Apr 5, 2013

Elegi Menggapai "Foundation of Mathematics Education: The Guru of Ernest"




By Marsigit
Yogyakarta State University

The foundation of mathematics searches the status and the basis of mathematics education. Paul Ernest (1994) delivered various questions related to the foundation of mathematics education as follows:
“What is the basis of mathematics education as a field of knowledge? Is mathematics education a  discipline, a field of enquiry, an interdisciplinary area, a domain of extra-disciplinary applications, or what? What is its relationship with other disciplines such as philosophy, sociology, psychology, linguistics, etc.? How do we come to know in mathematics education? What is the basis for knowledge claims in research in mathematics education? What research methods and methodologies are employed and what is their philosophical basis and status? How does the mathematics education research community judge knowledge claims? What standards are applied? What is the role and function of the researcher in mathematics education? What is the status of theories in mathematics education? Do we appropriate theories and concepts from other disciplines or ‘grow our own’? How have modern developments in philosophy (post-structuralism, post-modernism, Hermeneutics, semiotics, etc.) impacted on mathematics education? What is the impact of research in mathematics education on other disciplines? Can the philosophy of mathematics education have any impact on the practices of teaching and learning of mathematics, on research in mathematics education, or on other disciplines?”

It may emerge the notions that the foundation of mathematics education serves justification of getting the status and the basis for mathematics education in the case of its ontology, epistemology and axiology. Hence we will have the study of ontological foundation of mathematics education, epistemological foundation of mathematics education and axiological foundation of mathematics education; or the combination between the two or among the three.

References:
Ernest, P., 1994, Mathematics, Education and Philosophy: An International Perspective. The Falmer Press: London.

Ernest, P., 2002, What Is The Philosophy Of Mathematics Education?
Paul Ernest University of Exeter, United Kingdom. Retrieved

Ernest, P., 2007, Mathematics Education Ideologies And Globalization. Retrieved

25 comments:

  1. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Ontologi merupakan hakekat dari sesuatu, sehingga untuk memahami hakekat dari sebuah unsur maka kita perlu berfikir ekstensif dan intensif. Epistemologi merupakan metode dalam mempelajari suatu unsur. Aksiologi merupakan manfaat dari sesuatu yang kita pelajari. Sehingga ontologi dalam pendidikan matematika dilakukan dengan memahami hakekat dari matematika secara intensif dan ekstensif. Epistimologi pendidikan matematika dilakukan dengan variasi metode dalam mempelajari matematika. Dan aksiologi dalam pendidikan matematika dilakukan dengan memanfaatkan matematika di dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  2. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Pertanyaan-pertanyaan Paul Ernest memunculkan fondasi pendidikan matematika. Berdasarkan elegi ini, fondasi pendidikan matematika ialah mendapatkan status dan dasar bagi pendidikan matematika dalam ontologi, epistemologi, dan aksiologinya serta kombinasi dua dari ketiga aspek tersebut. Ontologi merupakan hakikat, sedangkan epistemologi adalah metode, dan aksiologi adalah etik dan estetikanya. Maka fondasi pendidikan matematika didapatkan dari hakekat pendidikan matematika, metode pendidikan matematika, dan etik dan estetika pendidikan matematika, atau kombinasinya.

    ReplyDelete
  3. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    akan diperoleh landasan ontologis studi dari matematika pendidikan, landasan epistemologis dari pendidikan matematika, dan landasan aksiologis dari pendidikan matematika, atau bisa juga hanya kombinasi 2 landasan di antara ketiga landasan tersebut. Pondasi pendidikan matematika menyajikan pembenaran mendapatkan status dan dasar bagi pendidikan matematika dalam hal ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Sehingga, kita hendaknya memiliki salah satu landasan-landasan tersebut atau kombinasi antara kedua/ketiganya. Oleh sebab itu, kita akan belajar tentang dasar ontologi dari pendidikan matematika, dasar epistemologi dari pendidikan matematika, dan dasar axiologi dari pendidikan matematika, atau kombinasi dari dua atau ketiganyat.

    ReplyDelete
  4. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    The philosophy of mathematics education should be based on its ontology as the theories of classes, here it includes the level of students and how to apply the mathematical theories. the second is it epistemology which is the search of mathematical knowledge in education, how to look for mathematical knowledge in education, here the solution is to read the facilities relating to mathematics education and the researches which are already conducted about mathematics education. the last one is its axiology relying on the design of the curriculum in mathematical education and how to implement it; ethics and oestetics.

    ReplyDelete
  5. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Untuk mengetahui tentang dasar dari pendidikan matematika kita harus mengetahui tentang tiga hal yang paling utama yaitu tentang landasan ontologis pendidikan matematika, dasar epistemologis pendidikan matematika dan pondasi aksiologis pendidikan matematika, atau kombinasi antara epistemologi dan aksiologisnya.

    ReplyDelete
  6. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Teori pembelajaran Ernest ini tidak hanya menjelaskan secara filosofis tentang teori-teori belajar, lebih dari itu juga Ernest memberikan implikasi dari teori tersebut terhadap praktek pendidikan secara luas. Penjelasannya sebagai berikut:
    Konstruktivisme sederhana menunjukkan kebutuhan dan nilai untuk:
    1. Kepekaan terhadap dan perhatian pada pembelajaran dan konstruksi pelajar sebelumnya,
    2. Identifikasi kesalahan siswa dan kesalahpahaman dan penggunaan pengajaran diagnostik dan teknik konflik kognitif dalam upaya untuk mengatasinya.
    Konstruktivisme radikal menunjukkan perhatian kepada:
    3. Persepsi pembelajar secara keseluruhan, yaitu, dari dunia keseluruhan pengalaman mereka,
    4. Permasalahan dasar dari pengetahuan matematika secara keseluruhan, bukan hanya pengetahuan subyektif pelajar, sebagaimana rapuhnya semua metodologi penelitian.
    Enactivism menunjukkan bahwa kita hadir untuk:
    5. Gerakan tubuh dan belajar, termasuk gerakan yang dilakukan orang,
    6. Peran akar metafora sebagai dasar basal makna dan pemahaman peserta didik.
    Konstruktivisme sosial menempatkan penekanan pada:
    7. Pentingnya semua aspek konteks sosial dan hubungan interpersonal, terutama guru-pelajar dan pelajar-pelajar dalam situasi interaksi belajar termasuk negosiasi, kolaborasi dan diskusi,
    8. Peran bahasa, teks dan semiosis dalam pengajaran dan pembelajaran matematika.
    Matematika sebagai ilmu yang dibangun lebih merupakan proses sosial dibandingkan proses individual dikarenakan pemikiran individu, kemudian pembentukan pemikiran sosial dan fungsi-fungsii mental. Paul Ernest berpendapat ada lima jenis peta cara mendidik. Kelima jenis cara mendidik tersebut merupakan hal yang biasa digunakan pengajar. Tidak ada yang jelek dari kelima pembelajaran tersebut. Semuanya pasti dipakai dalam suatu pembelajaran. Hanya intensitas pemakaiannya yang perlu disusun kembali.

    ReplyDelete
  7. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Menurut elegi di atas, untuk dapat mempelajari matematika diperlukan dasar dalam belajar matematika. Dalam elegi tersebut, ada beberapa komponen yang perlu dipahami terlebih dahulu dalam pembelajaran matematika, yaitu dasar dari pendidikan matematika yang mencakup ontologis, ep[istimologis, dan aksiologis.

    Dalam pembelajaran yang islami, dikenal dengan proses belajar talqiyyan fikriyyan. Yaitu proses belajar dengan mengasah kemampuan otak kemudian dihubungkan dengan fakta2 yang terjadi. Sehingga, seakan-akan siswa seperti merasakan atau mengalami hal tersebut. Dengan begitu, siswa akan termotivasi untuk mempelajarinya, mengamalkan dan mentransfer hasil pengetahuannya kepada orang lain.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  8. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Untuk membangun pendidikan matematika menjadi lebih baik, guru harus mengetahui dan memahami tiga hal penting, yaitu tentang landasan ontologis, dasar epistemologis dan fondasi aksiologis atau mengkombinasikan antara epistemologi dan aksiologisnya. Dengan demikian, maka guru dapat membangun dasar pendidikan matematika untuk siswa menjadi lebih baik agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  9. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    menurut Ernest jika kita berkehendak melakukan kajian atau penelitian secara mendalam maka kita tidak bisa terhindar untuk melakukan sintesis-sintesis dari tesis-tesis yang ada dengan cara memproduksi antitesis-antitesisnya, seperti halnya Aristoteles dan Plato. Aristoteles yang tidak sependapat dengan gurunya plato melakukan antitesis dari apa yang dikemukan oleh Plato tentang pola pikir matematika, yang dikatakan bahwa: menurut Plato matematika itu berasal dari hal-hal yang abstrak, dan dari pikiran sedangkan antitesis yang dibuat oleh Aristotels bahwa matematika itu dari kenyataan yang terbentuk dari pengalaman.

    ReplyDelete
  10. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    basis pendidikan matematika adalah pedagogi mateatika, school matmetaics, younger mathematics, which is termask di dalamnya ada media, sintak, metode, pendekatan, perangkat pembelajaran, psikologi, filsfata, dst yang mendukung pedagogi mateatika, school matmetaics, younger mathematics.
    pendidikan matemtika tidak berbeda dengan dokter dan insinyur, dengan ilmu yang ada, merek agunakan untuk merealisasikan dan meggunakannya di dunia nyata.

    ReplyDelete
  11. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Untuk memahami hakekat matematika yang sebenarnya kita hrus mengetahui tentang studi landasan ontologis, dasar epistemologis dan pondasi aksiologis. Dengan begitu matematika yang mengkaji tentang obyek dan konsep yang meliputi tentang hakekat bilangan dan hakekat bangun-bangun geometri maupun hakekat obyek-obyek yang lainnya dapat dipahami dengan mudah.

    ReplyDelete
  12. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    It may emerge the notions that the foundation of mathematics education serves justification of getting the status and the basis for mathematics education in the case of its ontology, epistemology and axiology. Hence we will have the study of ontological foundation of mathematics education, epistemological foundation of mathematics education and axiological foundation of mathematics education; or the combination between the two or among the three.

    dari kutipan diatas bisa dipahami bahwa pendidikan matmatika bisa didasari oleh ontologi, epistimologi, dan aksiologi atau kombinasi dua hal diatas, atau bahkan kombinasi dari ketiganya.

    ReplyDelete
  13. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Paul Ernest mengungkapkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan landasan pendidikan matematika. Landasan pendidikan matematika tersebut dapat berupa bentuk ontologi, epistemologi dan aksiologi. Oleh karena itu kita akan memiliki studi tentang landasan ontologis pendidikan matematika, landasan epistemologis pendidikan matematika dan landasan aksiologis pendidikan matematika; atau kombinasi antara keduanya atau antara ketiganya.

    ReplyDelete
  14. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas untuk membangun pondasi pendidikan matematika yang baik perlu memiliki landasan yang kuat juga. Landasan yang perlu dugunakan adalah landasan ontologis, dasar epistemologis dan fondasi aksiologis. Masing-masing landasan bisa juga saling dikombinasikan agar menjadi pondasi yang kuat dan tidak goyah dikemudian hari.

    ReplyDelete
  15. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi Menggapai “Foundation of Mathematics Education The Guru of Ernest”, Pondasi dalam pendidikan matematika adalah ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dalam elegi in, akan diperoleh landasan ontologis studi dari pendidikan matematika, landasan epistemologi dari pendidikan matematika, dan landasan aksiologis dari pendidikan matematika, atau kombinasi dari ketiga landasan tersebut. Terima kasih.

    ReplyDelete
  16. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Ontologi adalah teori mengenai apa yang ada, dan membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Eksistensi dari entitas-entitas matematika juga menjadi bahan pemikiran filsafat. Adapun metode-metode yang digunakan antara lain adalah: abstraksi fisik yang dimana berpusat pada suatu obyek, Abstrksi bentuk adalah sekumpulan obyek yang sejenis, Abstraksi metafisik adalah sifat obyek yang general.
    Jadi, matematika ditinjau dari aspek ontologi, dimana aspek ontologi telah berpandangan untuk mengkaji bagaimana mencari inti yang yang cermat dari setiap kenyataan yang ditemukan, membahas apa yang kita ingin ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental.

    ReplyDelete
  17. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Epistemologi merupakan salah satu bagian dari filsafat dimana pemikiran reflektif terhadap segi dari pengetahuan seperti kemungkinan, asal-mula, sifat alami, batas-batas, asumsi dan landasan, validitas dan reliabilitas sampai kebenaran pengetahuan. Adapun metode yang sering dipakai para filusuf adalah metode Empiris yang berarti fakta yang kita amati (john locke), rasionalisme adalah fakta yang diolah, fenomenalisme sesuatu yang berkaitan dengan fenomena-fenomena (kant), dan intuisionisme.
    Jadi, matematika jika ditinjau dari aspek epistemologi, matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif.

    ReplyDelete
  18. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dengan konsep-konsep yang kongkrit, kontektual, dan terukur matematika dapat memberikan jawaban secara akurat. Perkembangan struktur mental seseorang bergantung pada pengetahuan yang diperoleh siswa melalui proses asimilasi dan akomodasi. Penalaran matematika adalah penalaran induktif dan deduktif . Berpikir induktif diartikan sebagai berpikir dari hal-hal khusus menuju umum, berpikir deduktif diartikan sbagai berpikir dari hal khusus menuju umum.

    ReplyDelete
  19. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Sebelum mempelajari matematika lebih dalam, maka pada bagian permulaaan ada baiknya untuk mengetahui tentang tiga hal yang paling utama yaitu tentang landasan ontologis pendidikan matematika, dasar epistemologis pendidikan matematika dan pondasi aksiologis pendidikan matematika, atau kombinasi antara epistemologi dan aksiologisnya, Proses membangun ilmu matematika tidak terlepas dari pengalaman sebelumnya, yang kemudian ditransform melalui proses kognitif baik asimilasi atau akomodasi. dalam memahami matematika kemudian dibutuhkan kesiapan berfikir, bernalar. Untuk siswa yang masih dibangku Sekolah Dasar, atau cara belajar matematika seorang anak membutuhkan bimbingan dari guru atau orang dewasa.

    ReplyDelete
  20. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Filsafat pendidikan matematika menurut Paul Ernest (Martin, 2009: 79) mencakup tiga hal, yaitu: Tujuan dan nilai pendidikan matematika, teori belajar, teori mengajar.
    Siswa seharusnya mengembangkan kemampuan yang mereka miliki untuk menganalisis masalah matematika. Pendidikan matematika hendaknya dapat menguatkan siswa, hal ini berarti siswa berfikir matematika dalam kehidupan sehari-hari serta mampu menggunakannya sebagai praktik penerapan matematika.
    Jika dilihat dari sudut pandang epistemologi, sistem-sistem pendidikan matematika bersinggungan langsung dengan matematika, dan oleh karena itu epistimologi merupakan determinan utama paham-paham dan praktik-praktik kependidikan. Epistimologi memberikan pengaruh langsung terhadap bidang pendidikan matematika. Asumsi-asumsi epistimologis berkenaan dengan komunikasi pengetahuan dari satu orang ke orang lain juga akan berpengaruh terhadap metodologi pengajaran dan fungsi guru dalam konteks edukatif. Seorang guru harus memahami epistimologinya sebelum mengoperasionalkannya secara efektif. (http://halhal-penting.blogspot.co.id/2015/06/filsafat-pendidikan-matematika-menurut.html)

    ReplyDelete
  21. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Status teori dalam pendidikan matematika adalah sebagai tiang kokoh penyangga kebenaran apa yang disampaikan guru.
    Ontologi matematika adalah pengetahuan di dalam matematika. Epistemologi matematika adalah proses siswa mendapat pengetahuan. Sedangkan aksiologi matematika adalah kegunaan ilmu matematika di dalam kehidupan sehari-hari.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  22. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Menurut hemat saya yang menjadi dasar dari pendidikan matematika sebagai bidang pengetahuan adalah kebutuhan akan keterampilan menghitung atau menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan menghitung . matematika berhubungan langsung dengan disiplin ilmu seperti filsafat, sisiologi, psikologi, dll, hal itu dikarenakan matematika dibangun oleh instuisi yang bersifat pengalaman yang didapat baik dari filsafat maupun kehidupan sosial kita. filsafat sendri memiliki dampak yang luar biasa didalam perkembangan pendidikan matematika , karena dari filsafat kita akan mengetahui apa sebenarnya matematika tersebut karena filsafat bersifat reflektif.

    ReplyDelete
  23. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Tiga hal mengenai fondasi matematika yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Aspek ontologi menyangkut pembahasan kebenaran suatu fakta dalam pendidikan matematika. Seberapa jauh kita ingin tahu, menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental. Aspek epistemologi berkaitan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan matematika, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki serta sumber-sumber pengetahuan yang didapat. Aspek aksiologi menyangkut masalah kegunaan pendidikan tersebut. Nilai apa yang ada jika mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  24. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Paul Ernest menyatakan bahwa dunia pendidikan terbagi berdasarkan ideologi yang mendasarinya. Terdapat setidaknya lima jenis ideologi yaitu:
    1. Industrial Trainer
    2. Technological Pragmatism
    3. Old Humanist
    4. Progressive Educator
    5. Public Educator

    Pandangan mengenai pembelajaran juga sangat terkait dengan pandangan mengenai ilmu yang dipelajari dalam matematika. Pandangan yang paling mencolok dari pemikiran Paul Ernest adalah perbedaan dalam memandang matematika menyebabkan perbedaan dalam membelajarkannya kepada siswa.

    ReplyDelete
  25. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Hal yang paling menarik terkait pandangan Paul Ernest adalah pendapatnya yang menyatakan bahwa belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi. Oleh akrenanya, pendidikan matematika harus membantu perkembangan konstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaksi siwa.
    Penerapan filsafat dalam pemebelajaran matematika dapat membantu guru untuk memahami pentingnya konsep pendidikan matematika, praktik pembelajaran matematika serta memahami bahasa matematika.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id