Nov 22, 2012

Hermenetika Pembelejaran Matematika_oleh Marsigit



42 comments:

  1. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    hermenetika menurut pak marsigit merupakan teori menafsir yang dilandasi keyakinan bahwa dunia tidak tergantung pada subyek diri. Makna matematika dapat diungkap dari ungkapan bahaasa di dalam mana bahasa itu digunakan untuk berkomunikasi antara subyek diri. komunikasi dalam matematika adalah skema hermenetika memungkinkan subyek diri melakukan produksi dan reproduksi makna kenyataan matematika.

    ReplyDelete
  2. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Menurut Wikipedia Indonesia, Iceberg atau gunung es adalah suatu bongkahan besar es air tawar yang telah terpecah dari gletser atau ice shelf dan mengambang di perairan terbuka. Umumnya, sekitar 90% volume gunung es berada di bawah permukaan laut, dan bentuk bagian tersebut sulit diperkirakan hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan. Seperti potensi seseorang yang 10% hanya nampak di luar, padahal dia mempunyai potensi besar yang terpendam dan belum ditunjukkan. Sehingga hermenitika iceberg approach lebih menitikberatkan pada penerjemahan pendekatan iceberg dengan bahasa analog.

    ReplyDelete
  3. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Seperti halnya matematika sekolah yang diajarkan hanya segelintir permasalahan kecil yang nampak di permukaan pada pembelajaran matematika. Sedangkan permasalahan besar yang tidak tampak lebih cenderung dikesampingkan atau bahkan diabaikan. Sebagai contoh pada saat mengajarkan materi luas bangun datar. Mayoritas guru hanya meminta siswa untuk menghafal rumus luas bangun datar dan gambarnya, bukan mengajak siswa untuk memahami esensi atau makna dari bangun datar itu sendiri. Sehingga siswa hanya mempunyai kemampuan untuk menghafal kesepakatan-kesepakatan atau aturan yang ada dalam matematika (luas bangun datar) saja, bukannya memahami konsep bangun datar yang diajarkan.

    ReplyDelete
  4. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Untuk itu, hermenitika iceberg approach terdapat dua proses matematisasi secara vertikal dan horizontal. Seperti halnya iceberg yang terlihat adalah kemampuan dalam hal formal Mathematics untuk membangun itu fundamental dari pemikiran itu harus dibangun secara kuat dari bawah. Misalnya dalam pembelajaran pecahan, dibangun melalui realita kehidupan sehari-hari yang melibatkan pecahan. Salah satunya adalah pizza, siswa diberikan permasalahan pizza bagaimana dia membagi pizza itu sama besar, kemudian berapa bagian yang didapatkan satu orang barulah diberikan konsep pecahan. Bukan melalui definisi bahwa pecahan adalah...... yang sangat tidak relevan dengan tahap berpikir matematika anak SD.

    ReplyDelete
  5. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Hermenetika dalam arti yang sederhana adalah interpretasi makna, merupakan proses menerjemahkan dan diterjemahkan.Makna tentu dilihat dari sisi yang memberikan makna, maka suatu makna dari individu satu tentu berbeda dengan individu lainnya.
    Dari yang berusaha saya pahami tentang gambar di atas, bahwa pembejaran matematika ada yang bersifat lurus dan melingkar. Garis lurus dipahami bahwa pembelajaran akan terus berjalan tanpa diualangi kembali seangkan garis melingkar berarti terjadi pengulangan.
    The Iceberg Approach atau Pendekatan Gunung Es juga berarti bahwa pembelajaran matematika seharusnya dapat menjadikan siswa berkompeten dan mengembangkan keterampilan hidupnya.

    ReplyDelete
  6. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Hermeneutika, menerjemahkan dan diterjemahkan. Hidup ini berhermeneutika, begitu pula menjadi seorang pendidik. Sebagai seorang pendidik haruslah memahami kondisi diri siswa, bagaimana menyampaikan materi dalam pembelajaran matematika agar mudah diterima oleh siswa. selain itu seagai seorang guru haruslah tetap belajar, mencari ilmu, meningkatkan kemampuan diri.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  7. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran tidak akan pernah mengulangi hal yang sama, semuanya menembus ruang dan waktu. Sedangkan melingkar artinya berinteraksi. Ada matematika horizontal dan matematika vertikal. Dalam matematika horizontal, siswa mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan cara mereka sendiri, masih menggunakan simbol yang mereka buat sendiri, mereka belum mengenal simbol-simbol formal matematika. Sedangkan matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika atau juga dapat dikatakan telah menggunakan matematika formal. Pola pikir diabstraksi menghasilkan lingkaran dan garis lurus. Lingkaran bila ditarik maka menghasilkan spiral. Setiap titik spiral itu ada 3 komponen, yaitu rutin, mendetail atau spesifik dan semakin menbesar.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  8. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Berdasarkan penjelasan mengenai 'Hermeneutika Hidup' oleh Prof.Marsigit,M.A dalam perkuliahan Filsafat Ilmu, serta berdasarkan Pendekatan Gunung Es oleh Moerland, maka penjelasannya menurut saya adalah sebagai berikut.
    • Hermeneutika spiral mengembang memiliki arti membangun. Pendekatan gunung es adalah pendekatan yang dapat membantu dalam membangun konsep matematika melalui pembelajaran yang bermakna, dimulai dari dasar yang merupakan permasalahan nyata dibawa ke puncak hingga menjadi konsep matematika formal.
    • Hermeneutika spiral mengerucut, dalam pendekatan gunung es memiliki pengertian bahwa pembentukan konsep matematika, dimulai dari permasalahan nyata, pemodelan menggunakan media atau alat peraga, pembentukan pondasi model matematika, hingga dibawa ke dalam matematika formal semuanya mengerucut.
    • Hermeneutika spiral stabil berarti sustainability (istiqomah), dalam pendekatan gunung es Moerland, matematika realistik memiliki peranan dalam mempertahankan konsep matematika bertahan dalam pikiran peserta didik menggunakan pembelajaran bermakna.
    • Hermeneutika lurus berarti bahwa dalam penyelesaian masalah matematika saat ini, sudah tidak akan sama lagi dengan penyelesaian masalah matematika esok hari, meskipun konsepnya sama. Dalam kehidupan sehari-hari berarti hidup berjalan terus dan tak akan berulang waktu yang telah terlewati.
    • Hermeneutika lingkaran dalam gunung es Moerland, menurut saya pembentukan konsep matematika formal dengan tahapannya dimulai dari permasalahan matematika dalam kehidupan nyata, pada akhirnya konsep matematika formal tersebut juga akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan matematika dalam kehidupan nyata lagi. Sehingga hubungannya adalah berputar seperti lingkaran.

    ReplyDelete
  9. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Hermeneutika merupakan proses menerjemahkan dan diterjemahkan atau merupakan kegiatan interpretasi. Segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini dapat diinterpretasikan menjadi suatu pengetahuan baru bagi kita. Dalam Pembelajaran matematika erat kaitannya dengan hermeneutika. Hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan, kita tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan melingkar artinya kita dapat mengulanginya, hanya saja berbeda ruang dan waktunya. Hermeneutika dalam pembelajaran matematika menggunakan prinsip gunung es, di mana dalam pendekatan ini merupakan realistiknya matematika. Pendekatan gunung es dapat diartikan/diterjemahkan sebagai realistiknya matematika. Dalam matematika terdapat beberapa tingkatan. Tingkatan matematika ini seperti halnya fenomena gunung es, dengan urutan mulai yang paling dasar yaitu, (1) matematika konkret; (2) matematika model konkret; (3) matematika model formal; (4) matematika formal. Tingkatan ini dimulai dari yang hanya bisa memahami matematika dari benda-benda yang bersifat konkret kemudian dapat memodelkan matematika ke dalam benda-benda konkret. Tingkatan selanjutnya yaitu ketika siswa dapat mengerti dan memahami model formal dari permasalahan matematika, artinya dia sudah bisa melakukan perhitungan. Tingkatan paling atas yaitu matematika formal. Dalam tingkatan ini siswa telah mampu membuat sendiri model matematika dari suatu permasalahan dengan menggunakan simbol-simbol formal matematika.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  10. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Berhermeneutika dalam pembelajaran matematika adalah kegiatan menginterpretasi atau menafsirkan ilmu matematika. Ada matematika horizontal dimana siswa menyelesaikan permasalahn matematika yang berkaitan dengan dunia nyata dengan cara mereka sendiri dan belum mengetahui simbol-simbol. Ada matematika vertikal atau bisa disebuat dengan matematika formal atau matematika murni dimana siswa menyelesaikan permasalahan matematika dengan menggunakan simbol-simbol.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  11. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Hermenetika merupakan pandangan dalam filsafat yang mempelajari tentang interpretasi makna. Dengan kata lain hermenetika berarti penafsiran, pemberian pemahaman, atau penerjemahan. Seperti halnya kehidupan yang berhermenetika, matematika sebagai ilmu pun memiliki hermenetikanya. Hermenetika pembelajaran matematika berarti proses penafiran dan penginterpretasian makna yang dilakukan selama proses pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  12. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Dari gambar di atas dapat dilihat ada dua bentuk, yaitu garis dan lingkaran. Garis menggambarkan sesuatu yang tiada ujung dan pangkalnya, yang berarti pembelajaran matematika akan terus maju, semakin bertambah sesuai dengan kemampuan kita. Dan lingkaran menggambarkan bahwa materi matematika itu tidak akan terputus, selalu ada kaitan antara yang satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  13. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Hermenetika berasal dari kata Yunani hermeneutine dan hermeneia yang masing – masing berarti “menafsirkan dan “ penafsiran”. Dari gambar di atas hermeneutika dalam pembelajaran matematika, bersifat vertical mathematics dan horizontal mathematics, yang saya pahami vertical mathematics adalah pure mathematics dan horizontal mathematics adalah school mathematics. Dalam pembelajaran di sekolah guru tidak mungkin memberikan pure mathematics pada siswa. Guru harus mengubah pure mathematics ke dalam bentuk school mathematics terlebih dahulu sebelum mengenalkannya pada siswa agar matematika dapat dijangkau oleh dunia siswa. Karena itu dalam proses pembelajran metematika perlunya menerjemahkan dan diterjemahkan antara guru dengan siswa agar dapat terbangun komunikasi aktif demi terciptanya pembelajaran yang kondusif.

    ReplyDelete
  14. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Makna hermeunetika adalah menafsirkan, memberi pemahaman, atau menerjemahkan. Dengan kata lain hermeunetika mempelajari tentang interpretasi makna. Dalam Pembelajaran matematika erat kaitannya dengan hermeneutika. Hermenetika dalam pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus yang menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan dan tidak dapat mengulanginya, sedangkan melingkar yang artinya pembelajaran matmatika tersebut, kita dapat mengulanginya kembali.

    ReplyDelete
  15. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Hermentika diambil dari bahasa Yunani yang berarti memberi memahami, atau menafsirkan. Yaitu bagaimana mempelajari suatu makna atau interpretasi makna. Hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan, kita tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan melingkar artinya kita dapat mengulanginya, hanya saja berbeda ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  16. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Hermeneutika pembelajaran matematika menggunakan prinsip gunung es. Sebagai matematika horizontal dan matematika vertikal. Dalam matematika horizontal, siswa mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan cara mereka sendiri, masih menggunakan simbol yang mereka buat sendiri, mereka belum mengenal simbol-simbol formal matematika. Sedangkan matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika atau juga dapat dikatakan telah menggunakan matematika formal.

    ReplyDelete
  17. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Jujur pak, saya masih binggung dengan bagan di atas. Namun, saya akan mencoba untuk merepresentasikan hasil intuisi saya. Menurut saya hermeneutika pembelajaran matematika menggambarkan tentang representasi makna yang dilakukan secara terus menerus dan tidak terstruktur. Karena tidak ada struktur yang mendasarinya, maka kebenarannya masih perlu dipertanyakan.

    ReplyDelete
  18. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    The idea is that one variable (usually xx) is a value you input-maybe the temperature or concentration of something-which you know accurately. The other one (usually yy) is less well known as it is something you measure with errors. The fit then assumes the xx values are exact and minimizes the sum of the squares of the errors in yy. If your data fit a straight line well, the difference will be small. If not, it will be large. This is the origin of the correlation coefficient equation.

    ReplyDelete
  19. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Metode hermenitika merupakan salah satu metode bagaimana agar kita dapat menjalani kehidupan ini sebaik-baiknya. metode hermeneutika juga dikatakan sebagai metode dengan cara menafsirkan/menerjemahkan sesuatu hingga didapati makna akan sesuatu itu. Dalam pembelajaran matematika, metode hermeneutika ini penting untuk diterapkan. Penerapannya dalam pembelajaran matematika ialah guru harus mampu menerjemahkan siswa; siswa pun harus mampu menerjemahkan gurunya; siswa harus mampu menerjemahkan matematika. Guru harus mampu menerjemahkan siswa maksudnya guru harus mengerti dan benar-benar faham karakter, kemampuan dan potensi yang dimiliki siswanya. Tujuannya agar dalam pembelajaran, siswa dapat memperoleh sesuai apa yang mereka butuhkan. Selain itu siswa juga perlu mengerti, mengenal, tidak asing dan dekat dengan gurunya. Kemudian yang paling utama yaitu siswa dapat menerjemahkan matematika yang didasari atas kemauan yang timbul dari dalam dirinya sendiri atau bukan dengan paksaan. Dalam hal ini, guru yang tetap berperan penting untuk menciptakan kondisi agar siswa mampu menerjemahkan gurunya dan matematika itu sendiri. Kesimpulannya, jangan memaksakan siswa untuk menyenangi matematika tanpa alasan, akan tetapi bawalah siswa untuk mengenal terlebih dahulu matematika kemudian berilah mereka pembelajaran matematika yang inovatif. Biarkan siswa memaknai sendiri bagaimana sebenarnya matematika itu.

    ReplyDelete
  20. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Hermeneutika pembelajaran matematika dalam gambar di atas digambarkan oleh matematika vertikal dan matematika horizontal. Mateamatika vertikal berarti hubungan antara satu sama lain hanya untuk ranah kecil, seperti yang digambarkan oleh kupu-kupu. Misalkan matematika diajarkan di sekolah sehingga keberfungsian matematika untuk siswa sekolah yang mempelajarinya. Sedangkan matematika horizontal digambarkan oleh bumi yang berarti keberfungsian matematika bersifat universal, dapat diterima dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun.

    ReplyDelete
  21. 16701251016
    PEP B S2

    Hermenetika siklus dalam kebenaran matematika adalah koheren baik vertikal maupun horizontal. Secara intensif dan ekstensif kebenaran geometri alam dunia memiliki cakupan yang luas, sehingga siklus yang dinaksudkan adalah perpytaran tanpa putus adanya hubungan kerterkaitan sebab akibat yang tidak akan berhenti untuk perputaran bumi terkait ruang dan waktu. Meskipun dalam pemahaman vertikal meyakini bahwa keberadaan alam semesta adalah atas kendalu spiritual Tuhan YME. yang mana ada kalanya siklus akan terhenti sesuai kehendaknya

    ReplyDelete
  22. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Hermenetika menurut pak marsigit merupakan teori menafsir yang dilandasi keyakinan bahwa dunia tidak tergantung pada subyek diri. Hermenetika dalam arti yang sederhana adalah interpretasi makna, merupakan proses menerjemahkan dan diterjemahkan. Hidup ini berhermeneutika, begitu pula menjadi seorang pendidik. Sebagai seorang pendidik haruslah memahami kondisi diri siswa, bagaimana menyampaikan materi dalam pembelajaran matematika agar mudah diterima oleh siswa.

    ReplyDelete
  23. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Hermeneutika merupakan proses menerjemah dan diterjemahkan atau merupakan kegiatan interpretasi. Segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini dapat diinterpretasikan menjadi suatu pengetahuan baru bagi kita. Dalam gambar diatas dijelaskan bahwa terdapat lingkaran hermeneutika dalam pembelejaaran matematika yang merupakan kegiatan interpretasi. lingkaran tersebut akan semakin mengerucut dan menghasilakan pengetahuan matematika.

    ReplyDelete
  24. Dari ambar diatas saya kira hermeneutika gunung es pada pembelajaran matematika adalah adalah hermeneutika spiral dimana memahami matematika secara vertical dan horizontal. Dalam spiral tersebut terdapat aktifitas menginterpretasi lalu membuat teks dari interpretasi tersebut dalam spiral yang kecil kemudian hal tersebut diulang sampai pada spiral besar dimana proses interpreatsi menghasilakn konsep tekstual dan testual juga menghasilokan interpretasi dan seterusnya

    ReplyDelete
  25. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Hermeneutika matematika sebagai pendekatan Iceberg dalam hal matematika vertikal dan horizontal yang berkaitan dengan pembelajaran matematika realistik (RME). Contoh matematisasi horizontal adalah pengidentifikasian, perumusan, dan penvisualisasian masalah dalam cara-cara yang berbeda dan pentransformasian masalah dunia real ke dunia matematika. Contoh matematisasi vertikal adalah representasi hubungan-hubungan dalam rumus, perbaikan dan penyelesaian model matematika, penggunaan model-model yang berbeda dan penggeneralisasian.

    ReplyDelete
  26. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Pembelajaran matematika tidak bisa lepas dari hermeneutika. Hermeneutika sendiri merupakan proses menerjemahkan dan diterjemahkan atau merupakan kegiatan interpretasi. Bahwa dalam pemebelajaran matematika itu sendiri seorang pembelajar tidak hanya perlu menerjemahkan matematika secara tekstualnya saja, namun perlu untuk menerjemahkannya secara kontekstual. Dan pembelajaran matematika itu seperti lingkaran yang dbubhui dengan garis lurus. Ia akan meregang seperti per. Dan dari kejadian-kejadian kecil seperti kupu-kupu diterjemahakan terus (proses) sampai bisa menerjemahkan dunia dengan pola-polanya. Mungkin jka lebih dalam itu seperti butterfly effect diterjeahkan dalam konteks lain.

    ReplyDelete
  27. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Hermeneutika merupakan proses menerjemahkan dan diterjemahkan. Segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini dapat diterjemahkan, dimana hasil menterjemahkan dan diterjemahkan tersebut dapat menjadi suatu pengetahuan baru bagi kita. Hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus (linier) dan melingkar (siklik). Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan sehinga kita tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan melingkar artinya pembelajaran akan terjadi terus menerus sehingga kita dapat mengulanginya, hanya saja berbeda ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  28. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    pendidikan Matematika A

    Dalam gambar hermeutika tersebut kita melihat 2 garis. Yaitu garis linier serta garis spiral. Artinya, dalam pembelajaran kita tidak dapat monoton melihat kedepan (dalam hal ini adalah garis linier). Pembelajaran juga memerlukan pengalaman, sehingga terkadang kita juga melihat kebelakang (garis spiral).

    ReplyDelete
  29. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Garis linier dan garis spiral sekilas memang nampak berbeda. Tetapi mereka sama-sama menuju pada satu tujuan yaitu tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Penetapan tujuan pembelajaran penting agar kegiatan pembelajaran senantiasa terasah dan tidak hanya sekedar kegiatan basa-basi.

    ReplyDelete
  30. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    The Iceberg Approach atau pendekatan gunung es, berarti bahwa pembelajaran matematika itu sangat luas. Akan tetapi dari gunung es apa yang dapat kita lihat adalah puncak gunung. Hal ini berarti bahwa hasil pembelajaran matematika dapat dilihat apabila tujuan sudah tercapai atau dalam hal ini sudah mencapai puncak gunung.

    ReplyDelete
  31. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Untuk mendaki sebuah gunung, kita tidak dapat menggunakan jalur linier saja, memang jarak yang ditempuh lebih pendek, tetapi dibutuhkan tenaga yang lebih besar dalam mendakinya. Maka kita juga harus menggunakan jalur berliku agar perjalanan terasa lebih ringan. Pembelajaran secara linier membutuhkan usaha yang lebih. Pembelajaran secara spiral memakan waktu lama. Sehingga akan lebih baik jika dilakukan kombinasi antara linier dan spiral.

    ReplyDelete
  32. Dari gambar yang ada dapat di katakan bahwa hermenitika memposisikan diri sebagai penyeimbang antara garis yang lurus dan naik keatas merupakan tidak keteraturan yang selalu berjalan begitu juga dengan matematika. Seorang individu harus mempunyai keyakinan tidak pada hanya bentuk subyeknya saja tapi juga dengan pikiran filsafatnya dan mempunyai perkembangan yang sesuai dengan literatur bagi si individu.

    M. Saufi Rahman
    PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  33. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Hermenitika adalah salah satu jenis filsafat yang mempelajari tentang interpretasi makna. Nama hermeneutika diambil dari kata kerja dalam bahasa yunani hermeneuien yang berarti, menafsirkan, memberi pemahaman, atau menerjemahkan. Dalam hidup selalu terjadi hermenitika. Begitu pula dengan kondisi seorang guru sebagai pendidik. Sebagai pendidik seorang guru harus mampu menginterpretasi makna pembelajaran dengan baik agar mampu dimengerti oleh siswa. Selain itu, guru juga harus mampu menginterpretasi mengenai apa yang ditanyakan siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  34. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Hermeneutika pada awalnya mencakup seni pada urutan pertama dan pada urutan kedua teori dari pemahaman dan interpretasi ekspresi linguistik dan non-linguistik.
    Hermeneutika dianggap merupakan filsafat ketika ia tidak lagi dipahami sebagai bantuan metodologis atau didaktik untuk disiplin ilmu, tapi ternyata untuk komunikasi simbolik seperti pertanyaan "Bagaimana membaca?" diganti dengan pertanyaan, "Bagaimana kita berkomunikasi?".

    ReplyDelete
  35. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Hermeneutika matematika ialah teori bagaimana mengomunikasikan matematika, bagaimana matematika itu menerjemahkan dan diterjemahkan dalam kehidupan agar mudah dipahami. Dalam hal ini contohnya yaitu bagaimana matematika itu dikomunikasikan secara simbolik seperti simbol pengurangan, penjumlahan, pembagian dan perkalian. Simbol-simbol ini berfungsi untuk mengomunikasikan matematika secara lebih singkat.

    ReplyDelete
  36. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Dalam pembelajaran matematika horizontal, siswa mempelajari matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan cara mereka sendiri, masih menggunakan simbol yang mereka buat sendiri, mereka belum mengenal simbol-simbol formal matematika. Sementara pembelajaran matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika atau juga dapat dikatakan telah menggunakan matematika formal.

    ReplyDelete
  37. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Hermenetika merupakan proses menerjemahkan dan diterjemahkan atau merupakan kegiatan interpretasi. Hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan, kita tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan melingkar artinya kita dapat mengulanginya, hanya saja berbeda ruang dan waktunya. dan dapat dipahami dari gambar bahwa siklus hermenetika itu selalu jalan terus dan mengalami pengulangan namun dalam keadaan yang berbeda secara terus menerus, dari interpretasi ke interpretasi yang tidak dibatasi.

    ReplyDelete
  38. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Bila kita melihat dari gambar di atas maka hermeneutika dalam pembelajaran matematika menggunakan prinsip gunung es, dimana dalam pendekatan ini merupakan realistiknya matematika. Ada matematika horizontal dan matematika vertika. Dalam matematika horizontal, siswa mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan cara mereka sendiri, masih menggunakan simbol yang mereka buat sendiri, mereka belum mengenal simbol-simbol formal matematika. Sedangkan matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika atau juga dapat dikatakan telah menggunakan matematika formal. Pendekatan gunung es ini mempunyai maksud menjadikan siswa berkompeten dan dapat mengembngkan keterampilan hidupnya.

    ReplyDelete
  39. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Hermenitika hidup sebuah proses berfikit dan menrjemahkan sesutu secara kritis. Dari gambar dia atas memberikan gambaran bagaimana proses hermenitika hidup, dimana kehidupan manusia terdiri dari aspek material, formatif, normatif dan spiritual. Proses hermenitika hidup dari ke-4 aspek tersebut terjadi bersifat siklik pada aspek formatif dan normatif. Siklik dalam artian bahwa manusia itu akan terus melakukan proses berfikir dan menerjemahkan (hermenitika hidup) secara kontinu terhadap segala hal yang terjadi dalam kehidupan yang dijalaninya sampai manusia itu mati. Namun proses hermenitika ini tidak bisa diterapkan dalam menerjemahkan aspek spiritual kaitannya dengan Tuhan terkait keberadaannya meliputi bagiamana wujudnya, rupanya, sifatnya dll karena manusia tidak akan pernah bisa menemukan jawabannya melainkan yang ada manusia itu akan keluar dari fikirannya dan tidak akan bisa kembali lagi karena aspek spiritual tidak bisa terjemahkan cukup hanya dengan diyakini dalam setiap diri manusia akan keberadaannya.

    ReplyDelete
  40. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh

    Hermenetika adalah salah satu metode belajar dalam filsafat. Artinya adalah terjemah dan menerjemahkan. Jelas menjelaskan. Hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan, kita tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan melingkar artinya kita dapat mengulanginya, hanya saja berbeda ruang dan waktunya.Dalam matematika horizontal, siswa mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan cara mereka sendiri, masih menggunakan simbol yang mereka buat sendiri, mereka belum mengenal simbol-simbol formal matematika. Sedangkan matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika atau juga dapat dikatakan telah menggunakan matematika formal.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  41. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Hermenutika merupakan ilmu interpretasi teks atau ilmu terjemah dan menterjemah. Dalam gambar tersebut terdapat spiral, yang berarti proses dalam mempelajari hermenutika kontinu dan berulang-ulang. Mempelajari hermeneutika seperti fenomena gunung es. Dalam pembelajaran matematika dibagi menjadi model horizontal dan model vertikal. Model horizontal berkaitan dengan deskripsi suatu konsep. Sedangkan, model vertikal merupakan proses matematisasi dalam model horizontal. Dalam fenomena gunung es, terbagi menjadi 4 tahap proses pembelajaran, yaitu matematika yang berkaitan dengan konteks, kemudian pengetahuan skema, lalu dibentuk dalam model, dan terakhir adalah matematika formal.

    Namun, penggunaan hermenutika ini tidak hanya menyangkut pengetahuan alamiah saja, tetapi merambah ke ranah interpretasi teks Al-Qur’an. Adapun dampak yang ditimbulkan dalam interpretasi Al-Qur’an seperti yang telah saya paparkan dalam komentar dalam postingan sebelumnya yaitu pemikiran tentang kebenaran satu agama, serta tidak boleh adanya truth claim (klaim kebenaran) dari satu agama tertentu. Paham ini disebarkan secara meluas. Demikian juga pada tataran fiqih, semakin gencar disebarkan pemahaman yang mendekonstruksi hukum-hukum fiqih Islam, yang qath'iy, seperti kewajiban jilbab, haramnya muslimah menikah dengan laki-laki non-Muslim, dan sebagainya. Tanpa disadari, gerakan hermeneutika ini berbarengan dengan gerakan impor pemikiran Barat, sehingga kaum muslimin semakin diserang dengan nilai-nilai kebatilan yang jelas-jelas diluar Islam. Masalah hermeneutika dikalangan ulama dan cendekiawan Muslim di Indonesia, terlambat memahami masalah yang sangat fundamental tersebut. Padahal, beberapa institusi pendidikan Islam (sebut Perguruan Tinggi Islam) sudah mengajarkan hermeneutika sebagai alternatif bagi metode penafsiran al-Quran yang selama ini dikenal oleh umat Islam pada umumnya. Bahkan, sekarang sudah banyak muncul cendekiawan dan tokoh-tokoh organisasi Islam, yang begitu bersemangat menyebarkan dan mengajarkan hermeneutika, dengan menyerukan agar metode tafsir klasik al-Quran tidak digunakan lagi (https://id-id.facebook.com/notes/satu-hari-satu-ayat-quran/mengkritisi-hermeneutika-tafsir-quran-islam-tidak-membutuhkan-ilmu-hermeneutika-/396107589650/).

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  42. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Hermenetika Pembelejaran Matematika adalah berusaha menginterprestasikan setiap kegiatan dalam pembelajaran matematika. guru, buku, siswa, sekolah, kurikulum adalah bagian dari lingkaran dalam proses belajar matematika. maka menyadari dan menghubungkan setiap komponen pembelajaran itu adalah hal yang penting dalam pembelajaran. Menginterprestasikan tugas guru dikelas, tugas siswa dikelas dan bagaimana cara mengkondisikan belajar dan membangun pengetahuan siswa dalam hal Matematika. oleh karena itu menginterprestasikan materi matematika agar sesuai dengan pembelajaran dan sesuai dengan perkembangan siswa.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id