Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

49 comments:

  1. Berdasarkan sumber yang saya baca positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete
  2. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari. Begitu pula yang dikemukakan oleh Prof. Dr. R. F. Beerling (1961:84), bahwa akar utama dalam neo-positivisme terletak dalam perkembangan ilmu pasti dan ilmu alam modern. Perkembangan ini memperlihatkan kecenderungan ke arah ketelitian logika dan pendasaran dengan aksioma-aksioma. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur melalui metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan eksperimen dan ukuran-ukuran.

    ReplyDelete
  3. Agusti Eka Dyah Larasati
    12313244015
    Pendidikan Matematika (int)

    Istilah positivisme dikenalkan Aguste Comte dari kata positif yang artinya factual. Menurut positivisme pengetahuan kita tidak boleh melebihi fakta-fakta. Fakta adalah satu-satunya unsur yang dianggap membangun pengetahuan. Aliran ini juga dikembangkan atau dimasukkan dalam agama dan bahkan digunakan untuk menggeser agama.

    ReplyDelete
  4. Trisylia Ida Pramesti

    “Ism” berarti pusatnya. Sehingga jika terdapat kata positivism maka yang menjadi pusat yaitu paham positiv. Dimana paham ini merupakan paham yang dikembangkan oleh Augurt Comte. Disini terdapat paham dimana untuk membangun dunia maka sesuatu itu yeng bisa dibuktikan dan dilihat oleh mata sendiri. Maka muncullah metode saintifik metode penemuan atau ilmiah. Sehingga apa apa yang tidak ilmiah dianggap tidak benar. Maka disinilah bahayanya bahwa agama pun dianggap tidak penting dan tak rasional. Maka sebenarnya dalam belajar menggunakan metode ini hanya belajar 1/3 dunia saja. Sehingga yang perlu diperhatikan oleh guru yaitu untuk mengimbangi agar fenomena comte tak banyak terjadi di Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Mu'ahid Nur Rahman
    12301241034
    Pendidikan Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Menurut sumber yang saya baca positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Tokoh positivisme adalah Aguste Compte. Positivisme memandang dunia ini hanya dari pengetahuan atau ilmiah.
    Wassalamu'alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  6. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Positivism merupakan salah satu pandangan tentang sosiologi yang dapat dijelaskan dengan cara-cara ilmiah seperti halnya penjelasan saintifik dalam ilmu alam. Positivism juga dapat diartikan bahwa suatu hal yang dapat diterima kebenarannya apabila terbukti secara ilmiah.

    ReplyDelete
  7. Putri Solekhah
    12313244008
    Pend. Matematika Inter.


    Menurut Ludwig Witt positivis logis mengidentifikasi prinsip pemastian atau kriteria kebermaknaan kognitif. Dengan demikian,disimpulkan bahwa hanya ilmiah dan kognitif yang bermakna.

    ReplyDelete
  8. Winda Nur Akhadya
    12313244029
    P Mat Int 2012

    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

    ReplyDelete
  9. Winda Nur Akhadya
    12313244029
    P Mat Int 2012

    Para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme , naturalisme, filsafat dan empirisme. Positivisme dicetuskan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte. Comte percaya bahwa dalam alam pikiran manusia melewati tiga tahapan historis yaitu teologi, metadisik, dan ilmiah.

    ReplyDelete
  10. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Istilah positivism pertama kali digunakan oleh Auguste Comte, seseorang yang disebut sebagai Bapak Sosiologi. Orang-orang yang berpegang pada positivism atau disebut positivist beranggapan bahwa masalah-masalah sosial di lingkungan, dapat dicari penyelesaiannya dengan menggunakan metode ilmiah, sedangkan anti-positive menyatakan bahwa hal ini sangat susah diterapkan, mengingat manusia adalah makhluk hidup yang dapat berpikir. Jika mereka menyadari bahwasanya mereka sedang diamati maka perilaku mereka bisa berubah. Sedikit banyak saya setuju dengan pendapat ini. Sederhananya, para siswa yang sedang ujian, jika mereka sadar mereka diawasi maka mereka akan bersikap tenang, tetapi jika mereka tahu mereka di luar pengawasan maka, mereka mulai bertindak “gelisah”.

    ReplyDelete
  11. Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Upaya penelitian, dalam hal ini adalah untuk mengungkapkan kebenaran realitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan.

    ReplyDelete
  12. Menurut Emile Durkheim (1982:59) bahwa objek studi sosiologi adalah fakta sosial (social-fact): Fakta sosial yang dimaksud meliputi: bahasa, sistem hukum, sistem politik, pendidikan, dan lain-lain. Sekalipun fakta sosial berasal dari luar kesadaran individu, tetapi dalam penelitian positivisme, informasi kebenaran itu ditanyakan oleh penelitian kepada individu yang dijadikan responden penelitian. Untuk mencapai kebenaran ini, maka seorang pencari kebenaran (penelitian) harus menanyakan langsung kepada objek yang diteliti, dan objek dapat memberikan jawaban langsung kepada penelitian yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  13. Penganut paham positivism berpikir bahwa satu-satunya pengetahuan yang layak diakui adalah pengetahuan alam. Paham ini menolak pengetahuan yang bersifat spekulasi. Pengetahuan ini mendukung para kaum saintis dalam mencapai tujuan ilmunya.

    ReplyDelete
  14. Fitriani
    15709251067
    PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015
    Positivusme merupakan suatu paham yang dalam “pencapaian kebenarannya” bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. oleh karena itu positivisme berasal dari kejadian atau fenomena alam yang terjadi yang telah dapat dilihat dengan kasat mata. mengembangkan budaya positivisme merupakan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdasarkan kejadian positif-positif saja.
    wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  15. Pratama Wahyu Purnama

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia.

    ReplyDelete
  16. Menurut Ludwig Witt positivis logis mengidentifikasi prinsip pemastian atau kriteria kebermaknaan kognitif. Dengan demikian,disimpulkan bahwa hanya ilmiah dan kognitif yang bermakna.

    ReplyDelete
  17. Para penganut paham positivisme meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme , naturalisme, filsafat dan empirisme. Positivisme dicetuskan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte. Comte percaya bahwa dalam alam pikiran manusia melewati tiga tahapan historis yaitu teologi, metadisik, dan ilmiah

    ReplyDelete
  18. Kata Positivisme merupakan turunan dari kata positive. Dalam filsafat, positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, positivisme berarti aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Sesuatu yang maya dan tidak jelas dikesampingkan, sehingga aliran ini menolak sesuatu seperti metafisik dan ilmu gaib dan tidak mengenal adanya spekulasi. Aliran ini berpandangan bahwa manusia tidak pernah mengetahui lebih dari fakta-fakta, atau apa yang nampak, manusia tidak pernah mengetahui sesuatu dibalik fakta-fakta. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari. Begitu pula yang dikemukakan oleh Prof. Dr. R. F. Beerling (1961:84), bahwa akar utama dalam neo-positivisme terletak dalam perkembangan ilmu pasti dan ilmu alam modern. Perkembangan ini memperlihatkan kecenderungan ke arah ketelitian logika dan pendasaran dengan aksioma-aksioma.

    ReplyDelete
  19. Positivisme merupakan aliran filsafat yang dikemukakan oleh Auguste Comte. Menurutnya, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia berdasarkan sains. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang menganut paham positivisme berpandangan bahwa ilmu alam adalah satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan tidak ada hubungannya dengan hal-hal metafisik.

    Nurul_PMB_2015

    ReplyDelete
  20. Rydlo Ega Putra
    12313244028
    Pend. Matematika (i) 2012

    Positivisme Pelopor utama positivisme adalah Auguste Comte. Menurut Comte pemikiran manusia dapat dibagi kedalam tiga tahap, yaitu tahap
    teologis, Metafisis,dan Positif-ilmiah. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktual-fisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode scientific yang ketat.

    ReplyDelete
  21. Positivisme dalam sekte verificationism adalah pengetahuan teoritis yang kuat menggabungkan semua pengetahuan tentang pengalaman-dengan sensorik logika matematika dan linguistik yang laporan ilmiah dapat meyakinkan terbukti palsu atau benar berbasis empirisme.

    ReplyDelete
  22. Kartina Purnamasari
    12301241017
    Pendidikan Matematika A 2012
    Filsafat Pendidikan

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  23. Diah Hapsari Widyarini
    12301241026
    Pend. Matematika 2012

    Positivisme merupakan aliran filsafat yang memandang segala sesuatu harus jelas, logis, rasional, dapat dibuktikan, dan diuji secara ilmiah melalui observasi. Tokoh positivisme adalah Auguste Comte. Ia beranggapan bahwa untuk membangun dunia caranya dengan menggunakan metode positif atau saintifik. Lebih jauh, bagi kaum positivisme, untuk memperoleh pengetahuan tidak hanya menggunakan indra, tetapi juga harus diperkuat dengan alat bantu melalui eksperimen.

    ReplyDelete
  24. Paham positivisme merupakan paham yang dikembangkan oleh Augurt Comte. Disini terdapat paham dimana untuk membangun dunia maka sesuatu itu yeng bisa dibuktikan dan dilihat oleh mata sendiri. Maka muncullah metode saintifik metode penemuan atau ilmiah. Sehingga apa apa yang tidak ilmiah dianggap tidak benar. Maka disinilah bahayanya bahwa agama pun dianggap tidak penting dan tak rasional. Maka sebenarnya dalam belajar menggunakan metode ini hanya belajar 1/3 dunia saja. Sehingga yang perlu diperhatikan oleh guru yaitu untuk mengimbangi agar fenomena comte tak banyak terjadi di Indonesia.

    ReplyDelete
  25. Isti Handayani
    12301241045
    Pend. Matematika 2012

    Positivisme muncul dalam menanggapi ketidakmampuan filsafat spekulatif (misalnya Klasik Jerman Idealisme) untuk memecahkan masalah filosofis yang timbul sebagai akibat dari perkembangan ilmiah. Positivisme didirikan oleh Auguste Comte, yang memperkenalkan istilah "positivisme". Teori ini muncul untuk merubah kepercayaan masyarakat menjadi berdasarkan ilmu pengetahuan. Salah satunya ketika menyelesaikan logika ilmu pengetahuan dengan matematika.

    ReplyDelete
  26. Menurut sumber yang saya dapatkan, saya mendapatkan bahwa positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris.

    ReplyDelete
  27. Paham ini mirip dengan paham nominalisme yang menolak metafisik. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan. menurut saya metafisika sebenarnya perlu juga diyakini akan tetapi tidak semuanya, hanya kejadian yang mungkin aka saja yang kita percayai dan sesuatu yang disebutkan dalam Kitab Suci.

    ReplyDelete
  28. Istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  29. dari beberapa referensi diatas mengungkapkan Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan impian, atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia.

    ReplyDelete
  30. Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk

    ReplyDelete
  31. Comte adalah tokoh aliran positivisme yang paling terkenal. Kamu positivis percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan. Aliran ini tentunya mendapat pengaruh dari kaum empiris

    ReplyDelete
  32. Pengertian Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita

    ReplyDelete
  33. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete
  34. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu – satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat, yang karenanya spekulasi metafisis dihindari.

    ReplyDelete
  35. positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  36. Positivisme adalah bahwa ilmu merupakan satu-satunya pengetahuan yang valid, dan fakta-fakta sajalah yang dapat menjadi obyek pengetahuan.Dengan demikian, positivisme menolak keberadaan segala kekuatan atau subyek dibelakang fakta, menolak segala penggunaan metoda diluar yang digunakan untuk menelaah fakta

    ReplyDelete
  37. Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Aliran positivism adalah aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Jadi pada dasarnya positivism sama dengan empirisme ditambah rasionalisme.

    ReplyDelete
  38. Menurut sumber-sumber yang saya baca, positivism berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Aliran positivism adalah aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran.

    ReplyDelete

  39. Menurut Emile Durkheim (1982:59) bahwa objek studi sosiologi adalah fakta sosial (social-fact): Fakta sosial yang dimaksud meliputi: bahasa, sistem hukum, sistem politik, pendidikan, dan lain-lain. Sekalipun fakta sosial berasal dari luar kesadaran individu, tetapi dalam penelitian positivisme, informasi kebenaran itu ditanyakan oleh penelitian kepada individu yang dijadikan responden penelitian. Untuk mencapai kebenaran ini, maka seorang pencari kebenaran (penelitian) harus menanyakan langsung kepada objek yang diteliti, dan objek dapat memberikan jawaban langsung kepada penelitian yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  40. Rahma Dewi Indrayanti
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    12301241013
    Filsafat Pendidikan Matematika
    Positivisme adalah paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws).

    ReplyDelete
  41. Positivism adalah salah satu pandangan tentang sosiologi yang dapat dijelaskan dengan cara-cara ilmiah seperti halnya penjelasan saintifik dalam ilmu alam. Positivism juga dapat diartikan bahwa suatu hal yang dapat diterima kebenarannya apabila terbukti secara ilmiah.

    ReplyDelete
  42. Positivisme adalah paham yang mendasari adanya metode saintifik dalam pembelajaran. Positivisme adalah paham filsafat yang menganggap bahwa pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan yang ilmiah, yang mana pengetahan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif dari teori-teori melalui metode ilmiah. Positivisme itu muncul karena menanggapi ketidakmampuan filsafat spekulatif untuk memecahkan masalah filosofis yang timbul sebagai akibat dari perkembangan ilmiah.

    ReplyDelete
  43. Tangguh Yudho Pamungkas
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    12301241021

    Terimakasih atas banyak link yang bapak berikan, semoga dapat saya jadikan bekal untuk menjadi calon pendidik dan pengajar ke depannya. Sudah kita ketahui bersama bahwa kita harus mempunyai banyak bekal untuk menjadikan siswa-siswi kita paham dengan materi yang akan kita ajarkan.


    Terimakasih

    ReplyDelete
  44. Tangguh Yudho Pamungkas
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012
    12301241021

    Dari postingan bapak, sedikit yang saya ketahui bahwa Positivisme adalah paham yang mendasari adanya metode saintifik dalam pembelajaran.


    Terimakasih

    ReplyDelete
  45. Positifisme sekarang merupakan istilah umum untuk posisi filosofis yang menekanakan aspek faktual pengetahuan, khususnya pengetahuan ilmiah dan umumnya positivisme berupaya menjabarkan pernyataan-pernyataan faktual pada suatu landasan pencerapan (sensasi). Atau dengan kata lain, positivime merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu-ilmu alam (empiris) sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak nilai kognitif dari studi filosofis atau metafisik.

    Edi Wahyudi_15709251086
    PPS_PMat_B_2015

    ReplyDelete
  46. Pelopor positivsm adalah Auguste Comte. Positivsm adalah pandangan filsafat mengenai kehidupan dunia yang erat hubungannya dengan sains. Pengikut paham ini meyakini bahwa terdapat sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam. Hal ini didasari karena kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam. Sehingga ilmu sosial harus menggunakan ilmu alam untuk dapat maksimal diterapkan di masyarakat dengan mengandalkan bukti-bukti konkrit dan ilmiah menurut pandangan manusia.

    ReplyDelete
  47. Secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi .Menurut Comte, ilmu pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-fakta karena positivisme menolak metafisisme. Bagi Comte, menanyakan hakekat benda-benda atau penyebab yang sebenarnya tidaklah mempunyai arti apapun.

    ReplyDelete
  48. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Penganut filsafat ini salah satunya adalah August Compte.

    ReplyDelete
  49. ERIF AHDHIANTO
    15703261018
    IP DIKDAS 2015
    Positivisme merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan (seperti yang diusung oleh kaum idealisme khususnya idealisme Jerman Klasik).

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com