Feb 12, 2013

IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA




IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Oleh: Mahasiswa S1 Reguler Pendidikan Matematika Angkatan 2007, 2o Nopember 2008


1.Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa.
2.Bagimana menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika.
3.Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika?
4.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa?
5.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi?
6.Tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya “Education for All”?
7.Sekitar polemik bentuk soal UAN dan pengaruhnya terhadap psikologis siswa?
8.Apa yang kita ketahui tentang “Transfer of Knowledge” dan “Transfer of Value”?
9.MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknany?
10.Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas?
11.Bagaimana mengatur keseimbangan antara belajar matematika sebagai proses atau sebagai hasil?
12.Bagaimana mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan siswa belajar matematika?
13.Bagaimana mengembangkan aspek nilai budi pekerti dalam pembelajaran matematika?
14.Bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika?
15.Apakah terdapat “prejudice” dalam pembelaaran matematika dan bagaimana pengaruhnya terhadap kegiatan belajar matematika?
16.Bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam pbm matematika?
17.Bagaimana mengembangkan pembelajaran kontekstual dalam pbm matematika?
18.Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?
19.Bagaimana meningkatkan kemampuan matematika siswa?
20.Bagaimana mengembangkan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan serta siswa menghayati bahwa matematika adalah penting?
21.Bagaimana aspek kuantitatif dan pemanfaatannya dalam pembelajaran matematikia?
22.Apa yang dapat kita ketahui tentang “managemen emosi” dan penerapannya dalam pbm matematika?
23.Bagaimana mengembangkan metode pembelajaran matematika yang dinamis dan fleksibel?
24.Bagaimana mengembangkan skenario pembelajaran matematika?
25.Bagaimana memotivasi siswa belajar matematika?
26.Bagaimana menumbuhkan apersepsi siswa dan keterlibatan siswa dalam pbm matematika?
27.Apa yang kita ketahui tentang “metapora” dan bagaimana pengaruhnya dalam pbm matematika?

Kontributor: Ratna Indrayani, Sani Merdekawati, M. Abdul Rosid, Adi Rahman, Yayu Marissyafani, Fety Herira Amasari, Tri Wijayanti, Faizin, Ajeng Desi, Ervinta Astrining Dewi, Palupi Sri Wijayanti, Hutri Prastasiwi, Trisnawati, Uki Rahmawati, Fina Hanifa, Supriyanti, Anniy Susilowatiy, Rima Aksen, Artina Tarapti, Anisa Halimatus Sa’diyah, Noviana Anggraini, Nur Hera Utami, Indrati Setyarini, Isti Nur Chasanah.
Pembimbing: Dr. Marsigit

109 comments:

  1. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Menurut sumber yang saya baca, Transfer of knowledge adalah mentransfer ilmu pengetahuan dan pemahaman, sedangkan transfer of value adalah mentransfer nilai-nilai moral dan kebaikan. Setiap pengajar seharusnya mempunyai 2 tujuan ini didalam pembelajaran sehingga output yang dihasilkan tidak saja mencetak orang-orang yang pandai, tetapi juga mencetak orang-orang bermoral.

    ReplyDelete
  2. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    9.MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknany?
    Budaya instan dalam pendidikan yang dimaksud adalah ingin mendapatkan sesuatu secara cepat tanpa harus berusaha secara sungguh-sungguh, tetapi usahanya adalah dengan cara pintas. Cara pintas yang dimaksud dalam pendidikan ada beberapa macam, di antaranya dalam pembelajaran matematika adalah cara cepat atau trik dalam penyelesaian masalah matematika dan juga mencontek saat ujian. Namun ingat bahwa hal trik cepat hanya 'sekilas' sangat menarik, karena trik atau cara cepat hanya berlaku untuk soal-soal khusus saja bahkan hanya satu tipe saja untuk satu trik. Menurut Skemp, jika siswa dalam pembelajaran tidak berdasar pada pemahaman, atau materi-materi yang secara keseluruhan tidak dapat dipahami, tetapi hanya merupakan rangkaian aturan tanpa arti, hal tersebut disebut pencemoohan terhadap siswa atau penghinaan terhadap kecerdasan. Istilah "pencemoohan" berarti merugikan suatu organisme. Akan lebih bermakna jika kita memahami cara penyelesaian matematika (bukan cara singkat). Budaya instan kedua adalah mencontek, merupakan hal yang tidak dibenarkan dalam agama.

    ReplyDelete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    14.Bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika? menurut hemat saya cara melibatkan siswa secara aktif adalah dengan memasukkan siswa itu sendiri kedalam matematika tersebut, tidak hanya sebagai pembelajar, yang hanya melihat, memahami, namum juga dilakukan interaksi matematika langsung dengan siswa. artinya siswa yang mengalami sendiri, karena ketika seseorang berhubungan dengan pengalamannya maka kemampuan untuk aktif akan sangat tinggi.

    ReplyDelete
  4. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika?
    Saya pernah mengalami hal ini. Menyelenggarakan pembelajaran matematika pertama kali pada anak-anak yang sangat baru dan berbeda karakter dengan diri saya. Yang pertama kali dilakukan adalah persiapkan materi dengan baik, itu hal paling penting. Langkah berikutnya cari informasi mengenai kondisi siswa yang akan kita ajar dengan guru mapel yang lain, ataupun bisa guru satu mapel. Kemudian di dalam kelas yang pertama harus dipegang adalah “pentolan” dari kelas tersebut. Karena biasanya dia yang akan memulai ulah. Lalu setelah itu jalanlah dengan cara yang sudah dipersiapkan.

    ReplyDelete
  5. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi?
    Kita dalam proses pembelajaran harus senantiasa mempersiapkan soal-soal yang berbeda untuk siswa berprestasi tinggi. Mereka jika materi biasa sudah cukup maka perlu kitatingkatkan denga pengayaan materi. Dalam membuat LKS juga haruslah mempersiapkan untuk anak-anak berprestasi tinggi itu. Hal ini merupakan asa keadilan. Jika perlu kita meluangkanwaktu diluar jam pembelajaran untuk memberikan tambahan bagi mereka.

    ReplyDelete
  6. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Apakah terdapat “prejudice” dalam pembelaaran matematika dan bagaimana pengaruhnya terhadap kegiatan belajar matematika?
    Prejudice atau prasangka timbul karena peniliaian yang tidak berdasar dan pengambilan sikap sebelum menilai dengan cermat sehingga terjadi penyimpangan dari kenyataan yang sesungguhnya, dalam kegiatan pembelajaran matematika, prejudice akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cara belajar siswa terhadap matematika. Misalnya siswa berprasangka bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan maka yang terjadi adalah ketertarikan siswa terhadap pembelajaran matematika akan menurun bahkan dalam keadaan tertentu, siswa menjadi tidak punya keinginan untuk belajar matematika. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pada proses pembelajaran karena siswa yang sudah tidak tertarik terhadap kegiatan pembelajaran akan cenderung melakukan aktifitas lain yang mempengaruhi kekondusifan kelas.

    ReplyDelete
  7. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Menanggapi pertanyaan, “MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknanya. Instan dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti: Langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan. Budaya instan berarti suatu keadaan dimana merebaknya tradisi masyarakat yang cenderung menginginkan sesuatu serba mudah, cepat bahkan langsung tanpa melalui proses mekanisme yang panjang, procedural yans sesuai dengan etik yang mendewasakan sekaligus mematangkan. Budaya instan yang lahir dan berkembang seiring kemajuan teknologi dalam era globalisasi, menempatkan posisi bahwa apa yang tidak dikeluarkan oleh budaya ini sebagai produknya merupakan suatu hal yang ketinggalan zaman dan penyakit ini nampaknya sudah menggerogoti banyak dari saudara kita di Indonesia saat ini. Dalam dunia pendidikan budaya instan mengancam kedudukan esensial nilai, praktik, juga output dari pendidikan itu sendiri. Salah satu dampaknya muncul budaya-budaya pragmatism dan plagiatisme dalam praktik pendidikan kita akhir-akhir ini


    ReplyDelete
  8. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dari beberapa pertanyaan diatas saya coba menidentifikasi dari pertanyaan "bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika". Dalam menyelenggarakan pembelajaran matematika memanglah bukan hal yang mudah apalagi kita masih seorang yang baru didalamnya, akan tetapi untuk mengatasi hal tersebut dapat saja teratasi apabila kita melakukan persiapan yang matang, dalam hal ini persiapan bisa kita lakukan dengan memperbanyak latihan kita dari hari kehari sebelum memulai pembelajaran dikelas dan juga kita sudah mempersiapkan perencanaan pembelajaran matematika disekolah, dalam melakukan perencanaan pembelajaran anda juga dapat membaca dari apa yang disajikan Prof. Marsigit di tema "Perencanaan Pembelajaran Matematika".

    ReplyDelete
  9. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Untuk problem no.3 ada banyak cara bagi guru muda agar tidak nerveous ketika dihadapkan dengan siswa saat proses pembelajaran berlangsung, diantaranya dengan cara latihan mengajar di depan cermin meliputi latihan pengucapan, mengatur mimik, gesture tubuh, serta latihan memprediksi hal-hal-hal apa saja yang diluar dugaan sekiranya akan muncul dari siswa dalm PBM sehingga dengan begitu nantinya di kelas bisa relax. Selain itu bisa dengan cara latihan mengajar di depan teman sejawat atau yang bisa disebut micro teaching dan lebih bagus lagi audiencenya para guru-guru muda yang sedang belajar menghilangkan nerveouse denagn pertimbangan agar terjadi introspeksi diri masing-masing dengan melihat cara teman gurunya mengajar.

    ReplyDelete
  10. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Bagaimana memotivasi siswa belajar matematika?
    Menurut saya untuk memotivasi siswa belajar matematika, maka kita sebagai guru harus benar-benar memahami keunikan matematika itu sendiri. kita bisa melepaskan satu per satu senjata keunikan itu, ketika mereka meminta contoh atau penggambaran matematika itu sendiri. Jadi membuat matematika seperti akrab dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu membuat matematika itu melekat lama di otak mereka. Selain itu motivasi mereka dengan kasus-kasus yang harus diselesaikan agar pembelajaran matematika lebih kontekstual dan bermakna

    ReplyDelete
  11. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Tugas sekolah merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan tujuan yang mengharapkan siswa dapat merefleksikan pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran tatap muka, siswa aktif dalam belajar, meningkatkan belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif dan berani bertanggung jawab sendiri. Namun perlu diperhatikan porsinya, jangan terlalu banyak. Karena beban tugas yang terlalu banyak tentu akan mempengaruhi siswa secara psikologis misalkan kejenuhan dalam belajar sehingga menurunkan motivasi. Bila motivasi turun maka biasanya secara otomatis prestasi belajarpun akan turun. Hal ini tentu tidak berdampak positif terhadap tercapainya tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  12. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dalam psikologi belajar matematika saya mengenal bahwa kesulitan belajar siswa atau beban belajar siswa disebabkan oleh beberapa hal di antaranya karena dari kompleksnya materi matematika itu sendiri dan juga dari segi penyajian materi tersebut. Matematika memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda di tiap materi. Siswa yang memiliki kemampuan matematika yang lemah tentunya akan lebih kesulitan dalam mempelajari materi matematika yang memiliki tingkatan yang lebih sulit. Sehingga guru perlu pintar-pintar dalam menyajikan materi tersebut. Namun jangan sampai materi yang disajikan oleh guru malah menambah kesulitan siswa dalam belajar karena susah dipahami.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  13. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Pada umumnya, guru-guru disetiap sekolah memberikan tugas atau Pekerjaan Rumah kepada siswanya, dengan tujuan agar para siswa mengingat kembali pelajaran yang telah dipelajari disekolah. Seringkali guru pada setiap mata pelajaran memberikan tugas kepada siswanya, dengan berbagai macam tingkat kesulitan soal, dan terkadang tugas-tugas dari guru harus dikumpulkan dalam satu waktu. Hal ini tentu mempengaruhi kondisi psikologis siswa, karena siswa merasa sangat terbebani dengan tugas-tugas tersebut, sehingga muncul kecemasan pada siswa.

    ReplyDelete
  14. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika? Pertama, guru harus menyiapkan materi ajar dengan matang dan menguasai materi yang akan diajarkan, mampu membaca dan menguasai suasana kelas, dan dapat menguasai diri sendiri agar dapat melakukan segala hal dengan tenang sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan lancar.

    ReplyDelete
  15. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    6.Tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya “Education for All”?

    Guru merupakan orang tua yang ke-2 bagi seorang siswa. Guru memiliki peran yang sentral dalam mendidik anak. idealnya, guru memiliki tugas untuk menjadi teladan bagi anak didiknya, mampu untuk menanamkan akidah dalam diri siswa, mampu untuk membentuk kepribadian siswa, dan menjadi partner siswa dalam menguasai IPTEK. Namun, peran guru tersebut sulit untuk direalisasikan, dikarenakan sistem yang diterapkan sekarang tidak menunjang peran guru tersebut. Gaji guru pun tidak setara dengan tugas yang diberikan oleh negara.

    Berdasarkan cerita dari teman saya yang menjadi seorang guru honorer di SD, setiap bulan ia menerima gaji sebesar 200rb/bulan. Hal ini tentu akan mengancam kesejahteraan guru.

    Sangat berbeda sekali ketika dalam naungan sistem islam, guru TK dihargai dengan 15 dinar setiap bulan (1 dinar = 4,25 gram), sehingga dapat dikalkulasikan bahwa gaji guru sebesar 63,75 gram (1 gram = Rp 500.000) maka gaji guru senilai dengan Rp 31.875.000,00!.

    Namun, hal itu tentu tidak ada apa2nya jika Allah memberikan pahala yang luar biasa
    bagi guru karena menyampaikan ilmunya dan mendidik anak menjadi generasi yang shalih.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  16. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Dalam menyampaikan konsep pembelajaran matematika di kelas diperlukan keberanian. Karena hanya guru yang berpengalaman dan sudah siap mental yang dapat mengajarkan matematika dengan konsep yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Untuk guru matematika yang baru akan memulai profesinya sebagai guru muda diperlukan berbagai persiapan dalam menyampaikan setiap materi yang akan diajarkan. Guru tersebut harus mampu untuk memahami setiap karakteristik siswa yang berbeda-beda, sehingga dapat mengatasi proses pembelajaran yang terjadi di kelas.

    ReplyDelete
  17. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Hal utama bahwa guru harus lakukan ketika menerapkan belajar matematika atau mata pelajaran lain adalah perlu memahami karakteristik dan kemampuan siswa mereka. Saya tertarik dengan pernyataan pertama dan kedua yang mana efek dari jumlah tugas sekolah kepada siswa dan bagaimana untuk menumbuhksn kondisi psikologis mental atau motivasi yang kuat untuk membuat siswa mampu mengikuti pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  18. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Fakta bahwa siswa sering di alami siswa mengeluh karena banyak tugas yang diberikan oleh guru. Pendidik harus dapat memperkirakan dan memberikan tugas kepada siswa sesuai dengan kemampuan dan disesuaikan dengan banyak tugas mata pelajaran lain sehingga siswa tidak merasa kewalahan.

    ReplyDelete
  19. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Sebagai motivator tugas guru dapat memberikan dorongan kepada siswa sehingga siswa tidak malas dalam melakukan tugas yang diberikan. Pendidik dalam membangkitkan motivasi belajar siswa dapat melakukan inovasi sekreatif mungkin, ada saatnya pula motivasi dapat dilakukan dengan cara memberikan hukuman, teguran kepada siswa.

    ReplyDelete
  20. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Menurut Skemp, jika siswa dalam pembelajaran tidak berdasar pada pemahaman, atau materi-materi yang secara keseluruhan tidak dapat dipahami, tetapi hanya merupakan rangkaian aturan tanpa arti, hal tersebut disebut pencemoohan terhadap siswa atau penghinaan terhadap kecerdasan. Istilah pencemoohan berarti merugikan suatu organisme. Akan lebih bermakna jika kita memahami cara penyelesaian matematika bukan cara singkat, Budaya instan kedua adalah mencontek.

    ReplyDelete
  21. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Seringkali guru pada setiap mata pelajaran memberikan tugas kepada siswanya, dengan berbagai macam tingkat kesulitan soal, dan terkadang tugas-tugas dari guru harus dikumpulkan dalam satu waktu. Hal ini tentu mempengaruhi kondisi psikologis siswa, karena siswa merasa sangat terbebani dengan tugas-tugas tersebut, sehingga muncul kecemasan pada siswa.Bila motivasi turun maka biasanya secara otomatis prestasi belajarpun akan turun. Hal ini tentu tidak berdampak positif terhadap tercapainya tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  22. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknanya? Budaya instant adalah suatu istilah yang digunakan oleh manusia untuk menjuluki keadaan dunia jaman sekarang. mengapa instant disebut budaya? edward burnett tylor pada abad ke-19menyatakan bahwa budaya atau kebudayaan merupakan suatu keseluruhan yang kompleks yangmencakup pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adapt-istiadat, dan segala kemampuandan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. setelah melihat definisi ini kitadapat menyimpulkan bahwa instant dikatakan sebuah budaya karena hal itu sudah menjadi sebuahkebiasaan dalam masyarakat. kebiasaan manusia yang ingin segala sesuatu diperoleh secara instantini merupakan dampak dai tuntutan jaman yang semakin kompleks. karena tuntutan ini akhirnyaorang-orang berusaha menciptakan alat-alat atau teknologi-teknologi yang dapat membantu manusia dalam memperoleh sesuatu secara cepat.ada banyak perubahan pesat yang terjadi sekarang membuat dalam diri manusia timbulketidakseimbangan antara akalbudi modern yang bersifat praktis dan cara berpikir teoritis. Muncul pula ketidakseimbangan antara pemusatan perhatian pada kedayagunaan praktis dan tuntutan moral suara hati, antara syarat-syarat kehidupan bersama dan tuntutan pemikiran pribadi.ketidakseimbangan yang terjadi tersebut dapat kita lihat secara nyata di kehidupan kita. budayainstant termasuk dalam ketidakseimbangan tersebut. orang lebih mementingkan hasil daripada proses. kita tidak bisa menyangkal bahwa kita terjebak dalam arus budaya instant. Banyaknya produk yang bersifat instant yang bisa kita temui di mana saja entah itu berupa makanan, pakaian,alat komunikasi, dan teknologi yang semakin canggih dan menawarkan kenyamanan bagi para pemakainya merupakan salah satu factor utama dari munculnya budaya instant. tanpa kita sadari hal ini sangat mempengaruhi mentalitas kita yang selalu ingin segala sesuatunya diperoleh secara instant dan bahkan menggunakan cara-cara yang menyimpang. Inilah yang dinamakan dengan mentalitas instantisme, yang mana menjadi musuh utama pendidikan, bagaimana pendidikan dapat melawan budaya instant yang sedang melanda kita semua, bagaimana pendidikan dapat berperan agar kita tidak salah mengambil langkah dalam menyikapi budaya instant ini.

    ReplyDelete
  23. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Apa yang kita ketahui tentang “metapora” dan bagaimana pengaruhnya dalam pbm matematika?
    Dari artikel yang telah saya baca, metapora adalah memaparkan cerita tentang hakikat kesuksesan, perumpamaan-perumpamaan mengenai suatu bentuk kehidupan yang notabene akan mereka hadapi kelak, simulasi, ataupun kisah-kisah berbagai orang sukses dalam hidupnya, serta legenda-legenda lainnya. Diharapkan nantinya, setelah pembelajaran matematika selesai, setiap siswa sebagai pembelajar memiliki wawasan lebih tentang kehidupan nyata yang akan mereka songsong, sehingga motivasi mereka untuk lebih sungguh-sungguh belajar dapat ditingkatkan. Penggunaan metafora dalam pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu kemampuan menciptakan minat dan meningkatkan motivasi belajar para siswa. Hal ini didukung oleh pendapat beberapa ahli yang telah lama berkecimpung dalam penelitian tentang kinerja otak.
    Penyajian materi dengan metafora dalam pembelajaran memiliki peranan penting untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, karena penyajian metafora membawa siswa ke dalam suasana yang penuh kegembiraan dan keharuan, sehingga menciptakan kegembiraan serta pemaknaan dalam proses belajar selanjutnya (DePorter, Reardon, dan Nourie, 2000: 14). Seperti pernyataan Caine dan Caine (1997: 124, dalam DePorter, dkk, 2000: 21), “Perasaan dan sikap siswa akan berpengaruh sangat kuat terhadap proses belajarnya”. Hal ini senada dengan ungkapan Goleman (1995: 28) seperti yang dikutip oleh DePorter dkk (2000: 22), “Penelitian menyampaikan kepada kita bahwa tanpa keterlibatan emosi, kegiatan saraf otak itu kurang dari yang dibutuhkan untuk merekatkan pelajaran dalam ingatan”.

    ReplyDelete
  24. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika? Hadiah merupakan alat pendidikan preventif dan represif yang menyenangkan dan bisa menjadi pendorong atau motivator belajar bagi murid. Sedangkan hukuman dapat diartikan sebagai suatu bentuk sanksi yang diberikan pada anak baik sanksi fisik maupun psikis apabila anak melakukan kesalahan-kesalahan atau pelanggaran yang sengaja dilakukan terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan.
    Memberikan hadiah dan hukuman dalam pendidikan perlu memperhatikan prinsip-prinsipnya, sehingga makna keduanya dalam pendidikan tidak disalah artikan.
    Bentuk-bentuk penghargaan yang dapat diberikan: Komunikasi non verbal, imbalan materi/hadiah, bentuk pengakuan, perlakuan istimewa. Sedangkan hukuman yang diberikan dapat berupa hukuman fisik, hukuman dengan kata- kata atau kalimat yang tidak menyenangkan, hukuman dengan stimulus fisik yang tidak menyenangkan, dalam bentuk kegiatan yang tidak menyenangkan.
    Pemberian hadiah dan hukuman mempunyai beberapa fungsi. Dalam hal ini yang terpenting adalah fungsi pendidikan.
    hadiah dan hukuman dalam pross pembelajaran berperan penting karena merupakan salah satu penguatan yang dapat meningkatkan motivasi belajar iswa. Siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung akan lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan diharapkan akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca, berpikir, bertanya, dan aktif dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Pembelajaran matematika selalu menghadapi masalah dalam psikologis pada siswa, karena mindset awal pada diri siswa banyak yang menganggap bahwa matematika itu sulit. Mindset tersebut mungkin juga benar, karena tidak semua siswa pandai dalam kognitifnya, ada yang pandai kinestetiknya, ada pula yang pandai dalam linguistiknya. Jadi bagi siswa yang bertipe kinestetik dan linguistik bisa saja berpendapat bahwa matematika itu sulit. Mindset pemerintah kita juga hendaknya perlu dirubah, bahwa selama ini yang disebut anak yang pandai hanyalah anak yang matematikanya atau IPA nya bagus. Padahal sebenarnya tipe siswa berbeda-beda, siswa yang berbakat dalam kinestetik ataupun linguistiknya juga harus dibilang pandai. Jadi disinilah peran guru khususnya guru matematika dalam memberikan metode dalam pengajaran, harus mampu merangkul siswa yang pandai di dalam kinestetik maupun linguistiknya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Musuh Utama Pendidikan adalah Budaya Instan? Jelaskan Maknanya.
    Menurut KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata "budaya" berarti: Pikiran; akal budi, adat istiadat, sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah. Sedangkan kata "instan" berarti: Langsung(tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan. Secara Umum Budaya Instant merupakan sebuah tradisi pada masyarakat yang menginginkan sesuatu serba cepat dan langsung tanpa melalui proses dialektika dan mekanisme yang panjang dan mendewasakan sekaligus mematangkan.
    Budaya ini mempunyai konsekuensi negatif bagi tumbuh-kembangnya suatu komunitas -dalam perjalanannya- menuju masyarakat beradab, maju dan berbudaya tinggi. Dalam pendidikan, kebanyakan sudah kehilangan orientasi ideal. Pendidikan tidak berfungsi lagi sebagai suatu proses untuk menjadikan seseorang menemukan potensi dirinya, ia sudah berubah ke ranah pencapain hasil berupa ijazah. Akhirnya karena ingin instan banyak sekali yang membeli ijazah-ijazah palsu karena ingin cepat-cepat mendapat keuntungan kerja secara instan. Hasilnya, anak didik kita pun di tangani oleh orang tak professional berkat ijazah instan tersebut. Itulah mengapa budaya ini sangat berbahaya dalam dunia pendidikan

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Siswa adalah seorang yang ingin mengembangkan dirinya menyesuaikan kemampuannya. Sehingga proses pembentukan cara berpikir siswa dimulai dari cara yang digunakan guru dalam pembelajarannya. Guru janganlah datang dengan membawa rumus-rumus serta definisi-definisi yang akan mematikan cara berpikir siswa. buatlah matematika itu konkret dan real, berikan contohnya yang baik. Mereka bukanlah ahli matematika, tapi mereka melakukan kegiatan aktifitas belajar matematika. Sehingga jangan berikan budaya instant pada siswa dengan diberikannya rumus-rumus dan definisi-definisi.

    ReplyDelete
  28. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Bagaimana memotivasi siswa belajar matematika?
    Motivasi merupakan suatu dorongan untuk melakukan sesuatu, yang bisa berasal dari diri (intrinsic) ataupun lingkungan (ekstrinsik). Motivasi sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika untuk mendapatkan hasil atau prestasi yang maksimal, hal ini juga dipertegas dari berbagai penelitian yang mengemukakan adanya hubungan motivasi terhadap hasil belajar siswa. Cara paling sederhana untuk memotivasi siswa dalam belajar matematika adalah dengan membuat pembelajaran matematika yang menyenangkan, sesuai konteks, dan menjelaskan kebermanfaatan atau kontribusi atau pentingnya matematika dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  29. Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa?
    Secara psikologi, tugas sekolah memang akan mempengaruhi psikologis siswa. Pengaruh atau respon terhadap setiap siswa inipun bakal berbeda-beda. Tugas yang terlalu banyak bisa jadi akan membuat siswa merasa terbebani dan bisa menjadi jenuh. Sebaliknya, tugas yang terlalu ringan bisa jadi akan dianggap sebelah mata oleh siswa. Maka sebagai guru yang baik harus bisa menyelami karakter siswa terlebih dahulu sehingga dapat memberikan tugas secara tepat.

    ReplyDelete
  30. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa? Menurut saya, pertanyaan tersebut sangat menarik. Sebagai seorang guru sebaiknya memahami sifat dan karakteristik siswa. Walaupun satu kelas kemampuan siswa pasti berbeda, akan tetapi keadaan ini harus dihadapi oleh guru. Guru harus tahu latarbelakang siswa supaya dalam mengajar antara mereka lebih bisa saling menyesuaikan.

    ReplyDelete
  31. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Menanggapi pertanyaan tentang cara guru muda mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika yaitu dengan mengenali terlebih dahulu atau dengan kata lain menciptakan suasana kelas dengan siswa. Dengan demikian, guru mempunyai kedekatan dengan siswa sehingga dalam menyampaikan materi tidak mengalami nervous.

    ReplyDelete
  32. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Dari pertanyaan musuh utama pendidikan adalah budaya instan? Menurut saya, sebagai seorang guru hendaknya menjelaskan materi pelajaran secara runtut, tidak hanya cara cepat atau secara instan saja. Hal ini dikarenakan supaya siswa mengetahui cara memperoleh rumus tersebut sehingga apabila soalnya dimodifikasi sedikit siswa akan tahu penyelesaiannya.

    ReplyDelete
  33. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    In my opinion, I think that psychology is really sensitive subject. Well, we know that psychology is related with mind and heart of someone. I am really interesting with "The main enemy of education is instant culture". That's true. Instant culture will make your brain become weak because you seldom use it anymore. We should learn mathematics problem solving, not memorize and use formula, but understand the problem. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  34. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    1.Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa.

    Entah apakah ini pertanyaannya berlaku visioner sehingga Menteri Pendidikan saat ini yaitu Muhadjir Effendi akan menghapus PR di sekolah. Program penghapusan PR sekolah ini terintegrasi dengan rencana program pengembangan karakter di sekolah yang lebih kita kenal dulu dengan istilah fullday school. Mungkin program ini juga memperhatikan dampak psikologis anak karena adanya beban tugas yang tidak disesuaikan dengan keadaan psikologisnya. Dampak burung yang bisa terjadi adalah kan mengganggu sikap mereka terhadap sekolah, nilai, kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan kualitas hidup (ditulis oleh Nancy Kalish dan Sara Bennet dalam bukunya “The Case Against Homework: How Homework is Hurting Our Children and What We Can Do About It”.) Akan tetapi adanya penghapusan PR saya kurang setuju. Mungkin yang bermasalah adalaj jenis assessmenntnya guru harus menyesuuaikan jenis assessment yang tepat dan memperhatikan psikologis anak.

    ReplyDelete
  35. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    2.Bagimana menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika.

    Motivasi adalah sebagai proses pembangkitan gerak dalam diri individu untuk melakukan atau berbuat sesuatu guna mencapai suatu tujuan tertentu yang mempunyai tiga fungsi, yaitu menggerakkan, mengerahkan, dan menye­lek­si perbuatan indi­vidu. Salah satu cara untuk menngkatkan motivasi belajar matematika adalah melalui pendekatan konteks belajar matematika dan sejarah matematika itu sendiri. KArena bagi saya sendiri adalah motivasi belajar itu akan muncul ketika saya tahu apa pentingnya belajar dan kenapa saya harus belajar, meskipun untuk mendapatkan nilai yang bagus.

    ReplyDelete
  36. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    3.Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika?

    Nervous dalam pembelajaran matematika, saya alami ketika saya berhadapan dengan peserta didik secara langsung pada Program Pengarahan Lapangan atau PPL. Kenervousan yang mungkin dialami adalah apakah siswa akan memperhatikan saya? apakah siswa paham? apakah siswa menghargai anda. Cara mengatasi hal tersebut adalah mempersiapkan pembelajaran sebaik mungkin karena persiapan yang matang akan dapat meminimalisasi masalah yang terjadi. Selain itu kita harus punya plan cadangan dan gambaran mengenai karakteristik siswa mellui guru senior dan meminta saran mereka bagaimana menghadapi tipikal siswa seperti itu.

    ReplyDelete
  37. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    4.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa?

    Setiap manusia memiliki sifat dan karakter serta latar belakang yang berbeda satu sama lain. Begitu pula dengan siswa, artinya kita sebagai penyedia jasa tidak menyamaratakan hal tersebut karena siswa juga unik dan mempunyai latar belakang kognitif, motivasi, sosio economic, gaya belajar yang berbeda juga. Bagaimana caranya? Guru mempelajari latar belakang siswa kemudia guru dapat membuat pembelajaran berupa fragmen-fragmen kecil. Misalnya, contoh di SD, dalam pembelajaran tatap muka dengan waktu dua jam pembelajaran, kegiatannya harus dibuat bervariasi, minimal lima macam kegiatan dengan perkiraan waktu rata-rata setiap kegiatan 10 dan 15 menit. Ada ceramah (pengantar, penjelasan sin gkat, simpulan), kegiatan membaca sendiri bagi siswa, menceritakan dengan kalimat sendiri oleh siswa, membuat catatan poin-poin penting, menjelaskan catatan, mengajar teman sebaya, membuat lagu, mengamati objek tertentu dan menyampaikan laporan pengamatan, dan penilaian. Dan guru harus meyakinkan bahwa semua kebutuhan siswa terpenuhi.

    ReplyDelete
  38. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    5.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi?

    Menurut saya untuk melayani kebutuhan siswa yang berkemampuan tinggi adalah menyiapkan instrumen penilaian yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. COntoh konkritnya seperti ini, katakanlah kita mempunyai siswa yang sering juara olimpiade matematika yang sudah pasti kemampuan matematikanya tinggi. Ketika dia berada di kelas heterogen maka dia akan mendapatkan materi yang sudah ia pahami dan merasa tidak bersemangat. Guru dapat menyianyati dengan memberikan soal-soal HOTS mungkin berupa soal olimpiade yang belum dia penuhi. Karena menurut saya anak tipikal seperti itu sangat ingin mencari pengalaman baru dan tertantang untuk mengerjakan soal tipe situasi yang baru juga.

    ReplyDelete
  39. MARTIN/RWANDA
    PPS20116PEP B
    I would like to talk about the following points:4.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa? the teacher of mathematics must know what the students need before starting to teach them, it means from concrete to abstruct.
    5.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi? according to SANTROCK's book, the teacher should challenge the learners who are are gifted.
    6.Tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya “Education for All”? inclusive education should be the target of each country to avoid illiteracy and segragation in schools, but the promotion of equity and equality.

    ReplyDelete
  40. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    7.Sekitar polemik bentuk soal UAN dan pengaruhnya terhadap psikologis siswa?

    Ujian Akhir Nasional merupakan salah jenis penilaian High-Stake Test dimana penilaian ini mempunyai konsekuansi yang tinggi dalam membuat keputusan yang menentukan kelulusan siswa. Psikologis siswa menurut saya akan berada ti tingkat kecemasan yang tinggi ketika 3 bulan menjelang UAN. Karena masih ada stigma di pikiran mereka bahwa UN sebagai penentu kelulusan. Sehingga polemik pun muncul, mulai dari joki tes, pencontekan masal sepanjang masa, membayar guru untuk mengubah jawaban, bahkan kasus soal yang bocor. Polemik ini muncul karena psikologis siswa yang menganggap UN adalah monster dan memang benar begitu adanya.

    ReplyDelete
  41. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    9.MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknany?

    Entah apakah BUDAYA INSTAN yang dimaksud adalah trik-trik atau metode menjawab soal matematika dengan cepat. Menurut saya budaya ini akan membuat skema pembelajaran siswa terganggu karena tidak ada proses transfer of knowledge dan siswa tidak bisa mengkonstruksi pengetahuan sendiri. Sehingga apa yang terjadi? siswa jadi mudah lupa dan tidak tahu konsep matematikanya. Menurut saya, trik itu diberikan kalau pondasi pengetahuannya kuat.

    ReplyDelete
  42. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tugas yang diberikan oleh guru merupakan salah satu bentuk dari evaluasi pembelajaran. Hampir setiap guru mata pelajaran memberikan tugas. Hal tersebut mengakibatkan siswa merasa terbebani oleh banyaknya tugas. Tidak masalah jika tugas yang harus dikerjakan oleh siswa hanya beberapa saja. Dengan demikian, siswa sejak dini sudah diajarkan untuk mengatur waktunya. Karena pemberian tugas pun merupakan salah satu cara guru agar siswa “terpaksa” belajar. Namun semua kembali pada persepsi siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Jika mata pelajaran yang ia sukai, maka lebih memberikan semangat. Sewaktu saya PPL dulu, malah ada siswa yang meminta PR matematika, padahal saya tahu bahwa ada PR mata pelajaran lain yang sudah banyak.

    ReplyDelete
  43. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Prestasi siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Salah satu dari faktor internal tersebut adalah motivasi. Maka perlunya motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar matematika. Motivasi dari dalam diri terpengaruh oleh lingkungan. Salah satunya adalah guru. Guru matematika yang dapat menumbuhkan dan meningkatkan motivasi siswa yaitu dengan memberikan pembelajaran matematika yang menyenangkan, serta adanya interaksi yang baik antara siswa dan guru. Sehingga, jika siswa belum memahami materi yang diajarkan, siswa tidak segan untuk bertanya dan menumbuhkan motivasi serta keinginan tahuannya mengenai apa yang ia belum pahami. Teman yang lain juga merupakan salah satu yang dapat meningkatkan motivasi. Misalkan dengan tutor sebaya atau dengan kelompok belajar juga dapat meningkatkan motivasi belajar.

    ReplyDelete
  44. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kemampuan siswa dalam belajar matematika berbeda – beda. Ada yang mudah menyerap materi, harus berkali – kali dijelaskan hingga paham, atau dengan pemberian contoh noncontoh. Tentunya, dengan demikian setiap kebutuhan belajar matematika yang berbeda – beda tersebut hendaknya tetap terpenuhi. Untuk siswa yang memiliki prestasi rendah tentunya dengan pemberian materi ulang, atau dengan remidi. Untuk siswa yang memiliki prestasi yang tinggi, maka guru memberikan soal – soal pengayaan, atau soal yang memiliki tingkat sukar yang lebih dari rata – rata ataupun untuk mempelajari materi selanjutnya.

    ReplyDelete
  45. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    UAN merupakan program pemerintah dalam ranah pendidikan yaitu untuk mengukur kualitas siswa – siswi di berbagai wilayah di Indonesia. UAN sudah berlangsung sejak lama dan sudah mengalami banyak perubahan dan perbaikan. Yang dulunya hanya satu jenis soal, dan kini sudah dijadikan beberapa paket. Namun, hingga sekarang UAN masih menjadi polemic dan isu pendidikan di Indonesia. Beberapa tahun sebelumnya, UAN menjadi penentu kelulusan siswa dari jenjang sekolah. Hal tersebut menjadi sebuah tekanan batin bagi siswa. Hingga, dulu ada siswa yang nekat mengakhiri hidupnya karena dinyatakan tidak lulus. Namun sekarang ini, kebijakan tersebut sudah tidak berlaku menjadi penentu satu – satunya kelulusan. Karena kelulusan siswa juga dipengaruhi oleh nilai ujian sekolah, dan lainnya. Namun, UAN masih menjadi tekanan tersendiri oleh siswa, karena jika saat pelaksanaan UAN siswa sedang sakit, maka akan mempengaruhi nilainya.

    ReplyDelete
  46. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    salah satu masalah dalam dunia pendidikan yang berkepanjangan dari dulu hingga sekarang di Indonesia adalah mengenai bagaimana caranya membuat siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. dalam pembelajaran tradisional dimana guru aktif menjelaskan sedangkan siswa hanya pasif mendengarkan sangat jauh dari tujuan. namun sekarang para ahli dalam dunia [endidikan sudah mengembangkan sangat banyak metode, pendekatan dan model yang memungkinkan siswa aktif dalam pembelajaran, tinggal pemilihan dan penerapan yang sesuai dnegan situasi dan materi pembelajaran saja yang diperlukan untuk menciptakan keadaan siswa aktif.

    ReplyDelete
  47. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Banyaknya tugas sekolah sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis siswa. Siswa akan kehilangan rasa nyaman belajar dan menganggap belajar itu sebagai beban, jika tugas yang diberikan terlalu banyak dan membuat waktu anak beristirahat dan melakukan aktivitas lainnya menjadi terganggu. Oleh sebab itu, pemberian tugas hendaknya di sesuaikan dengan keadaan dan kondisi siswa juga.

    ReplyDelete
  48. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Cara mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan siswa belajar matematika, tidak hanya dapat dilihat dari hasil evaluasi ujiannya saja, tetapi juga harus dilihat dari bagaimana keaktifan siswa tersebut saat pembelajara berlangsung, hal ini akan lebih bijaksana dalam menentukan tingkat kecerdasan dan kemampuan siswa belajar matematika.

    ReplyDelete
  49. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    pengaruh banyak tugas yaitu ketika siswa diberika tugas atau pr yang banyak, mengerjakan tudgas dan sekolah itu menjadi sebuah pekerjaan siswa, siswa lebih banyak menggunakan waktunya secar terapksa untuk mngerjakan tugas, dengan waktu yang sempit harus mengerjakan sosal, mereka kehilangan identitasnyas ebagai anak-naka, bermain dengan temanya, berinteraksi dengan orang tua, banyak siswa yang terlalu banyak tugas menyebabkan kurang interaksi dengan orang tua, komuniaksi dengan orang tua.apalagi jika siswa nya usia SD, mereka kan stress jika terlalu banyak tugas, jadi harus ada keterlibatan orang tua untuk mebimbing anaknya dalam menegrjakan tugas dan guru dalam mengetur emberian tugas sehingga siswa tidak terlalu banyak menrima tugas,

    ReplyDelete
  50. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    menumbuhkan rasa senang sehingga tumbuhnya motivasi daam diri siswa untuk belajar matematika adalah dengan memberikan atau memfasilitasi siswa dalam belajar dengan packagin yang menarik sehingga siswa merasa pensaaran dan tidak mengangga matematika itu sesauitu yang menyeramkan, dan bagaiman dalam kegitabn pembelajran siswa bisa terlibat aktif, karena dengan dengan terlibat aktif siswa bisa menjadi paham

    ReplyDelete
  51. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    untuk memberikan fasilitas kepada siswa yang beraneka ragam dalam kegitan proses belajra mengajar bis mneggunakn pendektan open ended, unsur kebebasan aynafg ada ada open eded memberikan ketebukaan pada siapapun untuk masuk baik siswa berkemampuan tinggi atau berkemampuan rendah, dengan bergama jenis soal dari problem solvig, open ended final answer, open ende proses, hingga porblem posing memungkinkan semua sioswa bisa terfasilitasi

    ReplyDelete
  52. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    ntuk memfasilitasi siswa yang berkemapuan tinggi bisa menggnakan/menyediaan kolom siswa untuk membuat pertanyyan (problem posing) berkaitan dengan permsalahan yang telah diselesaikannya, degan perntanyaan barunya itu akan menumbuhkan rasa ketidak puasan dalam dirinya dalam belajar, gur bisa memncing dengan kata "bagaima jika ini tidak...?".

    ReplyDelete
  53. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    bentuk soal uan harus bersiat nasional, bersifat mengukur kemmapuan siswa, dengan keanekaragaman yang tinggi di indonesia, ras suku budaya agama yang beragam sebenarnya sngat sulit sekali mnegkur dengan baik seluruh siswa yang ada idi indonesia dari ujung barat hingga ujung timur, saol yang diujikan bersifat final, tidak dilihat prosesnya, soal pilihan ganda, sebenarnya ini soal untuk menguji apa, menguji kemampuan matematika atau kemapuan menebak, padahal pentingany amatematka dalah memhamai proses matematika, jika soal pilihan ganda, mak pentingny amatematika tidak tercapai.

    ReplyDelete
  54. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013
    tranfer of knowladge itu hnaya memberikan ilmunya saja, jika pembelajran matematika, maka tranfer of knowladge itu hany mentransfrekan ilmu matematika nya sja, bisa mengerjakan/menyelesaikan permsalahannya saja. tapi tranfe of value adalah dengan dari pembelajran matematiika ada yang diambail dibalik dari ilmu matematika nya misala dengan mampu menyelesaikan permsalahan matematika siswa mampu menyikapi bagaimanmenghadapi masalh dengn anegidetifikasi permasalhan tersbut terlebih dahulu, mengejakan sesuatu/menyelsaikan seuatu dengan teratur, dan lainnya yang diluar matemati per se

    ReplyDelete
  55. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    bidaya instan adalah budaya yang medewakan hasil akhir, tanpa memeprtimbnagkan proses yang dilewati, tanpa menghargai proses yang telah dicapai. budaya intan akan memebrikan dampak buruk sperti malas dan mudah menyerah. budaya instan tidak mengakui bahwa life is proses, life is moving.

    ReplyDelete
  56. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    mengemabngkan problem solving di kelsa it dengan cara melibatkan siswa dalam masalah-maslah yang di sekolah atau di sekitar sekolah dan guru membuat langkah-langkah kegiatan dalam menyelesaiakn masalah yang sehingga siswa bisa paham apa yang harus dilakuakn. saya pernah membaca salah satu contoh bentuk pembeljaran matematika problem solving adalah dengan mencar maslah yang ada isekita misalnya di sekolah sedang dalam membangun taman, maka masalhnay adalah berap dan yang dibutuhkan untuk membuat taman, disalamnya terdapat langkah-lagkah seperti siswa harus mengukru dulu luas tman yang tersi di sekolah yang akad dibangun taman bermain, mewawancarai pihka sekolah terkait atau yang berhunbungan dengan pembangunan taman bermain, menanyakan permaian pa saja yang akan diberikan, kemudian siswa surveuy ketoko benagnun untuk menaykan harga bhan/material yang dibutuhkan untuk membuat taman, kemuduan siswa membuat maket/prototipe taman yang akan dibuat, kemudian dipersentsikan

    ReplyDelete
  57. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    untuk membuat kelas menjadi elas yang berisi kegiatan pembelajran siswa aktif adalah dengan mencingnya aktif, memancing dengan umpan seperti pertanyaan terbuka, atau mengajak siswa untuk bercerita, membuat kegiatan pembeajaran matematika menggunakan drama.

    ReplyDelete
  58. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidian matematika c 2013

    mungkin ada banyak sekali pengemabngan pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual teaching, saya mencobamenjacri dan mendapatkan salah satu pengembangan pendekatan contextual teaching menggunakn e-comic, jadi pmebelajran yang cukup menarik bagi siswa engingat siswa cenderung mencintai gambar-gambar sam seperti yang ada pada comic penuh denga gambar. comic matematika dengan pendekatan contextuial teaching, comic matematika yang memuat konten kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete
  59. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Meningkatkan kemampuan siswa dapat dilakukan melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diberikan. Sehingga proses belajar siswa dapat terfasilitasi dengan baik. Dan setelah itu, lakukan pemantauan tentang perkembangan kemampuan siswa menggunakan tes. Setelah melihat hasil tes mereka, berikan bimbingan lebih untuk siswa yang masih rendah kemampuan matematikanya.

    ReplyDelete
  60. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    10.Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas?

    Ciri-ciri suatu soal matematika disebut “problem” paling tidak memuat dua hal yaitu: (1) soal
    tersebut menantang pikiran (challenging), (2) soal tersebut tidak otomatis diketahui cara
    penyelesaiannya (nonroutine). Salah satu jenis soal non rutin yang dapat digunakan untuk
    mengembangkan matematika adalah soal open ended dimana aspek keterbukaan dalam soal terbuka
    dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tipe, yaitu: (1) terbuka proses penyelesaiannya, yakni
    soal itu memiliki beragam cara penyelesaian, (2) terbuka hasil akhirnya, yakni soal itu
    memiliki banyak jawab yang benar, dan (3) terbuka pengembangan lanjutannya, yakni ketika siswa
    telah menyelesaikan suatu, selanjutnya mereka dapat mengembangkan soal baru dengan mengubah
    syarat atau kondisi pada soal yang telah diselesaikan. Hal ini tidak hanya mengembangkan konsep
    kematematikaannya tetapi juga bisa meningkatkan kemampuan siswa mulai dari kreativitas dan
    berpikir kritis.

    ReplyDelete
  61. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    11.Bagaimana mengatur keseimbangan antara belajar matematika sebagai proses atau sebagai hasil?

    Matematika itu sendiri merupakan produk pemikiran manusia untuk membantu masalah dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pada konsep trigonometri di SMA yang dipandang sebagai hasil penemuan untuk memahami pergerakan bintang-bintang pada waktu itu. Sedangkan, matematika sebagai proses dipandang sebagai proses berpikir itu sendiri sehingga matematika dapat berperan dalam pengembangan kemampuan intelektual berpikir manusia agar hasil pemikiran tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Bagaimana cara menyeimbangkannya? Menurut saya dapat dilakukan dengan proses pembelajaran reinventing atau menemukan kembali, dimana siswa membedah bagaimana ilmuwan menemukan konsep-konsep matematika misalnya trigonometri, jadi melalui metode itu siswa tidak hanya memandang matematika sebagai produk tetapi juga bagian dari proses.

    ReplyDelete
  62. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    12.Bagaimana mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan siswa belajar matematika?

    Menurut saya kita dapat mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan siswa dalam belajar matematika melalui beberapa tes antara lain, tes IQ, tes pretest untuk mengetahui pengetahuan awal siswa atau bedasarkan hasil tes - tes yang telah dilakukan sebelumnya karena hakikat tes itu sendiri adalah mengkuantifikasikan prestasi belajar siswa atau kecerdasan siswa.

    ReplyDelete
  63. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    13.Bagaimana mengembangkan aspek nilai budi pekerti dalam pembelajaran matematika?

    Aspek nilai budi pekerti, menurut saya, dapat dikembangkan dalam metode pembelajaran dan soal-soal yang dikembangkan. Di dalam metode pembelajaran, guru dapat menggunakan metode pembelajaran diskusi dimana siswa dapat belajar tentang membantu teman yang kurang paham, kemudain belajar menghargai pendapat orang lain dan belajar mengenai menyampaikan pendapat dengan santun untuk mencapai kesepakatan. Sedangkan soal-soal yang bernilai budi pekerti dapat dilihat dari pendekatan konteksnya dimana konteks tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa sebagai inventor untuk menyelesaikan permasalahan dan menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

    ReplyDelete
  64. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    14.Bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika?

    CBSA atau singkatan dari cara belajar siswa aktif merupakan salah satu kurikulum yang pernah dikembangkan sebelum Kurtilas digunakan dimana munculnya kesadaran akan belajar inovatif matematika dimana siswa menjadi pusatnya dan guru hanya sebagai fasilitator. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, misalnya metode diskusi kelas, Jigsaw, STAD, TGT dimana pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif. Atau bisa melalui problem posing dimana siswa mengajukan masalah yang ada dan diselesaikan dengan konsep matematika.

    ReplyDelete
  65. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    15.Apakah terdapat “prejudice” dalam pembelajaran matematika dan bagaimana pengaruhnya terhadap kegiatan belajar matematika?

    Prejudice merupakan keputusan atau kesimpulan yang dibuat seseorang sebelum dilakukan analisis dan sebelum diperoleh bukti. Prejudice ini bisa saja muncul dalam pembelajaran yang melibatkan guru atau siswa. Siswa bisa saja mempunyai prejudice tentang pembelajaran matematika sehingga menyebabkan ketertarikan terhadap pembelajaran bisa menurun bahkan bisa mempengaruhi kondisi kelas. Guru yang mempunyai prejudice berlebihan akan menimbulkan kecemburuan sosial karena guru hanya dekat dengan kelompok tertentu dan terkesan menjauhi kelompok yang lain.

    ReplyDelete
  66. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    16.Bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam pbm matematika?

    David Ausubel (1963) seorang ahli psikologi pendidikan menguraikan pendapat bahwa pembelajaran bermakna dapat timbul dari bahan pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran bermakna adalah suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat pada struktur kognitif seseorang. Menurut saya, salah satu cara untuk mengembangkan pembelajaran bermakna adalah melalui proses mind mapping atau permainan. Siswa membuat peta pikirannya sendiri untuk menyusun konstruksi pengetahuan yang telah dipelajari dan menghubungkannya satu sama lain. Sedangkan permainan dapat melalui puzzle matematika dimana pecahan puzzle dikorelasikan dengan pengetahuan yang relevan yang disusun menjadi puzzle besar yang merujuk pada konsep baru yang dipelajari.

    ReplyDelete
  67. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    17.Bagaimana mengembangkan pembelajaran kontekstual dalam pbm matematika?

    CTL atau contextual teaching and learning adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata di dalam kelas dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut saya, CTL dapat dikembangkan dalam pbm matematika menggunakan media video yang ada di youtube, jadi guru menyajikan masalah yang berhubungan dengan materi hari itu dengan menggunakan video di youtube yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dari situ, guru dapat mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan memberikan pertanyaan pancingan. Kemudian guru membantu siswa mengaitkan video

    pembelajaran dengan materi dan siswa mengkonstruksi pengetahuan melalui pembelajaran yang

    dilakukan.

    ReplyDelete
  68. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    18.Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?

    Punishment dan reward merupakan salah satu konsep yang dikembangkan dari teori belajar behaviouristik, dimana diharapkan dengan adanya kedua hal tersebut maka respon negatif dapat ditekan dan respon positif pembelajaran dapat ditingkatkan. Akan tetapi saya kurang setuju dengan adanya reward dan punishment karena persepsi siswa akan digiring berdasarkan kehadiran reward dan punishment dan memungkinkan juga siswa akan mempunyai persepsi negatif akan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  69. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    19.Bagaimana meningkatkan kemampuan matematika siswa?

    untuk meningkatkan kemampuan matematika, dalam pengajaran, perlu melihat bagaimana kemampuan penalaran dari siswa tersebut. kemampuan penalaran sangat krusial bagi siswa dalam memahami matematika yang dapat membuat siswa memahami keterkaitan antara konsep-konsep yang ada di matematika. oleh karena itu, pemberian konsep secara langsung oleh guru akan sangat membatasi kemampuan penalaran siswa. contohnya pada pengajaran guru langsung memberikan rumus dari luas suatu bangun. siswa perlu diajak untuk menemukan kembali konsep tersebut sehingga penalaran siswa bekerja dalam menghubungkan konsep yang sudah dipelajari dengan ide baru yang sedang dipelajari.

    ReplyDelete
  70. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    20.Bagaimana mengembangkan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan serta siswa menghayati bahwa matematika adalah penting?

    Berbagai pendekatan dapat digunakan untuk mengajarkan matematka agar tidak sekedar pengetahuan hafalan yang tidak ada manfaatnya. beberapa diantaranya adalah pendekatan kontekstual, matematika realistik, dan pendekatan pembelajaran berbasis sejarah konsep matematika. Salah satu pertanyaan apakah matematika itu tidak ada manfaatnya bisa dijawab dengan melihat latar belakang konsep tersebut muncul pada sejarah matematika. di sini perlu ditekankan bahwa bukan pelajaran sejarah yang diajarkan, namun bagaimana sejarah matematika tersebut bisa menginspirasi guru untuk mengembangakn suatu kegiatan pemebelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  71. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    S1 pendidikan matematika c 2013

    Kedudukan da fungsi hadiah dan hukuman, kedudukan hadiah dan hukuma itu bisa sebagai tujuan dalam belajar, krena menurt saya apa pun di dunia ini pasti ada reward dan punjshment, dalam agama pun demikian, jika kita melaukan kebaikan kita mendapat pahala jika kita melakukan keburukan kita mendapatkan dosa, dalam pbm juga demikian, fungsi nya adalah sebagai motivasi siswa dalam pbm. Meningkatakn semangat.

    ReplyDelete
  72. Nuha Fazlussalam 13301244023
    S1 pendidikan matematika c 2013

    Mengembangkan matematika yang dinamis dan fleksibel yang saya batasi yang fleksibel dalam menajwab, fleksibel dan dinamis dalam melaksanakan prose pbm matematika, fleksibel dan dinamis dalam bertanya, flesksibel dan dinamis dlaam bereksplorasi, fleksibel dan dinamis dalm beraktifitas pembelajran matematika, dengan demikian jikamenginginkan flesibel dan dinamis yang demikian saya mengajukanpbm dengna pemdekatan open ende problem posing dan problem solving, dengan pendkatan itu memungkinkan siswa untuk dinamis dan fleksibel

    ReplyDelete
  73. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    S1 pendidikan matematika c 2013

    Mengembangkan skeneraio belajar dengan mengembangkan rpp yag dibuat, karena skenaro pembelajaran itu kan rpp pembelajaran, apa yang ingin dilakukan saat pbm, apersepis apa yang akan di berikan, pertanyhan apa yang akan diberikan kepada siswa, materi apa yang akan diberikan, preoses persentasi yanga bgaiaman yang akan diciptakan, pembagian kelompok yang bagimana yang ingin dibuat, soal yang akan diberikan, dengan mengembnagkan rpp yang ada dan sesuia denga peraturan degan mempertimbangakn kemampuan, kondisi siswa akan sekaligus mengembangkan skenario pbm.

    ReplyDelete
  74. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    S1 pendidikan matematika c 2013

    Ada banyak cara untuk memotivasi siswa dalam belajar matematika, daiantaranya yaitu jika siswa yang berkamampuan tinggi, berikan lah soal yang menantang. Memotivasi juga bisa dengna memberikan cerita, bisa cerita sejarah yabg memiliki kaitan dengan matematika, seperti sejarah candi, ukuran candi, banykanya candi akan mengarah pada matematika. Memotivqsi siswa juga bisa dlam bentuk rekreasi matematika, rekreasi matematika bisa dengan cara sesuatu yang berkaitan rekreasi pikiran atau fisik, jika yang berkaitan maka berilah permainan seperti puzzle matematika. Jika berkaitan fisik maka berilah study wisata.

    ReplyDelete
  75. Nuha Fazlussalam 13301244023
    S1 pendidikan matematika c 2013

    Untuk menumbuhkan dan memunculkan apersepsi yang ada pada siswa, mungkin bisa menggunakan PR sebelum memasuki k3giatan pbm yang akan berlangsung, pr yang diberikan berkaitan dengan materi yang akan dipekajari sehingga siswa memiliki aparspsi atau pandangan awal terhadap materi yang akan dipelajari. Jadi, siswa tidak dlaam pikiran kosong. Selain itu, guru bisa memberikan contoh-contoh kontekstual yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengn materi yang akan sedang dipelajari.

    ReplyDelete
  76. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Terimakasih karena sudah menambah pengetahuan saya mengenai psikologi dalam pembelajaran matematika. Sangat bermanfaat dalam membuka pikiran saya bahwa ada banyak hal di dunia ini yang perlu dipertimbangkan dan dipikirkan bagaimana penyelesaian yang tepat agar tidak terjadi suatu ketimpangan dari pihak-pihak tertentu.

    ReplyDelete
  77. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Berbicara mengenai psikologi memang tidak ada habisnya, sangat menarik, termasuk psikologi mengenai pendidikan matematika ini. Disini kita tahu bahwa pembelajaran matematika perlu adanya sebuah hubungan yang baik antara guru dan siswa, harus ada sebuah objek dan subjek yang ditentukan dengan jelas dan juga banyak nilai-nilai yang harus ditanamkan dan dipelajarai mengenai sebuah materi dalam implementasinya di dalam kehidupan nyata. terimakasih.

    ReplyDelete
  78. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Mentransfer pengetahuan atau transfer of knowledge adalah kegiatan mengajar sedangkan mentransfer nilai-nilai dalam pendidikan transfer of knowledge adalah kegiatan mendidik. Selain guru melakukan kegiatan mengajar dengan mentranfer pengetahuannya kepada siswa tetapi juga guru harus dapat mendidik siswa. Dengan mendidik, guru akan membangun sikap siswa yang memiliki nilai-nilai moral dan kebaikan. Maka siswa tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi memiliki sikap yang baik juga.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  79. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Musuh pendidikan adalah budaya instan. Menurut saya hal tersebut maknanya adalah bahwa budaya instan hanya memperhatikan hasil tanpa menghiraukan proses yang terjadi. Dalam pembelajaran salah satu contoh budaya instan itu adalah siswa hanya menerima saja materi dari guru, mereka tidak mencoba untuk memperolehnya. Contoh lain yang sudah menjadi hal umum adalah banyaknya rumus-rumus cepat dalam menegrjakan soal yang sangat disukai oleh siswa. Rumus-rumus cepat tersebut hanya berorientasi kepada hasil, sehingga siswa yang menggunakan rumus cepat cenderung tidak begitu memahami konsep dari materi tersebut.

    ReplyDelete
  80. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    25. Bagaimana memotivasi siswa belajar matematika?
    Memang tidak mudah untuk memotivasi siswa belajar matematika. Agar siswa termotivasi kita perlu menciptakan suasana dan lingkungan sehari-hari yang berkaitan dengan matematika. Siswa yang mengenal matematika dalam kehidupan sehari-hari akan lebih mudah dalam belajar matematika. Agar termotivasi juga perlu diberikan metode-metode yang menarik.

    ReplyDelete
  81. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Poin menarik adalah bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika. Salah satu mindset yang harus disusun adalah pembelajaran berpusat pada siswa. Guru tidak hanya sebagai pemberi materi namun bagaimana menciptakan kondisi kelas yang hidup dengan berbagai cara atau metode pembelajaran. Ketika siswa yang aktif itu itu saja, maka guru harus mempunyai strategi untuk menjadikan siswa yang kurang aktif menjadi aktif dengan ditunjuk, atau yang lainnya.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh 

    ReplyDelete
  82. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa
    Pemberian tugas itu penting untuk memberikan motivasi terhadap siswa dalam belajar matematika. Namun frekuensi pemberian tugas juga penting untuk diperhitungkan agar siswa tidak stres dibayang-banyangi tugas yang menumpuk. Artinya frekuensi tugas disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa. Waktu pemberian tugaspun diatur sedemikian rupa, sehingga tugas yang diberikan bukan dijadikan beban tetapi dijadikan motivasi, karena bersifat kontinu. Ibaratnya siswa terjaga setiap saat karena guru selalu memantau perkembangannya. Siswa merasa diperhatikan dengan tugas-tugas yang diberikan

    ReplyDelete
  83. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP kelas A
    Sekitar polemik bentuk soal UAN dan pengaruhnya terhadap psikologis siswa?
    Kehadiran Ujian Nasional sangat meresahkan siswa. Apalagi siswa di tingkat SD (paling bawah). Bukannya menjadikan motivasi belajar lebih giat tetapi malah terganggu dengan beban yang mengharuskan tamat lewat lulus UN. Apalagi sekarang ini, standar kelulusan UN tidak manusiawi. Sekolah dipaksa agar siswa-siswanya lulus UN pada standar yang sudah ditatapkan. Tentunya hal ini sangat menggoncangkan psikologi siswa termasuk guru dan orang tua. sehingga berbagai cara yang digunakan agar anak mereka lulus sesuai standar yang sudah ditetapkan. Termasuk cara-cara yang kurang pantas untuk dilaksanakan.

    ReplyDelete
  84. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi?
    Perlakuan guru terhadap siswa yang di bawah rata-rata akan berbanding terbalik dengan siswa yang di atas rata-rata. Siswa di bawah rata-rata jika tidak lulus akan diberikan remidial, dalam kondisi yang sama siswa di atas rata-rata akan diberikan pengayaan. Tugas guru bagaimana merancang pengayaan bagi siswa yang di atas rata-rata atau siswa yang dikatakan pintar. Di samping itu, soal yang diberikan terhadap anak yang pintar dapat berupa soal-soal yang mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, sehingga mereka merasa punya wadah untuk selalu mengasah kognitif mereka.

    ReplyDelete
  85. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?
    Hukuman dan Hadiah sah-sah saja dilakukan terhadap siswa yang pantas menerimanya. Namun yang paling penting adalah hukuman dan hadiah harus sifatnya mendidik, bukan hal-hal yang dapat mengganggu jiwa peserta didik

    ReplyDelete
  86. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Bagaimana mengembangkan aspek nilai budi pekerti dalam pembelajaran matematika?
    Penanaman nilai-nilai budi pekerti penting pada setiap mata pelajaran, apalagi pada pembelajaran matematika. Orang awam mengenal pembelajaran matematika identik dengan angka-angka, jangan sampai siswa berpikiran yang sama. Untuk itu para guru perlu mengembangkan nilai tersebut dengan cara memasukkan nilai budi pekerti ke dalam pembelajaran matematika berlangsung. Artinya di dalam pembelajaran terdapat nilai-nilai budi pekerti siswa, seperti menghargai pendapat teman, sopan terhadap pembelajaran dan sopan terhadap guru yang mengajar di kelas. Tidak hanya itu, guru merancang penerapan nilai-tersebut di masukkan ke dalam penilaian di kelas.

    ReplyDelete
  87. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    1.Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa.

    Dalam belajar, beban kognitif perlu diperhatikan karena hal ini berhubungan dengan pemrosesan informasi pada siswa. Seperti teori yang diajukan mengenai teori cognitive load berikut ini. Teori beban kognitif adalah teori psikologis yang bertujuan untuk memprediksi hasil belajar dengan memperhatikan kemampuan dan keterbatasan dari arsitektur kognitif manusia (Plass,. J, moreno,. R and Sweller, J., 2010). Teori beban kognitif adalah teori yang menjelaskan tentang perbedaan antara tuntutan tugas dan kemampuan seseorang untuk menguasai tuntutan tersebut (Moray, 1979 ). Artinya pada proses pembelajran perlu memperhatikan kuantitas materi dan tugas yang diberikan kepada siswa. Jika terlalu bnyak materi ataupun tugas, padas prosesnya siswa hanya akan mempehatikan hasil atau tujuannya hanya untuk selesai dan mendapatkan nilai saja, Padhal belajar esesnsinya bukan pada hasil atau nilai yang diperoleh, melainkan informasi apa yang dapat dipahami yang dapat bermakna dan bertahan lama di memori siswa.

    ReplyDelete
  88. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Terdapat tiga problematika utama terkait psikologi terhadap matematika yang dibahas dalam artikel di atas, yakni:
    1. Mengajar
    2. Belajar
    3. Pembelajaran

    Mengajar adalah peran utama guru, belajar adalah peran siswa dan pembelajaran merupakan interaksi belajar siswa dan guru. Maka, permasalahan yang muncul disebabkan pula karena tiga hal terkait yakni: guru, siswa dan interaksi. Yang paling pokok adalah interaksi antara guru dan siswa, inilah intinya. Maka ketika kita bisa memcahkan problem inti, semuanya akan ikut terpecahkan pula.

    ReplyDelete
  89. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dari 27 problematika terkait psikologi mengajar matematika, psikologi belajar matematika dan psikologi pembelajaran matematika yang dipaparkan di atas, ada 1 poin yang dicetak dengan huruf kapital. Pada pertanyaan nomor 9, MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknanya?

    Budaya instant, bahkan sekarang bukan lagi menjadi momok tapi sudah disebut “budaya”. Kalau keadaan di Indonesia menganut budaya seperti ini, bahaya sekali. Dalam belajar, tentu kita perlu proses yang sama sekali tidak instant.

    ReplyDelete
  90. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Saya tertarik untuk menanggapi persoalan nomor 16, yaitu bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam pbm matematika. Menurut Mayer (2002), pembelajaran bermakna akan terjadi bila (1) siswa secara aktif membangun pengetahuannya di dalam proses pembelajaran; (2) siswa memiliki kesiapan untuk belajar; (3) siswa memiliki motivasi untuk belajar; dan (4) bahan ajar dan pendekatan pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, ia menyatakan bahwa aktivitas yang mendukung pembelajaran bermakna merupakan aktifitas kognitif yang membuat siswa memaknai materi yang disajikan dengan memilih informasi yang diterima, mengorganisasikannya ke dalam struktur yang koheren, dan mengintegrasikannya dengan pengetahuan lain.

    ReplyDelete
  91. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sebelumnya dipaparkan tentang identifikasi permasalahan psikologis dalam proses belajar matematika, disini dapat dilihat bahwa permasalahan tersebut tidak hanya lebih mengarah lebih mengarah ke ranah pedagogik guru, semisal bagaimana mengembangkan metode belajar mengajar matematika atau bagaimana memfasilitasi atau memudahkan siswa dengan prestasi yang rendah, namun juga teridentifikasi permasalahan pendidikan secara lebih luas, semisal sikap instan yang dianggap sebagai musuh dalam dunia pendidikan. Semoga dengan identifikasi masalah ini, masalah tersebut dapat dijadikan acuan bersama oleh para guru untuk meningkatkan kualitas pengajarannya.

    ReplyDelete
  92. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Tidak dipungkiri bahwa dalam kegiatan pembelajaran matematika siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, dan tentu saja memiliki aspek psikologi yang berbeda-beda pula. Ada beberapa siswa yang cepat dalam memahami dan menanggapi berbagai permasalahan yang terdapat dalam proses pembelajaran dan ada juga siswa yang lamban. Psikologi belajar pada siswa ini sadar atau tidak akan berpengaruh terhadap hasil pendidikannya. Berkaitan dengan hal itu, kompetensi guru akan dibutuhkan untuk memahami perkembangan psikologi siswa dalam kegiatan belajar sehingga dapat meningkatkan kualitas dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  93. Faqih Mu'tashimbillah
    12313244030
    Pendidikan Matematika Internasional

    dalam dunia pendidikan, psikologi sangat berpengaruh dalam hasil pembelajaran.
    Jika siswa mengalami tekanan dalam pembelajaran, maka hasilnya tidak akan maksimal.
    Sebaliknya siswa membutuhkan motivasi dari orang-oranng terdekat agar hasilnya lebih optimal.
    Masalah psikologi juga dialami oleh guru, misalnya ketika mengalami nervous dalam mengajar.
    Masalah nervous ini harus segera diatasi agar guru dalam menyampaikan pembelajaran menjadi lebih tenang dan dapat menikmati proses mengajar.

    ReplyDelete
  94. Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa). Terkait dengan pernyataan tersebut, mendikbud menyampaikan sebagai berikut :
    Terkait penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS), Mendikbud mengimbau guru untuk memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa dengan metode pembelajaran dan kreativitas dari guru sendiri, bukan bergantung pada LKS. Guru juga dapat menggunakan sumber apapun yang ada di sekitar lingkungan untuk mengajar dan menambah wawasan atau pengetahuan peserta didik. PR untuk murid itu tujuannya untuk penguatan siswa, maka (datangnya) harus dari guru, sedangkan kurikulum itu hanya alat. Kalau guru profesional, maka dapat menggunakan alat apapun untuk membuat pintar anak didiknya." Menanggapi kedua pernyataan tersebut, pemberian PR memang terkadang memberikan tekanan lebih kepada siswa. Terlebih lagi pada pelaksanaan K13 mata pelajaran yang diterima siswa semakin banyak dengan materi yang padat. Ditambah lagi banyaknya mata pelajaran yang mengharuskan untuk dilangsungkannya aktivitas praktikum. Tentu tugas yang diterima siswa tidak hanya dari 1 mata pelajaran saja. Siswa nampak begitu lelah ketika pulang sekolah dan setelahnya dituntut untuk mengerjakan setiap tugas yang diberikan guru dari beberapa mata pelajaran. Seolah tidak ada ruang yang cukup bagi siswa untuk melepas lelah. Tentu ini akan berdampak pada psikologis siswa. Sedikit sekali siswa yang rela mengerjakan setiap tugas dari guru. Hal ini bisa dilihat dari maraknya aksi mencontek tugas teman. Ini bisa dikarenakan faktor malas, lelah, tidak tahu, dan lainnya. Akan tetapi, guru dibatasi oleh jam mengajar, guru harus mengejar target ketuntasan siswa dengan jumlah jam yang terbatas, mau tidak mau sebagian besar guru memberi tugas tambahan kepada siswa untuk mengejar materi yang ada. Seyogyanya, guru perlu memilah milih dalam memberikan tugas. Tidak melebihi kemampuan siswa. Sehingga siswa mempunyai ruang gerak yang cukup untuk bersantai sejenak dengan keluarga dan teman bermainnya.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  95. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Berbicara tentang Psikologi mengajar matematika, psikologi belajar matematika dan psikologi pembelajaran matematika memang mempengaruhi psikologi peserta didik. Terlebih lagi bagi siswa yang kurang suka bahkan tidak suka dengan pelajaran matematika. Mereka bisa saja merasa tertekan dan tidak nyaman karena menganggap matematika itu pelajaran yang sulit dan menakutkan. Hal demikian sangat mengganggu mental perkembangan peserta didik. Di sinilah peran sebagai guru sangat diperlukan dalam pembelajaran. Guru harus selalu menciptakan metode yang sekreatif mungkin agar dalam pembelajaran siswa merasa senang dan tidak merasa tertekan.

    ReplyDelete
  96. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Sebagai guru muda janganlah nervous dalam mengajar di depan kelas. Kita harus yakin ilmu yang kita miliki lebih tinggi dari ilmu siswa, karena kita telah lebih dulu memepelajari materi-materi yang akan kita sampaikan. Dan anggaplah siswa belum tahu karena kita telah mengetahui terlebih dahulu, sehingga kita harus percaya diri dan yakin dalam mengajar di kelas, dan janganlah grogi agar peserta didik dapat menghormati kita. dan tentu saja kita harus bersikap ramah serta bersahabat terhadap peserta didik.

    ReplyDelete
  97. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Agar siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran matematika, maka guru jangan menggunakan metode ceramah karena siswa hanya cenderung akan mendengarkan atau mencatat saja. Sebaiknya guru menggunakan metode pembelajran yang berpusat pada siswa salah satunya dengan model pembelajaran kooperatif, seperti STAD, TGT, Jigjaw, dan lain sebagainya. Dengan model pembelajaran kooperatif siswa akan aktif karena dalam belajar siswa berkelompok untuk berdiskusi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  98. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Musuh utama pendidikan adalah budaya instan, maksud budaya instan tersebut adalah anak tidak mau untuk berusaha keras, tetapi menginginkan hasil atau nilai yang bagus, sehingga untuk memperoleh nilai tersebut anak menggunakan segala cara yang penting dapat nilai bagus dengan tanpa usaha. Perilaku kebanyakan anak jaman sekarang tersebut jelas menjadi musuh utama pendidikan, karena bertentangan dengan tujuan dari pendidikan yaitu untuk mencerdaskan bangsa yang dapat memajukan negara.

    ReplyDelete
  99. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dalam memotivasi siswa untuk belajar matematika yaitu memberikan pengertian kepada siswa bahwa pelajaran matematika sangat penting dan berguna sekali dalam kehidupan sehari-hari, dan pelajaran matematika akan dipelajari di sekolah sampai jenjang yang tinggi. Selain itu memberi tahu bahwa pelajaran matematika sangatlah mudah dan menyenangkan untuk dipelajari asal mau berusaha belajar dengan semangat dan mau mencoba, banyak mengerjakan soal latihan.

    ReplyDelete
  100. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan serta siswa menghayati bahwa matematika adalah penting yaitu dengan menggunakan berbagai macam metode pembelajaran yang berbeda-beda seperti belajar matematika dengan permainan, diskusi, serta menggunakan media pembelajaran yang menarik. Serta dalam belajar matematika guru perlu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari seperti dalam mebuat kasus atau tugas itu berkaitan dengan kehidupan nyata, sehingga siswa akan merasa bahwa matematika itu sangatlah penting untuk dipelajari karena dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dengan matematika.

    ReplyDelete
  101. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Hadiah yang diberikan kepada siswa dalam pelajaran matematika sangat penting karena dengan menerima hadiah dari guru maka siswa akan merasa dihargai oleh guru karena keberhasilannya, hal ini dapat menambah motivasi belajar siswa, hadiah (reward) yang diberikan kepada siswa tidak harus berupa benda mahal, bahkan siswa diberi pujian pun sudah merasa sennag. Hukuman pun juga perlu diberikan kepada siswa agar siswa tahu kesalahannya dan mau memperbaiki serta tidak akan mengulanginya lagi.

    ReplyDelete
  102. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dalam proses belajar mengajar matematika harus mengembangkan pembelajaran kontekstual, maksudnya pembelajaran yang mengaitkan dengan benda nyata atau kehidupan nyata di sekitar kita. Karena dengan benda nyata akan membantu siswa untuk memudahkan dalam memahami materi yang dimaksud. Misalnya dalam mempelajari bangun-bangun geometri apabila hanya dibayangkan tanpa contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari maka siswa akan kesulitan. Dengan pembelajaran kontekstual akan tepat sekali untuk diterapkan dalam pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  103. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dalam mengajar apersepsi sangat penting untuk mengawali pelajaran, karena apersepsi menggali pengetahuan siswa yang telah dimiliki sebelumnya yang digunakan sebagai dasar untuk mempelajari materi yang akan dipelajari. Untuk menumbuhkan apersepsi yang perlu dilakukan guru yaitu salah satunya dengan memberikan pertanyaan pada siswa, dan siswa diminta untuk langsung menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru.

    ReplyDelete
  104. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dalam membuat persiapan mengajar hendaknya guru juga membuat skenario mengenai apa saja yang akan dilakukannya dalam proses belajar mengajar. Langkah-langkah pembelajaran sebaiknya ditulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran agar dalam mengajar tidak ada yang terlewatkan serta pembelajaran akan runtut. Dengan membuat skenario pembelajaran maka PBM akan berjalan secara efisien dan efektif, tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    ReplyDelete
  105. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Elegi ini membantu guru Matematika dalam mengidentifikasi masalah psikologi belajar, mengajar, dan pembelajaran matematika. Banyak guru yang mengajar tanpa mempertimbangkan unsur-unsur psikologis, baik pada dirinya sebagai pengajar maupun unsur psikologis anak yang sebagai pembelajar. Unsur-unsur psikologis ini perlu diperhatikan mengingat baik guru maupun siswa merupakan makhluk yang hidup yang dibangun dari unsur psikologis maupun non-psikologis. Proses belajar yang terjadi melibatkan kedua unsur ini.

    ReplyDelete
  106. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "Apa yang anda ketahui tentang "transfer of knowledge" dan "transfer of value"?"
    "Transfer of knowledge" merupakan transfer pengetahuan yang menjadi unsur ontologis dari suatu ilmu. 'knowledge'adalah materi kognitif yang hendak disampaikan dalam pembelajaran. Adapun "transfer of value" merupakan suatu proses menyampaikan nilai-nilai yang juga terkandung dalam suatu pelajaran. Nilai-nilai yang dimaksud adalah unsur-unsur afektif yang bisa disampaikan melalui materi pelajaran.

    ReplyDelete
  107. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "Musuh utama pendidikan adalah budaya instant."
    Saya sangat setuju dengan pernyataan di atas. Belajar adalah suatu proses yang panjang dan tidak sederhana. Banyak unsur-unsur dan proses-proses yang membangun proses belajar-mengajar. Setiap proses akan memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa, tidak hanya mempelajari unsur kognitif saja tetapi unsur afektif dan psikomotorik. Budaya instan akan memutus rantai proses pembelajaran yang seharusnya terjadi.

    ReplyDelete
  108. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Ternyata, selain masalah metode mengajar, masih terdapat masalah psikologi pembelajaran matematika. Masih terdapat banyak hal yang harus dibenarkan diperbaiki oleh guru ketika melakukan pembelajaran di kelas. Masalah psikologi berhubungan dengan motivasi instrinsik dan ekstrinsik dari siswa. Guru perlu mengasah dan mengembangkan motivasi diri dari dalam diri siswa bahwa pembelajaran itu penting bagi kehidupannya kelak.

    ReplyDelete
  109. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Guru masih perlu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan untuk siswa. Guru perlu melibatkan siswa secara aktif di dalam pembelajaran supaya mereka tidak hanya diam duduk mendengarkan penjelasan guru melainkan bereksplorasi membangun pengetahuannya sendiri sehingga pengetahuannya akan menjadi lebih bermakna. Selain itu, guru juga perlu menyesuaikan pemberian tugas dengan beban belajar siswa.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id