Dec 2, 2012

METAPHYSICS





 Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang METAPHYSICS, koneklah:






Wss Wr Wb
Marsigit

24 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Metafisika merupakan cabang ilmu Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Di samping itu, Hamlyn mendefinisikan metafisika sebagai bagian kajian filsafat yang paling abstrak dan dalam pandangan sementara orang merupakan bagian yang paling “tinggi” karena berurusan dengan realitas yang paling utama, berurusan dengan “apa yang sungguh-sungguh ada” yang membedakan sekaligus menentukan bahwa sesuatu itu mungkin ataukah tidak. Berkaitan dengan pembentukan minat intelektual, maka metafisika mengajarkan mengenai cara berpikir yang serius dan mendalam tentang hakikat-hakikat segala sesuatu yang bersifat enigmatik, hingga pada akhirnya melahirkan sikap ingin tahu yang tinggi sebagaimana mestinya dimiliki oleh para intelektual. Metafisika mengajarkan pada peminat filsafat untuk mencari prinsip pertama sebagai kebenaran akhir (http://adipustakawan01.blogspot.co.id/2013/06/metafisika-filsafat-umu.html)

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P.Matematika/A/2016

    Metafisika mempelajari tentang asal dan hakikat suatu objek di dunia. cabang utamanya adalah ontologi. Dalam metafisika dipelajari tentang asal, sebab-akibat, ruang, waktu, dan sifat kebendaan suatu objek. baik objek fisik maupun non fisik yang tidak dapat diindera oleh panca indera manusia. Metafisika menganggap sesuatu yang tidak dapat diindera oleh panca indera bukan berarti tidak ada atau tidak eksis, melainkan dalam bentuk non fisik.

    ReplyDelete
  3. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Metafisika adalah ilmu filsafat mengenai asal muasal sesuatu. Metafisika benar-benar seperti filsafat dalam pengertian saya, saitu memikirkan sesuatu sampai sedetail-detailnya. Seperti asal dari sesuatu, memikirkan hakekatnya, dan pasti sangat berguna. Dikarenakan banyak sekali orang menanyakan, darimana sumbernya, bagaimana bisa tercipta? Segala yang ada dan yang mungkin ada, tentulah erat kaitannya dengan ada, mengada, dan pengada. Tanpa pengada dan mengada, tiadalah sesuatu itu menjadi ada. Pengada yang sejati adalah Allah SWT yang selalu mengada.

    ReplyDelete
  4. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Metafisika adalah cabang filsafat yang menyelidiki sifat dasar makhluk dan dunianya. Fokus dalam metafisik yaitu berkaitan dengan keberadaan, benda dan sifat mereka, ruang dan waktu, sebab dan akibat, dan kemungkinan. Sebuah cabang pusat metafisika adalah ontologi, penyelidikan ke dalam kategori dasar menjadi dan bagaimana mereka berhubungan satu lainnya. Dunia memiliki dua konsepsi dalam metafisik yaitu pertama mengasumsikan bahwa benda dipelajari oleh metafisika ada secara independen dari pengamat apapun, sehingga subjek adalah yang paling mendasar dari semua ilmu. Kedua mengasumsikan bahwa benda dipelajari oleh metafisika ada di dalam pikiran seorang pengamat, sehingga subjek menjadi bentuk introspeksi dan analisis konseptual.

    ReplyDelete
  5. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Metafisika adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan menjelaskan sifat dasar makhluk dan dunia yang mencakup itu. Metafisika mencoba untuk memperjelas pengertian mendasar dimana orang memahami dunia, misalnya, keberadaan, benda dan sifat mereka, ruang dan waktu, sebab dan akibat, dan kemungkinan. Sebuah cabang pusat metafisika adalah ontologi, penyelidikan ke dalam kategori dasar menjadi dan bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. Ada dua konsepsi yang luas tentang apa yang "dunia" dipelajari oleh metafisika. Beberapa meliputi epistemologi sebagai fokus sentral lain metafisika, tetapi yang lain mempertanyakan ini. cabang pusat lain adalah metafisik kosmologi: yang berusaha untuk memahami asal-usul dan makna dari alam semesta oleh pikiran sendiri.

    ReplyDelete
  6. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Metafisika merupakan salah satu cabang dari ilmu filsafat, yaitu ilmu yang mempelajari sesuatu yang sebenarnya ada di alam semesta ini, tapi belum terbukti ada. Jadi untuk membuktikan sesuatu yang sesungguhnya ada tersebut, dibutuhkan suatu cabang ilmu filsafat, yaitu metafisika ini. Untuk membuktikan hal tersebut, sangat diperlukan pemikiran dan hati yang bersih, jangan sampai terlena dan terlalu terobsesi untuk menemukannya. Sehingga jika kira-kira dibatas kemampuan manusia, karena itu tidak dianjurkan dalam agama apapun di dunia ini. Dalam metafisika, apa yang ditangkap oleh pikiran adalah bersifat mental. Maka yang bersifat nyata adalah pikiran, sebab dengan berpikirlah maka sesuatu itu lantas ada. Metafisika juga sering dihubungkan dengan hal-hal yang ghaib, yaitu sesuatu yang tidak dapat ditangkap dengan panca indera. Tapi dengan segala pikiran kita, jika kita yakin hal itu ada, maka semuanya akan ada

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Metaphysics atau dalam bahasa Indonesia berarti metafisika, adalah sebuah istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Aristoteles. “Meta” berarti setelah, “fisik” berarti ada wujudnya. Dalam filsafat, metafisika berarti makna di balik makna.

    Setiap orang secara sadar ataupun tidak sebenarnya sudah terkena metafisika. Sebagai contoh dari salah satu sumber yang saya dapatkan; jilbab secara harfiah berarti penutup kepala. Namun dalam filsafat, jilbab bisa berarti kecantikan, kehormatan dan harga diri. Istilah kecantikan, kehormatan dan harga diri inilah yang disebut metafisika.

    Jadi, penting untuk kita menyadari bahwa akan selalu ada makna di balik makna. Karena makna itu unlimited, bergantung dimensinya.

    ReplyDelete
  8. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Salah satu tokoh filsafat Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel pada mulanya berusaha mematahkan anggapan kaum empiris seperti John Lock, Barkeley dan David Hume. Mereka ( kaum empiris ) mengambil sikap tegas pada metafisika, bagi Lock metafisika tidak mampu menjelaskan basis fundamental filsafat atau Epistimologi ( bagaimana realitas itu dapat diketahui ) dan tidak dapat mencapai realitas total, pendapat ini diteruskan kembali oleh David Hume bahwa metafisika tidaklah berharga sebagai ilmu dan bahkan tidak mempunyai arti, baginya metafisika hanya merupakan ilusi yang ada diluar batas pengertian manusia melalui pemikirannya tentang metafisika mencoba membangun suatu sistem pemikiran yang mencakup segalanya baik Ilmu Pengetahuan, Budaya, Agama, Konsep Kenegaraan, Etika, Sastra, dll. Hegel meletakkan ide atau ruh atau jiwa sebagai realitas utama, dengan ini ia akan menyibak kebenaran absolut dengan menembus batasan-batasan individual atau parsial. Kemandirian benda-benda yang terbatas bagi Hegel dipandang sebagai ilusi, tidak ada yang benar nyata kecuali keseluruhan (The Whole).

    ReplyDelete
  9. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Istilah metafisika berasal dari kata Yunani meta ta physika yang dapat diartikan sesuatu yang ada dibalik atau dibelakang benda-benda fisik. Aristoteles tidak memakai istilah metafisika melainkan proto philosophia atau filsafat pertama. Filsafat pertama ini memuat uraian tentang sesuatu yang ada dibelakang gejala-gejala fisik seperti bergerak, berubah, hidup, mati. Metafisika dapat didefinisikan sebagai studi atau pemikiran tentang sifat yang terdalam (ultimate nature) dari kenyataan atau keberadaan. Metafisika merupakan cabang filsafat yang mempersoalkan tentang keberadaan, eksistensi.

    ReplyDelete
  10. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Metafisika adalah salah satu cabang Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tetrtentu menjadi ada. Sebenarnya disiplin filsafat metafisika telah di mulai semenjak zaman Yunani kuo. Mulai dari filosof-filosof alam sampai Aristoteles (284-322 SM). Aristoteles sendiri tidak pernah memakai istilah metafisika. Aristoteles menyebut sesuatu yang mengkaji hal-hal yang sifatnya diluar fisika sebagai filsafat pertama (prote philosophia) untuk membedakannya dengan filsafat kedua yaitu disiplin yang mengkaji hal-hal yang bersifat fisika. Jika makna di atas dijadikan landasan dalam memahami kata metafisika, maka makna umum dari metafisika adalah ilmu yang mengkaji tentang sesuatu yang eksistensinya berada di balik yang fisik atau kajian terhadap sesuatu yang eksistensinya berada sesudah yang fisik (nyata).

    ReplyDelete
  11. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Hal ini tidak mudah untuk mengatakan apa itu yang metafisika. filsuf kuno dan abad pertengahan mungkin telah mengatakan bahwa metafisika itu, seperti kimia atau astrologi, yang akan ditentukan oleh materi pokoknya: metafisika adalah "ilmu" yang dipelajari "menjadi seperti" atau "penyebab pertama hal" atau "hal-hal yang dilakukan tidak berubah". Hal ini tidak mungkin lagi untuk menentukan metafisika seperti itu, karena dua alasan. Pertama, seorang filsuf yang menyangkal adanya hal-hal yang dulu dianggap sebagai yang merupakan pokok permasalahan penyebab metafisika-pertama atau tidak berubah hal-sekarang akan dianggap membuat demikian sebuah pernyataan metafisik. Kedua, ada banyak masalah filosofis yang sekarang dianggap masalah metafisis (atau setidaknya sebagian metafisik masalah) yang sama sekali tidak berhubungan dengan penyebab pertama atau tidak berubah hal-masalah kehendak bebas, misalnya, atau masalah yang mental dan fisik.

    ReplyDelete
  12. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah Tuhan itu ada?, Apakah sumber dari suatu realitas?. Ahli metafisika berupaya untuk memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia, termasuk keberadaan; kebendaan, sifat, ruang, waktu, hubungan sebab akibat, dan segala kemungkinan (https://en.wikipedia.org/wiki/Metaphysics).

    ReplyDelete
  13. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Metafisika merupakan salah satu cabang tradisional filsafat yang mempelajari dan memahami penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Dengan kata lain metafisika menjelaskan sifat dasar dari keberadaan di dunia. . Misalnya, keberadaan, benda dan sifat, ruang dan waktu, sebab dan akibat, dan kemungkinan. Metafisika berkaitan dengan sifat manusia dan hubungannnya secara kontekstual dan individu dengan realita dalam alam semesta; sifat dan fakta bagi tujuan, perilaku, penyebab, dan aturan; problem pilihan, khususnya kebebasan versus determinisme pada perilaku manusia. Metafisika berusaha menjawab pertanyaan, apakah ada? Dan seperti apa? Cabang utama metafisika ada dua yaitu otologi dan kosmologi. Otologi menekankan pada bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. sedangakan kosmologi menekankan pada studi tentang totalitas dari semua fenomena dalam alam semesta.

    ReplyDelete
  14. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Metafisika pada masa sekarang menjadi bidang filsafat yang memikirkan dan mempelajari hal-hal yang „mengatasi‟ atau „di luar‟ pembahasan tentang hal-hal yang fisik dan empiris di mana sudut pandang metafisika mengatasi fisika (metaphysica). Metafisika berasal dari bahasa Yunani ta meta ta physica yang artinya “yang datang setelah fisika”. Metafisika yang sering disebut sebagai disiplin filsafat terumit dan memerlukan daya abstraksi sangat tinggi (ibarat seorang mahasiswa untuk mempelajarinya menghabiskan beribu-ribu ton beras), bermetafisika membutuhkan energi intelektual yang sangat besar sehingga membuat tidak semua orang berminat menekuninya. Yang menjadi objek kajian dalam metafisika adalah metafisika umum membahas mengenai yang ada sebagai yang ada, artinya prinsip-prinsip umum yang menata realitas. Sedangkan metafisika khusus membahas penerapan prinsip-prinsip umum ke dalam bidang-bidang khusus : teologi, kosmologi dan psikologi. Pemilahan tersebut didasarkan pada ada dapat tidaknya diserap melalui perangkat indrawi suatu objek filsafat pertama. Metafisika umum mengkaji realitas sejauh dapat diserap melalui indra sedang metafisika khusus (metafisika) mengkaji realitas yang tidak dapat diserap indra, apakah itu realitas ketuhanan (teologi), semesta sebagai keseluruhan (kosmologi) maupun kejiawan (psikologi).

    ReplyDelete
  15. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Metafisika merupakan padanan kata yang berasal dari Bahasa Yunani yakni meta yang berarti setelah atau dibalik, dan phisika yang berart hal-hal di alam. Lebih jauh, metafisika berarti studi filsafat yang memiliki objek yang bertujuan untuk menentukan sifat sebenarnya dari hal-untuk menentukan arti, struktur, dan prinsip-prinsip lebih jauh tentang itu. Metafisika mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Metafisika juga mempelajari penjelasan asal atau hakikat objek (fisik) di dunia.

    ReplyDelete
  16. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Metafisika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakikat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta?. Cabang utama metafisika adalah ontologi, studi mengenai kategorisasi benda-benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya. Ahli metafisika juga berupaya memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia, termasuk keberadaan; kebendaan, sifat, ruang, waktu, hubungan sebab akibat, dan kemungkinan.

    ReplyDelete
  17. Dalam pengertian masyarakat awam, metafisik diartikan sebagai sesuatu yang kasat mata, yang tidak terlihat, yang berada di alam lain, yang bersifat supranatural. Filsafat modern memandang metafisik sebagai keberadaan (Ada dan yang mungkin ada), obyek dan perangkatnya, ruang dan waktu, sebab akibat dan segala kemungkinan.
    Dalam masyarakat tradisional, metafisik diukur dari dampaknya berdasarkan pengalaman atau legenda. sementara dalam Filsafat, metafisik dapat dirasionalkan dengan metode tertentu.
    Sebenarnya, masyarakat kita sudah mengenal metafisik dalam bahasa atau istilah yang berbeda, hanya Filsafat modern lebih merasionalkan pemahaman, mentransformasikan metode ilmiah pada masyarakat modern.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  18. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Dari salah satu link diatas dikatakan bahwa metafisika adalah cabang filsafat yang menyelidiki sifat dasar makhluk dan dunia yang mencakup itu dimana lebih jauh diterangkan metafisika mencoba menjawab dua pertanyaan dasar, Pada akhirnya, apa yang ada? Dan Seperti apa itu?.terhadap alam ini metafisika berarti terdapat hal-hal gaib (supernatural) dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. Pemikiran seperti ini disebut pemikiran supernaturalisme. Selain paham di atas, ada juga paham yang disebut paham naturalisme. Paham naturalisme menganggap bahwa gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh hal-hal yang bersifat gaib, melainkan karena kekuatan yang terdapat di alam itu sendiri, yang dapat dipelajari dan dapat diketahui. Dari sisi akal dan pikiran, metefisika menyangkut monoistik (pendapat yang tidak membedakan antara pikiran dan zat,) sementara penafsiran dualistik membedakan antara zat dan kesadaran (pikiran) yang bagi mereka berbeda secara substansif. Aliran ini berpendapat bahwa yang ditangkap oleh pikiran adalah bersifat mental. Maka yang bersifat nyata adalah pikiran, sebab dengan berpikirlah maka sesuatu itu lantas ada.



    ReplyDelete
  19. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Metafisika salah satu cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek makhluk dan dunia. Metafisika untuk mengetahui sebuah kebenaran yang terjadi di alam. Metafisika ini berkontribusi terhadap awal terbentuknya paradigma ilmiah, ketika kumpulan kepercayaan belum lengkap pengumpulan faktanya, maka ia harus dipasok dari luar dan mengajarkan cara berfikir yang serius, terutama dalam menjawab problem yang bersifat teka-teki sehingga melahirkan sikap dan rasa ingin tahu yang mendalam.

    ReplyDelete
  20. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Cabang filsafat yang menjelasan mengenai asal usul dan penjelasan tentang awal kejadian segala sesuatu (fisik) di dunia disebut dengan Metafisika. Dimana metafisika mempersoalkan realitas dan dunia dengan segala struktur dan dimensinya. Kant menyatakan bahwa subyek-subyek metafisika tak mungkin dicapai oleh akal manusia sama sekali.

    ReplyDelete
  21. martin/RWANDA
    PPS2016PEP
    Actually, The word ‘metaphysics’ is notoriously hard to define. Twentieth-century coinages like ‘meta-language’ and ‘metaphilosophy’ encourage the impression that metaphysics is a study that somehow “goes beyond” physics, a study devoted to matters that transcend the mundane concerns of Newton and Einstein and Heisenberg. This impression is mistaken. The word ‘metaphysics’ is derived from a collective title of the fourteen books by Aristotle that we currently think of as making up Aristotle's Metaphysics. Aristotle himself did not know the word.

    ReplyDelete
  22. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Metafisika adalah cabang tradisional filsafat yang berkaitan dengan menjelaskan sifat dasar dari keberadaan di dunia. Metafisika mencoba menjelaskan pengertian mendasar dimana orang memahami dunia. Metafisika berusaha menjawab dua pertanyaan, yaitu “Apa ada” dan “ Seperti apa?” Pada masa sekarang, metafisika dipahami sebagai bagian dari filsafat yang mempelajrari dan berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan terdalam tentang hakikat segala sesuatu.

    ReplyDelete
  23. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Metafisika Aristoteles merupakan sebuah kritik terhadap dualisme Plato. Dalam teori bentuk, Plato berusaha menjelaskan sifat alami benda-benda namun ia menganggap benda alami tersebut merupakan tiruan yang tidak berarti. Sebuah tiruan dari dunia ide yang jauh di sana dan merupakan ide abadi sehingga antara dunia materi dan dunia ide terdapat jarak yang tak terjembatani.

    ReplyDelete
  24. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Metafisika adalah falsafat tentang segala sesuatu yang di luar alam biasa. Ini bisa dimaknai sebagai segala sesuatu yang sifatnya ghaib, yakni keberadaan makhluk yang berada di sebuah alam yang tidak masuk dalam batas-batas dunia materi yakni yang unsur-unsurnya bisa dideteksi dengan indera.

    Seperti yang sudah pernah saya komentari dalam postingan sebelumnya dengan mengutip pendapat islam-respon (2012) menyatakan bahwa kritik terhadap metafisika adalah sbb:

    Pertama : Ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang bid’ah dan tidak ada landasan dari al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kepada para sahabatnya.

    Kedua : Ilmu ini berasal dari luar Islam.

    Ketiga : Dalam ilmu tenaga dalam terdapat po¬kok kesesatan dan kesyirikan yang sangat banyak, sebagaimana yang telah disebutkan di atas secara global.

    Keempat : Di antara dampak negatif ilmu tenaga dalam adalah hilangnya rasa tawakal para penun¬tutnya kepada Alloh Ta’ala. Sebab mereka merasa telah memiliki kekebalan dan kekuatan luar biasa yang bisa merobohkan musuh dari jarak jauh, sehingga ia merasa tidak butuh pertolongan siapa pun.

    Kelima: Di antara kaidah yang digunakan un¬tuk membangkitkan tenaga dalam adalah meditasi yaitu tafakur atau semedi. Ini adalah metode yang bid’ah yang tidak ada landasanya dari al-Qur’an dan Sunnah. Wallahu 'alam bi shawab.

    sumber:
    http://islam-respon.blogspot.co.id/2012/12/hukum-islam-mengenai-ilmu-tenaga-dalam.html

    Dari pemaparan tersebut, hendaknya kita menghindari segala ilmu yang memberi kemudharatan untuk kita. Allah SWT melarang manusia adalah untuk kebutuhan manusia itu sendiri.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id