Feb 12, 2013

Pembelajaran Matematika Seperti Apa yang Kita Harapkan di SD?




Jika dikaitkan dengan pandangan tokoh Pendidikan Matematika Realistik (Realistic mathematics Education), Matematika merupakan kegiatan manusia (Freudenthal, 1977).


Menurut pandangannya Matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan. Selain memandang matematika sebagai subyek yang ditransfer, Freudenthal menekankan ide matematika sebagai suatu kegiatan kemanusiaan. Pelajaran matematika harus memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk “dibimbing” dan “menemukan kembali” matematika dengan melakukannya. Oleh karena itu seorang guru harus mengetahui langkah-langkah pembelajarannya agar penyampaian sistematis. Seperti yang disampaikan oleh Zulkardi, 2002) langkah-langkah pembelajaran matematika realistik:

1. Persiapan

Selain menyiapkan masalah kontekstual, guru harus benar-benar memahami masalah dan memiliki berabagai macam strategi yang mungkin akan ditempuh siswa dalam menyelesaikannya.

2. Pembukaan

Pada bagian ini siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang dipakai dan diperkenalkan kepada masalah dari dunia nyata. Kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri.

3. Proses pembelajaran

Siswa mencoba berbagai strategi untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan pengalamanya, dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Kemudian setiap siswa atau kelompok mempresentasikan hasil kerjanya didepan siswa atau kelompok lain dan siswa atau kelompok lain memberi tangggapan terhadap hasil kerja siswa atau kelompok penyaji. Guru mengamati jalannya diskusi kelas dan memberi tanggapan sambil mengarahkan siswa untuk mendapatkan strategi terbaik serta menemukan atauran atau prinsip yang bersifat lebih umum.

4. Penutup

Setelah mencapai kesepakatan tentang strategi terbaik melalui diskusi kelas, siswa diajak menarik kesimpulan dari pelajaran saat itu. Pada akhir pertemuan siswa harus mengerjakan soal evaluasi dalam bentuk matematika formal.

Sehingga menurut pendapat saya, dari beberapa uraian diatas menunjukkan bahwa tidak ada cara yang terbaik dalam membelajarkan matematika, kecuali kalau kita menjadi yang terbaik agak proses menjadi lebih baik. Seorang tak akan pernah berhenti belajar dan mencari mana yang akan menjadi pilihan bagi dirinya untuk melakukannya. Oleh karena tiu, marilah kita selalu siap dan peka terhadap segala perubahan yang ada dan mencintai profesi serta anaka didik seperti kita mencintai diri kita adanya.
( Sabina Ndiung SPd, Mahasiswa S2 Prodi DIKDAS UNY Angkatan 2007)

87 comments:

  1. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Memang benar bahwa pembelajaran matematika di SD, siswa masih berfikir konkrit. Sehingga, pembelajarannya pun harus dijelaskan dalam bentuk konkret.

    Islam merupakan agama yang komfrehensif. Segala aturan hidup ada di dalam islam, termasuk metode dalam mengajar. Islam memiliki metode dalam suatu pembelajaran
    yaitu penyampaian (khitab) dan penerimaan (talaqqiy) pemikiran dari pengajar kepada pelajar.pemikiran atau akal merupakan instrument proses belajar mengajar. Akal merupakan asset yang Allah karuniakan kepada diri manusia.Dengan keberadaan akal,Allah memuliakan manusia,mengutamakan mnusia dari makhluk-makhluk yang lain,dan menjadikannya penyebab dibebankannya suatu hokum (manath at-taklif).

    Tatkala mentransfer pemikiran kepada anak didik,seorang pengajar harus mendekatkan apa yang terkandung dalam pemikiran tersebut dengan makna-makna yang dipahami oleh anak didik,dengan cara berusaha menghubungkan antara pemikiran itu dengan fakta yang dicerapnya,atau dengan fakta yang akrab dan dirasakan olehnya,sehingga mereka benar-benar memehaminya sebagai sebuah pemikiran ,bukan sekedar informasi.
    Pengajar harus mendorong anak didik agar selalu peka terhadap realita yamg terjadi.Karena realita tidak terjadi dengan sendirinya,maka seorang pengajar harus dapat memberikan gambaran yang mendekati realita tersebut kepada anak didik ketika menyampaikan suatu konsep atau ide,sehingga dapat dihubungkan dngan realita yang dirasakannya atau tergambar di benaknya.Dengan demikian mereka telah menerimanya sebagai sebuah pemikiran.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  2. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Matematika pada sekolah dasar lebih baik menggunakan metode kontekstual agar lebih bisa “diserap” oleh peserta didik. Karena dunia anak-anak itu merupakan dunia sesuai dengan pengalamannya. Intuisi peserta didik berperan penting dalam proses pembelajaran. Namun terkadang guru masih kesulitan merubah matematika yang abstrak menjadi kontekstual. Dikarenakan memang skill gurunya yang kurang maupun tuntutan materi yang harus dikejar hingga akhir semester misalnya menjadi masalah yang banyak dihadapi dilapangan. Semangat untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri merupakan modal untuk merubah itu semua.

    ReplyDelete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Pembelajaran matematika seperti apa yang kita harapkan di SD?
    Pembelajaran matematika merupakan suatu proses pembelajaran yang harus dilakukan dengan makna. Oleh karena itu, matematika harus dikaitkan dengan kehidupan nyata. Kehidupan yang sangat dekat dengan siswa dan menjadi suatu yang relevan. Pembelajaran matematika juga merupakan kegiatan kemanusiaan. Pelajaran matematika harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk dibimbing dan menemukan kembali matematikanya dengan cara melakukannya.

    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pembelajaran matematika di SD sangat penting karena menjadi dasar untuk di tingkatan selanjutnya. Membelajarkan matematika merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab yang besar. Guru dituntut untuk lebih memahami siswa terutama dari segi perkembangan kognitif dan psikologisnya. Hal yang utama adalah matematika di SD haruslah nyata, harus dirasakan sendiri oleh siswa, dan disenangi oleh siswa. Karena anak-anak masih dalam tahap konkret, matematika untuk anak terikat oleh ruang dan waktu dan akan sering berubah, lingkaran saat ini akan berbeda dengan lingkaran yang ditemuinya besok. Pembelajaran matematika yang cocok untuk anak SD adalah pembelajaran kontekstual dengan matematika konkret, menggunakan contoh benda-benda konkret agar anak dapat mudah memahami (kontekstual). Mengenai model pembelajaran yang akan digunakan, tergantung dengan materi dan kondisi (kebutuhan) dari peserta didik. Siswa akan lebih merasa dekat dengan matematika dan mudah memahami konsep-konsep dasar tersebut.

    ReplyDelete
  5. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Matematika untuk anak SD masih membutuhkan alat bantu dalam proses mereka belajar. Tahapan yang dilalui masih banyak yang berupa benda-benda konkrit yang bisa dilihat oleh mata dan dipegang dengan tangan. Matematika SD sangat jauh dari abstrak, jadi haruslah membutuhkan alat bantu. Salah satu yang bisa dijadikan rujukan adalah PMRI, yang berawal dari RME di Belanda. Pada pembelajaran ini anak diajarkan matematika dengan menggunakan benda-benda konkrit yang mudah diingat oleh anak-anak, sehingga mereka bisa menyusun pengetahuan mereka lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  6. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Menurut saya, pendekatan matematika realistik cukup baik sebagai pondasi peserta didik SD dalam belajar matematika. pendidikan matematika realistik mengusahakan kepada siswa untuk lebih memahami matematika dengan penggambaran dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan akan lebih mengerti dan lebih memahami konsep matematika dengan pemecahan masalah yang mereka pikirkan.

    ReplyDelete
  7. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Ausubel (Erman Suherman dkk, 2003: 32-33) mengatakan bahwa belajar haruslah bermakna bagi siswa. Menurut Ausubel dalam Ratna W.D. (2011: 95), “belajar bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.”

    ReplyDelete
  8. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Proses belajar bermakna dilakukan oleh siswa dengan menemukan konsepnya sendiri atau dengan kata lain siswa tidak menerima pelajaran begitu saja. Proses belajar seperti ini dapat membuat pelajaran lebih mudah dimengerti oleh siswa.

    ReplyDelete
  9. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Pembelajaran yang dilakukan di sekolah harus memperhatikan jenis mata pelajaran dan tahap belajar peserta didik agar pembelajaran dapat memenuhi kebutuhan peserta didik.

    ReplyDelete
  10. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Menurut Jerome S.Bruner proses pembelajaran ditempuh melaui tiga fase yaitu fase informasi (tahap penerimaan materi), fase transformasi (tahap pengubahan materi), dan fase evaluasi (tahap penilaian materi).

    ReplyDelete
  11. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Pembelajaran ialah suatu proses interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik pada suatu lingkungan belajar melalui tahapan penyampaian informasi, pengubahan materi, dan evaluasi guna memperoleh pengalaman yang bermakna. Usaha ini merupakan kegiatan yang berpusat pada kepentingan peserta didik.

    ReplyDelete
  12. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Mustafa dalam Teaching of Mathematics New Trends and Innovations (2004: 76-77) menyatakan “Mathematics is divided into small and easy steps in order to smooth the learning process of pupils and to avoid situations that may lead to failure and frustrations.”

    ReplyDelete
  13. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Matematika harus dibagi kedalam langkah-langkah kecil dan mudah agar proses belajar peserta didik terjadi lebih halus dan menghindari situasi yang membuat peserta didik gagal dan frustasi.

    ReplyDelete
  14. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Pembelajaran akan lebih bermakna jika terjadi pada zona pengembangan proksimal peserta didik.

    ReplyDelete
  15. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Kegiatan pembelajaran berorientasi pada siswa aktif belajar. Pada kegiatan tersebut siswa berlatih untuk melakukan pengamatan, menanya, asosiasi, meyaji, dan komunikasi.

    ReplyDelete
  16. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam kegiatan pembelajaran guru matematika perlu menyiapkan kegiatan yang dapat membuat siswa aktif, misalnya diskusi, eksplorasi atau penelitian.

    ReplyDelete
  17. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Karakteristik peserta didik merupakan hal penting yang harus diketahui sebelum seorang pendidik merancang suatu rencana pembelajaran.

    ReplyDelete
  18. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, 1889-1959) menjelaskan bahwa pendidikan adalah daya upaya memajukan budi pekerti, pikiran, jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya.

    ReplyDelete
  19. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Prof. Richey dalam bukunya “Planing for teacher, an Introduction to Education” menjelaskan istilah pendidikan berkenaan dengan fungsi dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat terutama membawa warga masyarakat yang baru (generasi baru) bagi penunaian kewajiban dan tanggung jawabnya di dalam masyarakat.

    ReplyDelete
  20. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Saya kira kegagalan dalam mengajarkan matematika pada tingkat SD adalah bukan sekedar merujuk pada nilai ujian, ulangan atau semacamnya. Jika siswa SD sudah menganggap matematika itu abstrak sehingga belajar matematika itu hanya perlu dilakukan disekolah agar mendapat nilai dan rapor yang baik maka inilah keadaan gagal yang sebenar-benarnya gagal dalam pemebelajaran matematika siswa SD. Maka RME sebagai salah satu pembelajaran matematika dengan pendekatan real saya kira cukup baik untuk diterapkan pada siswa. Jika RME sifatnya induktif teknik scaffolding juga bisa disisipkan dalam RME untuk mengurangi dan menghindari beban kognitif siswa.

    ReplyDelete
  21. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam pembelajaran matematika yang ingin diterapkan di SD ataupun dijenjang pendidikan lainnya itu saya pikir hampir sama, yaitu melalui tahap persiapan, pembukaan, proses pembelajaran dan penutup. Keempat ini merupakan hal dasar yang dilakukan oleh setiap guru, akan tetapi ketika kita berbicara mengenai seperti apa yang diharapkan maka itu semua kembali kepada gurunya bagaimana guru tersebut terus-dan terus melakukan inovasi dalam pembelajarannya. itulah harapannya agar bagaimana ia dapat menyampaikan proses pembelajaran yang ia harapkan dengan lebih menyenangkan kepada siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  22. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Pembelajaran matematika yang diharapkan di Sekolah Dasar adalah tidak menjadikan siswanya memiliki rasa takut terhadap pembelajaran matematika. Banyak siswa di sekolah dasar yang menganggap matematika sebagai sesuatu yang menakutkan karena berisikan rumus-rumus. Pembelajaran yang diharapkan yaitu pembelajaran yang lebih diarahkan ke contoh konkritnya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa tidak buru-buru diberikan definisi tetapi siswa diberikan contoh terlebih dahulu dari mulai yang konkrit ke semi konkrit.

    ReplyDelete
  23. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Saya teringat perkataan dari Prof Marsigit pada saat perkuliahan yang menyatakan bahwa pendidikan SD adalah paradigmanya matematika sebagai kegiatan bukan sebagai ilmu. Pembelajaran matematika memiliki tingkatan model konkrit – matematika konkrit – model formal – formal.

    ReplyDelete
  24. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Pembelajaran RME banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan langkahnya sendiri sehingga tidak terkesan memaksa kepada siswa untuk menggunakan langkah-langkah yang baku. Pelajaran matematika dengan RME menurut saya juga banyak memperikan keuntungan kepada siswa karena dalam menyajikan materi dihubungkan dengan materi lain. Sehingga siswa ketika mengerjakan suatu permasalahan akan teringat permasalahan sebelumnya yang pernah terselasaikan. Jika siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang pernah di pelajari, siswa akan mampu memecahkan permasalahan yang diberikan.

    ReplyDelete
  25. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Pembelajaran yang tepat untuk matematika bagi anak SD sebenarnya bukan terletak dari metode seperti apa yang harus diterapkan kepada mereka tetapi yang terpenting bagaimana pembawaan sikap seorang guru dalam mengajarkan matematika kepada mereka. Karena bagi anak SD sebuah pelajaran akan mereka sukai tergantung dari kecintaannya terhadap guru tersebut. Jadi menurut saya sikap seorang guru SD dalam mendidik anak SD menjadi faktor utama yang menentukan mereka memahami sebuah pelajaran bukan hanya matematika saja.

    ReplyDelete
  26. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Matematika merupakan obyek abstrak sehingga agak sulit dipahami bagi anak-anak sekolah dasar (SD). Oleh karena itu, menurut saya pembelajaran matematika yang diharapkan yaitu pembelajaran dengan pendekatan kontekstual atau pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga mereka akan mudah mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, guru harus menggunakan meode mengajar yang sesuai dengan siswa, mempersiapkan alat peraga untuk memudahkan siswa menangkap materi pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  27. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan artikel di atas, yang dapat disimpulkan dari beberapa uraian diatas menunjukkan bahwa tidak ada cara yang terbaik dalam membelajarkan matematika, kecuali kalau kita menjadi yang terbaik agak proses menjadi lebih baik. Seseorang tak akan pernah berhenti belajar dan memilih pilihan bagi dirinya untuk melakukannya. Cintai profesi kita, lakukan yang terbaik, dan ikhlas dalam menjalankan amanah serta teruslah mencari ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin berkembang.

    ReplyDelete
  28. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Pembelajaran matematika di SD seharusnya tersampaikan dengan baik. Karena dasar dasar matematika ada di lingkup SD. misalnya untuk perkalian dan pembagian. Banyak siswa yang sekolah pada jenjang SMP masih bingung bagaimana proses membagi. Oleh karena itu pembelajaran matematika SD harus tersampaikan dengan baik.

    ReplyDelete
  29. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Pembelajaran matematika yang diharapkan di SD menurut saya adalah matematika sebagai suatu aktivitas melalui benda-benda konkret sederhana yang ada di lingkungan yang dapat dimanipulasi atau diamati penggunaan matematika di dalamnya. Hal ini juga karena disesuaikan dengan psikologi perkembangan kognitif anak yang belum mampu berpikir abstrak melainkan terletak pada tahap berpikir konkret. Sejalan juga dengan pendapat Freudenthal (1977) bahwa matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan.

    ReplyDelete
  30. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dalam pembelajaran matematika di SD, materi yang disampaikan perlu di konkritkan agar pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa, karena pada usia saat itu dibutuhkan media yang menarik dan nyata untuk menunjang pemahaman mereka terhadap apa yang mereka pelajari, sehingga siswa dapat mengembangkan kreatifitasnya pula. Namun mengenai model atau pendekatan atau strategi, guru dapat menggunakan sesuai kebutuhan, tidak hanya terpaku pada satu model atau pendekatan atau strategi saja.

    ReplyDelete
  31. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pendidikan di sekolah dasar (SD) merupakan pendidikan sebagai dasar dalam menuntut lmu di jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, yaitu SMP, SMA, dan seterusnya. Oleh karena itu, materi pelajaran harus disampaikan dengan baik agar tercipta konsep yang baik dan benar. Begitu juga dengan matematika, siswa harus ditanamkan konsep yang benar sejak SD.

    ReplyDelete
  32. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Tidak ada cara atau srategi yang cocok digunakan untuk mengajarkan semua materi matematika, kecuali kalau kita menjadikan setiap strategi itu menjadi baik. Atau dengan kata lain, seorang guru harus memilihkan suatu strategi yang cocok untuk materi tertentu. Pembelajaran yang dilaksanakan untuk siswa SD sebaiknya dimulai dengan yang konkret atau sesuatu yang bisa diamati supaya sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. Dengan demikian, pembelajaran menjadi bermakna karena siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Agar pembelajaran bervariasi, guru juga perlu mengembangkan media pembelajaran yang mendukung.

    ReplyDelete
  33. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Jika ditanya pembelajaran matematika seperti apa yang kita harapkan di SD. Jawaban yang dapat diberikan adalah pembelajaran yang harus sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan siswa selama belajar. Siswa perlu diberi kebebasan dalam belajar, sehingga siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  34. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pembelajaran matematika menggunakan pendekatan realistik matematika yang dikaitkan dengan kenyataan, maka siswa lebih mudah dalam memahami dan menerapkan matematika itu sendiri, serta siswa sendiri memiliki pengalaman sehingga dapat tertanam dalam benak siswa. Menurut saya, guru yang mengajar siswa SD juga harus memiliki kesabaran dan memberikan contoh yang biak bagi siswa. Karena pada tahap tersebut, siswa masih mencontoh dan meniru apa yang ia lihat apa yang ia dengar, tidak hanya dalam pembelajaran yang memberikan ilmu, namun penanaman karakter pada pendidikan SD juga sangat penting.

    ReplyDelete
  35. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dunia anak-anak itu merupakan dunia sesuai dengan pengalamannya. Intuisi peserta didik berperan penting dalam proses pembelajaran. Namun terkadang guru masih kesulitan merubah matematika yang abstrak menjadi kontekstual. Dikarenakan memang skill gurunya yang kurang maupun tuntutan materi yang harus dikejar hingga akhir semester misalnya menjadi masalah yang banyak dihadapi dilapangan.Proses belajar bermakna dilakukan oleh siswa dengan menemukan konsepnya sendiri atau dengan kata lain siswa tidak menerima pelajaran begitu saja. Proses belajar seperti ini dapat membuat pelajaran lebih mudah dimengerti oleh siswa.

    ReplyDelete
  36. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pembelajaran matematika yang diharapkan di Sekolah Dasar adalah tidak menjadikan siswanya memiliki rasa takut terhadap pembelajaran matematika. pembelajaran matematika yang diharapkan yaitu pembelajaran dengan pendekatan kontekstual atau pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga mereka akan mudah mengikuti proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  37. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ada banyak sekali harapan yang kita inginkan dalam pembelajaran matematika di jenjang seolah dasar yang kemudian terkristalisasi dalam tujuan pembelajaran. Berbagai cara pun di tempuh agar tujuan tersebut tercapai dengan maksimal. Benar bahwa guru adalah pemegang peranan yang sangat penting dalam hal ini, menjadi guru yang terbaik bagi siswa itulah yang dibutuhkan. Tidak ad acara yang terbaik dalam pembelajaran, kecuali semua komponen dalam pembelajaran itu menjadi yang terbaik agar prosesnya berjalan menjadi lebih baik. Dan karena hidup itu adalah perjalanan makas kita tidak akan berhenti belajar dan mencari mana yang akan menjadi pilihan yang terbaik.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  38. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Pendekatan Matematika Realistik adalah satu dari sekian banyak pendekatan dalam pembelajaran matematika. Secara pribadi, saya melihat pendekatan ini sebagai pendekatan yang mampu meyakinkan siswa bahwa pelajaran matematika itu penting dan menunjang kehidupan sehari-hari Siswa menjadi sadar bahwa banyak masalah yang harus diselesaikan dengan menggunakan matematika, dengan begitu kecintaan siswa terhadap matematika akan semakin bertambah. Pendekatan Matematika Realistik juga diperlukan upaya mengaktifkan siswa. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan cara (1) Mengoptimalkan keikutsertaan unsur-unsur proses belajar mengajar (2) Mengoptimalkan keikutsertaan seluruh sense peserta didik. Salah satu kemungkinannya adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat menemukan atau mengkontruksi sendiri pengetahuan yang akan dikuasainya

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  39. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Utamanya, guru harus bisa mengarahkan serta menuntun siswa lebih aktif dalam belajar. Guru harus masuk kedalam kelompok siswa, sehingga tidak ada kesenjangan anatar guru dan siswa. Siswa tidak memiliki rasa takut guru tetapi hormat kepada guru. Guru harus dapat mengaitkan materi dengan sesuatu yang real dan kongkrit pada pembelajarannya, sehingga dibuthkan media yang menarik serta nyata untuk menuntun pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Karena hal ini, siswa pun akan menyimpan apa yang ia ketahui dari apa yang ia lakukan sendiri dari pengalaman-pengalamannya kedalam memori jangka panjang. Serta bekalnya menuju jenjang selanjutnya sudah ada

    ReplyDelete
  40. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Berdasarkan uraian Standar kompetensi Lulusan SD yang diharapkan tercapai meliputi:
    1) Domain Sikap: memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman,
    berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggungjawab dalam berinteraksi
    secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di sekitar rumah, sekolah,
    dan tempat bermain.
    2) Domain Keterampilan: memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif
    dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan
    kepadanya.
    3) Domain Pengetahuan: memiliki pengetahuan faktual dan konseptual dalam
    ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora, dengan wawasan
    kebangaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di
    lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.

    Ketiga domain tersebut mewakili ekspektasi pembelajaran matematika yang dilakukan di SD, akan tetapi pertanyaan lain muncul pembelajaran yang seperti apa yang bisa menghasilkan kriteria lulusan seperti ketiga domain diatas?

    ReplyDelete
  41. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Terdapat banyak metode pembelajaran yang bisa digunakan dalam pembelajaran matematika SD, salah satunya seperti yang disebutkan adalah PMRI dimana siswa melakukan proses konstruksi pengetahuan terhadap dunia nyata, real atau relistik yaitu matematisasi horizontal dan vertikal. Selain mencari atau transfer of knowledge dari dunia nyata ke matematika bahkan mencari pola dan hubungan di dalam konteks matematika itu sendiri. Hal ini dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika di SD.

    ReplyDelete
  42. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Selain itu, apa yang kita harapkan dari pembelajaran matematika SD meliputi kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa SD yaitu melibatkan kehidupan sehari-hari kemudian mengakomodasi rasa ingin tahu, belajar dan realistis. Tidak memenuhi kapasitas kognitif mereka dengan rumus-rumus matematika yang belum sesuai dengan tingkatannya.

    ReplyDelete
  43. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Matematika yang tepat diterapkan di SD, yaitu matematika anak. Membuat matematika menjadi dekat dengan siswa. Menggunakan objek nyata yang sesuai dengan pemikiran siswa SD. Namun, penerapan matematika yang demikian adalah pokok penting guru dalam menggunakan pada saat pembelajaran. Maka,akan lebih bermakna apabila guru mempersiapkan pembelajaran matematika dengan menuliskannya pada RPP.

    ReplyDelete
  44. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Menyampaikan materi matematika pada siswa SD juga merupakan suatu tantangan tersendiri bagi guru. Dengan berbagai tingkah siswa yang masih anak-anak dan sangat aktif peran guru dalam mengkondisikana atau mengelola kelas menjadi dasar dari setiap pertemuan. Bagaimana menanamkan peran guru matematika yang disenangi oleh siswa bukan menjadi guru matematika yang akan membuat siswa diam karena siswa takut.

    ReplyDelete
  45. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Pada dasrnya, bagaimana matematika akan menjadi menyenangkan terletak pada penyampaim guru. Banyak spekulasi yang berkembang bahwa guru matematika adalah guru yang paling ditakuti oleh siswa. Hal itu juga sempat terjadi dengan saya. Di luar itu semua, keberhasilan suatu pembelajaran terletak pada hubungan guru, materi, dan siswa yang terjalin intim.

    ReplyDelete
  46. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika Internasional 2013
    Assalamualaikm Wr.Wb.

    After reading the article above, I have some opinions about the learning of mathematics in primary school. In my opinion, the process of learning mathematics as the article above is the most effective learning to embed mathematics concept to students of primary school who are just learning about the concept of mathematics. But in reality, the process of learning mathematics as a class discussion is very rarely or may be never found in the process of learning mathematics in primary school. I have a little sister who is currently sitting in 4th grade of primary school. From her statement, she rarely did a class discussion when he had 3.5 years in primary school. Teachers only give a concept to students of primary school without providing more detail on the concept of mathematics. From these events, it can be concluded that class discussion has not been applied directly by teachers of primary school. Exactly, with the discussion as a class discussion, students will be more open-minded and can understand the concepts of mathematics in their own way. Teachers of primary school should not only give but also explain more detail about the concept of mathematics. So, students of primary school will have more questions about the concept of mathematics and will try to find out more. By learning fun, students can quickly grasp a concept in their own way. Teachers should try to make a learning fun for students of primary school. Teacher should have many method to help students, so that students will understands the concept of mathematics.
    That is my opinion about the learning of mathematics in primary school and thank you very much.
    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  47. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Penting untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan melalui pengalaman- pengalaman sehingga matematika terasa dekat dengan kehidupan siswa. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan guru juga harus memiliki rasa senang dalam pembelajaran. Rasa senang ini akan muncul ketika seorang guru mencintai profesinya sebagai guru serta mencintai peserta didiknya. Dengan rasa cinta guru akan menjadi lebih peka terhadap kebutuhan peserta didik. Dengan rasa cinta guru akan selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam memfasilitasi kegiatan belajar siswa.

    ReplyDelete
  48. 16701251016
    PEP B S2

    Pada masa anak usia dasar adalah dunia dengan penuh kenyataan, artinya dalam konteks matematika adalah matematika relaistik, bukan seperti matematika orang dewasa yang lebih abstrak.
    Yang terjadi pada masa usia sekolah dasar ini adalah masa perkembangan, dimana mencari kebenaran matematika yang ada adalah sesuai konteks dan pengalamannya. Namun, dalam proses pemeblajaran yang semestinya adalah dengan prinsip ilmiah, tetap menggunakan metode pembelajatan agar peserta didik aktif dalam setiap pembelajaran

    ReplyDelete
  49. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEPB
    Asm it is found in the article, the four main steps or conditions must be fulfilled for the teaching of mathematics in SD. the first phase of preparation encloses many components, mental preparation, aesthetic preparation; here it means that the teacher should be the model of the students in all corners of life, social preparation; here it includes the interaction with the environment, an then material preparation. the teacher is required to have a lesson plan enclosing all the parts or enrolling of the lesson, from the review or introduction through the conclusion.

    ReplyDelete
  50. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Matematika sekolah menurut Ebbutt and Straker antara lain: Matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan, Matematika adalah kegiatan problem solving, Matematika adalah kegiatan investigasi, dan Matematika adalah komunikasi. Hakekat matematika sekolah itu lah yang selama ini digunakan sebagai alternatif agar matematika di sekolah tampak lebih bersahabat dan menyenangkan bagi siswa. Matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa. Selain itu matematika sekolah digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Tentunya ada perbedaan antara matematika untuk anak-anak dan orang dewasa. Menurut Sumardyono (1994: 43-44) perbedaan tersebut antara lain dari aspek penyajian, pola pikir, keterbatasan semesta, dan tingkat keabstrakan.

    ReplyDelete
  51. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Pembelajaran yang diharapkan ketika di SD adalah bermain sambil belajar. Karena pada dasarnya jika dilihat dari perkembangan kognitifnya masih dalam perkembangan operasional kongkrit, maka akan lebih suka jika belajarnya memang benar-benar dari benda kongkrit. Jadi siswa tidak menyadari bahwa dia sedang belajar, walaupun terkesannya hanya bermain-main saja. Kemudian sistem evaluasinya tidak menggunakan tes, perlu adanya tes pemahaman, yang dilihat adalah prosesnya, bukan mementingkan hasilnya saja.

    ReplyDelete
  52. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Cara yang terbaik dalam membelajarkan matematika SD yang diharapkan sebenaranya, focus dan melakukan yang terbaik pada setiap tahap pembelajaran yang dilakukan dikelas, agara hasilnya pun maksimal dan memuaskan.

    ReplyDelete
  53. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Pelajaran matematika harus memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk “dibimbing” dan “menemukan kembali” matematika dengan melakukannya. Oleh karena itu seorang guru harus mengetahui langkah-langkah pembelajarannya agar penyampaian sistematis.

    ReplyDelete
  54. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    matematika SD seharusnya memang matematika yang nyata, bukan icon, gambar atau simbol aopalagi abstrak. matematik dalam kehidupan nyata adalah matematika realistuik, oleh karena itu pendidikan matematika realsitik sangat cocok untuk matematika SD.

    ReplyDelete
  55. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Pembelajaran di Sekolah Dasar sebaiknya membantu siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan dari pengalaman. Pengalaman belajar mereka akan terbentuk melalui aktivitas-aktivitas matematika saat pembelajaran berlangsung. Dengan demikian guru perlu merangcang pembelajaran dengan menggunakan aktivitas matematika di dalamnya.

    ReplyDelete
  56. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Menurut Zulkardi (2002), ada 4 langkah dalam pembelajaran matematika realistik. Yaitu persiapan, pembukaan, proses pembelajaran, dan penutup. Semuanya dilakukan untuk mengenalkan matematika pada siswa dengan cara yang menarik. Dengan begitu, matematika akan lebih mudah diterima oleh siswa SD.

    ReplyDelete
  57. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pembelajaran matematika di SD yaitu pembelajaran yang diharapkan dengan mengaitkan matematika yang relevan dalam kehidupan nyata agar siswa SD dapat memahami matematika dengan lebih mudah. Pembelajaran matematika yang diharapkan tidak menakutkan bagi siswa dengan cara mengubah persepsi awal siswa tentang matematika. Oleh karena itu, sebagai guru kita harus membimbing siswa dengan maksimal dan memberikan kesempatan siswa untuk menemukan kembali pengetahuannya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  58. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Matematika untuk siswa tingkat sekolah dasar dan menengah hendaklah dibuat untuk lebih realistik dan sesuai atau relevan dengan kegiatan manusia. Oleh karena itu, seorang guru sekolah harus merencanakan dengan baik, mulai dari persiapan, pembukaan, proses pembelajaran, dan penutup. Dan guru juga harus selalu mengembangkan ilmunya dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi siswanya.

    ReplyDelete
  59. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas A

    Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar sangat memerlukan konteks yang realistik agar menjadi lebih bermakna bagi siswa. Sehingga muncullah konsep pembelajaran matematika realistik. Dalam matematika realistik terdapat tahap-tahap yang tentunya harus dilewati sebelum menuju matematika formal. Contohnya ketika anak-anak maka pengenalan konsep pada anak tidak serta merta menggunakan simbol seperti pada matematika formal. Namun dimulai dari benda-benda konkrit yang dekat dengan anak. Begitu selanjutnya ketika usia anak merambah naik, tahapan yang diberikan lebih tinggi sampai akhirnya sampai pada tahap matematika formal. Tentu matematika formal diberikan pada orang dewasa yang sudah mempunyai kemampuan abstraksi yang tinggi.

    ReplyDelete
  60. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dalam mencapai tujuan pembelajaran dibutuhan hubungan yang baik, yaitu antara guru, media atau alat peraga, sumber belajar, metode pembelajaran, dan siswa (SD). Di sini, guru memiliki peran penting dalam keberhasilan penyampaian dan pemahaman materi khususnya bagi siswa SD. Sebab anak SD lebih mudah belajar Matematika dengan melihat apa yang ada di sekitarnya. Siswa akan menjadi lebih kreatif, dapat mengembangkan materi, tidak terpaku atau tergantung pada apa yang disampaikan guru, timbul kesenangan terhadap pelajaran, bahkan siswa diharapkan mampu menyimpulkan dan merumuskan suatu materi pelajaran

    ReplyDelete
  61. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Model pembelajaran matematika sebaiknya dimulai dengan mengangkat situasi dari kehidupan sehari hari yang kemudian disederhanakan dalam bentuk soal cerita. Kemudian para siswa diminta memodelkan dengan model mainan (bisa berupa balok, stik es krim, dll) atau model gambar sebelum akhirnya membuat kalimat matematika. Proses ini harus dilakukan dalam dua arah sehingga hasilnya akan optimal.

    ReplyDelete
  62. Pembelajaran yang kita harapkan di SD adalah pembelajaran yang bersinggungan langsung dengan lingkungan sekitar sehingga siswa lebih mudah memahami materi pelajaran. Dengan melihat apa yang ada disekitar dan mengambil pelajaran darinya maka anak tidak perlu membayangkan konsep-konsep yang jauh dari pemahaman mereka sebagai anak sesuai usianya. Seperti prinsip perkembangan psikologi anak yang belajar dari apa yang ada dan apa yang dilihat dari lingkungan sekitar.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  63. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Pembelajaran matematika di SD tergolong masih menyenangkan karena anak-anak masih antusias dengan matematika. Pemikiran mereka masih terbuka dengan hal-hal baru. Pendapat saya, pendekatan realistik bisa diterapkan.
    Matematika bagi anak SD belum sampai pada menemukan suatu rumus yang rumit atau membuktikan suatu teorema. Siswa lebih senang juga observasi di luar kelas. Perlulah sekali-sekali kita ajak siswa ke suatu tempat yang masih berhubungan dengan matematika, bisa di lingkungan sekolah, tidak perlu jauh-jauh. Misalkan, siswa diminta untuk menghitung luas atap dengan banyak genteng sekian, dan sebagainya. Kemudian siswa diminta membuat suatu catatan kecil. Jika tidak memungkinkan siswa belajar secara individu, bentuk saja kelompok-kelompok kecil.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  64. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Banyak sekali siswa SD merasa matematika itu sulit. sudah seharusnya guru melaksanakan bagaimana cara yang efektif dan efisien dalam penyampaian materi pembelajaran matematika khususnya di SD. Sehingga siswa merasa senang belajar matematika. sebagai seorang guru sudah menjadi tanggung jawab bagaimana mengemas materi-materi yang akan disampaikan menjadi mudah ditelan oleh siswa-siswanya. terutama siswa SD yang notabenennya masih kecil.

    ReplyDelete
  65. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A 2016
    Pembelajaran terhadap anak kecil sangat berbeda dengan pembelajaran terhadap orang dewasa. Anak kecil akan paham jika sudah sudah melakukan. Tugas guru di sini menjadi penting ketika materi pembelajaran matematika di kemas dengan menggunakan aktivitas-aktivitas sosial tanpa menggunakan definisi-definisi. Sehingga siswa SD mudah paham dan intuisi anak tersebut dapat berkembang dengan baik. jika intuisi siswa SD dapat berkembang, maka dengan sendirinya pengetahuan dapat dicapai. tujuan pembelajaran pun dapat tercapai.

    ReplyDelete
  66. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Pembelajaran di Sekolah Dasar, adalah menjadi pijakan bagaiamana selanjutnya siswa di Sekolah Dasar tersebut berkembang di kemudian hari, menjelajah lebih jauh lagi dalam dunianya melalui proses berfikir atau kognitifnya. Sehingga penyusunan kurikulum perlu disesuaikan dengan kondisi siswa pada masa itu. Seperti penysusunan kurikulum matematika yang mengganggap bahwa matematika yang diberikan dimulai dan dibatasi pada matematika dasar. Kemudian beberapa faktor yang menjadikan berhasilnya penyampaian materi matematika dasar itu beberapa diantaranya adalah :
    1. Lingkungan dan gaya belajar yang diciptakan
    2. Minat dan Bakat dari siswa
    3. paradigma siswa
    4. Kompetensi Guru
    5. Sarana dan Prasarana pembelajaran
    Kelima hal tersebut saling terkait untuk mewujudkan tujuan pembelajaran .

    ReplyDelete
  67. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Saya tertarik mengomentari pada poin pembukaan, dimana dipaparkan bahwa pada bagian ini siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang dipakai dan diperkenalkan kepada masalah dari dunia nyata. Kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri. Hal ini berkaitan dengan metode pembelajaran PBL (Poblem Based Learning) yang selama ini telah diterapkan di Indonesia. Namun sayangnya, penggunaannya masih belum efektif.

    ReplyDelete
  68. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Kemudian, dari artikel di atas yang paling menarik bagi saya adalah kalimat Freudhental, “Matematika adalah kegiatan manusia”. Menurut pandangannya, matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan. Selain memandang matematika sebagai subyek yang ditransfer, Freudenthal menekankan ide matematika sebagai suatu kegiatan kemanusiaan. Pelajaran matematika harus memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk “dibimbing” dan “menemukan kembali” matematika dengan melakukannya.

    Tidak hanya pada matematika, seringkali kita tidak sadar bahwa segala bidang ilmu yang kita pelajari di sekolah hingga perguruan tinggi adalah kegiatan manusia. Itulah mengapa hakikat pendidikan yang paling hakiki adalah untuk memanusiakan manusia.

    ReplyDelete
  69. Fitri Wulanadari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Untuk dapat melakukan pembelajaran matematika dengan baik, maka harus dimulai dari kita sebagai pendidik menjadi yang terbaik. Saya sangat setuju dengan pendapat Prof. Marsigit ini. Dengan menjadi yang terbaik kita juga akan melakukan proses yang terbaik. Janganlah berhenti belajar untuk dapat memberikan metode dan tool yang terbaik, selalu peka terhadap kemajuan dan perubahan. Dan yang terpenting juga kita harus mencintai pofesi kita sebagai pendidik.

    ReplyDelete
  70. Fitri Wulanadari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan. Dalam pemecahan masalah matematika, siswa dihadapkan pada situasi yang mengharuskan mereka untuk memahami masalah, membuat model matematika pemecahan masalah, dan memilih strategi penyelesaian model matematika. Guru harus memberikan kesempatan yang sebesar-besarya bagi siswa untuk mengembangkan ide-ide matematika sehingga siswa tersebut dapat memecahkan masalahnya dengan baik

    ReplyDelete
  71. Fitri Wulanadari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Dalam proses pembelajaran matematika, siswa lebih menyukai jika dikaitkan dengan kenyataan lingkungan sekitarnya. Siswa menjadi lebih aktif dan diberi ruang untuk mengeksplor gagasan dan idenya dalam menyelesaikan permasalahan. Guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator, akan mengamati jalannya diskusi kelas dan memberi tanggapan sekaligus arahan untuk mencapai trategi terbaik

    ReplyDelete
  72. Fitri Wulanadari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Langkah dalam pembelajaran realistik diawali dengan proses persiapan. Selain menyiapkan masalah kontekstual, guru diwajibkan untuk memahami masalah dan memiliki berbagai macam strategi yang mungkin ditempuh siswa dalam menyelesaikannaya. Langkah persiapan ini tidak kalah pentingnya dengan tahap proses. Karena dengan persiapan yang baik maka proses pembelajaran juga bisa menjadi efektif dan efsien. Guru menjadi lebih siap dengan pendekatan metode dan alat bantunya,

    ReplyDelete
  73. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Disinilah peran inovasi dibutuhkan. Selain itu kekakuan akan sistem pendidikan serta paradigma logicist yang masih membayangi para guru untuk berkarya dan berinovasi dalam memberikan asupan matematika kepada siswa SD dengan mgajarkan matematika secara kontekstual. Maka selama kita belum mau membuka diri ditambah peran stakeholder pendidikan yang sangat "strictly" dalam memahami pendidikan secara tekstual, akan sulit dirasa untuk memberikan pembelajaran matematika yang baik untuk siswa SD.

    ReplyDelete
  74. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Matematika itu berstruktur. Untuk itu harus diajarkan secara berjenjang juga kepada siswa.
    Seorang guru sd perlu mengetahui tingkat perkembangan berpikir siswa sd. Berfikirnya belum formal dan relatif masih kongkret, bahkan untuk sebagian anak sd kelas rendah masih ada yang berada pada tahap pra-kongkret. Untuk itu sebaiknya dalam mengajarkan matematika untuk siswa SD sebaiknya matematika disajikan dalam bentuk yang sederhana menggunakan benada-benda konkret dalam kehidupan sehari-hari. Serta jangan mengabaikan intuisi siswa dan sebaiknya jangan mengajar siswa tentang definisi.

    ReplyDelete
  75. Faqih Mu'tashimbillah
    12313244030
    Pend Matematika Internasional

    Assalamualaikum.wr.wb
    Masalah nyata yang diberikan guru kepada siswa SD ini juga pernah diajarkan Bapak Marsigit dalam Microteaching tentang pembuatan LKS.
    Pada Lembar Kerja Siswa bagian mengamati, siswa dihadapkan pada fenomena sehari-hari atau masalah nyata yang dituangkan dalam LKS.
    Kemudian untuk langkah selanjutnya hampir sama dengan yang dijabarkan pada tulisan ini. Fenomena dan masalah nyata tersebut akan menjadikan LKS yang dibut bersifat kontekstual dan siswa dapat memahami manfaat mempelajari suatu topik matematika.

    ReplyDelete
  76. Kemudian pada bagian menanya, siswa diminta untuk membuat pertanyaan tentang apa saja yang tertuang pada fenomena yang diamati. Hal ini akan membuat siswa berpikir kreatif dan menyusun strategi dalam memecahkan masalahnya.
    Pembelajaran matematika di SD dan SMP hampir sama karena berawal dari sesuatu yang real. hanya saja pada pendalaman materinya, siswa SMP akan sedikit lebih abstrak.

    ReplyDelete
  77. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Matematika merupakan bagian dari kegiatan kemanusian, manusia tidak dapat lepas dengan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu pelajaran matematika harus memberikan kesempatan pada siswa untuk dibimbing dan menemukan kembali dengan melakukannya. Dalam mengajarkannya (penyampaiannya) harus sistematis agar siswa jelas dan mudah memahami. Dengan langkah-langkah: persiapan, pembukaan, proses pembelajaran, dan penutup.

    ReplyDelete
  78. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Guru dalam pembelajaran matematika hendaknya dalam mengajar memahami semua materi yang akan disampaikan melalui pendekatan kontekstual dan strategi mengajar yang sesuai dan dikaitkan dengan kehidupan nyata, kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri.

    ReplyDelete
  79. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Pelajaran matematika SD hendaknya berupa masalah secara kontekstual, dan siswa secara berkelompok atau individu berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan pengalamannya, kemudian hasil kerjanya dipresentasikan di depan kelas dan kelompok atau siswa lain menanggapi hasil kerja tersebut. Guru mengamati dan memberikan tanggapan mengenai jalannya diskusi serta memberikan pengarahan untuk menyimpulkan.

    ReplyDelete
  80. Menurut Piaget, Siswa SD diklasifikasikan masih dalam tahap operasi konkret yang berarti matematika harus dikemas ke dalam dunia nyata. Dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Tidak ditampilkan dalam bentuk abstrak berupa simbol-simbol yang biasa diterima siswa SMA. Dalam peaksanaannya, guru bisa menggunakan media pembelajaran yang tepat, contohnya alat peraga. Karena dengan penggunaan alat peraga dapat memperjelas apa yang disampaikan oleh guru, sehingga siswa lebih cepat memahaminya. Heruman (2008) menyatakan dalam pembelajaran matematika SD, diharapkan terjadi reinvention (penemuan kembali). Penemuan kembali adalah menemukan suatu cara penyelesaian secara informal dalam pembelajaran di kelas. Selanjutnya Heruman menambahkan bahwa dalam pembelajaran matematika harus terdapat keterkaitan antara pengalaman belajar siswa sebelumnya dengan konsep yang akan diajarkan. Sehingga diharapkan pembelajaran yang terjadi merupakan pembelajaran menjadi lebih bermakna (meaningful), siswa tidak hanya belajar untuk mengetahui sesuatu (learning to know about), tetapi juga belajar melakukan (learning to do), belajar menjiwai (learning to be), dan belajar bagaimana seharusnya belajar (learning to learn), serta bagaimana bersosialisasi dengan sesama teman (learning to live together).
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  81. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "Menurut pandangannya Matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan. Selain memandang matematika sebagai subyek yang ditransfer, Freudenthal menekankan ide matematika sebagai suatu kegiatan kemanusiaan."

    Konsep Matematika realistik ini adalah konsep matematika yang mempertimbangkan perkembangan kognitif anak. Meskipun demikian, konsep ini tidak banyak dipahami apalagi diimplementasikan oleh kebanyakan guru sekolah dasar.

    ReplyDelete
  82. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Matematika realistik adalah Matematika yang sangat cocok diajarkan untuk anak usia SD. Mengajarkan Matematika realistik tidak mudah mengingat paradigma pembelajaran matematika yang sudah berjalan dari dulu sampai sekarang di SD bukan Matematika realistik. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengubah paradigma berpikir guru dalam mengajar Matematika. Ketika guru sudah memiliki paradigma yang benar, maka proses pembelajaran akan berjalan lebih efektif.

    ReplyDelete
  83. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Mengajarkan Matematika realistik pada anak usia SD tidaklah mudah. Sebelum mengajar, guru perlu memahami secara menyeluruh paradigma pengajaran Matematika realistik. Guru juga perlu mempersiapkan strtategi belajar-mengajar yang tepat. Selain strategi, penggunaan media belajar yang tehpat juga menjadi kunci penting keberhasilan pembelajaran Matematika realistik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. LINA
      16701261022
      PEP-A/2016

      Terima kasih Prof, telah memposting elegi yang ditulis oleh saudara Sabina Ndiung. Elegi ini sangat berarti dalam memberikan masukan kepada semua guru, khususnya guru Pendidikan Matematika.

      Delete
  84. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Saya pernah kebinggungan dalam melakukan pembelajaran matematika di dalam kelas yang pada dasarnya anak-anak yang saya didik kurang antusias dalam belajar matematika. Mereka kurang antusias dalam melakukan perkalian, pembagian, dan operasi hitung lainnya. Akhirnya, saya mencoba menggunakan alat peraga montessori di dalam pembelajaran. Alhamdulillahnya, anak-anak menjadi tertarik dan senang belajar matematika.

    ReplyDelete
  85. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Pada dasarnya, guru hanya perlu untuk mengembangkan sebuah metode mengajar yang menyenangkan bagi anak dengan menggunakan alat-alat peraga matematika. Matematika adalah ilmu abstrak bagi anak. Oleh karena itu, guru perlu menghadirkan pembelajaran matematika yang dapat mengkonkretkan pembelajaran matematika. Salah satunya dengan menggunakan alat peraga matematika. Dengan alat peraga, anak dapat mengeksplorasi pengetahuan dan mendapatkan pengalaman yang bermakna.

    ReplyDelete
  86. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Pembelajaran matematika yang menyenangkan dan efektif, diharapkan tidak hanya mampu menghafal konsep-konsep matematika, tetapi juga harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, jadi dalam proses pembelajaran yang dipraktekkan guru yang melibatkan dan mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran, siswa mampu menemukan konsep-konsep matematika. Sehingga pembelajaran matematika di sekolah dasar mampu mengembangkan kompetensi-kompetensi matematika seperti yang terdapat dalam kurikulum matematika.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id