Feb 12, 2013

The Simple Logic of The Need to Reform of Mathematics Education in Indonesia




By. Marsigit
Mixing from value beliefs and empirical evidences, there are currently demands in Indonesia, that any educational reform should handle the issues of: (a) how to promote interactive curriculum rather than instrumental curriculum, (b) how to promote student centered approach rather than teacher centered approach, (c) how to promote students’ initiation rather than teacher’s domination, and (d) how to promote simple and flexible curriculum rather than crowded and tight-structured curriculum. While in term of observable good practice, there were demands that teachers need to have a chance to reflect their teaching in such a way that they may move from older paradigm of teaching to the new one. Teachers may move from emphasizing the “teaching” to emphasizing the “learning”; they may move from the act of “transferring teacher’s knowledge” to “constructing students’ knowledge”.

34 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Logika sederhana kebutuhan untuk reformasi pendidikan matematika di Indonesia. Untuk menghilangkan persepsi pada siswa bahwa matematika sulit, harus dimulai dari diri guru. Pertama guru harus merubah paradigma pembelajaran tradisional ke paradigma pembelajaran progresif atau kontruktif. Pada paradigma tradisional pembelajaran matematika disekolah cendrung didominasi oleh transfer pengetahuan. Materi yang banyak dan sulit, serta tuntutan untuk menyelesaikan materi pembelajaran telah membuat guru membelajarkan matematika dengan cepat tapi tidak mendalam. Pembelajaran matematika dilakukan dengan pola instruksi, bukan konstruksi dan rekonstruksi pengetahuan. Bahkan tanpa memberi kesempatan pada siswa untuk menentukan sendiri arah mana siswa ingin berekplorasidalam menemukan pengetahuan yang bermakna bagi dirinya.akibatnya pembelajaran matematika di sekolah hanya bersifat hafalan dan bukan melatih pola pikir. Kedua guru harus merubah paradigma tentang matematika. Matematika bukan sekedar alat bagi ilmu yang lain, tapi matematika juga merupakan aktivitas manusia.

    ReplyDelete
  2. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Menurut saya, isu yang sebaiknya ada mengenai pembelajaran seperti yang telah dipaparkan dari a sampai d, poin a, b, dan c sudah terlaksana meski baru dalam tahap usaha teori untuk guru, meski banyak guru yang belum melaksanakan. Kurikulum yang dilaksanakan pada saatini adalah kurikulum 2013, yaitu kurikulum yang mengedepankan pembelajaran berorientasi pada siswa, dengan pendekatan saintifik yang menuntut inovasi pembelajaran dan pembelajaran yang interaktif, menuntut guru bukan hanya mengajar namun juga ikut belajar. Jadi tuntutan dari kurikulum 2013 adalah guru sebagai fasilitator untuk peserta didik agar peserta didik dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, sehingga peserta didik harus berperan aktif dalam pembelajaran tak terlepas dari bimbingan guru.

    ReplyDelete
  3. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Pendidikan di Indonesia saat ini ada pada masa berkembang. Pendidikan yang ada di Indonesia tentunya juga ada pada masa berkembang. Pembelajaran saat ini haruslah mulai dirubah dari berpusat dari guru menjadi berpusat kepada siswa, dari guru mentransfer ilmu menjadi guru membantu membangun pengetahuan siswa. Hal ini haruslah diterapkan di seluruh penjuru Indonesia.

    ReplyDelete
  4. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Pendidikan merupakan kata kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat bangsa, oleh karena itu perlu adanya reformasi. Bahasan mengenai reformasi dalam dunia pendidikan matematika sangat diperlukan untuk kemajuan pendidikan. Reformasi dalam pendidikan matematika ada ketika mengetahu : 1) bagaimana caranya mengarahkan pendidikan matematika ke kurikulum interaktif daripada kurikulum instrumental, 2) bagaimana caranya mengarahkan pendidikan matematika ke student centered daripada teacher centered, 3) bagaimana caranya pendidikan matematika mengarah ke siswa daripada ke dominasi seorang guru, 4)bagaimana caranya pendidikan matematika mengarah ke kurikulum yang sederhana dan fleksibel daripada kurikulum yang terstruktur dan kaku. Dengan demikian, diharapkan guru untuk berperan sebagai fasilitator dan motivator yang akan membantu membimbing para siswa untuk membangun pengetahuannya dalam hal pendidikan matematika. Semoga selalu diberikan kelancaran untuk menciptakan proses pendidikan matematika yang akan lebih memberikan kesempatan para siswa untuk melakukan aktivitas matematis. Aamiin.

    ReplyDelete
  5. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Logika sederhana dari Kebutuhan Reformasi Pendidikan Matematika di Indonesia adalah untuk menjadikan yang dulu nya teacher centered menjadi student centered. Yang dulunya mengajarkan siswa menjadi siswa membangun pengetahuannya sendiri. Namun saat ini masih dalam proses pembiasaan siswa menjalani pembelajaran dengan sistem konstruktivis, semoga ke depannya kita mampu menjadi guru yang memfasilitasi siswa tanpa memdominasi lagi di kelas.

    ReplyDelete
  6. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Diperlukan pemikiran yang sederhana untuk mengubah pendidikan di Indonesia yang saat ini masih berada pada masa berkembang. Pembelajaran harus bisa diubah dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Dengan melakukan hal demikian, maka guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  7. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Dalam artikel diatas telah disebutkan bahwa setiap reformasi pendidikan harus menangani isu-isu. Sehingga hal pertama yaitu bagaimana mempromosikan kurikulum interaktif dari kurikulum instrumental. Kedua bagaimana mempromosikan pendekatan berpusat pada siswa dari pendekatan yang terpusat pada guru. Ketiga bagaimana mempromosikan inisiasi siswa 'dari pembelajaran yang didominasi guru. Keempat bagaimana mempromosikan kurikulum sederhana dan fleksibel daripada kurikulum ramai dan ketat terstruktur.

    ReplyDelete
  8. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pendidikan yang ada di Indonesia tentunya juga ada pada masa berkembang. Pembelajaran saat ini haruslah mulai dirubah dari berpusat dari guru menjadi berpusat kepada siswa, dari guru mentransfer ilmu menjadi guru membantu membangun pengetahuan siswa.Pendidikan merupakan kata kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat bangsa, oleh karena itu perlu adanya reformasi. Dengan demikian, diharapkan guru untuk berperan sebagai fasilitator dan motivator yang akan membantu membimbing para siswa untuk membangun pengetahuannya dalam hal pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Reformasi Pendidikan Matematika di Indonesia adalah untuk menjadikan yang dulu nya teacher centered menjadi student centered. Dengan melakukan hal demikian, maka guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.yang harus dilakukan adalah bagaimana caranya mengarahkan pendidikan matematika ke kurikulum interaktif daripada kurikulum instrumental, mengarahkan pendidikan matematika ke student centered daripada teacher centered, 3) bagaimana caranya pendidikan matematika mengarah ke siswa daripada ke dominasi seorang guru.

    ReplyDelete
  10. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Pada pembelajaran terdahulu terlihat bahwa guru lebih mendominasi kegiatan pembelajaran sedangkan siswa hanya menerima saja. Hal ini berarti paradigma lama lebih menekankan keaktifan guru daripada siswa, jadi dalam proses pembelajaran guru lebih mendominasi kegiatan pembelajaran. Maka hadirlah reformasi pendidikan yang bertujuan untuk mengubah paradigma pembelajaran. Reformasi pendidikan terlihat dari perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum disini mengharapkan proses kegiatan pembelajaran di dalam kelas dapat mengaktifkan siswa, guru tidak lagi sebagai seseorang yang mendominasi kegiatan pembelajaran tetapi sebagai fasilitator. Guru diharapkan memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada siswa bahwa siswa mampu membangun pengetahuan mereka sendiri dengan ide dan pengalaman yang sudah mereka miliki.

    ReplyDelete
  11. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Guru untuk dapat berpindah dari penekanan "mengajar" menjadi "belajar", ataupun dari tindakan "mentransfer pengetahuan" menjadi "membangun pengetahuan siswa" tidaklah gampang. Namun bila pemindahan ini terus disosialisasikan, terus diingatkan, terus dilatih, dan terus diterapkan dengan pengawasan berkala dari ahli atau pemerintah berwenang tidak mustahil perpindahan akan bisa dan bahkan menjadi lebih cepat. Bisa karena biasa, yang tak biasa bila selalu dilakukan akan menjadi biasa.

    ReplyDelete
  12. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    In my opinion, education world include mathematics education improve many change. We try to change from "teacher domination" become "students domination". That is not easy thing. Change from teacher domination into students domination is really difficult thing. Just like change our habit. Sometimes, there are problem if we want students domination. Students is still afraid to be active in the class. Students is fear if they want ask something to the teacher. Make students become active is not easy too. Another problem is curriculum. Change traditional teaching become modern teaching is really difficult. But if we want our education develope, we have to do modern teaching. Simplicity, I think modern teaching is focus on students, not on teacher. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  13. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    I support the idea of education reform because We are in a global race, in which the qualifications of the twentieth century will no longer equip us with the necessary skills and knowledge needed for the modern world. This means that we not only need to look outwards, to emulate the countries that are powering ahead, fuelled by a rigorous education system that will not accept second best.
    We must recognise that if we do not reform our education system, we will be letting down future generations of pupils who will be competing in this modern, international world. This is why we need reform, and why it is wrong to bow down to the forces of educational conservatism.

    ReplyDelete
  14. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Salah satu tugas guru yaitu bagaimana siswa dapat membangun pengetahuannya melalui transfer pengetahuan yang dilakukan oleh guru. Artinya antara guru dan siswa harus mempunyai ikatan komunikasi yang kuat sehingga pengetahuan dapat mudah dibangun. Pembelajaran yang berpusat pada guru dapat ditransformasikan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sehingga dengan berpusat pada siswa dapat membangun inisiasi dan mereka bisa mendominasi pembelajaran tetapi dengan kontrol oleh guru juga. Dengan begitu pengetahuan dapat terkonstruk dan dibangun secara bertahap.

    ReplyDelete
  15. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Dengan adanya tuntutan zaman yang semakin besar, negara kita kini tengah mencoba merubah model pembelajarn dari teacher center menjadi student center. Terkadang guru tradisional enggan merubah gaya mengajarnya, dia kokoh dengan tradisi yang telah dipercayainya puluhan tahun. Sehingga ia tidak memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan pengetahuannya. Hendaknya pembelajaran yang kini harus diterapkan adalah pembelajaran yang inovatif yang berorientasi kepada siswa, dimana tugas guru sebagai fasiitator. Sehinga siswa dapat merasa diberi kesempatan untuk membangun pengetahuan dan mengembangkan bakat dan kemampuannya.

    ReplyDelete
  16. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Diperlukan inovasi untuk reformasi sistem pendidikan. Salah satu cara untuk mengubah adalah kurikulum pendidikan dan sistem pembelajaran guru. Sebagian besar dalam sekitar kita, kita sering melihat bahwa belajar masih terpusat pada guru tidak student centered sehingga siswa masih pasif. Perubahan pendidikan tidak hanya dari guru, tetapi juga untuk pihak berwenang, kelembagaan dan siswa itu sendiri. Tapi, itu juga perlu ingat bahwa inovasi pendidikan harus memperhatikan lebih jeli kelebihan dan kekurangannya.

    ReplyDelete
  17. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Pembelajaran Matematika di Indonesia telah diatur juga di dalam kurikulum 2013. Namun dengan adanya materi yang telah ditentukan di kurikulum, dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran para pendidik perlu mengadakan berbagai inovasi pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan harus mengedepankan peran siswa, bukan guru yang mendominasi dalam kegiatan belajar.

    ReplyDelete
  18. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Beberapa hal dari yang telah disebutkan, seperti , (b) how to promote student centered approach rather than teacher centered approach, (c) how to promote students’ initiation rather than teacher’s domination; merupakan perkara teknis, dalam hal ini guru bisa melaksanakan beberapa pelatihan dalam mengajar. Seperti mengikuti lesson study untuk memperbaiki cara mengajarnya.

    Adapun dari (a) how to promote interactive curriculum rather than instrumental curriculum, (d) how to promote simple and flexible curriculum rather than crowded and tight-structured curriculum; hal tersebut merupakan perkara yang berhubungan dengan sistem. Dengan penerapan sistem yang berlaku dalam suatu negara, maka akan mempengaruhi pola kebijakan yang diambil. Oleh karena itu, penerapan sistem dipengaruhi oleh peran ideologi kapitalis yang juga akan mempengaruhi pola kebijakan yang sesuai dengan pandangan ideologi tersebut. Sehingga, penerapan kurikulum tidak terlepas dari pandangan ideologi tersebut dan indonesia akan mengikuti kebijakan negara adidaya yaitu amerika serikat tersebut.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pendidikan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencerdaskan kehidupan bangsa dan seluruh tumpah darah negara Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya reformasi dalam dunia pendidikan. Pembelajaran yang saat ini masih dilakukan dengan berpusat pada guru, hal ini harus diubah menjadi pembelajaran berpusat ada siswa. Dari guru yang hanya mentransfer ilmu menjadi guru yang memfasilitasi siswa untuk belajar aktif di kelas. Selain sebagai fasilitator, guru hendaknya juga menjadi motivator untuk siswa.

    ReplyDelete
  20. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Perlunya perubahan pendidikan matematika di Indonesia, dimana pembelajaran terdahulu yang berpusat pada guru diubah dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Merubah yang tadinya guru mentransfer ilmu kepada siswa menjadi membangun ilmu pada siswa. Sebagai intinya adalah perubahan dimana siswa diberi kesempatan untuk berkembang. Dan tidak kalah pentingnya perubahan pada kurikulum yang lebih baik.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  21. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Perubahan paradigma pendidikan terus berubah, akan tetapi masih menjadi permasalahan yang serius bagaimana menggeser paradigma teacher center menjadi student center. Saat ini banyak guru yang masih menerapkan teacher center di dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan ketidakpercayaan guru terhadap kurikulum 2013 dimana metode student center dianjurkan dalam kurikulum tersebut. Pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 dianggap tidak efektif untuk menanamkan pengetahuan siswa, terutama saat akan menghadapi ujian nasional. Paradigma lain yang perlu digeser adalah kebermanfaatan dalam jangka panjang. Jika hanya berorientasi pada UN maka sejatinya telah diabaikan manfaat pembelajaran jangka panjang. Sesungguhnya tujuan pembelajaran tidak semata-mata untuk menghadapi UN namun bagaimana siswa dibiasakan untuk membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  22. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Reformasi sederhana bisa dilakukan oleh guru, pemerintah maupun stakeholder pendidikan yang lainnya. Guru bisa melakukan pembelajaran dengan mengaktifkan siswa (student centered) dengan metode, media dan lain sebagainya yang sudah tertuang dalam RPP. Ini adalah contoh sederhana yang bisa dilakukan oleh seorang guru.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh 

    ReplyDelete
  23. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    untuk kurikulum yang interaktif, pembelajran yang student centered dan kurikulum yng sederahan dan fleksibel, tiga hal ini sangat mebuka pintu yang lear untuk guru sealu belajar, meneliti dan mengembangak tren-tren belajar yang semakin berkembang dan maju, dan juga dengan bantun teknologi akan sangat mungkn pembelajaran trcipta denganfelsibel dinamis dan berpusat pada iswa, papalgi dengan adanya internet, siswa bisa belajar dimanapun dan kapun, bisa selalu berinyeraksi. peran teknologi sangat besar dalam hal ini, sehinga mau tidak mau saya sebagai clon guru harus meningkat kemapuan dalam hal kemajuan teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran nantinya

    ReplyDelete
  24. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Pada kegiatan proses pembelajaran siswa berperan sebagai objek dan guru berperan sebagai subjek. Untuk mengubah paradigma pembelajaran, maka guru mengemban peran yanf lebih dari pada siswa. Guru dapat mengarahkan tetapi tidak dapat memaksa dunia siswa menuju padaradigma pendidikan yang terus berkembang. Semuanya dimulai dari guru sehingga harapannya guru memiliki ide yang luar biasa, usaha yang tidak kecil, serta terus mencari bagaimana membawa dunia siswa kedalam paradaigma pendidikan yang sesungguhnya adalah menuntut hasil. Seperti salah satu poin diatas yang menyatakan bahwa " bagaimana mempromosikan pendekatan student centered daripada teacher centered?'. Artinya guru perlu mempersiapkan proses pembelajaran yang sesungguhnya lebih melibatkan siswa didalam membangun pengetahuannya, siswa diajak namun tidak dipaksa untuk melihat proses pembelajaran yang inovatif dan lebih bermakna.

    ReplyDelete
  25. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Jika kita melihat praktik pembelajaran di lapangan, reformasi pendidikan matematika dari teacher centered menuju student centered (poin b), dari dominasi guru menuju insiatif siswa (c) sebenarnya telah banyak diupayakan. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat berbagai kendala dan ketidaksesuaian. Hal ini berkaitan dengan norma (budaya) kelas yang sulit untuk dibangun agar menjadi lebih kondusif dalam mempraktikan student centered. Selain itu juga disebabkan oleh kurangnya kompetensi yang dimiliki oleh guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada siswaideo. Sementara poin a dan b tentang kurikulum yang interaktif dan fleksibel sepertinya masih sulit untuk dilakukan. Karena kurikulum di negara kita merupakan kurikulum tunggal yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh para pemangku kebijakan. Guru-guru kita belum dipercaya untuk mengembangkan sendiri Kurikulum yang interaktif dan fleksibel.

    ReplyDelete
  26. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Jika kita bercermin kepada pendidikan negara maju, hal-hal yang paling mendasar adalah bagaimana membuat siswa membangun sendiri pengetahuannya. Seperti halnya postingan tentang bisakah siswa menentukan kurikulum, disitu kita bisa melihat perbedaan kualitas pendidikan yang ada di Inggris dengan Indonesia. Sekolah di Inggris telah menerapkan interactive curricula dengan desentralisasi kurikulumnya. Dengan begitu siswa bisa membangun sendiri pengetahuannya, ketimbang guru terus yang mentansfer ilmunya.

    ReplyDelete
  27. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sistem pendidikan yang ada di Indonesia saat ini mulai menuju tahap reformasi dimana perubahan itu mulai nampak dari proses pembelajaran yang dilakukan di kelas yang sebelumnya secara Teacher Centered dan saat ini dilakukan secara Student Centered. proses perubahan tersebut pastilah memiliki hambatan-hambatan yang terjadi akan tetapi ketika Indonesia ingin melakukan perubahan maka harus dilakukan dengan sebelumnya mempersiapkan diri dengan mengadakan pelatihan-pelatihan kepada guru demi meningkatkan kinerja guru dan profesionalitas dari guru tersebut.

    ReplyDelete
  28. Faqih Mu'tashimbillah
    12313244030
    Pend Matematika Internasional

    Assalamualaikum.wr.wb
    Salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia saat ini adalah bagaimana menggeser paradigma teacher center menjadi student center.
    Saat ini banyak guru yang masih menerapkan teacher center di dalam proses pembelajaran.
    Hal ini dikarenakan ketidakpercayaan guru terhadap kurikulum 2013 dimana metode student center dianjurkan dalam kurikulum tersebut.
    Pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 dianggap tidak efektif untuk menanamkan pengetahuan siswa, terutama saat akan menghadapi ujian nasional.

    ReplyDelete
  29. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Reformasi pendidikan matematika sangatlah terikat oleh aturan dan standar kurikulum yang diterapkan di indonesia, karena antara tuntutan kurikulum, waktu mengajar dan standar kelulusan menjadi polemik sampai saat ini, dimana abhwa UN menjadi barometer standar, sedangkun guru juga di tuntut untuk mengembangkan atau mengkonstruk pengetahuan siswa dengan menerapkan model yang inovatif, jika demikian maka salah satu pilihan akan di lakukan yaitu belajar hanya untuk mendapat nilai ujian bagus atau lulus UN, maka ini lah sebenarnya yang harus di reformasi dari pendidikanmatematika.

    ReplyDelete
  30. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Pendidikan di Indonesia harus merubah pandangannya terhadap kurikulum yang digunakan dari kurikulum instrumental menuju kurikulum yang interaktif, kemudian juga pendekatan yang berpusat pada siswa, inisiasi siswa bukan di dominasi oleh guru, dan kurikulum yang sederhana dan fleksibel. Sementara dalam hal praktek yang baik yang dapat diamati, ada tuntutan bahwa guru harus memiliki kesempatan untuk merefleksikan pengajaran mereka sedemikian rupa sehingga mereka dapat bergerak dari paradigma lama mengajar ke yang baru.

    ReplyDelete
  31. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Memadukan antara keyakinan nilai dan bukti-bukti empiris, memang dapat dijadikan salah satu dasar dimulainya “reform” pada pendidikan matematika di Indonesia. 4 rumusan yang dipaparkan dalam artikel di atas juga telah mencakup keseluruhan rumusan masalah yang harus diimplementasikan solusinya. Artikel yang singkat namun padat isi.

    ReplyDelete
  32. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dari sudut pandang pribadi, menurut saya permasalahan pokok yang harus direform ada pada poin b, “how to promote student centered approach rather than teacher centered approach”. Karena seperti yang pernah dipaparkan dalam artikel lain di blog ini. Metode teacher-centered masih menjadi permasalahan dalam proses belajar mengajar di ruang kelas. Inovasi kreatif guru sangat dibutuhkan.

    ReplyDelete
  33. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Kegiatan belajar mengajar mengalami perubahan paradigma. Dulunya dari pembelajaran yang berpusat pada guru, sedangkan saat ini pembelajaran yang terjadi adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa dibiarkan mengeksplorasi pengetahuan dan pemahamannya sendiri tentang matematika. Matematika membiarkan siswa aktif di dalam pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator yang berusaha meluruskan pemahaman siswa.

    ReplyDelete
  34. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dengan menggabungkan keyakinan tentang nilai dan bukti empiris, ada beberapa tuntutan yang menjadi isu bagi para praktisi pendidikan di Indonesia, yaitu (a) bagaimana meningkatkan kurikulum interaktif dari kurikulum intrumental, (b) bagaimana meningkatkan pendekatan student-centered dari pendekatan teacher-centered, (c) bagaimana meningkatkan inisatif siswa dari dominasi guru, dan (d) bagaimana meningkatkan kurikulum yang sederhana dan fleksibel dari kurikulum yang kompleks dan rumit. Selain itu untuk memproleh hasil praktik mengajar yang baik, guru perlu diberikan kesempatan untuk merefleksikan pengajaran mereka sehingga dapat mengubah paradigma lama mereka yang terfokus pada pengajaran menjadi pembelajaran dan berubah dari transfer pengetahuan guru menjadi membangun pengetahuan siswa.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id