Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

105 comments:

  1. Agustin Pandhuniawati Heryani
    13709251046
    PPs UNY Pendidikan Matematika kelas B

    Positivisme yang merupakan pola pikir bahwa semua teori harus memiliki bukti secara keilmuan dengan mengesampingkan metafisika dan bahkan ilmu agama.

    Maka pola pikir positivisme bisa dan sangat boleh dipakai tetapi harus dibatasi pada bidang keilmuan tertentu saja, karena banyak hal di dunia ini yang tidak dapat semata-mata dibuktikan dengan alur fikir positivisme. Maka hati dengan spiritualitas harus berada di atas segala positivisme.

    Saya jadi mengingat kata-kata Bapak di kelas, bahwa mempelajari filsafat harus dibentengi dengan ketakwaan, maka ketika membaca artikel dari link bapak saya jadi lebih memahami apa yang bapak maksud.

    ReplyDelete
  2. Raoda Ismail (NIM: 13709251060)
    PPs UNY, Pendidikan Matematika Kelas D

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Terimakasih banyak Pak Marsigit atas link yang telah disediakan, sangat bermanfaat.

    Positivisme adalah salah satu aliran filsafat modern. Istilah Positivisme pertama kali digunakan oleh Francis Biken seorang filosof berkebangsaan Inggris. Ia berkeyakinan bahwa tanpa adanya pra asumsi, komprehensi-komprehensi pikiran dan apriori akal tidak boleh menarik kesimpulan dengan logika murni maka dari itu harus melakukan observasi atas hukum alam. Istilah ini kemudian juga digunakan oleh Agust Comte dan dipatok secara mutlak sebagai tahapan paling akhir sesudah tahapan-tahapan agama dan filsafat.

    ReplyDelete
  3. Janu Arlinwibowo (13709251004)
    PPs UNY P.Mat A

    Positivism merupakan paham pemikiran yang mengacu pada sebuah kondisi positif. Kondisi positif dalam hal ini merupakan suatu fakta yang telah terjadi sehingga dapat dipahami sebagai suatu realita. Sehingga dalam suatu plan atau angan-angan buah kreasi akal yang masih belum menjadi realitas bertentangan dengan paham ini. Paham positivism mengarahkan pada sebuah perkembangan sains yang dapat digeneralkan kebenarannya. Walaupun beberapa kebenaran dalam area theologi tetap tidak akan tergapai, namun paham ini memberikan dorongan pada manusia khususnya kaum intelektual untuk mengeksplorasi alam berbasis pada akal. Sebetulnya terdapat permasalahan besar dalam perkembangan paham yang berbasis pada akal budi ini. Penganut rentan mendewakan akal budi, bahkan beberapa diantara intelektual menyingkirkan religi dari part of life.

    ReplyDelete
  4. Edi Susanto (13709251078)
    P.Mat Kelas D, PPs UNY 2013

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Berdasarkan link yang disediakan maka dapat disimpulkan bahwa positivism merupakan pemikiran individu terhadap suatu objek yang berdasarkan keyakinan akan kebenaran. Kebenaran yang dimaksud berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh melalui pembuktian empiris dan berdasarkan logika yang tak terbantahkan dan diragukan. Paham ini menelaah segala sesuatu secara positif dan beranggapan bahwa sesuatu yang dilakukan tidak berhasil. Jika setiap manusia menerapkan sifat positif maka tidak ada manusia yang takut gagal dalam menjalankan sesuatu dan akan tumbuh rasa percaya diri yang tinggi.

    ReplyDelete
  5. Melda Ariyanti
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C (13709251039)

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Terimakasih sebelumnya Pak atas materi yang Bapak sampaikan pada link ini.

    Positivisme merupakan suatu pola pikir yang membentuk teori dengan dasar bukti secara keilmuan.
    Paham positivism membutuhkan bukti secara empiris dengan mengedepankan pola pikir dan bisa jadi mengesampingkan ilmu agama.

    Kemajuan ilmu dan pengetahuan sampai saat ini yang banyak dianut oleh kaum intelektual banyak memberikan dampak positif. Namun, tidak semua ilmu yang ada didunia ini semata-mata harus dibuktikan secara empiris.
    keimanan dan ketaqwaan kitapun senantiasa harus mengiringi setiap langkah dalam penerimaan paham ini.

    ReplyDelete
  6. Eka Sulistyawati (13709251025)
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

    Para penganut paham positivisme meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut positivisme ini mendukung paham realisme, materialisme naturalisme, dan filsafat. Salah satu teori positivisme logis yang paling dikenal adalah teori tentang makna yang dapat dibuktikan. Teori ini menyatakan bahwa sebuah pernyataan dapat disebut bermakna jika dan hanya jika pernyataan tersebut dapat diverifikasi secara empiris. Paham ini tentu bertentangan dengan paham mitologi. Cerita asal usul terjadinya suatu tempat yang dibahas dalam mitologi belum tentu didasarkan pada fakta dan belum tentu dapat diverifikasi secara empiris hal ini karena keberasaan cerita mitos tersebut hanya dihubung-hubungkan dengan kondisi yang ada saja.

    ReplyDelete
  7. Endah Octaningrum Wahani Sejati
    13709251049
    PPs Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

    Satu-satunya pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah , dan bahwa pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif teori ilmiah yang ketat melalui metode, itulah paham positivisme.

    Pola pikir positivisme sangat baik jika dipakai pada bidang keilmuan contohnya ilmu matematika, karena menempatkan bukti empiris sebagai basis dari ilmu pengetahuan dan penelitian dan tidak mengenal adanya spekulasi. Namun pola pikir positivisme harus dibatasi dan dipakai pada bidang keilmuaan tertentu karena banyak hal di dunia ini yang tidak harus dibuktikan dengan alur fikir positivisme. Maka diperlukan perasaan (hati) dengan spiritualitas yang berada di atas segala positivisme.

    ReplyDelete
  8. Nidya Ferry Wulandari (13709251072)
    Pend. Matematika PPs UNY Kelas C

    Salah satu tokoh dari filosofis positivisme adalah August Comte. Pada dasarnya positivisme hampir sama dengan empirisme yang keduanya sama-sama menekankan pada pengalaman. Kata positif sama dengan factual atau berdasarkan fakta-fakta. Menurut positifisme, pengetahuan kita tidak pernah boleh melebihi fakta-fakta. Oleh karena itu positifisme menolak cabang filsafat metafisis. Tentu saja maksud positifisme berkaitan erat dengan apa yang dicita-citakan oleh empirisme. Positifisme juga mengutamakan pengalaman, hanya berbeda dengan empirisme yang menerima pengalaman batiniah atau subjektif sebagai pengatahuan, positifisme tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah, ia hanya mengandalkan fakta-fakta belaka.

    ReplyDelete
  9. Anastasia Shinta Wirasasmita (13709251001)
    Pendidikan Matematika PPs UNY Kelas A

    Positivisme merupakan suatu pola pemikiran yang faktual, sesuai dengan apa yang telah dialami (fakta-fakta). Dimana menurut Auguste Comte "pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah" yaitu melihat kebenaran adalah logis adanya.

    Positivisme menyelidiki atau belajar dari data-data yang nyata (empiric). Kemampuan dalam mengamati sangat dibutuhkan dalam pendekatan positivistik. Dalam hal ini yang diutamakan adalah pengalaman, positivisme tidak menerima sumber dari pengetahuan melalui pengalaman batiniah dan fakta-fakta belaka.
    Namun, positivisme berkembang terus menerus dan tidak semua setuju atau sepaham dengan pendapat ini.

    Terima Kasih.

    ReplyDelete

  10. Positivism merupakan ideology yang berkembang di saat mulai di kenalnya ilmu pengetahuan, Yang pertama kali disampaikan oleh aguste comte. Setiap orang melihat pengetahuan berdasarkan kejadian-kejadian yang ada di alam. Menyimpulkan segala sesuatu yang ada di dunia ini berdasarkan data empiris. Positivism membuat setiap orang yang menganut ideology tersebut tidak pernah mempercayai adanya spekulasi dari berbagai kejadian di alam. Melihat segala sesuatunya berdasarkan fakta-fakta dan dari data-data yang ada dan di temukan dialam. Filsafat ilmu matematika, dalam sebuah ilmu pembelajaran. Menuntut kepastian dari suatu data untuk mendapatkan hasil, walaupun pada hakikatnya masih ditemui data-data yang kurang pasti. Namun untuk di capainya suatu hasil yang pasti dalam ilmu matematika di butuhkan data-data empiris untuk menunjangnya. Positivism menuntut kita untuk memastikan atau menjawab sesuatu berdasarkan fakta-fakta dan data-data, bukan berasal dari pemikiran idealis. Kemajuan ideology positivism pada saat ini adalah dengan di dukungnya data-data dan bukti-bukti melalui sebuah eksperimen untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Melalui sebuah eksperimen seseorang dapat membuktikan suatu kebenaran dari sebuah teori dan membuktikan kebenaran dengan data-data yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  11. Tri Hidayati (NIM:13709251073)
    Pendidikan Matematika PPS UNY Kelas C

    positivisme meneruskan tradisi empirisme yang membangun pengetahuan dari fakta yang teramati, dan lebih jauh, positivisme menolak spekulasi metafisik. Berbagai hasil perhitungan matematis serta aksioma-aksioma dalam matematika dalam pandangan positivisme belum bisa dikatakan sebagai "pengetahuan" jika tidak ada fakta empiris yang mendukungnya. lalu, ketika matematika tidak bisa dibuktikan kebenarannya dalam dunia fakta empiris yang teramati, apakah matematika tidak cukup benar?
    terkadang keterbatasan instrumen juga menjadi kendala dalam pengamatan empiris.
    Disamping itu, apakah hakekatnya matematika bersifat empiris dan positif??

    ReplyDelete
  12. Melda Ariyanti
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C (13709251039)

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Positivisme bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian). Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu – satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman. Pengetahuan hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik .

    ReplyDelete
  13. Melda Ariyanti (13709251039)

    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C

    Salah satu tokoh aliran positivisme adalah August Comte (1798-1857). Pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri. Positivisme menyempurnakan empirisme dan rasionalisme. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. Terukur inilah sumbangan penting positivisme. Sebagai contoh yaitu ukuran panjang. kita mengatakan bahwa panjang besi itu 100 meter, berat beras sebesar 1 kuintal, dan seterusnya. Ukuran - ukuran tadi adalah operasional dan kuantitatif, tidak memungkinkan perbedaan pendapat.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  14. Linda (13709251040)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Angkatan 2013 Kelas B

    Kesimpulan yang saya dapat pada link di atas adalah positivisme keterkaitannya pada cara pandang dalam memahami dunia baik dalam sosial mauapun alam yang bersumber pada kejadian yang benar-benar terjadi. Positivisme dikembangkan oleh Auguste Comte pada pertengahan abad ke-19 . Menurut Auguste Comte masyarakat mengalami tiga fase yang berbeda dalam pencarian kebenaran yaitu teologi, metafisika dan para tahapan positif.

    ReplyDelete
  15. Hanna Filen Sopia (13709251052)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    Assalamualaikum Wr Wb

    Positivisme merupakan aliran filsafat yang bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi dan dapat dialami manusia secara nyata. Pandangan positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan, karena hal tersebut merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian positivisme secara terminologis berarti suatu paham yang dalam mencapai kebenarannya bersumber pada kejadian yang benar-benar terjadi. Hal yang berada diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  16. Mardiana S.Si , PMat.D

    Positivisme merupakan sebuah tren dalam filsafat borjuis yg menyatakan alam (empiris) ilmu menjadi satu-satunya sumber pengetahuan yg benar dan menolak nilai kognitif studi filsafat.
    Positivisme dikenalkan oleh Auguste Comte.
    Menurut Comte, satu-satunya pengetahuan yg otentik adalah pengetahuan ilmiah, dan bahwa pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif teory melalui metode ilmiah yg ketat.
    Positivisme menurut saya:
    Adalah Membuka wawasan tentang ilmu pengetahuan, seperti pengetahuan ilmiah.
    Jadi kita sebagai manusia modern dapat membuka pandangan kita untuk sesuatu ilmu pengetahuan yg baru, namun tetap memilih ilmu pengetahuan yg telah diteliti, terpercaya, dan memiliki penjelasan ilmiah. Jadi bukan hanya sekedar spekulasi seseorang ataupun anggapan dari suatu subject bicara.
    Diktum Nietzsche mengajarkan bahwa "Manusia itu adalah sesuatu yg harus dilampaui."
    Jadi, asal menjadi manusia saja tidak cukup, manusia harus benar-benar menjadi manusia, dan itu Ѣȉśǝ terjadi bila ia melampaui kemanusiaanya. Manusia jadi memiliki arti lebih.
    Dengan mengambil sikap positivism, kita dapat menerima dan mengembangkan wawasan ilmiah kita, dan kita berusaha melampaui kemanusiaan kita.
    (Referensi tambahan : bayang-bayang, A.Sudiarja)

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Susanti (13709251080)
    PPs UNY Pend. Matematika D

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia.
    Menurut Comte, perkembangan manusia berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, tahap teologis, kedua, tahap metafisik, ketiga, tahap positif.
    kebenaran yang dianut positivisme dalam mencari kebenaran adalah teori korespondensi.Teori korespondensi menyebutkan bahwa suatu pernyataan adalah benar jika terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan tersebut. Atau dengan kata lain, suatu pernyataan dianggap benar apabila materi yang terkandung dalam pernyataan tersebut bersesuaian (korespodensi) dengan obyek faktual yang ditunjuk oleh pernyataan tersebut.

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  20. Melania Eva Wulanningtyas _PMat A_ 13709251007

    Positivisme merupakan suatu pandangan atau paham yang dikemukakakn oleh Auguste Comte pada abad ke-19. Aguste Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan pada ilmu alam. Paham ini meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.
    Positivisme dapnt dikatakan juga sebagai filsafat modern yang berpangkal dari fakta yang positif. Paham ini juga didasarkan atas fakta - fakta yang ada, fakta tersebut dibuktikan melalui pengamatan dan analisi, sehingga esuatu yang di luar fakta atau kenyataan tidak termasuk dalam ruang lingkup ini.

    ReplyDelete
  21. Assalamualaikum Prof.

    Positivisme bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    Megita Dwi Pamungkas (13709251081)
    PPs UNY 2013 Pend. Matematika Kelas B

    ReplyDelete
  22. Deny Sutrisno (13709251074)
    PPs UNY 2013 PMat Kelas C

    Bismillah

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Prof Marsigit

    Positivism adalah suatu pemikiran yang menganggap bahwa kebenaran yang sebenarnya adalah kebenaran ilmiah. yaitu kebenaran yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Pemikiran ini adalah hasil dari pemikiran Aguste Comte pada abad ke 19. Lalu pada abad ke-20 pemikiran ini kembali dikemukakan secara besar-besaran oleh vienna circle (lingkaran wina). Vienna circle adalah sekelompok filosuf yang bertujuan untuk menginterpretasi kemajuan-kemajuan dalam bidang ilmu sains dan sosial.

    Pada perkembangannya Vienna circle menjadi sebuah gerakan yang sangat berambisi merubah tatanan yang ada namun melenceng dari arah sebenarnya. Bahkan terjadi banyak perpecahan pada Vienna Circle sendiri karena tidak jelasnya keanggotaan dalam gerakannya. Hingga akhirnya filosofi Vienna Circle ini ditinggalkan

    ReplyDelete
  23. Hasbullah (13709251041)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    Positivism merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan bahwa ilmu alam adalah satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktivitas yang berhubungan dengan metafisika, semuanya di dasarkan pada data empiris. Aliran ini sangat erat kaitannya dengan ilmu sosiologi karena kaum positivism percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum social kemasyarakatan dengan mengamati, membandingkan, bereksperimen dan mengacu pada metode historis. Jadi, aliran filsafat ini beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu pasti.

    ReplyDelete
  24. Siti Umi Rokhani / 13709251048
    PPs UNY Pend.Matematika Kelas D

    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Paham ini berlandaskan pada arti kata positive yang mempunyai makna benar-benar terjadi. Sehingga positivisme merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya berpangkal atau bersumber pada sesuatu yang benar-benar terjadi. Dalam paham ini tidak mengkaji sesuatu yang hanya ada dalam angan-angan atau sekedar mitos belaka.
    Penggunaan prinsip ini dalam pendidikan akan bisa membentuk generasi yang rasional dan empiris. Sehingga pendidikan akan didasarkan pada penelitian yang pasti.

    Terima kasih.
    wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  25. Tri Hidayati (NIM: 13709251073)
    Pendidikan Matematika PPs UNY Kelas C

    Positivisme adalah aliran filsafat yang mendasari metode penelitian quantitative, dimana yang diamati dan dianggap nyata adalah fakta-fakta empiris. Selain itu aliran ini memandang bahwa ilmu pengetahuan adalah bebas nilai. Konsep bebas nilai inilah yang akan menjadi sasaran kritik berbagai aliran filsafat seperti teori kritis dan peosmodernisme.

    ReplyDelete
  26. Dian Megasari
    PM C (13709251054)

    positivisme adalah keyakinan bahwa pengetahuan dapat diatur dalam cara yang jelas dan berlaku umum. Ada keyakinan bahwa percaya ada satu cara yang terbaik untuk melakukan sesuatu.
    positivisme dalam filsafat umumnya adalah sistem apapun yang membatasi diri pada pengalaman dan tidak termasuk apriori atau spekulasi metafisik.

    ReplyDelete
  27. Nadya Armintia, 13709251067
    PPs Pendidikan Matematika Kelas D

    Ass. Wr. Wb,
    Terima kasih Prof, atas link yang diberikan

    Salah satu hal yang dapat saya simpulkan adalah positivisme merupakan pandangan bahwa sosiologi dapat dan harus menggunakan metode-metode ilmu alam, (misalnya fisika dan kimia). Tidak biasa berarti menggunakan eksperimen karena ada segala macam masalah etika dengan melakukan hal itu, tetapi positivis percaya bahwa sosiolog harus menggunakan metode kuantitatif dan bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur struktur sosial.

    ReplyDelete
  28. Nihayatus Sa'adah
    Pendidikan Matematika Kelas B

    Wa'alaykum salaam warahmatullah wabarakatuh

    Positivisme pertama kali dikenalkan oleh August Comte pada abad ke-19 dan kemudian disempurnakan lagi oleh sekelompok filsuf yang disebut Circle of Vienna (walaupun pada akhirnya terjadi perpecahan dalam kelompok ini). Paham ini menekankan pada kejadian nyata, bahwa suatu kebenaran yang sesungguhnya ialah kebenaran yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

    Ketika mengetahui maksudnya, saya langsung teringat perkataan seorang dosen teman saya. Beliau berkata bahwa seorang scientist tidak boleh berpijak pada "katanya", "sepertinya", dan "kelihatannya". Seorang scientist harus berjalan di atas data, fakta, dan teori yang jelas.

    Bila kita bisa mengaplikasikan hal ini dalam kehidupan sehari-hari, tentunya ketenteraman akan timbul sebagai akibat dari paham ini. Karena bila seseorang mendengar suatu kabar berita, dia akan segera meng-kros-cek-nya, tak gampang termakan isu, sehingga benar tidaknya kabar tersebut bisa dia buktikan sendiri.

    ReplyDelete
  29. Melda Ariyanti (13709251039)

    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C

    Positivisme berfokus pada kebenaran yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Tidak asal menampilkan hasil tanpa disertai dengan fakta yang empiris. Dasar dari positivisme yang saya pahami adalah scienific method. Jika saya hubungkan dengan kurikulum yang menjadi topik pembahasan saat ini bahwa kurikulum 2013 berpijak pada scientific method. Besar harapan saya akan generasi ke depan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak positif untuk mengubah bangsa ini menuju arah yang lebih baik, tentu dengan pecapaian kebenaran yang baik dan benar serta data yang akurat.


    ReplyDelete
  30. Tri Hidayati (NIM: 13709251073)
    Pendidikan Matematika PPs UNY Kelas C

    Rane Descartes memberikan metode skeptisme pada filsafatnya, dimana ia meragukan semua eksistensi yang ada, termasuk eksistensi dirinya sendiri. Dari rasa keraguan inilah akan diperoleh sebuah kebenaran, yakni kebenaran yang tidak bida diragukan. Untuk mendapatkan kebenaran yang tidak meragukan, ia menggunakan rasio. Pernyataanya yang terkenal adalah Cogito Er go Sum, saya berfikir maka saya ada.

    ReplyDelete
  31. Zuli Nuraeni
    13709251059
    PPs UNY Pend. Matematika Kls D

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Membaca kata positivisme, bayangan saya ini adalah paham yang mengutamakan sifat positif thinking. Tetapi positivisme disini adalah paham yang mengutamakan fakta dan kebenaran yang bersifat positif. Positivisme Logis berpendapat bahwa filsafat harus dapat memberikan kriteria yang ketat untuk menetapkan apakah sebuah pernyataan adalah benar, salah atau tidak memiliki arti sama sekali. Positivisme mengutamakan pengalaman, dan positivisme ini cocok digunakan dalam ilmu pengetahuan eksak, bahwakita tidak boleh menarik kesimpulan tanpa fakta dan kebenaran caranya adalah dengan penelitian.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  32. Mega Eriska R.P.(13709251064)
    PPS Pend Mat, Kelas C

    Positivisme adalah aliran yg tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Menyatakan bahwa ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan. Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

    ReplyDelete
  33. St. Rahmah Sami Ahmad
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013
    13709251077 [Kelas D]

    Bismillah...

    Positivisme adalah faham yang mendukung teori realisme dan empirisme sebab memiliki ketertarikan khusus pada sains dan menolak metafisika. Faham ini percaya bahwa kenyataan berjalan sesuai dengan hukum alam. Aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang faktual dan berdasarkan data empiris. Berdasarkan faham ini, maka objek ilmu pengetahuan maupun pernyataan ilmu pengetahuan harus bisa diamati, diukur, diulang, diuji serta diramalkan. Cara pandang positivisme telah menjadi pegangan para ilmuwan untuk mengungkapkan kebenaran realitas. Kebenaran yang dianut positivisme dalam mencari kebenaran adalah teori korespondensi. Teori korespondensi menyebutkan bahwa suatu pernyataan adalah benar jika terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan tersebut. Atau dengan kata lain, suatu pernyataan dianggap benar apabila materi yang terkandung dalam pernyataan tersebut bersesuaian (korespodensi) dengan obyek faktual yang ditunjuk oleh pernyataan tersebut

    ReplyDelete
  34. Assalamu'alaikum wr. wb.
    Okky Riswandha Imawan (13709251050), PPs UNY, P. Mat. 2013, Kelas D.
    Berdasarkan beberapa sumber yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa positivism merupakan paham yang menyatakan bahwa kebenaran yang sesungguhnya berasal dari pembuktian berdasarkan hal-hal yang benar-benar terjadi. Paham positivism menyempurnakan metode ilmiah dengan memasukkan eksperimen dan ukuran-ukuran. Kebenaran didapatkan dari kelogisan yang memiliki bukti-bukti terukur. Ukuran-ukuran tersebut(panjang, berat, suhu, dll) haruslah merupakan kesepakatan umum yang tidak dapat dibantah. Terimakasih kepada Pak Marsigit dan teman-teman karena berkenan membaca dan mengomentari tulisan saya. Mohon maaf jika saya melakukan kesalahan.

    ReplyDelete
  35. Dewi Mardhiyana (13709251043)
    PPs UNY Pendidikan Matematika kelas B

    Postivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik, serta tidak mengenal adanya spekulasi karena semua didasarkan pada data empiris. Penekanan aliran ini adalah pada hubungan fakta satu dengan fakta yang lain, karena persoalan filsafat bukanlah masalah hakikat, asal mula dan tujuan akhir gejala-gejala, namun bagaimana hubungan antara gejala satu dengan gejala yang lain.
    Positivisme mengembangkan pemikiran tentang ilmu pengetahuan universal bagi kehidupan manusia, sehingga berkembang etika, politik, dan lain-lain sebagai disiplin ilmu. Positivisme mengakui eksistensi dan menolak esensi. Ia menolak setiap definisi yang tidak bisa digapai oleh pengetahuan manusia. Oleh karena itu, aliran ini sangat membantu dalam proses keilmuan khususnya dalam bidang yang bersifat fisik, karena dengan positivisme ilmu dapat memiliki perannya dan menemui keaktualan suatu ilmu yang bersifat behavioral, operasional dan kuantitatif.

    ReplyDelete
  36. P. Mat C 13709251063
    PPs UNY 2013

    ا ﻠسلا م عليكم و ر حمة ﺍﷲو بر كا ﺗﮫ

    Dominasi paradigma positivisme selama bertahun-tahun terhadap dunia keilmuwan, tidak hanya dalam ilmu-ilmu alam tetapi juga pada ilmu-ilmu sosial bahkan ilmu humanities, telah mengakibatkan krisis ilmu pengetahuan. Persoalannya bukan penerapan pola pikir positivistis terhadap ilmu-ilmu alam, karena hal itu memang sesuai, melainkan positivisme dalam ilmu-ilmu sosial, yaitu masyarakat dan manusia sebagai makhluk historis.

    Kata Positivisme merupakan turunan dari kata positive. John M. Echols mengartikan positive dengan beberapa kata yaitu positif (lawan dari negatif), tegas, pasti, meyakinkan. Dalam filsafat, positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Aliran ini berpandangan bahwa manusia tidak pernah mengetahui lebih dari fakta-fakta, atau apa yang nampak, manusia tidak pernah mengetahui sesuatu dibalik fakta-fakta.

    Terimakasih,
    Wassalam.

    ReplyDelete
  37. P. Mat C 13709251063
    PPs UNY 2013

    ا ﻠسلا م عليكم و ر حمة ﺍﷲو بر كا ﺗﮫ

    Positivisme ini sebagai perkembangan yang ekstrem, yakni pandangan yang menganggap bahwa yang dapat diselidiki atau dipelajari hanyalah “data-data yang nyata/empiric”, atau yang mereka namakan positif.

    Tahapan-Tahapan pada Positivisme:
    Menurut Auguste Comte, perkembangan perkembangan pikiran manusia baik perorangan maupun bangsa melalui 3 tahapan, . Tingkatan pertama adalah tingkatan teologi, yang menerangkan segala sesuatu dengan pengaruh-pengaruh dan sebab-sebab yang melebihi kodrat;
    tingkatan kedua adalah tingkatan metafisika, yang hendak menerangkan segala sesuatu melalui abstraksi;
    tingkatan ketiga adalah tingkatan positif, yang hanya memperhatikan yang sungguh-sungguh serta sebab yang sudah ditentukan.

    Tokoh-tokoh dalam positivisme antara lain adalah H.Taine (1828 – 1893), yang mendasarkan diri pada positivisme dan ilmu jiwa, sejarah, politik dan kesastraan. Emile Durkheim (1858 – 1917), yang mengaggap positivisme sebagai asas sosiologi. John Stuart Mill (1806 – 1873), seorang filosof Inggris yang menggunakan system positivisme pada ilmu jiwa, logika, dan kesusilaan.

    Terimakasih,
    Wassalam.

    ReplyDelete
  38. P. Mat C 13709251063
    PPs UNY 2013

    ا ﻠسلا م عليكم و ر حمة ﺍﷲو بر كا ﺗﮫ

    KELEMAHAN POSITIVISME:
    1. Analisis biologik yang ditransformasikan ke dalam analisis sosial dinilai sebagai akar terpuruknya nilai-nilai spiritual dan bahkan nilai-nilai kemanusiaan.
    2. Akibat dari ketidakpercayaannya terhadap sesuatu yang tidak dapat diuji kebenarannya, maka faham ini akan mengakibatkan banyaknya manusia yang nantinya tidak percaya kepada Tuhan, Malaikat, Setan, surga dan neraka.
    3. Manusia akan kehilangan makna, seni atau keindahan, sehingga manusia tidak dapat merasa bahagia dan kesenangan itu tidak ada.
    4. Hanya berhenti pada sesuatu yang nampak dan empiris sehingga tidak dapat menemukan pengetahuan yang valid
    5. Positivisme pada kenyataannya menitik beratkan pada sesuatu yang nampak yang dapat dijadikan obyek kajiaannya, di mana hal tersebut adalah bergantung kepada panca indera.

    Terimakasih,
    Wassalam.

    ReplyDelete
  39. Wita Ratna Puspita (13709251021)
    PPs UNY Pend. Matematika Kelas A

    Positivism dalam bahasa filsafat dimaknai sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dialami sebagai suatu realita. hal ini bertentangan dengan suatu peristiwa yang hanya ada didalam angan-angan. Inti dari ajaran positivisme adalah kebenaran yang logis dan dapat dibuktikan.
    Sebagai contoh titik beku air adalah 0 derajat celcius. Ukuran tersebut adalah kuantitatif, tidak memungkinkan perbedaan pendapat.

    ReplyDelete
  40. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  41. uki suhendar
    pps UNY PM D
    13709251077
    positivism adalah aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti.

    ReplyDelete
  42. Pasttita Ayu Laksmiwati
    PPs Pendidikan Matematika Kelas B

    Waalaikumsallam Pak,
    Tokoh aliran positivisme adalah August Comte, H. Taine, Emile Dulkheim , dan John Stuart Mill . Menurut August Comte, jiwa dan dan akal budi adalah basis dari teraturnya masyarakat. Sehinggajiwa dan akal budi perlu dididik dengan matang. Berdasarkan sumber yang saya baca akal budi ini memiliki tingkatan:
    1)Tingkat teologi, yang menerangkan segala sesuatunya dengan pengaruh dan sebab-sebab yang melebihi kodrat.
    2)Tingkat metafisis, yang hendak menerangkan segala sesuatu melalui abstraksi.
    3)Tingkat positif, yang hanya memperhatikan yang sungguh-sungguh dan sebab akibat yang sudah ditentukan.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  43. Veny Sri Astuti (13709251029)
    Mahasiswa PPs UNY Pend. Matematika Kelas B

    Assalamu’alaykum Wr. Wb.

    Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Upaya penelitian, dalam hal ini adalah untuk mengungkapkan kebenaran realitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan.

    Paradigma positivisme telah menjadi pegangan para ilmuwan untuk mengungkapkan kebenaran realitas. Kebenaran yang dianut positivisme dalam mencari kebenaran adalah teori korespondensi. Teori korespondensi menyebutkan bahwa suatu pernyataan adalah benar jika terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan tersebut. Atau dengan kata lain, suatu pernyataan dianggap benar apabila materi yang terkandung dalam pernyataan tersebut bersesuaian (korespodensi) dengan obyek faktual yang ditunjuk oleh pernyataan tersebut.

    Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  44. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita.

    ReplyDelete
  45. Positivism is a philosophy that states the flow of natural science as the only source of true knowledge and reject activities relating to metaphysical. Do not know the speculation, all based on empirical data. Indeed it reject stream of theoretical speculation as a means to acquire knowledge (such as that carried by the idealism
    especially German idealism Classic).

    Positivism is empiricism, which in certain aspects to the extreme logical conclusion because of what knowledge is empirical knowledge in one or another form, then there is no speculation can be knowledge.

    Positivism tried to explain scientific knowledge with respect to the three components of language theoretical, observational language and rules of correspondence are to involve both. Pressure underlines positivistic assertion that only observational language stating factual information, while the statements in the theoretical language has no factual meaning to the statements translated into observational correspondence rules.

    ReplyDelete
  46. Nuraini Mustika Sari Dewi (137 0925 1035)
    Pendidikan Matematika kelas D

    Positivisme merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber pada kejadian yang benar – benar terjadi yang dapat dialami sebagai suatu realita. Karena hanya mempercayai hal – hal yang dialami maka paham ini sepertinya agak menyampingkan nilai spiritual. Dalam agama tidak semua harus kita alami untuk dapat kita yakini.

    ReplyDelete
  47. Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.
    Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Upaya penelitian, dalam hal ini adalah untuk mengungkapkan kebenaran realitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan.
    Sehingga dapat dikatakan positivisme merupakan suatu faham yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Faham ini juga menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan (seperti yang diusung oleh kaum idealisme khususnya idealisme Jerman Klasik). Untuk memperoleh pengetahuan dan kebenaran, semua didasarkan pada data empiris.

    ReplyDelete
  48. Siti Rochana (13709251079)
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Assalammualaikum.Wr.Wb
    Sikap positif selalu diidentikkan dengan sikap yang baik. Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita dan secara terminologis positivisme berarti merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete
  49. Baiq Rofina Arvy (13709251044)
    Pendidikan Matematika Kelas B

    Assalamu'alaikum.
    Positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Oleh karena itu aliran ini sangat menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik dan tidak mengenal adanya spekulasi. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur sehingga tidak memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Dengan kata lain aliran ini membatasi diri pada pengalaman-pengalaman yang objektif.
    wassalamu'alaikum.

    ReplyDelete
  50. 13709251068
    P.Mat C

    Positivisme berkaitan erat dengan Naturalisme yang berasal dari Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat bahwa positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia berdasarkan sains.
    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positif yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi,yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang ada di dalam pikiran(angan-angan). Jadi, dapat disimpulkan bahwa positivisme adalah suatu paham yang dalam pencapaian sebenar-benarnya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  51. PPS UNY P.Mat Kelas C
    NIM: 13709251069

    Positivisme adalah filsafat yang dikembangkan oleh Auguste Comte pada pertengahan abad ke-19 yang menyatakan bahwa satu-satunya pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah dan pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari pemikiran positif dari teori-teori ilmiah.
    Menurut Auguste Comte masyarakat mengalami tiga fase dalam pencarian yang berbeda untuk kebenaran. Ketiga fase adalah Teologi, Metafisika dan Tahapan positif .

    ReplyDelete
  52. Meita Fitrianawati
    13709251017
    P.Mat A
    Awal munculnya aliran positivism didasarkan kepada kepercayaan terhadap hukum-hukum alam sebagai kendali terhadap kehidupan manusia dan dari dasar pemikiran ini kepercayaan terhadap takhayul, ketakutan, kebodohan, dan paksaan, dan konflik sosial dihilangkan dari masyarakat. Posiivism berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Dengan demikian,ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. Aliran positivism adalah aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism menyempurnakan metode ilmiah dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran.

    ReplyDelete
  53. Milah Nurkamilah
    13709251083
    PPs UNY Pend. Matematika kelas B 2013

    Berdasarkan positivism atau positif logis, filsafat harus bisa memberikan nilai apakah pernyataan itu benar atau salah. Positif logis ini lebih ke filsafat sains yang sangat mementingkan adanya bukti empiris berdasarkan fakta dalam menentukan kebenarannya. Filsafat logis menggap bahwa bidang metafisika tidak ada artinya, seperti etika dan keindahan.

    ReplyDelete
  54. Samsul Bahri (13709251051)

    PPs UNY Pend.Matematika Kelas B

    assalamu'alaikum , , , wr , , ,wb

    Positivisme merupakan aliran filsafat yang bermakna dalam melakukan atau menilai suatu perkara atau benda terkait kebenarannya lebih menekankan pada sikap positif atau berfikir positif.

    ReplyDelete
  55. Margaretha Madha Melissa / 13709251071
    Pend.Matematika PPs UNY Kelas C

    Positivisme adalah filsafat yang dikembangkan oleh Auguste Comte yang menyatakan bahwa satu-satunya pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah. Pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari teori afirmasi positif melalui metode ilmiah yang ketat. Menurut Auguste Comte, masyarakat mengalami tiga tahap yang berbeda dalam pencarian kebenaran yaitu: Teologi , Metafisika dan tahapan positif. Pada tahap Teologi manusia didasarkan pada keyakinan sepenuh hati dalam segala hal dengan mengacu kepada Allah. Sedangkan tahap Metafisik menyatakan bahwa manusia ada sejak waktu Pencerahan, waktu mendalami rasionalisme logis , bahwa manusia dilahirkan dengan hak-hak tertentu , yang harus dan tidak bisa diambil. Tahap yang terakhir yaitu tahap Ilmiah atau tahap Positif yaitu gagasan bahwa hak-hak individu lebih penting daripada aturan satu orang. Positivisme juga bisa diartikan sebagai pengetahuan yang menggabungkan empirisme yang kuat, mendasarkan semua pengetahuan pada pengalaman dengan sensorik logika matematika dan linguistik sehingga laporan ilmiah bisa meyakinkan terbukti palsu atau benar.

    ReplyDelete
  56. Lilik Fauziah (PM D)

    Positivisme adalah suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data empiris. Dominasi paradigma positivisme selama bertahun-tahun terhadap dunia keilmuwan, tidak hanya dalam ilmu-ilmu alam tetapi juga pada ilmu-ilmu sosial bahkan ilmu humanisme yang mengakibatkan krisis ilmu pengetahuan. Persoalannya bukan penerapan pola pikir positivistis terhadap ilmu-ilmu alam, karena hal itu memang sesuai, melainkan positivisme dalam ilmu-ilmu sosial, yaitu masyarakat dan manusia sebagai makhluk historis

    ReplyDelete
  57. Aep Sunendar (13709251082)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C

    Indera itu amat penting dalam memperoleh pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen”. Eksperimen memerlukan ukuran yang jelas. Jadi, kebenaran diperoleh dengan akal, didukung bukti empiris yang terukur. “Terukur” inilah yang merupakan sumbangan positivisme.
    Tokoh aliran ini adalah Auguste Comte (1798-1857).

    ReplyDelete
  58. Uun Yuni Armita
    13709251005
    PPs UNY P. Mat A

    Bismillah
    Positivisme adalah suatu cara pandang dalam memahami dunia berdasarkan ilmu alam. Tokoh penganut positivisme adalah Auguste Comte. Ada 3 tahapan perkembangan positivisme:
    -tahap pertama: selain masalah teori pengetahuan (Comte) dan logika (Mill) tempat utama positivisme ada untuk sosiolog (ide Comte tentang transformasi masyarakat atas adasar ilmu pengetahuan, teori masyarakat Spencer)
    -tahap kedua:berkaitan dengan Ernst Mach dan Avenarius yang meninggalkan pengakuan formal dari benda obyektik (yang merupakan ciri positivisme awal. Dalam Machisme, masalah kognisi diinterpretasikan dari sudut pandang psychologism ekstrim, yang bergabung dengan subyektivisme.
    -tahap ketiga:neo positivisme, membahas masalah filosofis bahasa, logika simbolis, struktur penyelidikan ilmiah, dan lain-lain. Setelah meninggalkan psychologism, para eksponen positivisme ketiga mengambil kursus untuk mendamaikan ilmu logika dengan matematika, proses formalisasi masalah epistemologis.

    ReplyDelete
  59. Tri Hidayati (NIM: 13709251073)
    Pendidikan Matematika PPs UNY Kelas C

    Yang ditinggalkan dari pemikiran positivisme adalah pemahaman bahwa ilmu adalah bebas nilai, dan akal adalah suatu bentuk isntrumen. Pemahaman ilmu adalah bebas nilai akan dikritik oleh aliran kritis dan post modern.

    ReplyDelete
  60. ا ﻠسلا م عليكم و ر حمة ﺍﷲو بر كا ﺗﮫ

    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris.

    Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan. Terdapat tiga tahap dalam perkembangan positivisme, yaitu: tempat utama dalam positivisme pertama diberikan pada sosiologi, Munculnya tahap kedua dalam positivisme–empirio-positivisme, dan perkembangan positivisme tahap terakhir berkaitan dengan lingkaran wina.

    Wallahu a’lam bish-shawabi…

    ReplyDelete

  61. ا ﻠسلا م عليكم و ر حمة ﺍﷲو بر كا ﺗﮫ

    Positivisme diturunkan dari kata positif, dalam hal ini positivisme dapat diartikan sebagai suatu pandangan yang sejalan dengan empirisme, menempatkan penghayatan yang penting serta mendalam yang bertujuan untuk memperoleh suatu kebenaran pengetahuan yang nyata, karena harus didasarkan kepada hal-hal yang positivisme. Dimana positivisme itu sendiri hanya membatasi diri kepada pengalaman-pengalaman yang hanya bersifat objektif saja.

    Dalam alam terhadap hukum yang dapat diketahui, dalam alam penyebab benda-benda tidak dapat diketahui, Setiap pernyataan yang pada prinsipnya tidak dapat direduksikan ke pernyataan sederhana mengenai fakta, baik khusus maupun umum, hanya berhubungan antara fakta yang dapat diketahui, perkembangan intelektual merupakan sebab utama perubahan sosial.

    Wallahu a’lam bish-shawabi…

    ReplyDelete
  62. Harry Syafutera 13709251056
    PPS UNY Pendidikan Matematika kelas C

    Para penganut paham positivisme ini adalah orang2 yang meninginkan semua penjelasan terhadap semua hal dan tidak menerima hal2 yang tidak bisa dijelaskan secara logis dan empiris, maka hal itu akan dianggap tidak memiliki makna dan masuk kedalam metafisika termasuk ilmu2 agama karena agama sendiri pada dasarnya adalah mengenai keyakinan dan keyakinan menurut penganut paham ini tidak dapat dibuktikan secara nyata begitu juga permasalahan terkait dengan keindahan dan lain-lain.

    ReplyDelete
  63. Ely Syafitri 13709251065 PMat C
    Assalammu'alaikum

    Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu – satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. “Terukur” inilah sumbangan penting positivisme. Misalnya, hal panas. Positivisme mengatakan bahwa air mendidih adalah 100 derajat celcius, besi mendidih 1000 derajat celcius, dan yang lainnya misalnya tentang ukuran meter, ton, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  64. Rody Satriawan, S.Pd.
    NIM: 13709251016
    PPs.UNY P-Mat.A 2013

    Positivism
    Positivism atau dalam bahasa Indonesia disebut positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia ini (worldview) dengan berdasarkan sains (ilmu pengetahuan). Positivisme merupakan perkembangan dari aliran empiris yang bersifat ekstrim, karena positivisme memiliki pandangan bahwa yang dapat diselidiki atau dipelajari hanyalah data-data yang nyata (empiris) atau yang dinamakan positif. Jadi data-data yang nyata disebut dengan positif. Nilai-nilai politik dan sosial, menurut positivisme dapat digeneralisasikan berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dari penyelidikan terhadap kehidupan masyarakat itu sendiri.

    ReplyDelete
  65. 137509251045 PMAT Kelas D

    Positivisme yang didirikan oleh Auguste Comte memandang bahwa satu-satunya pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah, dan bahwa pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif teori ilmiah yang ketat melalui Metode.
    Positivisme merupakan keyakinan bahwa pengetahuan dapat diatur dalam cara yang jelas dan berlaku umum. Penganut paham ini cenderung percaya ada "satu cara terbaik" untuk melakukan sesuatu dan untuk menjawab pertanyaan seperti yang ditemukan dalam ilmu pengetahuan atau politik.

    ReplyDelete
  66. ANDRIANI SUZANA (13709251003)
    PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS A
    PPS UNY 2013

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Dalam filsafat, positivisme berarti suatu paham yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Aliran ini beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Sesuatu yang maya dan tidak jelas dikesampingkan, sehingga aliran ini menolak sesuatu seperti metafisik dan ilmu gaib serta tidak mengenal adanya spekulasi. Ajaran positivisme timbul pada abad 19 dan termasuk jenis filsafat abad modern. Kelahirannya hampir bersamaan dengan empirisme. Kesamaan diantara keduanya antara lain bahwa keduanya mengutamakan pengalaman. Perbedaannya, positivisme hanya membatasi diri pada pengalaman-pengalaman yang objektif, sedangkan empirisme menerima juga pengalaman-pengalaman batiniah atau pengalaman yang subjektif.

    Adapun ide-ide pokok positivisme, antara lain :
    1. Bahwa ilmu pengetahuan merupakan jenis pengetahuan yang paling tinggi tingkatannya, dan karenanya kajian filsafat harus juga bersifat ilmiah (that science is the highest form of knowledge and that philosophy thus must be scientific).
    2. Bahwa hanya ada satu jenis metode ilmiah yang berlaku secara umum, untuk segala bidang atau disiplin ilmu, yakni metode penelitian ilmiah yang lazim digunakan dalam ilmu alam.
    3. Bahwa pandangan-pandangan metafisik tidak dapat diterima sebagai ilmu, tetapi "sekadar" merupakan pseudoscientific.

    Terimakasih ^_^
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb


    ReplyDelete
  67. Sardin (13709251053)
    PPS PM C

    Asalamu alaikum wr.wb
    Awal munculnya aliran positivism didasarkan kepada kepercayaan terhadap hukum-hukum alam sebagai kendali terhadap kehidupan manusia. Oleh karena itu, dari dasar pemikiran ini kepercayaan terhadap takhayul, ketakutan, kebodohan, dan paksaan, dan konflik sosial dihilangkan dari masyarakat. Pandangan inilah yang menjadi awal kelahiran aliran positivism.
    Positivism yang dikenalkan oleh Comte ( 1798 – 1857) karya nya berjudul Discour L’esprit Positive (1844), yang artinya pembicaraan tentang jiwa positif. Dalam karya ini, Comte menjelaskan secara singkat pendapat-pendapat positivis, hukum stadia, klasifikasi ilmu-ilmu pengetahuan dan bagan mengenai tatanan dan kemajuan. Positivism berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya.
    Isi dari aliran positivism ini dirumuskan diantaranya adalah Perspektif positivism tentang masyarakat. Comte percaya bahawa penemuan hukum alam itu akan membukakan bata-batas yang pasti dalam kenyataan sosial (inheren), dan jika melampaui batas-batas itu, usaha pembaharuan akan merusakkan dan menghasilkan yang sebaliknya.
    Auguste Comte mempercayai panca indra itu amat penting dalam memperoleh pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen. Kekeliruan indra akan dapat dikoreksi lewat eksperimen. Eksperimen membutuhkan ukuran-ukuran yang jelas. Seperti panas diukur dengan ukuran panas, jarak dengan ukuran meteran, berat dengan ukuran kiloan, dan sebagainya.

    terima kasih
    wassalamu alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  68. Mahasiswa PPs Pendidikan Matematika Kelas D
    NIM. 13709251066

    Dalam filsafat, positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Aliran ini berpandangan bahwa manusia tidak pernah mengetahui lebih dari fakta-fakta, atau apa yang nampak, manusia tidak pernah mengetahui sesuatu dibalik fakta-fakta.
    Positivisme logis adalah aliran pemikiran dalam filsafat yang membatasi pikirannya pada segala hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan atau pada analisis definisi dan relasi antara istilah-istilah. Fungsi analisis ini mengurangi metafisika dan meneliti struktur logis pengetahuan ilmiah. Tujuan dari pembahasan ini adalah menentukan isi konsep-konsep dan pernyataan-pernyataan ilmiah yang dapat diverifikasi secara empiris.
    Positivisme menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik, menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan, seperti yang diusung oleh kaum idealisme khususnya idealisme Jerman Klasik.
    Ajaran positivisme timbul pada abad 19 dan termasuk jenis filsafat abad modern. Kelahirannya hampir bersamaan dengan empirisme. Kesamaan diantara keduanya antara lain bahwa keduanya mengutamakan pengalaman. Perbedaannya, positivisme hanya membatasi diri pada pengalaman-pengalaman yang objektif, sedangkan empirisme menerima juga pengalaman-pengalaman batiniah atau pengalaman yang subjektif.
    August Comte adalah tokoh aliran positivisme yang paling terkenal. Kaum positivis percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan. Aliran ini tentunya mendapat pengaruh dari kaum empiris dan mereka sangat optimis dengan kemajuan dari revolusi Perancis. Bagi Comte untuk menciptakan masyarakat yang adil, diperlukan metode positif yang kepastiannya tidak dapat digugat. Metode positif ini mempunyai 4 ciri, yaitu : [1]. Metode ini diarahkan pada fakta-fakta; [2]. Metode ini diarahkan pada perbaikan terus-menerus dari syarat-syarat hidup; [3]. Metode ini berusaha ke arah kepastian; [4]. Metode ini berusaha ke arah kecermatan.

    Terima Kasih dan Tuhan Memberkati !
    (dirangkum dari berbagai sumber)

    ReplyDelete
  69. Positivisme berpangkal dari apa yang telah diketahui, yang factual, yang positif. Ia mengenyampingkan segala uraian/persoalan di luar yang ada sebagai fakta. Oleh karena itu, ia menolak metafisika. Apa yang diketahui secara positif adalah segala yang tampak dan segala gejala. Tokoh positivisme adalah Augut Comte. Menurutnya, perkembangan pemikiran manusia berlangsung dalam tiga tahap, yaitu teologis, metafisis, dan positif. Pada tahap teologis, orang berkeyakinan bahwa dibalik segala sesuatu tersirat pernyataan kehendak khusus. Pada tahap metafisik, kekeuatan adikodrati itu diubah menjadi kekeutan yang abstrak, yang kemudian dipersatukan dalam pengertian yang bersifat umum yang disebut alam dan dipandangnya sebagai asal dari segala gejala. Pada tahap positif, usaha mencapai pengenalan yang mutlak baik pengetahuan teologis ataupun metafisis dipandang tak berguna. Yang terpenting adalah menemukan hokum-hukum kesamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta dengan pengamatan dan penggunaan akal.

    Sriyanta (13709251034)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    ReplyDelete
  70. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  71. Nevi Narendrati (13709251009)
    PPs UNY P.Mat A

    Positivisme adalah filsafat yang dikembangkan oleh Auguste Comte pada pertengahan abad ke-19 yang menyatakan bahwa satu-satunya pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah, dan bahwa pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif teori ilmiah yang ketat melalui metode. Pandangan ini kadang-kadang disebut sebagai ideologi ilmuwan. Positivisme dianggap sebagai idealisme subyektif, karena membatasi dirinya hanya untuk fakta dan tidak meneliti penyebab suatu hal.
    Menurut Comte, masyarakat mengalami tiga fase yang berbeda dalam pencarian kebenaran, yaitu Teologi, Metafisika, dan para Tahapan positif (positive phase).
    Tahap teologi: manusia didasarkan pada keyakinan sepenuh hati dalam segala hal dengan mengacu kepada Tuhan.
    Tahap metafisik (fase kedua) menyatakan bahwa hak-hak universal manusia adalah yang paling penting.
    Tahap akhir dari trilogi hukum universal Comte adalah Ilmiah, atau Positive Stage. Ide sentral dari tahap ini adalah gagasan bahwa hak-hak individu lebih penting daripada aturan yang dibuat satu orang. Comte menyatakan gagasan bahwa manusia dapat menentukan sendiri adalah apa yang membuat tahap ini berbeda dari yang lain
    Positivis percaya bahwa sosiolog harus menggunakan metode kuantitatif dan bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur struktur sosial. Yang berlawanan dengan positivisme adalah anti-positivist atau interpretivists.

    ReplyDelete
  72. Pendidikan Matematika Kelas B (13709251032)
    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirrahmanirrahim
    Positivisme merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme. Positivisme tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah dan hanya mengandalkan fakta-fakta belaka. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam. Benda-benda langit beredar menurut garis edarnya. Lebah-lebah dan semut-semut bekerja sesuai aturan kelompok mereka.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  73. Dedi Saputra
    13709251014
    PPs P.Mat A

    Setelah saya membaca wacana di atas saya memberikan komentar bahwa Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris.
    Positivisme adalah doktrin filosofi dan ilmu pengetahuan sosial yang menempatkan peran sentral pengalaman dan bukti empiris sebagai basis dari ilmu pengetahuan dan penelitian. Terminologi positivisme dikenalkan oleh Auguste Comte untuk menolak doktrin nilai subyektif, digantikan oleh fakta yang bisa diamati serta penerapan metode ini untuk membangun ilmu pengetahuan yang diabdikan untuk memperbaiki kehidupan manusia.
    Kemunculan positivism berkaitan dengan revolusi industry di Inggris abad ke-18 yang menimbulkan gelombang optimism akan kemajuan umat manusia didasarkan keberhasilan teknologi industri. Positivisme yakin bahwa masyarakat akan mengalami kemajuan apabila mengadopsi total pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Slogan dari aliran positivisme ini adalah “ savoir pour prevoir, prevoir pour pouvoir, artinya dari ilmu muncul prediksi dan dari prediksi muncul aksi”.
    Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empirisnya, yang terukur. Terukur inilah sumbangan penting positivism.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
  74. Dhanar Dwi Hary J. (13709251076)
    PPs PM Kelas C

    Positivisme adalah filsafat yang berorientasi pada realitas dan menolak pembahasan mengenai sesuatu yang ada di balik realitas, dengan dasar bahwa akal manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui entitas apapun yang melintasi alam inderawi (persepsi) dan alam kasat mata. hal yang penting bagi positivisme adalah bekerja untuk membersihkan filsafat dari semua sebab keruwetan dan ambiguitas, dengan cara menganalisa bahasa dan ungkapan-ungkapannya, baik apa yang dikatakan oleh para ilmuwan maupun orang awam dalam kehidupan mereka.

    ReplyDelete
  75. Edi Susanto (13709251078)
    PMat Kelas D PPs UNY 2013

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Positivisme meruapakn pandangan tentanga segala sesuatu yang ada adalah segala sesuatu yang terjadi. Secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia.

    ReplyDelete
  76. Fitri Nurhayati
    PPs UNY Pendidikan Matematika
    13709251020

    Positivisme merupakan suatu pola pikir yang membentuk teori dengan dasar bukti secara keilmuan. Positivisme merupakan paham filsafat yang mengartikan bahwa peristiwa yang terjadi dan dapat dialami manusia secara nyata. Positivisme hanya mengkaji hal-hal kejadiannya benar-benar terjadi. Salah satu tokoh postivisme adalah Aguste Compte. Ajaran dari positivisme adalah kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur.

    ReplyDelete
  77. Status Seseorang di facebook:
    Lubab Mutiara Pengajar
    Mutiara Mahasiswa 181:
    Saya pernah adu pendapat sama mahasiswa yang MELAHAP BANYAK BUKU FILSAFAT. Saya hanya bertanya simpel, "Apa itu filsafat?". Malah dijawab hanya sekedar "Mempertanyakan sesuatu". Kalau sekedar bertanya, anak kecil juga pandai bertanya. Apa lagi filsafat? Lagi-lagi mempertanyakan sesuatu. Saya pun sering bertanya-tanya berarti saya FILOSOF DONG???
    Komentarnya:
    1.Nok Aja Lah : emang apa artiny filsafat..?
    2.Ibnu Farhan : iya bner.. pada awalnya memang begitu.. filsafat mencari jawaban atas apa yang ada pertanyakan..
    3.Lubab Mutiara Pengajar : anak SMA juga sering dikasih pertanyaan dan dijawab olehnya... orang yang suka menulis selalu dalam "TANYA-JAWAB". Dan pada akhirnya apa???
    4.Ibnu Farhan : ia memang kehidupan sperti tu.. bertanya dan menjawab..
    5.Lubab Mutiara Pengajar : terus apa istimewanya filsafat??? ini sebuah dinamika hidup yang selalu ada masalah dan solusi yang ditengah2nya adalah pemikiran. ini hal biasa
    6.Asep Saepurrohman : Filsafat itu terdari 2 kata yaitu fil dan safat. Fil itu artinya si fifil dan safat itu artinya kecepit. Jd artinya filsafat itu sififl yg sedang kejepit. Simpelkan wkwkwkwkwkkwkw
    7.Ibnu Farhan : istimewanya karena dengan berfilsafat akan menemukan hal2 baru... yg bermanfaat untuk kehidupan selanjutnya
    8.Lubab Mutiara Pengajar : asep:hahhaha.... jawaban yang RRRRUAR BINASA... filsafat adalah KHAYALAN DALAM DONGENG
    9.Nok Aja Lah : lahh artiny opo filsafat...?
    10.Lubab Mutiara Pengajar : ibnu: karya tulis PROBLEM-SOLVING selalu mengarah begini dan hasilnya bermanfaat. gak butuh tuh flsafat
    11.Ibnu Farhan : ya proses problem solving itu adalah filsafat itu sendiri..
    12.Lubab Mutiara Pengajar : Nok: ya saya jawab,"FILSAFAT ADALAH KHAYALAN DALAM DONGENG"
    13.Ibnu Farhan : mungkin anda terlalu sempit memaknai filsafat
    14.AzRa Titian Raya Agung : fiLsafat adLh hakikat dari PeRwujudan Apa atau siapa, atau makna SubtansiaL,,
    15.Asep Saepurrohman : Lah berarti anak kecil juga bisa jago filsafat yach? Kl khayalan dalam dongeng doang mah.
    16.Nok Aja Lah : okh,,,brarti bku2 cerita2 dongeng teh itu namany bku filsafat..?
    17.Lubab Mutiara Pengajar : #ibnu :kalau ente luas mengartikan filsafat, ya jelaskan yang luas...
    Problem-sofing itu kegiatan manusia yang sehari-hari terjadi untuk melakukan pemecahan masalah. kenapa sampai ada kata FILUSUF SEGALA?
    18.Lubab Mutiara Pengajar : asep: ya anak kecil kan suka bertanya-tanya, "mamah, saya lahir dari mana???"hahahha.... ya jelas filusuf
    19.Lubab Mutiara Pengajar : Nok: ya lihat saja dalam cerita, ada tidak PEMIKIRAN??? ada. namun hebatnya MENJADIKAN YANG TIDAK ADA MENJADI ADA
    20.Asep Saepurrohman : G bro, gw waktu kecil, nanyanya mamah, gimana caranya bikin anak... Hahahahhahahaha
    21.Lubab Mutiara Pengajar : #azra: berarti kalau tanya, "mamah... wujud saya asalnya dari mana???" berarti sudah merupakan pemikiran filsafat?
    22.Lubab Mutiara Pengajar : #Asep: waduh.... pemikiran yang sangat dalam. KACAU
    23.Nok Aja Lah : Mungkin memang g da pemikiran di dalam cerita dongeng,tp biasany slalu jdi cerminan untuk membantu mendidik anak kecil...
    24.Agus Faisal Filsafat : ... Fikirkan saja bagaimana supaya dapat syafaat... Fikirkan saja supaya hidup bermanfaat... Fikirkan kalau hidup hanya sesaat...
    25.Asep Saepurrohman : Hahahaha kl bukan kacau bukan asep namanya bro... Hehehehehe
    26.Lubab Mutiara Pengajar : haduh... ngeri bae wis ngadapi cung asep
    27.Lubab Mutiara Pengajar : agus: ya itu sudah takdir,hahaha
    28.Agus Faisal : Gitu aja ko repot
    29.Lubab Mutiara Pengajar : yayayahh... gk butuh filsafat karena bikin repot

    ReplyDelete
  78. Kayanya seru kalau saya coba untuk berdiskusi, maka inilah hasilnya:

    1.Sirojudin Wahid : maaf, pas ente bikin status dan jawab komentar sambil mikir ngga ya?

    2.Lubab Mutiara Pengajar : nah ente sambil mikir tidak sebelum buat ini??? semua manusia berfikir, semua manusia mempertanyakan sesuatu dan menjawab sesuatu. lalu apa istimewanya FILSAFAT DAN JURUSAN FILSAFAT??? makanya ilmu pengetahuan CERAI dengan filsafat karena tidak ada untungya dan SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI FILSAFAT.

    FILSAFAT hanya kerjaanya yang tukang DONGENG. Namun anehnya para tukang dongeng malah tidak disebut FILOSOF atau BERFILSAFAT. malah mahasiswa yang BELAJAR FILSAFAT yang dianggap filsafat PADAHAL belum berfilsafat sama sekali. DAN, FILSAFAT BUKAN HAL ISTIMEWA karena sudah sepatutnya manusia adalah berpikir.

    WIKIPEDIA: "Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu" TETAPI KENAPA FILSAFAT DISEBUTNYA ILMU????

    WIKIPEDIA:"Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan."

    WIKIPEDIA:"Filsafat berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan." LAH, INI MAH KERJAANNYA MANUSIA SECARA UMUM.

    WIKIPEDIA"Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar". SECARA KRITIS DAN MENDASAR YANG BAGAIMANA??? semua orang pernah mengalami pemikiran yang seperti ini untuk menemukan solusi karena manusia ADALAH MAKHLUK BERPIKIR.

    3.Sirojudin Wahid : terimakasih jawabannya. sekarang, apakah ente butuh berfikir?

    4.Lubab Mutiara Pengajar : ya butuh. terus?

    5.Sirojudin Wahid : kenapa ente merasa butuh berfikir?

    6.Lubab Mutiara Pengajar : lah... lalu kenapa ente mempertanyakan kebutuhan berpikir? apakah ini sebuah kebutuhan berpikir ente untuk mempertanyakan kebutuhan berpikir saya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 7.Sirojudin Wahid : jawab saja, saya senang mendengarkan jawaban ente. atau saya tanya yang lain saja, mengapa manusia butuh berfikir?

      8.Lubab Mutiara Pengajar : Ada sebuah tradisi hidup=selusi dan masalah. ditengah-tengahnya dalah berpikir. ini sebuah hal yang biasa dan tidak perlu pakai filsafat2 segala karena semua orang bisa mengurusi solusi-masalah. LALU, APA MANFAAT FILSAFAT BILA MEMANG BUTUH UNTUK SOLUSI-MASALAH???

      9.Sirojudin Wahid : lalu menurut ente sendiri filsafat itu apa? kok kayanya dendem banget.

      10.Lubab Mutiara Pengajar : lah... ente membahas dendam??? kalau ente pernah belajar berfilsafat, maka bodoh sekali kalau jawabannya seperti ini padahal mengerti teori filsafat. apa yang saya ucapkan kan sesuai kaidah filsafat dan saya sedang MEMPERTANYAKAN APA FILSAFAT, MANFAAT DAN KEBUTUHANNYA??? Apakah harus mengulang-ulang??? sudah saya jawab FILSAFAT ADALAH KAYALAN UNTUK/DALAM DONGENG

      11.Lubab Mutiara Pengajar : Sekarang JAWAB:APA FILSAFAT, MANFAAT DAN KEBUTUHANNYA??? (gantian,hahaha)

      12.Sirojudin Wahid : terimakasih, jawaban yang lengkap, senang sekali saya. bagaimana jika saya jawab filsafat itu proses berikir? manfaat dan kebutuhan berfikir sudah tahu kan?

      13.Lubab Mutiara Pengajar : kalau begitu, filsafat adalah kesederhanaan. lah,,,kalau gitu, ngapain belajar filsafat sampai BERTUMPUK-TUMPUK BUKU.karena kita sudah bisa melakukannya???

      14.Sirojudin Wahid : perlu saya jawabkah? atau izinkan saya bertanya lagi, mengapa manusia belajar?

      15.Lubab Mutiara Pengajar : intinya ente sudah tahu kan??? disini sedang membhas apa??? membahas pemikiran biasa tanpa perlu teori-teori filsafat... jadi ente bila bertanya, kenapa perlu belajar maka jawabannya tidak perlu belajar filsafat kalau filsafat dijadikan sebagai PENUMPUKAN TEORI-TEOERI karena filsafat adlah PROSES,,, BERPIKIR KATA ANDA...

      16.Sirojudin Wahid : bagaimana jika saya jawab filsafat adalah proses belajar? bisakah seseorang berfikir tanpa belajar untuk berfikir?

      17.Lubab Mutiara Pengajar : sekarang saya tanya, apa itu belajar??? dan apa belajar berpikir?

      18.Sirojudin Wahid : bagaimana jika saya jawab belajar itu "membaca" (dalam artinya yang sangat luas)?

      Delete
    2. 19. Lubab Mutiara Pengajar : nah... arti belajar adalah membaca kan termasuk membaca buku filsafat (dalam artinya yang sangat luas)... sekarang, saya tanya, setelah belajar filsafat, APA HASILNYA????

      20. Sirojudin Wahid : sayang sekali, kenapa harus terburu-buru bertanya hasil? sudahkah dibaca semuanya (dalam arti yang luas)? apakah sudah begitu bosannya dengan kegiatan membaca? mengapa selalu yang ditanyakan adalah hasil? hasil belajarlah? nilailah? apakah ada yang salah dengan proses? apakah manusia sudah tidak butuh dengan proses dan hanya memikirkan hasil?

      21. Lubab Mutiara Pengajar : nah ente terjebak dengn jawaban ente sendiri. katanya filsafat adalah proses berpikir... Nah,,, sya sudah tahu banyak yang belajar berfilsafat malah mereka menulis secra biasa, pake kutipan, pake referensi, pake ini dan itu... PROSES BERPIKIR DALAM MENULIS YANG BIASA LAH SEPERTI PADA UMUMNYA

      22. Sirojudin Wahid : terimakasih, tapi saya masih belum faham dengan yang barusan. tolong tunjukkan dimana letak kesalahan saya? maklumlah, terkadang fikiranku juga berkontradiksi. lalu, apakah ada yang salah dengan kontradiksi dalam fikiran?

      23. Lubab Mutiara Pengajar : ya sudah... karena saya belum pantas mengoreksi kesalahan karena saya bukan filosof,,, jadi sana cari di buku filsafat saja biar tambah referensi,hahahhaaaa

      24. Sirojudin Wahid : bukankah ente tidak setuju belajar filsafat dengan bertumpuk-tumpuk buku? kenapa malah ente menganjurkan saya membaca buku, buku filsafat lagi? saya rasa jawaban ente lebih menarik dibandingkan buku-buku tresebut. dan saya rasa ente malah sudah paham betul. tapi saya paham, bahwa waktu membatasi percakapan ini, mungkin lain kali ya. dan saya bisa tanya-tanya lagi. terimakasih karena sudah mengajak saya berfikir dan berfilsafat. sepertinya anda tidak dendem dengan filsafat, hanya saja cara pengajaran filsafat yang ente kurang suka. senang sekali, meluangkan waktu untuk berfikir dan berdiskusi. terimakasih ya Allah atas kesempatan ini. Alhamdulillah.

      Delete
  79. Fauzia Rahmawati (13709251062)
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas C

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris.

    Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan (seperti yang diusung oleh kaum idealisme khususnya idealisme Jerman Klasik). Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  80. Tri Purwanto (13709251084)
    PPs UNY pendidikan Matematika 2013 kelas C
    Assalamualaikum Wr Wb

    Positivisme dikenalkan oleh Auguste Comte. Istilah Positivisme menekankan dalam berkeyakinan bahwa tanpa adanya pra asumsi, komprehensi-komprehensi pikiran dan apriori akal tidak boleh menarik kesimpulan dengan logika murni maka dari itu harus melakukan observasi atas hukum alam. dalam Positifisme lebih mengutamakan pengalaman.

    ReplyDelete
  81. M.Masruri Burhan
    P. Mat C
    13709251058

    Positivisme pertama kali digunakan oleh Francis Bacon dari inggris. Positivisme adalah salah satu aliran filsafat modern. Dalam positivisme menyatakan bahwa tanpa adanya pra asumsi, komprehensi-komprehensi pikiran dan apriori akal tidak boleh menarik kesimpulan dengan logika murni maka dari itu harus melakukan observasi atas hukum alam. Paham positivism mengarahkan pada sebuah perkembangan sains yang dapat digeneralkan kebenarannya. Walaupun beberapa kebenaran dalam area theologi tetap tidak akan tergapai, namun paham ini memberikan dorongan pada manusia khususnya kaum intelektual untuk mengeksplorasi alam berbasis pada akal. Paham positivism membutuhkan bukti secara empiris dengan mengedepankan pola pikir dan bisa jadi mengesampingkan ilmu agama.

    ReplyDelete
  82. Susanah Wati (NIM. 13709251070)
    PPs. P.Mat D

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.
    Positivisme merupakan pemikiran Auguste Compte pada abad ke 19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  83. Tri Hidayati (13709251073)
    Pendidikan Matematika Kelas C
    PPS UNY 2013

    Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Upaya penelitian, dalam hal ini adalah untuk mengungkapkan kebenaran realitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan. Positivisme muncul pada abad ke-19 dimotori oleh sosiolog Auguste Comte, dengan buah karyanya yang terdiri dari enam jilid dengan judul The Course of Positive Philosophy (1830-1842).

    ReplyDelete
  84. Ria Wijayanti 13709251008
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Positivisme berarti paham yang berupa fakta tentang kebenaran yang sifatnya positif.

    ReplyDelete
  85. Berta Apriza (13709251023)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas A (2013)

    Assalamu'alaikum, Wr, Wb,,,
    Bahasan dalam postingan ini mengenai positivism, pada link diatas dijelaskan bahwa positivism merupakan semua pengetahuan yang dalam hal ini mengenai sesuatu hal yang pada sebenarnya didasarkan secara positif (pengetahuan dari data pengalaman), dan secara logika murni (diakui empiris, murni formal dari pengalaman fakta yang ada). Dan dikatakan bahwa pada sisi negatif dan kritis, positivism ini menjadi terkenal karena penolakan metafisika (suatu spekulasi mengenai sifat realitas yang secara radikal dapat terlampaui). Mungkin demikian,, Terimakasih,,, :-)
    Wassalamu'alaikum, Wr, Wb,,,

    ReplyDelete
  86. Rusnilawati PM D 13709251037
    Assalamu'alaikum wr. wb.

    Salah satu teori positivisme logis yang paling dikenal adalah teori tentang makna yang dapat dibuktikan. Teori ini menyatakan bahwa sebuah pernyataan dapat disebut bermakna jika dan hanya jika pernyataan tersebut dapat diverifikasi secara empiris. Paham ini tentu bertentangan dengan paham mitologi. Positivism membuat setiap orang yang menganut ideology tersebut tidak pernah mempercayai adanya spekulasi dari berbagai kejadian di alam. Melihat segala sesuatunya berdasarkan fakta-fakta dan dari data-data yang ada dan di temukan dialam. Filsafat ilmu matematika, dalam sebuah ilmu pembelajaran. Menuntut kepastian dari suatu data untuk mendapatkan hasil, walaupun pada hakikatnya masih ditemui data-data yang kurang pasti. Namun untuk di capainya suatu hasil yang pasti dalam ilmu matematika di butuhkan data-data empiris untuk menunjangnya. Positivism menuntut kita untuk memastikan atau menjawab sesuatu berdasarkan fakta-fakta dan data-data, bukan berasal dari pemikiran idealis. Kemajuan ideology positivism pada saat ini adalah dengan di dukungnya data-data dan bukti-bukti melalui sebuah eksperimen untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  87. Dalam bidang ilmu sosiologi, antropologi, dan bidang ilmu sosial lainnya, istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.
    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    Sriyanta (13709251034)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    ReplyDelete
  88. Juliana Untayana
    P. Mat A. (13709251015)

    Positivisme dalam filsafatmempunyai makna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.
    Tokoh aliran ini adalah August Comte (1798-1857). Pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri. Ia hanya menyempurnakan empirisme dan rasionalisme. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metode ilmiah dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. “Terukur” inilah sumbangan penting positivisme. Misalnya, hal panas.

    ReplyDelete
  89. Desutri Ulantari 13709251012
    Pendidikan Matematika Kelas A

    POSITIVISM
    Dalam sebuah artikel dijelaskan bahwa, Positivism yang dikenalkan oleh Comte ( 1798 – 1857) tertuang dalam karya utamanya yang berjudul Cours de Philosophic Positive (1830 – 1842) , yaitu kursus tentang filsafat positif yang diterbitkan dalam enam jilid. Selain itu karya lainnya berjudul Discour L’esprit Positive (1844), yang artinya pembicaraan tentang jiwa positif. Dalam karya ini, Comte menjelaskan secara singkat pendapat-pendapat positivis, hukum stadia, klasifikasi ilmu-ilmu pengetahuan dan bagan mengenai tatanan dan kemajuan. Positivism berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Dengan demikian,ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. Artinya, filsafat pun harus meneladani contoh tersebut. Dengan dasar ini aliran ini menolak cabang filsafat metafisika.

    ReplyDelete
  90. Muhammad Rizal Fahlevi (13709251011)
    Pendidikan Matematika A PPs UNY 2013

    positivisme, dalam filsafat, pada umumnya, sistem apapun yang membatasi diri pada data pengalaman dan tidak termasuk apriori atau spekulasi metafisik. Lebih sempit, istilah menunjuk pemikiran filsuf Perancis Auguste Comte (1798-1857).

    Sebagai ideologi filosofis dan gerakan, positivisme pertama diasumsikan fitur-fiturnya khas dalam karya Comte, yang juga bernama dan sistematis ilmu sosiologi. Ini kemudian dikembangkan melalui beberapa tahapan yang dikenal dengan berbagai nama, seperti empiriocriticism, positivisme logis, dan empirisme logis, dan akhirnya, pada pertengahan abad ke-20, mengalir ke dalam tradisi yang sudah ada yang dikenal sebagai filsafat analitik (juga disebut filsafat linguistik).

    ReplyDelete
  91. Melda Ariyanti
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C (13709251039)

    POSITIVISM
    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Positivisme bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian). Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu – satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman. Pengetahuan hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik.
    Salah satu tokoh aliran positivisme adalah August Comte (1798-1857). Pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri. Positivisme menyempurnakan empirisme dan rasionalisme. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. Terukur inilah sumbangan penting positivisme. Sebagai contoh yaitu ukuran panjang. kita mengatakan bahwa panjang besi itu 100 meter, berat beras sebesar 1 kuintal, dan seterusnya. Ukuran - ukuran tadi adalah operasional dan kuantitatif, tidak memungkinkan perbedaan pendapat.

    ReplyDelete
  92. Anas Hermawan 09313244024
    P Math Inter

    Logical positivism, logical empiricism, or neopositivism embraced verificationism, a set of theories of knowledge that combined logicism, empiricism, and linguistics to ground philosophy on a basis consistent with exemplary examples of empirical sciences.

    ReplyDelete
  93. Hasnan Aufika
    10313244007
    Pend Matematika Inter 2010

    Dalam filsafat, positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, positivisme berarti aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Sesuatu yang maya dan tidak jelas dikesampingkan, sehingga aliran ini menolak sesuatu seperti metafisik dan ilmu gaib dan tidak mengenal adanya spekulasi. Aliran ini berpandangan bahwa manusia tidak pernah mengetahui lebih dari fakta-fakta, atau apa yang nampak, manusia tidak pernah mengetahui sesuatu dibalik fakta-fakta.

    ReplyDelete
  94. Harna Yulistiyarini_(NIM 13709259011)_PPs PMAT P2TK UNY

    Menurut Herbert Spencer (1820-1903) manusia tidak dapat mengetahui asal usul segala sesuatu. Oleh karenanya kita harus mengesampingkan saja "Hal yang tak dapat dikenal" itu (the great Unknowable), dan-hanya menyibukkan diri dengan hal-hal yang mungkin bagi kita.

    Saya tidak sependapat dengan pandangan positivisme tersebut karena hal itu berarti mengesampingkan Tuhan. Banyak hal yang mungkin belum dapat kita buktikan atau kita lihat tetapi perlu untuk kita percaya. Contohnya saja saat kita kecil. Kita melihat bahwa kertas yang ditiup bisa bergerak. Kita yakini bahwa ada udara yang membuatnya bergerak. Kita yakin meski kita tidak dapat melihat udara. Kita yakin meski saat itu kita belum mengenal sifat-sifat udara.

    ReplyDelete
  95. Maprokhi
    PPs PMat P2TK 2013 13709259014

    Positivisme diperkenalkan oleh Auguste Comte. Positivisme adalah suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data empiris dalam kajian filsafat, sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan.
    Positivisme merupakan empirisme yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi yang dapat menjadi pengaruh.

    ReplyDelete
  96. Dessi Kristiyani
    PPs PM P2TK 2013_NIM 13709259010

    Assalamu'alaikum..

    Tokoh terpenting dari aliran positivisme adalah August Comte (1798-1857), John Stuart Mill (1806-1873), dan Herbert Spencer (1820-1903).positivisme berarti aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Sesuatu yang maya dan tidak jelas dikesampingkan, sehingga aliran ini menolak sesuatu seperti metafisik dan ilmu gaib dan tidak mengenal adanya spekulasi. Aliran ini berpandangan bahwa manusia tidak pernah mengetahui lebih dari fakta-fakta, atau apa yang nampak, manusia tidak pernah mengetahui sesuatu dibalik fakta-fakta.Ajaran positivisme timbul pada abad 19 dan termasuk jenis filsafat abad modern. Kelahirannya hampir bersamaan dengan empirisme. Kesamaan diantara keduanya antara lain bahwa keduanya mengutamakan pengalaman. Perbedaannya, positivisme hanya membatasi diri pada pengalaman-pengalaman yang objektif, sedangkan empirisme menerima juga pengalaman-pengalaman batiniah atau pengalaman yang subjektif.

    Wassalamu'alaikum..

    ReplyDelete
  97. Esti Rahayu (13709259004)
    Pendidikan Matematika P2TK 2013

    Pengetahuan yang diperoleh manusia melalui, akal, indera, dan lain -lain mempunyai metode tersendiri dalam teori pengetahuan, diantaranya adalah metode positivisme. Metode positivisme dikeluarkan oleh August Comte (1798-1857). Metode ini berpangkal dari apa yang telah diketahui, yang faktual yang positif. Ia mengesampingkan segala uraian/persoalan diluar yang ada sebagai fakta. Oleh karena itu, ia menolak metafisika. Apa yang dketahui secara positif , adalah segala yang tampak dan segala gejala. Dengan demikian metode ini dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan dibatasi kepada bidang gejala - gejala saja.

    ReplyDelete
  98. PARJO (13709259001)
    PPs UNY Pendidikan Matematika P2TK 2013

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Positivsm merupakan pengtahuan yang diperoleh dengan mengedepankan akal, pkiran yang menggunakan metode positif sesuai dengan fakta yang ada.
    Sekian, terima kasih.

    ReplyDelete
  99. Kristinawati
    13709259013
    Pendidikan Matematika P2TK 2013

    Pada perkembangannya, positivisme menganut tiga prinsip: bersifat empiris-objektif, deduktif-nomologis, dan instrumental-bebas nilai. Positifisme ini menciptakan paham baru yang menjadi anti tesisnya, yaitu paham anti-positivisme. Anti-positivisme berkembang menjadi bagian dari paradigma ilmu pengetahuan. Sebagaimana positivisme, beberapa ilmuan menggunakan pemahaman anti-positivisme untuk mengetahui sesuatu yang ingin dipelajarinya. Tujuan yang dimiliki anti-positivisme sama seperti paham-paham yang ada dalam paradigma ilmu, untuk mengetahui fakta dari objek yang ditelitinya yang kemudian menjadi sebuah ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  100. HESTI SETIANINGSIH
    PEND. MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM 13709259015

    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan

    ReplyDelete
  101. Tyas Kusumawati
    NIM 13709259006
    PPs P. Mat 2013

    Positivism merupakan pemikiran individu terhadap suatu objek yang berdasarkan keyakinan akan kebenaran. Kebenaran yang dimaksud berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh melalui pembuktian empiris dan berdasarkan logika yang tak terbantahkan dan diragukan.. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui hukum positif.

    ReplyDelete
  102. Khikayah / NIM 13709259005/ PPs P.MAT P2TK 2013
    Assalamu'alaikum Wr Wb.

    Dalam mencari referensi saya menemukan pengertian Positivisme, secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita.
    Pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri. Ia hanya menyempurnakan empirisme dan rasionalisme. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur.

    Wassalamu'alaikum Wr Wb.

    ReplyDelete
  103. Ianah El Sholikhah
    Mathematics Education C
    13301241071

    "Positivism is the belief in clear statements. Positivism is the belief that knowledge can be organized in clear and generally accepted ways. A positivist tends to believe there is "one best way" to do things and to answer questions like those found in science or politics."
    And many people say that positive thinking is the best way to deal with life, although we also have to remain vigilant. :)

    ReplyDelete