Dec 3, 2012

EDUCATIONAL PARADIGM




Ass Wr Wb
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Paradigma Pendidikan, bacalah berikut:

http://edorigami.edublogs.org/2010/10/02/comparing-20th-and-21st-century-educational-paradigms/

 Ass Wr Wb
Marsigit

31 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Berdasarkan sumber di atas tentang paradigma pendidikan, di bahas tentang beberapa perbedaan antara paradigma pendidikan era abad 20 dan abad 21 yang ditinjau dari beberapa aspek, seperti: interaksi di kelas, penilaian, program pembelajaran, fokus pembelajaran, dan sebagainya. Selain itu perbedaan yang muncul juga dapat ditinjau dari metode mengajar. Berbicara mengenai metode mengajar tentunya berhubungan dengan guru. Paradigma pembelajaran era sekarang abad 21 tentunya berbeda dengan metode yang digunakan pada tahun-tahun 90-an kemarin atau abad 20. Kalau di abad 20 kemarin metode yang digunakan umumnya adalah guru menyampaikan materi kepada siswa, maka di era sekarang guru dituntut untuk membimbing siswa bagaimana mereka membangun atau mengkonstruk sendiri pengetahuan dengan memberikan soal-soal yang berbasis pemecahan masalah. Selain itu, pembelajaran inovatif juga menjadi sangat penting untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Paradigma pendidikan pada abad 20 berbeda dengan paradigma pendidikan pada abad 21. Paradigma pada abad 21 seolah memperbaiki paradigma sebelumnya. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya menyesuaikan dengan tuntutan jaman. Pada paradigma pendidikan di abad 21, kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa dan sangat mengutamakan perilaku siswa ketika belajar.

    ReplyDelete
  3. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Paradigma pendidikan lama dalam pendidikan adalah transfer-of-knowledge atau pembelajaran satu arah dari guru kepada peserta didik. Namun paradigma baru pendidikan saat ini pembelajaran terjadi dua arah atau mengutamakan interaksi antara guru dan peserta didik. guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran sehingga peserta didik diharapkan dapat mengonstruksi pengetahuannya, intinya adalah pembelajaran berpusat pada siswa. Untuk melaksanakan pembelajaran sesuai paradigma baru, guru harus berpikir dan berjuang lebih keras, karena bukanlah hal mudah untuk melaksanakan pembelajaran yang bermakna

    ReplyDelete
  4. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016

    Pendidikan abad 21 diarahkan pada pendidikan yang berpusat kepada siswa atau student centered sedangkan Guru sebagai fasilitator. Hal ini diarahkan agar siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri, bukan hanya transfer ilmu dari guru dan siswa, mulai dari pembentukan grup-grup dikelas atau kelompok belajar atau diutamakan kerjasama, komunikasi, berfikir kritis dan pemecahan masalah, penggunaan media dan teknologi dalam pembelajaran, mengembangkan kemampuan berinovasi atau kreatif, penilaian berdasarkan proses dan hasilnya dan lain-lainnya.

    ReplyDelete
  5. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    kerangka berfikir pada post ini adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir , bersikap , dan bertingkah laku . juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual. Perbedaan yang sangat mendasar antara abad 20 dan abad 21 adalah culture masyarakat yang sudah sangat terbiasa dengan tekhnologi yang canggih. Sehingga Pada abad ke-20, guru cukup memberikan dan mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswanya. Namun, pada abad ke-21 ini, guru dituntut untuk bisa dan benar-benar menjadi fasilitator bagi siswanya menuju ke prestasi yang maksimal.

    ReplyDelete
  6. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Paradigma dapat diartikan seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.
    Pada abad 20 kegiatan pembelajaran berpusat pada guru, sedangkan abad 21 kegiatan berpusat pada siswa atau guru hanya sebagai frasilitator. Kemudian untuk penilaian hasil belajar, pencapaian belajar berfokus pada hasil saja, sedangkan pada abad 21 pencapaian belajar diukur melalui tes dan proses. Dan untuk keterampilan berpikir, Di era abad 20 ketrampilan berpikir yang dikembangkan adalah menginat, mengerti/memahami, dan mengaplikasikan. Sedangkan apabila kita lihat ketrampilan berpikir di abad 21 lebih mengedepankan kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan berkreasi.
    Paradigm pendidikan pada abad 20 dan 21 sebenarnya sudah sama-sama bagus. Namun, menurut saya yang membuat tidak bagus adalah bagaimana cara pelaksanaannya. Apa yang ada di kurikulum pada abad 20 dan abad 21, tidak tercapai pelaksanaanya, baik oleh sekolah, guru ataupun peserta didiknya

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Educational Paradigm atau dalam bahasa Indonesia berarti Paradigma Pendidikan.
    Paradigma? Kata ini sering kali kita dengar, makna yang sering digunakan adalah paradigma berarti kerangka berfikir. Dengan adanya paradigma diharapkan dapat tercipta sistem atau pola pikir yang mendekati pola yang diidealkan atau diharapkan bersama.

    Lalu bagaimana Paradigma Pendidikan di Indonesia saat ini? Setiap orang khususnya pelaku pendidikan tentu memiliki pandangan yang berbeda-beda. Yang perlu disamakan adalah tujuannya, menurut pandangan pribadi saya yang terpenting saat ini adalah penekanan education for all, agar semua anak mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

    ReplyDelete
  8. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Dalam perspektif kritis, urusan pendidikan adalah melakukan refleksi kritis, terhadap ‘ideologi dominan’ kearah transformasi sosial. Tugas utama pendidikan adalah menciptakan ruang agar sikap kritis terhadap sistem dan struktur ketidakadilan, serta melakukan dekonstruksi dan advokasi menuju sistem sosial yang lebih adil. Pendidikan pada abad ke 20 dengan abad ke 21 itu memiliki perbedaan. Pendidikan pada abad ke 20 cenderung menggunakan metode tradisional dimana guru masih begitu mendominasi pembelajaran. Pembelajaran masih berpusat pada guru dan siswa hanyalah sebagai obyek saja. Sedangkan pembelajaran pada abad ke 21 pembelajarannya sudah mulai menggunakan metode inovatif dimana yang menjadi subyek pembelajaran adalah siswa.pembelajaran juga lebih mementingkan pada prosesnya.

    ReplyDelete
  9. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan link di atas, kita diberikan kemudahan untuk membandingkan paradigma pendidikan abad 20 dan ke-21. Perbandingan dapat dilihat dari berbagai aspek. Dan menurut saya ini mengalami pengembangan yang cukup signifikan.

    ReplyDelete
  10. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Beberapa perbedaan yang bisa kita lihat antara abad 20 dan abad 21 terletak pada beberapa aspek antara lain : metode mengajar, kurikulum, kegiatan di kelas dan fokus pembelajran siswa. Pada era dahulu guru mentransfer segala ilmu yang dimilikinya kepada murid, dan murid harus mau menerima ilmu tersebut. Sedangkan pada saat ini guru hanya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Siswa sendiri yang membangun pengetahuan yang mereka mau bangun dari apa yang mereka dapatkan.

    ReplyDelete
  11. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Untuk menghadapi abad 21 yang makin syarat dengan teknologi dan sains dalam masyarakat global di dunia ini, maka pendidikan kita haruslah berorientasi pada ilmu pengetahuan matematika dan sains alam disertai dengan sains sosial dan kemanusiaan (humaniora) dengan keseimbangan yang wajar. Pendidikan ilmu pengetahuan, bukan hanya membuat seorang peserta didik berpengetahuan, melainkan juga menganut sikap kelilmuan dan terhadap ilmu pengetahuan, yaitu kritis, logis, inventif dan inovatif, serta konsisten, namun disertai pula dengan kemampuan beradaptasi. Di samping memberikan ilmu pengetahuan, pendidikan ini harus disertai dengan menanamkan nilai-nilai luhur dan menumbuhkembangkan sikap terpuji untuk hidup dalam masyarakat yang sejahtera dan bahagia di lingkup nasional maupun di lingkup antarbangsa dengan saling menghormati dan saling dihormati

    ReplyDelete
  12. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Berdasarkan sumber mengenai paradigma pendidikan maka dapat dipahami bahwa terdiri dari dua perbandingan antara pola pikir abad 20 dan pola pikir abad 21. karena dapat dilihat ada perkembangan dan kemajuan pada pola pikir abad 21, karena kita harus menyadari juga bahwa PBM itu harus sejalan dengan perkembangan individu itu sendiri dan lingkungannya, seperti pada interaction, assesment, learning program outcomes, semua ada peningkatan yang lebih sesuai dan relevan dengan keadaan saat ini,terus pada learning focus dan teaching methodologies dst, semua menunjukkan bahwa ada perubahan kearah yang lebih baik lagi dalam meningkatkan PBM dan mutu pendidikan. Terimakasih Pak Marsigit atas sumbernya yang diberikan dan hal ini sangat membantu saya dalam memahami perkembangan pendidikan saaat ini.

    ReplyDelete
  13. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Paradigma pendidikan pada setiap abad berbeda-beda. Lihat saja paradigma abad ke 21 yang harus diperbaiki cara pandang untuk dunia pendidikan dari abad sebelumnya (abad 20). Dengan adanya perbaikan cara pandang dalam pendidikan, maka akan terjadi perubahan sesuai dengan kemajuan zaman sehingga proses pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi lebih berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  14. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    referensi yang cukup menarik untuk menambah perbendaharaan pemahaman dan pengetahuan kita mengenai paradigma pendidikan. paradigma pendidikan indonesia saat ini sedang mengalami kegamangan, kebingungan, dan keraguan untuk memilih jalan mana yang harus ditempuh untuk memajukan pendidikan. Indonesia berada di antara benturan paradigma-paradigma besar: kapitalisme, sosialisme, demokratis, dan humanis. perlu kearifan berpikir unutuk memilih satu jalan terbaik untuk bangsa.

    ReplyDelete
  15. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari paradigma pendidikan yang membandingkan antara abad 20 dan abad 21 terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan yang begitu signifikan di semua aspeknya dimana abad 21 secara keseluruhan sangat fleksibel dan dinamis dibandingkan abad sebelumnya yang terkesan kaku sehingga yang perlu menjadi perhatian saat ini terkait paradigma di abad 21 adalah kematangan management terhadap setiap aspeknya sendiri.

    ReplyDelete
  16. Pembelajaran yang berpusat pada siswa memberi ruang kreatif dan inovatif siswa untuk melakukan banyak hal. Namun bukan berarti Guru hanya diam saja. Justru sang Guru harus lebih siap, harus lebih cerdas ketika siswa menanyakan hal tertentu yang muncul dari kreatifitasnya. Kemajuan teknologi informasi membuat siswa lebih peka dan mahir dalam aplikasinya. Akan sangat lucu justru sang pengajarnya Gaptek terhadap kemajuan arus teknologi informasi ini.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  17. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Paradigm pendidikan abad 21 sebagaimana link diatas berusaha mengubah paradigm transfer of knowledge yang dianut paradigm lama atau abad 20 menjadi pendekatan pemmbelajaran yang berpusat pada siswa (student-centric). Sehingga outcome program pembelajarannya mengutamakan penilaian proses dan hasil daripada sekedar melihat penilaian hasil sehingga metodelogi pembelajaran yang dianut adalah pembelajaran proyek dan berbasis masalah dengan metode konstruktifis. Saya kira paradigm pendidikan abad 21 ini perlu dipahami dan jika ruang dan waktu mendukung maka akan efektif jika digunakan.

    ReplyDelete
  18. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Paradigma pada abad 21 merupakan perbaikan paradigm pada abad 20. Memasuki abad ke-21 sekarang ini, Pendidikan Indonesia dihadapkan dengan sejumlah tantangan dan peluang, yang tentunya berbeda dengan jaman-jaman sebelumnya. Guna mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dan dinamika perubahan yang sedang dan akan terus berlangsung di Abad ke-21. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan. Guru dan siswa, dosen dan mahasiswa, pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan. Guru dan siswa, dosen dan mahasiswa, pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar.

    ReplyDelete
  19. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Sebuah paradigma pendidikan yang mapan dan berlaku dalam suatu negara biasanya akan mengalami disorientasi fungsi apabila paradigma tersebut masih diterapkan pada sistem yang telah mengalami perubahan. Paradigma yang mengalami pergeseran fungsi tersebut cenderung akan menimbulkan krisis. Namun krisis tersebut akan menjadi sebuah problem yang harus dicari jalan keluarnya dan menuntut terjadinya sebuah revolusi ilmiah yang melahirkan paradigma baru dalam rangka mengatasi krisis yang terjadi. Paradigma pendidikan yang berlaku di Indonesia hendaknya harus terinspirasi oleh aspek latar belakang historis yang lebih mengarah pada nilai-nilai tradisi dan budaya adiluhung, namun di sisi lain harus terbuka dengan pengaruh budaya luar. Sisi positif budaya luar harus diadopsi untuk mengembangkan konsep pendidikan yang ada di Indonesia.
    Konsep pendidikan di Indonesia harus senantiasa bercermin dari filosofi pendidikan yang di gagas oleh Kihajar Dewantara dengan konsep “ Tut Wuri Handayani”. Pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia dalam artian para pendidik dengan secara sadar harus berupaya agar para peserta didik dapat belajar mandiri baik melalui dirinya sendiri ataupun melalui lingkungannya. Selain peserta didik digenjot kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya juga harus dibekali dengan nilai-nilai agama dan ahlak mulia.

    ReplyDelete
  20. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Paradigma pembelajaran era sekarang abad 21 tentunya berbeda dengan metode yang digunakan pada tahun-tahun 90 atau 20. jika di abad 20 metode yang digunakan umumnya adalah guru menyampaikan materi kepada siswa, maka di era sekarang guru dituntut untuk membimbing siswa bagaimana mereka membangun atau mengkonstruk sendiri pengetahuan dengan memberikan soal-soal yang berbasis pemecahan masalah. seharusnya pembelajaran dengan membangun pengetahuan itu sudah dilakuakan dari dulu. Pembelajaran yang baik tidak memaksakan siswa belajar dengan mengikuti satu pengajaan, akan tetapi mengasah bakat yang dimiliki oleh setiap siswa.

    ReplyDelete
  21. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pendidikan ilmu pengetahuan, bukan hanya membuat seorang peserta didik berpengetahuan, melainkan juga menganut sikap kelilmuan dan terhadap ilmu pengetahuan, yaitu kritis, logis, inventif dan inovatif, serta konsisten, namun disertai pula dengan kemampuan beradaptasi. Di samping memberikan ilmu pengetahuan, pendidikan ini harus disertai dengan menanamkan nilai-nilai luhur dan menumbuhkembangkan sikap terpuji untuk hidup dalam masyarakat yang sejahtera dan bahagia di lingkup nasional maupun di lingkup antarbangsa dengan saling menghormati dan saling dihormati. Dengan adanya perbaikan cara pandang dalam pendidikan, maka akan terjadi perubahan sesuai dengan kemajuan zaman sehingga proses pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi lebih berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  22. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Perbedaan paradigma pendidikan antara abad 20 dengan 21 terlihat banyak perbedaan terutama diberbagai aspek. Pada abad ke 20 guru lebih dominan dalam membangun pengetahuan siswa, sementara pada abad ke 21 siswa lebih dibimbing untuk membangun pengetahuannya sendiri dan mengembangkannya. Sistem pembelajaran ini lah yang diharapkan akan terus berlangsung sehingga dengan begitu kemampuan pola pikir siswa bisa kritis dan logis dalam memecahkan masalah. Kemudian dengan perkembangan tekonologi yang semakin pesat juga dapat dimanfaatkan dengan baik dalam pembelajaran, misalnya menggunakan media-media pembelajaran, alat peraga dan sebagainya. Oleh karena itu, harapannya pendidikan di Indonesia dapat lebih berkembang dan maju.

    ReplyDelete
  23. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Paradigma yang merupakan pandangan yang mendasari pada apa yang menjadi pokok permasalahan sehingga cara pandangnya menjadi hal utama dalam melihat paradigma. Paradigma pendidikan dari abad ke abad selalu berubah seiring dengan teknologi dan hal lainnya yang juga berubah. Dilihat dari interaksi yang terjadi di sekolah, penilaian yang dilakukan guru, cara guru mengajar, program pembelajaran, pembelajaran yang dilakukan fokus pada apa, pendekatan dalam pembelajaran, teknologi yang digunakan, metode pembelajaran, dan banyak lagi. Semua itu berevolusi kearah yang lebih baik. Sehingga dari sebuah pandangan pendidikan dari abad-ke abad, selalu memberikan upaya untuk meningkatkan pendidikan yang ada di negeri ini. Karena pendidikan merupakan salah satu kemajuan suatu negara maka berguna untuk menghasilkan sumber daya manusia yang baik.

    ReplyDelete
  24. martin/Rwanda
    PPS2016PEP B
    When planning a session or programme, paying attention to how the objectives or outcomes will be achieved (through appropriate teaching and learning methods), assessed and evaluated requires active and overt consideration of the educational process: the interaction of teachers, students and knowledge. Stenhouse (1975) thought of an objective-led curriculum as an educational ‘straghtjacket’, proposing a shift to a process-driven model in which the facilitation of learning is the central concern, and outcomes become unpredictable. Hussey and Smith (2008) call this the ‘corridor of tolerance’, allowing space for learning outcomes to emerge through the learning process.

    ReplyDelete
  25. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dari link yang tertera pada posting diatas, terdapat sebuah artikel yang membahas tentang perbandingan paradigma pendidikan abad 20 dan abad 21 yang dibahas dari 21 aspek berbeda, lima diantaranya yaitu: desain sekolah, waktu pembelajaran, sistem penilaian, latihan fisik, dan gaya belajar.

    ReplyDelete
  26. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Sangat jelas perubahan paradigm pendidikan pada abad keduapuluh dengan abad keduapuluh satu. Pada abad keduapuluh satu, pembelajaran burpusat kepada siswa bukan lagi berpusat pada guru, pendekatan pada waktu pembelajaran, dst. Yang terpenting di sini adalah hasil dari pembelajaran yang didak lagi hanya difokuskan pada penugasan saja, melainkan proses dan hasil pembelajaran. Perubahan paradigma ini dimaksudkan untuk mempersiapkan individu yang mandiri dan bersoftskill tinggi sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia saat ini.

    ReplyDelete
  27. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Perubahan paradigma dari abad ke 20 ke abad 21 merupakan suatu perbaikan pendidikan di Indonesia. Yang dulunya pendidikan terpusan pada guru, sehingga seolah-olah guru adalah dewanya pembelajaran di kelas. Guru yang memberikan ilmu kepada siswanya. Hal ini tentu menjadi keprihatinan para pendidik di Indonesia. Sehingga pada abad ke 21 perlahan-lahan paradigma tersebut diubah, sehingga siswa mulai dilatih untuk mengkonstruksi sendiri ilmu pengetahuan, dengan difasilitasi oleh guru.

    ReplyDelete
  28. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Perbedaan paradigma sistem pembelajaran pada abad 20 dan abad 21 terletak pada pusat pembelajaran. Pada abad 20 guru masih menjadi pusat dalam sistem pembelajaran di kelas. Sedangkan pada abad ke 21 siswa lah yang menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini siswa dituntut aktif dalam mengembangkan dirinya dan guru bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing yang berpedoman tut wuri handayani, mendorong siswanya dalam mengembangkan diri secara mandiri.

    ReplyDelete
  29. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Paradigma merupakan sudut pandang dalam melakukan suatu hal. Paradigma pendidikan yaitu sudut pandang dalam memuat tujuan dan metode dalam menggapai tujuan tersebut.
    Jika berkaca dari sistem pendidikan kita, maka sebenarnya sistem pendidikan kita menganut paradigma sekulerisme. Karenanya, pendidikan harus dipisahkan dengan agama atau dengan kata lain, pendidikan lepas dari peran agama.

    Menurut Hizbut-tahrir (2013) Paradigma seperti itulah yang membuat pendidikan kita cenderung destruktif. Kegagalan pendidikan di Indonesia untuk membentuk manusia sesuai dengan visi dan misi Penciptaannya merupakan indikator utama kelemahan paradigmatik dari sistem pendidikan yang ada. Terdapat beberapa indikator kegagalan. Pertama: kekeliruan paradigma pendidikan yang mendasari keseluruhan penyelenggaran sistem pendidikan, yaitu paradigma sekular. Kedua: kelemahan fungsional pada tiga unsur pelaksanaan pendidikan, yaitu: (a) kelemahan pada lembaga pendidikan tercermin dari kacaunya kurikulum serta kurang berfungsinya guru dan lingkungan sekolah sesuai dengan kehendak Islam; (b) faktor keluarga yang kurang mendukung; (c) faktor masyarakat yang tidak kondusif. Ditambah lagi dengan problem yang berkaitan aspek praktis/teknis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, seperti mahalnya biaya pendidikan, rendahnya sarana fisik, rendahnya kesejahteraaan guru dan sebagainya.

    Karena itu penyelesaian problem pendidikan harus dilakukan secara fundamental. Hal ini hanya dapat diwujudkan dengan melakukan perombakan secara menyeluruh yang diawali dari perubahan paradigma pendidikan sekular menjadi paradigma Islam. Asas sistem pendidikan itulah yang menentukan hal-hal paling prinsipil dalam sistem pendidikan, seperti tujuan pendidikan dan struktur kurikulum. Artinya, setelah masalah mendasar diselesaikan, barulah berbagai macam masalah cabang pendidikan diselesaikan.

    Seperti diketahui bahwa sistem pendidikan sangat terkait dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme), yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan. Di sini berarti juga harus ada perubahan sistem ekonomi yang ada. Akan sangat kurang efektif menerapkan sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis. Maka dari itu, sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi Islam yang menggariskan bahwa pemerintahlah yang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara. (https://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/pendidikan-perlu-perubahan-paradigma/).

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Paradigma pendidikan 21 bertujuan untuk memperbaiki paradigma pendidikan sebelumnya dari paradigma pendidikan 20. Paradigma pendidikan 21 menekankan perbaikan proses pembelajaran agar berpusat pada siswa dan agar siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Keadaan ini diharapkan dapat membuat siswa menemukan sendiri suatu materi ajar dan kemudian siswa mampu mengkonstruk pengetahuannya agar dapat bertahan lama dalam memori jangka panjang siswa.

    ReplyDelete
  31. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Dari link yang diberikan, terdapat perbedaan antara paradigma pendidikan pada abad ke 20 dan abad ke 21 ditinjau dari berbagai aspek. Aspek yang dilihat adalah proses interaksi, penilaian, fokus, metode mengajar guru, relevansi pengajaran, penggunaan teknologi dan lain-lain. Pada sebelum abad ke 20, pembelajaran masih berpusat pada guru sedangkan pada abad ke 21 pembelajaran berpusat kepada siswa. Sehingga pada metode mengajar guru saat ini dituntut untuk menjadikan pembelajaran student centered. Maka metode Project and problem based learning dan konstruktivistik sangat ditekankan untuk dilaksanakan pada pendidikan di Indonesia saat ini.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id