Dec 2, 2012

NOUMENA





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang NOUMENA, silahkan konek:






Wss Wr Wb
Marsigit

43 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Noumena merupakan pendeskripsian suatu objek atau benda dengan tanpa menggunakan alat indera. Menurut Immanuel Kant, noumena adalah sesuatu dalam dirinya sendiri. Sedangkan kebalikan noumena atau IDEA (dalam bahasaPlato) oleh Kant disebut sebagai fenoumena. Pengetahuan empiris lewat penelitian-penelitian sains merupakan pengetahuan dari fenoumena. Segala sesuatu yang kita tangkap melalui indera kita baik itu perasaan, emosi, gambaran lewat mata, suara dari telinga, rasa dari sentuhan lidah atau kulit, dan segala sesuatunya hanyalah merupakan fenoumena. Waktu, jarak, ruang, benda dan segala sesuatu yang kita cerna hanyalah entitas fenoumena. Yang noumena tak akan pernah dapat kita ketahui. Menurut kant noumena merupakan entitas entitas (jamak) yang menyebabkan adanya fenoumena- fenoumena.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Noumena adalah sesuatu dalam dirinya sendiri. Dengan kata lain noumena adalah hakikat realitas yang berada di balik fenomena. Karena itu, noumena berada di luar jangkauan pengamatan. Noumena berbada dengan fenomena sebab fenomena marupakan sesuatu yang tampak, dapat dipahami dan dimegerti. Fenomena merupakan hasil konstruksi subjek yang mengetahui terhadap objek (fenomena) yang diketahui, di dalamnya melibatkan indra.

    ReplyDelete
  3. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Immanuel Kant berpendapat bahwa noumenon berarti objek itu sendiri. Noumena digunakan untuk menyebutkan suatu objek dengan menggunakan panca indera. Dalam ruang dan waktu, bentuk-bentuk intuisi kita diproses oleh bentuk dasar dari pemahaman kita. Melalui noumena seseorang akan mengkategorikan objek dan menggunakan intuisi dan akan berusaha mempelajari noumena atau diri seseorang itu sendiri.

    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Noumena menurut Husserl adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan fenomena. Dalam pengertian kata noumena adalah konsep sesuatu adalah berasal dari diri sesuatu itu sendiri. Dalam menemukan konsep dari sesuatu tersebut dapat dilakukan tindakan analitik-sintetik.

    ReplyDelete
  5. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    "Noumenon" adalah kata Yunani yang dipinjam berarti sesuatu 'yang dimaksud atau dirasakan'. Ini adalah netral partikel pasif sekarang noein (untuk berpikir, untuk hamil), yang berasal dari nous (pikiran). Hal ini bahasa yang tidak terkait dengan "numinus," istilah yang diciptakan oleh Rudolf Otto dan berdasarkan numen Latin (dewa). Noumena adalah sesuatu dalam dirinya sendiri. Sedangkan apa yang menjadi citra atau bayangan dari noumena atau IDEA (dalam bahasa plato) oleh kant disebut sebagai fenoumena. Pengetahuan empiris lewat penelitian-penelitian sains merupakan pengetahuan dari fenoumena. Segala sesuatu yang kita tangkap melalui indera kita baik itu perasaan, emosi, gambaran lewat mata, suara dari telinga, rasa dari sentuhan lidah atau kulit, dan segala sesuatunya hanyalah merupakan entitas fenoumena. Waktu, jarak, ruang, benda dan segala sesuatu yang kita cerna hanyalah entitas fenoumena. Yang noumena tak akan pernah dapat kita ketahui. Menurut kant noumena merupakan entitas entitas (jamak) yang menyebabkan adanya fenoumena- fenoumena.

    ReplyDelete
  6. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Menurut saya setelah membaca artikel-artikel yang professor berikan, noumena adalah suatu penyebab adanya fenoumena. Noumena adalah sesuatu yang ada didalam dirinya sendiri. Noumena tidak dapat di ketahui lewat panca indera, karena noumena bukanlah founemena yang dapat diketahui melalui panca indera. Sebagai contoh yang nyata, misalnya fenomena yang terjadi di dunia ini adalah bencana besar seperti tsunami, maka noumenanya adalah mengapa hal itu bisa terjadi, hanya Allah yang tau. Sebagai manusia mungkin kita hanya menebak-nebak saja. Mungkin karena warganya sudah dzalim, durhaka dengan sang pencipta, atau kah semua itu karena kesrusakan yang diperbuat oleh manusia. Nah anggapan-anggapan tersebut yang sebenarnya tidak kita ketahui adalah sebagai noumena.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Noumena adalah sesuatu yang berasal dari dalam diri individu. Noumena digunakan untuk menyebutkan suatu objek dengan menggunakan panca indera. Menurut Immanuel Kant, noumena merupakan entitas yang menyebabkan adanya fenoumena.
    Jadi, dengan bahasa yang lebih sederhana noumena adalah segala sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh panca indera dan keberadannya hanya bisa dirasakan oleh pikiran.
    Contohnya adalah keberadaan Allah subhanahu wa ta’ala. Kita tidak dapat melihatNya dengan panca indera, namun hati kit sebagai seorang muslim tentu mampu merasakannya terutama ketika kita bersujud di keheningan malam menghadap keridhaanNya.
    Maka, dalam mempelajari filsafat kita juga diajarkan untuk menyadari hal-hal yang mungkin selama ini tidak kita sadari. Dan pada akhirnya, bersyukurlah atas segala sesuatu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  8. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Menurut Immanuel Kant, Noumenon itu adalah yang dipikirkan atau yang tidak tampak, dunia gagasan, dunia batiniah. Idea mengenai jiwa, dunia dan Tuhan bukanlah pengertian-pengertian tentang inderawi. Idea psikologis yang merupakan gagasan mutlak yang mendasari gejala batiniah, gagasan yang menyatukan segala gejala lahiriah yaitu dunia. dan gagasan yang mendasari segala gejala baik yang lahiriah maupun yang batiniah, yang terdapat dalam suatu pribadi mutlak, yakni Allah SWT sebagai idea teologis.

    ReplyDelete
  9. Fitri ayu Ningtiyas
    16709251037
    PPs P.Mat B UNY 2016

    Dalam filsafat Immanuel Kant, noumena memiliki sinonim dengan objek transendental yang digunakan untuk mengacu pada sesuatu yang tidak diketahui, realita yang tak terlukiskan yang terletak "di belakang" dunia fenomena yang diamati. Ini berarti noumena merupakan segala sesuatu yang tidak dapat dirasakan oleh panca indera yang ada, tapi tidak bisa dijelaskan oleh panca indera bentuk atau wujudnya. Walaupun sesuatu itu ada, tapi berada diluar batas pengetahuan dimana hanya diyakini keberadaannya saja, dimana tidak diberikan pengetahuan yang lebih mengenai hal itu, hanya sekedar tahu saja bahwa hal tersebut ada.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Noumena adalah realitas (das Ding an Sich) yang berada di luar kesadaran pengamat. Menurut Kant, manusia hanya dapat mengenal fenomena-fenomena yang nampak dalam kesadaraan, bukan noumena yaitu yaitu realitas di luar (berupa benda-benda atau atau nampak tetap menjadi objek kesadaran kita) yang kita kenal. Noumena yang selalu tetap menjadi teka-teki dan tinggal sebagai “x” yang tidak dapat dikenal karena ia terselubung dari kesadaran kita. Fenomena yang nampak dalam kesadaran kita ketika berhadapan dengan realitas (noumena) itulah yang kita kenal.

    ReplyDelete
  12. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Fenomena yang nampak dalam kesadaran kita ketika berhadapan dengan realitas (noumena) itulah yang kita kenal. Melihat warna biru , misalnya tidak lain adalah hasil cerapan indrawi yang membentuk pengalaman batin yang diakibatkan oleh sesuatu dari luar. Warna biru itu sendiri merupakan realitas yang tidak dikenal pada diri sendiri (in se). Ini berarti kesadaran kita tertutup dan terisolasi dari realitas.

    ReplyDelete
  13. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Noumena merupakan lawan dari fenoumena, noumena adalah segala sesuatu yang tidak dapat dirasakan oleh panca indera. Dalam noumena, segala sesuatu itu ada, tapi tidak bisa dijelaskan oleh panca indera, tidak bisa dilihat bentuk/wujudnya seperti apa, rasanya bagaimana, dirasa, dicium, atau dibicarakan. Walaupun ada, tapi ia ada diluar batas pengetahuan kita dan kita hanya meyakini keberadaannya saja. Misalnya surga dan neraka, kita hanya tahu surga itu ada, namun surga itu tidak dapat kita rasakan.

    ReplyDelete
  14. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Noumena adalah sesuatu yang berasal dari dalam diri individu tersebut dan yang menjadi bayangan dari noumena yaitu idea. Noumena digunakan untuk menyebutkan suatu objek dengan menggunakan panca indera. Sedangkan fenoumena adalah segala sesuatu yang nampak dengan panca indera. Segala sesuatu yang kita tangkap melalui indera kita baik itu perasaan, emosi, gambaran lewat mata, suara dari telinga, rasa dari sentuhan lidah atau kulit, dan segala sesuatunya hanyalah merupakan fenoumena. Waktu, jarak, ruang, benda dan segala sesuatu yang kita cerna hanyalah entitas fenoumena. Yang noumena tak akan pernah dapat kita ketahui.

    ReplyDelete
  15. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Noumena adalah objek mengemukakan atau peristiwa yang ada tanpa rasa-persepsi. Noumena Istilah umumnya digunakan dalam kontras dengan atau dalam kaitannya dengan fenomena, yang mengacu pada sesuatu yang dapat ditangkap oleh atau merupakan obyek indra. filsafat modern umumnya telah skeptis terhadap kemungkinan independen pengetahuan indera, dan Immanuel Kant memberi titik ini melihat ekspresi kanonik nya: bahwa dunia nomenal mungkin ada, tapi itu benar-benar tidak dapat diketahui melalui sensasi manusia.

    ReplyDelete
  16. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Noumena adalah sesuatu yang berasal dari dalam diri individu tersebut dan yang menjadi bayangan dari noumena yaitu idea. Noumena digunakan untuk menyebutkan suatu objek dengan menggunakan panca indera. Sedangkan fenoumena adalah segala sesuatu yang nampak dengan panca indera. Menurut kant noumena merupakan entitas yang menyebabkan adanya fenoumena. Segala sesuatu yang kita tangkap melalui indera kita baik itu perasaan, emosi, gambaran lewat mata, suara dari telinga, rasa dari sentuhan lidah atau kulit, dan segala sesuatunya hanyalah merupakan entitas fenoumena. Waktu, jarak, ruang, benda dan segala sesuatu yang kita cerna hanyalah entitas fenoumena. Yang noumena tak akan pernah dapat kita ketahui. Menurut kant noumena merupakan entitas entitas (jamak) yang menyebabkan adanya fenoumena- fenoumena.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Noumena bukan merupakan suatu paham, melainkan pembagian atau kriteria. Noumena merupakan makna hakiki dari segala sesuatu yang tidak bisa diketahui atau dipersepsi dengan panca indera. Menurut I Kant, noumena merupakan entitas yang menyebabkan adanya fenomena. Segala sesuatu yang tidak dapat dipersepsi oleh panca indera tersebut dipikirkan sehingga menjadi ada. Misalnya Tuhan. Tuhan tidak dapat dipersepsi melalui panca indera, tetapi sudah jelas sekali bahwa Tuhan itu ada. Jadi, Tuhan itu ada karena bisa dipikir tapi tak bisa dilihat dan itu merupakan noumena.

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Noumena sama dengan Wahyu dalam bahasa filsafat sebagai “Necessit”. Noumena realitas yang berbeda dari apa yang ditangkap oleh pengamat. Dan manusia tidak ada kemampuan untuk mengetahui noumena karena sifatnya yang terselubung dari pikiran dan indera. Karena noumena adalah segala jenis pengetahuan yang di luar indera, yang termasuk di dalamnya adalah Tuhan, jiwa, ruh, kebebasan, keadilan, dan lain sebagainya. Kant secara rendah hati mengakui bahwa noumena ini ada bagusnya sebagai postulat. Sebagai contoh, jika tidak ada konsep Tuhan, mungkin tidak adil bagi manusia jika melihat seorang yang berbuat dosa sepanjang hidupnya kemudian tidak ada yang mengadilinya di kemudian hari. Tapi Kant mengajukan syarat terkait noumena ini, katanya, noumena itu mungkin saja ada, tapi ia di luar batas pengetahuan kita. Ia tidak bisa diketahui apalagi dibicarakan. Batas-batas pengetahuan manusia adalah sebatas dunia fenomena saja.

    ReplyDelete
  20. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Menurut Immanuel Kant, ada dua jenis realitas yaitu dunia fenomena dan noumena. Dunia fenomena adalah dunia nyata yang kita alami dengan panca indera kita yang didekati dengan pengalaman empiris. Sedangkan dunia noumena adalah dunia yang tidak dapat didekati dengan pengamatan empiris karena dunia ini tidak bersifat fisik atau dunia yang tidak dapat didekati melalui logika atau penalaran. Tidak ada satu pun orang yang berhasil mendekati dunia noumena lewat pikirannya. Dunia noumena inilah yang biasanya kita namakan sebagai dunia lain, dunia ghaib, dunia yang tidak bisa dipikirkan. Demikian juga dunia sprititual juga noumena karena Tuhan atau spiritual hanya bisa kita dekati dengan hati, bukan dengan pikiran ataupun penalaran.

    ReplyDelete
  21. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Noumena dapat diartikan sebagai sesuatu yang berasal dari dalam diri individu dimana ide yang menjadi bayangannya. Noumena sendiri digunakan untuk mengemukakan objek melalui indera. Dalam hubungannya dengan fenoumena yang merupakan segala sesuatu yang nampak dengan panca indera, seperti perasaan, emosi dan lain-lain. Immanuel Kant menjelaskan bahwa noumena merupakan entitas yang menyebakan adanya fenoumena.

    ReplyDelete
  22. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    noumenon Istilah umumnya digunakan dalam kontras dengan atau dalam kaitannya dengan fenomena, yang mengacu pada sesuatu yang dapat ditangkap oleh atau merupakan obyek indra. filsafat modern umumnya telah skeptis terhadap kemungkinan independen pengetahuan indera, dan Immanuel Kant memberi titik ini melihat ekspresi kanonik nya: bahwa dunia nomenal mungkin ada, tapi itu benar-benar tidak dapat diketahui melalui sensasi manusia.

    ReplyDelete
  23. Noumena berada diatas pengetahuan manusia. Inilah kelebihan Filsafat yang melihat sesuatu diluar pemikiran manusia umumnya. Sesuatu yang mungkin ada. Dalam istilah masyarakat awam adalah supranatural, spiritualisme. Sehingga mempelajari Filsfata tidak hanya pada obyek yang terlihat namun juga yang tersirat.
    Semua yang ada saat ini, dulunya hanya impian, hanya bayangan yang mungkin ada. Adanya handphone misalnya, dulu hanya impian, khayalan, namun dapat terwujud sekian puluh tahun kemudian. Segala yang kita fikirkan, yang sekarang tidak ada atau belum ada, bisa jadi mungkin ada bila sudah terwujud.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  24. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Dari salah satu link diatas dikatakan bahawa The noumenon atau nomena adalah adalah objek mengemukakan atau peristiwa yang ada tanpa rasa-persepsi. Istilah nomena umumnya digunakan dalam kontras dengan fenomena atau dalam kaitannya dengan fenomena, merupakan obyek indra. filsafat modern umumnya telah skeptis terhadap kemungkinan independen pengetahuan indera, dan Immanuel Kant memberi titik ini melihat ekspresi kanonik nya: bahwa dunia nomenal mungkin ada. Sebagai lawan dari fenomena, dalam nomena, segala sesuatu itu ada, tapi tidak bisa dijelaskan oleh panca indera, bentuk/wujudnya seperti, rasanya bagaimana, yang jelas tidak bisa dilihat, dirasa, dicium, atau dibicarakan. Walaupun ada, tapi ia ada diluar batas pengetahuan kita/kita hanya meyakini keberadaannya saja. Misalnya surge dan neraka atau alam kubur atau dunia setelah mati hanya dapat kita tahu adanya, namun surga itu tidak dapat kita rasakan, Kita tidak diberikan pengetahuan yang lebih mengenai nemona itu, hanya sekedar tahu saja bahwa itu ada.


    ReplyDelete
  25. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Noumena merupakan segala sesuatu yang tidak dapat kita pikirkan atau yang tidak dapat didekati melalui logika atau penalaran, tapi mengetahui apa yang dalam diri mereka adalah selamanya di luar jangkauan kita. Menurut kant noumena merupakan entitas- entitas yang menyebabkan adanya fenoumena- fenoumena. Jadi manusia hanya dapat mengenal fenomena-fenomena yang nampak dalam kesadaran, bukan noumena yaitu realitas di luar yang kita kenal.

    ReplyDelete
  26. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Menurut Immanuel Kant segala sesuatu yang bisa terlihat oleh panca indra itu disebut fenomena sedangkan segala keberadaannya hanya bisa dirasakan oleh fikiran disebut sebagai noumena. Noumena itu di luar dari fenomena. Filsafatnya arwah dan tuhan adalah noumena. Karena keberadaan kedua hal tersebut tidak bisa dilihat, dipegang, namun bisa dipikirkan.

    ReplyDelete
  27. martin/RWANDA
    PPS2016PEP B
    From what i have red from the book of Kant; thing in itself, i have found that the thing as it appears to an observer. Though the noumenal holds the contents of the intelligible world, Kant claimed that man’s speculative reason can only know phenomena and can never penetrate to the noumenon. Man, however, is not altogether excluded from the noumenal because practical reason—i.e., the capacity for acting as a moral agent—makes no sense unless a noumenal world is postulated in which freedom, God, and immortality abide.

    ReplyDelete
  28. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Noumena adalah mencari penjelasan mengenai hakikat di balik fenomena. Noumena sendiri tidak berasal dari empirisme atau pengalaman yang ditangkap oleh panca indera melainkan sesuatu entitas yang tersembunyi dibalik sebuah fenomena yang dapat ditangkap oleh panca indera. Sehingga Noumena membutuhkan sebuah pemikiran yang dalam untuk dapat mengenalnya.

    ReplyDelete
  29. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Kant membedakan antara fenomena dan noumena. Fenomena adalah menunjukkan kepada suatu dalam kesadaran dan yang kedua adalah realitas yang berbeda dari apa yang ditangkap oleh pengamat. Dan manusia tidak ada kemampuan untuk mengetahui noumena karena sifatnya yang terselubung dari pikiran dan indera.

    ReplyDelete
  30. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Noumena merupakan aktivitas mendeskripsikan objek atau benda dengan tanpa menggunakan penginderaan. Noumena ini berusaha untuk menemukan apa hakikat dibalik suatu fenomena. Noumena bukan berasal dari apa yang kita pikirkan melalui logika atau penalaran bukan juga berasal dari pengalaman, tetapi menjelaskan apa dibalik suatu fenomena tersebut.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  31. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    Neumena merupakan lawan dari fenomena. Jika fenomena merupakan sesuatu yang bisa dijangkau melewati panca indera manusia, sedangkan neumena merupakan sesuatu yang diluar pemikiran manusia yang tidak dapat dijangkau oleh alat indera manusia.

    ReplyDelete
  32. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Neumena bersifat abstrak yang tidak bisa kita tangkap dengan panca indera kita. Neumena menjadi sesuatu yang berada diluar pemikiran manusia. Manusia tidak bisa melogiskan neumena karena tidak dapat kita pancainderakan. Semua yang ada di dunia ini adalah neumena dan fenomena. Neumena akan melengkapi keberadaan fenomena. Neumena memiliki manfaat tersendiri di dalam kehidupan, tergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  33. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Noumena adalah sesuatu yang eksis sebagaimana adanya, di dalam dirinya sendiri, dan terlepas dari subjek atau pengamat. Menurut Immanuel Kant noumena adalah realitas (das Ding an Sich) yang berada di luar kesadaran pengamat. Noumena yang selalu tetap menjadi teka-teki dan tinggal sebagai “x” yang tidak dapat dikenal karena ia terselubung dari kesadaran kita. Noumena tidak dapat sepenuhnya diketahui, tetapi hanya sebagian yang dapat diamati melalui indera menusia. Menurut kant noumena merupakan entitas entitas (jamak) yang menyebabkan adanya fenoumena- fenoumena. Sedangkan schoupenhauer mengatakan bahwa noumena itu tunggal (dalam arti tidak memiliki tandingan dengan jamak). Alasannya, kejamakan merupakan sebuah entitas dalam waktu, identitas sesuatu, sebab-akibat, dan jarak atau ruang. Perbedaan selalu membutuhkan adanya waktu, ruang atau pun suksesi. Padahal sesungguhnya waktu, benda, ruang atau jarak merupakan bagian dari fenoumena. Maka dari itu noumena tidaklah mengenal adanya waktu, ruang dan sejenisnya, yang berarti noumena itu pada dasarnya SATU atau TUNGGAL.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  34. Noumena adalah sesuatu dalam dirinya sendiri. Sedangkan apa yang menjadi citra atau bayangan dari noumena atau IDEA (dalam bahasa plato) oleh kant disebut sebagai fenoumena. Pengetahuan empiris lewat penelitian-penelitian sains merupakan pengetahuan dari fenoumena. Segala sesuatu yang kita tangkap melalui indera kita baik itu perasaan, emosi, gambaran lewat mata, suara dari telinga, rasa dari sentuhan lidah atau kulit, dan segala sesuatunya hanyalah merupakan entitas fenoumena. Waktu, jarak, ruang, benda dan segala sesuatu yang kita cerna hanyalah entitas fenoumena. Yang noumena tak akan pernah dapat kita ketahui. Menurut kant noumena merupakan entitas-entitas (jamak) yang menyebabkan adanya fenoumena- fenoumena.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  35. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Noumena adalah arti hakiki dari benda itu sendiri yang tidak dapat kita jelaskan dengan persepsi panca indera. Benda itu sendiri “The thing it self “yang satu, yang tetap, tidak berubah, yang benar hanya nomena yang menjadi objek ilmu yang benar.Noumena merupakansesuatu yang tidak tampak dari suatu objek tertentu, manusia, hewan, tumbuhan, dan semua yang ada tidak dapat dideskripsikan dengan panca indera, namun diakui keberadaannya oleh dirinya sendiri.seseorang tidak akan mungkin untuk mengungkapkan noumena sebab esensi dari noumena adalah diakui, tetapi dengan tanpa adanya perhitungan dari aturan yang tidak mengakui pengecualian. Oleh karena itu kita tidak tahu dan tidak dapat mengetahui penjelasan mengenai keberdaan dari noumena, karena konsep murni dari noumena adalah sebuah intuisi murni yang terlepas dari fenomena yang dialami.

    ReplyDelete
  36. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Noumena adalah pendeskripsian terhadap objek berdasarkan persepsi. Npumena ini pada umumnya digunakan dalam kontras yang dikaitan dengan suatu fenomena yang terjadi, dan mengacu pada sesuatu yang dapat ditangkap atau dirasakan pleh panca indera yang dimiliki manusia.

    ReplyDelete
  37. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Kant merumuskan lebih lanjut mengenai apa yang disebut sebagai NOUMENA. Noumena adalah sesuatu dalam dirinya sendiri. Sedangkan apa yang menjadi citra atau bayangan dari noumena atau IDEA (dalam bahasa plato) oleh kant disebut sebagai fenoumena. Pengetahuan empiris lewat penelitian-penelitian sains merupakan pengetahuan dari fenoumena. Segala sesuatu yang kita tangkap melalui indera kita baik itu perasaan, emosi, gambaran lewat mata, suara dari telinga, rasa dari sentuhan lidah atau kulit, dan segala sesuatunya hanyalah merupakan entitas fenoumena.

    ReplyDelete
  38. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Nomena, dalam filsafat dari Immanuel Kant. Meskipun nomenal memegang isi dari dunia dimengerti, Kant mengklaim bahwa alasan spekulatif manusia hanya dapat mengetahui fenomena dan tidak pernah bisa menembus noumenon itu. Karena hal yang yang dinamakan noumena adalah segala sesuatu yang ada dalam diri kita sendiri. Bagi Kant, noumena adalah sesuatu yang tidak dapat dibuktikan dengan segala percobaan logis. Karena segala sesuatu yang dapat dilihat menggunakan indera maka itu semua adalah fenomena.

    ReplyDelete
  39. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Noumena adalah antitesis dari fenomena. Ia ada namun tidak bisa dilihat, dirasakan maupun disentuh secara fisik namun ada dipikiran yang bisa kita rasakan lewat panca indera. Kita tidak diberikan pengetahuan lebih untuk mengerti arti noumena itu sendiri , hanya mengenalnya saja.
    Contoh noemena yaitu akhirat sedangkan fenomena adalah dunia ini



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  40. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    noumena adalah suatu penyebab adanya fenoumena. Noumena adalah sesuatu yang ada didalam dirinya sendiri. Noumena tidak dapat di ketahui lewat panca indera, karena noumena bukanlah founemena yang dapat diketahui melalui panca indera. Sebagai contoh yang nyata, misalnya fenomena yang terjadi di dunia ini adalah bencana besar seperti tsunami, maka noumenanya adalah mengapa hal itu bisa terjadi, hanya Allah yang tau. Sebagai manusia mungkin kita hanya menebak-nebak saja. Mungkin karena warganya sudah dzalim, durhaka dengan sang pencipta, atau kah semua itu karena kesrusakan yang diperbuat oleh manusia.

    ReplyDelete
  41. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Istilah nomena umumnya digunakan dalam kontras dengan fenomena atau dalam kaitannya dengan fenomena, merupakan obyek indra. filsafat modern umumnya telah skeptis terhadap kemungkinan independen pengetahuan indera, dan Immanuel Kant memberi titik ini melihat ekspresi kanonik nya: bahwa dunia nomenal mungkin ada. Sebagai lawan dari fenomena, dalam nomena, segala sesuatu itu ada, tapi tidak bisa dijelaskan oleh panca indera, bentuk/wujudnya seperti, rasanya bagaimana, yang jelas tidak bisa dilihat, dirasa, dicium, atau dibicarakan.

    ReplyDelete
  42. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Immanuel Kant (1724-1804) sedikit lebih toleransi terhadap metafisika. Ia membagi dunia menjadi dua yaitu fenomena dan nomena. Fenomena adalah apa yang tercerap indra, sedang nomena adalah apa yang di luar itu. Yang bisa kita perdebatkan, teliti, observasi, dan eksperimentasi hanyalah dunia fenomena, sedang dunia nomena kita tidak punya pengetahuan apapun tentangnya. Kant menganggap konsep-konsep nomena tetaplah penting sebagai tuntutan moral.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  43. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Noumena memiliki kaitan erat dengan fenomena. Segala sesuatu yang kita tangkap melalui indera kita baik itu perasaan, emosi, gambaran lewat mata, suara dari telinga, rasa dari sentuhan lidah atau kulit, dan segala sesuatunya hanyalah merupakan entitas fenoumena. Sedangkan segala sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh panca indra serta keberadaannya hanya bisa dirasakan oleh fikiran disebut dengan noumena. Menurut Imanuel Kant noumena merupakan entitas-entitas yang menyebabkan adanya fenomena- fenomena.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id