Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass..wr.wb..segenap peserta Ritual Ikhlas III, sampailah kita pada acara lain-lain. Pada acara lain-lain ini akan diisi penyampaian wasiat kepada para Cantraka oleh Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas sebagai tanda berakhirnya perkuliahan filsafat semester ini. Silahkan.

Muhammad Nurikhlas:
Terimakasih Bapak Santri Kepala yang telah memberikan waktu kepada saya. Sebelumnya saya mohon maaf karena apa yang ingin saya sampaikan tidak berkenaan langsung dengan kegiatan Ritual Ikhlas melainan sebagai tambahan yang saya selingkan. Adapun yang ingin saya sampaikan adalah wasiat saya kepada para Cantraka yang selama ini mengikuti kuliah dan ceramah saya. Wasiat ini saya beri judul "Meretas Sejarah Peradaban Manusia" sebagai berikut:

Meretas SejarahPeradaban Manusia bagi orang-orang yang berani mengambil langkah besar, menuju masa depan yang cemerlang, meletakkan dasar-dasar sejarah peradaban manusia untuk membangun dunia ladangnya akhirat, dengan cara menangkap setiap kesempatan atau peluang dengan kesadaran dan pemahaman bahwa peluang tidak datang dua kali melainkan hanya satu kali, dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas dan semata-mata demi menggapai ridha Allah SWT, dengan membetulkan atau merevitalisasi makna dan esensi Jihad fisabilillah di jalan Allah SWT, dan dengan demikian maka akan berani mengambil Langkah Meretas SejarahPeradaban Manusia dengan segenap dan segala konsekuensinya, degan segala kemampuannya membaca, memikirkan, merasakan, dan mengambil keputusan tentang apa dan siapa yang dihadapinya, dalam konteks pribadi, bersama, masyarakat, agama, negara dan dunia.

Bukanlah sembarang orang yang bisa diabaikan begitu saja dalam ruang dan waktunya yang telah mengukir dan menoreh gagasan-gagasan briliant yang tidak atau belum bisa dilakukan oleh orang yang lainnya, melalui tulisan-tulisannya yang merentang melalui relung pikir dan hati setiap pembacanya, dengan keberaniannya untuk berikhtiar melampaui ruang dan waktu yang akan menjadi inspirasi dan panutan bagi orang-orang yang memerlukannya, yang bersifat abadi dan kontekstual, yang masih tersembunyi di ufuk horizon akan kebesaran karya-karyanya, yang kelak akan dikenang dan digali untuk selalu dijadikan inspirasi bagi pemikirannya ke depan. Dialah Maestro Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas sang Pencipta Elegi-Elegi.

Tidak sembarang orang mampu mengerti dan memahami dalam konteks kekinian kedalaman dan keluasan pikiran dan hatinya, dan hanya orang-orang tertentu saja yang mampu dan diijinkan untuk itu dengan syarat-syarat perlu dan cukupnya berhermenitika transenden spiritual, yaitu menterjemahkan dan diterjemahkan secara dinamis dan kreatif dalam ruang dan waktunya lampau, sekarang dan yang akan datang, unsur-unsur pokoknya benang merah sendi-sendi ontologis, epistemologis dan aksiologinya dunia sebagai ladangnya akhirat. Bukanlah dia isteri pokoknya, bukanlah dia keturunan fisiknya, bukanlah dia kerabatnya, bukanlah dia ayah dan ibu kandungnya, bukanlah dia tetangga dekatnya, yang mampu diberikan dan menangkap amanahnya. Bukan pula sembarang orang yang harus diperintah atau meminta amanahnya. Bukan pula sembarang orang yang ditentukan oleh pikirannya. Tetapi dialah sipembawa amanah dunia, akkhirat, amal, ilmu dan doa. Dia terpilih lengkap dengan unsur-unsur kodrat dan iradatnya, dengan unsur-unsur dunia dan akhiratnya, dan dengan unsur-unsur ikhtiar dan takdirnya. Dialah para Cantraka yang senantiasa Ikhlas dalam menuntut ilmu Hati dan ilmu Pikirnya.

Secara khusus dalam rangka Meretas Peradaban Manusia ke depan maka wasiatku kepada para Cantraka adalah sebagai berikut:
1.Sungguh masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran kesempatan itu tidak datang dua kali, yang berketetapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu, hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT. Amin.
2.Tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya
3.Terjemahkanlah semua yang ada dan mungkin ada sesuai ruang dan waktunya
4.Bersedialah diterjemahkan oleh yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktunnya.
5.Temukan anti-tesis anti-tesis dari tesis-tesis yang ada dan yang mungkin ada
6.Sintesiskan tesis-tesis dengan anti-tesisnya.
7.Substansikanlah asumsi-asumsi rasionalitas, logika, koherensianitas, a priori, analitik dan transendenitasnya agar tidak menjadi kosong belaka dengan cara submerge kebawah agar bisa membumi.
8.Sinarilah persepsi-persepsi, pengalaman, praktik-praktik, a posteriori, sintetik, korespondensi, dengan cara subserve ke atas menuju langit agar tidak mengalami kebutaan.
9.Gunakan semua elegi-elegi yang telah diciptakan oleh Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas sebagai referensi dan eviden untuk meretas peradaban manusia.
10.Wasiat ini aku berikan kepada para Cantraka yang senantiasa Ikhlas menuntut ilmunya dan membaca Elegi-elegi untuk mengemban amanah ke depan menjaga, melestarikan dan mengembangkan pikiran, perasaan dan segenap jiwa dari Sang Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas, dalam komunikasi langsung maupun tak langsung, real maupun imaginer, dunia dan akhirat. Amin.


Santri Kepala:
Demikianlah bapak ibu semua semoga apa yang telah disampaikan oleh Muhammad Nurikhlas membawa kebaikan kepada kita semua. Amin

62 comments:

  1. Rhomiy handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Masa depan itu milik bagi orang-orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran. Sesorang tidak akan menyia-nyiakan apa yang mungkin diaraih, karena kesempatan tidak datang untuk kedua kali. Dan yang bisa mendapatkan kesempatan untuk meraih masa depan adalah orang-orang yang berketetapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu. Dari hatinya yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dan selalu memohon ridha dari Allah SWT.
    Semua yang ada dan mungkin ada itu bisa kita ketahui. Agar semua yang mungkin ada itu menjadia ada, maka kita sebagai manusia harus ikhlas dalam mencarinya. Yaitu dengan selalu belajar. Belajar dengan hati yang ikhlas. Belajar dalam menemukan yang mungkin ada dan juga belajar meraih kesempatan yang tidak datang dua kali.

    ReplyDelete
  2. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Kesempatan tidak datang dua kali. Kesempatan datang kepada mereka yang mampu mengendalikan hati, pikiran, dan meminta restuNya dan untuk menggapai masa depan yang cemerlang, kita harus meletakkan dasar-dasar sejarah peradaban manusia untuk membangun dunia ladangnya akhirat, dengan cara menangkap setiap kesempatan atau peluang Orang yang sukses adalah orang yang tak pernah lelah menggali pengetahuan dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas dan semata-mata demi menggapai ridha Allah.

    ReplyDelete
  3. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Kesempatan hidup kita di dunia ini hanya satu kali. Lakukann yang terbaik. Mintalah petunjuk kepada Allah, tetap istiqomah melakukan segala yang diperintahkan-Nya dan jauhi semua larangannya. Jadilah manusia yang senantiasa berusaha dan berdoa. Dan mohon maaflah, karena manusia itu sering lalai dalam melakuka n sesuatu.

    ReplyDelete
  4. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Kehidupan kita hanya akan terjadi satu kali saja, tidak akan terulang untuk kedua bahakan ketiga kalinya. Dalam hidup kita harus senantiasa bertindak baik untuk diri sendiri ataupun untuk sesama manusia. Kita harus berusaha menjadi orang yang baik dan memberikan manfaat positif pada orang sekitar. Ketika kita mempunyai pemikiran yang baik sampaikanlah agar kelak pemikiran yang baik itu akan menjadi acuan orang, bahkan bisa juga digali lagi agar menemukan pemikiran yang lebih baik lagi. Semua itu dilakukan dengan landasan ikhlas hati dan hanya berharap mendapatkan ridha Allah SWT

    ReplyDelete
  5. Dengan membaca postingan Prof., maka membuat saya khususnya semakin bersyukur keopada Yang Kuasa atas segala karunia yang telah diberikan Yang Kuasa kepada saya. Dengan 10 wasiat kapada para cantraka mudah-mudahan selalu dapat saya camkan dan terapkan dalam kehidupan ini semoga akan membawa kepada kebaikan yang sebenar-benarnya kebaikan sesuai ruang dan waktunya. Amin

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  6. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Setelah pembekalan spiritual melalui elegi-elegi ritual ikhlas sebelumnya yakni perbaikan cara beribadah sampai bertaubat, maka elegi ini merupakan wasiat atau wejangan untuk menggapai kehidupan kedepannya. Semua orang memiliki takdirnya masing-masing. Bila dikemudian hari kita ditakdirkan memiliki kesempatan yang lebih untuk dapat mempengaruhi peradaban dunia, maka sebaiknya bangunlah dunia untuk ladangnya akhirat.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B
    Saya sangat tertarik pada 10 wasiat meretas peradaban dunia kepada Cantraka terutama pada poin ke-2 yakni ” Tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya”. Maka kita tidak hanya menggunakan akal namun juga butuh hati untuk menjadi sebenar-benarnya manusia berakal. Istimewa sekali manusia, yang diberikan akal dan hati oleh Rabb-nya. Alhamdulillah ‘ala kulli haal.

    ReplyDelete
  8. masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran kesempatan itu tidak datang dua kali, yang berketetapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu, hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT. sungguh kalimat itu membuat saya semakin sadar akan makna kesempatan yang tidak akan datang untuk yang kedua kalinya . Dan itu membuat saya ingin menjadi lebih baik dalam menjalani sebuah kesempatan yang diberikan terlebih oleh Allah SWT.
    Sungguh bermanfaat sekali postingan dari prof ini . Trimakasih

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Yang saya paham makksud dari elegi ini adalah tentang kesadaran diri insani.
    Arti kesadaran diri insani adalah kesadaran orang akaan hubungannya dengan orang lain. Dasar kesadaran insani adalah filosofi bahwa semua manusia merupakan satu kesatuan tunggal, semua manusia mempunyai "hati nurani mannusiawi yang sama." Seluruh manusia mempunyai rasa mencintai sesama dan mempunyai perasaan yang sama.
    Sa'di, penyair persia mengatakan:
    Seluruh manusia laksana rangkaian organ dalam satu tubuh.
    Seorang manusia yang tidak mempunyai rasa simpati kepada orang lain, tidak patut disebut manusia.
    Itulah gagasan yang dipeluk orang-orang seperti Auguste Comte, senantiasa mencari agama kemanusiaan. Itulah juga prinsip pokok humanisme yang kurang lebih merupakan sebuah filosofi yang dianut sebagian besar orang di zaman kita yang lapang hatinya.
    Humanisme melihat seluruh manusia sebagai satu kesatuan, terlepas dari kelas, kebangsaan, kebudayaan, agama yang dianut, dan rasnya. Humanisme menentang setiap bentuk diskriminasi. Piagam hak asasi manusia yang diisukan di dunia dari waktu ke waktu juga didasarkan pada filosofi ini. Piagam ini juga mendakwahkan kesadaran diri insani semacam ini.
    Apabila kesadaran diri semacam ini dikembangkan oleh individu, perasaan dan hasratnya menjadi manusiawi, orientasi upayanya adalah manusiawi, persahabatan,dan permusuhannya berwarna manusiawi. Dia mulai menyukai ilmu, kebudayaan, aktivitas yang sehat, kesejahteraan manusia, kemerdekaan, keadilan, dan kebaikan hati. Dia juga mulai membenci kebodohan, kemiskinan, kekejaman, penyakit, penindasan, dan diskriminasi. Apabila hal iu dikembangkan,kesadaran diri manusiawi itu berbeda sama sekali dengan kesadaran diri kebangsaan dan kesadaran diri kelas, karena ia mempunyai makna moral. Sekalipun kesadaran diri insani ini lebih logis daripada kesadaran diri jenis lain, dan sekalipun banyak digembar-gemborkan, tetapi dalam praktiknya, kesadaran diri insani merulakan sesuatu yang relatif jarang. Mengapa? Jawabannya ada dalam aktualitas manusia. Karakter aktualitas manusia berbeda dengan karakter aktualitas selain manusia, entah itu benda nonorganik, tumbuhan atau binatang. Segala di dunia ini selain manusia, sebenarnya merupakan bagaimana segala yang ada itu? Karakternya, aktualitas, dan sifat khasnya, ditentukan oleh faktor-faktor penciptaan. Namun, sejauh menyangkut manusia, tahap bakal seperti apa dia, dimulai setelah dia diciptakan. Manusia bukanlah bagaimana dia diciptakan. Manusia adalah ingin bagaimana dia. Manusia adalah bagaimana dia dibentuk oleh faktor-faktor asuhan atau didikan, termasuk di dalamnya adalah faktor kehendak dan pilihan bebasnya sendiri.
    Dengan kata lain, sehubungan dengan karaker dan kualitasnya, maka selain manusia pada dasarnya merupakan bagaimana dia diciptakan. Namun, manusia dari perspektif ini diciptakan hanya secara potensial saja. Dalam diri manusia ada benih aspek kemanusiaan, dan bentuknya adalah berbagai potensinya. Apabila benih ini tetap aman dari gangguan hama, benih ini berangsur-angsur tumbuh dari keberadaan manusia, berkembang menjadi naluri manusia, kemudian menjadi hati nurani alamiah dan manusiawinya.
    Susunan spiritual dan moral manusia merupakan satu tahap setelah susunan fisiknya. Tubuh manusia dibentuk dalam rahim oleh faktor-faktor penciptaan. Namun, sistem spiritual, moral manusia, dan berbagai komponen kepribadiannya, harus dikembangkan kemudian. Sebab itu, setiap manusia merupakan pembangun dan perekayasa kepribadiannya sendiri.
    Dari sini jelas bahwa manusia biologis bukan manusia riil. Manusia biologis hanya menjadi dasar bagi adanya manusia riil. Dalam bahasa filsuf, manusia biologis cenderung memiliki aspek kemanusiaan, meskipun sebenarnya tidak memilikinya. Jadi, tidak ada artinya apabila kita berbicara tentang aspek kemanusiaan tanpa menerima peran pokok jiwa.
    Wassalamu'alaikum warahmatullhi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  11. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam wasiatnya kepada cantraka saya dapat mengutip beberapa hal yaitu: "3. terjemahkan semua yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktunya dan 4. bersedia di terjemahkan oleh yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktunya." ini berartian ketika dalam menanggapi suatu hal kita dapat saja mempersepsikan pendapat tersebut sesuai dengan pemikiran kita dan sesuai dengan bidang ilmu yang kita miliki akan tetapi kita juga tak boleh lupa bahwa dari persepsi-persepsi yang kita buat ternyata akan menimbulkan persepsi-persepsi lain yang terjadi yang mungkin bisa jadi akan sama dengan pola pemikiran yang kita buat tetapi dapat pula akan berbeda dengan yang apa yang kita pikirkan. Pro dan Kontra itu sudah pasti terjadi sehingga kita harus dapat menanggapinya dengan suatu bijaksana.

    ReplyDelete
  12. kesepuluh pesan diatas adalah hal pokok yang saya cari. Terimakasih atas posting artikel ini Bapak Prof. Marsigit.
    Matursuwun

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dalam hidup kita harus senantiasa bertindak baik untuk diri sendiri ataupun untuk sesama manusia. Kita harus berusaha menjadi orang yang baik dan memberikan manfaat positif pada orang sekitar.masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran kesempatan itu tidak datang dua kali, yang berketetapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu, hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Humanisme melihat seluruh manusia sebagai satu kesatuan, terlepas dari kelas, kebangsaan, kebudayaan, agama yang dianut, dan rasnya. Humanisme menentang setiap bentuk diskriminasi.Susunan spiritual dan moral manusia merupakan satu tahap setelah susunan fisiknya. Tubuh manusia dibentuk dalam rahim oleh faktor-faktor penciptaan. Namun, sistem spiritual, moral manusia, dan berbagai komponen kepribadiannya, harus dikembangkan kemudian. Sebab itu, setiap manusia merupakan pembangun dan perekayasa kepribadiannya sendiri.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Bersyukur adalah hal yang dapat kita lakukan setelah membaca elegi di atas. 10 wasit kepada para cantraka semoga selalu dapat kami camkan dan menerapkannya dengan penuh keikhlasan dalam kehidupan kita, sehingga memberikan kebaikan kepada orang lain sesuai dengan dimensi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  16. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam elegi ini diceritakan mengenai pada ritual ikhlas yang ketiga muhammas nurikhlas menyampaikan wasiat kepada para Cantraka. salah satu wasiatnya adalah untuk Tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya. ini maksudnya adalah kita memang diharapkan untuk selalu mengunakan pikiran, tetapi pikiran itu juga harus dibatasi oleh hati karena hakikat manusia adalah keseimbangan antara hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  17. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Memanfaatkan kesempatan dalam rangka menuju masa depan yang cerah, seperti kuliah filsafat, ini adlaah kesempatan kita untuk refleksi diri. Moralnya kita dalam melakukan segala sesuatu juga menjadi faktor. Adanya ikhlas dalam hati, berdoa dan berikhtiar, tidak mudah putus asa maka segala sesuatu yang sifatnya gagal, kita akan dengan berbesar hati bahwa itu ujian menuju ketahap selanjutnya. Hal itu juga upaya memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahan.

    ReplyDelete
  18. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dari postingan diatas, saya jadi lebih sadar bahwa menjadi kan "kesempata tidak datang dua kali" seagai motivasi akan sangat mendorong kita untuk berusaha dan berfikir semaksimal mungkin dalam rangka menyiapakn untuk mengahadapi kesempatann emas yang datangnya tdidak terduga dan tak disangka-sanga secara mendadak.

    ReplyDelete
  19. Masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran. Kesempatan itu tidak dating dua kali, yang berketatapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang waktu, hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT.
    Sungguh kalimat itu membuat saya semakin sadar akan makna kesempatan yang tidak akan dating untuk kedua kalinya. Dan membuat saya ingin menjadi lebih baik dalam menjalani sebuah kesempatan yang telah diberikan kepada saya terlebih oleh Allah SWT. Sungguh bermanfaat postingan dari Prof. ini. Trimakasih.

    M. Saufi rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  20. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran dan berketetapan hati, sedetik saja melewatkan kesempatan yang sudah diberikan, akan berakibat pada masa depan. Manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan bijak.

    ReplyDelete
  21. Fajar Yanuara
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Setelah membaca Elegi Ritual Ikhlas 12 ini, sekilas saya menangkap bahwa kita tidak hanya berfikir dan berangan-angan, namun kita berfikir tentang mimpi besar. Dalam hal ini, jangan kita biarkan mimpi tersebut hanya dalam bentuk mimpi saja, tetapi kita wujudkan dengan mencari jalan atau cara untuk menggapai mimpi tersebut. Kita perlu melihat peluang atau kesempatan, dengan memikirkan kelebihan serta kekurangan kita saat ini untuk mengukur seberapa mampukah kita menggapai mimpi tersebut. Niatkan segala pekerjaan hanya untuk mencari ridha ALLAH, diniatkan untuk ibadah, untuk kehidupan akhirat, karena barang siapa mencari kebahagiaan akhirat maka kebahagiaan dunia akan mengikuti.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dari elegi ini saya kembali diingatkan bagaimana memaksimalkan kesempatan yang diberikan untuk mengukir masa depan. Dalam dialog diatas Muhammad Nurikhlas berpesan “Sungguh masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran kesempatan itu tidak datang dua kali, yang berketetapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu, hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT.”

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Salah satu pesan dari sang begawat selatan. Tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya. Kembali kita diingatkan betapa hati adalah perkara yang sangat urgen dalam kehidupan. Hati harus mampu mengendalikan pikiran-pikiran, hati juga harus menjadi filter terakhir saat menimbang dan sebelum memutuskan sesuatu berdasarkan ruang dan waktunya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sungguh wejangan-wejangan yang sangat bermanfaat. Di atas tadi disebutkan bahwa kesuksesan dimasa depan dimiliki oleh orang yang memiliki kesempatan. Kesempatan yang bagaimana? Yakni kesempatan yang dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu menciptakan berbagai peluang untuk menuju kesuksesannya. Karena mampu menciptakan peluang, maka secara tidak langsung membuka segala pintu-pintu rezekinya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Kehidupan manusia itu linear dari zaman azali hingga akhirat nanti. Kita tidak dapat lagi kembali ke dunia jika sudah sampai akhirat.
    Kita berada di persimpangan antara pra-dunia dan pasca-dunia adalah semata-mata untuk mencari ridho Allah. Allah juga tidak membatasi kita untuk mencari rezeki dan mencukupi hidup kita. Sesuai dengan firman Allah :
    " Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung." (Q.S Al Jumu'ah : 10)
    Juga agar manusia senantiasa bertawwakal kepada Allah.
    ”Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq : 3)
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  26. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Kita hanya hidup satu kali, semakin hari waktu kita untuk hidup di bumi ini semakin berkurang. Karena kita hidup di dunia ini hanyalah sementara, di akhirat lah sesungguhnya kehidupan kita. Kelak kita di akhirat akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di dunia, dan akan mendapatkan balasan baik untuk perbuatan baik kita atau perbuatan buruk kita. Gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya, jadikanlah dunia ini sebagai ladangnya akhirat, dengan cara menangkap setiap kesempatan atau peluang dengan penuh keyakinan berdasarkan iman, taqwa, ikhlas dan semata-mata demi menggapai ridha Allah SWT melalui membetulkan atau merevitalisasi makna dan esensi Jihad fisabilillah di jalan Allah SWT, sehingga kita akan berani untuk mengambil Langkah Meretas Sejarah Peradaban Manusia.

    ReplyDelete
  27. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dalam elegi tersebut dipaparkan sepuluh wasiat dalam rangka Meretas Peradaban Manusia ke depan, beberapa diantaranya yaitu bahwa masa depan setiap orang ini yang menentukan juga dirinya sendiri. Masa depan itu hanyalah milik orang-orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran bahwa kesempatan itu tidak datang dua kali. kemudian seseorang yang memiliki ketetapan hati, tidak ragu-ragu, berani mengambil keputusan dan tindakan. Dapat membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu. Dalam bertindak menggunakan hati dan pikirannya, jadi mengkombinasikan keduanya, sehingga gunakanlah hati nurani kita juga jangan hanya mengandalkan logika berpikir kita saja, begitu pula sebaliknya gunakanlah akal sehat kita jangan mudah terbawa perasaan dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  28. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Semua elegi-elegi yang ada di blog ini bisa kita jadikan sebagai referensi dan eviden untuk meretas peradaban manusia. Mintalah pertolongan kepada Allah agar diberikan hati yang bersih dan pikiran yang jernih, dengan begitu kita bisa mendapatkan ilmu dan memetik manfaat yang berharga dari setiap kejadian. Karena elegi-elegi yang ada jika tidak dibaca dan di “cerna” maka hanya menjadi berupa sampah. Namun jika kita membaca elegi dengan hati yang ikhlas, maka kita akan menemukan intan permata.

    ReplyDelete

  29. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Membaca 10 wasiat pada elegi ini memberikan saya pencerahan bahwa untuk meretas peradaban manusia ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu dengan sungguh-sungguh melihat kesempatan dan peluang yang ada, ada banyak peluang di hadapan kita, namun untuk mencoba itu membutuhkan keberanian dan harus merasa tertantang dengan kesempatan tersebut.
    Menuntut Ilmu harus diimbangi dengan hati yang ikhlas, hati yang mampu mengendalikan pikiran dan pikiran yang mampu mengendalikan hati, dengan tujuan untuk mengemban amanah agar menjadi maslahat di dunia maupun akhirat.

    ReplyDelete
  30. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Dari elegi di atas kita diingatkan tentang bagaimana masa depan juga kesempatan. Masa depan adalah milik orang-orang yang dapat melihat dan memanfaatkan kesempatan dan peluang yang ada. Kesempatan tidak akan datang dua kali, maka ketika kita mendapatkan kesempatan tersebut manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Masa depan adalah milik orang-orang yang berani. Berani untuk berubah menjadi lebih baik, berani berkreasi, berani mengambil resiko, dan lain-lain. Tetapi tetap setiap apa yang kita lakukan harus berniatkan ikhlas untuk ridho Allah.

    ReplyDelete
  31. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Meretas Sejarah Peradaban Manusia bukanlah hal yang mudah. Orang-orang yang berani mengambil langkah besar lah yang akan mendapatkan masa depan yang cemerlang. Membangun dunia sebagai ladangnya akhirat dengan menangkap setiap kesempatan. Bukanlah sembarang orang yang mampu mengukir dan menorehkan gagasan-gagasan briliant melalui tulisan-tulisannya. Kata Pramoedya Ananta Toer, menulis itu bekerja untuk keabadian. Dengan menulis seseorang akan terus ada sekalipun jasadnya sudah terpendam. Karya-karyanya yang dibaca banyak orang, pada akhirnya akan menjadi inspirasi dan mengalirkan pahala kebaikan. Kata Ali bin Abi Thalib... ikatlah ilmu dengan goresan tinta, maka dari tu menulislah..

    ReplyDelete
  32. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Elegi di atas mempunyai harapan bahwa kita harus mempunyai berani mengambil langkah besar untuk dapat meretas sejarah peradaban manusia. Kesempatan belum tentu datang dua kali, maka kita harus menagkap kesempatan yang datang dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan keyakinan yang berisikan iman dan taqwa, kita harus berani meletakkan dasar-dasar sejarah peradaban manusia untuk membangun dunia akhirat yang seimbang. Untuk itu ke sepuluh cara yang dilakukan untuk meretas peradaban manusia yang sudah tercantum di elegi perlu benar-benar dipahami dan diwujudkan agar tercipta masa depan yang cemerlang.

    ReplyDelete
  33. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Manusia hidup dalam satu kali kesempatan, maka secara rasional seharunya manusia melakukan sebaik baiknya dalam kehidupannya. Namun tak dapat dipungkiri ketika manusia menjadi pemain drama kehidupannya maka ia tak pernah sadar atas apa yang ia lakukan, bahkan sekalipun kesalahan yang tidak dapat diampuni oleh Allah. Manusia perlu melihat dirinya dari kejauhan sehingga ia dapat menyadari apa yang telah ia lakukan dalam kehidupannya. Untuk menghindari hal ini maka hati manusia perlu diisi dengan iman dan taqwa.

    ReplyDelete
  34. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  35. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Cantraka digambarkan sebagai sosok pencari ilmu, baik ilmu Hati maupun Ilmu Pikir.Cantraka adalah pembawa amanah dunia, akhirat, amal, ilmu, dan doa. Tidak semua Cantraka mampu mertas peradaban manusia ke depan karena masa depan hanyalah milik bagi orang yang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran bahwa kesempatan itu tidak akan datang dua kali, yang berketetapan hati dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  36. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Sungguh masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran kesempatan itu tidak datang dua kali. Segala sesuatu yang telah terjadi hari ini tidak dapat diulang lagi di hari esok, dan apa yang sudah terjadi hari ini, telah tercatat dalam buku amalan kita, maka untuk berbuat suatu kebaikan tidak perlu menunggu dihari esok, tapi lakukan mulai detik ini.

    ReplyDelete
  37. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Salah satu wasiat untuk para Cantraka dalam rangka Meretas Peradaban Manusia ke depan adalah Tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya. Dalam hal ini saya mengartikan bahwa sebelum mengembarakan seluruh pikiran kita, yang perlu diperhatikan adalah menetapkan hati dengan meluruskan niat, yaitu niat mendapatkan ridho dari Allah SWT. Setiap niat untuk mendapatkan ridho-Nya akan menuntun kita untuk berjalan di jalan yang yang Allah Ridhoi.

    ReplyDelete
  38. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Sinarilah persepsi-persepsi, pengalaman, praktik-praktik, a posteriori, sintetik, korespondensi, dengan cara subserve ke atas menuju langit agar tidak mengalami kebutaan."
    Wasiat ini menuntun kita untuk mengembalikan persepsi, pengalaman, pratik, aposteriori, sintetik, koserpondensi yang telah dibangun kedalam aturan-aturan agama yang kita anut, sehingga kita tidak akan salah arah atau menyimpang dari ajaran agama yang telah kita yakini kebenarannya. Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang selalu diberi inayah dan hidayah-Nya dalam mengembarakan pikiran kita.

    ReplyDelete
  39. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kita harus melihat kesempatan dan meraihnya di masa yang akan datang. Syaratnya kita harus memiliki hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT. Kita juga harus bersifat terbuka terhadap segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga kita bisa senantiasa memperbaiki diri untuk menggapai Ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  40. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam rangka meretas peradaban manusia ke depan, ada wasiat yang bisa diambil yaitu kita harus mampu melihat kesempatan dan berani mengambil keputusan. Orang hebat adalah orang yang berani mengambil keputusan dengan segala resiko yang akan diterima. Kita ingat kembali pada ikhlas dalam menuntut ilmu dengan menggunakan ilmu yang kita dapatkkan sebagai referensi kehidupan dan mampu mengemban amanah dengan ilmu tersebut.Jadi, gunakan ilmu yang kita dapatkan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  41. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Segala sesuatu memiliki resikonya masing-masing. Berani mengambil langkah yang besar juga ada resikonya. Tetapi kesempatan tidak datang dua kali. Dengan ketetapan hati maka sebaiknya berani mengambil keputusan untuk mengambil kesempatan itu. Apapun resikonya masih ada Allah yang selalu melindungi

    ReplyDelete
  42. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Elegi-elegi menggapai ikhlas ini sangat bermanfaat. Semua elegi-elegi yang telah diciptakan dapat digunakan sebagai referensi dan eviden untuk meretas peradaban manusia. Agar kita senantiasa ikhlas menuntut ilmu serta mengemban amanah ke depan untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan pikiran, perasaan dan segenap jiwa

    ReplyDelete
  43. Kita harus melihat kesempatan dan meraihnya di masa yang akan datang. Syaratnya kita harus memiliki hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  44. Kita juga harus bersifat terbuka terhadap segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga kita bisa senantiasa memperbaiki diri untuk menggapai Ridho Allah SWT.

    Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    ReplyDelete
  45. 1.Sungguh masa depan itu hanyalah milik bagi orang-orang mampu melihat kesempatan dan dapat meraihnya dengan kesadaran kesempatan itu tidak datang dua kali, yang berketetapan hati, tidak ragu-ragu dan berani mengambil keputusan serta tindakan dan membuat langkah-langkah besar sejarahnya dalam ruang dan waktu, hati yang mampu mengendalikan pikirannya, dan pikiran yang mampu mengendalikan hatinya, dengan selalu memohon ridha dari Allah SWT. Amin
    Maka kita tetap memiliki visi untuk menjadi lebih baik namun harus dalam keadaan sadar akan kelebihan dan kekurangan kita tetap dalam ikhlas, tawakal dan ikhtiar dalam ruang dan waktu yang benar dan sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  46. 2.Tetapkan tiap-tiap hati sebagai komandan bagi semua pikiran-pikirannya
    Dalam mengada maka hati kita dalam pikiran-pikiran harus tetap disiplin dan terjaga dalam ruang dan waktu. Tetap dengan ikhlas, doa dan ikhtiar.

    ReplyDelete
  47. 3.Terjemahkanlah semua yang ada dan mungkin ada sesuai ruang dan waktunya
    Agar dalam hidup sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT, maka dalam berkehidupan harus mampu mengada untuk yang ada dan mungkin ada sesuai dan disiplin dengan ruang dan waktunya. Kalau tidak pasti akan ada sesuatu yang mungkin akan merugikan diri sendiri maupun orang lain bahkan merugikan mahkluk atau ciptaan Allah yang lain.

    ReplyDelete
  48. 4.Bersedialah diterjemahkan oleh yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktunnya.
    Justru kita harus mampu menerjemahkan yang ada dan yang mungkin ada dalam kehidupan dunia menuju akherat kelak. Agar hidup kita penuh dengan kedamaian, ketenangan, kebahagiaan, kesempurnaan, ke.. ke.... ke .... dunia dan akherat.

    ReplyDelete
  49. 5.Temukan anti-tesis anti-tesis dari tesis-tesis yang ada dan yang mungkin ada
    Dengan belajar berfilsafat bersama Prof. Marsigit, membaca-membaca dan membaca.... insya Allah mulai berfilsfat.

    ReplyDelete
  50. 6.Sintesiskan tesis-tesis dengan anti-tesisnya.
    Tesis secara sederhana dipahami sebagai suatu pernyataan atau pendapat yang diungkapkan untuk sesuatu keadaan tertentu.
    Antitesis adalah pernyataan lain yang menyanggah pernyataan atau pendapat tersebut.
    Sintesis adalah rangkuman yang menggabungkan dua pernyataan berlawanan tersebut sehingga muncul rumusan pernyataan atau pendapat yang baru.
    Maka dalam berfilsafat kita harus mampu menemukan sentesis dari tesis dan anti tesisnya.

    ReplyDelete
  51. 7.Substansikanlah asumsi-asumsi rasionalitas, logika, koherensianitas, a priori, analitik dan transendenitasnya agar tidak menjadi kosong belaka dengan cara submerge kebawah agar bisa membumi.
    Agar lebih mudah dipahami, dinikmati, dimengerti, oleh semua mahkluk Allah maka kita harus mampu menyatukan semua asumsi-asumsi rasionalitas, logika, koherensianitas, a priori, analitik dan transendenitasnya dalam logos-logosnya.

    ReplyDelete
  52. 8.Sinarilah persepsi-persepsi, pengalaman, praktik-praktik, a posteriori, sintetik, korespondensi, dengan cara subserve ke atas menuju langit agar tidak mengalami kebutaan.
    Dengan tetap dengan hati yang ikhlas, ikhtiar, tawakal, doa, iman dan taqwa maka persepsi-persepsi, pengalaman, praktik-praktik, a posteriori, sintetik, korespondensi, selalu dalam ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  53. 9.Gunakan semua elegi-elegi yang telah diciptakan oleh Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas sebagai referensi dan eviden untuk meretas peradaban manusia.
    Insya Allah elegi-elegi ini menambah wawasan dan makna kepada kita dari yang belum tahu menjadi tahu, dari yang sudah tahu jadi diingatkan. Elegi-elegi ini akan menjadikan dewasa dalam berpikir ada dan yang mungkin ada dalam ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  54. 10.Wasiat ini aku berikan kepada para Cantraka yang senantiasa Ikhlas menuntut ilmunya dan membaca Elegi-elegi untuk mengemban amanah ke depan menjaga, melestarikan dan mengembangkan pikiran, perasaan dan segenap jiwa dari Sang Bagawat Selatan alias Muhammad Nurikhlas, dalam komunikasi langsung maupun tak langsung, real maupun imaginer, dunia dan akhirat. Amin.
    Aamiin yaarobil'alamiin.... Semoga kita mampu melaksanakan sesuai Al Qur'an dan Al Hadits.....

    ReplyDelete
  55. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Dalam menjalankan kehidupan, Allah memerintahkan kita untuk terus berusaha memberikan yang terbaik. Manusia terbaik adalah yang terus bergerak, memanfaatkan setiap potensi yang dia miliki untuk kehidupannya. Keseimbangan hidup di dunia dan akhirat haruslah diupayakan, sebagaimana yang sering kita dengar: “Berbuatlah untuk duniamu seolah kamu hidup selamanya, dan berbuatlah untuk akhiratmu, seolah kamu mati esok hari”.

    ReplyDelete
  56. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Masa depan adalah waktu yang sangat rahasia bagi manusia untuk ditebak secara menyeluruh karena masa depan adalah harapan-harapan terbaik kita yang tertunda di masa sekarang, berbicara masa depan erat kaitannya dengan cita-cita atau harapan kita yang tergambar secara indah dan penuh semangat, masa depan pula lah yang membuat seseorang berani berjuang bahkan sampai mengorbankan hidupnya demi mewujudkan masa depan yang lebih cerah dan penuh kebahagiaan.

    ReplyDelete
  57. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Ketika kita mulai mengambil tindakan menuju impian, Kita harus menyadari bahwa tidak setiap tindakan akan sempurna dan menghasilkan sesuatu yang Anda inginkan. Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian, terkadang membuat kesalahan, mendapatkan hampir benar, dan percobaab untuk melihat apa yang terjadi adalah bagian dari proses untuk mendapatkan sesuatu dengan benar sesuai dengan impian.

    ReplyDelete
  58. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Masa depan bukan menunggu takdir dengan mempercayai ramalan, tetapi dimulai dengan kerja keras dan tanggung jawab untuk mewujudkan visi. Masa depan adalah perjalanan dan proses yang kompleks, tidak ada jalan yang mudah untuk masa depan terbaik. Masa depan yang lebih baik dapat diwujudkan ketika kita sadar untuk mengikuti perubahan, serta tidak ngotot dengan keyakinan dan pikiran kita.

    ReplyDelete
  59. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Tidak ada jaminan apapun tentang masa depan yang kita inginkan. Anda hanya perlu untuk tidak berpangku tangan dan menunggu takdir. Kita harus berinisiatif mengambil resiko dan berperan aktif mengubah setiap peristiwa menjadi hal yang baik bagi masa depan kita. Kita harus membiasakan diri untuk bekerja dan bertindak di dalam perubahan.

    ReplyDelete
  60. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Berbicara tentang kesempatan maka berbicara pula tentang keyakinan. Banyak yang mengatakan bahwa kesempatan itu tak datang dua kali. Kesempatan itu akan dengan mudah didapatkan jika dalam menggapai kesempatan dengan langkah pertama keyakinan terlebih dahulu. Jika melakukan didasari keyakinan dan hati yang ikhlas, insya Allah akan diberikan ridho olehNya.

    ReplyDelete
  61. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Ikhlas adalah kunci seseorang melakukan segala perbuatan. Tanpa didasari keikhlasan apalah arti sebuah perbuatan. Termasuk dalam belajar filsafat pun didasari dengan ikhlas. Saya dapat belajar dari para Cantraka yang senantiasa belajar ikhlas dalam menghadapi segala sesuatu termasuk dalam mengembarakan pikiran.

    ReplyDelete
  62. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Dari 10 wasiat yang diberikan oleh Muhammad Nurikhlas kepada para Cantraka semoga dapat kita diterapkan. Semoga pula kita dapat mengembarakan pikiran kita dan tetap semangat untuk menggapai setiap kesempatan yang Allah berikan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id