Dec 3, 2012

PHILOSOPHY OF SCIENCE (Filsafat Sain)





Ass Wr Wb
Terlebih untuk Mahasiswa program S2 PSn, referensi berikut sangat penting untuk didalami:


Wss Wr Wb
Marsigit




38 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Filsafat sains adalah bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial. Di sini, filsafat sains sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Sistematika filsafat membicarakan masalah sains atau pengetahuan tentang apa yang telah diketahui dan sejauh mana kebenaran pengetahuan yang dimaksudkan. Hakikat tahu, mengetahui, dan pengetahuan dengan segala kaitannya meliputi hal-hal yang dimaksud dengan tahu atau mengetahui suatu hal. Kemudian, setiap tahu dan mengetahui akan melibatkan suatu gagasan dalam pikiran dan pengalaman inderawi, sehingga pengetahuan itu mengandung kriteria kebenaran filosofis. Dalam hal ini tidak salah bahwa keduanya memiliki persamaan, dalam hal bahwa keduanya merupakan hasil ciptaan kegiatan pikiran manusia, yaitu berpikir filosofis spekulatif dan berpikir empiris ilmiah. Perbedaan antara keduanya, terutama untuk aliran filsafat pendidikan tradisional adalah bahwa filsafat menentukan tujuan dan sains memberikan alat sarana untuk hidup

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Filsafat sains adalah bidang ilmu yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi, dan implikasi dari sains. Filsafat sains berusaha menjelaskan masalah-masalah seperti : apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah. Kemudian, bagaimana konsep tersebut dilahirkan. Filsafat sains juga menguraikan bagaimana sains dapat menjelaskan, memperkirakan, serta memanfaatkan alam melalui teknologi. Selanjutnya, filsafat sains juga menjelaskan cara menentukan validitas sebuah informasi, formulasi, dan penggunaan metode ilmiah, macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan keseimpulan, serta penerapan metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.

    ReplyDelete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Ada dua arti yang berbeda dari istilah filsafat ilmu : yang pertama adalah tentang metode ilmiah, dan yang kedua adalah tentang beberapa pertanyaan filosofis yang dijawab oleh penemuan-penemuan ilmiah . Dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah konsep fisika kita tentang realitas dan biologi mengubah konsep kita tentang kehidupan , filsafat ilmu dalam arti ini dirawat di Sebuah perspektif ilmiah filsafat .
    Ada subdisiplin filsafat ilmu yang kita lihat filosofis isu-isu yang timbul dari disiplin ilmu tertentu : misalnya , filsafat biologi melihat makna konsep yang digunakan dalam biologi evolusi , sedangkan filsafat ilmu-ilmu sosial melihat topik seperti apa ' teori ' adalah dalam bidang seperti ekonomi atau sosiologi. Maka dapat disimpulkan bahwa filsafat sains itu adalah bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial.

    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Filsafat ilmu merupakan penyelidikan filosofis tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara-cara untuk memperolehnya. Dengan kata lain filsafat ilmu sesungguhnya merupakan penyelidikan lanjutan. Filsafat ilmu dikelompokkan menjadi dua, yaitu: filsafat ilmu umum yang mencakup kajian tentang persoalan kesatuan, keseragaman serta hubungan segenap ilmu. Kemudian filsafat ilmu khusus yang kaijan filsafat ilmu membicarakan tentang kategori-kategori serta metode-metode yang digunakan seperti dalam kelompok ilmu alam, ilmu tehnik. Filsafat ilmu juga dikelompokkan berdasarkan model pendekatannya, yaitu filsafat ilmu terapan, filsafat ilmu murni. Ilmu-ilmu dasar yang bersifat formal seperti matematika dari Hilbert, maka filsafatnya lahir Hilbertsm. Membuat ilmu yang bersifat formal yang logis, fisika, biologi, kimia, matematika dan lain-lain.

    ReplyDelete
  5. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan yayasan, metode, dan implikasi dari ilmu pengetahuan. Pertanyaan utama yang menjadi perhatian penelitian ini apa yang memenuhi syarat sebagai ilmu, keandalan teori-teori ilmiah, dan tujuan akhir dari ilmu pengetahuan. disiplin ini tumpang tindih dengan metafisika, ontologi, epistemologi dan, misalnya, ketika mengeksplorasi hubungan antara ilmu pengetahuan dan kebenaran.

    ReplyDelete
  6. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Tidak ada konsensus di antara para filsuf tentang banyak masalah sentral yang bersangkutan dengan filsafat ilmu, termasuk apakah ilmu dapat mengungkapkan kebenaran tentang hal-hal yang tidak teramati dan apakah penalaran ilmiah dapat dibenarkan sama sekali. Selain pertanyaan-pertanyaan umum tentang ilmu secara keseluruhan, filsuf ilmu menganggap masalah yang berlaku untuk ilmu-ilmu tertentu (seperti biologi atau fisika). Beberapa filsuf ilmu pengetahuan juga menggunakan hasil kontemporer dalam ilmu untuk mencapai kesimpulan tentang filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  7. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Filsafat ilmu muncul sebagai disiplin yang berbeda hanya pada pertengahan abad ke-20 di bangun dari gerakan positivisme logis, yang bertujuan untuk merumuskan kriteria untuk memastikan semua makna filosofis pernyataan dan obyektif. Landmark 1962 buku Thomas Kuhn The Structure of Scientific Revolutions juga formatif, menantang pandangan kemajuan ilmiah sebagai stabil, akuisisi kumulatif pengetahuan berdasarkan metode tetap eksperimen sistematis dan bukan dengan alasan bahwa kemajuan adalah relatif "paradigma," yang set pertanyaan, konsep, dan praktik yang mendefinisikan suatu disiplin ilmu dalam periode sejarah tertentu.

    ReplyDelete
  8. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Filsafat sains adalah bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial. Di sini, filsafat sains sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Sebagai suatu cabang sains, filsafat sains mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbinacangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-pra-anggapan metafisis, dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika. Perkembangan kajian terkait dengan masalah empiris menimbulkan spesialisasi keilmuan dan menghasilkan kegunaan praktis. Sehingga, filsafat sains merupakan disiplin ilmu yang digunakan sebagai kerangka dasar/landasan berpikir bagi proses keilmuan. Seorang ilmuwan yang mampu berfikir filsafati, diharapkan bisa mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga bisa memahami sumber, hakikat dan tujuan dari ilmu yang dikembangkannya, termasuk manfaatnya bagi pengembangan masyarakatnya.

    ReplyDelete
  9. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Filsafat sains adalah bagian dari filsafat pengetahuan atau sering juga disebut epistimologi. Epistimologi berasal dari bahasa Yunani yakni episteme yang berarti knowledge, pengetahuan dan logos yang berarti teori. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh J.F. Ferier tahun 1854 yang membuat dua cabang filsafat yakni epistemology dan ontology (on = being, wujud, apa + logos = teori), ontology ( teori tentang apa).

    ReplyDelete
  10. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Secara sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat sains adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah yaitu akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasi dan diorganisasi sedemikian rupa; sehingga memenuhi asas pengaturan secara prosedural, metodologis, teknis, dan normatif akademis. Dengan demikian teruji kebenaran ilmiahnya sehingga memenuhi kesahihan atau validitas ilmu, atau secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete
  11. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Filosofi biologi adalah sub bidang filsafat ilmu, yang berkaitan dengan masalah epistemologis, metafisik, dan etika dalam ilmu biologi dan biomedis. Meskipun filsuf ilmu pengetahuan dan filsuf umumnya telah lama tertarik dalam biologi (misalnya, Aristoteles, Descartes, dan bahkan Kant ), filsafat biologi hanya muncul sebagai bidang independen filsafat di tahun 1960-an dan 1970-an. Filsuf ilmu pengetahuan kemudian mulai meningkatkan perhatian terhadap biologi, dari munculnya Neodarwinism pada 1930-an dan 1940-an untuk penemuan struktur DNA pada tahun 1953 untuk kemajuan yang lebih baru dalam rekayasa genetika. (https://en.wikipedia.org/wiki/Philosophy_of_biology)

    ReplyDelete
  12. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Filsafat sains adalah bagian dari filsafat, yang bertindak secara sains yang filsafat lakukan untuk menelaah pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal: di satu sisi, membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan dapat menghilangkan ketidakkonsistenan dan kekeliruan. Sistematika filsafat membicarakan masalah sains atau pengetahuan tentang apa yang telah diketahui dan sejauh mana kebenaran pengetahuan yang dimaksudkan. Hakikat tahu, mengetahui, dan pengetahuan dengan segala kaitannya meliputi hal-hal yang dimaksud dengan tahu atau mengetahui suatu hal. Kemudian, setiap tahu dan mengetahui akan melibatkan suatu gagasan dalam pikiran dan pengalaman indrawi, sehingga pengetahuan itu mengandung kriteria kebenaran filosofis.

    ReplyDelete
  13. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Filsafat ilmu pengetahuan itu merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan subjek dan objek, serta metode yang digunakan oleh ilmu pengetahuan untuk diterapkan agar dapat mengetahui setiap kebenarannya.

    ReplyDelete
  14. Nama Leibniz dalam Filsafat Fisika baru saya ketahui, karena ternyata Filsafat sangat luas dan salah satunya adalah Filsafat Fisika. Yang menarik adalah adanya kritikan Leibniz terhadap teori Cartesia. Artinya sebuah teori bisa menjadi Mitos ketika tidak ada lagi pemikiran untuk mengkaji dan menyempurnakannya, karena teori berkembang berubah seiring perubahan jaman dan situasi.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  15. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Filsafat sains merupakan dasar lahirnya ilmu-ilmu sains seperti matematika murni, fisika murni, biologi murni. Dalam sumber (https://en.wikipedia.org/wiki/Philosophy_of_physics). filsafat fisika berkaitan dengan isu-isu konseptual dan interpretational dalam fisika modern, dan sering tumpang tindih dengan penelitian yang dilakukan oleh beberapa jenis fisikawan teoritis. Filsafat fisika dapat sangat luas dikelompokkan ke dalam tiga bidang utama. Pertama Interpretasi mekanika kuantum: masalah Mengenai, terutama, dengan cara merumuskan respon yang memadai terhadap masalah pengukuran, dan memahami apa teori yang memberitahu kita tentang realitas. Kedua sifat ruang dan waktu: Apakah ruang dan zat waktu, atau murni relasional? Apakah simultanitas konvensional atau hanya relatif? Apakah asimetri duniawi murni direduksi ke asimetri termodinamika?
    Dan kketiga hubungan antar-teori: hubungan antara berbagai teori fisik, seperti termodinamika dan mekanika statistik. Ini tumpang tindih dengan isu pengurangan ilmiah.

    ReplyDelete
  16. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs PEndidikan Matematika B 2016

    Sistematika filsafat membicarakan masalah sains atau pengetahuan tentang apa yang telah diketahui dan sejauh mana kebenaran pengetahuan yang dimaksudkan. Hakikat tahu, mengetahui, dan pengetahuan dengan segala kaitannya meliputi hal-hal yang dimaksud dengan tahu atau mengetahui suatu hal. Kemudian, setiap tahu dan mengetahui akan melibatkan suatu gagasan dalam pikiran dan pengalaman indrawi, sehingga pengetahuan itu mengandung kriteria kebenaran filosofis.

    Dalam hal ini tidak salah bahwa keduanya memiliki persamaan, dalam hal bahwa keduanya merupakan hasil ciptaan kegiatan pikiran manusia, yaitu berpikir filosofis spekulatif dan berpikir empiris ilmiah. Perbedaan antara keduanya, terutama untuk aliran filsafat pendidikan tradisional adalah bahwa filsafat menentukan tujuan dan sains memberikan alat sarana untuk hidup.

    ReplyDelete
  17. Misnasanti
    16709251011
    PPS PMAT A 2016

    Filsafat sains adalah bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial. Di sini, filsafat sains sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Pada awalnya filsafat sains lebih berupa metodologi atau telaah tentang tata kerja atau metode dalam berbagai sains serta pertanggungjawabanya secara rasional. Dalam logika sains biasa dibedakan ada yang disebut dengan konteks penemuan sains (context of scientific justification). Zaman semakin maju, revolusi terjadi dalam berbagai bidang, maka arah kajian filsafat sains berkembang ke zaman yang lebih baru dan lebih positive. Agar nampak tidak terlalu naf, tampilah para tokoh filsafat sains yang menberikan landasan filsafat bahasa pada positivme hingga tampil menjadi logis gerakan ini muncul setelah didirikan kelompok kajian filsafat sains yang disebut dengan, lingkaran wina.aliranya disebut positivisme logis. Pada awal abad ke 20 inilah filsafat sains mencapai puncaknya.

    ReplyDelete
  18. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Dari salah satu link diatas dikatakan “Philosophy of science is a branch of philosophy concerned with the foundations, methods, and implications of science” yang berarti Filsafat ilmu/sains adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan yayasan, metode, dan implikasi dari ilmu pengetahuan. Saya kira Filsafat sains adalah bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial. Secara ontology filsafat sains menelaah hakekat dari sains dimana sesuatu yang tidak banyalk orang ketahui tentang sains.

    ReplyDelete
  19. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Filsafat ilmu merupakan cabang dari filsafat resmi yang didedikasikan untuk pertanyaan tentang ilmu pengetahuan dan metode ilmiah. Hal ini juga berkaitan dengan sifat pengetahuan yang merupakan pengetahuan dan bagaimana hal itu mempengaruhi ilmu pengetahuan. Di dalam filsafat untuk memahami hakikat dari sesuatu obyek informasi atau pengetahuan bisa dipertanggungjawabkan bukan hanya secara rasional, logis dan faktual(dialami langsung dalam kehidupan kita). Di dalam beberapa penjelasan bahwa filsafat dan sains dapat ditinjau dari ontologi dan epistomolginya.

    ReplyDelete
  20. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Filsafat sains merupakan suatu ranah pada ilmu filsafat yang menelaah tentang logika interen dari teori-teori ilmiah, membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah,serta mencoba menemukan dan menelaah pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan. Filsafat sains merupakan suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat tersebut.

    ReplyDelete
  21. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP
    To my understanding, philosophy of science, is a the study, from a philosophical perspective, of the elements of scientific inquiry. This article discusses metaphysical, epistemological, and ethical issues related to the practice and goals of modern science. For treatment of philosophical issues raised by the problems and concepts of specific sciences,

    ReplyDelete
  22. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Filsafat ilmu yang menekankan pada hakikat ilmu merupakan bidang yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Maka dengan mempelajari filsafat ilmu akan dapat mengembangkan cara berpikir rasional, luas dan mendalam, teratur dan terang, integral dan koheren, metodis dan sistematis, logis, kritis, dan analitis bukan lagi menganggap pengetahuan hanya sekedar tradisi dan kebiasaan, bahkan mitos.

    ReplyDelete
  23. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Filsafat sains adalah Filsafat yang mengkaji pengalaman secara menyeluruh sehingga lebih bersifat inklusif dan mencakup hal-hal umum dalam berbagai bidang pengalaman dan pengetahuan manusia, filsafat lebih bersifat sintetis dan sinoptis dan kalaupun analitis maka analisanya memasuki dimensi kehidupan secara menyeluruh dan utuh, filsafat lebih tertarik pada pertanyaan kenapa dan bagaimana dalam mempertanyakan masalah hubungan antara fakta khusus dengan skema masalah yang lebih luas, filsafat juga mengkaji hubungan antara temuan-temuan ilmu dalam bidang agama, moral serta seni dan ilmu-ilmu lainnya....

    ReplyDelete
  24. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Filsafat sains merupakan bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari teori dasar filsafat, asumsi dan timbal balik dari sains itu sendiri. Filsafat sains terdiri atas sains alam dan sains sosial. Adapun bidang ilmu filsafat yang mempelajari tentang filsafat adalah bidang ontologi dan epistemologi.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Filsafat sains merupakan bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains. Filsafat sains berupa disiplin ilmu yang digunakan sebagai kerangka dasar/landasan berpikir bagi proses keilmuan. Filsafat sains sendiri sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Seorang ilmuwan yang mampu berfikir filsafati, diharapkan bisa mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga bisa memahami sumber, hakikat dan tujuan dari ilmu yang dikembangkannya, termasuk manfaatnya bagi pengembangan masyarakatnya.

    ReplyDelete
  26. Siska Nur Rahmawati1
    16701251028
    PEP-B 2016


    Filsafat sains merupakan ilmu dalam filsafat yang mempelajari tentang dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial. Filsafat sains membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.

    ReplyDelete
  27. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Filsafat sain mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Filsafat sain berusaha untuk dapat menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat menjelaskan, memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi; cara menentukan validitas dari sebuah informasi; formulasi dan penggunaan metode ilmiah; macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan; serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.

    ReplyDelete
  28. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Filsafat sains merupakan disiplin ilmu yang digunakan sebagai kerangka dasar/landasan berpikir bagi proses keilmuan. Seorang ilmuwan yang mampu berfikir filsafati, diharapkan bisa mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga bisa memahami sumber, hakikat dan tujuan dari ilmu yang dikembangkannya, termasuk manfaatnya bagi pengembangan masyarakatnya.

    ReplyDelete
  29. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Hubungan antara sains dan filsafat sangat dekat sehingga beberapa ilmu pengetahuan tertentu, khususnya cabang-cabang yang lebih umum, seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan psikologi sangat diperlukan dalam filsafat. The Liang Gie (1987) memberikan pengertian ilmu adalah rangkaian penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya, dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia. erkembangan ilmu pengetahuan merupakan salah satu prestasi besar dari pikiran manusia.

    ReplyDelete
  30. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Filsafat sains berfungsi untuk menemukan pengetahuan yang seksama dan terorganisir dengan baik. Filsafat sains memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab akibatnya.

    ReplyDelete
  31. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Menurut Cornelius Benjamin filsafat sains adalah cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai sains, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual. Thomas Kuhn beranggapan bahwa sains tidak dapat begitu saja tunduk kepada adanya kritik dan falsifikasi, sebab ia mengedepankan adanya paradigma sebagai inti dari sains. Sains dipahami sebagai sebuah paradigma yang diterima secara baik, di mana paradigma sendiri dalam pandangan Kuhn merupakan sekumpulan asumsi dasar, atau cara untuk memecahkan masalah.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  32. Filsafat sains adalah bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial. Di sini, filsafat sains sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  33. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Stephen R. Toulmin menegmukakan bahwa Sebagai suatu cabang sains, filsafat sains mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbinacangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-pra-anggapan metafisis, dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika). Dan Peter Caws juga berpendapat bahwa Filsafat sains merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi sains apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal : di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan.
    Dari sini makan bisa dikatakan bahwa filsafat sains adalah salah satu bagian filsafat yang berkenaan dengan didapatkan suatu ilmu dari adanya tentang penyelidikan ilmiah, pengalaman manusia dan teori tentang alam semesta.

    ReplyDelete
  34. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Filsafat sain mempelajari ilmu ilmu filsafat yang dikaitkan dengan ilmu ilmu sains. Ia menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu . Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Agar perkembangan ilmu alam dan sosial terjaga, maka seseorang penting mempelajari filsafat sain karena didalamnya kita akan belajar lebih mendalam, lebih terbuka dan lebih luas tentang sesuatu dengan sudut pandang yang tidak hanya dari satu arah. Harapannya setiap orang bisa lebih bijak, baik dan bermanfaat bagi sesama.
    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  35. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Filsafat ilmu/sains adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan yayasan, metode, dan implikasi dari ilmu pengetahuan. Filsafat sains adalah bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial. Secara ontology filsafat sains menelaah hakekat dari sains dimana sesuatu yang tidak banyalk orang ketahui tentang sains. Filsafat sains berfungsi untuk menemukan pengetahuan yang seksama dan terorganisir dengan baik.

    ReplyDelete
  36. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Filsafat sain berusaha untuk dapat menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat menjelaskan, memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi; cara menentukan validitas dari sebuah informasi; formulasi dan penggunaan metode ilmiah; macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan; serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.Adapun bidang ilmu filsafat yang mempelajari tentang filsafat adalah bidang ontologi dan epistemologi.

    ReplyDelete
  37. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Filsafat sains adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Filsuf yang tertarik dalam studi ilmu bagaimana pengetahuan dibangun oleh para ilmuwan, dan apa yang membuat ilmu yang berbeda dari kegiatan lain. Filsafat sains adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan fondamen, metode, dan implikasi dari ilmu pengetahuan. Salah satu konsep mendasar tentang filsafat sains adalah empirisme, atau ketergantungan pada bukti. Empirisme adalah cara pandang bahwa ilmu pengetahuan diturunkan dari pengalaman yang kita alami selama hidup kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  38. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Sains dapat dipandang dalam beberapa dimensi yaitu material, formal, dan normatif. Secara material, sains merupakan teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Secara formal, sains merupakan berbagai macam ilmu pengetahuan. Sedangkan secara normatif, sains merupakan sumber-sumber ilmu dan pembenaran ilmu. Jika dikaitkan dengan filsafat, maka filsafat sains berusaha menjelaskan atau merefleksikan kerja dan karya para sainstis dengan menggunakan metode atau cara penemuan mereka yang hasilnya dapat memberikan dampak dalam kehidupan orang banyak.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id