Feb 12, 2013

The Nature of Teaching Learning Processes


By Marsigit
Yogyakarta State University

Some students learn best when they see what is being taught, while others process information best auditorily. Many will prefer movement or touching to make the learning process complete. The best approach to learning styles is a multisensory approach. This type of environment allows for children, who are primarily kinesthetic or motor learners, to be able to learn through touch and movement; it allows the visual learner to see the concept being taught, and the auditory learner to hear and verbalize what is being taught. Ideally, the best learning takes place when the different types of processing abilities can be utilized. Constructivists have focused more on the individual learner’s understanding of mathematical tasks which they face (von Glasersfeld, 1995 in Brown, 1997).

Educationists use the terms 'traditional' and 'progressive' as a shorthand way of characterizing educational practices. The first is often associated with the terms 'classical/ whole class', 'direct', 'transmission', 'teacher-centred/subject-centred', 'conventional', or 'formal'; and the second is sometimes associated with the terms 'individual', 'autonomy', 'constructive', 'child-centred', 'modern', 'informal', and/or 'active learning'. The lack of any clear definition of what the terms mean is one of the sources of misleading rhetoric of the practices. Bennett (1976) found evidence that the loose terms 'traditional' and 'progressive' are symbolic of deep conflicts about some of the aims of education. The main sociological point is that the terms 'progressive' and 'traditional' are emotionally loaded but lack any consensual meaning among practitioners or researchers (Delamont, 1987). He found that, in the UK, ever since 1948 there has been a division between those exposing traditional and progressive ideals, and that feelings about these ideals are bitter and vehemently held. Then, since 1970, there have been some investigations on how the teachers' behaviors attributed by the term of 'traditional' or 'progressive'. The most persuasive prescriptive theory of teaching was that reflected in the Plowden Report (1967) which, influenced by the educational ideas of such theorists as Dewey and Froebel, posited a theory of teaching which distinguished between progressive and traditional teachers.
Specifically, Paul Ernest (1994) elaborated issues of mathematics education as follows:
a. Mathematical pedagogy - problem solving and investigational approaches to mathematics versus traditional, routine or expository approaches? Such oppositions go back, at least, to the controversies surrounding discovery methods in the 1960s.
b. Technology in mathematics teaching – should electronic calculators be permitted or do they interfere with the learning of number and the rules of computation? Should computers be used as electronic skills tutors or as the basis of open learning? Can computers replace teachers, as Seymour Papert has suggested?
c. Mathematics and symbolization – should mathematics be taught as a formal symbolic system or should emphasis be put on oral, mental and intuitive mathematics including child methods?
d. Mathematics and culture – should traditional mathematics with its formal tasks and problems be the basis of the curriculum, or should it be presented in realistic, authentic, or ethnomathematical contexts?”


The current and future challenges of (mathematics) education is how to innovate traditional teaching into innovative teaching; in which, traditional teaching is characterized as teacher centered, teacher delivering method, teachers' domination of initiation, direct teaching, strong controlled teaching. And progressive teaching is characterized as students' centered teaching in which the students will take over their role in learning.

References:

........., 2009, Nature of the Students, Going to a public school, New South Wales,
Department of Education and Training. Retrieved 2009

Brown, T., 1997, Mathematics Education and Language: Interpreting Hermeneutics and
Post-Structuralism. Kluwer Academic Publisher: Dordrecht

Cockroft, H. W., 1982, Mathematics counts : Report of the Committee of Inquiry into the Teaching of Mathematics in School under the Chairmanship of Dr. W H Cockroft, London : Her Majesty's Stationery Office.

Ebbutt, S. and Straker, A., 1995, Mathematics in Primary Schools Part I: Children and Mathematics. Collins Educational Publisher Ltd.: London

Ernest, P., 1994, Mathematics, Education and Philosophy: An International Perspective.The Falmer Press: London.

Ernest, P., 2002, What Is The Philosophy Of Mathematics Education?
Paul Ernest University of Exeter, United Kingdom. Retrieved

Ernest, P., 2007, Mathematics Education Ideologies And Globalization. Retrieved


Furlong, J., 2002, Ideology and Reform in Teacher Education in England:
Some Reflections on Cochran-Smith and Fries. Retrieved

Glenn, A., 2009, Philosophy of Teaching and Learning "Your job as a teacher is to make every single student feel like a winner”. Retrieved

Grouws, A. D. and Cooney, J. T., 1988, Effective Mathematics Teaching : Volume 1, Virginia : The NCTM, Inc.

Jaworski, B., 1994, Investigating Mathematics Teaching : A Constructivist Enquiry, London : The Falmer Press.

Orton, A. and Wain, G., 1994, Issues in Teaching Mathematics, London : Cassell.
Runes, D.D.,1942, Dictionary of Philosophy. Retrieved 2007

Swanson, R.A. and Holton III, E.F., 2009, Foundation of Human Resources Development
: Second Edition, Berrett-Kohler Publisher Inc.

33 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Pada elegi “The Nature of Teaching Learning Processes”
    Paul Ernest ( 1994) menjelaskan tentang pendidikan matematika itu bagaimana, antara lain
    a . Pedagogi Matematika - pemecahan masalah dan pendekatan penelitian untuk matematika dibandingkan pendekatan tradisional , rutin atau ekspositori ? Oposisi tersebut kembali , setidaknya , dengan kontroversi seputar metode penemuan pada tahun 1960 .
    b . Teknologi dalam mengajar matematika - harus kalkulator elektronik diijinkan atau mereka mengganggu belajar dari jumlah dan aturan perhitungan ? Haruskah komputer digunakan sebagai keterampilan elektronik tutor atau sebagai dasar pembelajaran terbuka ? Dapatkah komputer menggantikan guru , seperti Seymour Papert telah menyarankan ?
    c . Matematika dan simbolisasi - harus diajarkan matematika sebagai sistem simbolik formal maupun penekanan harus diletakkan pada matematika oral, mental dan intuitif termasuk metode anak ?
    d . Matematika dan budaya - harus matematika tradisional dengan tugas dan masalah formal menjadi dasar kurikulum , atau harus itu disajikan dalam konteks yang realistis , asli, atau ethnomathematical "

    ReplyDelete
  2. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Setiap siswa memiliki kemampuan, karakteristik dan potensi yang berbeda-beda antara anak yang satu dengan yang lain. Sebagai seorang guru harus dapat menempatkan diri sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswanya tersebut melalui beberapa pendekatan. Cara mengajar yang biasa dipakai guru dalam proses pembelajaran ada 2 yaitu cara mengajar tradisional dan progresif. Dalam kegiatan mengajar yang berlangsung saat ini, kebanyakan guru menggunakan cara mengajar tradisional. Hal inilah yang perlu segera diubah sehingga dalam proses pembelajaran guru kearah yang progresif, yaitu pembelajaran yang berorientasi pada siswa, mengaktifkan siswa, dan tidak hanya berpusat pada guru.

    ReplyDelete
  3. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Menurut Soedjadi (2006:6), pembelajaran matematika merupakan upaya yang dilakukan oleh guru dalam membuat siswa belajar matematika secara optimal. Pada artikel disebutkan bahwa pembelajaran sering dikategorikan sebagai ‘tradisional’ dan ‘progresif’. Pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran progresif, sehingga pembelajaran tradisional yang sering digunakan guru diharapkan dapat beralih ke pembelajaran progresif. Dalam pembelajaran matematika diupayakan bahwa antara guru dan siswa saling membutuhkan, sehingga terjadi interaksi saat belajar matematika dalam kelas.

    ReplyDelete
  4. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Dalam proses pembelajaran di sekolah, guru harus dapat memahami setiap karakteristik dari siswa yang berbeda-beda, sehingga dapat menggunakan model pembelajaran yang bervariatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pembelajaran tradisional selalu diterapkan guru dalam proses pembelajaran. Akibatnya, siswa hanya pasif selama pembelajaran. Padahal di zaman yang semakin maju ini, guru dapat menggunakan pembelajaran progresif yang dapat menjawab kebutuhan siswa, sehingga siswa menjadi aktif dan pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  5. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Saa kira secara umum yang menjadi tantangan adalah pernyataan akhir elegi diatas yaitu bagaimana mengubah mengajar tradisional dengan mengajar inovatif yang progresif dimana siswa diberi kesempatan untuk mengambil alih peran belajar dalam. The best approach to learning styles is a multisensory approach. Pendekatan multi indrawi yang ditawarkan pada elegi diatas saya kira patut untuk dicoba karna belajar dengan melihat, mendengar, belajar melalui sentuhan, melihat atau bersentuhan langsung dengan konsep yang diajarkan akan menyajikan pembelajaran yang lebih menyentuh motoric siswa sehingga apa yang dialami dalam pembelajaran diharapkan akan tersimpan dalam long-term memory siswa

    ReplyDelete
  6. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Setiap siswa memiliki kemampuan, karakteristik dan potensi yang berbeda-beda sehingga harus mempersiapkan model pembelajaran yang bervariasi. Pada artikel disebutkan bahwa pembelajaran sering dikategorikan sebagai ‘tradisional’ dan ‘progresif. Namun, pembelajaran tradisional seharusnya mulai kita minimalkan dengan pembelajaran progresif yang pembelajrannya lebih memusatkan pada siswa, dan memberikan pengalaman kepada siswa, memberikan kesempatan kepada siswauntuk menemukan sendiri dan membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  7. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Siswa satu dengan siswa lainnya akan berbeda cara belajarnya, sehingga menjadi guru yang baik dengan melihat apa yang dibutuhkan siswa, apa yang membuatnya tertarik, apa yang siswa ingin ketahui. Pembelajaran yang menggunakan pengalaman, maka siswa melakukan proses menemukan pengetahuannya dengan guru sebagai pembimbing di setiap proses agar siswa tidak salah konsep. Memberikan kepercayaan untuk menemukan sesuatu, akan menumbuhkan sikap percaya diri pula kepada siswa dalam mengerjakan soal. Dalam hal semua itu, berharap bahwa siswa belajar dengan memperhatikan bagaimana cara ia mengembangkan potensinya didalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  8. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Selama ini pembelajaran tradisional selalu diterapkan guru dalam proses pembelajaran. Akibatnya, siswa hanya pasif selama pembelajaran.sehingga sudah saat nya guru berinovasi dalam proses belajar mengajar.disamping itu setiap siswa memiliki kemampuan, karakteristik dan potensi yang berbeda-beda antara anak yang satu dengan yang lain. Sebagai seorang guru harus dapat menempatkan diri sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswanya tersebut melalui beberapa pendekatan

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pembelajaran yang menggunakan pengalaman, maka siswa melakukan proses menemukan pengetahuannya dengan guru sebagai pembimbing di setiap proses agar siswa tidak salah konsep. guru dapat menggunakan pembelajaran progresif yang dapat menjawab kebutuhan siswa, sehingga siswa menjadi aktif dan pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  10. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Saya setuju dengan pendapat Von Glasersfeld mengenai pendekatan terbaik untuk gaya belajar adalah pendekatan multiindrawi. Pemanfaatan indera dalam proses pembelajaran terlebih matematika kemungkinan akan lebih besar dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Dengan pemanfaatan indera maka pembelajaran akan lebih bermakna karena bukan hanya sekedar mata dan telinga untuk mendengarkan konsep-konsep matematika, tetapi juga tangan (kulit) untuk memanipulasi obyek permasalahan matematika, serta lidah untuk berpartisipasi aktif memberikan respon argumen terhadap pembelajaran,

    ReplyDelete
  11. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Setiap siswa mempunyai cara belajar atau gaya belajar masing-masing. Dalam gaya belajar siswa yang berbeda-beda maka ini juga mempengaruhi siswa dalam mengerjakan soal. Selain itu metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan siswa. Dalam elegi membahas elegi metode pembelajaran tradisional dengan progresif. Harapannya sekarang yang inginkan oleh semua pihak bahwasanya pembelajaran tradisional dapat dikurangi dan lebih mengedepankan pembelajaran progresif, karena dengan pembelajaran progresif siswa akan mengambil alih peran mereka dalam belajar dengan begitu siswa dapat lebih aktif.

    ReplyDelete
  12. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    There is no such thing as "the perfect teacher." Giving a homily on what "good teachers" do appears to be unhelpful and unrewarding to those who want to improve their own practices. A far more helpful approach seems to be the study of teachers' beliefs, which inform and shape their actions. Constructivism lies at the heart of this endeavour, as it offers valuable insights into the cognitive as well as affective aspects of the relationship between teachers and their self-images, and teachers and students. Teaching is not merely information or knowledge, but mainly an expression of values and attitudes. What teachers usually get back from their students is what they themselves have brought to the teaching-learning process.

    ReplyDelete
  13. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Terdapat beberapa kendala dalam pendidikan di Indonesia saat ini, salah satunya yang masih menjdi kendala besar adalah mencari cara agar guru-guru di seluruh Indonesia agar bisa menciptakan inovasi baru demi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pembelajaran matematika. Salah satunya dengan adanya pelatihan sebenarnya mempunyai hubungan dengan inovasi. Namun pelatihan yang dilaksanakan merupakan pelatihan yang tidak bersifat menggurui guru. Dengan pelatihan tersebut maka diharapkan guru tradisonal dapat membuka hati dan pikirannya untuk meninggalkan cara lamanya dalam mengajar. Guru tak lagi otoriter terhadap siswa dalam proses pembelajaran dan dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk menciptakan media pembelajaran yang inovatif dalam rangka membantu siswa dalam proses pembelajaran. Serta guru lebih memberikan kesempatan lagi siswa untuk mengekspresikan pemikirannya di kelas dengan pembelajaran berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  14. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Elegi diatas menggambarkan tentang keadaan pendidikan di Alami atau pembelajaran tradisional. Sistem pembelajaran tradisional memiliki ciri bahwa pengelolaan pembelajaran ditentukan oleh guru. Peran siswa hanya melakukan aktifitas sesuai dengan petunjuk guru. Model tradisional ini lebih menitik beratkan upaya atau proses menghabiskan materi pelajaran, sehingga model tradisional lebih berorientasi pada teks materi pelajaran. Guru cenderung menyampaikan materi saja, masalah pemahaman atau kualitas penerimaan materi siswa kurang mendapatkan perhatian secara serius. Pembaharuan pembelajaran ini adalah pembelajaran Modern....

    ReplyDelete
  15. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Pembaharuan dari pembelajaran tradisional adalah pembelajaran Modern. Pembelajaran modern adalah salah satu hasil dari pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang mengubah konsepsi dan cara berpikir belajar manusia. Semakin meningkatnya perkembangan teknologi dan informasi tersebut mengakibatkan teori pembelajaran behavioristik dipandang kurang cocok lagi untuk dikembangkan bagi anak didik di sekolah. Oleh karena itu, munculah sebuah teori pembelajaran konstruktivisme sebagai jawaban atas berbagai persoalan pembelajaran dalam masa kontemporer dan perkembangan jaman yang semakin kompleks....

    ReplyDelete
  16. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Dalam memahami suatu materi siswa memiliki proses belajar yang berbeda ada yang menggunakan visual, audio, gerakan, dll. Sebagai seorang pendidik adanya keberagaman proses pembelajaran akan merangkul kebutuhan masing-masing siswa. Selain itu selalu adanya inovasi dan kreatifitas akan menjadi daya tarik siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  17. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Ada dua tipe metode guru dalam mengajar. Yaitu tradisional dan inovatif. Cara tradisional yaitu pengajaran masih berpusat pada guru, metode ceramah, dan guru lebih dominan. Sedangkan cara inovatif yaitu pembelajaran berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator. Lebih baik lagi jika siswa dikelompokkan berdasarkan cara belajarnya, seperti audio, visual, dan kinestetik sehingga materi dapat tersampaikan dengan efektif.

    ReplyDelete
  18. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Masih banyak persoalan yang terjadi dalam pembelajaran matematika. Seperti, pembelajaran matematika yang masih berpusat pada guru, sehingga harapannya dapat berganti menjadi pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Karena itulah, memerlukan banyak perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Lesson study mungkin bisa menjadi cara untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Post yang sangat menarik, terimakasih sudah memposting ini. Saya setuju dengan statement " The current and future challenges of (mathematics) education is how to innovate traditional teaching into innovative teaching; in which, traditional teaching is characterized as teacher centered, teacher delivering method, teachers' domination of initiation, direct teaching, strong controlled teaching. And progressive teaching is characterized as students' centered teaching in which the students will take over their role in learning."

    ReplyDelete
  20. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Karena dengan inovatif teaching maka siswa akan menjadi subjek proses pembelajaran yang akan meningkatkan potensi dan kreatifitas maupun intuisi belajar dari siswa, jiwa ingin tahu mereka tak terkekang oleh guru. Semoga dengan adanya pengertian ini akan semakin membawa pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. aamiin. terimakasih.

    ReplyDelete
  21. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam membina kegiatan/aktivitas siswa ini kiranya patut diingat agar tidak asal terjadi partisipasi/kegiatan siswa belaka, melainkan sudah diperhitungkan untuk membina dan melahirkan kegiatan yang kadar CBSA-nya(Cara Belajar Siswa Aktif) tinggi. Dan tolok ukur tinggi rendah kadar CBSA ini ialah tingkat taksonomi dari domain yang harus bergetar dalam PBM tersebut. Contoh : Membaca adalah KBM yang lebih bersifat Kognitif dengan getaran hanya/lebih banyak pada takosonomi kesatu atau dua saja (memahami/recall/ comprehension). Kadar CBSA ini akan meningkat bila KBM-nya bukan hanya membaca melainkan berdiskusi. Melalui diskusi ini maka sejumlah taksonomi lain yang lebih tinggi akan terbina.

    ReplyDelete
  22. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEB B S2 2016

    Cara belajar siswa satu dengan yang lainnya tentu saja tidak selalu sama. Siswa memiliki cara atau gaya belajarnya masing-masing. Perbedaan-perbedaan cara belajar ini di pengaruhi oleh banyak faktor. Bisa karena faktor keturunan atau karena faktor lingkungan sekitarnya.

    ReplyDelete
  23. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dari artikel ini disebutkan bahwa Tantangan saat ini dan masa depan pendidikan (matematika) adalah bagaimana berinovasi mengajar tradisional menjadi pengajaran yang inovatif; di mana, pengajaran tradisional ditandai sebagai guru berpusat, metode penyampaian guru, dominasi guru inisiasi, pengajaran langsung, mengajar dikontrol kuat. Dan mengajar progresif ditandai sebagai berpusat mengajar siswa di mana siswa akan mengambil alih peran mereka dalam belajar.

    ReplyDelete
  24. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Pengajaran tradisional jika ditinjau lebih mendetail memberikan makna bahwasnya dasar atau esesnsi yang mendalam dalam pembelajaran tersebut tidak dapat ditinggalkan. Hanya saja bagaimana mengubah pandangan tersebut, atau bahkan cara tersebut menjadi satu kemasan yang berbeeda, yang lebih inovatif, yang membangikitkan minat siswa sampai pada akhirnya yang menjadikan hasil belajar dan tujuan belajar siswa meningkat. hasil belajar tidaklah ditinjau dari penilain yang berupa score atay angka saja, tetapi bagaiaman siswa memahami memaknai apa yang dipelajarinya dan kemudian diimplementasikan dalam kehidupan mereka. maka tantangan bagi guru adalah mengubah pengajaran tradisional menjadi suatu pembelajaran yang sama dengan kekuatan dan cara yang berbeda.

    ReplyDelete
  25. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Cara belajar siswa bermacam-macam. Ada siswa yang lebih baik ketika belajar melalui visual, ada siswa yang lebih baik ketika belajar melalui auditori, dan adapula siswa yang belajar lebih baik melalui kinestetik. Melihat kenyataan tersebut, maka pembelajaran yang terbaik adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan multisensori. Dengan demikian, pembelajaran yang dilakukan akan dapat memfasilitasi siswa dengan cara belajarnya masing-masing. Di samping gaya belajar, guru juga perlu memahami karakteristik siswa yang lain sehingga guru dapat melakukan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Selain itu, pembelajaran yang baik merupakan pembelajaran yang student center. Guru perlu melakukan inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  26. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    say setuju jika kegiatan pembelajaran yang baik jika siswa dapat menggunakan seluruh indra untuk memesukkan informasi yang diperoeh ke dalam pikirannya, info tenatng bentuk, bau,banyak, warna, gerakan, dsb. dengan melihat benda nyata siswa dapat lebih bisa menangkap informai lebih baik disertakan dengan info audio yang diberikan oleh guru. namun dalam pelasanaannya kita bisa menggunakan itu dengan menerapkannya sesuai dengan ruang dan waktunya, ruang dan waktunya adalah tingkat kemapuan jean piaget (cognitiv level). jadi untuk siswa SMP bagaiaman siswa bisa menangkap informasi, untuk siswa SMA bagaiman siswa menagkap informasi? itu ada di jean piaget.semakin muda siswa harus melihat benda yang lebioh kongkrit, semakin dewasa isiwa sudah bisa melihat benda yang semakin abstark,

    ReplyDelete
  27. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam artikel dikatakan bahwa dalam pembelajaran sering dikategorikan sebagai tradisional dan progresif. Akan tetapi pembelajaran secara tradisional harus mulai diminimalkan dan lebih memperbanyak pembelajaran dengan menggunakan pengalaman siswa itu sendiri untuk menemukan pengetahuannya sendiri dengan arahan guru.

    ReplyDelete
  28. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Setiap orang itu memiliki perbedaan karakter. Maka sebagai guru, kita harus mengerti dan memahami setiap karakter pada siswa. Kita harus menempatkan diri sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Menyusun KBM sesuai RPP yang tidak hanya berpusat pada guru namun pada keaktifan siswa di kelas.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  29. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Kemampuan dan karakteristik siswa berbeda-beda, maka dalam proses pembelajaran, guru harus pintar dalam memilih metode yang bervariasi dalam mengajar untuk siswa yang kemampuannya berbeda. Selain itu juga dalam tulisan itu bagaimana pemanfaatan indra untuk pembelajaran. Pemanfaatan indera dalam proses pembelajaran terlebih matematika kemungkinan akan lebih besar dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Dengan pemanfaatan indera maka pembelajaran akan lebih bermakna karena bukan hanya sekedar mata dan telinga untuk mendengarkan konsep-konsep matematika, akan tetapi juga menggunakan indra yang lainnya.

    ReplyDelete
  30. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Siswa memiliki karakteristik dan gaya belajar masing-masing yang berbeda dengan siswa lain. Hal ini menuntut guru untuk mengembangkan kreativitasnya menentukan metode inovatif yang akan digunakan ketika pembelajaran. Guru harus mampu menyiapkan sebuah strategi utama dan strategi cadangan ketika mengajar di kelas. Guru harus mampu melibatkan peran serta siswa di dalam pembelajaran supaya siswa mampu belajar dengan menggabungkan pengetahuan dan pengalamannya langsung.

    ReplyDelete
  31. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Beberapa siswa belajar dengan lebih baik saat mereka melihat apa yang diajarkan (visual), beberapa belajar lebih baik saat mereka mendengarkan (auditory), dan yang lainnya lebih memilih gerakan atau menyentuh (kinestetik). Pendekatan gaya belajar terbaik adalah pendekatan multisensorik. Idealnya, pembelajaran terbaik terjadi ketika berbagai jenis kemampuan pemrosesan dapat dimanfaatkan. Namun tantangan saat ini dan masa depan pendidikan (matematika) adalah bagaimana berinovasi mengubah gaya pembelajaran tradisional menjadi pengajaran yang inovatif. Di mana gaya pembelajaran tradisional ditandai oleh peran guru yang dominan (teacher-centered), sedangkan pada gaya pembelajaran inovatif peran siswa lebih dominan (student centered).

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  32. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Belajar adalah suatu proses, yakni proses memberi dan menerima. Belajar sebagai karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, merupakan aktivitas yang selalu dilakukan sepanjang hayat manusia, bahkan tiada hari tanpa belajar. Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman. Hakikatnya belajar adalah kebutuhan setiap manusia yang hidup, maka akan terus berlanjut dan terus berproses.

    ReplyDelete
  33. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Mengutip kalimat dalam artikel di atas, “Some students learn best when they see what is being taught, while others process information best auditorily”. Beberapa siswa belajar lebih baik ketika mereka melihat apa yang diajarkan maka itulah penting bagi guru menampilkan yang terbaik untuk dilihat siswa selama proses pembelajaran. Sementara, proses lainnya seperti mendengarkan akan berbanding lurus dari hasil yang mereka lihat. Guru masa ini dituntut memiliki keterampilan dan kecakapan yang lebih baik, dari semua lini.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id