Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai




Oleh Marsigit

Suara1:
Aku adalah suara1. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Suaraku terdengar keras sampai kemana-mana. Seluruh kampung bahkan mendengar suaraku, karena aku menggunakan pengeras suara. Terasa begitu dekat jarak antara bibirku dan kampungku. Tetapi aku merasa bahwa suaraku tidak dapat menggapai kecamatanku. Kecamatanku terlalu luas untuk mendengar suaraku, bahkan ketika aku telah menggunakan pengeras suara sekalipun. Aku mendengar suaraku begitu jelas di dalam telingaku.

Suara2:
Aku adalah suara2. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Suaraku terdengar keras sampai kemana-mana. Seluruh kelas mendengar suaraku, tetapi kelas lain tidak mendengar suaraku, karena aku tidak pakai pengeras suara.Terasa begitu dekat jarak antara bibirku dan kelasku. Aku mendengar suaraku begitu jelas di dalam telingaku.

Suara3:
Aku adalah suara3. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Tetapi aku mendengar suaraku di dalam mulutku.

Suara4:
Aku adalah suara4. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. tetapi aku mendengar suaraku di leherku.

Suara5:
Aku adalah suara5. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga tidak mendengar suaraku di leherku. Tetapi aku mendengar suaraku di dadaku. Jika aku sebut dadaku sebagai hatiku maka aku mendengar suara di hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang satu.

Suara6:
Aku adalah suara6. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga tidak mendengar suaraku di leherku. Aku juga tidak mendengar suaraku di hatiku yang satu. Tetapi aku mendengar suaraku di dadaku sebelah kiri, sebelah tengah dan sebelah kanan. Jika aku sebut dadaku sebelah kiri, sebelah tengah dan sebelah kanan sebagai hatiku maka aku mendengar suara di tiga tempat hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tiga.

Suara7:
Aku adalah suara7. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Tetapi aku menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Tetapi aku juga mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Jika aku sebut seluruh tubuhku sebagai hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh tubuhku.

Suara8:
Aku adalah suara8. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Aku tidak hanya menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Tetapi aku juga menggunakan seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Aku tidak hanya mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Tetapi aku mendengar suaraku di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Jika aku sebut seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku adalah hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku.

Suara9:
Padahal aku tahu suara apakah yang aku ucapkan itu. Itulah setinggi-tinggi ucapanku yaitu menyebut nama Tuhanku. Maka ketika aku menyebut nama Tuhan ku dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahanaluar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuhku tetapi suara itu juga aku dengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Maka aku merasa menemukan dunia dan di luar duniaku penuh dengan suara yang memanggil nama Tuhan ku. Ya Allah ya Robbi, ampunilah segala dosa-dosaku. Tiadalah sesuatu kecuali kuasa dan rakhmat Mu. Amien.

72 comments:

  1. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, kita menyadari bahwa sifat dari suara itu sangatlah banyak. Ada yang keras sekali hingga didengar sampai jauh ke seberang. Ada yang keras saja, ada yang keras sedikit, ada yang tidak terlalu keras sampai yang tidak dapat didengar oleh telinga kita pun ada. Namun, kita tetap dapat mendengar suara. Suara dari dalam hati kita. Suara ketika kita berdoa kepada Allah SWT. Walaupun bibir terkunci dan telinga tak dapat mendengarnya, kita tetap dapat mengeluarkan suara lewat hati kita yang seperti apapun itu Allah tetap dapat mendengarnya. Maka berdoalah memohon ampunan kepada Allah SWT dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Telinga kita bisa mendengar banyak sekali bunyi-bunyian. Tetapi apakah telinga mampu mendengar suara hati kita? Saat sepi, saat tak ada keramaian di sekitar kita, saat telinga kita tidak mendengar suara apapun, hati kita tetap bisa mendengarkan dan merasakan apa yang sedang terjadi. Saat-saat seperti itulah yang tepat untuk merenung. Memikirkan tentang hati. Menyuburkan hati dengan mengingat Allah, bertaubat saat mengingat begitu banyak kesalahan yang pernah kita perbuat.

    ReplyDelete
  3. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Suara berdimensi dan berhierarki sehingga meliputi berbagai macam suara. Namun, setinggi-tingginya suara ialah untuk menyebut nama Allah SWT. Seluruh anggota badan, bahkan seluruh alam semesta bertasbih menyerukan nama Tuhan. Secara tidak langsung, elegi ini mengajak para pembaca untuk selalu mendekatkan diri pada Allah dengan senantiasa berdzikir dan berdoa, memohon ampunan dan perlindungan-Nya.

    ReplyDelete
  4. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    What I get from the elegi is that the suara ramai is that of people who is calling Tuhan. but remember that this voice we use can help nothing but the voice of our heart counts too much. when we open our heart and let God get in then we always feel his voice wherever we are. this elegi is very interesting. saying that i hear the voice all around me, it means that all creatures praise Lord every day.

    ReplyDelete
  5. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Suara yang paling bermakna untuk diucapkan adalah ketika kita menyebut nama Allah, berdzikir kepadaNya. Seluruh alam semesta beserta isinya, tanaman, hewan, gunung, bumi, matahari, mikroorganisme, dan semuanya yang ada, sesungguhnya bertasbih dan menyembah Allah Sang Pencipata Yang Maha Kuasa. Allah swt berfirman dalam QS Al-Baqarah: 152 : “Maka berdzikirlah engkau semua kepadaKu, tentu Aku akan ingat padamu semua.” Maka, jelaslah bahwa dzikir mengagungkan asma Allah swt sangat dianjurkan dan memiliki beranekaragam faidah. Mari kita senantiasa mengisi hari-hari kita dengan berdzikir kepada Allah swt.

    ReplyDelete
  6. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Berbagai jenis suara yang ada pad aelegi di atas adalah gambaran suara-suara yang ada di sekitar kita. Suara yang paling tinggi adalah kita menyebut nama Allah SWT. Disitu semua orang akan menyebut nama itu, maka terjadilah keramaian, akan menimbulkan ketennagan hati pula. Ketika menyebut nama Allah maka seluruh anggota tubuh akan bereaksi.

    ReplyDelete
  7. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    “Semoga kita istiqamah untuk terus membasahi bibir kita dengan kalimat dzikir kepadaNYA, Semoga pula kita istiqamah untuk meramaikan hati kita dengan dzikir kepadaNYA”. Ketika kita melafalkan nama Allah dengan keikhlasan hati, kejernihan hati, penuh cinta, dan penuh kekusyukan sejatinya diluar fisik kita sepi, namun dalam diri kita sangatlah ramai. Semakin sepi di luar, maka akan semakin ramai di dalam karena suara lantunan doa dan dzikir akan semakin terasa terdengar keras dan tiada henti-hentinya. Kita seolah terbawa dalam keramaian akan nikmatNya yang tak henti mengalir dalam lahir dan batin kita. Kita terbawa dalam kenyamanan, seakan tak berjarak sejengkal pun denganNya. Sungguh yang begitu tidak mudah kita gapai, maka hanya dengan berikhtiar untuk selalu dekat denganNya dan senantiasa melafalkan doa-doa dan menerbangkannya ke ArsyNYA. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Ucapan yang paling tinggi adalah doa kepada Yang Maha Mengabulkan Doa. Maka ucapan yang pasti didengar meski tak diucapkan dengan lidah adalah doa. Hanya saja, doa adalah sesuatu yang kita inginkan dan Sang Maha Mengabulkan Doa akan mengabulkan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Tawakal dan berserahlah selalu kepada Allah, karena kita hanyabutuh Allah bukan keramaian makhluk.

    ReplyDelete
  9. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Segala yang diciptakan Allah di alam semesta berdzikir kepadaNya tanpa kita sadari. Seperti manusia, tanpa disadari setiap hembusan dan detak jantungnya menyebut namaNya. Terus kenapa bibir dan hati kita yang secara sadar masih jarang berdzikir mengingatnya? Elegi ini mengingatkan agar kita senantiasa berdzikir mengingatNya.

    ReplyDelete
  10. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menggapai Ramai maka tidak terlepas dari suara-suara yang diberikan pada keramaian tersebut, dan dari suara-suara tersebut ada yang dapat terdengar oleh kita, ada pula yang tidak hingga kelubuk hati kita pun tidak mendengarnya akan tetapi hanya satu suara yang dapat menggetarkan seluruh umat di dunia ini sehingga tergugah hati-hati setiap manusia di dunia ini yaitu suara ketika para manusia menyebut nama Tuhannya dengan segenap jiwanya, raganya, dan upayanya.

    ReplyDelete
  11. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Suara yang dimaksud dalam elegi di atas adalah mengenai wahyu. Kata wahyu digunakan dalam enam makna berikut: 1) Pembicaraan simbolis yang tersembunyi; 2) suara yang tidak memiliki susunan kalimat yang jelas; 3) Isyarat; 4) Tulisan; 5) Risalah dan pengutusan; 6) Ilham. Akan tetapi, dari seluruh makna tersebut, hanya dua makna yang dapat diambil. Pertama, kecepatan dalam pemahaman. Kedua, ketersembunyian.
    Allamah Thabathaba’i—semoga Allah meridai beliau—menjelaskan, “Wahyu bermakna isyarat yang cepat.
    Secara bahasa, wahyu tidak disyaratkan siapa yang memberi wahyu, bisa Allah, malaikat, manusia, jin atau setan. Begitu pula penerima wahyu tidak disyaratkan siapa atau sesuatu tertentu.
    Kata wahyu dan kata sejenisnya digunakan dalam al-Quran sebanyak tujuh delapan kali.
    1. Pemahaman Secara Fitrah
    Dalam al-Quran disebutkan, Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah untuk menjadikan gunung, pepohonan, dan tempat tinggal sebagai tempat bersarang (QS. an-Nahl:68).
    2. Berlakunya Sunatullah dan Hukum Alam
    Dalam al-Quran disebutkan, Kemudian disemburkan ke langit berupa awan-awan. Berkata padanya dan pada bumi, “Datanglah suka atau tidak suka.” Keduanya berkata, “Kami datang dengan penuh ketaatan.” Saat itu, diciptakan tujuh lapisan langit dalam dua hari. Kemudian, diwahyukan pada setiap langit tugas-tugasnya. Allah hiasi langit dunia dengan bintang gemintang dan Kami menjaganya. Hal yang demikian adalah kekuasaan Zat Yang Mahaperkasa dan Maha Mengetahui (QS. Fushshilat:11-12).
    3. Ilham yang Dipancarkan dalam Hati
    Al-Quran berkenaan dengan ibu Nabi Musa as menjelaskan, Manakala Kami wahyukan kepada ibumu sesuatu yang perlu Kami wahyukan. Kami wahyukan kepadanya agar meletakkan bayinya dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke laut (sehingga ombak membawanya ke pantai) lalu musuh-Ku dan musuhmu (Firaun) mengambilnya… (QS. Thaha:38-39).
    4. Isyarat
    Al-Quran menerangkan, Zakariya berkata, “Tuhanku, berilah aku tanda.” Allah berfirman, “Tandamu adalah jangan engkau berbicara dengan manusia selama tiga hari tiga malam berturut-turut.” Kemudian dari mihrabnya, ia keluar menjumpai kaumnya, lalu mewahyukan (mengisyaratkan) pada mereka untuk memuji Allah sepanjang pagi dan petang (QS. Maryam:10-11).
    5. Wahyu pada Hawariyyun
    Al-Quran menerangkan, Saat Kami wahyukan kepada para Hawari untuk beriman kepada-Ku dan kepada utusan-Ku, mereka berkata, “Kami beriman dan kami bersaksi bahwa kami adalah orang-orang Muslim.” (QS. al-Maidah:111).
    6. Wahyu pada Malaikat
    Al-Quran menjelaskan, Manakala Tuhanmu mewahyukan kepada malaikat, “Aku bersama kalian. Kukuhkanlah langkah orang-orang Mukmin.” (QS. al-Anfal:12).
    7. Wahyu Setan
    Al-Quran menerangkan, Sesungguhnya setan-setan mewahyukan kepada pengikut mereka agar berdebat dengan kalian. Jika kalian menaati mereka, kalian tergolong orang-orang musyrik (QS. al-An’am:121).
    8. Wahyu pada Para Nabi
    Kendatipun kata wahyu juga digunakan untuk selain para nabi sebagaimana yang telah kami sebutkan. Akan tetapi, kata wahyu lebih banyak digunakan untuk para nabi. Sebagai contoh, dalam al-Quran disebutkan, Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para nabi setelahnya. Kami wahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, dan Ya’qub serta Kami wahyukan kepada Asbath, Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman serta Kami berikan Zabur kepada Daud (QS. an-Nisa:163).

    ReplyDelete
  12. 16701251016
    PEP B S2
    Sebenar benarnya perkataan adalah berasal dari dalam hati. Tidak hanya hati dalam diri, tapi menghadirkan seluruh obyek bagi subjeknya dengan menggunakan hati sebagai dasar pemikiran sehari hari. Namun tak terkecuali, hati yang dimaksud adalah hati suci, hati yang selalu menyebut asmaNya dalam sempit, lapang, kaya, miskin, dan dalam kondisi apapun.
    Selalu berdzikir mengagungkan namanya adalah sebagian kecil perilaku kita manusia untuk selaly mengingatNya, selalu mengucap rada syukur atas segalanya nikmat yang tak dapat kita menghitung. Jikalau ibarat tangga, maka semakin kau menghitung maka akan semakin tinggi tangga menjulang sehingga hitungan tuada pernah putus, begitu pula analogi nikmat sederhananya.
    Dengan suara hati, kita tak perlu mengeraskan suara, tak perly melakukan intervensi, penekanan yang tidak perlu, namun dengan hati suci cukup dalam diri kita yang mendengar, namun terimplikasi dalam sebuah tindakan arif, sehingga lingkungan akan melihat yang mudah mudahan dengan demikian semua akan mengikuti tindak perilaku yang bersumber dari hati suci.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Ucapan yang paling tinggi adalah doa kepada Yang Maha Mengabulkan Doa.dalam menggapai Ramai maka tidak terlepas dari suara-suara yang diberikan pada keramaian tersebut, Suara yang paling bermakna untuk diucapkan adalah ketika kita menyebut nama Allah, berdzikir kepadaNya. Ketika kita melafalkan nama Allah dengan keikhlasan hati, kejernihan hati, penuh cinta, dan penuh kekusyukan sejatinya diluar fisik kita sepi, namun dalam diri kita sangatlah ramai.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Doa adalah ucapan yang pasti didengar meski tak diucapkan dengan lidah adalah doa. Hanya saja, doa adalah sesuatu yang kita inginkan dan Sang Maha Mengabulkan Doa akan mengabulkan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.Segala yang diciptakan Allah di alam semesta berdzikir kepadaNya tanpa kita sadari. Seperti manusia, tanpa disadari setiap hembusan dan detak jantungnya menyebut namaNya.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Suara hati dapat dijadikan ketika kita berkomunikasi (berdoa) kepada Tuhan. Tanpa bersuara pun Tuhan sudah dapat mendengar suara hati yang kita panjatkan. Dengan selalu memanjatkan Doa dengan penuh kesungguhan kita bisa menjadi pribadi yang ikhlas dalam menghadapi segala hal. Karena dengan begitu maka kita akan semakin dekat dengan Tuhan sehingga Tuhan akan mendengar suara hati kita yang dengan penuh kesungguhan jika kita selalu memohon kepada-Nya

    ReplyDelete
  16. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam elegi mencapai ramai ini penulis menyampaikan bahwa ketika kita menyebut nama tuhan baik dalam berdoa, berdzikir, maupun beribadah apapun, akan ada suara ramai dari seluruh bagian baik pembentuk tubu kita maupun pembentuk seluruh alam.

    ReplyDelete
  17. Suara tidak harus terdengar atau didengar. Inti dari suara adalah komunikasi internal antara pikiran dan hati. Ada interaksi antara sang Hamba dengan Khalik nya. Apapun sifat suara itu dikembalikan pada diri kita sendiri..menjadi karakter kita sendiri. Suara itu berasal dari mana dan untuk apa, hanya interaksi dan komunikasi internal yang mengetahui.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita mampu mendengar suara hati kita untuk selalu berkomunikasi hanya Allah SWT semua tujuan...

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP Kelas A

      Delete
    2. Semoga kita mampu mendengar suara hati kita untuk selalu berkomunikasi hanya Allah SWT semua tujuan...

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP Kelas A

      Delete
  18. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Setinggi-tinggi suatu ucapan yaitu menyebut nama Tuhanku (Allah SWT). Dengan menyebut nama Allah, segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, akan mendengar suara yang ramai. Dari sembilan suara yang berbeda, suara nomor sembilan yang memiliki suara yang baik. Karena menyebut nama Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    semua makhluk baik akhluk hidup dan makhlut tak hidup binatang burung kucing kelinci semut kutu kuman bakteri virus tanaman rumput gangga lumut batu pasir batu gunung sungai bumi planet matahri semuanya berdzikir dan berdoa, berisik bertasbih mensucikan dan memuji naman Nya, itulah suara 9.

    ReplyDelete
  20. Seluruh anggota tubuh kita, aliran darah kita dan setiap denyut nadi kita serta perbuatan kita, selalu kita hiasi dengan menyebut nama Allah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan selalu memberi petunjuk dengan Rahmat dan HidayahNya, Amin.


    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  21. Suara adalah bunyi yang berasal dari akal,fikiran ,hati yang kemudian dikeluarkan melalui tenggorokan dan mulut. Ketika fikiran ,akaal dan hati kita bersih maka kita akan senntiasa mengeluarkan / mengucapkan sesuatu yang baik dan sopan. Sebaik-baik ucapan yang dikeluarkan adalah ketika kita mnyebut nama Tuhan ,membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an ,berzikir,memohon ampun ,and something like that. Mempunyai suara yang indah kata orang,saya sangat bersyukur ,tapi bagaimana jika itu menimbulkan rasa dalam diri saya ingin di dengar dan di puji ?. Saya rasa itu percuma,sangat sulit menghilangkan perasaan seprti itu. Kadang saya berfikir apakah perasaan bangga dan bersyukur itu sama atau apakah ada pebedaan antara keduanya ?


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  22. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Itu lah yang kita ucapkan setiap memulai aktivitas. Suara yang sangat menggetarkan dan ramai di seluruh bagian raga ini adalah suara dengan menyebut Asma Allah.

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Tiadalah ucapan yang lebih tinggi ketika seorang makhluk menyebut nama Tuhan-Nya Allah SWT yang menguasai seluruh arsy dan hari pembalasan. Meskipun kita tidak menyebutnya secara keras, namun ketika kita menyebutnya dengan ikhlas dan penuh rasa rendah diri di depan-Nya, maka justru derajat kita yang akan di angkat oleh-Nya. Karena Allah SWT tidak memandang pangkat, golongan atau jabatan, tetapi memandang dari tingkat ketaqwaan kita kepada-Nya. Seluruh alam dalam setiap detik, dan setiap waktu selalu menyebut nama Allah SWT, namun cara mereka dalam menyebut nama Allah berbeda-beda, tumbuhan, hewan pun pada hakekatnya selalu berzikir dan menyebut nama Allah SWT, namun cara memiliki cara yang berbeda dengan yang dipahami oleh manusia.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Terkadang kita membutuhkan suasana yang hening agar dapat berdzikir mendekatkan diri kehadirat Allah SWT. Untuk dapat beritikaf maka sangat dibutuhkan suasana yang hening, mengingat dosa-dosa kita di masa lalu kemudian memohonkan ampun kepada Allah SWT sangat mengharukan, apalagi bila hal itu dilakukan pada bulan Ramadha dimana terbukanya pintu ampunan sebesar-besarnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Elegi Ritual Ikhlas 21. Allah menciptakan semua anggota tubuh dengan masing-masing fungsinya, begitu juga dengan bibir. Kita dapat mengucapkan apa saja dengan bibir kita. Kita haruslah selalu bersyukur atas Rahmat yang Allah berikan ini, yaitu dengan mengucapkan yang baik, berkata jujur serta selalu menyebut nama Allah SWT untuk mengawali setiap kegiatan kita. Manusia dibuat agar mengerti apa yang diucapkan manusia lain melalui bibir mereka, namun manusia tidak mengetahui apa yan sebenarnya diungkapkan dalam setiap hati manusia. Karena sesungguhnya ucapan yang paling jujur adalah apa yang ada dalam hati kecil mereka dan Allah mengetahui itu. Manusia, yaitu kita, selalu mencoba untuk mensinkronkan apa yang ada di bibir dan apa yang ada di hati, terutama dalam pengucapannya untuk selalu besyukur dan mengagung-kan Allah SWT. Hati adalah yang paling jujur berbicara.

    ReplyDelete
  26. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dari elegi menggapai ramai di atas saya mempelajari bahwa ketika kita mengucapkan sesuatu sebatas dari mulut tanpa menggunakan hati itu hanya akan terdengar sebatas jarak yang dapat dijangkau oleh suara kita saja. Akan tetapi ketika kita menggunakan hati, menggunakan hati untuk semuanya tidak hanya diri sendiri tetapi menggunakan hati untuk seluruh alam sekitar kita untuk berdzikir, menyebut nama Allah, maka suara tersebut juga akan terdengar di seluruh alam di sekitar kita. Sesungguhnya semua makhluk Allah juga selalu berdzikir menyebut nama-Nya.

    ReplyDelete
  27. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Elegi di atas mengajarkan kita bahwa kesepian atau tidaknya kita bukan berdasarkan banyaknya orang atau suara. Bukan itu. Kesepian atau tidak itu bergantung pada hati masing-masing. Betapa banyak orang yang berada di tengah keramaian tetapi dia merasakan kesepian namun betapa banyak pula seorang tersebut hanya sendirian namun dia merasakan keramaian. Itulah keramaian hati, keramaian paling tinggi karena sibuk dengan berdzikir dan mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala.

    ReplyDelete
  28. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, suara bukan hanya suara yang keluar dari mulut, tetapi apa yang kita ucapkan di dalam hati itu juga adalah suara. Doa kita didalam hati juga merupakan suara. Jika kita berdoa tidak hanya dengan sepenuh hati, bahkan dengan seluruh jiwa raga kita maka kita bisa benar-benarmendengar suara dari doa kita. Dan tidak perlulah kita berdoa dengan terlalu keras, karena Allah adalah Maha Mendengar.

    ReplyDelete
  29. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Ketika kita menyebut nama Allah SWT, meski dengan suara yang lirih dan lembut, maka sesungguhnya suara itu akan terdengar ramai, yang tak dapat dijangkau dengan pikiran kita. Hendaknya kita selalu senantiasa berzikir mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh kekhusukan serta keikhlasan semata-mata untuk mengharapkan ridho Allah SWT. Sesungguhnya, seluruh alam semesta beserta isinya ini juga bertasbih secara kontinyu kepadaNya.

    ReplyDelete
  30. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, di sebutkan bahwa suara dalam kehidupan itu ada banyak. Masing-masing suara memiliki sifatnya sendiri. Ada suara yang keras yang bisa didengar oleh orang lain, ada juga suara yang hanya bisa didengar oleh diri sendiri dan TuhanNya. Suara juga memiliki fungsinya masing-masing tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.

    ReplyDelete
  31. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, di sebutkan bahwa suara dalam kehidupan itu ada banyak. Masing-masing suara memiliki sifatnya sendiri. Ada suara yang keras yang bisa didengar oleh orang lain, ada juga suara yang hanya bisa didengar oleh diri sendiri dan TuhanNya. Suara juga memiliki fungsinya masing-masing tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.

    ReplyDelete
  32. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Manusia melakukan banyak hal dalam kehidupannya. Melakukan segala aktifitas untuk mencapai tujuan hidupnya. Manusia melangkah dengan segala pemikirannya,termasuk berbicara karena ada gejolak dalam hati dan pikiranya. Suara dalam hati selalu muncul disaat semua anggota tubuh yang lain bergerak. terkadang apa yang ia lukan tak sama halnya suara yang muncul dalam hati manusia. Tejadi kontradiksi dalam kehidupan manusia. Dan sebenar benarnya hati manusia adalah tempat mengadu kepad TUhan. Bukan hanya satu hati yang mengadu tapi diluar sana banyak hati yang berusaha berkomunikasi dnegan Tuhan melalui suara hati. Jika manusia tak dapat mendengar suara hatinya sendiri, maka tak ada komunikasi antara dirinya dengan Tuhannya, karena hati berbicara maka disitulah sebenar benarnya ada doa dan harapan. Suara hati yang bersifat positif. dan Suara hati yang negatif sebenar benarnya adalah bisikan syetan.

    ReplyDelete
  33. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Kehidupan dunia memang penuh keramaian, ada banyak suara di setiap sudutnya, karena manusia selalu beraktifitas setiap hari, namun kita harus pintar membagi waktu untuk selalu berdzikir kepada Allah, baik itu dalam keramaian suara alam dan kesunyian malam. Alangkah baiknya jika kita mengucapkan kebaikan sesuai dengan hati dan menyuarakannya dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  34. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Suara bisa berasal dari berbagai asal, bisa dari diri kita sendiri dan dari luar diri kita sendiri. Tidak semua suara dapat kita terima begitu saja, perlu adanya filter maupun telaah terhadap suara yang masuk ke dalam telinga kita. Hal ini untuk menghindari fitnah maupun hal-hal lain yang tidak diinginkan dalam komunikasi.

    ReplyDelete
  35. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Setinggi-tinggi ucapanku yaitu menyebut nama Tuhanku. Maka ketika aku menyebut nama Tuhan ku dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahanaluar biasa."
    Dari kutipan ini diketahui bahwa setinggi-tinggi dan sebaik-baik ucapan kita adalah saat kita menyebutkan nama Tuhanku. Maka perbanyaklah ucapan baik kita, yang berarti perbanyak zikir untuk selalu mengingat Asma Allah SWT.

    ReplyDelete
  36. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Suara-suara kita adalah merupakan bayangan dari apa yang ada dalam pikiran kita. Apa yang kita pikirkan muncul berdasarkan apa yang kita alami. Apa yang kita alami akan membentuk prinsip-prinsip yang kita yakini. Itulah sebabnya suara yang didengan di sini bisa ditemukan di berbagai tempat yang berbeda. Seperti itu lah bayangan pikiran manusia yang akan berbeda beda meskipun berasal dari satu sumber. Apa yang ada dalam pikiran bersumber dari yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  37. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "Setinggi-tinggi ucapanku yaitu menyebut nama Tuhanku. Maka ketika aku menyebut nama Tuhan ku dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahana luar biasa."
    Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa apapun yang kita dengar bersumber dari pikiran, hari dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  38. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Elegi di atas mengingatkan kita untuk senantiasa mengingat dan menyebut nama-Nya. Bukan dengan hingar bingar, tetapi dengan suara lirih, merendah, disertai dengan rasa harap dan takut. Meski tak terucap dengan lisan dan dilakukan dalam keheningan, tetapi kita akan merasakan ketentraman dan tidak akan merasa kesepian, karena ketika kita menyebut nama-Nya, suara tersebut akan membahana hingga batas pikiran kita.

    ReplyDelete
  39. Assalamualaikum wr. wb.

    Suara bagian dari bahasa menurut Saussure dan berfungsi untuk mengungkapkan ide atau wujud bahasa yang dianggap sebagai langue oleh Saussure. Dalam elegi ini sang suara berfungsi untuk mengungkapkan pemikiran dan hasil olah pikir selain itu olah hati yang berwujud dalam ruang dan waktu tuk menggapai keikhlasan raga dan jiwa memenuhi panggilan atas kewajiban-Nya.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  40. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  41. Assalamualaikum wr. wb.

    Suara perwujudan pikir kita yang bertujuan tuk berkomunikasi dan mencipta keramaian- keramaian yang memenuhi hidup manusia. Suara yang terbaik dan utama bagi manusia adalah suara untuk memenuhi kewajiban atas anugrah yang telah diberikan Sang Pencipta. Semoga lafal kita selalu menuju ibadah dan memenuhi kehidupan kita dengan ketentraman dan kebaikan demi menerima suara yang membahana tuk mengingat Allah SWT yang Maha Kuasa atas segalanya

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  42. Assalamualaikum wr. wb.

    Suara perwujudan pikir kita yang bertujuan tuk berkomunikasi dan mencipta keramaian- keramaian yang memenuhi hidup manusia. Suara yang terbaik dan utama bagi manusia adalah suara untuk memenuhi kewajiban atas anugrah yang telah diberikan Sang Pencipta. Semoga lafal kita selalu menuju ibadah dan memenuhi kehidupan kita dengan ketentraman dan kebaikan demi menerima suara yang membahana tuk mengingat Allah SWT yang Maha Kuasa atas segalanya

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  43. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Terdapat banyak sekali suara di dunia ini. Namun sesungguhnya, semua suara itu tidak akan ada artinya jika bibir dalam mengucapkannya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hati. Dan suara yang paling berguna dan merupakan perbuatan yang sangat di sukai oleh yang Maha Mendengar adalah suara hati yang selalu menyebut namaNya. Suara dimana manusia mengagung-agungkan namaNYa.

    ReplyDelete
  44. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bersyukurlah bagi kalian yang mampu bersuara baik lirih maupun keras, baik merdu maupun tidak karena itulah karunia Allah. manfaatkan karunia Allah sebaik mungkin.

    ReplyDelete
  45. Ucapan atau suara yang paling bermakna dan bermanfaat adalah ketika kita menyebut nama Allah SWT. Seharusnya kita sebagai manusia menyadari betapa banyak ucapan-ucapan yang buruk yang seharusnya tak patut untuk dikeluarkan. Dari pada kita menghabiskan waktu hanya untuk menggosip atau bersendaugurau yang tidak penting lebih baik perbanyaklah mengagungkan nama Allah disetiap aktivitas kita.

    ReplyDelete
  46. Asma Allah memang sangat luarbiasa. Di dunia ini banyak aktivitas yang dilakukan untuk menagagungkan nama-Nya. Salah satunya dengan mengumandangkan Adzan.

    ReplyDelete
  47. Berdasarkan sumber yang saya baca ternyata di bumi yang senantiasa berputar ini dengan perbedaan waktu antar daerah, Adzan senantiasa berkumandang di muka bumi ini tanpa berhenti. Baru selesai adzan di daerah ini, lanjut di daerah sebelah baratnya, lanjut lagi di sebelah baratnya. Belum selesai adzan Dzuhur di negara ini, sudah terdengar Adzan Ashar di negara lain. Subhanallah, Maha Besar Allah

    Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    ReplyDelete
  48. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Kekuatan dahsyat yang bisa menyebabkan terjadinya berbagai hal luar biasa dan tak terjangkau oleh akal dan fikiran manusia itu adalah kekuatan do’a yang dipanjatkan oleh seorang hamba Allah. Siapapun yang serius menggunakan kekuatan doa, merekalah orang yang beruntung. Karena kekuatan doa itu amat dahsyat sekali,karena yang dituju dan diandalkan dengan sebuah doa itu adalah Dzat Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  49. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan Allah ada pada setiap karakter manusia, merupakan syarat penciptaan. Akan tetapi, di lain hal berdo’a merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan bagi orang beriman, namun untuk beberapa orang hal itu merupakan bentuk tindakan penyembahan yang hanya perlu diingat di waktu mereka berhadapan dengan kesulitan atau situasi yang membahayakan kehidupan mereka. Hal ini merupakan kesalahan besar karena yang paling baik adalah memohon kepada Allah Yang Maha Besar pada kedua kondisi tersebut, baik dalam kesulitan dan kemudahan untuk memohon ampunan-Nya.

    ReplyDelete
  50. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Allah telah mempermudah hambanya untuk menemukan apapun yang ia lihat sebagai hal yang baik dan indah. Akan tetapi, fokus dalam berdo’a yang dilakukannya adalah sepenting do’a itu sendiri. Berdo’a dengan kesabaran seperti suatu kebutuhan dan harapan untuk berdoa, ketidaknyamanan akan hal tersebut dan yang paling penting dalam berdoa; bahwa kedekatan kepada Allah semakin meningkat.

    ReplyDelete
  51. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Semakin bersungguh-sungguh dalam berdoa membuat hamba yang berdo’a tersebut memiliki karakter dan keinginan yang semakin kuat. Orang beriman yang menunjukkan kesungguhan dalam berdoa mendapatkan banyak keuntungan seperti keyakinan yang semakin dalam, ini jauh lebih bernilai dibandingkan dengan apa yang ia inginkan/ minta.

    ReplyDelete
  52. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Ketika orang beriman berdoa, ia tahu bahwa Allah mendengarnya dan akan selalu menerima do’anya kapan pun. Ini karena ia menyadari bahwa sesuatu tidak terjadi secara kebetulan, tapi berdasarkan atas ketentuan yang ditentukan oleh Allah dan sebagaimana yang diinginkan-Nya. Untuk itu, ia tak memiliki keraguan bahwa ia tidak akan mendapatkan kembali do’anya. Berdo’a dengan jiwa yang tulus menghasilkan kebaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin semoga do'a kita terpanjatkan dengan ikhlas karena Allah SWT semata

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP KELAS A

      Delete
    2. Aamiiin semoga do'a kita terpanjatkan dengan ikhlas karena Allah SWT semata

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP KELAS A

      Delete
    3. Aamiin Yaa Rabb.,
      Semoga doa baik dirangkul Alloh dan dimuliakan di tujuan terbaik

      Delete
  53. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Memulai suatu pekerjaan atau kegiatan hendaknya selalu menyebut Asma Allah. Setinggi-tinggi bersuara adalah ketika menyebutkan Allah SWT dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga. Dengan menyebut Asma Allah setiap waktu, menit dan detik maka hati kita tidak akan pernah merasa sepi. Karena sebaik-baik ucapan adalah Dzikir kepada ALLAH, mari kita jadikan setiap ucapan yang kita keluarkan adalah untuk mengangungkan kebesarannya sehingga pada hari akhir nanti lidah kita akan memberikan kesaksian yang sebaik-baik kesaksian untuk keselmatan kita.

    ReplyDelete
  54. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Malaikat, batu, angin, binatang, tumbuh-tumbuhan, air, api, langit, gunung, bintang, dan semua alam semesta bertasbih menyucikan Dzat Allah SWT, termasuk badan kita. Mata, hidung, telinga, kaki, tangan dan semua organ tubuh kita bertasbih mengagungkan Allah. Oleh karena itu manusia berada dalam lingkaran tasbih. Apabila alam semesta ini ibarat tasbih, maka makhluk-makhluk yang ada di dalamnya ibarat butiran-butiran yang saling menyambung membentuk lingkaran tasbih. Hati manusia yang betasbih menjadi satu butir tasbih diantara semua butir-butir itu, sehingga tasbih akan utuh sempurna.

    ReplyDelete
  55. dzikir adalah upaya tertinggi yang dilakukan seorang manusia untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, melafalkan nama-namaNya adalah bentuk memanusiakan manusia dengan perspektif ketuhanan.
    Manusia berpikir melalui Tuhan, Manusia berjalan seiring dengan langkah Tuhan, Manusia tidak bisa lepas dari fungsinya sebagai umat manusia yang diciptakan Tuhan dengan kesempurnaan.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  56. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku.

    Seperti niat dalam beribadah, manusia dalam beribadah, tiada perlu menafsirkan apa yang diniatkan terhadap apa yang ingin dilakukan. Manusia tidak perlu mengatakan pada dunia, tentang apa yang ingin dia lakukan.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  57. niat yang ikhlas saja belum menjamin amal kita diterima oleh Allah swt., jika dilakukan tidak sesuai dengan apa yang digariskan syariat. Begitu juga dengan perbuatan mulia, tidak diterima jika dilakukan dengan tujuan tidak mencari keridhaan Alloh.
    Manusia dalam berbagai perspektif perlu mengembalikan hakikat pada ikhwal keridhaan yang paling tinggi derajatnya.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  58. Orang yang ikhlas dan tulus ialah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain, hanya dirinya sendiri dan Tuhan yang memahami setiap niatan amal yang ia lakukan. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketika akar pohon dan pondasi rumah ikhlas bertugas memnuhi fungsinya...insyaallah ada keikhlasan disana.

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP Kelas A

      Delete
  59. banyak manusia yang berlindung dan meniru di bawah bayang-bayang orang lain. Bila orang itu menuntun pada jalan Allah, sungguh menjadi orang sangat beruntung. Namun, memilih orang yang tepat adalah pilihan, di sisi lain, keikhlasan akan diuji oleh waktu. Padahal sepanjang hidup manusia adalah ujian. Ketegaran menegakkan keikhlasan dan niat ibadah di muka bumi meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata, amat sangat diuji.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita tidak akan paham bagaimana kadar keiklhasan kita tanpa ada tantangan dan usaha...semoga kita selalu diberi keikhlasan jiwa memenuhi perintah- perintah Allah SWT atas balasan anugrahnya yang takterhingga.

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP Kelas a

      Delete
    2. Kita tidak akan paham bagaimana kadar keiklhasan kita tanpa ada tantangan dan usaha...semoga kita selalu diberi keikhlasan jiwa memenuhi perintah- perintah Allah SWT atas balasan anugrahnya yang takterhingga.

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP Kelas a

      Delete
  60. Tujuan hidup pada akhirnya adalah surga....... Maka dalam meniti kehidupan kebaikan-kebaikan selalu kita usahakan dengan sepenuh hati yang ikhlas. Dengan memperbanyak amal, ibadah, doa yang tak henti-hentinya kita panjatkan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  61. Doa dengan suara lirih disertai hati yang ikhlas, sungguh Allah akan mendengar doa orang-orang yang sholeh, orang mulai puasa sampai berbuka, dan orang yang teraniaya. Pada saat-saat ini doa kita akan didengar dan insya Allah dikabulkan... aamiin yra

    ReplyDelete
  62. Salah satu mendekatkan diri kita adalah dengan menambah frekuensi komunikasi kita dengan Allah SWT, dengan berkomunikasi lebih inten akan lebih di kabulkan permohonan kita. Kita dekat denganNya apakah benar atau tidak ... Hanya kita sendiri yang tahu. Maka mari kita perbanyak komunikasi kita denganNya yaitu dengan memperbanyak doa dan doa.

    ReplyDelete
  63. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Sebenar-benar diri mampu menggapai ramai adalah ketika diri kita disibukkan dengan berdzikir kepada Allah. Hati kita selalu mengingat Allah, mulut kita selalu menyebut nama Allah, langkah kaki selalu menuju ke jalan Allah, dan seluruh anggota badan kita bergerak mendekatkan diri kepada Allah. Itulah sebenar-benar ramai dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  64. Manusia dilengkapi dengan kemampuan pendengaran yang terbatas jarak. Beberapa suara dengan frekuensi tertentu tidak mampu didengar. Suara terdengar baik dari apa yang kita ucap dan makhluk lain ucapkan, serta dari suara hati. Setinggi-tinggi ucapan ialah menyebut nama Tuhan. Al-Quran menyebutkan bahwa apa yang ada di langit dan di bumi ini bertasbih kepada Allah SWT. “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah; Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Al Hadid : 1).
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id