Dec 2, 2012

REALISM





Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami REALISM, koneklah:




Wss Wr Wb

Marsigit

45 comments:

  1. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Realisme adalah teori yang mengatakan bahwa benda-benda yang kita ketahui dalam dunia itu mempunyai wujud yang tersendiri. Ada perbedaan antara apa yang dilihat secara nyata dan apa yang dilihat secara subyektif. Benda-benda yang kita lihat secara nyata merupakan benda terang dan tetap, tidak seperti benda-benda yang kita khayalkan.

    ReplyDelete
  2. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Dalam arti filsafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa objek indra kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengannya. Kelompok realis berusaha untuk melakukan hal ini, bukan untuk menafsirkannya menurut keinginan atau kepercayaan yang belum dicoba kebenarannya. Inti realisme dapat dipahami sebagai kajian tentang budaya sebagai praktik-praktik pemaknaan dari representasi. Aliran realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani. Ajaran realisme memperlihatkan bahwa realisme adalah sesuatu yang real atau sesuatu yang benar yang merupakan gambaran nyata di dunia realitas. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan yang kedua adanya realita di luar manusia yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  3. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Pada dasarnya realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitas. Realisme berpendapat bahwa hakikat realitas adalah terdiri atas dunia fisik dan dunia rohani. Realisme terbagi menjadi dua bentuk, yaitu : Realisme Rasional dan Realisme Naturalis.

    ReplyDelete
  4. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Pada umumnya, kaum realis menekankan teori korespondensi untuk meneliti kebenaran pernyataan-pernyataan. Kebenaran adalah hubungan erat putusan kita kepada fakta-fakta pengalaman atau kepada dunia sebagaimana adanya. Realisme berpandangan bahwa objek persepsi indrawi dan pengertian sungguh-sungguh ada, terlepas dari indra dan budi yang menangkapnya karena objek itu memang dapat diselidiki, dianalisis, dipelajari lewat ilmu, dan ditemukan hakikatnya lewat ilmu filsafat.

    ReplyDelete
  5. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Aliran realisme memandang bahwa obyek pengetahuan manusia terletak di luar diri manusia dan bukan berasal dari pemikiran manusia. Manusia dapat mengetahui suatu objek melalui indra dan akal fikiran mereka. Kaum realis menekankan teori korespondensi untuk meneliti kebenaran pernyataan-pernyataan. Kebenaran adalah hubungan erat putusan kita kepada fakta-fakta pengalaman atau kepada dunia sebagaimana adanya. Kebenaran adalah kepatuhan kepada realitas yang obyektif. Seorang realis menyatakan, ia tidak menjauhkan diri dari fakta yang nyata. Ia menekan kemauan-kemauan dan perhatian-perhatiannya dan menerima perbedaan dan keistimewaan benda-benda sebagai kenyataan dan sifat yang menonjol dari dunia.

    ReplyDelete
  6. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Realisme mengakui adanya prinsip etis yang terwujud dalam norma, kaidah, cita-cita yang merupakan tujuan hidup. Selaras dengan pendiriannya tentang yang ada, dalam pelaksanaan prinsip dan mengejar cita-cita, realisme menyesuaikannya dengan hidup nyata atau perlu bersikap realistis. Artinya dalam melaksanakan hal-hal tersebut perlu diperhitungkan semua faktor, yaitu kondisi, situasi, keadaan, ideologi, dan orang-orang yang terlibat.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Realism adalah suatu kepercayaan yang menyatakan bahwa keberadaan dari alam semesta ini tidak terpengaruh oleh pikiran manusia. Jadi, menurut paham ini ada atau tidak ada manusia di dunia ini, alam semesta akan tetap seperti adanya sekarang.

    Realisme berasal dari kata “real” yang berarti aktual atau yang ada. Kata tersebut menunjuk kepada benda-benda atau kejadian yang sesungguhnya artinya yang bukan sekedar khayalan atau yang ada dalam pikiran.

    Dalam kaitannya dengan filsafat, realisme berarti anggapan bahwa objek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita.

    ReplyDelete
  8. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Realisme adalah pertentangan dari paham idealisme. Realisme berpandangan bahwa objek-objek indera adalah riil dan berada sendiri tanpa bersandar kepada pengetahuan lain atau kesadaran akal.

    ReplyDelete
  9. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Realisme berasal dari kata pokok yaitu 'real' yang artinya kenyataan. Sehingga realisme adalah paham filsafat mengenai sesuatu berdasarkan kenyataan. Telah diketahui bahwa segala yang ada pada dunia nyata ini sifatnya berubah-ubah, relatif, terikat oleh ruang dan waktu. Jika dalam bertindak mempertimbangkan realita tentu sangatlah bagus, namun bukan berarti realita menjadi tolok ukur yang utama tanpa memikirkan idealita. Akan lebih baik jika antara idealis dan realita berjalan seimbang, sehingga dalam berpikir atau berencana sesuatu juga mempertimbangkan realita.

    ReplyDelete
  10. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Filsafat realisme Kontemporer adalah keyakinan bahwa beberapa aspek dari realitas yang secara ontologis independen dari skema kami konseptual, persepsi, praktik linguistik, kepercayaan, dll. Realisme dapat dibicarakan sehubungan dengan pikiran lain, masa lalu, masa depan, universal, entitas matematika, kategori moral, dunia material, dan pikiran. Realisme juga dapat dipromosikan dalam arti wajar tanpa pengecualian, dalam hal ini menegaskan keberadaan pikiran-independen di dunia, sebagai lawan skeptisisme dan solipsism. Filsuf yang mengaku realisme sering mengklaim bahwa kebenaran terdiri dalam korespondensi antara representasi kognitif dan realitas. Realis cenderung percaya bahwa apa pun yang kita percaya sekarang adalah hanya perkiraan realitas, tetapi bahwa akurasi dan kepenuhan pemahaman dapat ditingkatkan. Dalam beberapa konteks, realisme kontras dengan idealisme.

    ReplyDelete
  11. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Aliran realisme berpandangan bahwa hakikat realitas adalah fisik dan ruh yang bersifat dualistis yaitu hal fisik dan rohani, dalam pendidikan ada subjek yang mengetahui tentang manusia dan alam. Kajian yang mendalam mengenai realisme ini lebih cenderung kepada politik, namun beberapa subjek membahas mengenai pendidikan. Realisme pendidikan dipelopori oleh beberapa orang filosuf diantaranya David Hume, John Stuart Mill. realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu‑satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengannya. Kelompok realis berusaha untuk melakukan hal ini, bukan untuk menafsirkannya menurut keinginan atau kepercayaan yang belum dicoba kebenarannya.

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Realisme merupakan aliran atau gaya yang memandang dunia ini tanpa ilusi, apa adanya tanpa menambah dan mengurangi objek. Realisme berarti kepatuhan kepada fakta dan kepada apa yang terjadi. Bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Akan tetapi dalam filsafat, kata realisme dipakai dalam arti yang lebih teknis. Dalam arti filsafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita.

    ReplyDelete
  14. Fitri ayu Ningtiyas
    16709251037
    PPs P.Mat B UNY 2016

    Realisme peculative merupakan gerakan dalam filsafat kontemporer yang mendefinisikan sendiri realisme metafisik. Selanjutnya, terdapat dua aspek umum dalam realism, pertama berupa aspek yang menyatakan tentang kehidupan. Tabel, batu, bulan, dan sebagainya, mengenai semua yang ada. Aspek kedua realisme menyebutkan tentang dunia sehari-hari mengenai benda makroskopik dan sifat kekhawatiran mengenai kebebasan.

    ReplyDelete
  15. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P.Matematika/A/2016

    Realisme beranggapan bahwa realitas yang ada tidak bergantung pada apa yang kita ketahui dan metode ilmiah adalah cara yang terbaik untuk mendapatkan deskripsi yang akurat dari apa itu dunia dan bagaimana kerjanya. Paham ini berpendapat bahwa objek pengetahuan manusia berada di luar manusia itu sendiri. Paham ini tidak mengenal kehidupan setelah kematian. Dengan demikian paham ini berhubungan erat dengan paham materialisme yang sebagian besar dianut oleh kaum Atheis.

    ReplyDelete
  16. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Istilah realism berasal dari kata Latin realis yang berarti “sungguh-sungguh, nyata benar”. Karena itu, realism berpandangan bahwa objek persepsi indriawi dan pengertian sungguh-sungguh ada, terlepas dari indra dan budi yang menangkapnya karena objek itu memang dapat diselediki, dianalisis, dipelajari lewat ilmu, dan ditemukan hakikatnya lewat ilmu filsafat.

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Realisme menegaskan bahwa sikap common sense yang diterima orang secara luas adalah benar, artinya, bahwa bidang alam atau obyek fisik itu ada, tak bersandar kepada kita, dan bahwa pengalaman kita tidak mengubah watak benda yang kita rasakan.

    ReplyDelete
  18. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Sedikitnya ada tiga aliran dalam realisme modern. Pertama, kecenderungan kepada materialisme dalam bentuknya yang modern. Sebagai contoh, materialisme mekanik adalah realisme tetapi juga materialisme. Kedua, kecenderungan terhadap idealisme. Dasar eksistensi mungkin dianggap sebagai akal atau jiwa yang merupakan keseluruhan organik. James B. Pratt dalam bukunya yang berjudul Personal Realism mengemukakan bahwa bentuk realisme semacam itu, yakni suatu bentuk yang sulit dibedakan dari beberapa jenis realisme obyektif. Ketiga, terdapat kelompok realis yang menganggap bahwa realitas itu pluralistik dan terdiri atas bermacam-macam jenis; jiwa dan materi hanya merupakan dua dari beberapa jenis lainnya.

    ReplyDelete
  19. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Realisme memandang dunia ini dengan kenyataan tanpa mengurangi dan menambah objek yang dilihat. Patuh terhadap apa yang diharapkan merupakan inti dari paham ini. Melihat segala sesuatu secara real kemudian dipersepsikan sesuai dengan apa yang dilihat dan dirasakan.

    ReplyDelete
  20. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Berdasarkan bentuk kata (etimologi) Realisme berasal dari Bahasa Latin ”realis” yang berarti ”sungguh-sungguh atau nyata dan benar”. Realisme adalah filsafat yang menganggap bahwa terdapat satu dunia eksternal nyata yang dapat dikenali. Karena itu, realisme berpandangan bahwa objek persepsi indrawi dan pengertian sungguh-sungguh ada, terlepas dari indra dan budi yang menangkapnya karena objek itu memang dapat diselidiki, dianalisis, dipelajari lewat ilmu, dan ditemukan hakikatnya lewat ilmu filsafat. Para penganut realisme mengakui bahwa seseorang bisa salah lihat pada benda-benda atau dia melihat terpengeruh oleh keadaan sekelilingnnya. Namun, mereka paham ada benda yang dianggap mempunyai wujud tersendiri, ada benda yang tetap kendati diamati .

    ReplyDelete
  21. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Pada dasarnya realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitas. Realisme berbeda dengan materialisme dan idealisme yang bersifat monitis. Realisme berpendapat bahwa hakikat realitas adalah terdiri atas dunia fisik dan dunia rohani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian, yang subjek yang menyadari dan mengetahui disatu pihak dan dipihak lainnya adalah adanya realita diluar manusia yang dapat dijadikan sebagai objek pengetahuan manusia. Realisme merupakan aliran filsafat yang memiliki beraneka ragam bentuk. Kneller membagi realisme menjadi dua bentuk, yaitu : 1) Realisme Rasional, 2) Realisme Naturalis. sehingga bisa dikatakan bahwa Realisme berpendapat bahwa hakikat realitas adalah terdiri atas dunia fisik dan dunia rohani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian, yang subjek yang menyadari dan mengetahui disatu pihak dan dipihak lainnya adalah adanya realita diluar manusia yang dapat dijadikan sebagai objek pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  22. Realisme memandang sesuatu dalam wujud nyata. Ada yang terlihat nyata berwujud dan yang ada dalam pikiran manusia (yang mungkin ada).Keberadaan sesuatu bisa dilihat atau dipegang dan sejenisnya, namun sesuatu benda yang mungkin ada, masih dalam pikiran manusia bisa saja terwujud wujudnya.
    Ketika kita membayangkan pisang goreng, masih dalam pikiran, belum diwujudkan. Namun ketika sudah sampai di warung dan memakan pisang goreng, sudah berujud (Realita).
    Mereka yang berpikiran realisme tentu hanya melihat yang ada saja sebagai fakta. Sesuatu yang masih angan-angan dalam pikiran dikatakan sebagai khayalan, tidak bisa dijadikan alat pembuktian (sebagai fakta).

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  23. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Realisme adalah aliran filsafat yang memandang bahwa dunia materi diluar kesadaran ada sebagai suatu yang nyata dan penting untuk kita kenal dengan mempergunakan intelegensi. Sebagai aliran filsafat, realisme berpendirian bahwa yang ada yang ditangkap pancaindra dan yang konsepnya ada dalam budi itu memang nyata dan realisme hakikat kebenaran itu berada pada kenyataan alam ini, bukan pada ide atau jiwa. Kajian yang mendalam mengenai realisme ini lebih cenderung kepada politik, namun beberapa subjek membahas mengenai pendidikan.

    ReplyDelete
  24. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Realisme merupakan suatu pandangan dalam filsafat yang berarti anggapan bahwa obyek indra kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Realisme menegaskan bahwa sikap common sense yang diterima orang secara luas adalah benar, artinya, bahwa bidang aam atau obyek fisik itu ada, tak bersandar kepada kita, dan bahwa pengalaman kita tidak mengubah watak benda yang kita rasakan (Harold H.Titus, dkk., 1984: 330). Kelompok realis membedakan antara obyek pikiran dan tindakan pikiran itu sendiri.

    ReplyDelete

  25. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    dalam salah satu link diatas dikatakan bahwa realism dapat dipahami sesuai dengan ia merujuk terhadap aspek yang mana. Apakah realism etnografi, realism hukum, realism filosofis, realism dalam gerakan seni, realism seni, atau hubungan internsional. Misal realism etnografi berarti gaya penulisan pengamatan atau penelitian antrop[ology seolah-olah mereka tangan pertama dan upaya menyajikannya secara obyektif tanpa ada refleksi atau bias dari pengamat atau peneliti. Secara sederhana realism berarti kepatuhan terhadap fakta tanpa ada manipulasi. Secara filsafat realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, Seorang realis bangsa Inggris, John Macmurray mengatakan: Kita tidak bisa melpaskan diri dari fakta bahwa terdapat perbedaan antara benda dan ide. Dalam hal ini benda dalah realitas dan ide adalah 'bagaimana benda itu nampak pada kita. Realisme berarti menjadikan benda itu dari real dan ide itu penampakkan benda yang benar atau yang keliru

    ReplyDelete
  26. martin/Rwanda
    pps2016pep B
    Having red about the different terms of philosophy,Realism, at it simplest and most general, is the view that entities of a certain type have an objective reality, a reality that is completely ontologically independent of our conceptual schemes, linguistic practices, beliefs, etc. Thus, entities (including abstract concepts and universals as well as more concrete objects) have an existence independent of the act of perception, and independent of their names

    ReplyDelete
  27. martin/Rwanda
    pps2016pep B
    Having red about the different terms of philosophy,Realism, at it simplest and most general, is the view that entities of a certain type have an objective reality, a reality that is completely ontologically independent of our conceptual schemes, linguistic practices, beliefs, etc. Thus, entities (including abstract concepts and universals as well as more concrete objects) have an existence independent of the act of perception, and independent of their names

    ReplyDelete
  28. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Realisme adalah aliran yang menyatakan bahwa objek-objek yang diketahui adalah nyata dalam dirinya dan tidak bergantung pada yang mengetahui, atau pun pikiran. Dunia ada sebelum dan sesudah pikiran.

    ReplyDelete
  29. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Realisme adalah paham yang memperlihatkan kebenaran dengan menampilkan dalam bentuk karya seni rupa. Di dalam seni rupa adanya usaha untuk menampakkan suatu hal dalam sebuah karya yang ada dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya keinginan atau interpretasi tertentu.

    Dalam annajib (2013) sikap Islam terhadap paham realisme, yakni menerapkan hukum keseimbangan yang berdampak pada kebaikan dunia akhrat dibawah prinsip-prinsip umum sebagai berikut:
    1. kemulyaan manusia di sisi Allah yang menundukan isi langit dan bumi kepada manusia untuk kepentingan manusia.
    2. Tuntutan kepada manusia agar ia mengelola kehidupan di bumi ini dengan melestarikan SDA dan mendayagunakannya untuk kepentingan manusia serta melakukan banyak tugas kewajibannya.
    3. Tuntunan manusia agar manu berpikir dan merenungkan kebesaran Allah lewat ciptaan-Nya
    4. Tuntutan manusia agar berakhlak baik dan mulia kepada Allah dan Rasul-Nya, manusia, alam dan lingkungannya, serta menjauhi perbutan tercela
    5. Memperlakukan alam sekitar tidak dengan merusak atau menghancurkannya tetapi memanfaatkanya untuk kepentingan manusia sendiri dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara menjaga kehormatan manusia dan kelestarian alam.
    6 Islam tetap memberikan kebebasan dalam berpikir, berpendapat, beribadah, bekerja, berkarya, berinteraksi dengan yang lain dengan tetap mengikuti petunjuk dan aturan Islam, yakni tauhidullah.

    Dengan mengikuti prinsip-prinsip di atas, maka manusia akan dapat mewujudkan kesejahteraannya didunia dan diakhirat dan tidak membutuhkan lagi pandangan-pandangan atau pemikiran-pemikiran lain (teori lain yang liberal) kecuali sebagai bahan referensi pengetahuan.

    Sumber:
    An-najib. 2013. Sikap Islam Terhadap Realisme Dan Idealisme. Diakses melalui https://annajib.wordpress.com/2013/07/19/sikap-islam-terhadap-realisme-dan-idealisme/.(online).

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Istilah realisme berasal dari kata latin realis yang berarti “sungguh-sungguh, nyata benar.” Realisme Aristoteles didasarkan pada prinsip bahwa ide-ide (atau bentuk) bisa ada tanpa masalah, tapi tidak peduli bisa eksis tanpa bentuk. Aristoteles menyatakan bahwa setiap bagian materi memiliki sifat universal dan khusus.

    ReplyDelete
  31. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    #Bismillahirrahmanirrahim
    REALISME adalah teori hubungan internasional. Adalah "spektrum ide" yang berpusat pada empat ide utama, yaitu grupisme politik, egoisme, anarki internasional, dan politik kekuasaan. Teori realisme politik berawal dari tulisan-tulisan Thomas Hobbes dan Niccolò Machiavelli, kemudian muncul sebagai pendekatan berbasis hubungan internasional pada masa selang antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

    REALISME KLASIK adalah teori hubungan internasional yang dicetuskan pada era pasca-Perang Dunia II untuk menjelaskan bahwa politik internasional adalah hasil dari sifat manusia. Rasionalitas dianggap sifat manusia sebagai penyebab konflik. REALISME PASCAKLASIK, realisme pascaklasik tidak berasumsi bahwa kekuasaan adalah tujuan akhir, justru kekuasaan memberikan negara fleksibilitas yang tinggi sehingga mampu mencapai tujuan apapun yang dianggap penting oleh negara.

    NEOREALISME DEFENSIF berakar dari Theory of International Politics karya Kenneth Waltz. Waltz berpendapat bahwa struktur sistem internasional yang anarkis mendorong negara untuk mempertahankan kebijakan moderat dan isolasionis demi menciptakan keamanan. Berbeda dengan REALISME OFENSIF, berpendapat bahwa negara ingin memaksimalkan kekuasaan dan pengaruhnya demi meraih keamanan melalui dominasi dan hegemoni.

    Goodin, Robert E. (2010). The Oxford Handbook of International Relations. Oxford: Oxford University Press. p. 132. ISBN 978-0-19-958558-8.

    Jackson, Robert, Sorensen, Georg, Introduction to International Relations: Theories and Approaches, 3rd ed, (2007), p 305

    ReplyDelete
  32. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  33. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    #Bismillahirrahmanirrahim
    Sejarah menjelaskan kepada kita tentang sebab munculnya pemikiran REALISME sampai melahirkan empat kerangka tujuan, yaitu Grupisme politik, Egoisme, Anarki Internasional, dan Politik Kekuasaan. Pada masa selang antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II adalah masa transisi yang membentuk opini atas kekuasaan politik. Atau secara anarkis kita sebut sebagai kejahatan perang. Balas dendam dan motif kekuasaan sebagai dasar yang melatarbelakangi strategi ini.

    Saya meyakini, bahwa sistem dan pemikiran yang dibentuk tidak hilang, saat ini sistem tersebut bahkan melahirkan variansi yang masif, yang substansinya hingga menjadi partikel partikel di dalam tubuh suatu negara. Kekuasaan adalah tujuan, dan kekuasaan adalah tuntutan. Saat ini, politik kekuasaan masih ada, mungkin namanya tidak lagi seperti dahulu, konsepnya bukan seperti perang dunia ke I atau ke II. Motifnya tetap sama, Namun strateginya yang berbeda. Politik kekuasaan sebenarnya masih ada dan menjadi sistem yang mengatas namakan TERORISME, KEADILAN, dan HAK ASASI MANUSIA. Itulah yag terjadi di suriah, iraq, myanmar, bahkan Indonesia. Meskipun demikian, masih ada harapan yang memang murni demi kesejahteraan bagi manusia.

    ReplyDelete
  34. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Realisme berasal dari Bahasa Latin yaitu ”realis” yang berarti ”sungguh-sungguh atau nyata dan benar”. Sehingga dalam filsafat, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu satunya hal yang dapat kita lakukan adalah menjalin hubungan yang baik dengannya. Kelompok realis berusaha untuk melakukan hal ini, bukan untuk menafsirkannya menurut keinginan atau kepercayaan yang belum dicoba kebenarannya.

    ReplyDelete
  35. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Realisme adalah filsafat yang menganggap bahwa terdapat satu dunia eksternal nyata yang dapat dikenali. Karena itu, realisme berpandangan bahwa objek yang dipersepsikan oleh indrawi itu sungguh-sungguh ada. Realisme menganggap bahwa objek itu memang dapat diselidiki, dianalisis, dipelajari lewat ilmu, dan ditemukan terlepas dari indra dan akal yang menangkapnya. Paham ini menuntut manusia untuk menggunakan panca inderanya untuk menangkap langsung apa yang ia lihat. Segala sesuatu yang realisme itu adalah segala sesuatu yang dapat ditangkap menggunakan inderawi manusia.

    ReplyDelete
  36. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Istilah realisme berasal dari kata latin realis yang berarti “sungguh-sungguh, nyata benar.” Sepanjang sejarah, realisme telah memiliki tema umum yang disebut prinsip atau tesis kemerdekaan. Dalam arti umum, realisme berarti kepatuhan kepada fakta, kepada apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Akan tetapi dalam filsafat, kata realisme dipakai dalam arti yang lebih teknis. Dalam arti filsafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  37. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Realisme adalah suatu paham yang memandang bahwa kebenaran itu berada pada kenyataan alam ini (sesuai realita), bukan pada ide atau jiwa (dalam pikiran). Kenyataan hadir dengan sendirinya dan tidak tergantung pada pengetahuan dan gagasan manusia, dan kenyataan dapat diketahui oleh pikiran. Menurut paham ini, pengetahuan itu diperoleh melalui penginderaan dan kebenaran pengetahuan dapat dibuktikan dengan memeriksa kesesuaiannya dengan fakta atau kenyataan.Karena itu para penganut paham realis berpendapat bahwa sebenar-benarnya kebenaran adalah sebuah kenyataan yang benar-benar ada dan teramati

    ReplyDelete
  38. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Realisme dalam filsafat merupakan sudut pandang yang diberikan untuk hal-hal yang diketahui atau dirasakan eksistensi/keberadaannya terlepas dari apakah kita berpikir tentang atau mengamati hal-hal tersebut. Manusia perlu memandang apa yang benar terjadi dalam kehidupannya termasuk apa yang terjadi atas pemikirannya. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi dalam kenyataan.

    ReplyDelete
  39. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Secara umum, realisme adalah kepatuhan kepada fakta, kepada apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Sedangkan dalam arti filsafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita.

    ReplyDelete
  40. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pertanyaan tentang sifat dan masuk akal realisme muncul sehubungan dengan sejumlah besar materi, termasuk etika, estetika, sebab-akibat, modalitas, sains, matematika, semantik, dan dunia sehari-hari benda materi makroskopik dan sifat mereka. Realisme adalah upaya melihat segala sesuatu sebagaimana adanya idealisasi, spekulasi atau idolisasi. Realisme dapat dikatakan menerima fakta-fakta apa adanya. Dalam hal-hal universa, realisme mengambil posisi berlawanan dengan nominalisme. Dalam masalah ketaktergantungan dunia eksternal, realisme bertentangan dengan idealisme.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  41. Realisme adalah aliran filsafat yang memandang bahwa dunia materi diluar kesadaran ada sebagai suatu yang nyata dan penting untuk kita kenal dengan mempergunakan intelegensi. Objek indra adalah real, yaitu benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Menurut realisme hakikat kebenaran itu barada pada kenyataan alam ini, bukan pada ide atau jiwa. Tokoh realisme adalah Aristoteles (384 – 332 SM). Pada dasarnya aliran ini berpandangan bahwa hakekat realitas adalah fisik dan roh, jadi realitas adalah dualistik. Ada 3 golongan dalam realisme, yaitu realisme humanistik, realisme sosial, dan realisme yang bersifat ilmiah.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  42. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Realisme berpandangan bahwa objek-objek indera adalah nyata (real) dan berada sendiri tanpa bersandar kepada pengetahuan lain atau kesadaran akal. Dalam perspektif epistimologi maka aliran realisme hendak menyatakan bahwa pemahaman subjek ditentukan atau dipengaruhi oleh objek. Realisme cenderung untuk menganggap akal sebagai salah satu dari beberapa benda yang keseluruhannya dinamakan alam dan juga penekanan bahwa dunia luar berdiri sendiri dan tidak tergantung pada subjek.

    ReplyDelete
  43. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Aliran realisme menyatakan bahwa pengetahuan seseorang diperoleh lewat sensasi dan abstraksi. Dalam kaitan dengan nilai, pandangan Realisme menyatakan bahwa nilai bersifat absolut, abadi namun tetap mengikuti hukum alam yang berlaku. pendidikan sebenarnya dimaksudkan sebagai kajian atau pembelajaran disiplindisiplin keilmuan yang melaluinya kemudian kita mendapatkan definisi-definisi dan juga pengklasifikasiannya.

    ReplyDelete
  44. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengannya. Realisme menegaskan bahwa sikap common sense yang diterima orang secara luas adalah benar, artinya, bahwa obyek fisik itu ada, tak bersandar kepada kita, dan bahwa pengalaman kita tidak mengubah watak benda yang kita rasakan.

    ReplyDelete
  45. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Dengan memasuki abad ke-20,realisme muncul,khususnya di Inggris dan Amerika Utara. Real berarti yang aktual atau yang ada,kata tersebut menunjuk kepada benda‑benda atau kejadian-kejadian yang sungguh-sungguh, artinya yang bukan sekadar khayalan atau apa yang ada dalam pikiran. Real menunjukkan apa yang ada. Reality adalah keadaan atau sifat benda yang real atau yang ada,yakni bertentangan dengan yang tampak. Dalam arti umum, realisme berarti kepatuhan kepada fakta, kepada apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Akan tetapi dalam filsafat, kata realisme dipakai dalam arti yang lebih teknis.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id