Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh




Oleh Marsigit

Hingga selesai menulis Elegi Memandang Wajah Rasulullah dan juga setelah selesai pula membaca komen-komen dari pembaca semuanya, keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti karena ingin menghormati lengangnya hati. Tetapi paralogismeku mengatakan bahwa bukanlah hanya sekali saja keinginanku memandang. Seperti doa dan pikiranku yang seharusnya secara kontinu mengalir lantunkan sepanjang ruang dan waktu. Maka memandang Wajahmu ya Rasulullah adalah ijtihatku secara terus menerus kontinu dalam ruang dan waktuku. Janganlah aku hanya merasa pernah atau akan, tetapi berilah aku telah, sedang dan terus memandang Wajahmu ya Rasulullah baik ketika aku masih hidup maupun setelah matiku. 


Aku menemukan bahwa untuk itu maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu. Tetapi aku menyadari pula bahwa terkadang mata hatiku juga mengalami kesulitan memandangmu ya Rasulullah. Maka ruang beruang, waktu berwaktu, pandang memandang, ilmu berilmu, safaat bersafaat, karunia berkarunia, guru berguru, cahaya bercahaya dan sinar bersinar. Ternyata aku menemukan bahwa tidaklah mungkin aku mampu memandang sinar Wajahmu dengan mata hatiku jika mata hatiku itu juga belum bersinar. Maka hanya dengan sinar mata hatiku pulalah aku mampu memandang sinar wajahmu ya Rasulullah. Ternyata aku kemudian menemukan bahwa sinar wajahmu itu adalah Ruh Muhammad itu sendiri. Subhanallah. Setelah engkau sinari diriku dengan sinar wajahmu, ternyata aku menemukan bahwa sebenar-benar sinar mata hatiku itu ternyata adalah ruhku sendiri. Tiadalah penciptaan segala sesuatu itu tidak terkait dengan Ruh Muhammad. Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Jadikanlah ruhku ikut berkumpul dan mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan mengagungkannya dalam dimensi ruang dan waktumu; kemudian pada saat itu ijinkanlah ruhku itu untuk memandang dan mematuhi ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam. Amin. Ya Allah ya Robb, itulah mengapa keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti. Karena aku menemukan bahwa ternyata ruhku lah yang sedang bicara. Amin.
..

50 comments:

  1. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Untuk dapat memandang dan merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita maka sesungguhnya kita harus memiliki hati yang suci dan bersih karena kehadiran Tuhan hanya bisa dirasakan di dalam hati sehingga kita harus mempererat hubungan dengan Tuhan agar kita dapat merasakan kehadiranNya karena sejatinya manusia itu hanyalah Tuhan yang tahu maka sebaik-baiknya kita menggapai diri hanyalah dengan hidup mendekat padaNYa.

    ReplyDelete
  2. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Ruh adalah bagian yang menghidupkan jasad manusia, ruh itu ada tetapi kita tidak dapat melihatnya dengan mata. Ruh merupakan sesuatu yang murni dan bersinar. Hal itu menunjukkan bahwa ruh itu bersih. Ruh Muhammad begitu bersinar dan tidak semua orang mampu melihatnya. Seperti halnya menggapai jati diri, untuk menemukan ruh dan menyadari apa yang benar-benar diinginkan dari diri diperlukan merenung. Kita harus memahami ruh kita sendiri dan membiarkan ruh kita muncul agar dapat bersinar pula. Merenung dengan membuka hati dan pikiran agar bersinergi dalam memunculkan hal-hal yang dicari. Sebagai seorang Muslim, seringkali ada keinginan untuk bertemu dengan Rasulullah SAW saat waktu yang tepat serta dapat menjadi penghuni syurga. Dengan merenung, berdzikir, dan berdoa, diharapkan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan berharap Allah selalu memberikan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  3. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Ruh adalah jiwa. Menemukan ruh maksunya sebagai menemukan jiwa yang murni. Jiwa yang murni yang sudah ada semenjak dari kandungan. Manusia dalam prosesnya memiliki kebaikan dan keburukan yang membentuk ketidaksempurnaan itu. Manusia memiliki sisi negatif dan positif dalam proses belajar. Belajar untuk mendapatkan jiwa yang murni, tentunya tidak mudah. Karena isi dari kehidupan ini adalah ketidaksempurnaan. Manusia memiliki maknanya sendiri dalam membentuk kembali jiwa yang murni dan berharap akan mendapatkan jiwa yang murni kembali ketika kita berhenti bernafas dan waktu kita telah habis.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Allah memberikan raga ini ruh. Ruh adalah bagian dari manusia yang tak kasatmata. yang tak terlihat tapi dapat kita rasakan. Manusia tanpa ruh, mungkin hampir sama dengan manusia tanpa jiwa. cuma fisik atau tubuh yang bergerak entah dengan alasan apa karena ruhnya tidak ada. Ada saatnya dimana raga manusia akan kehilangannya ruhnya. Saat itu manusia tidak lagi hidup di dunia melainkan hidup di akherat.

    ReplyDelete
  5. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Allah menciptakan manusia dalam bentuk jasmaniah dan ruhaniah. Ada saatnya jasmani kita tak berdaya, namun ruhaniah kita tetap ada, ada saatnya jasmani kita mati, namun ruhaniah kita tetap ada. Tetapi Allah ciptakan ruh dalam hal yang tak nampak langsung dengan kasatmata manusia. Sampai akhirnya di kumpulkan untuk dihisab amal ibadah, kita akan tetap ada, namun bukan dalam bentuk jasmani melainkan dalam bentuk ruh. Ruh lah yang akan bersaksi atas amalan-amalan yang kita lakukan di dunia.

    ReplyDelete
  6. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Setiap orang-orang yang beriman tentu merindukan Rasulullah dan menginginkan untuk dapat memandang wajahnya. Memandang Rasulullah bukanlah dengan mata, namun dengan mata hati. Hati yang dimaksud ialah hati yang bersih, bersih dari penyakit hati dan hati ikhlas yang hanya mengharapkan ridha Allah semata. Semoga kelak kita dapat berkumpul dengan Rasulullah di surga Allah. Aamiin...

    ReplyDelete
  7. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016.

    Orang-orang yang benar-benar cinta kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, sekalipun mata kepalanya tidak dapat melihat sifat fisik Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam secara nyata waktu di dunia, namun sifat-sifat, tuntunan dan ajaran beliau selalu hadir dalam pandangan mata hatinya; maka Allah akan mengumpulkan orang tersebut bersama orang yang dicintainya, aamiin

    ReplyDelete
  8. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    We have two different types of eyes, the usual eyes as sensory organs and the eyes of our hearts but it is difficult to use our hearts' eyes because maybe something is missing which is to be close to God. our hearts are not clear yet to view, we use our direct thinking which is full of mitos. the only way to have shining heart eyes is to pray.

    ReplyDelete
  9. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2
    Ruh adalah jiwa yang ditiupkan ke jasad yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Ruh Muhammad begitu bersinar dan tidak semua orang mampu melihatnya. Maka bershalawatlah sebanyak-banyaknya, semoga kelak di akhirat kita dipertemukan dengan rasulNya.

    ReplyDelete
  10. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Ada banyak yang tidak dapat dilihat oleh mata, namun mata hati kita mampu melihatnya. Hati merupakan segumpal daging yang apabila rusak, maka rusaklah seluruh bagian tubuh itu.
    Untuk melihat bagian-bagian yang tak mampu dilihat oleh mata biasa, seperti yang dipaparkan dalam elegi di atas yakni keinginan memandng wajah Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam kelak, maka kita perlu kembali memeriksa hati kita. Hanya hati bersihlah yang mampu menjadikan jiwa bersih. Dan ruh yang menghidupka jiwa kita. Kuncinya, perbaiki hati kita agar kelak kita termasuk orang yang beruntung.

    ReplyDelete
  11. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    untuk menemukan Ruh kita tidak perlu mencarinya dimana-mana karena Ruh itu melekat pada jasad kita,karena sesungguhnya ruh kita ada pada diri kita sendiri dan hanya ALLAH SWT lah yang dapat mengambilnya ketika telah tiba saatnya kita meninggalkan dunia yang fana ini, dengan demikian terpisahlah antara jasad dan ruh kita. sedangkan Ayah dari segala ruh yang ada di dunia ini baik yang dulu, sekarang maupun yang akan datang adalah Rasulullah SAW.

    ReplyDelete
  12. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Urafa’ mempunyai banyak kata untuk ruh manusia; kadang mereka menyebutnya nafs (jiwa), kadang qalb (hati), kadang ruh (roh) dan kadang sirr (misteri). Ketika roh manusia didominasi dan dikendalikan oleh hasrat dan nafsu, mereka menyebutnya nafs. Ketika roh sampai pada tahap menuju pengetahuan Ilahi, ia disebut qalb. Ketika cahaya cinta Ilahi menyingsing di dalamnya, mereka menyebutnya ruh. Kemudian, ketika roh sampai pada tahap syuhud, mereka menyebutnya sirr. Tentu saja, urafa’ percaya terhadap tingkat-tingkat di atasnya yang mereka sebut khafi (yang tersembunyi) dan akhfa (yang paling tersembunyi).

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Tuhan hanya bisa dirasakan di dalam hati sehingga kita harus mempererat hubungan dengan Tuhan agar kita dapat merasakan kehadiranNya karena sejatinya manusia itu hanyalah Tuhan yang tahu maka sebaik-baiknya kita menggapai diri hanyalah dengan hidup mendekat padaNYa.Allah memberikan raga ini ruh. Ruh adalah bagian dari manusia yang tak kasatmata. yang tak terlihat tapi dapat kita rasakan. Manusia tanpa ruh, mungkin hampir sama dengan manusia tanpa jiwa.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dunia adalah bayangan dari pikiran kita. Segala tingkah laku kita di dunia akan menunjukan identitas diri kita, ketika melakukan itu maka bisa saja dunia bertindak hal yang sama kepada kita. Sekali lagi kesombongan itu tidak akan ada artinya karena manusia adalah ketidaksempurnaan dalam kesempurnaan. Kita haru senantiasa ikhlas hati melakukan segala sesuatu. untuk mengetahui diri kita maka kita perlu melihat kembali apa yang kita pikirkan, sudah seberapa baik pikiran kita karena sesungguhnya apa yang kita pikirkan itulah gambaran dari dunia kita

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Untuk dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita harus lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Instens dalam berdoa dan berusaha untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena hanya dengan berbuat demikian, kita akan merasakan bahwa Tuhan semakin dekat dengan kita. Jangan mendahulukan Tuhan, kita hanya bisa berencana. Sisanya biarlah Tuhan yang bekerja dengan ruhnya agar kita benar-benar sadar bahwa kita bukanlah apa-apa.

    ReplyDelete
  16. 16701251016
    PEP B S2
    Konsep percaya pada Tuhan, adalah meyakini dalam hati, yang di ucapkan dengan 2 kalimat syahadat, dan nengimplementasikan seluruhnya yang menjadi ajaran, petunjuk, dan perintah, serta berusaha menjauhi larangan. Prinsip ketauhidan adalah demikin. Terlepas dari itu, mengakui salah seorang rasul (Muhammad) adalah point penting yabg tidak terlepas dari konteks itu senua. Karena beliaulah sang revolusioner sejati, yang berhasil menghantarkan firman untuk seluruh alam jagat, merubah dari zaman jahililah menuju jaman terang benderang seperti saat ini.
    Bertemu wajah Rasul dalam konteks elegi ini adalah bukan makna yang sebenarnya. Karena kita hidup dijaman yang berbeda, dan terbentang jarak waktunya. Melihat dari itu, mungkin bisa saya menelaah bahwa bertemu, dan memandang wajah rasuk adalah kelak di akhirat nanti, atau dengan jata lain kita harus termasuk golongan yang didampungkan dengan rasuk oleh Allah. Oleh karena itu hidup tak hanya sekedar hidup, maka hidup harus bermanfaat, hidup harus berorientasi kepada seluruh pedoman hidup (al quran dan al hadist)

    ReplyDelete
  17. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Mata kita sangatlah terbatas. Kita hanya bisa melihat dari sisi lingkungan sekitar kita saja. Bahkan dibalik tembok pun kita tak bisa melihat siapa yang berdiri disana. Mata hatilah yang mampu memandang secara luas. Seseorang yang membaca Al-Quran dengan menangis, menangis dengan banyak alasan bahwa karena mata hati kitalah yang terbuka. Sehingga sebenar-benar sinar mata hati kita itu ternyata adalah ruh kita sendiri.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    memandang wajah Rasul sangat tidak mungkin kita lakukan, memikirkannya saja kadang tidak bisa kita lakukan.memandang wajah rasul berarti mengenali ruhnya dan merasakan apa yang ia berikan kepada kita. trnyata sebenar-benar diri kita adalah ruh kita sendiri. sehingga dengan mengenal ruh rasul kita mnegenal hati rasul yang mulia.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    untuk bertemu dengan rasulullah kelak kit a haru sselalu mengikti sunnah-sunnahnya. dengan mengikuti sunnahnya menujukka bhawa kita itu mencinta rasululah, dengan mencinta rasullah itu menjukkan kita itu mencinta allah.
    sehingga dalam mencintainya tidak sekedar ucapan yang keluar dari mulut saja, tapi sinergi pikiran dan tindakan untuk menjadlankan sunnahnya lah, semoga kitas meua diberikan kekuatan untk selalu istiqamah dalam melasanakan sstiap sunnah-sunnahnya.amin

    ReplyDelete
  20. Tidak mudah memahami elegi ini. Bila memasuki ilmu Tasawuf tentang Ruh, maka telah sampai pada Maqam tertentu. Semoga bisa mencapai tahapan ini..ketika kualitas hati sudah mampu mencerna kedalaman makna "Ruh"...

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sesungguhnya ruh rasulullah telah tercipta terlebih dahulu sebelum nabi adam diciptakan, hal itu berkisah ketika nabi adam a.s hendak memasuki pintu surga maka kemudian ia melihat nur muhammad terpampang di pintu surga, maka kemudian nabi adam meminta agar Allah memperlihatkan wajah rasullah. Maka Allah mengabulkan permintaan nabi adam kemudian nabi adam mampu melihat wajah rasulullah melalui kuku jempol tangannya. Begitulah kira-kira kisahnya

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Salam dan Salawat terlantunkan kehadiratmu Ya Rasulullah. Limpahkanlah syafaatmu ya rasulullah di akhirat kelak nantinya. Biarkanlah kami mengenalimu ya Rasulullah, biarkanlah kami mengenali wajahmu ya Rasulullah, sehingga nantinya kami dapat mendatangimu untuk memohon syafaat kepadamu ya Rasulullah. Allahumma sholli wasallim alaik. ya nabi salam alaik, solawatullah alaik.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Ruh adalah jiwa manusia. Ruh terletak pad badan manusia. Ketika kita sudah meninggal maka ruh akan keluar dari badan kita. Ruh adalah jiwa murni dari diri kita. Ruh nabi Muhammad SAW adalah ruh yang sangat suci, ruh beliau sangat bersinar terang. Setiap umat muslim sangat berkeinginan untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Hal itu tidak bisa terjadi dengan mudah. Akan tetapi kita harus senantiasa berbuat baik, berdoa, berdzikir dan beribadah yang utamanya dengan niatan ikhlas.

    ReplyDelete
  24. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Rasulullah adalah kekasih Allah SWT. Beliaulah suri tauladan kita, umat manusia. Sudah sepantasnya sebagai umat yang bertaqwa dan beriman untuk selalu merindukan pertemuannya dengan kekasih Allah, Rasulullah. Namun tentulah bukan dalam keadaan yang belum bersih hatinya, karena sifat Rasulullah yang bersih dan bercahaya.

    ReplyDelete
  25. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Jadi kita juga harus selalu berusaha untuk mencoba mendekati sifatnya yaitu bersih dan bercahaya, sebelum mencoba bertemu dengan Rasulullah. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung, yang dipertemukan di Syurga-Nya Allah. aamiin

    ReplyDelete
  26. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Kita semua pasti ingin bertemu dengan Rasulullah SAW, memandangnya. agar dapat memandang beliau tentu diri kita, hati kita juga haruslah baik terlebih dahulu. Untuk itu kita harus memantaskan diri, memperbaiki kualitas pribadi kita, selalu meningkatkan kualitas ibadah kita. Semoga kelak kita termasuk orang yang beruntung.

    ReplyDelete
  27. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Berharap bisa bertemu dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melalui mimpi. Kalaupun tidak bertemu di dalam mimpi, semoga saya dan keluarga saya bisa bersama beliau di surga-Nya bersama beliau. Aamiin.

    ReplyDelete
  28. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Muhammad adalah utusan Allah. Penyebar agama Allah. Yang membimbing manusia menuju kebaikan. Insan yang utama. Tidak cukup rasanya setiap aliran darah mengutarakan kerinduan pada Rasulullah. Yang dapat dilakukan hanyalah rindu bertemu beliau. Adalah suatu kebahagiaan tidak terhingga jika bisa melihat wajahnya. Semoga kita diberi kesempatan untuk bersua dengan Beliau. Amin.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  29. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Bertemu dengan Rasulullah SAW merupakan hal yang sangat diimpikan umat muslim. Insya Allah kita bisa bertemu dengan Rasulullah SAW pada hari kiamat nanti dengan meneladani sikapnya dan mengamalkan amalan-amalan. Satu diantara amalan untuk itu adalah dengan bershalawat kepadanya. Sebagimana dalam Hadist “Sesungguhnya orang yang paling terdekat (utama) kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku,” (HR. Imam Tumrudzi)

    ReplyDelete
  30. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Tiadalah kita dapat memandang Rasulullah dengan mata kita. Setiap umat Rasulullah pasti menginginkan untuk bertemu dan memandang Rasulullah. Manusia dapat melihat Rasulullah adalah melalui ruh. Ruh bagaimana yang dapat bertemu dan memandang Rasulullah? Ruh yang bersih, bersih dari segala keburukan, ruh yang bersinar, ruh yang hanya selalu mengharap ridho Allah dalam setiap perbuatannya.

    ReplyDelete
  31. Ruh adalah jiwa yang menghidupkan jasad manusia. Banyak hal yang tidak kasat mata dan hanya dapat dilihat memalui mata hati kita, seperti halnya iman yang merupakan kepercayaan hati yang diwujudkan dalam tindakan berupa ibadah, hanya hati kita yang mampu mengetahui iman itu. Iman kepada Allah serta iman kepada Rosulullah adalah wajib bagi setiap mukmin, karena tidak ada penciptaan manusia yang tidak terkait dengan pencitaan Nabi Muhammad SAW. Ruh kita ada karena adanya ruh Nabi Muhammad SAW, maka hiduplah dengan hanya berpedoman pada Al-Qur'an dan hadits sebagai aturan Allah dan tuntunan Rosulullah agar kita selamat dunia dan akhirat serta selalu mohon ampunlah kepada Allah dan mengharap syafaat Nabi Muhammad SAW di hari akhir nanti sepenuh hati.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  32. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Ruh adalah otoritas penuh Allah. Kita hanya diberikan sedikit pengetahuan tentagnya. Ruh yang mulia adalah ruh nabi Muhammad yang selalu mendapatkan shalawat dari para umatnya. Apabila kita banyak bershalawat kepada nabi Muhammad, semoga saja atas izin Allah kelak kita akan mendapatkan syafaat Rasulullah di hari akhir. Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang dekat pikiran dan hatinya terhadap nabi Muhammad dan selalu bershalawat kepadanya, serta dapat meneladani segala tindak tanduknya dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  33. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Ruh manusia di muka bumi ini berasal dari ruhnya Rasulullah, kekasih Allah. Manusia ditiupkan ruh ketika berusia 4 bulan dalam kandungan, dimana ruh itu suci, bersih dan taat kepada Allah. Cinta kepada Rasulullah akan menuntun kita ingin berjumpa dengan ruhnya, dengan berijtihad mengikuti perintah Allah dan selalu ajaran Rasul, sehingga kita bisa menjadi para pengikutnya yang istiqomah.

    ReplyDelete
  34. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    1671251022
    S2 PEP B 2016

    Kita sebagai manusia biasa tidak akab bisa memandang Tuhan dengan kasat mata. Manusia bisa merasakan kehadiranNya melalui doa-doa yang sungguh-sungguh murni dari dalam hati. Kita sebagai manusia biasa saat ini juga tidak bisa memandang atau membayangkan wajah kekasih Allah yaitu Rasulullah. Hanya dengan menggunakan sinar mata hati manusia mampu memandang sinar wajah Rasulullah.

    ReplyDelete
  35. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Al Qur'an telah membahas tentang hakekat asal-usul manusia yang di awali dari proses kejadian manusia yaitu dari segumpal darah (QS. 96:1-5), dan setelah melewati beberapa tahapan dan sempurna kejadiannya, dihembuskan-Nyalah kepadanya ruh ciptaan Tuhan (QS. 38:71-72).1

    Dari ayat-ayat di atas menjadi jelas bahwa hakekat manusia terdiri dari dua unsur pokok yakni, gumpalan tanah (materi/badan) dan hembusan ruh (immateri). Di mana antara satu dengan satunya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan agar dapat di sebut manusia. Dalam perspektif sistem nafs, ruh menjadi faktor penting bagi aktivitas nafs manusia ketika hidup di muka bumi ini, sebab tanpa ruh, manusia sebagai totalitas tidak dapat lagi berpikir dan merasa
    Ruh adalah zat murni yang tinggi, hidup dan hakekatnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan pancaindra, sedangkan ruh menelusup ke dalam tubuh sebagaimana menyelusupnya air ke dalam bunga, tidal larut dan tidak terpecah-pecah. Ruh Nabi Muhammad yang sangat baik dapat dijadikan sebagai pedoman menjalani kehidupan ini, sebagai petunjuk menemukan jalam yang gelap ini.

    ReplyDelete
  36. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    "Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh",Ruh Muhammad adalah ayah para ruh. Kita ingin bertemu dengan Rasulullah, baik sewaktu kita hidup atau setelah meninggal. Anugerah bagi kita jika bertemu dengan Rasulullah. Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hamba-hambaMu yang taat terhadap perintahmu dan menjauhi dari laranganmu, serta jadikan kami sebagai umat Muhammad yang mendapat syafa'at di hari akhir, dan bisa berkumpul dengan rasulullah di surga. Amin. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Amiiin ya Robbal'alamiiiin...

      Delete
  37. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Sungguh akal ini tak mampu mencapai bagaimana ke"RUH"an itu sendiri. Hamba masih berusaha mencapai sinar dari hamba sendiri untuk melihat kedalam Ruh Nabi Besar Muhammad SAW, sang Rasulullah. Membayangkanpun bagaimana Rasulullah, hamba juga masih belum mampu. Hanya ikhtiar dalam beribadah dengan ikhlas untuk bisa bersama Rasulullah dan menjadi umatnya nanti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meskipun hamba belum pernah berjumpa dan hanya mengetahui kisah-kisahnya melalui firman Allah SWT melalui Al-quran dan Al-hadits. Semoga kita sebagai seorang muslim bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW. Aamiin.

      Yurizka Melia Sari
      16701261003
      PPs PEP A 2016

      Delete
  38. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan Umat Islam, hamba terkasih Allah, Nabi Muhammad Saw. Semoga kita senantiasa bisa meneladani akhlak beliau, sebagaimana tujuan beliau diutus ke muka bumu ini; yaitu untuk memperbaiki akhlak manusia. Semoga dengan shalawat yang kita lantunkan, kita akan mendapatkan syafaatnya pada hari Kiamat nanti, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. LINA
      16701261022
      PEP-A/2016

      Kerinduan Pak Marsigit untuk memandang wajah Rasulullah dengan kerinduan yang amat, menunjukkan sisi sufisme beliau. Inilah hakikat ilmu yang dimiliki oleh seseorang. Ilmu yang hakiki adalah yang dapat mengantarkan seseorang yang memilikinya untuk manmbahkan ketakwaan kepada yang Maha Kuasa.

      Delete
    2. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Amiiiin ya Robbal'alamiiiin..

      Delete
  39. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Roh atau jiwa manusia selalu ingin bergerak maju ke pengetahuan pada tingkat yang lebih tinggi yang berpusat di kecerdasan (intellect) dan yang kegiatannya adalah mengatur data yang diinderai yang tersebar dalam ruang dan waktu. elegi menggapai ruh ini menjelaskan bagaimana Ruh Muhammad adalah ayah para ruh. rasa dan keinginan kita untuk dengan Rasulullah, baik sewaktu kita hidup atau setelah meninggal. Anugerah safaat bagi kita jika bertemu dengan Rasulullah. dan darinya lah Ruh Nabi Muhammad yang sangat baik dapat dijadikan sebagai pedoman menjalani kehidupan ini, sebagai petunjuk menemukan jalam yang gelap ini.dan selalu menjadi teladan dalam keseharian kita.

    ReplyDelete
  40. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Aku menemukan bahwa untuk itu maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu. Tetapi aku menyadari pula bahwa terkadang mata hatiku juga mengalami kesulitan memandangmu ya Rasulullah.”
    Memandang wajah Rasulullah adalah impian bagi seluruh umat muslim. Saat ini yang dapat kami lakukan adalah bersholawat untuk dapat dipertemukan oleh Allah SWT dengan Rasullah kelak. Dan yang dapat kami lakukan adalah berupaya untuk meneladani ucapan maupun perbuatan yang menjadi amalan-amalan Rasulullah. Semoga kia bisa menjadi golongan orang-orang yang dapat bertemu Rasulullah di hari akhir kelak, amiiiiiiiiiiiiin.

    ReplyDelete
  41. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Rasulullah adalah habiballah. Bahwa sebaik-baik manusia ada pada diri Rasulullah. Beliaulah yang mengajarkan dan menyebarkan dkwah rahmatan lil 'alamin. Semakin kita cinta kepada Rasulullah maka semakin dekatlah kita kepada Allah. Semakin kita cinta kepada Raslullah semakin dekatlah kita kepada beliau. Tidaklah mampu kita berpikir danmembayangkan Rasulullah saat ini karena belaiu membenci umatnya yang mengkultuskan dirinya karena beliau menganggap dirinyahanyalah manusia biasa, namun cintanya kepada umatnya masihlah dirasakan sampai sekarang. Sebaik-baik pecinta adalah yang mengikuti dan selalu rindu dengan yang dicintai. Maka mearilah kta meneladani, mengikuti, merindukan syafaat beliau agar suatu saat nanti kita benar-benar bisa bertemu dan bersanding didekatnya di akhirat kelak. Aamiin

    ReplyDelete
  42. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Pada proses penciptaan anak Adam pun juga demikian, proses bersatunya ruh ke dalam badan melalui tahapan. Ketika sperma berhasil bersatu dengan ovum dalam rahim seorang ibu, maka terjadilah zygot (sel calon janin yang diploid ). Ketika itulah Allah meniupkan sebagian ruhnya (QS : 23 : 9), yaitu ruh al-hayat. Pada tahapan selanjutnya Allah menambahkan ruhnya, yaitu ruh al-hayawan, maka jadilah ia potensi untuk bergerak dan berkembang, serta tumbuh yang memang sudah ada bersama dengan masuknya ruh al-hayat.

    ReplyDelete
  43. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Menurut Al Ghazall, di dalam jantung itulah memancarnya ruh manusia itu. Lathifah inilah hakikatnya manusia. Ialah yang mengetahui, dia yang bertanggung jawab, dia yang akan disiksa dan diberi pahala. Lathifah ini pula yang dimaksudkan sabda Nabi "Sesungguhnya Allah tidak akan memandang rupa dan hartamu, tetapi ia memandang hatimu".

    ReplyDelete
  44. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Al Qur'an telah membahas tentang hakekat asal-usul manusia yang di awali dari proses kejadian manusia yaitu dari segumpal darah (QS. 96:1-5), dan setelah melewati beberapa tahapan dan sempurna kejadiannya, dihembuskan-Nyalah kepadanya ruh ciptaan Tuhan (QS. 38:71-72).

    ReplyDelete
  45. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Ruh adalah zat murni yang tinggi, hidup dan hakekatnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan pancaindra, sedangkan ruh menelusup ke dalam tubuh sebagaimana menyelusupnya air ke dalam bunga, tidal larut dan tidak terpecah-pecah. Untuk memberi kehidupan pada tubuh selama tubuh mampu menerimanya. Sudah lama "kemisteriusan" ruh menjadi perdebatan di kalangan ulama Islam (teolog, filosof dan ahli sufi) yang berusaha menyingkap dan menelanjangi keberadaannya. Mereka mencoba mengupas dan mengulitinya guna mendapatkan kepastian tentang hakekat ruh.

    ReplyDelete
  46. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Terlepas dari pro dan kontra berbagai pendapat mengenai ruh dan hal-hal yang terkait dengannya, satu hal yang pasti, bahwa kebenaran tentang hakekat dari ruh itu sendiri tetap menjadi rahasia Allah semata dan Ia hanya membukakan sedikit celah pintu bagi manusia untuk mencoba membuka dan menyingkapnya secara utuh.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id