Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 39: Menggapai Sepi




Oleh Marsigit

Ramai:
Aku adalah suaraku. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu.


Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Aku tidak hanya menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Tetapi aku juga menggunakan seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Aku tidak hanya mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Tetapi aku mendengar suaraku di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Jika aku sebut seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku adalah hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku.
Padahal aku tahu suara apakah yang aku ucapkan itu. Maka ketika aku suaraku itu dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahana luar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuhku tetapi suara itu juga aku dengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Maka aku merasa menemukan dunia dan di luar duniaku penuh dengan suaraku itu. Di dalam kesepian aku telah menemukan ramai luar biasa.
Wahai sepi, aku ingin bertanya benarkan semua pengakuan-pengakuan itu?
Apakah ramaiku itu sepi?
Apakah perbedaan ramai dan sepi?
Bagaimanakah menggapai sepi itu?

Sepi:
Wahai suara, menurut kesaksianku, tiadalah engkau mampu menggapai sepi jikalau engkau masih mengaku-aku dirimu itu. Sekali saja engkau membuat pengakuanmu, maka setidaknya sekali itu pula dirimu telah membuat tidak sepi. Itu artinya engkau tidak akan pernah bisa menggapai sebenar-benar sepi.

Ramai:
Contoh konkritnya bagaimana?

Sepi:
Ulangi saja ucapanmu tadi, tetapi tanpa menyebut-nyebut dirimu.

Ramai:
Baiklah akan aku coba.
Adalah suara. Diucapkan dengan sepenuh daya. Tiadalah orang di luar diri mendengar suara, karena bibir ditutup. Mulut juga ditutup. Leher juga ditutup. Tidak menggunakan hanya hati yang satu. Tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Tidak hanya menggunakan seluruh tubuh sebagai hati. Tetapi juga menggunakan seluruh lingkungan sampai batas pikiran sebagai hati. Anehnya mulai terdengar suara di dalam telinga. Juga mulai terdengar suara di dalam mulut. Juga mulai terdengar suara di leher. Juga mulai terdengar suara di hati yang satu. Juga mulai terdengar suara di hati yang tiga. Suara tidak hanya terdengar di seluruh tubuh. Tetapi terdengar di seluruh lingkungan sampai batas pikiran. Jika disebut seluruh lingkungan sampai batas pikiran adalah hati maka suara terdengar di semua hati. Suara terdengar di hati yang tersebar di seluruh lingkungan sampai batas pikiran.
Padahal tahu suara apakah ucapkan itu. Maka ketika suara itu diucapkan dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga, terdengar suara yang ramai membahana luar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubu tetapi suara itu jugaterdengar di seluruh lingkungan sampai batas pikiran. Maka terasa ditemukan dunia dan di luar dunia penuh dengan suara itu. Di dalam kesepian telah ditemukan ramai luar biasa.

Sepi:
Bagaimanakah ramai. Apakah engkau mulai bisa merasakan bedanya bersuara tanpa partisipasi dirimu?

Ramai:
Aku agak merasakan bedanya. Setidaknya aku merasa telah kehilangan keakuanku.

Sepi:
Ulangi lagi saja ucapanmu bagian akhir, tetapi tanpa menyebut-nyebut dirimu.

Ramai:
Baiklah akan aku coba:
"Padahal tahu suara apakah ucapkan itu. Maka ketika suara itu diucapkan dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga, terdengar suara yang ramai membahana luar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuh tetapi suara itu jugaterdengar di seluruh lingkungan sampai batas pikiran. Maka terasa ditemukan dunia dan di luar dunia penuh dengan suara itu. Di dalam kesepian telah ditemukan ramai luar biasa"

Sepi:
Bagaimanakah ramai. Apakah engkau mulai bisa merasakan bedanya bersuara tanpa partisipasi dirimu?

Ramai:
Wahai sepi. Ampunilah diriku. Aku telah merasakan bedanya yang luar biasa. Aku telah merasakan diriku itu tiada daya dan upaya. Maka aku tidak tahu dari manakah suara itu. Aku terasa sangat lemah. Aku tidak mampu berpikir bahkan aku hampir lupa siapa diriku itu. Tak terasa air mataku mulai mengalir membasahi pipiku. Tubuhku mulai terasa bergemetar.

Sepi:
Wahai ramai, mengapa masih saja engkau ucapkan dirimu itu? Maka jika engkau masih saja ucapkan dirimu itu, maka sepi itu tidaklah akan datang menghampiri dirimu. Maka ulangilah ucapanmu yang terakhir, tetapi janganlah ucapkan dirimu itu.

Ramai:
"Ampunilah. Telah terasa bedanya yang luar biasa. Telah dirasakan diri itu tiada daya dan upaya. Maka tidaklah diketahui dari manakah suara itu. Terasa sangat lemah. Tidak mampu berpikir bahkan hampir lupa siapa diri itu. Tak terasa air mata mulai mengalir membasahi pipi. Tubuh mulai bergemetar"

Sepi:
Wahai ramai. Sia-sialah dirimu itu. Mengapa tidak engkau gunakan kata-katamu itu untuk sebenar-benar berdoa? Sebenar-benar sepi ialah doa-doamu tanpa keakuanmu. Sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku.

Ramai:
Wahai sepi, ampunilah diriku. Oh maaf ampunilah diri. Aku ingin menangis. Oh maaf ingin menangis.

Sepi:
Wahai ramai, sebenar-benar sepi adalah doa-doamu tanpa keakuanmu. Sebenar-benar sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku. Tangisanmu itulah kecerdasan hatimu. Maka marilah kita berdoa kepada Tuhan.

Sepi dan Ramai bersama-sama berdoa:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien

48 comments:

  1. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Ketika berdoa, kita merasa diri ramai menyebut nama Allah. Namun, bisa jadi itu sepi, karena sebenar-benar sepi adalah doa tanpa keakuan. Hal tersebut berkaitan dengan tata cara berdo'a. Salah satu tata cara berdo'a adalah dengan merendahkan diri di hadapan Allah SWT, karena Allah menyukai makhluk yang meminta kepada-Nya dan kita akan merasa dekat jika merendahkan diri dihadapan-Nya, sesungguhnya hanya Allah Yang Maha Sempurna. Menggapai sepi dengan menghilangkan keakuan saat berdo'a artinya menghilangkan kesombongan diri (merendahkan diri di hadapan Allah) serta menghilangkan sikap egoisme, karena menggantikan 'aku' dengan 'kami' sehingga berdo'a tidak hanya untuk diri sendiri namun juga mendoakan orang lain akan lebih baik.

    ReplyDelete
  2. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Doa adalah bentuk komunikasi manusia dengan Tuhan, dalam elegi menggapai sepi yang dapat saya pahami yaitu sebenar-benarnya doa adalah dalam sepi artinya ketika kita membangun komunikasi dengan Tuhan maka berdoalah dengan penuh kerendahan hati,kesungguhan, dan berserah penuh padaNya tanggalkan segala macam sifat duniawi (keakuan=dosa) maka niscaya Tuhan akan mendengar dan menjawab doa kita sebab yang menjadi penghalang doa-doa kita dikabulkan adalah dosa-dosa kita. Semoga kita semua oleh karena perkenaanNya dapat memperoleh jaminan kehidupan bahagia di dunia dan di akhirat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ferida Dwi Prasetyoningrum
      13301241052
      Pendidikan Matematika A 2013

      doa bukanlah satu-satunya cara manusia untuk berkomunikasi dengan tuhanNya

      Delete
  3. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Sepi adalah perasaan sunyi dimana seorang manusia bisa merasakannya dalam keadaan ramai ataupun saat sendiri. Kesepian bisa membuat manusia mendekat atau menjauh kepada Sang Maha Pencipta. Saat merasa sepi mereka berdo’a, mendekatkan diri kepada Tuhan. Maka sebenar-benarnya sepi itu adalah ketika berdoa kepada Allah SWT dengan penuh kekhusukan dan hati yang ikhlas, khusuk dalam doa adalah kita seolah-olah melihat Allah. Waktu yang memang baik untuk berdoa adalah waktu dimana orang-orang tidur yaitu pertengahan malam, suasana sepi dan hening membuat kita akan khusuk beroda.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Hal ini menjelaskan bahwa kita tak pantas mengakui sesuatu yang ada di dunia ini. Segala sesuatu di dunia ini adalah milik Allah SWT.Sungguh kesombongan jika kita masih memikirkan ego kita dalam meng-aku-i sesuatu. Untuk itu, marilah kita renungkan apa yang selama ini kita perbuat, sudahkan kita berdoa dengan ikhlas tanpa keakuan? Semoga hati kita menjadi tentram dan suci jika ita selalu berserah diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  5. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi ini, dalam kehidupan kita tidak boleh sombong dengan menyebut-nyebut diri kita seperti “aku adalah phylosoper”. Tidak ada phylosoper yang menyebut dirinya phylosoper.
    Apalagi dalam berdoa. Jangan sampai kita menyombongkan diri kita kepada Allah SWT dengan menyebutkan keakuan kita untuk menyatakan sesuatu. Karena sesungguhnya semua adalah milik Allah SWT semata. Tak perlu berdoa dengan suara yang keras, karena tanpa suara saja Allah mampu mendengar semua doa-doa hambanya. Cukup hamba dan dan Allah lah yang tahu apa yang ia doakan. Karena sebaik-baik berdoa adalah berdoa dengan hati.

    ReplyDelete
  6. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Sesuai dengan adab berdoa, berdoa dilakukan dengan cara mengakui kerendahan diri dihadapan Allah SWT, berdoa dengan menghilangkan keakuanku, dan berdoa dengan menyadari bahwa sebagai hamba-Nya kita tidaklah memiliki daya apapun selain dengan ridho-Nya. Segala Daya dan Kesempurnaan hanya lah milik Allah SWT. Maka manusia harus banyak-banyak berdoa dan memohon pertolongan-Nya.

    ReplyDelete
  7. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Sepi dan ramai merupakan keadaan yang berlawanan, tetapi keduanya tidak terlepas dari manusia. jika suara itu diucapkan dengan segenap daya dan upaya, maka akan terdengar suara yang ramai. Suara juga dapat terdengar sampai batas pikiran, di dunia yang sepi itulah ditemukan suara yang dapat menjadi ramai. Sebenar-benar sepi ialah doa-doamu tanpa keakuanmu. Sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku, maka sepi itu semua yang ucapkan hanya untuk doa-doa kepada Allah tanpa kesombongan dalam diri.

    ReplyDelete
  8. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    Basing on the elegi, the informationor the point is the best way to pray, how to reach an appropriate way to pray. Here the lesson is when we pray we should avoid Egoism. when we pray we should not always say I I I in every prayer. i is the sign of arrogance and egoism. the word Ramai USED IN THE ELEGI means that many peole think that praying with the high sound is enough to reach sepi, no but the prayer from the bottom of our hearts.

    ReplyDelete
  9. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Salah satu cara berkomunikasi dengan Tuhan adalah dengan berdoa. Sebenar-benarnya sepi itu adalah berdoa kepada Allah dengan penuh kehusyukan dan meninggalkan segala kepentingan atau sifat keakuan duniawi sesaat. Maka marilah kita berdoa tentunya dengan lebih khusyuk untuk menghindari kesombongan terhadap Tuhan. Karena seaangkuh-angkuhnya makhluk di dunia ini adalah yang tidak mau berdoa kepada Allah.

    ReplyDelete
  10. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Sepi sesugguhnya adalah ketika kita kehilangan hasrat beribadah. Sebagai manusia, seringkali kita mengalami “futur”, begitupun yang pernah saya rasakan. Hilang hasrat beribadah maka akhirat tak lagi menjadi tujuan akhir, hanya dunia yang kita pikirkan. Menurut saya itulah hakikat sepi sebenar-benarnya.
    Manusia itu lemah, maka butuh tempat bergantung. Bergantung, berharap, memohon dan berdoalah hanya kepada Allah. Selama ada Allah dalam hati kita, kita tak akan pernah merasakan sepi. InshaAllah.

    ReplyDelete
  11. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Saya akan berkomentar dari sudut pandang Kalimah (Kata)
    “Ya Allah, sungguh aku memohon pada-mu yang paling sempurna dari kalimah-Mu, dan seluruh kalimah-Mu adalah sempurna ... (Doa Sahr).
    Sesungguhnya Dia berfirman ketika menghendaki kejadiannya, “Jadilah!” sehingga jadilah ia, tidak dengan suara yang memekik dan tidak dengan panggilan yang terdengar, tetapi dengan perbuatan-Nya. (Imam Khomeini, Syahr Du’a’ Al-Sahr, hal.92)
    Para teolog beranggapan bahwa disandarkannya sifat Kalam kepada Tuhan adalah dengan cara menciptakan suara pada sesuatu. Sementara itu, para filsuf Islam memandang bahwa disandangkannya sifat ini kepada Tuhan karena setiap alam eksistensi merupakan kalimah Ilahi. Dengan demikian, Kalam merupakan sifat yang disandangkan pada kesubjekan (fa’iliyah) Al-Haqq Swt dalam mencipta, dan seluruh alam eksistensi adalah kitab Ilahi dan setiap makhluk adalah kalimah-Nya. Alam dan ruang eksistensi mulai dari alam gaib hingga alam nyata adalah kitab, ayat, kalam, serta kalimah yang memiliki bab-bab, pasal-pasal dan kunci-kunci. (Imam Khomeini, Syahr Du’a’ Al-Sahr, hal.92)

    ReplyDelete
  12. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sepi merupakan suatu hal bukan dimana kita tidak dapat mendengar satu suara pun dari dimensi yang sama dengan kita melainkan sepi merupakan sesuatu yang kita lakukan tapi tanpa kita terlibat di dalamnya sehingga di balik hal itu kita bukan saja melihat diri kita dengan segala ketidak mampuannya tetapi juga dapat melihat kelebihan orang lain dengan segala kelebihannya. dan dari sepi jugalah kita dapat melaksanakan ikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdoa sepenuh hati kita kepada ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Doa adalah dalam sepi artinya ketika kita membangun komunikasi dengan Tuhan maka berdoalah dengan penuh kerendahan hati,kesungguhan, dan berserah penuh padaNya tanggalkan segala macam sifat duniawi.Sepi sesugguhnya adalah ketika kita kehilangan hasrat beribadah.Sepi dan ramai merupakan keadaan yang berlawanan, tetapi keduanya tidak terlepas dari manusia. jika suara itu diucapkan dengan segenap daya dan upaya, maka akan terdengar suara yang ramai. Suara juga dapat terdengar sampai batas pikiran, di dunia yang sepi itulah ditemukan suara yang dapat menjadi ramai.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kebaikan berada di hati. Namun, ketika kita ingin melakukan kebaikan kemudian keburukan akan selalu berdiri di jalan kita. Kita tidak seharusnya terjebak dalam keburukan. Dan jangan pernah mendekat dengan kejahatan karena akan menjerumuskan kita. dalam menghadapi sebuah keburukan yang ada di muka bumi ini, kita hendaknya tidak boleh bersikap lebih buruk lagi dari padanya, melainkan dengan memberinya dengan kebaikan, dalam artian kebaikan ini kita dapat menjelaskan apa-apa yang menjadikannya agar seseorang tersebut menjadi berubah kearah yang lebih baik dengan menjelaskan secara sopan dan santun serta dengan ilmu-ilmu yang telah kita peroleh.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Sesungguhnya sepi yang kita rasakan ketika kita lupa untuk beribadah kepada Tuhan. Kita lupa bersyukur kepada Tuhan sebagai otoritas tertinggi dalam hidup ini. Tetapi di dalam sepi juga kita dapat merefleksikan siapa diri kita sebenarnya. Sudah sejauh mana kita melangkah dan menyenangkan hati Tuhan, maka hal yang harus kita lakukan adalah bersyukur dan terus bersyukur dengan penuh keikhlasan di dalam menjalani hidup ini.

    ReplyDelete
  16. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Jika dengan menyebut nama Allah, segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, akan mendengar suara yang ramai. Maka jika mendengarkan suara adzan, artinya tentang panggilan Allah SWT untuk bersiap-siap beribadah melakukan shalat, maka sebenar-benarnya sepi adalah memberikan waktu yang tenang bagi hati dan jiwa untuk mendengarkan adzan. Kemudian berhentilah atas apa yang kamu kerjakan untuk memberikan waktu beribadah sesuai dengan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  17. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematia c 2013

    dengan menagku keberadaan kita, dan mengaui apa yang kita miliki adalah urni karena apa yang telah kit alakukan dan mengatakan bahwa aapa yang kita miliki adalah milik ita itu adalh sebuah kesombongan, allah dengan mudahnya bisa mengambil semua apa yang kita miliki, apa yang kit amiliki adalah rizki yang diberikan oleh allah, anak, harta, jabatan dan lainya adalah titipan dan amanah yang allah berikan kepada kita, semuanya akan diminta tanggung jawab d ahri akhir nanti atas apa yang kita mmiliki. semoga kita dijauhi dari penyalah gunaan tanggung jawab. amin

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    sepi disini maksudnya keadaan dimana kita bisa mendekatkan diri dnegan tuhan, maka disebutka bhawa kita tidak akan bisa menggapai sepi jika ramai masih mengaku-ngaku kaan dirinya. berarti jika kita ingin mendekat dnega tuhan, kita harus berdoa berhenti merasakan kehebatan diri kita.

    ReplyDelete
  19. Siapapun belum tentu bisa menjadi Sepi sebelum melewati Ramai. Keakuan itu ada dan berkurang seiring pengalaman dan perenungan yang terus menerus. Mengalahkan diri sendiri untuk tidak menyebut Aku..tidak semudah dibicarakan. Aku bisa saja hilang namun akan datang lagi saat ia disebut.
    Menggapai Sepi dengan menghilangkan ke aku an..perlu waktu dan pengalaman batin yang panjang. Semoga Allah SWT senantiasa menuntun kita untuk mengurangi ego yang bisa menghalangi interaksi dengan Nya...Amin

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sependapat dengan pak Nur Tjahjono bahwa menggapai sepi bukan merupakan sesuatu yang instan tapi membutuhkan waktu dan pengalaman yang luar biasa and it needs process.

      Yurizka Melia Sari
      16701261003
      PPs PEP A 2016

      Delete
  20. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Tidak dianggap kecil atau sedikit amal perbuatan yang dilakukan dengan hati ikhlas, dan tidak dapat dianggap banyak amal yang dilakukan oleh seseorang yang tidak ikhlas. Tujuan yang ingin dicapai orang yang ikhlas adalah hanya ridha Allah, bukan ridha manusia, sehingga akan terus berusaha untuk memperbaiki diri. Baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, akan mendapat pujian atau tidak, yang diyakini adalah Allah maha Tahu dan Maha Melihat amal baik dan buruk sekecil apapun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya setuju dengan pendapat ibu, bahwa Allah maha mengetahui segala amal perbuatan kita meskipun kita tidak menyiarkannya dalam Ramai, bahkan dalam Sepi pun, Allah pun Maha Mengetahui.

      Yurizka Melia Sari
      16701261003
      PPs PEP A 2016

      Delete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Sesungguhnya ikhlas adalah sesuatu yang sangat berat dan penuh perjuangan. Banyak pintu yang dapat dimasuki syaitan untuk bisa merusak keikhlasan kita. Ketika kita beramal maka syaitanpun berusaha untuk membuat kita menjadi riya, jika tidak berhasil dipermulaan amal, syaitan akan berusaha dipertengahan amal, bahkan sampai diakhir amal. Terkadang seseorang yang mengisi pengajian, atau memberi nasehat, atau menjawab pertanyaan, awalnya dia mendapati niatnya ikhlas, namun ketika ditengah kegiatannya, disaat dia memandang bagaimana orang kagum dengan apa yang dsampaikannya maka disitulah syaitan berperan aktif untuk merubah niatnya. Hanya kepada Allahlah kita berlindung dari segala godaan staitan yang terkutuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ferida Dwi Prasetyoningrum
      13301241052
      Pendidikan Matematika A 2013

      ikhlas itu berat. karena manusia pada dasarnya mempunyai hasrat untuk berkuasa

      Delete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Di dalam suatu riwayat dalam suatu hadist, menyatakan bahwa, Putri Rasulullah, Fatimah r.a di dalam setiap berdoa tidak pernah menyebutkan dirinya untuk di doakan kepada Allah SWT. Tetapi yang disebutkannya doanya adalah para kerabat, para tetangga, para orang-orang terdahulu, dan para generasi mendatang. Kurang lebih begitulah kurang lebih garis besarnya. Ketika ditanya mengapa hal itu fatimah lakukan, maka fatimah menjawab bahwa, sesungguhnya apa yang kita doaakan kepada orang lain, maka itu juga berlakunya juga pada diri kita. Kalau kita mendoakan orang lain sukses dalam usahanya maka niscaya kesuksesan yang kita doakan pada orang lain itu juga akan berlaku pada diri kita.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Sepi adalah ketika seorang manusia kehilangan dirinya sendiri di dalam hidup ini, dalam keadaan apapun. Dalam keadaan sepi itu dalah waktu yang tepat untuk kita memanjatkan doa kehadirat Allah SWT dengan penuh keikhlasan, kerendahan hati dan memohon ampunan atas segala tindakan yang pernah dilakukan oleh kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ferida Dwi Prasetyoningrum
      13301241052
      Pendidikan Matematika A 2013

      sepi tidak selalu menggambarkan seseorang kehilangan dirinya

      Delete
  25. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Sebenar-benar sepi adalah doa-doa tanpa keakuan. Kita menyadari bahwa kita adalah makhluk yang tidak sempurna, lemah tidak memiliki daya. Salah satu cara agar doa kita dapat dikabulkan yaitu dengan berdoa memohon dengan suara lirih dengan penuh kerendahan hati, melepaskan semua jubah kekuatan, kekuasaan, gelar yang kita peroleh di dunia.

    ReplyDelete
  26. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Sebenar-benar sepi adalah doa-doamu tanpa keakuanmu. Sebenar-benar sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku. Ketika kita berdoa janganlah berdoa dengan terburu-buru dengan mengatakan “aku telah berdoa ya Allah”, seolah-olah dia mengatakan “aku telah berdoa ya Allah, kabulkanlah”. Berdoalah dengan ikhlas, berdoa dengan khusyuk, dan selalu berhusnuzon kepada Allah.

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Bagaimana doa bisa didengar dan dikabulkan oleh Allah? Jika kits berdoa secara sungguh-sungguh dari hati dan hingga seluruh sel-sel darah di dalam tubuh kita ikut bertasbih. Intinya dengan hati yang bersih dan sabar. Sebab Allah paling tahu apa yang seorang hamba-Nya butuhkan. Juga agar kita bisa lebih dekat lagi dengan Allah, perlulah kita bermunajat dan menemui Allah di dalam ruang dan waktu yang sepi dan hanya kita dan Allah saja lah. Kita bisa menemui Sang Pencipta kita sepenuh hati.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  28. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Sebenar-benar sepi adalah doa tanpa keakuan. Dalam berdoa senantiasa kita untuk merendahkan diri di hadapan Allah, tiadalah doa jika dengan kesombongan. Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Setiap kita mengucapkan sesuatu tentang keakuan itu bisa memunculkan kesombongan dalam diri. Oleh karena itu sepi adalah doa-doa tanpa keakuan.

    ReplyDelete
  29. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Elegi menggapai sepi ini bila dihubungkan dengan elegi sebelumnya adalah kekhusyukan dalam beribadah, jadi kalau saya analogikan menggapai sepi adalah menggapai konsep ibadah yang hakiki. Tak perlu ada keramaian, tak perlu orang lain tahu, tak perlu makhluk lain pun tahu. Cukup Allah dan hambanya saja. Karena dalam sepi, seperti kita berbicara langsung kepada sang Pencipta untuk mengucap syukur atas segala nikmat yang diberikan bahkan cobaan untuk naik level ke tingkat selanjutnya.

    ReplyDelete
  30. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Jikalau kita masih menggunakan ramai dalam ibadah kita, dialog kita dengan Allah SWT. Disitulah letak keegoan kita bahwa kitalah yang harus didengar, kitalah yang harus diperhitungkan amalnya, kitalah yang lebih baik dari yang lain. Disitulah letak KEEGOAN yang sesungguhnya. Allah maha mengetahui dari segala apapun yang ada di dunia ini, tanpa perlu kita berkoar-koar. Bahkan suara kecil dari hati kita pun, Allah tahu.

    ReplyDelete
  31. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Sepi akan dicapai apabila keegoan dalam diri kita terhapus. Apa maksudnya? menghilangkan ego tidur untuk melakukan sholat malam, menghilangkan ego kepentingan sendiri dalam berdoa, menghilangkan ego nama kita dalam memberikan sumbangan dan masih banyak yang ego yang lainnya yang harus ditanggalkan. Kuncinya adalah ikhlas, ikhlas di dalam hati, pikiran dan kenyataan. Semoga kita selalu menjadi hamba yang selalu menggapai ikhlas. Aamiin.

    ReplyDelete
  32. Elegi menggapai sepi ini menceritakan bahawa kita akan menemukan sepi itu saat kita menghilangkan keegoan yang kita miliki secara keseluruhan, karena sebenar-benar sepi adalah doa tanpa keakuan, dan tangisan merupakan kecerdasan hati dalam pengakuan kita sebagi makhluk lemah dengan semua keterbatasan. Maka peliharalah sepi dalam doa-doa khusyuk kita kepada Allah SWT, semoga Allah mengabulkan ikhtiar dan doa-doa dalam sepi kita.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  33. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi ini disebutkan bahwa sebenar-benar menggapai sepi adalah doa-doaku tanpa keakuanku. Dalam berdoa manusia tidak boleh sombong dan membangga-banggakan dirinya, tetapi harus benar-benar berserah diri. Allah SWT yang akan menentukan yang terbaik dan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa-doa hambaNya. Untuk itu dalam berdoa tujuannya harus benar dan dilakukan dengan sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  34. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Menggapai sepi itu dilakukan dengan keihklasan dalam hati, berdoalah dalam sepi dan hilangkan rasa sombong di hadapan Tuhan, bagaimana doa kita akan terkabul jika hati masih kotor dikuasai rasa sombong. Beristigfar setiap hari akan membersihkan hati yang dilumuri dosa, amalkanlah sunnah-sunnah rasul yang dapat menjadi wasilah agar hajat kita terkabul.

    ReplyDelete
  35. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016


    Meskipun dunia ini begitu ramai dengan segala aktifitas, dengan segala sifat, dan bahkan dengan segala dunia yang lainnya dalam dunia ini manusia yang merasa sehebat apapun, secantik apapun, sesombong apapun manusia, sebebanr benarnya pada kondisi ruang dan waktu tertentu hatinya akan merasa sepi. Sepi yang terasa dikarenakan tak adanya komunikasi antara dirinya, hatinya dengan spiritual dan Tuhannya. Sesungguhnya sepi itu sangat menyiksa, karena kebahagiaan apapun yang dirasakan tidak bisa dirasakan jika sesungguhnya sepi sedang menjamah hati manusia.

    ReplyDelete
  36. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    "Elegi Ritual Ikhlas 39: Menggapai Sepi", sebenar-benarnya sepi adalah doa-doa tanpa keramaian. Sebaiknya kita berdoa dalam suasana yang sepi, tanpa suasana ramai dan tangisan dalam doa adalah bukti kecerdasan dalam hati manusia. Mari kita berdoa kepada Allah dengan khusuk dan ikhlas agar dapat dikabulkan Allah, sehingga dapat tercapai sepi dalam doa. Terima kasih.

    ReplyDelete
  37. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Sepi, hening, atau zero, adalah kondisi dimana diri manusia telah mampu menghilangkan keakuan dalam diri. keakuan merupakan simbol keegoisan, simbol kesombongan, simbol tertutupnya mata hati untuk membaca tanda-tanda alam, keakuan adalah simbol ketidak ikhlasan. Maka sebenar-benar manusia ikhlas adalah mereka yang mampu menghilangkan sifat keakuan dalam dirinya.

    ReplyDelete
  38. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Keramaian dan kebisingan yang kita alami meski diri dalam diam dan menutup rapat bibir dan mulut adalah suara-suara yang bersumber dari peperangan hati dan pikiran dalam berebut hegemoni untuk menguasa hidup kita. siapa yang menang dalam pertempuran tersebut, maka dialah yang akan mewarnai segala ucapan dan tindakan kita. namun antara hati dan pikiran masih akan tetap menjadikan dunia kita ramai meski bibir diam, hal ini karena masih dibutuhkan keikhlasan untuk mengakui bahwa segala apa yang kita miliki, bahkan do'a-do'a yang keluar dari mulut kita pun hakikatnya bukanlah suara kita sendiri.

    ReplyDelete
  39. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Orang boleh pergi ke puncak gunung tertinggi, bersembunyi di dalam gua yang gelap gulita atau di dalam lubang yang paling kecil, atau berlayar ke tengah samudera yang luas, untuk menggapai sepi. namun itu tidak menjamin ia akan benar-benar menggapai sepi, karena sepi itu pada hakikatnya tidak terikat oleh ruang dan waktu. sepi dapat digapai kapan dan dimana saja, bahkan di tengah keramaian sekalipun. karena ramai dan sepi itu sesungguhnya ada dalam diri kita.

    ReplyDelete
  40. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Ramai dan sepi merupakan dua kata yang biasanya diartika secara berbeda, bertolak belakang. Namun dalam elegi ini, kita menyadari bahwa dalam ramaipun juga harus mengenal sepi. Dianalogikan bahwa seorang manusia tak ubahnya hanya makhluk Allah, makhluk yang diciptakan sebagai khalifah.

    ReplyDelete
  41. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Dalam keadaan apapun, seorang manusia haruslah tetap berdoa memohon perlindungan, ampunan, dan keridhoan atas segala hal yang manusia lakukan.
    Doa dengan meninggalkan semua pencapaian dunia, meninggalkan semua kepemilikan dunia. Tanpa doa, kita bukanlah apa-apa. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita. aamiin.

    ReplyDelete
  42. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Menggapai sepi perlu kita lakukan ketika berdoa kepada sang pencipta. dengan perasaan sepi tentu kita akan dapat menggapai kekhusukan dalam mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. sebenar-benarnya sepi itu adalah komunikasi kita dengan ALLAH SWT dengan meninggalkan segla kepentingan atau sifat duniawi sesaat. Menggapai Sepi adalah menggapai ketidak angkuhan sebagi makhluk ciptaan.

    ReplyDelete
  43. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B
    Sepi biasanya diartikan sebagai keadaan jika seseorang berada dalam kesendirian tanpa seorangpun yang berada didekatnya. Bisa juga sepi dalam artian perasaan sepi. Perasaan sepi ini adalah saat seseorang berada di tengah keramaian atau di tengah kerumunan tapi ia merasa bahwa dia sendirian. Perasaan kesepian ini biasanya disebabkan oleh perasaan kita yang jauh dengan yang Maha kuasa. Sejatinya kita tidak akan pernah merasa benar-benar sepi karena Allah selalu menemani selama ia khusyuk dalam berdo’a, dan saat mendekatkan diri dengan Allah SWT.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id