Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

33 comments:

  1. Isme itu berarti pusat. Jadi, kalau positivisme berarti memusatkan pada hal-hal yang positif. Jika kita hubungkan dengan cara berpikir positif, hal itu akan sangat penting dalam kelangsungan kita dalam menjalani hidup ini. Tanpa adanya kemampuan kita atau usaha kita untuk memperbanyak pemikiran kita ke arah yang positif, hidup kita akan dirundung kesengsaraan, dan itu bisa terjadi terus menerus sampai tiada ujungnya. Dengan begitu, positivisme sangatlah diperlukan untuk mengisi bagian besar dari diagram venn hidup kita ini. Kalau sudah mampu menerapkan dengan semestinya, kita akan merasakan kebahagiaan dalam hidup, bersyukur, dan mengetahui koordinat-koordinat di mana kita sudah semestinya bilang "bahwa ini saatnya kita benar-benar bersyukur", yang ternyata itu ada pada setiap semesta titik-titik koordinat.

    ReplyDelete
  2. dikdas p2tk 2014

    Assalamu'alaikum wr.wb
    positivism secara terminologis berarti suatu paham yang bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. hal ini berarti, segala sesuatunya berdasarkan fakta yang terjadi, tidak ada yang ditutupi. demikian juga kita sebagai manusia, hidup apa adanya, tidak ada yang ditutupi. semua berdasarkan fakta yang ada. berpikir positif dengan semua ketentuan dari Allah.
    sekian dan terima kasih.
    Wassalamu'alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  3. Titi Suryansah
    P2TK Dikdas 2014

    Assalamualaikum Wr Wb
    Paham ini menjelaskan tentang cara memahami dunia menurut kacamata ilmu alam. Ilmu alam yang bagaimana? Ilmu alam yang mampu kita lihat secara kasat mata, atau dengan mudahnya benar-benar nyata/ riil. Paham ini juga menegaskan bahwa ilmu alam dengan ilmu sosial memiliki kesamaan. Kesamaan tersebut terletak pada aturan-aturan yang muncul dalam mensikapi ilmu alam maupun ilmu sosial. Dalam berinteraksi dengan alam dibutuhkan sikap yang bijak, begitupula saat menerapkan ilmu sosial.
    Wassalamualaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  4. Rizky Cahyaningtyas
    12301241019
    Pendidikan Matematika

    Positivisme adalah suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data empiris dalam kajian filsafat, sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa'i
    12301241023
    Etnomatematika


    Positivisme disebarkan oleh Auguste Comte pada tahun 1830. Konsep ini memiliki hubungan dengan verificationism. Positivisme mengatakan bahwa satu-satunya pengetahuan yang otentik ilmiah. Pengetahuan ini berasal dari penegasan teorema ilmiah positif melalui metode.

    ReplyDelete
  6. Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Upaya penelitian, dalam hal ini adalah untuk mengungkapkan kebenaran realitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan.

    ReplyDelete
  7. Positivisme muncul pada abad ke-19 dimotori oleh sosiolog Auguste Comte, dengan buah karyanya yang terdiri dari enam jilid dengan judul The Course of Positive Philosophy (1830-1842).Untuk mencapai kebenaran pada positivisme ini, maka seorang pencari kebenaran (penelitian) harus menanyakan langsung kepada objek yang diteliti, dan objek dapat memberikan jawaban langsung kepada penelitian yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  8. Positivisme adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empirisnya yang terukur. “Terukur” inilah sumbangan penting positivisme.Positivisme menganggap bahwa ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang valid, dan fakta-fakta sajalah yang dapat menjadi obyek pengetahuan.

    Muhammad Kamaluddin
    12301241035
    Etnomatematika

    ReplyDelete
  9. HARINI PUJI ASTUTI
    14712251011
    Dikdas/Konsentrasi Praktisi

    Positivisme merupakan paradigm ilmu pengetahuan yang cukup tua di dalam dunia ilmu pengetahuan. Paham ini menyatakan bahwa ilmu alam adalah satu satunya sumber pengetahuan yang benar. Ilmuan mempergunakan paradigma positisme untuk mengungkapkan kebenaran realitas.

    ReplyDelete
  10. Valeria Kartikaningtyas
    11313244007
    Pend. Mat Inter 2011

    Positivisme merupakan paradigm ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam ilmu pengetahuan. Tokoh yang memeloporinya adalah Aguste Comte. Objek ilmu pengetahuan menurut padangan positivism adalah harus memenuhi syarat-syarat, yaitu dapat diamati, dapat diulang, dapat diukur, dapat diuji, dan dapat diprediksi. Positivisme berusaha mengungkap kebenaran realitas dengan menggunakan teori korespondensi. Maksudnya adalah suatu pernyataan benar bila terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan tersebut.

    ReplyDelete
  11. Hildegardis Mulu (P. Mat Inter 2011/ 11313244023)

    Positivisme adalah suatu filsafat ilmu yang memandang bahwa ilmu hanya diperoleh melalui penalaran logis dan matematis serta dari hasil analisis data empiris (berdasarkan pengalaman melalui indera). Aliran ini menolak a priori dan metafisika sebagai cara memperoleh ilmu. Positivisme adalah bentuk empirisisme yang memfokuskan pada fakta dan fenomena positif, bukannya spekulasi. Aliran ini dikembangkan oleh Auguste Comte.

    ReplyDelete
  12. Soleh Uzain
    11301241018
    Pendidikan Matematika 2011

    Dari link yang diberikan diatas yang dapat saya pahami adalah bahwa positivisme yang merupakan pola pikir bahwa semua teori harus memiliki bukti secara keilmuan dengan mengesampingkan metafisika dan bahkan ilmu agama. Paham positivism mengarahkan pada sebuah perkembangan sains yang dapat digeneralkan kebenarannya. Pola pikir positivisme harus dibatasi pada bidang keilmuan tertentu saja, karena banyak hal yang tidak dapat semata-mata dibuktikan dengan alur fikir positivisme.

    ReplyDelete
  13. Dian Ikawati Rahayuningtyas
    NIM. 14712251006
    Prodi Pendidikan Dasar Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)

    Pada dasarnya positivisme adsalah sebuah filsafat yang menyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari.Positivisme, dalam pengertian di atas dan sebagai pendekatan telah dikenal sejak Yunani Kuno.Terminologi positivisme dicetuskan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte.Comte percaya bahwa dalam alam pikiran manusia melewati tiga tahapan historis yaitu teologi, metadisik, dan ilmiah.

    ReplyDelete
  14. Positivis logis mengidentifikasi prinsip pemastian atau kriteria kebermaknaan kognitif . Dari logicism Bertrand Russell mereka mencari pengurangan matematika untuk logika serta atomisme logis Russell . Terminologi positivisme sendiri ditemukan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte

    ReplyDelete
  15. Atikah Mumpuni
    Program Pascasarjana
    Pendidikan Dasar Kelas A
    Konsentrasi Guru Kelas (Praktisi)
    NIM. 14712251003

    Tokoh dari paham positivisme adalah Aguste Comte. Postitivisme sekarang ini telah menjadi payung dari kerajaan dunia yang diwujudkan dengan teknologi. Wujud nyata dari positivisme di Indonesia adalah kurikulum 2013 dengan pendekatan saintificnya. Dari link pertama yang disajikan oleh Prof. Marsigit saya mengetahui bahwa positivisme merupakan proses empiris untuk menjadi satu-satunya sumber pengetahuan. Positivisme muncul dalam menanggapi ketidakmampuan spekulatif filsafat (misalnya Klasik Idealisme Jerman ) untuk memecahkan masalah filosofis yang timbul sebagai akibat dari perkembangan ilmiah.

    ReplyDelete
  16. Positivisme merupakan aliran pemikiran yang membatasi pikiran pada segala hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan atau pada analisis definisi dan relasi antara istilah-istilah. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktivitas yang berkenaan dengan metafisika. Aliran yang dibawa oleh Auguste Comte bahwa ilmu diperoleh dengan scientific method dan menganggap bahwa agama tidaklah penting.

    ReplyDelete
  17. Awal Nur Kholifatur Rosyidah
    14712251021
    Pendidikan Dasar
    Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)

    Positivisme muncul dalam menanggapi ketidakmampuan filsafat spekulatif untuk memecahkan masalah filosofis yang timbul sebagai akibat dari perkembangan ilmiah. Positivis menolak spekulasi teoritis sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Positivisme menyatakan palsu dan tidak masuk akal terhadap semua masalah, konsep dan proposisi filsafat tradisional yang tidak dapat diselesaikan atau disahkan oleh pengalaman karena bersifat abstrak. Adapun yang menjadi tititk tolak dari pemikiran positivis ini adalah, apa yang telah diketahui adalah yang faktual dan positif, sehingga metafisika ditolaknya. Di sini, yang dimaksud dengan “positif” adalah segala gejala yang tampak seperti apa adanya, sebatas pengalaman-pengalaman obyektif. Jadi, setelah fakta diperoleh, fakta-fakta tersebut diatur sedemikian rupa agar dapat memberikan semacam asumsi (proyeksi) ke masa depan. Menurut Comte ilmu pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-fakta karena positivisme menolak metafisisme. Bagi Comte, menanyakan hakekat benda-benda atau penyebab yang sebenarnya tidaklah mempunyai arti apapun. Oleh karenanya, ilmu pengetahuan dan juga filsafat hanya menyelidiki fakta-fakta dan hubungan yang terdapat antara fakta-fakta. Dengan demikian, kaum positivis membatasi dunia pada hal-hal yang bisa dilihat, diukur, dianalisa dan yang dapat dibuktikan kebenarannya.

    ReplyDelete
  18. Awal Nur Kholifatur Rosyidah
    14712251021
    Pendidikan Dasar
    Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)

    Perkembangan selanjutnya dari aliran positivisme melahirkan aliran yang bertumpu kepada isi dan fakta-fakta yang bersifat materi, yang dikenal dengan Materialisme. Selanjutnya, karena agama (Tuhan) tidak bisa dilihat, diukur dan dianalisa serta dibuktikan, maka agama tidak mempunyai arti dan faedah. Comte berpendapat bahwa suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan itu sesuai dengan fakta. Sebaliknya, sebuah pernyataan akan dianggap salah apabila tidak sesuai dengan data empiris. Kebenaran bagi Positivisme Comte selalu bersifat riil dan pragmatik artinya nyata dan dikaitkan dengan kemanfaatan. Oleh karenanya, selanjutnya Comte beranggapan bahwa pengetahuan yang demikian itu tidak bersumber dari otoritas misalnya bersumber dari kitab suci, atau penalaran metafisik melainkan bersumber dari pengetahuan langsung terhadap suatu objek secara indrawi.

    ReplyDelete
  19. Mei Wahyuni DIKDAS P2TK
    Positivisme logis dan empirisme logis, yang bersama-sama membentuk neopositivism, adalah gerakan dalam filsafat Barat yang memeluk verificationism, sebuah pendekatan yang berusaha mengesahkan wacana filosofis secara bersama dengan contoh terbaik dari ilmu empiris. Dalam teori ini pengetahuan, hanya pernyataan diverifikasi baik logis atau empiris akan kognitif bermakna.

    ReplyDelete
  20. Mei Wahyuni Dikdas P2TK
    Hal dapat saya pahami positivisme dalam filsafat, secara umum, disebut bahwa setiap sistem yang membatasi diri pada data pengalaman dan mengecualikan spekulasi apriori atau metafisik. Sebagai ideologi filosofis dan sebuah gerakan, positivisme pertama diasumsikan fitur khas dalam karya Comte, yang juga bernama dan sistematis ilmu sosiologi. Kemudian dikembangkan melalui beberapa tahapan yang dikenal dengan berbagai nama, seperti empiriokritis kritik, positivisme logis, dan empirisme logis, dan akhirnya, pada pertengahan abad ke-20, mengalir ke dalam tradisi yang sudah ada dikenal sebagai filsafat analitik (juga disebut filsafat linguistik).

    ReplyDelete
  21. Sasi Mardikarini
    14712251004
    Pendidikan Dasar Konsentrasi Praktisi

    aliran ini menjelaskan bahwa pemahaman terhadap suatu pengetahuan akan lebih bermanfaat dan bermakna jika dilakukan dengan pengalaman dan aktualfisikal. Positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam. dari hal ini dijelaskan bahwa positivime merupakan sesuatu yang bukan berasal di awang-awang saja namun langsung dirasakan secara real atau nyata.

    ReplyDelete
  22. Lutfia Afifatul Ainiyah
    11301241042
    Pendidikan Matematika 2011

    Positivisme adalah salah satu aliran filsafat yang mengkaji kebenaran dari apa yang 'positif' terjadi, sesuai kenyataan. Menjunjung realita berarti dekat dengan naturalisme. Tokoh positivisme salah satunya adalah Auguste Compte yang mengungkapkan bahwa positivisme berada di puncak gunung, dengan bagian dasarnya adalah agama, semakin ke atas adalah filsafat, kemudian gunung bagian atas adalah kehidupan modern. Berlandaskan agama, yang kemudian dikaji dalam ilmu filsafat dalam kehidupan yang modern, untuk mencapai pandangan bahwa kebenaran berasal dari yang benar-benar terjadi, dengan menjunjung ilmu sains sebagai ilmu yang ada di dunia, baik ilmu sosial maupun ilmu alam (benar-benar terjadi).

    ReplyDelete
  23. Abiy Risabethe S2 P2TK dikdas 14712259016

    Positivisme adalah paham yang menganggap kebenaran adalah hal yang dapat di buktikan atau kejadian yang benar-benar terjadi. paham ini sama sekali tidak percaya dengan adanya angan-angan. Selalu bersifat ilmiah dan rasional. Tokoh yang terkenam dari paham positivisme adalah Auguste Compte. Dia juga meyakini bahwa tingkatan tinggi dalam kehidupan bukanlah spiritualitas.

    ReplyDelete
  24. HARINI PUJI ASTUTI
    14712251011
    Dikdas/Konsentrasi Praktisi
    Suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia.

    ReplyDelete
  25. Assalamualaikum wr.wb
    Positivisme berasal dari kata “positif”, yang artinya dengan faktual, yaitu apa yang berdasarkan fakta-fakta, menyelidiki fakta-fakta dan hubungan yang terdapat antara fakta-fakta. Pengetahuan tidak boleh melebihi fakta. Positivisme hanya, mengandalkan fakta-fakta belaka bukan berdasarkan pengalaman, seperti empirisme. Tokoh aliran ini adalah August Compte, ia berpendapat bahwa indera itu amat penting dalam memperoleh pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat oleh eksperimen. Eksperimen memerlukan ukuran-ukuran yang jelas. Kebenaran diperoleh diperoleh dengan akal, didukung bukti empiris yang terstruktur. Terukur itulah sumbangan positivisme. Jadi pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri, tetapi hanya menyempurnakan empirisme dan rasionalisme.
    Wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  26. Umi Wuryanti p2tk dikdas
    Assalamualaikum wr.wb
    Paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme naturalisme filsafat dan empirisme. Salah satu teori Positivisme Logis yang paling dikenal antara lain teori tentang makna yang dapat dibuktikan, yang menyatakan bahwa sebuah pernyataan dapat disebut sebagai bermakna jika dan hanya jika pernyataan tersebut dapat diverifikasi secara empiris. Konsekuensi dari pendapat ini adalah, semua bentuk yang tidak dapat dibuktikan secara empiris, termasuk di antaranya adalah etika dan masalah keindahan, tidak memiliki makna apa-apa, sehingga tergolong ke dalam bidang metafisika.

    ReplyDelete
  27. Umi Wuryanti p2tk dikdas
    Assalamualaikum wr.wb
    Paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme naturalisme filsafat dan empirisme. Salah satu teori Positivisme Logis yang paling dikenal antara lain teori tentang makna yang dapat dibuktikan, yang menyatakan bahwa sebuah pernyataan dapat disebut sebagai bermakna jika dan hanya jika pernyataan tersebut dapat diverifikasi secara empiris. Konsekuensi dari pendapat ini adalah, semua bentuk diskursus yang tidak dapat dibuktikan secara empiris, termasuk di antaranya adalah etika dan masalah keindahan, tidak memiliki makna apa-apa, sehingga tergolong ke dalam bidang metafisika.

    ReplyDelete
  28. Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivism

    ReplyDelete
  29. Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivism

    ReplyDelete
  30. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  31. Menurut kaum neo-positivis, analisis filosofis tidak menjangkau kenyataan obyektif dan hanya terbatas pada pengalaman langsung atau kebahasaan.

    ReplyDelete
  32. Neo-positivisme merupakan salah satu trend aliran filsafat pada abad ke-20 yang membentuk aliran positivisme modern. Neo-positivisme mencabut filsafat dari pokok persoalannya. Menurut sistem ini, pengetahuan tentang kenyataan diberikan hanya dalam ranah pemikiran ilmiah konkret. Sedangkan filsafat mungkin hanya sebagai suatu bentuk analisis kebahasaan. Dalam analisis ini, hasil dari bentuk pemikiran kemudian diungkapkan.

    ReplyDelete
  33. wahid ibnu zaman

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com