Dec 2, 2012

PHENOMENOLOGY





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PHENOMENOLOGY, koneklah:





Wss Wr Wb
Marsigit

36 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Fenomenologi diartikan sebagai: 1) pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenologikal, 2) suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok dari seseorang (Husserl). Istilah fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. dalam arti yang lebih khusus, istilah ini mengacu pada penelitian terdisiplin tentang kesadaran dari perspektif pertama seseorang. Fenomenologi kadang-kadang digunakan sebagai perspektif filosofi dan juga digunakan sebagai pendekatan dalam metode kualitatif. Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Dalam hal ini, para fenomenologis ingin memahami bagaimana dunia muncul kepada orang lain.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Fenomenologi adalah ilmu filsafat mengenai fenomena dalam kehidupan. Fenomena yang terjadi pada seseorang secara umum sama dengan fenomena pada diri orang lain, hal ini dikarenakan sudah terdapat banyak teori-teori dari ilmuwan mengenai cara berpikir dan tingkah dari manusia. Fenomenologi pasti akan berguna bagi para peneliti kasus-kasus seseorang berdasarkan data-data dari orang tersebut pasti juga dapat memperkirakan fenomena yang terjadi pada seseorang.

    ReplyDelete
  3. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Fenomenologi adalah suatu aliran yang membicarakan fenomena atau segala sesuatu yang menampakkan diri. Menurut Husserl, fenomenologi merupakan sebuah studi tentang struktur kesadaran yang memungkinkan kesadaran-kesadaran tersebut menunjuk kepada objek-objek di luar dirinya. Sedangkan menurut Kant membedakan antara fenomena dan noumena. Fenomena adalah menunjukkan kepada suatu dalam kesadaran dan yang kedua adalah realitas yang berbeda dari apa yang ditangkap oleh pengamat. Sedangkan noumena adalah hal tidak diketahui manusia karena sifatnya yang terselubung dari pikiran dan indera.

    ReplyDelete
  4. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    studi filosofis struktur pengalaman dan kesadaran. Sebagai gerakan filosofis didirikan pada tahun-tahun awal abad ke-20 oleh Edmund Husserl dan kemudian diperluas oleh lingkaran pengikutnya di Universitas Göttingen dan Munich di Jerman. Hal ini kemudian menyebar ke Perancis, Amerika Serikat, dan di tempat lain, sering kali dalam konteks jauh dari karya awal Husserl. Fenomenologi tidak harus dianggap sebagai gerakan kesatuan; bukan, penulis yang berbeda berbagi kemiripan umum tetapi juga dengan banyak perbedaan yang signifikan. Dengan demikian, "Definisi unik dan akhir dari fenomenologi berbahaya dan bahkan mungkin paradoks karena tidak memiliki fokus tematik. Bahkan, itu bukan doktrin, atau sebuah sekolah filsafat, melainkan gaya pemikiran, metode, pengalaman terbuka dan selalu diperbaharui memiliki hasil yang berbeda, dan ini dapat disorient siapa saja yang ingin mendefinisikan arti fenomenologi ".

    ReplyDelete
  5. Rhomiy handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Phenemology merupakan suatu pembelajaran yang didasarkan oleh pengalaman yang dialami sebelumnya.
    Berbicara tentang pengalaman, saya langsung teringat kata-kata yang mungkin semua orang belum pernah tak mendengarnya, yaitu “belajarlah dari pengalaman”. Seorang yang cerdas adalah seseorang yang mampu dan mau belajar dari pengalamannya. Bahkan, bisa dikatakan rugi, jika seseorang yang telah mempunyai gelar sarjana, namun tidak bisa memaknai setiap pengalamannya yang telah dilalui. Lebih beruntung seseorang yang hanya tamatan sekolah dasar, namun hidupnya yang selalu belajar dari pengalaman. Banyak sekali contoh dizaman sekarang, seorang pengusaha sukses yang ternyata mereka hanya lulus sekolah dasar, sementara itu banyak juga yang sudah menjadi seorang sarjana, namun mereka hanya menganggur, ataupun hanya bekerja dengan tiada jaminan masa depan. Semua sebenarnya karena factor dari kurangnya mau belajar dari pengalaman. Sungguh luar biasa jadinya jika seorang sarjana yang mau dan bisa selalu mempelajari pengalaman hidupnya. Optimis akan hasil yang dicapainya. Berusaha pantang menyerah dan berdoa, pasti semua akan indah pada waktunya.

    ReplyDelete
  6. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Phenomenologhy merupakan ilmu yang fundamental dalam berfilsafat.Phenomenology atau dalam bahasa Indonesia berarti Fenoenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Dalam arti yang lebih luas, phenomenology adalah ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak atau yang menampakkan diri pada kesadaran kita.

    Cara berpikir fenomenologi ditekankan pada pengamatan terhadap gejala-gejala dari suatu benda. Hal terpenting yang harus dipahami bahwa fenomena bukanlah sesuatu yang statis, fenomena mudah sekali berubah. Oleh sebab itu dalam belajar tak pernah mengenal kata berhenti. Kita harus terus belajar sepanjang hayat.

    ReplyDelete
  7. Fitri ayu Ningtiyas
    16709251037
    PPs P.Mat B UNY 2016

    Phenomenology merupakan studi tentang struktur kesadaran sebagai pengalaman dari sudut pandang orang pertama. Phenomenology juga merupakan sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Fenomenologi (Phenomenology) berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Jadi, fenomenologi secara umum diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak.

    ReplyDelete
  8. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Menurut Husserl, fenomenology adalah pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenologikal, atau suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok seseorang. Fenomenologi adalah pandangan berpikir yang menekankan pada fokus interprestasi dunia. Fenomenologi menyelidiki pengalaman kesadaran yang berhubungan pertanyaan "bagaimana pembagian antara subjek dan objek muncul?" dan "bagaimana suatu hal di dunia ini diklasifikasikan?".

    ReplyDelete
  9. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Edmund Husserl menggunakan filsafat fenomenologi untuk mengetahui bagaimana sebenarnya struktur pengalaman yang merupakan cara manusia mengorganisasi realitasnya sehingga menjadi terintegrasi dan autentik. Dalam pandangannya, dunia kehidupan menyediakan dasar-dasar harmoni kultural dan aturan-aturan yang menentukan kepercayaan-kepercayaan yang diterima apa adanya dalam sebuah tata kelakuan sistematik.

    ReplyDelete
  10. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Menurut Kant, pengalaman itu hanya terjadi didalam dunia fenomenal. Dimana fenomena merupakan sesuatu yang kelihatan atau tampak, dunia inderawi, dunia lahiriah. Dibalik fenomena, ada dunia noumena. Fenomena dan noumena dikenai kategori-kategori akal budi yang mempunyai pengaruh juga terhadap pandangan Kant mengenai kebebasan kehendak manusia yang menyangkut etika juga. Fenomenologi dalam bidang disiplin didefinisikan sebagai studi tentang struktur pengalaman atau kesadaran.

    ReplyDelete
  11. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Fenomenologi (Inggris: Phenomenology) berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak. Tradisi fenomenologi berkonsentrasi pada pengalaman pribadi termasuk bagian dari individu – individu yang ada saling memberikan pengalaman satu sama lainnya. Komunikasi di pandang sebagai proses berbagi pengalaman atau informasi antar individu melalui dialog. Hubungan baik antar individu mendapat kedudukan yang tinggi dalam tradisi ini. Dalam tradisi ini mengatakan bahwa bahasa adalah mewakili suatu pemaknaan terhadap benda. Jadi, satu kata saja sudah dapat memberikan pemaknaan pada suatu hal yang ingin di maknai. Pada intinya, bahwa aliran fenomenologi mempunyai pandangan bahwa pengetahuan yang kita ketahui sekarang ini merupakan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya melalui hal-hal yang pernah kita lihat, rasa, dengar oleh alat indera kita. Fenomenologi merupakan suatu pengetahuan tentang kesadaran murni yang dialami manusia.

    ReplyDelete
  12. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran seperti yang dialami dari titik pertama-orang pandang. Struktur utama dari pengalaman adalah intensionalitas nya, yang diarahkan terhadap sesuatu, karena merupakan pengalaman atau sekitar beberapa objek. Pengalaman diarahkan obyek berdasarkan isi atau makna (yang mewakili objek) bersama-sama dengan kondisi yang memungkinkan sesuai.

    ReplyDelete
  13. 315. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Fenomenologi sebagai suatu disiplin yang berbeda tetapi terkait dengan disiplin kunci lainnya dalam filsafat, seperti ontologi, epistemologi, logika, dan etika. Fenomenologi telah dipraktekkan dalam berbagai samaran selama berabad-abad, tetapi datang ke sendiri di awal abad 20 dalam karya Husserl, Heidegger, Sartre, Merleau-Ponty dan lain-lain. masalah fenomenologis intensionalitas, kesadaran, qualia, dan sudut pandang orang pertama telah menonjol dalam filsafat baru pikiran.

    ReplyDelete
  14. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Fenomenologi adalah ilmu pengetahuan (logos) tentang apa yang tampak. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa fenomenologi adalah suatu aliran yang membicarakan fenomena atau segala sesuatu yang tampak atau yang menampakkan diri. fenomenologi ini mengacu kepada analisis kehidupan sehari-hari dari sudut pandang orang yang terlibat di dalamnya. Tradisi ini memberi penekanan yang besar pada persepsi dan interpretasi orang mengenai pengalaman mereka sendiri. Fenomenologi melihat komunikasi sebagai sebuah proses membagi pengalaman personal melalui dialog atau percakapan.

    ReplyDelete
  15. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Phainómenon yang berarti “yang muncul” dan logos yang berarti “ilmu”. Secara harafiah fenomenologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang fenomena. Fenomena adalah segala sesuatu yang tampak atau muncul bagi manusia. Fenomenologi terkait dengan pengalaman subyektif (subjective experience) manusia atas sesuatu. Dalam hidup sehari-hari, orang sebenarnya telah melakukan praktek fenomenologi, ketika mereka melakukan proses refleksi, yakni proses bertanya pada dirinya sendiri. Ilmu fenomenologi ini biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti dari fenomena. Dalam pendekatan sastra, fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena. Fenomenologi juga lebih menekankan pada penggunaan panca indera sebagai alat untuk menghasilkan suatu pengalaman. Sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur dan hakekat dari pengalaman dan hakekat dari apa yang dialami.

    ReplyDelete
  16. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    phenomenologi merupakan salah satu metode penelitian yang berakar pada paradigma kualitatif. point penting dalam phenomenologi adalah pemahaman makna terhadap pengalaman seseorang atau sekelompok orang melalui deep interview dalam jangka yang cukup lama di lokasi penelitian.
    phenomenologi berupaya untuk mengungkap makna subjektif dari subjek yang diteliti, posisi peneliti menempatkan dirinya pada posisi subjek, sehingga apa yang menjadi hasil penelitiannya bebas dari perasangka dan intervensi peneliti.

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Fenomenologi merupakan upaya pemberangkatan dari metode ilmiah yang berasumsi bahwa eksistensi suatu realitas tidak orang ketahui dalam pengalaman biasa. Fenomenologi membuat pengalaman yang dihayati secara aktual sebagai dasar suatu realitas.

    ReplyDelete
  18. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Fenomenologi juga mempelajari dan melukiskan ciri-ciri intrinsik dari gejala sebagaimana gejala itu menyingkirkan dirinya pada kesadaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif, dan bertujuan mengungkap intensionalitas, kesadaran, dan “dunia-kehidupan”. Sebagai metode, fenomenologi merupakan persiapan bagi setiap penyelidikan di bidang filsafat dan bidang ilmu pengetauan positif. Satu-satunya alat untuk itu adalah bahasa.

    ReplyDelete
  19. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Fenomena dalam bahasa Yunani (phainomenon) dapat diartikan sebagai apa yang terlihat. Sesuatu yang tampak dan terjadi pada banyak tempat akan melahirkan fenomena yang memacau manusia untuk menganalisis setiap fenomena yang terjadi berdasarkan sekumpulan kasus yang ada. Setiap orang akan melihat fenomena yang terjadi dari sudut pandang yang berbeda.

    ReplyDelete
  20. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Fenomenologi merupakan kajian tentang bagaimana manusia sebagai subyek memaknai obyek-obyek di sekitarnya. Ketika berbicara tentang makna dan pemaknaan yang dilakukan, maka hermeneutik terlibat di dalamnya. Pada intinya, bahwa aliran fenomenologi mempunyai pandangan bahwa pengetahuan yang kita ketahui sekarang ini merupakan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya melalui hal-hal yang pernah kita lihat, rasa, dengar oleh alat indera kita. Fenomenologi merupakan suatu pengetahuan tentang kesadaran murni yang dialami manusia.

    ReplyDelete
  21. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Pada dasarnya fenomenologi adalah suatu tradisi pengkajian yang digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman manusia. Seperti yang dikemukakan oleh Littlejohn bahwa fenomenologi adalah suatu tradisi untuk mengeksplorasi pengalaman manusia. Dalam konteks ini ada asumsi bahwa manusia aktif memahami dunia disekelilingnya sebagai sebuah pengalaman hidupnya dan aktif menginterpretasikan pengalaman tersebut. Asumsi pokok fenomenologi adalah manusia secara aktif menginterpretasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya. Oleh karena itu interpretasi merupakan proses aktif untuk memberikan makna atas sesuatu yang dialami manusia

    ReplyDelete
  22. Edmund Husserl sebagai tokoh Phenomenologi menyoroti hal-hal atai kejadian empiris sebagai bagian dari metode Filsafat. Kompleksitas wilayah Filsafat melahirkan berbagai metode didalamnya dalam mengungkap kebenaran. Adanya fakta, fenomena adalah wujud kehidupan nyata yang dialami manusia. Ini adalah keluasan ilmu Filsafat dimana data empiris menjadi bagian analisis untuk membuat perkiraan tentang apa yang mungkin terjadi. Artinya, apa yang mungkin ada sudah difikirkan dalam fikiran manusia berbasarkan kejadian yang ada.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  23. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Dari salah satu link diatas dijelaskan bahwa fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran seperti yang dialami dari titik pertama-orang memandang. Struktur utama dari pengalaman adalah intensionalitas nya, yang diarahkan terhadap sesuatu, karena merupakan pengalaman atau beberapa objeknya. Saya kira secara ontologis dalam memahami fenomena atau realitas tertentu akan menempatkan realitas yang juga dipandang sebagai sesuatu yang sifatnya relatif sebagai konstruksi sosial kebenaran. Kemudian secara epistemologi, dalam fenomenologi ada interaksi antara subjek dengan realitas akan dikaji melalui sudut pandang interpretasi subjek. Sementara dari sisi aksiologis, nilai, etika, serta moral menjadi bagian terintegrasi dalam pengungkapan makna akan interpretasi subjek.

    ReplyDelete
  24. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Menurut Husserl, fenomenologi merupakan sebuah studi tentang struktur kesadaran yang memungkinkan kesadaran-kesadaran tersebut menunjuk kepada objek-objek di luar dirinya. Namun, semua itu tetap membutuhkan refleksi dari peneliti mengenai fenomena tersebut dengan mengenyampingkan segalanya. Husserl memakai metode fenomenologi untuk memperoleh pengetahuan yang sejati. Caranya tidak dengan induksi melainkan dengan intuisi yaitu mengarahkan perhatian pada fenomena yang ada dalam kesadaran kita.

    ReplyDelete
  25. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Fenomenologi adalah teori tentang bagaimana manusia yang dipandang sebagai subjek memaknai objek-objek yang ada disekitarnya. Aliran ini beranggapan bahwa pengetahuan yang kita ketahui sekarang ini merupakan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya melalui hal-hal yang pernah kita lihat, rasa, dengar oleh alat indera kita.Ketika berbicara tentang makna dan pemaknaan yang dilakukan, maka hermeneutik terlibat di dalamnya. Fenomenologi terdiri dari abstraksi, idealisasi, dan rumah epoke. agar terbentuknya dan tercapainya pengetahuan ketiga unsur tersebut bekerja secara proporsional sesuai posisinya masing-masing.

    ReplyDelete
  26. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    The so-called phenomenological movement did not get under way, however, until early in the 20th century. But even this new phenomenology included so many varieties that a comprehensive characterization of the subject requires their consideration.

    ReplyDelete
  27. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Fenomenologi sebagai salah satu cabang filsafat pertama kali dikembangkan di universitas-universitas Jerman sebelum Perang Dunia I, khususnya oleh Edmund Husserl, yang kemudian dilanjutkan oleh Martin Heidegger dan yang lainnya, seperti Jean Paul Sartre. Selanjutnya Sartre memasukkan ide-ide dasar fenomenologi dalam pandangan eksistensialisme. Adapun yang menjadi fokus eksistensialisme adalah eksplorasi kehidupan dunia mahluk sadar atau jalan kehidupan subjek-subjek sadar.

    ReplyDelete
  28. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Fenomenologi merupakan kajian tentang bagaimana manusia sebagai subyek memaknai obyek-obyek di sekitarnya. Aliran fenomenologi mempunyai pandangan bahwa pengetahuan yang kita ketahui sekarang ini merupakan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya melalui hal-hal yang pernah kita lihat, rasa, dengar oleh alat indera kita.

    ReplyDelete
  29. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Fenomenologi merupakan studi yang mempelajari suatu gejala atau apa yang menampakkan diri pada kesadaran kita. Fenomenologi juga mempelajari fenomena yang terjadi dalam kehidupan kita, seperti fenomena merebaknya budaya K-Pop, dll.

    Dalam azir2290 (2015) mengatakan bahwa Karakteristik pendekatan fenomenologi dalam kajian Islam adalah Pendekatan fenomenologi dalam penelitian kajian islam dipahami sebagai sikap seorang peneliti untuk menempatkan sikap empati terhadap islam dan umatnya. Subjektivitasnya menjadi tantangan bagi peneliti dengan pendekatan fenomenologis. Karena seorang peneliti harus menempatkan islam berdasarkan apa yang dipahami oleh umatnya, bukan berdasarkan prasangka berdasarkan pemahaman peneliti bersumber dari ajaran non islam. Pendekatan ini melihat agama sebagai komponen yang berbeda dan dikaji secara hati-hati berdasarkan tradisi keagamaan untuk mendapatkan pemahaman di dalamnya. Fenomenologi agama muncul dalam upaya untuk menghindari pendekatan pendekatan yang sempit. (http://azir2290.blogspot.co.id/2015/12/pendekatan-fenomenologi-dalam-islam.html)

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Aliran fenomenologi mempunyai pandangan bahwa pengetahuan yang kita ketahui sekarang ini merupakan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya melalui hal-hal yang pernah kita lihat, rasa, dengar oleh alat indera kita. Fenomenologi merupakan suatu pengetahuan tentang kesadaran murni yang dialami manusia. Karenanya, sesuatu yang terdapat dalam diri kita akan merangsang panca indra yang kemudian diterima oleh akal (otak) dalam bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran. Penalaran inilah yang dapat membuat manusia mampu berpikir secara kritis.

    ReplyDelete
  31. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena untuk mengeksplorasi pengalaman manusia. Fenomenologi menjelaskan fenomena perilaku manusia yang dialami dalam kesadaran. Fenomenolog mencari pemahaman seseorang dalam membangun makna dan konsep yang bersifat intersubyektif.

    ReplyDelete
  32. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Fenomenologi merupakan metode dan filsafat. Sebagai metode, fenomenologi membentangkan langkah-langkah yang harus diambil sehingga kita sampai pada fenomena yang murni. Fenomenologi mempelajari dan melukiskan ciri-ciri intrinsik fenomen-fenomen sebagaimana fenomen-fenomen itu sendiri menyingkapkan diri kepada kesadaran. Sebagai filsafat, fenomenologi menurut Husserl memberi pengetahuan yang perlu dan esensial mengenai apa yang ada. Dengan demikian fenomenologi dapat dijelaskan sebagai metode kembali ke benda itu sendiri (Zu den Sachen Selbt), dan ini disebabkan benda itu sendiri merupkan objek kesadaran langsung dalam bentuk yang murni. Tugas utama fenomenologi menurut Husserl adalah menjalin keterkaitan manusia dengan realitas.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  33. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Secara harfiah, fenomenologi fenomenalisme adalah aliran atau paham yang menganggap bahwa fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Salah seorang tokoh fenomenologi adalah Endmund Husserl (1859-1938), ia selalu berupaya ingin mendekati realitas tidak melalui argumen-argumen, konsep-konsep, atau teori ilmu "zuruck zu den sachen seibst", kembali kepada benda-benda itu sendiri merupakan inti dari pendekatan yang dipakai untuk mendeskripsikan realitas menurut apa adanya.

    ReplyDelete
  34. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Johann Heinrich Lambert (1728 - 1777), seorang filsuf Jerman. Dalam bukunya Neues Organon (1764). ditulisnya tentang ilmu yang tak nyata
    Berdasar asumsi ontologis, penggunaan paradigma fenomeologi dalam memahami fenomena atau realitas tertentu, akan menempatkan realitas sebagai konstruksi sosial kebenaran. Realitas juga dipandang sebagai sesuatu yang sifatnya relatif, yaitu sesuai dengan konteks spesifik yang dinilai relevan oleh para aktor sosial. Secara epistemologi, ada interaksi antara subjek dengan realitas akan dikaji melalui sudut pandang interpretasi subjek. Sementara itu dari sisi aksiologis, nilai, etika, dan pilihan moral menjadi bagian integral dalam pengungkapan makna akan interpretasi subjek.

    ReplyDelete
  35. Phenomenology adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Dalam pendekatan sastra, fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena, sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis, sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur-hakikat dari pengalaman dan hakikat dari apa yang kita alami. Pada dasarnya fenomenologi adalah suatu tradisi pengkajian yang digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman manusia. Seperti yang dikemukakan oleh Littlejohn bahwa fenomenologi adalah suatu tradisi untuk mengeksplorasi pengalaman manusia. Dalam konteks ini ada asumsi bahwa manusia aktif memahami dunia disekelilingnya sebagai sebuah pengalaman hidupnya dan aktif menginterpretasikan pengalaman tersebut. Asumsi pokok fenomenologi adalah manusia secara aktif menginterpretasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya. Oleh karena itu interpretasi merupakan proses aktif untuk memberikan makna atas sesuatu yang dialami manusia. Dengan kata lain pemahaman adalah suatu tindakan kreatif, yakni tindakan menuju pemaknaan.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  36. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Berdasarkan salah satu link di atas menjelaskan bahwa fenomenologi diartikan sebagai pusat gerakan dalam filsafat abad kedua puluh. Fenomenologis ini mengacu pada cara berfilsafat yang lebih atau kurang terkait erat dengan gerakan yang sesuai. Fenomenologi juga menggunakan metode khas untuk mempelajari fitur struktural pengalaman dan hal-hal lain yang pernah dialami.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id