Nov 22, 2012

Traditional - Innovative Teaching _ Oleh Marsigit



39 comments:

  1. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pembelajaran yang bersifat tradisional dan pembelajaran yang innovatiive memiliki perbedaan yang terlihaat dari segi pembelajarannya, dimana dalam pembelajaran tradisional guru membrikan ilmu yang mereka miliki kepada siswa dan siswa hanya menjadi penonton serta terus mengikuti apa-apa saja yang disampaikan oleh guru tersebut. sedangkan dalam pembelajaran innovative guru mengajarkan bagaimana caranya siswa itu mengolah informasi yang didapatkan dengan caranya sendiri sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh siswa dapat berkembang sesuai dengan kapasitas siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  2. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs-S3 PEP A 2016

    Dari ilustrasi gambar diatas, pembelajaran tradisional adalah pembelajaran yang berpusat pada guru atau teacher-centered. Pikiran guru adalah benar, dunia guru adalah benar , metode penyelesaian yang benar adalah yang disampaikan guru. Seolah-olah perkataan guru merupakan doktrin bagi siswa. Sehingga persepsi pengetahuan siswa yang bermaca-macam dipotong dan dibentuk sesuai dengan persepsi pengetahuan guru. Sehingga fondasi pengetahuan siswa bersumber dari guru dan tidak proses konstrukti pengetahuan serta proses kreativitas.

    ReplyDelete
  3. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs-S3 PEP A 2016

    Sedangkan hal yang berbeda pada pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa atau student-centered. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan bagaimana pemikirannya atau pengetahuannya sehingga kesempatan konstruksi pengetahuan oleh siswa sendiri sangat terbuka lebar. Dalam prosesnya, kemampuan kreativitas, berpikir kritis serta penalarannya mengalami peningkatan. Guru bukan berarti tidak punya peran apapun, karena guru act as fasilitator pembelajaran dan peran guru ini sangat penting bagi pengembangan konstruksi siswa dengan pemberian stimulus-respon conditioning.

    ReplyDelete
  4. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs-S3 PEP A 2016

    Kurikulum yang ada di Indonesia juga berkembang dari yang bermula berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Kurikulum saat ini yaitu Kurtilas dengan menggunakan metode saintifik yang berisi bagaimana siswa mengkonstruksi pengetahuan mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Akan tetapi, menurut saya , ketidaksiapan guru dalam keterampilan kurtilas menyebabkan kurtilas seperti sekumpulan proyek atau PR yang memberatkan siswa.

    ReplyDelete
  5. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Salah satu permasalahan pembelajaran matematika yang masih sering terjadi saat ini adalah bagaimana metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Terkadang masih saja ada guru yang menggunakan metode pembelajaran yang tradisional, pembelajaran yang berpusat oleh guru, tentunya metode ini tidak tepat dalam mengkonstruksi pengetahuan siswa. Tugas guru adalah melakukan inovasi pembelajaran dengan memilih metode yang tepat (student centered) sehingga siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya secara tepat.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  6. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    dari ilustrasi gambar di atas kita dapat mengetahui dengan jelas perbedaan antara pembelajaran tradisional dan pembelajaran yang inovatif. pembelajran tradisional massih memadang siswa sebagai gelas kosong yang harus diisi, pembelajran berpusat pada guru. sementara pembelajran inovatif lebih memandang siswa sebagai tunas-tunas yang harus dijaga pertumbunhannya, pembelajran lebih dipusatkan pada siswa.

    ReplyDelete
  7. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    implikasi langsung dari penerapan kedua model yang berangkat dari dua paradigma yang berbeda tersebut dapat dilihat dari bagaimana terjadinya proses pembelajran di dalam kelas. pembelajran tradisional yang menekankan pada metode ceramah memperlihatkan kelas selayaknya tempat-tempat dakwah para ustat, dimana siswa terpaksa diam dan mendengarkan dan sesekali diberi kesempatan untuk bertanya, namun kreativitas mereka mati. sementara di kelas yang menggunakan pembelajran inovatif, siswa difasilitas untuk bertumbuh kembang dan mengkostruksikan pengetahuan mereka sendiri dengan bimbingan guru.

    ReplyDelete
  8. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    pembelajaran yang masih bersifat tradisional menerapkan pendidikan gaya bank. siswa dianggap sebagai gelas kosong yang harus diisi penuh dengan pengetahuan yang berasal dari guru. sementara dalam pembellajran inovatif, tugas guru hanya mengajarkan kepada siswaa bagaimana semestinya mereka belajar dan juga membantu siswa untuk menemukan gaya belajr mereka sendiri. pengetahuan dapat didapt dari berbagai sumber pengetahuan. siswa diberi kesepatan untuk berekspresi dan berinovasi sesuai dengan bakat dan minat mereka.

    ReplyDelete
  9. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di Indonesia adalah salah satunya adalah mengenai pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Perbedaan antara pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif adalah satunya adalah terletak pada siswa. Pada pembelajaran tradisional guru lebih berperan sebagai pentransfer ilmu kepada siswa, sedangkan pada pembelajaran inovatif guru lebih sebagai fasilitator bagi siswa untuk mendukung proses pembelajarannya. sehingga dalam pembelajaran inovatif guru dituntut untuk menerapkan model-model pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat siswa sehingga siswa dapat mengemukakan pendapatnya, dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannnya,sehingga pembelajaran yang didapat oleh siswa lebih bermakna

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  10. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pembelajaran matematika di Indonesia masih sering menggunakan paradigma lama yaitu 'transfer of knowledge', guru sebagai pemberi dan peserta didik adalah penerima. Bagaikan pohon baru yang akan tumbuh hanya dengan menunggu biji dari pohon dewasa jatuh ke tanah. Pembelajaran yang seperti ini tentu butuh pembaruan, dengan melakukan berbagai inovasi pembelajaran. Hal ini tidak mutlak salah guru, namun juga peserta didik yang sudah membudaya dengan paradigma lama pendidikan, sehingga merasa lebih nyaman dengan 'transfer of knowledge' daripada harus mengonstruksi konsep sendiri. Mereka tidak merasa percaya diri dengan konsep yang mereka bangun sendiri. Permasalahan ini tentunya menjadi permasalahan yang serius dalam dunia pendidikan, bagaimana cara untuk memotivasi peserta didik sehingga tumbuh rasa percaya diri pada mereka.

    ReplyDelete
  11. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Terdapat perbedaan antara pembelajaran tradisional dengan pembelajaran inovatif. Dalam pembelajaran inovatif, melalui upaya mencapai pembelajaran bermakna, siswa perlu mengkonstruk sendiri pengetahuannya dengan cara menemukan dan mengolah informasi dan prior knowledge yang telah dimilikinya. Hal ini sesuai dengan pembelajaran kontruktivis dimana terlihat pada gambar bahwa siswa perlu membangun pengetahuannya hingga akhirnya ia benar-benar memahami apa yang dipelajarinya dan dapat menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya kapanpun ia perlukan nantinya. Pembelajaran seperti ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi guru agar bisa direalisasikan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  12. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pembelajaran tradisional memiliki sifat berpusat pada guru yaitu guru lebih dominan dalam pembelajaran di kelas dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang. Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa, disini siswa diberikan kesempatan untuk berkembang dan menemukan pengetahuannya sendiri, guru hanya sebagai fasilitator.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  13. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Masalah dalam pengajaran matematika di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu secara tradisional dan pembelajaran inovatif. Dalam gambar tersebut terlihat bahwa dalam pembelajran secara tradisional, guru sebagai pusat pembelajaran. Dengan kata lain guru hanya mentransfer ilmu kepada siswa tanpa memberikan siswa untuk mengembangkan pemikirannya. Sedangkan dalam pembelajaran inovatif, guru hanya sebagai fasilitator untuk mendampingi siswa, sehingga siswa bebas mengembangkan pemikirannya dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  14. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Dari gambar di atas bisa dipahami tentang permasalahan pembelajaran matematika di Indonesia dimana harapannya pembelajaran dapat berlangsung secara inovatif tapi kenyataanya dilapangan sebagian guru masih menerapkan pembelajaran secara tradisional. Dari gambar di atas terlihat bahwa pembelajaran tradisional berpusat pada guru dimana guru memegang kuasa penuh dalam pembelajaran dengan komunikasi satu arah sehingga membatasi kreativitas dan daya pikir kritis siswa, sedangkan pembelajaran inovatif adalah dengan lebih membebaskan siswa mengkonstruk dan mengembangkan sendiri pengetahuannya dengan diberikan sebuah permasalahan yang akan dibahas oleh siswa dengan guru bertindak hanya sebagai fasilitator yang diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitasnya untuk mencari dan menemukan konsep-konsep yang terkandung dalam masalah tersebut.

    ReplyDelete
  15. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Indonesia sebagai budaya timur menganut dan menerapkan seluruh nilai budaya ketimuran termasuk penerapan pembelajarn berbasis pesantren ataupun spiritual. Tidak disalahkan karena beratus tahun telah dilakukan bahkan menjadi warisan. Penerapan pembelajaran tipikal traditional tidaklah buruk. Hanya saja perlu diketahui waktu dan ruangnya. Jika suatu aktifitas pembelajaran tingkat abstrak, maka hal tersebut sangat berguna digunakan. Apalagi seluruh peserta didik berusia dewasa.

    ReplyDelete
  16. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kurikulum dan program pembelajaran indonesia perlu kembali diperhatikan bagi seluruh stakeholder, pemangku, dan pemerhati pendidikan. siswa sebagai objek belajar sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Berkembangnya kejiwaan dan otaknya sangat perlu diperhatikan. Pengembangan proses belajar dalam pembentukan konsep diri dan pengetahuan sangat penting dan memerlukan strategi dan metode belajar. Maka cara tradisional yang biasa dilakukan ketika mengajarkan materi-materi konkret tidak sesuai dan diperlukan perubahan metode, maka diperlukan perubahan dan konstruktif pembelajaran. Guna mengajarkan konsep ilmu sangat penting sebagi dasar pengetahuannya.

    ReplyDelete
  17. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Bagan di atas menjelaskan tentang masalah dalam pembelajaran matematika di Indonesia. Masih banyak guru yang terpaku pada metode mengajar tradisional yang tidak membebaskan siswa mengembangkan intuisi matematika mereka. Siswa tidak dibebaskan untuk mengeksplore sumber-sumber belajar selain guru. Seharusnya, guru merubah metode mengajar tradisional karena tidak sesuai dengan ruang dan waktu pada saat ini. Guru harus mengembangkan inovatif dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  18. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    We are all aware of the big place that technology occupies in our lives. If you’re not, then just take a quick look at the way technology is shaping your home, your car, your mobile phone, etc. Technology is everywhere! With the huge development of technology, a parallel movement toward innovation in the different economic and social fields is underway. How does this reconcile with tradition? I believe that tradition implies a dependency on long-established values and a strong attachment to the past. However, I think that today people are more tempted to transgress the laws of tradition and authority, in order to create some freshness and diversity in their lives through modernization. You may tell me that people tend to resist change and therefore will stick to their traditions. But since innovation is also synonym of progress, people should see it as an opportunity, not a threat. This is why I think that traditions should leave the floor to innovation, in favor of an up-to-date environment promoting modernization and advanced technologies.

    ReplyDelete
  19. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    We are all aware of the big place that technology occupies in our lives. If you’re not, then just take a quick look at the way technology is shaping your home, your car, your mobile phone, etc. Technology is everywhere! With the huge development of technology, a parallel movement toward innovation in the different economic and social fields is underway. How does this reconcile with tradition? I believe that tradition implies a dependency on long-established values and a strong attachment to the past. However, I think that today people are more tempted to transgress the laws of tradition and authority, in order to create some freshness and diversity in their lives through modernization. You may tell me that people tend to resist change and therefore will stick to their traditions. But since innovation is also synonym of progress, people should see it as an opportunity, not a threat. This is why I think that traditions should leave the floor to innovation, in favor of an up-to-date environment promoting modernization and advanced technologies.

    ReplyDelete
  20. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Aktivitas proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan, dan guru sebagai salah satu pemegang utama di dalam menggerakkan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan. Pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh pebelajar atas dorongan gagasan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Hak nilai- nilai karakter dalam strategi pembelajaran inovatif yaitu: kecerdasan, ketangguhan, kedemokratis, kemandirian, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, berorientasi pada tindakan, kerja keras, tanggung jawab, percaya diri dan keingintahuan.

    ReplyDelete
  21. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Perubahan paradigma pembelajaran menjadi suatu hal yang penting untuk mengembangkan pembelajaran ke arah yang lebih baik. Pembelajaran tradisional dapat dimaknai sebagai proses pembelajaran dimana guru sebagai pusat pembelajaran dan siswa berada pada posisi objek pembelajaran. Sebagai objek pembelajaran, siswa hanya menjadi mendapatkan pengetahuan dari apa yang diberikan oleh guru ke siswa tanpa memperdulikan karakteristik siswa sendiri serta tidak memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuaannya. Tentu perlu adanya pergesaran paradigma pembelajaran menjadi pembelajaran inovatif yang mempunyai roh konstruktivis. Dalam pembelajaran konstruktivis, guru menjadi fasilitator bukan lagi satu-satunya sumber belajar. Pembelajaran berpindah menjadi berpusat pada siswa. Siswa menjadi subyek yang aktif menemukan pengetahuannya sendiri, guru berperan sebagai pembimbing saja untuk memudahkan siswa dalam proses menemukan pengetahuannya. Semoga paradigma ini tidak hanya berhenti pada wacana tertulis dibuku-buku, tetapi kita mampu mengimplementasikan untuk pendidikan yang lebih baik kedepannya.

    ReplyDelete
  22. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Pembelajaran tradisional yang telah dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama kini dialihkan menjadi pembelajaran yang berbasis konstruktivis. Inilah inovasi yang dilakukan untuk membuat pembelajaran lebih bermakna dan memori siswa tahan lama. Yang tadinya siswa hanya mendapat dari guru, sekarang siswa dituntut untuk mengambil sendiri atau mendapatkan sendiri pengetahuan itu. Seperti pada gambar di atas, siswa dimotivasi dan diberikan arahan untuk mengambil buah yang ada di atas pohon.

    ReplyDelete
  23. 16701251016
    PEP B S2

    Gambaran pembelajaran yang tradisional dapat terlihat dari persepsi guru dan siswa. Ketika guru sebagai pusat pembelajaran maka menganggap siswa adalah tidak mempunyai kompetensi apaphn, yang kosong ibarat gelas yang akan di isi. Hanya transfer pengetahuan tanpa mengharapjan respon dan perkembangan yabg mendalam dari siswa untuk proses berfikirnya. Sehingga kekosongan yang akan di isi inilah yang menjadi masalah, karena tidak ada ukuran yang pas, bagaimana keterisian tersebut seluruhnya dapat masuk atau bahkan tiadavsedikitpun yang dapat dicerna dalam sebuah proses pembelajaran.
    Yang seharusnya dilakukab adalah memotivasi, memberikan arahan agar bakat yang memang sudah ada dapat tunbuh berkembang sesuai dengan polanya sendiri. Dalam hal ini bukan membiarkan, namun ada proses kontroling agar tidak keluar dari jalur yang semestinya untuk sebuah perkembangan yang sesuai dengan tujuan

    ReplyDelete
  24. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    gambar diatas memberikan gambaran mengenai pembelajaran yang dilakukan dengan cara tradisional dan pembelajaran yang inovatif, tentu akan sangat berbeda dimana pembelajaran dikelas diibaratkan kita memberikan sesuatu kepada siswa, dan siswa hanya bisa menampung apa yang diberikan atau yang biasa dikelar menyalurkan ilmu. kegiatan pembelajaran seperti itu tentu akan menghasilkan pembelajarn yang tidak optimal, bisa jadi ilmu guru yang diberikan tidak sepenuhnya. berbeda dengan pembelajaran inovatif dimana siswa dapat mengkonstruk pemikirannya sendiri,sehingga tentunya akan menjadi pembelajaran yang inovatif jg.

    ReplyDelete
  25. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam pembelajaran tradisional, proses pembelajaran masih berpusat kepada guru, sehingga pengetahuan atau konsep matematika yang diperoleh berasal dari guru itu sendiri, atau ilmu yang didapat hanya ditransfer dari guru saja tanpa adanya keterlibatan siswa dalam membangun sebuah konsep.

    Adapun pembelajaran inovatif, pembelajaran berpusat kepada siswa, sehingga siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Dalam hal ini, siswa dapat memperoleh konsep matematika berdasarkan pemikiran dan usahanya. Maka, dengan hal ini akan memberikan implikasi yang positif kepada siswa dan pemahaman yang diperoleh dapat tertanam dengan baik.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Dari ilustrasi gambar diatas pembelajaran tradisional adalah berpusat pada guru dimana siswa hanya menunggu guru menyajikan ilmu. Sementara pembelajaran inovatif inovatif diilustrasikan seperti pohon yang dimulai dari biji, tumbuh menjadi bibit sampai ia berbuah yang berarti dimana guru hanya merawat dan mendorong pertumbuhannya yang berarti dalam pembelajaran siswa mengkonstruk sendiri ilmu, guru hanya mendorong, merawat, melayani siswa.

    ReplyDelete
  27. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Permasalahan pengajaran matematika di Indonesia adalah sulitnya untuk mengubah mindset, penerapan, ataupun kebiasaan yang dilakukan guru dari pembelajaran tradisional yang lebih berpusat kepada guru dimana siswa masih pasif dalam pembelajaran menuju pembelajaran yang inovatif yang lebih berpusat pada siswa dimana siswa aktif untuk mengkontruksi pengetahuan baru dari pengetahuan awal yang dimilikinya dengan bantuan atau bimbingan guru.

    ReplyDelete
  28. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    pendidikan matematika A

    Masalah dalam pembelajaran matematika di Indonesia yaitu usaha mengubah dari guru yang melakukan pembelajaran tradisional agar beralih ke pembelajaran inovatif. Pembelajaran tradisional memandang siswa ebagai wadah yang isinya masih kosong. Sehingga kegitan pembelajaran cenderung seperti gurumenuangan isi pada wadah tersebut. Sehingga pengetahuan yang didapat siswa merupakan bagian kecil dari pengetahuan yag dimiliki guru.

    ReplyDelete
  29. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Pembelajaran inovatif mengubah kegiatan pembelajaran dari guru sebagai sumber belajar menjadi guru sebagai fasilitator. Sebagai fasilitator guru memupuk pengetahuan siswa. Tidak seperti pembelajaran tradisional yang memandang siswa sebagai wadah kosong, pembelajaran inovatif memandang siswa sebagai sebuah benih. Apabila benih tersebut dirawat dengan baik maka akan tumbuh menjadi pohon besar yang berguna bagi sekelilingnya. Tetapi jika gagal makabenih tersebut akan mati.

    ReplyDelete
  30. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Diperlukan strategi yang baik dalam pembelajaran inovatif. Strategi yang tepat disesuaikan oleh kemanpuan peserta didik, fasilitas yang dimiliki, hingga kemampuan guru dalam mengorganisasikan keduanya.

    ReplyDelete
  31. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Pembelajaran tradisonal dan pembelajaran inovatif merupakan dua hal yang sangat berbeda. Dalam gambar diilustrasikan bahwa pembelajaran tradisional merupakan pembelajaran yang langsung dari guru ke murid. Sehingga siswa terlibat secara pasif dalam pembelajaran hanya menerima apa yang disampaikan atau diberikan oleh guru. Keterlibatan dalam pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Sedangkan dalam pembelajaran inovatif pada gambar diilustrasikan sebagai pohon yang dimulai dari kecil sampai berbuah. Ini yang harusnya menjadi inspirasi dalam pengajaran di dunia pendidikan Indonesia. Siswa sejak dini diajarkan untuk memahami segala sesuatu dari akarnya sehingga terjadinlah pembelajaran yang “deep learning” karena siswa mengkonstruksikan konsep sendiri melalui pikirannya dengan bantuan guru. Sehingga keterlibatan siswa secara aktif dan guru hanya sebagai fasilitator atau moderator. Maka ilmu pengetahuan yang dibangun sendiri oleh siswa akan tumbuh sendiri sesuai dengan pengkonstruksian pikirannya sampai pada tahap makasimal untuk siap dikembangan atau berbuah jika dlaam ilustrasi gambar di atas.

    ReplyDelete
  32. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Pada gambar diatas menggambarkan bahwa pembelajaranan tradisional yang terjadi gur lebih dominan dalam kegiatan proses belajar artinya pembelajaran hanya berpusat pada guru sementara siswa hanya duduk saja dan mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru. Pembelajaran tradisional merupakan pembelajaran dimana secara umum, pusat pembelajaran berada pada guru, dan menempatkan siswa sebagai objek dalam belajar. Sedangkan untuk pembelajaran inovatif dimana diibaratkan suatu pohon yang dari bibit hingga menjadi sebuah pohon besar yang berbuah, maksudnya siswa belajar dengan mengkonstruk pengetahuaannya sendiri sehingga lebih efektif sementara guru hanya membimbing saja. Dengan begitu siswa lebih aktif dan dapat memecahkan masalah atas perkembangan pengetahuaanya.

    ReplyDelete
  33. Persoalan pembelaajaran matematika tradisional biasanya berpusat pada guru dan bersifat instruksional. hal ini berdampak pada proses pembelajaran yang kaku dan siswa merasa takut untuk mempelajari matematika. Sementara proses pembelajaran yang inovatif menekankan pada kreatifitas siswa sehingga sejauhmana siswa memperoleh hasilnya adalah dari upayanya.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  34. Pembelajaran matematika yang instruksional selalu menilai benar dan salah secara mutlak. Hal ini menakutkan siswa bila jawabannya selalu salah. Lainhalnya dengan proses inovatif yang tidak hanya melihat benar dan salah mutlak, tetapi kenapa jawaban itu salah ada prosesnya. sehinnga siswa yang salah bukan berarti bodoh tapi prosesnya yang diperbaiki.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  35. Perbedaan pembalajaran tradisional dan inovatif ini sejalan dengan postingan sebelumnya tentang Hakekat Kurikulum, dimana dalam penyusunan kurikulum yang bersifat individual, diharapkan dapat membawa kebahagiaan bagi siswa. Siswa saat ini dibebani berbagai materi yang memberatkan, sehingga masa kanak-kanaknya hilang, masa berinteraksi dengan teman sebaya dan lingkungan hilang karena dibebani PR setumpuk. Bagaimana paradigma ini diperbaiki dengan membawa kesenangan siswa ketika mengerjakan soal matematika. Siswa akan lebih tertarik dan selalu ingin atau tertantang dengan pelajaran matematika.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  36. Pembelajaran traditional memiliki perbedaan dari segi pembelajarannya. Pembelajaran traditional berpusat pada gurunya sehingga pengatahuan siswa bersumber dari guru tersebut. Sedangkan pembelajaran inovatif berpusat pada siswanya sehingga seorang siswa dapat menyampaikan pemikiran atau pengetahuannya.

    M. Saufi Rahman
    PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  37. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Paradigma pembelajaran harus mulai diubah dari yang tradisional menjadi konstruktif. Pembelajaran harus dilakukan sekreatif mungkin sehingga siswa tidak hanya pasif menjadikan guru sebagai informan utama namun harus berubah sehingga guru menjadi fasilitator, siswa ikut aktif dalam pembelajaran sehingga mereka bisa membangun atau mengkonstruksi pengetahuan mereka masing masing tentu dengan bimbingan dari guru. Ke depan semoga pendidikan anak anak Indonesia bisa lebih baik.



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  38. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Yang menjadi permasalahan dalam belajar matematika sampai saat ini adalah dalam menerapkan metode pembelajaran tersebut di kelas. seperti yang dapat di lihat pada gambar atau bagan di atas memberikan gambaran dan teguran yang kuat kepada saya khususnya sebagai calon guru, bahwa antara pembelajaran tradisional dan konstruktif, dan terlihat bahwa pembelajaran konstruktif jauh lebih bagus daripada pembelajaran tradisional, karena kontruktif membuat siswa menjadi aktif dan membangun pengetahuannya sendiri, sedangkan tradisional malah menghancurkan pemahaman siswa. Maka mari kita merenung dan merefleksikan diri dari gambar di atas, dan berusaha untuk merubah pola yang kita miliki dari tradisional ke konstruktif.

    ReplyDelete
  39. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    dari gambar tersebut terlihat bahwa sangat berbeda dalam masalah hasil yang diharapkan, dimana pembelajaran tradisional berpusat dari guru dan sumber ilmu itu hanya dari guru, dan gurulah yang mentransper pengetahuan kesiswa dan hasilnya kehancuran pemahaman siswa dan tidak munculnya kreatifitas siswa. sedangkan konstrutif guru bagaikan pohon besar yang memiliki buah dan setiap buah yang jatuh akan tumbuh menjadi pohon berikutnya, hal ini memeberikan nilai filosofi yang sangat tinggi, bahwa seperti itulah yang seharusnya dilakukan oleh guru, bahwa guru hanya sebagai pasilitator, sedangkan siswa sebagai subjek yang akan mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, sehingaga PMB berjalan lancar, dan siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dengan demikian maka pengetahuan matematika siswa pun akan timbul sendiri, seperti biji yang tumbuh menjadi pohon seperti pada gambar diatas. maka marilah kita seorang guru merenung dan merefleksikan diri, karena foilsafat itu adalah refleksi diri, semoga kedepannya kita bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Aamiin.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id