Dec 2, 2012

DEDUCTIVISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang DEDUCTIVISM, koneklah:






Wss Wr Wb

35 comments:

  1. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Deductivism merupakan aliran dalam berfikir yang titik awalnya merupakan gagasan umum yang dianggap benar. Dari gagasan umum tersebutlah lalu diperjelas, dikembangkan, dianalisis, sehingga memunculkan pernyataan ataupun kesimpulan baru yang lebih khusus atau mendetail. Pada matematika pola berpikir deduktif diperlukan untuk membuktikan suatu teorema berdasarkan teorema-teorema sebelumnya yang telah diakui kebenaranya. Dalam penarikan kesimpulan deduktif dikenal dengan silogisme, di mana pernyataan dikatakan benar apabila didasarkan premis-premis yang benar (minor dan mayor) serta proses/ prosedur penarikan kesimpulan juga benar.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  2. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Deductivism merupakan suatu aliran dalam berfikir. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus. Implementasinya dalam penelitian: suatu hipotesis lahir dari sebuah teori, lalu data dikumpulkan untuk mengetahui bahwa hipotesis didukung oleh data atau tidak, lalu ditarik kesimpulan. Langkah penelitian seperti ini biasa juga disebut pendekatan ‘dari atas ke bawah’.

    ReplyDelete
  3. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Deduktivisme berasal dari kata 'deduktif' yang artinya adalah penarikan kesimpulan tertentu dari sesuatu yang sudah ada dan bersifat umum. Deduktif dipakai dalam pembelajaran matematika, penarikan kesimpulan dari sesuatu yang sudah ada dan sesuatu yang umum. Berpikir secara deduksi ini akan mendapat kesimpulan yang pasti benar adanya, sehingga implementasi dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengambil kesimpulan, ambillah dari sesuatu yang ada dalam kenyataan, dan bersifat benar untuk umum, maka pasti akan benar untuk tertentu yang termasuk dalam umum tersebut.

    ReplyDelete
  4. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus, selain itu metode deduksi ialah cara penanganan terhadap sesuatu objek tertentu dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat umum. logika deduktif, adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya.

    ReplyDelete
  5. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Deductivism atau dalam bahasa Indonesia berarti deduktivisme adalah filosofis arah yang mengatakan bahwa sesuatu dapat diakui sebagai pengetahuan jika dapat berasal dari aksioma. Aksioma harus sesederhana dan sejelas mungkin. Sebuah deductivism akan didasarkan pada teori norma etika dan menyimpulkan jawaban spesifik dasar dilema etika teori ini.
    Teori ini juga disebut “model teoritis-hukum”. Ini adalah “secara teoritis” karena model mengevaluasi teori-teori dari kecukupan logis dan teoritis mereka, dan “hukum” karena teori-teori yang digunakan untuk mengadili kasus-kasus tertentu.

    ReplyDelete
  6. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Orang-orang rasionalisme dalam mencari kebenaran sangat menjunjung tinggi penalaran atau yang disebut dengan cara berpikir deduksi, yaitu pembuktian dengan menggunakan logika. Jika, induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Berkebalikan dengan deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memiliki konsep yang canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut data ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteksi ini, teori bukanlah syarat mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat melakukan generalisasi.

    ReplyDelete
  7. Fitri ayu Ningtiyas
    16709251037
    PPs P.Mat B UNY 2016

    Model atau metode hipotetis-deduktif berupa deskripsi dalam metode ilmiah. Deduktivisme merupakan paradigma yang berdasar pada perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, dan kemudian menyimpulkan hipotesis tersebut. Paradigma ini yang sering digunakan dalam metode penyelidikan ilmiah. Metode deduktif juga sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus dalam suatu penelitian. Dalam pemikiran deduktif juga diperlukan pembuktian menggunakan logika.

    ReplyDelete
  8. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Model hipotetis-deduktif atau metode adalah deskripsi diusulkan metode ilmiah. Menurut itu, penyelidikan ilmiah hasil dengan merumuskan hipotesis dalam bentuk yang dibayangkan dapat dipalsukan oleh tes pada data yang dapat diobservasi. Sebuah tes yang bisa dan tidak berjalan bertentangan dengan prediksi dari hipotesis diambil sebagai pemalsuan hipotesis. Sebuah tes yang bisa tapi tidak berjalan bertentangan dengan hipotesis menguatkan teori. Hal ini kemudian diusulkan untuk membandingkan nilai penjelas dari hipotesis bersaing dengan menguji seberapa besar mereka dikuatkan oleh prediksi mereka.

    ReplyDelete
  9. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    deduktivisme adalah paradigma yang berdasar pada perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, dan kemudian menyimpulkan hipotesis tersebut. Menurut para ahli filsafat ilmu pengetahuan, bahwa sejatinya ‘tidak semua kegiatan berpikir (penalaran) manusia mendasarkan pada penalaran ilmiah (deduktif atau induktif). logika formal atau logika deduktif, yaitu ‘sistem penalaran yang menelaah prinsip-prinsip penyimpulan yang sah berdasarkan bentuknya (form) serta kesimpulan yang dihasilkan sebagai kemestian diturunkan dari pangkal pikiran’. Atau ‘suatu ilmu yang mempelajari asas-asas atau hukum-hukum dalam berpikir, hukum-hukum tersebut harus ditaati supaya pola berpikirnya benar dan mencapai kebenaran’ (Sudiarja, dkk., 2006). logika deduktif adalah lebih ke arah aliran rasionalisme atau positivisme. Pada hakikatnya matematika adalah pengetahuan yang bersifat deduktif, tetapi tidak semua ahli filsafat sepakat dengan pandangan tersebut, misalnya Immanuel Kant berpendapat, ‘bahwa matematika merupakan pengetahuan ‘sintetik a priori’ dimana eksistensi matematika tergantung kepada dunia pengalaman manusia’ (Suriasumantri J.S., 1996).

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Berpikir deduktif adalah paradigma yang berdasar pada perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, dan kemudian menyimpulkan hipotesis tersebut. Dengan kata lain, deduktivisme ialah merupakan sebuah pemikiran yang diawali oleh pernyataan umum lalu dikembangkan atau diperjelas oleh pernyataan-pernyataan khusus. Paradigma ini sering digunakan dalam metode penyelidikan ilmiah. Selain itu, deduktivisme juga memiliki pandangan bahwa sesuatu dapat diakui sebagai pengetahuan jika dapat berasal dari beberapa aksioma yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

    ReplyDelete
  12. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Aliran ilmu-ilmu deduktif berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia tidak berdasarkan pengalaman seperti halnya ilmu empiris. Melainkan berdasarkan deduksi-deduksi (penjabaran-penjabaran).
    Menurut Berling, deduksi adalah penalaran yang sesuai dengan hukum-hukum serta aturan-aturan logika formal. Tidak mungkin titik tolak yang benar menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak benar. Pembuktian kebenaran itu dilakukan dengan penjabaran dalil-dalil yang sudah diperoleh sebelumnya, begitu seterusnya. Ilmu deduktif ialah ilmu-ilmu matematika. Ilmu yang mengacu pada proses penajabaran kebenaran itu. Ada tiga aliran dalam ilmu deduktif ini, yakni logisme, formalisme, intuitisme

    ReplyDelete
  13. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Deduktif adalah cara berpikir dimana dari pernyataan bersifat umum ditarik kesimpulan bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola berpikir silogismus. Silogismus, disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung silogismus ini disebut premis yang kemudian dapat dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif adalah hasil kesimpulan berdasarkan kedua premis tersebut

    ReplyDelete
  14. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    ketepatan penarikan kesimpulan dalam penalaran deduktif bergantung dari tiga hal, yakni kebenaran premis mayor, kebenaran premis minor, dan keabsahan pengambilan kesimpulan. Jika salah satu dari ketiga unsur tersebut persyaratannya tidak terpenuhi maka kesimpulan yang ditariknya akan salah. Matematika adalah pengetahuan yang disusun secara deduktif. Misalnya, A = B dan bila B = C maka A = C. Kesimpulan A sama dengan C pada hakekatnya bukan merupakan pengetahuan baru dalam arti yang sebenarnya, melainkan sekedar konsekwensi dari dua pengetahuan yang telah kita ketahui sebelumnya.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Deductivism ialah salah satu paham filsafat dimana pikiran meruapakan titik awal dari ide atau gagasan yang dianggap benar. Berdasarkan gagasan yang ada kemudian diperjelas, dikembangkan, dan dianalisis sehingga melahirkan gagasan yang baru berupa kesimpulan yang lebih spesifik terhadap suatu hal. Pola pikir deduktif ini diperlukan untuk membuktikan konsep-konsep yang ada menjadi kebenaran (silogisme).

    ReplyDelete
  16. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Model hipotetis-deduktif atau metode adalah deskripsi diusulkan metode ilmiah. Menurut itu, penyelidikan ilmiah hasil dengan merumuskan hipotesis dalam bentuk yang dibayangkan dapat dipalsukan oleh tes pada data yang dapat diobservasi. Sebuah tes yang bisa dan tidak berjalan bertentangan dengan prediksi dari hipotesis diambil sebagai pemalsuan hipotesis. Sebuah tes yang bisa tapi tidak berjalan bertentangan dengan hipotesis menguatkan teori. Hal ini kemudian diusulkan untuk membandingkan nilai penjelas dari hipotesis bersaing dengan menguji seberapa besar mereka dikuatkan oleh prediksi mereka.

    ReplyDelete
  17. Salah satu metode dalam Filsafat adalah metode Deduksi, sebuah Penelitian dari hal-hal umum ke khusus, dimana bagian dari metode penalaran atau logika berfikir. Metode generalisasi ini mengambil kesimpulan setelah melalui premis mayor dan premis minor. Intinya Filsafat memberikan alternatif penalaran yang memudahkan manusia dalam menarik kesimpulan. Pencarian kebenaran dalam dunia kriminalitas juga menggunakan metode ini. Meskipun harus pula dilengkapi dengan metode lainnya.

    ReplyDelete
  18. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Deduktivisme adalah filosofis arah yang mengatakan bahwa sesuatu dapat diakui sebagai pengetahuan jika dapat berasal dari beberapa aksioma. Aksioma harus sesederhana dan sejelas mungkin. Sebuah deduktivist akan didasarkan pada teori normatif etika (misalnya utilitarianisme) dan menyimpulkan jawaban spesifik dasar dilema etika teori ini. Teori ini juga disebut "model teoritis-hukum." Ini adalah "secara teoritis" karena model mengevaluasi teori-teori dari kecukupan logis dan teoritis mereka, dan "hukum" karena teori-teori yang digunakan untuk mengadili kasus-kasus tertentu, (http://no.wikipedia.org/wiki/Etikk).

    ReplyDelete
  19. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Deduktivisme adalah paradigma yang berdasar pada perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, dan kemudian menyimpulkan hipotesis tersebut. Dalam menyimpulkan suatu permasalahan, hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengkaji masalah secara umum seperti mengumpulkan semua informasi yang terkait dengan masalah itu. Penganut paham ini dalam menyimpulkan suatu permasalahan harus memulai dengan gejala-gejala yang lebih luas sehingga harus mempunyai wawasan yang luas pula.

    ReplyDelete
  20. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Dari link https://en.wikipedia.org/wiki/Hypothetico-deductive_model dikatakan bahwa model atau metode hiptetis-deduktif adalah deskripsi yang diusulkan suatu metode ilmiah. Yang berarti hasil penyelidikan ilmiah diperoleh dengan merumuskan hipotesis dalam bentuk yang dianggap dapat dimanipulasi dengan tes pada data yang dapat diobservasi. Dari penjelasan trsebut deduktifisme dapat dimaknai sebagai proses penalaran dari satu atau lebih pernyataan umum (premis) untuk mencapai kesimpulan logis tertentu atau sederhananya deduktifisme adal pandangan yang menganggap pengetahuan dapat diperoleh dengan menarik kesimpulan dari yang kebenaran sebelumnya yang umum kepada keadaan atau kebenaran yang lebih khusus

    ReplyDelete
  21. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Deduktivisme merupakan pola pikir yang digunakan dalam pengambilan kesimpulan untuk suatu atau beberapa kasus khusus yang didasarkan kepada suatu fakta umum. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, serta instrumen. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala. Dalam mengambil sebuah kesimpulan maka dibtuhkan sebuah hipotesis kemudian diuji dan juga dikaitkan dengan teori yang ada sesuai dengan metode ilmiah.

    ReplyDelete
  22. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Aliran deduktivisme ini beranggapan bahwa peristiwa khusus bersumber dari peristiwa umum yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini. Kaum rasionalisme sering menggunakan cara berpikir deduktif ini. Cara berpikir ini sering dipakai oleh Arisototelis. Namun menurut John Locke, berpikir deduksi relatif lebih rendah kedudukannya apabila dibandingkan dengan pengalaman indera dalam pengembangan pengetahuan. Deduktivisme merupakan lawan dari induktivisme.

    ReplyDelete
  23. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    IT a procedure for the construction of a scientific theory that will account for results obtained through direct observation and experimentation and that will, through inference, predict further effects that can then be verified or disproved by empirical evidence derived from other experiments.

    ReplyDelete
  24. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Deduktivisme adalah sebuah pemikiran yang diawali oleh pernyataan umum lalu dikembangkan/diperjelas oleh pernyataan-pernyataan khusus. Cara berpikir deduksi yaitu dengan mengambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Aliran rasionalisme menggunakan konsep deduktif untuk memperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  25. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Deduktivisme adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya.

    ReplyDelete
  26. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Deduktivisme adalah filosofis arah yang mengatakan bahwa sesuatu dapat diakui sebagai pengetahuan jika dapat berasal dari beberapa aksioma. Aksioma harus sesederhana dan sejelas mungkin. Dengan kata lain, deduksi adalah cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikkan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogisme. Silogisme disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung silogisme ini disebut sebagai premis yang kemudian dibedakan menjadi premsi mayor dan premis minor.

    ReplyDelete
  27. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Deduktivisme adalah paradigma yang berdasar pada perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, dan kemudian menyimpulkan hipotesis tersebut. Paradigma ini yang sering digunakan dalam metode penyelidikan ilmiah. Menurut hal tersebut, hasil penyelidikan ilmiah dengan merumuskan hipotesis dalam bentuk yang dibayangkan dapat dipalsukan oleh tes pada data yang dapat diobservasi.

    Seperti yang pernah saya komen pada postingan tentang induktivisme, bahwa tidak semua hal dapat dilakukan dengan metode ilmiah untuk mendapatkan sebuah kebenaran. Adapula yang kita hanya patut mengimaninya saja tanpa harus membuktikan kebenarannya. Seperti, keberadaan malaikat, jin, surga dan neraka. Manusia hanya patut meyakini bahwa Allah SWT telah menciptakan hal tersebut dan sudah dituangkan dalam Al-Qur’an.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  28. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Deduktivisme yaitu sebuah pemikiran yang diawali oleh pernyataan umum lalu dikembangkan/diperjelas oleh pernyataan-pernyataan khusus. Penalaran deduktif biasa digunakan untuk membuktikan suatu pernyataan, baik berupa teorema matematika, argumen legal, atau teori saintifik. Pemikiran ini bisa bisa berupa buku, penelitian/tesis, artikel, diskusi atau semacamnya.

    ReplyDelete
  29. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Deduktivisme adalah aliran yang berlawanan dengan Induktivisme. Deduktivisme adalah aliran yang menggunakan landasan pembuktian dengan menggunakan dan berdasar pada logika,dan cenderung mengesampingkan dasar empirisnya dan lebih mengutamakan pada landasan teorinya. Deduktif juga dapat diartikan sebagai pemikiran dari umum ke khusus,dari yang luas dan banyak menuju yang lebih sempit atau terfukos....

    ReplyDelete
  30. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Penalaran deduktif adalah suatu prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Pada penalaran ini, manusia juga menggunakan logika dalam berpikir. Manusia mengembangkan pola berpikir yang deduktif untuk melihat fenomena-fenomena yang umum. Kemudian, menyesuaikannya dengan fenomena-fenomena khusus. Untuk menggunakan pemikiran deduktif ini tidak semua fenomena bisa menggunakannya. Melainkan harus digunakan berdasarkan ruang dan waktu yang sesuai.

    ReplyDelete
  31. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Deduktivisme merupakan lawan dari induktivisme. Deduktivisme yaitu sebuah pemikiran yang diawali oleh pernyataan umum lalu dikembangkan/diperjelas oleh pernyataan-pernyataan khusus. Pemikiran ini bisa berupa buku, penelitian/tesis, artikel, diskusi atau semacamnya. Langkah-langkah dalam penelitian yang menggunakan deduktivisme sebagai berikut: 1) Mendapati permasalahan, 2) Membuat hipotesis (dugaan/jawaban sementara) yang bersifat umum, 3) Mencari data-data yang mendukung hipotesis yang bersifat khusus, 4) Melakukan uji coba/eksperimen (mengolah data-data yang didapat), dan 5. Menyimpulkan, apakah hipotesis nya benar atau tidak.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  32. Deductivism merupakan kegiatan berpikir dengan kerangka pikir dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kearah kesimpulan yang lebih bersifat khusus, atau penarikan kesimpulan dari dalil atau hukum menuju contoh-contoh. Penarikan kesimpulan dari logika formal biasanya menggunakan pola berpikir yang disebut silogisme. Silogisme secara umum disusun dari dua buah hal, yaitu: (a) term atau pernyataan, berupa pernyataan pertama yang menjadi subjek (S) dan pernyataan kedua menjadi predikat (P); dan (b) sebuah kesimpulan (K).

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  33. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Metode deduktif merupakan suatu pendeskripsian yang termasuk dalam metode ilmiah. Dalam metode ilmiah, deduktif bisa untuk merumuskan hipotesis yang dipikirkan. Sebuah pengujian hipotesis bisa menghasilkan kesesuaian atau justu sebaliknya terjadi pertentangan dengan rumusan hipotesis yang disusun.

    ReplyDelete
  34. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Deduksi merupakan cara berfikir yang mengarah kepada bentuk penalaran yang dapat berlangsung dari seusuatu yang bersifat general dengan proses dalam pikir ke arah sesuat yangbersifat particular/khusus. Deduksi juga dapat dikatakan sebagai penalaran dari suatu kebenaran umum ke suatu hal (contoh) khusus dari kebenaran itu. Deduksi menyederhanakan apa yang begitu luas didalam pikir menjadi lebih kecil dan khusus yang masih termuat dalam bagian yang begitu luas tersebut.

    ReplyDelete
  35. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Deduktif merupakan cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Berpikir secara deduktif menggunakan pola berpikir silogisme, dimana silogisme disusun dari dua pernyataan dan sebuah kesimpulan (Suriasumantri, 2006). Metode berpikir deduktif merupakan metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu, kemudian dihubungkan kedalam bagian-bagiannya yang khusus

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id