Dec 2, 2012

DETERMINISM


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal DETERMINISM, koneklah ke:

http://en.wikipedia.org/wiki/Determinism





Wss Wr Wb
Marsigit



31 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Determinism menurut KBBI adalah batasan atau menetapkan batas. Secara umum, pemikiran ini berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Pandangan lain mengatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta diatur oleh hukum sebab-akibat. Segala sesuatu yang terjadi adalah satu-satunya hal yang mungkin bisa terjadi. Rantai dan jaringan penyebab begitu kuat dan tak terelakkan bahwa setiap hasil tak terelakkan. Menurut kaum determinis, segala sesuatu yang paling mungkin terjadi adalah tidak terjadi. Apabila dihubungkan dengan matematika, sebagai contoh anggota himpunan yang pasti anggota seluruh himpunan adalah himpunan kosong. Menurut kaum determinis semua pilihan itu ilusi dan memiliki keyakinan akan kehendak bebas.Pemikiran determinisme yang melihat bahwa perilaku etis ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai masyarakat, mengakibatkan dua hal, yaitu: Pertama, adanya berbagai faktor yang memengaruhi perilaku etis manusia menyebabkan perilaku etis manusia bersifat relatif. Perilaku baik ataupun jahat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada di luarnya. Kedua, perilaku etis tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor yang mengelilinginya tetapi juga oleh kehendak pelakunya.


    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. Moh. Bayu Susilo
    Pps. P. Matematika/A/2016
    16709251012

    Determinisme beranggapan bahwa setiap peristiwa atau kejadian sudah ditentukan. Dalam artian sebuah peristiwa dan fenomena tertentu tidak bisa terjadi kalau tidak ditentukan. Pandangan bahwa semua kejadian dan fenomena dalam kehidupan mempunyai sebab. Dilihat dan prinsip-prinsipnya yang fundamental, sistem-sistem berikut ini pada dasarnya bersifat deterministik: semua bentuk materialisme dan monisme, panteisme, positivisme, empirisme dan rasionalisme. Determinisme dalam arti tertentu menghantarkan pemahaman seseorang kepada fatalisme.

    ReplyDelete
  3. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Berpangkal dari cara pandang dan pikir itu, adalah aliran pemikiran dari determinisme yang berarti ‘menetapkan’ ‘menentukan’. Perilaku manusia termasuk perilaku etisnya di muka bumi ini tidak sama, bahkan faktor biologis dan psikologis masing-masing orang berlainan, keadaan ekonomis pun beragam. Perilaku etis manusia menurut paham determinisme ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai masyarakatnya. Alasan baik buruknya perilaku itu secara etis bukan karena perbuatan itu pada dirinya baik atau buruk, melainkan karena dijadikan baik atau buruk oleh faktor-faktor luar yang mempengaruhinya. Sehingga perilaku menjadi baik atau buruk ditentukan oleh faktor-faktor yang ada diluarnya.

    ReplyDelete
  4. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    aktivitas manusia dipengaruhi dan tergantung pada kondisi alam dengan kata lain manusia tidak dapat menentukan hidupnya sendiri. Determinisme juga berpegangan bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai etis masyarakat. Determinisme beranggapan bahwa setiap peristiwa atau kejadian “ditentukan”. Artinya, tidak bisa terjadi kalau tidak ditentukan. Dengan mengikuti metode empiris, determinisme menafsirkan kesadaran manusia akan kebebasan pribadi sebagai putusan salah yang muncul dari ketidaktahuan akan dorongan-dorongan yang tidak sadar.

    ReplyDelete
  5. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Determinism adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai “kemungkinan” ataupun “keacakan”, bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya sebuah ciptaan budi dan atau sekedar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor.

    ReplyDelete
  6. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Determinisme adalah paham bahwa setiap peristiwa atau keadaan, termasuk setiap keputusan dan tindakan manusia, adalah konsekuensi tak terelakkan dan perlunya keharusan dalam tindakan Atau setiap sesuatu kejadian mempunyai sebabnya masing-masing atau setiap kejadian yang ada sudah ditentukan. Ada dua pandangan tentang determinisme. Pertama determinisme absolut yang memandang bahwa kejadian sudah ditentukan dan tidak bisa dirubah lagi. Contohnya, si A lahir dari seorang Ibu A. sehingga ia tidak bisa merubah bahwa ia ingin lahir dari Rahim seorang ibu B. kedua, determinisme relative yang memandang bahwa kejadian bisa dirubah lagi. Seorang anak seorang petani miskin, bisa merubah dirinya menjadi seorang presiden.

    ReplyDelete
  7. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematiika A 2013

    Pemikiran determinisme ini berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Determinisme juga berpegangan bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai etis masyarakat.

    ReplyDelete
  8. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Determinisme berasal dari kata 'determine' yang artinya adalah menentukan. Menentukan yang dimaksud dalam determinisme adalah pandangan filsafat mengenai ketentuan yang sudah ada untuk manusia serta menentukan batasan-batasan dari manusia. Dalam suatu tindakan manusia, selain karena ketentuan batasan agama, adat, hukum, namun juga karena sesungguhnya Allah telah menentukan. Jika orang terlalu fanatik dengan pandangan determinisme ini, dikhawatirkan manusia akan mudah saja dalam memberi alasan atas perbuatan buruknya, karena hal tersebut telah ditentukan. Dalam menganut suatu paham, sesungguhnya dibutuhkan kejernihan pikir dan kebijaksanaan dalam penggunaannya.

    ReplyDelete
  9. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Determinisme merupakan suatu pandangan yang menyatakan bahwa semua kejadian saat ini dan masa depan secara kausal disebabkan oleh peristiwa masa lalu yang dikombinasikan dengan hukum alam. Oleh karenanya, menurut pemikiran ini, keadaan hidup dan perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Determinisme juga berpegangan bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai etis masyarakat, manusia tidak dapat menentukan hidupnya sendiri.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Secara etimologis, determinisme berakar pada kata Latin determinare, yang berarti menentukan, menetapkan. Secara umum determinisme berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia, baik perorangan maupun kelompok masyarakat, ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis, dan keagamaan yang ada. karena itu, baik buruk nya keadaan, hidup, dan perilaku orang atau masyarakat itu ditentukan oleh faktor-faktor itu. Sebagai pendirian etis, detrerminisme berpegang bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma, dan nilai etis masyarakatnya. Determinisme etis berjasa dalam menyampaikan pemahaman tentang adanya berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku etis manusia. Namun, determinisme etis berpendirian terlalu jauh ketika faktor-faktor itu dijadikan penentu bagi baik-jahatnya perilaku manusia karena dengan cara pandang itu determinisme etis mudah tergelincir menjadi relativisme etis, mengabaikan kemampuan manusia untuk berpikir dan bertindak secara etis, dan menutup mata akan baik-jahatnya perilaku pada dirinya sendiri berdasarkan nilai etis yang dikandungnya.

    ReplyDelete
  12. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Determinisme adalah posisi filosofis bahwa untuk setiap peristiwa terdapat kondisi yang dapat menyebabkan tidak ada peristiwa lain. "Ada banyak determinisme, tergantung pada apa yang pra-kondisi yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan. teori deterministik sepanjang sejarah filsafat bermunculan dari beragam dan terkadang tumpang tindih motif dan pertimbangan. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara empiris dengan ide-ide dari fisika dan filsafat fisika. Kebalikan dari determinisme disebut nondeterminism. Determinisme sering dikontraskan dengan kehendak bebas. Determinisme sering diartikan determinisme kausal, yang dalam fisika dikenal sebagai penyebab-dan-efek. Ini adalah konsep bahwa peristiwa dalam paradigma diberikan terikat oleh kausalitas sedemikian rupa bahwa setiap negara (dari suatu objek atau peristiwa) sepenuhnya ditentukan oleh negara-negara sebelumnya.

    ReplyDelete
  13. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Determinisme adalah Semua aktivitas manusia dipengaruhi dan tergantung pada kondisi alam diDengan kata lain manusia tidak dapat menentukan hidupnya sendiri, oleh Karl Ritter. Determinisme merupakan tesis filosofis yang menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk manusia, ditentukan oleh hukum sebab akibat. Determinisme menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan secara jelas. Faktor-faktor itu berupa motif yang tidak disadari, pengaruh masa kecil, pengaruh keturunan, pengaruh kultural, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  14. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Determinism berasumsi bahwa setiap peristiwa yang terjadi sudah ditentukan. Hal ini mengandung arti bahwa suatu peristiwa tertentu tidak bisa terjadi kalau tidak ditentukan. Semuanya mempunyai sebab. Jika dilihat berdasarkan sifat deterministik, semua bentuk materialisme dan monisme, panteisme, positivisme, empirisme dan rasionalisme, maka determinism dapat membahwa seseorang terhadap pemahaman yang fatalism.

    ReplyDelete
  15. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Determinisme merupakan paham yang menganggap setiap kejadian atau tindakan, baik yang menyangkut jasmani maupun rohani, merupakan konsekuensi kejadian sebelumnya dan ada di luar kemauan manusia. Determinisme berisi ide filosofis bahwa setiap peristiwa atau keadaan, termasuk setiap keputusan dan tindakan manusia, adalah konsekuensi tak terelakkan dari setiap manusia. Selanjutnya, determinisme merupakan tesis filosofis yang menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk manusia, ditentukan oleh hukum sebab akibat. Determinisme menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan secara jelas. Aliran ini berpendapat bahwa apabila manusia mempu mengingat dan mengetahui apa saja yang dapat mempengaruhi dirinya, maka semua tindakan manusia dapat diperhitungkan sebelumnya.

    ReplyDelete
  16. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Determinisme berasal dari bahasa Latin determinare yang artinya menentukan atau menetapkan batas atau membatasi. Secara umum, pemikiran ini berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Determinisme juga berpegangan bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai etis masyarakat. Istilah ini dimasukkan menjadi istilah filsafat oleh William Hamilton yang menerapkannya pada Thomas Hobbes. Penganut awal pemikiran determinisme ini adalah demokritos yang percaya bahwa sebab-akibat menjadi penjelasan bagi semua kejadian

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Aliran determinisme, apapun bentuk dan istilahnya, pada dasarnya berpijak pada garis pemikiran yang sama, yaitu bahwa segala sesuatu di dunia ini ditentukan oleh hukum sebab akibat. Konsekuensi logis dari pemikiran itu adalah bahwa di dunia ini tidak ada kebebasan. Perbedaan di antara pelbagai bentuk aliran determinisme itu terletak pada aspek sudut pandang dan tekanan yang berbeda dalam melihat jenis faktor-faktor determinan. Misalnya determinisme biologis mengatakan bahwa manusia tidak memiliki kebebasan karena hidup manusia tergantung pada faktor-faktor genetis. Sedangkan determinisme teologis berpendapat bahwa manusia tidak bebas karena seluruh hidupnya telah ditentukan oleh Tuhan dan seluruh hidup manusia tergantung pada Tuhan, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  18. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Determinisme menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk manusia, ditentukan oleh hukum sebab akibat. Determinisme menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan secara jelas. Faktor-faktor itu berupa motif yang tidak disadari, pengaruh masa kecil, pengaruh keturunan, pengaruh kultural, dan lain sebagainya. Aliran ini berpendapat bahwa apabila manusia mempu mengingat dan mengetahui apa saja yang dapat mempengaruhi dirinya, maka semua tindakan manusia dapat diperhitungkan sebelumnya.

    ReplyDelete
  19. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Teori determinisme sebuah teori dalam filsafat yang menyatakan bahwa ada faktor tunggal yang menyebabkan sebuah perubahan. Determinisme adalah keyakinan dalam keniscayaan sebab-akibat. Segala sesuatu yang terjadi adalah hal yang hanya mungkin yang bisa terjadi. Rantai dan jaringan penyebab begitu kuat dan tak terhindarkan bahwa setiap hasil yang tidak bisa dihindari. Jadi penganut teori ini selalu mempecayai bahwa segala sesuatu bukan kebetulan namun ada penyebabnya.

    ReplyDelete
  20. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    Dari salah satu link diatas dikatakan bahwa determinisme adalah posisi filosofis bahwa untuk setiap kejadian terdapat kondisi yang dapat menyebabkan tidak ada kegiatan lain. "Ada banyak determinisme, tergantung pada apa yang pra-kondisi yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan. kehendak bebas—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—seringkali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari. Dalam islam determinisme dekat dengan arti takdir. Saya kira posisi determinisme adalah bernilai positive ketika terjadi sesuatu diluar batas daya upaya dan usaha kita sebagai manusia meski hal tersebut mungkin tidak seperti yang kita rencanakan dan inginkan.

    ReplyDelete
  21. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Kata determinisme berasal dari bahasa latin determinare yang berarti menentukan batas atau membatasi. Determinisme merupakan tesis filosofis yang menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk manusia, ditentukan oleh hukum sebab akibat. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya. Oleh karena itu kaum determinisme beranggapan bahwa suatu kejadian atau peristiwa itu ditentukan, artinya tidak bisa terjadi kalau tidak ditentukan.

    ReplyDelete
  22. Dalam Determinisme ada batasan dan ada ketentuan. Sudan ditentukan bahwa sesuatu itu Ada. Ketika belum ada maka maenjadi sebuah kemungkinan yaitu Yang Mungkin Ada. Sehingga apapun yang ada dan yang mungkin ada memang telah ditentukan keberadaannya. Berfikir tentang yang mungkin ada pun berarti ada peluang atau kemungkinan untuk Mengada. Bagi yang awam atau masyarakat umum, mempelajari determinisme sesuatu yang tidak mudah, menurut kami. Perlu ada proses untuk memahami aliran ini, inilah yang dianggap masyarakat umum bahwa mempelajari Filsafat rumit, padahal Filsafat ada disekitar kita bahkan dalam diri kita sendiri.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  23. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    theory that all events, including moral choices, are completely determined by previously existing causes. Determinism is usually understood to preclude free will because it entails that humans cannot act otherwise than they do. The theory holds that the universe is utterly rational because complete knowledge of any given situation assures that unerring knowledge of its future is also possible.

    ReplyDelete
  24. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    theory that all events, including moral choices, are completely determined by previously existing causes. Determinism is usually understood to preclude free will because it entails that humans cannot act otherwise than they do. The theory holds that the universe is utterly rational because complete knowledge of any given situation assures that unerring knowledge of its future is also possible.

    ReplyDelete
  25. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Determinisme memandang segala sesuatu di dunia ini, termasuk manusia, ditentukan oleh hukum sebab akibat. Semua yang terjadi di dunia ini bukan karena kebetulan, semua karena telah ditentukan. Sehingga aliran determinisme mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada kebebasan.

    ReplyDelete
  26. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari pemikiran-pemikiran rasional manusia. ada yang menolak gagasan mengenai kemungkinan, bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu hasil imajinasi. Imajinasi merupakan kehendak bebas manusia. Berbicara mengenai kehandak bebas tentunya akan menimbulkan sifat yang relatif.

    ReplyDelete
  27. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Determinisme dapat diartikan dengan suatu paham yang membahas mengenai takdir. Cara berpikir paham ini bahwa semua kejadian di dunia ini sudah direncanakan Tuhan. Bahkan jatuhnya daun pun sudah ditentukan Tuhan.

    Maka dengan hal ini, manusia menganggap bahwa apa yang terjadi nanti sudah ditakdirkan oleh Tuhan, sehingga ia bebas melakukan apapun karena memang sudah menjadi kehendak Tuhan.

    Paham ini berbahaya, karena manusia akan melakukan tindakan apapun yang melanggar aturan kehidupan. Dia seolah-olah menganggap bahwa apa yang dilakukannya sudah menjadi kehendak Tuhan.

    Padahal dalam hal ini, sesungguhnya ada perbuatan manusia yang berkaitan dengan menguasai manusia dan dikuasai manusia. Dalam hal menguasai manusia, maka manusia tidak diberi balasan pahala dan dosa karena kejadian tersebut adalah sunnatullah. Misalnya: kelahiran di rahim seorang ibu.

    Adapun dalam ranah yang dikuasai manusia, maka manusia bebas memilih taat terhadap perintah-Nya ataukah sebaliknya. Dalam hal ini manusia diberi pertanggungjawaban pahala atau dosa. Misalnya: makan dari rezeki yang halal.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  28. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Determinisme adalah keyakinan bahwa peristiwa apapun yang terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan yang tak terelakkan. Juga diartikan sebagai (determinisme kausal, dalam fisika dikenal sebagai SEBAB dan AKIBAT. Konsep ini menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa dalam suatu paradigma yang diberikan terikat oleh kausalitas, sehingga setiap kondisi, suatu objek atau peristiwa sepenuhnya ditentukan oleh kondisi-kondisi sebelumnya. Determinisme dapat diuji secara empiris melalui fisika dan filsafat fisika. Kebalikan dari determinisme adalah beberapa jenis indeterminisme, disebut juga nondeterminisme.

    (A list of a dozen varieties of determinism is provided in Bob Doyle (2011). Free Will: The Scandal in Philosophy. I-Phi Press. pp. 145–146 ff. ISBN 0983580200)

    ReplyDelete
  29. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Determinisme banyak berkembang hingga saat ini dengan berbagai cabang pengetahuan, yaitu: determinisme biologis, ekonomis, genetik, historis, kultural, lingkungan, logis, psikologis, sosial, teknologi, dan teologis. Pada determinisme teknologi menjelaskan, yaitu teori yang menegaskan bahwa perubahan yang terjadi dalam perkembangan teknologi sejak zaman dahulu sampai saat ini memberikan pengaruh yang besar terhadap masyarakat. Perkembangan teknologi atau disebut inovasi, penemuan-penemuan baru, dan hal-hal lain yang bertujuan mengembangkan teknologi untuk mempermudah kegiatan-kegiatan manusia, memberikan pengaruh yang besar kepada perkembangan nilai-nilai sosial dan kehidupan dalam masyarakat.
    (Merrit Roe Smith & Leo Marx. 1994. Does Technology Drive History? The Dilemma of Technological Determinism, Massachussets Institute of Technology)

    Pemahaman dari pemikiran determinis meyakini akan terjadinya sesuatu berdasarkan suatu sebab. Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya mengenai pemikiran ini, salah satunya jika dirasionalkan, benar dan salah dikesampingkan, dan masalahnya, suatu tindakan makar yang dilakukan oleh personal dianggap suatu sebab yang normal, dan dinyatakan sebagai keadaan yang biasa. Kemudian perubahan seharusnya dipandang untuk kemaslahatan semua manusia, bukan memberi pengaruh negatif, salah satunya senjata nuklir yang dianggap untuk kemajuan dunia, yang sebaliknya malah menciptakan senjata yang mematikan.

    ReplyDelete
  30. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Menurut aliran fatalisme bahwa semua kejadian ditentukan oleh nasib yang telah ditetapkan lebih dulu. Jika kita ingin hukum kejadian itu berlaku bagi seluruh manusia maka kita bertolak dari paham determinisme. Determinisme berasal dari bahasa Latin determinare yang artinya menentukan atau menetapkan batas atau membatasi. Pemikiran ini berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Determinisme juga berpegangan bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai etis masyarakat.

    ReplyDelete
  31. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Ada banyak determinisme, tergantung dari prakondisi apa yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan. Beberapa jenis determinis seperti Determinisme Biologis, Determinisme Ekonomis, Determinisme Genetik, Determinisme Historis, Determinisme Kultural, Determinisme Lingkungan, Determinisme Logis, Determinisme Psikologis, Determinisme Sosial, Determinisme Teknologi, dan Determinisme Teologis.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id