Feb 12, 2013

Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari


Ass, alhamdulillah...saya merasa terharu karena baru saya postingkan Judulnya, tetapi sudah mendapat tanggapan yang bersemangat dengan 7 (tujuh) komen. Semoga selalu tetap terjaga semangat. Amin.

Yang terjadi dengan awal posting ini adalah ketika saya membaca komen-komen Bapak/Ibu berkaitan Incommensurability dan Siswa Menentukan Kurikulum, saya menangkap ada nuansa kebingungan atau kepanikan (dalam tanda petik) dari para Guru, dikarenakan adanya kesadaran ontologis akan makna Dunia Lain dari Pendidikan yang saya Kenalkan dari Konteks Inggris. Jadi saya sedang melihat adanya gerakan sintesis  dari Tesis Dunia Sore Hari (mungkin, Pendidikan Tradisional Indonesia) terhadap Anti-tesis Dunia Pagi Hari (mungkin contohnya, Pendidikan Progressif Inggris). Dunia masing-masing dengan konteksnya itulah yang kemudian ingin saya tulis dan saya beri judul sebagai "Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari". Jika diperhalus maka judulnya menjadi "Kicauan Burung di Pagi Hari dan Engkerikan Jengkerik di Sore Hari". Judul yang setara dapat dibuat misalnya "Embun di Pagi Hari dan Hujan di Sore Hari". Agar tidak lupa menulisnya maka saya tuliskan judulnya dulu, kemudian akan saya lanjutkan jika sudah sampai waktunya.

Berikut sintesisnya:
Pagi dan Sore adalah Dunianya masing-masing lengkap dengan strukturnya, kontennya, aturannya, sifat-sifatnya. Bahwa Kicauan Burung itu dilazimkan terjadi di Dunianya Pagi hari, sedangkan Engkerikan Jengkerik dilazimkanterjadi pada Dunianya Sore hari. Bahwa Embun di lazimkan jatuh di Pagi Hari, sedangkan Hujan dilazimkan di sore hari. Itu semua adalah kewajaran dan hukumnya Sunatullah. Maka orang Jawa mengenal istilah "Ngebun-ngebun Enjang, jejawah Sonten" artinya adalah Lumrah bahwa Embun itu di Pagi hari dan Hujan di Sore hari, untuk melazimkan bahwa Meminang seorang Gadis itu juga merupakan suatu kelaziman, yang tidak perlu diper Herankan. Kemana arah pembicaraan saya?

Pagi Hari dan Sore Hari masing-masing adalah Dua Dunia dengan segala sifatnya dan kodratnya. Dia mempunyai Persoalannya masing-masing; dia mempunyai PERTANYAANNYA masing-masing. Jika kita kiaskan Dunia Pendidikan Tradisional Kita sebagai Dunia Sore, maka akan dijumpai segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya yang BERBEDA dengan segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya Dunia Progressif Inggris di Pagi Hari. Terkadang dijumpai bahwa Persoalan dan Pertanyaan tidak mampu melampaui Dunianya karena Kodratnya. Mereka terikat oleh Paradigmanya masing-masing; sedangkan Filsafat berupaya untuk melepas belenggunya.

Persoalan dan Pertanyaan dari Kita Guru-guru penghuni Dunia Sore Pendidikan Tradisional tidak mampu keluar dari pertanyaan: Bagaimana mengajar dengan baik?; Bagaimana menyampaikan materi dengan baik?, Bagaimana memberi bekal sebanyak-benyaknya?; Bagaimana menyelesaikan kurikulum?; Bagaimana membuat siswa merasa senang belajar?; Bagaimana mencapai kelulusan maksimal?; Bagaimana memotivasi siswa?; Bagimana memberi Appersepsi?; Bagaimana mengaktifkan siswa; Bagaimana menjelaskan materi dengan baik? Bagaimana mengajarkan materi yang sama, untuk siswa yang berbeda, dengan waktu yang sama, agar diperoleh hasil yang sama? Bagaimana agar siswa tertib mengikuti pelajaran?.....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Sore Pendidikan Tradisional, yang secara Laten dan Immanent selalu ada sebagai Ruh dan Jiwanya Dunia Sore. Paradigma itu meliputi: Transfer of knowledge; Transfer of learning; Murid sebagai Empty Vessel; External Evaluation (UN); Test Objective; External Motivation; Homogenous (Penyeragaman); Pendidikan adalah Investasi; Ilmu sebagai Struktur; Content Based Curriculum; Separated BasedCurriculum; Pendidikan bersifat tertutup..dst.

Persoalan dan Pertanyaan Guru-guru Penghuni Dunia Pagi Pendidikan Innovatif berakar dan membudaya meliputi: Bagaimana melayani kebutuhan siswa belajar?; Bagaimana mengembangkan LKS?; Bagaimana mengetahui Perbedaan Kemampuan siswa? Bagaimana menindaklanjuti keinginan siswa? Bagaimana memfasilitas agar pada waktu yang berbeda, siswa yang berbeda, dapat mempelajari matematika atai sain yang berbeda, dengan hasil yang tentunya okelah berbeda; Bagaimana mengembangkan assessment?; Bagaimana mengembangkan Portfolio siswa?;  Bagaimana mengembangkan Variasi Media, Variasi Metoda, Variasi interaksi; Bagaimana mengembangkan metode diskusi....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Pagi Pendidikan Inovatif yang secara Laten dan Immanent memang menjadi ciri khasnya Dunia Pagi.

Dengan susah payah saya berusaha menggambarkan bagaimana Sulitnya dan Pengorbanan memasuki dan berusaha beradaptasi dengan Dunia Baru yaitu dari Dunia Sore Tradisional menuju Dunia Pagi Inovatif. Diperlukan kondisi Ekstrinsik yang sangat kuat dari dalam diri berupa Niat, Semangat, Sikap, Pengetahuan, Ketrempilan dan Pengalaman agar perjalanan Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalaupun hal demikian sudah terpenuhi maka masih mengalami persoalan-persoalan dari Luar dirinya baik yang bersifat Ekstrinsik maupun Sistemik. Maka Hermenitika yaitu terjemahan dan diterjemahkan menjadi sangat penting agar seorang Guru dari Penghuni Sore Pendidikan Tradisional mampu Hijrah dengan kesopan santunan terhadap Ruang danWaktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau kita telah berusaha memasuki Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, maka kita menjumpai bahwa ternyata Nyanyian, Kicauan dan Serangga-serangga pun berbeda.

Itulah sekali lagi, betapa tidak mudah melakukan Inovasi Pendidikan. Secara filsafati aku menemukan bahwa Inovasi itu ternyata tidak lain tidak bukan adalah Diriku sendiri. Diriku itulah Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau di Pagi hari masih terdengar suara Jengkerik, maka gejala aneh apa yang sedang aku alami. Jika di sore hari turunlah Embun, maka gejala aneh apa lagi pula yang sedang aku alami. Sadar, sopan, dan santun terhadap Ruang dan Waktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Keterampilan dan pengalaman sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Diperlukan diri, orang lain, ekstrinsik dan sistemik, yang merupakan kesadaran bersama dan gerakan tindakan bersama untuk sampai kesana. Aku tidak bisa membayangkan jika diriku tidak menyadarinya; maka semua yang berasal dari luar diriku akan terasa sebagai beban bahkan bencana bagiku. Aku menjadi ragu-ragu apakah aku perlu bertanya perlukah aku atau bisakah aku mencegah diriku berpindah atau hijrah dari Sore menuju Pagi? Kadang-kadang aku juga bingung saat ini masih Sore atau sudah Pagi? Suara apakah itu? Apakah itu suara Jengkerik? ataukah suara Burung? Aku agak sulit membedakan karena sumber suaranya terlalu jauh dan lemah. Tetapi suara yang dekat ini walaupun keras, tetapi polanya tidak karuan, sehingga akupun sulit membedakan apakah suara Jengkerik atau suara Burung. Aku heran temanku itu, kenapa dengan lihainya bisa menirukan Kicauan Burung Cocak Rawa di Pagi hari? Walaupun demikian, bagaimanapun akau masih tetap bersyukur, karena setidaknya aku mulai bisa membedakan bahwa saatnya kini sudah mendekati Waktu Pagi. Ah..aku jadi agak malu jika ketahuan temanku, jika aku tidak mampu membedakan Sore dan Pagi bukankah itu metaforanya aku tidak mempu membedakan Tradisional dan Inovatif?

Di tengah kegalauan pikirku, muncul terang Filsafatku yang menuntun diriku yang mengatakan bahwa "bukankah perpindahan Sore menuju Pagi itu juga sebuah Kelaziman yaitu Sunatullah?" Oh kalau begitu aku telah menemukan kembali simpanan Filsafatku bahwa untuk Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, aku harus mengembangkan sopan santunku terhadap Ruang dan Waktunya. Di Pagi Hari nanti seakan aku tidak sabar ingin Berkicau layaknya Burung Cocak Rawa. Kicauanku akan aku selaraskan dengan Hakekat dan Sifat-sifat Dunianya Pagi. Itulah ikhtiarku. Itulah juga ketetapanku. Aku ingin mempelajari lebih lanjut Fenomena Incommensurability dan Fenomena Siswa Menentukan Kurikulum yang diberikan contoh oleh Dosenku. Aku tidak ingin hanya mengetahui, tetapi aku ingin menghayati dan mengimplementasikan, karena aku juga telah menemukan Ontologisnya bahwa Perbedaan Individu itu ternyata juga Sunatullah.

Di dalam jatuh bangunnya perjalananku ini, untuk mengisi sisa hidupku ini, agar konon mampu menjadi seorang Guru yang Inovatif, ternyata aku menemukan fakta baru lagi, karena semua yang baru aku ungkapkan itu hanyalah sebagian kecil dari aspek Hidupku, sedangkan dalam dan di luarnya, ini dan selebihnya ternyata aku harus memohon Pertolongan dan Memanjatkan Doa ke Hadlirat Allah SWT semoga apa yang aku sadari, aku cita-citakan di Ridai dan dikabulkan.

Amin.

45 comments:

  1. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Pendidikan merupakan titik sentral dalam menciptakan generasi yang shalih dan menguasai IPTEK. Karenanya, maka diperlukan inovasi pembelajaran baik metode maupun guru.

    Menurut saya, metode pembelajaran yang baik adalah metode pembelajaran berbasis akidah. Dimana setiap kegiatan pembelajaran, selalu dikaitkan dengan keberadaan sang pencipta. Metode pembelajaran ini juga mengajak siswa untuk berpikir kritis dalam menyikapi kehidupan. Sehingga, siswa merasakan bahwa apa yang ia pelajari berhubungan dengan dunia sekitar dan tertarik untuk mengamalkan dan menyampaikan.

    Metode ini terbukti mampu mencerdaskan akal/meningkatkan kemampuan berfikir anak (bukan sekedar menambah pengetahuannya), sekaligus mensholehkannya. Metode ini diadopsi dari Al-Qur'an.
    Berikut beberapa ciri-ciri metode Talqiyyan Fikriyyan:

    ✔ siswa memahami ilmu yang disampaikan gurunya

    ✔ ilmu yang disampaikan tuntas sehingga sampai pada taraf siswa meyakini ilmu yg ia terima

    ✔ ilmu yg diajarkan mungkin tidak terlalu banyak tapi siswa mampu menguasainya

    ✔ siswa terdorong untuk mengamalkan ilmu yang ia terima

    ✔ ilmu diajarkan sesuai dengan lever berfikir usia anak

    ✔ ilmu yg diajarkan tidak kognitif yg selalu terfokus pada hafalan

    ✔ mengajak siswa utk selalu berfikir

    ✔ siswa belajar tanpa beban

    ✔ siswa senang/minat terhadap pelajaran yg diajarkan

    ✔ membiasakan siswa utk selalu kreatif dan inovatif

    ✔siswa mampu mengindera suatu fakta dengan detail/rinci

    ✔ siswa mampu mempresentasikan ilmu yg sudah ia terima dgn detail dgn bahasanya sendiri (sesuai usia anak)

    ✔ membiasakan siswa mampu menyelesaikan persoalan hidupnya

    ✔ dan masih banyak lagi lainnya

    http://www.khoiruummah.sch.id/2016/03/keunggulan-metode-pembelajaran.html

    adapun guru yang baik dalam islam ketika memenuhi beberapa kriteria, di antaranya mendidik anak didiknya untuk berkepribadian Islam, menjadi teladan bagi anak didiknya, mendidik anak didiknya dengan keahlian dan spesialisasi di berbagai bidang.

    https://hizbut-tahrir.or.id/2014/05/07/revitalisasi-peran-guru-dalam-islam/

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  2. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Untuk mengubah dunia sore menjadi dunia pagi merupakan masalah pelik yang sulit untuk dirubah. Dunia pagi dan dunia sore memiliki pradigma masing-masing yang sulit untuk dirubah. Memiliki masalah dan pertanyaan yang berbeda. Mendengarkan kicauan burung nan merdu dipagi hari, atau mendengarkan “kicauan” jangrik yang menemani kita tidur dimalam hari. Keduanya merupakan suasana alam, dimana telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Baik jangkrik ataupun burung akan berkicau dan berderik sesuai waktu yang telah dikodratkan. Menjadi seorang gurupun diibaratkan demikian. Jika kita lebih memilih kita tentu akan memilih pendidikan yang inovatif yang memberikan kebebasan siswa untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Membiarkan siswa untuk berekplorasi untuk menemukan sesuatu yang baru. Siswa diberi keleluasaan menentukan sendiri pembelajaran seperti apa yang diinginkan dan peran guru hanya sebagai fasilitator. Dan ini adalah kodrat seharusnya setiap guru dalam proses pembelajaran. Berubah sesuai materi ataupun ilmu yang dipelajari, namun tetap “terasa Indah”.

    ReplyDelete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Forum Tanya jawab ke 64, burung di pagi hari, jengkerik di sore hari megisahkan tentang proses pembelajaran yang ada di Negara kita. Dalam proses beajar mengajar, ada dua metode yang digunakan oleh guru yang dianalogikan seperti burung di pagi hari, jengkerik di sore hari. Burung di pagi hari ini maksudnya adalah pembelajaran yang inovatif, sedangkan jengkerik di sore hari menggambarkan pembelajaran yang tradisional. Dengan pembelajaran inovatif, para siswa membangun dan mengembangkan pengetahuan siswa sendiri sehingga siswa berkembang menjadi pembelajar yang aktif dan kreatif. Peran guru adalah sebagai fasilitator. Para siswa menyadari kebutuhan mereka untuk belajar, bukan karena sebuah kewajiban. Sedangkan pembelajaran tradisional, guru memandang siswa sebagai obyek pembelajaran sehingga guru selalu mentransferkan pengetahuannya pada siswa. Akibatnya siswa menjadi pembelajar yang pasif. Selain itu, para siswa belajar karena sebuah kewajiban, bukan kesadaran akan kebutuhan siswa sendiri.

    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pagi dan sore memiliki sifat masing-masing.Begitu juga dengan matematika untuk transfer ilmu dan matematika yang inovatif. Masing-masing sisi memiliki peran sendiri yang berkaitan dengan ruang dan waktunya. Kita hidup bukan hanya di pagi hari atau di sore hari saja, namun keduanya secara bergantian. Untuk mencapai waktu yang berbeda tersebut diperlukan perjalanan waktu. Begitu juga untuk bergerak dari matematika transfer ilmu hingga ke matematika inovatif juga diperlukan proses. Bagi yang sudah nyaman dengan salah satu sisi maka akan mengalami guncangan untuk pindah ke sisi lain. Jadi, sebagai seorang guru tidak cukup hanya menguasai satu sisi saja. Akan lebih baik jika guru berusaha menyampaikan ilmu kepada siswa dengan menggunakan media ataupun metode pembelajaran yang inovatif. Sehingga kedua sisi matematika tersebut sama-sama berperan dengan baik.

    ReplyDelete
  5. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam pendidikan banyak para guru hanya melakukan apa yang telah menjadi sistem pembelajaran yang ada disekolah, dan sangat jarang sekali untuk melakukan inovasi-inovasi yang dimana akan berdampak postif bagi kemajuan siswanya tentunya. Karena ketika guru hanya mengandalkan keterampilan dan pengalaman nya saja itu tidaklah cukup, akan tetapi proses inovasi juga itu diperlukan orang lain, ekstrinsik dan sistemik yang merupakan kesadaran bersama untuk sampai pada pendidikan akan maju dan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktunya.

    ReplyDelete
  6. M A Kholiq Arfani
    13301241064
    PMI 2013

    tentang mengajar, sebagai guru apakah seorang guru dianggap baik ketika siswa-siswanya memahami materi dengan bagus? akan tetapi keberhasilan tidak hanya berasal dari guru tersebut tetapi juga dari beberapa faktor lain, salah satunya siswanya. sehingga yang harus dilakukan oleh guru tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga harus memotivasi siswanya untuk terus menajdi lebih baik dalam sgala hal termasuk belajar.

    ReplyDelete
  7. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Dalam proses pembelajaran, guru hanya melakukan apa yang ada dalam sistem pembelajaran di sekolah akibatnya guru dianggap sudah profesional ketika siswa memahami pelajaran. Guru seakan nyaman dengan sistem yang ada, sehingga belum mampu membuat gebrakan-gebrakan yang dapat memberikan motivasi terhadap siswa dalam belajar. Inovasi sebagai gebrakan dalam pembelajaran harus dibuat guru agara dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan siswa dalam belajar, sehingga siswa mengalami kemajuan dalam belajar.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Forum tanya jawab di atas merupakan lanjutan dari elegi Bapak sebelumnya tentang bagaimana siswa bisa menentukan kurikulum. Dari elegi Bapak sebelumnya terlihat jelas perbedaan yang menonjol antara sistem pendidikan di London dengan di Indonesia. Pertanyaannya sekarnag bagaiman bila Indonesia melakukan inovasi menuju ke arah seperti sistem pendidikan di London. Tentunya itu merupakan hal yang tidak mudah. Banyak sekali aspek yang menentukan dalam melakukan inovasi tersebut. Namun sbeelum kita ke arah sana, terlebih dahulu kita harusnya melakukan inovasi terhadap diri sendiri. Meningkatkan kemampuan kita sebagai pengajar profesional. Dengan harapan kualitas pendidikan Indonesia akan terus maju melalui peningkatan kualitas sumber daya pengajar.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Saya kira untuk dapat hijrah menuju paradigm pendidikan dunia pagi, harus didukung dan dilakukan secara bersama-sama. Selain kemauan secara intrinsic, perlu dukungan pihak lain yang sifatnya ekstrinsik dan dilakukan secara sistemik meliputi semua elemen dan komponen dunia pendidikan itu sendiri. Terlepas dari apakah pada pendidikan kita saat ini secara ekstrinsik dan sistemik apakah sudah didukung atau tidak maka saya kira perlu dipertanyakan pertanyaan-pertanyaan sebagaimana dunia pagi bagaimana melayani kebuthan siswa, bagaimana menindaklanjuti keinginan siswa dst. Sehingga dalam pikiran kita adalah bagaimana melayani siswa, bagaimana memahami siswa, menghindari praktek atau paradigm transfer knowledge kepada siswa.


    ReplyDelete
  10. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Forum tanya jawab di atas menceritakan tentang perbandingan pembelajaran tradisional dan inovatif. Dengan pembelajaran inovatif, para siswa membangun dan mengembangkan pengetahuan siswa sendiri sehingga siswa berkembang menjadi pembelajar yang aktif dan kreatif. Membiarkan siswa untuk berekplorasi untuk menemukan sesuatu yang baru. Siswa diberi keleluasaan menentukan sendiri pembelajaran seperti apa yang diinginkan dan peran guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  11. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Keberhasilan suatu pembelajaran ditentukan dari banyak faktor salah satunya kemampuan masing-masing guru dalam menciptakan proses serta suasana pembelajaran. Dari model yang tradisional atau konvensional memang banyak hal yang kurang, kemudian menjadi tanggung jawab seorang guru untuk melakukan pembelajaran yang inovatif fan kreatif. Sekarang ini memang zaman sudah modern, guru-guru juga sudah ada beberapa yang melakukan pembelajaran yang inovatif. Sehingga untuk kedepannya diharapkan guru terus mengembangkan keterampilannya dalam menyampaikan materi pelajaran dengan mengandalkan model-model pembelajaran, media, alat peraga dan banyak lagi untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Karena kegiatan yang dilakukan terus menerus, walaupun perubahan itu sedikit, setidaknya perubahan itu semakin lama akan semakin terlihat.

    ReplyDelete
  12. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Bukan hal yang mudah untuk merubah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Butuh Niat, Semangat, Sikap yang kuat dan Pengetahuan, Keterampilan dan Pengalaman banyak untuk melakukan itu semua. Dan setiap perubahan tentu akan memerlukan proses yang cukup lama. Berdoa dan mintalah pertolongan kepada Allah agar memudahkan langkah kita untuk menjadi yang lebih baik lagi. Karena tanpa pertolongan dari Allah, maka kita bukan apa-apa.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Metode pembelajaran yang baik adalah metode pembelajaran berbasis akidah. Dimana setiap kegiatan pembelajaran, selalu dikaitkan dengan keberadaan sang pencipta. Metode pembelajaran ini juga mengajak siswa untuk berpikir kritis dalam menyikapi kehidupan. Sehingga, siswa merasakan bahwa apa yang ia pelajari berhubungan dengan dunia sekitar dan tertarik untuk mengamalkan dan menyampaikan.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Berkaitan dengan ruang dan waktunya, kita hidup bukan hanya di pagi hari atau di sore hari saja, namun keduanya secara bergantian. Untuk mencapai waktu yang berbeda tersebut diperlukan perjalanan waktu. Begitu juga untuk bergerak dari matematika transfer ilmu hingga ke matematika inovatif juga diperlukan proses. Bagi yang sudah nyaman dengan salah satu sisi maka akan mengalami guncangan untuk pindah ke sisi lain. Jadi, sebagai seorang guru tidak cukup hanya menguasai satu sisi saja.

    ReplyDelete
  15. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Saya baru menyadari apa yang telah saya ungkapkan pada elegi sebelumnya belum memperhatikan ruang dan waktunya dunia pagi dan dunia sore. Apakah maksudnya ini kicauan burung merupakan karakteristik siswa di London dan derikan jangkrik adalah karakteristik siswa di Indonesia? Karena dunia pagi merupakan dunia di luar negeri dan dunia sore adalah di Indonesia. Memang karakteristik siswa di belahan dunia tersebut berbeda baik ruang yang meliputi kondisi lingkungan geologisnya dimana dunia sore lebih beragam serta waktunya dalam hal waktu pembelajaran (mungkin?). Jadi pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan karakteristiknya.

    ReplyDelete
  16. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dari uraian elegi prof ada proses yang tidak bisa dilupakan yaitu proses hermenitika, menerjemahkan dan diterjemahkan. Di dalam perubahan dari transisi dari dunia pagi menuju dunia sore, tentunya ada proses hermenitika kebutuhan atau aspek apa saja yang ada di dunia pagi dapat diterapkan di dunia sore. Apakah Media pembelajaran , Lembar Kerja Siswa (LKS) kemudian kurikulum nya diambil semua? tentunya tidak. Ada filter kebutuhan dimana esensi dunia pagi tidak sama dengan dunia sore.

    ReplyDelete
  17. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dengan adanya elegi ini, sangat membuka mata saya yang terbuai keindahan dunia pagi serasa bertanya mengapa dunia sore tidak seindah pagi. Karena semua ini ada ketetapan dari Allah SWT, manusia hanya bisa berusaha dan berikhtiar dengan menggunakan Logos kita seperti dunia pagi. Karena mereka selalu mencari perubahan untuk melejitkan potensi siswa secara maksimal.

    ReplyDelete
  18. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Pagi dan sore memang sesuatu yang berbeda akan tetapi selalu berdampingan. Akan saling bergantian satu sama lain, dan saling melengkapi. Dari forum di atas yang saat ini adalah mengoneksikan antara bagaimana guru mengajar dengan inovasi akan tetapi ketercapaian dalam materi itu haruslah juga bisa terpenuhi. Inilah yang harus kita rancang ketika kita menjadi seorang guru. Hal itu akan berefek positif pada kemampuan siswa dalam pembelajaran

    ReplyDelete
  19. martin/Rwanda
    pps2016 pep B
    in the elegi there is a key word incommensurability, i tried to look for the meaning of it but i found that it has relation with the revolution of science.In 1962 in independent, influential publications, Thomas S. Kuhn and Paul Feyerabend suggested the provocative idea that some scientific theories (concepts, paradigms, worldviews) separated by a scientific revolution are incommensurable. They have “no common measure.” The idea of incommensurability became central to both Kuhn’s historical philosophy and Feyerabend’s philosophical pluralism. In The Structure of Scientific Revolutions (1962), Kuhn 1996, cited in Thomas S. Kuhn on Incommensurability dramatically claims that the history of science reveals proponents of competing paradigms failing to make complete contact with each other’s views, so that they are always talking at least slightly at cross-purposes. Kuhn calls the collective causes of such miscommunication the incommensurability between pre- and postrevolutionary scientific traditions, claiming that the Newtonian paradigm is incommensurable with its Cartesian and Aristotelian predecessors in physics, just as Antoine-Laurent Lavoisier’s paradigm is incommensurable with that of Joseph Priestley’s in chemistry. These competing paradigms lack a common measure, because they use different concepts and methods to address different problems, limiting communication across the revolutionary divide.
    the main message found in the elegi is that the mathematics of morning means, innovative education of mathematics whereas the mathematics of afternoon is the traditional mathematics.

    ReplyDelete
  20. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Benar-benar bukan hal yang mudah jika kita ingin melakukan inovasi pendidikan. Salah satu hal yang bisa lakukan sebagai pengajar adalah menjadi guru yang inovatif. Namun untuk menjadi guru yang inovatif pun sungguh bukan meruapakan hal yang mudah. Terkadang guru merasa sudah menerapkan metode tertentu, namun setelah diberikan masukan oleh pembimbing ternyata metode tertentu yang telah dilaksanakannya belum sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Namun karena bidang pendidikan merupakan tanggung jawab para pegajar, maka hendaknya kita tidak mudah meyerah dan terus mencari cara untuk melakukan inovasi pendidikan.

    ReplyDelete
  21. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Elegi diatas menggambarkan tentang keadaan pendidikan di Negara kita saat ini. Secara garis besar ada2 paradigma dari 2 generasi yang harus dibangun untuk menyamakan persepsi demikemajuan pendidikan itu sendiri...
    Tidak boleh terkungkung dalam paradigma lama yang cenderung statis dan tidak mau berubah.. Tetapi harus mau memperbaharui diri untuk dapat menerima paadigma baru tentang pendidikan. Prinsip pendidikan adalah “ Long life education “. Ynag selalu belajar bukan hanya pelajar saja,tetapi guru juga harus selalu mau memperbaharui diri dengan belajar dan belajar. Sehingga dalam era akhir-akhir ini ada istilah “Guru Pembelajar”. Artinya guru yang selalu bisa menyesuaikan diri dengan keadaan jaman,dan selalu siap u7tnuk belajar dan belajar untuk perkembangan pribadi dan profesinya....

    ReplyDelete
  22. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Perubahan paradigma pendidikan disesuaikan dengan perkembangan jaman dan kurikulum yang sedang berlaku dalam proses pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 ini tidak bisa guru mengandalkan teacher center dan proses pembelajaran yang tradisional. Tetapi sekarang lebih ke student center sedangkan guru hanya sebagai fasilitator, untuk mengembangkan inovasi, kreatif, dan sikap siswa.

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Elegi ini menjelaskan bagaimana proses oembelajaran inovatif yang bergulir di Indonesia dengan menokohkan burung di pagi hari dan jengkerik di sore hari sebagai pembelajaran yang inovatif dan pembelajaran yang tradisional. Pembelajaran inovatif disini nyatanya membuat para siswa dapat membangun dan mengembangkan skema pengetahuannya sendiri, sehingga menjadi siswa yang aktif dan kreatif.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Suatu artikel yang sangat menarik, permasalahan yang dihadapi oleh pembelajaran tradisonal dan juga pembelajaran yang inovatif ternyata mempunyai kendalanya masing-masing. Untuk merubah pendidikan tradisional menjadi pendidikan inovatif tentu tidaklah mudah, karena disitu sangat diperlukan keterampilan, soft skill, dan pengetahuan yang bersifat inovatif dari pendidik itu sendiri, selain itu niat dan doa juga sangat berperan dalam mentransformasi pendidikan tradisional ke arah pendidikan yang inovatif. Akhir-akhir ini juga sudah banyak sekali muncul strategi dam metode-metode pembelajaran yang sangat mendukung sistem pembelajaran di kelas menjadi lebih inovatif. Sehingga diperlukan semangat baru bagi para pendidik untuk dapat mengimplementasikan hal tersebut di dalam pembelajaran sehari-hari.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sungguh analogi yang sangat bagus dengan judul "Burung di Pagi Hari dan Jangkrik di Sore Hari". Analogi ini menggambarkan suatu sistem pendidikan yang konvensional dengan sistem pendidikan yang inovatif. Konvensional yang hanya begitu-begitu saja, dan pembelajaran inovatif yang menuntut adanya perubahan dan menuntut adanya pembaharuan yang mengarah pada kemajuan.

    ReplyDelete
  26. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Burung di pagi hari dengan suasana yang segar memberikan suatu semangat baru untuk pembaharuan yang lebih baik, sedangkan jangkrik di malam hari lebih pada proses stabil yang mendorong kesempurnaan semangat perubahan dipagi hari. Semoga pedidikan di Indonesia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. aamiin. Terimakasih untuk bacaan yang bagus tentang analogi pendidikan ini.

    ReplyDelete
  27. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Pada artikel ini, dunia sore diibaratkan sebagai pendidikan tradisional sedangkan dunia pagi di ibaratkan sebagai pendidikan inovatif. Untuk mengubah dunia sore menjadi dunia pagi merupakan masalah yang sulit untuk dirubah. Dunia pagi dan dunia sore memiliki pradigma masing-masing, serta memiliki masalah dan pertanyaan yang berbeda. Sering kita terjebak oleh dunia sore yang menawarkan keindahanya yaitu senja.

    ReplyDelete
  28. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Dalam tulisan di atas yang dianalogikan sebagai burung berkicau di pagi hari itu adalah menggambarkan sebuah inovasi. Sementara itu Jangkrik mengerik di sore hari menggambarkan sesuatu yang tradisional. Jika dikaitkan dengan proses pembelajaran, maka yang bersifat inovatif itu antara lain adalah adanya students center, konstructivisme, LKS yang memfasilitasi siswa dalam proses membangun pengetahuannya, dll. Sementara itu tradisional identik dengan ceramah, teacher center, transfer of knowledge, dll. Menjadi usaha bersama untuk melakukan perubahan paradigma dalam pendidikan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang lebih baik.

    ReplyDelete
  29. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Awalnya, ketika melihat judul artikel ini saya mengira bahwa adanya makna ganda terhadap sesuatu. Namun ternyata, maksud burung di pagi hari, jengkerik di sore hari adalah keadaan dimana guru penghuni dunia pagi dianalogikan sebagai guru yang menekankan pendidikan inovatif, sedangkan guru penghuni dunia sore dianalogikan sebagai guru yang menekankan pendidikan tradisional. Maka, perlu kesadaran bahwa guru penghuni dunia sore harus berhijarah menjadi guru penghuni dunia pagi. Kita, yang mana?

    ReplyDelete
  30. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Untuk dapat mewujudkan metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan tersebut, tentu saja diperlukan ide-ide kreatif guru dalam memilih metode dan merancang strategi pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan aktif dan menyenangkan diharapkan lebih efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

    ReplyDelete
  31. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Kondisi Ekstrinsik yang sangat kuat dari dalam diri berupa Niat, Semangat, Sikap, Pengetahuan, Ketrempilan dan Pengalaman agar perjalanan Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif.

    ReplyDelete
  32. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Berbicara mengenai pendidikan tradisional dan pendidikan inovatif, menurut saya dalam membuat suatu perubahan bukanlah perkara yang mudah. Banyak pengajar di Indonesia merupakan para pengajar yang merupakan hasil dari pendidikan tradisional, sehingga secara tidak langsung hal ini akan terbawa ketika pengajar tersebut terjun ke dalam dunia pendidikan sekolah. Pada dasarnya, pendidikan perlu mengikuti perkembangan zaman, sehingga para pengajar dituntut untuk memiliki inovasi-inovasi dalam mengajar. Namun, perlu kita ketahui juga pendidikan tradisional pun memiliki kelebihan di dalamnya. Oleh karena itu, seperti halnya pagi dan sore yang saling berdampingan maka pendidikan tradisional dan inovatif pun perlu berdampingan untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas bagi bangsa ini.

    ReplyDelete
  33. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Pendidikan kita seharusnya konsisten dulu. Dari apa yang saya perhatikan tentang pendidikan di Indonsia adalah setiap berganti pimpinan tertinggi pendidikan, berganti pula sistem pendidikan di Indonesia. Belum sempat di evaluasi ganti lagi. Ya, mungkin hanya kepentingan. Namun pendidikan yang inovatif bukanlah hal yang tidak mungkin didapatkan jika seluruh pendidik dari tingkat bawah sapai ke atas harus mengembangkan jejaring sistemik dulu. Bersatu akan konsep terlebih dahulu dengan melpeaskan kepentingan-kepentingan pribadi atau bahkan...kepentingan politik mungkin.

    ReplyDelete
  34. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Perangkat pembelajaran diperlukan untuk meningkatkan proses pemahaman siswa terhadap konsep atau materi yang akan dibangun dalam kognitifnya. Lembar kerja siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran yang digunakan sebagai pedoman di dalam pembelajaran serta berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik dalam kajian tertentu.. LKS sangat baik dipergunakan dalam rangka strategi heuristik maupun ekspositorik. Dalam strategi heuristik LKS dipakai dalam metode penemuan terbimbing, sedangkan dalam strategi ekspositorik LKS dipakai untuk memberikan latihan pengembangan.. Selain itu LKS sebagai penunjang untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar dapat mengoptimalkan hasil belajar.

    ReplyDelete
  35. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    tuhan menciptakan manusia berbeda-beda, tuhan menciptakan manusi abersuku-suku dan berbangsa-bangsa gar saling mengenal, implikasi dari bersuku dan berbangsa-bangsa adalah berbeda, beda budaya, beda ras, beda latar belakang, beda agman, dst, jadi dari info tersebut yang turun jauh hari, bertahun bahkan berabd-abda lamanya seharusny amnsuia dudah mengatahui hal ini, dan seharusnya uga masalh terkait heterogen dalam dunia pendidan seharusnya sudah disadari dan dicari penylesaiannya dari zaman dahulu, mungkin kembali lagi, sebenarna yang menyebabkan homogen adalah motif, adanya kepntingan sehingga tidak heterogen, atu tidak adanya kepercayaan dewa dengan bawahannya sehingga dea mengatur/memberi peraturan yang homogen,karena meganggap bawahannya tidak bisa membuat pembelaaran yang bauik, [adahal bawahan telah melakuakn usaha yang penuh pengorbanan untuk bisa melakukan kegiatan pembelajaran yang baik.

    ReplyDelete
  36. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    "Bukankah perpindahan Sore menuju Pagi itu juga sebuah Kelaziman yaitu Sunatullah?" Dari kalimat tersebut dapat dipahami bahwa perpindahan pendidikan yang tradisional menuju inovatif sebenarnya telah menjadi ketetapan dan tak bisa ditawar lagi. Namun, inovasi tidak cukup hanya dengan sadar, sopan dan santun terhadap ruang dan waktu serta pengalaman. Inovasi perlu dilakukan melalui kerjasama dengan guru-guru lain dan dalam jejaring sistemik. Maka diperlukan kesadaran bersama untuk melakukan inovasi pembelajaran demi meningkatkan kualitas pendidikan. Inovasi yang dimaksud ialah yang benar-benar inovasi sesuai dengan hakekat dan sifat-sifatnya. Maka yang pertama ialah memahami hakekat serta sifatnya, kemudian memahami hakekat-hakekat lain yang berkaitan dengan inovasi, kemudian mengimplementasikannya secara bersama-sama, dan juga merefleksikan secara bersama-sama.

    ReplyDelete
  37. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Dari artikel di atas kita belajar, bahwa pembelajaran tradisional yang mulai bergeser kea rah pembelajaran inovatif. Dengan pembelajaran inovatif, siswa akan di bimbing menjadi pembelajar yang aktif serta kreatif. Siswa leluasa untuk menentukan arah pembelajaran, sedang guru sebagai fasilitator.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  38. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Elegi di atas menjelaskan tentang paradigma perubahan metode mengajar dari metode konvensional menjadi metode inovatif. Perubahan metode mengajar ini ternyata memberikan dampak yang baik untuk siswa. Siswa menjadi lebih kreatif dan bisa aktif di dalam pembelajaran. Siswa bisa mengeksplorasi berbagai sumber belajar yang bisa digunakan untuk mendapatkan pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  39. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Perubahan dari metode pengajaran tradisional menjadi metode inovatif masih banyak menyisakan pekerjaan rumah. Baik kepada para pendidik yang sudah lama menerapkan metode tradisional maupun pendidik yang baru menerapkan metode inovatif. Untuk para pengambil kebijakan, sudah selayaknya untuk secara intens melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada guru-guru, terutama mereka yang ada didaerah. Sehingga program yang dicanangkan tidak hanya tinggal perintah yang pelaksanaannya hanya sekedarnya saja untuk melepaskan tanggungjawab, namun para guru dapat melaksanakan dengan baik dan bersungguh-sungguh dengan ikhlas melaksanakannya, sehingga tujuan program ini dapat tercapai dengan baik

    ReplyDelete
  40. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Para pendidik tradisonal banyak yang tak mampu dan tidak mau keluar dari zona amannya, mempertanyakan bagaimana membuat siswa merasa senang, bagaimana mencapai kelulusan maksimal, bagaimana memotivasi siswa dll. Maka Perlu keikhlasan hati untuk menerima segala perubahan yang ada. Ibarat kalimat Prof. Marsigit, bukankah perpindahan sore menuju pagi itu sudah menjadi sebuah kelaziman, yaitu Sunatullah ?

    ReplyDelete
  41. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Elegi ini menggambarkan kepada kita tentang ,karakteristik dua sistem pendidikan yang berbeda. Sistem pendidikan tradisional yang dianut oleh Indonesia diibaratkan seperti jangkerik di sore hari, dan sistem pendidiakn progresif di Inggris dibaratkan seperti burung yang bersiul di pagi hari. Kenapa brung hanya bersiul di pagi hari, dan jangkerik hanya mengerik di sore hari? Ada banyak alasan yang menyebabkan keduanya terjadi dalam waktu yang tidak bersama. Semuanya perlu dipahami dengan baik.

    ReplyDelete
  42. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Untuk melakukan perubahan pendidikan dunia sore ke dunia pagi tidaklah mudah. Ada banyak faktor yang berkaitan dengan karakteristik masing-masing dan perlu dilakukan penyesuaian atasnya. Faktor tersebut bisa berasal dari dalam (internal), maupun dari luar (eksternal). Melakukan penyesuaian atas dua faktor tersebut tidaklah mudah karena banyak unsur yang terkait, apalagi ketika dampaknya sistemik. Oleh karena itu kita tidak perlu memaksakan jika perubahan paradigma dari dunia sore ke dunia pagi yang dilakukan dalam proses pembelajaran tidak mencapai seperti apa yang dituju karena masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.

    ReplyDelete
  43. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Keluhan hijarah metode tradisional ke inovatif juga diutarakan oleh pemakai metode inovatif. Saya setuju dengan pendapat Prof. Marsigit bahwa untuk hijrah ini bukan hanya sekedar siapa yang menggunakan, namun kepada keikhlasan dan diri kita sendiri. Kesadaran, kesopanan terhadap ruang dan waktu tidaklah cukup, ketrampilan dan pengalaman juga belum cukup. Diperlukan diri, orang lain, ekstrinsik dan sistematik yang merupakan kesadaran bersama dan gerakan bersama untuk mencapai tujuan bersama

    ReplyDelete
  44. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A


    Keberhasilan suatu proses pembelajaran dipegaruhi oleh banyak factor, salah satu yang paling penting adalah adanya kerjasama diantara orang-orang yang terlibat dalam pengajaran tersebut. Guru sebagai pendidik dan siswa sebagai orang yang dididik harus bekerjasama untuk mensukseskan pembelajaran sesuai dengan perannya masing-masing. Untuk metode inovatif, guru akan berperan sebagai fasilitator akan memberikan ruang kepada siswa untuk mengeksplor pengetahuannya menemukan persoalan dan mecari jawabannya, sehingga harus tercipta interaksi yang baik antara guru dan siswa.

    ReplyDelete
  45. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A


    Pada dasarnya setiap metode pengajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak serta merta adanya pergantian metode lama menjadi metode baru memutuskan bahwa metode lama tidak baik. Metode pengajaran ceramah masih tetap diperlukan untuk suatu kondisi dan situasi tertentu, sehingga pada metode yang baru adalah suatu system yang akan melengkapi kekurangan yang ada pada system yang lama.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id