Dec 3, 2012

Philosophy of Science Education





Ass Wr Wb
Terlebih untuk mahasiswa S2 PSn, referensi berikut penting untuk dibaca:



Wss Wr Wb
Marsigit

39 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Hubungan antara sains dan filsafat sangat dekat sehingga beberapa ilmu pengetahuan tertentu, khususnya cabang-cabang yang lebih umum, seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan psikologi sangat diperlukan dalam filsafat. Filsafat dan sains keduanya tertarik terhadap pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis. Sains membantu filsafat dalam mengembangkan sejumlah bahan deskriptif dan faktual serta esensial bagi pemikiran filsafat. Sains mengoreksi filsafat dengan menghilangkan sejumlah ide-ide yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah. Filsafat merangkum pengetahuan yang terpotong, yang menjadikan beraneka macam sains yang berbeda serta menyusun bahan tersebut ke dalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia yang lebih menyeluruh dan terpadu. Selain itu, melalui filsafat kita dapat mengerti teori-teori pendidikan, bisa menjadi sebuah ilmu yang otonom. Maksudnya ilmu yang apabila ditelaah terus-menerus menjadi ilmu yang berkembang pesat seperti ilmu psikologi, matematika, biologi, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, filsafat menjadi alas dalam menemukan suatu permasalahan dalam pendidikan sampai ke akar-akar teorinya.





    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Filsafat dari pendidikan sains, Objek filsafat adalah mengambil alih berbagai hasil sains, menambahkan pada hasil-hasil sains yang diambil alih tersebut dengan berbagai hasil pengalaman etis dan religius umat manusia kemudian merefleksikannya secara keseluruhan. Zaman ini sains lebih bersifat kuantitatif daripada kualitatif. Sifat ini mengungkapkan hubungan tentang intensitas (keterarahan) dua fenomena. Usaha mempelajari hubungan kuantitatif terlalu sering meninggalkan bukan hanya instruktur tetapi juga waktu luang pelajar untuk lebih banyak melakukan penyelidikan atau spekulasi seperti terhadap mekanisme hubungan kuantutatif itu sendiri.

    ReplyDelete
  3. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Sains merupakan suatu metode berpikir secara objektif. Tujuannya menggambarkan dan memberi makana pada dunia yang faktual. Sains adalah gambaran yang lengkap dan konsisten tentang berbagai fakta pengalaman dalam suatu hubungan yang mungkin paling sederhana (simple possible terms). Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena – fenomena yang terjadi di alam.

    ReplyDelete
  4. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016.

    Filsafat dan sains keduanya menggunakan metode berpikir reflektif dalam menghadapi fakta dunia. Filsafat dan sains keduanya menunjukan sikap kritis dan terbuka dan memberikan perhatian yang tidak berat sebelah terhadap kebenaran, Filsafat dan sains keduanya tertarik terhadap pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis, Sains membantu filsafat dalam mengembangkan sejumlah bahan deskriptif dan faktual serta esensial bagi pemikiran filsafat, Sains mengoreksi filsafat dengan menghilangkan sejumlah ide-ide yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah, dan Filsafat merangkum pengetahuan yang terpotong, yang menjadikan beraneka macam sains yang berbada serta menyusun bahan tersebut ke dalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia yang lebih menyeluruh dan terpadu.

    ReplyDelete
  5. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Bidang ilmu pendidikan dengan berbagai cabang-cabangnya merupakan landasan ilmiah bagi pelaksanaan pendidikan, yang terus berkembang secara dinamis. Sedangkan filsafat pendidikan sesuai dengan peranannya, merupakan landasan filosofis yang menjiwai seluruh kebijaksanaan dan pelaksanaan pendidikan. Kedua bidang tersebut menjadi pengetahuan dasar bagi setiap pelaksana pendidikan. Pada zaman renaissance (14-17M) ditandai sebagai era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan modern sudah mulai dirintis pada zaman renaissance, ilmu yang berkembang maju pada masa ini adalah bidang astronomi. Tokohnya seperti roger bacon, copernicus.

    ReplyDelete
  6. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Filsafat pendidikan adalah praktek mengajar dan belajar filsafat bersama dengan penelitian ilmiah terkait. Hal ini bukan filsafat pendidikan, maupun studi filsafat pendidikan pada umumnya. Pendidikan di subjek biasanya dibagi menjadi 4 tahap utama: pra-sekolah dan tingkat pendidikan dasar, tingkat pendidikan menegah bawah dan tingkat pendidikan menengah atas, tersier tingkat pendidikan universitas. Tidak semua negara memberikan studi filsafat di semua tingkatan dan di banyak subjek hampir tidak ada dari seluruh kurikulum. pertanyaan teoritis tentang pengajaran filsafat di sekolah telah diperdebatkan setidaknya sejak Immanuel Kant dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Di Italia, pendidikan filsafat secara tradisional historis berorientasi dalam arti sejarah ide-ide. pendidikan filsafat tradisional tersedia di sebagian besar Asia sejak benua melahirkan sekolah-sekolah filsafat Timur. -20 dan awal abad ke-21 melihat meningkatnya minat dalam bidang (terutama dalam filsafat Barat) di benua Asia, dengan India, Cina dan terutama Korea Selatan dan Jepang sebagai hub akademik dan penelitian utama kontemporer. Namun, perbedaan regional dan antarnegara luas berlaku.

    ReplyDelete
  7. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Secara filosofis, pendidikan adalah hasil dari peradaban suatu bangsa yang terus menerus dikembangkan berdasarkan cita-cita dan tujuan filsafat serta pandangan hidupnya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang melembaga di dalam masyarakatnya. Dengan demikian filsafat pendidikan menjadi dasar suatu bangsa itu berpikir, berperasaan, dan berkelakuan yang menentukan bentuk sikap hidupnya. Adapun proses pendidikan dilakukan secara terus menerus dilakukan dari generasi ke generasi secara sadar dan penuh keinsafan. Ajaran filsafat adalah hasil pemikiran sesorang atau beberapa ahli filsafat tentang sesuatu secara fundamental. Hubungan antara sains dan filsafat sangat dekat sehingga beberapa ilmu pengetahuan tertentu, khususnya cabang-cabang yang lebih umum, seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan psikologi sangat diperlukan dalam filsafat. Filsafat saat ini cenderung langsung menganalisa secara kritis konsep-konsep dan mempelajari berbagai makna dan nilai. Arti filsafat tidak lebih sebagai studi logis dan humanistis berbagai hal.

    ReplyDelete
  8. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Filsafat merupakan acuan untuk meningkatkan mutu pendidikan.Disadari atau tidak, nampaknya dapat mempengaruhi situasi dan kondisi yang memprihatinkan seperti saat ini, kita menumpukan seluruh harapan kepada pendidikan, karena sadar bahwa hanya melalui pendidikan kita dapat memperbaiki hidup. Memang seharusnya demikian, tetapi mengapa kehidupan bangsa ini tidak juga mengalami perbaikan setelah 70 tahun merayakan kemerdekaannya. Mengapa pendidikan yang kita selenggarakan selama rentang waktu itu, dengan biaya yang tentu saja tidak sedikit, belum juga mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa., dengan keadaan ini menggabarkan ada masalah dengan pendidikan kita; itulah jawabannya. Sistem pendidikan kita terbukti belum berhasil mengeluarkan bangsa ini dari berbagai permasalahan hidup yang mengimpitnya.

    ReplyDelete
  9. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Untuk mencapai suatu kesempurnaan dalam beraktivitas sesuatu yang sangat sulit kita lakukan, namun jika sekiranya para pemimpin ingin ikhlas dan menjabarkan segenap programnya untuk kemajuan pendidikan, dapat dipastikan bahwa bangsa ini akan maju selangkah dengan situasi pendidikan bangsa lain. Kemajuan suatu pendidikan merupakan langkah awal menuju kemajuan di bidang lainnya. Kemajuan-kemajuan bangsa bangsa yang terkemuka saat ini bukan ditunjang dengan keadaan alamnya yang melimpah, tetapi sangat ditunjang dengan kamajuan pendidikan manusianya. Baik itu Amerika, Jepang, Jerman maupun bangsa bangsa di Eropa Timur lainnya.

    ReplyDelete
  10. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Tampilan pada hal-hal persatuan dan penyatuan membuat lebih dari perbedaan kardinalitas, dan mereka melakukannya dalam ilmu pengetahuan dan filsafat. Dalam ilmu mereka menyediakan heuristik yang kuat atau panduan metodologi dan bahkan pembenaran untuk hipotesis, proyek, dan tujuan tertentu. (http://plato.stanford.edu/entries/scientific-unity/)

    ReplyDelete
  11. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    pendidikan sain yang berkembang dewasa ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh filsafat positivisme Aguste Comte yang menempatkan akal dan bukti empirikdi atas segalanya, sedangkan agama dan spiritualitas menempati posisi terbawah atau dianggap tidak relevan untuk kondisi menjawab kemajuan zaman.
    harus diakui, pemikiran positivisme telah menyumbangkan kemajuan yang pesat dalam sain dan teknologi, namun hidu masyarakkat seolah hampa, kosong tanpa makna, hidup hanya persaingan memperebutkan segala sumber daya. manusia berubah menjadi kanibal atas manusia-manusia lain.

    ReplyDelete
  12. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi masalah-masalah yang lebih luas, lebih dalam, serta lebih kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman maupun fakta-fakta pendidikan, dan tidak memungkinkan dapat dijangkau oleh sains pendidikan. Sehingga Filsafat pendidikan perlu dikuasai oleh para pendidik, adapun alasannya antara lain: Pertama , karena pendidikan bersifat normatif, maka dalam rangka pendidikan diperlukan asumsi yang bersifat normatif pula. Asumsi-asumsi pendidikan yang bersifat normatif itu antara lain dapat bersumber dari filsafat. Filsafat pendidikan yang bersifat preskriptif dan normatif akan memberikan petunjuk tentang apa yang seharusnya di dalam pendidikan atau apa yang dicita-citakan dalam pendidikan. Kedua, bahwa pendidikan tidak cukup dipahami hanya melalui pendekatan ilmiah yang bersifat parsial dan deskriptif saja, melainkan perlu dipandang pula secara holistik. Adapun kajian pendidikan secara holistik dapat diwujudkan melalui pendekatan filosofis.

    ReplyDelete
  13. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Peran filsafat pendidikan bagi guru, dengan filsafat metafisika guru mengetahui hakekat manusia, khususnya anak sehingga tahu bagaimana cara memperlakukannya dan berguna untuk mengetahui tujuan pendidikan. Dengan filsafat epistemologi guru mengetahui apa yang harus diberikan kepada siswa, bagaimana cara memperoleh pengetahuan, dan bagaimana cara menyampaikan pengetahuan tersebut. Dengan filsafat aksiologi guru memehami yang harus diperoleh siswa tidak hanya kuantitas pendidikan tetapi juga kualitas kehidupan karena pengetahuan tersebut. Yang menentukan filsafat pendidikan seorang guru adalah seperangkat keyakinan yang dimiliki dan berhubungan kuat dengan perilaku guru, yaitu: Keyakinan mengenai pengajaran dan pembelajaran, siswa, pengetahuan, dan apa yang perlu diketahui.

    ReplyDelete
  14. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    pada dasarnya semua ilmu itu bersumber dari filsafat, namun memisahkan diri dan membntuk cabang-cabang filsafat lain seperti filsafat matematika, filsafat ilmu dst, hal ini disebabkan oleh karena adanya perbedaan, dan ruang lingkupnya. sehingga jika kita melihat kepada perkembangan filsafat pendidikan sains maka tidak lepas dari pemikiran Plato dan Aristoteles, dimana plato lebih condong kepada sains murni dan aristoteles lebih kepada pendidikan sains, sehingga seharusnya pendidikan yang digunakan pada saat ini adalah pendidikan sains yang menurut Aristoteles.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251025
    PPs PEP B 2016

    Filsafat dalam pendidikan dapat dijadikan sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sistem pendidikan akan menjadi lebih baik jika semuanya berpedoman pada filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  16. Referensi-referensi tersebut sangat berharga dalam mempelajari Filsafat Modern khususnya dalam memahami awal dan akhir jaman. Renaisance menjadi salah satu tolok ukur berkembangnya Ilmu Filsafat. Mungkin perlu sebuah rujukan bagaimana perkembangan Ilmu Filsafat di Indonesia hubungannya dengan Filsafat Modern yang berkembang di Eropa. Siapa saja tokoh yang mengembangkan Ilmu Filsafat di Indonesia pada masa-masa awal...

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  17. Filsafat dan sains keduanya menggunakan metode berpikir reflektif dalam menghadapi fakta dunia. Filsafat dan sains keduanya menunjukan sikap kritis dan terbuka dan memberikan perhatian yang tidak berat sebelah terhadap kebenaran, Filsafat dan sains keduanya tertarik terhadap pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis

    ReplyDelete
  18. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    melalui filsafat, kita dapat mengerti bahwa teori-teori pendidikan bisa menjadi sebuah ilmu yang otonom. Maksudnya ilmu yang apabila ditelaah terus-menerus menjadi ilmu yang berkembang pesat seperti ilmu psikologi, kedokteran ekonomi dan lain sebagainya. Pada akhirnya filsafat menjadi alas dalam menemukan suatu permasalah dalam pendidikan sampai ke akar-akar teorinya. Salah satunya Pendidikan sains mestinya memberikan andil dalam perkembangan iptek dari waktu ke waktu. Pengenalan berbagai organisme yang berguna diperlukan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Karena yang dikenal manusia banyak, pengetahuan tersebut perlu dikelompokkan sehingga berkembang taksonomi dan sistematik. Selanjutnya manusia mempelajari biofungsi, bioperkembangan, dan bioteknologi. Manusia memperoleh banyak manfaat dari semua itu, tetapi pendidikan sains perlu membekali biomanajamen dan bioetika agar penerapan pengetahuan di lingkungannya membawa arah pemberdayaan berkelanjutan.

    ReplyDelete
  19. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Dari salah satu link diatas dikatakan bahwa filsafat pendidikan adalah praktek mengajar dan belajar filsafat bersama dengan penelitian ilmiah terkait. Sementara ilmu pendidikan atau pendidikan sains didefinisikan sebagai bidang yang bersangkutan dengan konten berbagi ilmu pengetahuan dan proses dengan individu. bidang ilmu pendidikan atau pendidikan sains mencakup pekerjaan di konten sains, proses sains (metode ilmiah), beberapa ilmu sosial, dan beberapa pedagogi mengajar. Filsafat ilmu pendidikan/pendidikan sains dapat dikatakan sebagai bidang kajian atau ilmu yang mempelajari hakikat pelaksanaan dan pendidikan sains dimana bahan yang dipelajari meliputi tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat pendidikan dengan metode yang dilakukan adalah dengan menganalisa secara kritis struktur dan manfaat pendidikan atau pendidikan sains tesebut.

    ReplyDelete
  20. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Cabang pendidikan yang begitu luas dan banyak menjadikan sebuah ilmu pengetahuan itu semakin berkembang pesat. Salah satunya adalah filsafat dan sains. Keduannya berperan penting dalam perkembangan pendidikan, oleh karena itu keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Filsafat sering pula diartikan sebagai pandangan hidup serta filsafat mempunyai peranan yang sangat besar karena filsafat ikut menentukan arah dan tujuan proses pendidikan. Sementara sains merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena–fenomena yang terjadi di alam. Hubungan filsafat dan sains yaitu keduanya menggunakan metode berpikir reflektif dalam menghadapi fakta dunia dan menunjukan sikap kritis dan terbuka dan memberikan perhatian yang tidak berat sebelah terhadap kebenaran. Pentingnya filsafat dan sains ini dalam perkembangan ilmu sehingga tidak heran disetiap pembelajaran keduanya saling dikaitkan untuk menambah pengetahuan terutama di dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  21. martin/rwanda
    pps2016pep b
    I believe one of the most important things a teacher can do for students learning science is to relate Science back to everyday life as much as possible. If students feel as if the topics are abstract, and cannot be related directly to them, then they become disinterested and thus, disinvested in the content and the class. I have found this to be true in those topics which I found much more difficult to relate to everyday life, such as balancing chemical reactions, or the role of the mole. Many times these topics have corresponded to math-based standards, which the students fail to see real-life applications as it is, potentially due to years of their Math teachers failing to invest them, and years of my urban students failing Math tests, and thus becoming further and further behind. Due to this realization as well as the belief that in order to build new knowledge, one must build off of old schema (Carey, 1986), and therefore, must be able to relate topics directly to their lives in order to be invested in the content, it is EXTREMELY important to relate the new material to things the students already understand. I plan on incorporating many more opportunities for students to read articles, watch videos, etc.

    ReplyDelete
  22. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    diantara beberapa link yang diberikan pada posting ditas, link ketiga membahas mengenai pendidikan filsafat di beberapa wilayah di dunia, dari negara dengan bahasa asli bahasa inggris, eropa, afrika, asia, dll. di sana juga dibahas mengenai metode didaktik dalam pendidikan mengikuti metode socrates dan hermeneutika.

    ReplyDelete
  23. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Semua manusia dari zaman dahulu, sekarang dan masa yang akan datang memiliki kepentingan dalam pendidikan. Ketika lahir, seseorang dilahirkan dalam keadaan buta huruf, tidak mengerti sama sekali tentang norma dan budaya sekitarnya. Dengan pendidikan, kebutaan dan ketidaktahuan seeorangpun akan menghilang digantikan dengan kemampuan baik dalam membaca, menulis, dan bertindak dengan cara-cara yang tepat sesuai budaya. Pendidikan beserta pendidik sangatlah penting keberadaannya dalam kehidupan, namun terkadang masih juga disalah-salahkan, misalnya ketika masyarakat terguncang oleh krisis, ini sering diambil sebagai tanda-tanda kegagalan dalam pendidikan. Tapi hal tersebut bukanlah seluruhnya kesalahan pendidikan, banyak aspek lain yang mempengaruhi seperti kepribadian, tuntutan ekonomi, spiritual, dls.

    ReplyDelete
  24. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Filsafat dalam pendidikan sains menekankan pada pendekatan filsafat dalam pengajaran sains. Dalam hal ini filsafat berperan sebagai landasan dalam memahami sebuah fenomena tentang asal usul, metodologi aksiologi dalam pembelajaran sains. Dalam hal ini sains juga memberikan kontribusi dalam cara berfikir ilmiah yang berdasarkan rasionalitas dan empirisme dalam menemukan ilmu pengetahuan. Sehingga Filsafat dalam pendidikan sains merupakan perpaduan yang ideal dalam menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  25. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Kekonsistenan ilmiah dari hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu-ilmu alamiah di banding dengan hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu-ilmu psikologi/tingkah laku/sosial. Masalah-masalah pendidikan yang menjadi perhatian ontologi adalah bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan diperlukan pendirian mengenai pandangan manusia, masyarakat dan dunia.

    Penyelenggaraan pendidikan di indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan. Hal ini ditandai dengan inkonsisten dalam kurikulum pendidikan karena harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia internasional, dengan kurang memperhatikan bagaimana perkembangan psikologis anak ketika kurikulum berganti-ganti.

    Ideologi kapitalis yang diterapkan di indonesia telah gagal dalam merevitalisasi peran anak dan pemuda untuk membangun negaranya. Para pembuat kebijakan menganggap bahwa berubahnya kurikulum akan membuat pendidikan semakin baik. Namun, justru sebaliknya, kita sudah banyak mengalami pergantian kurikulum, namun perubahan yang diinginkan belum lah tercapai.

    Dari hal tersebut, bahwa sebenarnya, akar masalah di negeri kita ini adalah penerapan ideologi kapitalisme. Karena ideologi ini sifatnya destruktif dan tidak sesuai dengan fitrah manusia. Ideologi ini menganggap bahwa wujud kebahagiaan ketika tercukupnya materi. Padahal, hal tersebut bertentangan dengan fitrah manusia yang menganggap bahwa kebahagiaan adalah bentuk keridhoan Tuhan YME.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Salah satu yang dibahas dalam referensi diatas adalah tentang filsafat pendidikan yang dapat digunakan pada rujukan baik untuk penerapan filsafat terhadap masalah pendidikan, memeriksa definisi, tujuan dan arti pendidikan, atau kepada visi tertentu atau pendekatan pendidikan. Filsafat pendidikan digunakan untuk semual hal terkait perkembangan pendidikan dan untuk setiap aspek-aspek yang mengandung keterkaitan dengan dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  27. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Filsafat merupakan induk dari segala ilmu termasuk ilmu pendidikan. Filsafat pendidikan sains menekankan pada metode saintifik yang diterapkan pada dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Pendekatan saintifik diterapkan didalam proses belajar mengajar. Siswa diminta untuk mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan hasil belajar yang mereka lakukan. Dengan adanya pendekatan saintifik ini siswa diharapkan memiliki pemikiran yang logis, sistematis, dan empiris di dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  28. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Pendidikan sains adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan sains, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan sains dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan untuk pengajaran Sains perlu dan dapat dimuati unsure pembentukan karakter melalui pengembangan sikap ilmiah (scientific attitude).

    ReplyDelete
  29. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Filsafat dan pendidikan sains memiliki hubungan terikat. Keduanya memiliki spirit dan tujuan yang sama yaitu jujur dan mencari kebenaran. Dalam pencarian kebenaran ini sains menentukan dalam dirinya sendiri tugas tertentu dan tugas ini memerlukan batas-batas tertentu. Tetapi terkadang menuntut suatu kebenaran yang lebih dalam terhadap wilayah yang berada di balik bidang sains, dalam hal inilah filsafat muncul.

    ReplyDelete
  30. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Filsafat dan pendidikan sains memiliki hubungan terikat. Keduanya memiliki spirit dan tujuan yang sama yaitu jujur dan mencari kebenaran. Dalam pencarian kebenaran ini sains menentukan dalam dirinya sendiri tugas tertentu dan tugas ini memerlukan batas-batas tertentu. Tetapi terkadang menuntut suatu kebenaran yang lebih dalam terhadap wilayah yang berada di balik bidang sains, dalam hal inilah filsafat muncul.

    ReplyDelete
  31. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dalam dunia pendidikan, filsafat mempunyai peranan yang sangat besar karena filsafat ikut menentukan arah dan tujuan proses pendidikan. Secara filsafati, pendidikan sains adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan sains, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan sains dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan untuk pengajaran Sains perlu dan dapat dimuati unsur pembentukan karakter melalui pengembangan sikap ilmiah (scientific attitude). Cara pengajaran dapat diintegrasikan dengan penyisipan dan penanaman nilai-nilai sains di dalamnya. Nilai-nilai yang dimaksud antara lain adalah nilai praktis, nilai intelektual, nilai religius, nilai sosial-ekonomi, dan nilai pendidikan. Objek filsafat adalah mengambil alih berbagai hasil sains, menambahkan pada hasil-hasil sains yang diambil alih tersebut dengan berbagai hasil pengalaman etis dan religius umat manusia kemudian merefleksikannya secara keseluruhan.


    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  32. Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun historis karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Pada perkembangannya, ilmu terbagi dalam beberapa disiplin, yang membutuhkan pendekatan, sifat, objek, tujuan dan ukuran yang berbeda antara disiplin ilmu yang satu dengan yang lainnya. Pembahasan filsafat ilmu sangat penting karena akan mendorong manusia untuk lebih kreatif dan inovatif. Filsafat ilmu memberikan spirit bagi perkembangan dan kemajuan ilmu dan sekaligus nilai-nilai moral yang terkandung pada setiap ilmu baik pada tataran ontologis, epistemologis maupun aksiologis.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  33. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Filsafat pada dasarnya memiliki peran yang penting bahkan tidak hanya dalam pendidikan sains namun dalam segala aspek kehidupan. Filsafat menjadi landasan segala ilmu, asal usul bagaimana ilmu tersebut difikirkan. filsafat memilki peran sebagai alat bantu memecahkan masalah-masalah pendidikan. Filsafat dapat digunakan untuk menganalisis masalah-masalah pendidikan secara sistematis, cermat, waspada, ketat, dan teliti. Oleh karena itu, di samping adanya hubungan antara filsafat dan pendidikan maka tentu filsafat memiliki fungsi yang signifikan terhadap pendidikan sehingga filsafat bisa digunakan dalam membantu mengembangkan pendidikan baik secara praktis maupun teoritis dalam wacana menuju pendidikan yang ideal.

    ReplyDelete
  34. nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    Filsafat, sains, pendidikan dan budaya, ani adalah udl buku yang didalam teruat posisi filsafat tentang nature ilmu pengetahuandan hubungannya pada pendidikn. Pada seksi kedua, mereka merangkum beberapa teori dari metode sebagi contoh dari kritical inquiry di dalam sains. Seksi ketiga mengembangkan sebuah kasus memlawan sosilogi damn pendekatan pos modernis terhadap ilmu pengetahua dan sains dan seksi keepat penulis konsetrasi pada isu budaya dan ilmu politik dengan diskusi berbagai macam multikulturaisme

    ReplyDelete
  35. nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematia c 2013

    filsafat pendidikan dapa merujuk pada aplikasi flsafat untuk masalh pendidikan, menguji definsi, tujuan dan makan pendidikan , atau tujuan nya atau pendekatan pendidikan. Sebagai ranah akademik, filsafat pendidikan adalah dtudi filsafat pendidkan dan permasalahannya..subjek utamanya adalh pendidikan, dan metodenya adalha filsafat. Filsafat pendidikan bisa jadi filsafat proses pendidikan atau filsafat disiplin pendidikan.

    ReplyDelete
  36. nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    Pendidikan filsafat adalah raktek mengajar dan belajar filsafat diiringi dengan penelitan akademik. Ini buka folsafat pendidikan, atau studi filsafat pendidikan secara umum, tapi pendidikan filsafat.
    Pendidikan filsafa di seluruh dunia. Pendidkan dalam subjek pelajaran dibagi mejadi 4 tahap utama: pre schoo, pre primary, primary education level, lower and upper secondary school level, tertiary education level, ad post tertiary education level. Tidak semua negara menyediakan studi flsafat d semua tingkat dan di manyak mata pelajaran.

    ReplyDelete
  37. nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    pendidikan sains adalah ranah yang fokus dengan sharing onten sains dan proses dengan indivua tidak secara tradisional yang dipertimbangkan dengan komunitas ilmiah. Pembejara mungkin anak-anak, mahasiswa, atau orng dewasa dengan publik general. Rahan pendidikan sains memsaukkan kerja di dalam konten saisn, proses sains (metode saintifik), beberapa sosiala sains, dan pedagogik mengajar. Standar pendidikan sains memberikan harapan untuk pengemabnagn pemahaman siswa memlalui pembelajran menyeluruh. Mata pelajaran yang termuat di dalamnya adalah fisika, life sains, bumi, ruang dan ilmu manusia.

    ReplyDelete
  38. nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidian matematika c 2013

    Biosop adalah kebijaksanaan hidup, ini adalah pergerakan kemanusiaan yang terperuh sangat besar denga filusuf abad 17 baruch spinuza. Ini adalah “imu dan seni intelijen/kecerdasan hidup berdasarkan kesadaran dan praktik nilai-nilai spiritual, prinsi-pronsi sosila-etika dan esensi kualitas karakter trhadap kebebsana individu dan harmuni sosial”

    ReplyDelete
  39. nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    Tujuan dari unie sains atauilmu pngetahuan adaah membantu ita untuk mempertmukan / menghubungakn kognitif/teori dengan prakteknya. Ini tidak menkjubkan bahwa banak makna dari unity, unification, tingkat fundamental, sistem, organisasi, universalitas, simplcity, reduksi, harmni, kompleksitas/totalitas, dapat enagtarkan padakecerdasan imajinasi.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id