Nov 1, 2012

Kesimpulanku Berfilsafat




Ass, forum ini sengaja saya berikan kepada semua Pembaca yang Budiman, untuk memberikan KESIMPULAN dari Kegiatan Berfilsafatnya sesuai dengan Latar belakangnya masing-masing.


Sedangkan untuk semua Mahasiswa saya yang menempuh Kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika, S2 Pendidikan Sain, maupun yang menempuh Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika program S1, Forum ini BERSIFAT WAJIB dibuat. 

Mohon diusahakan agar Kesimpulan menggambarkan pemahaman 3 (tiga) Pilar Filsafat, Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis secara Keseluruhan baik secara Intensif maupun Ekstensif.

Boleh ditambahkan Pesan atau saran-saran kepada orang lain.

Perlu di catat bahwa tidaklah forum ini untuk menekankan pada pembenaran (betul/salah) tetapi lebih kepada penjelasan masing-masing individu.

Variasi/perbedaan-perbedaan/ciri khas/pengalaman/konteks yang ada dianggap sebagai kekayaan khasanah mempelajari Filsafat.

Agar tampak originalitasnya, malah sebaiknya tidak perlu menggunakan Referensi. Spontan saja sampaikan konsep atau ide sehingga enak dibaca.

Demikian selamat mencoba, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Amin

33 comments:

  1. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam kesimpulanku Filsafat itu adalah "Individu", yang berarti setiap Individu hakekatnya telah berfilsafat ketika ia berpikir maka ia telah melakukan filsafat akan dirinya dan pemikirannya, dari sini segala pengetahuan yang ada dan mungkin ada selama dalam kehidupan individu tersebut merupakan filsafat yang telah ia buat dalam masa hidupnya sehingga filsafat antara individu satu dan individu lainnya akan selalu berbeda. begitu pula ketika kita melihat dari tindakan yang akan ia lakukan maka secara otomatis akan berbeda pula, karena sesungguhnya filsafat itu akan selalu kembali kepada Individunya sendiri.

    ReplyDelete
  2. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Berfilsafat merupakan cabang ilmu yang menggunakan olah pikir. Dari olah pikir akan melahirkan sebuah ilmu pengetahuan yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat juga digunakan untuk mendefinisikan sesuatu dari ada dan yang mungkin ada.
    Dalam belajar filsafat, lebih baik kita tetap menjadikan akidah, adapun dalam islam maka disebut akidah islam dalam kepemimpinan berpikir. Agar segala hal di dalam filsafat yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai atau syariat agama masing-masing dapat di filter.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  3. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Filsafat adalah diri kita sendiri, karena filsafat merupakan bayangan dari pikiran kita. Apa yang kita pikirkan akan menggamabarkan bagaimana kita berfilsafat. Dalam dunia, pengetahuan yang kita bangun pun hasil dari kita berfilsafat dimana kita melibatkan proses berpikir ketika membangun pengetahuan kita. Namun dalam berfilsafat, kita tidak boleh kehilangan pijakan kita yaitu agama kita, karena agamalah yang akan menuntun kita dalam berfilsafat dan akan menjadi jalan pulang ketika kita mulai tersesat.

    ReplyDelete
  4. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Filsifat adalah pikiran diri sendiri. Sehingga filsafat tiap orang berbeda-beda tergantung pengalaman hidup, ilmu yang dimiliki, serta sudut pandang masing-masing individu. Tidak ada yang salah dan benar dalam filsafat asalkan sesuatu itu bersifat sesuai dalam ruang dan waktu yang ada.

    ReplyDelete
  5. 16701251016
    PEP B S2
    Filsafat adalah olah pikir, tiap orang memiliki pemikiran yang berbeda, maka filsafat adahal hasil olah fikirannnya sendirin begitu juga dengan disiplin ilmu, disiplin ilmu mempunyai dasar pemikirna yang berbeda beda. Dalam bidang evaluasi, maka sebenar benarnya evaluasi adalah mampu memberikan solusi dan bertanggung jawab. Dalam suatu program tertentu penelitian tesis berupa evaluasi program dan diperoleh hasil dengan kriteria baik, maka dengan adanya hasil tersebut perlu sebuah tanggung jawab, atau berupa tindak lanjut manakala hasil kurang baik, dan tidak hanya terkesan mengacak acak program lalu pergi begitu saja.

    ReplyDelete
  6. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Menurut saya, filsafat pendidikan yang saya dapatkan dari mata kuliah berisi tentang pikiran kita yang merupakan dunia kita sendiri yang bersifat transenden. Ontologi menyangkut hakikat pikiran yang menyangkut apa yang ada dan yang mungkin ada, di dalam matematika hakikatnya menyangkut keilmuan itu sendiri. Dari hakikat kebenaran matematika diturunkan menjadi commonsense mengapa matematika itu diajarkan sehingga matematika akan menjadi lebih meaningful.

    ReplyDelete
  7. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Sedangkan secara epistemologi yang menyatakan bagaimana kebenaran, dari siapa kebenarannya. Sebagai seorang evaluator bila dikaitkan dengan epistemologi filsafat, instrumen yang dibuat harus bisa mengungkapkan kebenaran yang akan diukur, bagaimana kebenaran itu. Contoh dalam matematika, instrumen matematika harus bisa mengungkapkan bagaimana kemampuan matematika siswa bukan sebagai ajang membuat siswa semakin stress dengan matematika. Bahkan harus dikaji dari sisi validitas dan reliabilitas nya.

    ReplyDelete
  8. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Secara aksiologis dimana dalam filsafat, aksiologis disebut juga dengan filsafat nilai yang diturunkan ke dalam fungsi fungsi tertentu. Dalam penilaian, aksiologinya mungkin dapat dilihat dari proses penilaian itu sendiri yang mengkuantifikasikan motivasi belajar, prestasi belajar dalam bentuk angka yang kemudian di interpretasi hasilnya. Dari proses itu, kita bisa mengevaluasi kekurangan pembelajaran yang kita lakukan selama ini, di bagian mana siswa tidak paham dengan materi yang diberikan, ataukah ada yang salah dengan metode pengajaran kita, jangan-jangan tidak terdapat unsur ontologi, epistemologi dan aksiologi filsafat pendidikan.

    ReplyDelete
  9. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Sesuangguhnya berfilsafat adalah sebuah kodrati setiap orang namun banyak orang yang tidak menyadarinya, karena sebenar-benar filsafat is all, dirikita adalah filsafat, dan filsafat itu merupakan tentang olah pikir, olah hati dan olah rasa dengan segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini, sehingga kita dapat menyadari dan merendah kan diri bahwa yang sebenarnya kita pahami yang real di dunia ini adalah filsafat, sehingga setelah berfilsafat maka akan meberikan pernyataan , misalnya saja kita menyadari dengan melihat penciptaan alam semesta dan segala isinya maka akan muncul pernyataan bahwa sebener-benar dirikita adlah manusia yang lemah, serba salah dan tidak pantas untuk sombong, karena apa yang kita rasakan saat ini merupakan ciptaan Allah SWT yang tidak tertandingi. dalam berfilsafat juga kita akan mampu menjelaskan sesuatu itu dengan pemikiran kita ketika kita melihat benda tersebut, sepertihalnya saya mengetahui bahwa ketika pagi hari angin berhembus menggoyangkan dedaunan dan burung-burung berkicau, merupakan nyanyian kedamaian dan keindahan di setiap pagi hari, maka ketika malam hari ada angin berhembuas aku tetap merasakan kedamaian di hati seperti indahnya pagi hari, sungguh berfilsafat itu memberikan kedamaian dalm baatin. menelisik ke jurusan saya di penelitian dan evaluasi pendidikan adalah bahwa jangan terlalu mudah mengatakan bahwa program A dan B kurang cocok, kita harus menyadari hal tersebut bahwa harus sesuai dengan ruang dan waktunya, jika kita hendak membenahi program tersebut maka mulailah dengan cara yang bagus dan sesuai dengan ruang dan waktunya supaya tidak menimbulkan ke tidak sesuaian, seperti halnya mengevaluasi caraa mengajar guru maka sebenarnya kita harus menyadari keadaan guru tersebut dan membantu guru tersebut untuk menjadi lebih baik lagi bukan malah sebaliknya mengatakan bahwa sebenarnya apa yang di ajarkan guru tersebut kurang tepat dan yang tepat adalah punya saya, jika seperti itu maka kesenjangan dan ke rusakan akan terjadi. Dan fungsi dari evaluasi itu untuk mencari solusi yang terbaik dan sesuai dengan ruang dan waktunya, maka jangan mengevaluasi sesuatu lalu mengatakannya tidak tepat dan meninggalkan begitu saja setelah di acak-acak, maka harus ada tindak lanjut lagi dan tanggung jawab mengenai hal tersebut. dari filsaat inilah kita memahi dan menyadari semua hal yang ada maupun yang mungkin ada. ilmu yang saya miliki masih sedikit, maka begitujuga kebenaran pendapat yang saya ungkapkan, maka merendah diri adalah kedamaian yang sebenar-benarnya. dan kebenaran yang Absolud adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  10. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Melalui perkuliahan filsafat saya mempelajari bahwa filsafat adalah diri kita sendiri. Sebenar-benar filsafat adalah penjelasan diri kita sendiri dan sebenar-benar penjelasan kita adalah aktivitas kita. Jadi bagaimana kita menerapkan ilmu pengetahuan yang kita telah peroleh dalam kehidupan kita. Memanfaatkan sebaik-baiknya ilmu yang telah kita peroleh. Sebagai seorang mahasiswa atau pendidik bagaimana kita memanfaatkan, mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani masa perkuliahan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  11. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Filsafat sebagai sebuah proses berpikir yang sistematis juga memiliki objek material dan objek formal. Objek material filsafat adalah segala sesuatu yang ADA dan yang MUNGKIN ADA. Segala sesuatu yang ada bersifat tampak atau empiris, mereka bisa terdiri dari banyak hal, misalnya manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, batu, air, dan lain-lain. Sementara segala sesuatu yang mungkin ada bersifat tidak tampak atau lebih dikenal sebagai metafisika. Sedangkan objek formal filsafat adalah sudut pandang yang menyeluruh (holistic) dan rasional tentang segala yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  12. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Objek material yang ada dapat berupa ada yang sedang mengada dan ada yang sedang tidak mengada. Kemampuan yang ada untuk mengada terjadi karena yang ada tersebut memiliki potensi untuk mengada. Potensi mengada inilah yang kemudian disebut sebagai ikhtiar. Maka sebenar-benarnya diri kita agar dapat dikatakan sebagai bagian dari yang ada adalah kita harus mengada. Misalnya dalam kehidupan beragama kita akan dianggap ada kalau kita mengada, mengada dalam bentuk ibadah sebagai wujud ikhtiar menjalankan perintah agama. Dalam bidang akademik juga demikan, seorang mahasiswa dapat dikatakan ada jika mampu mengada yang dapat diwujudkan dalam bentuk kehadiran di kelas dan karya akhir yang berupa disertasi. Pada tahapan ini barulah seseorang dapat dikatakan sebagai sesuatu yang ada dan mengada. Objek ada terancam ketiadaan jika potensi untuk mengada tidak dilakukan. Keberadaan seorang guru besar terancam menjadi ketiadaan jika ia tidak berkarya, keberadaan seorang mahasiswa terancam menjadi ketiadaan jika mereka tidak pernah masuk kelas untuk mengikuti perkuliahan.

    ReplyDelete
  13. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Ontologis: Hakikat filsafat adalah berfikir olah pikir yang refleksif. Siapa pun dapat melakukan olah fikir yang refleksif termasuk diriku. Sehingga dapat aku simpulkan bahwa filsafat adalah aku selama aku dapat melakukan olah fikir yang refleksif.
    Epistemologis: Metode filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Jika menilik pada ontologisnya, maka untuk mendukung olah pikir yang refleksif membutuhkan pengetahuan-pengetahuan meliputi yang ada dan mungkin ada. Untuk mendapatkan pengetahuan dapat melalui pengalaman, mensintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesis, diskusi, membaca dan seterusnya. Untuk mendapatkan pengetahuan para filsuf maka kita harus mengetahui pikiran para filsuf dengan cara membaca karya-karya para filsuf.
    Aksiologi: Tentunya dengan berfilsafat banyak sekali manfaatnya, yang jika saya boleh reduksi menjadi seorang yang berfilsafat dalam kehidupan sehari-harinya akan berusaha menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ruang dan waktunya dan brusaha menggapai logos dan bukan mitos sehingga berhermeneutika dalam segala hal.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  14. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Orang yang berfilsafat membutuhkan pikiran yang kritis, hati yang ikhlas, dan kejernihan pikir. Dikarenakan dalam berfilsafat memikirkan atau menguak pengetahuan dari hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain. Berikut penjelasan dari tiga pilar utama berfilsafat, yaitu sebagai berikut.
    •Ontologis adalah cara berpikir dengan menelaah mengenai objek dari pengetahuan. Dalam suatu pengetahuan, tentulah memiliki objek yang dikaji sehingga menjadi suatu ilmu. Objek pengetahuan meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada, meskipun dari hal kecil sebagai objek, dikaji sehingga objek tersebut menjadi sebuah pengetahuan menurut filsafat. Menelaah obyek berdasarkan realita yang ada.
    •Epistemologi adalah rasa keingintahuan subyek dari suatu pengetahuan. Rasa keingintahuan dari suatu pengetahuan tersebut muncul karena suatu pikiran kritis akan suatu pengetahuan. Tanpa adanya pikiran kritis, tidak akan ada keingintahuan mengenai suatu pengetahuan. Keingintahuan tidak hanya karena belum mempelajari, namun karena setelah mempelajari suatu pengetahuan, timbul pertanyaan-pertanyaan dari pengetahuan tersebut. Pertanyaan pengetahuan tidak hanya mengenai kelanjutan dari ilmu, namun dapat juga pertanyaan yang mengkritisi (yang bertentangan) dari pengetahuan tersebut.
    •Aksiologi adalah aksi untuk mengungkap nilai-nilai dari suatu pengetahuan. Ketika mendengar kata 'nilai' dari pengetahuan, satu hal terpikir adalah nilai moral. Namun nilai dari pengetahuan tidak hanya mengenai nilai moral yang terkandung, namun juga nilai keindahan yang terkandung, dan juga nilai sosial-politik yang terkandung dalam pengetahuan.

    ReplyDelete
  15. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Filsafat merupakan dasar bagi semua ilmu pengetahuan. Filsafat adalah olah pikir, jadi selama orang berpikir maka pada hakekatnya ia sedang berfilsafat. Filsafat adalah aku dan dirimu. Filsafat membawa kita kepada pemahaman dan pemahaman membawa kita kepada tindakan yang telah layak, filsafat perlu pemahaman bagi seseorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan karena ia menentukan pikiran dan pengarahan tindakan seseorang untuk mencapai tujuan. Filsafat membahas segala sesuatu yang ada bahkan yang mungkin ada baik bersifat abstrak ataupun riil meliputi Tuhan, manusia dan alam semesta. Sehingga untuk faham betul semua masalah filsafat sangatlah sulit tanpa adanya pemetaan-pemetaan dan mungkin kita hanya bisa menguasai sebagian dari luasnya ruang lingkup filsafat.Sistematika filsafat secara garis besar ada tiga pembahasan pokok atau bagian yaitu; ontologi atau teori hakikat yang membahas tentang hakikat segala sesuatu yang melahirkan pengetahuan, epistemologi atau teori pengetahuan yang membahas bagaimana kita memperoleh pengetahuan, dan aksiologi atau teori nilai yang membahas tentang guna pengetahuan. Ontologi filsafat membicarakan hakikat filsafat, yaitu apa pengetahuan filsafat itu sebenarnya. Struktur filsafat dibahas juga disini. Yang dimaksud struktur filsafat disini ialah cabang-cabang filsafat serta isi (yaitu teori) dalam setiap cabang itu. Yang dibicarakan disini hanyalah cabang-cabang saja, itupun hanya sebagian. Teori dalam setiap cabang tentu sangat banyak dan itu tidak dibicarakan disini. Epistimologi filsafat membicarakan tiga hal, yaitu objek filsafat (yaitu yang dipikirkan), cara memperoleh pengetahuan filsafat dan ukuran kebenaran (pengetahuan) filsafat. Istilah Epistemologi di dalam bahasa inggris di kenal dengan istilah “Theory of knowledge”. Epistemologi berasal dari asal kata “episteme” dan ”logos”. Epistime berarti pengetahuan, dan logos berarti teori. Dalam rumusan yang lebih rinci di sebutkan bahwa epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang mengkaji secara mendalan dan radikal tentang asal mula pengetahuan, structure, metode, dan validitas pengetahuan. Aksiologi terdiri dari dua hal utama, yaitu: Etika : bagian filsafat nilai dan penilaian yang membicarakan perilaku orang. Semua perilaku mempunyai nilai dan tidak bebas dari penilaian. Jadi, tidak benar suatu perilaku dikatakan tidak etis dan etis. Lebih tepat, perilaku adalah beretika baik atau beretika tidak baik. Estetika : bagian filsafat tentang nilai dan penilaian yang memandang karya manusia dari sudut indah dan jelek.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  16. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Filsafat adalah olah pikir kita sendiri yang refleksif. Olah pikir manusia berbeda-beda. Tidak akan sama pikiran saya dengan dirimu. Oleh karena itu filsafat bisa didefinisikan sebagai diri kita sendiri. Pikiran itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Ketika kita berpikir, kita akan bertanya, maka pertanyaan kita itu adalah awal dari ilmu pengetahuan yang akan kita dapat. Dan perlu kita ketahui di atasnya filsafat masih ada spritual di ata segalanya yang bersifat absolut yaitu Allah S.W.T. Belajar filsafat mengajarkan kita bagaimana mengembangkan kemampuan berpikir kita. Belajar filsafat penting bagi guru, yang mengajarkan bagaimana seharusnya guru bertindak terhadap siswanya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  17. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Berfilsafat adalah olah pikir yang refleksif, artinya mampu memikirkan apa yang ada di dalam pikiran, mampu menjawab pertanyaan serta mampu memberikan penjelasan secara independen tanpa harus takut menyangkut benar atau salah karena sesungguhnya dalam filsafat tidak ada benar dan tidak ada salah, yang berlaku adalah kebenaran subjektif sebab sebenar-benarnya filsafat adalah penjelasanmu sendiri.Dalam berfilsafat kita diberikan kebebasan untuk melakukan olah pikir tentang semua objek dalam hidup ini entah itu memang sudah ‘ada’ atau masih ‘mungkin ada’. Berdasarkan objek kajian filsafat yang begitu luas tersebut maka akan sangat mungkin dalam berfilsafat akan membawa kita ke jalan yang salah dan sesat maka sebelum melakukan olah pikir (berfilsafat) milikilah hati yang ikhlas dengan landasan spiritual yang kokoh sehingga apabila di suatu waktu dalam berfilsafat menemukan hal-hal yang bertentangan dengan spiritual jangan sampai hati kita menjadi ragu dan goyah, jadikan pemikiran itu hanya sekedar sebagai pengetahuan saja bukan sebagai keyakinan untuk dipercayai. (kesimpulanku berfilsafat)

    ReplyDelete
  18. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Filsafat merupakan olah pikir dengan kata lain ketika seseorang mengolah dan mengembangkan pemikirannya maka ia secara tidak sadar sedang berfilsfat. Dalam berfilsfat hendaknya selalu dilandasi dengan keikhlasan dan taqwa kepada Allah SWT. Ketika berfilafat, tulisanku tidak bisa mengikuti kata-kataku, kata-kataku tidak bisa mengikuti pikiranku, dan begitu juga pikiranku tidak bisa mengikuti hatiku. Selain itu juga, objek filsafat itu adalah yang ada dan yang mungkin ada. kemudian dalam berfilsafat setiap individu memiliki pemikiran yang berbeda-beda sehingga dalam filsafat setiap individu berbeda-beda.

    ReplyDelete
  19. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Alhamdulillah. Sebagai makhluk bernama manusia yang lahir diberikan kelebihan dari semu kehidupan di dunia ini. Sudah seharusnya ras syukur itu diungkapkan dengan langkah-langkah tepat. kelebihan itulah yang diupayakan menjadi tandingan dari ketidakberbedaan makhluk lain. Terdapat 2 hal yang menjadikan manusia itu berbeda dari hewan dan seluruh makhluk yang kita jumpai di dunia ini. Maka memfungsikan keduanya adalah rasa syukur dan sekaligus menandakan bahwa keberadaan kita benar-benar sebagai makhluk yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  20. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dua objek penting di dalam diri kita yang berbeda dari makhluk hidup lainnya di dunia ini. Yaitu pertama pikiran atau akal dan kedua adalah hati. jika makhluk lain seperti kita sebutkan saja hewan, hanya punya hati dan tidak mampu berfikir, hanya berinsting saja. Hati yang dimiliki pun sebatas fungsi secara fisik saja, tidak berfungsi secara fundamental bersentuhan kepada moral dan sikap. Maka memfungsikan keduanya adalah sebenar-benarnya manusia yang hidup. Dan kehidupannya tergantung terhadap hati dan pikirannya.

    ReplyDelete
  21. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pikiran merupakan objek manusia yang mampu mencetak sejarah dan peradaban. Kemajuan sains dan teknologi bersumber dari pengetahuan saat ini adalah infestasi dari oragn-orang sebelum kita yang berguna bagi kehidupan. Tentu jika ditanya bagaimana bisa? Ya, bisa karena manusia dengan pikirannya mampu melakukannya. Filsafat banyak definisi, tetapi bagi saya filsafat adalah kehidupan. Karena kehidupan adalah diriku, sekitarku, lingkunganku, dunia dan jagat raya, makhluk hidup, dan sebagainya dari objek yang hidup dan yang mati, yang ada dan yang mungkin ada. Para filsuf mewariskan kepada dunia tentang cara meandang kehidupan sebagai keadaan yang selalu bergerak tanpa henti, berwarna, berfariasi, berukuran, berbentuk, dan beragam. Banyaknya pandangan para filsuf bagiku semakin menambah pengakuanku dan keadaanku terhadap kemahaesaan sang pencipta kehidupan ini. Semoga bertambah rasa syukur dan kedekatan kepadanya. dan menjadikan kehidupan ini tidak lain hanya untuk pengabdian melalui aktifitas positif untuk kemaslahatan bagi diri dan manusia seluruhnya.

    ReplyDelete
  22. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Filsafat adalah kegiatan refleksi yang bisa dilakukan pada masing-masing individu yang didasarkan pada ruang dan waktu tergantung pada pemikiran individu. Kesimpulan dari filsafat itu sendiri menurut saya adalah pola pikir yang merubah saya menjadi pribadi yang lebih bisa menghargai hidup baik hidup diri sendiri maupun hidup orang lain. Selain itu, saya juga bisa menjadi pribadi yang lebih ikhlas, tidak sombong, dan berusaha untuk selalu rendah hati. Untuk dapat menjalani kehidupan dengan baik, kita perlu menggunakan intuisi dan konsep sebagai pola pikir sintetik apriori yang menggabungkan pengetahuan dan pengalaman.

    ReplyDelete
  23. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    "Truth is relative." Again, this is an absolute statement implying truth is absolutely relative. Besides positing an absolute, suppose the statement was true and "truth is relative." Everything including that statement would be relative. If a statement is relative, it is not always true. If "truth is relative" is not always true, sometimes truth is not relative. This means there are absolutes, which means the above statement is false. When you follow the logic, relativist arguments will always contradict themselves.

    ReplyDelete
  24. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Filsafat, bukan sesuatu yang rumit, meski kesan mekanis tidak dapat dihapus darinya. Pemikiran spekulatif filsafat juga terkadang mengesankan arogansi bagi semua yang menempelkan stigma alergi padanya. Senyatanya, filsafat mengasyikan. Ia dimulai dari pertanyaan yang sederhana. Filsafat itu bersifat terbuka. Sekali lagi, filsafat tidak memberikan jawaban mutlak yang berlaku sepanjang masa. Filsafat menggugat, mempertanyakan, dan mengubah dirinya sendiri. Ini semua sesuai dengan semangat pendidikan yang sejati. Filsafat mengajarkan kita untuk melakukan analisis, dan mengemukakan ide dengan jelas serta rasional. Filsafat mengajarkan kita untuk mengembangkan serta mempertahankan pendapat secara sehat, bukan dengan kekuatan otot, atau kekuatan otoritas politik semata.

    ReplyDelete
  25. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Mempelajari filsafat sejauh ini dari pertama kali perkuliahan sampai sekarang, hal yang dapat saya simpulkan adalah filsafat seperti magnet yang ada dalam unsur kehidupan. Secara tidak langsung kita tertarik kuat jauh ke dalam pemikiran yang sebelumnya belum pernah dirasakan. Istilah baru, hal baru dan semua olah pikir yang sebelumnya belum pernah ditemui ada dalam filsafat. Dan uniknya semua membutuhkan proses tidaklah instan, karena filsasfat dibangun oleh diri sendiri melalaui pemikiran para filsuf. Sehingga kemampuan berfilsafsast setiap orang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  26. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Filsafat merupakan ilmu yang menggunakan pola pikir. Objek filsafat adalah semua yang ada dan yang mungkin ada. Dari setiap yang ada dan yang mungkin ada tersebut mempunyai bermilyar-milyar sifat yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu. Filsafat terdiri atas tiga aspek, yaitu ontologi (hakekat), epistemologi (metodologi), dan estetika (kepantasan). Jadi dalam filsafat, apa yang kita pelajari menjangkau segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, termasuk segala aturan-aturan atau hukum-hukum. Komunikasi spiritual memiliki peran yang sangat penting dalam mempelajari ilmu-ilmu, termasuk mempelajari filsafat, karena spiritual memiliki kedudukan tertinggi. Sesungguhnya setinggi-tinggi ilmu dan pikiran tidak akan mampu mengetahui seluk beluk hati (spiritual). Maka janganlah kita hanya mengandalkan pikiran (filsafat) saja untuk memaknai spiritual (agama), melainkan menggunakan hati pula.

    ReplyDelete
  27. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dalam kesimpulanku Filsafat itu adalah diriku sendiri, yang berarti setiap apa yang aku lakukan itu adalah filsafatku. Telah berfilsafat berarti ketika aku berpikir maka aku telah melakukan filsafat akan diriku dan pemikiranku. Dari olah pikir akan melahirkan sesuatuyang ada dan yang mungkin ada. Namun dalam berfilsafat, kita tidak boleh kehilangan pijakan kita yaitu agama.

    ReplyDelete
  28. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Bagi saya berfilsafat adalah berfikir kritis dan mendalam yang berdasar pada 3 pilar pokok filsafat yaitu :
    Ontologi ( teori hakikat ) yaitu tentang pembahasan pengetahuan ditinjau dari objek yang dipikirkan secara mendalam sampai pada hakikatnya
    Epistemologi ( teori pengetahuan ) yaitu teori tentang cara memperoleh pengetahuan dengan akal pikiran atau logika.
    Aksiologi (teori nilai ) yaitu teori tentang nilai dan kegunaan pengetahuan etika-estetika dan pengetahuan lainnya....

    ReplyDelete
  29. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Dari perkuliahan yang saya jalani saya berkesimpulan bahwa filsafat adalah suatu kegiatan olah pikir yang refelektif, tidak hanya dilakukan kegiatan berpikir kritis, analisis, dan mengolah pemikiran dengan objek yang ada dan yang mungkin ada juga dilakukan kegiatan reflektif didalamnya. kegiatan reflektif ini dilakukan dalam upaya agar dalam berfilasafat kita tidak hilang arah dan tetap meletakkan spritual diatas filsafat. Filsafat terdiri atas tiga aspek, yaitu ontologi (hakekat), epistemologi (metodologi), dan estetika (kepantasan) sehingga ketiga aspek itu akan menjadikan seseorang berfilsafat secara bijaksana jika mereka paham akan ketiga hal tersebut.

    ReplyDelete
  30. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    berfilsafat menurut saya adalah olah pikir dalam mencapai hakekat terdalam dari segala sesuatu. Filasafat berarti mencari kebenaran diatas kebenaran, misteri dibalik misteri, jawaban diatas jawaban, kritis diatas kritis, sehingga segala sesuatu dapat diketahui dan diungkap secara lebih mendalam bahkan lebih dalam dari yang terdalam. hal ini dilakukan dengan melihat, mengamati, mempelajari, memahami, menafsir, menginterpretasi dan mengungkap segala ssuatu yang menjadi obyek baik yang terlihat, tak terlihat, didalam pikiran, diluar pikiran yang ada dan bahkan yang mungkin ada. Filsafat dalam bermatematika berarti memahami matematika secara dalam dan luas sehingga mengungkap apa yang kebanyakan orang tidak tahu, tidak sadar, tidak paham atau belum tahu, belum sadar dalam matematika itu sendiri, seperti paradox zeno, tukang cukur dan lannya.

    ReplyDelete
  31. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Filsafat adalah pikiran. Filsafat adalah kemampuan berpikir. Berpikir secara filsafati adalah berpikir sesuai dengan pemikiran para filsuf. Berdasarkan ruang dan waktu kita. Filsafat menurunkan ego seseorang. Jujur waktu pertama kali belajar filsafat, ego saya masih tinggi. Saya rasa semua orang yang sedang merasa berhasil akan sesuatu akan merasa begitu. Ya, saat kita merasa berada di puncak gunung, berdasarkan dimensi kita. Padahal itu tidak dibenarkan. Sekarang hati saya betul-betul menolaknya. Saya merasa tidak pantas sekali saya meninggikan ego saya. Bukan merasa kecil, minder, atau sebagainya. Namun lebih tepatnya merasa bahwa adalah Dia Di Atas Segalanya. Bahwa Dia begitu menyayangi saya sehingga saya dipertemukan dengan yang namanya Filsafat Ilmu. Ilmu tentang kehidupan. Tentang asal usul sesuatu. Tentang siapa saya. Tentang apa yang harusnya saya perbuat. Tentang sisi hati baik dan buruk. Juga tentang usaha dan kerja keras kita untuk diri kita. Yang paling baik bagi saya adalah pemikiran bahwa saya harus menjadi dewasa, jika bisa dewasa secara seutuhnya. Filsafat mengajarkan kita berbagai struktur kehidupan secara material, formal, normatif, dan spiritual, semata-mata adalah untuk kebaikan umat manusia.
    Benar bahwa filsafat adalah dirimu sendiri. Sebab, seluas apapun dan setinggi apapun kita mengembarakan pikiran, akhirnya kita kembali kepada pemikiran kita sendiri. Benar atau salah tergantung kita sendiri yang menilainya. Dan semakin menyadari kebenaran absolut, yang mutlak, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala.
    Wassalamu’alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  32. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Filsafat itu merupakan bidang ilmu yang intinya bertujuan dan berharap pembelajar mendapatkan tentang bagaimanacara membangun kebijaksanaan berpikir yang lebih dalam dan luas untuk membawakan diri dalam hal sikap maupun tindakan. Hal ini tentu saja harus didasarkan pada pengetahuan, aturan yang berlaku di masyarakat dan agama.

    ReplyDelete
  33. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Kesimpulanku berfilsafat bukanlah kesmpulan yang absolut dan tidak kekal. Namun yang kusyukuri adalah aku merasa bahwa aku lebih bisa memaknai kehidupan. Diriku tidak bisa lagi tertutup akan ilmu-ilmu baru dan fanantik terhadap ilmu-ilmu sebelumnya. Karena filsafat itu sendiri meiliki definisi berbeda disetiap orang yang mempelajarinya, baik yang sementara atau yang merasa telah selesai belajar filsfat.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id