Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat




Oleh Marsigit

Ass karena pentingnya isi dan pesan dari elegi berjudul Forum Tanya Jawab 53: Dialog Filsafat, maka berikut saya tayangkan kembali dan saya beri judul baru seperti di atas. Selamat membaca, semoga menambah pencerahan baru. Amin


Metafisika Filsafat

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wahai para elegi, berat rasanya aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.

Para elegi:
Wahai orang tua berambut putih, janganlah engkau merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu kepadaku. Berbicara lugaslah kepadaku, jangan sembunyikan identitasmu, dan jangan sembunyikan pula maksudmu.

Orang tua berambut putih:
Sudah saatnya aku menyampaikan bahwa saatnya kita berpisah itu juga sudah dekat. Mengapa? Jika aku terlalu lama dalam elegi maka bukankah engkau itu akan segera menjadi mitos-mitosku. Maka aku juga enggan untuk menyebut sebagai orang tua berambut putih. Aku juga ingin menanggalkan julukanku sebagai orang tua berambut putih. Bukankah jika engkau terlalu lama menyebutku sebagai orang tua berambut putih maka engkau juga akan segera termakan oleh mitos-mitosku. Ketahuilah bahwa orang tua berambut putih itu adalah pikiranku. Sedangkan pikiranku adalah diriku. Sedangkan diriku adalah Marsigit. Setujukah?

Para elegi:
Bagaimana kalau aku katakana bahwa Marsigit adalah pikirannya. Sedangkan pikirannya adalah ilmunya. Sedangkan ilmunya itu adalah orang tua berambut putih.

Marsigit:
Maafkan aku para elegi, bolehkah aku minta tolong kepadamu. Aku mempunyai banyak murid-murid. Apalagi mereka, sedangkan engkau pula akan segera aku tinggalkan. Maka murid-muridku juga akan segera aku tinggalkan. Mengapa aku akan segera meninggalkanmu dan meninggalkan murid-muridku? Itulah suratan takdir. Jika para muridku mengikuti jejakku maka dia melakukan perjalanan maju. Sedangkan jika aku tidak segera meninggalkan muridku maka aku aku akan menghalangi perjalanannya. Aku harus member jalan kepada murid-muridku untuk melenggangkan langkahnya menatap masa depannya.

Mahasiswa:
Maaf pak Marsigit. Saya masih ingin bertanya. Bagaimanakah menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

Marsigit:
Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Sedangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disamping telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa Pendidikan Matematika:
Wahai Pak Marsigit, apakah sebenarnya filsafat pendidikan matematika itu? Dan apa bedanya dengan filsafat matematika? Dan apa pula bedanya dengan matematika?

Marsigit:
Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan.

Mahasiswa Pendidikan Sain:
Maaf P Marsigit, saya ingin bertanya apakah perbedaan Sain, Filsafat Sain dan Filsafat Pendidikan Sain?

Marsigit:
Menurutku, pengertian Sain merentang pada dimensinya. Pada tataran Spiritual, Sain adalah Rakhmat dan Karunia Tuhan. Pada tataran Filsafat atau tataran Normatif, Sain adalah sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu dan pembenaran ilmu. Maka pada tataran Filsafat atau Normatif, Sain adalah Pikiran Para Filsuf; dia meliputi metode berpikir dan pembenarannya. Pada tataran Filsafat maka Sain itu tidak lain tidak bukan adalah Epistemologi itu sendiri. Pada tataran Formal, Sain adalah berbagai macam ilmu pengetahuan yang merupakan ilmu-ilmu bidang atau ilmu-ilmu cabang. Pada tataran Formal, umumnya Sain bersifat positive dengan metode utamanya adalah metode ilmiah. Sedangkan pada tataran Material, maka Sain merupakan teknologi (terapan) yang menghasilkan karya-karya atau produk yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, termasuk kebutuhan melakukan eksplorasi alam semesta. Sedangkan Filsafat Sain berusaha merefleksikan kerja dan karya para ilmuwan (saintis); mengapa dan bagaimana mereka menemukan suatu temuan, menghasilkan suatu produk dan dampak-dampaknya. Filsafat Pendidikan Sain berusaha merefleksikan Pendidikan Sain dalam konteks Ruang danWaktunya. Obyek dari Filsafat Pendidikan Sain adalah semua yang ada dan yang mungkin ada dalam Pendidikan Sain. Jadi obyeknya bisa meliputi Guru Sain, Metode Mengajar sain, Siswa Belajar Sain, Evaluasi Pembelajaran sain, Sumber Belajar Sain, dst.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, tetapi aku tidak pernah menemukan semua ungkapanmu itu dalam buku-buku referensi primer?

Marsigit:
Ungkapan-ungkapanku itu adalah kualitas kedua atau ketiga. Kualitas kedua atau ketiga itu merupakan hasil refleksi. Filsafat adalah refleksi. Jadi hanya dapat diketahui melalui kajian metafisik.

Mahasiswa:
Apa pula yang dimaksud metafisik?

Marsigit:
Metafisik adalah setelah yang fisik. Maksudnya adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Maka dirimu itulah metafisik.

Mahasiswa Pendidikan Matematika:
Lalu apa bedanya matematika dengan filsafat matematika?

Marsigit:
Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Jadi 3+5=8 itu dapat dipandang sebagai hasil penelitian matematika yang sangat sederhana dan terlalu sia-sia untuk mempersoalkan. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8. Mengapa? Karena filsafat itu refleksi. Ketahuilah 3+5=8 itu, bagi filsafat, hanya betul jika kita mengabaikan ruang dan waktu. Tetapai selama kita masih memperhatika ruang dan waktu maka kita bias mempunyai 3 buku, 3 topi, 3 hari, dst…5 pensil, 5 pikiran, 5pertanyaan, dst…Maka kita tidak bisa mengatakan 3pensil +5 topi = 8 topi, misalnya.

Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Mahasiswa Pendidikan Sain
Lalu apa relevansinya mempelajari filsafat dengan Pendidikan Matematika atau Pendidikan sain?

Marsigit:
Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika atau pendidikan sain. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Para pendidik, atau guru atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain, mereka itu ibarat penunmpang KA tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang KA bisa mengetahui semua aspek sudut-sudut gerbong KA dalam perjalanannya. Maka filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain itu ibarat seorang penumpang KA itu keluar dari gerbong KA, kemudian keluar naik helicopter untuk mengikuti dan memonitor laju perjalanan KA itu. Maka orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika atau pendidikan sain..

Mahasiswa:
Aku bingung dengan penjelasanmu itu. Bisakah engkau memberikan gambaran yang lebih jelas?

Marsigit:
Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika? Maka bacalah elegi-elegi itu semua, maka niscaya engkau akan bertambah sensitive terhadap pendidikan matematika. Sensitivitasmu terhadap pendidikan matematika itu merupakan modal dasar bagi dirimu agar mampu merefleksikannya. Hal yang demikian tentu berlaku untuk Filsafat Pendidikan Sain.

Mahasiswa:
Apakah filsafat itu meliputi agama?

Marsigit:
Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatika. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.

Mahasiswa:
Apa yang engkau maksud dengan jebakan filsafat?

Marsigit:
Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika engkau mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. Jika para guru peserta pelatihan, kemudian enggan melaksanakan hasil-hasil pelatihan setelah selesai pelatihan, itu adalah jebakan filsafat. Jika engkau pura-pura disiplin maka itu jebakan filsafat. Maka bacalah lagi elegi jebakan filsafat.

Mahasiswa:
Apa pantangan belajar filsafat?

Marsigit:
Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.

Mahasiswa:
Apa tujuan utama mempelajari filsafat?

Marsigit:
Tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Tidaklah mudah menjadi saksi itu. Jika ada seminar tentang pendidikan matematika, tetapi engkau tidak ikut padahal mestinya engkau bisa ikut, maka engkau telah gagal menjadi saksinya pendidikan matematika. Itu hanyalah satu contoh saja. Jika ada perubahan kurikulum tentang pendidikan matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu padahal engkau mestinya bisa, maka engkau telah kehilangan kesempatanmu menjadi saksi. Jika ada praktek-praktek pembelajaran matematika yang tidak sesuai dengan hakekat matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu maka engkau telah gagal menjadi saksi. Tentu hal yang demikian berlaku untuk Filsafat Pendidikan Sain.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, kenapa engkau melakukan ujian-ujian untuk kuliah Filsafat Ilmu? Padahal aku sangat ketakutan dengan ujian-ujian.

Marsigit:
Ujian itu ada dan jika keberadaannnya tersebar sampai kemana-mana untuk berbagai kurun waktu maka mungkin ujian itu termasuk sunatullah. Maka aku mengadakan ujian itu juga dalam rangka menjalani suratan takdir. Padahal bagiku tidaklah mudah untuk mengujimu, karena akan sangat berat mempertangungjawabkannya.

Mahasiswa:
Kenapa bapak kelihatan berkemas-kemas mau meninggalkanku?

Marsigit:
Aku tidak bisa selamanya bersamamu. Paling tidak itu fisikku, tenagaku, energiku, ruangku dan waktuku. Tetapi ada hal yang tidak dapat dipisahkan antara aku dan engkau, yaitu ilmuku dan ilmumu. Diantara ilmuku dan ilmuku ada yang tetap, ada yang sama, ada yang. Tetapi komunikasi kita tidak hanya tentang hal yang sama. Kita bisa berkomunikasi tentang kontradiksi kita masing-masing dan kebenaran kita masing-masing.

Mahasiwa:
Apa bekalku untuk berjalan sendiri tanpa kehadiranmu?

Marsigit:
Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Bagaimana tentang elegi-elegimu itu?

Marsigit:
Bacalah elegi-elegi itu. Itu adalah karya-karyaku yang semata-mata aku berikan kepadamu. Tetapi bacalah elegi-elegi dengan daya kritismu, karena engkau telah paham bahwa setiap kata itu adalah puncaknya gunung es. Maka sebenar-benar ilmumu adalah penjelasanmu tentang kata-kata itu.

Mahasiswa:
Bagaimana dengan elegiku?

Marsigit:
Buatlah dan gunakan elegi itu sebagai latihan untuk memperbincangkan yang ada dan yang mungkin ada. Tetapi gunakan dia itu sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebenar-benar tantanganmu itu bukanlah elegi, tetapi adalah kemampuanmu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Sedangkan tugasmu adalah bagaimana murid-muridmu juga mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Jika engkau ingin mengetahui dunia, maka tengoklah pikiranmu. Maka dunia matematika itu adalah pikiran siswa. Jadi matematika itu adalah siswa itu sendiri. Motivasi adalah siswa itu sendiri. Apersepsi adalah siswa itu sendiri. Maka berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola tugas-tugasmu. Tugas-tugasmu adalah kekuasaanmu. Maka godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu. Siapakah obyek kekuasaanmu itu. Tidak lain tidak bukan adalah murid-muridmu. Tiadalah daya dan upaya bagi murid-muridmu itu dalam genggaman kekuasaanmu kecuali hanya bersaksi kepada rumput yang bergoyang. Tetapi ingatlah bahwa suara rumput itu suara Tuhan. Maka barang siapa menyalahgunakan kekuasaan, dia itulah tergolong orang-orang yang berbuat dholim. Maka renungkanlah.

Mahasiswa:
Terimakasih pak Marsigit.

Marsigit:
Maafkan jika selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Pakailah yang baik dariku, dan campakkan yang buruk dariku. Semoga kecerdasan pikir dan kecerdasan hati senantiasa menyertaimu. Semoga kita semua selalu mendapat rakhmat dan hidayah dari Allah SWT. Amien.

Selamat berjuang.

67 comments:

  1. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dalam elegi ini, banyak pesan yang disampaikan Prof Marsigit. Masih dalam mengenal lebih dalam apa itu filsafat. Kita harus terus membaca untuk berusaha memahami filsafat, untuk meningkatkan dimensi dan terus berkembang. Karena Filsafat itu dirimu. Filsafat itu refleksi. Filsafat itu olah Pikir. Kita memang tidak dapat memahami semuanya dari sesuatu. Seperti saya saat ini yang telah membaca elegi ini. Saya hanya bisa mengatakan metafisiknya elegi “Metafisik Filsafat” oleh prof. marsigit.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Berfilsafat berarti melakukan olah pikir, tetapi agama itu membutuhkan juga olah hati. Filsafat tidak akan mampu menjelaskan keyakinan kita dalam beragama. Jangan sampai filsafat meusak keyakinan kita, menimbulkan keyakinan kita goyah. Tetapi hendaknya setelah kita berfilsafat, kita mampu menyuburkan keimanan kita.

    ReplyDelete
  3. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Seperti yang disampaikan dalam elegi ini, metafisika merupakan penjelasan pada setiap objek yang ada dan yang mungkin ada. Itulah pentingnya belajar filsafat. Filsafat mengajak untuk mengetahui banyak hal, lebih sopan terhadap ruang dan waktu dan juga meningkatkan sensitivitas sehingga mampu merefleksikan dan mengkritisi segala sesuatu. Setelah belajar filsafat, mahasiswa diharapkan lebih mandiri dan mampu berpikir kritis dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan. Seperti halnya ketika menjadi seorang guru, guru tidak hanya pasif melakasanakan tugasnya, tetapi mampu memberikan masukan dan pengembangan demi memberdayakan murid sehingga dapat meningkatan kualitas pendidikan. Hal itu memuat banyak hal, meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada di dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  4. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Filsafat meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. diriku merupakan filsafat karena diriku ada. dan dalam mempelajari filsafat tidak bisa sepotong-sepotong, harus satu kesatuan yang utuh agar memperoleh gambaran yang lengkap dan gunakanlah filsafat pada ruang dan waktunya

    ReplyDelete
  5. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Metafisika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Dalam filsafat itu sendiri adalah sebuah olah pikir. Berarti kita memikiran tentang hakekat objek di dunia ini. Dalam berfilsafat haruslah berdasarkan agama kita, karena itu merupakan pegangan penting .

    ReplyDelete
  6. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Elegi ini membahas tentang penggambaran mempelajari dan memahami atau alasan adanya belajar filsafat. Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada pada guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst dengan tujuan untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  7. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Menjadi satu kebutuhan yang penting bagi seorang pendidik yaitu mempelajari filsafat. Hal ini perlu dikarenakan tantangan berat sebagai guru adalah untuk mampu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Tugas mulia seorang guru adalah menjadikan siswanya mampu memahami dan mampu menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktu dari matematika yang mereka pelajari. Bagaimana mungkin seorang guru bisa membelajarakan yang ada dan yang mungkin ada jika guru tersebut buta akan filsafat. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Sedangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disamping telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan”.
    Sangat penting untuk menterjemahkan diterjemahkan. Maka menjadi salah satu tujuan dari belajar filsafat adalah mampu menterjemahkan dan diterjemahkan tanpa terjebak oleh jebakan filsafat. Dalam hidup, kita akan selalu terkait ruang dan waktu. Tetaplah ikhlas dalam ruang dan waktu apapun.

    ReplyDelete
  9. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Filsafat merupakan olah pikir kita terhadap suatu hal yang ada dan yang mungkin ada, dan ketika kita berbicara tentang metafisik suatu filsafat maka kita akan membahas segala sesuatu secara lebih sederhana akan tetapi dengan penjelasan yang sederhana tanpa dilandasi dengan pola pikir kritis maka itu bukan pula metafisik, menjelaskan dengan cara mereduksinya bukan pula metafisik, melainkan kita perlu menjelaskan dengan pola pikir kritis kita dengan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang ada dalam diri kita dan dalam pikiran kita sesuai dengan pemahaman yang telah kita pahami dan bagaimana kita berkreatifitas terhadap apa yang kita jelaskan tanpa harus mengikuti semua akan tetapi dengan tujuan yang sama dengan yang semula.

    ReplyDelete
  10. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Saya akan berkomentar menggunakan pandangan Al Farabi. Metafisika menurut pandangan Al Farabi, menyibukkan diri di bidang filsafat bukanlah suatu kegiatan yang hanya dilakukan oleh segelintir orang saja, melainkan merupakan salah satu ciri kemanusiaan kita. Berfilsafat merupakan salah satu kemungkinan yang terbuka bagi setiap orang., seketika ia mampu menerobos lingkaran kebiasaan sehari-hari. Salah satu cabang filsafat adalah metafisika. Kebutuhan manusia akan metafisika merupakan dorongan yang muncul dari hidup manusia yang mempertanyakan hakikat kenyataan. Manusia adalah produk masyarakat tertentu. Ia adalah anak zamannya. Manusia tidak membentuk diri sendiri. Opini-opini pribadi dibentuk oleh masyarakat tempat tinggalnya. Setiap pemikiran selalu mewakili zamannya dan hasil dialektika dengan sejarahnya. Hasilnya terkadang spekulatif dan terkadang pula hasil pengembangan pemikiran yang sudah ada.
    Metafisika, menurut al-Farabi dapat dibagi menjadi tiga bagian utama:
    1. Bagian yang berkenaan dengan eksistensi wujud-wujud, yaitu ontologi.
    2. Bagian yang berkenaan dengan substansi-substansi material, sifat dan bilangannya, serta derajat keunggulannya, yang pada akhirnya memuncak dalam studi tentang “suatu wujud sempurna yang tidak lebih besar daripada yang dapat dibayangkan”, yang merupakan prinsip terakhir dari segala sesuatu yang lainnya mengambil sebagai sumber wujudnya, yaiu teologi.
    3. Bagian yang berkenaan dengan prinsip-prinsip utama demonstrasi yang mendasari ilmu-ilmu khusus.
    Ilmu filosofis tertinggi adalah metafisika (al-ilm al-ilahi) karena materi subyeknya berupa wujud non fisik mutlak yang menduduki peringkat tertinggi dalam hierarki wujud.
    Hierarki wujud menurut al-Farabi adalah sebagai berikut:
    1. Tuhan yang merupakan sebab keberadaan segenap wujud lainnya.
    2. Para Malaikat yang merupakan wujud yang sama sekali immaterial.
    3. Benda-benda langit atau benda-benda angkasa (celestial).
    4. Benda-benda bumi (teresterial).
    Dengan filsafat emanasi al-Farabi mencoba menjelaskan bagaimana yang banyak bisa timbul dari Yang Esa. Tuhan bersifat Maha Esa, tidak berubah, jauh dari materi, Maha Sempurna dan tidak berhajat pada apapun. Kalau demikian hakikat sifat Tuhan bagaimana terjadinya alam materi yang banyak ini dari yang Maha Satu. Emanasi seperti yang disinggung di atas merupakan solusinya bagi al- Farabi. Proses emanasi itu adalah sebagai berikut: Tuhan sebagai akal, berpikir tentang diri-Nya, dan dari pemikiran ini timbul satu wujud lain. Tuhan merupakan wujud pertama dan dengan pemikiran itu timbul wujud kedua, dan juga mempunyai substansi. Ia disebut Akal Pertama (First Intelligent) yang tak bersifat materi.
    Dalam risalahnya yang terkenal dengan klasifikasi ilmu pengetahuan berjudul Ihsha’ al-Ulum, al-Farabi memandang kosmologi sebagai cabang metafisika. Ia juga berpendapat bahwa kosmologi mungkin diturunkan dari prinsip-prinsip sains partikular. Al-Farabi juga berpandangan bahwa penguasaan matematika tidak dapat dikesampingkan dalam upaya memiliki pengetahuan yang tepat mengenai pengetahuan-pengetahuan spiritual. Al-Farabi berkeyakinan bahwa Aristoteles secara kategoris telah menolak keberadaan ide-ide Plato, tetapi ketika Aristoteles tiba pada masalah teologi dan gagasan tentang “sebab pertama” alam semesta, dia menemukan dirinya berhadapan dengan masalah sulit menyangkut bentuk-bentuk Ilahiyah, yang eksistensinya, tak syak lagi mesti diperanggapkan dalam Akal Tertinggi Wujud Pertama. Al-Farabi menjelaskan hal ini dengan teori emanasi. Disini ia menjelaskan munculnya segala sesuatu dengan tidak melalui Kun-Fayakun seperti pemahaman tradisional. Al-Farabi membagi ilmu kepada dua, yaitu konsepsi tasawwur mutlak dan konsep yang disertai keputusan pikiran (judgment-tasdiq).
    Ada tiga hal pokok yang menjadi persoalan metafisika, yaitu:
    1. Segi esensi (zat) dan eksistensi (wujud) sesuatu.
    2. Pokok utama segala yang maujud.
    3. Prinsip utama tentang gerak dasar menurut ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  11. 16701251016
    PEP B S2
    Mmpelajari filsafat dalam segala ilnu adalah perlu, karena fiksafat adalah meliputi yang ada dan mungkin ada. Fiksafat berperab sebagai giude, atau tameng yang meruoakan sebuah refleksi. Refleksi ini adalah sikao memikirkan ulang, semua yang ada dan mungkin ada. Yabg semestinya tidak hanya terpacu dalam fikiran saja, bamun hatu adalah segalanya. Kekuatan hati terkadang mampu melampaui kekuatan fikiran, karena bagi hatinya yabg bersih adalah bersunber dari TuhanNya

    ReplyDelete
  12. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Berfilsafat berarti melakukan olah pikir, terhadap suatu hal yang ada dan yang mungkin ada, dan ketika kita berbicara tentang metafisik suatu filsafat maka kita akan membahas segala sesuatu secara lebih sederhana akan tetapi dengan penjelasan yang sederhana tanpa dilandasi dengan pola pikir kritis maka itu bukan pula metafisik. Dalam berfilsafat haruslah berdasarkan agama kita, karena itu merupakan pegangan penting .

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Metafisika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Dalam filsafat itu sendiri adalah sebuah olah pikir. Berfilsafat merupakan salah satu kemungkinan yang terbuka bagi setiap orang., seketika ia mampu menerobos lingkaran kebiasaan sehari-hari. Salah satu cabang filsafat adalah metafisika. Kebutuhan manusia akan metafisika merupakan dorongan yang muncul dari hidup manusia yang mempertanyakan hakikat kenyataan.

    ReplyDelete
  14. Filsafat adalah refleksi dari kehidupan. Semestinya dengan mempelajari Filsafat, maka akan direfleksikan dalam setiap gerak kehidupan dalam berbagai bidang. Ketika berada pada lingkungan birokrasi, bagaimana Filsafat direfleksikan disana. Bagaimana refleksi Filsafat pada kebijakan pelayanan publik. Demikianhalnya dengan bidang lainnya. Sehingga sangat luaslah implementasi Filsafat dalam berbagai sisi kehidupan.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  15. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatika. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.
    hal ini juga pernah disampaikan dalam perkuliahan saya besama bapak marsigiit saat saya bertanya mengenai hal-hal yang berhubungan dnegan agama, bapak menyampaikan bahwa filsafat adalah ranah pikiran sedangkan agama adalah ranah hati.

    ReplyDelete
  16. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Metafisik merupakan pikiran mengenai yang melampaui dunia inderawi dan tentang dunia itu. dapat diartikan juga sebagai sesuatu dibelakang benda-benda fisik. Filsafat yang merupakan olah pikir dan refleksi diri, maka metafisika filsafat berarti mengungkapkan tentang ada, keberadaan atau eksistensi, sifat dasar (nature) kenyataan atau keberadaan, kemudian bertalian dengan asal mula, perkembangan dan struktur atau susunan alam. Bagaimana kesadaran, bagaimana manusia sebagai makhluk bebas atau tak bebas. Serta keteraturan apa yang ada di alam ini.

    ReplyDelete
  17. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    walaupun ini bukanlah sebuah postinga teakhir, tapi ketika memabca ini rasanya seprti di akhir, karena bersisi bekal untuk berjalan ke masa depan, selain itu sya membaca ini ketika diujung perginya pikiran ku di tingkat ini (semester 7). bekalku adalah sintesis dan refleksi yang telah dilaksanakan selama beberap tahun selama belajar bersama bapak, terima kasih banyak atas segalanya yang telah diberikan bapak selama masa hermentika, tesis dan antitesis, dfatal dan vital, terjemah dan menerjemahkan. terimakasih pak

    ReplyDelete
  18. Membaca, membaca dan terus membaca...itu pesannya, supaya apa yang kita pelajari menjadi lebih berarti dan mampu kita refleksikan dalam kehidupan kita sesuai dengan ruang dan waktunya, dengan demikian dimanapun kita berada kita mampu menyesuaikan diri dengan sopan satun ilmu yang kita miliki.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  19. Teori pendidikan dan ilmu pengetahuan haruslah dibarengi dengan nilai-nilai filsafat yang berintikan iman. Bagaimanapun keadaan jamannya , ketika filosofi dasar manusia berintikan iman, konsep yang menyeimbangkan antara akal dan hati,dan ketika pendidikan bertujuan menciptakan output yang berakhlak mulia,maka 2 hal itu akan dpapat mensejahterakan kehidupan manusia disegala jaman.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  20. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Filsafat merupakan bagian dari ilmu yang dikenal di dunia ini. Filsafat merupakan cabang ilmu yang besar dan jika dipandang dari segi tingkat berpikirnya, maka filsafat adalah ilmu yang menggunakan tingkat berpikir paling tinggi. Semua orang pada dasarnya mamppu mencapai ilmu filsafat ini, namun tergantung bagaimana ia mengeksplor pola pikirnya sehari-hari, baik dengan menambah wawasan dan pengalaman atau hanya dengan diam saja. Semua itu adalah pilihan, yang antara oran yang satu dengan orang lainnya akan berbeda-beda. Adapun ilmu filsafat ini dapat kita pahami melalui beberapa jenis filsafat yang ada begitu banyak alirannya seperti idealisme, materialisme, monisme, dualisme, dll dan sebagainya.

    ReplyDelete
  21. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Salah satu cabang dari filsafat adalah metafisika, yakni cabang filsafat yang menelusuri dan mencari pengetahuan dibalik yang fisik. Sehingga, metafisika memiliki ketajaman yang luar biasa yang bisa digunakan untuk menelusuri hakekat segala sesuatu. Dengan pertanyaan yang kritis dan mendalam metafisika bisa diraih.

    ReplyDelete
  22. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Elegi Ritual Ikhlas 20 mengingatkan kembali tentang bagaimana cara untuk belajar filsafat, kajian filsafat, serta apa yang berguna dari mempelajari filsafat. Filsafat adalah ilmu yang berbicara tentang sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Biasanya yang disebut ada adalah sesuatu yang bersifat fisik, sedangkan disisi lain kita telah dikenalkan dengan metafisik yaitu selain fisik atau sebelum bentuk fisik.
    Sebenarnya saya kurang memahami maksud dan contoh dari metafisik itu sendiri, tetapi dengan membaca elegi-elegi selanjutnya semoga selalu dimudahkan pemahamannya dan juga ditumbuhkan keikhlasannya dalam belajar. Karena sesungguhnya, belajar tanpa keikhlasan belajar adalah siksaan.

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Seseorang yang berilmu, meskipun fisiknya telah meninggalkan kita, namun pikiran dan karyanya akan selalu bersama dengan kita, sehingga mereka akan tetap hidup di dalam hati dan pikiran kita. Mari kita ambil hal-hal yang positif dari seseorang, entah itu ilmunya atau karya-karyanya. Janganlah melihat dari sisi negatifnya, karena tentunya mereka juga adalah manusia. Seorang guru akan selalu dikenang oleh para murid-muridnya akan jasanya dalam mengajarkan ilmu-ilmu yang positif, dimana hal tersebut akan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir sepanjang masa.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Filsafat mencakup segala macam pengetahuan yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu dalam mentafsirka sesuatu secara filsafat harus mempunyai bingkai yang kokoh, apakah bingkai itu? Yakni bingkai agama. Keluasan cakupan yang dimiliki oleh filsafat tersebut sangat memungkinkan kita mentafsirkan sesuatu secara bercabang-cabang, bahkan kita bisa mentafsirka sesuatu itu secara atheis. Oleh karena itu filsafat perlu dibingkai dalam agama (religious) agar mentafsirkannya tetap terarah.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Filsafat adalah diri kita sendiri, filsafat adalah hasil refleksi, dan hanya dapat diketahui dari kajian metafisik. Setelah memperlajari filsafat ini maka akan lebih kritis dalam memandang segala hal dari berbagai aspek. Akan tetapi jangan mempelajari filsafat setengah-setengah, pelajarilah secara menyeluruh. belajarlah dengan ikhlas, sungguh-sungguh sehingga kita dapat terhindar dari jebakan filsafat.

    ReplyDelete
  26. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Seluruh ilmu pengetahuan di dunia ini pada awalnya adalah kajian metafisik. Bedanya adalah ruang dan waktu menemukannya. Ada yang berpuluh tahun lalu, ada yang baru saja ditemukan. Filsafat mengajarkan kita tentang refleksi dan olah pikir. Itu juga adalah landasan berdirinya suatu ilmu pengetahuan. Kita memikirkan yang ada dan yang mungkin ada.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  27. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Manfaat yang kita dapatkan dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Selain itu pula kita akan menjadi sopan santun. Sebenar-benar ilmu adalah sopan santun, sopan santun terhadap apa?. Sopan santun terhadap ruang dan waktu. Sehingga dengan belajar filsafat kita menjadi sadar terhadap ruang dan waktu. Tingkatkanlah dimensi kita sesuai ruang dan watktu dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  28. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Elegi di atas menjelaskan lebih dalam mengenai filsafat, mengenai objek filsafat yang ada dan yang mungkin ada. metafisika merupakan ilmu pengetahuan mengenai sesuatu yang nonfisik baik itu yang ada atau yang mungkin ada. filsafat merupakan refleksi, elegi dibuat salah satu tujuannya adalah supaya para pembaca mampu untuk merefleksikan dirinya, pembaca mampu untuk menerjemahkan hal-hal yang ada di sekitarnya, danjuga untuk menumbuhkan sikap berpikir kritis akan sesuatu.

    ReplyDelete
  29. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Objek filsafat adalah mengenai semua hal yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat adalah olah pikir. Jika olah pikir kita mengembara ke arah agama (spiritual) misalnya menanyakan tentang keeksistensian Tuhan maka hal tersebut lebih ke ranah hati. Berlaku hukum bahwa pikiran kita tidak bisa mengerti semua relung hati kita. Hal-hal semacam itu, cukup diyakini dalam hati.

    ReplyDelete
  30. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berkali-kali dalam perkuliahan filsafat Bapak Marsigit selalu menyampaikan bahwa filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat juga menjelaskan tentang semua dan banyak hal, apakah banyak hal itu akan saling terkait atau berdiri sendiri. Untuk bisa memahami filsafat maka haruslah banyak membaca. Belajar filsafat harus dengan pemikiran yang terbuka.

    ReplyDelete
  31. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tetrtentu menjadi ada. Sebenarnya disiplin filsafat metafisika telah di mulai semenjak zaman Yunani kuno. Mulai dari filosof-filosof alam sampai Aristoteles (284-322 SM). Filsafat mempelajari segala sesuatu yang ada atau bahkan yang mungkin ada. Apa yang ada dan mungkin ada berada didalam pikir manusia. ketika manusia berfikir maka sebenar benarnya ia telah berfilsafat. Proses berfikir manusia mengahasilkan nilai niali yang secara ilmiah dan sistematis dapat dijadikan sebuah logos, yang dimana kogos sendiri adalah bagian dari mitos. kesipulan tersebut terspekulasi atas dasar pemikiran yang diterima oleh khalayak yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

    ReplyDelete
  32. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Filsafat itu sangat luas dan mencakup semua bidang ilmu pengetahuan, sebenar-benarnya filsafatmu adalah apa yang kamu pikirkan dan apa yang kamu jelaskan (metafisik). Diperlukan persiapan ketika belajar filsafat, jangan setengah-setengah dalam mempelajarinya karena akan menimbulkan ketidakpahaman akan makna dari elegi-elegi yang sudah dijelaskan dengan gamblang. Jangan memaksakan orang lain untuk mengikuti filsafatmu, karena setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda

    ReplyDelete
  33. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan."
    Pengertian matematika akan muncul dari pemikiran seseorang berdasarkan dari sudut pandang orang tersebut terhadap matematika.

    ReplyDelete
  34. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat adalah refleksi dan dapat diketahui melalui kajian metafisika. Filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Tugas guru matematika adalah membuat murid-muridku mampu menjelaskan dan mengetahui materi matematika yang dipelajari. Jadi, matematika adalah siswa itu sendiri. Terima kasih.

    ReplyDelete
  35. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Metafisika adalah makna di balik makna. Saya termasuk oramg yang percaya bahwa makna dari segala sesuatu tidaklah bersifat tunggal. Hal ini berbanding terbalik dengan reduksionism yang mengurangi bahkan mengeleminasi sifat lain menjadi hanya satu yakni hasil reduksi itu sendiri.

    Setiap orang secara sadar ataupun tidak sebenarnya sudah terkena metafisika. Seperti halnya makna metafisik yang diuraikan diatas yakni setelah yang fisik. Maksudnya adalah penjelasan kita tentang segala sesuatu. Jadi jika kita sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka kita telah melakukan metafisik. Maka, mataphyisic is you.

    ReplyDelete
  36. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Belajar filsafat dengan Prof. Marsigit adalah belajar filsafat yang paling unik. Filsafat bukanlah menghafal aliran filsafat dan tokoh-tokoh serta pemikirannya. Filsafat adalah olah pikir. Memikirkan apa yang ada dan yang mungkin ada. Belajar filsafat dengan cara demikian akan menjadi bekal bagi kita dalam memahami filsafat yang sebenarnya. Memahami filsafat sebenarnya adalah memahami pemikiran para filsuf, yang itu akan dipermudah dengan olah pikir yang kita latih dengan membaca dan merenungkan elegi-elegi ini.

    ReplyDelete
  37. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "Berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola tugas-tugasmu. Tugas-tugasmu adalah kekuasaanmu. Maka godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu."
    Benar sekali apa yang tertulis dalam elegi ini, bahwa godaan terbesar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaan untuk mewujudkan sesuatu. Jika yang ingin diwujudkan dilatarbelakangi oleh hawa nafsu yang buruk, maka yang akan terjadi adalah kedzaliman atas apa yang kita kuasai.

    ReplyDelete
  38. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Dengan membaca elegi di atas, saya dapat mengetahui bahwa filsafat merupakan suatu olah pikir yang objeknya adalah yang ada dan yang mungkin ada. Maka, kita dan kehidupan sehari-hari kita adalah juga filsafat. Filsafat juga merupakan refleksi. Maka, filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Dalam elegi di atas juga dijelaskan tentang metafisik filsafat. Metafisik filsafat adalah ketika kita berusaha untuk menjelaskan sesuatu, meskipun dengan cara yang sangat sederhana.

    ReplyDelete
  39. Assalamualaikum wr. wb.

    Elegi ritual ikhlas #20 memberikan refleksi mengenai filsafat yang menjelma dalam segala lini kehidupan karena manusia adalah mahluk yang berakal sehingga selalu berpikir untuk kehidupan. Manusia berpikir tak bisa melepaskan diri dari pengalaman hidupnya. Manusia secara genetis memiliki kemampuan untuk menstrukturkan sesuatu dan dengan kemampuan ini mengungkapkan sesuatu yang ada berdasarkan struktur, ruang, dan waktu. Semoga dengan filsafat dapat membuat kita semakin wicaksana dalam berkehidupan bukan sebaliknya membuat kita liar.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  40. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Belajar filsafat itu jangan setengah-setengah. Karena sesuatu yang tidak diselesaikan dengan tuntas, hasilnya akan tidak maksimal pula. Gunakanlah filsafat sesuai dengan ruang dan waktunya, kalau tidak akibatnya akan berbahaya baik bagi diri sendiri ataupun oranglain. Karena belajar filsafat memiliki sebuah tujuan yang penuh makna. Salah satunya adalah filsafat bertujuan menjadi saksi. Apa saja yang terjadi dan hal baru yang terjadi, hendaknya kita bisa menyumbangkan pikiran kita untuk mengomentari ataupun merespon apa yang ada.
    Sangat berguna sekali belajar filsafat, karena dengan belajar filsafat kita kelak akan bisa bermasyarakat dengan baik. Pikiran kita akan berkembang, mandiri, memiliki daya kritis, serta keteguhan hati. Sehingga kita akan bisa menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  41. Bagaimanakah menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari? untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.
    Berfilsafat adalah olah pikir mengada untuk yang ada dan yang mungkin ada. Maka untuk menerapkannya adalah bagaiman kita mampu mengolah pikir apa yang ada dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadikan mitos-mitos menjadi logos-logos dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  42. apa bedanya matematika dengan filsafat matematika?
    2+1 = 3 ini dikatakan matematika bila kita melakukan penelitian atau membuktikan secara matematika bahwa 2+1=3. tetapi filsafat matematika mengapa 2pensil+1bolpoint tidak sama dengan 3pensil

    ReplyDelete
  43. Apa pula yang dimaksud metafisik?
    Metafisika merupakan padanan kata yang berasal dari Bahasa Yunani yakni : μετά (meta) = "setelah atau dibalik", dan φύσικα (phúsika) = "hal-hal di alam"). Metafisika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakikat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta?
    jadi kalau kita berusaha menjawab maka kita sudah melakukan metafisik.

    ReplyDelete
  44. Apakah filsafat itu meliputi agama? Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatiku. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.
    Agama adalah hal yang paling tinggi yang merupakan keyakinan dan sangat berhubungan dengan hati. Agama tidak bisa di pertentangkan karena sudah absolut. Sedangkan filsafat adalah olah pikir untuk mengada yang ada dan yang mungkin ada dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  45. Apa yang engkau maksud dengan jebakan filsafat? Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Sehingga kita harus mampu merasakan dengan hati hal-hal yang berkaitan dengan kepura-puraan maka hal tersebut merupakan jebakan filsafat. Misal pura-pura memperhatikan, pura-pura membuat menyetujuinya, pura-pura... dan sebagainya. Maka berobatlah bila telah melakukan kemunafikan dengan melakukan kepura-puraan. Semoga kita dijauhkan dari jebakan flsafat.. aamiin yarobil'alamiin.

    ReplyDelete
  46. Apa tujuan utama mempelajari filsafat?
    Bagi manusia, berfilsafat itu bererti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya, senetral-netralnya dengan perasaan tanggung jawab, yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya, baik Tuhan, alam, atau pun kebenaran.

    ReplyDelete
  47. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kalimat-kalimat motivasi yang sangat luar biasa tersirat dari elegi-elegi yang ditulis Prof.Marsigit. pikiran ini rasanya melayang layang ketika membaca elegi.

    ReplyDelete
  48. Selanjutnya, kita harus segera turun untuk kembali merefleksikan dan menerapkan nilai-nilai atau pesan yang tersirat dari setiap elegi. Hal metafisik yang kadang tidak kita pahami, dan sering menjadi intuisi bagi kita.

    ReplyDelete
  49. Filfsafat mewakili segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Dengan diriku dan bukan diriku aku bisa membangun duniaku.

    ReplyDelete
  50. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Metafisika merupakan cabang filsafat umum yang meliputi: (1) Metafisika Umum atau Ontologi, dan (2) Metafisika Khusus yang meliputi cabang: (a) Kosmologi, (b) Teologi, dan (c) Antropologi.

    ReplyDelete
  51. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Filsafat sebagai sikap hidup dan pandangan hidup dapat dimiliki seseorang secara alamiah melalui pengalaman hidup bersama di dalam masyarakatnya. Sikap hidup atau pandangan hidup itu dimiliki melalui pengalaman yang relatif tidak disadari secara rasional dan diperoleh tidak dengan cara-cara berfilsafat.

    ReplyDelete
  52. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Filsafat matematika adalah cabang dari filsafat yang mengkaji anggapan-anggapan filsafat, dasar-dasar, dan dampak-dampak matematika. Tujuan dari filsafat matematika adalah untuk memberikan rekaman sifat dan metodologi matematika dan untuk memahami kedudukan matematika di dalam kehidupan manusia. Bidang pengetahuan yang disebut filsafat matematika adalah hasil pemikiran filsafati yang sasarannya ialah matematika itu sendiri. Filsafat dan matematika sudah tidak diragukan lagi bahwa sejak dulu sampai sekarang kedua bidang pengetahuan ini sangat erat hubungannya.

    ReplyDelete
  53. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Filsafat matematika merupakan bidang pengetahuan yang sangat luas. Perincian problem-problem dan ruang lingkup filsafat ilmu dalam penerapannya terhadap filsafat matematika dapat dan perlu diterbitkan sehingga tercipta skema yang lebih sistematis dan memungkinkan pembahasan selanjutnya yang lebih jelas.

    ReplyDelete
  54. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Pendidikan matematika mengacu pada masalah belajar dan mengajar. Terhadap pembelajaran dalam pendidikan matematika, pemikiran filsafat memiliki peran yang sangat penting. Filsafat turut berperan dalam menciptakan suatu pembelajaran matematika yang memungkinkan para siswa untuk membangun logika pikirnya serta membangun pengetahuan matematikanya.

    ReplyDelete
  55. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Dimensi sebagai pendidik dan pengajar pendidikan matematika yang seharusnya. Bagai mana mampu mengantarkan siswa-siswiku untuk bisa meraih ilmu nya sendiri, meraih matematikanya sendiri.Dimensi sebagai manusia yang sudah seharusnya mampu menggapai perubahan. Perubahan menuju lebih baik dan semakin baik. Dimensi keilmuan bahwa ilmu yang senantiasa berkembang maka kita sudah seharusnya mampu mengikuti perkembangan ilmu serta mampu mengembangkan khasanah wawasan keilmuan kita dengan memikirkan yang ada dan yang mungkin ada. Intinya adalah jangan pernah berhenti berkreatifitas dan jangan terlalu dsenang dengan keberhasilan yang telah dicapai. Karena esok adalah misteri maka persiapkanlah. Hari ini sukses belum tentu sukses esok. Maka persiapkanlah sebaik-baiknya. Karena akhir ini adalah awal dari sesuatu yang baru.

    ReplyDelete
  56. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Belajar berpikir untuk mendapatkan ide yang luas dan dapat dipertanggung jawabkan itulah belajar filsafat. Belajar filsafat membuat otak kita memikirkan tentang pendapat orang lain dan pendapat diri kita sendiri tanpa harus dibebani dengan emosi yang menyatakan pendapat mana yang paling benar. Belajar filsafat juga membuat kita menghargai.

    ReplyDelete
  57. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Saya menganggap diri saya masihlah tong kosong dalam mempelajari filsafat. Namun satu hal yang pasti ketuka saya membaca dan mengomnetari postingan dalam blog ini, seolah pikiran saya semakin terbuka, tapi entahlah, seperti ada sensasi yang beum bisa saya definisikan dengan kata-kata, namun saya sangat yakin saya bisa lebih baik dalam menjalani dan memaknai hidup. Meskipun secara teori saya belum sepenuhnya paham, namun saya hanya berusaha menggali makna dari tiap postingan yang ada.

    ReplyDelete
  58. Pentingnya metafisika bagi pembahasan filsafat komunikasi, dikutip pendapat Jujun S Suriasumantri dalam bukunya “Filsafat Ilmu” mengatakan bahwa metafisika merupakan suatu kajian tentang hakikat keberadaan zat, hakikat pikiran, dan hakikat kaitan zat dengan pikiran.


    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  59. Metafisika mampu memberikan kekuatan yang terletak pada kekuatan mental, akal pikiran, hati, jiwa serta semua fisik tubuh manusia, yang mana jika manusia bisa membangkitkan kinerja semua unsur tubuh mereka, maka mereka memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  60. Metaphysics is the philosophical study whose objek is to determine the meaning, structure and principles of whater is insofar as it is. Although this study is popularly conceived as referring to anything excessively subtle and highly theoretical and although it has been subjected to many criticisms

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  61. Sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu. Objek formal filsafat yaitu pandangan yang menyeluruh secara umum , sehingga dapat mencapai hakikat dari objek materialnya. Objek formal membahas objek material itu sampai ke hakikat atau esensi yang dihadapi manusia.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  62. Manusia memberikan pendapat mengenai tafsiran metafisika. Tafsiran yang pertama yang dikemukakan oleh manusia terhadap alam ini adalah bahwa terdapat hal-hal gaib (supranatural) dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  63. Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api.

    jika manusia telat memesan tiket, maka kereta sudah berangkat.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  64. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam elegi ini menceritakan bagaimana memahami filsafat dalam bidang matematika. Makna filsafat sebagai olah pikir, diterangkan juga adanya jebakan filsafat. Adapun ada juga fungsi filsafat sebagai refleksi. Dalam bidang matematika, refleksi meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat. Dari masing-masing tersebut memiliki penjabaran tersendiri dari sudut pandang filsafat.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  65. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Metafisika merupakan cabang filsafat dalam mempelajari terjadinya segala sesuatu dan menjelaskan bahwa ada hokum sebab akibat sehingga sesuatu menjadi ada. Metafisika meliputi yang ada dan yang mungkin ada, yang kasat mata dan yang tidak kasat mata. Dengan demikian, mempelajari sesuatu haruslah secara holistic dan menyeluruh,tentang terjadinya suatu peristiwa pasti ada sebab dan akibatnya…

    ReplyDelete
  66. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Filsafat mengarahkin kita untuk lebih sopan terhadap ruang dan waktu dan juga meningkatkan sensitivitas sehingga mampu merefleksikan dan mengkritisi segala sesuatu. Melalui belajar filsafat kita diharapkan lebih mandiri dan mampu berpikir kritis dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  67. Salah satu poin penting yang dapat saya ambil dari tulisan ini ialah manfaat yang diperoleh dari belajar filsafat, yaitu kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id