasional, dalam ruang dan waktu saat ini tidaklah mudah untuk mewujudkannya dalam waktu yang singkat. Namun untuk generasi Indonesia berikutnya diharapkan Indonesia mengalami kemajuan dalam tingkat Internasional.

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Jika melihat perkembangan bangsa indonesia dalam konteks kependidikan maka perlu sebuah persiapan yang matang. Dalam pengembangan SBI yang merupakan starting poin pada diri Indonesia sendiri merupakan suatu langkah agar bagaimana siswa-siswi di Indonesia dapat di asah secara lebih optimal di masing-masing sekolahnya, Sehingga semangat yang benar adalah semangat membangun tanpa berpikir kapan akan sampai pada titik puncak dari potensi tersebut dan apa yang dilakukan juga menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  17. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Sekolah bertaraf Internasional sebetulny aadalah usaha Indonesia dalam menyesuaikan ruang dan waktu yang ada saat ini. Hal ini tidak bisa berefek seketika akan tetapi melelui sebuah proses yang panjang. Akan tetapi saat ini dihapuskan karena terdapat penyelewengan oleh beberapa oknum dan dasar hukum pelaksanaan ini juga belum kuat.

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    S2 PEP B 2016

    Banyak yang beranggapan bahwa, sekolah berataraf internasional sebagai seuatu yang terkesan borjuis. Saya sendiri memang, memanggap bahwa terdapat EGO besar dalam dunia pendidikan, terlebih pada "si Tertuduh Infinite Regress". saat ini SBI telah dihapuskan karena adanya desakan dari akar rumput yang menganggap bahwa model SBI adalah diskriminasi terhadap dunia pendidikan. Saya tidak menyalahkan para "Wakil dari Pemangsa Ruang dan Waktu", namun para "Penunggang Sembarani Infinite Regress" sendiri telah mengerdilkan konteks pendidikan yang mengarah pada kemajuan dengan membuat material menjadi raksasa dengan dalih sumber daya.

    ReplyDelete
  19. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    S2 PEP B 2016

    Adalah benar asumsi bahwa Indonesia tidak akan begerak maju dengan tidak adanya kesabaran dan konsistensi dari pemangku kebijakan. Indonesia tidaklah akan memiliki sekolah seperti yang kita rasakan sekarang apabila tak ada manusia seperti Kiai Ahmad Dahlan dan Ki Hajar Dewantara yang ikhlas dalam mebangun pendidikan. Lihatlah ikhlasnya Kiai Dahlan yang memabngun sekolah Islam bertaraf Internasional pertama bagi kaum pribumi. Ia membangun sekolah islam bergaya Belanda (modern) dengan dananya sendiri dengan ikhlas dan itulah sekolah Islam Modern pertama di Indonesia. Dari sisi organisasi Anda bisa melihat berapa ribu sekolah yang telah dibangun dan berapa ratus sekolah tinggi yang bisa memeprlihatkan tajinya di dunia Internasional. Jika tidak ada manusia macam Kiai Dahlan, maka tidak akan kalian rasakan model sekolah semacam sekarang. Kita hanya akan merasakan sekolah dengan tanpa media, sekolah tanpa bangku, sekolah tanpa papan tulis. Indonesia hanya akan belajar dengan gaya purba.

    ReplyDelete
  20. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Keberadaan Sekolah Bertaraf Interasional menurut Mahkamah Konstitusi bertentangan dengan UUD 1945. SBI dianggap sebagai bentuk baru dari liberalisasi dan dualisme pendidikan, serta berpotensi menghilangkan jati diri bangsa dan termasuk diskriminasi. Dalam SBI sarana dan prasarana lebih lengkap dibanding sekolah selain SBI, hal ini salah satu pemicu yang menimbulkan pembedaan. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip konstitusi yang harus memberikan perlakuan yang sama antarsekolah dan antarpeserta didik, terlebih kepada sekolah yang sama-sama sekolah milik pemerintah. Selain itu, penggunaan bahasa asing dalam proses belajar mengajar dianggap dapat melunturkan nilai nasionalisme pada peserta didik dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Sehingga diadakan penghapusan SBI yang dirasa tepat untuk menanggapi masalah-masalah diatas. Semoga dengan penghapusan SBI ini tidak berarti kemunduran mutu pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  21. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Terdapat pro dan kontra pada pelaksanaan sekolah bertaraf internasional. Nyatanya masih banyak sekolah yang berintiskan SBI belum sepenuhnya memenuhi syarat-syarat dengan fasilitas-fasilitas yang masih belum memadai. Ruang dan waktu yang akan menjawab perjalanan SBI di negara kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  22. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Sekolah bertaraf internasional akan menjadi semakin baik jika kurikulum yang dipakai juga berstandar internasional. Sehingga bukan hanya menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pembelanjaran. Tetapi lebih dari itu. Sehingga perngadaan sekolah berstandar inernasional dapat tercapai dengan maksimal.

    ReplyDelete
  23. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Menurut saya, menjadi sekolah standar nasional sebenarnya sudah sangat baik. Asalkan pihak sekolah dan guru konsisten mengembangkannya dan murid belajar dengan semestinya. Daripada kita dipusingkan dengan segala macam pikiran sekolah standar nasional dan internasional, maksud saya, sedangkan implementasinya kita terkadang kurang paham, lebih baiknya kita memperbaiki dulu apa yang ada, mulai dari prestasi kita di mata dunia dan mendidik anak-anak kita juga memberi ilmu sebaik mungkin.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Sekolah Berstandar Internasional atau SBI merupakan sekolah yang dapat dikatakan sebagai sekolah unggulan dan menjadi favorit bagi sebagian masyarakat. Namun, sayangnya dengan adanya sekolah bertaraf internasional tersebut menuntut siswa yang bersekolah di sana selain memiliki kemampuan intelektual yang baik tetapi juga dengan kemampuan ekonomi kelas menengah ke atas. Selain itu, bagi sekolah yang masih RSBI atau Sekolah Rintisan Berstandar Internasional, pengelolaan terhadap materi dan metode penyampaian materi pelajaran kepada siswa juga hapir sama dengan sekolah nasional pada umumnya. Dari metode mengajarnya juga masih tradisional di mana guru yang menjadi pusat pembelajaran dan bahasa pengantarnya juga masih menggunakan bahasa Indonesia, hampir sama dengan sekolah nasional pada umumnya, perbedaannya hanya adanya label sekolah yang berstandar internasional. Hal ini sangat disayangkan, seharusnya dengan adanya sekolah yang mendapat label RSBI maupun SBI mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dengan sekolah di luar negeri.

    ReplyDelete
  25. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B S2 2016

    Pada umumnya sekolah disebut sebagai sekolah internasional antara lain memiliki ciri-ciri sebagai berikut : menjadi anggota atau termasuk dalam komunitas sekolah dari negara-negara/lembaga pendidikan internasional yang ada di negara-negara berkembang atau negara maju lainnya, terdapat guru-guru profesional dari dalam maupun luar negeri, dapat menerima peserta didik dari negara asing, terdapat kegiatan-kegiatan kultur sekolah, memiliki kegiatan pengembangan karakter peserta didik yang menghargai atau menghormati negara lain di dunia, dan yang terpenting guru dan siswanya menggunakan bahasa asing lainnya selain bahasa negara sendiri dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  26. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Adanya SBI di Indonesia pada saat itu seharusnya memandang apa yang menjadi tujuan dibangunnya SBI. Apa-apa saja metode, sumber, struktur serta asal mula dibangunnya SBI. Sehingga prosesnya pencarian hal-hal tersebut bisa dijadikan alasan yang kuat kenapa Indonesia harus membangun SBI. Ini menjadi masalah yang penting ketika SBI muncul tetapi kualitas pendidikan di Indonesia sama saja seperti tidak adanya SBI karena juga tidak ada dukungan dari kualitas pendidik, sarana dan prasarana dan lainnya. Indonesia harus bisa mempunyai identitas diri dalam hal pendidikan. Sehingga tidak terpengaruh oleh arus global yang tidak pas dengan keadaan yang ada.

    ReplyDelete
  27. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Aspek pengembangan SBI dapat dimasukkan ke ranah Epistemologi yang meliputi Sumber-sumber pemahaman SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan.

    ReplyDelete
  28. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Teori Pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia (Wikipedia).
    Berdasarkan makna dari epistimologi itu sendiri, maka pandangan terhadap sekolah bertaraf internasional adalah seperti halnya harus memperhatikan kondisi yang realitanya ada, bukan berati tidak diperbilehkan membangun kesempatan yang lebih baik tetapi alangkah baiknya membangun apa yang seharusnya lebih dulu menjadi lebih baik, agar nilai yang diperolah lebih bermaknda dan tidak merugi pada semua aspek ataupun pihak.

    ReplyDelete
  29. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Menjadi sekolah bertaraf internasional bukanlah sesuatu yang mudah untuk diwujudkan. Apalagi apabila kita mau menengok pendidikan kita sekarang ini. Untuk bisa mencapai taraf internasional terdapat permasalahan kompleks yang perlu kita selesaikan terlebih dahulu. Mulai dari sistemnya, paradigmanya, praktik pembelajarannya, kualitasnya, dan lain sebagainya. Maka hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang mustahil tetapi tentu memerlukan proses yang panjang.

    ReplyDelete
  30. Nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    sekolah berstandar internatinla, worl class university dsb adalah istilah yang menujukkan kalau lembaga tersebut sudah mampu bersaing secar international atau miimal telah melaukukan proses kegitaan secara internationa, jadi tidak lepas yang namanya bahasa international yaitu bahasa inggris. tetapi dalam pbm khusuny pbm matmetaika, international class seharusnya diikuti deng metode, pendekatan, alat peraga, edia pembelajaran dan lesson plan yang mengikuti dunia international, artinya mengikuti kemajuannya, perkembanagnnya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id