Dec 2, 2012

SCEPTICISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang SCEPTICISM, konek:






Wss Wr Wb
Marsigit

46 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Skeptisisme menggambarkan tentang sikap keragu-raguan, ketidakpercayaan terhadap sesuatu hal yang belum terbukti kebenarannya. Skeptisisme memandang bahwa segala pengetahuan bersumber dari keraguan. Selain itu, skeptisisme juga berpandangan bahwa sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Oleh Richard H. Popkin di dalam Routledge Encyclopedia of Philosophy, dijelaskan bahwa sebetulnya skeptisisme memiliki akar yang panjang dalam sejarah. Menurutnya, sudah sejak zaman Romawi Kuno, teks-teks Cicero, Sextus Empiricus, dan Diogenes sudah memuat argumen-argumen skeptisisme. Setidaknya ada dua bentuk skeptisisme, yakni ketidakpercayaan pada persepsi inderawi (sense perception) manusia untuk memperoleh pengetahuan, dan ketidakpercayaan pada kemampuan akal budi (reason) manusia untuk mencapai pengetahuan yang universal. Skeptisisme dalam ilmu pengetahuan membuat orang cenderung membuktikan apa yang menjadi keraguannya sehingga dalam pengaplikasiannya dalam pembelajaran matematika skeptisisme dianalogikan dengan pemisalan yang kemudian dibuktikan sehingga terbukti menjadi suatu kebenaran mutlak.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P.Matematika/A/2016

    Skeptisisme bersumber dari faham bahwa tidak ada yang dapat diketahui secara pasti oleh manusia. Dalam skeptisisme mengedepankan sifat keragu-raguan terhadap apapun sebelum hal tersebut dapat dibuktikan dengan dan dapat diterima oleh logika manusia. Setiap hal memerlukan pengujian yang terus menerus sehingga tingkat kepercayaan atas sesuatu hal menjadi lebih tinggi dan tidak mudah menerima apapun tanpa ada pembuktian dan pengujian.

    ReplyDelete
  3. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti atau meragukan tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya. skeptisisme filosofis adalah pendekatan sistematis yang mempertanyakan gagasan bahwa pengetahuan benar-benar yakin mungkin. Skeptis bahkan mungkin meragukan keandalan indera mereka sendiri. Skeptisisme di sisi lain adalah "keraguan tentang prinsip-prinsip dasar (seperti keabadian, pemeliharaan, dan wahyu)". skeptisisme ilmiah tentang pengujian keyakinan untuk keandalan, dengan menundukkan mereka untuk penyelidikan sistematis dengan menggunakan metode ilmiah, untuk menemukan bukti empiris untuk mereka.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Secara sederhana, scepticism berasal dari kata skeptis yang berarti ragu-ragu. Dalam arti yang lebih luas, scepticism merupakan suatu sikap keraguan atau disposisi untuk keraguan baik secara umum atau menuju objek tertentu. Doktrin yang benar ilmu pengetahuan atau terdapat di wilayah tertentu belum pasti atau metode ditangguhkan pertimbangannya, keraguan sistematis atau kritik yang karakteristik skeptis.

    Scepticism sering diidentikkan dengan makna negatif karena orang yang scepticism dianggap selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Namun sebenarnya apabila dikaji lebih dlam, tidaklah dmeikian. Scepticism bukanlah upaya untuk menghancurkan atau meruntuhkan atau menolak menyah-mentah banyak hal, namun scepticism adalah upaya yang mengarahkan kembali perhatian manusia pada bukti-bukti relevan yang dijunjung oleh akal sehat sekaligus menyingkirkan berbagai takhayul yang berkembang di masyarakat.

    ReplyDelete
  5. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) atau juga skeptisisme dapat dikatakan bahwa bahwa orang tidak mungkin bisa sampai pada pengetahuan. Ada dua bentuk skeptisisme, yakni ketidakpercayaan pada pada persepsi inderawi (sense perception) manusia untuk memperoleh pengetahuan, dan ketidakpercayaan pada kemampuan akal budi (reason) manusia untuk mencapai pengetahuan yang universal.

    ReplyDelete
  6. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Skeptisme adalah orang yang menjadi negatif tentang sesuatu hal karena keraguan muncul dari sebuah kebenaran. Artinya orang yang sering kali ragu-ragu dan merasa tidak pasti sebab sifat dari idea-idea itu kurang jelas. Inilah yang menjadi inti dari skeptisisme di dalam filsafat modern, yakni mengajarkan orang untuk berpikir kritis, sehingga ia bisa menemukan kebenaran yang sesungguhnya, dan tidak berpuas diri dengan kebenaran-kebenaran palsu. Untuk mendapatkan kepastian dan kebenaran yang kokoh itu. maka seseorang mulai dengan meragukan segala sesuatu, ialah yang disebut skeptis.

    ReplyDelete
  7. Fitri ayu Ningtiyas
    16709251037
    PPs P.Mat B UNY 2016

    Skeptisisme umumnya berupa sikap ragu terhadap satu atau lebih item pengetahuan. Skeptisisme juga bisa berarti suatu sikap keraguan baik secara umum atau terhadap suatu objek tertentu, dapat pula berupa doktrin yang belum tentu benar tentang suatu ilmu pengetahuan atau tentang suatu hal tertentu yang belum pasti, juga dapat berupa metode yang masih ditangguhkan dan di pertimbangkan, serta tentang keraguan yang sistematis tentang suatu hal.

    ReplyDelete
  8. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan).
    Rene Descartes adalah perintis sikap ini dalam metode ilmiah.

    ReplyDelete
  9. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Skeptisisme berasal dari kata 'skeptis' yang artinya adalah keraguan atau ketidakpercayaan. Sesuai dengan arti kata pokoknya, skeptisisme adalah pandangan filsafat mengenai ketidakpercayaan atau keraguan, sehingga menuntut bukti pada segala hal termasuk pernyataan filsafat. Sebenarnya sikap skeptis ini sangat baik, jika dalam ilmu sains berawal dari skeptis maka dilakukan suatu penelitian sehingga akan mendapatkan suatu penemuan baru. Oleh karena itu, bagi para guru perlu juga adanya sikap skeptis untuk mengembangkan metode pembelajarannya dalam kelas.

    ReplyDelete
  10. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan link yang diberikan di atas, yang dapat saya tangkap bahwa skeptisisme adalah pendekatan sistematis yang mempertanyakan gagasan bahwa kebenaran pengetahuan adalah mungkin. Klasik skeptisisme berasal dari kata kerja Yunani klasik, skeptomai yang artinya "untuk mencari" menyiratkan pencarian tetapi tidak menemukan. Skeptisisme agama adalah keraguan tentang prinsip-prinsip agama dasar (seperti keabadian, pemeliharaan, dan wahyu. skeptisisme ilmiah tentang pengujian keyakinan untuk keandalan, dengan menundukkan mereka untuk penyelidikan sistematis dengan menggunakan metode ilmiah, untuk menemukan bukti empiris bagi mereka.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Skeptisisme berasal dari kata skeptic, artinya ragu. Skeptisisme merupakan paham yang berpandangan bahwa wilayah pengetahuan hanyalah apa yang pada saat ini ada dalam jiwa sebagai rekaan, yang terdapat pada jiwa dalam kesadaran sesaat. Pada saat berikutnya, hal itu tidak lagi menjadi batas pengetahuan karena telah berlalu. Jadi paham ini menyangsikan kemutlakan berlakunya pengetahuan sehingga perlu dibuktikan lebih lanjut terhadap suatu metode. Hanya satu hal yang tidak dipungkiri kemutlakannya, yaitu kesangsian itu sendiri.

    ReplyDelete
  13. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Istilah Skeptisisme diambil dari bahasa Yunani “Skeptomai” yang secara harfiah berarti “saya pikirkan dengan seksama” atau saya lihat dengan teliti”. Kemudian dari situ diturunkan arti yang biasa dihubungkan dengan kata tersebut, yakni “saya meragukan”. Secara umum skeptisisme adalah pandangan, bahwa orang tidak mungkin bisa sampai pada pengetahuan. Di dalam pandangan para pemikir skeptis yang lebih moderat, manusia masih bisa sampai pada pengetahuan, namun tidak akan pernah sampai pada kepastian. Di dalam pandangan yang lebih radikal, pengetahuan manusia tidak pernah bisa didasarkan pada argumen yang masuk akal. Dengan kata lain pengetahuan manusia itu irasional. Sikap skeptis adalah sebuah pendirian di dalam epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya. Para skeptikus sudah ada sejak zaman yunani kuno, tetapi di dalam filsafat modern, Rene Descartes adalah perintis sikap ini dalam metode ilmiah.

    ReplyDelete
  14. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    PPs P.Mat B UNY 2016

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Skeptisisme secara umumu merupakan sikap ragu terhadap satu atau lebih item yang berupa dugaan keyakinan terhadap suatu ilmu pengetahuan. Menurut kamus besar bahasa indonesia skeptis berarti kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dan sebagainya. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

    ReplyDelete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Menurut kamus besar bahasa indonesia skeptis yaitu kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dsb): contohnya; penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan skeptis. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Diantara tokoh-tokoh skeptisisme yang banyak dikenal yaitu, Pyrrho (270 SM-360 SM), Michel de Montaigne (1533 M- 1592 M) dan Pierre Bayle (1647 M-1706 M). di dalam bukunya, Hamdi Zaqzuq mengutip perkatan David Hume (1711 M-1776 M) yang mengatakan bahwa pentingnya sikap skeptis ilmiah. Ia menganggap itu merupakan hal yang penting pada setiap pembahasan yang jujur, karena hal tersebut dapat membawa pertimbangan lebih lanjut terhadap suatu permasalahan, kehati-hatian dalam berfikir dan terus menguji kebenaran setiap permasalahan.

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Kata skeptik merujuk kepada kata dalam bahasa inggris sceptic, dengan skeptikos dalam bahasa Yunani yang berarti bijaksana, reflektif, ingin tahu. Kata lain yang terkait adalah skptesthai yang berarti menyimak, memeriksa, memandang secara cermat. Skeptisme dalam bahasa Yunani skesis yang berarti pertimbangan atau keraguan. Orang yang menagguhkan putusan tentang sesuatu karena keraguan dan atau karena dia sedang menunggu evidensi/bukti yang lebih baik.

    ReplyDelete
  17. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Skeptism ialah sikap ragu-ragu terhadap apa yang diyakini. Ketidakpercayaan terhadap apa yang sedang dan akan dilakukan. Paham dimana segala pengetahuan bersumber dari keraguan ini menjadikan kita melakukan segala sesuatu dengan penuh kecurigaan. Sejak za,man Romawi Kuno, skeptis sudah ada pada argumen-argumen skeptisme. Dan sampai saat ini pun skeptisme itu masih ada, sehingga kita sering kali ragu dengan apa yang kita lakukan

    ReplyDelete
  18. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Menurut wikipedia Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptisisme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan internasional. skeptisisme adalah satu-satunya aliran yang secara radikal dan fundamental tidak mengakui adanya kepastian dan kebenaran itu, atau sekurang-kurangya skeptisisme menyangsikan secara mendasar kemampuan pikiran manusia untuk memperoleh kepastian dan kebenaran pengetahuan. Meragukan klaim kebenaran atau menangguhkan persetujuan atau penolakan terhadapnya berarti bersikap skeptis.
    Skeptisisme dapat juga diartikan sebagai pernyataan ragu-ragu atau pengingkatan. Dalam arti sempit skeptisisme adalah pengingkaran tentang kemungkinan mengetahui, sedankan dalam arti luas adalah sikap menunda pertimbangan sampai analisis yang kritis selesai dan bukti bukti yang mungkin diperoleh sudah terdapat

    ReplyDelete
  19. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    skeptisisme filosofis adalah pendekatan sistematis yang mempertanyakan gagasan bahwa pengetahuan benar-benar yakin mungkin. Secara formal, skeptisisme sebagai topik muncul dalam konteks filsafat, khususnya epistemologi, meskipun juga telah menemukan jalan ke populer-tingkat isu-isu sosial dan politik seperti ilmu iklim, agama, pseudosains.

    ReplyDelete
  20. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dalam berfilsafat Descartes menggunakan metode skeptisisme dengan meragukan apapun yang mengitarinya dan apa saja yang dapat diragukan. Ia meragukan segala ilmu dan hasilnya seperti adanya kosmos fisik, termasuk badannya dan bahkan adanya Tuhan. Namun keraguan Descartes adalah keraguan metodis yang dipakai sebagai alat menguji penalaran dan pemikiran untuk mendapatkan kepastian. Dengan keraguannya itu ia gunakan untuk menemukan kebenaran hingga ia sendiri benar-benar yakin pada apa yang ditemukannya sendiri. Ia mengatakan “andaikata kita membaca setiap kata dari kata-kata Aristoteles dan Plato tanpa kepastian pendapat kita sendiri, maka kita tidak maju satu langkah pun dalam berfilsafat; pengertian historis kita mungkin bertambah, namun pemahaman kita tidak.

    ReplyDelete
  21. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Paham skeptic dicetuskan pertama kali oleh Socrates tapi Paham Skeptis ini mulai diperkenalkan pada zaman modern yang dicetuskan oleh Rene Descartes dalam metode Ilmiahnya. Skeptic berarti sifat yang meragukan akan segala sesuatu khususnya pada epistimologi. Skeptisisme merupakan aliran penting dalam ilmu pengetahuan, karena Ilmu pengetahuan memerlukan suatu kepastian yang seakurat mungkin karena itu ilmuan diharapkan skeptis.

    ReplyDelete
  22. Skeptisisme dapat dipandang bermakna positif atau negatif. Keragu-raguan dalam bahasa kita dapat bermakna tidak punya pendirian, tidak tegas dan sebagainya. Namun skeptis dalam Filsafat dapat menjadi positif manakala muncul keragu-raguan terhadap fenomena tertentu kemudian mencari kebenarannya. Secara positif skeptisisme menghindari mitos. Namun untuk kita yang beriman, keragu-raguan tidak berlaku pada keberadaan Allah SWT. KeberadaanNya bagi kita adalah mutlak Ada. Tidak diragukan lagi.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  23. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Skeptisisme juga bisa diartikan suatu sikap keraguan atau disposisi untuk keraguan baik secara umum atau menuju objek tertentu. Rene Descrates menyatakan bahwa skeptisisme berawal dari pemikiran bahwa untuk menemukan basis yang kuat bagi filsafat, ia meragukan terlebih dulu terhadap segala seuatu yang dapat diragukan. Penganut skeptisisme ekstrem mengingkari pengetahuan dan jika skeptisisme kurang ekstrem tidak ada cara untuk mengetahui apakah kita mempunyai pengetahuan.

    ReplyDelete
  24. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Skeptisisme adalah keraguan terhadap suatu kebenaran sebelum mendapat argumen yang kuat terhadap kebenaran tersebut. Yang menurut RENE DECARTES Filsuf Prancis cagito ergo sum (saya berpikir maka saya ada) dikelompokan dalam 3 tingkatan yaitu;
    -bersifat Gradasi , dari ragu ke yakin
    -bersifat degradasi, dari yakin ke ragu dan
    -bertahan sophisme, terus menerus ragu....

    ReplyDelete
  25. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Dari link https://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism djelaskan bahwa skeptisisme atau skeptisisme umumnya setiap sikap ingin atau ragu terhadap satu atau lebih item dari pengetahuan yang diduga atau diyakini. Hal ini sering diarahkan pada domain, seperti moralitas (skeptisisme moral), agama (skeptisisme tentang keberadaan Tuhan), atau sifat pengetahuan (skeptisisme pengetahuan). Secara formal, skeptisisme sebagai topik muncul dalam konteks filsafat, khususnya epistemologi, meskipun juga telah menemukan jalan ke populer-tingkat isu-isu sosial dan politik seperti ilmu iklim, agama, dan pseudosains. Sikap skeptis adalah sebuah pendirian di dalam epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya. Para skeptikus sudah ada sejak zaman yunani kuno, tetapi di dalam filsafat modern, René Descartes adalah perintis sikap ini dalam metode ilmiah. Kesangsian descartes dalam metode kesangsiannya adalah sebuah sikap skeptis, tetapi skeptisisme macam itu bersifat metodis, karena tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan kepastian yang tak tergoyangkan. maka skeptisisme bermuatan baik dan tidak bergantung pada ruang dan waktunya.


    ReplyDelete
  26. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Basing on what Prof said, skepticism the attitude of doubting knowledge claims set forth in various areas. Skeptics have challenged the adequacy or reliability of these claims by asking what principles they are based upon or what they actually establish.

    ReplyDelete
  27. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti, sehingga meragukan serta mencurigakan. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang terhadap sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Menurut Descartes kebenaran pengetahuan dapat dicapai dengan sikap ragu-ragu terlebih dahulu, kemudian menguak realitas kebenarannya dengan menggunakan akalnya.

    ReplyDelete
  28. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti atau dengan kata lain yaitu meragukan. Skeptis juga bisa dianggap sebagai sifat. Kadang kita juga melakukannya tanpa kita sadari. Pikiran kita tidak mau menerima dengan mudah apa adanya. Selalu meragukan sesuatu jika belum ada bukti yang benar-benar jelas. Jika ada cerita maka tidak langsung mempercayainya. Sikap skeptis adalah sebuah pendirian di dalam epistemologi yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya.

    ReplyDelete
  29. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Skeptisme merupakan suatu paham yang memandang bahwa segala sesuatu meragukan atau tidak pasti. Secara umum, skeptisisme merupakan paham yang dimiliki dalam ketidakpercayaan atau keraguan seseorang terhadap sesuatu hal yang belum tentu kepastian kebenarannya.

    Sebagaimana Feurebach dan Marx, Freud menginginkan manusia kembali pada kesejatian dirinya, yaitu dengan menginggalkan ilusi dan ketergantungan kepada Tuhan. Freud mengkritik orang beragama karena agama karena agama menyebabkannya menderita gangguan kejiwaan (neurosis). (http://fadhilahaqiqi.blogspot.co.id/2014/11/skeptisisme-terhadap-agama.html).

    Inilah penyimpangan dari scepticism, menganggap bahwa Tuhan hanyalah candu bagi manusia dan harus ditinggalkan. Pandangan yang jelas menyalahi dari metode berpikir yang benar. Semoga kita semua terhindar dari paham seperti ini. Aamiin.
    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti/meragukan/mencurigakan. Sikap skeptis dapat berarti mempertanyakan atau ketidakpercayaan mengarah kepada sebuah sikap keraguan atau tidak mengakui adanya pernyataan tertentu yang menyangkut objek tertentu.

    ReplyDelete
  31. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    #Bismillahirrahmanirrahim
    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti, meragukan, mencurigakan, kurang percaya, keragu-raguan. Sehingga secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Menurut sisi filsafat, skeptisisme bermakna khusus tentang:
    1.Sebuah pertanyaan?
    2.Metode mendapatkan pengetahuan melalui keraguan sistematis dan terus menerus pengujian?
    3.Kesembarangan, relativitas, atau subyektivitas dari nilai-nilai moral?
    4.Keterbatasan pengetahuan?
    5.Metode intelektual tentang kehati-hatian dan pertimbangan?

    ReplyDelete
  32. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    #Bismillahirrahmanirrahim
    Bagaimana skeptis menurut ilmu pengetahuan?
    Skeptisime adalah pemahaman dari yunani kuno. Yaitu berarti “tidak ada yang bisa kita ketahui”, “Tidak ada yang pasti” “Ragu-ragu”. Jika memang tidak ada yang bisa diketahui, darimana kamu mengetahuinya. Jika memang tidak ada yang pasti, perkataan itu sendiri sesuatu kepastian. Setidaknya dia yakin kalau dirinya ragu-ragu. Skeptis juga dianggap sebagai sifat. Kadang kita juga melakukannya tanpa kita sadari.

    Secara manusiawi, termasuk diri sendiri, sikap skeptis itu ada dan kadang muncul disaat kapan saja. Walaupun istilah ini muncul ketika yunani kuno, namun saya percaya sisi kemanusiaan yang disebut skeptis ini ada sejak manusia ada. Yaitu ketika diciptakannya Adam as. Ada baiknya sikap ini, sehingga kita tidak selalu bersikap taklid saja, ada sikap mengimbangi dengan mencari kebenarnnya. maka, sebagai suatu saran, sebagi manusia selalu terus berpetualang mencari hakikat dari apapun untuk menemukan kebenaran yang seseunngguhnya. Dan hanya yang maha benarlah yang tahu dimana kebenaran itu berada? Dan disitulah kita mengambilnya sebagai suatu keyakinan? Sehingga sikap skeptis kita manfaatkan sebagai pembanding atas perbedaan yang menyalahi.

    ReplyDelete
  33. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Sikap skeptis adalah sebuah pendirian di dalam epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya. Para skeptikus sudah ada sejak zaman yunani kuno, tetapi di dalam filsafat modern, René Descartes adalah perintis sikap ini dalam metode ilmiah. Kesangsian descartes dalam metode kesangsiannya adalah sebuah sikap skeptis, tetapi skeptisisme macam itu bersifat metodis, karena tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan kepastian yang tak tergoyangkan.

    ReplyDelete
  34. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Skeptisisme filosofis berasal dari pemikiran filsafat Yunani kuno. Argumen pendukung skeptisisme adalah adanya anggapan bahwa akal memberi pengetahuan yang bersifat relatif sehingga membuat segala anggapan yang dibuat oleh manusia adalah relatif. Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia sering keliru dalam hal mendengar maupun melihat. Dalam arti yang lebih modern, skeptisisme adalah sebuah pendekatan dalam menerima, menolak, atau menunda klaim (judgment) pada informasi baru yang membutuhkan informasi baru lainnya yang digunakan sebagai bukti pendukung.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  35. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Skeptisisme adalah suatu paham yang memandang bahwa segala sesuatu itu tidak pasti. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, skeptis berarti kurang percaya atau ragu-ragu. Secara umum, skeptisisme merupakan sikap yang mempertanyakan kebenaran dari suatu pengetahuan, fakta, pendapat atau keyakinan yang dinyatakan sebagai fakta. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang kebenarannya dianggap belum pasti

    ReplyDelete
  36. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Skeptis merupakan suatu sikap yang selalu mempertanyakan pengetahuan atau keyakinan yang dinyatakan sebagai fakta atau lebih sederhananya adalah keraguan yang dimiliki manusia atas apa yang dihadapinya. Skeptisisme merupakan paham dalam filsafat yang memandang setiap sesuatu yang belum dibuktikan kebenarannya selalu tidak pasti atau meragukan. Disisi lain ada suatu kepastian ada hal yang belum pasti terjadi dalam kehidupan seperti halnya memprediksi apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  37. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti. Sifat skeptis artinya sifat meragukan sesuatu. Selalu meragukan sesuatu jika belum ada bukti yang benar-benar jelas. Sifat semacam ini penting bagi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan memerlukan suatu kepastian yang seakurat mungkin karena itu ilmuwan diharapkan skeptis. Ilmuwan tidak boleh langsung percaya begitu saja terhadap berita, percobaan dan lain sebagainya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  38. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Skeptisisme merupakan yang sikap tidak mempercayai banyak hal atau meragukan setiap hal. Para skeptik mencari berbagai keterangan atau menggali berbagai informasi mengenai hal-hal yang terjadi di sekitarnya akan tetapi selalu meragukan kepastiannya. Perlu pembuktian yang empiris agar hal-hal itu menjadi pasti.

    ReplyDelete
  39. mepamahaman sy tentang Sceptism merupakan sifat ketidakpercayaan atau keraguan seseorang terhadap sesuatu,sifat ini bisa muncul karna beberapa factor diantaranya kurangnya ilmu pengetahuan tentang sesuatu yang di ragukan dan bisa juga karna pengalaman buruk yang pernah di alami seseorang sehingga muncul keraguan dalam dirinya untuk melakukan hal yang baru. Sceptism bertujuan untuk mendapatkan kepastian tak teragukan lagi. Sceptism boleh digunakan hanya untuk sesuatu atau suatu pemikiran yang tidak pasti kebenarannya ,tapi dalam Agama sifat ini harus dihilangkan terutama dalam agama Islam.

    M Saufi Rahman
    PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  40. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    David Hume biasanya dikenal sebagai filosof empirisme, namun di tangannya lahir aliran baru yang dianggap sebagai alternatif dari ketidakpuasan terhadap filsafat rasionalisme, empirisisme dan idealisme, yaitu skeptisisme. Namun skeptisisme yang dikembangkannya justru berbeda dari bentuk asal, sebab memiliki corak lain, yaitu “ Mitigated Skepticism ” dan skeptisisme radikal.

    ReplyDelete
  41. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dalam skeptisismenya, Hume mengkritisi dan meragukan berbagai hal, termasuk agama. Baginya agama tidak empiris dan berisikan aspek-aspek metafisik, adikudrati, bahkan ia beraggapan bahwa agama adalah kumpulan dari takhayul-takhayul yang tidak mungkin dibuktikan, sebab manusia tidak ada yang pernah menjejak ke alam itu. Maka agama harus dibersihkan sehingga dia kembali dari adikudrati kepada kudrati yang empiris.

    ReplyDelete
  42. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Berdasarkan rujukan bacaan di atas, skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptisisme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan internasional. Menurut kamus besar bahasa indonesia skeptis yaitu kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dsb): contohnya; penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan skeptis. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

    ReplyDelete
  43. Skeptisisme adalah sebuah pendirian di dalam epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya. Para skeptikus sudah ada sejak zaman yunani kuno, tetapi di dalam filsafat modern, René Descartes adalah perintis sikap ini dalam metode ilmiah. Kesangsian descartes dalam metode kesangsiannya adalah sebuah sikap skeptis, tetapi skeptisisme macam itu bersifat metodis, karena tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan kepastian yang tak tergoyangkan, yaitu: cogito atau subjectum sebagai onstansi akhir pengetahuan manusia. Di dalam filsafat D.Hume kita menjumpai skeptisme radikal, karena ia tidak hanya menyangsikan hubungan-hubungan kausal, melainkan juga adanya substansi atau realitas akhir yang bersifat tetap.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  44. 16701251016
    PEP B S2

    Skeptis memandang terhadap segala sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Sikap ini menjadi kontroversi karena bnyak orang berpandangan bahwa sikap ini adalah negatif. Keraguan atas kebenaran sebenarnya adalah ragu terhadap bukti otentik secara empiris menurut akal dan indera.
    Anggapan negatif yang berkembang terhadap skeptis adalah keraguan dalam diri seorang untuk memutuskan berbagai persoalan hidup, sehingga terkesan kurang percaya diri dan kurang tegas dalam mengambil keputusan yang walaupaun dari keputusan yang telah di buat akan menuai persoalan baru.

    ReplyDelete
  45. Menurut kacamata filsafat skeptis memiliki poin penting dalam memaknai pembuktian suatu kebenaran. Yaitu sikap yang ragu terhadap sesuatu akan memunculkan berbagai macam planning terhadap analisis siatuasi, atau bahkan menyerpurnakan planning sebaik mungkin untuk menjawab keraguan yang ada.

    Dalam proses tersebut tentunya akan melibatkan suatu metode yang sistematis, sehingga hasil akhir dari setiap rasa keraguan akan berusaha mencari pembenaran besarta bukti.

    ReplyDelete
  46. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Sikap dasar skeptisisme adalah kita tidak pernah tahu tentang apapun. Orang yang menganut skeptisisme menyatakan bahwa mustahil orang mengetahui sesuatu, atau paling tidak orang tidak pernah merasa pasti atau yakin apakah ia bisa mencapai pengetahuan tertentu. Hal yang mendasarinya yaitu manusia perlu mempunyai bukti untuk mengetahui ia telah tahu sesuatu. Contohnya bila kita yakin bahwa besok akan turun hujan, maka keyakinan tersebut patut diragukan karena kita tidak tahu akan apapun. Kita hanya menduga-duga apa yang akan terjadi, karena besok akan turun hujan memang bukanlah sesuatu yang pasti. Bagi kaum skeptis orang tidak akan pernah tahu tentang apapun, karena mustahil orang mengetahui sesuatu tanpa memiliki bukti yang cukup (misalnya untuk membuktikan bahwa besok akan turun hujan).

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id