Dec 1, 2012

SOCIO-CONSTRUCTIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang SOCIO-CONSTRUCTIVISM, bisa konek berikut:









Wss Wr Wb
Marsigit

44 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Dalam Matematika, konstruktivisme Sosial memandang matematika sebagai konstruksi sosial. Hal ini mengacu pada sifat tradisional, dalam menerima kenyataan bahwa bahasa manusia, peraturan dan kesepakatan memainkan peran kunci dalam mengembangkan dan membenarkan kebenaran matematika. Diambil dari kuasi-empirisme, epistemologi fallibilist, termasuk pandangan bahwa pengetahuan dan konsep matematika berkembang dan berubah. konstruktivisme sosial adalah suatu deskriptif sebagai lawan dari filsafat preskriptif matematika, bertujuan untuk menjelaskan hakekat matematika dipahami secara luas, seperti pada kriteria kecukupan. Dasar untuk menggambarkan pengetahuan matematika sebagai konstruksi sosial dan untuk mengadopsi nama ini adalah tiga: Dasar pengetahuan matematika adalah pengetahuan linguistik, kesepakatan (convention) dan aturan; sedangkan bahasa adalah konstruksi sosial, Proses sosial interpersonal diperlukan untuk mengubah pengetahuan matematika subjektif individu, setelah publikasi, dalam menerima pengetahuan matematika secara objektif. Objektivitas itu sendiri akan dipahami sebagai sosial.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Konstruktivisme sosial merupakan pendekatan pembelajaran dimana pengetahuan bisa dibangun melalui proses sosial. Dalam proses belajar, hasil belajar, cara belajar, dan strategi belajar akan mempengaruhi perkembangan tata pikir dan skema berpikir seseorang. Sebagai upaya memperoleh pemahaman atau pengetahuan, siswa ”mengkonstruksi” atau membangun pemahamannya terhadap fenomena yang ditemui dengan menggunakan pengalaman, struktur kognitif, dan keyakinan yang dimiliki. Dengan demikian, belajar bukanlah sekadar menghafal, akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan melalui pengalaman. Pengetahuan bukanlah hasil ”pemberian” dari orang lain seperti guru, akan tetapi hasil dari proses mengkonstruksi yang dilakukan setiap individu.

    ReplyDelete
  3. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Socio constructivism atau dalam bahasa Indonesia berarti Konstruktivisme Sosial merupakan sebuah teori yang terkenal terutama dalam dunia pembelajaran pendidikan. Konstruktivisme sosial menekankan pada pembuatan pengetahuan dengan komunitas individu bukan hanya individu saja. Harapannya dengan demikian, pengetahuan atau makna yang tertanam dalam bentuk partisipatif praktek sosial dan tunduk pada pengaruh penataan proses sejarah dan keyakinan sosial budaya yang mengelilingi praktek tersebut.

    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Filsafat konstruktivis sosial memandang kebenaran matematika tidak bersifat absolut dan mengidentifikasi matematika sebagai hasil dari pemecahan masalah dan pengajuan masalah atau disebut dengan problem posing. Terdapat proses komunikasi dalam pembelajaran yang terjadi dimana setidaknya terdapat dua orang mencoba untuk memecahkan suatu masalah. Guru berinteraksi dengan siswa dan sebaliknya, kemudian siswa berinteraksi antar siswa lain.

    ReplyDelete
  5. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Socio constructivism (konstruktivisme sosial) menekankan pembelajaran pada konteks sosial, pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama. Salah satu prinsip kunci yang diturunkan teori konstruktivisme sosial adalah penekanan pada hakikat sosial dari pembelajaran. Dalam belajar pengetahuan dan pengertian dikonstruksi bila seseorang terlibat secara sosial dalam diskusi serta aktif dalam percobaan-percobaan dan pengalaman.

    ReplyDelete
  6. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Sosio konstruktivisme adalah pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan konstruktivisme sosial, yaitu dalam mengkonstruksi konsep, peserta didik juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
    Dalam mengkonstruksi suatu konsep, siswa berinteraksi dengan siswa lain atau dengan guru untuk mengembangkan strategi dalam penyelesaian masalah (misal dalam PMRI). Teori pembelajaran diini adalah teori dari Vigotsky, namun dalam filsafat juga ada tokohnya.

    ReplyDelete
  7. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Socio Constructivisme merupakan landasan filosofi pembelajaran. Salah satu prinsip kunci dalam teori ini adalah penekanan pada hakikat sosial dalam pembelajaran. Pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit karena pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksinya melalui pengalaman nyata. Menurut teori ini pengetahuan tersebut dibangun dan dikonstruksi secara bersama karena belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang. Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi siswa untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka ketika bertemu dengan pemikiran orang lain dan juga ketika mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran siswa.

    ReplyDelete
  8. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Sosio-konstruktivisme dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang menurut pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosial itu. (Piaget, Doise dan Mugny, 1984). Secara umum, pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Salah satu prinsip kunci yang diturunkan teori Konstruktivisme sosial adalah penekanan pada hakikat sosial dari pembelajaran. Vygotsky mengemukakan bahwa siswa belajar melalui interaksi dengan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Berdasarkan teori ini dikembangkanlah pembelajaran kooperatif, yaitu siswa lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit jika mereka saling mendiskusikan masalah tersebut dengan temannya

    ReplyDelete
  9. Budi Yanto
    1709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Sosio-konstruktivisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan bahwa pengetahuan individu bergantung pada dunia sosialnya dengan kata lain interaksi sosial dengan orang lain adalah hal penting dalam proses pembelajaran atau memeperoleh pengetahuan. Dunia sosial yang dimaksud adalah orang-orang yang secara langsung mempengaruhi orang itu, termasuk guru, teman, siswa, administrator, dan individu lain yang terlibat dalam segala bentuk kegiatan. Menurut Mercer (1995) Sebuah teori kontruktivisme dipandu pengetahuan di sekolah-sekolah dan lainnya pengaturan pendidikan harus melakukan tiga hal terkait erat yaitu menjelaskan bagaimana bahasa digunakan untuk menciptakan pengetahuan bersama dan pemahaman; menjelaskan bagaimana orang membantu orang lain untuk belajar; mempertimbangkan sifat khusus dan tujuan pendidikan formal.

    ReplyDelete
  10. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    PPs P.Mat B UNY 2016

    Konstruktivisme sosial memandang konteks sosial dari pembelajaran dan pengetahuan dibangun dan dikontruksi bersama dimana pengetahuan merupakan hasil dari interaksi sosial dan pemakaian bahasa yang merupakan pengalaman yang dihasilkan dari kesepakatan melalui tukar pendapat dalam interaksi sosial, dan bukan pengalaman yang hanya dihasilkan secara individu. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran siswa. Dengan kata lain, konstruktivisme sosial beranggapan bahwa pengetahuan yang dibentuk oleh siswa merupakan hasil interaksinya dengan lingkungan sosial disekitarnya.

    ReplyDelete
  11. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Teori sosial-konstruktivis adalah varian dari teori belajar konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dll. Menggabungkan pengaruh tradisional dikaitkan dengan sosiologi dan antropologi, sosial-konstruktivisme menekankan dampak dari kolaborasi, dan negosiasi berpikir dan belajar. Sebuah gagasan sentral dalam sosio-konstruktivisme dibantu pembelajaran, sebuah konsep yang dipengaruhi oleh sosial-kulturalisme dan konsep pembelajaran proksimal. Beberapa juga akan mencakup situatedness, yaitu interaksi dengan konteks sosial dan fisik.

    ReplyDelete
  12. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Secara umum, pendekatan konstruktivis sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikonstruksikan bersama (mutual). Pendekatan konstruktivis sosial ini sangat dipengaruhi oleh teori perkembangan kognitif Vygotsky (1896-1934). Vygotsky mengatakan bahwa perkembangan anak tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sosial dan kultural. Dia percaya bahwa perkembangan memori, perhatian, dan nalar melibatkan pembelajaran untuk menggunakan alat yang ada dalam masyarakat, seperti bahasa, sistem matematika, dan strategi memori. Pendekatan konstruktivis akan membuat siswa mudah memahami suatu konsep apabila dalam proses belajar menekankan pada murid agar dapat mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain. Dengan cara belajar seperti itu dapat dikatakan proses belajar bermakna, karena tidak saja terkait dengan ketercapaian materi belajar, namun siswa juga belajar hidup sosial ketika melakukan diskusi kelompok.

    ReplyDelete
  13. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Konstruktivisme sosial adalah teori sosiologi pengetahuan yang menerapkan konstruktivisme filsafat umum menjadi aturan sosial, dimana kelompok membangun pengetahuan satu sama lain, kemudian bersama-sama menciptakan budaya kecil bersama artefak dengan makna berbagi. Ketika seseorang tenggelam dalam budaya semacam ini, seseorang belajar sepanjang waktu tentang bagaimana menjadi bagian dari budaya pada berbagai tingkatan. Asal usul paham ini adalah dari Lev Vygotsky.

    ReplyDelete
  14. Konstruktivisme sosial dalam pembelajaran adalah bagaimana seorang siswa sebagai peserta didik harus mampu secara aktif mengkonstruk pengetahuan dan mengartikannya berdasar pada pengalaman pengetahuan yang telah diperolehnya terlebih dahulu. Disini, siswa mempunyai peran aktif sebagai seseorang yang mengkreasi pengetahuan, pentingnya pengalaman sebagai awal dari pengetahuannya, dan merealisasikannya bahwa pengetahuan yang ia miliki atau dapatkan itu bisa di representasikan dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Konstuktivisme sosial diartikan sebagai pendekatan pembelajaran dimana pengetahuan dapat dikonstruksi melalui proses sosial. Seperti pendekatan behaviorsme oleh Skinner dimana belajar itu dapat diperoleh dari kehidupan sosial, maka dalam pembelajaran harus dapat mempengaruhi pola pikir siswa sehingga siswa dapat mengkonstuksi pengetahuannya berdadarkan pengalamannya di kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  16. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    teori sosial-konstruktivis adalah varian dari teori belajar konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dll. sosial-konstruktivisme menekankan dampak dari kolaborasi, dan negosiasi berpikir dan belajar. Sebuah gagasan sentral dalam sosio-konstruktivisme dibantu pembelajaran, sebuah konsep yang dipengaruhi oleh sosial-kulturalisme dan konsep pembelajaran proksimal. Beberapa juga akan mencakup situatedness, interaksi yaitu dengan konteks sosial dan fisik

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Social constructivism Beralaskan pada pemikiran Vygotsky dan pengaruh pragmatisme, social constructivism memahami bahwa setiap individu merekonstruksi pengetahuan secara bersama dalam budaya tertentu di mana interaksi sosial membentuk pengetahuan subjektif bersama (intersubjectivity). Menurut social constructivism, pengetahuan bahkan realita dibentuk oleh interaksi dalam budaya dan adalah tugas pembelajar untuk menyerap pengetahuan komunaltersebut lewat rekonstruksi.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Berdasarkan dari link yang terdapat pada posting diatas, beberapa artikel menjelaskan bahwa sosio-konstruktivisme dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang menurut pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosial itu. Hal yang sangat relevan dalam belajar adalah proses komunikasi (dialog pembelajaran) yang terjadi dalam situasi di mana setidaknya dua orang mencoba untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu dalam pembelajaran inovatif dilakukan pembelajarn berbasis siswa dimana siswa diminta untuk berinteraksi satu sama lain maupun dengan guru dalam menemukan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  19. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Dari salah satu link diatas dikatakan bahwa teori sosial-konstruktivis adalah varian dari teori belajar konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dll. Menggabungkan pengaruh tradisional dikaitkan dengan sosiologi dan antropologi, sosial-konstruktivisme menekankan dampak dari kolaborasi, dan negosiasi berpikir dan belajar. Secara umum, pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual).. Konstruktivisme Vygotsky menekankan bahwa murid mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain. Isi dari pengetahuan ini dipengaruhi oleh kultur di mana murid tinggal, yang mencakup bahasa, keyakinan, dan keahlian/ketrampilan.[2] Maka bagi Vygotsky, ada dua prinsip penting berkenaan dengan teori konstruktivisme sosialnya, yaitu mengenai fungsi dan pentingnya bahasa dalam komunikasi social dan Zona of proximal development dimana pendidik sebagai mediator memiliki peran mendorong dan menjembatani siswa dalam upayanya membangun pengetahuan, pengertian dan kompetensi.


    ReplyDelete
  20. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Earlier educational philosophies did not place much value on what would become constructivist ideas; children's play and exploration was seen as aimless and of little importance.[citation needed] Jean Piaget did not agree with these traditional views; he saw play as an important and necessary part of the student's cognitive development and provided scientific evidence for his views. Today, constructivist theories are influential throughout the formal and informal learning sectors. In museum education, constructivist theories inform exhibit design.

    ReplyDelete
  21. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Earlier educational philosophies did not place much value on what would become constructivist ideas; children's play and exploration was seen as aimless and of little importance.[citation needed] Jean Piaget did not agree with these traditional views; he saw play as an important and necessary part of the student's cognitive development and provided scientific evidence for his views. Today, constructivist theories are influential throughout the formal and informal learning sectors. In museum education, constructivist theories inform exhibit design.

    ReplyDelete
  22. Dalam Sosio-konstruksitivisme ada proses belajar dalam lingkup sosial/masyarakat. Kemampuan individu dikonstruksi dari dalam masyarakat atau lingkungannya. Dalam masyarakat tradisional, faktor sosial/lingkungan bermasyarakat sangat mempengaruhi sifat dan sikap seseorang. Berbeda dengan masyarakat digital yang menjadikan teknologi informasi sebagai lingkungan belajar.
    Hasil konstruksi sosial ini memunculkan pola sikap dan tindakan yang berbeda.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  23. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Sosio-konstruksitivisme merupakan mengenai tentang ilmu yang dipandang sebagai kegiatan sosial. Ilmu merupakan komponen yang paling penting di dalam kehidupan bermasyarakat, karena mereka dapat berinteraksi dan bersosialisai kepada masayarakat lainnya. Ilmu dapat diperoleh dari mana saja baik itu dari masyarakat maupun kegiatan yang formal serta non formal. Di dalam bidang pembelajaran social constructivism merupakan filsafat sosial konstruktivis dimana dengan pemahaman akan sifat siswa yang sosial dan mengkonstruksi pengetahuan sendiri, akan membawa siswa sesuai dengan hakikatnya yaitu belajar untuk membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  24. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran. Didalam pembelajaran, pengetahuan dibangun dan dikonstruksi secara bersama. Hal ini mengikutsertakan orang lain untuk memberikan kesempatan bagi siswa mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka. Dengan adanya peran dari orang lain dan lingkungan siswa, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme untuk perkembangan pemikiran anak.

    ReplyDelete
  25. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Sosio-konstruktivisme berpandangan bahwa pemahaman ilmu yang didapat oleh seseorang tidak terlepas oleh konstruksi sosial dimana dia berada dan bersosialisasi. Dengan demikian konstruksi sosial sangat berpengaruh dalam memahami sebuah ilmu dan pemikiran seseorang. Dengan demikian pemahaman akan sebuah ilmu yang sama akan berbeda oleh seseorang yang tinggal di dalam struktur sosial satu dengan yang lainnya. Sehingga dengan demikian dalam hal pengaplikasian sebuah ilmu akan berbeda pula antara konstruksi sosial satu dengan konstruksi sosial yang lainnya.

    ReplyDelete
  26. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Secara umum, pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka saat mereka bertemu dengan pemikiran orang lain dan saat mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran murid.

    Dengan hal tersebut, pembelajaran hendaknya dilakukan dengan berkelompok, sehingga siswa akan mengalami asimilasi berbagai pemikiran dan dapat membangun konsep secara bersama-sama.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Filsafat konstruktivisme dikembangkan oleh Giambatista Vico seorang epistemolog dari Italia. Bagi Vico, pengetahuan selalu merujuk kepada struktur konsep yang dibentuk. Filsafat konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan merupakan hasil konstruksi manusia melalui interaksi dengan objek, fenomena pengalaman dan lingkungan.

    ReplyDelete
  28. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dalam perekembangan hingga sekarang, konstruktivisme memiliki dua bentuk, yaitu dalam pembelajaran, konstruktivisme psikologis/individu dan sosial. Konstruktivisme psikologis/individu dikembangkan oleh Jean Piaget. Menurut Piaget, pengetahuan terbentuk dalam intelek individu sebagai hasil interaksinya dengan objek, fenomena pengalaman dan lingkungan tertentu. Piaget menekankan pada pembentukan makna individual. Sedangkan, konstruktivisme sosial dikembangkan oleh Vygotsky

    ReplyDelete
  29. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Sosio konstruktivisme meliputi serangkaian teori yang bertujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan ontologi, seperti perdebatan struktur dan lembaga, serta pertanyaan epistemologi, seperti perdebatan "material/ideasional" yang memperhatikan peran relatif kekuatan material versus ide. Konstruktivisme bukan merupakan teori HI dalam artian neo-realisme, tetapi sebuah teori sosial yang lebih bagus dipakai untuk menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil oleh negara dan aktor-aktor besar lain, serta identitas yang memandu negara.

    ReplyDelete
  30. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Konstruksivisme berasal dari kata konstruktiv yang berarti membangun dan isme yang berati paham atau aliran. sehingga konstruksivisme menekankan bahwa pengetahuan yang diperoleh merupakan hasil penemuan dari diri sendiri dari apa yang telah dipelajari dan atau yang sedang dipelajari. Konstruktivisme sosial menekankan pada pembentukan pengetahuan berdasarkan pada konteks sosial yang dibangun secara bersama (mutual). Vygotsky menekankan bahwa siswa dapat membangun pengetahuannya melalui interaksi sosial dengan orang lain dimana kontruksi pengetahuan dipengaruhi oleh bahasa, keyakinan, dan keahlian

    ReplyDelete
  31. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Teori konstruktivis sosial adalah jenis dari teori belajar konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dll. Secara umum, pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Dari Piaget ke Vygotsky ada pergeseran konseptual dari individu ke kolaborasi, interaksi sosial, dan aktivitas sosiokultural. Konstruktivisme Vygotsky menekankan bahwa murid mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain. Isi dari pengetahuan ini dipengaruhi oleh kultur di mana murid tinggal, yang mencakup bahasa, keyakinan, dan keahlian/ketrampilan. Sumbangan penting teori Vygotsky adalah penekanan pada hakikat pembelajaran sosiakultural. Inti teori Vygotsky adalah menekankan interaksi antara aspek internal dan eksternal dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  32. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka saat mereka bertemu dengan pemikiran orang lain dan saat mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama (Santrock, 2007). Dalam pendekatan konstruktivisme Piaget, murid mengkonstruksi pengetahuan dengan menstransformasikan, mengorganisasikan, dan mengoraginsasi pengetahuan sebelumnya. Konstruktivisme Vygotsky menekankan bahwa murid mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain

    ReplyDelete
  33. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Filsafat pendidikan matematika (Ernest, 1991:1) adalah inti dari seperagkat maksud dan tujuan dari pendidikan matematika serta teori dari belajar dan mengajar matematika. Ernest mengungkapkan sebuah filsafat yang dinamakan social constructivism. Social constuctivism dari Ernest (Wilding, 2009: 3) mencakup filsafat pendidikan matematika yang menggabungkan filsafat matematika, teori belajar mengajar, dan satu kesatuan tertentu dari tujuan demokrasi untuk pendidikan matematika.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  34. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Sosio-konstruktivisme menekankan pada dampak dari kolaborasi antara negosiasi berpikir dan belajar. Gagasan dalam sosio-konstruktivisme adalah pembelajaran proksimal yang bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Sosio-konstruktivisme juga akan mencakup situasi dan interaksi dengan konteks sosial dan konteks fisik.

    ReplyDelete
  35. menurut sy Prinsip-prinsip konstruktivisme telah banyak digunakan dalam pendidikan sains dan matematika, namun demikian sekarang prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan ke dalam semua mata pelajaran. Namun tetap harus diperhatikan bahwa model pembelajaran konstruktivistik ini harus didukung oleh lingkungan yang tepat dan didukung oleh institusi pendidikan yang berwawasan luas, Institusi pendidikan harus ikut menciptakan situasi masyarakat pebelajar dengan menyiapkan sarana-prasarana, lingkungan, SDM dan elemen pendukung lainnya. Semua elemen didorong menjadi manusia pebelajar. Model konstruktivistik akan mencapai hasil optimal jika diterapkan dalam lingkungan manusia pebelajar.

    M Saufi Rahman
    PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  36. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sekitar tahun 1985 orang jarang mendengar kata konstruktivisme (Davis, Maher dan Nodding, 1990). Istilah konstruktivisme dikenal mengacu pada teori perkembangan struktur kognitif dari Piaget. Konstruktivisme yang dikenal dari kerja Piaget yang menyatakan bahwa pengetahuan konseptual tidak dapat ditransfer dari seseorang ke orang lainnya, melainkan harus dikonstruksi oleh setiap orang berdasar pengalaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  37. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Konstruktivisme menurut pandangan Vygotsky menekankan pada pengaruh budaya. Vygotsky berpendapat fungsi mental yang lebih tinggi bergerak antara inter-psikologi (interpsychological) melalui interaksi sosial dan intra-psikologi (intrapsychological) dalam benaknya. Internalisasi dipandang sebagai transformasi dari kegiatan eksternal ke internal. Ini terjadi pada individu bergerak antara inter-psikologi (antar orang) dan intra-psikologi (dalam diri individu). Vygotsky menekankan pada pentingnya hubungan antara individu dan lingkungan sosial dalam pembentukan pengetahuan.

    ReplyDelete
  38. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Konstruktivisme sosial meyakini bahwa pengetahuan merupakan hasil dari interaksi sosial dan pemakaian bahasa, jadi merupakan pengalaman yang dihasilkan dari kesepakatan melalui tukar pendapat dalam interaksi sosial, dan bukan pengalaman yang hanya dihasilkan secara individu.

    ReplyDelete
  39. 16701251016
    PEP B S2

    Salah satu tokoh yang mencetuskan teori konstruktivisme sosial adalah Vygotski. Dalam proses pembelajaran pendekatan ini menekankan prinsip bahwa ilmu pengetahuan di bentuk dalam proses sosial. Lingkungan sosial yang dimaksudkan adalah bisa keluarga, sekolah, teman bermain. Interaksi yang muncul dari aktivitas sosial ini akan membentuk suatu perilaku yang sesuai dengan etika yang berlaku, sehingga ada sebuah kontrol yang berperan dalam lingkungan sosial, jika dalam keluarga maka orang tua, dan dalam sekolah maka gurunya. Nilai nilai yang diperoleh inilah yang kemudian membentuk karakter individu dengan tidak mengesampingkan kognitif serta empiris nya

    ReplyDelete
  40. Dalam bidang matematika pendektan ini adalah untuk menjelaskan hakekat matematika yang sebenarnya, sehingga diperlukan suatu bahasa yang dapat dijadikan sarana komunikasi untuk menyampaikan ide dan gagasan untuk merambah dalam cakupan sosial yang luas atau umum.

    ReplyDelete
  41. Kehidupan manusia tidak akan terlepas dari fenonena sosial. Sehinngga perkembangan pemikiran juga seiring dengan kondisi sosial, dalam bentuk reaksi dan menimbulkan aksi yang sesuai.
    Dalam pemeblajaran kooperatif pemahaman tidak terletak hanya individu saja, namun bisa jadi kelompok. Dengan kelompok ini akan menimbulkan interaksi antar anggota kelompok. Yang mana dinyatakan oleh ahli bahwa proses pembelajaran kelompok lebih mengena terhadap pila berfikir, jika saja peran pendidik adalah memfasilitasi dengan sebagaimana mestinya dalam memberikan instruksi maupun arahan sehingga kegiatan pembelajaran berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan

    ReplyDelete
  42. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    pendekatan konstruktivis sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikonstruksikan bersama (mutual). Pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit karena pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksinya melalui pengalaman nyata. Menurut teori ini pengetahuan tersebut dibangun dan dikonstruksi secara bersama karena belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang. Oleh karena itu dalam pembelajaran inovatif dilakukan pembelajarn berbasis siswa dimana siswa diminta untuk berinteraksi satu sama lain maupun dengan guru dalam menemukan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  43. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Konstruktivisme menunjukkan bahwa peserta didik didorong untuk membangun pengetahuan mereka sendiri, bukan
    menyalin dari otoritas, baik itu buku atau guru, dalam situasi yang realistis bukan
    decontextualised, situasi formal seperti disebarkan dalam buku teks tradisional, dan bersama-sama dengan lain bukan pada mereka sendiri. (Kanselaar, De Jong, Andriessen & Goodyear, 2001).Sedangkan konstruktivisme sosial-budaya (perspektif sosio-konstruktivis) diungkapkan oleh Lev Vygotsky (1896-1934) bahwa relevansi utama konstruktivisme berasal dari teori-teorinya tentang bahasa, pemikiran, dan mediasi mereka dengan masyarakat. Dia memegang posisi anti-realis bahwa proses mengetahui lebih merupakan salah satu akibat adanya keterlibatan dari orang lain dan dimediasi oleh masyarakat dan budaya. Bagian penting dari pekerjaan Vygotsky (1986) sangat penting pada kontribusi Piaget di lapangan. Meskipun mereka berbagi beberapa ide umum, terdapat perbedaan yang signifikan antara mereka. Di topik tahap konstruktivis, Piaget percaya bahwa pengembangan mendahului pembelajaran, sedangkan Vygotsky percaya sebaliknya.

    ReplyDelete
  44. Social-constructivism adalah erat kaitannya dengan social-constructionism dalam arti bahwa orang bekerja bersama-sama untuk membangun artefak. Namun ada sebuah perbedaan penting: sosial-constructionism berfokus pada artefak yang dibuat melalui interaksi sosial kelompok, sementara visi konstruksi sosial berfokus pada individu yang belajar yang terjadi karena interaksi mereka dalam kelompok. Strong social-constructivism sebagai pendekatan filosofis cenderung ke arah saran bahwa "alam memiliki peran kecil atau tidak ada dalam pembangunan pengetahuan ilmiah". Menurut Maarten Boudry & Filip Buekens, Freudian psikoanalisis adalah contoh yang baik ini dalam tindakan. Sebagai psikoanalisis Freudian juga dianggap sebagai epistemically secara fundamental cacat, menggunakan penemuan sendiri untuk mendukung argumen, ini menunjukkan bahwa 'bona fide' ilmu pengetahuan, yang (oleh dan besar) tidak cacat dengan cara yang sama, juga tidak sah dapat visi konstruksi sosial.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id