Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar




Oleh Marsigit

Cantraka:
Untuk kali ini aku sangat serius Bagawat. Tolong bantulah aku kenapa permohonanku belum dikabulkan? Padahal aku sudah berdoa. Dan doa ku itu banyak sekali.

Bagawat:
Engkau punya permohonan apa?

Cantraka:
Aku ingin jadi Bagawat.

Bagawat:
Menurut teorinya, suatu cita-cita itu dapat diraih dengan dua cara yang saling bersinergis, yaitu berdoa dan ikhtiar.

Cantraka:
Wah..terus terang untuk soal doa, aku hobinya. InsyaAllah, kapanpun dan dimanapun aku selalu berdoa. Tetapi urusan ikhtiar...inilah yang repot buatku.

Bagawat:
Lho kenapa kamu susah melakukan ikhtiar?

Cantraka:
Bukankah Bagawat tahu bahwa ikhtiar itu memerlukan banyak hal. Ikhtiar itu perlu tenaga, pikiran, perasaan, kerja keras, biaya, resiko, pengetahuan, waktu, dan fasilitas. Sedangkan kalau doa kan tinggal lantunkan saja...beres. Apakah bisa hidupku itu hanya mengandalkan nasib atau takdir saja atau doa saja, dan tak perlu ikhtiar segala?

Bagawat:
Ketahuilah Cantraka, orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari Takdir, itu disebut kaum Fatal. Dan orang yang tidak percaya kepada Doa, yaitu hanya mengandalkan ikhtiar saja, itu disebut kamu Vital. Maka dapat aku katakan bahwa sebenar-benar hidup adalah dinamika interaktif antara dua kutub Fatalisme dan Vitalisme.

Cantraka:
Lho apa ruginya menjadi kaum Fatal. Lantas seperti apa contohnya?

Bagawat:
Taruhlah HP mu di tepi jalan dan tinggalkan untuk sementara waktu. Jika kemudian engkau menemukan bahwa HP mu itu hilang karena diambil orang maka sudah suratan takdir bahwa HP mu hilang.

Cantraka:
Lho jangan...HP baru ...canggih lagi. Tidak ...tidak...aku tidak mau kehilangan HP baruku secara sia-sia. Maka agar HP ku tidak hilang bahkan dia itupun aku kasih tali dan selalu aku ikatkan ke leherku.

Bagawat:
Itu namanya ikhtiar.

Cantraka:
Lho ikhtiar yang mana?

Bagawat:
Ya mengikatkan HP mu ke lehermu itulah ikhtiarmu agar HP barumu tidak hilang.

Cantraka:
O...gitu ya? Apa masih ada contoh yang lain?

Bagawat:
Contoh yang lain ya banyak sekali dan meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Putus asa, patah semangat, loyo, tak bergairah, nrima ing pandum padahal bisa berusaha, tak mau memanfaatkan kesempatan, tak mau menambah ilmu, tidak mau bersilaturakhim, merasa puas dengan pencapaian sementara, ambil jalan singkat, hantam kromo, tak mau berkorban, tak mau kerja keras, apatis, pasif, menyerah sebelum bertanding ..... itu semua bentuk-bentuk Fatalisme.

Cantraka:
Apakah juga contohnya dari bentuk Vitalisme itu?

Bagawat:
Sombong, congkak, merasa bisa mengatur dunia, tertutup, menepuk dada, mengabaikan sekitar, eksploitatif, monopoli, arogan, menang sendiri, pendekatan kekuatan atau kekuasaan, otoriter, mendominasi, melupakan masa lalu, materialisme, pragmatisme, korupsi, nepotisme, kolusi, membanggakan overdosis teknologi, mafia, zionis, hitler, marxis, hedonisme, utilitarian, eksplorasi tak peduli dampak, kapitalis, komunis, parsialisme, reductionisme, bersenang-senang, cinta harta, senang dipuja, ambisius overdosis, terlalu kenyang, terlalu banyak tidur....semua itu adalah bentuk-bentuk Vitalisme.

Cantraka:
Tetapi begini Bagawat, suatu ketika aku sudah berikhtiar seratus persen. Ketika itu aku akan menghadapi Ujian Akhir. Setiap malam aku belajar, membaca buku, mengerjakan soal, mengerjakan PR, ...wah pokoknya luar biasa ikhtiarku. Tetapi apa hasil? E...ternyata aku tidak lulus. Aku kecewa bukan main. Ternyata ikhtiarku itu sia-sia belaka?

Bagawat:
Itu namanya Takdir.

Cantraka:
Lho Takdir gimana? Bukankah aku telah berusaha sekuat tenaga, tetapi tetap tidak lulus? Lantas ...apakah yang disebut Takdir itu?

Bagawat:
Ya Takdirmu itu memang belum lulus. Semua yang telah terjadi itulah Takdir. Maka sebaik-sebaik peristiwa atau kejadian adalah peristiwa atau kejadian yang telah terjadi. Mengapa? Karena itulah sebuah Takdir. Bukankah engkau dalam Agamamu dianjurkan agar beriman kepada Takdir?

Cantraka:
Wah aku bingung Bagawat? Lantas aku harus bagaimana? Berdoa belum jaminan, sementara berikhtiar juga sama saja. Kalau begitu apakah Tuhan itu tidak adil terhadap diriku?

Bagawat:
Hai Cantraka...jangan lancang ucapanmu itu. Bertobatlah segera. Istigfarlah..istigfarlah. Tuhan itu Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Mendengar dan Maha Pengampun.

Cantraka:
Apakah Tuhan mendengar semua doa-doaku? Apakah Tuhan mengetahui semua ikhtiarku? Apakah Tuhan mengasihaniku?

Bagawat:
Tuhan itu Maha Kuasa, maka tiadalah sesuatu halpun di dunia ini tidak terpantau oleh Nya. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa Tuhan itu mengetahui doa-doamu, mengetahui ikhtiar-ikhtiarmu dan mengasihanimu. Tuhan itu mempunyai rencananya sendiri terhadap umatnya. Maka bertaubatlah dan berdoa dengan ikhlas memohon ampun kepada Allah SWT. Astagfirullah Al Adzim 5 x. Al Fatihah 1 x, Al Ikhlas 3 x. Amin

Cantraka:
Astagfirullah Al Adzim 5 x. Al Fatihah 1 x, Al Ikhlas 3 x. Amin. Wahai Bagawat ...berapa kali aku harus berdoa agar permintaanku dikabulkan oleh Tuhan?

Bagawat:
Bermilyar-milyar kali engkau lantunkan doamu jika engkau belum ikhlas dan Tuhan tidak rida, maka belumlah dikabulkan permintaanmu itu.

Cantraka:
Ikhlas? Apa itu Ikhlas? Apakah selama ini saya belum Ikhlas?

Bagawat:
Itulah dimensi doa. Tiadalah seseorang itu dapat menunjuk dirinya sebagai sudah Ikhlas. Itulah semata-mata kekuasaan Nya.

Cantraka:
Lantas...bagaimana agar saya bisa Ikhlas?

Bagawat:
Dunia dan akhirat itu punya gurunya masing-masing. Itulah pentingnya ikhtiar mencari orang yang ahli atau guru dibidangnya. Tingkatkanlah dimensi spiritualmu dengan cara mengaji, membaca al Kitab, dan mempelajari tata cara ibadah yang benar, berjuang di jalan Allah, mengikuti pengajian, jamaah masjid, shalat malam, berpuasa, dzikir, i’tikaf atau tinggal di masjid, dan bertanya atau berkonsultasi kepada ustad, kyai, atau alim ulama bagaimana beribadah dan berdoa secara ikhlas itu. Pilar dari kesemuanya itu adalah laksanakan semua perintah Tuhan dan tinggalkan semua larangan Nya dengan berpedoman pada Al Qur’an dan sunah Rosul. Maka buanglah jauh-jauh kesombonganmu itu. Buanglah jauh-jauh ke “AKU” anmu di depan hadapan Nya. Mohon ampunlah selalu atas dosa-dosa. Berikanlah apa saja yang paling dicintai sekalipun semata-mata karena Allah. Dermakanlah harta di jalan Allah. Dan lawanlah diri sendiri jika perlu semata-mata karena mengharap ridha Allah. Berserah dirilah keharibaan Nya. Jika Allah SWT rida, maka segala-galanya. Tetapi jika belum rida, maka segala-galanya pula.

Cantraka:
Amin..amin..amin... Tetapi wahai Bagawat ...kenapa aku melihat engkau berkata yang terakhir sambil meneteskan air mata dan gemetaran?

Bagawat:
Sungguh semua kata-kataku itu aku tujukan kepada diriku sendiri. Jika hal yang demikian itu bermanfaat juga bagimu, maka aku hanya bisa memanjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT. Marilah kita berlomba-lomba dalam doa dan ikhtiar. Amin.

53 comments:

  1. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Tidaklah benar ketika kita hanya berdoa tanpa berikhtiar, dan tidak benar pula kita hanya berikhtiar tanpa berdoa. Keduanya haruslah dilakukan bersama-sama. Karena berdoa tanpa ikhtiar sama dengan pemalas. Berikhtiar tanpa berdoa adalah sombong. Maka kita haruslah mencampurkan keduanya dan dengan ikhlas menjalaninya. Ketika kita telah berusha dan berdoa namun belum berhasil juga itulah yang disebut dengan Takdir. Berarti Allah mempunyai rencana yang lebih baik untuk kita daripada yang kita usahakan. Jangan sampai berpikir bahwa Allah tidak adil. Allah menguji kita dengan sesuatu untuk memberikan sesuatu lain yang lebih baik. Yakin dan berdoalah kepada Allah. Bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk umatnya.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Untuk mencapai cita-cita itu, apakah hanya cukup dengan berusaha keras? Tentu saja tidak. Kita jyga harus ingat bahwa syarat kita untuk mencapai sebuah kesuksesan juga harus dilengkapi dengan doa. Berdoalah kepa Allah agar usaha kita dimudahkan dan diridhoi oleh Allah, sehingga dapat tercapai sesuai dengan apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  3. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Sehebat apapun ikhtiar yang dilakukan, jika tidak disertai dengan doa tidaklah cukup. Demikian pula sebanyak apapun doa yang dilantunkan, jika tidak disertai dengan ikhtiar juga tidak akan cukup. Maka di dalam mencapai suatu keingin diperlukan ikhtiar dan doa yang baik. Ikhtiar yang baik adalah ikhtiar yang ikhlas dan sungguh-sungguh dan doa yang baik ialah doa yang ikhlas seperti yang ada di elegi ritual ikhlas. Setelah beriktiar dan berdoa, kita harus berserah diri, tawakal menerima takdir dari Allah SWT. Takdir Allah tersebutlah yang merupakan jawaban terbaik dari ikhtiar dan doa kita.

    ReplyDelete
  4. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    Actually praying without initiative or endeavor is like kidding, if we consider the example in Islam, they have the doctrine of praying five times a day, you cannot do this without initiative because some people give up, fatalism. there is no other way to reach initiative and prayer other than consulting with the holy Books to understand what God wants from you. this is not an act of one or two days, it requires repetitive prayers.

    ReplyDelete
  5. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Doa dan usaha adalah dua komponen penting yang harus dilakukan untuk mencapai keinginan atau cita-cita. Dalam setiap doa harus seimbang dengan usaha, dan sebaliknya setiap usaha juga harus diikuti dengan doa. Kadang-kadang yang kita inginkan sesuatu yang tidak sesuai dengan hasil yang kita dapatkan. Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha atau sebaliknya kita tidak boleh hanya berusaha tanpa diiringi dengan doa. Apabila kita telah berusaha (ikhtiar) dengan sungguh-sungguh maka kita harus menyerahkan semua keputusannya kepada Allah. Kita harus berdoa agar Allah meridhoi apa yang kita lakukan tersebut. Oleh karena itu, apabila kita melakukan suatu usaha (ikhtiar) maka kita juga harus mengimbanginya dengan doa.

    ReplyDelete
  6. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Dalam mewujudkan apa yang kita inginkan kita harus senantiasa berusaha dalam mewujudkan yang kita inginkan. Dalam usaha mweujudkan itu adalah yang disebut sebagai ikhtiar. Ketika ikhtiar sudah dilakukan maka kita harus berpasrah diri dengan berdoa kepada Allah supaya mendapatkan hasil yang terbaik. Ketika hasil yang terjadi sesuai keinginan ataupun tidak maka haruslah kita terima dengan ikhlas. Dengan keikhlasan itu pastinya Allah akan memberikan hal yang baik pula dari apa yang kita dapatkan.

    ReplyDelete
  7. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam hkehudpan yang dibutuhkan manusia adalah berusaha dan berdoa. Tidak adalah usaha yang berkah tanpa disertai dengan doa. Segala tindak tanduk manusia terutama usaha manusia dalam mencapai sesuatu hendaklah diiringi oleh doa agar yang dilakukannya berkah dan dapat mencapai tujuan. Dan tidak ada doa yang dikabulkan tanpa berusaha.

    ReplyDelete
  8. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Tujuan dari penciptaan manusia adalah untuk beribadah. Beribadah dapat diwujudkan dengan doa-doa ataupun berdzikir. Ketika kita merasa tak berdaya maka sandarkan lah permintaan kita dalam ikhtiar dan doa-doa. Karena sesungguhnya tiadalah sabar itu pasrah tanpa ikhtiar, sabar bukan diam tanpa usaha. Jika sabar diartikan sebagai ikhtiar, maka ikhtiar tak ada batasnya. Setelah ikhtiar, lalu berharap, bersandar, dan berdoa kepadaNya. Sesungguhnya ikhtiar dan doa tak dapat kita pisahkan. Karena sebaik-baiknya hidup adalah kolaborasi dari doa dan ikhtiar. Doa tanpa ikhtiar, atau ikhtiar tanpa doa adalah kesia-siaan. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  9. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Semua yang telah terjadi itulah Takdir. Maka sebaik-sebaik peristiwa atau kejadian adalah peristiwa atau kejadian yang telah terjadi. Mengapa? Karena itulah sebuah Takdir.
    Namun ketika kita tidak pernah berusaha, maka jangan pernah sekali-kali menyebut itu takdir. Takdir juga terjadi atas dasar usaha kita menggapainya. Tips sukses menggapai cita cita ada 2 yakni Doa dan Ikhtiar.
    Lakukan doa dan ikhtiar tanpa bersikap fatalisme maupun vitalisme. Barulah setelah itu biarkan takdir yang menjawabnya.

    ReplyDelete
  10. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Allah itu Maha Benar. Dia selalu memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan hambaNya bukan apa yang diinginkan. Janganlah menyalahkanNya bila sesuatu yang kita minta namun belum diijabah. Bila kita menginginkan sesuatu hendaklah kita ikhtiarkan, kita usahakan semaksimal mungkin lalu berdoalah kepadaNya. Bila keduanya sudah dilakukan, maka ikhlaskanlah takdir apapun yang diberikanNya. Allah Maha mengetahui yang terbaik untuk hambaNya.

    ReplyDelete
  11. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam sebuah kehidupan manusia dan sebagai hambaNYA maka yang perlu kita lakukan adalah berdoa dan berikhtiar. Jika kita hanya mengandalkan hidup kita dari sebuah takdir bisa jadi kita adalah kaum Fatal sedangkan ketika kita tidak percaya pada doa dan hanya mengandalkan ikhtiar maka kita termasuk kaum Vital. sedangkan sebagai seorang manusia kita dalam impian kita, kita ingin selalu mencapai cita-cita yang kita inginkan sedangkan untuk menggapai itu maka yang perlu kita lakukan adalah berdoa dan berikhtiar serta berserah diri kepada ALLAH SWT tentang hasil kedepannya yang akan terjadi karena sesungguhnya ALLAH mengetahui segala sesuatu yang kita tidak ketahui.

    ReplyDelete
  12. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Berbicara tentang doa dan ikhtiar, pasti kita akan berbicara tentang takdir. Secara umum diyakini bahwa takdir Tuhan merupakan faktor utama yang menjadikan manusia terbatas ruang geraknya. Apakah takdir Tuhan tidak ada, atau apakah takdir bukan faktor pembatas? Tidak ada keraguan bahwa takdir Tuhan ada, tetapi takdir tidak membatasi kemerdekaan manusia. Takdir memiliki dua bagian: qada dan kadar. Arti qada adalah keputusan Tuhan tentang kejadian dan peristiwa, sementara kadar adalah estimasi tentang fenomena dan kejadian. Dari sudut pandang teologi sudah jelas dan pasti bahwa takdir Tuhan tidak berlaku langsung pada kejadian. Takdir Tuhan meniscayakan kejadian itu terjadi hanya melalui sebabnya. Qada Tuhan menghendaki agar tatanan dunia berdasarkan pada sistem sebab-akibat. Apa pun kemerdekaan yang dipunyai manusia karena akal dan kehendaknya, dan apapun keterbatasan yang dimiliki manusia karena faktor keturunan, lingkungan, dan sejarah, tetapi oleh takdir Tuhan manusia ditundukkan kepada sistem sebab-akibat di dunia.
    Sebab itu, qada Tuhan tidak dipandang sebagai faktor yang membatasi kemerdekaan manusia. Apa pun pembatasan yang dikenakan pada manusia merupakan akibat keturunan, kondisi lingkungan, dan kondisi sejarah manusia. Begitu pula, apa pun kemerdekaan yang dipunyai manusia, itu juga telah diputuskan oleh Allah Swt. Dia telah memutuskan agar manusia berakal, berkehendak, dan dalam bidang terbatas, kondisi alam dan sosialnya, manusia cukup mandiri dari kondisi-kondisi ini, sehingga manusia bisa menentukan nasib dan masa depannya sendiri.

    ReplyDelete
  13. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Secara logika setiap orang mendambakan suatu keberhasilan. Tentunya kita mengharapkan suatu keberhasilan yang hakiki, baik itu di dunia dan di akhirat nanti. Keberhasilan tergantung setiap individu dalam menggapai, meraihnya. Proses menggapai suatu keberhasilan didasarkan pada faktor internal juga pada factor eksternal.Berusaha meraih sukses bisa dilakukan melalui faktor eksternal, dalam bentuk bisa berupa ; belajar, mencoba, bereksperimen, berikhtiar dan lain – lain. Tentunya banyak orang paham akan proses ini, dan pastinya banyak orang telah melakukannya.Yang pada akhirnya nanti individu tersebut bisa dikatakan mahir, pintar, cerdas, atau apalah sebutannya. Di dalam mengapai kesuksesan tidaklah selalu dilalui dengan lanca-lancar saja. Hambatan, kegagalan pastilah pernah dialami setiap orang untuk mengapai kesuksesan. Itulah merupakan proses dari kehidupan itu sendiri. Di balik itu semua, ada sebuah kekuatan yang sangat dan lebih besar dalam mencapai keberhasilan.

    ReplyDelete
  14. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Doa dan Ikhtiar harus dilaksanakan secara bersama-sama dan berkesinambungan. Untuk mencapai sebuah cita-cita tidak akan terwujud jika hanya dilantari dengan doa, ataupun hanya dilantari dengan usaha yang keras. Oleh karena itu, kita harus berusaha dengan keras sesuai kemampuan kita, selanjutnya kita berdoa agar diberikan hasil yang terbaik.

    ReplyDelete
  15. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Ketika kita telah berusha dan berdoa namun belum berhasil juga itulah yang disebut dengan Takdir. Berarti Allah mempunyai rencana yang lebih baik untuk kita daripada yang kita usahakan.Allah adalah zat yang Maha Benar, Dia selalu memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan hambaNya bukan apa yang diinginkan. Bila kita menginginkan sesuatu hendaklah kita ikhtiarkan, kita usahakan semaksimal mungkin lalu berdoalah kepadaNya.

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Beribadah dapat diwujudkan dengan doa-doa ataupun berdzikir. Ketika kita merasa tak berdaya maka sandarkan lah permintaan kita dalam ikhtiar dan doa-doa. Karena sesungguhnya tiadalah sabar itu pasrah tanpa ikhtiar, sabar bukan diam tanpa usaha.Bila kita menginginkan sesuatu hendaklah kita ikhtiarkan, kita usahakan semaksimal mungkin lalu berdoalah kepadaNya. Bila keduanya sudah dilakukan, maka ikhlaskanlah takdir apapun yang diberikanNya. Allah Maha mengetahui yang terbaik untuk hambaNya.

    ReplyDelete
  17. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Untuk mencapai suatu hal, kita harus berusaha dan terus berusaha. Karena hidup tidak semudah yang kita pikirkan. Berusaha mencari sesuatu dengan penuh keikhlasan dan beriktiar. Dengan berdoa kemudian menyerahkan semua yang telah kita lakukan kepada Sang Ilahi niscaya semua hal yang kita lakukan dapat terpenuhi tanpa harus mendahului rencana Tuhan.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam elegi ini yang bisa ita pelajari adalah bahwa jika kita menginginkan sesuatu tidak hanya memerlukan doa, tapi juga harus disertai dengan ikhtiar. kedua hal tersebut sama pentingnya. selain kedua hal tersebut juga dibutuhkan keih=khlasan dalam berdoa karena tanpa keikhlasan doa kita tidak kan didengarkan.

    ReplyDelete
  19. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Doa dan ikhtiar keduanya saling bersinergis. Ikhtiar sejalan dengan permohonan kepada Tuhan merupakan sarana pendukung kita dalam meraih apa yang di cita-citakan. Karena, sadar bahwa setiap tindakan harus dimulai dari tujuan yang ingin kita capai. Sehingga, menyelaraskan ikhtiar dan doa. Doanya tepat kearah yang ingin dicita-citakan, kemudian melakukan usaha-usaha yang sedikit demi sedikit dekat dengan apa yang dicita-citakan. Sehingga tercapailah.

    ReplyDelete
  20. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    segala sesuatu bergnatung pada ikhtiar itu sombong, segala sesuatu berdasarkan doa itu tergantung ruang an waktunya, tergantung ada kondisi dimana ta sudah tidak bisa berikhtiar, ikhtiar satu2satunya adalah doa, yag tidak boleh adalah ketika kita memiliki kesempatan untuk ikhtiar, kesempatan untuk berdo, esempatan untuk berserah (tawakkal) tapi tidak melakukan ketganya, semuanya adalah paket lengkap untuk mecapai penyempuranaan. penyempurnaan jasmani hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  21. Doa dan ikhtiar harus seimbang bila kita berharap apa yang ada dalam doa kita terkabul namun pada saat kita berikhtiar kita tidak boleh berprasangka yang tidak-tidak sebab kitapun harus ikhlas dalam berikhtiar apapun hasil atau jawaban Allah atas doa dan ikhtiar yang telah kita lakukan, karena apapun yang terjadi dengan diri kita itu atas kehendaknya namun walaupun begitu bukan berarti kita hanya pasrah saja tapi harus tetap semangat dengan doa yang sebrnar-brnarnya doa dan ikhtiar yang sebenar-benarnya ikhtiar.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  22. Menurut saya, berdoa banyak kita lakukan, namun apakah berdoa itu sudah dengan segenap hati..atau hanya sekedar formalitas berdoa, mungkin ini yang direnungkan. Saat seseorang berdoa dengan segenap hati dan perasaan..akan sangat memiliki makna, karena memiliki harapan yang sangat dalam. Sehingga ditiap langkah ada doanya.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  23. Doa dan Ikhtiar saling berkaitan satu sama lain, keduanya harus sama-sama dilakukan. Karena doa ataupun ikhtiar saja tidak cukup dan belum sempurna, disamping kita berusaha kita juga harus berdoa agar usaha kita dimudahkan dan di ridhoi Allah Swt. Setelah kita berikhtiar dan berdoa namun belum berhasil maka itu adalah takdir dan harus kita jalani dengan ikhlas serta tawakal.
    Walaupun terkadang apa yang kita inginkan tidak tercapai atau tidak sesuai keinginan kita harus sabar. Karena Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Jadi setiap apa yang kita kerjakan hendaklah dibarengi dengan doa, dan apapun hasilnya harus diterima. hendaklah selalu berfikir positif dan menjalani dengan ikhlas walaupun tidak sesuai keinginan kita harus percaya bahwa setiap kejadian pasti ada hikmahnya.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  24. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu mau berusaha untuk mengubahnya. Oleh karena itu, manusia wajib berikhtiar, berusaha melakukan sesuatu hal kebaikan. Untuk hasilnya, berdo'a lah...minta lah berbagai harapan kepada Allah. Inilah yang disebut sebagai tawakkal, yaitu berserah diiri kepada Allah setelah berusaha dan berdo'a.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Artikel yang sangat memotivasi kita agar setiap usaha kita harus disertai dengan doa. Kita harus selalu berusaha dan disetiap usaha kita kita harus selalu memohon ridha Allah SWT. Sehingga ketika usaha kita berhasil, maka kita tidak akan menjadi orang yang sombong. Allah pun yang memiliki selendang kesombongan, tidak selalu memakainya. Contohnya, di dalam Al-Quran, ketika Allah SWT menciptakan sesuatu yang dimana dalam menciptakan tersebut terdapat peran makhluknya, maka Allah pasti selalu menggunakan kata “KAMI”. Sedangkan jika Allah SWT menciptakan sesuatu tanpa ada campur tangan makhluknya, maka barulah Allah SWT menggunakan kata “AKU”. Sesungguhnya ALLAH MAHA ADIL.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    “Marilah kita berlomba-lomba dalam doa dan ikhtiar”, begitulah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Bagawat. Dalam elegi ini dipaparkan bahwa usaha dan doa itu bukanlah sesuatu yang terpisah. Mereka satu dalam kesatuan. Saya percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa tiap hamba-Nya jika selalu diiringi dengan usaha ikhtiar yang sejalan dengan doa tersebut. Namun perlu kita tahu bahwa Allah mengabulkan doa dalam 3 jenis, yaitu: mengabulkan langsung, menggantikan dengan yang lebih baik, dan mengabulkan di waktu nanti. Itu yang saya tahu, semoga bermanfaat, mohon koreksi. Terima kasih.

    ReplyDelete
  27. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Untuk menggapai cita-cita kita memang kita harus berusaha keras dan selalu berdoa. Berdoalah dengan iklhlas, hilangkan semua kesombongan yang ada dalam diri kita. Akan tetapi apabila keinginan kita tidak terkabul, janganlah menyalahkan Tuhan. karena Tuhan pasti tahu yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  28. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  29. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb
    Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashir, yang artinya : cukuplah Allah sebagai penolong bagi kami,dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  30. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    “Semangatlah dalam menggapai apa yang manfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan bersikap lemah. Jangan pula mengatakan: ‘Andaikan aku berbuat demikian tentu tidak akan terjadi demikian’ namun katakanlah: ‘Ini takdir Allah, dan apapun yang Allah kehendaki pasti Allah wujudkan’ karena berandai-andai membuka tipuan setan.” (HR. Muslim 2664). Dalam Hadist di atas kita diajarkar untuk menjadi muslim yang kuat, agar selalu berprestasi dan berdoa kepada Allah.

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Keinginan dan harapan selalu menyertai kehidupan kita. Keinginan dan harapan itu akan terwujud manakala Allah mengabulkan doa dan ikhtiar kita. Doa yang selalu kita panjatkan dan beragam ikhtiar yang kita lakukan.
    Sungguh di dalam Islam diajarkan bahwa segala doa dan kesungguhan ikhtiar seorang hamba takkan sia-sia. Meskipun, ranah hasil adalah ranah Allah, bukan ranah kita sebagai hamba yang lemah. Allah yang kuasa menentukan jawaban atas ikhtiar yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Sedangkan ranah kita ini adalah ranah proses, proses dalam berusaha keras untuk bisa mencapai keinginan dan harapan kita dengan menggantungkannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    “Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, kamu pasti akan menemuinya,” (QS al-Insyiqaq : 6).
    Ikhtiar yang kita lakukan tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan doa, begitu juga dengan doa yang kita panjatkan, tidak akan ada artinya jika kita tidak berikhtiar dan bertawakal. Semuanya saling berkaitan dan punya fungsi dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  32. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Pentingnya kita berdoa adalah karena kita harus yakin bahwa Allah lah yang menentukan segala hasil dari setiap ikhtiar kita. Dan pentingnya ikhtiar adalah bentuk perwujudan keseriusan kita, total action kita, agar bisa meraih keinginan dan harapan kita. Karena ikhtiar itu adalah bergerak bukan diam. Pencapaian harapan membutuhkan action yang rill dan sungguh-sungguh, man jadda wa jadda; siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil.
    Ikhtiar dan doa yang kita panjatkan haruslah memiliki tujuan semata-mata hanya karena ingin mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sejatinya segala sesuatu yang kita inginkan dan harapkan dari Allah adalah agar keinginan dan harapan kita bisa menjadikan diri kita lebih dekat dan cinta kepada Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana pesan dari Ibn Athaillah dalam kitab Al-Hikam: “Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu?”
    Kita selalu mengharapkan dan menginginkan yang terbaik dari Allah, tetapi kita begitu jarang meminta dan berusaha untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Betapa banyak permintaan kita pada Allah tetapi kita sendiri lupa untuk memperbaiki diri kita. Maka sambil ikhtiar dan berdoa, alangkah lebih baiknya lagi jika kita iringi dengan upaya untuk memperbaiki diri kita juga.

    ReplyDelete
  33. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Ingatlah bahwa Allah tidak pernah tidak memberikan jawaban atas setiap ikhtiar dan doa hambaNya. Tidak adanya jawaban menurut kita karena bisa jadi kita belum bisa menemukan jawaban yang sudah diberikan oleh Allah.
    Sungguh Allah memiliki skenario yang indah dalam memberikan jawaban atas setiap ikhtiar dan doa hambaNya melalui cara yang tidak disangka-sangka, bahkan di luar nalar logika kita. Ketidakmampuan kita dalam menemukan jawaban dari Allah Subhanahu wa Ta’ala mungkin karena kita masih jauh dari Allah, maka mari kita renungkan pesan cinta yang sangat luar biasa dari-Nya:
    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,” (QS Al-Baqarah :186).

    ReplyDelete
  34. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Dalam berikhtiar harus diiringi doa. Berdoa juga harus diiringi ikhtiar. Apa bila kita tak mau berdoa maka tampak bahwa kita ini sombong. Begitu juga apabila kita hanya mengandalkan berdoa tanpa diiringi usaha maka artinya kita pasrah akan kehidupan. Lakukanlah segalanya dengan ikhtiar dan berdoa dengan ikhlas, Insya Allah Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuk hidup kita.

    ReplyDelete
  35. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Doa dan ikhtiar. dua hal tersebut adalah hal yang wajib kita lakukan jika kita ingin menggapai impian dan cita-cita. Ikhtiar tanpa doa adalah kosong, dan doa tanpa ikhtiar adalah sia-sia. Jika hasil doa dan ikhtiar kita belum sesuai dengan yang kita harapkan, janganlah kita menyalahkan keadaan bahkan sampai menyalahkan Allah. Kita harus yakin bahwa apa yang terjadi terhadap diri kita, takdir yang adabagi dirikita memang itu lah yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  36. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Doa adalah senjata ummat muslim paling ampuh, ketika kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai apa yang diinginkan, kekuatan doa akan bekerja sesuai dengan kehendak Allah. Tundukkanlah diri yang hina, meminta dengan lirih apa yang dicita-citakan, jangan meminta dengan paksaan, karena seolah keikhlasanmu tidak ada di hadapan-Nya. Berdoa tidak hanya dilakukan ketika kita sedang terkena kesedihan, kesengsaraan atau ketika kita ingin menggapai sesuatu, tetapi lakukanlah setiap waktu, ingat nama-Nya, berdoalah setiap akan memulai kebaikan agar hidup menjadi berkah

    ReplyDelete
  37. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Setiap manusia pasti memiliki tujuan hidup. Dalam perjalanan menggapai tujuan hidup biasanya akan menemukan masalah yang mau tidak mau harus dihadapi, dituntaskan, dan dilewati. Banyak sekali rintangan dalam kehidupan yang telah menunggu kita namun bukan berarti kita menyerah dengan keadaaan karena akan banyak keinginan, kebahagian dan kesuksesan yang mengiringi kita dalam kehidupan. Saat menghadapi masalah atau ujian hidup, yang perlu dilakukan adalah berdoa dan berikhtiar. Doa adalah sebuah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan perlindungan olehNya. Sedangkan ikhtiar adalah usaha nyata yang dilakukan kita. Doa dan ikhtiar juga harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya.

    ReplyDelete
  38. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Berdoa dan berikhtiar adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Berjalan tanpa salah satu diantaranya bagaikan berlayar menggunaka perahu tanpa bahan bakar dan kendali meskipun kita mengetahui arah mana yang akan dituju.Ikhtiar adalah Usaha fisik yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan hidup, sedang berdoa adalah usaha rohani dalam diri manusia yang berupa suatu keyakinan dalam dri manusia, yang perlu diyakini, dan diucap berulang ulang dalam hati, sehingga doa tersebut berperan mengubah alam, mengubah tingkah laku dan pola pikir yang terbentuk menjadi motivasi untuk melakukan ikhtiar. Tentu doa dan ikhtiar memiliki campur tangan Tuhan. Maka didalamya manusia hanya perlu ikhlas menjalani keduanya tanpa berabisi untuk mendapatkan hasil dari prosesnya.

    ReplyDelete
  39. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Cita-cita dapat diraih dengan dua cara yaitu doa dan ikhtiar. Ada orang yang hanya hidup dengan takdir disebut kaum Fatal dan orang yang hanya percaya dengan ikhtiar disebut kaum Vital. Berdoa harus dengan ikhlas agar dikabulkan Allah. Jadi, dalam mencapai cita-cita kita harus berdoa dengan ikhlas dan selalu ikhtiar, maka mari kita berlomba-lomba dalam doa dan ikhtiar. Terima kasih.

    ReplyDelete
  40. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Setelah membaca elegi di atas, saya menyimpulkan bahwa cita-cita dapat diraih dengan menyinergiskan antara doa dan ikhtiar. Diperlukan kedua-duanya. Doa tanpa ikhtiar itu Fatal, sedangkan ikhtiar tanpa doa itu Vital. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sebenar-benarnya hidup adalah dinamika interaktif antara Fatalisme dan Vitalisme.

    ReplyDelete
  41. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Ketika kita sudah berdoa dan melakukan ikhtiar sebaik-baiknya, tetapi kita tidak juga meraih yang dicita-citakan, barangkali Alloh masih menundanya atau akan menggantinya dengan yang lebih baik, atau Alloh akan menjadikan doa itu sebagai kejutan kebaikan di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  42. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Keinginan dan cita-cita tidak akan dapat diraih kecuali dengan dua hal yang bersinergis, yaitu ikhtiar dan doa. Ini adalah keyakinan kita sebagai seorang muslim. Oleh karena itu kita tidak boleh meninggalkan dua hal ini dalam upaya kita mengadakan apa yang mungkin ada. Tidak ada keberhasilan jika hanya dengan doa saj, begitu pula jika hanya dengan ikhtiar saja.

    ReplyDelete
  43. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Doa adalah salah satu hal tercapainya harapan dan cita-cita kita. Doa dapat mengubah takdir yang telah dituliskan Tuhan kepada kita. Doa yang dapat mengubah takdie adalah doa yang disampaiakan dengan tulus, dengan ikhlas. Doa dengan mengakui kekerdilan dan mengakui kebesaran Tuhan. Doa yang baik juga harus disampaikan dengan adab yang baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doa yang hanya melafalkan permohonan tanpa menghayati apa isi yang kita sampaikan bukanlah doa yang tulus.

      Delete
  44. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "Dunia dan akhirat itu punya gurunya masing-masing. Itulah pentingnya ikhtiar mencari orang yang ahli atau guru dibidangnya. Tingkatkanlah dimensi spiritualmu dengan cara mengaji, membaca al Kitab, dan mempelajari tata cara ibadah yang benar, berjuang di jalan Allah, mengikuti pengajian, jamaah masjid, shalat malam, berpuasa, dzikir, i’tikaf atau tinggal di masjid, dan bertanya atau berkonsultasi kepada ustad, kyai, atau alim ulama bagaimana beribadah dan berdoa secara ikhlas itu."
    Dari kutipan di atas, kita bisa melihat bahwa mencari ilmu yang baik harus melalui seorang seorang guru. Dengan adanya guru, ilmu seseorang bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Petunjuk guru merupakan salah satu syarat dari enam syarat orang yang mencari ilmu. Syarat yang lain adalah kemauan, kecerdasan, kesabaran, biaya, dan waktu yang tidak sebentar

      Delete
    2. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Trimakasih banyak Bu Lina Basyir untuk ilmu yang telah dishare untuk kita.

      Delete
  45. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Menurut teorinya, suatu cita-cita itu dapat diraih dengan dua cara yang saling bersinergis, yaitu berdoa dan ikhtiar.”
    Tidak cukup kita mencapai hal yang kita inginkan hanya berdoa, tidak cukup kita mencapai hal yang kita inginkan hanya ikhtiar. Dalam berikhtiar, jangan lupa untuk berdoa. Setelah berikhtiar-pun juga iringi dengan doa, doa memohon hasil yang terbaik bagi kita. Dan berupaya ikhlas menerima hasil yang akan diputuskan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  46. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Ketahuilah Cantraka, orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari Takdir, itu disebut kaum Fatal. Dan orang yang tidak percaya kepada Doa, yaitu hanya mengandalkan ikhtiar saja, itu disebut kamu Vital. Maka dapat aku katakan bahwa sebenar-benar hidup adalah dinamika interaktif antara dua kutub Fatalisme dan Vitalisme.”
    Trimakasih Prof. Marsigit telah mengingatkan kita untuk selalu menjalankan doa dan ikhtar.

    ReplyDelete
  47. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Putus asa, patah semangat, loyo, tak bergairah, nrima ing pandum padahal bisa berusaha, tak mau memanfaatkan kesempatan, tak mau menambah ilmu, tidak mau bersilaturakhim, merasa puas dengan pencapaian sementara, ambil jalan singkat, hantam kromo, tak mau berkorban, tak mau kerja keras, apatis, pasif, menyerah sebelum bertanding ..... itu semua bentuk-bentuk Fatalisme.”
    Tidak ada keinginan untuk berupaya melakukan ikhtiar merupakan bentuk fatalisme. Ingin mempelajari dan lulus Filsafat, tapi tidak membaca blog Prof.Marsigit yang berisi ilmu-ilmu filsafat, maka merupakan bentuk fatalisme. Semoga saya bisa memanfaatkan setiap kesempatan untuk dapat belajar filsafat melalui blog Prof.Marsigit.

    ReplyDelete
  48. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Bermilyar-milyar kali engkau lantunkan doamu jika engkau belum ikhlas dan Tuhan tidak rida, maka belumlah dikabulkan permintaanmu itu.”
    Maka dalam berdoa yang harus kita upayakan adalah ikhlas dan hanya dengan tujuan mendapat ridho Allah SWT. Semoga kita tergolong menjadi orang yang ikhlas dalam berdoa, amiiiiin.

    ReplyDelete
  49. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Tiadalah seseorang itu dapat menunjuk dirinya sebagai sudah Ikhlas.” Ikhlas hanya diketahui oleh Allah SWT, bahkan diri kitapun tidak tau yang kita lakukan adalah suatu keikhlasan atau tidak, maka orang yang mengatakan bahwa dia sudah ikhlas, justru itu tanda bahwa orang tersebut belum ikhlas. Menurut saya, dalam melakukan sesuatu cukup diniatkan untuk mendapat ridho dari Allah SWT, tanpa di”penggalih” lagi dan diingat-ingat lagi apa yang telah kita lakukan.

    ReplyDelete
  50. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016
    Sebagai manusia yang hidup sebagai makhluk ciptaan Allah harus menyadari bahwa kita hidup di dunia yang fana ini hanya sementara saja. Jadi janganlah sia-siakan kesempatan yang hanya sekali ini. Sukses dunia dan sukses akhirat adalah tujuan utama kita sebagai manusia.Yang menjadi kan manusia sukses itu adalah diri kita sendiri.Karena Allah telah berfirman di dalamAlQur’an yang intinya, Allah tidak akan mengubah nasib seseorang, melainkan orang tersebut mau mengubah nasibnya sendiri. Sebagai manusia jika ingin sukses maka harus mau berusaha dengan sekuat jiwa dan raga. Berusaha dengan ikhlas, sabar dan jangan lupa berdoa. Karena doa itu juga sangat penting untuk keberhasilan setiap manusia. Tanpa doa, berarti manusia itu mempunyai sikap sombong. Karena terlalu percaya itu semata hanya usaha dirinya sendiri.Jika kita telah benar-benar berusaha dan berdoa, insya Allah kita akan dapat menggapai semuanya. Amiin YRA

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id