Dec 2, 2012

ANALYTIC -SYNTHETIC





Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami lebih lanjut apa yang disebut ANALYTIC - SYNTHETIC, koneklah:





Wss Wr Wb

Marsigit

39 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Analitik bisa dikatakan sebagai sebuah penalaran atau metode atau ilmu untuk melakukan analisis logis. Dalam bukunya Ernest, yang digunakan untuk analisis adalah logika penalaran. Berpikir analitik berarti menggunakan kemampuan rasional dan logika untuk menginterpretasikan sesuatu yang ada di dalam pikirannya. Sedangkan sintetik merupakan kesimpulan dari empiris atau pengalaman yang telah dialaminya. Analitik-sintetik berarti menggunakan perumusan sementara berupa hipotetis untuk menduga kebenaran melalui logika dan rasionalnya, kemudian membuat eksperimen untuk memastikan kebenarannya.

    Waalaikum salam wr.wb.

    ReplyDelete
  3. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Analitik-sintetik adalah dua hal yang berbeda dalam penerapannya, namun memiliki fungsi yang sama yaitu dalam mendeskripsikan sesuatu. Analitik artinya adalah menganalisis apa yang ada. Sedangkan sintetik perlu kajian referensi dalam mendeskripsikan sesuatu. Misalnya pernyataan analitik : guru adalah seorang pengajar. Pernyataan sintetik: guru memiliki peranan penting, dan akan menciptakan pembelajaran bermakna jika menggunakan teori kontruktivisme dalam pembelajaran. Akan sangta baik jika dalam mengartikan sesuatu, dilakukan dengan analitik-sintetik, tidak hanya salah satunya saja.

    ReplyDelete
  4. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Perbedaan analitik-sintetik (juga disebut dikotomi analitik-sintetik) adalah perbedaan konseptual, digunakan terutama dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis: proposisi analitik dan proposisi sintetik. proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Menurut Immanuel Kant menggunakan istilah "analitik" dan "sintetik" untuk membagi proposisi menjadi dua jenis pertama proposisi analitik yaitu proposisi yang konsep predikat yang terkandung dalam konsep subjeknya dan kedua adalah proposisi sintetik yaituproposisi yang konsep predikat tidak terdapat dalam konsep subjeknya tetapi terkait.

    ReplyDelete
  5. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    kata ‘analisis’ memiliki beberapa dimensi makna. Dua di antaranya yang berkaitan dengan filsafat dimaknai dengan “a method in philosophy of resolving complex expressions into simpler or more basic ones” (metode dalam filsafat yang menguraikan ungkapan yang rumit ke dalam bentuk yang lebih sederhana atau yang lebih mudah) dan“clarification of an expression by an elucidation of its use in discourse” (klarifikasi ungkapan dengan cara menjelaskan penggunaannya dalam wacana). sedangkan sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi.Jika logika analitik menawarkan kejelasan pengindraan (yakni keluasan pengetahuan), logika sintetik menawarkan kejelasan wawasan (yakni kedalaman pemahaman). Bila dimanfaatkan dengan tepat, kedua jenis logika itu tidak perlu dianggap bersaingan, tetapi seharusnya dipandang saling melengkapi, sebagaimana deduksi dan induksi yang bisa digunakan secara efektif sebagai metode-metode argumentasi yang saling melengkapi (atau bersifat komplementer).

    ReplyDelete
  6. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    stilah “analitik” dan “sintetik” telah dipakai oleh filsuf-filsuf dengan berbagai cara yang berbeda. Dalam waktu yang relatif lama, cara yang pada umumnya diterima pemakaiannya untuk menunjukkan dua metode argumentasi adalah cara penggunaan istilah-istilah ala Euklides. Namun Kant mengembangkan cara-baru penggunaan istilah-istilah tersebut, yang dengan demikian menunjukkan dua tipe proposisi yang berlainan. Menurut Kant, proposisi adalah analitik jika subyeknya “terkandung di dalam” predikatnya, sedangkan yang sintetik adalah yang subyeknya berada “di luar” predikatnya. Jadi, proposisi dalam ungkapan “Merah adalah warna” termasuk analitik, karena konsep “merah” masuk sebagai salah satu unsur konsep “warna”. Berdasarkan hal itu, proposisi “Kapur tulis ini putih” adalah sintetik, karena seseorang tidak akan mengetahui bahwa benda tersebut adalah “kapur tulis” jika hanya diberitahu bahwa kapur tulis itu putih.

    ReplyDelete
  7. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Kant juga memberi beberapa pedoman lain yang lebih ketat untuk menentukan apakah suatu proposisi adalah analitik ataukah sintetik. Kebenaran proposisi analitik selalu bisa diketahui melalui logika saja. Jadi, jika makna kata-kata sudah diketahui, proposisi ini tidak informatif. Proposisi analitik mampu menjelaskan dirinya sendiri. Yang harus dilakukan hanyalah mengatakan “merah” dan bagi mereka yang memahami makna kata ‘merah’ akan segera tahu bahwa pembicara sedang membicarakan warna. Seperti halnya penyimpulan deduktif yang baik, kebenaran proposisi analitik bersifat konseptual murni dan, karenanya, bersifat niscaya.

    ReplyDelete
  8. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Kebenaran proposisi sintetik mensyaratkan pemanfaatan sesuatu yang lebih dari sekadar konsep. Seperti argumen induktif, pada proposisi sintetik terdapat pemanfaatan intuisi, yaitu keadaan faktual obyek. Akibatnya, proposisi sintetik selalu informatif dan kebenaran simpulannya tergantung pada keadaan obyek yang terus-menerus eksis. Jika misalnya seseorang memberitahu bahwa sepotong kapur tulis yang tersembunyi dalam genggaman tangannya itu putih, maka kebenaran pernyataannya tergantung pada apakah orang itu mengelabui pendengar atau berkata benar.

    ReplyDelete
  9. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Analitik dan sintetik merupakan suatu istilah untuk membedakan sebuah perkataan yaitu dari kegiatan berpikir atau berlogika dengan menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat nalar bagi proposisi untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan. Misal, pernyataan tentang imperatif-imperatif hanyalah rumusan untuk mengungkapkan relasi antara kaidah-kaidah objektif suatu tekad dengan ketidaksempurnaan kehendak milik orang itu. sehingga, untuk menyatakan kebenarannya, bagaimana imperatif-imperatif itu bisa dibenarkan? Didalam putusan analitik, predikat sudah dimuat didalam paham subjek dan bisa dijabarkan dengan menganalisis paham subjek itu. proposisi yang merupakan analitik bila subjeknya terkandung di dalam predikatnya, sedangkan yang sintetik adalah yang subyeknya berada di luar predikatnya.

    ReplyDelete
  10. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Istilah “analisis” dan “sintesis”, sebagai label pembedaan metode argumentasi antara yang deduktif dan induktif setidak-tidaknya seusia dengan Euklides. Dalam Elements-nya, Euklides menerangkan sejelas-jelasnya bahwa dua metode ini sebaiknya tidak dipahami sebagai saling terpisah, tetapi saling melengkapi. Metodenya memperlihatkan ketepatan teorema-teorema geometrisnya dengan mula-mula menggunakan metode argumentasi analitik (deduktif), dan kemudian mendukung simpulannya dengan penalaran sintetik (induktif). Proses praktis penyusunan deduksi (berlawanan dengan bentuk tertulisnya) berawal dengan perumusan suatu simpulan, lalu pembuktiannya dengan pencarian dua atau lebih asumsi yang benar yang bisa berfungsi sebagai landasannya. Proses induksi berawal dengan pengumpulan potongan-potongan bukti empiris, lalu ini digunakan sebagai landasan untuk menarik kesimpulan.

    ReplyDelete
  11. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Perbedaan analitik-sintetik (juga disebut dikotomi analitik-sintetik) adalah perbedaan konseptual, digunakan terutama dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis: proposisi analitik dan proposisi sintetik. proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Namun, filsuf telah menggunakan istilah dalam cara yang sangat berbeda. Selain itu, filsuf telah memperdebatkan apakah ada perbedaan yang sah.

    ReplyDelete
  12. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Analitik dan sintetik memiliki perbedaan secara konseptual. Analitik merupakan proposisi yang benar apabila sesuai dengan maknanya dan dapat dikatakan sebagai konsistensi ide. Analitik merupakan konsep subyek yang didalamnya terdapat konsep predikat. Sedangkan sintetik merupakan proposisi yang benar apabila dihubungkan dengan dunia nyata. Sintetik ialah ketika konsep predikat tidak terkandung dalam subyek. Beberapa kegiatan analitik yang mungkin dilakukan pada pembelajaran matematika adalah menganalisis suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih sederhana, seperti menganalisis elemen, menganalisis hubungan, menganalisis pola, dan menganalisis aturan. Sementara kegiatan sintetik yang mungkin dilakukan dalam pembelajaran matematika adalah adalah memadukan bagian-bagian secara logik sehingga diperoleh penyeleseaian suatu masalah, seperti menemukan hubungan, menemukan konsep, menemukan konjektur, dan menyusun pembuktian.

    ReplyDelete
  13. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Para filsuf menggunakan istilah analitik & sintetik menurut cara pandang mereka sendiri. Penggunaan kedua hal ini dalam filsafat adalah untuk membedakan proposisi menjadi dua (proposisi analitik dan prososisi sintentik). Proposisi analitik itu dapat diartikan benar jika sesuai dengan maknanya sedangkan analitik sintetik diartikan benar jika maknanya berhubungan dengan dunia nyata.

    ReplyDelete
  14. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Pengertian analitik dalam kegiatan filsafat adalah rincian istilah-istilah atau pernyataan-pernyatan dalam bagian-bagiannya sehingga kita dapat melakukan pemeriksaan atas makna yang terkandung, dengan analisis kita akan memperoleh makna yang baru dan menguji istilah-istilah dengan berbagai contoh. Sedangkan Sintetik adalah upaya mencari kesatuan di dalam keragaman, mengumpulkan suatu pengetahuan yang dapat diperoleh Karena dalam menyusun sistem pemikiran seorang ahli pikir (filosof) mendasarkan pikirannya pada sejumlah besar bahan yang dicari dimana semakin banyak ketrangan yang diperoleh maka hasilnya akan lebih baik dan lebih akurat.

    ReplyDelete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Pengambilan keputusan ada dua yaitu analitik dan sintetik. Dalam analitik subjek sama dengan predikat sehingga bisa dikatakan bahwa analitik adalah identitas. Analitik adalah pengambilan keputusan berdasarkan konsistensi koherensi. Analitik merupakan intuisi murni. Dalam analitik A sama dengan B (subjek=predikat), predikat B masuk ke dalam A atau predikat B terletak atau masuk penuh ke dalam A. Sedangkan sintetik subjek tidak sama dengan predikat sehingga sintetik berarti kontradiksi. Sintetik adalah pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    ReplyDelete
  16. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Analitik merupakan penalaran atau metode atau ilmu untuk melakukan analisis secara logis. Sedangkan sintetik merupakan kesimpulan dari empiris atau pengalaman yang telah dialaminya. Analitik dan sintetik merupakan suatu istilah untuk membedakan sebuah perkataan yaitu dari kegiatan berpikir atau berlogika dengan menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat nalar bagi proposisi untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan.

    ReplyDelete
  17. Perlu kajian mendalam mengenai analitik-sintetik. Immanuel Kant sebagai pelopor analitik sintetik juga membuat teori apriori dan aposteriori dengan berbagai unsurnya. Referensi ini menarik untuk mengetahui pemikiran Immanuel Kant yang menjadi inspirasi Filsuf lainnya meskipun ada perbedaan diantara para Filsuf mengenai Analitik Sintetik ini..

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  18. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum


    Dari salah satu link diatas dicontohkan analitik seperti kalimat “dokter mata adalah dokter," adalah mereka yang benar tampaknya dapat diketahui dengan mengetahui arti dari kata-kata penyusunnya saja, tidak seperti kalimat "Dokter mata kaya," yang kebenarannya dapat diketahui dengan mengetahui arti dari kata-kata dan tentang dunia/hidup/limgkungannya. Menurut immanuel kant, analitik atau analitik apriori bukan ilmu, dan sintetik atau sintetik aposteriori juga bukan merupakan ilmu. Mereka hanya merupakan separuh ilmu, agar menjadi ilmu yang utuh adalah sintesis apriori. Sintesis apriori menurut kant merupakan pengetahuan harus permanen dan sifatnya universal. Ia permanen tetapi tidak memberikan pengetahuan baru. Pengetahuan adalah yang diambil dari pengalaman pribadi yang partikular atau subyektif tapi saat yang sama bentuknya harus bisa di diumumkan keberlakuannya atau diuniversalkan.

    ReplyDelete
  19. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Analisis dikategorikan sebagai metode berpikir dalam mengungkapkan pengetahuan dan kebijaksanaan, maka tentu di dalamnya terdapat serangkaian fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang digunakan untuk menguraikan ataupun menyederhanakan ungkapan atau hasil pemikiran. Sintesis adalah kegiatan berpikir logis yang melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun suatu pandangan atau konsep. Keterkaitan antara analisis dan sintesis merupakan bentuk kegiatan berpikir atau berlogika yang menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat penalaran bagi proposisi untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan.

    ReplyDelete
  20. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Imanuel Kant telah menjabarkan teori terkait pemikiran tentang ontologi dan epistemologi mengenai hubungan subjek dan predikat, pada akhirnya menghasilkan proses berpikir analitik dan sintetik. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten. Sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Terkait dengan proses berpikir analitik maka tak lepas dengan kontradiksi. Ketika kita mempelajari sesuatu, mungkin kita akan menemukan ketidaksesuaian dengan apa yang telah kita pelajari sebelumnya. Ketidaksesuaian (kontradiksi) tersebut menjadikan kita bertambah ilmu dan pengetahuan. Ketidaksesuaian inilah yang membantu kita dalam mendapatkan ilmu baru.

    ReplyDelete
  21. martin/Rwanda
    PPS2016PEP B
    “The analytic/synthetic distinction” refers to a distinction between two kinds of truth. Synthetic truths are true both because of what they mean and because of the way the world is, whereas analytic truths are true in virtue of meaning alone. “Snow is white,” for example, is synthetic, because it is true partly because of what it means and partly because snow has a certain color.

    ReplyDelete
  22. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Analitik terkait dengan ontologi untuk memandang sebuah fenomena yang dialami oleh manusia. Dalam analitik terjadi proses perumusan, asal usul dari sebuah fenomena dan melakukan hipotesis terhadap fenomena tersebut. Sedangkan dalam sintetik terkait epistimologi atau metode dalam memecahkan sebuah masalah dan fenomena. Dalam sintetik dilakukan pengujian terhadap sebuah fenomena tersebut untuk mendapatkan kesimpulan ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  23. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Menurut Kant, proposisi adalah analitik jika subyeknya “terkandung di dalam” predikatnya, sedangkan yang sintetik adalah yang subyeknya berada “di luar” predikatnya. Jadi, proposisi dalam ungkapan “Merah adalah warna” termasuk analitik, karena konsep “merah” masuk sebagai salah satu unsur konsep “warna”. Berdasarkan hal itu, proposisi “Kapur tulis ini putih” adalah sintetik, karena seseorang tidak akan mengetahui bahwa benda tersebut adalah “kapur tulis” jika hanya diberitahu bahwa kapur tulis itu putih (Palmquist, 2000).

    ReplyDelete
  24. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam lilythamzil (2012) mengatakan analitik sintetik adalah suatu metode yang memperlihatkan ketepatan teorema-teorema geometrisnya dengan mula-mula menggunakan metode argumentasi analitik (deduktif), dan kemudian mendukung simpulannya dengan penalaran sintetik (induktif). Proses praktis penyusunan deduksi (berlawanan dengan bentuk tertulisnya) berawal dengan perumusan suatu simpulan, lalu pembuktiannya dengan pencarian dua atau lebih asumsi yang benar yang bisa berfungsi sebagai landasannya.

    Sehingga, dapat disimpulkan bahwa analisis sintetik merupakan perpaduan dari metode analisis yakni penggunaan metode argumentasi untuk membuktikan ketepatan teorema-teorema geometris dengan metode sintetik yang merupakan metode untuk merumuskan suatu kesimpulan dengan deduksi.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Istilah “analitik” dan “sintetik” telah dipakai oleh filsuf-filsuf dengan berbagai cara yang berbeda. Analitik adalah metode atau ilmu untuk melakukan analisis logis. Sintesik(yang berasal dari bahasa Yunani syn = tambah dan thesis = posisi) yang biasanya berarti suatu integrasi dari dua atau lebih elemen yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru.

    ReplyDelete
  26. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Analitik dapat diartikan sebagai metode dalam filsafat yang menguraikan ungkapan yang rumit ke dalam bentuk yang lebih sederhana yang berupa proposisi yang benar apabila sesuai dengan maknanya dan dapat dikatakan sebagai konsistensi ide. Analitik merupakan konsep subyek yang didalamnya terdapat konsep predikat. Sedangkan sintetik merupakan komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Sintetik dapat berupakombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Lebih jauh sintetik terjadi ketika konsep predikat tidak terkandung dalam subyek.

    ReplyDelete
  27. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Analisis dimaknai sebagai kegiatan berpikir yang melakukan perincian terhadap istilah-istilah atau pernyataan-pernyataan ke dalam bagian-bagiannya agar dapat menangkap makna yang dikandungnya atau memahami komponen terlebih dahulu kemudian menguraikan komponen. Sintesis dalam filsafat merupakan kombinasi bagain atau elemen untuk menghasilkan pandangan atau sistem yang lebih legkap atau sempurna. Koherensi yang dihasilkan dianggap mampu menunjukkkan kebenaran secara lengkap daripada hanya sebagai kumpulan dari bagian-bagaian. Analisis dan sintesis merupakan bentuk kegiatan berpikir atau berlogika yang menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat bedah nalar bagi proposisi untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan.

    ReplyDelete
  28. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Analisis dimaknai sebagai kegiatan berpikir yang melakukan perincian terhadap istilah-istilah atau pernyataan-pernyataan ke dalam bagian-bagiannya agar dapat menangkap makna yang dikandungnya atau memahami komponen terlebih dahulu kemudian menguraikan komponen. Kattsof (1986) menyatakan bahwa logika sintesis adalah kegiatan berpikir logis yang melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun suatu pandangan atau konsep. Jika logika analitik menawarkan kejelasan pengindraan (yakni keluasan pengetahuan), logika sintetik menawarkan kejelasan wawasan (yakni kedalaman pemahaman). Bila dimanfaatkan dengan tepat, kedua jenis logika itu tidak perlu dianggap bersaingan, tetapi seharusnya dipandang saling melengkapi, sebagaimana deduksi dan induksi yang bisa digunakan secara efektif sebagai metode-metode argumentasi yang saling melengkapi (atau bersifat komplementer).

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  29. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Analitik dan sintetik merupakan cara berpikir yang berbeda untuk memaknai suatu perkataan. Perkataan yang diberikan ketika dapat langsung dimaknai dikatakan sebagai analitik, sedangkan suatu perkataan yang dapat dimaknai setelah disintesis terlebih dahulu maka itulah yang disebut dengan sintetik. Analitik merupakan cara berfikir dengan menguraikan segala sesuatu yang diteliti atau dipahami. Sebagain contoh terdapat suatu kondisi, kemudian dengan informasi yang lain yang relevan kita dapat menguraikan makna, isi yang lebih luas terhadap kondisi tersebut. Sedangkan sintesis adalah menyatukan segala sesuatu yang dipahami menjadi sebuah informasi yang utuh.

    ReplyDelete
  30. Analitik-sintetik merupakan perbedaan disebut juga dikotomi adalah perbedaan konseptual, digunakan terutama dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis: proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Meskipun para filsuf menerapkannya dengan cara berbeda.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  31. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Proposisi analitik dan proposisi sintetik memiliki perbedaan dalam konseptualnya, yaitu proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Keduanya juga memiliki cara yang berbeda dalam penerapannya.

    ReplyDelete
  32. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Analitik-sintetik dapat dikatakan juga sebagai pendekatan pembelajaran. Menurut Rusefendi (1988), pendekatan analitik adalah cara menyelesaikan soal dimulai dari yang tidak diketahui, sedangkan pendekatan sintetik adalah cara menyelesaikan soal dimulai dari yang diketahui. Kegiatan analitik pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui kegiatan menganalisis suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih sederhana, seperti menganalisis elemen, menganalisis hubungan, menganalisis pola, dan menganalisis aturan. Sedangkan kegiatan sintetiknya adalah memadukan bagian-bagian secara logis sehingga diperoleh penyeleseaian suatu masalah, seperti menemukan hubungan, menemukan konsep, dan menyusun pembuktian.

    ReplyDelete
  33. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Filsafat analitik adalah aliran filsafat yang muncul dari kelompok filsuf yang menyebut dirinya lingkaran Wina. Pandangan utamanya adalah penolakan terhadap metafisika. Bagi mereka, metafisika tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan kata lain, paham analitik adalah suatu paham yang menggunakan logika untuk membuktikan sesuatu secara empiris. Sintesis (berasal dari bahasa Yunani syn = tambah dan thesis = posisi) yang berarti suatu integrasi dari dua atau lebih elem yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru. Istilah ini mempunyai arti luas dan dapat digunakan ke fisika, ideologi, dan fenomenologi. Apabila digabungkan, maka analitik sintetik adalah suatu proses untuk membuktikan sesuatu secara empiris dengan menggunakan percobaan percobaan untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

    ReplyDelete
  34. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh

    Analitik sintetik merupakan dua hal yang berbeda namun sama sama digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu. Analisis adalah kegiatan berfikir perincian terhadap pernyataan atau istilah ke dalam sesuatu yang lebih bermakna. Sedangkan sintesis memerlukan referensi, berpikir mendalam , luas dengan menggabungkan pengetahuan dari buku, orang atau sumber lainnya untuk menyusun pandangan atau konsep.




    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  35. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Analisis dikategorikan sebagai metode berpikir dalam mengungkapkan pengetahuan dan kebijaksanaan, maka tentu di dalamnya terdapat serangkaian fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang digunakan untuk menguraikan ataupun menyederhanakan ungkapan atau hasil pemikiran. Sedangkan Sintesis merupakan bentuk lain dari kegiatan atau metode berpikir.Dengan demikian, analisis dan sintesis merupakan bentuk kegiatan berpikir atau berlogika yang menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan.

    ReplyDelete
  36. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dalam waktu yang relatif lama, cara yang pada umumnya diterima pemakaiannya untuk menunjukkan dua metode argumentasi adalah cara penggunaan istilah-istilah ala Euklides. Namun Kant mengembangkan cara-baru penggunaan istilah-istilah tersebut, yang dengan demikian menunjukkan dua tipe proposisi yang berlainan. Menurut Kant, proposisi adalah analitik jika subyeknya “terkandung di dalam” predikatnya, sedangkan yang sintetik adalah yang subyeknya berada “di luar” predikatnya. Jadi, proposisi dalam ungkapan “Merah adalah warna” termasuk analitik, karena konsep “merah” masuk sebagai salah satu unsur konsep “warna”.

    ReplyDelete
  37. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Sintesis adalah kegiatan berpikir logis yang melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun suatu pandangan atau konsep. Keterkaitan antara analisis dan sintesis merupakan bentuk kegiatan berpikir atau berlogika yang menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat penalaran bagi proposisi untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan.Imanuel Kant telah menjabarkan teori terkait pemikiran tentang ontologi dan epistemologi mengenai hubungan subjek dan predikat, pada akhirnya menghasilkan proses berpikir analitik dan sintetik. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten. Sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi.

    ReplyDelete
  38. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Istilah khusus "analitik" dan "sintetik" sendiri diperkenalkan oleh Kant (1781 [1998]) pada awal Critique of Pure Reason. Immanuel Kant membangun pengertian intuisi dengan membedakan antara pertimbangan analitik dan pertimbangan sintetik. Pertimbangan analitik membutuhkan konfirmasi logis serta bersifat a priori atau tidak membutuhkan konfirmasi empiris untuk menjelaskan mengapa sesuatu hal benar. Dalam analitik subjek sama dengan predikat sehingga bisa dikatakan bahwa analitik adalah identitas. Analitik adalah pengambilan keputusan berdasarkan konsistensi koherensi. Analitik merupakan intuisi murni. Sedangkan sintetik subjek tidak sama dengan predikat sehingga sintetik berarti kontradiksi. Sintetik adalah pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  39. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Analisis merupakan proses berpikir dengan cara melakukan perincian terhadap sesuatu hal ke dalam bagian-bagiannya yang lebih sederahana untuk dapat memahami makna yang dikandungnya.Sehingga proses pemikiran secara analitik menganggap bahwa kebenaran adalah sebuah makna yang diperoleh berdasarkan logika. Sedangkan sistesis merupakan kegiatan berpikir logis dengan menggabungkan atau menghubungkan semua pengetahuan yang dimiliki untuk menghasilkan atau membentuk pengetahuan baru. Dengan demikian secara sintetik, benar itu berdasarkan pada hubungan makna antara dua atau lebih hal

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id