Nov 22, 2012

Phenomenology Husserl_Oleh Marsigit


0

38 comments:

  1. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    matematika merupakan sebuah fenomena yang sampai dengan saat ini ketika kita mempelajarinya kita diperhadapkan untuk mencari sebuah kebenaran berdasarkan pembuktian secara analitik maupun pembuktian empiris. Pembuktian itu tercipta bukan saja dari sesuatu yang telah tertuang dalam sebuah pengalaman melainkan juga dari sifat-sifat matematika itu sendiri yang bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  2. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Fenomenologi Husserl oleh Edmund Husserl, fenomenologi sendiri merupakan paham filafat yang membahas tentang fenomena aau sesuatu yang tampak. Fenomenologi merupakan upaya untuk memahami kesadaran dari sudut pandang subyektif orang terkait. Paham ini tentu saja berbeda dengan pendekatan ilmu pengetahuan saraf (neuroscience), yang berusaha memahami cara kerja kesadaran manusia di dalam otak dan saraf, yaitu dengan menggunakan sudut pandang pengamat.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  3. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    menurut Husserl, dengan fenomenologi, kita dapat mempelajari bentuk-bentuk pengalaman dari sudut pandang orang yang mengalaminya secara langsung, seolah-olah kita mengalaminya sendiri. fenomenologi tidak saja mengklasifikasikan tindakan sadar yang dilakukan, namun juga meliputi prediksi terhadap tindakan di masa yang akan datang dilihat dari aspek-aspek yang terkait dengannya. semua itu bersumber dari bagaimana seseorang memaknai objek dalam pengalamannya. oleh karena itu tidak salah apabila fenomenologi diartikan sebagai studi tentang makna, dimana makna itu lebih luas dari sekedar bahasa yang mewakilinya.

    ReplyDelete
  4. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    husserl berpendapat bahwa untuk mencapai kebenaran dalam memahami sebuah fenomena, hendaknya peneliti menunda penilaian dan penafsirannya sendiri atas fenomena tersebut, hal ini dikenal dengan istilah epoche. dengan demikian, maka kita dapat melihat realitas seperti subjek melihat realitas tersebut.

    ReplyDelete
  5. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Fenomenologi adalah salah satu ilmu filsafat dengan tokoh pencipta teori ini adalah Edmund Husserl. Fenomenologi adalah ilmu mengenai esensi dari obyek, yaitu esensi dalam kesadaran dan ideal. Sehingga fenomenologi ini benar-benar esensi murni dalam keadaan sadar tanpa terpengaruh oleh pandangan lain seperti naturalisme sekalipun. Dalam mencegah terpengaruhnya esensi ini, maka dilakukan penundaan semua asumsi mengenai kenyataan pada obyek tersebut yang disebut dengan Epoche. Prosedur Epoche ini bertujuan untuk memunculkan esensi murni secara kesadaran. Kesadaran bersifat intensionalitas, menurut Husserl, intensionalitas berperan sebagai berikut:
    -Melalui intensionalitas terjadi objektivitas;
    -Melalui intensionalitas terjadi identifikasi;
    -Melalui intensionalitas dapat mengadakan konstitusi;
    -Intensionalitas menghubungkan segi suatu objek dengan yang mendampinginya.
    Dalam pembelajaran matematika, menurut saya hal ini tidak jauh beda dengan pemodelan matematika yang berorientasikan kehidupan nyata. Ketika melihat sebuah fenomena atau kejadian nyata mengenai matematika, secara sadar peserta didik menggunakan prosedur Epoche sehingga diperolehnya esensi murni dari kejadian matematika tersebut. Kemudian dengan kesadaran intensionalnya itu, peserta didik mengidentifikasi kejadian matematika, sehingga dalam proses identifikasi tersebut terjadi abstraksi dan diidealisasikan ke dalam bentuk matematika formal ke dalam otak atau pikiran. Sehingga melalui memperhatikan suatu kejadian matematika secara sadar, akan membangun konsep matematika di dalam pikiran sebagai pengetahuan. Dalam gambar terlihat bahwa untuk memperoleh nilai X=30, dapat digunakan melalui berbagai cara. Hal ini dapat dijadikan inspirasi para guru dan para calon guru dalam membuat inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Fenomenologi adalah ilmu tentang esensi-esensi kesadaran dan esensi ideal dari obyek-obyek sebagai korelat kesadaran. Pertanyaannya, bagaimana esensi-esensi tersebut, tanpa terkontaminasi kecenderungan psikologisme dan naturalisme? Husserl mengajukan satu prosedur yang dinamakan epoche (penundaan semua asumsi tentang kenyataan demi memunculkan esensi). Tanpa penundaan asumsi naturalisme dan psikolgisme, kita akan terjebak pada dikotomi. (subyek-obyek yang menyesatkan/bertentangan satu sama lain). Tujuan epoche adalah mengembalikan sikap kita kepada dunia, yakni sikap yang menghayati, bukan memikirkan benda-benda. Contohnya, saat mengambil gelas, saya tidak memikirkan secara teoritis (tinggi, berat dan lebar) melainkan menghayatinya sebagai wadah penampung air untuk diminum. Ini yang hilang dari pengalaman kita, kalau kita menganut asumsi naturalisme. Dan ini yang kembali dimunculkan oleh Husserl. Akar filosofis fenomenologi Husserl ialah dari pemikiran gurunya, Franz Bretano. Dari Brentano-lah Husserl mengambil konsep filsafat sebagai ilmu yang rigoris (sikap pikiran di mana dalam pertentangan pendapat mengenai boleh tidaknya suatu tindakan); sebagaimana juga bahwa filsafat terdiri atas deskripsi dan bukan penjelasan kausal. Dalam hal ini kaitannya dengan dunia matematika adalah ketika peserta didik mencoba mengabstraksi atau menyederhanakan fenomena-fenomena nyata ke dalam bentuk matematika. Dalam hal ini secara tidak sadar peserta didik telah menggunakan Epoche sebagai prosedur untuk memperoleh bentuk murni dari matematika itu sendiri.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  7. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Fenomenologi adalah memahami apa yang dirasakan, apa yang dipikirkan, dan apa yang akan dilakukan. Fenomenologi Husserl adalah hubungan antara manusia dengan realitas. Fenomenologi menunjukkan apa yang nampak dalam kesadaran kita. Husserl mengajukan metode epoche yaitu mengosongkan diri dari keyainan tertentu, fenomena yang terjadi dalam kesadaran adalah natural tanpa ada pengamatan benar atau salah terlebih dahulu.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  8. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Husserl menggunakan istilah fenomenologi untuk menunjukkan apa yang nampak dalam kesadaran kita dengan membiarkannya termanifestasi apa adanya tanpa memasukkan kategori pikiran kita padanya atau menurut ungkapan Husserl: zuruck den sachen selbt (kembalilah pada realitas itu sendiri). Berbeda dengan Kant, Husserl menyatakan, bahwa apa yang disebut fenomena adalah realitas itu sendiri yang nampak setelah kesadaran kita cair dengan realitas. Fenomenologi Husserl justru bertujuan mencari yang esensial atau eidos (esensi) dari apa yang disebut fenomena.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Istilah fenomenologi berasal dari bahasa Yunani: Phainestai yang artinya “menunjukkan” dan “menampakkan diri sendiri”.Edmund Husserl (1859-1938) menempatkan fenomenologi dalam dua posisi, yang pertama ia merupakan reaksi terhadap dominasi positivisme, dan yang kedua, sebagai kritik terhadap pemikiran kritisisme Immanuel Kant, terutama konsepnya tentang fenomenon-numenon.Dari gambaran di atas dapat dipahami bahwa fenomenologi merupakan upaya sadar memperoleh atau mengembangkan pengetahuan dengan cara mengalaminya secara langsung atau seolah-olah mengalaminya. Misalnya ketika peserta didik mengidentifikasi masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari misalnya menghitung jumlah ubin dalam suatu ruangan jika panjang ruangan dapat diisi 6 ubin dan lebar ruangan 5 ubin, sehingga dalam proses identifikasi tersebut siswa akan mencoba memodelkan masalah tersebut kedalam bentuk matematika dengan melakukan abstraksi matematika formal ke dalam otak atau pikiran. Sehingga dalam pikiran akan terbangun konsep jumlah banyak ubin dalam satu ruangan adalah sama dengan jumlah panjang dikali jumlah lebar atau 5 x 6 = 30 sehingga siswa dapat mengkonstruk konsep matematika di dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  11. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Menurut Husserl, phenomena merupakan sebuah keadaan yang terjadi dari sebuah refleksi kehidupan. Refleksi kehidupan yang manjadi sebab akan keadaan yang baru. Pertumbuhan dan perubahan. reaksi yang muncul adalah upaya sebuah pikiran dari suatu intuisi dan pemikiran manusia dari pengalaman terhadap kehidupan. Sehingga terbentuklah suatu pengetahuan.

    ReplyDelete
  12. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Phenomena alam adalah salah satu faktor terbentuknya ilmu pengetahuan. Suatu pengalaman dan respon analitik menimbulkan reaksi tentang keadaan, kemungkinan, pertanyaan, analitik, hingga menjadi sebuah kepercayaan atau idealisme yang subjektif. Maka objek disekitar mampu memberikan pengaruh terhadap perilaku dan keadaan setelahnya. Maka dalam implementasi ilmu pengetahuan yang berdasarkan sumber alam diperlukan metode saintifik sebagai metode dan pendekatan yang formal.

    ReplyDelete
  13. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Otak manusia terdapat bagian yang dinamakan epoche. Epoche ini seperti tempat penyimpanan memori yang kita gunakan ketika sedang berkonsentrasi terhadap suatu fenomena di hadapan kita. Pada dasarnya, manusia tidak bisa memikirkan semua kebutuhan dalam waktu yang bersamaan sekaligus. Oleh karena itu, Tuhan menciptakan epoche di dalam otak kita untuk mengantisipasi hal tersebut.

    ReplyDelete
  14. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Phenomenology is the study of experience and how we experience. It studies structures of conscious experience as experienced from a subjective or first-person point of view, along with its "intentionality" (the way an experience is directed toward a certain object in the world). It then leads to analyses of conditions of the possibility of intentionality, conditions involving motor skills and habits, background social practices and, often, language.

    ReplyDelete
  15. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Phenomenology is the study of experience and how we experience. It studies structures of conscious experience as experienced from a subjective or first-person point of view, along with its "intentionality" (the way an experience is directed toward a certain object in the world). It then leads to analyses of conditions of the possibility of intentionality, conditions involving motor skills and habits, background social practices and, often, language.

    ReplyDelete
  16. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Tugas utama fenomenologi menurut Husserl menjalin keterkaitan manusia dengan realitas. Bagi Husserl, realitas bukan sesuatu yang berbeda pada dirinya lepas dari manusia yang mengamati. Realitas itu mewujudkan diri atau menurut ungkapan Martin Heideger juga seorang fenomenolog: “sifat realitas itu membutuhkan keberadaan manusia”. Noumena membutuhkan tempat tinggal (unterkunft) ruang untuk berada, ruang itu adalah manusia. Di dalam pemikiran Husserl, fenomenologi menjadi suatu displin yang memiliki status otonom. Ia pun merumuskannya secara lugas, yakni sebagai ilmu tentang esensi kesadaran. Dan berulang kali ia menegaskan, bahwa kesadaran manusia tidak pernah berdiri sendiri. Kesadaran selalu merupakan kesadaran atas sesuatu. Inilah yang disebut dengan intensionalitas, suatu konsep yang sangat sentral di dalam fenomenologi Husserl.

    ReplyDelete
  17. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Fenomenologi Husserl mencoba menganalisis dunia kehidupan manusia sebagaimana ia mengalaminya secara subyektif maupun intersubyektif dengan manusia lainnya. Husserl membedakan antara apa yang subyektif, intersubyektif, dan yang obyektif. Yang subyektif adalah pengalaman pribadi kita sebagai manusia yang menjalani kehidupan. Obyektif adalah dunia di sekitar kita yang sifatnya permanen di dalam ruang dan waktu. Dan intersubyektitas adalah pandangan dunia semua orang yang terlibat di dalam aktivitas sosial di dalam dunia kehidupan. Interaksi antara dunia subyektif, dunia obyektif, dan dunia intersubyektif inilah yang menjadi kajian fenomenologi. Fenomenologi membuka kesadaran baru di dalam metode penelitian filsafat dan ilmu-ilmu sosial.

    ReplyDelete
  18. 16701251016
    PEP B S2

    intensifitas otak manusia dalam berfikir adalah sebuah fenomenologi yang tiada henti mempengaruhi otak untuk terus berfikir akibat adanya stimulus. Fenomena dapat bersifat abstrak sehingga perlu penerjemahan agar dapat ditafsirkan untuk lebih sederhana dan pemahaman yang lebih idelais menurut subjeknya atau dirinya sendiri.
    Pengaruh terhadap kerja otak yang spontan karena pergerakan dibawah kendali merupakan keunggulan otak yang merupakan sistem terumit dan tercanggih atas kuasa Tuhan. Ketika dalam kondisi tertentu ada unit bagian yabg bekerja untuk sekedar melupakan sebagai tempat sampah, melupakan sejenak pemikiran atau menori yang ada, yaitu Epoche. Namun bukan berarti terhapus atau terbuang, suatu ketika memori itu masi digunakan yang akan dimunculkan kembali, sehingga analogi flashdisk memerlukan kapasitas menori maka ribuan kali otak manusia adalah dengan kerja tanpa batasan memori, tergantung dengan pengalaman dan pengetahuan, sejauh dan seluas dunia alam pikir yang tidak terikat ruang dan waktu

    ReplyDelete
  19. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Fenomenologi merupakan upaya untuk memahami kesadaran dari sudut pandang subyektif orang terkait. Matematika merupakan sebuah fenomena yang sampai dengan saat ini ketika kita mempelajarinya kita diperhadapkan untuk mencari sebuah kebenaran berdasarkan pembuktian secara analitik maupun pembuktian empiris.

    ReplyDelete
  20. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari gambar tersebut menurut saya, matematika merupakan sebuah fenomena dalam mendapatkan sebuah konsep matematika. Hal ini dimulai dengan benda-benda yang konkrit yang kemudian diabstraksikan ke dalam angka dan menjadi objek dalam sebuah perhitungan. Benda-benda konkrit kemudian dibentuk dalam ranah abstrak dengan mengganti jumlah benda dengan angka. Kemudian, angka tersebut dioperasikan melalui pikiran dan dengan pengalaman yang tersimpan dalam epoche yang sudah terbentuk. Epoche merupakan tempat penyimpanan memori ketika memikirkan suatu fenomena dalam sekaligus.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Secara umum pandangan fenomenologi husserl ini bisa dilihat pada dua posisi, yang pertama ia merupakan reaksi terhadap dominasi positivisme, dan yang kedua, sebenarnya sebagai kritik terhadap pemikiran kritisisme Immanuel Kant, terutama konsepnya tentang fenomenon-numenon. Berbeda dengan Kant, Husserl menyatakan, bahwa apa yang disebut fenomena adalah realitas itu sendiri yang nampak setelah kesadaran kita cair dengan realitas. Fenomenologi Husserl justru bertujuan mencari yang esensial atau eidos (esensi) dari apa yang disebut fenomena. Metode yang digunakan untuk mencari yang esensial adalah dengan membiarkan fenomena itu berbicara sendiri tanpa dibarengi dengan prasangka (presuppositionlessness).

    ReplyDelete
  22. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Dari gambar diatas saya kira bahwa mempelajari matematika berangkat dari keinginan atau niat untuk memahami fenomena-fenomena kemudian merangkai model dan mengabstraksi model-model tersebut kemudian ditafsir dan diinterpretasikan untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  23. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Fenomenologi oleh Husserl bermaksud menciptakan sebuah ilmu yang rigorous yang dapat mendiskripsikan kenyataan apa adanya dengan semboyannya yang termasyhur “Zurück zu densachen selbst” (kembalilah kepada benda- benda itu sendiri) cocok dengan seluruh pencarian filosofisnya. Bila dikaitkan dengan matematika maka gagasan pengetahuan matematika diperoleh dari fenomena matematika yang ada lalu diabstraksi oleh pikiran namun bersifat netral.

    ReplyDelete
  24. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Fenomena matematika menurut Husserl yaitu merupakan fenomenologi yang berhubungan dengan ilmu esensi tentnag kesadaran dan esensi ideal dari obyek-obyek sebagai korelasi kesadaran. Epoche menurut Husserl merupakan prosedur penundaan semua asumsi tentang kenyataan demi memunculkan esensi. Dimana sebuah niat dalam mempelajari fenomena matematika membuatuhkan suatu idealisasi dan abstraksi dalam proses yang terjadi.

    ReplyDelete
  25. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  26. Azwar Anwar fenomologi husserl
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Fenomenologi adalah ilmu tentang esensi-esensi kesadaran dan esensi ideal dari obyek dan obyek sebagai korelat kesadaran. Husserl mengajukan satu prosedur yang dinamakan epoche(penundaan semua asumsi tentang kenyataan demi memunculkan esensi). Fenomenologi Husserl ini mencari suatu penyelidikan terhadap relasi antara kesadaran dengan obyek di dunia luar, serta apa makna dari relasi itu. Dengan begitu dalam mempelajari matematika kita harus mempunyai kesadaran bahwasanya dengan menggunakan epoche untuk memahami matematika secara luas.

    ReplyDelete
  27. Ada nilai nilai spiritual dalam phenomenology. Nilai spiritual membentuk pemikiran individu dalam menghadapi gejala sosial dan alam. Sehingga keterpaduan nilai dalam memandang alam akan menghasilkan sebuah rumusan ilmu pengetahuan yang aplikatif, tidak hanya melihat sisi rasionalitas semata.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  28. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Menurut saya, fenomena Husserl ini menggambarkan tentang fenomena matematika. Matematika merupakan ilmu yang berkembang dari apa yang tampak oleh subyek. Dari hal-hal konkret tersebut, seorang subyek memikirkan idealnya hingga membentuk abstraksi dati fenomena matematika.

    ReplyDelete
  29. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Menurut saya, fenomena Husserl ini menggambarkan tentang fenomena matematika. Matematika merupakan ilmu yang berkembang dari apa yang tampak oleh subyek. Dari hal-hal konkret tersebut, seorang subyek memikirkan idealnya hingga membentuk abstraksi dati fenomena matematika.
    Jadi pengetahuan dalam matematika didapatkan dari hal-hal konkret yang ada disekitar kita, kemudian para matematikawan memikirkan idealisasi dan membentuk abstraksi dari pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  30. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dalam fenomena Husserl diatas, terlihat bahwa fenomena matematika dapat berupa sesuatu yang idealis dan abstrak juga terkandung epoche didalamnya. Membahas mengenai epoche, epoche dapat berarti penangguhan keputusan yang digunakan untuk menunda segala asumsi agar mampu mengungkap segala aspek pengetahuan. Konsep epoche adalah membedakan wilayah data/subjek dengan interpretasi peneliti. Konsep epoche menjadi pusat di mana peneliti menyusun dan mengelompokkan dugaan awal tentang suatu fenomena.

    ReplyDelete
  31. Fenomenologi merupakan filsafat yang membahas tentang fenomena atau sesuatu yang dapat dilihat. Dengan fenomenologi kita dapat mempelajari pengalaman dari orang yang mengalaminya langsung, seolah-olah kita yang mengalaminya. Fenomenologi merupakan makna dari sesuatu yang telah terjadi.

    M. Saufi Rahman
    PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  32. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Fenomenologi ialah studi filsafat mengenai struktur kesadaran dan fenomena yang muncul dari tindakan kesadaran. Hegel menggeneralisasi fenomenologi dengan merumuskannya sebagai suatu ilmu tentang pengalaman kesadaran, yaitu suatu paparan yang dialektis mengenai perjalanan kesadaran kodrati menuju kepada pengetahuan yang hakiki.

    ReplyDelete
  33. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Phenomenologi dalam pendidikan matematika ialah bagaimana matematika itu dipelajari siswa dengan pendekatan phenomenologi yaitu pendekatan yang memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi kesadaran dan pengalaman akan fenomena-fenomena untuk membentuk suatu pengetahuan.

    ReplyDelete
  34. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Contoh phenomenologi dalam pendidikan Matematika adalah ialah ketika siswa dalam belajar matematika memerlukan pengalaman-pengalaman atau fenomena-fenomena yang pernah diamati untuk membantu ia mengkonstruksi pengetahuannya seperti halnya ketika siswa mempelajari mengenai bentuk-bentuk geometri datar memerlukan pengalaman siswa dalam mengamati bentuk-bentuk, contoh bentuk segitiga digambarkan dalam bentuk gunung.

    ReplyDelete
  35. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Fenomenologi adalah fenomena, apa apa yang tampak. Dalam konsep berfikirnya mengacu kepada analisis kehidupan sehari-hari dari sudut pandang orang yang terlibat di dalamnya. Menurut Edmund Husserl, fenomenologi adalah suatu analisis deskriptif serta introspektif mengenai kedalaman dari semua bentuk kesadaran dan pengalaman-pengalaman langsung; religius, moral, estetis, konseptual, serta indrawi.



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  36. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena, sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis, sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur-hakikat dari pengalaman dan hakikat dari apa yang kita alami. tradisi fenomenologi berkonsentrasi pada pengalaman pribadi termasuk bagian dari individu – individu yang ada saling memberikan pengalaman satu sama lainnya. Komunikasi di pandang sebagai proses berbagi pengalaman atau informasi antar individu melalui dialog. seperti yang terlihat pada bagan di atas bahwa ada dialog atau ransangan dari fenomena matematika yang abstrak dan di gambarkan oleh bunga sebagai pengalaman intuitif, lalu menjadi suatu pemahaman di pikiran dan di simpan dalam apoche, atau bahasa awamnya tempat sampah, yang suatu saat bisa di ambil kapan saja dari apoche itu.

    ReplyDelete
  37. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Fenomenologi menjelaskan fenomena perilaku manusia yang dialami dalam kesadaran. Dan menangkap segala fenomena yang ada di sekitarnya dan menjadikan pengalaman intuitif lalu menjadikan itu sebagai pengalaman dan pemahaman yang di simpan dalam pikiran dan apoche. Pada dasarnya fenomenologi adalah suatu tradisi pengkajian yang digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman manusia. Dalam konteks ini ada asumsi bahwa manusia aktif memahami dunia disekelilingnya sebagai sebuah pengalaman hidupnya dan aktif menginterpretasikan pengalaman tersebut.Oleh karena itu interpretasi merupakan proses aktif untuk memberikan makna atas sesuatu yang dialami manusia. Dengan kata lain pemahaman adalah suatu tindakan kreatif, yakni tindakan menuju pemaknaan.

    ReplyDelete
  38. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Fenomenologi adalah suatu metode pemikiran, “a way of looking at things” yaitu analisis kehidupan sehari-hari dari sudut pandang orang yang terlibat di dalamnya atau fenomenologi menunjukkan apa yang nampak dalam kesadaran kita dengan membiarkannya termanifestasi apa adanya tanpa memasukkan kategori pikiran kita padanya. Untuk memperolah pengetahuan Husserl mengajukan metode epoche (mengosongkan diri dari keyakinan dan pengetahuan tertentu yang telah dimilikinya). Kemudian membiarkan ide itu menuntun semua meditasi atau perenungan-perenungan kita pada pertama kalinya menjadi ide Cartesian mengenai sesuatu ilmu yang akan dikukuhkan secara radikal dan murni yang pada akhirnya merangkul semua isi pengetahuan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id