Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Dasar Gunung Es




Oleh: Marsigit

Pelaut:
Dengan perahuku ini, aku sedang mengarungi laut. Anehnya, laut serasa tidak bertepi. Aku juga tidak melihat cakrawala. Aku tidak melihat pulau-pulau. Aku juga tidak melihat perahu lainnya. Tetapi di sana-sini aku melihat banyak puncak gunung es. Semakin aku cermati, semakin tampak banyak gunung-gunung es itu di laut. Aku penasaran. Maka aku ambil kaca pembesar. Subhanallah, ternyata di luar kesadaranku. Aku telah dikepung oleh gunung-gunung es tersebut, yang banyaknya tidak dapat aku hitung. Apa maknanya ini semua?

Orang tua berambut putih datang:
Maknanya adalah, kenalilah mereka satu persatu.

Pelaut:
Bagaimana aku bisa mengenalinya? Sedangkan aku hanya mengetahui puncaknya saja.

Orang tua berambut putih:
Tetap kenalilah mereka satu persatu puncaknya terlebih dulu, sebelum engkau mengenal yang lainnya. Untuk itu coba engkau sebutkan dari yang paling dekat dulu.

Pelaut:
Baiklah. Itu ada komunikasi. Itu ada malas. Itu ada bodoh. Itu ada rajin. Itu ada sukses. Itu ada kejam. Itu ada cantik. Itu ada tampan. Itu ada kaya. Itu ada miskin. Itu ada dosen. Itu ada guru. Itu ada mahasiswa. Itu ada siswa. itu ada lurah. Itu ada carik. Itu ada ilmu. Itu ada metode. Itu ada kualitatif. Itu ada hasil. Itu ada definisi. Itu ada matematika. Itu ada filsafat. Itu ada pendidikan. Itu ada kuliah. Itu ada makanan. Itu ada toko. Itu ada sosial. Itu ada budaya. Itu ada ontologi. Itu ada epistemologi. Itu ada tanggung jawab. Itu ada baik. Itu ada buruk. Itu ada benar. Itu ada salah. Itu ada hakekat. Itu ada spiritual. Itu ada materi. Itu ada hidup. Itu ada mati. Itu ada potensi. Itu ada fakta. Itu ada wadah. Itu ada isi. Itu ada harmoni. Itu ada doa. Itu ada iklhas. Itu ada kosong. Itu ada keputusan. Itu ada berpikir. Itu ada ruang. Itu ada waktu. Itu ada intuisi. Itu ada transenden. Itu ada rasional. Itu ada pengalaman. Wah...masih banyak lagi. Apakah aku masih perlu menyebutkannya? Apakah yang baru saja aku sebut semuanya itu adalah puncak-puncak gunung es?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar ilmumu, yaitu kemampuan untuk menyebutkannya. Dan betul itulah sebenar-benar puncak gunung es.

Pelaut:
Kemudian, apakah sebetulnya yang disebut puncak gunung es?

Orang tua berambut putih:
Setiap kata-katamu itulah sebenar-benar puncak gunung es.

Pelaut:
Kalau setiap kata-kataku adalah puncak gunung es, maka dimanakah ngarai-ngarai?. Dimanakah lembah-lembahnya? Dimanakah sungai-sungainya? Dimanakah tanaman-tanamannya? Dimanakah kampung-kampungnya? Dimanakah penghuninya? Dan, dimanakah magmanya?

Orang tua berambut putih:
Semua yang engkau tanyakan itu sebenar-benarnya adalah tersembunyi di bawah permukaan laut.

Pelaut:
Bagaimanakah aku bisa mengenali mereka semuanya.

Orang tua berambut putih:
Caranya adalah dengan menyelam ke bawah permukaan laut.

Pelaut:
Bagaimana aku bisa menyelam ke bawah permukaan laut?

Orang tua berambut putih:
Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu.

Pelaut:
Wahai orang tua berambut putih. Bukankah apa yang engkau sebutkan itu adalah puncak-puncak gunung. Karena itu semua adalah kata-katamu. Maka semua kata-katamu itulah sebenar-benar puncak gunung.

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah bahwa jika engkau dekati suatu gunung itu, maka tiadalah suatu gunung yang hanya mempunyai satu puncak. Di lembah gunung terdapatlah puncak-puncaknya yang lebih kecil, demikian seterusnya.

Pelaut:
Jika aku ingin mengetahui tentang komunikasi, maka bagaimanakah caranya?

Orang tua berambut putih:
Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu.

Pelaut:
Jika aku ingin mengetahui apa yang ada di bawah puncak gunung kosong, bagaimanakah caranya?

Orang tua berambut putih:
Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu.

Pelaut:
Kenapa engkau ulang-ulang saja jawabanmu?

Orang tua berambut putih:
Inilah sebenar-benar kesaksianku. Bahwa sebenar-benar yang sedang engkau lakukan adalah sedang menggapai filsafat.

65 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dari elegi tersebut terdapat makna bahwasannya gunung-gunung es tersebut merupakan berbagai macam ilmu kehidupan dan puncak-puncak nya merupakan ilmu yang nampak yang biasanya banyak diketahui oleh orang-orang. Tak cukuplah kita hanya mengetahui nama-nama puncaknya saja. Maka "kenalilah" maksudnya disini tidaklah cukup hanya mengerti ilmu pada permukaannya saja, perlulah kita mengkajinya sampai kedalam-dalamnya, bagaimana fondasinya dan apa penyusunnya dengan berbekal segala pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki. Dengan begitu kita akan mampu memanfaatkan dan mengeksplorasi ilmu yang kita peroleh secara maksimal. Disinilah kita belajar filsafat, belajar memaknai setiap kejadian-kejadian yang ada secara menyeluruh, mencari sebenar-benarnya kebenaran.

    ReplyDelete
  2. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika 2013

    Dari elegi di atas dapat disimpulkan bahwa puncak gunung es adalah setiap perkataan manusia maupun ilmu pengetanhuan yang nampak kasat mata saja, namun untuk mengetahui yang berada bada bagian bawah puncak gunung kita harus menggunakan pikiran kita, pengalaman kita, berpikir kritis, menganalisis serta mencermati dengan sungguh-sungguh hal-hal y ang hanya nampak kasat mata sehingga agar kita tidak mudah mengambil suatu keputusan tanpa kita tahu dasarnya.

    ReplyDelete
  3. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Elegi menggapai dasar gunung es bisa diartikan untuk menggambarkan seorang guru sebaiknya tidak hanya melihat atau menilai kemampuan siswa hanya dari hasil yang dicapainya saja.Tetapi sebagai seorang guru kita harus bisa melakukan pendekatan kepada siswanya agar kita bisa mengetahui keahlian siswa yang belum ditonjolkan.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Sebanyak-banyaknya pernyataan yang disebutkan itu adalah sebuah puncak gunung es, dan puncak itu sebenarnya memang tidak hanya satu. Banyak hal-hal kecil yang melengkapi di sekitarnya. Ketika kita hendak mengenali sesuatu kita tidak hanya bisa mengenal dari satu titik saja, tetapi dari dasar dan juga mengenal hal-hal kecil di sekitarnya.

    ReplyDelete
  5. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Perlu disadari bahwa semakin kita berusaha untuk ‘tahu’ maka akan membuat semakin banyak yang kita ‘tidak tahu’.Ketika kita mencoba mengenal sebuah ilmu dan mampu menyebutkannya maka itulah puncak gunung es dan ketika kita men coba untuk memahami dan menggali lebih dalam kita akan menemukan bahwa ternyata ada banyak hal yang tidak kita ketahui dan untuk mengetahui apa yang tidak ketahui diperlukan hati yang ikhlas sebagai landasan dan penujuk arah berpikir, serta gunakanlah akal sehat untuk berpikir kritis karena sebenar-benarnya ilmu adalah ketika kita memahami ilmu secara intensif dan ekstensif

    ReplyDelete
  6. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)
    Sebelum melihat dasar, kita lebih dulu melihat puncaknya. Sebelum melihat dalam, kita lebih dulu melihat luarnya. Namun, yang perlu disadari bahwa dasar dan pucuk tidak selalu sama. Begitupun dalam dan luar, pasti berbeda dan ada bahkan banyak perbedaannya. Begitupun dalam hidup. Jangan menilai sesuatu hanya dari yang dilihat, hanya dari beberapa sisi lalu kemudian membuat kesimpulan. Maka, komunikasi memiliki peran penting didsini. Berkomunikasi untk menemukan sisi yang paling benar, tidak hanya benar menurut diri sendiri tetapi dari segala dimensi.

    ReplyDelete
  7. Harsiti Indrawati
    13301241021
    P.Mat A 2013

    Sesungguhnya dalam diri kita ada banyak hal yang tidak dapat terlihat ataupun dengar. Hanya kata-katalah yang didibaratkan seperti gunung es (terlihat). Namun, sebelum kata-kata terlontar dari diri kita, proses berpikir yang terjadi adalah sangat kompleks

    ReplyDelete
  8. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Puncak gunung es ibarat ilmu yang banyak sekali. Kita baru dapat melihat nama ilmu tersebut atau baru tahu definisi ilmu tersebut. Jika ingin tahu dan mengenal lebih dalam ilmu tersebut, kita membutuhkan usaha untuk menemukan seluk beluk ilmu tersebut. Semakin kita banyak belajar dan mencari tahu, kita akan merasa belum tahu karena kita telah menyelami ilmu tersebut secara dalam, untuk mempelajarinya perlu usaha. Jangan dulu merasa puas dan bisa terhadap suatu ilmu, barangkali ada orang lain yang lebih tahu dan masih ada banyak hal yang belum kita pelajari.

    ReplyDelete
  9. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya, Elegi gunung es menggambarkan tentang luasnya ilmu pengetahuan.Banyaknya puncak gunung es, tergantung dari pengtahuan atau ilmu yang kita miliki.Jika ingin mengetahui dasar gunung tersebut maka banyak ilmu yang harus dipelajari.Misal, belajar tentang filsafat maka harus mengetahui dengan detail dan menyeluruh disertai dengan bukti, data pendukung, serta pemikiran yang mendalam.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Puncak gunung es memberikan tentang ilmu pengetahuan yang sangat banyak. Kita baru dapat melihat nama ilmu tersebut atau baru tahu definisi ilmu tersebut. Dari elegi di atas dapat disimpulkan bahwa puncak gunung es adalah setiap perkataan manusia maupun ilmu pengetanhuan yang nampak kasat mata saja, namun untuk mengetahui yang berada bada bagian bawah puncak gunung kita harus menggunakan pikiran kita, pengalaman kita, berpikir kritis, menganalisis serta mencermati dengan sungguh-sungguh hal-hal y ang hanya nampak kasat mata sehingga agar kita tidak mudah mengambil suatu keputusan tanpa kita tahu dasarnya

    ReplyDelete
  11. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    proses berpikir yang terjadi adalah sangat kompleks, jangan menilai sesuatu hanya dari yang dilihat, hanya dari beberapa sisi lalu kemudian membuat kesimpulan. Maka, komunikasi memiliki peran penting didsini. Berkomunikasi untk menemukan sisi yang paling benar, tidak hanya benar menurut diri sendiri tetapi dari segala dimensi.Kita baru dapat melihat nama ilmu tersebut atau baru tahu definisi ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  12. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebenar kata-kata ialah puncak gunung es tersebut. Dan kata-kata tidak bisa mewakili seluruh pemikiran. Diperlukan akal sehat, pikiran kritis, pertanyaan, dan pengetahuan untuk bisa melihat puncak-puncak gunung yang lebih kecil di lemnahnya

    ReplyDelete
  13. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari elegi tersebut, setiap lembah-lembah dari kata-kata tersembunyi di bawah permukaan laut. Untuk mengetahuinya kita perlu menyelam agar mengenali wadah dan isinya, menemukan penjelasan, dan lain sebagainya, lalu menemukan hakikat dan menjadikan hati sebagai kompasnya

    ReplyDelete
  14. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ketika kita berusaha untuk tau maka kita akan menemukan bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui. Yang baru kita ketahui adalah baru yang nampak saja. Untuk bisa mengetahui lebih dalam lagi maka perlu Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu. Dan setelah kita tau, ternyata masih banyak yang belum kita ketahui.

    ReplyDelete
  15. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Apa yang tampak, hanyalah sebagian kecil dari pengetahuan, bahkan ia hanyalah puncak dari gunung es. Untuk mengetahuinya lebih dalam, kita harus menyelam, mencari penjelasan-penjelasannya dan menjadikan hati sebagai kompasnya.

    ReplyDelete
  16. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Menurut saya, ilmu pengetahuan adalah gunung es yang digambarkan dalam elegi ini. dalam mencapai puncak, kita tidak bisa hanya berpaku pada satu sisi saja melainkan kita juga harus banyak melihat referensi-referensi yang lainnya. Begitu juga dalam mencari ilmu. Kita tidak bisa hanya berpatokkan pada satu hal saja, tetapi kita harus mampu mengaitkannya dengan bidang yang lain, hal ini dikarenakan agar pengetahuan yang kita bangun memiliki pandangan yang luas dan memiliki pondasi yang kuat agar pengetahuan kita tidak mudah digoyahkan.

    ReplyDelete
  17. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Dalam filsafat sebenar-benar sesuatu itu adalah penjelasanmu. Ketika kita bertemu dengan orang yang baru atau hal yang baru kita pasti mempersepsi terlebih dahulu tentang hal tersebut. Apa yang terlihat belum tentu yang sebenarnya. maka jangan menilai seseorang atau sebuah ilmu dari ketampakannya saja. untuk ilmu, kita harus tahu dasar-dasarnya juga, jangan hanya permukaannya saja. jika kita ingin memahami sesuatu maka pahamilah secara keseluruhan.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    jawaban orangtua berambut putih yang berulang-ulang yakni:
    Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu.
    untuk setiap jawaban "bagaimanakah cara mengetahui?" erarti hanya itulah satu-satunya cara agar kita ingin mengetahui sesuatu dengan benar.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    ya , saya menjadari bahwa apa yang saya ketahui itu masih banyak yang asih di puncak gunung, untuk mencapai nya perlu fosku dan konsentrasi pada satu gung, mau gunung ap ayang ingin di perdalam, dengan cara apa yang tela orang tua rambut putih katakan. yang jadi pertanyaan, lebih baik tau banyak puncak gunung atau mendalami satu dasar gunung. yah kembali lagi kepada dasaar filsafat tentang eseibangan, yaitu seimbang anatara mengeathui banyak puncak dan mendalami satu gunung.

    ReplyDelete
  20. Fajar Yanuar
    1330124421
    Pend. Matematika C 2013

    Setelah menjadikan "Elegi Menggapai Dasar Gunung Es" sebagai bacaan yang menarik, saya kembali menyadari satu diantara beberapa hal menarik yang saya maknai dari bacaan ini.
    Sebagian besar manusia pada umumnya hanya menyebutkan segala sesuatu yang nampak saja. Untuk memandang objek lain secara bijak dalam berkehidupan merupakan salah satu cara yang terbaik untuk bisa menyebutkan apa saja yang nampak. Perlu disadari masing-masing objek memiliki banyak material penyusun.mulai dari dasar sampai puncak yang terlihat. Hal itulah yang sepantasnya kita ketahui sebelum kita menilai suatu hal.

    ReplyDelete
  21. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dasar gunung es yang dimaksud dalam elegi ini adalah bakat dan potensi siswa. Potensi-potensi yang kita miliki terlihat hanya sebagian kecilnya saja yang jika direpresentasikan dalam bentuk gunung es, maka yang terlihat adalah puncak gunungnya saja, padahal yang tidak tampak oleh kita yang terletak di bawah permukaan air laut adalah jutaan potensi yang dimiliki siswa yang kita harus menggalinya terlebih dahulu agar potensi tersebut dapat terlihat dan diasah kemudian. Melalui waktu dan moment-moment tertentu, guru akan mampu melihat potensi yang dimiliki oleh masing-masing siswanya jika ia bersabar dan gigih dalam membangkitkan motivasi kepada siswanya untuk menampakan atau menampilkan ajpa aoa saja yang menjadi potensinya, misalakan potensi dalam bidang seni menyanyi, menggambar, merancang dan lain sebagainya, setelah guru mengetahui potensi dari masing-masing siswanya, maka akan mudah bagimanya untuk memberi perlakuan apa terhadap masing-masing siswa.

    ReplyDelete
  22. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Puncak gunung es dalam elegi diatas adalah pengetahuan yang nampak secara sekilas oleh manusia. Dalam menyebutkan sifat orang lain, sering kita hanya menyebutkan apa yang nampak dalam mata kita. Padahal, jauh didalam puncak gunung es terdapat badan gunung yang teramat besar. Itulah sisi lain dari pribadi seseorang yang hanya bisa dikenali dengan kita mempelajari, berusaha mengerti dan memahami lebih dalam.

    ReplyDelete
  23. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Puncak gunung es dalam elegi diatas adalah pengetahuan yang nampak secara sekilas oleh manusia. Dalam menyebutkan sifat orang lain, sering kita hanya menyebutkan apa yang nampak dalam mata kita. Padahal, jauh didalam puncak gunung es terdapat badan gunung yang teramat besar. Itulah sisi lain dari pribadi seseorang yang hanya bisa dikenali dengan kita mempelajari, berusaha mengerti dan memahami lebih dalam.

    ReplyDelete
  24. teramat dalam dan luas pengetahuan untuk diselami. Meskipun telah mencoba memahami namun selalu saja ada yang kurang, karena tidak mungkin manusia mencapai kesempurnaan sejati. Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  25. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Setelah saya membaca Elegi Bapak yaitu Elegi menggapai dasar gunung es, saya jadi berpendapat bahwa mencari ilmu untuk menggapai impian layaknya seperti menggapai dasar gunung es. Puncak gunung es itu adalah titik fokus impian yang ingin di capai. Dan jawaban yang berulang itu adalah cara untuk menggapai impian tersebut. Meski akan banyak rintangan yang menghadang, impian ini harus di capai dengan belajar dan terus belajar dengan sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  26. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Ada hal yang cukup menarik bahwa setiap apa yang kita katakan adalah sesuatu yang mempunyai makna, makna itu sangat luas yang terpendam di dalam sana yang harus di ketahui dan harus dikenali dengan berbagai cara seperti Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu.

    ReplyDelete
  27. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Kalau kita hubungkan dengan ilmu maka untuk mendapatkan teori yang sebenar-benarnya, maka teori tersebut adalah gunung es maka yang harus dilakukan adalah Gunakan akal sehatmu. Gunakan pikiran kritismu. Gunakan pertanyaanmu. Gunakan pengetahunmu. Gunakan cerminmu. Kenalilah setiap wadah dan isinya. Kembangkan metode yang dinamis. Lihatlah dengan multi perspektif. Lakukan perbandingan-perbandingan. Temukan tesisnya. Produksilah anti-tesisnya. Lakukan sintesis. Buatlah hipotesis. Temukan kontradiksinya. Temukan penjelasannya. Temukan contohnya. Temukan deskripsinya. Temukan cabangnya. Temukan tokohnya. Temukan referensinya. Lakukan crosschek. Dengarkan kata-katanya. Temukan sumber-sumbernya. Temukan konsistensinya. Ujilah nilai kebenarannya. Temukan a priorinya. Temukan a posteriorinya. Temukan hakekatnya. Dan tetapkanlah hatimu sebagai kompasmu.

    ReplyDelete
  28. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Kalau ini adalah belajar tentang berfilsafat memang benar kita berusaha untuk berpikir tentang kehidupan yang tiada batas yang tentunya sesuai dengan pikiran kita dalam ruang dan waktu. Filsafat sebagai pandangan yang menyeluruh dan sistematis. Menyeluruh karena filsafat bukan hanya pengetahuan, melainkan juga suatu pandangan yang dapat menembus sampai di balik pengetahuan itu sendiri.

    ReplyDelete
  29. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Namun dalam berfilsafat tidak akan lepas dari ihktiar, tawakal dan doa. agar tetap dalam ruang dan waktu. Meskipun banyak gunung es gunung es yang ada di kehidupan kita namun ikhtiar dan doa insya Allah bisa meruntuhkan.

    ReplyDelete
  30. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Puncak gunung es merupakan yang ada dan yang mungkin ada yang bersifat kasat mata. Itu hanyalah bagian luar yang secara langsung bisa ditangkap manusia. Untuk mengetahui hakikatnya, kita harus mengenali, menyelami, dan memikirkannya dengan baik, dengan pikiran kritis yang kita miliki. Hakikat yang tampak belum tentu seperti yang terlihat, oleh karenanya kita perlu berfilsafat dengan keihlasan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  31. Orang yang memilih jam hidupnya berorientasi pada waktu, sedangkan mereka yang memilih kompas lebih berorientasi pada arah hidup. Keduanya sama-sama memiliki kekuatan yang dahsyat dan tidak ditangguhkan. Jam mampu membentuk karakter manusia dalam upayanya membangun pola yang ajeg, ia memilih jam, namun sama saja ia tidak bisa menghentikan waktu seketika itu pula. Manusia memiliki kompas, namun sama saja ia tidak bisa mengubah barat menjadi timur, dan sebaliknya.
    Meskipun setiap manusia memiliki "tools" tapi ia tidak punya wewenang mengubah suatu mitos yang sudah memiliki standar baku sejak dahulu. Akhirnya upaya yang bisa dilakukan manusia hanya melihat dan mengontrol tiap upaya keajegan yang terjadi dalam rutinitas.

    Orangtua punya persepsinya, dan para pelaut pun juga!
    Tapi ingat disini, si orang berambut putih adalah ia yang memilki kekuatan paling dominan. Jadi, untuk apa berkelit membela si pelaut?

    Ananda Memet Sudaryanto
    Di tengah rumitnya Kota Gunung Es
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  32. Gunung es baru terlihat atasnyam di bawahnya siapa yang tahu?
    Gunung es yang kuat memiliki pondasi yang kuat pula, di bawahnya adalah gambaran kekuatannya yang tidak semua ingin ia tahui. Gunung es selalu menyimpan cerita dalam eleginya sendiri, Prof., sebenarnya menurut saya, gunung es harus memiliki eleginya sendiri untuk menyatakan seberapa manusia menutup ego untuk menyatakan kekuatan yang terbesar. JIka iya, saya ingin berkata bahwa gunung es adalah sekeras-kerasnya ego yang menyatu dalam formasi paling komplet.
    Gunung es punya dasar yang kuat dan tak terperdaya oleh air di sekelilinginya.
    Seperti yang saya kutip dalam Ahmad Djuaeni
    "Suatu kaidah pokok yang perlu ditegakkan dalam hubungan antara marifatullah dan marifaturasul ini adalah adanya hubungan hirarkis antara keduanya. Marifatullah berada pada strata yang lebih tinggi dari marifaturasul dan marifatudinul Islam sebagai nilai praksis."
    Bagaimana dengan fenomena gunung es? Yang di atasnya hirarkis, namun di bawahnya tidak??

    Ananda Memet Sudaryanto
    Di tengah rumitnya Kota Gunung Es
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  33. Bagaimana cara mencairkan gunung es?
    hehehehe..
    Cara terlaknat untuk mencairkan gunung es (pemikiran astronot di magma bumi) salah satunya adalah dengan menjaga agar si matahari tetap bersinar, bercahaya dan panas dalam jangka waktu yang lama. Lebih lama dari sekadar lama! Adakah tips lain? Pasti ada, yakni kumpulkan puluhan orang yang memiliki visi yang sama, dan setiap orang berusaha mencairkan gunung es di depan matanya dengan pengering rambut (hair drier). Pengering rambut mungkin dapat mencairkan es batu, tetapi gunung es memerlukan lebih banyak waktu lebih banyak panas, lebih banyak sinar matahari, dan lebih banyak panas yang menyengat.

    Tapi kalau gunung es mencair, bukannya bumi akan defisit air dan semua akan banjir??
    Kalau semua banjir, semua mengeluh lagi dan saya harus membuat tips membekukan gunung bukan es? Ah... KONTRADIKTIF!

    Ananda Memet Sudaryanto
    Di tengah rumitnya Kota Gunung Es
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  34. Bagi orang-orang yang hanya bisa memeram rindu, mencintai dengandiam, maka apa-apa yang ditunjukkannya hanyalah bagai gunung es di dalam samudera, hanya memperlihatkan pucuk kecil dari betapa besar perasaan itu di bagian dalamnya. Besarr sekali yang tersembunyi.

    seperti guru mencintai muridnya
    seperti murid mencintai ilmunya
    seperti waktu mencintai kesibukan
    seperti niat mencintai tekad
    seperti semangat mencintai harapan
    dan mereka semua saling mencintai dalam rindang suara aliran sungai

    Ananda Memet Sudaryanto
    Di tengah rumitnya Kota Gunung Es
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  35. Miftahir Rizqa
    PEP Kelas A
    16701261027
    beragam ilmu yang ada di dunia ini. sehingga tidak akan habis-habisnya kita bahas. namun kita perlu ilmu untuk melakukan aktivitas apapun. untuk itu kita perlu memahami hakekat dari semua ilmu, tentunya semampu kita. bagaimana memahami ilmu tersebut, itu penting. untuk itu kita butuh baca dan membaca agar kita bisa memaknainya dengan baik

    ReplyDelete
  36. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Menggapai dasar gunung es seperti seseorang yang terus berusaha untuk meningkatkan pengetahuannya tentang apapun termasuk kehidupan. Dimana kehidupan manusia itu pada dasarnya linier dan siklik. Berjalan terus tanpa bisa kembali dan siklik karena berubah setiap saatnya. Karena sesuatu yang lurus dan berubah, maka perubahan pengetahuan kita karena perkembangan dari apa yang kita lakukan adalah sebenar-benarnya kita ingin menggapai dasar gunung es. Sehingga kita mencari sesuatu dimulai dari bawah.

    ReplyDelete
  37. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    ilmu pengetahuan yang kita pelajari dan hendak kita gapai merupakan fenomena gunung es. Dimana apa yang telah kita pahami dari yang kita gapai itu ternyata hanya merupakan puncak dari gunus es itu sendiri, sedangkan yang kita tidak tahu dari apa yang telah kita dapatkan itu masih jauh lebih besar. sehingga sebagai manusia kita tidak boleh sombong akan ilmu yang kita dapatkan sekarang karena ilmu kita itu masih sangat sedikit di bandingkan dengan ilmu yang kita tidak miliki.

    ReplyDelete
  38. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Mempelajari filsafat itu tidak semudah menegakkan benang yang basah. Ibarat gunung es, mungkin yang kita kenal saat ini hanyalah puncaknya saja. Sedangkan lembah-lembah, sungai, dan bagian lain dari gunung tersebut sesungguhnya masih berada di dalam permukaan air laut. Begitu pula dengan filsafat, untuk mempelajarinya dengan instan itu hanyalah akan mendapatkan bagian kecil dari filsafat. Ketika kita ingin mempelajari filsafat secara keseluruhan, membutuhkan usaha yang besar.
    Seperti yang dikatakan orang tua, kita harus menggunakan akal sehat, menggunakan pikiran kritis, bertanya, menggunakan pengetahuan, menggunakan cermin.

    ReplyDelete
  39. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kita juga harus mengenali wadah dan isinya, mengembangkan metode, melihat dengan beberapa perspektif dan melakukan perbandingan. Kemudian baru kita bisa menemukan tesis, memproduksilah anti-tesis, membuat hipotesis, menemukan kontradiksinya, menemukan penjelasannya, menemukan contohnya., menemukan deskripsinya, menemukan cabangnya, menemukan tokohnya, menemukan referensinya, melakukan crosschek, mendengarkan kata-katanya, menemukan sumber-sumbernya, menemukan konsistensinya, menguji nilai kebenarannya. menemukan a priorinya, menemukan a posteriorinya, menemukan hakekatnya, dan menetapkan hati sebagai kompasnya.

    ReplyDelete
  40. Dengan serangkaian itu barulah kita akan tau makna dan hakikat filsafat yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  41. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Puncak gunung es yang banyak sekali itu adalah ilmu pengetahuan yang berjumlah banyak sekali. Untuk memahami sebuah ilmu maka kita tidak cukup hanya mempelajarinya di permukaan saja atau hanya melihat dari puncaknya. Perlulah kita untuk menggunakan pikiran kritis kta, bertanya, mencermati, mengenali, membandingkan, dst untuk memahaminya sampai ke setiap bagian ilmu tersebut. Cara itu bisa digunakan untuk berbagai macam pengetahuan yang ingin kita ketahui. Maka janganlah cepat merasa puas dengan hanya mengetahui puncaknya.

    ReplyDelete
  42. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Ketika akan melangkah atau berbuat tentunya kita harus berpikir terlebih dahulu agar mendapatkan hasil yang maksimal. Manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan kelangsungan hidup ini. Dia memikirkan hal-hal baru, karena dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidup, namun lebih dari itu. Manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna pada kehidupan, manusia memanusiakan diri dalam hidupnya dan masih banyak lagi pernyataan semacam ini, semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu dalam hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuan dan pengetahuan ini jugalah yang mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas dimuka bumi ini.

    ReplyDelete
  43. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia yang disebabkan dua hal utama, yakni pertama manusia memiliki bahasa yang mampu mengkomunikasi informas dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua, yang menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan dengan sepat dan mantap adalah kemampuan berfikir menurut suatu kerangka berfikir tertentu.
    Pengetahuan pada dasarnya adalah keadaan mental. Menegtahui sesuatu adalah menyusun pendapat tentang suatu obyek, dengan kata lain menyusun gambaran tentang fakta yang ada diluar akal. Persoalannya kemudian adalah apakah gambaran itu benar? Ataukah gambaran itu dekat dengan kebenaran atau jauh dari kebenaran. Secara detail, sumber pengetahuan manusia bersumber dari rasio, pengalaman, intuisi, dan wahyu. Dengan keempat inilah manusia mencari apa yang disebut dengan kebenaran.

    ReplyDelete
  44. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Keingintahuan manusia tentang sesuatu yang berada dibalik materi, tentang siapakah yang berada dibalik keteraturan materi, yang menciptakan hukum-hukumnya bukanlah objek empiris dan bukan pula dapat dijangkau akal rasional dan objek ini dikenal dengan objek abstrak-supra-rasional atau meta-rasional yang dapat dikenali melalui rasa, bukan pancaindera dan atau akal rasional.

    ReplyDelete
  45. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Sudut pandang merupakan hasil dari sebuah pemikiran, pemikiran terarah pada pengetahuan, maka pengetahuan itu yang berupa nilai dari sebuah sudut pandang adalah puncak dari segala yang dipikirkan manusia. bagaimana manusia mengenalinya, maka manusia akan masuk lebih dalam melalui pemikirannya untuk mencari bagiaman penilaian terhadap sesutau bahkan pengetahuan itu terbentuk. tak ada puncak tertinggi dan tak ada lembah terendah yang memiliki makna bahwasanya tak ada ilmu yang menjadi batas dan sumber manusia berfikir hingga sampai pada pengetahuannya.

    ReplyDelete
  46. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Gunung es yang tampak itu hanya sebagian kecil dari gunung es seutuhnya. Jika kita lihat kebawahnya jauh lebih besar. Dalam berpikir pun juga begitu, jangan hanya berpikir secara dangkal saja, tetapi coba pahami seutuhnya. Karena jika kita berpikir secara dangkal kita tidak tahu apa inti dari yang kita pikirkan itu, dan tidak tahu makna mendalam dari itu. Jika kita hanya tahu bagaimana caranya menjawab soal, misalnya hanya menghafal rumusnya, maka kita tidak tahu konsep sebenarnya dari materi tersebut. Ketika kita dihadapkan dengan materi yang sama tetapi dengan model soal yang berbeda kita akan kesulitan jika tidak ada di dalam rumus, karena konsepnya belum matang. Jadi pahamilah materi secara mendalam, jadi ketika materi itu dikembangkan atau bertemu dengan materi yang berkaitan dengan itu kita tidak akan kesulitan.

    ReplyDelete
  47. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi diatas dapat disimpulkan bahwa puncak gunung es adalah apa yang tampak saja sedangkan dibawah-bawahnya atau didalamnya masih banyak hal lain yang tidak tampak tapi ada. Sama seperti ilmu yang dimiliki manusia, kita jangan hanya melihat dari yang tampak-tampak saja tapi perlu didalami atau diselami yang ada yang lainnya.

    ReplyDelete
  48. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam menggapai filsafat, tidak cukup hanya melihat puncaknya saja. Haruslah melihat dan mengetahui dasarnya. Untuk mengetahui dasarnya, banyak hal yang harus dilakukan. Namun yang terpenting adalah selalu menggunakan hati sebagai penuntunnya.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  49. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Sebenar-benar yang sedang dilakukan pelaut adalah menggapai filsafat. Dia terus bertanya dan bertanya, menggali apapun yang bisa di dapat. Pelaut tersebut secara sadar maupun tidak sadar dalam proses berpikir intensif dan ekstensif. Yakni berpikir secara sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  50. Rizqi Khilda Amalia
    P Mat I 2013
    13301241046

    Puncak gunung es merupakan yang ada dan yang mungkin ada yang bersifat kasat mata. Itu hanyalah bagian luar yang secara langsung bisa ditangkap manusia. Untuk mengetahui hakikatnya, kita harus mengenali, menyelami, dan memikirkannya dengan baik, dengan pikiran kritis yang kita miliki. Hakikat yang tampak belum tentu seperti yang terlihat, oleh karenanya kita perlu berfilsafat dengan keihlasan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  51. Rizqi Khilda Amalia
    P Mat I 2013
    13301241046

    Puncak gunung es merupakan yang ada dan yang mungkin ada yang bersifat kasat mata. Itu hanyalah bagian luar yang secara langsung bisa ditangkap manusia. Untuk mengetahui hakikatnya, kita harus mengenali, menyelami, dan memikirkannya dengan baik, dengan pikiran kritis yang kita miliki. Hakikat yang tampak belum tentu seperti yang terlihat, oleh karenanya kita perlu berfilsafat dengan keihlasan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  52. Dari elegi tersebut, Manusia dapat digambarkan sebagai gunung es, di mana bagian atas dari gunung es adalah perilaku, tindakan, dan keputusan. Dikarenakan Ketiga hal inilah yang dapat dilihat dan diamati. Sedangkan dasar gunung es itu diibaratkan sesuatu yang ada di bawah sadar, berupa Belief, Value, Identity dan Skills. Ini adalah bagian yang tidak terlihat yang menentukan bagaimana kita berperilaku, bertindak dan membuat keputusan. Bagian inilah yang menentukan hasil yang kita dapatkan. Dengan merubah apa yang tidak kelihatan ini, maka kita akan merubah hasil yang kita dapatkan yang berasal dari pola pikiran yang ada dalam pikiran bawah sadar.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  53. ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia bagaikan buih dilautan. ilmu pengetahuan begitu luas dan tak terbatas. artinya manusia janganlah sombong dengan keilmuannya, sebab ilmu nya hanya sebagian dari ilmu yang luas dan tat terbatas. hanya Allah yang mengetahui dan sang pemilik ilmu pengetahuan.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  54. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi ini dapat ditafsirkan bermacam-macam, seperti kalau diterjemahkan dalam segi keilmuan. Ilmu itu dalam dan luas, untuk bisa memahami kita tidak hanya membacanya saja tetapi juga dimaknai sampai dalam. Kita tidak hanya mengerti awalnya saja tetapi juga berusaha untuk mengerti akhirnya, kita tidak hanya mengetahui jawaban akhirnya saja tetapi juga mengerti prosesnya. Tidak hanya sekedar ujungnya saja tetapi sampai ke akar-akarnya, karena apabila tidak sampai ke dasar/akarnya maka kita bisa saja salah dalam memaknai suatu ilmu.

    ReplyDelete
  55. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi ini juga bisa diterjemahkan dalam segi kehidupan sosial. Jika kita mengenal seseorang jangalah melihat penampilannya saja melainkan lihatlah hati dan sifatnya juga. Tidak hanya melihat luarnya saja tetapi juga tengok ke dalamnya. Jika kita punya masalah, carilah sampai ke akar permasalahan tersebut agar lebih mudah dalam menyelesaikannya.

    ReplyDelete
  56. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Jika diterjemahkan secara umum maka dapat disimpulkan bahwa dalam kita mengenal sesuatu itu dimulai dari yang tampak di depan mata. Selanjutnya kita mencoba memahami bagian yang lainnya dan setelah mengetahui secara keseluruhan maka baru bisa mengambil kesimpulan.

    ReplyDelete
  57. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi menggapai dasar gunung es yang disampaikan Prof. Marsigit menyadarkan kita bahwa ilmu yang kita anggap sudah tinggi sebenarnya hanya puncak gunung es, belum menyentuh dasarnya. Masih perlu digali dan dieksplor. Masih banyak yang harus dipelajari, jangan terlalu puas dengan apa yang kita tahu saat ini. Semakin kita mempelajari sesuatu, maka kita akan sadar semakin banyak yang belum kita tahu. Jadikanlah diri seperti ilmu padi, yang makin berisi maka akan makin menund

    ReplyDelete
  58. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Ilmu itu begitu luas, seluas ciptaanNya. Masih banyak misteri-misteri alam dalam AlQur’an yang belum dapat kita ungkapan. Sudah selayaknya sebagai makhluk yang diberi akal piliran kita terus mencari dan menggali semua misteri alam. Janganlah kesombongan menjadi penghalang kita untuk maju. Diatas langit, masih ada langit, dibalik gunung masih ada gunung lain.

    ReplyDelete
  59. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Ilmu pengetahuan adalah cahaya akal dan dan hati. Jika tidak ada ilmu niscaya akal dan hati akan terombang-ambing dalam kegelapan dan kesesatan. Dalam menunut ilmu sudah seharusnya tetap berpegang pada hati nurani dan tuntunan agama. Tidak sedikit orang yang tersesat dalam menuntu ilmu dan menjalani kehidupan, hanya karena ingin mengambil jalan pintas untuk meraih apa yang diinginkan.

    ReplyDelete
  60. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.Puncak-puncak gunung yang terlihat adalah mencerminkan berbagai bidang ilmu yang sangat banyak. Untuk mengetahui ilmu itu, kita harus menyelam kedasar atau mempelajarinya. Karena yang tampak dipermukaan hanyalah yang terlihat saja. Sedangkan ilmu sebenarnya masih banyak dan harus dipelajari. Terima kasih

    ReplyDelete
  61. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ada banyak sekali ilmu penngetahuan seperti matematika, komunikasi, sosial, dll. Ilmu yang sangat banyak tersebut seperti banyaknya puncak gunung yang terlihat dalam elegi menngapai dasar gunung es ini. Untuk mempelajari ilmu itu kita harus menyelam kedalamnya seperti mencari tahu, bertanya, membaca, dll.

    ReplyDelete
  62. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Puncak gunung es menggambarkan tentang kemampuan menyebutkan segala yang ada dan yang mungkin ada dan itulah sebenar-benarnya ilmu. Tetapi tidak hanya puncak gunung es yang kita harus ketahui tetepai dasar gunung es juga perlu kita ketahui. Dasar gunung es menggambarkan tentang pikiran kritis kita terhadap sesuatu dengan pertanyaan-pertanyaan kita. Dari pertanyaan-pertanyaan itulah ilmu yang akan dapat menjelaskan bagaimana menggapai puncak gunung es. Oleh karena itu, jika kita ingin menggapai puncak gunung es maka kita juga harus menggapai dasar gunung es juga.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  63. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    suatu hal mempunyai penampang umum, penampang umum tersebut biasanya berada pada permukaan kulit terluar yang dapat diamati oleh panca indra. Beberapa orang mungkin saja mempelajari sesuatu yang sama, namun dalam hasil mempelajarinya dapat menghasilkan penafsiran dan konklusi yang berbeda-beda sebagai mana bagian gunung es yang berada dibawah permukaan laut yang mempunyai puncak-puncak yang lebih kecil. Hal tersebut dikarenakan sudut pandang dalam mengenali gunung es tersebut berbeda-beda. Maka dalam hal ini menggunakan segala resources dan potensi yang ada dalam diri kita merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan guna mengenali dasar gunung es meskipun hasilnya nanti dapat berbeda-beda antara yang satu pelaut dengan pelaut lainnya.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  64. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Puncakmgunung es merupakan sikap manusia yang nampak dipermukaan saja, padahal manusia mempunyai super ego, yakni pikiran bawah sadar yang sangat-sangat luas. Perilaku dan ucapan manusia hanya merefleksikan sebagian kecil apa yang dipikirkan oleh manusia. Oleh karena itu untuk menyelami dasar gunung es diperlukan suatu konseliung khusus untuk mengetahui akar permasalahan yang sedang dihadapi oleh manusia tersebut.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  65. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi ini menggaambarkan bahwa segala sesuatu yang bersifat logos adalah layaknya puncak gunung es, seperti komunikasi,malas, bodoh, rajin, sukses,kejam, cantik,tampan, kaya, miskin, dll. selayaknya es puncak es bisa seketika mencair menjadi air ketika hal tersebut tidak dibalut dengan spritual yang baik dan perlu suatu reflektif diri agar kita dapat menyalami gunung es sehingga apa yang kita inginkan dapat tercapai.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id