Dec 2, 2012

REDUCTIONISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang REDUCTIONISM, koneklah ke:








Wss Wr Wb
Marsigit




38 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai (a) suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau (b) suatu posisi (filsafat) bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Kaitannya dengan dengan (a) mencoba mereduksi apa yang ada supaya lebih dimengerti dan dipahami. Oleh karena itu prinsip ini sering digunakan dalam ilmu pengetahuan. Reduksi adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatunya secara utuh sampai ke bagian-bagian terkecilnya. Reduksionisme sangat mencerminkan perspektif tertentu pada kausalitas. Dalam kerangka reduksionis, fenomena yang dapat dijelaskan sepenuhnya dalam hal hubungan antara fenomena yang lebih mendasar lainnya, disebut epifenomena, sebuah gejala. Seringkali ada implikasi bahwa epiphenomenon yang diberikannya ada lembaga kausal pada fenomena mendasar yang menjelaskannya.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Reductionism adalah pendekatan yang mereduksi kompleksitas permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga dapat dengan mudah diamati dan diteliti. Reduksionisme secara jelas menggambarkan perspektif pasti dari kausalitas. Dalam kerangka reduksionis, fenomena dapat dijelaskan sepenuhnya dalam hal hubungan antara fenomena yang lebih mendasar lagi.

    ReplyDelete
  3. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Reductionism adalah mereka yang mengambil suatu teori atau fenomena yang akan direduksi menkadi beberapa teori atau fenomena lainnnya. Jenis reduksionisme yang saat ini paling menarik dalam metafisika dan filsafat pikiran melibatkan klaim bahwa semua ilmu dapat direduksi menjadi fisik. Meskipun beberapa filsup menganggap teori ini menarik, namun paham reductionism dirasa perlu dikaji ulang.

    ReplyDelete
  4. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Reduksi adalah menghilangkan atau mengurangi sifat-sifat tertentu dari yang ada dan mungkin ada untuk mempermudah memperoleh pengetahuan atau suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Misalnya bumi, langit, manusia, hewan, tumbuhan dll.

    ReplyDelete
  5. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena yang direduksi menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Sebagai contohnya ketika kita belajar ilmu matematika, kita mempelajari salah satu bagian saja seperti statistika, atau kalkulus, atau yang lainnya.

    ReplyDelete
  6. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai
    (a) suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal yang kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau
    (b) sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Reduksionisme berasal dari kata inti yaitu reduksi yang artinya adalah berkurang. Sesuai dengan pengertian kata pokoknya, reduksionisme adalah pandangan filsafat mengenai penyederhanaan suatu hal yang kompleks menjadi unsur-unsurnya. Sikap reduksionisme ini memiliki manfaat jika dalam matematika, pernyataan yang berlaku untuk umum tentu akan berlaku untuk khusus yang merupakan bagian dari umum. Namun jika manusia itu dalam kehidupan sehari-harinya selalu bersikap reduksionisme, maka ada kemungkinan manusia tersebut akan cenderung tidak kreatif, dan tidak akan berkembang, karena menyederhanakan sesuatu yang kompleks hanya menjadi unsur-unsurnya saja.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Reduksionism mengajarkan suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Menurut reduksionisme sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Metode reduksi sejalan dengan penyederhanaan. Ia hanya mengambil bagian tertentu sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Misalnya dalam pelajaran matematika, objek-objek yang dipikirkan sebenarnya memiliki sifat yang beraneka ragam, tetapi yang dipelajari hanya sifat-sifat tertentu saja atau direduksi sesuai dengan peruntukannya. Karena keterbatasan manusia, maka tidak ada orang yang tidak menggunakannya. Namun, jika salah menggunakan metode ini maka bisa berbahaya, maka dari itu perlu berhati-hati dalam menggugnakannya.

    ReplyDelete
  10. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan artikel yang dikunjungi dari link di atas, reduksionisme secara ontologis adalah keyakinan bahwa seluruh realitas terdiri dari sejumlah bagian. reduksionisme secara metodologis adalah upaya ilmiah untuk memberikan penjelasan dalam hal entitas yang lebih kecil. Teori reduksionisme adalah saran bahwa teori baru tidak menggantikan atau menyerap tua, tapi mengurangi ke istilah yang lebih mendasar. pengurangan teori itu sendiri dibagi menjadi tiga yaitu translation, derivasi dan penjelasan. Reduksionisme dapat diterapkan pada objek, fenomena, penjelasan, teori, dan makna.

    ReplyDelete
  11. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Reduksionisme merupakan konsep bahwa mengembalikan seutuhnya fenomena yang lebih tinggi pada fenomena yang lebih rendah itu mungkin saja, dan prinsip ini justru menjadi dasar penjelasan. Reduksionisme dapat dilihat dalam pandangan mekanis terhadap kehidupan mental manusia, di mana kehidupan psikis semata-mata dianggap sebagai hasil proses fisiologis. Dalam filsafat ilmu pengetahuan, keyakinan bahwa semua bidang pengetahuan dapat direduksi pada satu bentuk metodologi, atau pada satu ilmu pengetahuan, yang merangkum prinsip-prinsip yang dapat diterapkan pada semua gejala (fenomen)

    ReplyDelete
  12. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Reduksionisme merupakan konsep pengembalian seutuhya. Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. reduksionisme adalah proses induktif panjang yang selanjutnya dibakukan melalui konsep ilmu pengetahuan. jadi, reduksionisme selayaknya dipahami sebagai “mempermudah” bukan “menyederhanakan”. Jenis reduksionisme yang saat ini paling menarik dalam metafisika dan filsafat pikiran melibatkan klaim bahwa semua ilmu dapat direduksi

    ReplyDelete
  13. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Reduksionisme merupakan pandangan yang menekankan pada pengambilan satu teori atau fenomena menjadi direduksi menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Reduksionisme meliputi satu set klaim ontologis, epistemologis, dan metodologis tentang hubungan antara domain ilmiah yang berbeda. Reduksionisme dapat diterapkan pada objek, fenomena, penjelasan, teori, dan makna. Reduksionisme berisi suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Selain itu, reduksionisme berupa teori atau prosedur menyederhanakan gejala, data, dan sebagainya yang kompleks sehingga menjadi tidak kompleks.

    ReplyDelete
  14. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Reductionism ialah suatu pendekatan yang mengubah segala permasalahan yang rumit menjadi bagian-bagian yang lebih spesifik atau (kecil), sehingga menjadi mudah untuk diamati dan diteliti. Paham ini dengan jelas menggambarkan cara pandang yang pasti dari kausalitas, sehingga setiap fenomena yang ada dapat dijelaskan menjadi lebih mendasar lagi di dalam kerangka reduksionis ini.

    ReplyDelete
  15. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Pendekatan tentang hakekat pendidikan ini dinamakan dengan reduksionisme karena dalam pandangannya berusaha menyederhanakan konsep pendidikan (reduksi) sehingga dapat mudah dipahami konsep pandangan yang ingin ditandaskan,Reduksionisme dapat dipandang entah secara historis atau metafisis. Pertanyaan historis adalah apakah ilmu umumnya berkembang dengan cara teori-teori yang kemudian mereduksi teori-teori yang lebih awal. Pertanyaan metafisis adalah apakah bidang-bidang ilmu yang berbeda menjelaskan realitas-realitas yang berbeda pula, ataukah sebuah realitas fisik dijelaskan pada level detil yang berbeda-beda. Meski sering muncul bersama, kedua pertanyaan ini berbeda satu sama lain. Secara umum tesis reduksionisme historis adalah keliru karena ia memandang teori-teori sebelumnya keliru. Memang benar ada beberapa bidang ilmu yang cenderung demikian seperti kosmologi atau fisika fundamental.

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Reduksionisme sendiri memiliki beberapa jenis lain. Reduksionisme Teoritis berarti paham bahwa sebagian dari bidang pengetahuan merupakan bagian dari teori yang besar. Pandangan ini mendukung adanya “Grand Unified Theory” . Reduksionisme Ontologis lebih condong ke pada filsafat, bahwa kenyataan tersusun dari benda, substansi dan entitas dalam jumlah terbatas.

    ReplyDelete
  17. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Reduksionisme merupakan konsep bahwa mengembalikan seutuhnya fenomena yang lebih tinggi pada fenomena yang lebih rendah itu mungkin saja, dan prinsip ini justru menjadi dasar penjelasan. Dalam kerangka reduksionis, fenomena dapat dijelaskan sepenuhnya dalam hal hubungan antara fenomena yang lebih mendasar lainnya, yang disebut epifenomena. Seringkali ada implikasi bahwa epifenomena menggunakan perantara tanpa sebab pada fenomena mendasar yang menjelaskannya.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Reduksionisme dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Pada hakekatnya manusia terbatas dalam segala hal. Karena keterbatasan manusia tersebut, maka manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu manusia dibekali Tuhan dengan metode berpikir reduksi. Namun dalam menggunakan metode reduksi ini hendaknya sebijaksana mungkin karena tidak semua hal bisa direduksikan.

    ReplyDelete
  19. Kelebihan Filsafat adalah mampu mentransformasikan pemahaman fenomena atau pengetahuan kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami. Dalam pemahaman Filsafat Jawa, untuk memahami ilmu Tasawuf yang notabene berasal dari Timur Tengah/Arab, para Wali dengan kebijaksanaan dan kecerdasan menyusun Suluk sebagai media transformasi pemahaman Tasawuf pada masyarakat Jawa.
    Dalam Filsafat modern penyederhanaan pengetahuan yang rumit berada dalam ranah Reduksionisme. Ini bagian dari kekayaan Filsafat agar masyarakat mudah memahami makna simbolik.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  20. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Reduksionisme dapat diterapkan pada objek, fenomena, penjelasan, teori, dan makna. Dalam hal penjelasan misalnya maka reduksionisme berarti memetakan komponen-komponen penjelasan menjadi bagian-bagian yang memudahkan kita memahami penjelasan tersebut.

    ReplyDelete
  21. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Konsep bahwa mengembalikan seutuhnya fenomena yang lebih tinggi pada fenomena-fenomena yang leih rendah itu mungkin saja dan prinsip ini justru menjadi dasar penjelasan. Jadi reduksionisme dapat dilihat dalam pandangan mekanis terhadap kehidupan mental manusia, dimana kehidupan psikis semata-mata dianggap sebagai hasil proses fisiologis. Dalam ilmu pengetahuan digunakan untuk mereduksi ilmu yang satu dengan ilmu yang lain untuk memperlihatkan bahwa istilah-istilah yang sulit dapat terdefinisikan dalam bahasa ilmu yang lain.

    ReplyDelete
  22. martin/Rwanda
    PPS2016PEP B
    a view that asserts that entities of a given kind are collections or combinations of entities of a simpler or more basic kind or that expressions denoting such entities are definable in terms of expressions denoting the more basic entities. Thus, the ideas that physical bodies are collections of atoms or that thoughts are combinations of sense impressions are forms of reductionism.

    ReplyDelete
  23. martin/Rwanda
    PPS2016PEP B
    a view that asserts that entities of a given kind are collections or combinations of entities of a simpler or more basic kind or that expressions denoting such entities are definable in terms of expressions denoting the more basic entities. Thus, the ideas that physical bodies are collections of atoms or that thoughts are combinations of sense impressions are forms of reductionism.

    ReplyDelete
  24. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Reductionism atau reduksionisme adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menyederhanakan hal-hal yang kompleks sehingga dapat lebih mendasar. Manusia tidak dapat mengungkapkan semua yang ada di pikirannya oleh karena itu sering kali manusia melakukan reduksi sehingga akan lebih mudah untuk menyampaikan apa yang dipikirkannya kepada orang lain.

    ReplyDelete
  25. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Reduksionisme secara filosofis dapat diartikan sebagai suatu posisi bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponen yang ada, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian, yang secara jelas menggambarkan tentang perspektif pasti dari kausalitas ( hukum sebab sebab akibat )....

    ReplyDelete
  26. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Reduksionisme sendiri dibedakan menjadi dua jenis yaitu reduksionisme teoritis dan reduksionisme ontologis. Reduksionisme Teoritis berarti paham bahwa sebagian dari bidang pengetahuan merupakan bagian dari teori yang besar. Sedangkan reduksionisme Ontologis lebih condong ke pada filsafat, di dalam reduksionisme ontologis mengatakan bahwa kenyataan tersusun dari benda, substansi dan entitas dalam jumlah terbatas.

    ReplyDelete
  27. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Reduksionism sendiri berarti suatu teori atau fenomena yang dikurangi atau diturunkan menjadi beberapa teori atau fenomena yang lain (sumber: iep.utm.edu). Reduksi dilakukan untuk untuk mendapatkan hasil yang bagus dari sesuatu yang khusus yang merupakan bagian umum. Bisa untuk memperoleh ketelitian, kejelian, atau pemahaman yang lebih bagus.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  28. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Reduksionism aliran filsafat yang memandang sebuah peristiwa ataupun fenomena yang kompleks dan komprehensif ke dalam bagian bagian atau unit unit yang lebih sederhana. dengan mereduksi komponen komponennya sehingga sebuah fenomena menjadi lebih akurat dan teliti. dengan kata lain aliran ini memandang bahwa sebuah fenomena kompleks terdiri atas fenomena- fenomena kecilyang saling berhubungan. Reduksionism sejalan dengan metode deduktif dalam memandang sebuag fenomena.

    ReplyDelete
  29. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Reduksionisme merupakan paham yang menjelaskan dan mendeskripsikan sudut pandang kausalitas atau hukum sebab akibat. Dalam ranah reduksionis, suatu fenomena dijelaskan secara sempurna dalam korelasi antara fenomena yang menjadi dasar lainnya atau dapat juga disebut dengan epifenomena. Dari implikasinya, epifenomena menggunakan wasilah (alat) tanpa adanya sebab kepada dasar fenomena yang menguraikan bagaimana fenomena mendasar itu terjadi.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    #Bismillahirrahmanirrahim
    Penjelasan reduksionisme diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar dari hal-hal kompleks, menyederhanakannya ke dalam bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Mengapa? bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, maka untuk memahaminya dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsurnya. Hal ini dapat disebut sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian.

    ReplyDelete
  31. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    #Bismillahirrahmanirrahim
    Terdapat pandangan reduksionisme religius, ranah teologis sebelum abad ke 19, antropolog Edward Burnett Tylor dan James George Frazer berargumen tentang reduksionis religius. Sigmund Freud mempunyai ide bahwa agama tidak lebih dari sebuah ilusi, atau bahkan penyakit kejiwaan, dan Marxis melihat bahwa agama adalah "napas yang tertindas", yang hanya menyediakan "kebahagiaan ilusi rakyat," kedua hal tersebut merupakan pandangan reduksionis agama yang berpengaruh saat itu.

    Kemudian setelahnya, Immanuel Kant membedakan antara kerangka deterministik kausal pikiran alam dunia, alam fenomenal, dan alam noumenal merupakan termasuk kehendak bebas. Untuk melindungi teologi dari reduksionisme, abad ke-19 pasca pencerahan, para teologis Jerman bergerak ke arah baru, yang dipimpin oleh Friedrich Schleiermacher dan Albrecht Ritschl. Mereka mengambil pendekatan Romantis dari akar keagamaan yang menyangkut ketenangan batin dan jiwa manusia, sehingga perasaan seseorang lebih peka dalam hal-hal kerohanian seperti agama.

    Dalam religius keagamaan, konsep reduksi seharusnya dipahami sebagai mencari kepercayaan dari masing masing komponen atau unsur dari suatu simbol keyakinan. Memahami konsep ketuhanan sebagai pencipta, melalui pendekatan saintifik dari semua unsur yang ada, dari atom sebagai partikel terecil kemudian meningkat ke dimensi tertinggi. maka, nantinya kita akan menemukan bahwa semua unsur tersebut memiliki rekayasa menakjubkan yang sejujurnya, manusia hanya mampu mengamati, mengobservasi, atau memanfaatkannya, namun TIDAKLAH mampu manusia menciptakannya.

    ReplyDelete
  32. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Para ilmuwan percaya bahwa fenomena yang kompleks selalu bisa dipahami dengan cara mereduksinya menjadi balok-balok bangunan dasarnya. Sikap inil dikenal dengan istilah reduksionisme. Reduksionisme adalah pereduksian objek menjadi sebuah fakta-fakta yang dapat dipersepsikan.

    ReplyDelete
  33. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Reduksionisme merupakan aliran yang memandang bahwa sistem kompleks di alam ini dapat direduksi menjadi sistem-sistem yang lebih sederhana atau malahan menjadi sistem paling fundamental. Ide ini pertamakali diperkenalkan oleh Descartes di awal abad ke 17 dan telah menjadi bagian integral dari prinsip pengembangan sains selama hampir empat abad.

    ReplyDelete
  34. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Reduksionisme berasal dari bahasa Inggris “to reduction” yang artinya pengurangan atau pemotongan. Reduksionisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatunya secara utuh sampai ke bagian-bagian terkecilnya. Reduksionisme sangat mencerminkan perspektif tertentu pada hukum sebab akibat. Segala sesuatu terjadi karena ada sebab dan akibatnya.....

    ReplyDelete
  35. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Reduksionisme secara jelas menggambarkan perspektif pasti dari kausalitas. Dalam matematika, reduksionisme dapat diartikan sebagai filosofi bahwa semua matematika dapat (atau harus) dibangun di atas dasar yang sama, yaitu teori himpunan aksiomatik biasanya. Ernst Zermelo adalah salah satu pendukung utama dari pandangan ini, dia juga mengembangkan banyak teori himpunan aksiomatik. Hal ini telah dikemukakan bahwa metode yang berlaku secara umum dari pembenaran aksioma matematika dengan kegunaannya dalam praktik umum dapat berpotensi merusak program reduksionis Zermelo.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  36. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar.Reduksionisme memandang bahwa suatu sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan dari komponen-komponennya. Secara ontologis, reduksionisme memandang bahwa segala sesuatu yang ada terbuat dari sejumlah kecil zat dasar. Dalam kehidupan manusia tidak bisa lepas dari adanya reduksi karena manusia memiliiki keterbatasan dalam berpikir, oleh karena itu keterbatasan pola pikir manusia itu penyebab adanya reduksi. Harus diingat bahwa dalam melakukan penyederhanaan berpikir haruslah dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena bisa saja kita salah dalam mereduksi dengan mengambil bagian tertentu yang memuat informasi yang keliru dan membuang/mengabaikan informasi-informasi yang penting.

    ReplyDelete
  37. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Reductionism adalah pendekatan yang mereduksi kompleksitas permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga dapat dengan mudah diamati dan diteliti. Reduksionisme meliputi satu set klaim ontologis, epistemologis, dan metodologis tentang hubungan antara domain ilmiah yang berbeda. Pertanyaan dasar pengurangan adalah apakah sifat, konsep, penjelasan, atau metode dari satu domain ilmiah dapat disimpulkan dari atau dijelaskan oleh sifat, konsep, penjelasan, atau metode dari domain lain ilmu.Dalam matematika, reduksionisme dapat diartikan sebagai filosofi bahwa semua matematika dapat dibangun di atas dasar yang sama, yaitu teori himpunan aksiomatik biasanya. Ernst Zermelo adalah salah satu pendukung utama dari pandangan ini, dia juga mengembangkan banyak teori himpunan aksiomatik. Hal ini telah dikemukakan bahwa metode yang berlaku secara umum dari pembenaran aksioma matematika dengan kegunaannya dalam praktik umum dapat berpotensi merusak program reduksionis Zermelo.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  38. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Reduksionisme adalah suatu paham tentang kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya yang lebih kecil. Sebuah sistem kompleks direduksi menjadi bagian-bagian lebih spesifiknya masing-masing agar lebih mudah untuk dipelajari dan dipahami.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id