Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

87 comments:

  1. Berdasarkan sumber yang saya baca positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete
  2. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari. Begitu pula yang dikemukakan oleh Prof. Dr. R. F. Beerling (1961:84), bahwa akar utama dalam neo-positivisme terletak dalam perkembangan ilmu pasti dan ilmu alam modern. Perkembangan ini memperlihatkan kecenderungan ke arah ketelitian logika dan pendasaran dengan aksioma-aksioma. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur melalui metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan eksperimen dan ukuran-ukuran.

    ReplyDelete
  3. Agusti Eka Dyah Larasati
    12313244015
    Pendidikan Matematika (int)

    Istilah positivisme dikenalkan Aguste Comte dari kata positif yang artinya factual. Menurut positivisme pengetahuan kita tidak boleh melebihi fakta-fakta. Fakta adalah satu-satunya unsur yang dianggap membangun pengetahuan. Aliran ini juga dikembangkan atau dimasukkan dalam agama dan bahkan digunakan untuk menggeser agama.

    ReplyDelete
  4. Trisylia Ida Pramesti

    “Ism” berarti pusatnya. Sehingga jika terdapat kata positivism maka yang menjadi pusat yaitu paham positiv. Dimana paham ini merupakan paham yang dikembangkan oleh Augurt Comte. Disini terdapat paham dimana untuk membangun dunia maka sesuatu itu yeng bisa dibuktikan dan dilihat oleh mata sendiri. Maka muncullah metode saintifik metode penemuan atau ilmiah. Sehingga apa apa yang tidak ilmiah dianggap tidak benar. Maka disinilah bahayanya bahwa agama pun dianggap tidak penting dan tak rasional. Maka sebenarnya dalam belajar menggunakan metode ini hanya belajar 1/3 dunia saja. Sehingga yang perlu diperhatikan oleh guru yaitu untuk mengimbangi agar fenomena comte tak banyak terjadi di Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Mu'ahid Nur Rahman
    12301241034
    Pendidikan Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Menurut sumber yang saya baca positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Tokoh positivisme adalah Aguste Compte. Positivisme memandang dunia ini hanya dari pengetahuan atau ilmiah.
    Wassalamu'alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  6. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Positivism merupakan salah satu pandangan tentang sosiologi yang dapat dijelaskan dengan cara-cara ilmiah seperti halnya penjelasan saintifik dalam ilmu alam. Positivism juga dapat diartikan bahwa suatu hal yang dapat diterima kebenarannya apabila terbukti secara ilmiah.

    ReplyDelete
  7. Putri Solekhah
    12313244008
    Pend. Matematika Inter.


    Menurut Ludwig Witt positivis logis mengidentifikasi prinsip pemastian atau kriteria kebermaknaan kognitif. Dengan demikian,disimpulkan bahwa hanya ilmiah dan kognitif yang bermakna.

    ReplyDelete
  8. Winda Nur Akhadya
    12313244029
    P Mat Int 2012

    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

    ReplyDelete
  9. Winda Nur Akhadya
    12313244029
    P Mat Int 2012

    Para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme , naturalisme, filsafat dan empirisme. Positivisme dicetuskan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte. Comte percaya bahwa dalam alam pikiran manusia melewati tiga tahapan historis yaitu teologi, metadisik, dan ilmiah.

    ReplyDelete
  10. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Istilah positivism pertama kali digunakan oleh Auguste Comte, seseorang yang disebut sebagai Bapak Sosiologi. Orang-orang yang berpegang pada positivism atau disebut positivist beranggapan bahwa masalah-masalah sosial di lingkungan, dapat dicari penyelesaiannya dengan menggunakan metode ilmiah, sedangkan anti-positive menyatakan bahwa hal ini sangat susah diterapkan, mengingat manusia adalah makhluk hidup yang dapat berpikir. Jika mereka menyadari bahwasanya mereka sedang diamati maka perilaku mereka bisa berubah. Sedikit banyak saya setuju dengan pendapat ini. Sederhananya, para siswa yang sedang ujian, jika mereka sadar mereka diawasi maka mereka akan bersikap tenang, tetapi jika mereka tahu mereka di luar pengawasan maka, mereka mulai bertindak “gelisah”.

    ReplyDelete
  11. Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Upaya penelitian, dalam hal ini adalah untuk mengungkapkan kebenaran realitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan.

    ReplyDelete
  12. Menurut Emile Durkheim (1982:59) bahwa objek studi sosiologi adalah fakta sosial (social-fact): Fakta sosial yang dimaksud meliputi: bahasa, sistem hukum, sistem politik, pendidikan, dan lain-lain. Sekalipun fakta sosial berasal dari luar kesadaran individu, tetapi dalam penelitian positivisme, informasi kebenaran itu ditanyakan oleh penelitian kepada individu yang dijadikan responden penelitian. Untuk mencapai kebenaran ini, maka seorang pencari kebenaran (penelitian) harus menanyakan langsung kepada objek yang diteliti, dan objek dapat memberikan jawaban langsung kepada penelitian yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  13. Penganut paham positivism berpikir bahwa satu-satunya pengetahuan yang layak diakui adalah pengetahuan alam. Paham ini menolak pengetahuan yang bersifat spekulasi. Pengetahuan ini mendukung para kaum saintis dalam mencapai tujuan ilmunya.

    ReplyDelete
  14. Fitriani
    15709251067
    PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015
    Positivusme merupakan suatu paham yang dalam “pencapaian kebenarannya” bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. oleh karena itu positivisme berasal dari kejadian atau fenomena alam yang terjadi yang telah dapat dilihat dengan kasat mata. mengembangkan budaya positivisme merupakan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdasarkan kejadian positif-positif saja.
    wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  15. Pratama Wahyu Purnama

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia.

    ReplyDelete
  16. Menurut Ludwig Witt positivis logis mengidentifikasi prinsip pemastian atau kriteria kebermaknaan kognitif. Dengan demikian,disimpulkan bahwa hanya ilmiah dan kognitif yang bermakna.

    ReplyDelete
  17. Para penganut paham positivisme meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme , naturalisme, filsafat dan empirisme. Positivisme dicetuskan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte. Comte percaya bahwa dalam alam pikiran manusia melewati tiga tahapan historis yaitu teologi, metadisik, dan ilmiah

    ReplyDelete
  18. Kata Positivisme merupakan turunan dari kata positive. Dalam filsafat, positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, positivisme berarti aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Sesuatu yang maya dan tidak jelas dikesampingkan, sehingga aliran ini menolak sesuatu seperti metafisik dan ilmu gaib dan tidak mengenal adanya spekulasi. Aliran ini berpandangan bahwa manusia tidak pernah mengetahui lebih dari fakta-fakta, atau apa yang nampak, manusia tidak pernah mengetahui sesuatu dibalik fakta-fakta. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari. Begitu pula yang dikemukakan oleh Prof. Dr. R. F. Beerling (1961:84), bahwa akar utama dalam neo-positivisme terletak dalam perkembangan ilmu pasti dan ilmu alam modern. Perkembangan ini memperlihatkan kecenderungan ke arah ketelitian logika dan pendasaran dengan aksioma-aksioma.

    ReplyDelete
  19. Positivisme merupakan aliran filsafat yang dikemukakan oleh Auguste Comte. Menurutnya, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia berdasarkan sains. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang menganut paham positivisme berpandangan bahwa ilmu alam adalah satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan tidak ada hubungannya dengan hal-hal metafisik.

    Nurul_PMB_2015

    ReplyDelete
  20. Rydlo Ega Putra
    12313244028
    Pend. Matematika (i) 2012

    Positivisme Pelopor utama positivisme adalah Auguste Comte. Menurut Comte pemikiran manusia dapat dibagi kedalam tiga tahap, yaitu tahap
    teologis, Metafisis,dan Positif-ilmiah. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktual-fisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode scientific yang ketat.

    ReplyDelete
  21. Positivisme dalam sekte verificationism adalah pengetahuan teoritis yang kuat menggabungkan semua pengetahuan tentang pengalaman-dengan sensorik logika matematika dan linguistik yang laporan ilmiah dapat meyakinkan terbukti palsu atau benar berbasis empirisme.

    ReplyDelete
  22. Kartina Purnamasari
    12301241017
    Pendidikan Matematika A 2012
    Filsafat Pendidikan

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  23. Diah Hapsari Widyarini
    12301241026
    Pend. Matematika 2012

    Positivisme merupakan aliran filsafat yang memandang segala sesuatu harus jelas, logis, rasional, dapat dibuktikan, dan diuji secara ilmiah melalui observasi. Tokoh positivisme adalah Auguste Comte. Ia beranggapan bahwa untuk membangun dunia caranya dengan menggunakan metode positif atau saintifik. Lebih jauh, bagi kaum positivisme, untuk memperoleh pengetahuan tidak hanya menggunakan indra, tetapi juga harus diperkuat dengan alat bantu melalui eksperimen.

    ReplyDelete
  24. Paham positivisme merupakan paham yang dikembangkan oleh Augurt Comte. Disini terdapat paham dimana untuk membangun dunia maka sesuatu itu yeng bisa dibuktikan dan dilihat oleh mata sendiri. Maka muncullah metode saintifik metode penemuan atau ilmiah. Sehingga apa apa yang tidak ilmiah dianggap tidak benar. Maka disinilah bahayanya bahwa agama pun dianggap tidak penting dan tak rasional. Maka sebenarnya dalam belajar menggunakan metode ini hanya belajar 1/3 dunia saja. Sehingga yang perlu diperhatikan oleh guru yaitu untuk mengimbangi agar fenomena comte tak banyak terjadi di Indonesia.

    ReplyDelete
  25. Isti Handayani
    12301241045
    Pend. Matematika 2012

    Positivisme muncul dalam menanggapi ketidakmampuan filsafat spekulatif (misalnya Klasik Jerman Idealisme) untuk memecahkan masalah filosofis yang timbul sebagai akibat dari perkembangan ilmiah. Positivisme didirikan oleh Auguste Comte, yang memperkenalkan istilah "positivisme". Teori ini muncul untuk merubah kepercayaan masyarakat menjadi berdasarkan ilmu pengetahuan. Salah satunya ketika menyelesaikan logika ilmu pengetahuan dengan matematika.

    ReplyDelete
  26. Menurut sumber yang saya dapatkan, saya mendapatkan bahwa positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris.

    ReplyDelete
  27. Paham ini mirip dengan paham nominalisme yang menolak metafisik. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan. menurut saya metafisika sebenarnya perlu juga diyakini akan tetapi tidak semuanya, hanya kejadian yang mungkin aka saja yang kita percayai dan sesuatu yang disebutkan dalam Kitab Suci.

    ReplyDelete
  28. Istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  29. dari beberapa referensi diatas mengungkapkan Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan impian, atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia.

    ReplyDelete
  30. Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk

    ReplyDelete
  31. Comte adalah tokoh aliran positivisme yang paling terkenal. Kamu positivis percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan. Aliran ini tentunya mendapat pengaruh dari kaum empiris

    ReplyDelete
  32. Pengertian Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita

    ReplyDelete
  33. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete
  34. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu – satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari.

    ReplyDelete
  35. positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  36. Positivisme adalah bahwa ilmu merupakan satu-satunya pengetahuan yang valid, dan fakta-fakta sajalah yang dapat menjadi obyek pengetahuan.Dengan demikian, positivisme menolak keberadaan segala kekuatan atau subyek dibelakang fakta, menolak segala penggunaan metoda diluar yang digunakan untuk menelaah fakta

    ReplyDelete
  37. Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Aliran positivism adalah aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Jadi pada dasarnya positivism sama dengan empirisme ditambah rasionalisme.

    ReplyDelete
  38. Menurut sumber-sumber yang saya baca, positivism berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Aliran positivism adalah aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran.

    ReplyDelete

  39. Menurut Emile Durkheim (1982:59) bahwa objek studi sosiologi adalah fakta sosial (social-fact): Fakta sosial yang dimaksud meliputi: bahasa, sistem hukum, sistem politik, pendidikan, dan lain-lain. Sekalipun fakta sosial berasal dari luar kesadaran individu, tetapi dalam penelitian positivisme, informasi kebenaran itu ditanyakan oleh penelitian kepada individu yang dijadikan responden penelitian. Untuk mencapai kebenaran ini, maka seorang pencari kebenaran (penelitian) harus menanyakan langsung kepada objek yang diteliti, dan objek dapat memberikan jawaban langsung kepada penelitian yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  40. Rahma Dewi Indrayanti
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    12301241013
    Filsafat Pendidikan Matematika
    Positivisme adalah paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws).

    ReplyDelete
  41. Positivism adalah salah satu pandangan tentang sosiologi yang dapat dijelaskan dengan cara-cara ilmiah seperti halnya penjelasan saintifik dalam ilmu alam. Positivism juga dapat diartikan bahwa suatu hal yang dapat diterima kebenarannya apabila terbukti secara ilmiah.

    ReplyDelete
  42. Positivisme adalah paham yang mendasari adanya metode saintifik dalam pembelajaran. Positivisme adalah paham filsafat yang menganggap bahwa pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan yang ilmiah, yang mana pengetahan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif dari teori-teori melalui metode ilmiah. Positivisme itu muncul karena menanggapi ketidakmampuan filsafat spekulatif untuk memecahkan masalah filosofis yang timbul sebagai akibat dari perkembangan ilmiah.

    ReplyDelete
  43. Tangguh Yudho Pamungkas
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    12301241021

    Terimakasih atas banyak link yang bapak berikan, semoga dapat saya jadikan bekal untuk menjadi calon pendidik dan pengajar ke depannya. Sudah kita ketahui bersama bahwa kita harus mempunyai banyak bekal untuk menjadikan siswa-siswi kita paham dengan materi yang akan kita ajarkan.


    Terimakasih

    ReplyDelete
  44. Tangguh Yudho Pamungkas
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    12301241021

    Dari postingan bapak, sedikit yang saya ketahui bahwa Positivisme adalah paham yang mendasari adanya metode saintifik dalam pembelajaran.


    Terimakasih

    ReplyDelete
  45. Positifisme sekarang merupakan istilah umum untuk posisi filosofis yang menekanakan aspek faktual pengetahuan, khususnya pengetahuan ilmiah dan umumnya positivisme berupaya menjabarkan pernyataan-pernyataan faktual pada suatu landasan pencerapan (sensasi). Atau dengan kata lain, positivime merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu-ilmu alam (empiris) sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak nilai kognitif dari studi filosofis atau metafisik.

    Edi Wahyudi_15709251086
    PPS_PMat_B_2015

    ReplyDelete
  46. Pelopor positivsm adalah Auguste Comte. Positivsm adalah pandangan filsafat mengenai kehidupan dunia yang erat hubungannya dengan sains. Pengikut paham ini meyakini bahwa terdapat sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam. Hal ini didasari karena kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam. Sehingga ilmu sosial harus menggunakan ilmu alam untuk dapat maksimal diterapkan di masyarakat dengan mengandalkan bukti-bukti konkrit dan ilmiah menurut pandangan manusia.

    ReplyDelete
  47. Secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi .Menurut Comte, ilmu pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-fakta karena positivisme menolak metafisisme. Bagi Comte, menanyakan hakekat benda-benda atau penyebab yang sebenarnya tidaklah mempunyai arti apapun.

    ReplyDelete
  48. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Penganut filsafat ini salah satunya adalah August Compte.

    ReplyDelete
  49. ERIF AHDHIANTO
    15703261018
    IP DIKDAS 2015
    Positivisme merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan (seperti yang diusung oleh kaum idealisme khususnya idealisme Jerman Klasik).

    ReplyDelete
  50. Christina Lusiana Hari
    PPS Pmat C (15709251073)

    Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Paradigma positivisme telah menjadi pegangan para ilmuwan untuk mengungkapkan kebenaran realitas. Kebenaran yang dianut positivisme dalam mencari kebenaran adalah teori korespondensi. Teori korespondensi menyebutkan bahwa suatu pernyataan adalah benar jika terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan tersebut. Atau dengan kata lain, suatu pernyataan dianggap benar apabila materi yang terkandung dalam pernyataan tersebut bersesuaian (korespondensi) dengan obyek faktual yang ditunjuk oleh pernyataan tersebut.

    ReplyDelete
  51. Brigita Wahyu M
    15709251089
    PPS 2015 PM.D

    Assalmu'alaikum wr. wb.
    Salah satu tokoh dari filosofis positivisme adalah August Comte. Pada dasarnya positivisme hampir sama dengan empirisme yang keduanya sama-sama menekankan pada pengalaman. Kata positif sama dengan factual atau berdasarkan fakta-fakta. Menurut positifisme, pengetahuan kita tidak pernah boleh melebihi fakta-fakta. Oleh karena itu positifisme menolak cabang filsafat metafisis. Tentu saja maksud positifisme berkaitan erat dengan apa yang dicita-citakan oleh empirisme. Positifisme juga mengutamakan pengalaman, hanya berbeda dengan empirisme yang menerima pengalaman batiniah atau subjektif sebagai pengatahuan, positifisme tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah, ia hanya mengandalkan fakta-fakta belaka.
    Wassalmu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  52. NOVALINDA PUSPITA AYU
    15709251085
    Pmat PPS UNY 2015 Kelas D

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis. Positivisme berusaha menjelaskan pengetahuan ilmiah berkenaan dengan tiga komponen yaitu bahasa teoritis, bahasa observasional dan kaidah-kaidah korespondensi yang mengakaitkan keduanya. Kaum positivis percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan.

    Terimakasih
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  53. Hanifah Latifah Hadiat
    15709251074
    PMAT C PPS UNY 2015

    Positivism adalah salah satu aliran filsafat yang digagas oleh Auguste Comte yang menyatakan bahwa pengetahuan ilmiah adalah kebenaran utama sehingga dalam aliran ini menyatakan bahwa sesuatu dikatakan benar jika dapat dibuktikan, diamati dan dilihat. Pembuktian dilakukan dengan percobaan-percobaan. Positivism memandang bahwa filsafat dan agama bukanlah hal yang dapat dijadikan sandaran kebenaran suatu ilmu. Karena bukan merupakan ilmu yang pasti.

    ReplyDelete
  54. Fitri Ratnasari
    15709251032
    PPS Pmat C 2015
    Istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  55. Gity Wulang Mandini
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D

    Positivisme adalah keyakinan bahwa pengetahuan dapat terorganisir secara jelas dan berlaku umum. Sebuah positivis percaya terdapat "satu cara terbaik" untuk melakukan suatu hal dan menjawab pertanyaan dalam ilmu pengetahuan atau politik. Sehingga positivisme merupakan ajaran bahwa hanya fakta atau hal yang dapat ditinjau dan diuji melandasi pengetahuan sah. Para penganut paham ini meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas.

    ReplyDelete
  56. Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete
  57. Theresia Veni Tri Nugraheni
    15709251090
    PM D PPS UNY

    Auguste Comte adalah tokoh aliran positivisme yang paling terkenal. Positivisme merupakan aliran yang menempatkan peran sentral pengalaman dan bukti empiris sebagai dasar dari ilmu pengetahuan dan penelitian, aliran ini menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik.

    ReplyDelete
  58. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, positivisme berarti aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Sesuatu yang maya dan tidak jelas dikesampingkan, sehingga aliran ini menolak sesuatu seperti metafisik dan ilmu gaib, sehingga dalam agama, aliran ini tidak meyakini adanya sesuatu yang kasat mata seperti akhirat, malaikat dll.

    ReplyDelete
  59. MONICA RIZKI APRICILIA
    15709251068
    PPS PMAT-D

    Positivism merupakan pandangan filsafat mengenai kehidupan dunia erat hubungannya dengan sains. Penganut paham positivism meyakini bahwa terdapat sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena manusia dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, begitupula dengan kehidupan alam semesta. Sehingga ilmu sosial harus menggunakan ilmu alam untuk dapat maksimal diaplikasikan di masyarakat. Salah satu pelopor kaum positivism adalah Auguste Comte. Pada zaman Auguste Comte ini, ilmu pengetahuan hampir di semua bidang berkembang pesat.

    ReplyDelete
  60. Burhanuddin (15709259007)
    PMat P2TK PPs UNY 2015

    Positivisme adalah suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data empiris dalam kajian filsafat, sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  61. Eka Hedayani
    15709259008
    PPS PMat P2TK 2015

    Positive dengan beberapa kata yaitu positif (lawan dari negatif), tegas, pasti, meyankinkan. Dalam filsafat, positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Filsafat pendidikan positivisme akan membantu guru sebagai pendidik untuk pendalaman pikiran bagi penyusunan kurikulum dan pembelajaran serta pendidikan siswanya di sekolah, kemudian mengaitkannya dengan faktor-faktor spiritual, sosial, ekonomi, budaya dan lain-lain, dalam berbagai bidang kehidupan untuk menciptakan anak didik yang sempurna baik lahir maupun batinnya.

    ReplyDelete
  62. ARISAL
    15709259001
    PPS PMat P2TK 2015

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    Dalam bidang ilmu sosiologi, antropologi, dan bidang ilmu sosial lainnya, istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  63. Asep Tatan Rifa'i
    15709259012
    P.Mat P2TK 2015

    Positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, positivisme berarti aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Berarti Metode ini diarahkan pada fakta-fakta, pada perbaikan terus meneurs dari syarat-syarat hidup, berusaha ke arah kepastian, dan berusaha ke arah kecermatan. Dengan mensnggapi arti kulasi diatas saya menanggapi pengtahuan yang di maksud itu Seperti ilmu pengetahuan Alam, matematika, ilmu pengtahuan sosial, fisika,ekonomu, juga astronomi.

    ReplyDelete
  64. Muh Ferry Irwansyah (15709251062)
    P. Mat Kelas D

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia.

    ReplyDelete
  65. Dian Permatasari
    15709251070
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Positivisme adalah salah satu aliran filsafat modern. Istilah Positivisme pertama kali digunakan oleh Francis Biken seorang filosof berkebangsaan Inggris. Ia berkeyakinan bahwa tanpa adanya pra asumsi, komprehensi-komprehensi pikiran dan apriori akal tidak boleh menarik kesimpulan dengan logika murni maka dari itu harus melakukan observasi atas hukum alam. Istilah ini kemudian juga digunakan oleh Agust Comte dan dipatok secara mutlak sebagai tahapan paling akhir sesudah tahapan-tahapan agama dan filsafat.

    ReplyDelete
  66. Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan dunia pikir atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi

    Martini,PM P2TK PPs UNY
    15709259003

    ReplyDelete
  67. Positivisme terbagi atas dua hal yaitu positivism logis dan empirisme logis yang secara bersama-sama membentuk neopositivisme. Penndekatan ini menekankan terhadap suatu basis melalui pemeberian contoh terbaik. Dari setiap statement akan dan harus diverifikasi secara logis dan empiris sehingga dapat memberikan arti yang bermakna. Upaya untuk mengkonversi suatu filosofi ke filosofis saintifik yang baru ini adalah dimaksudkan untuk mencegah kebingungan yang berakar dari bahasa yang kurang jelas dan pernyataan-pernyatan yang tidak terverifikasi.

    ReplyDelete
  68. Positivisme menegaskan bahwa hanya pengetahuan yang otentik adalah yang didasarkan pada pengalaman rasa dan verifikasi positif. Aliran yang dipelopori oleh Comte ini mengemukakan bahwa perkembangan manusia dibagi kedalam 3 tahap perkembangan yaitu yang pertama tahap teologik, kemudian berkembang ke tahap metafisika, dan akan berkembang ketahap yang terakhir yaitu tahap positif....

    ReplyDelete
  69. Positivisme yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi

    ReplyDelete
  70. Aliran positivism adalah aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Jadi pada dasarnya positivism sama dengan empirisme ditambah rasionalisme.

    ReplyDelete
  71. Danu J. P.
    15709251030
    PPs Pmat C 2015

    Positivisme merupakan aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Istilah positivisme pertama kali dikenalkan oleh Auguste Comte. Penganut aliran ini meyakini bahwa masalah-masalah sosial di lingkungan dapat dicari penyelesaiannya dengan menggunakan metode ilmiah. Positivisme bukanlah aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan aliran empirisme dan rasionalisme yang saling bekerjasama.

    ReplyDelete
  72. Dwi Muryanto
    15709251015

    Positivisme merupakan salah satu pemikiran yang mengubah dunia. Aliran ini berpendirian bahwa kepercayaan yang dogmatis harus digantikan dengan pengetahuan faktawi. Pelopornya Auguste Comte. Posotivisme menganggap pengatahuan haruslah segala sesuatu yang dapat diobservasi (observable), dapat diukur (measurable) dan dapat dibuktikan (verifable)

    ReplyDelete
  73. NURFARAHIN FANI
    15709251008
    P MAT KELAS D
    Kesimpulan mengenai positivisme yaitu Positivisme merupakan salah satu paham atau pandangan yang sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam. Neo-positivisme merupakan salah satu trend aliran filsafat pada abad ke-20 yang membentuk aliran positivisme modern. Menurut sistem ini, pengetahuan tentang kenyataan diberikan hanya dalam ranah pemikiran ilmiah konkret. Sedangkan filsafat mungkin hanya sebagai suatu bentuk analisis kebahasaan. Menurut kaum neo-positivis, analisis filosofis tidak menjangkau kenyataan obyektif dan hanya terbatas pada pengalaman langsung atau kebahasaan.

    ReplyDelete
  74. Positivism yang dikenalkan oleh Comte ( 1798 – 1857) tertuang dalam karya utamanya yang berjudul Cours de Philosophic Positive (1830 – 1842) , yaitu kursus tentang filsafat positif yang diterbitkan dalam enam jilid. Selain itu karya lainnya berjudul Discour L’esprit Positive (1844), yang artinya pembicaraan tentang jiwa positif. Dalam karya ini, Comte menjelaskan secara singkat pendapat-pendapat positivis, hukum stadia, klasifikasi ilmu-ilmu pengetahuan dan bagan mengenai tatanan dan kemajuan. Positivism berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Aliran positivism adalah aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Jadi pada dasarnya positivism sama dengan empirisme ditambah rasionalisme.

    P-Mat P2TK 2015

    ReplyDelete
  75. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivisme merupakan warisan dari behavioralisme sebagai ilmu yang metodologis, kemudian dikembangkan hingga tingkat keuniversalan kebenaran yang bersifat objektif. Positivisme yang lahir dari pemikiran Auguste Comte berdasarkan epistemologi cara mencapai kebenaran sehingga ilmuwan dapat membuat generalisasi tentang kebenaran. Jadi, positivisme menganggap bahwa keuniversalan kebenaran bersifat mutlak dan objektif.

    Sdyoko Susanto
    NIM.15709259006
    PPs PMat P2TK 2015

    ReplyDelete
  76. Irawati Windani (15709251016)
    PPs Pendidikan Matematika C

    Positivisme merupakan aliran pemikiran yang membatasi pikiran pada segala hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan atau pada analisis definisi dan relasi antara istilah-istilah. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivismemerupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

    ReplyDelete
  77. 15709259015/ P.MAT-P2TK

    Positivisme mengaku fundamental baru, non-metafisik ( "positif") filsafat, dimodelkan pada ilmu empiris dan menyediakan mereka dengan metodologi. Positivisme pada dasarnya empirisme membawa konsekuensi logis ekstrim dalam hal tertentu: karena pengetahuan adalah pengetahuan empiris dalam satu bentuk atau lain, tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan. Positivisme didirikan oleh Auguste Comte, yang memperkenalkan istilah "positivisme", historis, ada tiga tahap dalam pengembangan positivisme. Eksponen pertama yang Comte, E. Littré dan P. Laffitte di Perancis, J S Mill dan Herbert Spencer di Inggris. Positivisme logis dan empirisme logis, yang bersama-sama membentuk neopositivism, adalah gerakan dalam filsafat Barat yang memeluk verificationism, pendekatan yang berusaha untuk melegitimasi wacana filosofis secara bersama dengan contoh terbaik dari ilmu empiris.

    ReplyDelete
  78. Elmaini
    15709259004/P.MAT-P2TK
    Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu – satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktual fisikal. Pengetahuan yang demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari. Dalam tahapan ilmiah usaha untuk menjelaskan fenomena akan ditinggalkan dan ilmuwan hanya akan mencari korelasi antar fenomena. Positivisme, dalam pengertian di atas dan sebagai pendekatan telah dikenal sejak Yunani Kuno.

    ReplyDelete
  79. Positivisme logis umumnya digambarkan sebagai mengambil posisi ekstrim yang bahasa ilmiah tidak harus merujuk pada sesuatu yang tidak teramati-bahkan gagasan yang tampaknya inti kausalitas, mekanisme, dan prinsip-prinsip-tapi itu adalah berlebihan. Bicara dari unobservables tersebut akan pengamatan metafora-langsung dilihat di metafisik abstrak-atau paling buruk atau emosional. hukum teoritis akan berkurang hukum empiris, sedangkan istilah teoritis akan mengumpulkan makna dari istilah observasional melalui aturan korespondensi. Matematika fisika akan mengurangi logika simbolik melalui logicism, sementara rekonstruksi rasional akan mengkonversi bahasa biasa menjadi setara standar, semua jaringan dan disatukan oleh sintaks logis. Sebuah teori ilmiah akan dinyatakan dengan metode yang verifikasi, dimana kalkulus logis atau operasi empiris bisa memverifikasi kepalsuan atau kebenaran.


    M. Ihsan
    NIM. 15709259005
    PM P2TK 2015 PPs UNY

    ReplyDelete
  80. ositivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan (seperti yang diusung oleh kaum idealisme khususnya idealisme Jerman Klasik). Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

    ReplyDelete
  81. terimakasih pak atas artikelnya. menurut saya bahwasanya positivisme merupakan sebuah paham filsafat yang menyatakan segala yang kita lakukan benar-benar ada bukan sebuah impian atau khayalan belaka. dan itu bisa dilihat secara langsung dengan melakukan beberapa pengamatan atau penelitian.

    ReplyDelete
  82. Eko Hidayati
    15709259011
    PMat P2TK
    Positivisme logis dan empirisme logis , yang bersama-sama membentuk neopositivism , adalah gerakan dalam filsafat Barat yang memeluk verificationism , pendekatan yang berusaha untuk melegitimasi wacana filosofis secara bersama dengan contoh terbaik dari ilmu empiris . Dalam teori ini pengetahuan , hanya laporan diverifikasi baik secara logis atau empiris akan kognitif bermakna . Upaya untuk mengubah filosofi filosofi ini ilmiah baru yang dimaksudkan untuk mencegah kebingungan berakar pada bahasa yang tidak jelas dan klaim diverifikasi

    ReplyDelete
  83. Positivisme, dalam filsafat Barat, umumnya, setiap sistem yang membatasi diri pada data pengalaman dan mengecualikan spekulasi apriori atau metafisik. Lebih sempit, istilah menunjuk pemikiran filsuf Perancis Auguste Comte (1798-1857).

    ReplyDelete
  84. ABSORIN PPs Pmat P2TK 2015
    NIM : 15709259013
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme dicetuskan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte. Comte percaya bahwa dalam alam pikiran manusia melewati tiga tahapan historis yaitu teologi, metafisik, dan ilmiah. Karena Positivusme merupakan suatu paham yang dalam “pencapaian kebenarannya” bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  85. Dwi Muryanto
    15709251015

    Disebut sebagai positivisme oleh karena keyakinan terhadap anggapan bahwa objek-objek yang dapat diselidiki dan dipelajari oleh manusia hanyalah yang berdasar fakta, data yang nyata yang disebut dengan keadaan positif. Pengetahuan terjadi berdasarkan hukum-hukum yang harus dapa dibuktikan melalui observasi, eksperimen dan verifikasi

    ReplyDelete
  86. Fitria Mardika
    15709251076
    PMAT D PPs UNY
    fitriamardikaaa.blogspot.com

    Postivisime adalah aliran filsafat yang menganggap bahwa suatu hal dinilai benar jika dapat dibuktikan secara empiris. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivismemerupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi yang dapat menjadi pengetahuan.

    ReplyDelete
  87. Fitria Mardika
    15709251076
    PMAT D PPs UNY
    fitriamardikaaa.blogspot.com

    Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang menyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman actual fisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari. Menurut para positivis, pernyataan-pernyataan metafisik tidak bermakna. Pernyataan itu tidak dapat diverifikasi secara empiris dan bukan tautologi yang berguna. Tidak ada cara yang mungkin untuk menetukan kebenarannya ( atau kesalahannya ) dengan mengacu pada pengalaman.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com