Dec 2, 2012

EXISTENTIALISM




Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang EXISTENTIALISM, koneklah ke:






Wss Wr Wb
Marsigit



46 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Eksistensi dalam kalangan filsafat eksistensialisme memiliki arti sebagai cara berada manusia, bukan lagi apa yang ada, tapi, apa yang memiliki aktualisasi (ada). Cara manusia berada di dunia berbeda dengan cara benda-benda. Terdapat beberapa paham Sartre mengenai eksistensialisme yaitu (1) berada untuk diri, maksudnya bahwa manusia mempunyai hubungan dengan keberadaannya, ia bertanggung jawab atas fakta bahwa ia ada. dan (2) manusia sebagai subjek yang merencanakan segala sesuatu bagi dirinya sendiri. Manusia sebagai individu yang membuat peraturan atau nilai bagi dirinya sendiri bukan orang lain.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Eksistensia secara tepat, segala yang ada bukan hanya berada, tetapi berada dalam keadaan optima. Untuk manusia ini berarti bahwa dia tidak sekadar berada dan eksis, tetapi berada dan eksis dalam kondisi ideal sesuai dengan kemungkinan yang dapat dicapai. Dalam kerangka pemikirannya, menurut kaum ekistensialis, hidup ini terbuka. Nilai hidup yang paling tinggi adalah kemerdekaan. Sebagai aliran etika, eksistensialisme adalah paham yang memandang hidup sebagai proyek untuk mencapai bentuk keberadaan yang optima. Untuk melaksanakannya, kemerdekaan merupakan hal mutlak dan tanggung jawab pribadi merupakan sikap utama. Sehingga mengabaikan tata tertib, aturan, hukum. Sisi positifnya, kekuatan dari eksistensialis adalah pandangan tentang hidup, sikap dalam hidup. Berpendapat bahwa hidup ini belum selesai, tidak harus diterima apa adanya, dan dapat diubah bahkan harus diubah.

    ReplyDelete
  3. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Eksistensialisme memandang manusia sebagai suatu yang tinggi, dan keberadaannya itu selalu ditentukan oleh dirinya, karena hanya manusialah yang dapat bereksistensi, yang sadar akan dirinya dan tahu bagaimana cara menempatkan dirinya.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dalam sebuah studi filsafat yang terkenal dengan sebuah diktum “human is condemned to be free” atau berarti “manusia dikutuk untuk bebas. Artinya dengan kebebasan maka manusia itu dapat bertindak. Pernyataan ini yang sering digunakan para eksistensialis.

    Existentialism atau dalam bahasa Indonesia berarti eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggungjawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar.
    Namun sebenarnya, paham ini bukan tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar. Tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

    ReplyDelete
  5. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Eksistensialisme adalah paham yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Manusia ketika manusia itu melakukan tugasnya sebagai manusia untuk menuntukan eksistensinya. Seorang dokter dikatakan ada jika ia mengada dan pengada. Seorang guru pun ada jika ia mengada dan menjadi ada dan lai sebagainya. Maksudnya seorang dokter, guru menjadi ad ajika ia melaksanakan tugas-tugasnya sesuai SOP atau kode etik nya baik seorang dokter maupun seorang guru.

    ReplyDelete
  6. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Eksistensi artinya adalah ada, sehingga secara harfiah eksistensialisme dapat diartikan sebagai aliran filsafat yang menunjukkan bahwa manusia itu ada. Manusia berada di bumi, diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di bumi untuk memelihara bumi. Oleh karena itu untuk menunjukkan keberadaan manusia tidak perlu bertindak sesuatu yang sifatnya merusak bumi, tidak perlu untuk menjadi yang unik daripada manusia lain. Namun dengan menunjukkan kesepenuhan hati dalam bertindak, bersungguh-sungguh, mencintai hal yang sedang kita lakukan baik atas keinginan sendiri maupun orang lain. Sikap ikhlas dalam perbuatan sudah menunjukkan kebebasan yang dimiliki oleh manusia, sesuai ajaran eksistensialisme. Bebas bukan berarti tanpa aturan, bebas juga memiliki batasan yaitu aturan itu sendiri.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Filsafat eksistensialisme merupakan pemberontakan terhadap beberapa sifat dari filsafat tradisional dan masyarakat modern. Eksistensialisme suatu protes terhadap rasionalisme Yunani , atau tradisi klasik dari filsafat, khususnya pandangan spekulatif. Eksistensialisme memandang berbagai gejala dengan berdasar pada eksistensinya, yaitu bagaimana manusia berada (bereksistensi) di dunia. Pandangan ini berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Kaum eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, oleh karena itu masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Paham ini mempersoalkan keberadaan manusia yang dihadirkan melalui kebebasan sehingga menolak mentah berbagai bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.

    ReplyDelete
  10. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan link yang diberikan di atas, saya menyimpulkan bahwa eksistensialisme adalah istilah yang diterapkan pada karya filsuf Eropa abad ke-20 akhir-19 yang meskipun ada perbedaan doktrinal yang mendalam bersama keyakinan bahwa pemikiran filsafat dimulai dengan manusia bukan hanya subjek pemikiran, tapi akting, perasaan, hidup individu manusia. Sedangkan nilai dominan pemikiran eksistensialis umumnya diakui menjadi kebebasan, kebajikan utamanya adalah keaslian. Dalam pandangan eksistensialis itu, titik awal individu ditandai dengan apa yang disebut "sikap eksistensial" atau rasa disorientasi dan kebingungan dalam menghadapi dunia yang tak berarti atau tidak masuk akal. Banyak eksistensialis juga dianggap filsafat sistematis atau akademis tradisional, baik dalam gaya dan konten, karena terlalu abstrak dan jauh dari pengalaman manusia yang konkret.

    ReplyDelete
  11. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P.Matematika/A/2016

    Paham materialisme merupakan salah satu penyebab lahirnya paham eksistensialisme. Paham eksistensialisme melihat eksistensi manusia tidak sama dengan eksistensi benda mati. Namun paham materialisme memandang bahwa eksistensi manusia sama dengan eksistensi benda mati karena pada akhirnya manusia akan terurai menjadi materi benda mati pula. Eksistensialisme menyatakan bahwa eksisnya manusia didunia disadari oleh manusia itu sendiri, menyadari tentang keberadaannya. Sehingga manusia dianggap sebagai subjek sedangkan yang disadari adalah sebagai objek.

    ReplyDelete
  12. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Eksistensialisme merupakan suatu aliran filsafat yang lahir karena latar belakang ketidakpuasan beberapa filusuf yang memandang bahwa filsafat pada masa Yunani ketika itu seperti protes terhadap rasionalisme Yunani, khususnya pandangan tentang spekulatif tentang manusia. Intinya adalah Penolakan untuk mengikuti suatu aliran, penolakan terhadap kemampuan suatu kumpulan keyakinan, khususnya kemampuan sistem, rasa tidak puas terhadap filsafat tradisional yang bersifat dangkal dan primitif yang sangat dari akademik. Adapun eksistensialisme menurut pengertian terminologinya adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Disini dapat disimpulkan bahwa pusat renungan atau kajian dari eksistensialisme adalah manusia konkret.

    ReplyDelete
  13. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi, atau cara manusia berada. Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme. Adapun eksistensialisme menurut pengertian terminologinya adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Eksistensialisme berarti filsafat mengenai aku, mengenai bagaimana aku hidup. Dengan demikian eksistensialisme adalah filsafat subjektif mengenai diri sendiri. Manusia disini di pandang sebagai makhluk yang harus aktif. Eksistensialisme di definisikan sebagaiusaha untuk memfilsafatkan sesuatu dari sudut pandang pelakunya. Dan memberi perhatian terhadap masalah manusia modern.

    ReplyDelete
  14. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Eksistensialisme merupakan paham yang berpusat pada individu yang bertanggung jawab atas kemauannya secara bebas tanpa memikirkan mana yang benar dan salah. Eksistensialisme diterapkan pada karya filsuf Eropa abad ke-20 akhir-19. Eksistensialisme mempersoalkan keberadaan manusia dan keberadaan tersebut dihadirkan melalui kebebasan. Namun kebebasan tersebut tetap memiliki batas yaitu kebebasan individu lain. Seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Keberadaan itulah eksistensi. Berada dalam keadaan yang sebenarnya. Bukan sekedar ada tetapi harus tetap eksis dalam keadaaan apapun sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. Paham ini melalui kaun eksistensialis yang memandang bahwa hidup itu harus terbuka. Terbuka menerima apapun untuk mencapai keberadaaan yang optimal sehingga dapat mengubah perilaku yang buruk menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  16. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Menurut wikipedia Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Pandangannya tentang prendidikan, disimpulkan oleh Van Cleve Morris dalam Existentialism and Education, bahwa “Eksistensialisme tidak menghendaki adanya aturan-aturan pendidikan dalam segala bentuk.” Oleh sebab itu Eksistensialisme dalam hal ini menolak bentuk-bentuk pendidikan sebagaimana yang ada sekarang. Namun bagaimana konsep pendidikan eksistensialisme yang diajukan oleh Morris sebagai “Eksistensialisme’s concept of freedom in education”, menurut Bruce F. Baker, tidak memberikan kejelasan.

    ReplyDelete
  17. Assalamualaikum wr. wb.

    Dalam eksistensialisme tidak membahas esensi manusia secara abstrak, maksudnya ialah eksistensialisme ini membahas tentang hakikat manusia secara spesifik meneliti kenyataan konkrit manusia, sebagaimana manusia itu sendiri berada dalam dunianya. Eksistensialisme tidak mencari esensi atau substansi yang ada di balik penampakan manusia, melainkan hendak mengungkap eksistensi manusia sebagaimana yang dialami oleh manusia itu sendiri, misalnya seperti pengalaman individu itu tersebut. Esensi atau substansi mengacu pada sesuatu yang umum, abstrak, statis, sehingga menafikkan sesuatu yang konkret, individual, dan dinamis. Sebaliknya, eksistensi justru mengacu pada hal yang konkret, individual dan dinamis. Itu dimaksudkan karena seorang individu belajar dari apa yang mereka alami sesuai faktanya. Dan itu dialami oleh dirinya sendiri bukan orang lain.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    PEP S3 KELAS A

    ReplyDelete
  18. Assalamualaikum wr. wb.

    Sartre berdalil pada “eksistensi mendahului esensi,” yaitu segala hal baru dapat dimaknai ketika ia “eksis” atau “ada” terlebih dahulu. Eksistensi sebagaimana dimaksudkan Sartre dan filsafat pada umumnya, memenuhi dimensi ruang dan waktu. Apa yang dimaksudkan adalah segala sesuatu yang bereksistensi pasti nyata. Terkait hal tersebut dan hubungannya dengan manusia, Sartre mengatakan, tidak ada hakikat dari manusia karena tidak ada Tuhan yang menciptakannya.” Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana entitas individu terlahir melalui serangkaian proses reproduksi entitas-entitas individu sebelumnya, sehingga bagaimana dalil eksistensialisme dapat berlaku apabila ditemui orangtua yang jauh-jauh hari telah mengharapkan anaknya menjadi sebagaimana yang diharapkannya? Menurut Sartre, hal tersebut tidak berlaku mengingat kedudukan manusia sebagai etre pour soi “berada bagi dirinya” dan bukan etre en soi ( berada dalam dirinya).

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    PEP S3 KELAS A

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Existentialism adalah gerakan filosofis yang berkembang pada abad ke-20. Singkatnya, gerakan ini mengasumsikan bahwa manusia adalah makhluk yang sepenuhnya bebas untuk memilih dan bertanggung jawab terhadap hasil pilihannya itu. Sedangkan menurut paham Theistic Existentialism, kebebasan seseorang tersebut harus di pertanggungjawabkan secara pribadi kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  20. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Eksistensialisme merupakan sebuah klarifikasi atas eksistensi manusia sekaligus seruan untuk menjalani kehidupan seutuhnya, terbuka, jelas, dan autentik). Pandangan tersebut mengukuhkan bahwa paham eksistensialisme menuntut manusia untuk bertindak, yakni memilih cara untuk membentuk dan memperjuangkan keberadaannya sendiri.

    ReplyDelete
  21. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Dalam pandangan eksistensialis itu, titik awal individu ditandai dengan apa yang disebut "sikap eksistensial", atau rasa disorientasi dan kebingungan dalam menghadapi dunia yang tak berarti atau tidak masuk akal. Banyak eksistensialis juga dianggap filsafat sistematis atau akademis tradisional, baik dalam gaya dan konten, karena terlalu abstrak dan jauh dari pengalaman manusia yang konkret.

    ReplyDelete
  22. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang memendang manusia sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya dan menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Disini dapat disimpulkan bahwa pusat renungan atau kajian dari eksistensialisme adalah manusia konkret. Dalam hubungannya dengan pendidikan, Sikun Pribadi (1971) mengemukakan bahwa eksistensialisme berhubungan erat sekali dengan pendidikan, karena keduanya bersinggungan satu dengan yang lainnya pada masalah-masalah yang sama, yaitu manusia, hidup, hubungan antar manusia, hakikat kepribadian, dan kebebasan.

    ReplyDelete
  23. Eksistensi diri/manusia selalu ditonjolkan untuk mendapatkan pengakuan. Sejak anak-anak eksistensi diri ingin dimunculkan. Pemikiran eksistensialisme mengedepankan manusia memiliki prinsip, harga diri dan pengakuan keberadaan diri.
    Persoalannya adalah, apakah eksistensialisme ini sejalan dengan Elegi Menggapai Ikhlas, yang memandang bahwa untuk mencapai tujuan hidup manusia melepaskan keakuan diri sendiri?

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  24. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Eksistensialisme pada intinya adalah kebebasan tak terbatas individu dalam berpikir, memilih, bertindak tanpa ada intervensi dari siapa dan apapun diluar dirinya. Sebagaimana dictum Jean-Paul Sartre, yang terkenal "human is condemned to be free" atau manusia dikutuk untuk bebas. Saya kira sebagaimana ketidak mampuan manusia menolak kematian maka manusiapun tidak bisa menolak kebebasan yang dibatasi. Bebas yang menyangkut hak tanpa menciderai norma, kepercayan spiritual oran-orang atau kelompok tertentu maka tidak menjadi masalah. Maka kebebasan pun terbatas oelh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  25. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Eksistensialisme adalah merupakan filsafat dan akar metodologinya berasal dari metoda fenomologi. Eksistensialisme berkayakinan bahwa paparan manusia harus berpangkalkan eksistensi, sehingga aliran eksistensialisme penuh dengan lukisan-lukisan yang kongkrit. Eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Eksistensi memberikan tekanan kepada inti kehidupan manusia dan pengalamanya, yakni terhadap kesadarannya secara langsung dan subjektif.

    ReplyDelete
  26. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Existentialism is a philosophy that emphasizes individual existence, freedom and choice. It is the view that humans define their own meaning in life, and try to make rational decisions despite existing in an irrational universe. It focuses on the question of human existence, and the feeling that there is no purpose or explanation at the core of existence. It holds that, as there is no God or any other transcendent force, the only way to counter this nothingness (and hence to find meaning in life) is by embracing existence.

    ReplyDelete
  27. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Existentialism is a philosophy that emphasizes individual existence, freedom and choice. It is the view that humans define their own meaning in life, and try to make rational decisions despite existing in an irrational universe. It focuses on the question of human existence, and the feeling that there is no purpose or explanation at the core of existence. It holds that, as there is no God or any other transcendent force, the only way to counter this nothingness (and hence to find meaning in life) is by embracing existence.

    ReplyDelete
  28. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Eksistensialisme merupakan paham yang berpusat pada individu yang bertanggung jawab atas kemauannya secara bebas tanpa memikirkan mana yang benar dan salah. Eksistesialisme mempersoalkan keberadaan manusia dan keberadaan tersebut dihadirkan melalui kebebasan. Manusia bebas melakukan sesuatu untuk menunjukkan keberadaannya, tapi kebebasan tersebut tetaplah memiliki batas, batasannya yaitu kebebasan individu lain.

    ReplyDelete
  29. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Paham ini membebaskan pikiran manusia untuk menciptakan pemahamannya sendiri tanpa didasari oleh teori atau pengetahuan yang relevan. Namun, walaupun mereka bebas menciptakan suatu pemahaman, mereka bertanggung jawab atas pemahaman tersebut.

    ReplyDelete
  30. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Eksistensialisme adalah paham yang berpusat pada diri manusia. Dengan hal ini, manusia bertanggungjawab terhadap segala tindakannya yang bebas tanpa memikirkan hal tersebut adalah benar atau keliru. Seorang eksistensialis menyadari kebenaran yang relatif, sehingga dalam hal ini individu dapat menentukan baik dan keliru yang sesuai dengan kemauannya.

    Seorang manusia dianugerahi akal untuk menentukan sesuatu tersebut baik atau keliru. Namun, penggunaan akal yang lemah dan terbatas dalam menentukan sesuatu baik atau keliru, harus dipandu dengan wahyu. Tujuannya agar kebenaran yang diperoleh merupakan kebnaran yang hakiki.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  31. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Existentialism berkeyakinan situasi manusia selalu berpangkalkan eksistensi sehingga aliran eksistensialisme penuh dengan lukisan-lukisan yang konkret. Disini bagi eksistensialisme, individu bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya, bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialisme dasar bahwa kebenaran bersifat relative, karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Sementara, dalam ruang ontology, eksistensialisme banyak mempersoalkan makna keberadaan manusia yang diyakini mesti dihadirkan lewat kebebasan.

    ReplyDelete
  32. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    #Bismillahirrahmanirrahim
    Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada INDIVIDU MANUSIA, secara bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang BENAR dan mana yang SALAH. Pemikiran eksitensialisme tidak berfokus kepada mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis hanya memandang bahwa kebenaran itu bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

    ReplyDelete
  33. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    #Bismillahirrahmanirrahim
    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat dari tradisi filsafat Barat. Para filsufnya mempersoalkan KEBERADAAN manusia, dasar pandangannya melalui kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? Bagaimanakah manusia yang bebas itu? doktrin utamanya yaitu KEBEBASAN, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.
    Jika kita berfikir rasional, maka pandangan eksistensialisme yang memandang keberadaan manusia sebagai suatu objek semata, maka keberadaannya tentu tidak berbeda dengan keberadaan, kejadian, dan kehidupan seekor hewan. Maka, menggunakan pandangan determinasi, bahwa sesuatu itu atas dasar sebab akibat secara saintifik tidaklah cukup, maka pandangan tersebut harus dikombinasikan ke dalam pandangan teologi. Serta tidak hanya melihat secara reduksionisme. Maka eksitensi yang sebenarnya akan ditemukan bukan hanya di dalam bentuk fisiknya saja, namun hakikat keberadaannya juga.

    ReplyDelete
  34. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Kaum eksistensialis menyarankan kita untuk membiarkan apa pun yang akan kita kaji, baik itu benda, perasaaan, pikiran, atau bahkan eksistensi manusia itu sendiri untuk menampakkan dirinya pada kita. (wikipedia).

    ReplyDelete
  35. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat yang mempersoalkan keber-ada-an manusia, dan keber-adaa-n itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? bagaimanakah manusia yang bebas itu? dan sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  36. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan bahwa manusia bertanggung jawab atas kemauannya sendiri yang bebas sehingga tidak perlu memikirkan secara mendalammana yang benar dan tidak benar karena para penganut paham ini menyadari bahwa kebenaran itu bersifat relatif maka karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Eksistensialisme memandang manusia sebagai suatu yang tinggi, dan keberadaannya itu selalu ditentukan oleh dirinya, karena hanya manusialah yang dapat bereksistensi, yang sadar akan dirinya dan tahu bagaimana cara menempatkan dirinya.

    ReplyDelete
  37. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi, atau cara manusia berada. Eksistensialisme tidak berkembang banyak pada etika normatif. Namun, pendekatan tertentu untuk teori nilai dan psikologi moral berasal dari ide eksistensi sebagai keputusan diri dalam situasi adalah tanda khas dari tradisi eksistensialis.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  38. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang memandang berbagai gejala dengan berdasar pada eksistensinya. Maksudnya adalah bagaimana manusia berada dan terus bereksistensi di dunia ini. Manusia juga perlu bertanggung jawab dengan semua hal yang dilakukan didunia.

    ReplyDelete
  39. Sepengetahuan saya eksistensi itu artinya keberadaan sesuatu yang dapat dirasakan keberadaannya. Manusia adalah sesuatu yang nyata eksistensinya sangat besar dialam ini,manusia berhak untuk menentukan seperti apa dia akan menunjukan eksistensinya entah itu baik atau buruk,menjadi yang terbaik,terkaya ,terhebat dll tergantung masing-masing individu,tapi yang jelas dalam pandangan Agama Islam tujuan manusia semuanya sama yaitu bermanfaat bagi orang lain,serta beribadah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

    M Saufi Rahman
    PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  40. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Menurut eksistensialisme, hakekat manusia terletak dalam eksistensi dan aktivitasnya. Aktivitas manusia merupakan eksistensi dari dirinya dan hasil aktivitas yang dilakukan merupakan cermin hakekat dirinya. Jadi, dari pengertian di atas definisi eksistensialisme ialah manusia dalam keberadaannya itu sadar bahwa dirinya ada dan keberadaannya ditentukan oleh akunya.

    ReplyDelete
  41. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Eksistensialisme pada hakekatnya adalah aliran filsafat yang bertujuan mengembalikan keberadaan umat manusia sesuai dengan keadaan hidup asasi yang dimiliki dan dihadapinya. Aliran eksistensialisme sebagai suatu penolakan terhadap suatu pemikiran yang abstrak. Yang menjadi ukuran dalam sikap dan perbuatannya ialah kebebasan untuk freedom to do.

    ReplyDelete
  42. Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keberadaan manusia dan keberadaan itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? Bagaimanakah manusia yang bebas itu? Sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  43. PEP B S2
    16701251016

    Hakekat manusia memandang kebenaran adalah hal mutlak yang harus dipenuhi. Kebenaran yang terkonstruk akan menjadikan nilai yang berkembang dalam masyrakat atau etika istilahnya. existentialism memandang kebebasan setiap individu dalam mengekspresikan seleuruh aktivitas hidupnya, dengan konteks kebenaran menurut subjeknya masing masing. Karena adanya relativitas maka kebenaran belum tentu sejalan dengan obyek informatis dalam skala obyektif. Namun disinilah peranan pertanggung jawaban atas segala tindakan, jika tidak sesuai maka perlu hukuman, jika sesuai maka mungkin diperoleh berupa pujian, atau setidaknya eksistensi diri dalam lingkungan sosial yang bermakna dan bermanfaat meskipun tanpa pujian bahkan bayaran

    ReplyDelete
  44. Membayangkan inti dari paham filsafat ini sedikit mencocokan dalam membentuk landasan aturan pemerintahan. Yang mana demokrasi terpimpin, boleh dan di bebaskan untuk berpendapat namun ada batasan batasan yang mengatur. Sehingga kebebasan yang bertanggung jawab ini bukan membatasi, namun lebih cenderung sebagai kontrol atas segala fenonena yang dianggap melampaui batas.
    Namun jika lingkup yang lebih sederhana salah satunya adalah setiap individu memberikan beberapa ide gagasan terkait komen blog ini, jika ada beberapa hal yang kurang sesuai maka peranan dosen adalah sebagai kontroler sejaligus memberikan pembenaran ketika terjadi kesalahan dalam pemahaman filsafat sesuai dengan ruang dan waktunya dan

    ReplyDelete
  45. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    "Eksistensialisme", dapat didefinisikan sebagai teori filsafat yang menyatakan bahwa satu set lebih lanjut dari kategori, diatur oleh norma keaslian, perlu untuk memahami eksistensi manusia. Untuk pendekatan eksistensialisme cara kategoris ini mungkin tampak untuk menyembunyikan apa yang sering diambil untuk menjadi yang "hati" (Kaufmann 1968: 12), yaitu, karakternya sebagai sikap protes terhadap filsafat akademis, anti-sistem kepekaan nya, penerbangannya dari "sangkar besi" alasan. Eksistensialisme yaitu suatu usaha untuk menjadikan masalah menjadi konkret karena adanya manusia dan dunia. Menurut Sartre eksistensialisme yaitu filsafat yang memberi penekanan eksistensi yang mendahului esensi. Memandang segala gejala yang ada berpangkal kepada eksistensi. Eksistensi merupakan keadaan tertentu yang lebih khusus dari sesuatu. Apapun yang bereksistesi tentu nyata ada.

    ReplyDelete
  46. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Istilah eksistensialisme dikemukakan oleh ahli filsafat Jerman Martin Heidegger (1889-1976). Eksistensialisme adalah merupakan filsafat dan akar metodologinya berasal dari metoda fenomologi yang dikembangkan oleh Hussel (1859-1938). Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi, atau cara manusia berada. Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme. Pendapat materialisme bahwa manusia adalah benda dunia, manusia itu adalah materi , manusia adalah sesuatu yang ada tanpa menjadi Subjek. Pandangan manusia menurut idealisme adalah manusia hanya sebagai subjek atau hanya sebagai suatu kesadaran. Eksistensialisme berkayakinan bahwa paparan manusia harus berpangkalkan eksistensi, sehingga aliran eksistensialisme penuh dengan lukisan-lukisan yang kongkrit.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id