Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Mitos





Elegi ini  saya buat sebagai Anti-Tesis dari Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos
 

Elegi Pemberontakan Para Mitos



Oleh Marsigit



Bagawat:
Wahai Mitos, kelihatannya engkau sedih?

Mitos:
Bagawat sudah tahu?

Bagawat:
Ya, saya tahu paling tidak dari gejala fisikmu. Lalu kenapa engkau sedih?

Mitos:
Bukankah Bagawat lebih tahu dari saya perihal keadaanku itu?

Bagawat:
Ada syarat perlu dan cukupnya agar segala sesuatu itu berjalan secara alami dan kodrati.

Mitos:
Aku sedih karena Bagawat bersifat determinist kepadaku. Jikalau Bagawat sendiri bersifat determinist, bukankah Bagawat sendiri terancam Mitos.

Bagawat:
Lho, kapan, dimana, dan tentang apa aku bersifat determinist kepadamu?

Mitos:
Apakah Bagawat lupa telah mengatakan bahwa Mitos adalah Syaitan?

Bagawat:
Oooo ..jangan salah paham..maksud saya…


Mitos:
Maksud saya bagaimana? Sudah jelas kan duduk persoalannya?

Bagawat:
Maksud saya begini? …..

Mitos:
Begini bagaimana. Ntar saya ingin tunjukkan pembelaan saya…..

Bagawat:
Wah kelihatannya marah betul ni sang Mitos. Silahkan apa pembelaanmu? Walau aku nanti juga akan memberikan klarifikasi.


Mitos:
Pembelaanku aku ambilkan dari sebuah Comment dari Sdri Raden Roro Yayuk Srirahayu sebagai berikut:
Raden Roro Yayuk SrirahayuDecember 31, 2012 at 11:49 PM, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Mitologi (http://en.wikipedia.org/wiki/Mythology) merujuk istilah untuk mempelajari mitos atau kumpulan mitos. Dalam folkloristics, mitos adalah narasi sakral, biasanya menjelaskan
b
agaimana dunia atau manusia datang untuk menjadi bentuk yang sekarang, dalam arti yang sangat luas dapat merujuk ke cerita tradisional . Bruce Lincoln mendefinisikan mitos sebagai "ideologi dalam bentuk narasi". Karakter utama dalam mitos biasanya dewa, pahlawan supranatural dan manusia. Sebagai cerita suci, mitos sering didukung oleh penguasa dan imam, dan berhubungan erat dengan agama atau spiritualitas. Terkait erat dengan mitos yaitu legenda dan cerita rakyat. Cerita rakyat diatur dalam setiap waktu dan setiap tempat, dan tidak dianggap benar atau keramat oleh masyarakat mereka. Seperti mitos, legenda adalah cerita yang secara tradisional dianggap benar, tetapi diatur dalam waktu yang lebih baru. Legenda umumnya fitur manusia sebagai karakter utama mereka, sementara mitos umumnya berfokus pada karakter manusia super. Perbedaan antara mitos, legenda, cerita rakyat dimaksudkan hanya sebagai alat yang berguna untuk mengelompokkan cerita tradisional. Dalam banyak budaya, sulit untuk menarik garis tajam antara mitos dan legenda. Alih-alih membagi cerita tradisional mereka dalam mitos, legenda, cerita rakyat dan, beberapa budaya membagi mereka ke dalam dua kategori, yang cerita rakyat, dan gabungan mitos dan legenda. Beberapa pemikir percaya bahwa mitos dihasilkan dari personifikasi dan kekuatan benda mati. Menurut para pemikir, orang dahulu menyembah fenomena alam seperti api dan udara, secara bertahap datang untuk menggambarkan mereka sebagai dewa. Misalnya, menurut teori pemikiran mythopoeic, orang dahulu cenderung untuk melihat hal-hal sebagai pribadi, bukan sebagai sekedar benda, mereka menggambarkan peristiwa alam sebagai tindakan dewa pribadi, sehingga menimbulkan mitos Menurut teori mitos-ritual, keberadaan mitos terkait dengan ritual. Dalam bentuk yang paling ekstrim, teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan suatu ritual. Mircea Eliade mengatakan bahwa salah satu fungsi utama mitos adalah untuk membangun model untuk perilaku dan memberikan pengalaman religius. Dengan mengatakan atau menghidupkan kembali mitos, anggota masyarakat tradisional melepaskan diri dari masa sekarang dan kembali ke zaman mitos, sehingga membawa mereka lebih dekat dengan ilahi. Joseph Campbell mendefinisikan mitos memiliki empat fungsi dasar: 1. Fungsi Mistik : mengungkap kekaguman alam semesta, 2. Fungsiv Cosmological : menjelaskan bentuk alam semesta, 3. Fungsi Sosiologis: mendukung dan memvalidasi suatu tatanan sosial tertentu, 4. Fungsi Pedagogical: mengungkap bagaimana untuk hidup seumur hidup manusia dalam keadaan apapun. Comparative mythology adalah perbandingan sistematis mitos dari budaya yang berbeda, dan berusaha untuk menemukan tema umum yang mendasari mitos-mitos beberapa budaya. Dalam beberapa kasus, mythologists komparatif menggunakan kesamaan antara mitologi yang berbeda untuk menyatakan bahwa mitologi memiliki sumber yang sama dan menjadi sumber inspirasi umum. Dalam masyarakat modern, mitos sering dianggap sebagai sejarah atau usang. Banyak sarjana di bidang studi budaya kini mulai meneliti gagasan bahwa mitos telah bekerja menjadi wacana modern. Format komunikasi modern memungkinkan untuk komunikasi tersebar luas di seluruh dunia, sehingga memungkinkan wacana mitologis dan pertukaran antara penonton yang lebih besar daripada sebelumnya. Berbagai elemen dari mitos sekarang dapat ditemukan di televisi , bioskop , dan video game . Oleh Raden Roro Yayuk Srirahayu, PPs PSn Kelas D/ 12708251070

Bagawat:
Iya..iya Mitos…saya telah mengerti bahwa seburuk-buruk dirimu sebenarnya enkau ingin mengatakan bahwa dirimu masih banyak manfaatnya. Begitukan?

Mitos:
Mbok yang agak sopan sedikit. Pakai memburuk-burukkan rupa segala.

Bagawat:
Baik jika engkau masih marah teruskan saja. Tetapi sesuai dengan janji saya bahwa saya juga minta waktu untu mengklarifikasi.

Mitos:
Silahkan.

Bagawat:
Dalam bagian akhir perkuliahan saya, justru saya selalu mengatakan bahwa separo dari ilmu kita adalah Mitos. Jika aku definisikan Mitos sebagai Tidak Memahami Makna di Balik yang ada dan yang mungkin ada.

Mitos:
Truss..apa relevansinya?

Bagawat:
Maka anak kecil atau bayi melakukan aktivitas bukan karena memahami terlebih dulu, melainkan sebaliknya. Maka dapat aku katakana bahwa Bayi atau anak kecil itu belajarnya menggunakan Mitos, percaya saja ucapan Ibunya kemudian dilaksanakan. Kalau kita tarik dimensi vertikalnya, maka banyak sekali pemikiranmu tidak dilandasi pemahamanmu. Namum jangan salah paham bahwa keyakinan beragama itu bukanlah Mitos. Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan berikhtiar.


Bagawat:
Jadi aku sangat mengerti bahwa dirimu merasa sebagai tertuduh. Ya saya mengakui betapa tidak mudah mendeskripsikan Mitos, karena sebenar-benar yang terjadi adalah Mitos situ berdimensi.
Itulah Kuasa yang Maha Kuasa. Ilmu manusia tidak seberapa. Kemampuan manusia sangat terbatas. Itulah bahayanya kita berfilsafat jika tidak komprehensif.

Mitos:
Lalu kenapa engkau katakana Mitos sebagai Syaitan.

Bagawat:
Begini….ini pula sulitnya dan bahayanya melakukan reduksi dalam filsafat. Sederhananya (reduksi) aku ingin mengatakan bahwa secara umum bahwa Mitos, itu tidak baik atau kurang baik atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Terutama, Mitos tidak baik jika kita hanya berhenti di situ. Dan..bukankah engkau mengerti bahwa segala macam ketidak baikkan itu kan berelasi dengan sifat-sifat Syaitoniah. Sedangkan segala kebaikan itu berelasi dengan unsurnya Malaikat.

Mitos:
Bagaimana halnya dengan seorang anak kecil yang memang mempelajari segala sesuatu berdasarkan Mitos.

Bagawat:
Itulah peran Logos, bahwa sebenar-benarnya Logos adalah tidak berhenti. Orang tua mestinya tidak berhenti membelajarkan anak-anaknya hingga pada saatnya anak-anak mereka mengerti segala sesuatu di balik yang ada dan yang mungkin ada. Itu pulalah hakekat Mitos, jika kita berhenti berikhtiar. Maka bagi siapa yang berhenti berikhtiar maka dia itulah kamu sendiri yaitu sebuah Mitos.

Mitos:
Cukup-cukup…Jika engkau sudah memanggil-manggil Logos, jadi panas badanku. Sudah cukup sekian saja terima kasih.


Bagawat:
Sampai akhir hayatku aku selalu berhadapan dengan Mitos, dikarenakan kodrat kemampuanku yang terbatas. Sampai akhir hayatku pula aku harus menggapai Logos, dikarenakan kodratku pula sebagai makhluk berikhtiar. Amin.

49 comments:

  1. Menarik yang disampaikan oleh Bapak Prof. Marsigit, bahwa keadaan menjadi mitos bila sudah tidak ada lagi kreativitas, inovasi dan pembaharuan, karena pada hakekatnya hidup adalah selalau bergerak, selalu berjalan.
    Ini menjadi renungan saya bahwa apabila saya telah berhenti berkreasi atau cukup puas dengan apa yang dicapai, maka sudah terjebak dalam lingkaran mitos.
    Kehidupan menuntut untuk selalu berfikir dan bergerak, bila sudah tidak bisa lagi berfikir dan bergerak maka sudah berakhir dan menjadi mitos...

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  2. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Sebenar-benar mitos adalah berdimensi. Secara sederhana, mitos didefinisikan sebagai suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah menjadi suatu hal yang turun-temurun. Namun berdasarkan elegi di atas, mitos diartikan sebagai keterbatasan manusia untuk memahami sesuatu. Dan dalam mempelajari sesuatu tersebut, sering kali kita langsung mempercayainya meskipun belum sepenuhnya paham. Dan sebagaimana yang dijelaskan oleh Begawat, bahwa sebenar-benar mitos adalah keadaan berhenti, berhenti memahami makna yang ada dibaliknya, karena hanya sebatas mengetahui. Sedangkan logos dapat diartikan tidak berhenti, bahwa hendaknya kita selalu berusaha untuk mencari tahu dan dapat memahami tentang makna yang kita lakukan. Jadi jangan sampai mitos membuat kita terhenti tidak mau berikhtiar untuk meraih logos. Namun disisi lain mitos tetap memiliki kebaikan. Jadi janganlah kita berhenti dalam mendefinisikan mitos sebagai sesuatu yang buruk karena itu berarti kita terjebak dalam mitos itu sendiri, dan jangan berhenti berikhtiar karena kodrat manusia adalah makhluk yang berikhtiar kepada Allah.

    ReplyDelete
  3. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia merupakan suatu makhluk yang diberikan kuasa untuk berpikir, baik berpikir tentang kebaikan maupun keburukan. Di dalam kehidupan kita, kita selalu dihadapkan pada suatu mitos-mitos yang sering mengusik kita. Mitos itu muncul karena pikiran kita sendiri dan sikap kita yang selalu langsung menerima tanpa ada suatu usaha atau ikhtiar untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga kita mampu memahami logos.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Mitos bukanlah hal yang buruk karena mitos masih memiliki manfaat saat dipelajari. Mitos selalu ada disekitar kita,karena kemampuan kita yang terbatas dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Sedangkan logos adalah hal yang harus kita gapai agar kita selalu berikhtiar. Oleh karena itu baik mitos maupun logos ketika kedua al tersebut menjadikan kita menjadi arah yang lebih baik maka keduanya digapai.

    ReplyDelete
  5. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Assalamu’alaikum
    Menurut saya mitos dan logos terkadang berbeda tipis. Logos dapat menjadi mitos apabila kebenarannya tidak bisa terbukti begitu juga sebaliknya mitos dapat menjadi logos apabila dapat dibuktikan secara jelas.
    Wassalamu’alaikum

    ReplyDelete
  6. Nurul Imtikhanah
    1330124002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan segala cerita mitos. Terutama di Indonesia yang masih kental menjunjung adat istiadat tradisional masyarakat sekitar. Mitos erat hubungannya dengan hal-hal yang berbau mistis. Mitos dapat menjadi negatif apabila mitos tersebut tidak sesuai dengan logika manusia, tidak bermanfaat, dan cenderung membuat rugi. Sehingga kita harus cerdas dalam melilah dan memilih nitos-mitos yan dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidup.

    ReplyDelete
  7. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Elegi yang disampaikan Prof. Marsigit mengguggah kami sebagai manusia yang tidak boleh terjebak dalam mitos. Terutama dunia ini penuh dengan ke"mitos"an sehingga kita yang berakal harus menemukan logos dalam mengubah yang tidak baik menjadi baik, yang tidak paham menjadi paham, yang stagnan menjadi kreatif. Karena keadaan jaman terus berubah dari waktu ke waktu jikalau kita berhenti dan merasa bahwa logos kita sudah cukup maka sesungguhnya mitos sudah mulai memasuki diri kita. Maka janganlah berhenti untuk berusaha, selalu berinovasi untuk kebaikan negeri.

    ReplyDelete
  8. manusia itu terdiri dari 2 hal inti yang tidak bisa kita hindari salah satunya, yaitu mitos dan logos. 2 hal itu lah yang membuat manusia terus bisa bertahan di bumi kecil Tuhan ini. lantas apa yang disebut mitos dan logos itu sendiri?
    Karen Armstrong mnyebutkan dalam salah satu bukunya yang berjudul the battle for god bahwa mitos adala sesuatu yang berhubungan dengan jiwa, mereka abstrak namun tetap dapat dirasakan. meraka hanya dapat dipercayai namun tidak berbukti empiris, sebaliknya logos adalah mereka yang nyata dapat dipikirkan dan dapat dibuktikan dengan bukti empiris.
    di era modern ini logos menjadi lebih dominan, melihat kemajuan budang iptek yang sangat menkjubkan di sepanjang perjalanan hidup manusia. namun sebaliknya mitos kian lama kian ditinggalkan, ia dipinggirkan dari panggung utama kehidupan manusia. manusia mulai menertawakan sebuah mitos yang dianggap memang irasional, namun bagai mama dampak dari itu?
    kita sebagai manusia diciptakan tuhan selain menjadi mahluk yang memiliki akal, kita pun diberikan jiwa oleh tuhan. jiwa lah yang mengerti akan tujuan kita diciptakan, dan jiwalah yang akan mengerti pencitraan tuhan yang disebar lewat tanda-tandanya yang ada di muka bumi miliknya. dia perlu tempat husus dalam kehidupan agar manusia lebih peka terhadap keindahaan hujan, bukan memaki terhadap hujan karena kebasahan ketika bekerja. jiwa lah yang senantiasa menjamin hubungan pencipta dan ciptaanya terhubung, dan jiwalah yang akan menjamin hubungan antar manusia berjalan harmonis. itu mitos, itu lah tugas mitos, yang tidak perlu penjabaran empirik disetiap ruang kerjanya, mitos hanya perlu sedikit kepekaan untuk terus dipercayai, agar nanti kebutuhan jiwa terpenuhi. itu lah yang menjadi akar dari deretan masalah era modern yang berkepanjangan dan kronis, ketika mereka mulai menyisihkan mitos. jiwa mereka kosong, jiwa mereka menjadi hampa, dan untuk memenuhi jiwa yang hampa itu manusia mencoba berbagai cara, lalu mereka gagal dan jatuh pada keputus asaan karena pintu mereka tertutup rapat untuk mitos.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    mitos didefinisikan sebagai suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah menjadi suatu hal yang turun-temurun. Namun berdasarkan elegi di atas, mitos diartikan sebagai keterbatasan manusia untuk memahami sesuatu.Mitos dapat menjadi negatif apabila mitos tersebut tidak sesuai dengan logika manusia, tidak bermanfaat, dan cenderung membuat rugi. Sehingga kita harus cerdas dalam melilah dan memilih nitos-mitos yan dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidup.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Di dalam kehidupan kita, kita selalu dihadapkan pada suatu mitos-mitos yang sering mengusik kita. Mitos itu muncul karena pikiran kita sendiri dan sikap kita yang selalu langsung menerima tanpa ada suatu usaha atau ikhtiar untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga kita mampu memahami logos.Namun disisi lain mitos tetap memiliki kebaikan. Jadi janganlah kita berhenti dalam mendefinisikan mitos sebagai sesuatu yang buruk karena itu berarti kita terjebak dalam mitos itu sendiri, dan jangan berhenti berikhtiar karena kodrat manusia adalah makhluk yang berikhtiar kepada Allah.

    ReplyDelete
  11. 16701251016
    PEP B
    Tidak selamanya mitos adalah bersifat buruk. Akhir akhir ini mitos juga sebagai objek studi yang perlu diteliti, bahwa mitos bekerja mempengaruhi keyakinan, terkecuali dalam kontek Beragama. Mitos sendiri dikatan sesuatu yang relatif konstan tanpa perubahan, sehingga terkadang manusia enggan berfikir, dan enggan untuk berusaha. Dalam hal apapun itu. Maka seneanr benarnya manusia adalah menggapai logis dengan pemikiran serta ikhtiar, bahkan mampu menelaah berbagai mitos tetap bermanfaat layaknya logos.

    ReplyDelete
  12. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Mitos:
    Bagaimana halnya dengan seorang anak kecil yang memang mempelajari segala sesuatu berdasarkan Mitos.

    Bagawat:
    Itulah peran Logos, bahwa sebenar-benarnya Logos adalah tidak berhenti. Orang tua mestinya tidak berhenti membelajarkan anak-anaknya hingga pada saatnya anak-anak mereka mengerti segala sesuatu di balik yang ada dan yang mungkin ada. Itu pulalah hakekat Mitos, jika kita berhenti berikhtiar. Maka bagi siapa yang berhenti berikhtiar maka dia itulah kamu sendiri yaitu sebuah Mitos.
    dari percakapan diatas kita sebagai orangtua atau guru memang pada awalnya mengajarkan anak (siswa) dengan menggunakan atau memberikan mitos, tapi setelah itu kita juga berusaha agar anak bisa menggunakan akalnya sehigga yang awalnya mitos berubah menjadi logos.

    ReplyDelete
  13. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Manusia memang dibekali akal untuk berfikir. Oleh karena itu manusia harus senantiasa belajar. Proses belajar/ berfikir/ mencari alasan dibalik mitos-mitos disekitar kita merupakan proses untuk menggapai logos. “Sampai akhir hayatku aku selalu berhadapan dengan Mitos, dikarenakan kodrat kemampuanku yang terbatas. Sampai akhir hayatku pula aku harus menggapai Logos, dikarenakan kodratku pula sebagai makhluk berikhtiar”, memang seperti halnya pepatah yang mengatakan bahwa belajar itu dari buaian sampai liang lahat.

    ReplyDelete
  14. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dari perbincangan mitos, saya jadi ikut merasakan sakit hatinya mitos, mitos yan terkenal dengan konotasi negatifnya, bahakan sampai menganggap bahwa mitos asdalah setan, menurt saya tidak, semuanyas seimbang, kita jangan menghina rakyat biasa, kita janga menghina ssiwa, jangan menghina karyawan, tanpa rakyat tidak mungkin ada presiden, tanpa siswa tidak akan pernah ada guru, tanpa karyawan tidak akan pernah ada manger, bos dsb, dan tanp[a mitos tidak akan pernah adala logos, jadi mitos sebnearny memiliki peran yang baik sebagai batu lompatan untuk mencapai logos, seandainya mitos itu buruk,maka kitas semua buruk, karena dari kitas emua tidak terlepas dari mitos, dan sebaiknya kita juga selalu berusaha mencapai dan menjadi logos dalam kehidupan untuk menyeimbagak mitos dan logos dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  15. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Mitos merupakan salah satu warisan kekayaan kebudayaan kita.Namun dalam menafsirkan dan meyakini mitos, kita harus berlandaskan pada ajaran agama, sehingga hal-hal yang kita pelajari tidak mengarahkan kita pada kemusyrikan.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  16. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Dalam bersikap, kita pun harus tau landasan atas hal yang kita lakukan. Terlebih dalam menjalankan perintah agama, kita harus mengetahui hukum dan rukunnya. Sehingga apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan tidak semata-mata menggugurkan tanggung jawab. Perintah yang samar-samar hukumnya dan tidak berdasarkan dalil shahih sebaiknya kita tinggalkan karena akan mengarahkan kita pada perbuatan bid'ah.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  17. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Setelah membaca elegi pemberontakan para mitos di atas, saya memahami bahwa separuh dari ilmu kita adalah mitos. Mitos ini ada karena dalam belajar kita langsung mempercayainya saja padahal sesungguhnya kita belum mengetahui maknanya. Kita belajar tidak ada batasan waktu atau usia, kita belajar hingga akhir hayat sehingga kita akan selalu berhadapan dengan mitos, dan harus selalu berusaha menggapai logos.

    ReplyDelete
  18. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam elegi ini dikatakan mitos terkadang menjadi sesuatu yang baik bukan hanya bersifat buruk saja. Akan tetapi itu dapat menjadi arti lain ketika terjadi kesombongan dalam diri kita sehingga dalam menggapai ilmu yang ada kita telah berhenti untuk memahaminnya, dan itu merupakan hal yang salah dan itulah mitos yang sebenar-benarnya. jadi ketika kita hendak terbebas dari mitos maka kita jangan pernah berhenti untuk bertanya untuk terus menggapai ilmu yang ingin kita ketahui akan tetapi terjadi kontradiksi pula karena sebenar-benarnya kita juga selalu diperhadapkan oleh mitos.

    ReplyDelete
  19. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Yang paling menarik bagi saya dari elegi ini adalah pernyataan bagawat bahwa sesungguhnya separuh dari ilmu kita adalah mitos. Karena kebanyakan manusia melkan aktivitas bukan karena PAHAM melainkan karena YAKIN. Padhal keyakinan, sangat terhimpit kaitannya dengan kesalahan, terutama salah tafsir.
    Maka dalam memahami segala sesuatu, yang terpenting adalah kita berikhtiar. Ikhtiar memahami ilmunya, dan selalu bergantung kepada Yang Maha Memiliki, Allah swt.

    ReplyDelete
  20. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Mitologi ini merupakan hal yang berbeda dengan eksistensialism pada topik lain dalam blog ini. Mitologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang tidak tampak sebelumnya, atau kebenarannya yang belumpasti. Plato juga telah menciptakan mitos melalui filosofinya, melalui pikirannya, dia membuat para pembaca mengandaikan atau membayangkan apa yang ditulis oleh Plato. Sebenarnya yang dimaksud dengan mitos ini adalah karena kita yang belum tau atau belum mengenali hal tersebut sebelumnya, sehingga hal tersebut dianggap belum ada dalam diri kita. Rasa ingin tahu atau rasa penasaran kita selama ini adalah merupakan pencerminan kita terhadap hal yang belum kita yakini keberadaannya,oleh karena itu, naluri keingintahuan kita selanjutnya difollow up dengan usaha mencari tahu, sehingga mitos tersebut pada akhirnya terpecahkan dan berubah menjadi pengetahuan baru bagi kita,.

    ReplyDelete
  21. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam hidup kita akan selalu berhadapan dengan mitos, yaitu ketika kita berhenti berpikir. Tetapi sebagai manusia hendaknya selalu berikhtiar dan berusaha menggapai logos

    ReplyDelete
  22. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam hidup kita akan selalu berhadapan dengan mitos, yaitu ketika kita berhenti berpikir. Tetapi sebagai manusia hendaknya selalu berikhtiar dan berusaha menggapai logos

    ReplyDelete
  23. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Mitos adalah hasil olah pikir yang melebeli dengan status negatif/buruk/jelek/tidak menyenangkan/... yang semuanya tidak baik. Hal-hal yang tidak baik dalam spiritual adalah dekat dengan syetan. Sehingga ada yang mengatakan mitos adalah syetan.

    ReplyDelete
  24. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Dalam kehidupan ini banyak sekali mitos-mitos, sebagai tugas kita adalah mencari bukti mitos-mitos tersebut apakah benar adanya. Usaha mencari kebenaran adalah sifat ilmiah yaitu sain. jadi sain sangat dengat dengan logos-logos.

    ReplyDelete
  25. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Marilah kita berupaya untuk menggapai logos-logos dalam kehidupan kita. Karena kodrat kita adalah berihktiar. Berihktiar dengan ikhlas dan doa yang selalu mengiringi ikhtiar kita.

    ReplyDelete
  26. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Segala pengetahuan kita akan menjadi mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya namun kita enggan untuk melakukannya. Akan tetappi pemahaman dan keyakinan tentang agama bukanlah sebuah mitos. sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa kita akan menjadi mitos jika kita berhenti, diam, dan tidak mau berikhtiar. Hal ini menunjukkan bahwa kita hendaklah untuk selalu berikhtiar dalam hidup ini, selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  27. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Selama hidup manusia akan selalu berhadapan dengan mitos, karena mitos ada disekeliling kita. Bertemu mitos janganlah dihindari tapi perlu dihadapi walaupun kodrat kemampuan yang dimiliki terbatas. Selama hidup manusia juga harus menggapai logos, karena logos juga ada disekeliling kita. Manusia adalah makhluk berikhtiar maka perlu menggapai logos.

    ReplyDelete
  28. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Selamat Pagi Pak Prof..
    Hal yang saya peroleh dengan membaca elegi di atas adalah bahwa mitos itu berdimensi sehingga tidak mudah untuk dideskripsikan. Salah satu definisi mitos yang diungkapkan Bagawat dalam elegi di atas adalah mitos sebagai tidak memahami makna di balik yang ada dan yang mungkin ada. Dicontohkan, bayi atau anak kecil melakukan aktivitasnya karena percaya pada ucapan ibunya kemudian dilaksanakan, bukan karena memahaminya. Contoh tersebut adalah contoh mitos yang bermanfaat. Tetapi secara umum Mitos itu tidak baik atau kurang baik atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  29. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sesungguhnya qodrat manusia adalah mahluk yang mempunyai banyak keterbatasan yang artinya perlu bantuan untuk bisa melakukan sesuatu atau sering kita artikan sebagai mahluk sosial. Tidak pantaslah kita memiliki sifat sombong akan hal yang kita sadari merugikan mahluk lain. Dan harus kita ingat, kita semua sama-sama mahluk Allah SWT yang mempunyai hak yang sama untuk menggunakan apa yang ada di bumi tempat kita berada. Bukan merebut sebanyak-banyaknya apa yang ada di bumi, Tapi memelihara, menjaga, dan melestarikan apa yang ada di bumi agar kita semua hidup dengan keseimbangan yang merata.

    ReplyDelete
  30. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Karena dengan ketidaksempurnaan itu, manusia harus hidup saling membantu dan saling menolong satu sama lainnya. Ketidaksempurnaan membuat seseorang akan berusaha untuk menjadi lebih baik dengan mencari yang dianggapnya lebih sempurna. ketidaksempurnaan membuat orang untuk mencari rekan-rekan di sekelilingnya yang dipikirnya akan dapat menolongnya dalam melengkapi hidupnya.

    ReplyDelete
  31. Dalam hidup kita selalu berhadapan dengan mitos, dikarenakan kita sebagai manusia dengan kodrat kemampuan yang terbatas tetapi kita juga harus menggapai logos, dikarenakan kodrat kita sebagai makhluk yang harus selalu berikhtiar. Mitos yang cenderung dinilai negatif sebenarnya memiliki manfaat bagi kehidupan kita, karena segala sesuatu yang ada dalam hidup kita berawal dari mitos yang harus kita ubah menjadi logos agar kita terus bergerak maju, sesuai dengan pemahaman yang baik dan benar tentunya.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  32. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Secara sederhana, definisi mitos adalah suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Begitu luasnya suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarat tidak menyadari bahwa informasi yang diterimanya itu tidak benar. Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga mempengaruhi perilaku masyarakat. Untuk mengubah mitos menjadi logos adalah tugas bagi manusia yang dibekali oleh pikiran dan hati tempatnya spiritual yang membatasi olah pikir manusia tersebut. Menjadi keterbatasan manusia jika manusia merasa kesulitan dalam mengutarakan mitos kedalam logosnya. Maka kita semua perlu berhati hati dan tidak identik pada segala sesuatu kecuali Tuhan

    ReplyDelete
  33. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Mitos memiliki empat fungsi dasar: 1. Fungsi Mistik : mengungkap kekaguman alam semesta, 2. Fungsiv Cosmological : menjelaskan bentuk alam semesta, 3. Fungsi Sosiologis: mendukung dan memvalidasi suatu tatanan sosial tertentu, 4. Fungsi Pedagogical: mengungkap bagaimana untuk hidup seumur hidup manusia dalam keadaan apapun.

    ReplyDelete
  34. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Sebenar-benar mitos merupakan lawan dari logos, dan sebenar-benar logos merupakan pengikis para mitos, maka kita harus slalu memanfaatkan logos kita supaya tidak menjadi mitos, dan memadukan logos dengan hati yang jernih sehingga tercapai apa yang di harapkan dan terjauh dari mitos.

    ReplyDelete
  35. Assalamualaikum wr. wb.
    Menurut Barthes dalam bukunya Mythologies, Mitos merupakan unsur penting yang dapat mengubah sesuatu yang kultural atau historis menjadi alamiah dan mudah dimengerti. Mitos bermula dari konotasi yang telah menetap di masyarakat, sehingga pesan yang didapat dari mitos tersebut sudah tidak lagi dipertanyakan oleh masyarakat. Penjelasan Barthes mengenai mitos tidak lepas dari penjelasan Saussure mengenai signifiant dan signifié, bahwa ekspresi dapat berkembang membentuk tanda baru dan membentuk persamaan makna. Adanya E=ekspresi, R=relasi, dan C=isi yang bersifat arbitrer pada setiap individu hingga dapat membentuk makna lapis kedua. Sedangkan dalam elegi ini memaparkan mitos adalah pemikiran yang tidak lagi berubah sehingga stagnan dan menjadi stigma. Sepertinya kedua pendapat di atas hampir sarujuk dalam mengartikan mitos. Semoga kita tidak berhenti berpikir dan berubah karena sebenar-benar perubahan itu adalah perubahan itu sendiri.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  36. Assalamualaikum wr. wb.

    Mitos adalah hasil pemikiran dalam kajian struktural bahasa dan antropologi. Menurut Levi Strauss (dalam Ahimsa-Putra, 2001: 94) menetapkan landasan analisis struktural terhadap mitos. Pertama, bahwa jika memang mitos dipandang sebagai sesuatu yang bermakna, maka itu tidaklah terdapat pada unsur-unsurnya yang berdiri sendiri, yang terpisah satu dengan yang lain. Cara mengkombinasikan unsur-unsur mitos inilah yang menjadi tempa keberadaan makna. Kedua, walaupun mitos termasuk dalam kategori bahasa, namun mitos bukanlah sekedar bahasa. Artinya, hanya ciri-ciri tertentu saja dari mitos yang bertemu dengan ciri-ciri bahasa. Oleh karena itu, bahasa, mitos memperlihatkan ciri-ciri tertentu. Ketiga, ciri-ciri ini dapat kita temukan bukan pada tingkat bahasa itu sendiri tetapi di atasnya. Ciri-ciri tersebut lebih rumit dan lebih kompleks.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  37. Assalamualaikum wr. wb.

    Mitos adalah hasil pemikiran dalam kajian struktural bahasa dan antropologi. Menurut Levi Strauss (dalam Ahimsa-Putra, 2001: 94) menetapkan landasan analisis struktural terhadap mitos. Pertama, bahwa jika memang mitos dipandang sebagai sesuatu yang bermakna, maka itu tidaklah terdapat pada unsur-unsurnya yang berdiri sendiri, yang terpisah satu dengan yang lain. Cara mengkombinasikan unsur-unsur mitos inilah yang menjadi tempa keberadaan makna. Kedua, walaupun mitos termasuk dalam kategori bahasa, namun mitos bukanlah sekedar bahasa. Artinya, hanya ciri-ciri tertentu saja dari mitos yang bertemu dengan ciri-ciri bahasa. Oleh karena itu, bahasa, mitos memperlihatkan ciri-ciri tertentu. Ketiga, ciri-ciri ini dapat kita temukan bukan pada tingkat bahasa itu sendiri tetapi di atasnya. Ciri-ciri tersebut lebih rumit dan lebih kompleks.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  38. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Kita hidup tidak terlepas dari mitos. Sesuatu akan menjadi mitos jika kita tidak terus bergerak untuk mencari kebenaran seperti perkataan, ajaran atau pengetahuan. Tetapi ajaran agama bukanlah mitos. Ajaran dan nasehat dari orang tua ketika masih kecil adalah baik tetapi sekaligus menjadi mitos karena anak yang masih kecil menerima saja. Oleh karena itu, kita harus terus bergerak dan berikhtiar untuk mendapatkan pengetahuan baru dan menggapai logos agar sesuatu yang kita percayai, sesuatu yang kita perbuat, sesuatu yang kitakatakan tidak akan menjadi mitos.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  39. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Mitos selalu mengiringi setiap langkah dalam kehidupan kita. Kita tidak bisa terhindar darinya sepenuhnya. Yang bisa kita lakukan adalah mereduksi seminimal mungkin mitos dengan cara menggapai logos. Maka terus berikhtiarlah untuk menggapai logos agar kita mengurangi mitos-mitos yang ada pada diri kita.

    ReplyDelete
  40. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Mitos pada dasarnya memiliki manfaat dalam kehidupan kita, kadangkala mitos dapat meningkatkan motivasi kita untuk mengejar logos. namun yang sering kita temui adalah mitos dapat membawa kita kedalam kegelapan yang sebenarnya, mitos dapat menjebak kita untuk tetap tinggal tanpa bisa menggapai logos. agar menghindari hal tersebut sikap ikhlas dan ikhitar menjadi kan kita jauh dari mitos yang negatif, cukuplah kita ketahui sehingga kita bisa melihat sisi positif dari mitos.

    ReplyDelete
  41. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Kita sebagai manusia diciptakan sempurna di dalam ketidaksempurnaan. Manusia memiliki berbagai keterbatasan. Terkait dengan hal itu, setiap orang terancam untuk terjebak mitos. Meskipun mitos identik dengan keburukan atau sifat sifat setan, pada saat-saat tertentu mitos dapat memberikan manfaat yang besar. Salah satu Mitos ialah keadaan di saat kita melakukan sesuatu tetapi kita tidak memahaminya. Tentu di dalam kehidupan, kita sering mengalaminya. Namun, pada saatnya, ketika seseorang berikhtiar untuk melakukannya dengan pemahaman, maka mitos akan berubah menjadi logos. Demikian pula dalam kegiatan belajar. Maka sebaik-baiknya manusia ialah yang terus menerus berikhtiar.

    ReplyDelete
  42. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Saya mulai memahami bahwa mitos berperan besar dalam hidup kita, karena separo ilmu kita adalah mitos, yaitu Tidak Memahami Makna di Balik yang ada dan yang mungkin ada. Mulai dari kita kecil bahkan sampai sekarang kita terkadang masih melakukan aktivitas yang kita tidak tahu ilmunya, ia adalah mitos, ketika kita hanya melakukan berdasarkan ucapan atau tindakan orang lain. Hal ini tidak berlaku kepada keyakinan beragama, karena kita harus berikhtiar untuk memahaminya. Janganlah berhenti pada mitos, segeralah beranjak ke logos. Karena posisi berhenti pada mitos akan berelasi dengan sifat-sifat syaitoniah.

    ReplyDelete
  43. Mitos dapat diartikan sebagai suatu keyakinan yang keliru yang mempengaruhi pengalaman manusia atau sesuatu yang tidak masuk akal karena tidak logis atau tidak berdasarkan pada logika. Seperti halnya yang disampaikan Bagawat, bahwa "Mitos, itu tidak baik atau kurang baik atau belum baik, walau terkadang sangat bermanfaat. Tidak baik jika ia berhenti hanya sampai disitu." Banyak sekali mitos yang berkembang di masyarakat kita. Sebagai contoh : Pamali bagi gadis duduk depan pintu, nanti jodohnya sulit. Hal ini cenderung diucapkan oleh orang tua zaman dahulu (mungkin masih ada beberapa saat ini) kepada anak gadisnya. Mitos ini mungkin terdengar aneh jika kita hanya berhenti sampai disitu saja tanpa melogikakannya. Secara logika, jika ada seorang gadis yang duduk di depan pintu, tentu akan menghalangi orang lain untuk masuk, mungkin saja itu akan membuat malu dan sungkan. Ini menunjukkan bahwa Segala pengetahuan kita akan menjadi Mitos jika sekiranya dan sebetulnya kita mampu untuk berikhtiar memahaminya, namun kita enggan berikhtiar. Mitos harus diubah menjadi logos. Segala hal hanyalah mitos tanpa adanya logos, kecuali keyakinan beragama bukanlah Mitos.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  44. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Jika kita berhenti untuk mencari, memahami makna yang ada dan yang mungkin ada, maka kita adalah mitos itu sendiri. Karena kita seperti berdiri ditempat tanpa melakukan dan berusaha untuk menghilangkan mitos, sehingga keadaan kita adalah berhenti. Kita selalu mencari suatu jawaban untuk menghilangkan mitos tersebut. Tidak bisa dikatakan negatif juga, karena mitos ada manfaatnya untuk kita dalam motivasi mencari kebenaran dan pada kodratnya manusia haruslah berusaha didalam kehidupan. Usaha-usaha mencari pengetahuan untuk diri sendiri, kita gunakan mitos tersebut sebagai asumsi awal. Dan pada akhirnya kita tidak akan berhenti, itulah sebenar-benarnya logos.

    ReplyDelete
  45. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Mitos bukanlah sesuatu yang negative. Karena pada dasarnya kita hidup berdasarkan mitos

    ReplyDelete
  46. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Mengutip kalimat dalam artikel di atas, “Mitos memiliki empat fungsi dasar: 1. Fungsi Mistik : mengungkap kekaguman alam semesta, 2. Fungsiv Cosmological : menjelaskan bentuk alam semesta, 3. Fungsi Sosiologis: mendukung dan memvalidasi suatu tatanan sosial tertentu, 4. Fungsi Pedagogical: mengungkap bagaimana untuk hidup seumur hidup manusia dalam keadaan apapun”.Maka, kita harus berhati-hati dengan mitos.

    ReplyDelete
  47. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seperti elegi sebelumnya, seburuk-buruknya mitos ada suatu hal dari mitos yang dapat memberi manfaat. Secara umum, mitos belum baik atau kurang baik walau terkadang dapat memberi manfaat. Misalnya mitos yang tidak baik jika berhenti dapat berelasi dengan keburukan dan sebaliknya. Mitos juga dapat dikatakan sebagai separuh ilmu yang kita miliki. Terima kasih.

    ReplyDelete
  48. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Allah SWT menganugerahkan akal kepada manusia untuk berpikir dan berpengetahuan. Dari proses berpikir tersebut manusia dapat membedakan mana yang baik atau sebaliknya. Dengan akal kita dapat memilah suatu hal tersebut bermanfaat ataukah sebaliknya dalam hidup kita. Adapun mitos terjadi ketika kita belum menempatkan sesuatu sesuai dengan ruang dan waktunya. Maksud dari sesuai dengan ruang dan waktunya adalah berusaha untuk menyesuaikan sesuatu hal dengan syariat (aturan Allah). Adapun logos merupakan hal yang kita gapai dan berlangsung terus menerus tanpa henti. Logos berkaitan erat dengan menuntut ilmu. Adapun menuntut ilmu dilakukan hingga akhir hayat.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  49. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Pengetahuan yang kita dapat akan menjadi mitos jika kita tidak berikhtiar untuk memahaminya. Pada Elegi ini dibilang bahwa separuh dari ilmu kita adalah mitos, maka bagi siapa yang berhenti berikhtiar maka dia itulah sebuah mitos. Berhenti berikhtiar yang dimaksud adalah bersifat diam, tidak mau berkembang, tidak mengaplikasikan, tidak berinovasi dan lain sebagainya

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id