Dec 2, 2012

FATALISM


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang FATALISM, koneklah ke:






Wss Wr Wb
Marsigit


48 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Kata "fatalisme" umumnya digunakan untuk merujuk kepada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa masa depan atau peristiwa yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Fatalisme menyatakan bahwa segala yang terjadi dalam alam semesta ini adalah takdir dan tidak dapat diubah lagi. Fatalisme juga dapat didefinisikan sebagai pandangan seseorang yang mudah menyerah dalam menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan. Penganut paham ini sangat menggantungkan hidupnya pada takdir yang menurut mereka tidak dapat diubah lagi. Apabila paham ini ada dalam diri kita maka kita tidak akan pernah dapat meningkat bahkan justru akan mengakibatkan kehancuran.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Fatalisme adalah doktrin filsafat menekankan penaklukan dari semua kejadian atau tindakan untuk nasib. Segala sesuatu dalam hidup ditentukan secara mutlak oleh Tuhan, termasuk kecelakaan dan penderitaan kita. Secara sosiologis fatalistis menunjuk sikap seseorang yang selalu menghilangkan peran dan inisiatif diri sendiri secara mutlak (pasrah) , terutama pada saat menghadapi problema kehidupan. Bahkan pandangan fatalisme yang paling ekstrim menganggap segala nasib baik dan buruk mutlak datang dari kehendak Tuhan. Manusia tidak memiliki celah sedikitpun untuk merubahnya.

    ReplyDelete
  3. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam fatalisme, satu-satunya sikap yang mungkin adalah menyerah dan menerima apa yang terjadi sebagai sikap hidup atau kecenderungan, fatalisme terdapat dalam berbagai kebudayaan, pemikiran, jaman, dan agama, serta mengendalikan aspek dan makna.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Fatalism berasal dari kata “fatal” yang mengacu pada sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalhan atau hidup. Apabila seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seeorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya.

    Dalam hidup, kita pasti menghadapi masalah dan menemukan kegagalan. Kita hanya akan benar-benar gagal ketika ketika menyerah, berputus asa dan akhirnya berhenti tanpa melanjutkan. Tapi ketika kita optimis dan gigih melanjutkan perjalanan, maka selama itu pula kesempatan untuk sukses akan kita raih. Kegagalan hanya terjadi untuk orang yang menyerah dan putus asa. Dan orang yang putus asa dianggap sebagai “fatalisme”. Fatal!

    ReplyDelete
  5. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Fatalisme adalah aliran yang berprinsip, manusia tidak mempunyai pilihan sama sekali didalam hidup ini. Tidak memiliki pendapat, kehendak ataupun pilihan. Dalam paham fatalisme, seseorang dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Contohnya seperti sedang menghadapi ujian pns. Kemudian tidak berusaha untuk belajar dan berdoa, sikap yang seperti ini adalah sikap seseorang yang hanya pasrah dan percaya akan nasib dan tidak bisa berubah. Akibatnya mereka yang menganut paham fatalisme tertinggal di belakang terus menerus berarti sama dengan celaka.

    ReplyDelete
  6. Budi Yanto
    1679251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Fatalism adalah paham yang berpandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Atau dengan kata lain fatalisme adalah paham tentang kekuatan kuasa Tuhan. Contohnya seorang anak lahir dari rahim ibu kandungnya, matahari terbit dari Timur dan terbenam di Barat. Ada dua fatalisme yaitu fatalisme negative dan positif. Fatalism negative adalah berpandangan bahwa segala sesuatu sudah ditentukan oleh Tuhan, sehingga manusia melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu adalah kuasa Tuhan. Fatalism positif adalah berpandangan bahwa segala sesuatu sudah ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia berusaha untuk melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Fatalisme adalah pandangan filsafat mengenai kepasrahan seseorang dalam menghadapi kehidupan. Pasrah tersebut muncul karena berpandangan bahwa segala sesuatu dalam hidup sudah ditentukan. Pandangan yang seperti ini sejenis dengan determinisme, namun fatalisme lebih parah karena menyebabkan sikap pasrah dalam kehidupan. Sesungguhnya sebagai umat beragama, seharusnya kita menyadari bahwa memang Allah telah menentukan takdir manusia, namun Allah tidak akan memberi cuma-cuma suatu nasib kepada manusia tanpa adanya suatu ikhtiar / usaha dari manusia itu. Bahkan berdoa pun bagian dari usaha, karena Allah menyukai ummat-Nya yang selalu berikhtiar dan berdoa kepada-Nya

    ReplyDelete
  8. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Fatalisme berasal dari kata dasar fatal, yaitu sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup sehingga fatalisme merupakan suatu paham dalam cara pandang hidup. Paham ini disebut pula prinsip dalam menjalani kehidupan. Secara sosiologis fatalistis menunjukan sikap seseorang yang selalu menghilangkan peran dan inisiatif diri sendiri secara mutlak, terutama pada saat menghadapi problema kehidupan. Sikap fatalis yang telah menjadi prinsip menjalani hidup sehari-hari, berubah menjadi paham fatalisme. Dalam agama, sikap ini berkaitan dengan cara pandang seseorang terhadap pemaknaan takdir atau kehendak Tuhan yang tidak dapat diubah sedikitpun, segala daya dan upaya tidak akan dapat merubah nasib.

    ReplyDelete
  9. Fitri ayu Ningtiyas
    16709251037
    PPs P.Mat B UNY 2016

    Fatalisme berasal dari bahasa latin fatum yang merupakan suatu ajaran bahwa semua keadaan atau perbuatan seseorang pada hakekatnya sudah dipastikan terlebih dahulu oleh nasibnya masing-masing sehingga bagaimanapun usaha yang dilakukan, manusia tidak akan dapat berhasil mengubah keadaan atau nasib tersebut. Umumnya, fatalisme digunakan untuk merujuk kepada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian yang dianggap tak terelakkan di masa depan.

    ReplyDelete
  10. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Sikap pasrah yang mengarah kepada fatalism dapat dikategorikan sebagai tingkah laku keagamaan yang menyimpang. Sikap seperti ini setidaknya mengabaikan fungsi dan peran akal secara normal. Padahal agama menempatkan akal pada kedudukan yang tinggi. Dengan akal manusia mampu membangun peradaban melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Islam sendiri dalam ajarannya memposisikan akal mengiringi keimanan dalam menentukan derajat pemeluknya. Seperti dalam Al-Qur’an (QS 58:11), yang artinya “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

    ReplyDelete
  11. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P.Matematika/A/2016

    Paham fatalisme beranggapan untuk setiap tindakan di masa depan yang akan anda lakukan, jika ada sesuatu yang tidak dapat salah yang percaya di masa lalu kalau tindakan tersebut akan terjadi, tidak akan ada yang dapat kita lakukan di masa kini atas fakta kalau ia percaya atas apa yang ia percayai karena tidak ada yang dapat mengendalikan peristiwa masa lalu. Tidak pula anda mampu melakukan sesuatu sekarang atas fakta kalau ia salah jika ia percaya demikian karena ia tidak dapat salah.Karenanya, tidak ada yang dapat anda lakukan sekarang atas fakta kalau ia percaya sedemikian hingga ia tidak mungkin salah kalau anda akan melakukan apa yang akan anda lakukan. Namun jika demikian, anda tidak dapat melakukan yang lain daripada yang ia yakini akan anda lakukan. Dan jika anda tidak dapat melakukan hal lain tersebut, anda tidak akan melakukannya secara bebas.(Stanford Encyclopedia of Philosophy, 2012)

    ReplyDelete
  12. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Fatalisme adalah doktrin filsafat menekankan penaklukan dari semua kejadian atau tindakan untuk nasib.Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu dari ide-ide : Pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri. Keyakinan ini sangat mirip dengan predeterminism. Sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian yang dianggap tak terelakkan di masa depan.

    ReplyDelete
  13. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Fatalisme adalah suatu ajaran bahwa semua keadaan atau perbuatan seseorang pada hakekatnya sudah dipastikan terlebih dahulu oleh nasibnya masing-masing. sebuah sikap seseorang yg sangat pasrah dlm menghadapi permasalahan atau hidup dan tdk berusaha merubahnya. Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Kata sifat daripada fatalisme adalah fatalistis. fatalisme sangat berbahaya bagi perkembangan suatu bangsa karena mereka yang menganut faham demikian akan membawa kehancuran dan kerusakan.

    ReplyDelete
  14. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Paham ini lebih menekankan pada penaklukan dari semua kejadian dimana segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ditentukan secara mutlak oleh Tuhan. Fatalism juga menunjuk pada sikap manusia yang selalu menghilangkan peran dan inisiatif diri sendiri secara mutlak, terutama saat menghadapi masalah dalam kehidupan. Setiap kebaikan dan keburukan sifatnya mutlak dan asalnya dari Tuhan dan manusia tidak mempunyai hak untuk mengubahnya.

    ReplyDelete
  15. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika

    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. fatalisme dilarang di islam karena paham ini melemahkan aspek spritual akibat permasalahan. Di dalam Al-Qur’an dan hadis, hidup di dunia yang bersifat material dan hidup di akhirat yang bersifat spiritual sama pentingnya. "Carilah apa yang dianugerahkan Allah bagimu di akhirat dan jangan lupakan bagianmu di dunia.(QS Al Qashas:77)"

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    fatalisme, yaitu paham atau ajaran yang mengharuskan berserah diri pada nasib dan tidak perlu berikhtiar, karena hidup manusia dikuasai dan ditentukan oleh nasib. Fatalisme adalah paham yang keliru, menyimpang dari ajaran tentang iman pada takdir, penghabat kemajuan dan penyebab kemunduran umat.

    ReplyDelete
  17. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Fatalisme adalah suatu ajaran bahwa semua keadaan atau perbuatan seseorang pada hakekatnya sudah dipastikan terlebih dahulu oleh nasibnya masing-masing (fatum). Bagaimanapun usaha yang dilakukan, manusia tidak akan dapat berhasil mengubah keadaan atau nasib tersebut. Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Kaum Fatal adalah kaum yang hidupnya 100% terserah pada nasib dan takdir. Kata "fatalisme" umumnya digunakan untuk merujuk kepada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa masa depan atau peristiwa yang dianggap tak terelakkan. Dua unsur dasar kehidupan harus ada dalam hidup kita, yaitu fatal dan vital. Tidak bisa hanya ada fatal saja, atau vital saja. Dalam konsep Islam, kaitannya fatal dan vital, Fatal adalah takdirnya, sedangkan vital adalah ikhtiarnya.

    ReplyDelete
  19. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Dari salah satu link diatas dapat dipahami bahwa Fatalisme adalah doktrin filsafat menekankan keputuasaan dari semua kejadian atau tindakan untuk nasib yang mengacu pada salah satu dari ide-ide berikut: Pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun selain apa yang sebenarnya kita lakukan, bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri, predeterminism yaitu sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian yang dianggap tak terelakkan di masa depan. Kiranya fatalism ini dimunculkan ketika kita telah mengeluarkan kemampuan usaha kita sampai batas kesanggupannya.

    ReplyDelete
  20. Dalam Fatalisme semua yang ada memang sudah menjadi kehendak Nya. Sudah menjadi nasib atau takdir. Seorang anak manusia tidak meminta untuk dilahirkan, akan lahir dari rahim siapa pada keluarga mana, sudah menjadi takdirnya. Ada sesuatu yang besar yangmenjadi daya dorong adanya nasib atau takdir tersebut. Setelah kemunculan takdir kemmudian muncullah Vital nya, sebuah upaya untuk menjalani takdir. segala sesuatu ada Fatal dan Vital nya. Dalam menghayati makna Fatalisme ini kita kembalikan pada diri kita sendiri, melihat kembali potret perjalanan ini dan merenungkan apa yang telah terjadi dan sebab dari kejadian itu.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  21. martin/RWANDA
    PPS2016PEP B
    is commonly used to refer to an attitude of resignation in the face of some future event or events which are thought to be inevitable, philosophers usually use the word to refer to the view that we are powerless to do anything other than what we actually do. This view may be argued for in various ways: by appeal to logical laws and metaphysical necessities; by appeal to the existence and nature of God; by appeal to causal determinism. When argued for in the first way, it is commonly called “Logical fatalism” (or, in some cases, “Metaphysical fatalism”); when argued for in the second way, it is commonly called “Theological fatalism”. When argued for in the third way it is not now commonly referred to as “fatalism” at all, and such arguments will not be discussed here.

    ReplyDelete
  22. martin/RWANDA
    PPS2016PEP B
    is commonly used to refer to an attitude of resignation in the face of some future event or events which are thought to be inevitable, philosophers usually use the word to refer to the view that we are powerless to do anything other than what we actually do. This view may be argued for in various ways: by appeal to logical laws and metaphysical necessities; by appeal to the existence and nature of God; by appeal to causal determinism. When argued for in the first way, it is commonly called “Logical fatalism” (or, in some cases, “Metaphysical fatalism”); when argued for in the second way, it is commonly called “Theological fatalism”. When argued for in the third way it is not now commonly referred to as “fatalism” at all, and such arguments will not be discussed here.

    ReplyDelete
  23. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Fatalisme adalah pemikiran bahwa hidup kita diserahkan pada nasib dan tidak mungkin bisa kita dapat mengubahnya. Sikap pasrah yang mengarah kepada fatalism dapat dikategorikan sebagai tingkah laku keagamaan yang menyimpang. Sikap seperti ini setidaknya mengabaikan fungsi dan peran akal secara normal. Padahal agama menempatkan akal pada kedudukan yang tinggi. Islam sendiri dalam ajarannya memposisikan akal mengiringi keimanan dalam menentukan derajat umatnya. Jadi kita tidak boleh pasrah terhadap nasib, kita perlu berdoa terus agar apa yang diinginkan dapat merubah nasib tersebut, karena Allah melarang kita untuk pasrah atau putus asa.

    ReplyDelete
  24. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Fatalisme berasal dari kata fatal, fatalisme merupakan sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Jadi penganut fatalisme akan pasrah untuk segalanya dan tidak mau untuk berusaha karena mereka percaya bahwa nasib telah ditentukan dan tidak dapat dirubah.

    ReplyDelete
  25. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Pada prinsipnya aliran ini menganggap bahwa hidup manusia sudah ditentukan. Hidup manusia sudah ditakdirkan,dan manusia harus menjalaninya. Namun aliran ini pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu fatalisme negatif dan fatalisme positif. Fatalism negatif adalah berpandangan bahwa segala sesuatu sudah ditentukan oleh Tuhan, sehingga manusia melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu adalah kuasa Tuhan. Sedangkan fatalisme positif adalah berpandangan bahwa segala sesuatu sudah ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia berusaha untuk melakukan sesuatu.....

    ReplyDelete
  26. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Fatalisme adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Fatalisme memandang bahwa seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Saya berefleksi bahwa kita jangan sampai memiliki sikap fatalisme di dalam hati dan pemikiran kita. Karena jika kita melakukan suatu satu kegagalan saja, kita bia terjebak dalam stigma yang membawa kita pada kehancuran.

    ReplyDelete
  27. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  28. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  29. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya.

    Untuk menghancurkan islam, orientalisme ekstrem berupa menyesatkan umat dengan menyebarkan informasi-informasi salah tentang islam. Mereka mengetahui bahwa akar/fondasi dari islam ialah Iman. Yang salah satu rukunnya beriman dengan qhada dan qhadar, mereka juga mengetahui bila terluput salah satu dari enam rukun Iman seluruh rukun yang lain tiada berarti lagi.

    Untuk menghilangkan kekaburan makna antara dua kata yang sering di kabur-kaburkan itu, perlu kita camkan bersama : Fatalisme adalah aliran yang berperinsip, manusia tidak mempunyai pilihan sama sekali didalam hidup ini.Tidak memiliki pendapat, kehendak ataupun pilihan. Aliran ini agak mirip dengan kata-kata``Jabariah” dalam bahasa Arab. Sedangkan `` qhada dan qhadar” ialah ketentuan Allah menyangkut dengan jalan-jalan itu.

    Manusia di suruh memilih salah satu diantaranya, atas dasar pilihan itulah, di akhirat nanti akan di minta pertanggun jawab. Bila ia memilih kejahatan di dunia dia akan di masukkan ke dalam neraka.dan ia memilih jalan petunjuk, ia akan mendapat janatul Na’im.

    Sumber:
    (http://rajulfalaq.blogspot.co.id/2012/02/fatalisme-membahayakan-islami.html)

    Dari pemaparan tersebut, sangat jelas perbedaannya tersebut, fatalisme merupakan sikap pasrah dalam menerima takdir tanpa berbuat apa-apa. Sedangkan, Allah memerintahkan manusia untuk bertawakkal terhadap cita-citanya. Sehingga fatalisme dalam islam adalah ilmu yang keliru dan menjerumuskan. Sedangkan percaya kepada qada dan qadar adalah wajib dipercaya agar seorang menjadi mukmin.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Fatalisme adalah doktrin filsafat bahwa semua kejadian disekitar kita adalah tindakan nasib. Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu dari ide-ide berikut:
    1)bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun selain apa yang sebenarnya kita lakukan.
    2)bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri.
    3)Sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian yang dianggap tak terelakkan di masa depan. Friedrich Nietzsche menamainya dengan "fatalisme Turki" dalam bukunya The Wanderer dan Shadow-Nya.

    Keyakinan ini sangat mirip dengan sikap menyerah.

    ReplyDelete
  31. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Bagi yang berpandangan tersebut bagaikan pemikiran yang tidak berlandaskan rasionalis. Bahwa segala sesuatu itu berdasarkan pada hukum sebab akibat. Dimana keadaan akan sesuatu pasti berdasarkan dari keadaan lain. Kejadian sesuatu diyakini karena pengaruh sesuatu. Tidak mungkin suatu sebab terjadi tanpa akibatnya. Atau suatu akibat pasti ada akibatnya.

    ReplyDelete
  32. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Menurut kaum humanisme aliran religi akan menganggap kesalahan terhadap pemikiran fatalisme. Keyakinan akan ketuhanan mutlak didasari kepercayaan akan kekuasaan sang pencipta, Allah ta’ala. Jika kepercayaan itu sudah ada maka akan berdampak terhadap pandangan hidupnya. Juga berakibat terhadap ide ide pemikiran dan perbuatannya.

    ReplyDelete
  33. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Menurut aliran fatalisme,semua kejadian ditentukan oleh nasib yang telah ditetapkan lebih dulu. Jika kita ingin hukum kejadian itu berlaku bagi seluruh manusia maka kita bertolak dari paham determinisme. Jika kita ingin hukum kejadian yang pas bagi tiap individu kita berpaling pada paham pilihan bebas. Sedangkan jika kita memilih posisi di tengah mengantarkan kita pada paham probabilistik.

    ReplyDelete
  34. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Fatalisme adalah ajaran atau faham bahwa manusia itu dikuasi oleh nasib. Manusia tidak bisa berbuat untuk merubah nasib tersebut. Namun dalam ajaran islam, tidaklah istilah tersebut diajarkan dan dituntunkan dalam islam. Islam mengajarkan kepada pemeluknya tentang sikap tawakkal.

    ReplyDelete
  35. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  36. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Fatalisme berasal dari kata latin ‘Fatum’, adalah suatu paham yang beranggapan bahwa segala kejadian alam dan hidup manusia berada di luar kuasa manusia untuk mengubahnya, dan berada dalam kuasa penuh suatu prinsip atau sebab mutlak dan punya kesadaran yang disebut nasib. Para filsuf iasanya meggunakan kata fatalisme untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan selain apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini diperdebatkan dalam beberapa cara: dengan menyeru kepada hukum logika dan kebutuhan metafisika (Fatalisme Logis atau Fatalisme Metafisika, dengan menyeru kepada keberadaan dan sifat Tuhan (Fatalisme Teologis), serta dengan menyeru pada penyebab determinisme (Determinisme)

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  37. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Fatalisme berasal dari kata dasar fatal yang dapat dipahami sebagai sebuah sikap dalam menghadapi permasalahan hidup atau suatu paham tentang cara memandang dan menjalani kehidupan. Paham ini memandang bahwa segala sesuatu dalam hidup ini terjadi diluar kehendak manusia. Artinya kehidupan seseorang itu sudah diatur mengenai nasib dan takdirnya sehingga manusia tidak akan pernah mampu untuk menolak atau mengubahnya sebab segala sesuatu terjadi berada di luar kehendaknya. Akibatnya para penganut paham fatalism identik dengan orang-orang yang sangat putus asa karena sudah dikuasai dengan paham bahwa nasib dan takdir yang benar-benar tidak bisa diubah.

    ReplyDelete
  38. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dalam Stanford Encyclopedia of PhilosophyIstilah, meskipun kata "fatalisme" umumnya digunakan untuk merujuk kepada sikap pasrah atau tidak berdaya atau tawakal dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian yang dianggap tak terelakkan di masa depan, filsuf biasanya menggunakan kata untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  39. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Fatalisme beradal dari kata dasar fatal, merupakan sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Paham seseorang ynag dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Fatalisme merupakan sifat negatif dan sangat berbahaya dalam kehidupan jika terus berlarut. Oleh karena itu manusia diharapkan menghindari fatalisme agar tidak terjerumus dalam kehancuran dan kerusakan hidup.

    ReplyDelete
  40. Fatalism merupakan suatu paham pandangan hidup mengenai kepasrahan seseorang terhadap nasib hidupnya yang tidak berusaha(ikhtiar) untuk mengubahnya, menenggelamkan segala kehendak dan berfikir yang terjadi adalah takdir dan tidak dapat diubah. Ini sering terjadi pada seeorang yang terlalu pasrah dalam segala hal sampai-sampai kehilangan inisiatifnya yang mudah menyerah tanpa mencoba dan berusaha terlebih dahulu, sehingga seseorang yang menganut paham ini akan mengalami kemunduran dan kehancuran karena putus asa.

    M Saufi Rahman
    PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  41. fatal merupakan takdir manusia yang sudah disepakati pada saat dalam perjanjian dilauhul mahfuz

    M Saufi Rahman
    PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  42. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Fatalisme merupakan suatu pemikiran manusia yang beranggapan bahwa hidup adalah sepenuhnya milik Tuhan, manusia sudah tergariskan dalam nasib dan tidak dapat berbuat apaapa kecuali berserah kepada Tuhan. Fatalisme mangajarkan bahwa manusia itu tidak dapat berbuat apa-apa karena sudah dikuasai nasib. Segala masalah duniawi diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Atau dapt pula diartikan sebagai sikap seseorang yang selalu menghilangkan peran dan inisiatif diri sendiri secara mutlak, terutama pada saat menghadapi problema kehidupan.

    ReplyDelete
  43. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sikap fatalis akan muncul bilamana seseorang memahami bahwa karsa atau kehendak dalam kehidupan ini mutlak merupakan kehendak Tuhan. Tak ada gerak-gerik sekecil apapun yang bukan kehendak tuhan. Sikap seorang fatalis menganggap semua keinginan manusia sekecil dan seburuk apapun tidaklah mandiri, kecuali sudah menjadi determinasi kekuasaan Tuhan. Jika sikap ini terus-menerus dijadikan pedoman hidup, setiap individu fatalis akan kehilangan cipta dan karsanya. Lantas ia cenderung berpangku-tangan menunggu-nunggu kehendak Tuhan. Secara tidak langsung sikap fatalis akan menimbulkan makna yang bisa di mana manusia sekedar menjadi obyek penderita.

    ReplyDelete
  44. Fatalisme adalah doktrin filsafat menekankan penaklukan dari semua kejadian atau tindakan sebagai nasib. Fatalisme umumnya mengacu pada pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. Fatalisme adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  45. 16701251016
    PEP B S2

    Fatalism berpandangan bahwa segala sesuatu yang dilakukan adalah percuma, tidak mempunyai pilihan, semua mutlak bergantung pada takdik. Dari berbagai peristiwa maupun yang sudah menhadi fenomena fatalism terkadang dikaitkan dengan pasrah, sedangkan menurut subjektif saya pribadi kedua hal tersebut adalah sangat jauh berbeda. Tidak hanya otu berbagai sifat ini sering dikaitkan dengan nilau humanism, yang nenyertakan aksi reaksi terhadap sehala sesuatu, yaitu hasil adalah linearitas dari berbagai macam usaha kerasnya

    ReplyDelete
  46. Pasrah yang sejatinya adalah bukan menyerahkan segala urusan dengan mengatasnamakan takdir. Menang benar pandangan fatalism adalah bergantung dengan takdir. Namun lebih "fatal" lagi tentang berbagai macam takdir yang mana takdir itu ada beberapa yang memang diperlukan ikhtiar untuk menggapainya. Pemahaman mendasar yang sering menghantui pikirna adalah menginginkan segala sesuatu yang enak, lulus ujian, yang telah mengikuti kuliah memang, namun seorang fatalism beranggapan "saya sudah paham, sudah bisa, karena sudah selalu mengikuti kukiah dan jika takdirnya lulus akan lulus tanpa di tambah belajar lagi". Hal itulah yang menjadi titik fokus perbedaan, yang mungkin memang benar jika sudah takdir usahapun tiada artinya, namun jangan salah dalam paradigma keyakinan spiritual dijanjikan bahwa nasib segala sesuatu tidak akan berubah, kecuali dirinya sendiri yang membawa menuju perubahan. Begitulah kiranya hingga kesesuaian pasarah dengan fatalism dalam memahami usaha dan hasil yang hendak dicapai

    ReplyDelete
  47. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 201

    Meskipun kata "fatalisme" umumnya digunakan untuk merujuk kepada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa masa depan atau peristiwa yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat dikatakan dalam berbagai cara: dengan banding ke hukum logis dan kebutuhan metafisik; oleh banding ke keberadaan dan sifat Alla.
    dapat diketahui bahwasanya fatalisme merupakan istilah dalam filsafat bagi seorang yang menyerahkan segala apa yang terjadi dan akan terjadi padanya atau yang lebih sering dikenal dengan pasrah, pasrah kepada keadaan dan cenderung menyerah tanpa adanya usaha untuk memperbaiki diri dan keadaan.

    ReplyDelete
  48. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Fatalisme berasal dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah yang disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme seseorang dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Pandangan tersebut sering kita jumpai di kalangan masyarakat pedesaan dengan mata pencaharian sebagai petani, seringkali mereka tidak bersemangat dalam merubah garis hidupnya, mereka kehilangan orientasi hidup untuk lebih baik. Bahkan bagi masyarakat Jepara yang terkenal sebagai Kota Ukir, para pengrajin ukir pun merasakan gejala fatalis yang parah. Mereka cenderung menerima nasib yang mendera dunia permeubelan yang digambarkan lesu darah. Upaya untuk meraih pasar yang prospektif seolah-olah tertutup oleh keterbelakangan “Sang Takdir”.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id