Nov 22, 2012

Hakekat Kurikulum_Diresensi oleh Marsigit



29 comments:

  1. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Dari gambar di atas terdapat tiga macam kurikulum yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Setiap jenis memiliki kekurangan dan kelebihan dari berberbagai sisi. Namun dari ketiga jenis kurikulum tersebut, secara pribadi menurut saya bahwa kurikulum yang paling cocok untuk pendidikan di Indonesia pada saat ini adalah kurikulum yang interaktif.

    ReplyDelete
  2. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Kurikulum merupakan salah satu pedoman dimana seorang guru menerapkan proses pembelajaran yang diinginkan kepada siswanya, dalam hal ini terdapat 3 jenis kurikulum yang dapat dipaparkan yaitu: Instrumental kurikulum, intraktif kurikulum, dan individualistic kurikulum. ketiga jenis acuan ini masing-masing melihat masalah pembelajaran dengan sisi yang berbeda-beda tetapi ketika kita melihatnya kembali maka ketiganya pun memiliki tujuan yang sama yaitu agar menjadikan proses pembelajaran di dalam kelas berjalan dengan sangat baik, dan ilmu pengetahuan yang di sampaikan dapat terserap dengan baik oleh para siswa.

    ReplyDelete
  3. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Berdasarkan gambar di atas terdapat 3 jenis hakekat kurikulum, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum dan individualistic curriculum. Untuk perbaikan kurikulum pendidikan di Indonesia di masa mendatang, alangkah baiknya kita berpedoman kepada ketiga kurikulum di atas. Dengan mempertimbangkan elemen-elemen yang sesuai dengan sistem pendidikan kita dan menghapus elemen-elemen yang tidak diperlukan.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Ada 3 jenis kurikulum yakni kurikulum yang didasarkan pada; (1) instrumental curricul, (2) interactive curriculum dan (3) individualistic curriculum. Ketiga kurikulum tersebut dibedakan kedalam 8 aspek masing-masing yang dapat dilihat dalam tabel diatas.
    Menurut saya, yang paling menarik adalah perbedaan yang dilihat dari sisi guru, dimana pada instrumental curriculum guru berperan sebagai penerima pasif, sedangkan pada interractive curriculum guru berperan mewakili partisipan dan pada individualistic curriculum guru berperan sebagai pembangun. Dari sini terlihat jelas perbedaan ketiga hakekat kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  5. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dari tabel di atas terlihat bahwa ada 3 jenis kurikulum yaitu, instrumental curriculum, interactive curriculum, individualistic curriculum. Ketiga kurikulum tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Terlihat juga perbedaan dari peran guru tiap kurikulum. Kurikulum sendiri berfungsi untuk mengorganisir jalannya pembelajaran yang terjadi di dalam kelas.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  6. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    kurikulum ibarat desain rancangan bangunan dalam ilmu arsitektur. bangunan yang baik akan dibuat sesuai dengan desain yang telah dibuat. sedikit saja penyimpangan dilakukan akan berakibat fatal terhadap bangunan, tidak jarang bangunan yang belum selesai harus dirobohkan kembali atau roboh dengan sendirinya karena desainya tidak bagus atau yang membangunnya menyimpang dari desain yang sudah dibuat.
    demikian pula pendidikan, kurikulum ibarat desain bangunan di atas. akan seperti apa bangunan pendidikan yang dibuat tergantung desain kurikulum yang akan dipakai nantinya. keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh desain kurikulum yang baik, tetapi juga dari kecakapan orang-orang yang menggunakan desain kurikulum tersebut. kurikulum yang baik yang dilaksanakan oleh tangan yang tidak kompeten, hasilnya akan buruk. demikian pula desain kurikulum yang buruk meskipun ditangani oleh tangan terampil hasilnya pun tidak akan maksimal.misalkan saja kurikulm 2013, bahkan sebelum kurikulum tersebut diterapkan sudah menuai pro dan kontra di lapangan. setelah kurikulum itu diterapkan pun semakin meningkatkan protes terhadapnya, sehingga memaksa pembuat kebijakan untuk merevisi kurikulum tersebut dalam waktu yang relatif singkat. ini adalah salah satu bentuk desain bangunan yang tidak baik.

    ReplyDelete
  7. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Berdasarkan tabel di atas, kurikulum dibedakan menjadi 3 macam, yaitu Instrumental Curriculum, Interactive Curriculum, dan Individualistic Curriculum. Instrumental Curriculum lebih menekankan pada nilai kegunaan ilmu pengetahuan sehingga membuat belajar menjadi persaingan yang ketat di antara siswa, materi pelajaran telah dipaketkan dan sangat terstruktur, orientasi pembelajaran terfokus pada karir dan mencapai tujuan spesifik, kemudian peran kurikulum dalam pembelajaran mendominasi, sedang peran guru sebagai pnerima pasif, siswa dianggap sebagai suatu objek.
    Interactive Curriculum berorientasi kemasyarakatan dan lebih menekankan pada pengembangan sosial anak. Instruksi kelas menjadi interaktif atau proses kooperatif. Pendekatan berbasis masalah antar disiplin dan struktur kurikulum longgar, kemudian peran kurikulum dalam pembelajaran mengatur, sedang peran guru sebagai wakil peserta serta siswa dianggap sebagai sosial.
    Individualistic Curriculum lebih menekankan pada pengembangan pribadi individu dan itu didasarkan pada pendekatan eksplorasi personal. Ini membantu untuk mengembangkan kreativitas dalam individu. Kemudian peran kurikulum dalam pembelajaran membantu, sedang peran guru sebagai pengembang serta siswa dianggap sebagai individu dan orientasinya pada kepuasan atau kebahagiaan personal.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  8. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Pada tabel di atas, terdapat tiga pembagian kurikulum yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. Setiap kurikulum mempunyai karakteristik tertentu. dan untuk di Indonesia menurut saya yang paling tepat untuk diterapkan adalah kurikulum interaktif, karena salah satu aspek yang menonjol dari kurikulum interaktif adalah aspek sosial yang mendukung aktivitas pembelajaran bagi siswa

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  9. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pada hakekat kurikulum yang telah diresensi oleh Prof. Marsigit, MA, kurikulum dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Instrumen Kurikulum, Kurikulum Interaktif, dan Kurikulum Individualistik. Pada instrumental Curriculum disajikan berbagai ciri dari kurikulum yaitu kurikulum saat ini yang dijadikan sebagai salah satu instrumen input dalam pendidikan, yaitu kurikulum yang nyata berlaku. Pada kolom bagian kurikulum interaktif ada berbagai ciri pada kurikulum yang sebenarnya ingin dicapai, yaitu pembelajaran yang interaktif dengan peserta didik dapat mengonstruksi pengetahuannya melalui komunikasi sosial. Sedangkan pada kolom Kurikulum Individualistik berisi ciri kurikulum yang berada pada angan-angan, yaitu angan-angan individual, yaitu angan bebas sesuka si pemilik pikiran. Dari ketiga kolom tersebut, maka hakekat kurikulum sesungguhnya adalah relatif, relatif dari sudut pandang mana kita berbicara. Karena segala yang Ada dan yang mungkin Ada di dunia ini sifatnya adalah berubah-ubah (relatif).

    ReplyDelete
  10. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Tabel diatas memberikan gambaran mengenai macam-macam kurikulum ditinjau dari hakikatnya. Macam-macam kurikulum tersebut adalah kurikulum instrumental, kurikulum interaktif dan kurikulum individualis. Ketiga kurikulum ini memiliki kebaikan ditinjau dari sisinya masing-masing. Namun menurut hemat saya jika ditinjau dari kurikulum yang digunakan Indonesia saat ini yaitu kurikulum 2013, kurikulum interaktif lebih cocok untuk diterapkan dalam kondisi pendidikan dan kurikulum yang ada di Indonesia saat ini.

    ReplyDelete
  11. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Ada 3 jenis kurikulum pada gambar di atas, yaitu Instrumental Curriculum, Interactive Curriculum dan Individualistic Curriculum. Setiap kurikulum memiliki karakteristik masing-masing, tidak ada yang lebih baik dari ketiga kuriulum tersebut karena ketiga kurikulum itu baik diterapkan sesuai ruang dan waktunya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  12. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Tabel diatas menggambarkan tiga pembagian hakekat kurikulum yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. Ketiga kurikulum tersebut saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Pada kurikulum instrumental terkait dengan instrument penilaian terhadap siswa, kemudian kurikulum interaktif terkait dengan pembelajaran interaktif yang digunakan dan kurikulum individual berkaitan dengan pikirian individualnya siswa.

    ReplyDelete
  13. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Dari gambar di atas, dapat dilihat tabel dengan 3 kolom yang berisi perbedaan tiga jenis kurikulum. Yaitu instrumental curriculum, interactive curiculum, and individualistic curriculum. Jika dilihat dari sisi guru, pada instrumental curriculum, guru berperan pasif dan hanya menerima. Pada interactive curiculum, guru berpartisipasi dalam penyusunan kurikulum. Pada individualistic curriculum, guru sebagai pengembang kurikulum. Karena guru adalah orang yang paling mengerti keadaan muridnya, maka sebaiknya kurikulum yang digunakan (jika dilihat dari segi guru) adalah interactive curiculum atau individualistic curriculum.

    ReplyDelete
  14. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Kurikulum memiliki peranan penting dalam menentukan ketercapain tujuan pendidikan. Dari gambar di atas dapat diketahui tiga macam kurikulum dari sudut pandang yang berbeda, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Pada jenis instrumental curriculum, guru mendominasi pembelajaran dimana proses pembelajaran berpusat pada guru, dan kurikulum ditentukan berdasarkan kebijakan dari pemerintah pusat dimana guru hanya menerima begitu saja, sedangkan pada jenis interactive curriculum, guru lebih memiliki peran dengan turut serta berpartisipasi. Dan pada jenis individualistic curriculum, guru berperan sebagai pengembang kurikulum dimana dalam proses pembelajaran guru hanya bertindak sebagai fasilitator bagi siswa. Dari ketiga jenis kurikulum ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.Karena itu untuk memilih kurikulum yang paling cocok adalah dengan menyesuaikan dengan keadaan pendidikan saat ini.

    ReplyDelete
  15. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Terdapat tiga pendekatan kurikulum seperti pada gambar. Instrumental kurikulum, interaktif kurikulum, dan individualistik kurikulum. Tentunya ada kurang dan lebihnya masing-masing. Namun pertanyaannya, manakah yang paling baik digunakan? Apakah ketiga tiganya? apakah dua dari ketiganya? Atau apakah satu dari ketiganya? Ataukah tidak ketiga-tiganya? Tentu kita melihat dari fungsi dan tujuannya, apa urgensinya? Dan siapa objeknya?

    ReplyDelete
  16. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Jika ketiga model pendekatan kurikulum digunakan kita akan memerlukan validitas kurikulum tersebut, agar dapat dipertannggung jawabkan? Karena akan dipergunakan sebagai model pendidikan bagi anak-anak kita. maka, jika dari sudut pandang pemanfaatannya, pemaparan ketiga model diatas, secara umum sangat penting diaplikasikan, namun secara khusus terdapat batasan objek dari kurikulum tersebut, yaitu individu dan kelompok.

    ReplyDelete
  17. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Berdasarkan gambar di atas, terdapat bentuk-bentuk kurikulum yang disampaikan. Ketiga kurikulum tersebut adalah instrumen kurikulum, interactif kurikulum, dan individual kurikulum. Di setiap kurikulum menjabarkan peran guru dan siswa di dalam pembelajaran. Menurut saya, ketiga kurikulum tersebut tidak bisa berdiri sendiri. Ketiganya harus digabungkan sehingga menjadi kurikulum utuh untuk diterapkan.

    ReplyDelete
  18. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Hakekat kurikulum merupakan pengalaman peserta didik baik disekolah maupun diluar sekolah di bawah bimbingan sekolah. Kurikulum tidak hanya terbatas pada mata pelajaran, tetapi meliputi segala sesuatu yang mempengaruhi peserta didik, dan bias menentukan arah atau mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi. Dalam era globalisasi dan pasar bebas kita dihadapkan pada perubahan-perubahan yang tidak menentu. Ibarat ”nelayan dilautan bebas” yang dapat menyesatkan jika tidak memiliki ”kompas” sebagai pedoman untuk bertindak dan mengarunginya. Begitu juga dengan pendidikan dimana membutuhkan pedoman untuk dapat mencapai tujuan. Pedoman dalam hal ini ialah kurikulum. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan memunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Pendidikan tidak mungkin berjalan dengan baik atau berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan jika pendidikan tidak dijalankan sesuai dengan kurikulum. Kurikulum yang dibuat tidak dapat mencapai kesempurnaan jika dalam penyusunannya, penyusun kurikulum tidak memahami secara utuh hakikat dan fungsi kurikulum.

    ReplyDelete
  19. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Since curriculum reflects the models of instructional delivery chosen and used, some might indicate that curriculum could be categorized according to the common psychological classifications of the four families of learning theories “Social, Information Processing, Personalist, and Behavioral.” Longstreet and Shane have dubbed divisions in curricular orientations as: child-centered, society-centered, knowledge-centered, or eclectic. Common philosophical orientations of curriculum parallel those beliefs espoused by different philosophical orientations – Idealism, Realism, Perennialism, Essentialism, Experimentalism, Existentialism, Constructivism, Reconstructivism and the like.

    ReplyDelete
  20. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Since curriculum reflects the models of instructional delivery chosen and used, some might indicate that curriculum could be categorized according to the common psychological classifications of the four families of learning theories “Social, Information Processing, Personalist, and Behavioral.” Longstreet and Shane have dubbed divisions in curricular orientations as: child-centered, society-centered, knowledge-centered, or eclectic. Common philosophical orientations of curriculum parallel those beliefs espoused by different philosophical orientations – Idealism, Realism, Perennialism, Essentialism, Experimentalism, Existentialism, Constructivism, Reconstructivism and the like.

    ReplyDelete
  21. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Di dalam tulisan Prof Marsigit yang berudul “Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Gairah Siswa dalam Belajar”, dikatakan (Becher dan Maclure, 1978) bahwa “Instrumental Curriculum” lebih menekankan kepada pendekatan akademis dan teknis; “Interactive Curriculum” menekankan kepada pendekatan sosial dan “ Individualistic Curriculum” lebih menekankan kepada perkembangan kognisi individual subjek didik. Sementara itu tujuan atau capaian yang ingin dicapai pun berbeda-beda. “Instrumental Curriculum” bertujuan untu pada akhirnya digunakan untuk mencari pekerjaan; “Interactive Curriculum” bertujuan sebagai sarana untuk pengembangan sosial; sementara itu pada “ Individualistic Curriculum” memandang bahwa pendidikan merupakan suatu kebutuhan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  22. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dari tabel pada artikel di atas terdapat tiga pembagian kurikulum, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Ketiga kurikulum tersebut memiliki perbedaan satu sama lainnya. Pada masing-masing kurikulum tentu juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Dalam instrumental kurikulum, guru sebagai penerima pasif. Dalam interactive kurrikulum, guru merupakan peserta. Sedangkan dalam individualistik kurrikulum, guru sebagai bertindak sebagai pengembang.

    ReplyDelete
  23. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari tabel pada artikel di atas, terdapat tiga pembagian kurikulum, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Ketiga kurikulum tersebut memiliki perbedaan satu sama lainnya. Dalam iinstrumental kurikulum, guru sebagai penerima pasif. Dalam nteractive curriculum, guru merupakan peserta. Sedangkan dalam individualistik curriculum, guru sebagi bertindak pengembang.

    ReplyDelete
  24. 16701251016
    PEP B S2

    Kurikulum yang dijalankan adalah sebagai landasan dasar, sebagai apat untuk mencapai tujuan pendidikan. Yang mana dalam jurikulum nemuat berbagai konponen yang relevan untuk diterapkan. Setiap oerbedaan kurikulum mempunyai ciri khas sendiri yang mungkin berbeda dengan yang lainnya, meskipun ada beberapa aspek yang masih sama, dan tentunya tidak merubah dari tujuan kurikulum sendiri.
    Yang menjadi persoalan adalah kesesuaian oenerapan kurikulun terhadap obyek pendidikan yaitu siswa, relevankan terkait dengan apa yang ada di bawah lingkungan terhadap apa yang akan digali dari siswa itu sendiri

    ReplyDelete
  25. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Berdasarkan gambar di atas terdapat 3 jenis hakekat kurikulum, yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum dan individualistic curriculum. ketiga kurikulum memiliki karakteristik dan kelebihan masing-masing, Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. sehingga bisa dikatakan kurikulum sebagai pembentuk manusia hasil pembelajaran. kurikulum akan menentukan akan menjadi apa seorang individu.

    ReplyDelete
  26. menurut saya interaktif kurikulum menjadi pilihan yang baik untuk pendidikan. Karna kurikulum ini berbasis masalah kemudian diturunkan disesuaikan dengan keadaan social kemudian diturunkan lagi menjadi kebebasan yang tersusun/terkendali. Maka dalam pendidikan kurikulum ini akan membuka ruang bagi daya/kemampuan kreatifitas siswa sehingga siswa tidak terbatas pada kemampuan procedural dan konseptual saja.

    ReplyDelete
  27. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Saya lebih cenderung pada interaktif kurikulum karena adanya instrumen perkerjaan atau karier yang menekankan pada penyesuaian sosial, berdasarkan masalah, mendominasi pengelolaan, dst sesuai dengan kriteria interaktif kurikulum lainnya. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi dan membutuhkan satu sama lain. Hal ini juga didukung oleh nilai agama yang saya anut untuk menjaga hablumminannas yang berarti hubungan sesama manusia. Pada dasarnya kurikulum yang diciptakan merupakan sebuah sistem yang mewadahi anak untuk mempersiapkan diri pada softskill baik dari segi pengetahuan, sikap maupun keterampilan sebelum menghadapi berbagai fakta/kenyataan dan tantangan di dunia nyata sehingga dapat melangsungkan kehidupan secara cemerlang. Maka interaktif kurikulum lebih bisa untuk melatih karakteristik manusia dalam menghadapi tuntutan zaman tersebut

    ReplyDelete
  28. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Kurikulum merupakan pedoman yang digunakan sebagai acuan dalam kegiatan pembelajaran. Gambar tersebut menyajikan tiga jenis kurikulum yaitu instrumental curriculum, interactive curriculum, dan individualistic curriculum. Setiap kurikulum mempunyai kelebihan dankekurangan. Menurut saya, dariketiga jenis kurikulum di atas kurikulum interaktif adalah kurikulum yang paling cocok diterapkan di Indonesia karena kurikulum ini memandang subjek pelaku pembelajaran sebagai makhluk sosial, sehingga ada interaksi antar subjek.

    ReplyDelete
  29. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Terdapat tiga jenis kurikulum dari tabel di atas yaitu kurikulum instrumental, kurikulum interaktif, dan kurikulum individual. Kurikulum instrumental merupakan kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga guru hanya menerima kemudian menerapkan. Sedangkan dalam kurikulum interaktif, kurikulum diterapkan oleh suatu kebijakan dan guru ikut mempertimbangkannya atau dengan kata lain guru turut serta mewakili dalam pembuatan kurikulum. Dan yang terkahir kurikulum individual dimana kurikulum dikembangakan sendiri oleh guru. Kebimbangan pemerintah mengenai kurikulum baru-baru ini mungkin bertujuan untuk lebih mengarahkan kurikulum pendidikan di Indonesia ke arah kurikulum interaktif yaitu kurikulum 2013. Namun, dalam perancangan dan pelaksanaanya masih belum matang.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id