Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri




Oeh Marsigit

Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.

Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu.

Jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita.

Tetapi jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita.

Jika kita berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong kepada kita.

Jika kita santun kepada dunia maka dunia juga akan berlaku santun kepada kita.

Maka jika kita ingin merasakan dunia maka tengoklah perasaan kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita rasakan.

Janganlah menunda meraih syurga menunggu kematian kita, sedangkan neraka itu siap menjemput walau kita masih di dunia.

Mencari ilmu berbekal ilmu, menggapai hidayah berbekal hidayah.

Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya.

Aku menyadari bahwa kesombongan adalah dosa pertama dan paling besar di hadapan Tuhan.

Aku menyadari bahwa sebuah kesombongan akan menutup dan mencegah diriku memperoleh ilmu dan hidayah.

Lebih dari itu, kesombongan juga akan membakar habis semua yang telah aku peroleh.

Sedang aku juga menyadari bahwa bertambahnya umurku maka akan bertambah pula egoku.

Aku juga menyadari bahwa egoku yang aku lebih-lebihkan itu ternyata merupakan kesombonganku pula.

Maka aku selalu berusaha untuk meluruhkan kesombonganku dengan memohon ampun dan pertolongan kepada Tuhan. Amin.

Untuk kita semuanya yang selalu ikhlas dalam membaca dan berusaha semoga Tuhan YME selalu melimpahkan rakhmat dan hidayahnya.

Amiiin.

64 comments:

  1. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dalam elegi ini, menyampaikan bahwa dalam kehidupan di duna seperti apa kamu berlaku maka seperti itu pula yang kau dapatkan. “KARMA” . baik kamu kepada dunia maka dunia akan baik padamu. Buruk kamu kepada dunia maka dunia akan buruk kepadamu. Maka untuk mendapatkan kehidupan yang baik, lakukanlah yang terbaik dengan ikhlas. Karena sesungguhnya Allah tidak pernah tidur. Allah selalu melihat apa yang kamu kerjakan. Seperti apa kamu lakukan seperti itulah yang akan dilakukan kepadamu. Ntah dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berbeda namun setara. Maka mohonlah ampun kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Dari elegi ini, saya memperoleh makna berpikir positif. Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu. kita punya pandangan tersendiri dalam menghadapi dunia dan menghadapi masalah kita. banyak diantara kita punya masalah yang sama, tapi tentu saja kita punya cara tersndiri untuk menyelesaikan masalah tersebut. semua itu tergantung pola pikir kita dalam memandang sesuatu, entah itu masalah, berita, atau bahkan sekedar benda di sekitar kita.

    ReplyDelete
  3. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Segala tindakan/pikiran/ucapan yang dilakukan akan membawa konsekuensi sesuai dengan telah yang dilakukan. Seperti yang dituliskan dalam elegi ini bahwa “Jika kita ingin menengok dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kir, karena dunia itu sama persis seperti apa yang kita pikirkan.” Jika kebaikan yang kita lakukan maka kebaikan pula yang akan kita dapat begitu pula sebaliknya. Maka elegi ini mengajak kita untuk senantiasa berintrospeksi diri agar terhindar dari perbuatan buruk.

    ReplyDelete
  4. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    Really we are what we think, and what we do express what we think, then what we are. the way we behave in the world is the same way the world treats us. as it is said in the elegi, the elegance is the first and prevailing sin in the world because many people think they are more precious than others based on their richness, education, ilmu etc but the only way to reach yourself is to interpret your thoughts.

    ReplyDelete
  5. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Segala sesuatu yang ada di dunia itu sebetulnya adalah segala yang ada di dalam pikiran kita. Karena dunia adalah bayangan dari pikiran kita. Segala tingkah laku kita di dunia akan menunjukan identitas diri kita, ketika melakukan itu maka bisa saja dunia bertindak hal yang sama kepada kita. Sekali lagi kesombongan itu tidak akan ada artinya karena manusia adalah ketidaksempurnaan dalam kesempurnaan. Kita haru senantiasa ikhlas hati melakukan segala sesuatu.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Misnasanti
    16709251011
    PPS PMAT A 2016

    Segala yang kita pikirkan dan kita rasakan ternyata membawa pengaruh kepada kehidupan kita di dunia. Jika kita menginginkan dunia seperti apa yang kita rasakan, kita harus bersikap sopan, ramah, ikhlas, dan janganlah kita menjadi sombong, karena dunia itu persis seperti apa yang kita rasakan. Oleh karena itu, kita perlu ikhlas, karna sesungguhnya setinggi-tingginya urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas, agar kita mendapatkan ridhoNya

    ReplyDelete
  8. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Kehidupan kita adalah kumpulan dari maknawi-maknawi yang terus kita susun. Apa yang terjadi pada kehidupan kita di dunia ini adalah refleksi dari apa yang telah kita lakukan. Dunia adalah tergantung bagaimana kita memikirkannya. Jika berpikiran positif, maka dunia adalah tempat yang berisi kebaikan, namun jika kita berpikiran negatif, maka kita akan melihat bahwa dunia penuh dengan keburukan. Sebaik-baiknya kita berada dalam dunia adalah dengan keikhlasan. Ikhlas menjalani kehidupan yang tidak selalu berjalan baik. Dengan keikhlasan dan mengarap ridho dari Allah, semoga Allah selalu memberikan kebaikan pada kita. Amiin. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  9. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Menurut saya, kata kunci dalam elegi ini, ada pada baris pertama, “Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan”.
    Ibu saya juga pernah bilang hal yang sama, “kita adalah apa yang kita pikirkan”. Maka ibu saya selalu bilang untuk melakukan apapun harus dengan niat dan usaha positif. Selalu berpikir bahwa kita adalah pribadi baik yang akan “membaikkan” banyak orang.
    Maka, sebelum menggapai hal seluas dunia, gapailah dulu diri sendiri. Yakinkan diri sendiri bahwa diri kita adalah kunci utama menggapai semua yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  10. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Hidup itu ibarat pikiran dan hati yang direfleksikan dalam sikap dan tindakan. Maka bila kita lakukan hal-hal yang positif maka positif pulalah dampaknya kepada kita. Sebaliknya, bila kita lakukan hal-hal yang negatif maka negatif pulalah dampaknya kepada kita. Pepatahpun juga mengatakan “Mulutmu harimaumu yang akan menerkam dirimu sendiri”.

    ReplyDelete
  11. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    untuk mengetahui diri kita maka kita perlu melihat kembali apa yang kita pikirkan, sudah seberapa baik pikiran kita karena sesungguhnya apa yang kita pikirkan itulah gambaran dari dunia kita, serta kita juga perlu bertanya kepada hati kita apakah kita masih sombong akan apa yang kita miliki, padahal kesombongan itu merupakan satu hal yang akan menutup dan mencegah diri seseorang memperoleh ilmu dan hidayah, maka ketika pikiran kita belum jernih dan hati kita masih terliput dengan kesombongan hendaknya kita bertaubat dan berserah diri kepada ALLAH SWT karena sesungguhnya hanyalah DIA yang memiliki semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini.

    ReplyDelete
  12. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    aamiiin aamiin Ya Rabbal ‘alamiin....
    Elegi Ritual Ikhlas 25 menunjukkan bagaimana kita terhadap diri kita. Kita adalah apa yang kita tampakkan baik di luar maupun di dalam. Kita mendapatkan sesuatu juga merupakan apa yang sudah kita berikan.

    ReplyDelete
  13. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Jika kita ingin selalu mendapat kebaikan, berusahalah untuk menjadi yang baik. ALLAH menyukai hamba-Nya yang berbuat baik. maka ALLAH akan memberikan yang terbaik untuk kita. semoga kita termasuk orang-orang yang dicintai-Nya. Aamiin

    ReplyDelete
  14. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Saya akan berkomentar dari sudut pandang kesadaran diri sufistik.
    Kesadaran diri sufistik adalah mengenali siri dalam hubungannya dengan Allah. Menurut kaum sufi, hubungan ini bukanlah jenis hubungan yang lazim terjadi antara dua wujud seperti hubungan antara seseorang dan orang lain dari masyarakatnya. Namun, hubungan yang terjadi antara pokok dan cabang, atau antara yang sejati dan majazi. Dalam terminologi kaum Sufi itu sendiri, hubungan antara yang mutlak dan yang terbatas.
    Perasaan seorang Sufi berbeda dengan perasaan seorang yang berpikiran liberal. Perasaan seorang Sufi tidak mempresentasikan kesadaran akan derita batin yang dirasakan orang lain sebagai kebutuhan alamiahnya. Orang yang berpikiran liberal, pertama-tama menyadari derita yang terjadi di luar dirinya, baru kemudian merasakan deritanya sendiri. Di pihak lain, derita sufi merupakan kesadaran batin akan kebutuhan spiritual, persis sebagaimana derita jasmani merupakan peringatan tentang adanya kebutuhan jasmani.
    Derita yang dirasakan seorang sufi juga berbeda dengan derita yang dirasakan seorang filsuf, baik sufi maupun filsuf sama-sama merindukan kebenaran. Apabila filsuf ingin mengetahui kebenaran, maka sufi ingin mencapai kebenaran dan terserap dalam kebenaran.
    Derita filsuf merupakan sifat khas yang membedakan filsuf dengan fenomena alam lainnya: tumbuhan, binatang, dan benda nonorganik. Di antara seluruh makhluk yang ada di alam ini, hanya manusia saja yang berkeinginan untuk mempunyai pengetahuan. Namun, derita sufi merupakan derita yang terjadi akibat cinta yang kuat dan pengagungan rohani. Derita seperti ini bukan saja tidak terjadi pada binatang, bahkan juga tidak terjadi pada malaikat, kendatipun esensi malaikat itu sendiri adalah kesadaran diri.
    Derita filsuf merupakan pernyataan tentang kebutuhan naluriah filsuf untuk mencari pengetahuan. Pada fitrahnya, manusia itu menginginkan pengetahuan. Derita sufi, di pihak lain, merupakan pernyataan tentang kebutuhan naluriah rasa cintanya. Rasa cintanya itu ingin melayang tinggi dan tidak mungkin terpuaskan, kecuali setelah dia dengan segenap keberadaannya mencapai kebenaran. Seorang sufi percaya bahwa kesadaran diri yang sejati tidak lain adalah mengenal Allah. Menurut sufi, apa yang oleh filsuf disebut ego manusia, bukanlah ego yang sejati. Bisa jadi itu adalah roh, semangat, jiwa manusia, atau faktor-faktor yang menentukan keberadaan manusia. Ego yang sejati adalah Allah. Hanya dengan menerobos faktor-faktor yang menentukan keberadaannya, barulah manusia dapat mengetahui diri sejatinya. Filsuf dan teolog Skolastik banyak menulis tentang persoalan kesadaran diri ini. Namun, melalui metode-metode seperti itu, diri tidak mungkin diketahui. Orang yang percaya bahwa apa yang diketahui filsuf ini tentang kesadaran diri merupakan suatu kenyataan, maka orang seperti itu keliru sekali. Manusia seperti itu telah berbuat keliru. Dia telah salah mengira, bengkak pun dianggapnya gemuk.
    Mengkritisi pandangan-pandangan kaum Filsuf tentang jiwa, ego, dan kesadaran diri, Syekh Mahmud Syabistar menyusun syair sufi terkenal, Gulsyan-e Raz. Dalam syair ini Syekh mengatakan:
    “Dikira kata ‘aku’ selalu merujuk kepada jiwa.
    Engkau tidak tahu apa itu diri, karena engkau mengikuti akalmu.
    ‘Aku’ dan ‘engkau’ lebih daripada jiwa dan raga, karena keduanya merupakan bagian dari ego.
    ‘Aku’ tidak merujuk ke individu tertentu sehingga merujuk ke jiwanya.
    Upayakan untuk menjadi lebih daripada seluruh makhluk.
    Tinggalkan dunia, maka otomatis engkau akan menjadi dunia.”

    ReplyDelete
  15. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dunia adalah bayangan dari pikiran kita. Segala tingkah laku kita di dunia akan menunjukan identitas diri kita, ketika melakukan itu maka bisa saja dunia bertindak hal yang sama kepada kita. Sekali lagi kesombongan itu tidak akan ada artinya karena manusia adalah ketidaksempurnaan dalam kesempurnaan. Kita haru senantiasa ikhlas hati melakukan segala sesuatu. untuk mengetahui diri kita maka kita perlu melihat kembali apa yang kita pikirkan, sudah seberapa baik pikiran kita karena sesungguhnya apa yang kita pikirkan itulah gambaran dari dunia kita

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kesombongan itu merupakan satu hal yang akan menutup dan mencegah diri seseorang memperoleh ilmu dan hidayah, maka ketika pikiran kita belum jernih dan hati kita masih terliput dengan kesombongan hendaknya kita bertaubat dan berserah diri kepada ALLAH. bila kita lakukan hal-hal yang positif maka positif pulalah dampaknya kepada kita. Sebaliknya, bila kita lakukan hal-hal yang negatif maka negatif pulalah dampaknya kepada kita.

    ReplyDelete
  17. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Dunia itu seperti apa yang kita pikirkan. Oleh karena itu, jika ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, maka kita akan mengetahui dunia seperti apa yang kita gambarkan. Baik buruknya dunia ini tergantung dari apa yang kita pikirkan. Kadang kesombongan menjadikan kita sebagai pribadi yang tidak peka dengan dunia ini sehingga kita merasa yang paling baik diantara yang lain. Namun dengan berpikir positif kita mampu untuk melihat dunia yang kita pikirkan menjadi dunia yang baik.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dari elegi ini yang dapat kita pelajari adlah bahwa apa yang kita lakukaan atau rasakan atau likirkan teradap dunia maka itulah yang akan dunia lakukan pula terhadap diri kita.

    ReplyDelete
  19. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Semua yang kita rasakan memang berasal dari pikiran kita. Kalau kita badan merasa lelah bekerja namun pikiran kita mengatakan pekerjaan harus selesai, maka lupa lah lelah di badan dan selesailah pekerjaan itu. kekuatan pikiran mempengaruhi kekuatan hati. Sehingga segala sesuatu yang ada dari diri kita merupakan refleksi dari sikap dan perilaku, pikiran dan hati.

    ReplyDelete
  20. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidian matematika c 2013

    semua yang ad di dunia ini adalh bentuk hasil dari pikiran manusia, mulai dari kemajuan bidan kesehatan pertanian, kehutanan perikanan makanan teknologi komunikasi transportasi adalah sebuah hasil dari pikiran manusia, untuk menyeimbankan hasil pikirna manusi maka menggunakan hati untuk doa dan ibadah sebagai penyeimbang manusi bisa berdiri dengan pikirannya yang tinggi.

    ReplyDelete
  21. Luas dan sempitnya dunia itu seluas dan sesempit apa yang kita fikirkan tentang dunia, untuk itu kita harus bisa memandang dunia dengan positif agar dunia pun positif memandang kita sehingga kita akan selalu berada di ruang dan waktu yang tepat yang akan selalu menambah besar rasa syukur kita kepada Yang Kuasa. Amin...

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  22. Dunia itu seperti apa yang kita fikirkan. Dunia adalah kita dan kita adalah dunia. Apapun yang kita fikirkan itulah kita. Ini menuntun kepada pencarian diri yang sangat bermanfaat untuk dihayati. Bagaimanapun ego menjadi kerikil yang mesti disingkirkan. Gunung ego dikerdilkan..yang ada adalah sebuah ketidakberdayaan sebagai manusia ...

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  23. Untuk mendapatkan kehidupan yang baik, maka lakukanlah yang terbaik dan selalu berfikir positif. Segala tindakan yang kita lakukan akan ada balasannya, jika kita melakukan kebaikan kita aka mendapat kebaikan juga dan sebaliknya. Sehingga kita harus insrtospeksi diri agar terhindar dari perbuatan buruk.
    Dunia itu pesis seperti apa yang kita bayangkan dan rasakan, jika kita bembayangkan dunia itu baik atau buruk maka seperti itu juga yang kita rasakan. Jadi kita harus bersikap positif dengan apa yang terjadi dan meneriman dengan ikhlas dalam menjalankan kehidupan agar mendapat ridho Allah Swt.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  24. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Dari elegi ini, ada makna yang dapat saya petik yaitu diri kita adalah apa yang kita pikirkan. Suatu pola pikir yang mengajak kita menilai diri sendiri. Jadi apa yang kita pikirkan, tubuh secara otomatis juga akan merefleksikan nya. Hendaknya kita selalu terpola untuk berpikir yang positif, jauhkan pandangan buruk atau perkataan negatif yang muncul dari orang lain yang menilai buruk diri kita. Supaya tidak menghambat laju perkembangan diri

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dosa pertama yang dilakukan oleh anak adam adalah membunuh saudaranya sendiri, mengapa bisa demikian. Karena qobil merasa sombong, merasa lebih pantas untuk memiliki Iqlima, oleh karena itu sikap sombong sangatlah dibenci oleh Allah SWT. Sikap sombong membuat orang menjadi kalap mata, buta mata dan hatinya dalam memandang sesuatu.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sesungguhnya kesombongan itu hanyalah milik Allah SWT. Kesombongan salah satunya disebabkan karena seseorang tidak sadar bahwa disetiap kesuksesan yang dia dapatkan ada campur tangan Allah SWT. Mereka tidak sadar bahwa daun pun yang jatuh dari tangkainya merupakan campur tangan dan atas ridho Allah SWT. Oleh karena itu dalam setiap usaha hendaknya kita selalu berdoa terlebih dahulu dan selalu menyertakan Allah di dalamnya. Sehingga ketika kita bisa meraih kesuksesan maka kita tidak lupa bahwa di didalamnya ada campur tangan Allah SWt. Sehingga diharapkan dapat terhindar dari sifat sombong.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Filsafat adalah diri kita, apabila kita ingin melihat dunia maka lihatlah ke dalam diri kita, ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai, di dunia ini ada hukum aksi-reaksi. Jika kita melakukan hal positif kepada dunia, maka dunia pun juga akan memberikan hal positif untuk kita. Sebaliknya, apabila kita berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong kepada kita. Semoga kita dapat mengendalikan diri agar tidak berbuat sombong, karena sombong ini dapat merugikan kita.

    ReplyDelete
  28. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Yang namanya eksistensi di dunia tidaklah abadi. Yang abadi adalah alam kekal setelah dunia. Itulah yang harus kita persiapkan sebaik mungkin. Namun Allah juga tetap memberi keleluasaan agar kita mencari rezeki halal sebanyak-banyaknya karena rezeki Allah bertebaran di muka bumi. Namun ada batasan yaitu saat kita harus berhenti dan beribadah. Agar kita selalu ingat kepada-Nya dan tidak berlaku sombong dengan apa yang kita punyai karena semata-mata semua milik Allah dan hanya kepada-Nya lah kita kembali.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  29. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Kesombongan dapat menghalangi kita untuk masuk ke surga. Sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “tidak akan masuk surga, orang yang ada di dalam hatinya sebesar biji sawi kesombongan”. Lalu ada seorang lelaki dari sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkata: “wahai Rasulullah, salah seorang dari kami ingin agar bajunya bagus, demikian pula sandalnya bagus, apakah itu termasuk kesombongan wahai Rasulullah?”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Adapun kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia“ (HR. Muslim, no.91).

    ReplyDelete
  30. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Dunia adalah cerminan dari apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan. Perbaikilah diri kita dengan introspeksi diri, melakukan refleksi agar hidup kita menjadi lebih baik. Bahwa sesungguhnya apa yang kita lakukan baik dan buruk akan kembali ke kita sendiri.

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.
    Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.
    Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.

    ReplyDelete
  32. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Kita harus menumbuhkan rasa ikhlas di hati. Ikhlas ialah, menghendaki keridhaan Allah dalam suatu amal, membersihkannya dari segala individu maupun duniawi. Tidak ada yang melatarbelakangi suatu amal, kecuali karena Allah dan demi hari akhirat. Tidak ada noda yang mencampuri suatu amal, seperti kecenderungan kepada dunia untuk diri sendiri, baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan, atau karena mencari harta rampasan perang, atau agar dikatakan sebagai pemberani ketika perang, karena syahwat, kedudukan, harta benda, ketenaran, agar mendapat tempat di hati orang banyak, mendapat sanjungan tertentu, karena kesombongan yang terselubung, atau karena alasan-alasan lain yang tidak terpuji; yang intinya bukan karena Allah, tetapi karena sesuatu; maka semua ini merupakan noda yang mengotori keikhlasan.

    ReplyDelete
  33. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Dunia itu adalah pikiran dan perasaan kita. Bagaimana kita memikirkan dunia ini maka seperti itulah dunia dari penglihatan kita. Jika kita pikir dunia iniindah, maka dunia akan terlihat indah. Oleh karena itu senantiasa kita untuk selalu berpikiran positif dan berprasangka baik, karena hal tersebut mempengaruhi bagaimana kita bertindak yang berakibat kepada bagaimana dunia ini akan terlihat dan dirasakan.

    ReplyDelete
  34. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Dunia ini seperti apa yang kita pikirkan. Apabila kita berpikir dunia ini buruk maka akan menjadi buruk, sedangkan apabila kita berpikir dunia baik maka dunia akan baik juga. Untuk mendapatkan dunia yang baik, maka kita harus berpikiran positif dan berlaku baik dengan dunia. Elegi di atas mengajarkan bahwa manusia juga harus selalu ikhlas dalam menjalani hidup agar dunia menjadi baik seperti yang dipikirkan dan diinginkan.

    ReplyDelete
  35. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Mungkin hidup ini seperti hukum archimides, berlakuya hukum aksi reaksi. Apa yang kita lakukan segalanya memberikan timbal balik. Ketika kita berfikir positif tehadapa dunia, maka seluruh elemen dalam diri dan alam menjadi positif. Positif yang pada mulanya dibangun oleh pikiran, kemudian merambah pada segala sesuatu yang terjadi. Reaksi yang terjadi mungkin saja tidak secara langsung terasa, melainkan ruang dan waktu yang bekerja di tahap mana reaksi atas aksi yang kita lakukan muncul dan terjadi dalam kehidupan kita. maka dalam menjalani kehidupan, segala sesuatu perlu dipertimbangkan apa saja yang telah kita lakukan, kita pikirkan, kita capai dalam dunia dibandingkan dengan apa yang telah dan akan terjadi dalam kehidupan kita ini.

    ReplyDelete
  36. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Baiknya hidup bergantung pada bagaimana melihat dari segi apa hidup itu, pola pikir manusia memengaruhi juga perilakunya. Apapun yang dilakukan oleh manusia, pasti akan ada akibatnya, ada dua macam akibat, bisa itu baik dan buruk. Sombong dapat menjadikan kita pribadi yang tidak baik, sehingga orang lain pun akan beranggapan negatif tentang kita. Untuk menghindari itu,maka kita harus ikhlas dan selalu meminta ampunan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ilmu yang saya dapat dari elegi ini adalah jika kita ingin mengerti tentang dunia, maka berawal dari pikiran dan sikap kita terhadap dunia. Pikiran kita dapat mengubah pandangan terhadap dunia. Dunia itu indah, jika kita berpikir dunia itu indah. Sikap kita dapat merasakan dunia sebenarnya. Jangan bersikap sombong pada dunia, karena sombong adalah dosa besar dan penghalang ilmu. Jadi, bercermin dari sikap dan pikiran kita dapat memandang dunia. Terima kasih.

    ReplyDelete
  38. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Elegi di atas menyampaikan kepada kita bahwasanya dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan dan rasakan. Jika kita baik kepada dunia, maka dunia juga akan baik kepada kita. Sedangkan jika kita menghujat dunia, dunia juga akan menghujat kita. Dan satu hal penting, bahwa kita harus berhati-hati terhadap kesombongan karena kesombongan adalah dosa terbesar di hadapan Tuhan. Dan kesombongan juga akan menutup dan mencegah dalam memperoleh ilmu dan hidayah.

    ReplyDelete
  39. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY


    Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan. Maka jika kita memikirkan dunia itu luas, maka dunia itu luas. Saat kita berpikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu. Pikiran kitalah yang membangun dunia kita, maka kenalilah pikiran kita untuk mengenal dunia kita.

    ReplyDelete
  40. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Mencari ilmu berbekal ilmu. Dalam mencari ilmu perlu mempelajari ilmu-ilmu terdahulu sebagai dasar untuk mempelajari ilmu baru(bagi diri kita). Trimakasih prof.Marsigit telah mengingatkan saya untuk ke sekian kalinya, bahwa saya harus banyak membaca materi-materi dalam blog ini untuk belajar tentang filsafat.

    ReplyDelete
  41. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya. Ikhlas nilai tertinggi yang bisa kita capai, ikhlas untuk mendapat ridho dari Allah SWT. Setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat ini, perlu usaha yang ekstra kuat untuk membangunnya. Ikhlas bisa dibangun dengan kebiasaan, kebiasaan melakukan sesuatu untuk selalu mendapat ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  42. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Aku menyadari bahwa sebuah kesombongan akan menutup dan mencegah diriku memperoleh ilmu dan hidayah. Lebih dari itu, kesombongan juga akan membakar habis semua yang telah aku peroleh.”
    Akan tetapi saya tidak lepas dari sebuah kesombongan, sebagai bukti, saya telah menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga untuk komen dalam elegi-elegi ini. Akan tetapi saat ini aku akan berupaya untuk membakar sedikit demi sedikit kesombongan ini, dengan membaca elegi dalam blog ini. Meski kesombongan memiliki keniscayaan untuk melekat dalam hati dan pikiran, tetapi saya terus berupaya untuk membakar kesombongan itu.

    ReplyDelete
  43. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Sedang aku juga menyadari bahwa bertambahnya umurku maka akan bertambah pula egoku.” Hal ini tidak dapat dipungkiri, akan tetapi untuk mengingatkan kita dalam mengendalikan ego, maka nilai yang perlu dijadian acuan adalah nilai padi, “semakin tua semakin merunduk”. Semakin banyak pengalaman dan ilmu, maka semakin menekan ego untuk menyombongkan ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  44. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016
    Dunia adalah apa yang kita pikirkan. Untuk menggapai diri kita, agar menjadi orang yang selamat dunia dan akhirat, maka pikirkanlah kalau dunia itu adalah pikiran terbaik kita. Jika kita telah memikirkan akan selalu melakukan hal-hal yang baik, maka kita selanjutnya akan dibimbing oleh hati kita untuk melakukannya meski terkadang berbuat baik itu berat. Kita harus percaya, jika kita berbuat baik kepada orang lain maka kita akan diperlakukan baik pula oleh orang lain. Begitu juga jika kita berbuat baik kepada dunia, dunia pun akan mengasihi dan berbuat baik kepada kita. Jadikanlah diri kita menjadi yang terbaik untuk semua dengan ikhlas dan mengharap ridho dari Allah

    ReplyDelete
  45. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Orang bijak mengatakan, siapa yang menabur angin, maka dia akan menuai badai, bila kita kaji lebih lanjut, ini adalah suatu penjabaran dari hukum sebab akibat yang bisa diartikan apabila kita ingin mendapatkan akibat hasil yang baik, kita harus berbuat sebab yang baik. Sebaliknya apabila perbuatan kita buruk atau telah melakukan sebab yang buruk akibat nya tentu akan buruk juga.

    ReplyDelete
  46. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sebenarnya alam telah memberi contoh kepada kita, bahwa apa yang diterima alam, itulah yang akan diberikan ke manusia. Contohnya, ada banjir karena keseimbangan alam terganggu, penebangan hutan, buang sampah ke sungai, dan lain-lain. Begitupun dalam pergaulan dengan sesama manusia, kita akan menerima apa yang telah kita berikan. Jika kebaikan yang kita berikan, balasannya adalah kebaikan juga. Dan kalau kejahatan yang kita berikan, maka akibat dari kejahatan itu, akan kembali kepada kita sendiri.

    ReplyDelete
  47. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Mungkin ada dari kita yang kadang melupakan, bahwa bagaimana kehidupan kita di dunia ini, akan sangat menentukan kehidupan kita di akhirat kelak. Perumpamaan hidup kita di dunia ini seperti seorang petani yang bercocok tanam, dan memetik hasil panennya nanti di akhirat. Apabila kita menanam kebaikan maka diakhirat nanti, kita pun akan menuai kebaikan juga. Dan bila kita menanam kejahatan, maka keburukanlah yang kita akan petik diakhirat kelak.

    ReplyDelete
  48. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Jika kita renungi secara lebih intensif tentang pesan-pesan Allah SWT dan Rasul-Nya yang disampaikan melalui firman-firman Nya ataupun melalui hadist-hadist Rasul, secara umum memberikan motivasi kepada manusia untuk senantiasa beramal shaleh serta menanam niai-nilai kebaikan, karena beramal shaleh dan berbuat kebaikan tidak mengenal masa dan tidak pula mempunyai waktu khusus untuk melakukannya, bahkan setiap detik kita dituntut untuk selalu menghiasi langkah dan nafas kita dengan kebaikan dan kemaslahatan.

    ReplyDelete
  49. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Semoga kita termasuk orang yang sungguh-sungguh bekerja untuk akhirat. Karena dunia ini adalah rangkaian episode yang dijalani dan akan dilewati, tempat bekerja, berjuang dan tempat kita bercocok tanam. Bila kita menanam amal baik, maka buah yang akan dipanen pun akan baik pula. Begitupun sebaliknya, jika amal buruk yang kita semai, maka buah keburukan yang akan kita dapatkan. Karena itu, marilah kita menanam amal kebaikan sebanyak-banyaknya untuk kita panen di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  50. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dunia itu seperi apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan dan apa yang kita sangkakan. Jika kita merasa dunia ini menyiksa kita, itu karena perasaan kita sedang tersiksa. Ketika sedang bahagia, dunia serasa memberi selamat kepada kita, karena yang kita rasakan kebahagiaan. Sekecil apapun dosa yang kita lakukan maka akan mendapatkan ganjarannya, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan maka kita akan mendapatkan balasannya.

    ReplyDelete
  51. Ilmu itu sejatinya ditujukan keada hamba-hamba Allah yang senantiasa merendahkan dirinya di hadapan Tuhannya.
    “Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190)
    Sumber : https://rumaysho.com/2062-cahaya-allah-akan-jauh-dari-pelaku-maksiat.html

    ReplyDelete
  52. Manusia yang berpikir sebenarnya menjadikan dirinya mampu berubah, dan sebagian besar perubahan dalam diri manusia merupakan akibat dari aktivitas berpikirnya, oleh karenanya manusia tentu sangat wajar apabila menjadikan berpikir sebagai konsep kunci dalam setiap discourses mengenai kedudukan manusia di muka bumi, ini berarti bahwa tanpa berpikir, kemanusiaan manusia pun tidak punya makna bahkan mungkin tak akan pernah ada.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  53. Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.
    Kemampuan untuk berubah dan perubahan yang terjadi pada manusia merupakan makna pokok yang terkandung dalam kegiatan berpikir dan berpengetahuan.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  54. Sel dalam tubuh manusia membuat bentukan dari suatu mekanisme berdasarkan panduan atau perintah dari pikirannya, maka pikiran harus terbiasa untuk selalu berpikir secara positif, dan akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan Cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri manusia akan menarik orang lain bergabung dengan pemikiran bersama.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  55. Untuk kita semuanya yang selalu ikhlas dalam membaca dan berusaha semoga Tuhan YME selalu melimpahkan rakhmat dan hidayahnya.

    Aamiin Yaa Rabb
    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  56. Manusia menjadikan dirinya baik jika ia baik, maka manusia menjadi buruk jika ia memperlakukan dunia seperti cara tersebut yang ia gunakan. Manusia dalam sebaik-baiknya berperilaku adalah caranya dalam menggapai dunia sejatinya. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Alloh SWT.

    Aamiin Yaa Rabb
    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  57. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    dunia merupakan tempat persinggahan. Segala hal yang kita lakukan akan mendapatkan perhitungan amal kebaikan di yaumil hisab. Adapun berbaik sangka kepada Allah SWT terhadap apa yang terjadi di dalam hidup kita akan membuka pintu keikhlasan dalam hidup kita dan terhindar dari sikap tinggi hati, karena dengan sifat baik sangka maka akan terhindar dari segala hal pernak-pernik dunia, serta menghindari diri kita dari perasaan tinggi hati;.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  58. Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.
    Jika pikiran kita baik pada dunia maka dunia akan memikirkan kita dengan kebaikan, jika kita memikirkan positip dunia maka dunia akan menuntun kita ke hal positip, jika kita berpikir membangun dunia maka dunia akan membangun kita.

    ReplyDelete
  59. Jika kita berpikir buruk pada dunia maka dunia akan bersikap buruk pada kita, jika kita merusak dunia maka dunia kembali akan merusak kita, jika kita menghancurkan dunia maka kita akan dihancurkan oleh dunia, maka sebaiknya pikiran, perbuatan dan ucapak kita jangan sampai negatif agar kita terhindar dari hal-hal negatif.

    ReplyDelete
  60. Intinya apapun yang kita lakukan pada dunia dan isinya sudah seharusnya yang baik dan positip karena kebaikan yang kita lakukan akan kembali pada kita. Hindari dan jauhi perbuatan yang tidak baik baik karena perbuatan yang tidak baik akan kembali juga pada kita. Maka sebenar-benarnya kita berbuat adalah berbuat kebaikan.

    ReplyDelete
  61. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Dengn kata lain, kita adalah produk dari pikiran kita. Pikiran merupakan sumber segala hal yang kita capai dan bisa kita lakukan. Dengan menerapkan ide-ide dan pikiran yang positif, kita dapat mengubah hidup dan mengubah masa depan. Artinya, mengubah pola pikir bisa menjadi kunci untuk dapat mengubah nasib dan masa depan. Bertambahnya usia, berarti bertambahnya pengalaman. Dan semoga menjadi bertambahnya ilmu kita juga. Namun, seiring bertambahnya ilmu seharusnyatidak menjadikan kita menjadi pribadi yang sombong, karena apa yang ada pada diri kita hanyalah titipan Allah untuk kita manfaatkan sebaik-baiknya.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  62. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini berada di dalam pikiran kita. Apa yang kita pikirkan itulah yang biasanya terjadi.

    ReplyDelete
  63. Dunia ini ibarat cermin, ia memantulkan apa yang telah kita lakukan atau apa yang telah kita berikan. Sejatinya apa yang kita dapatkan di dunia ini adalah apa yang telah kita berikan, oleh karena itu marilah kita senantiasa menabar energi positif agar senantiasa mendapatkan kekuatan positif untuk membangun dunia menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  64. Yang kita perlu lakukan dalam menebar energi positif adalah mengikhlaskan, mengenolkan pikiran kita maka kita akan mendapati a pangkat 0 adalah satu, yaitu Ridho Allah SWT. Amiin

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id