Dec 1, 2012

UTILITARIANISM

Ass Wr Wb

Jika ingin membaca lebih lanjut tentang UTILITARIANISM, silahkan konek ke:










Wss Wr Wb

Marsigit





41 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Teori utilitarianisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa tindakan dan kebijakan perlu dievaluasi berdasarkan manfaat dan biaya yang dibebankan pada masyarakat. Dalam situasi apa pun, tindakan atau kebijakan yang “benar” adalah yang memberikan manfaat paling besar atau biaya paling kecil (bila semua alternatif hanya membebankan biaya bersih). Sebuah prinsip moral yang mengklaim bahwa sesuatu dianggap benar apabila mampu menekan biaya sosial (social cost) dan memberikan manfaat sosial (social benefit). Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam : Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism) dan Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism. Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterpakan pada perbuatan.Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    https://www.utilitarianism.com/utilitarianism.html
    The nature of Utilitarianism mengatakan bahwa - Utilitarianism is an effort to provide an answer to the practical question “What ought a man to do?” Its answer is that he ought to act so as to produce the best consequences possible. – Bertindak sehingga menghasilkan dengan kemungkinan konsekuensi yang terbaik. Artinya sebisa mungkin menghindari kerugian. Maka paham Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, menguntungkan sehingga tujuan perbuatannya sekurang-kurangnya menghindari kerugian atas perbuatannya. Dalam prakteknya kaum utilitarian mudah mengesampingkan fakta kemanusiaan dan etis dasar yang tersangkut oleh perbuatan. Atas nama keuntungan sebagian besar orang dan masyarakat dapat dengan tenang melanggar hak asasi manusia.

    ReplyDelete
  3. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. Suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Dapat juga berarti pandangan normative yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan, yang memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Salah satu paham dalam filsafat moral adalah utilitarianism. Paham ini menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah memaksimalkan penggunaan (utility). Secara sederhana, utilitarianism dapat didefinisikan sebagai; memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan.
    Konsep paham utilitarianism adalah seperti ini; suatu tindakan atau pengambilan keputusan yang secara moral adalah benar, jika tindakan atau pengambilan keputusan tersebut secara tepat mampu memberi manfaat baik langsung maupun tidka langsung dan manfaat tersebut lebih besar daripada biaya dan manfaat alternatif yang ada.

    ReplyDelete
  5. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Kegunaan, faedah, keuntungan merupakan factor-faktor penting dalam pertimbangan hidup, perilaku, perbuatan, tindakan. Misal orang muda diajak aktif dalam organisasi, lalu dia mempersoalkan “apa faedahnya berorganisasi?”. Karena begitu kuatnya keterlibatan kegunaan, faedah, keuntungan dalam perbuatan manusia, ada paham yang membuatnya menjadi prinsip, norma, etika, dan cita-cita etis. Paham itu disebut utilitarianisme, yang merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, menguntungkan. Utilitarianisme sebagai prinsip etis bernada logis dan universal. Akan tetapi, cara berpikir bukan berpangkal dari moralitas dan etika, melainkan dari keenakan dan kelayakan, kegunaan, ekspediensi. Karena itu, bila dilaksanakan secara konsekuen, mudah melanggar hak asasi manusia, prinsip moral dan etis, serta berdimensi dangkal.

    ReplyDelete
  6. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Utilitarianisme berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme merupakan semua pandangan yang menyatakan bahwa tindakan dan kebijakan perlu dievaluasi berdasarkan keuntungan dan biaya yang dibebankan pada masyarakat. Pendekatan utilitarianisme sering disebut pendekatan konsekuensialis, karena menekankan pentingnya konsekuensi atas keputusan yang diambil.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Utilitarianisme berasal dari kata dasar 'utility' yang artinya adalah kegunaan. Utilitarianisme merupakan aliran filsafat dengan pandangan atau kepercayaan bahwa tujuan manusia hidup adalah melakukan hal yang berguna. Segala tindakan manusia yang baik adalah yang memiliki kegunaan, sedangkan yang bersifat tidak berguna atau merugikan adalah suatu keburukan. Sifat berguna itu relatif, oleh karena itu setiap manusia harus bijaksana jika menghadapi suatu tindakan orang lain yang mungkin berguna baginya namun merugikan anda. Sifat utilitarianisme harus diimbangi dengan rasa peduli dan menghormati kepentingan orang lain, serta menghindari membuat kerugian pada orang lain, pada intinya menghindari sikap egois.

    ReplyDelete
  8. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Utilitarisme berasal dari kata Latin, yaitu utilis yang berarti bermanfaat atau berfaedah. Aliran ini tidak mementingkan kebenaran melainkan nilai manfaat. Menurut aliran utilitarianisme, suatu perbuatan atau tindakan yang baik ialah jika membawa manfaat/berfaedah/ berguna. Sementara yang merugikan ialah buruk sehingga aliran ini memaksimalkan penggunaan dengan mengabaikan kebenaran. Namun, bagi aliran ini manfaat tersebut bukan saja menyangkut satu atau dua orang melainkan menyangkut kepentingan orang banyak sebagai keseluruhan. Aliran ini memberikan suatu norma bahwa baik buruknya suatu tindakan ditentukan oleh akibat perbuatan itu sendiri.

    ReplyDelete
  9. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Utilitarianisme berasal dari bahasa latin yaitu utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Utilitarianisme merupakan doktrin yang menyatakan bahwa keputusan harus menghasilkan konsekuensi yang baik. Disisi lain, utilitarianisme berisi suatu teori dari segi etika normatif yang memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. Selain itu, utilitarianisme juga merupakan salah satu pendekatan yang paling kuat dan persuasif dalam sejarah filsafat. yang dapat dilihat sepanjang sejarah teori tentang etika.

    ReplyDelete
  10. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan matematika B 2016

    "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak. Sehingga, semua itu terserah manusianya, mau berbuat berguna atau tidak berguna. Jika ingin berguna, maka berbuatlah yang baik. karena sesuau yang kita tanam, itulah yang akan kita petik. Menanam kejahatan, akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik untuk kita, sebaliknya jika kita menananamkan kebaikan, maka hasilnya juga akan baik untuk kita, bahkan bisa lebih jika kita ikhlas melakukannya

    ReplyDelete
  11. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Aliran Utilitarianisme merupakan reaksi terhadap ciri metafisis dan abstrak dari filsafat hukum pada abad ke delapan belas. Jeremy Bentham sebagai penemunya menunjuk banyak dari karyanya pada kecaman-kecaman yang hebat atas seluruh konsepsi hukum alam. Bentham tidak puas dengan kekaburan dan ketidaktetapan teori-teori tentang hukum alam, dimana Utilitarianisme mengetengahkan salah satu dari gerakan-gerakan periodik dari yang abstrak hingga yang konkret, dari yang idealitis hingga yang materialistis, dari yang apriori hingga yang berdasarkan pengalaman. Utilitarianisme terkadang disebut dengan Teori Kebahagiaan Terbesar yang mengajarkan tiap manusia untuk meraih kebahagiaan (kenikmatan) terbesar untuk orang terbanyak. Karena, kenikmatan adalah satu-satunya kebaikan intrinsik, dan penderitaan adalah satu-satunya kejahatan intrinsik. Oleh karena itu, sesuatu yang paling utama bagi manusia menurut Betham adalah bahwa kita harus bertindak sedemikian rupa sehingga menghasilkan akibat-akibat baik sebanyak mungkin dan sedapat dapatnya mengelakan akibat-akibat buruk. Karena kebahagianlah yang baik dan penderitaanlah yang buruk (Shomali, 2005).

    ReplyDelete
  12. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Utilitarianisme adalah upaya untuk memberikan jawaban atas pertanyaan praktis "Apa yang harus seorang pria lakukan?" Jawabannya adalah bahwa ia harus bertindak sehingga menghasilkan yang terbaik kemungkinan memiliki konsekuensi. Dalam pengertian konsekuensi Utilitarian mencakup semua baik dan buruk yang dihasilkan oleh tindakan, baik yang timbul setelah tindakan telah dilakukan atau selama kinerjanya. Jika perbedaan konsekuensi dari tindakan alternatif tidak besar, beberapa utilitarian tidak menganggap pilihan antara mereka sebagai isu moral. Menurut Mill, tindakan harus diklasifikasikan sebagai moral benar atau salah hanya jika konsekuensi yang penting seperti bahwa seseorang akan ingin melihat agen dipaksa, tidak hanya membujuk dan mendesak, untuk bertindak dengan cara yang lebih disukai.

    ReplyDelete
  13. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Utilitarianisme adalah faham atau aliran dalam filsafat moral yang menekankan prinsip manfaat atau kegunaan (the principle of utility) sebagai prinsip moral yang paling mendasar. Ada dua pandangan tentang utilitarianisme yaitu utilitarianisme tindakan dan utilitarianisme peraturan. Utilitarianisme Tindakan kaidah dasarnya dapat dirumuskan sebagai berikut: “Bertindaklah sedemikian rupa sehingga setiap tindakanmu itu menghasilkan akibat-akibat baik yang lebih besar di dunia daripada akibat buruknya.” Sedangkan Utilitarianisme Peraturan kaidah dasarnya sekarang berbunyi: “Bertindaklah selalu sesuai dengan kaidah-kaidah yang penerapannya menghasilkan akibat baik yang lebih besar di dunia ini daripada akibat buruknya.”

    ReplyDelete
  14. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. tilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan

    ReplyDelete
  15. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Utilitarianisme dapat diartikan sebagai suatu paham mengenai kegunaan, atau dengan kata lain, aliran atau doktrin pertimbangan etis yang meyakini bahwa suatu hal dianggap baik apabila hal tersebut mengandung unsur kegunaan. Dari paham utilitarianisme, suatu aksi atau kegiatan dapat dibenarkan secara moral apabila menghasilkan kegunaan serta mendatangkan kebahagiaan bagi orang banyak, Salah satu filsuf dengan paham ini adalah jeremy Betham dengan semboyannya “the greatest happiness for the greatest number” dimana menurutnya mengorbankan sesuatu demi kepentingan yang lebih besar adalah tujuan etis pergaulan hidup manusia karena ecara kodrati, manusia telah ditempatkan di bawah dua penguasa berdaulat, yakni rasa sakit dan rasa nikmat.

    ReplyDelete
  16. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Menurut kaum utilitarianisme, tujuan perbuatan sekurang-kurangnya menghindari atau mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan yang dilakukan, baik bagi diri sendiri ataupun orang lain. Adapun maksimalnya adalah dengan memperbesar kegunaan, manfaat, dan keuntungan yang dihasilkan oleh perbuatan yang akan dilakukan. Oleh karena itu perbuatan yang kita lakukan harus diusahakan agar mendatangkan kebahagiaan daripada penderitaan, manfaat daripada kesia-siaan.

    ReplyDelete
  17. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Utilitarianisme merupakan bagian dari etika filsafat mulai berkembang pada abad ke 19 sebagai kritik atas dominasi hukum alam.Teori ini di kembangkan Jeremy Bentham dan muridnya, John Stuart Mill. Utilitarianisme disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happines theory). Kebahagiaan tersebut menjadi landasan moral utama kaum utilitarianisme, tetapi kemudian konsep tersebut di rekonstruksi Mill menjadi bukan kebahagiaan pelaku saja, melainkan demi kebahagiaan semua....

    ReplyDelete
  18. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    In assessing the consequences of actions, utilitarianism relies upon some theory of intrinsic value: something is held to be good in itself, apart from further consequences, and all other values are believed to derive their worth from their relation to this intrinsic good as a means to an end.

    ReplyDelete
  19. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Dari link https://www.utilitarianism.com/utilitarianism.html Utilitarianisme disifatkan sebagai upaya untuk memberikan jawaban atas pertanyaan praktis "Apa yang harus seorang pria lakukan?" Jawabannya adalah bahwa ia harus bertindak sehingga menghasilkan yang terbaik kemungkinan konsekuensi. Pada intinya Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak. Dari prinsip ini, tersusunlah teori tujuan perbuatan. Saya kira paham ini bertentangan dengan ajaran keagamaan bahwa agama harus diatas segala-galanya baik dari sisi praktik, ide maupun tujuan.

    ReplyDelete
  20. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), dan dapat memaksimalkan kebahagiaan, mengurangi penderitaan. Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Aliran utilitarianisme ini berakar pada ajaran tentang kegunaan atau utility, yang menyatakan bahwa baik atau buruk sebuah tindakan diukur dari apakah tindakan itu menghasilkan tingkat kesenangan atau kebahagian yang terbanyak, dengan pengorbanan yang paling sedikit.

    ReplyDelete
  21. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Utilitarianisme merupakan suatu aliran dalam filsafat moral yang menekankan prinsip manfaat atau kegunaan (the principle of utility) sebagai prinsip moral yang paling mendasar. Dengan prinsip kegunaan dimaksudkan prinsip yang menjadikan kegunaan sebagai tolak ukur pokok untuk menilai dan mengambil keputusan apakah suatu tindakan itu secara moral dapat dibenarkan atau tidak.

    ReplyDelete
  22. Filsafat menganganggap bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ada manfaatnya. Secara ekonomi ada analisis manfaat. Dari sisi soaial kehidupan manusia dan alam saling mendatangkan manfaat imbal balik. Apapun yang dilakukan membawa manfaat sebagaimanapun kecil yang dihasilkan.
    Dalam kehidupan politik, aspek manfaat adalah sejauhmana kepentingan-kepentingan terakomodasi dalam kebijakan pemerintah. Sehingga ada bergainning politik untuk mendapatkan manfaat dari hasil kerjasama.
    Dalam skala luas ada manfaat dari sebuah interaksi, baik sosial, ekonomi, budaya, politik dan hubungannya dengan alam semesta.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  23. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Utilitarianisme merupakan filsafat yang kebenarannya berdasarkan asas manfaat. Dari pandangan aliran ini ialah bahwa tujuan hidup ini seharusnya bahagia untuk semua orang, yaitu orang lain dan diri sendiri, jadi kebahagiaan yang bersifat universal disini dapat diartikan orang banyak, atau kepentingan kemanusiaan pada umumnya, bangsa atau golongan orang. Dengan aliran seperti ini kita bisa menjalin dengan sesama manusia, golongan atau pemerintahan untuk terus saling berinteraksi untuk mendapatkan kebahagian dan manfaat yang baik.

    ReplyDelete
  24. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut untuk memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. Dari teori ini saya berefleksi bahwa semua manusia yang hidup didunia ini pantut untuk bahagia. Kebahagiaan dapat kita peroleh ketika kita bermanfaat bagi orang lain dan kita bisa ikhlas dalam menghadapi akibat dari tindakan kita. Apakah orang lain akan senang atau tidak. Dengan ikhlas kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki.

    ReplyDelete
  25. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Utilitariansm menjelaskan bahwa bahwa semua kebaikan dan keburukan dalam kehidupan dihasilkan oleh tindakan. Berbagai upaya dilakukan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan sehingga memberikan jawaban yang tepat dan mungkin saja mengandung konsekuensi. Dengan demikian, tindakan apa yang dipilih memiliki konsekuensinya masing-masing.

    ReplyDelete
  26. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Utilitarianism is an effort to provide an answer to the practical question “What ought a man to do?” Its answer is that he ought to act so as to produce the best consequences possible. Utilitarianism also differs from ethical theories that make the rightness or wrongness of an act dependent upon the motive of the agent; for, according to the Utilitarian, it is possible for the right thing to be done from a bad motive.

    ReplyDelete
  27. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    In assessing the consequences of actions, Utilitarianism relies upon some theory of intrinsic value: something is held to be good in itself, apart from further consequences, and all other values are believed to derive their worth from their relation to this intrinsic good as a means to an end.

    ReplyDelete
  28. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Utilitarianisme adalah salah satu pendekatan yang paling kuat dan persuasif etika normatif dalam sejarah filsafat. Meskipun tidak sepenuhnya diartikulasikan sampai abad ke-19, posisi proto-utilitarian dapat dilihat sepanjang sejarah teori etika. utilitarianisme umumnya dianggap pandangan bahwa tindakan yang tepat secara moral adalah tindakan yang menghasilkan paling baik. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa teori adalah bentuk konsekuensialisme: tindakan yang tepat dipahami sepenuhnya dalam hal konsekuensi yang dihasilkan. Apa yang membedakan utilitarianisme dari egoisme harus dilakukan dengan lingkup konsekuensi yang relevan.

    ReplyDelete
  29. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). (https://id.wikipedia.org/wiki/Utilitarianisme)

    Dari uraian tersebut bahwa penggunaan yang maksimal untuk suatu benda agar memperoleh suatu kebahagiaan terbesar. Dalam sikap penggunaan suatu hal, seseorang yang terkena utilitarisme akan melakukan hal apapun terhadap benda tersebut agar kebahagiaan tercapai.

    Pandangan ini bersifat destruktif karena hal ini juga akan merugikan masyarakat yang lain. Ketika seseorang memiliki sifat utilitarisme dan ia memiliki modal, maka ia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan dirinya dan tanpa memperhatikan apakah dengan sikapnya tersebut akan menimbulkan kemudharatan. Contoh penggunaan zat berbahaya yang dikemas dalam bahan makanan sehingga akan merugikan konsumen.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Utilitarianisme adalah sebuah teori yang diusulkan oleh David Hume untuk menjawab moralitas yang saat itu mulai diterpa badai keraguan yang besar, tetapi pada saat yang sama masih tetap sangat terpaku pada aturan2 ketat moralitas yang tidak mencerminkan perubahan2 radikal di zamannya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  31. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dalam Encyclopedia Britannica, Utilitarianisme berbeda dari teori etika yang membuat kebenaran atau kesalahan dari tindakan tergantung pada motif agen. Menurut Utilitarian adalah mungkin untuk hal yang benar untuk dilakukan dari motif yang buruk. Henry Sidgwick beralasan bahwa Utilitarianisme bisa mengatasi kesulitan dan kebingungan yang muncul dari ketidakjelasan dan inkonsistensi dari doktrin akal sehat.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  32. pemahaman sy tentang utilitarianism ini mengklasifikasikan ada dua pandangan tentang utilitarianisme yaitu utilitarianisme tindakan dan utilitarianisme peraturan. Utilitarianisme tindakan kaidah yang berdasarkan dengan bertindak sedemikian rupa sehingga setiap tindakan menghasilkan akibat-akibat baik yang lebih besar di dunia daripada akibat buruknya. Sedangkan utilitarianisme peraturan kaidah yang berdasarkan bertindak selalu sesuai dengan kaidah-kaidah yang penerapannya menghasilkan akibat baik yang lebih besar di dunia ini daripada akibat buruknya.

    M Saufi Rahman
    PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  33. 16701251016
    PEP B S2

    Pemahaman utilitarian menyatakan bahwa segala sesuatu akan menekankan dalam konteks kegunaan. Dalam konteks sosial dapat dipahamai melalui analogi yang menggambarkan bahwasanya dalam dimensi normatif menyatakan untuk kegunaan dari segala sesutu akan menekan penderiataan, bisa jadi oenderitaan adalah oengeluaran biaya. Namun bukan disini pemahaman akan lebih teridentik sebagaimana fenomena tentang semakin sedijit usaha akan diperoleh hasil yang besar. Saya rasa itu adalah 2 konsep yang berbeda.

    ReplyDelete
  34. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Utilitarianisme adalah gagasan dimana nilai moral suatu tindakan semata-mata ditentukan oleh kontribusinya terhadap mashlahat dalam memaksimalkan kebahagiaan atau kesenangan bagi sebagian besar masyarakat. Sehingga mashlahat total dari individu dan merupakan hal yang penting d sini adalah kebahagiaan terbesar bagi sebesar-besarnya umat manusia, atau dengan kata lain manfaat individu dalam membahagiakan sebanyak-banyaknya individu. Sebelum Utilitarianiseme menjadi menjadi sebuah doktrin, utilitarianisme merupakan ukuran ekonomi dari relatifitas kepuasan atau keinginan dalam mengkonsumsi barang. Sehingga utilitarianisme dapat digambarkan sebagai pendekatan kuantitatif dan reduksionistik terhadap Etika.

    ReplyDelete
  35. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Utilitarianisme dimulai atas dasar bahwa kesenangan atau kebahagiaan itu hakikatnya "valuable", kesedihan, rasa sakit, dan penderitaan pada hakikatnya "disvaluable", dan segala hal yang lain "hanya" memiliki nilai jika dapat menyediakan kebahagiaan dan mencegah penderitaan. Keberpusatan terhadap kesenangan dan kebahagiaan sebagai tujuan akhir terhadap keputusan moral, menyebabkan konsep ini menjadi bagian dari hedonisme (dan kadangkala diketahui sebagai "Hedonistic Utilitarianism".

    ReplyDelete
  36. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Utilitarian mendukung kesetaraan melalui kesamaan kepentingan, dan mereka menolak setiap perbedaan yang sewenang-wenang dan diskriminasi antara individu.

    ReplyDelete
  37. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Utilitarisme disebut juga the greatest happiness theory. Pandangan ini menunjukkan bahwa suatu tindakan yang dilakukan dengan meminimalkan biaya, pengorbanan dan memaksimalkan manfaat, kegunaan, keuntungan. Utilitarianisme dalam pengertian yang paling sederhana, menyatakan bahwa tindakan atau kebijaksanaan yang secara moral benar adalah yang menghasilkan kebahagiaan terbesar bagi warga masyarakat.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  38. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Utilitarianisme dapat diartikan sebagai Suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Dapat juga berarti pandangan normative yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan, yang memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. Menurut aliran utilitarianisme, suatu perbuatan atau tindakan yang baik ialah jika membawa manfaat/berfaedah/ berguna. Sementara yang merugikan ialah buruk sehingga aliran ini memaksimalkan penggunaan dengan mengabaikan kebenaran. Namun, bagi aliran ini manfaat tersebut bukan saja menyangkut satu atau dua orang melainkan menyangkut kepentingan orang banyak sebagai keseluruhan.

    ReplyDelete
  39. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Utilitarianisme telah didefinisikan sebagai upaya untuk mencapai kebaikan terbesar dalam jumlah terbesar. Merupakan suatu paham yang menilai segala sesuatu dari manfaat atau kegunaanya. Sesuatu bernilai (baik) jika mendatangkan manfaat dan sebaliknya tidak bernilai jika tidak mempunyai manfaat apa-apa. Manusia mungkin telah memiliki pikiran utilitarian untuk waktu yang sangat lama, tetapi dalam catatan tertulis, perumusan pertama konsep ini tercatat dilakukan oleh filsuf Yunani, Epicurus. Asal-usul utilitarianisme modern dapat ditelusuri ke abad ke-18 melalui filsuf Inggris, Jeremy Bentham. Bentham menyebut perumusannya sebagai “prinsip kebahagiaan terbesar.”

    ReplyDelete
  40. Utilitarianisme adalah gagasan bahwa nilai moral tindakan hanya ditentukan oleh kontribusinya terhadap keseluruhan utilitas dalam memaksimalkan kebahagiaan atau kesenangan seperti yang disimpulkan antara semua orang. Kebahagiaan tercapai jika ia memiliki kesenangan dan bebas dari kesusahan. Suatu perbuatan dapat dinilai baik atau buruk sejauh dapat meningkatkan atau mengurangi kebahagiaan sebanyak mungkin orang. Prinsip kegunaan harus diterapkan secara kuantitatif, karena kualitas kesenangan selalu sama sedangkan aspek kuantitasnya dapat berbeda-beda.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  41. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Menurut Bentham, utilitarianisme dimaksudkan sebagai dasar etis-moral untuk memperbaharui hukum Inggris, khususnya hukum pidana. Dengan demikian, Bentham hendak mewujudkan suatu teori hukum yang kongkret, bukan yang abstrak. Ia berpendapat bahwa tujuan utama hukum adalah untuk memajukan kepentingan para warga Negara dan bukan memaksakan perintah-perintah Tuhan atau melindungi apa yang disebut hak-hak kodrati.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id