Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

16 comments:

  1. Positivism merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan bahwa ilmu alam adalah satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktivitas yang berhubungan dengan metafisika, semuanya di dasarkan pada data empiris. Aliran ini sangat erat kaitannya dengan ilmu sosiologi karena kaum positivism percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan dengan mengamati, membandingkan, bereksperimen dan mengacu pada metode historis. Jadi, aliran filsafat ini beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu pasti.

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum. Wr. Wb
    Weni Gurita Aedi. P. Mat B (14709251012)
    Positivisme adalah keyakinan bahwa pengetahuan dapat terorganisir dengan cara yang jelas dan berlaku umum. Sebuah positivis cenderung percaya ada "satu cara terbaik" untuk melakukan hal-hal dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti yang ditemukan dalam ilmu pengetahuan atau politik. Dengan kata lain, positivisme merupakan ajaran bahwa hanya fakta atau hal yang dapat ditinjau dan diuji melandasi pengetahuan sah. Para penganut paham ini meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Terima kasih
    Wassalamulaikum. Wr. Wb

    ReplyDelete
  3. Pada dasarnya positivism bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri, tetapi hanya menyempurnakan empirisme dan rasionalisme.Positivisme hanya, mengandalkan fakta-fakta belaka bukan berdasarkan pengalaman, seperti empirisme. August Compte, berpendapat bahwa indera itu amat penting dalam memperoleh pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat oleh eksperimen. Eksperimen memerlukan ukuran-ukuran yang jelas. Kebenaran diperoleh diperoleh dengan akal, didukung bukti empiris yang terstruktur.

    ReplyDelete
  4. Nurhayati
    14709251082
    Pmat D
    Assalammualaikum wr.wb
    Berdasarkan positivism atau positif logis, filsafat harus bisa memberikan nilai apakah pernyataan itu benar atau salah. Positif logis ini lebih ke filsafat sains yang sangat mementingkan adanya bukti empiris berdasarkan fakta dalam menentukan kebenarannya. Filsafat logis menggap bahwa bidang metafisika tidak ada artinya, seperti etika dan keindahan.

    ReplyDelete
  5. Oktavia Setya Utami

    Positibisme berasal dari kaya "positif" yang berarti faktual, yaitu apa yang berdasarkan fakta. Menurut pandangan ini, pengetahuan kita tidak pernah boleh melebihi kata-kata. Positivisme seperti halnya empirisme, mengutamakan pengalaman sebagai sumbet pengetahuan. Perbedaan positivisme dengan empirisme adalah bahwa positivisme tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah tetapi hanya mengandalkan fakta-fakta

    ReplyDelete
  6. Muhammad Munir 14709251017 P.Mat B
    Positivisme logis dan empirisme logis, yang bersama-sama membentuk neopositivism, adalah gerakan dalam filsafat Barat yang memeluk verificationism, sebuah pendekatan yang berusaha mengesahkan wacana filosofis secara bersama dengan contoh terbaik dari ilmu empiris. Dalam teori ini pengetahuan, hanya pernyataan diverifikasi baik logis atau empiris akan kognitif bermakna. Mencari untuk mengkonversi filosofi filsafat ilmiah baru ini bertujuan untuk mencegah kebingungan berakar pada bahasa yang tidak jelas dan klaim diverifikasi. The Berlin Circle dan Lingkaran Wina dikemukakan positivisme logis dimulai pada akhir 1920-an.
    Menafsirkan filosofi Ludwig Wittgenstein bahasa, positivis logis mengidentifikasi prinsip pemastian atau kriteria kebermaknaan kognitif. Dari logicism Bertrand Russell mereka mencari pengurangan matematika untuk logika serta atomisme logis Russell, Ernst Mach Fenomenalisme-mana pikiran mengetahui pengalaman indrawi hanya aktual atau potensial, yang merupakan isi dari semua ilmu, baik fisika atau psikologi-dan Percy Bridgman di renungan bahwa orang lain dicanangkan sebagai operationalism. Dengan demikian, hanya dapat diverifikasi adalah ilmiah dan kognitif bermakna, sedangkan diverifikasi itu tidak ilmiah, kognitif berarti "pseudostatements" -metaphysic, emotif, atau seperti-tidak calon diperiksa lebih lanjut oleh para filsuf, yang baru bertugas untuk mengatur pengetahuan, tidak mengembangkan pengetahuan baru.
    Positivisme logis menjadi terkenal karena antirealism ilmiah yang kuat untuk membersihkan ilmu berbicara tentang alam yang tidak dapat diamati aspek-termasuk kausalitas, mekanisme, dan prinsip-meskipun tujuan yang telah dibesar-besarkan. Namun, bicara unobservables tersebut akan pengamatan metafora langsung dilihat secara abstrak-atau paling buruk metafisik atau emosional. Hukum teoritis akan berkurang hukum empiris, sedangkan istilah teoritis akan mengumpulkan makna dari istilah observasional melalui aturan korespondensi. Matematika fisika akan mengurangi logika simbolik melalui logicism, sementara rekonstruksi rasional akan mengkonversi bahasa biasa menjadi setara standar, semua jaringan dan disatukan oleh sintaks logis. Sebuah teori ilmiah akan dinyatakan dengan metode yang verifikasi, dimana kalkulus logis atau operasi empiris dapat memverifikasi kepalsuan atau kebenaran.

    ReplyDelete
  7. PMat P2TK

    Positivisme merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu-ilmu alam (empiris) sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak nilai kognitif dari study filosofis atau metafisik.
    Positivisme mengembangkan klaim empiris tentang pengetahuan secara ekstrim dengan mengatakan bahwa puncak pengetahuan manusia adalah ilmu-ilmu berdasarkan fakta-fakta keras (terukur dan teramati), ilmu-ilmu positif.
    Aliran ini amat menjunjung tinggi kedudukan ilmu pengetahuan dan sangat optimis dengan peran sosialnya yang dapat dimainkan bagi kesejahteraan manusia. Slogan positivisme yang amat terkenal berbunyi, ‘savoir pour prevour, prevoir pour pouvoir’, yang artinya,’ dari ilmu muncul prediksi dan dari prediksi muncul aksi,

    ReplyDelete
  8. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang menyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik.

    ReplyDelete
  9. Oktaviana Mutia Dewi
    PPS UNY Pmat C
    14709251065

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Tokoh aliran positivisme adalah August Comte, H. Taine, Emile Dulkheim , dan John Stuart Mill . Menurut August Comte, jiwa dan dan akal budi adalah basis dari teraturnya masyarakat. Sehinggajiwa dan akal budi perlu dididik dengan matang. Berdasarkan sumber yang saya baca akal budi ini memiliki tingkatan:
    1) Tingkat teologi, yang menerangkan segala sesuatunya dengan pengaruh dan sebab-sebab yang melebihi kodrat.
    2) Tingkat metafisis, yang hendak menerangkan segala sesuatu melalui abstraksi.
    Tingkat positif, yang hanya memperhatikan yang sungguh-sungguh dan sebab akibat yang sudah ditentukan.

    ReplyDelete
  10. Fenti Wulansari
    14709251001
    PPs Pendidikan Matematika 2014 Kelas A

    Satu-satunya pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah , dan bahwa pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif teori ilmiah yang ketat melalui metode, itulah paham positivisme.

    Pola pikir positivisme sangat baik jika dipakai pada bidang keilmuan contohnya ilmu matematika, karena menempatkan bukti empiris sebagai basis dari ilmu pengetahuan dan penelitian dan tidak mengenal adanya spekulasi. Namun pola pikir positivisme harus dibatasi dan dipakai pada bidang keilmuaan tertentu karena banyak hal di dunia ini yang tidak harus dibuktikan dengan alur fikir positivisme. Maka diperlukan perasaan (hati) dengan spiritualitas yang berada di atas segala positivisme.

    ReplyDelete
  11. Positivisme logis (disebut juga sebagai empirisme logis, empirisme rasional, dan juga neo-positivisme) adalah sebuah filsafat yang berasal dari Lingkaran Wina pada tahun 1920-an. Positivisme Logis berpendapat bahwa filsafat harus mengikuti rigoritas yang sama dengan sains. Filsafat harus dapat memberikan kriteria yang ketat untuk menetapkan apakah sebuah pernyataan adalah benar, salah atau tidak memiliki arti sama sekali.
    Tokoh-tokoh yang menganut paham positivisme logis ini antara lain Moritz Schlick, Rudolf Carnap, Otto Neurath, dan A.J. Ayer. Karl Popper, meski awalnya tergabung dalam kelompok Lingkaran Wina, adalah salah satu kritikus utama terhadap pendekatan neo-positivis ini.
    Secara umum, para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme naturalisme filsafat dan empirisme.

    Salah satu teori Positivisme Logis yang paling dikenal antara lain teori tentang makna yang dapat dibuktikan, yang menyatakan bahwa sebuah pernyataan dapat disebut sebagai bermakna jika dan hanya jika pernyataan tersebut dapat diverifikasi secara empiris. Konsekuensi dari pendapat ini adalah, semua bentuk diskursus yang tidak dapat dibuktikan secara empiris, termasuk di antaranya adalah etika dan masalah keindahan, tidak memiliki makna apa-apa, sehingga tergolong ke dalam bidang metafisika.

    ReplyDelete
  12. Positivisme dalam filsafat, secara umum dapat diartikan sebagai setiap sistem yang membatasi diri pada data pengalaman dan mengecualikan spekulasi apriori atau metafisik. Lebih sempit, istilah menunjuk pada pemikiran filsuf Perancis Auguste Comte (1798-1857).
    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia.

    ReplyDelete
  13. Markus Palobo

    Positivisme didirikan oleh Auguste Comte, yang memperkenalkan istilah "positivisme", historis, ada tiga tahapan dalam pengembangan positivisme.Positivisme pada dasarnya empirisisme dibawa ke konsekuensi logis ekstrim dalam hal tertentu: karena pengetahuan apapun pengetahuan empiris dalam satu bentuk atau lain, tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan. Positivisme belum lolos banyak filsafat tradisional, karena proposisi sendiri (penolakan spekulasi, Fenomenalisme, dll) ternyata menjadi diverifikasi oleh pengalaman dan, akibatnya, metafisik.
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  14. Assalamu’alaikum wr.wb
    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  15. Ainun Fitriani
    PMAT A 147092511004


    Assalamualaikum...Wr...Wb.
    Positivisme merupakan sebuah metode yang berpangkal dari apa yang telah diketahui, yang faktual dan yang positif. Metode ini mengenyampingkan segala uraian/ persoalan di luar yang ada sebagai fakta sehingga menolak metafisika. Apa yang diketahui secara positif, adalah segala yang tampak dan segala gejala. Dengan demikian metode ini dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan dibatasi kepada bidang gejala-gejala saja.

    ReplyDelete
  16. Juhrina A.Y Hi. Djafar
    14709251043
    PMatB

    Postivisme logis adalah suatu faham filsafat ilmu pengetahuan yang dimulai oleh Lingkaran Wina. Mereka menggabungkan beberapa aspek dari positivisne August Comte dan Ernest Mach dengan berapa aspek filsafat analitis. Terutama mereka terpengaruh oleh filsafat bahasa Wittgenstein. Lingkaran Wina merupakan sekumpulan ilmuan yang membahas mengenai ilmu pengetahuan. Postivisme logis berkembang di Lingkaran Wina, namun sedikitnya juga berkembang di Lingkaran Berlin. Positivisme Logis dipopulerkan di inggris oleh A.J. Ayers. Bagi seorang Positivis Logis sebuah pernyataan baru bermakna, ketika dia mematuhi prasyarat. Prasyarat itu adalah verifiable. Dengan kata lain sebuah pernyataan baru memiliki arti jika dia bisa diverifikasi (dibuktikan secara empiris) atau diturunkan dari preposisi yang bisa diverifikasi. Pernyataan yang tidak bisa diferivikasi tidak bermakna secara pengetahuan (walaupun bisa berarti itu memiliki makna emotif). Dengan kata lain pernyataan-pernyataan dalam metafisika dan agama tidak memiliki makna secara ilmu pengetahuan. Kalaupun bermakna hanya makna berdasar emosi.

    ReplyDelete