Dec 2, 2012

RELATIVISM



Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang RELATIVISM, silahkan konek:
  
http://en.wikipedia.org/wiki/Relativism



Wss Wr Wb
Marsigit

44 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Secara etimologis, relativisme yang dalam bahasa Inggrisnya relativism, relative berasal dari bahasa latin relativus (berhubungan dengan). Dalam penerapan epistemologisnya, ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Sedangkan secara terminologis, makna relativisme seperti yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Dalam paham relativisme ada beberapa aliran-aliran diantaranya: Relativisme etika merupakan paham atau aliran pemikiran filsafat yang secara tegas menolak pendapat yang mengatakan bahwa norma etika berlaku untuk semua orang di mana saja, Relativisme budaya berbeda dengan relativisme etika. Relativisme etika berbicara tentang pengabaian prinsip dan tidak adanya rasa tangggung jawab dalam pengalaman hidup seseorang. Sebaliknya, relativisme budaya berbicara mengenai pegangan yang teguh pada prinsip, pengembangan prinsip tersebut, dan tanggung jawab penuh dalam kehidupan dan pengalaman seseorang, Relativisme agama,paham ini mengajarkan ketidakyakinan atau keraguan umat beragama terhadap kebenaran agamanya sendiri. Inilah akar dari pemikiran Pluralisme Agama yang mengakui kebenaran relatif dari semua agama. Doktrin ini mengajarkan bahwa agama tidak lagi berhak mengklaim mempunyai kebenaran absolut, ia dipahami sama dengan persepsi manusia sendiri yang relatif itu. Lain halnya dengan relativisme etika dan budaya, inilah ujung dari paham relativisme yang sangat mengkhawatirkan.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Relativisme berasal dari kata utama 'relatif', sehingga dari kosa katanya pun sudah terlihat bahwa relativisme adalah paham yang menjunjung tinggi kerelatifan dalam memandang segala hal, seperti baik-buruk, kaya-miskin. Relatif karena terikat oleh ruang dan waktu, misal pada kehidupan sehari-hari berbohong itu perbuatan buruk, namun saat menghadapi seorang penjahat, berbohong kepada penjahat demi keselamatan bukanlah perbuatan yang buruk. Para relativisme haruslah bijak dalam menggunakan pandangan kerelatifannya, dan tidak menyalahgunakannya

    ReplyDelete
  3. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Relativisme adalah konsep yang sudut pandang tidak memiliki kebenaran mutlak atau validitas dalam diri mereka, melainkan hanya relatif, nilai subjektif menurut perbedaan persepsi dan pertimbangan. Sebagai relativisme moral, istilah ini sering digunakan dalam konteks prinsip-prinsip moral, di mana prinsip-prinsip dan etika dianggap sebagai berlaku dalam konteks hanya terbatas.

    ReplyDelete
  4. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Ada banyak bentuk relativisme yang berbeda-beda sesuai kontroversi. Istilah sering merujuk pada kebenaran relativisme, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu, kebenaran yang selalu relatif terhadap beberapa frame tertentu dari referensi, seperti bahasa atau budaya (relativisme budaya).

    ReplyDelete
  5. Moh. Bayu Susilo
    Pps. P. Matematika/A/2016
    16709251012

    Paham relativism merupakan negasi dari paham absolutism yang beranggapan bahwa sebuah konsep kebenaran atas sesuatu hal adalah bersifat relatif atau tidak mutlak. Relativism berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Ajaran seperti ini dianut oleh Protagras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik. penilaian baik-buruk dan benar-salah tergantung pada masing-masing orang.

    ReplyDelete
  6. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Relativisme seperti yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Relativisme adalah paham bahwa kebenarannya bersifat relative atau tidak mutlak. Kebenarannya subjektif tergantung kepada siapa yang berbicara atau dengan kata lain bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Kebenaran relatif atau kebenaran subjektif berada pada wilayah keyakinan, selera, nilai, bahasa/definisi/artikata/terjemah/tafsir dll. Contohnya: Si A mengatakan bahwa musik dangdut adalah music yang didengar, sedangkan si B mengatakan bahwa music pop adalah music yang enak didengar sedangkan si C mengatakan bahwa music rock adalah music yang enak didengar.

    ReplyDelete
  7. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor diluarnya. Sehingga bahwa yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah tergantung pada orang masing-masing atau masyarakat dan budayanya. Tidak heran bahwa budaya di Indonesia yang mempunyai banyak ragamnya yang berbeda memiliki norma etis yang berbeda. Sehingga kekuatan dari kaum relativisme adalah kesadarannya bahwa manusia itu unik dan berbeda satu sama lain.

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Relativisme berasal dari bahasa latin “relativus” yang berarti nisbi atau relatif. Dalam makna yang lebih luas, relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama bukanlah perbedaan dalam hakikat melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya.
    Doktrin relativism saat ini telah menjadi tantangan nyata dalam kehidupan. Dalam bidang filsafat, doktrin relativisme menyentuh pembahasan epistemologi, sumber-sumber ilmu. Apabila dikaitkan pada sisi spiritualisme, paham ini sangat berbahaya. Sebab mengajarkan bahwa keyakinan tiap-tiap agama dan kepercayaan itu relatif, tidak ada satu agama atau keyakinan yang absolut benar. Na’udzubillah.

    ReplyDelete
  9. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika 2013

    Relativisme adalah paham yang menganut kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu (kebenaran bersifat relatif). Sebaliknya Kebenaran Mutlak berlaku pada setiap orang di segala tempat dan waktu. Paham Relativisme tidak setuju dengan Kebenaran Mutlak / Absolut

    ReplyDelete
  10. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Relativisme adalah konsep yang sudut pandang tidak memiliki kebenaran mutlak atau validitas dalam diri mereka, melainkan hanya relatif, nilai subjektif menurut perbedaan persepsi dan pertimbangan. Sebagai relativisme moral, istilah ini sering digunakan dalam konteks prinsip-prinsip moral, di mana prinsip-prinsip dan etika dianggap sebagai berlaku dalam konteks hanya terbatas. Ada banyak bentuk relativisme yang berbeda-beda sesuai kontroversi. Istilah sering merujuk pada kebenaran relativisme, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu kebenaran yang selalu relatif terhadap beberapa frame tertentu dari referensi, seperti bahasa atau budaya.

    ReplyDelete
  11. Fitri ayu Ningtiyas
    16709251037
    PPs P.Mat B UNY 2016

    Paham relativisme berasal dari bahasa latin yaitu relativus yang berarti nisbi atau relatif. Dalam epistimologisnya, relativism menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relative dan relativisme etis berpandangan bahwa tidak terdapat kriteria absolut bagi putusan-putusan moral. Secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan jahat, yang benar dan salah bergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakat.

    ReplyDelete
  12. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Relativisme adalah suatu paham yang terdiri dari beragam argumen. Dibalik beragam argumen tersebut, ada satu yang sama, yakni bahwa realitas, dan seluruh aspeknya, termasuk pikiran, moralitas, pengalaman, dan penilaian manusia, tidaklah mutlak, melainkan relatif posisinya pada sesuatu yang lain. Yang paling sering ditemukan adalah relativisme dalam bidang moral. Argumen yang sering muncul adalah, apa yang baik dan buruk itu amat relatif pada kultur setempat. Di satu tempat satu tindakan dianggap baik. Sementara di tempat lain, tindakan yang sama dianggap tidak baik. Argumen-argumen relativisme sering membawa kita pada akhir yang membingungkan, karena kita seolah tidak lagi bisa memutuskan secara pasti apa yang baik dan buruk, apa yang benar dan apa yang salah. Namun relativisme jelas memiliki pesonanya sendiri yang memikat para pemikir dunia, dan tak bisa begitu saja diabaikan.

    ReplyDelete
  13. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Relativisme adalah paham yang menganut kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu, karena kebenaran bersifat relatif. . Kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain.Menurut paham relativism, yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada persepsinya masing-masing Paham relativisme tidak setuju dengan kebenaran mutlak atau kebenaran mutlak atau absolut. Paham ini dapat menyatakan dua hal yang berkontradiksi dapat dikatakan keduanya benar, karena kebenaran adalah relatif.

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    keadaan alam yang tak sama mempengaruhi keadaan fisik, disposisi mental, budaya, dan cara hidup yang berbeda. Perbedaan antara manusia, masyarakat, dan bangsa itu tidak hanya gradual, bertingkat-tingkat, tetapi kontras, berlawanan. Dari adanya perbedaan manusia, masyarakat, bangsa dengan keadaan fisik, mental, kultural kini muncullah paham relativisme. Relativisme berasal dari bahasa Latin, relativus, yang berarti nisbi, relative. Searah dengan arti asal katanya, secara umum relativisme bependapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena factor-faktor diluarnya.

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Relativisme meniadakan kebenaran universal. Jika tidak ada pengetahuan yang salah, karena setiap pengetahuan memiliki rujukannya sendiri, maka juga tidak ada pengetahuan yang benar secara universal. Jika tidak ada pengetahuan yang benar secara universal, tidak perlu ada pendidikan, tidak perlu ada sekolah, tidak perlu ada seminar, tidak perlu ada pembelajaran, tidak perlu ada diskusi hukum-hukum, tidak perlu ada komunikasi (malahan). Sebab, semuanya benar belaka. Inilah konsekuensi paling telak dari relativisme protagorasian.

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Relativisme itu tidak plausible (tidak masuk akal), menurut filosof Sokrates dan Plato, sebab meniadakan kodrat indah dari kebenaran itu sendiri. Jika pengetahuan apa saja dalam metodologi bagaimana pun selalu benar, seperti yang dideklarasikan oleh Protagoras, kita tidak pernah tertarik akan kebenaran pengetahuan itu sendiri.

    ReplyDelete
  18. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Relativism dapat diartikan sebagai paham yang mengutamakan kerelatifan didalam memandang segala sesuatu dalam kehidupan. Selain itu, relatif juga sangat terikat ruang & waktu. Mengapa? Karena bisa saja kita berbohong untuk kebaikan. Padahal berbohong itu perbuatan buruk. Pola pikir relatiflah yang membuat kita menjadi lebih bijak dalam melakukan kebaikan atau kejahatan.

    ReplyDelete
  19. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Relativisme adalah konsep yang sudut pandang tidak memiliki kebenaran mutlak atau validitas dalam diri mereka, melainkan hanya relatif, nilai subjektif menurut perbedaan persepsi dan pertimbangan. Sebagai relativisme moral, istilah ini sering digunakan dalam konteks prinsip-prinsip moral, di mana prinsip-prinsip dan etika dianggap sebagai berlaku dalam konteks hanya terbatas. Ada banyak bentuk relativisme yang berbeda-beda sesuai kontroversi. stilah sering merujuk pada kebenaran relativisme, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu, kebenaran yang selalu relatif terhadap beberapa frame tertentu dari referensi, seperti bahasa atau budaya (relativisme budaya).

    ReplyDelete
  20. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    elativisme berasal dari kata Latin, relativus, yang berarti relatif. Relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, benar dan salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakat. Filosofi relativisme menyatakan bahwa moral dan etika budaya hanya berlaku dalam budaya dan moral budaya lainnya, etika dan nilai-nilai yang tidak lebih baik atau lebih buruk, hanya berbeda. Selain itu sangat toleran terhadap kita untuk menilai praktek-praktek budaya lainnya sebagai tidak bermoral, tidak etis, atau salah. Ada empat sumber yang muncul dalam relativisme,yaitu: Toleransi, Kebebasan Memilih, Ketidakpastian Intelektual, Dan Kesadaran Akan Keanekaragaman.
    Filosofi menurut David Hume dan A.J Ayer . Relativisme berpendapat jika semua hal bersifat relative.Relativisme bersifat subjektif jika seorang individu percaya suatu kebenaran, maka itu benar baginya.relativisme etnis berasumsibahwa nilai moral yang berbeda antara budaya menunjukkan bahwa tidak ada standar obyektif yang ada. Menur ut Burden, beban pembuktian dalam sengketa selalu di sisi yang mengambil posisi yang tidak biasa

    ReplyDelete
  21. Dalam ilmu Sosial tidak ada kebenaran mutlak,yang ada adalah kebenaran relatif. Ternyata ini adalah salah satu teori dasar Filsafat. Pengungkapan kebenaran melalui beberapa metode llmiah, namun semua apapun hasil pengungkapan kebenaran melalui metode ilmiah pun bersifat relatif, karena Filsafat menghindari mitos. Selalu ada penelitian ulang ada penyempurnaan. Sehingga Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT, sedangkan kebenaran yang diungkap manusia bersifat relatif. Yang salah bisa mencari pembenaran dan yang benar dapat dicari kesalahannya.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  22. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Dari link https://en.wikipedia.org/wiki/Relativism dikatakan bahwa “Relativism is the concept that points of view have no absolute truth or validity within themselves, but rather only relative, subjective value according to differences in perception and consideration” yang berarti relativisme adalah konsep yang sudut pandang tidak memiliki kebenaran mutlak atau validitas dalam diri mereka, melainkan hanya relatif, nilai subjektif menurut perbedaan persepsi dan pertimbangan. Saya kira ada ruang-ruang dimana paham relatifisme tidak bisa diterima dimana biasanya berkaitan dengan hal yang sifatnya prinsip. Misal mengesakan Allah SWT atau mentauhidkan Allah SWT adalah mutlak mutlak dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  23. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Relativisme merupakan ajaran yang menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Ajaran ini juga berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Doktrin relativisme kini telah menjadi tantangan nyata dalam kehidupan. Paham ini telah memasuki bidang filsafat, akidah dan bahkan metodologi studi keilmuan. Dalam bidang filsafat, doktrin relativisme menyentuh pembahasan epistemologi sumber-sumber ilmu. Tetapi relativisme di dalam agama lah yang paling berbahaya. Sebab paham ini tidak hanya dalam lingkup sosial, tapi sudah masuk ke ranah teologi dan merusak akidah.

    ReplyDelete
  24. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Relativisme adalah suatu paham yang terdiri dari beragam argumen. Di balik beragam argumen tersebut, ada satu yang sama, yakni bahwa realitas, dan seluruh aspeknya, termasuk pikiran, moralitas, pengalaman, dan penilaia
    n manusia, tidaklah mutlak, melainkan relatif posisinya pada sesuatu yang lain. Relativisme mulanya berasal dari Protagoras (490 SM-420 SM), tokoh Sophis Yunani terkemuka abad 5 SM.

    ReplyDelete
  25. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Globally,relativism seems especially well suited to explain the virtue of tolerance. If, from an objective point of view, one’s own values and the values of one’s society have no special standing, then an attitude of “live and let live” toward other people’s values seems appropriate.

    ReplyDelete
  26. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Relativisme berarti relatif, memandang baik-buruk atau benar-salah tergantung dari masing-masing orang dan budaya atau norma yang berlaku di suatu masyarakat. Relativisme menganut suatu kebenaran itu tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu (kebenaran bersifat relatif). Jadi kebenaran menurut seseorang bisa jadi salah menurut orang lain.

    ReplyDelete
  27. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Paham Relativisme bisa menyatakan dua hal yang berkontradiksi dapat dikatakan keduanya benar karena kebenaran bersifat relatif. Pada jaman sekarang ini paham relativisme ini banyak yang menyukai untuk menggunakannya, misalkan saja saat ini sudah banyak yang melakukan pernikahan dengan sesama jenis, dan bahkan dengan hewan atau benda. hal ini dikarenakan paham ini memberikan kebebasan setiap orang dalam memandang sesuatu. Kebenaran bersifat relatif, tergantung masing-masing orang dalam memandangnya.

    ReplyDelete
  28. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Secara etimologis, relativisme yang dalam bahasa Inggrisnya relativism,). Dalam penerapan epistemologisnya, paham atau ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Penggagas utama paham ini adalah Protagoras, Pyrrho.

    Dalam Kaliakbar (2014) dampak terhadap relativisme adalah sbb:
    Pertama, jika dikatakan bahwa manusia tidak mengetahui kebenaran absolute tentu tidak benar, sebab hitungan matematis 2×2=4 adalah absolute. Nabi Muhammad saw pernah hidup dan membawa risalah Islam kemudian wafat adalah pengetahuan absolute.

    Kedua, jika maksudnya adalah kita tidak mengetahui kebenaran absolute seperti yang dimaksud Tuhan, ini berarti ia tidak percaya kepada kenabian Muhammad saw, manusia yang dipercaya Allah dapat menyampaikan risalah. Mustahil Allah menurunkan wahyu yang tidak bisa difahami oleh Rasul-Nya sendiri.

    Ketiga, seseorang yang menyatakan bahwa yang benar hanya Tuhan, maka orang tersebut mestinya telah mengetahui kebenaran yang diketahui Tuhan itu. Jika dia tidak tahu maka mustahil ia dapat menyatakan bahwa yang benar secara absolute hanya Tuhan. Jika dia tahu maka pengeteahuannya itu absolute. Jadi dengan demikian pemikiran dan pengetahuan manusia itu bisa relative dan bisa absolute.

    Keempat, pernyataan bahwa “kebenaran itu relatif” sebenarnya juga kontradiktif (self-contradiction). Sebab jika demikian maka pernyataan itu sendiri juga termasuk relatif alias belum tentu benar. Karena pernyataan “kebenaran itu relative” belum tentu benar, maka dimungkinkan ada pernyataan lain yang berbunyi “kebenaran itu bisa absolute dan bisa juga relative”, dan pernyataan ini juga dapat dianggap benar.

    Kelima, dari perspektif epistemologi Islam, pernyataan bahwa pemikiran manusia itu relatif yang absolut hanya Tuhan dapat diterima dalam perspektif ontologis dan tidak dapat dibawa ke dalam ranah epistemologis. Benar, secara ontologis Tuhan itu absolut dan manusia itu relatif. Namun secara epistemologis kebenaran dari Tuhan yang absolut itu telah diturunkan kepada manusia melalui Nabi dalam bentuk wahyu. Kebenaran wahyu yang absolut itu dipahami oleh Nabi dan disampaikan kepada manusia. Manusia yang memahami risalah Nabi itu dapat memahami yang absolut.

    Sumber:
    http://www.kaliakbar.com/2014/12/paham-relativisme-pengertian-aliran-dan.html

    Dengan memahami dampak-dampak tersebut, alangkah lebih baik jika kita meninggalkan paham ini dan dapat juga disampaikan kekeliruannya kepada masyarakat.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  29. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Relativisme berpandangan bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Dua ahli yang menganut paham ini adalah protagras dan pyrrho. Relativisme memiliki aliran penting yang disebut relativisme etis. Relativisme etis adalah suatu aliran yang menyatakan bahwa perbedaan penilaian terhadap kebenaran suatu tindakan secara etis sangat tergantung dari cara setiap orang atau kelompok memandang dan menilainya.

    ReplyDelete
  30. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Istilah “relativisme” diambilkan dari bahasa Latin, relativus, yang artinya “menunjuk ke.” Setiap pengetahuan, menurut paham relativisme, selalu memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya. Relativisme meniadakan kebenaran universal. Jika tidak ada pengetahuan yang salah, karena setiap pengetahuan memiliki rujukannya sendiri, maka juga tidak ada pengetahuan yang benar secara universal.

    ReplyDelete
  31. #Bismillahirrahmanirrahim
    Relativisme berasal dari kata Latin yaitu Relativus, yang berarti nisbi atau relatif. Sejalan dengan arti katanya, secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Ajaran seperti ini dianut oleh Protagras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik

    Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2000. Jakarta: Balai Pustaka.
    Lorens Bagus. 2000. Kamus Filsafat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 949.

    ReplyDelete
  32. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    #Bismillahirrahmanirrahim
    Menurut Relativisme, bahwa penilaian baik-buruk dan benar-salah tergantung pada masing-masing orang. Yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tidak dapat dilepaskan dari orang yang bersangkutan. Sehingga tidak terdapat kriteria absolut bagi putusan-putusan moral. Moralitas suatu tindakan relatif terhadap kebaikan dari tujuan. Sehingga, menurut pandangan ini, relativisme adalah kesadarannya bahwa manusia itu unik dan berbeda satu sama lain.

    ReplyDelete
  33. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Relativisme merupakan salah satu aliran filsafat yang melihat perlunya penghargaan terhadap keberagaman. Setiap pandangan selalu bersifat subyektif. Karena bersifat subyektif maka apa yang dihasilkannya bersifat relatif. Dalam Wikipedia relatif diartikan sebagai konsep bahwa sudut pandang tidak memiliki kebenaran mutlak , hanya memiliki kebenaran relatif, nilai subyektif menurut perbedaan persepsi dan pertimbangan. Relativisme, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu kebenaran itu selalu relatif terhadap beberapa frame tertentu, seperti bahasa atau budaya.

    ReplyDelete
  34. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Ajaran relativisme ini menyatakan bahwa semua kebenaran bersifat relatif. Relativisme memandang bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  35. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Secara etimologis, relativisme yang dalam bahasa Inggrisnya relativism, relative berasal dari bahasa latin relativus (berhubungan dengan). Dalam penerapan epistemologisnya, ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Sedangkan secara terminologis, makna relativisme seperti yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  36. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Relativisme adalah suatu paham yang muncul atas beragamnya argumen dari suatu pemikiran. Di balik beragam argumen tersebut, ada satu yang sama, yakni bahwa realitas, dan seluruh aspeknya, termasuk pikiran, moralitas, pengalaman, dan penilaian manusia, tidaklah mutlak, melainkan relatif posisinya pada sesuatu yang lain. Seperti sudut pandang manusia dalam melihat kebenaraan yang sesungguhnya melalui paham ini adalah bersifat relatif, tergantung pada kebermaknaanya di dalam ruang dan waktu yang berbeda.

    ReplyDelete
  37. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Relative berasal dari bahasa latin relativus (berhubungan dengan). Dalam penerapan epistemologisnya, ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Penggagas utama paham ini adalah Protagoras. Secara terminologis, makna relativisme seperti yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan dan kebenaran dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, tidak ada yang bersifat mutlak. Lebih lanjut ensiklopedi ini menjelaskan bahwa dalam paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah; baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial.

    ReplyDelete
  38. Relativisme adalah keyakinan bahwa tidak ada kebenaran mutlak, hanya kebenaran bahwa individu atau budaya tertentu kebetulan percaya. Jika Anda percaya pada relativisme, maka Anda berpikir orang yang berbeda dapat memiliki pandangan yang berbeda tentang apa yang bermoral dan tidak bermoral. Secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Ajaran seperti ini dianut oleh Protagras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  39. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Secara etimologis, relativisme berasal dari bahasa latin relativus yang artinya berhubungan dengan. Dalam penerapan epistemologisnya, ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Sedangkan secara terminologis, pengertian relativisme yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak.

    ReplyDelete
  40. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Relativisme menekankan pada adanya fakta bahwa seluruh kultur manusia pada dasarnya sah dan legitimatedan masing masing memiliki integritas dan esensialnya sendiri. Karena bersifat selalu berbeda satu sama lain, maka dengan sendirinya tidak ada satupun yang mesti jadi preferensi. Preferensi kita, tentunya masing-masing dari kita memiliki preferensi, hanyalah membuktikan bahwa nilai-nilai dan pilihan-pilihan kita telah dibentukoleh budaya kita sendiri. Karena itu, dari perspektif relativisme sikap dan perilaku manusia dalam sebuah masyarakat harus dinilai dengan standar kultural masyarakat yang bersangkutan, tidak oleh standar yang lain.

    ReplyDelete
  41. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Paham relativisme seperti yang dijelaskan dalam ensiklopedi Britannica, yang seharusnya hanya digunakan dalam kajian-kajian sosiologi dan antropologi, kini sering digunakan sebagai alat bedah dalam menafsirkan teks-teks wahyu dalam Islam. Adakah dampak yang serius bila kewahyuan al-Qur’an yang bersifat final dan tetap, ditafsirkan dengan pendekatan relativisme yang senantiasa berubah dan berbeda antara masing-masing penafsir, tergantung pada lingkungan maupun kondisi sosial yang melatarbelakanginya?

    ReplyDelete
  42. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Relativisme berasal dari kata Latin, relativus, yang berarti nisbi atau relatif. Sejalan dengan arti katanya, secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya

    ReplyDelete
  43. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Label "relativisme" telah melekat pada berbagai gagasan dan posisi yang mungkin menjelaskan kurangnya persetujuan umum tentang bagaimana istilah harus didefinisikan. Profesi dari penggunaan istilah "relativisme" dalam filsafat kontemporer berarti bahwa tidak ada konsensus siap pada salah satu definisi. Secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  44. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Relativisme adalah paham yang menganut kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu (kebenaran bersifat relatif). Paham Relativisme ini sangat disukai oleh banyak orang terutama di zaman ini yaitu zaman Postmodern karena setiap manusia memiliki ego untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Manusia pada zaman ini mempunyai semangat ingin menjadi tuhan atas dirinya sendiri. Sehingga jika orang berbuat dosa tidak ada yang dapat / boleh menilai orang itu salah atau tidak dengan demikian orang akan semakin suka berbuat dosa dan dosa akan semakin meluas di dalam setiap bidang kehidupan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id