Dec 1, 2012

PRAGMATISM

Ass Wr Wb

Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PRAGMATISM, bisa cermati link berikut:






Wss Wr Wb

Marsigit

34 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Pragmatis merupakan sebuah konsep yang lebih mementingkan sisi kepraktisan daripada sisi manfaat. Dengan kata lain pragmatis lebih mementingkan hasil akhir daripada nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Pragmatisme dalam perkembangannya mengalami perbedaan kesimpulan walaupun berangkat dari gagasan asal yang sama. Kendati demikian, ada tiga patokan yang disetujui aliran pragmatisme yaitu, (1) menolak segala intelektualisme, dan (2) absolutisme, serta (3) meremehkan logika formal.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Didapat dari jurnal Juan Pablo Serra bahwa “pragmatists include projection (Faerna 1996: 92) within the ambit of experience; that is to say, experience has value not only as a starting point for our concepts, but also, above all, as that which makes possible new courses of action.” Ini yang menjadi pendirian para kaum pragmatis bahwa dalam etika yang baik adalah yang dapat dilaksanakan dan dipraktekkan. Lebih memprioritaskan tindakan daripada pengetahuan dan ajaran.
    Pragmatisme menjadi paham yang egois karena dapat dipraktekkan, dilaksanakan, mendatangkan dampak positif, dan manfaat merupakan unsur yang mudah menjadi unsur pribadi. Karena itu, unsur itu dapat hanya praktis, mudah dilaksanakan, berdampak positif serta bermanfaat dari pandangan subjektif dan dari segi pandang diri sendiri

    ReplyDelete
  3. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Aliran yang mengukur kebenaran suatu ide dengan kegunaan praktis yang dihasilkannya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kebenaran sebuah ide diukur dengan kesesuaian ide itu dengan realitas, atau dengan standar-standar yang dibangun di atas ide dasar yang sudah diketahui kesesuaiannya dengan realitas.
    Bisa berarti segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang menekankan pengamatan penyelidikan dengan eksperimen (tindak percobaan) serta kebenaran yang mempunyai akibat-akibat yang memuaskan. Atau secara sederhana, pragmatism adalah pemikiran itu menuruti tindakan.
    Dalam pragmatisme, kebenaran relatif adalah tidak mutlak. Pandangan ini menganggap bahwa kriteria kebenaran adalah; apakah sesuatu itu memiliki kegunaan nyata.

    ReplyDelete
  5. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Sebagai aliran filsafat, pragmatism berpendapat bahwa pengetahuan dicari bukan sekadar untuk demi tahu, melainkan untuk mengerti masyarakat dunia. Pragmatism lebih memprioritaskan tindakan daripada pengetahuan dan ajaran; dan kenyataan pengalaman hidup di lapangan daripada prinsip muluk-muluk yang melayang diudara. Pragmatism sebagai aliran filsafat dan paham etis bukan tanpa kelemahan. Akan tetapi, pandangannya untuk saat tertentu, situasi hidup, dan keadaan masyarakat tertentu dapat menggelitik dan digunakan sebagai unsur pertanyaan kritis.

    ReplyDelete
  6. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Kata ini sering sekali diucapkan orang yang biasanya dipahami dengan pengertian praktis.
    Maka pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar adalah apa saja yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan akibat-akibat yang bermanfaat secara praktis.Pegangan pragmatisme adalah logika pengamatan. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu, asal saja membawa akibat yang praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi diterimanya, asal bermanfaat, bahkan kebenaran mistis dipandang sebagai berlaku juga, asal kebenaran mistis membawa akibat praktis yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang memiliki pandangan bahwa kebenaran dilihat dari akibatnya, dengan tidak mempedulikan niat dan prosesnya, yang penting adalah akibatnya itu menyenangkan atau berguna. Sebagai contoh dalam suatu ulangan seorang siswa mencontek temannya, sehingga hasil akhir ujiannya adalah sangat baik. Tindakan tersebut adalah benar karena akibatnya mendapat nilai yang baik, meski niat dan prosesnya tidak sehat. Pandangan pragmatisme tidak melihat sesuatu sebagai suatu sistem, namun dari unsur-unsurnya. Sehingga jika pandangan sesungguhnya orang yang mendapat nilai baik dengan jalan mencontek merugi, namun dalam pandangan pragmatisme menyontek adalah hal yang terpisah dari nilai yang baik. Nilai baik adalah unsur yang sudah tiada kaitannya dengan mencontek, nilai baik tetaplah bermanfaat meski dengan mencontek.

    ReplyDelete
  8. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Pragmatisme berasal dari kata Yunani, yaitu pragma yang berarti guna. Pragmatisme merupakan aliran yang menganut bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat akibat-akibat yang bermanfaat secara praktis. Menurut pandangan pragmatisme, segala sesuatu dapat diterima asalkan bermanfaat bagi kehidupan. Aliran ini uga menekankan pada praktik dalam mengadakan pembuktian pembenaran dari sesuatu hal yang dapat dilihat dari tindakannya yang praktis atau dari segi kegunaan. Oleh karena itu, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.

    ReplyDelete
  9. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs-S3 PEP A 2016

    Berdasarkan Stanford Encyclopedia of Philosophy, Pragmatis merupakan filsafat tradisional yang berasal dai USA sekitar tahun 1870. Pragmatisme disajikan sebagai 'filosofi yang bersifat mediasi' yang memungkinkan kita untuk mengatasi perbedaan antara pikiran yang lembut atau tender minded dan pikiran yang keras atau tough minded. Pragmatism memperjelas pemahaman kita tentang kebenaran, kehendak bebas, atau perselisihan yang terjadi akibat keyakinan agama- dimana kita putus asa menyelesaikannya secara intelektual, berangsur-angsur mulai menghilang. Pragmatisme penting karena menawarkan cara mengatasi dilema, cara melihat sesuatu, misalnya, ilmu pengetahuan, moralitas dan agama tidak berada dalam persaingan.

    ReplyDelete
  10. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani yaitu pragma yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatis sendiri berarti bersifat praktis dan berguna bagi umum, bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kebermanfaatan mengenai nilai-nilai praktis. Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi, kebenaran mistis semua bisa diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan asalkan membawa akibat yang praktis dan bermanfaat. Dengan demikian, patokan pragmatisme adalah manfaat bagi kehidupan yang praktis.

    ReplyDelete
  11. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani “ Pragma” yang berarti perbuatan ( action) atau tindakan (practice). Isme sendiri berarti ajaran atau paham. Dengan demikian Pragmatisme itu berarti ajaran yang menekankan bahwa pemikiran itu menuruti tindakan.
    Pragmatisme merupakan cabang ilmu filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu. Sehingga, kebenaran itu dapat dimanfaatkan sebagai ilmu oleh manusia. Gagasan menjadi benar jika ada hasilnya yang bisa dimanfaatkan secara umum.

    ReplyDelete
  12. Sesuai dengan coraknya yang sekuler, pragmatisme tidak mudah percaya pada sesuatu yang telah dikatakan benar. Pragmatism, tidak mudah percaya dan menerima apabila terbukti kebenarannya lewat pembuktian yang praktis sehingga pragmatisme tidak mengakui adanya sesuatu yang sakral dan mitos, Dengan coraknya yang terbuka, kebanyakan kelompok pragmatisme merupakan pendukung terciptanya demokratisasi, kebebasan manusia dan gerakan-gerakan progresif dalam masyarakat modern. Sehingga, apa yag sudah ada akan dibuktikan kembali kebenarannya agar sesuatu tersebut adalah hal yang benar

    ReplyDelete
  13. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis.Filosuf yang terkenal sebagai tokoh filsafat pragmatisme adalah William James dan John Dewey.Seperti dengan aliran-aliran filsafat pada umumnya, pragmatisme juga memiliki kekuatan dan kelemahan sehingga menimbulkan kritik-kritik terhadap aliran filsafat ini. Para pragmatis selalu menolak jika filsafat mereka dikatakan berlandaskan suatu pemikiran metafisik sebagaimana metafisika tradisional yang selalu memandang bahwa dalam hidup ini terdapat sesuatu yang bersifat absolute dan berada di luar jangkauan pengalaman-pengalaman empiris. Dari itu, bagi mereka seandainya pun realitas adikodrati memang ada, mereka berasumsi bahwa manusia tidak akan mampu mengetahui hal itu.

    ReplyDelete
  14. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Pragmatisme sebagai tradisi filsafat yang dimulai di Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Charles Sanders Peirce, umumnya dianggap pendirinya, kemudian dijelaskan dalam pepatah pragmatis. Pragmatisme menolak gagasan bahwa fungsi pikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau cermin realitas. Sebaliknya, pragmatis mempertimbangkan pikir instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan.

    ReplyDelete
  15. 369. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Pragmatis berpendapat bahwa kebanyakan filosofis topik-seperti sifat pengetahuan, bahasa, konsep, makna, kepercayaan, dan ilmu-semua terbaik dilihat dari segi manfaat praktis dan keberhasilan. Filsafat pragmatisme "menekankan aplikasi praktis dari ide-ide dengan bertindak pada mereka untuk benar-benar menguji mereka dalam pengalaman manusia". Pragmatisme berfokus pada "mengubah alam semesta daripada satu yang tidak berubah sebagai Idealis, Realis dan Thomis mengklaim"

    ReplyDelete
  16. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Dalam pandangan pragmatism kebenaran bersifat relative atau tidak mutlak. Hal ini dikarenakan sesuatu konsep atau peraturan atau kebenaran terbukti berguna bagi masyarakat tertentu tetapi tidak terbukti memberikan kegunaan bagi masyarakat yang lain. Sehingga konsep kebenaran hanya bersifat subjektif yang dibenarkan oleh masyarakat yang merasakan kebenaran atau nilai gunanya. Misalnya berenang dilaut dapat menyenangkan orang tertentu tetapi juga dapat membahayakan orang yang lain.

    ReplyDelete
  17. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Mungkin sesuatu konsep atau peraturan sama sekali tidak memberikan kegunaan bagi masyarakat tertentu, tetapi terbukti berguna bagi masyarakat yang lain. Maka konsep itu dinyatakan benar oleh masyarakat yang kedua.

    ReplyDelete
  18. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Di bidang etika kaum pragmatis berpendapat bahwa yang baik adalah yang dapat dilaksanakan dan dipraktekkan, mendatangkan yang positif dan kemajuan hidup. Karena itu, baik buruknya perilaku dan cara hidup dinilai atas dasar praktisnya, akibat tampaknya, dan dampak positif, manfaatnya bagi orang bersangkutan dan dunia sekitarnya. Usaha etis adalah mencari gagasan dan teori yang dapat dilaksanakan serta membawa akibat nyata dan positif dalam kehidupan. Di luar itu, usaha etis merupakan usaha yang sia-sia.

    ReplyDelete
  19. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani yaitu “pragma” yang berarti tindakan atau action dan isme merujuk pada cara berpikir atau suatu aliran berpikir. Dengan demikian filsafat pragmatisme beranggapan bahwa pikiran itu mengikuti tindakan. Filsafat pragmatisme secara umum dipandang berupaya menengahi pertikaian idealisme dan empirisme serta berupaya melakukan sintesis antara keduanya. Pragmatisme mendasarkan dirinya pada metode filsafat yang memakai sebab-sebab praktis dari pikiran serta kepercayaan sebagai ukuran untuk menetapkan nilai dan kebenaran.

    ReplyDelete
  20. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Teori pragmatis menyatakan bahwa 'apa yang benar adalah apa yang berfungsi, jadi dapat dikatakan bahwa Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan kata lain, sesuatu tidak dipandang dari kebenaran objektif dari hal tersebut, melainkan bagaimana kebergunaannya bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  21. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata.
    Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Mungkin sesuatu konsep atau peraturan sama sekali tidak memberikan kegunaan bagi masyarakat tertentu, tetapi terbukti berguna bagi masyarakat yang lain. Maka konsep itu dinyatakan benar bagi masyarakat tertentu dan dinyatakan tidak benar oleh masyarakat yang lainnya.....

    ReplyDelete
  22. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Tentang aliran Pragmatisme ini,William James dalam bukunya The Meaning of The Truth, mengemukakan bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak, yang berlaku secara umum, yang bersifat tetap, yang berdiri sendiri dan terlepas dari segala akal yang mengenal, melainkan yang ada hanya kebenaran-kebenaran ‘plural’yaitu kebenaran yang didapat memalui dalam pengalaman-pengalaman khusus dan setiap kali dapat diubah oleh pengalaman berikutnya....

    ReplyDelete
  23. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Pragmatism is a late 19th Century and early 20th Century school of philosophy which considers practical consequences or real effects to be vital components of both meaning and truth. At its simplest, something is true only insofar as it works. However, Pragmatism is not a single philosophy, and is more a style or way of doing philosophy.

    ReplyDelete
  24. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.[1] Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.[2]
    Hai lni sejalan dengan penjelasan salah satu link diatas (https://www.britannica.com/topic/pragmatism-philosophy) didasarkan pada prinsip bahwa kegunaan, pengerjaan, dan kepraktisan ide, kebijakan, dan proposal adalah kriteria prestasi mereka. Ini menekankan prioritas tindakan atas doktrin, pengalaman lebih dari prinsip-prinsip tetap, dan menyatakan bahwa ide-ide meminjam arti mereka dari konsekuensi mereka dan kebenaran mereka dari verifikasi. Dengan demikian, ide dasarnya instrumen dan rencana aksi. Pragmatism mengancam nilai-nilai social keagamaan yang kita anut.

    ReplyDelete
  25. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah sesuatu yang dapat memberikan akibat atau hasil yang bermanfaat secara praktis. Sehingga, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting, melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan tersebut. Jadi pragmatism memandang bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah apakah sesuatu tersebut memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  26. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Menurut pragmatisme, yang dbutuhkan manusia sekarang bukan hal-hal yang berupa metafisika, tetapi hal-hal yang langsung dapat dirasakan kemanfaatannya bagi manusia (kegunaan praktis). Itulah makna sesungguhnya dari pragmatis. Jadi, inti dari ajaran pragmatisme adalah segala sesuatu akan bernilai benar jika sesuatu itu dapat direalisasikan dan dirasakan langsung keberadaan maupun manfaatnya oleh manusia.

    ReplyDelete
  27. Dalam Pragmatisme, aspek Logika pengalaman sangat dipentingkan. Segala sesuatu yang digagas, ide atau pendapat tidak hanya sampai pada tataran teori semata. Semua gagasan diuji dalam implementasinya. Bagi aliran Pragmatis, teori akan bermanfaat bila mendatangkan manfaat pada penerapannya.
    Dalam kehidupan sosial masyarakat, yang diutamakan masyarakat adalah sejauhmana kebijakan dapat dirasakan manfaatnya, bukan sekedar sebuah dokumen yang hanya dibaca.
    Tidak sedikit kebijakan yang dibuat hanya sampai pada taraf dokumentatif bukan aplikatif, akibatnya adalah timbul ketidakpercyaan masyarakat pada kebijakan pemerintah.
    Sehingga menurut saya, aliran Pragmatis ini muncul sebagai akibat dari adanya teori yang tidak aplikatif, sehingga dituntut adanya gagasan yang lebih implementatif dalam kehidupan manusia.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  28. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Mungkin sesuatu konsep atau peraturan sama sekali tidak memberikan kegunaan bagi masyarakat tertentu, tetapi terbukti berguna bagi masyarakat yang lain. Penganut pragmatisme menaruh perhatian pada praktek. Mereka memandang hidup manusia sebagai suatu perjuangan untuk hidup yang berlangsung terus-menerus yang di dalamnya terpenting adalah konsekuensi-konsekuensi yang bersifat praktis. Konsekuensi-konsekuensi yang bersifat praktis tersebut erat hubunganya dengan makna dan kebenaran.

    ReplyDelete
  29. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Filsafat adalah kegiatan berpikir. Kegiatan berpikir dalam filsafat itu relatif tergantuk subjek, objek, ruang dan waktu. Kita tidak bisa menyimpulkan pemikiran kita yang paling benar. Apa yang menurut kita benar belum tentu benar di pikiran orang lain.

    ReplyDelete
  30. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Aliran yang dimulai di Amerika Serikat oleh Charles Sanders Peirce sekitar tahun 1870 ini menolak gagasan bahwa fungsi pikiran adalah untuk menggambarkan & mewakili. Mereka lebih mempertimbangkan tentang alat untuk memprediksi, memecahkan masalah, dan melakukan tindakan untuk mengungkapkan ide-ide yang ada agar dapat diuji kebenarannya.

    ReplyDelete
  31. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Untuk mengukur kebenaran suatu konsep, kita harus mempertimbangkan apa konsekuensi logis penerapan konsep tersebut. Keseluruhan konsekuensi itulah yang merupakan pengertian konsep tersebut. Jadi, pengertian suatu konsep ialah konsekuensi logis itu. Bila suatu konsep yang dipraktekkan tidak mempunyai akibat apa-apa, maka konsep itu tidak mempunyai pengertian apa-apa. Tindakan atau action atau dikenal dengan pragmatisme sebagai pandangan terhadap kebenaran dalam membuat keputusan.

    ReplyDelete
  32. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Seseorang yang ingin membuat hari depan, ia harus membuat kebenaran, karena masa depan bukanlah sesuatu yang sepenuhnya ditentukan oleh masa lalu (Kattsoff, 1992:130). Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan. Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Istilah pragmatisme disampaikan pertama kali oleh Charles Peirce, dalam artikelnya berjudul “How to Make Our Ideas Clear”

    ReplyDelete
  33. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dalam pendidikan, kehidupan di kelas ketika belajar harus disadari sebagai bagian dari pengalaman hidup, bukan bagian dari persiapan untuk menjalani hidup. Pelajar menghadapi problem yang menyebabkan lahirnya tindakan dari pemikiran yang relative. Di sini kecerdasan disadari akan melahirkan pertumbuhan dan pertumbuhan akan membawa mereka di dalam beradaptasi dengan dunia yang berubah. Maka kebenaran tindakan sebagai pendidik merancang suatu tindakan yang mengedepankan tujuan belajar yang sesuai.

    ReplyDelete
  34. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Pragmatisme merupakan suatu paham yang mengajarkan tentang pembuktian kebenaran melalui dirinya dengan yang melihat kepada akibat-akibat atau hasil yang bermanfaat secara praktis. Jadi, bukan kebenaran obyektif dari pengetahuan yang penting tetapi berfokus kepada kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.
    Adapun dalam praktiknya, pragmatisme melanda sebagian besar partai politik yang ada dalam sistem sekarang. Akibat dari pandangan ini, solusi permasalahan negara tidak lagi dipandang sebagai suatu hal yang urgen. Melainkan, bagaimana cara agar partai politik tersebut dapat menduduki kursi pemerintahan selama dalam periode tertentu. Pragmatisme juga merambat dari segala kalangan baik intelektual kamus maupun masyarakat awam. Selain itu, sikap pragmatisme akan terus terjadi jika masyarakat belum diedukasi tentang bagaimana cara mendapatkan metode berpikir yang benar. Pengedukasian ini tentu harus dilakukan oleh negara, karena ia memiliki porsi yang besar dalam mengubah pandangan masyarakatnya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id