Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas




Oleh Marsigit

Cantraka Sakti:

Waha sini saudaraku, Cantraka Awam, bagaimana khabarnya? Engkau dari mana kok bisa sampai kesini untuk mengikuti Ritual Ikhlas? BerZikir ya berZikir, tetapi ngobrol itu ya penting.

Cantraka Awam:
Aku dari jauh. Aku kesini memang ingin meningkatkan keikhlasanku dalam beribadat. Oleh karena itu Ritual Ikhlas ini saya anggap peristiwa yang sangat tepat dan sangat baik bagi diriku untuk belajar ikhlas, dengan cara menerima saran perbaikan dari Santri yang sudah pengalaman. Lha kalau kamu dari mana? Kenapa engkau juga datang kesini? Apa Alasanmu?

Cantraka Sakti:
Wha..aku sebetulnya tidak sengaja mengikuti kegiatan ini. Aku sebetulnya sedang menunggu job atau pesanan karya ilmiah saya. Seraya menunggu sembari mengisi waktu saya ingin melihat apa yang terjadi dalam Ritual Ikhlas.

Cantraka Awam:
Bicaramu kelihatan sangat ilmiah apakah engkau seorang Doktor atau Profesor?

Cantraka Sakti:
Oh bukan, cuma aku memang lulusan Cambridge University baru beberapa bulan. Ngomong bahasa Indonesia atau bahasa Jawa saja masih harus belajar. Wah kegiatan ini menurutku sangat menyiksa. Terlalu banyak peraturan, thethek mbgengek. Di luar negeri aku tidak pernah menemui kegiatan semacam ini. Ah buang-buang waktu saja.

Santri Petugas:
Maaf saudaraku, ini saatnya para peserta sedang berZikir. Mohon toleransinya agar bicaranya diperlemah. Atau kalau bisa saya sarankan, daripada banyak berbicara lebih baik memperbanyak amalan-amalannya dengan cara berZikir yang sebanyak-banyaknya.

Cantraka Sakti:
Waha...asem tenan...seorang Master lulusan Cambridge University baru beberapa bulan..ditegur sama lulusan SMP. Ya...ya...ya...saya diam. Hei Cantraka awam...aku membawa segala macam minuman. Ini pilihlah. Engkau akan minum apa? Kesenanganku adalah minum kopi hangat. Wah kopi hangat kaya gini suegernya bukan main...Dhuot..drut..drut. Apalagi habis minum bisa buang angin, wah rasanya sangat lega. Lalu minum lagi..wah badan terasa seger. Apalagi kalau bisa buang angin lagi...demikian itu seterusnya. Itu kebiasaanku selama di Luar Negeri selama bertahun-tahun. Tidak puas kalau minum tidak sambil buang angin.

Santri Petugas:
Maaf Cantraka Sakti...sesuai dengan kebiasaan dan tata cara melaksanakan Ritual Ikhlas, maka minum sambil buang angin itu tidak sopan. Karena setelah anda membuang angin, itu berarti anda tidak suci lagi. Seyogyanya, setelah anda membuang angin, anda harus bergegas mengambil air wudhlu. Jika tidak berwudu maka itu berarti anda minum dalam keadaan kotor. Artinya, Syaitan itu akan masuk bersama minum kopi anda itu.

Cantraka Sakti:
Wuhaeh...baru kali ini saya mendengar peraturan seperti itu. Ketika aku di Luar Negeri, tidak ada masalah itu minum sambil buang angin, sambil tertawa, sambil menari, sambil bernyanyi, bahkan sambil mabuk sekalipun. Masalah kayak gitu kok diurusi, kayak kurang kerjaan saja, mas...mas...Nanti kalau engkau butuh kerjaan lapor saja sama saya.

Santri Kepala:
Bapak ibu semua, setelah beberapa hari kita melakukan Ritual Ikhlas ini, maka sampailah kita pada penghujung acara yaitu acara penutupan. Pada acara penutupan nanti akan ada ceramah mengenai hakekat Ikhlas dan cara memperolehnya. Namun sebelumnya perkenankanlah kami ingin mengumumkan perihal penilaian transenden spiritual kami tentang siapa saja yang akan saya panggil untuk dapat melakukan atau melanjutkan Ritual Ikhlas selanjutnya. Nama-nama berikut yang yang saya panggil mohon agar dapat menuju ke mimbar tengah untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut. Sedangkan yang belum dipanggil, mohon agar tetap berada ditempat sampai acara selesai. Nama-nama yang dipanggil adalah: Mahammad Nurikhlas, Siti Nurikhlas, Cantraka Ikhlas, dan Cantraka Awam.

Cantraka Sakti:
Lho...lho...aku kok tidak dipangil? Lho..kanapa? Wah malu saya ...seorang Master Lulusan Cambridge University hanya kayak gini saja kok tidak lulus. Mohon..tolong...wah...panitia? Aku protes..kenapa aku tidak dipanggil? Lho ..jadi aku masih belum dianggap Ikhlas? Bagi seorang Master Lulusan Luar Negeri, rasio itu nomor satu. Aku hanya akan ikhlas kalau sesuai dengan pikiranku. Lha buang angin itu kan sehat, masa' nggak boleh. Itu tidak logis. Bagaimana aku akan ikhlas. Aneh pula alasannya. Apa buktinya Syaitan masuk melalui minuman kopiku. Aku tak merasakan apa-apa itu?

Santri Kepala:
Maaf hanya belum dipanggil saja. Mungkin untuk Ritual Ikhlas selanjutnya nanti Bapak akan dipanggil. Untuk sementara tunggulah di sini dengan sabar dan tawakal.

89 comments:

  1. Bayu Adhiwibowo 16709251014/S2 Pend. Matematika
    Pada elegi di atas mengibaratkan bahwa seseorang akan mendapatkan ridhonya Allah SWT ketika melakukan segala amal ibadah dengan ikhlas hati. Tidak memperdulikan jabatan, kepandaian ataupun gelar yang sudah dimiliki. Sebagai manusia kita harus senantiasa bertawakal,bertingkah laku, beribadah dengan ikhlas,maka kita akan mendapat ridho Allah,sehingga hidup kita akan lebih baik lagi. Amin

    ReplyDelete
  2. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Ikhlas, adalah semata-mata apa yang kita lakukan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan, amal-amalnya dan dari ketaqwaannya. Jadi untuk menjadi ikhlas, dan mendapat ridho dari Allah, pangkat dan jabatan di dunia tidak ada pengaruhnya, semua sama. Jadi, untuk semuanya, marilah kita selalu mendekatkan diri kita kepada Allah dengan melakukan hal-hal yang terpuji.Melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan ridho dari Allah SWT. Amiin.

    ReplyDelete
  3. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Dalam menggapai ikhlas yang sesungguhnya kita tidak boleh sombong. Merasa lebih dari orang lain, merasa paling berilmu, merasa paling berpendidikan tinggi sehingga bisa mengabaikan aturan yang berlaku seperti yang dilakukan Cantraka Sakti. Sesungguhnya Allah tidak melihat itu semua. Yang membedakan kita sesama manusia adalah keimanan kita. Semoga kita selalu diberi keberkahan dalam hidup dan keikhlasan dalam menjalani apapun. Aamiin.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  4. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dari elegi di atas, menunjukkan kesombongan Cantraka Sakti yang begitu bangganya dengan pendidikan dan segala hal yang dimilikinya, hingga menganggap rendah orang-orang disekitarnya meskipun orang tersebut lebih tua dari dia, tidak ada rasa hormat sedikitpun hanya karena pangkat/jabatannya lebih rendah darinya. Karena rasa sombongnya itulah, menyebabkan ketidak ikhlasannya pula dalam mengikuti ritual ikhlas. Sebagai makhluk Tuhan yang lemah, tidak sepantasnya kita bersikap sombong dan tidak ikhlas, dalam menjalankan perbuatan hendaklah kita mulai dengan niat yang ikhlas, niat yang timbul dari dalam diri kita. Dengan niat yang ikhlas tersebut, kita hanya mengharap ridho Allah SWT dari perbuatan kita.

    ReplyDelete
  5. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ikhlas dapat dikatakan sebagai memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ikhlas akan digapai ketika tidak ada lagi keluhan, sanggahan, kesombongan, karena Allah melihat kepada hati dan amal masing-masing orang.

    ReplyDelete
  6. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Kesombongan hanya akan menyesatkan kita, menjerumuskan kita pada jurang kegelapan dan kebodohan. dalam bertindak sebaiknya kita berhati - hati. menyombongkan diri sendiri sekalipun hanya diucap di dalam hati saja sudah tidak boleh apalagi diumbar - umbar di depan banyak orang. kita harus ingat bahwa diatas langit masih ada langit. dan diatas segalanya di dunia ini, masih ada Allah, Tuhan Semesta Alam. Maka dari itu, ikhlaslah, ikhlaslah dalam melakukan segala hal maka kita akan senantiasa berada dalam lindungan Allah. semoga Allah bersedia memaafkan kesombongan kita selama ini.

    ReplyDelete
  7. Salah satu pesan yang saya baca dari Tulisan Bapak Prof. Marsigit diatas adalah, dalam menggapai ikhlas juga diperlukan sopan santun, Ada etika, Sopan santun dalam ruang dan waktunya. ada penghormatan terhadap nilai yang dianut.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  8. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Elegi ini menggambarkan seseorang yang belum ikhlas, tidak semata-mata untuk mengharapkan rida Allah karena mengikuti ritual sekedarnya dan masih terbelenggu dengan tingginya status sosial, padahal di hadapan Allah kita semua sama. Elegi ini juga menyiratkan nasehat tentang aturan agama yakni ketika mendengarkan siraman rohani hendaknya dilakukan secara tenang agar kita dapat memaknai intinya. Selanjutnya makan adalah ibadah dan kita harus tetap suci (menjaga wudhu) ketika sedang makan.

    ReplyDelete
  9. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Cantraka Sakti hanya salah satu contoh kecil. Pribadi yang belum ikhlas seringkali memberontak ketika dikatakan belum ikhlas. Padahal, saat itu pula seharusnya dia dapat belajar lebih ikhlas,
    Sombong dan selalu mengeluh adalah penghancur keikhlasan. Apabila kita melakukan sesuatu yang kita sukai untuk menyombongkan diri, maka hilangkanlah ikhlas itu. Dan apabila selalu mengeluh melakukan apa yang tidak kita sukai, maka sudahlah pasti hilanglah pula ikhlas itu. Sabar dan tawakkal. Ikhlas bukan untuk sembarang orang. Selalu, selalu sabar dan tawakal.

    ReplyDelete
  10. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Dalam pandangan Imam Khomeini, tujuan mempelajari agama adalah mengantarkan manusia ke satu titik. Hal itu tidak.mungkin dilakukan oleh selain agama. Tak satu pun dari argumentasi, metode peripatetik, silogisme filosofis, atau dialektika teologis yang bisa mengantar ke puncak yng tinggi ini. Agama memiliki peranan khusus dalam mengantarkan seseorang ke maqam qalbi, yaitu hati yang mendapat pancaran dari pelita (misykah) para Nabi dan lentera para Wali. Untuk mencapai maqam ini, tentu harus di tempuh jalan mujahadah (melawan nafsu). Tanpa hal ini, siapa pun yang mengklaim pemilik ilmu dan makrifat, hanyalah memiliki keduanya dalam bentuk konsep-konsep. Mereka tidak bisa memahami rahasia dan isyarat para Nabi dan para Wali, kecuali pada lapisan luar dan lahirnya saja.
    Dengan kata lain, mereka sesungguhnya adalah orang-orang buta yang terjebak dalam kegelapan alam materi. Mereka hanya sebatas mengenal adanya cahaya melalui sifat-sifat dan konsep-konsep belaka. Padahal, cahhaya hanya bisa dipahami melalui cahaya. Jika tingkat makrifatt tertinggi adalah sampai kepada derajat ilahiah tertinggi dan harapan para urafa hanya bisa dicapai dengan cara itu, dan jika manifestasi dzat, sifat dan asma Ilahi merupakan hakikat cahaya; ia harus meraih hakikat tersebut agar bisa terhubung dan sampai ke tingkatan tersebut. Kapasitas dan potensi ini bisa diperoleh dengan cara membebaskan diri dari alam kegelapan. Tanpa prasyarat ini, tidak mungkin pemahaman hakikat bisa diperoleh melalui argumen Peripatetik, silogisme filosofis, atau argumen teologis.
    wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  11. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menjalani ibadah kepada ALLAH SWT ada hal-hal yang dapat membatalkan proses yang kita lakukan sehingga ketika itu kita lakukan maka batal lah apa yang telah kita jalani dan yang musti kita lakukan adalah mengulang dari awal prosesnya yaitu bersuci terlebih dahulu. keadaan tersebut merupakan suatu keharusan dikarenakan ketika kita melakukan hal yang dilarang maka bisa jadi ada syaitan yang mengganggu kita sedangkan kita tahu sendiri bahwa syaitan bertugas untuk terus terus dan terus mengganggu manusia hingga akhir zaman nanti.

    ReplyDelete
  12. Untuk dapat dikatakan sebagai seseorang yang benar-benar ikhlas yang sesungguhnya bukan dengan menampakkan siapa diri kita sebanarnya, karena kita sebagai hamba- Nya tidak pantas untuk menyombongkan diri atas apa yang kita peroleh serta apa yang kita punya di dunia, karena sampai kapanpun semua itu tak sebanding dengan apa yang Allah miliki. Sebagai seorang hamba Allah kita tak pantas meremehkan orang lain, karena kita tak akan pernah tahu orang kita remehkan tersebut apakah juga seorang yang berilmu seperti lkita, atau ilmunya meebihi ilmu yang kiata miliki. Jadi, untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT yang sesungguhnya, akan kita dapatkan apabila kita menyerahkan semua urusan kepada Allah, tidak menyombongkan diri dihadapan orang lain serta dihadapan Allah. Sesungguhnya yang membedakan kita di depan Allah hanyalah iman dan ketaqwaan yang kita miliki.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  13. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Dari elegi ini, sekali lagi kita di ingatkan bahwa menjadi ikhlas itu sangat penting dan mencapai ikhlas itu tidaklah mudah, karena ada banyak hal yang tidak kita nafikan selalu kita lakukan. Ya, kesombongan. Ketika kita sombong kita akan lupa bagaimana untuk menjadi ikhlas, dan niat dalam diri adalah hal yang selalu harus ada untuk mencapai keikhlasan tersebut agar kita terhindar dari rasa sombong yang selalu menganggu kita.

    ReplyDelete
  14. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    ternyata cantraka sakti pada bagian ini sudha dipanggil dan dikeluarkan karena tidak mematuhi peraturan dari panitia, karena belum bsa ikhlas sepenuhya dan masih merasa tinggi hati. walaupun ia lulusan cambridge tetapi tidak mempengaruhi terhadap tingkatan keihlasannya karena itu bukanlah tolak ukur dari keiklasan.

    ReplyDelete

  15. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Ikhlas adalah melakukan sesuatu dengan hati yang murni dan tanpa unsur paksaan. Sebuah ketulus ikhlasan tidak dilihat dari peringkat, tingkat pendidikan, dan lain-lain Dalam artikel ini saya bisa belajar dari "Cantraka Sakti" bahwa sepandai-pandainya orang-orang pintar tidak akan berarti apa-apa dimata sang Kholiq. karena Allah melihat keikhlasan seseorang dalam melakukan sesuatu dan Allah tak memandang perbedaan derajat seseorang.

    ReplyDelete
  16. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Belajar menghargai orang lain sebagaimana agar diri sendiri dapat dihargai orang lain. Bisa menempatkan diri kapan saatnya untuk bertingkah sopan dan santun. Tak perlu sombong dengan harkat dan martabat yang telah dimiliki apalagi sombong dihadapan Allah. Karena kesombongan itulah yang justru menjadikan segala sesuatu menjadi dipandang tidak ikhlas.

    ReplyDelete
  17. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Kesombongan adalah satu penyakit hati dalam diri manusia. Penyakit yang bisa menjangkit siapapun dan kapanpun, baik yang kaya sampai yang miskin, orang pandai dan lainnya.Kesombongan akan dikalahkan oleh keikhlasan hati. Namun, terkadang keikhlasan didatangi oleh kesombongan. Manusia yang sombong, amalnya pun tak kan ada artinya.

    ReplyDelete
  18. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Menunjukkan kesombongan Cantraka Sakti yang begitu bangganya dengan pendidikan dan segala hal yang dimilikinya, hingga menganggap rendah orang-orang disekitarnya meskipun orang tersebut lebih tua dari dia, tidak ada rasa hormat sedikitpun hanya karena pangkat/jabatannya lebih rendah darinya. Untuk dapat dikatakan sebagai seseorang yang benar-benar ikhlas yang sesungguhnya bukan dengan menampakkan siapa diri kita sebanarnya, karena kita sebagai hamba- Nya tidak pantas untuk menyombongkan diri atas apa yang kita peroleh serta apa yang kita punya di dunia, karena sampai kapanpun semua itu tak sebanding dengan apa yang Allah miliki.

    ReplyDelete
  19. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Ketika kita sombong kita akan lupa bagaimana untuk menjadi ikhlas, dan niat dalam diri adalah hal yang selalu harus ada untuk mencapai keikhlasan tersebut agar kita terhindar dari rasa sombong yang selalu menganggu kita. Dalam menggapai ikhlas yang sesungguhnya kita tidak boleh sombong. Merasa lebih dari orang lain, merasa paling berilmu, merasa paling berpendidikan tinggi sehingga bisa mengabaikan aturan yang berlaku seperti yang dilakukan Cantraka Sakti.

    ReplyDelete
  20. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebagai manusia kita tidak boleh sombong, merasa lebih hebat, merasa lebih tinggi, dan meremehkan orang lain. Karena pada dasarnya semua manusia adalah sama dihadapan Allah SWT. Jabatan di dunia hanyalah titipan dan sifatnya hanya sementara. Sehingga sejatinya tidak ada yang pantas untuk kita sombongkan.

    ReplyDelete
  21. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dalam cerita di atas, catraka sakti terlihat sanga atau terlalu membangga anggakan predikat lulus luar negerinya, bangga atas apa yang telah kita capai adalah sebuah keharusan yang dibungkus dalam bntuk syukur, namun jika terlalu berlebihan maka akan menjadi sebuah kesombongan atau arogansi yag berpredikat buruk atau negatif, menganggap yang terbaik, bahawa dalam filsafat itu kan seharusny seimbang, antar rasio dan hati sehingga teciptalah keikhlasan

    ReplyDelete
  22. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Keikhlasan tidak bisa diukur berdasarkan tinggi rendahnya pendidikan seseorang. Didalam elegi ini, terlihat bahwa Cantraka sakti sangat mengagungkan dirinya dengan pendidikan yang ia miliki. Sombong dengan adanya pendidikan yang tinggi, maka rasa ikhlas dalam hati tidaklah memiliki makna yang berarti. Tidak perlu menyombongkan diri dari apa yang kita punyai di dunia ini, dan harus selalu melihat dan menjunjung tinggi keikhlasan dengan rendah hati.

    ReplyDelete
  23. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dari elegi tersebut cantraka sakti belum lulus untuk melanjutkan ke tahapan ritual ikhlas selajutnya, karena cantraka sakti masih bersifat sombong dengan membawa gelar duniawinya yaitu selalu menyebutkan bahwa dirinya seorang Master lulusan Cambridge University. Selain itu, cantraka sakti juga mengeluhkan nasihat atau peraturan yang ada, ini menandakan bahwa dirinya tidak ikhlas.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Perilaku Cantraka yang mengagung-agungkan latar belakang pendidikannya dan melakukan sesuatu semau hatinya tanpa memperhatikan syariat-syariat dalam melakukan ritual ikhlas ini. Yang akhirnya menyebabkan cantraka sakti belum lulus pada sesi ini. Menyiratkan makna yang sangat dalam terkait salah satu penyakit hati yang disebut sombong. Kita kembali diingatkan betapa berbahayanya salah satu penyakit hati ini yang secara sadar ataupun tidak akan melahap segala amal perbuatan kita, sehingga akhirnya akan habis tak bersisa.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Menolak ketentuan Allah dan membenci persitiwa yang atau orang yang tidak sesuai dengan keinginan kita juga merupakan bentuk kesombongan. Dan segala bentuk penyakit hati akan menjadi penghalang seseorang menggapai keikhlasan yang berarti menjadi penghalang memperoleh keridhoan-Nya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ikhlas adalah sesuatu yang sulit dilakukan bagi sebagian manusia yang belum memahami benar apa itu ikhlas. Niat dari hati yang tulus adalah kuci munculnya keikhlasan dalam diri. “Cantraka Sakti”, adalah salah satu contoh seseorang yang yang memiliki ilmu yang tinggi dibandingkan yang lain. Seseorang yang merasa bahwa menomor satukan ilmu yang berdasar pada rasio, yaitu sesuatu yang dapat diterima dengan akal.

    ReplyDelete
  28. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Perbuatan yang dilakukan “Cantraka Sakti” tersebut mengindikasikan bahwa sifat sombong telah menyerang hatinya.. Senantiasa membanggakan dirinya lebih dari yang lain. Berbicara dengan orang lain tanpa menghargai ataupun menghormati. Merasa mempunyai ilmu yang lebih tinggi sehingga dapat melakukan sesuatu sesuai keinginannya. Apabila hati sampai sakit atau terkotori maka perlulah diobati.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sifat sombong adalah salah satu dari sekian banyak penyakit hati yang dapat menyerang seseorang. Sombong akan kekayaan, keilmuan, ataupun hal yang lainnya. Senantiasa bermunajat memohon ampunan pada Allah swt dengan didasari pada niat tulus dan ikhlas dalam hati maka dapat menjauhkan diri dari penyakit hati yang kapanpun dan dimanapun dapat menyerang hati tiap manusia.

    ReplyDelete
  30. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Elegi Ritual Ikhlas 4. Apa yang dilakukan Cantraka Sakti adalah gambaran bahwa ikhlas merupakan sesuatu yang mudah diucapkan, namun sulit untuk dijalani. Meskipun yang dia lakukan adalah untuk mempertahankan dirinya agar dapat tetap menjalankan ritual ikhlas, namun ternyata yang dilakukannya merupakan cerminan bahwa dia melakukan ritual belum sepenuhnya ikhlas menggapai ridhaNya. Begitukah diri kita? semoga kita bukan termasuk orang-orang seperti Cantraka Sakti. Aamiin.

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Ikhlas dan sabar adalah suatu kondisi yang mudah untuk diucapkan, akan tetapi untuk mewujudkan dan memperolehnya memerlukan pelatihan secara terus menerus. Mengingat pada awal kejadian manusia bersifat fitrah yang akan berjalan dan berkembang sesuai dengan pendidikan dan pengalamannnya. Sebagaimanan yang telah diwartakan oleh Rasulullah SAW " Setiap anak yang lahir dalam kondisi fitrah, sehingga kedua orang tuanya yang membuat dirinya menjadi Yahudi, nasrani atau Majusi (Hadits)".
    Disamping pendidikan dan pelatihan dari orang tuanya, lingkungan dan pergaulan juga amat mempengaruhi, maka tidaklah heran ketika seorang anak lebih memperhatikan teman, lebih taat kepada teman dari pada kepada orang tuanya, hal ini dikarenakan pengaruh dari lingkungan pergaulan, pada dirinya muncul kekhawatiran bila ditinggal oleh temannya, dikucilkan oleh temannnya dan sebagainya.

    ReplyDelete
  32. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dari pengaruh pendidikan orang tua dan lingkungan persahabatan akan membentuk sikap dan watak manusia yang akan tumbuh menjadi manusia tidak fitrah lagi. Hati yang bersih menjadi keruh, hal ini sangat bertolak belakang dengan kondisi bayi ketika masih berada dalam kandungan ibu selalu ikhlas dan sabar menerima keputusan dari Allah, selama 9 bulan 10 hari, berada dalam kandungan, kemana-mana selalu ikut ibunya, harus ikhlas dan sabar, begitu pula ketika sudah lahir bila kurang dari waktu yang sebagaimana layaknya bayi dalam kandungan, sehingga lahir dalam kondisi prematur, hal ini pula harus ikhlas dan sabar, sehingga ketika sudah lahir dari rahim ibu harus dimasukkan kedalam inkubator. Sungguh kesabaran dan keikhlasan itu memerlukan pelatihan yang sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  33. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Ikhlas dalam beribadah ditandai dengan hati yang bersih. Untuk itu sebelum mendapatkan hati yang bersih, usahakan badan kita bersih dulu sehingga enak untuk berpikir dan melakukan sesuatu. Menurut saya, logikanya juga pas. Tidak peduli kamu ilmu dan pangkat tinggi, kalau syarat tidak dipenuhi, bagi Tuhan, itu sama saja tidak menerapkan beribadah dengan baik. Jadi diabaikan saja dirinya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  34. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Ikhlas berarti melaksanakan sesuatu dengan tulus, tidak sombong atas apa yang dimilikinya, serta tidak merasa bahwa dirinya lebih dari rang lain. Kesombongan yang dapat kita lihat dari Cantraka sakti merupakan sifat yang tidak baik karena sombong tidak pantas untuk kita yang hanya manusia kecil tak berdaya di hadapan Allah. Sesungguhnya Allah tidak melihat derajad maupun keadaan seseorang di dunia ini akan tetapi melihat keimanannya.

    ReplyDelete
  35. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Mendekatkan diri kepada Allah dapat kita lakukan dengan cara membiasakan diri ikhlas dalam melakukan perbuatan kebaikan apapun. Tidak sombong dengan apa yang sudah dimilikinya karena sesungguhnya apapun yang kita miliki hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh Allah. Apabila seseorang itu menyombongkan diri, berarti seseorang tersebut belum ikhlas menjalankan perbuatan tersebut.

    ReplyDelete
  36. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Elegi ini memberitahukan kepada kita bahwa Cantraka Sakti merupakan contoh orang yang tidak ikhlas. Dia menyombongkan diri atas ilmu yang diperolehnya, padahal di hadapan Allah semua manusia sama. Kesombongan dapat kita hilangkan dengan memperbanyak mendengarkan pengajian atau siraman rohani sehingga hati kita menjadi semakin bersih dan dijauhkan dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  37. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Salah satu penyakit hati adalah sombong, sombong dengan apa yang dimiliki di dunia, pendidikan yang tinggi bukan untuk disalahgunakan kalau kita bisa mencapai apapun yang dikehendaki. Ibadah dengan keihklasan itu penting, menuntut ilmu juga termasuk beribadah, maka menuntut ilmu lah yang ikhlas agar kelak bisa bermanfaat untuk orang banyak dan bisa menjadi bekal di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  38. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Ikhlas itu adanya dalam hati, bukan hanya dalam ucapan saja. Ikhlas itu yang mengetahui hanya seseorang itu sendiri dan Allah. Seseorang yang memiliki ilmu, kedudukan, bahkan pangkat tinggi jika tidak memiliki sikap ikhlas maka bahaya bagi dirinya. Karena akan menjerumuskan kepada sikap riya' dan sombong.

    ReplyDelete
  39. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Banyak orang yang berkata ikhlas itu penting, namun nyatanya mereka tidak bisa melakukannya. Tidak pandang kekuasaan, kekayaan, pangkat. Semua orang perlu untuk ikhlas hati dan pikiran dalam berbuat kebaikan, khusunya beribadah. Karena dapat menghantarkan kita menuju ridlo Allah semata.
    Selain itu, jika hati dan pikiran kita ikhlas maka semua ibadah yang kita lakukan hanya untuk, keada, dan karena Allah. Hati dan pikiran kita akan terasa damai dan tentram tanpa dihantui oleh rasa pamer atau sombong kepada selain Allah. Oelh karena itu, hendaknya kita semua introspeksi diri masing-masing apakah hati dan pikiran kita sudah ikhlas?

    ReplyDelete
  40. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Cantraka sakti belum dipanggil karena dia belum ikhlas dalam mengikuti ritual ikhlas. Niat yang tidak lurus akan sulit dalam melakukan segala macam bentuk kegiatan baik dalam ibadah maupun bersifat duniawi. Ikhlas merupakan ilmu yang sangat tinggi. Bukan lewat sekolah formal yang bisa lulus dari ikhlas, namun itu semua berkat doa dan ridho Allah.

    ReplyDelete
  41. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Kesombongan cendrung membuatkan kita merendahkan orang lain. Ketika dikritik ataupun ditegur, seringkli menjadi sakit hati dan marah. Ketika Cantraka Sakti ditegur untuk mengurangi volume suara karena sedang ada yang berzikir, ia marah karena merasa lebih hebat dan lulusan luar negeri. Kesombongan telah menutup mata hatinya sehingga memandang rendah atau meremehkan orang lain. Susah menerima nasehat, karena merasa dialah yang paling hebat, sehingga patut mendapat pujian dan dihormati. Padahal tidak sepantasnya kita membanggakan apa yang yang kita punya karena semua itu hanyalah amanah dan akan diminta pertanggungjawabannya.

    ReplyDelete
  42. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Apabila suatu niat telah tercampur dengan harapan-harapan duniawi yang disenangi diri, maka niat itu sendiri akan tercemari. Hal tersebut menyebabkan hilangnya keikhlasan. Inilah salah satu hal yang menyebabkan Catraka Sakti belum lulus ikhlas

    ReplyDelete
  43. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamulaikum Wr. Wb.
    In my opinion, even if we want to be sincere, there are must be challenge. So, become sincere is really difficult. We must do everything sincere. A little mistake will broke our sincere. So, we must be careful. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  44. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Melalui elegi ini, saya dapat memperoleh pengetahuan tentang dimanapun kita berada kita harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan dan disertai dengan pengendalian diri berdasarkan nilai-nilai yang ditentukan oleh agama kita. Sebagai contoh: dalam elegi ini disebutkan bahwa selama di luar negeri cantraka sakti minum sambil buang angin, sambil tertawa, sambil menari, sambil bernyanyi, bahkan sambil mabuk sekalipun tidak menjadi masalah, akan tetapi saat berada dalam majelis seperti majelis ritual ikhlas yang dijelaskan di atas, seharusnya cantraka sakti tidak melakukan hal tersebut dalam forum itu, karena melanggar peraturan yang berlaku dalam majelis. Hal ini seperti pepatah jawa "empan papan", yang meminta kita menyesuaikan tempat kita berada.

    ReplyDelete
  45. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Seperti yang telah disampaikan pada elegi ritual ikhlas 3 bahwa untuk menggapai ridho Ilahi yang diperlukan adalah menanggalkan gelar yang pernah kita peroleh di dunia, karena yang diutamakan adalah ikhlas dari dalam diri kita. Semakin tinggi pendidikan seseorang tidak menjamin semakin tinggi tingkat ikhlas seseorang. Akan tetapi semakin tinggi tingkat ikhlas (karena Allah) seseorang maka akan diangkat pula dejarat orang tersebut di hadapan Allah.

    ReplyDelete
  46. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Dari elegi di atas diceritakan tentang cantraka sakti yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi di antara yang lainnya. Cantraka sakti yang merasa bangga dengan ilmunya yang berakibat sombong dan menganggap remeh sebuah keikhlasan, yang mengakibatkan cantraka sakti tidak lulus dari ritual ikhlas. Hikmah yang dapat kita ambil adalah, meskipun kita mempunyai ilmu, tingkat pendidikan tinggi, jangan lah kita menjadi sombong dan meremehkan hal-hal yang lain, karena perlu kita ingat bahwa ilmu yang kita dapatkan juga merupakan ilmu dari Allah. Itulah akibatnya jika kita menuntut ilmu tidak dilandasi dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  47. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Dari elegi di atas dapat kita ambil intinya bahwa didalam berfikir kita perlu juga untuk mencari referensi yang lain...”berdzikir ya berdzikir tetapi ngobrol juga penting”
    Kadang kita terkungkung dalam satu peristiwa yang ada di depan kita,tanpa sempat berfikir untuk mencari “cara lain” untuk lebih mendalami yang “masalah yang kita hadapi. Baik juga untuk mencari pandangan lain,referensi lain agar apa yang kita hadapi dapat kita selesaikan dengan sudut panang yang lain. Banyak yang berpendapat bahwa pendapat sendiri tidak lebih baik bila dilakukan dalam kelompok atau berbagi dengan orang lain.bertukar fikir dan pengalamam adalah juga sesuatu yang penting...

    ReplyDelete
  48. Fandi Kurnia Giri
    13301241012
    Pend. Matematika A 2013

    Arogansi/kesombongan si Cantraka Sakti. Secara tertulis mungkin itu yang dapat saya baca dari artikel ini. Tetapi secara luas, sifat kesombongan sebenarnya ada dalam setiap diri manusia. Karena mungking, sifat kesombongan ada hawa nafsu. Tergantung setiap individu dapat menekan sifat tersebut atau tidak. Bila sifat kesombongan itu tidak dapat ditahan maka untuk menggapai ikhlas tentunya akan sangat sulit.

    ReplyDelete
  49. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Dalam elegi ini di isaratkan bahwa untuk menjadi ikhlas semua atribut apapun yang ada dalam diri individu harus benar-benar ditanggalkan. Meskipun setinggi apapun, se ningrat apapun, sepandai apapun juga harus ditanggalkan. Sehingga hati kita tubuh kita semua duduk tertunduk serahkan pada Mu Yang Maha Kuasa. Apapun yang kita miliki, yang ada di sekitar kita maupun yang jauh juga harus ditanggalkan. Itulah Ikhlas yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  50. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Dalam ritual ikhlas ini juga meninsyaratkan bahwa ilmu itu tidak harus dimilki oleh orang yang lebih.... dan lebih. Tetapi adakalanya kita akan terpana dengan kelebihan yang dimiliki orang yang mungkin lebih muda, mungkin pendidikan lebih rendah, mungkin orang yang materinya belum melebihi kita, mungkin dan mungkin. Dalam pepatah jawa "kebo nyusu gudel" Artinya orang lebih tinggi ilmunya belum tentu di lebih pandai mungkin juga akan mendapatkan ilmu dari orang yang lebih rendah. Maka sebenar-benarnya ikhlas adalah menerima segala kekurangannya dan memperbaiki yang belum betul.

    ReplyDelete
  51. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Ikhlas diantaranya juga sabar menerima apa yang telah diberikan kepada kita. Sabar merupakan ujian bagi orang yang sedang menunggu dan menunggu. Sampai di mana batas kesabaran maka disinilah di uji kesabarannya. Penghargaan bagi yang sabar adalah pahala yang dilimpahkan tak terhingga batasnya.

    ReplyDelete
  52. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Ikhlas menjadi salah satu syarat dalam menuntut ilmu. Ikhlas berarti meninggalkan kesombongan, meninggalkan ego, meninggalkan urusan yang tidak berkaitan dengan proses pencarian ilmu, serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada guru. Dengan ikhlas, ilmu akan mudah kita raih dan ilmu yang kita raih juga akan menjadi ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu, dalam memudahkan kita menuntut ilmu, Ikhlas adalah sesuatu yang perlu kita bangun pertama kali, meski itu tidaklah mudah dilakukan.

    ReplyDelete
  53. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Patuh kepada peraturan adalah kunci kedua yang dapat memudahkan kita mendapatkan ilmu yang kita cari. Peraturan di sini adalah peraturan yang berkaitan dengan teknis pencarian ilmu yang telah disusun oleh penyelenggara pendidikan, baik pihak sekolah (penyelenggara pendidikan formal), maupun pihak penyelenggara pendidikan non-formal, seperti pesantren, atau lembaga pendidikan lainnya.

    ReplyDelete
  54. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Untuk mendapatkan ilmu yang baik dan bermanfaat, kita juga harus menghargai orang lain, apalagi orang lain yang juga sedang mencari ilmu. Menghargai orang lain adalah kunci ketiga yang dapat memeudahkan kita mendapatkan ilmu yang kita cari. Keridhaan orang lain atas sikap atau ucapan yang kita hasilkan akan menjadi jalan yang memudahkan kita dalam mencari ilmu. Adapun perasaan sakit hati yang dirasakan orang lain atas sikap/ucapan kita dapat menghambat kita dalam memperoleh ilmu yang baik dan bermanfaat. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW yang menyatakan bahwa Allah akan membantu hambanya, jika hamba tersebut mau membantu saudara/temannya.

    ReplyDelete
  55. KASYIFATUN AENI
    13301241055

    Selamat Siang Prof..
    Elegi di atas menggambarkan tentang Cantraka Sakti yang belum ikhlas dalam mengikuti ritual. Hal tersebut tercermin dari niat Cantraka Sakti dalam mengikuti ritual yang hanya untuk mengisi waktu sembari menunggu job, bukan semata-mata untuk mengapai rida Allah. Selain itu, Cantraka Sakti juga telah bersikap sombong akan gelar duniawi yang diperolehnya.

    ReplyDelete
  56. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Belajar ikhlas bukan suatu proses yang mudah. Belajar sendiri adalah sesuatu yang perlu ditelusuri lebih lanjut agar didalam diri seseorang terjadi suatu perubahan. Belajar yang baik maka akan timbul efek perubhan yang baik pula tehadap diri. Ikhlas sendiri memiliki dimensinya, yang melalui proses belajar yang baik seseorang dapat menggapai ikhlas tersebut. namun sebenar benarnya manusia tidak ada yang benar benar ikhlas dalam perbuatan atau hatinya. Manusia selalu mengalami kontradiksi antara hati dan pikirannya. namun setidaknya ia telah mencapai dan menggapai ikhlas seperti garis amsitot. Ikhlas pun harus demikian dalam hati manusia. dengan cara bersabar, berdoa dan tawakal.

    ReplyDelete
  57. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEB B 2016

    Berdasarkan elegi di atas ditekankan bahwa manusia tidak boleh sombong dalam proses melaksanakan ritual ikhlas. Cantraka Sakti digambarkan sebagai seseorang yang sombong dan sangat membanggakan dengan apa yang telah dimiliki dan diraihnya. Hal itu membuat Cantraka Sakti tidak berhasil dalam menggapai ikhlas. Seseorang harus melakukan ritual ikhlas dengan niat yang baik dan hati yang tulus maka orang itu akan meraih ikhlas yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  58. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebagai manusia, seharusnya kita dapat menempatkan diri, memposisikan diri sesuai dengan ruang dan waktu. Terlebih jika kita berbicara tentang adat, budaya, dan sopan santun, setiap daerah selalu mempunyai adat kebiasaannya masing-masing. Sehingga sebagai manusia kita harus bijak dan pandai-pandai menempatkan diri.

    ReplyDelete
  59. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Meskipun kita memiliki pangkat di dunia, derajat yang tinggi di dunia, tetapi ketika kita tidak berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan bertaqwa yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka kita bagaikan angka 0 yang akan ditata terus menerus, 000000000000000000000, maka hasilnya akan 0. Tetapi ketika kita menghadirkan Allah di setiap langkah perbuatan kebaikan kita artinya kita menambahkan angka 1 sehingga aktivitas kita bisa lebih bermakna.

    ReplyDelete
  60. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Terkadang kita suka melakukan kebaikan dan membicarakannya kepada orang lain. misalnya "aku ikhlas kok nolong dia. ya semoga saja nanti dia .......",, ikhlas ini terkadang menjadi salah arti, karena ikhlas dekat dengan pamrih. Ikhlas itu meniatkan apa yang kita lakukan hanya karena Allah semata, bukan ikhlas yang diikhlas-ikhlaskan, atau terpaksa ikhlas.

    ReplyDelete
  61. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sesungguhnya perkara paling mendasar dan terpenting dalam agama ini adalah mengikhlaskan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap amal ibadah yang kita lakukan, hal itu sebagai syarat utama diterimanya amal ibadah.

    ReplyDelete
  62. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Setiap insan akan merasa bahwa dirinya masih teramat jauh dari nilai-nilai ikhlas. Mulai dari ucapannya, pandangannya, pendengarannya, gerak-geriknya, tingkah lakunya, amalan-amalan ibadahnya, dan lain sebagainya. Hingga jika dikalkulasikan secara keseluruhan akan melahirkan sebuah kesimpulan bahwa dirinya belum ikhlas.

    ReplyDelete
  63. Tidak ada yang perlu dibanggakan dari sebuah proses mendapatkan keikhlasan, namun setiap aspek pada diri manusia yang berkesinambungan adalah keikhlasan. Di sisi lain, manusia yang masih memiliki atribut dan dibawa kemana-mana adalah kesalahan yang besar yang menjadi belenggu besar untuk merancang keikhlasan diri.
    Kemampuan cantraka yang merupakan lulusan cambridge akhirnya malah menunjukkan sisi kekuatan dan kelemahannya dalam memahami diri dan lingkungannya.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  64. Cantraka oh Cantraka...
    Lulusan Cambridge dengan logika berpikir yang luar biasa. Cantraka lupa cara membaca, situasi, kondisi, masyarakat, dan lingkungannya.
    Cantraka, oh cantraka..
    Kau memiliki keagungan ilmu, kau miliki keteladanan logika, namun pemikiranmu terkotak-kotak pada proses yang kau ciptakan sendiri.
    Cantraka, oh Cantraka...
    Cobalah memahami apa yang sudah kau pahami, dan kau lupakan pada tiap logika dasarmu.
    Cantraka, ikhlaslah, karena ikhlas adalah ikhlas, yang mana manusia meletakkan posisi dirinya di ambang keterbatan pengetahuan.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  65. Menggapai ikhlas adalah metode paling susah, karena dalam prosesnya manusia harus menghilangkan semua atribut diri. Atribut para doktor apalagi para profesor makin susah dilepas, terlebih karena di ijazah sudah dikatakan bahwa gelarnya melekat, maka akan ada kesulitan untuk melepas tiap gelar yang melekat tersebut.
    Maka jadilah Memet Sudaryanto atas nama yang dibawa ketika lahir, bukan Memet Sudaryanto (M.Pd) yang merupakan nama bawaan gelar dan embel-embel tiada penting dan duniawi.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  66. musa marengke
    S3 PEP kelas a,2016

    Dalam perspektif tasawuf, orang mendapat marwah harus melewati tahapan-tahap mursyid, dimana potensi batiniyah sebagai titik berangkat menuju Allah. Allah tidak butuh bentuk dan rupa kamuakan tetapi Allah melihat ketinggian hatimu. Allah menegaskan, didalam diri manusia ada satu segumpal daging jika baik, maka baiklah seluruh tubuhmu tetapi jika buruk maka buruklah seluruh tubuhmu.

    ReplyDelete
  67. Diam itu emas, artinya jika perkataan yang akan kita lontarkan tidak bermakana, maka sebaiknya diam. Ngomong itu secukupnya saja,kata-kata yang dilontarkan mestinya penuh makna. jika tidak maka diam lebih baik bagimu. diam dalam rangka mengingat Allah SWT
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  68. Ikhlas berarti meninggalkan dunia di atas akhirat. kejarlah duniamu maka engkau akan mendapatkan dunia. sebaliknya kejarlah akhiratmu maka engkau akan dapatkan akhirat. sebaik-baiknya adalah kejarlah dunia untuk akhirat. artinya antara dunia dan akhirat jangan dipisah. Dunia merupakan wadah untuk mencapai akhirat
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  69. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Seseorang yang masih belum bisa melepas atribut duniawinya maka dikatakan belum siap untuk melakukan ritual ikhlas. Masih banyak kesombongan dalam diri. Padahal menggapai ikhlas juga perlu keikhlasan. Oleh karena itu perlu membersihkan hati dan pikiran agar siap menjalani ritual ikhlas

    ReplyDelete
  70. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ikhlas harus dilakukan dengan ikhlas dalam setiap kegiatan, misalnya ibadah dalam ritual ibadah. Mencapai ikhlas harus ikhlas jangan adanya rasa terpaksa. Cantraka Sakti adalah contoh manusia yang kurang ikhlas karena masih memiliki sifat sombong, mengganggu orang lain, dan bersika tidak sopan. Perilaku Cantraka Sakti tersebut adalah contoh belum ikhlas dan tidak patut dicontoh bagi kita. Dan perlu, ikhlas dalam mencapai ikhlas serta menghindari perilaku yang berlainan dengan ikhlas. Terima kasih.

    ReplyDelete
  71. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Cantraka awam dan cantraka sakti menunjukan dua kontradiksi. cantraka awam datang ke kampus dengan satu tujuan yaitu benar-benar menuntut ilmu dengan ikhlas dan rela mengikuti segala aturan yang ditetapkan, sedangkan cantraka sakti menggambarkan sis yang sepenuhnya berbeda. cantraka sakti datang ke majelis ilmu bukan dengantujuan sebenar-benarnya menuntut ilmu, tetpi ada agenda lain yang menurutnya lebih penting, misalkan gelar atau jabatan.

    ReplyDelete
  72. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    cantraka awam dan cantraka sakti berada dalam ruang dan waktu yang sama, tetapi dengan motif yang berbeda. perbedaan motif itu kemudian berpengaruh terhadap kualitas keikhlasan keduanya. kualitas keikhlasan juga pada akhirnya juga berpengaruh terhadap kuantitas ilmu yang diperoleh dalam majelis elegi ritual ikhlas ini.

    ReplyDelete
  73. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Cantrak awam dan cantraka sakti sebenarnya menggambarkan diri kita yang terlibat dalam majelis elegi ritual ikhlas ini. cantraka awam menggambarkan para mahasiswa yang membuka blog ini dengan penuh keikhlasan dan dengan tujuan untuk benar-benar menggali mutiara-mutiara terpendam dalam elegi-elegi. sedangkan cantraka sakti menggambarkan mahasiswa yang mengunjungi blog ini sebagai sebuah keterpaksaan karena kebetulan mendapat mata kuliah filsafat dari prof.marsigit. cantraka sakti belum dapat sepenuhnya menghancurkan gunung es yang ada dalam dirinya.

    ReplyDelete
  74. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    maka sekali lagi, seperti yang telah dijelaskan oleh santri kepala dalam elegi-elegi ritual ikhlas sebelumnya, bahwa memang kita semestinya melakukan beberpa persiapan teknis sebelum memulai "ibadah" membaca elegi ritual ikhlas, yaitu membersihkan diri dan hati kita dari segala kotoran, sehingga dengan begitu kita akan dengan mudah meraih butiran embun ilmu dalam elegi-elegi selanjutnya.

    ReplyDelete
  75. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    semoga kita tidak termasuk cantraka sakti-cantraka sakti yang tidak mendapatkan apapun kecuali rasa bosan dan kejenuhan dalam membaca elegi, amin,,,

    ReplyDelete
  76. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Ikhlas merupakan hal yang tidah mudah dilakukan. Banyak dari kita sering berkata “Saya ikhlas, benar-benar ikhlas.” Tetapi apakah itu dati hatinya?. Apa yang tertuang dari mulut tidak selalu berasal dari hati. Mulut dikendalikan oleh pikiran. Tetapi sepintar-pintar pikiran bekerja tidak akan mampu membohongi hati kecil pada diri manusia.

    ReplyDelete
  77. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Kesombongan yang ditunjukkan oleh cantraka sakti menunjukkan bahwa dirinya belum ikhlas. Ketika beribadah, maka hendaknya kita senantiasa merendah pada sang khalik. Tetapi cantraka sakti justru membanggakan gelarnya, menyombongkan pendidikannya di depan santri petugas. Maka disitulah kegagalan dalam menggapai keikhlasan.

    ReplyDelete
  78. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Sifat sombong pada diri kita akan membawah kita kejalan yang tidak benar, dalam hal ini hati kita selalu di bayang-bayangi oleh setan, sehingga membuat hati kita tidak tenang dan susah untuk berbuat ikhlas, maka dengan kesombongan itu ilmu yang kita miliki akan sirna di mata Allah SWT

    ReplyDelete
  79. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya, elegi ini dalam menggapai ikhlas yang sesungguhnya kita tidak boleh sombong. Kita tidak boleh tinggi hati, merasa lebih dari orang lain, merasa paling berilmu, merasa paling berpendidikan tinggi sehingga bisa mengabaikan aturan yang berlaku. Sebenarnya Allah tidak melihat semua itu. Yang membedakan kita sesama manusia adalah keimanan kita dan keikhlasan kita dalam menjalani sesuatu.

    ReplyDelete
  80. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seseorang yang merasa tinggi hatinya, meras lebih dari orang lain, merasa benar adalah ciri orang yang sombong. Seorang yang sombong adalah ciri seorang yang belum ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  81. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ikhlas dapat dikatakan sebagai memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ikhlas akan digapai ketika kita tidak ada lagi mengeluh, menyesal, bersedih hati, dan iri hati. Allah melihat kepada hati dan amal masing-masing orang untuk dapat melihat keikhlasannya.

    ReplyDelete
  82. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Apa yang saya pahami adalah kesombongan itu adalah pakaian milik Allah, dan hanya Dia yang berhak memakainya. Sesungguhnya Allah menyayangi semua hamba-hambanya. Jadi apa yang diperintahkan dan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah adalah bentuk rasa sayang Allah kepada kita. Bersuci juga salah satu bentuk kasih sayang oleh Allah dan dilakukan oleh Rasulullah. Adalah baik kiranya jika kita bisa meneledani Rasulullah. Karena ilmu yang kita miliki hanya sebiji zarrah atau lebih kecil dari itu dihadapan Allah.

    ReplyDelete
  83. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Seseorang itu tidak diliat dari tingginya pendidikan atau kekayaannya, tetapi diliat dari bagaimana dia berperilaku. Seperti pada kisah cantraka sakti seorang Master lulusan Cambridge University yang melakukan perbuatan tidak sopan yaitu meminum kopi lalu buang angin sehingga dirinya tidak menjadi peserta yang belum dipanggil, belum menjadi peserta yang ikhlas. Kita tidak bisa membanggakan apa yang dimliki karena pasti aka nada yang lebih baik dari kita. Kita harus memiliki sifat rendah hati walaupun sepintar apapun dan sekaya apapun kita agar bisa menjadi orang yang ikhlas. Karena melakukan itu semua semata-mata berniat untuk manjadi orang yang mendapat ridho-NYA.

    ReplyDelete
  84. Cantraka Sakti nampak begitu arogan dengan memamerkan background pendidikannya. Bahkan dia masih menganggap dirinya lebih tinggi ketika dirinya ditegur oleh Santri Petugas yang notabene pendidikannya jauh di bawahnya. Terlihat bahwa dia belum mampu melepas segala atribut keduniawiannya. Inilah yang menjadi penghalang baginya untuk mencapai ikhlas. Bahkan ketika ia dinyatakan tidak lulus ujian ikhlas, ia masih saja berargumen dengan pemikiran modernnya. Nyatanya ia masih belum ikhlas.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  85. Assalamualaikum wr. wb.

    cantraka ini bisa jadi refleksi terhadap kita yang selama ini belum ajeg menggapai keikhlasan jiwa dan pikir untuk selalu mengingat dan pasrah atas kuasa Allah SWt.

    dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP KELAS A

    ReplyDelete
  86. Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah. Lihatlah Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah doa:

    « اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ »

    “Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad)

    Nabi kita sering memanjatkan doa agar terhindar dari kesyirikan padahal beliau adalah orang yang paling jauh dari kesyirikan. Inilah dia, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat besar dan utama, sahabat terbaik setelah Abu Bakar, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah, “Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku amal yang saleh, jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu, dan jangan jadikan sedikitpun dari amalanku tersebut karena orang lain.”

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  87. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Ikhlas merupakan sebuah kata yang mudah diucap tapi sulit untuk dilaksanakan. Ikhlas bukanlah perkara yang mudah. Ikhlas tidak diucap melalui kata-kata “aku ikhlas” akan tetapi ikhlas dirasakan didalam hati. Hati yang ikhlas akan merasa tenang dan damai. Ilmu iklhas merupakan ilmu yang dapat ditemukan dimana saja kita tinggal tetapi tidak ada referensi yang pasti untuk menjadi ikhlas.

    ReplyDelete
  88. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Ikhlas tidak dapat dilogika dengan pikiran tetapi dirasakn didalam hati. Elegi diatas menceritakan seseorang yang padai dalam segala ilmu belum tentu dapat menguasai ilmu ikhlas. Kesombongan bahwa merasa dirikita paling hebat merupakan kesombongan kita. Didalam elegi diceritakan bahwa Cantraka Sakti tidak lulus dalam ritual ikhlas, kemudian ia marah merasa dirinya seharusnya lulus. Sikapnya saja sudah menunjukkan bahwa dirinya tidak ikhlas.

    ReplyDelete
  89. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Fenomena yang ditulis di elegi diatas sering terjadi didunia nyata. Seorang yang menyumbangkan hartanya sering memamerkan kedermawananya terhadap publik. Ini menunujukkan bahwa dia masih belum ikhlas karena masih mengharapkan pujian dari yang ia lakukan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id